Warner Bros. Games secara resmi mengumumkan pengembangan game Wonder Woman batal. Game ini dikerjakan oleh Monolith Productions. Tidak hanya itu, Monolith bersama dua studio lainnya yaitu Player First Games dan Warner Bros. Games San Diego, juga telah resmi ditutup.
Informasi ini pertama kali diungkap oleh jurnalis Bloomberg, Jason Schreier. Ia melaporkan bahwa Langkah Warner Bros. ini merupakan bagian dari strategi baru. Kedepannya mereka akan lebih fokus pada franchise besar seperti Harry Potter, Mortal Kombat, Game of Thrones, dan DC Comics, terutama Batman.
Fokus pada Franchise Besar, Game Wonder Woman Batal
Menurut laporan yang diterbitkan oleh Bloomberg. Kepala Divisi Games and Streaming Warner. Bros, JB Perrette, mengungkap bahwa banyak game terbaru mereka yang gagal memenuhi ekspektasi. Kedepannya perusahaan perlu melakukan perubahan besar pada struktur tim dengan menggunakan strategi “lebih sedikit, tetapi lebih besar” untuk pengembangan game.
Tidak lama setelah berita tersebut beredar, Warner Bros. Games merilis pernyataan resmi. Dilansir dari Insider Gaming, Warner Bros. mengakui pembubaran tiga studio dan game Wonder Woman batal dibuat. Keputusan ini merupakan sebuah keputusan sulit yang harus diambil demi melancarkan proses restrukturisasi studio pengembangan game.
Warner Bros. berharap keputusan ini bisa membuat divisi pengembang game kembali dapat menghasilkan game berperforma tinggi, dan membuat bisnis dapat berkembang di tahun 2025 dan setelahnya.
Monolith dan Shadow of Mordor
Pembubaran Monolith Productions cukup mengangetkan banyak pihak. Sebabnya studio ini ikut bertanggung jawab atas pengembangan game Middle-earth: Shadow of Mordor dan Shadow of War. Tidak hanya sukses, game ini juga dikenal berkat Nemesis System yang inovatif. Game Wonder Woman yang diumumkan pada The Game Awards 2021 juga rencananya akan menggunakan sistem tersebut.
Sayangnya konsep tersebut hanya akan menjadi konsep, karena pengembangan sudah tidak lagi berjalan.
Player First Games, yang dikenal dengan game fighting MultiVersus, juga terkena dampak dari keputusan ini. Berita tentang penutupan studio tersebut sudah terlihat ketika Warner Bros. memutuskan untuk mematikan MultiVersus di akhir bulan Mei nanti.
Tiba juga waktu developer Two Point Studios untuk merilis game simulation tahunannya. Jika di tahun sebelumnya ada Two Point Campus, maka di tahun 2025 ada Two Point Museum. Sesuai judulnya, dalam game ini kalian akan ditantang untuk mengelola museum. Membuatnya dari tempat yang membosankan (Menurut orang kebanyakan), menjadi menyenangkan.
Playcubic mendapat kesempatan dari Sega untuk memainkan Two Point Museum lebih awal. Versi review ini saya mainkan di PC. Game ini nantinya juga akan tersedia di konsol PS5 dan Xbox Series.
Review Two Point Museum (PC): Tema Baru, Gaya Lama
Berikut review Two Point Museum PC berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan setelah memainkan game ini lebih dari 10 jam:
Simulation Managerial
Dalam Two Point Museum kalian akan menjadi manajer. Tugas kalian adalah mengelola berbagai tipe museum, mulai dari yang memamerkan artefak pra-sejarah sampai dengan barang-barang supernatural. Selain itu, kalian juga diminta untuk merekrut staf, membuat ekpedisi, mengatur keuangan, dan berbagai tugas managerial yang lain.
Dari segi cerita, tidak banyak yang bisa didapatkan dari game ini. Cerita yang disajikan hanya sebatas setelah kalian berhasil mengelola museum A, kalian akan dipindahkan ke museum B untuk dikelola selanjutnya. Tenang saja, kalian bisa kembali ke museum yang sudah kalian kelola.
Two Point Museum juga memiliki mode sandbox. Jadi kalian bisa langsung memulai permainan dengan segala fitur di dalam game, tanpa perlu mengenal dan membukanya satu persatu seperti dalam mode singleplayer.
Developer Main Aman Dari Segi Grafis
Dari segi grafis, tidak ada perbedaan antara Two Point Museum dengan game buatan Two Point Studios yang lain. Desain dunia dan karakter di dalam game seperti kombinasi antara mainan dengan kartun. Animasi di dalam game juga banyak yang lucu, terutama ketika pengunjung museum berinteraksi dengan benda-benda pameran.
