Infinix GT 50 Pro akan segera diperkenalkan di Indonesia sebagai smartphone gaming flagship terbaru dari Infinix. Smartphone ini hadir untuk menjawab kebutuhan gamer mobile yang kini menuntut performa tinggi, suhu tetap stabil, dan pengalaman bermain yang konsisten dalam sesi panjang.
Infinix GT 50 Pro dijadwalkan meluncur pada 24 April 2026.
Infinix GT 50 Pro Andalkan Sistem Pendingin Baru
Fitur andalan Infinix GT 50 Pro adalah HydroFlow Liquid Cooling Architecture. Teknologi pendingin generasi terbaru yang dirancang untuk menjaga suhu perangkat agar tetap optimal saat dipakai menjalankan game dengan grafis tinggi maupun yang kompetitif. Infinix menyebut sistem ini mampu meningkatkan stabilitas performa, efisiensi sistem, dan kenyamanan bermain secara keseluruhan.
Untuk mendukung klaim tersebut, Infinix GT 50 Pro dibekali micro-pump liquid cooling system berukuran besar di kelasnya. Sistem ini memiliki cakupan pendinginan hingga 100 persen area chipset, yang menjadi sumber panas utama saat perangkat bekerja keras. Artinya gamer bisa tetap fokus saat bermain tanpa terganggu penurunan performa di tengah sesi yang intens.
Selain sistem pendingin, terobosan apalagi yang dihadirkan smartphone ini? Bagaimana menurutmu?
Adaptasi live-action dari ELDEN RING akhirnya bergerak ke tahap serius. Bandai Namco Entertainment Asia bersama A24 resmi mengumumkan jajaran pemain untuk film yang akan disutradarai oleh Alex Garland. Film ini dijadwalkan tayang pada 3 Maret 2028, dan akan diproduksi menggunakan format IMAX untuk menghadirkan pengalaman sinematik yang lebih imersif.
Produksi filmnya sendiri akan dimulai pada Spring 2026, menandai langkah besar dalam membawa dunia gelap dan misterius ELDEN RING ke layar lebar.
Deretan Cast Bertabur Bintang
Film ini tidak main-main dalam memilih aktor. Beberapa nama besar yang telah dikonfirmasi antara lain:
Kit Connor
Ben Whishaw
Cailee Spaeny
Tom Burke
Havana Rose Liu
Sonoya Mizuno
Jonathan Pryce
Ruby Cruz
Nick Offerman
Peter Serafinowicz
Dengan lineup seperti ini, ekspektasi jelas langsung melonjak. Ini bukan proyek setengah hati—ini ambisi besar untuk menghidupkan dunia The Lands Between dengan cara yang belum pernah kita lihat sebelumnya.
Dari Game Legendaris ke Layar Lebar
Sebagai pengingat, ELDEN RING pertama kali dirilis pada 2022 dan langsung meledak di pasaran. Dikembangkan oleh FromSoftware dan dipimpin oleh Hidetaka Miyazaki, game ini juga mendapat sentuhan dunia fantasi dari George R. R. Martin.
Hasilnya?
Lebih dari 30 juta kopi terjual di seluruh dunia
Lebih dari 300 penghargaan Game of the Year
Sebuah pencapaian yang tidak main-main. Dunia yang luas, lore yang dalam, dan tantangan brutal jadi ciri khas yang melekat kuat.
Tantangan Besar: Mengubah Dunia “Sunyi” Jadi Cerita Sinematik
Ini bagian yang menarik—dan jujur, agak bikin mikir.
ELDEN RING bukan game yang “banyak bicara”. Ceritanya tersembunyi, tersebar dalam item description, lingkungan, dan interpretasi pemain. Jadi ketika diangkat jadi film, pertanyaannya sederhana:
Apakah mereka akan tetap mempertahankan gaya misteriusnya, atau justru dibuat lebih naratif dan eksplisit?
Dengan Alex Garland di kursi sutradara—yang dikenal lewat karya seperti Ex Machina—ada harapan film ini tetap mempertahankan nuansa gelap, filosofis, dan sedikit “tidak nyaman” seperti versi gamenya.
Franchise Terus Berkembang
Sementara filmnya masih dalam proses, dunia ELDEN RING sendiri terus berkembang:
DLC Shadow of the Erdtree memperluas cerita utama
Spin-off ELDEN RING NIGHTREIGN hadir dengan gameplay kooperatif baru
Versi lengkap ELDEN RING Tarnished Edition akan rilis di Nintendo Switch 2
Dengan kata lain, ini bukan sekadar satu game sukses—ini sudah jadi ekosistem besar.
