Super Alloy Crush, game roguelike 2D yang terinspirasi dari Mega Man, kini sudah tersedia di Steam Early Access. Dibuat oleh developer indie, Alloy Mushroom, game ini menawarkan pengalaman aksi cepat dalam balutan grafis pixel yang bisa dimainkan sendiri atau secara co-op.
Dalam game ini, pemain akan memerankan dua karakter legendaris, Muu (No.2) dan Kelly, dua Cosmic Hunters yang berkelana dalam pencarian planet harta karun terbesar, AE-38.
Konten Early Access dan Update Mendatang
Pada Steam Early Access, Super Alloy Crush sudah menghadirkan tiga chapter cerita, tujuh bos utama yang menantang, dan lebih dari 100 skill pertarungan yang bisa digunakan untuk menghadapi musuh. Mode permainan lokal co-op juga disertakan, memungkinkan pemain untuk berbagi keseruan bersama teman.
Selain itu, untuk memberi nilai lebih kepada para pemain, Super Alloy Crush diluncurkan bersama dengan Super Alloy Ranger dan beberapa game indie lainnya seperti Virtua Unlimited Project, Berserk Boy, dan Gravity Circuit dalam satu bundel diskon spesial.
Kedepannya, developer sudah menyiapkan empat update besar yang akan datang secara gratis. Update tersebut akan meliputi kelanjutan cerita Chapter 3, penambahan musuh, karakter baru, dan masih banyak lagi.
Sebutkan gamer mana yang tidak terkesan dengan trailer GTA 6? Meski gamenya terus diundur tanggal rilisnya, trailer ini sudah sukses membius fans, membuat mereka terkesima dengan kualitas visual yang memukau. Namun, bukan berarti apa yang ditampilkan dalam trailer akan mencerminkan hasil akhirnya.
Trailer GTA 6 Tidak Cerminkan Hasil Akhir
Mantan enviromental artist, David O’Reilly saat berbicara di podcast Kiwi Talkz (Dikutip dari Gamesradar) mengakui bahwa trailer GTA 6 yang dirilis sejauh ini tampak sangat halus dan dipoles dengan sempurna. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tidak ada salahnya untuk menahan ekspektasi hingga game sebenarnya rilis.
Ia menambahkan juga bahwa trailer dibuat dengan tujuan untuk menonjolkan kualitas visual terbaik dari bagian yang ingin ditampilkan, tetapi dunia di dalam game secara keseluruhan mungkin tidak akan terlihat seperti itu.
“Ketika membuat trailer, mereka melihat di mana posisi kamera, dan area itu akan dipoles dengan sangat halus. Sementara yang di luar pandangan kamera belum mendapat perhatian khusus,” Ujarnya.
Mengenai cerita dan detail lainnya, O’Rilley mengatakan bahwa dia tidak mengetahui apapun.
“Orang-orang bertanya tentang cerita GTA 6, dan saya hanya bisa bilang: saya tidak tahu, karena saya bekerja di bagian seni, dan saya tidak tahu apa-apa tentang ceritanya. Saya tahu ada dua karakter, itu saja,” Katanya.
GTA 6 akan dirilis 19 November 2026. Pada musim panas 2026 kabarnya akan ada materi promosi baru yang akan muncul. Pada saat ini kita seharusnya sudah bisa mendapatkan gambaran lebih jelas seperti hasil akhir GTA 6.
Sangat menarik melihat persaingan bran dalam memproduksi True Wireless Stereo (TWS) pada saat ini. Mulai dari yang kelas premium dengan harga jutaan sampai entry level berharga raturan ribu, semuanya ada di pasar. Perangkat yang kami coba adalah Infinix XBuds N5, TWS entry-level yang memiliki harga ramah di kantong, desain tak kalah dengan yang kelas premium, dan fitur lengkap.
Pertanyaannya adalah seberapa nyaman TWS ini untuk dipakai dalam aktivitas harian? Berikut adalah pengalaman yang kami rasakan selama menggunakan Infinix Xbuds N5.