Mungkin itulah alasan kenapa developer tidak pernah mengubah desain grafis dan visual gamenya. Animasi lucu yang disajikan di dalam game cocok dikombinasikan dengan gaya kartun. Selain itu, game simulation seperti ini biasanya selalu berulang dan cenderung repetitif. Dengan gaya yang unik ini, pemain setidaknya tidak akan cepat bosan saat memainkan gamenya karena terhibur. Inilah yang saya rasakan selama memainkan Two Point Museum.
Review Two Point Museum PC: Manajer Merangkap Builder
Karir kalian sebagai manajer museum akan dimulai dari museum pertama, Memento Mile. Tempat ini adalah semacam tutorial, dimana pemain baru diajari untuk mengenali mekanik-mekanik dasar di game. Setelah berhasil, kalian akan diberikan dua museum baru yang bisa dicoba dan seterusnya.
Melalui sudut pandang top-down, kalian bisa melihat semua yang ada di museum kalian. Mulai dari desain ruangan, para staf dan tamu yang lalu-lalang, sampai dengan situasi di toilet. Disinilah kemampuan kalian sebagai manajer sekaligus builder diuji sampai batas maksimal.
Kalian harus mengatur benda pameran diletakkan dimana, lalu bagaimana desain ruangannya, tempat meletakkan information board untuk dibaca pengunjung, lokasi vending machine, dan banyak lagi. Museum yang kalian kelola harus bekerja secara sempurna dan bersinergi. Benda pameran dipamerkan dengan bagus dan pengunjung akan senang meilhatnya.
Variasi Artefak: Dari Pra-Sejarah Sampai Hantu
Daya tarik utama dari Two Point Museum adalah variasi artefak yang bisa ditemukan. Selama memainkan versi game ini, saya setidaknya sudah menemukan empat tipe. Ada artefak pra-sejarah seperti tulang dinosaurus, lalu supernatural seperti boneka terkutuk bahkan hantu, ada artefak maritim yang memungkinkan kalian memelihara ikan, dan terakhir adalah botany atau tanaman.
Artefak juga tidak akan muncul secara instan. Kalian harus menjalankan Expedition atau ekspedisi yang dipimpin oleh staff museum ke tempat-tempat dimana artefak terkubur. Untuk membuatnya lebih menarik, setiap ekspedisi akan memiliki tantangan.
Misalnya saya mencoba untuk mendapatkan artefak supernatural bernama Roach Burger Animatronics. Jadi saya harus mengirim staff ke tempat yang berhantu. Tapi karena staff yang dikirim kurang berpengalaman, maka ketika kembali staff ini kesurupan oleh arwah penasaran dan menakut-nakuti pengunjung museum.
Rekrut Staff yang Berkualitas
Untuk menemukan staff yang memenuhi kualifikasi, kalian harus merekrut mereka yang memiliki perk sesuai. Atau bisa juga dengan cara mengedukasi staff yang sudah ada dengan fitur Research. Kalian bisa menambahkan perk yang diinginkan pada staf, dengan catatan ada slot kosong dalam kolom skill.
Berbicara tentang staff, Two Point Museum memiliki empat tipe staff. Pertama adalah Expert yang tugasnya menemukan artefak dengan ekspedisi atau memberikan tur kepada pengunjung. Kedua adalah Assistant yang tugasnya adalah menjalankan museum, seperti berjualan tiket, menjalankan toko suvenir, dan sesekali membantu Expert dalam ekspedisi.
Ketiga adalah Janitor atau “mas/mbak bersih-bersih”. Tugas mereka adalah membersihkan sampah di museum, sampai membetulkan benda-benda yang rusak. Terakhir adalah Security yang tugasnya adalah menjaga museum dan mengambil uang “jatah preman” yang diberikan oleh tamu secara sukarela.
Pastikan kalian memberikan para staff museum gaji yang sesuai dengan pekerjaan yang mereka lalukan. Jika tidak, mereka akan mengancam resign. Mirip yah seperti di dunia nyata.
Pengunjung Adalah Raja
Selain mengatur staf, kalian juga harus mengatur pengunjung yang datang ke museum. Para pengunjung ini adalah sumber pemasukan museum dari membeli tiket, suvenir, dan uang jatah preman yang saya maksud sebelumnya. Jadi kalian harus memaksimalkan pengalaman yang mereka dapat ketika berjalan-jalan di museum kalian.
Salah satu caranya adalah dengan memastikan barang-barang yang dipamerkan memiliki daya tarik atau Buzz yang tinggi. Buat ruang pameran menjadi menarik dengan menambahkan ornament-ornamen sesuai dengan benda yang dipamerkan. Misalnya ruang pameran artefak pra-sejarah bisa dilengkapi dengan replika jejak kaki dinosaurus di lantai atau memasang kepala boneka dinosaurus di dinding agar terkesan lebih otentik.