Adaptasi game ke film itu selalu seperti berjalan di atas pedang—sedikit salah langkah, langsung jatuh.
Tapi untuk ELDEN RING, semua elemen besar sudah ada:
Dunia yang kaya dan unik
Sutradara dengan visi kuat
Cast kelas atas
Dukungan studio seperti A24
Sekarang tinggal satu hal: eksekusi.
Kalau berhasil, ini bisa jadi standar baru adaptasi game ke film. Kalau gagal… ya, kita sudah terlalu sering lihat contohnya.
Karakter ikonik Angry Birds, Red, secara resmi bergabung di Sonic Racing: CrossWorlds. Kehadiran burung merah pemarah ini membawa semangat baru bagi para pemain yang ingin menjajal kecepatannya di sirkuit menantang. Selain karakter baru, Sega juga mengumumkan event Angry Birds Festival yang dimulai dari tanggal 17 April 2026.
Super Roaster dan Lagu Klasik Angry Birds
Dalam update baru Sonic Racing: CrossWorlds ini pemain bisa mengendarai mobil balap khas milik Red yang bernama Super Roaster. Update ini juga menghadirkan tiga lagu latar baru yang diambil dari seri game original Angry Birds seperti GO! Theme.
Selama periode festival Angry Birds berlangsung, setiap permainan akan menyajikan tantangan berbeda seperti melakukan Touch Boost terbanyak atau menyelesaikan objektif khusus lainnya untuk mendapatkan Festival Points.
Pemain yang aktif mengumpulkan Festival Points selama acara ini dapat mengakses berbagai macam item kustomisasi eksklusif. Mulai dari sticker dekorasi (decal) baru dan klakson bertema khusus Angry Birds.
Capcom sedang memasak! Developer sekaligus publisher asal Jepang ini telah membukukan rekor yang sangat baik di tahun 2026. Dari tiga game baru yang rilis yaitu Resident Evil 4 Requiem, Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection, dan Pragmata, semuanya mendapatkan respon yang baik dari kritik maupun fans. Game baru yang dimaksud adalah game yang sepenuhnya baru, bukan remaster.
Rekor Ketiga Game Baru Capcom
Berdasarkan data website Metacritic, ketiga game baru Capcom ini mendapat skor di atas angka 85. Resident Evil Requiem yang merupakan tombak utama Capcom mendapatkan Metascore 89. Sedangkan Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection diberi skor 86. Game terbaru sekaligus IP terbaru Capcom yaitu Pragmata juga tidak mau kalah dengan jumlah Metascore 86. Jumlah ini merupakan pertanda yang sangat baik untuk studio game. Artinya game mereka mendapatkan resepsi yang baik dari kritikus maupun fans.
Di Steam Pragmata mendapatkan review Overwhelmingly Positive. Data dari SteamDB menunjukkan jumlah concurrent players tertinggi Pragmata adalah 68.687 pemain. Meski belum mendekati angka yang diperoleh Resident Evil Requiem, Pragmata sudah menunjukkan potensinya sebagai IP baru Capcom yang sukses.
Angka penjualan Pragmata sejak rilis sampai dengan akhir pekan kemarin juga telah diumumkan. Game ini telah terjual lebih dari 1 juta unit di seluruh dunia.
Tidak berhenti di ketiga game ini saja, tahun ini Capcom juga berencana untuk merilis Onimusha: Way of the Sword. Jika game ini berhasil, maka tahun 2026 akan menjadi tahunnya untuk Capcom.
Square Enix kembali menghadirkan pengalaman RPG yang tidak biasa lewat The Adventures of Elliot: The Millennium Tales, sebuah game action RPG penuh nuansa fantasi yang akan membawa pemain menjelajahi waktu hingga ribuan tahun ke masa lalu. Berdasarkan informasi terbaru dari media kit resminya, game ini dijadwalkan rilis pada 18 Juni 2026 untuk berbagai platform, termasuk Nintendo Switch 2, PlayStation 5, Xbox Series X|S, serta PC.
Kalau kalian suka RPG dengan cerita kuat, dunia luas, dan sistem gameplay yang fleksibel, ini bukan sekadar game biasa—ini adalah perjalanan lintas zaman yang penuh misteri.