Unboxing
Ketika boks penjualan Infinix XBuds N5 dibuka, kamu akan mendapatkan:
Unit Infinix Xbuds N5 & Charging case
Kabel USB Type-C untuk pengisian
Dua pasang Eartips
Buku manual dan garansi
Desain Sederhana Tapi Fungsional
Dari segi desain Infinix XBuds N5 lebih ke arah fungsional. Case terbuat dari bahan plastik yang ringkas, ringan, tapi tetap solid saat dipegang. Hal yang menarik adalah bagian penutup case yang memiliki tampilan yang glossy, membuat TWS ini tidak kalah dengan kelas premium. Perangkat ini juga sudah mendapatkan lisensi IP54 Waterproof sehingga tahan dengan percikan air dan debu.
Untuk bagian earbuds, perangkat ini menggunakan desain in-ear dengan bagian eartips berbahan silikon. Desain ini juga mendukung fitur andalan dari Infinix Xbuds N5 yaitu ANC atau Active Noise Cancellation.
Dari segi kenyamanan penggunaan Infinix XBuds N5 tetap nyaman ketika dipakai dalam waktu lama, misalnya pada saat bekerja di kantor atau membuka media sosial saat commuting. Konfigurasi kontrol sentuhnya juga bisa dipahami dengan cepat dan tidak memerlukan waktu adaptasi lama. Misalnya menyentuh satu kali earbud kiri bisa menurunkan volume, sedangkan menyentuh satu kali earbud kanan untuk menaikkan volume. Jika ingin menghentikan video atau musik cukup disentuh dua kali bagian kanan atau kiri earbuds.
Untuk konektivitas, Infinix XBuds N5 sudah menggunakan Bluetooth 6.0. Secara teknis, TWS ini akan lebih stabil dibandingkan generasi sebelumnya. Selama pemakaian, perangkat ini masih stabil hingga jarak sekitar 10 meter jika tidak ada penghalang.
Review Infinix XBuds N5: ANC dan ENC
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, nilai jual utama Infinix XBuds N5 terletak pada fitur Adaptive Hybrid ANC. Fitur ini diklaim mampu meredam kebisingan hingga 45 dB, yang bisa dibilang impresif untuk kelas entry-level. Ditambah lagi pendekatan adaptif yang dipakai yang membuat perangkat mampu menyesuaikan dengan kondisi sekitar.
Dalam penggunaan sehari-hari, performa ANC ini berbeda-beda dalam setiap lingkungan. Untuk lingkungan dengan tingkat kebisingan yang kompleks seperti ruang publik, ANC tetap membantu menurunkan intensitas suara latar, tapi tidak sepenuhnya. Tapi jika intensitas kebisingannya rendah baru fitur ini bisa bekerja secara maksimal.
Infinix XBuds N5 juga memakai konfigurasi empat mikrofon dengan dukungan fitur AI Environmental Noise Cancellation atau ENC. Teknologi ini membantu membuat kualitas suara yang dihasilkan oleh mikrofon lebih jelas ketika digunakan luar ruangan. Dalam uji coba, kualitas mikrofon terbukti stabil saat dipakai menelepon di luar ruangan, kebisingan di sekitar bisa ditekan walau tidak hilang sepenuhnya.
Ada juga fitur pengurangan noise akibat angin hingga kecepatan sekitar 14 m/s. Cukup membantu menjaga kualitas suara saat menerima panggilan di area terbuka.
Audio dan Daya Tahan Baterai
Untuk sektor audio, Infinix XBuds N5 dibekali dual driver 10 mm yang menghasilkan kualitas suara Hi-Fi. Pengalaman selama menggunakan suara yang dihasikan TWS ini cenderung stabil. Suara masih jelas ketika digunakan untuk mendengarkan lagu atau menonton video.