Cara lainnya adalah dengan memenuhi keinginan apa yang diinginkan oleh pengunjung. Misalnya ada pengunjung yang ingin menjadi vampire. Nah tugas kalian adalah menyediakan artefak yang bisa mengubah manusia menjadi vampire. Ngeri!
Pengunjung juga kadang akan membawa anak mereka saat berkunjung ke museum. Berbeda dengan pengunjung dewasa, anak-anak lebih sulit untuk dipuaskan. Kalian harus membuat ruangan bermain, dimana anak-anak bisa bermain dan memanjat. Jika tidak, barang koleksi kalian yang nantinya akan dipanjat oleh mereka.
Performa Two Point Museum di PC
Dari segi spesifikasi PC, Two Point Museum bukanlah game PC yang demanding. Saya menggunakan PC dengan spesifikasi CPU i5-14400F, GPU RTX 3060, RAM 32GB, dan SSD. Menurut saya spesifikasi ini sudah lebih dari cukup untuk memainkan Two Point Museum dengan lancar dan tanpa masalah.
Kesimpulan
Itulah review Two Point Museum PC. Menurut saya game ini memiliki nuansa yang sama seperti seri-seri sebelumnya dari Two Point Studio, meski tema yang diangkat berbeda. Two Point Museum bisa menjadi solusi bagi gamer penyuka game simulation yang ingin gamenya tidak terlalu serius. Aura kartun yang disajikan membuat permainan terasa menjadi bisa lebih santai dan tidak terlalu intens.
Elemen humor yang diperlihatkan dalam game ini sering membuat saya tertawa. Misalnya ketika melihat kepala pengunjung yang penasaran terhisap ke dalam toilet berhantu. Interaksi lucu seperti ini membuat mood menjadi lebih santai, meski sebetulnya gameplay game ini banyak menuntut pemikiran mendalam.
Selain itu, tidak banyak game yang mengangkat tema museum simulation. Jika kalian menganggap mengunjungi museum secara real adalah aktivitas yang membosankan, maka kalian akan berubah pikiran ketika mencoba game ini.
Two Point Museum nantinya tersedia di platform PS5, Xbox Series, dan PC (Steam) tanggal 5 Maret 2025. Versi fisik untuk PS5 akan rilis lebih dulu tanggal 4 Maret 2025.
Sega telah mengungkap informasi baru untuk fitur Two Point Museum, game simulation terbaru dari Two Point Studios yang akan segera hadir tanggal 5 Maret 2025 untuk versi digital di PS5, Xbox Series, dan PC5, Xbox Series X|S, dan PC (Steam).
Fitur Two Point Museum: Tur yang Interaktif
Salah satu fitur utama di dalam game ini adalah sistem Tours. Fitur ini memungkinkan para kurator museum untuk mengadakan tur yang tak hanya mengedukasi pengunjung, tetapi juga meningkatkan pendapatan melalui donasi. Pemain harus membangun Tour Stand dan menempatkan seorang ahli yang akan memandu para tamu mengunjungi pameran yang telah dipilih.
Dalam menyusun rute tur, pemain dapat menentukan urutan kunjungan ke setiap exhibit dengan cermat agar menghasilkan rating tur yang optimal. Rating tur ini dinilai berdasarkan beberapa kriteria, antara lain total Buzz, rata-rata kualitas, penilaian dekorasi, kesesuaian tema, dan durasi tur. Setiap kunjungan yang berhasil meningkatkan rating, akan menghasilkan donasi lebih besar dari para pengunjung.
Analisis Artefak
Selain Tours, Two Point Museum juga memperkenalkan mekanisme Exhibit Analysis yang memungkinkan pemain untuk membongkar dan menganalisis setiap artefak. Proses ini tidak hanya menambah wawasan (Knowledge) tetapi juga membawa pemain lebih dekat kepada tingkat Enlightenment, yang pada gilirannya membuka akses ke dekorasi baru dan Interactive Displays.
Selain itu, analisis pameran juga memberikan Perks berupa bonus yang dapat dipasang pada exhibit untuk meningkatkan performa dan daya tariknya.
Sebelumnya, Sega juga sudah mengungkap informasi tentang beragam tipe pengunjung di Two Point Museum. Contohnya Profesor datang untuk mendapatkan ilmu dan baru menyumbang berdasarkan tingkat pengetahuan yang mereka peroleh. Pengunjung anak-anak menikmati pameran tidak seperti pengunjung biasa,. Mereka lebih suka memperoleh ilmu melalui tampilan interaktif.
Selain pengunjung biasa, ada juga tamu spesial seperti Yeti. Ada juga Clown atau badut. yang muncul secara unik dari tanaman pemakan manusia “Blooming Buffoon” setelah memangsa seorang pengunjung.
Jika versi digital rilis di tanggal 5 Maret 2025, versi fisik khusus PS5 akan tersedia lebih awal dari tanggal 4 Maret 2025.