Kisah Epik Melintasi Empat Era dalam Seribu Tahun
Di jantung cerita The Adventures of Elliot: The Millennium Tales, kalian akan mengikuti petualangan Elliot dan rekannya, Faie, dalam misi menyelamatkan Putri Heuria dari kutukan misterius.
Namun perjalanan mereka tidak sederhana.
Mereka harus melewati Doorway of Time, sebuah gerbang waktu yang membawa mereka ke berbagai era berbeda, yaitu:
Age of Safekeeping (masa kini)
Age of Reconstruction (zaman kegelapan)
Age of Magic (masa kejayaan sihir)
Age of Budding (awal peradaban manusia)
Setiap era memiliki konflik, misteri, dan ancaman tersendiri. Bahkan di masa kejayaan seperti Age of Magic, tersimpan benih kehancuran yang perlahan menggerogoti dunia.
Dunia Fantasi yang Hidup dan Sarat Detail
Salah satu daya tarik terbesar game ini adalah dunia yang dibangun dengan detail dan identitas kuat di setiap zaman.
Contohnya di era Age of Magic, pemain akan menjelajahi kota Weyzn—sebuah peradaban maju berbasis sihir dengan arsitektur megah dan teknologi magis yang berkembang pesat. Namun di balik kemegahan itu, terdapat konflik ideologi antara dua institusi besar:
Forthewor, yang mengejar kemajuan tanpa batas
Formanit, yang mengutamakan kesejahteraan manusia
Konflik ini menjadi bagian penting dari narasi, menghadirkan nuansa cerita yang lebih dewasa dan penuh intrik.
Karakter dengan Latar Belakang Kuat
Tak lengkap rasanya RPG tanpa karakter yang berkesan. Game ini menghadirkan sejumlah tokoh penting dengan latar belakang menarik, seperti:
Fausta, pemimpin Formanit yang idealis dan penuh dedikasi
Marnie, peneliti muda yang fokus pada teknologi sihir
Hildebrandt, direktur Forthewor yang pragmatis
Ikarus, pemimpin bangsawan yang berusaha menjaga keseimbangan
Interaksi antar karakter ini membentuk dinamika cerita yang tidak sekadar hitam-putih, tetapi penuh konflik moral dan keputusan sulit.
Sistem Gameplay: Fleksibel, Dalam, dan Eksploratif
Dari sisi gameplay, The Adventures of Elliot: The Millennium Tales mengusung sistem action RPG dengan fokus pada eksplorasi dan kustomisasi.
1. Sistem Senjata yang Variatif
Elliot dapat menggunakan tujuh jenis senjata berbeda, masing-masing dengan versi yang lebih kuat dan efek spesial unik. Senjata ini bisa ditemukan di berbagai lokasi tersembunyi seperti gua dan reruntuhan, mendorong pemain untuk eksplorasi lebih dalam.
2. Magicite: Kustomisasi Tanpa Batas
Fitur Magicite memungkinkan pemain menambahkan efek khusus ke senjata, seperti serangan petir atau efek area. Semakin langka Magicite yang didapat, semakin efisien dan kuat efeknya.
Menariknya, sistem ini memberi kebebasan penuh untuk menciptakan gaya bermain sendiri—mau fokus damage, area control, atau utility, semua bisa.
Aktivitas Sampingan yang Menyegarkan
Game ini tidak hanya soal bertarung dan cerita utama. Ada juga aktivitas tambahan seperti Faie’s Magic Lessons, yaitu minigame berbasis kemampuan sihir.
Mulai dari:
Balapan melawan longsoran salju
Warp antar platform di area berbahaya
Selain seru, minigame ini juga memberikan reward seperti koleksi musik dalam game, menambah replay value yang cukup tinggi.
Edisi dan Bonus Menarik
Untuk kalian yang suka bonus tambahan, Square Enix sudah menyiapkan beberapa edisi menarik:
Pre-Order Bonus:
Departure Brooch (meningkatkan drop item)
Attack Up Sword Magicite
Digital Deluxe Edition:
Aksesori tambahan seperti Fairy Bangle dan Roselle Ring
Collector’s Edition:
Base game
Digital Deluxe Upgrade
Jam meja bertema Faie & Doorway of Time
Original Soundtrack
Semua ini menunjukkan bahwa game ini memang dipersiapkan sebagai rilisan besar, bukan sekadar proyek sampingan.