Untuk kostumisasi audio lebih lanjut bisa menggunakan aplikasi AI Mate. Melalui aplikasi ini kamu bisa mengatur kekuatan bass, treble, atau vocal, mengakses fitur Game Mode yang bisa menimalisir keterlambatan suara, dan Spatial Sound. Kamu juga bisa melihat sisa baterai melalui aplikasi ini.
Berbicara soal baterai, Infinix mengklaim total waktu penggunaan XBuds N5 hingga 40 jam. Dalam uji coba pemakaian, earbuds bisa bertahan cukup lama, bahkan lebih dari cukup untuk satu hari dengan aktivitas penuh. Untuk pengisian daya karena sudah menggunakan teknologi fast charging hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit.
Kesimpulan Review Infinix XBuds N5
Kesimpulan kami setelah menggunakan versi review Infinix XBuds N5 adalah secara keseluruhan TWS ini sudah menawarkan paket fitur yang lengkap untuk kelas entry-level. Kehadiran ANC dan ENC merupakan keunggulan dari perangkat ini, memungkinkan pengguna mengakses fitur yang biasanya hanya terdapat di TWS premium.
Daya tahan baterai yang awet dan pengisian dengan menggunakan fast charging membuat TWS ini terasa lebih kompetitif dibandingkan entry-level yang lain. Untuk ukuran TWS dengan harga sekitar 300 ribuan, XBuds N5 sudah cocok bagi pengguna yang membutuhkan fitur lengkap tanpa perlu mengeluarkan uang banyak.
Kabar gembira buat kalian para pemburu diskon! Square Enix kembali menghadirkan promo spesial lewat SQUARE ENIX SPRING SALE Part 2 yang akan segera dimulai di PlayStation Store. Event ini menghadirkan potongan harga besar untuk berbagai game populer, mulai dari RPG legendaris hingga petualangan penuh emosi.
Kalau kalian selama ini cuma bisa melirik wishlist sambil nahan napas… sekarang mungkin saatnya eksekusi.
Diskon Game Unggulan, Dari Final Fantasy Hingga Kingdom Hearts
Dalam gelombang kedua Spring Sale ini, beberapa judul besar mendapat potongan harga yang cukup “sadis”, bahkan sampai 60%. Berikut daftar game yang wajib masuk radar kalian:
Final Fantasy VII Rebirth Digital Deluxe Edition – Diskon 40%
Salah satu RPG paling ambisius dari Square Enix kini hadir dengan harga lebih bersahabat. Versi Digital Deluxe menawarkan berbagai bonus ekstra yang memperkaya pengalaman bermain kalian.
Petualangan epik penuh aksi dan drama kini bisa kalian nikmati dengan setengah harga. Edisi lengkap ini mencakup berbagai konten tambahan yang membuat perjalanan semakin padat.
Spring Sale ini bukan sekadar potongan harga, ini semacam “ritual tahunan” bagi gamer untuk kembali menyelami dunia-dunia klasik yang mungkin sempat terlewat. Dari kisah penuh konflik di Final Fantasy, strategi kompleks di Tactics Ogre, hingga harmoni musik di Kingdom Hearts, semuanya hadir dalam satu momen.
Tapi ya, seperti biasa, diskon itu selalu punya dua sisi. Di satu sisi, dompet menjerit. Di sisi lain, hati gamer tersenyum.
Catatan Penting
Harga diskon dapat berbeda tergantung wilayah dan store.
Pastikan harga yang tertera sudah termasuk potongan sebelum melakukan pembelian.
Promo hanya tersedia untuk waktu terbatas, jadi jangan terlalu lama mikir.
Gravity Game Link, anak perusahaan dari GRAVITY Co., Ltd., secara resmi mengumumkan perilisan Dragonica Chapter 4.0 – The Awakening of Darkness Dragon Elga Unleashed untuk Dragonica Origin. Pembaruan besar ini memperkenalkan perluasan level cap, kota baru, boss baru, patch origin baru dengan pengalaman yang baru dan menyenangkan, serta rangkaian event kompetitif dengan hadiah eksklusif.