Bandai Namco telah mengumumkan karakter baru untuk Tekken 8. Karakter ini adalah Anna Williams, saudari dari Nina Williams. Ia bisa mulai dipakai dari tanggal 31 Maret 2025, bagi yang sudah memiliki Character Year 2 Pass, dan tanggal 3 April 2025 untuk semuanya.
Karakter Baru Tekken 8 Adalah Anna Williams!
Drama keluarga antara Anna dan Nina sudah berlangsung lama. Keduanya memang sudah dididik menjadi seorang assassin sejak kecil. Berbeda dengan Nina yang menekuninya dan akhirnya berhasil menjadi assassin ternama, Anna justru ingin hidup seperti orang normal. Inilah yang akhirnya memicu pertikaian antara kakak adik yang terjadi dari game Tekken pertama sampai dengan Tekken 8.
Kehadiran Anna sebagai karakter baru Tekken 8 diumumkan dalam acara livestream kemarin malam. Selain itu, Bandai Namco juga mengumumkan angka penjualan game fighting ini yang sudah mencapai angka 3 juta unit di semua platform.
Bandai Namco juga membagikan secara sekilas rencana mereka dengan konten-konten baru Tekken 8. Pada musim panas 2025 akan ada stage dan juga karakter baru, diikuti di musim gugur dengan kehadiran karakter baru, dan terakhir di musim dingin 2025 akan ada stage dan karakter baru. Kelihatannya Bandai Namco masih akan terus mendukung Tekken 8.
Terus Hadirkan Karakter Baru
Bandai Namco tidak ada hentinya memperkenalkan karakter baru di Tekken 8. Pada tahun lalu, game ini kedatangan kembali sosok ikonik yang diduga sudah mati di Tekken 7, Heihachi Mishima. Kebangkitan Heihachi menjadi bagian dari cerita baru di Tekken 8 yang melibatkan Eddy Gordo dan Lidia Sobieska. Kedua karakter ini juga telah ditambahkan ke dalam roster Tekken 8.
Pada akhir Desember 2024, Bandain Namco malah menghadirkan karakter tamu ke Tekken 8. Clive Rosfield dari Final Fantasy XVI ikut bertarung dalam King of the Iron Fist Tournament melawan Jin dan teman-temannya. Sama seperti di gamenya, Clive membawa kekuatan api milik Ifrit dan juga Eikon lainnya ke dalam game Tekken 8.
Kira-kira karakter mana lagi yang akan ditambahkan ke dalam game Tekken 8? Apakah karakternya original atau kolaborasi? Apakah kalian penasaran?
Assassin’s Creed Shadows bocor di internet setelah kemunculan oknum yang menjual gamenya lebih dulu sebelum rilis. Padahal tanggal rilis game ini masih sebulan lagi, yaitu 20 Maret 2025. Peristiwa ini memicu kehebohan di komunitas gamer, terutama mereka yang sudah menunggu lama kedatangan game tersebut.
Assassin’s Creed Shadows Bocor di Internet, Versi Fisik Dijual Duluan
Dilansir dari VGC, versi fisik dari Assassin’s Creed Shadows telah muncul di pasar gelap dan bahkan di situs lelang online seperti Mercari di Amerika Serikat. Dalam salah satu listing yang kini telah dihapus, seorang penjual terlihat memamerkan beberapa salinan game tersebut dengan harga $100. Tidak hanya itu, bahkan ada oknum yang malah membagikan isi konten dari game tersebut di internet.
Tanggapan Ubisoft
Menanggapi situasi ini, Ubisoft merilis pernyataan resmi melalui media sosial X. Mereka mengakui bahwa memang ada beberapa pemain yang telah mengakses Assassin’s Creed Shadows lebih awal dari tanggal rilis yang ditetapkan. Pihak Ubisoft juga menegaskan bahwa cuplikan atau footage yang beredar tidak mencerminkan kualitas akhir dari game.
“Tim developer masih bekerja keras untuk menyelesaikan update yang digunakan untuk menyempurnakan game saat rilis nanti. Segala konten yang dibagikan saat ini tidak mewakili kualitas final dari game.” Tulis Ubisoft.
Selain itu, Ubisoft juga berharap bagi orang-orang yang telah mendapatkan game tersebut untuk tidak menyebarkan bocoran Assassin’s Creed Shadows lebih banyak lagi
Assassin’s Creed Shadows bisa dibilang adalah game yang diselimuti oleh drama. Diawali dari event Tokyo Game Show 2024, dimana Ubisoft memutuskan untuk batal hadir dan mengundur tanggal rilis gamenya ke 14 Februari 2025, lalu diundur lagi menjadi 20 Maret 2025.
