Ubisoft telah mengumumkan Rayman Legends Retold di acara Sony State of Play hari ini. Game ini adalah versi remake dari versi originalnya yang rilis di 2013. Rayman Legends Retold akan tersedia mulai dari tanggal 1 Oktober di Ubisoft+, PS5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, GeForce Now, Blacknut, serta PC melalui Ubisoft Connect, Steam, dan Epic Games Store.
Versi baru ini menghadirkan visual 3D, cerita baru, serta sudah memiliki voice actor untuk mengisi suara.
Rayman Legends Retold: Platformer Klasik dengan Sentuhan Modern
Dikerjakan oleh Ubisoft Montpellier dan Ubisoft Milan, Rayman Legends Retold membawa Rayman, Globox, Barbara, Grand Minimus, dan Murphy dalam petualangan baru untuk menyelamatkan Glade of Dreams dari penjahat misterius. Game ini bisa dimainkan sendiri atau bersama hingga empat pemain dalam mode couch co-op.
Selain level klasik yang dibuat ulang dalam desain baru, pemain juga dapat menjajal tantangan seperti Cave of Trials, menaiki naga, dan juga empat stage musik baru. Glade of Dreams akan memiliki banyak kejutan serta interaksi karakter baru. Fitur Kung Foot kembali dengan kontrol lebih halus, power-up, dan bisa dikustomisasi.
ASUS ProArt dengan RTX Spark resmi diperkenalkan di Computex 2026 sebagai jajaran perangkat AI terbaru untuk kreator profesional. Ada dua model yang diperkenalkan, yaitu ProArt P16 (H7607) dan ProArt P14 (H7407), yang menjawab kebutuhan pengguna untuk menjalankan AI secara lokal di perangkat Windows PC.
Baru saja diumumkan, RTX Spark menggabungkan GPU NVIDIA Blackwell RTX dengan 6.144 CUDA Core dan Tensor Core generasi kelima yang memungkinkan pemrosesan AI berjalan lebih cepat dan efisien secara langsung di perangkat.
ProArt P16 dan ProArt P14 tersedia dalam pilihan warna Nano Black dan Neo White. Laptop ini dijadwalkan mulai tersedia di wilayah tertentu pada musim gugur 2026.
ProArt P16 dan P14 Dibuat untuk Kreator Modern
ProArt P16 (H7607) dan ProArt P14 (H7407) dirancang untuk pengguna yang membutuhkan perangkat kreatif generasi baru. ASUS menempatkan keduanya sebagai laptop Windows ramping dengan baterai yang ditujukan untuk penggunaan panjang, serta kemampuan AI lokal yang lebih matang untuk mendukung produktivitas kreator.
ASUS juga melengkapi ekosistem ProArt dengan sejumlah software eksklusif berbasis AI. ProArt Creator Hub berfungsi untuk mengoptimalkan sumber daya sistem secara cerdas saat pengguna menjalankan workflow kompleks. Sementara itu, MuseTree dan StoryCube ditujukan untuk membantu proses kreatif berbantuan AI, termasuk pengelolaan ide, aset, dan produksi konten modern.
Dari sisi visual, ASUS membekali ProArt P16 dan ProArt P14 dengan layar ASUS Lumina Pro OLED. Panel ini menawarkan kecerahan puncak HDR hingga 1.600 nits, refresh rate 120Hz, teknologi Variable Refresh Rate, serta lapisan anti-refleksi. Spesifikasi tersebut dirancang untuk membantu kreator mendapatkan tampilan yang lebih akurat, nyaman, dan responsif saat mengerjakan konten visual.
Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic resmi diperkenalkan sebagai laptop flagship MSI yang dibuat untuk merayakan ulang tahun ke-40 perusahaan. Perangkat ini hadir sebagai edisi terbatas dengan desain yang terinspirasi dari rasi bintang Draco.
Desain Draco di Titan 18 HX Dragon Edition
MSI merancang Titan 18 HX Dragon Edition dengan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada performa, tetapi juga pada craftsmanship. Desain laptop ini mengambil inspirasi dari Draco, rasi bintang yang dikenal mendominasi langit utara. Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam tampilan bodi yang menggambarkan kekuatan, karakter eksklusif, dan kesan mewah.