UPDATE UTAMA CHAPTER 4.0
Level Cap Increase: 70 → 80
Perluasan level maksimum memberikan kesempatan bagi para pemain untuk memperkuat karakter, membuka skill baru, dan menghadapi konten lebih sulit di area Black Claw Nest dan sekitarnya.
New City: Kazeura Village
Pemain bisa menjelajahi Desa Kazeura. Desa ini merupakan mahakarya lanskap yang tenang dan kuil-kuil oriental yang megah, berfungsi sebagai tempat perlindungan leluhur bagi ras Dragonkin. Setiap sudut Kazeura membisikkan kisah tentang kekuatan naga, menunggu pahlawan baru untuk mengklaimnya.
New Main Boss: Darkness Dragon Elga
Taklukan Darkness Dragon Elga! Salah satu dari lima naga penjaga yang agung, simbol kekuatan dan pelindung keseimbangan di dunia. Namun, Elga haus akan kekuasaan yang tak terbatas dan rasa iri, memilih jalan terlarang, dan memicu Perang Naga.
Update new patch origin
Setiap bagian patch origin yang baru hadir dengan pengalaman yang unik, progres cerita baru, serta mekanik permainan baru yang semakin memperdalam pengalaman bermain.
Improve mission mode meliputi mode arcade, chaos, hero Mode.
Fellowship sistem, pengalaman bermain skala besar untuk mengalahkan boss.
Attribut sistem dan Elemental Dungeon, meliputi elmen Fire, Ice, Dark, dan Nature.
Chain combo untuk semua job menggunakan kombinasi yang mematikan.
Profession sistem, membantu pemain untuk memperkuat diri dengan item buatan sendiri.
Fitur baru seperti pet yang bisa dikendarai, tampilan map baru, dan tampilan UI yang lebih keren.
Pemain kini dapat merasakan pengalaman bermain yang semakin menantang dengan peningkatan level cap, konten eksplorasi baru, dan patch origin yang menyediakan pengalaman yang lebih baru dan menantang di dunia El Grego & Angrakka.
Dapatkan informasi terbaru seputar pengumuman, event, dan aktivitas komunitas melalui kanal resmi berikut:
FPS atau Frames Per Second merupakan salah satu indikator penting bagi gamer PC. Melalui angka yang didapat dapat diketahui apakah game yang dimainkan punya performa yang baik atau tidak. Pada awalnya indikator ini hanya digunakan oleh mereka yang memang mengerti betul PC. Namun saat ini, frame rate sudah menjadi sesuatu yang umum dan digunakan oleh semua orang.
Menyadari pentingnya FPS, Valve dilaporkan sedang menyiapkan fitur baru berupa alat untuk menghitung estimasi frame rate dari game di PC pengguna. Jika ini benar, fitur ini berpotensi membantu pemain mengambil keputusan sebelum memutuskan untuk membeli game di Steam.
Fitur FPS Baru Steam Muncul dari Hasil Datamining
Kabar soal fitur FPS ini diberitakan melalui LambdaGen di X yang mendapatkannya dari datamining yang dilakukan oleh SteamDB. Dari hasil penelusuran itu, Valve disebut sedang mengembangkan semacam fitur estimasi frame rate yang dirancang untuk memperkirakan seberapa lancar sebuah game berjalan di perangkat pengguna.
Namun karena informasi ini masih sebatas temuan dari sistem backend, Valve masih bisa mengubah atau bahkan membatalkan rencana tersebut.
Walau terdengar menjanjikan, mekanisme kerja fitur ini masih belum sepenuhnya jelas. Performa game di PC sulit untuk ditebak karena tergantung banyak faktor. Mulai dari pengaturan grafis, resolusi, driver, kondisi sistem, hingga optimasi game itu sendiri.
Karena itu, prediksi yang diberikan kemungkinan hanya akan menjadi acuan awal, bukan hasil mutlak. Meski demikian, fitur FPS seperti ini akan tetap menjadi tambahan penting di Steam, terutama bagi mereka yang sangat memperhatikan performa game di PC.