Belum lagi masalah internal yang terjadi di dalam badan Ubisoft sendiri. Dimulai dari PHK, hingga rencana pembelian saham oleh publisher China, Tencent. Sekarang Ubisoft dibuat pusing oleh Assassin’s Creed Shadows bocor sebelum tanggal rilisnya,
Ketika rilis nanti, Assassin’s Creed Shadows akan tersedia di PS5 dan Xbox Series.
Tahap pra-registrasi untuk Cabal PC telah dibuka. Kalian bisa mulai untuk mendaftarkan diri mulai dari tanggal 20 Februari hingga 26 Maret 2025. Detail lengkapnya bisa dilihat di sini.
Pra-Registrasi Cabal PC Dibuka, Ada Hadiahnya
Bagi kalian yang sudah mendaftarkan diri di pre-registrasi Cabal PC, berkesempatan untuk mendapatkan hadiah fantastis senilai lebih dari $10,000. Hadiah tersebut meliputi berbagai item eksklusif, seperti kostum unik, kendaraan langka, dan item-item kuat yang tentunya akan memberikan keunggulan tersendiri di medan pertempuran.
Selain itu akan ada juga undian berhadiah dengan gadget-gadget premium seperti ASUS ROG Strix G16, keyboard gaming, mouse, dan mousepad kustom turut menambah semangat para pemain. Program daily check-in serta sistem Invite & Conquer juga disiapkan agar setiap peserta bisa mendapatkan bonus menarik setiap harinya.
Cara Ikut Serta
Bagi kalian yang berminat untuk ikut serta dalam pra-registrasi ini, caranya sangat mudah:
Langkah pertama, kunjungi situs resmi di https://cabalpc.com/pre-register-id dan klik menu “Pra-pendaftaran”. Bagi kalian yang sudah pernah mendaftar untuk Cabal Mobile, sistem akan secara otomatis mengintegrasikan data kamu.
Langkah kedua, isi formulir yang tersedia dengan data yang valid dan kirimkan. Jangan lupa untuk membagikan kode unik invite kepada teman-teman, karena semakin banyak yang bergabung, semakin besar pula peluang mendapatkan bonus tambahan.
Night of the Glory
Kehadiran Cabal PC diumumkan dalam acara Night of the Glory. Dalam acara ini, Cabal: Ultimate Combo SEA secara resmi mengumumkan versi game tersebut, menemani Cabal Mobile. Pengumuman ini bukan sekadar peluncuran di platform baru, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menyatukan kembali komunitas yang telah lama terbentuk. Dengan kombinasi nostalgia dan inovasi, Cabal PC menjanjikan pengalaman bermain yang lebih seru dan menantang.
Tak hanya mengumumkan pengumuman Cabal PC, Night of the Glory juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik. Misalnya turnamen PvP yang mempertemukan pemain-pemain terbaik, undian berhadiah, hingga penghargaan komunitas untuk para gamer yang telah mendukung perjalanan Cabal. Pada acara ini juga diumumkan turnamen global World Tournament.
Pengembang dan penerbit Amazing Seasun Games – salah satu pelopor pertama di industri game Tiongkok – telah mengumumkan Uji Open Beta “Global Storm” untuk Mecha BREAK yang dimulai pada 23 Februari pukul 17.00 WIB di PC. Lewat beta terbaru ini, pemain dapat melihat loop gameplay inti Mecha BREAK yang paling lengkap, termasuk mode game 6v6 dan 3v3 yang tersedia di versi beta sebelumnya, serta mode PvPvE co-cop taktik baru, “Mashmak”.
Mecha BREAK akan dirilis di Steam, PC Windows melalui Xbox App, peluncuran konsol eksklusif dengan Xbox Seri X|S pada musim semi ini. Game ini juga akan dirilis di lebih banyak platform pada 2025. Tambahkan game ini ke wishlist Steam dan Xbox.
Tonton Trailer Mode Game Mecha BREAK Mashmak:
Uji Open Beta “Global Storm” yang tersedia bagi semua pemain di PC mencakup semua fitur gameplay yang nantinya akan tersedia saat peluncuran. Pemain dapat mencoba tutorial pembukaan dan pengenalan, kustomisasi karakter dan mech, stasiun luar angkasa yang dapat dijelajahi, tiga mode game inti, ruang latihan, dan tiga belas mech atau “Striker” yang unik. Update baru lainnya dalam beta ini mencakup peta yang telah direvisi untuk mode game Operation VERGE 6v6 dan Ace Arena 3v3, sistem reputasi pemain, penyesuaian keseimbangan untuk berbagai Striker, gerakan penyelesaian pertempuran, serta opsi kustomisasi baru untuk pilot dan mech.