The Adventures of Elliot: The Millennium Tales bukan hanya menawarkan petualangan biasa. Ia mencoba menggabungkan:
Cerita lintas waktu yang kompleks
Dunia dengan identitas kuat di setiap era
Sistem gameplay fleksibel dan dalam
Karakter dengan konflik emosional
Dalam satu paket pengalaman RPG modern.
Kalau Square Enix berhasil mengeksekusi semua ide ini dengan baik, bukan tidak mungkin game ini akan jadi salah satu RPG sleeper hit di tahun 2026.
Konami Digital Entertainment Limited (KONAMI) hari ini mengumumkan game petualangan romansa The Prince of Tennis Sweet School Festival ~♡-40 and more…~ (disebut juga Gakupuri) dan The Prince of Tennis Doki Doki Survival ~eternal passion! Tie break ♡game~ (disebut juga Dokisaba) akan dirilis pada tanggal 30 Juli (Kamis).
Trailer Pengumuman Tanggal Rilis Gakupuri:
Trailer Pengumuman Tanggal Rilis Dokisaba:
Kedua game ini dijadwalkan akan dirilis di Nintendo Switch™ 2, Nintendo Switch™, dan Steam, dengan pre-order versi digital tersedia mulai hari ini.
Edisi Asia akan mendukung Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin Tradisional, dan Mandarin Sederhana. Nantikan detail selengkapnya di pengumuman mendatang.
Cygames telah mengumumkan beta test Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok, setelah bulan lalu menjalankan tahap closed beta. Uji coba terbuka ini akan digelar dari tanggal 24-27 April 2026 di Nintendo Switch 2, PS5, PS4, dan Steam.
Tahap ini disiapkan untuk menguji beban jaringan serta performa game di seluruh platform sebelum perilisan game di tanggal 9 Juli 2026.
Konten Beta Test Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok
Dalam tahap beta test kali ini, pemain akan dapat mencoba mekanisme Summons. Fitur ini memungkinkan pemain untuk memanggil monster spesial saat bertarung.
Cygames juga menambahkan empat quest yang bisa dimainkan. Setelah pemain menuntaskan tiga quest pertama, quest keempat berjudul “Sephira’s Sanguine Glimmer” akan terbuka.
Pada misi ini, pemain bisa mencoba Summons sekaligus mekanik baru bernama Primal Burst, versi lebih kuat dari Full Burst yang membutuhkan koordinasi penuh dari seluruh anggota party. Karakter Beatrix yang sebelumnya hadir di closed beta juga kembali dapat dimainkan di tahap beta.
Uji coba ini juga sudah mendukung online multiplayer dan juga fitur crossplay.
Untuk menyambut peluncuran ekspansi dari GranBlue Fantasy: Relink ini, manga Granblue Fantasy dan anime Granblue Fantasy: The Animation akan tersedia secara gratis dalam waktu terbatas.
Imbas polemik kebocoran data, Kementerian Komunikasi dan Digital atau Kemkomdigi telah memutuskan agar verifikasi IGRS dihentikan sementara. Menurut Kemkomdigi langkah tersebut perlu dilakukan agar investigasi secara menyeluruh bisa berjalan.
Kebocoran data IGRS mengungkap informasi vital untuk beberapa game yang belum rilis. Misalnya 007: First Light dan Echoes of Aincrad yang video gameplay bahkan endingnya tersebar di internet. Kejadian ini bahkan mendapat sorotan dari dunia internasional.
Komdigi Jelaskan Alasan IGRS Dihentikan
Dikutip dari Kompas, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, mengatakan pemerintah sedang melakukan evaluasi secara penuh terhadap sistem IGRS.
“Kami memutuskan untuk menunda sementara proses verifikasi IGRS secara keseluruhan,” ujar Sonny.
Menurutnya evaluasi tidak hanya karena insiden kebocoran data dari game yang belum rilis, tapi juga mencakup aspek teknis yaitu sistem yang berjalan sampai dengan tata kelola organisasi. Tidak hanya itu, Kemkomdigi juga membentuk tim khusus untuk mempercepat proses penanganan sekaligus menelusuri sumber dari persoalan tersebut.
Tidak hanya pemerintah, Kemkomdigi juga akan melibatkan asosiasi industri dan masyarakat untuk masukan. Tujuannya adalah agar hasil dari pembenahan nantinya benar-benar bisa diterapkan.