Ada-ada saja Sony PlayStation yang mengumumkan program bernama The Playerbase. Melalui program ini, fans mendapatkan kesempatan untuk muncul dalam game Gran Turismo 7 dengan cara meminjamkan wajahnya.
Cara Kerja The Playerbase Dimulai dari Gran Turismo 7
Dikutip dari PlayStation Blog, cara kerja The Playerbase adalah fans yang terpilih akan discan wajahnya. Data didapatkan lalu ditambahkan ke dalam game Gran Turismo 7. Untuk bisa berpartisipasi, peminat harus lebih dulu mendaftarkan diri di sini.
Setelah ditinjau, sejumlah finalis akan dipilih untuk mengikuti wawancara video. Dari tahap ini akan terpilih satu orang beruntung yang bisa muncul di Gran Turismo 7 sebagai potret karakter di dalam game.
Proses ini akan berlangsung di studio Los Angeles dimana selain menjalani proses scanning, mereka yang beruntung akan bekerja sama dengan desainer untuk membuat logo fantasi dan corak kendaraan miliknya sendiri di Gran Turismo 7.
Rencananya program The Playerbase tidak akan berhenti di Gran Turismo 7. Sony mengatakan mereka ingin memperluas program ini seiring semakin banyak studio yang ikut berpartisipasi.
Pada saat situasi yang tegang seperti sekarang, paling enak adalah memainkan game yang santai. KuloNiku: Bowl Up!, racikan terbaru dari developer Indonesia Gambir Studio bisa memenuhi permintaan tersebut. Game bergenre restaurant simulation ini memiliki tempo permainan yang santai, namun tetap menarik untuk dimainkan.
Melihat rekam jejak Gambir Studio, developer ini sudah tidak perlu dipertanyakan lagi dalam membuat game dengan elemen simulasi memasak dan manajemen restoran. Lihat saja contohnya Selera Nusantara: Chef Story. Semua formula ini disempurnakan dan hasilnya diimplementasi di KuloNiku: Bowl Up! yang tidak hanya tentang memasak saja, melainkan juga dibumbui dengan cerita slice of life ala game visual novel.
Kami mendapat kesempatan untuk memainkan versi review dari KuloNiku: Bowl Up! di Steam. Berikut adalah pengalaman yang kami rasakan selama menjadi chef dari restoran Bakuso di kota Kuloniku.
Suatu Hari di Kuloniku
Cerita dari KuloNiku: Bowl Up! adalah pemain sebagai protagonis yang mewarisi restoran bakso legendaris bernama Bakuso di kota Kuloniku. Tugas pemain adalah mengembalikan kejayaan dari restoran tersebut dan menjadikannya sebagai restoran nomor satu di kota.
Perjalanan ini tentunya tidak mudah. Pemain harus menghadapi persaingan dari restoran lain sambil terus membangun reputasi Bakuso. Cerita ini juga akan dibumbui dengan interaksi pemain dan para NPC yang tinggal di Kuloniku. Mereka tidak hanya datang ke Bakuso sebagai tamu. Beberapa akan memiliki hubungan yang lebih dalam dengan pemain, entah itu menjadi rival atau sebagai teman dekat.
Dari segi cerita, alur di KuloNiku: Bowl Up! sangat sederhana. Hal yang membuat menarik adalah interaksi dengan para NPC. Sama seperti di game visual novel, interaksi ini akan dibangun berdasarkan parameter hubungan antara pemain dengan NPC. Jika parameter ini sudah penuh, maka akan mentrigger momen hangout spesial antara pemain dengan NPC.
Game ini juga dilengkapi dengan opsi pilihan jawaban yang memberikan kebebasan bagi pemain dalam memberikan respon. Sayangnya apapun jawaban yang dipilih tidak terlalu berdampak dengan cerita. Kamu paling hanya mendapatkan jawaban yang konyol jika memilih pilihan yang konyol juga, itu saja.