Semua mode PvPvE “Mashmak” terbaru dapat dimainkan oleh publik untuk pertama kalinya. Saksikan para pilot yang bertempur di Mashmak Isle, yang menyimpan cadangan terbesar Eruptive Inorganic Carbide (EIC) yang juga dikenal sebagai “Corite”. Wilayah ini baru saja jatuh ke dalam kendali sebuah organisasi yang dikenal sebagai Theia’s Vanguard, dan tindakan destruktif mereka mempercepat penyebaran Corite, sehingga mendorong dunia ke ambang kehancuran. Pertempuran terus-menerus untuk memperebutkan kendali atas kepulauan tersebut menyebabkan badai Corite tak terduga yang mampu menghancurkan segalanya.
Demi menangani situasi yang sulit ini, perlengkapan baru yang dapat menguntungkan para pilot Striker pun dikembangkan. Para pilot dapat memilih berbagai perlengkapan baru, termasuk senjata yang bisa dikumpulkan dan glider bersenjata untuk meningkatkan kemampuan Striker mereka dalam pertempuran jarak dekat, healing, sniping, suppressive fire, dan banyak lainnya demi menyelesaikan misi. Seiring pertempuran yang terus berkecamuk, senjata dan perlengkapan yang lebih ampuh akan tersedia bagi pilot yang benar-benar tangguh.
Dengan senang hati, tim Amazing Seasun Games menyambut para pemain ke dunia Mecha BREAK. Tambahkan ke wishlist Steam dan Xbox untuk menjadi pilot terhebat dan bergabunglah dengan kami di medan pertempuran pada musim semi ini.
Spesifikasi PC Lost Soul Aside telah diungkap. Game buatan developer China, Ultizero Games ini memiliki lima spesifikasi. Mulai dari minimum sampai dengan Ultra dengan penggunaan teknologi Ray-Tracing. Berikut adalah detailnya yang dikutip dari website resmi PlayStation:
Spesifikasi PC Lost Soul Aside Diungkap, Wajib SSD!
Minimum
GPU: NVIDIA GTX 1060 or AMD RX 5500 XT
CPU: Intel Core i5-10400 or AMD Ryzen 5 3600
RAM: 16 GB
OS: 64-bit Windows 10 / Windows 11
Storage: 80 GB SSD
Recommended
GPU: NVIDIA RTX 2060 or AMD RX 5700 XT
CPU: Intel i5-10400 or AMD Ryzen 5 3600
RAM: 16 GB
OS: 64-bit Windows 10 / Windows 11
Storage: 80 GB SSD
High
GPU: NVIDIA RTX 3070 or AMD RX 6800 XT
CPU: Intel i7-11700 or AMD Ryzen 7 5700X
RAM: 16 GB
OS: 64-bit Windows 10 / Windows 11
Storage: 80 GB SSD
High – Ray Tracing on
GPU: NVIDIA RTX 4080s or AMD RX 7900 XT
CPU: Intel i7-11700 or AMD Ryzen 7 5700X
RAM: 16 GB
OS: 64-bit Windows 10 / Windows 11
Storage: 80 GB SSD
Ultra – Ray Tracing on
GPU: NVIDIA RTX 5070 Ti
CPU: Intel i7-13700K or AMD Ryzen 7 7800X
RAM: 16 GB
OS: 64-bit Windows 10 / Windows 11
Storage: 80 GB SSD
Lost Soul Aside rencananya akan rilis di PS5 dan PC pada tanggal 30 Mei 2025. Meski didesain untuk PS5, developer menjanjikan versi PC bisa berjalan dengan optimal. Versi PC juga akan mendapatkan fitur-fitur yang tidak dimiliki oleh PS5 seperti dukungan visual 4k dan HDR, serta bisa dimainkan dengan controller DualSense.
Dari spesifikasi PC Lost Soul Aside yang sudah dijelaskan di atas, game ini juga sudah didukung oleh teknologi Ray-Tracing.
Lost Soul Aside Janjikan Gameplay Cepat dan Stylish
Lost Soul Aside akan menghadirkan sistem combat yang cepat dan dinamis. Karakter utama game ini bernama Kaser, dan ia memiliki senjata yang dapat berubah-ubah sesuai gaya bermain. Pemain dapat memilih gaya bertarung yang sesuai, mulai dari serangan jarak dekat yang presisi, serangan jarak jauh yang kuat, hingga mobilitas tinggi untuk menghindari serangan musuh.
Lost Soul Aside jug menawarkan elemen strategi melalui sistem kustomisasi dan juga kombinasi serangan. Pemain juga dapat memanfaatkan Arena, pendamping Kaser berbentuk naga. Ia memiliki kemampuan unik yang dapat membalikkan keadaan dalam pertempuran.
Playcubic mendapat kesempatan untuk ikut serta dalam acara launching Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii di Indonesia pada hari Jumat (23/2) kemarin. Acara ini berlangsung di Mantra PIK 2, Jakarta, dan dihadiri oleh komunitas dan fans Yakuza/Like a Dragon Indonesia.