Hal senada juga diutarakan oleh Asosiasi Game Indonesia atau AGI. Presiden Asosiasi Game Indonesia, Shafiq Husein, menyebutkan jika kasus ini justru membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara pemerintah dan pelaku industri. Menurutnya, perbaikan harus dilakukan agar sistem IGRS tidak merugikan developer lokal.
Dengan adanya kejadian ini, kita jadi membuka pintu komunikasi juga supaya sistem ini bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Intel Core Ultra Series 3 telah resmi tersedia di Indonesia melalui berbagai laptop baru dari mitra OEM global seperti ASUS, Acer, Dell, HP, Lenovo, dan MSI. Kehadiran chip ini menandai langkah baru Intel dalam menghadirkan AI PC generasi berikutnya, dengan fokus pada peningkatan performa, grafis, dan efisiensi daya untuk konsumen maupun pelaku bisnis.
Perfoma Intel Core Ultra Series 3
Prosesor yang sebelumnya dikenal dengan nama kode Panther Lake ini menjadi evolusi terbaru dalam roadmap komputasi berbasis Intel. Laptop yang menggunakannya memberi pengguna lebih banyak pilihan untuk kebutuhan kerja, kreasi konten, hingga hiburan.
Intel merancang chip ini dengan teknologi proses Intel 18A terbaru. Pada bagian dalamnya yaitu CPU, GPU, dan NPU digabungkan untuk mempercepat pemrosesan AI langsung di perangkat. Pendekatan ini membuat laptop tidak hanya lebih pintar, tetapi juga lebih efisien saat menjalankan program berbasis AI, maupun proses kreatif yang lebih kompleks.
Salah satu sorotan utama dari chip ini adalah kemampuan NPU terintegrasi yang diklaim mampu menghadirkan hingga 50 TOPS untuk pemrosesan AI on-device. Selain itu, Intel juga membekali chip ini dengan arsitektur grafis Xe3 terintegrasi untuk meningkatkan performa gaming dan kualitas visual.
Intel juga menekankan efisiensi daya sebagai nilai jual utama. Laptop yang menggunakan chip ini mampu menawarkan daya tahan baterai terbaik, sekaligus hadir dalam bodi yang lebih tipis dan ringan tanpa mengorbankan responsivitas.
Ekosistem Laptop AI Akan Terus Meluas
Secara global, Intel menyebut lebih dari 200 laptop akan memakai Intel Core Ultra Series 3 untuk segmen premium consumer, gaming, hingga komersial sepanjang 2026.
Country Manager Intel Indonesia, Harry K. Nugraha, menjelaskan bahwa Indonesia menjadi pasar penting seiring pesatnya adopsi digital dan inovasi AI. melalui dukungan chip ini diharapkan membuka pengalaman komputasi AI generasi baru di Indonesia.
Sony Pictures telah mengumumkan proyek film Bloodborne. Film ini juga akan mengikuti materi aslinya, dimana versi gamenya memiliki nuansa gelap dan sadis. Tidak heran film ini nantinya akan mendapatkan rating R. Film ini akan dibuat dengan gaya animasi.
Film Bloodborne Dijanjikan Tetap Setia pada Versi Game
Dikutip dari Variety, Presiden Sony Pictures Entertainment Motion Picture Group, Sanford Panitch menegaskan bahwa film Bloodborne ini akan sangat setia pada nuansa sadis, elemen gothic, dan juga monster mengerikan yang membuat versi gamenya menjadi begitu begitu digemari.
Satu hal yang cukup mengejutkan adalah keterlibatan content creator Sean McLoughlin, atau yang lebih dikenal sebagai JackSepticEye. Ia ikut menjadi co-producer bersama dengan PlayStation Productions dan Lyrical Animation.
Selama ini JackSepticEye memang lebih banyak dikenal dalam dunia streaming maupun konten digital. Namun, belakangan ia juga mulai merambah akting. Salah satunya adalah ketika ia terpilih untuk berperan sebagai Punch Up di game Dispatch.
Film Adaptasi Game Jadi Andalan Baru Hollywood
Pengumuman proyek film Bloodborne menambah daftar film hasil adaptasi video game yang telah dibuat Hollywood. Setelah sempat dianggap sebagai formula gagal, film jenis ini mendadak menjadi tren baru. Lihat saja The Super Mario Galaxy Movie yang berhasil menjadi box office.
Tentunya Sony tidak mau ketinggalan dengan tren baru ini. Apalagi IP yang dimiliki sudah terbukti kualitasnya dan memiliki fans setia, seperti Bloodborne.