Kehadiran subtitle berbahasa Indonesia juga sangat membantu KuloNiku: Bowl Up! dalam menyampaikan cerita. Beberapa dialog dalam game akan menyertakan meme yang populer di Indonesia, dan dengan disampaikan dalam bahasa Indonesia akan membuatnya lebih mudah diterima.
Dunia dalam game dibangun dalam bentuk 3D. Meski kelihatannya sederhana, kami kagum dengan beragamnya animasi di dalam game. Setiap NPC akan memiliki desain dan animasi yang mencerminkan wataknya.
Misalnya Stella, wanita dengan gaya rambut berbentuk bintang yang kebetulan juga adalah seorang bintang sekaligus pemilik restoran rival Souper Starz. Dalam pertemuan pertama, Stella terkesan sombong dan menganggap remeh kemampuan pemain dan Bakuso. Namun setelah mengenal lebih dekat, ternyata ia memiliki watak Tsundere.
Saatnya Masak Mie Bakso
Apa menu utama restoran Bakuso? Jelas adalah mie bakso. Kamu akan menghabiskan sebagian besar memasak mie bakso yang memiliki berbagai macam resep. Ada yang dicampur dengan bihun, pakai ayam goreng, dan masih banyak lagi.
Gameplay dimulai saat pembeli memesan makanan yang ingin dimakan di kasir. Setelah mendapatkan ordernya, pemain akan dibawa ke dapur yang berisi beberapa bagian. Untuk yang pertama adalah meja bumbu, tempat pemain membumbui dan juga finishing makanan. Setelah itu ada panci rebus, tempai pemain untuk merebus bakso dan bahan lainnya. Seiring progress bagian dalam dapur ini akan bertambah dengan meja topping dan penggorengan.
Untuk bisa menguasai gameplay KuloNiku: Bowl Up!, pemain harus bisa lebih dulu mengerti fungsi dari bagian-bagian ini. Tapi bukan ini saja yang harus dikuasai.
Belajar Mengingat
Tantangan utama saat memasak di KuloNiku: Bowl Up! adalah mengingat. Mulai dari ingat menu apa yang dipesan oleh pembeli, bagaimana komposisinya, cara masaknya, dan isi bumbunya. Pembeli yang iseng akan memperumit situasi dengan meminta tambahan tertentu yang diluar resep dimakanannya.
Misalnya pembeli ingin membeli Mie Bakso Klasik yang resepnya sebetulnya sederhana, yaitu dua bakso, satu mie, dan kecap manis. Namun mereka tidak ingin makanan ini manis, melainkan pedas. Nah tugas pemain adalah mencari komposisi yang tepat agar makanan tersebut masih dimasak sesuai resep, tetapi dengan tambahan yang diinginkan oleh pembeli.
Tidak hanya itu, gameplay ini juga dibuat menjadi lebih menantang dengan kehadiran durasi. Seperti pembeli betulan, pembeli di game KuloNiku: Bowl Up! juga akan protes jika makanan lama datangnya, apalagi kalau sampai salah order.
Kombinasi mekanisme inilah yang membuat gameplay KuloNiku: Bowl Up! menjadi menantang dan tidak membuat bosan. Untuk awalnya kami sempat agak kesal karena banyak mekanisme yang terkesan seperti tumpang tindih. Namun setelah memainkan game ini cukup lama dan akhirnya mengetahui cara kerjanya, mekanisme ini jadi menyenangkan dan menurut kami adalah daya tarik utama dari game.
Iron Chef dan Side Activity Dekorasi Restoran
KuloNiku: Bowl Up! memiliki fitur lomba memasak seperti Iron Chef yang dikemas dalam Meatball Brawl. Pemain akan ditantang oleh chef lain untuk unjuk kebolehan memasak dan dites langsung oleh juri. Jika berhasil menang, reputasi restoran Bakuso akan naik, dimana tujuan pemain adalah menjadikannya sebagai restoran nomor satu di Kuloniku.