Tidak kalah penting adalah kedatangan salah satu perwakilan dari Ryu Ga Gotoku (RGG) Studio yaitu Hiroyuki Sakamoto. Ia merupakan Chief Producer dari Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii.
Sangat jarang game developer luar bisa datang langsung ke Indonesia. Kami paham dengan hal tersebut, dan bersama media game Indonesia yang lain berpartisipasi dalam sesi wawancara bersama dengan Sakamoto-san.
Banyak hal yang ingin kami tanyakan yaitu tentang pengembangan Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii sampai alasan kenapa RGG Studio memilih Indonesia menjadi salah satu tempat launching game terbarunya.
Berikut adalah rangkuman dari sesi wawancaranya:
Awak Media (AM): Selamat datang di Indonesia Sakamoto-san. Makanan Indonesia apa saja yang sudah anda makan?
Hiroyuki Sakamoto (HS): Saya sudah makan sate dan nasi goreng.
AM: Diantara kedua itu yang manakah yang paling anda sukai?
HS: Nasi goreng! Ini yang paling enak dan sesuai dengan selera saya.
AM: Kami ikut senang mendengarnya. Baik, untuk pertanyaan pertama adalah apa yg menginspirasi anda dan tim anda untuk memilih tema bajak laut di Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii?
HS: Kebetulan pada cerita game sebelumnya (Like a Dragon: Infinite Wealth) kami menggunakan Hawaii sebagai latar belakang cerita. Jadi kami putuskan untuk mengirim Goro Majima ke Hawaii sebagai bajak laut.
AM: Berbicara tentang Goro Majima, ia adalah salah satu karakter yang memiliki sisi emosional mendalam. Nah bagaimana cara developer mempertahankan hal tersebut dalam Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii yang bisa dibilang tidak seserius seri game Yakuza/Like a Dragon lainnya?
HS: Pirate Yakuza in Hawaii bisa dibilang adalah game selingan atau spin-off dari keseluruhan franchise Yakuza/Like a Dragon. Nah cerita dalam game spin-off memang kami buat lebih singkat, padat, dan tidak terlalu berhubungan dengan seri intinya.
AM: Kedepannya apakah ada kemungkinan karakter lain seperti Goro Majima yang ada di franchise Yakuza/Like a Dragon bisa mendapatkan standalone game seperti Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii?
HS: Sejujurnya saya belum memikirkan hal tersebut. Saya masih fokus dengan yang sekarang. Hal yang perlu saya sampaikan adalah game Yakuza/Like a Dragon selalu dibuat mengikuti zaman dan trend. Jadi kami lebih fokus dalam mengikuti zaman dibandingkan melihat karakternya.
AM: Bagaimana cara anda dan tim developer mengerti tren apa yang disukai oleh para fans anda?
HS: Dari kami standard pertama yang harus dipenuhi adalah apapun gamenya harus seru dan menyenangkan menurut kami. Apa yang diinginkan oleh fans memang penting, tetapi itu tidak selalu menjadi patokan utama kami.
AM: Apa konsiderasi dari anda dan tim developer saat mendesain gameplay perang kapal di Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii?
HS: Semuanya diawali dengan pemilihin Goro Majima sebagai bajak laut. Dari sini kami mulai mencari ide seperti apa gameplay yang cocok dengan tema tersebut, dan apa yang kalian saksikan di dalam game adalah hasilnya.
AM: Saat ini sudah banyak game bajak laut. Hal apakah yang dibuat oleh tim developer untuk membuat Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii berbeda dengan game-game bajak laut lainnya?
HS: Kami sudah menambahkan beberapa fitur yang bisa dibilang unik di dalam game ini. Misalnya kapal bisa dikustomisasi, lalu pemain juga bisa mengatur kru kapal untuk bekerja di posisi tertentu, dan di game ini juga ada Pirate Shanty. Kru kapal bajak laut suka bernyanyi dan di game ini mereka bisa melakukan hal itu.
AM: Hal apa yang paling menantang dalam proses pengembangan game Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii menurut anda?
HS: Waktu pengembangan yang sangat singkat. Ini sangat menantang karena perlu waktu untuk mengembangkan sesuatu hal yang baru.
AM: Bisakah Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii dimainkan oleh gamer yang belum memainkan game franchise ini?
HS: Dalam cerita Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii, Goro Majima diceritakan kehilangan ingatannya. Nah bagi yang belum memainkan Like a Dragon: Infinite Wealth atau seri sebelumnya, bisa mendapatkan informasi tentang Majima dan juga dunianya seiring ingatannya kembali.
AM: Apakah anda punya tips untuk gamer yang baru mengenal atau yang sudah mengenal franchise Yakuza/Like a Dragon saat memainkan Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii?