Mekanisme memasak di Meatball Brawl ini kurang lebih sama dengan yang biasa, namun akan lebih kompleks karena pemain juga harus membuat juri terkesan.
Untuk side activity, pemain bisa mendekor penampilan restoran. Beberapa ornamen dan furnitur tidak hanya mempercantik penampilan, tetapi juga memberikan efek tambahan misalnya meningkatkan jumlah tips atau membuat pembeli mau menunggu lebih lama.
KuloNiku: Bowl Up! Dari Segi Teknis
Selama memainkan versi review KuloNiku: Bowl Up! di PC, kami tidak pernah mengalami masalah teknis. Spesifikasi game ini terbilang ramah dengan segala tipe PC, jadi kamu tidak perlu khawatir soal performa gamenya. Berikut adalah spesifikasi PC yang kami gunakan: CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB. Agak overkill yah sepertinya.
Kesimpulan Review KuloNiku: Bowl Up!
Kesimpulan yang kami dapat selama memainkan versi review KuloNiku: Bowl Up! adalah game ini cukup menantang untuk ukuran game santai, tentunya menantang ke arah yang baik. Game ini cocok untuk gamer casual yang hanya menginginkan hiburan dari game yang dimainkannya.
Mekanisme memasak di dalam game yang sebetulnya cukup kompleks, dikemas dalam animasi yang lucu. Ini membuat kami betah memasak di dapur Bakuso sambil mengasah daya ingat, agar masakan konyol yang dipesan oleh pembeli bisa diantar dalam waktu yang tepat.
Kabar segar buat kalian yang haus akan game aksi penuh gaya dan adrenalin tinggi. Developer indie Mommy’s Best Games akhirnya resmi merilis game terbarunya, ChainStaff, hari ini, 8 April 2026, untuk berbagai platform termasuk Nintendo Switch, PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series X|S, dan PC via Steam.
Game ini langsung meluncur dengan diskon 10% selama dua minggu pertama, jadi kalau kalian tipe gamer yang gak mau nunggu, ini momen yang pas buat langsung terjun ke medan perang alien yang brutal.
Harga dan Ketersediaan
ChainStaff sudah tersedia sekarang dengan harga:
€14.79 / £12.79 (diskon 10% selama 2 minggu pertama)
Dengan rilis yang sudah di depan mata, ChainStaff berpotensi jadi salah satu game indie paling menarik di tahun 2026.
Ending dari kontroversi IGRS, Kemkomdigi, dan Steam akhirnya terlihat, tapi mungkin hasilnyatidak seperti yang dikira. Selaku pemilik Steam, Valve secara resmi telah menyampaikan permintaan maaf dan mengakui adanya kesalahan sistem yang menyebabkan tampilan rating IGRS tidak sesuai.
Valve Akui Ada Bug dan Miskomunikasi
Dalam pernyataan resminya Valve menjelaskan penyebab terjadinya kesalahan pada tampilan IGRS di platformnya dari tanggal 2 – 5 April 2026.
Menurut mereka penyebabnya adalah bug di dalam sistem dan miskomunikasi yang akhirnya membuat rating yang ditampilkan menjadi tidak sesuai. Agar masalah ini tidak menjadi panjang, rating yang salah akhirnya diturunkan oleh Steam.
“Masih ada sejumlah tahapan yang harus dilalui sebelum kami siap sepenuhnya membuat dan menampilkan peringkat usia resmi IGRS kepada pelanggan di Indonesia. Kami memohon maaf atas kebingungan yang mungkin timbul akibat kekeliruan ini.” Tulis Valve.
Valve juga menjelaskan bahwa mereka sudah berkomunikasi dengan Kemkomdigi mengenai implementasi IGRS selama dua tahun. Tujuan dari sistem ini dibuat sama dengan yang diagendakan oleh Kemkomdigi, yaitu agar konsumen di Indonesia bisa mengetahui isi konten dari game yang dimainkan.
Akhirnya masalah IGRS ini clear, dan semoga kedepannya implementasinya akan lebih baik dan tidak lagi melalui drama.