HS: Tidak perlu khawatir karena game ini simple dan mudah dimengerti. Saya jamin semua gamer bisa memainkan game ini, bahkan tanpa perlu memainkan game Yakuza/Like a Dragon sebelumnya.
AM: Siapakah tokoh favorit Sakamoto-san dari seluruh franchise Yakuza/Like a Dragon
HS: Wah saya sering ditanyakan pertanyaan ini. Jawabannya saya tidak memiliki karakter favorit, karena yang memiliki cerita di seluruh franchise ini adalah dunianya atau kotanya. Setiap tempat mempunyai cerita yang berbeda-beda dan merupakan pondasi utama dari franchise ini.
AM: Apa minigame favorit Sakamoto-san dari seluruh franchise Yakuza?
HS: Saya memiliki kesan yang mendalam dengan Kyabakura/Hostess Club karena saya yang membuat naskah scriptnya. Kalian pasti kaget mendengarnya kan?
AM: Jawaban itu cukup mengejutkan Sakamoto-san. Apakah anda bisa menjelaskan seberapa pentingnya Indonesia untuk franchise Like a Dragon/Yakuza? Karena Indonesia terpilih menjadi salah satu tempat launching Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii.
HS: Saya mewakili tim developer datang ke sini karena banyak gamer Indonesia yang menyukai franchise Yakuza/Like a Dragon, dan semoga kedepannya akan menjadi semakin banyak lagi.
AM: Bagaimana pendapat anda dengan komunitas Yakuza/Like a Dragon Indonesia?
HS: Dari yang saya lihat fans di Indonesia sangat bersemangat. Saya sangat berterima kasih dengan komunitas dan fans di Indonesia yang sudah menyukai karya kami.
AM: Pesan anda untuk gamer Indonesia yang ngefans dengan Yakuza/Like a Dragon?
HS: Jujur saja ini baru pertama kalinya kami menggelar event di Indonesia. Menurut saya responnya sangat luar biasa. Kedepannya jika bisa kami ingin kembali menggelar event di Indonesia.
AM: Baik Sakamoto-san, terima kasih banyak untuk waktunya dan semoga Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii sukses!
HS: Sama-sama dan terima kasih kembali.
Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii sudah rilis dan tersedia di PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, dan PC (Windows dan Steam).
Playcubic juga sudah mereview Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii di PS5 dan memberikan skor 4 dari 5 bintang. Alasannya adalah karena game ini menawarkan gameplay yang belum pernah ada di semua seri game Yakuza/Like a Dragon.
Fans sudah lama menantikan game Among Us baru, dan sebentar lagi apa yang dicari akan tiba! Schell Games dan Innersloth resmi mengumumkan Among Us 3D. Game ini membawa tampilan first-person dari Among Us VR ke pemain di PC lewat Steam. Among Us 3D juga nantinya akan mendukung fitur cross platform.
Rencananya game Among Us baru ini akan tampil dalam event Steam Next Fest yang akan dimulai 24 Februari 2025. Kalian akan mendapat untuk mencoba demo eksklusif Among Us 3D sebelum perilisan resminya.
Apa Saja Fitur-Fitur Game Among Us Baru?
Mengembangkan konsep dari Among Us VR, Among Us 3D memungkinkan pengguna PC di Steam untuk bergabung dalam lobi lintas platform bersama pemain VR di Meta Quest, Steam VR, PlayStation VR 2, dan PICO.
Secara gameplay, game ini tetap menghadirkan gameplay sosial deduksi, tapi dengan sudut pandang first person. Among Us 3D juga sudah memiliki fitur voice chat, mode permainan baru, opsi kustomisasi, dan masih banyak lagi fitur baru lainnya.
Menariknya, Among Us 3D tidak mewajibkan penggunaan perangkat VR. Ini berarti akan lebih banyak pemain yang dapat menikmati sensasi menegangkan sebagai Crewmate atau Impostor tanpa perlu memiliki headset VR.
Among Us VR Berubah Menjadi Among Us 3D
Dalam beberapa bulan ke depan, developer akan melakukan rebranding dengan Among Us VR menjadi Among Us 3D. Perubahan ini mencakup pembaruan pada halaman toko, situs web, serta elemen branding di dalam game.
Selain fitur crossplay antara PC dan VR, game Among Us baru ini juga akan menghadirkan Stardust. Mata uang in-game ini dirancang untuk memperluas opsi kustomisasi dan mendukung perkembangan konten baru.
Among Us dirilis pertama kali di tahun 2018. Tapi, baru pada era pandemi COVID-19, game ini mencapai puncak kesuksesan. Karena kebijakan yang melarang untuk bepergian ke luar rumah, akhirnya orang-orang harus mencari alternatif lain untuk hiburan. Salah satu alternatif ini adalah bermain game, dan Among Us dengan konsepnya yang unik berhasil menjadi salah satu yang terpopuler pada waktu itu.