Sebagai model edisi ulang tahun ke-40 MSI, laptop ini menggunakan teknik pengukiran logam presisi untuk menghasilkan tekstur yang rumit pada casing. MSI juga menerapkan proses anodisasi yang menanamkan warna langsung ke permukaan logam. Teknik ini tidak hanya memperkuat ketahanan bodi, tetapi juga menciptakan pantulan cahaya yang lebih dinamis saat dilihat dari berbagai sudut.
Kesan premium pada perangkat ini semakin diperkuat melalui exclusive collector’s bundle. Dalam paket penjualannya, MSI menyertakan gaming mouse, mouse pad, dan commemorative coin. Kehadiran aksesori tersebut membuat laptop ini terasa lebih spesial sebagai produk koleksi, bukan sekadar perangkat gaming berperforma tinggi.
Performa Sekelas Desktop
Dari sisi dapur pacu, Titan 18 HX Dragon Edition dibekali prosesor Intel Core Ultra 9 290HX Plus. Chip ini dipadukan dengan GPU laptop NVIDIA GeForce RTX 5090 yang membawa memori GDDR7 24GB. Kombinasi tersebut membuat perangkat ini dirancang untuk menangani game AAA modern, produksi konten berat, rendering, hingga kebutuhan komputasi profesional.
Sebagai laptop gaming berukuran 18 inci, perangkat ini diposisikan sebagai pengganti desktop bagi pengguna yang membutuhkan performa maksimal dalam format yang masih bisa dipindahkan. MSI juga melengkapinya dengan sistem pendingin vapor chamber canggih untuk menjaga performa tetap stabil saat digunakan dalam beban kerja berat.
Dukungan pendinginan ini menjadi penting karena komponen kelas atas membutuhkan manajemen suhu yang optimal. Dengan solusi tersebut, laptop dapat mempertahankan performa tinggi lebih lama tanpa cepat mengalami penurunan kinerja akibat panas berlebih.
Untuk pengalaman visual, laptop ini membawa layar Mini LED 18 inci dengan resolusi 4K dan refresh rate 240Hz. Kombinasi resolusi tinggi dan refresh rate cepat membuatnya menarik untuk dua jenis pengguna sekaligus, yaitu gamer yang membutuhkan visual mulus dan kreator yang membutuhkan detail gambar tajam.
Layar 4K memberikan ruang visual yang luas dan detail tinggi, sementara refresh rate 240Hz membantu menghadirkan pergerakan yang lebih responsif saat bermain game cepat. Panel Mini LED juga menjadi nilai tambah karena mampu menghadirkan kualitas kontras dan pencahayaan yang lebih kuat dibandingkan panel konvensional.
MSI turut menyematkan mechanical per-key RGB keyboard yang memungkinkan setiap tombol memiliki pencahayaan tersendiri. Selain itu, terdapat touchpad haptic RGB yang menambah kesan futuristik sekaligus memperkuat identitas perangkat ini sebagai laptop flagship gaming.
Lini monitor gaming Acer Predator dan Nitro terbaru resmi diperkenalkan di Computex 2026. Melalui kombinasi layar 3D, resolusi hingga 5K, refresh rate tinggi, dan teknologi anti-tearing, Acer ingin menghadirkan pengalaman gaming yang lebih imersif, cepat, dan responsif.
Acer juga menyematkan dukungan AMD FreeSync Premium Pro pada beberapa model, sementara beberapa lainnya kompatibel dengan NVIDIA G-SYNC.
Monitor Gaming Acer Predator Terbaru
Salah satu produk yang menjadi sorotan adalah Predator XB273K 3D. Monitor berukuran 27 inci ini dirancang untuk gamer yang ingin merasakan pengalaman gaming 3D tanpa harus bergantung pada konten native 3D. Perangkat ini menggunakan teknologi 3D eye-tracking dan model AI lokal yang memanfaatkan kemampuan pemrosesan grafis dari perangkat yang terhubung.
Melalui teknologi tersebut, konten 2D standar dapat diubah menjadi visual 3D yang terasa lebih hidup dan realistis. Predator XB273K 3D juga hadir dengan resolusi 4K UHD dan refresh rate hingga 180Hz. Acer turut menghadirkan aplikasi SpatialLabs 3D Hub untuk mengatur mode 3D, sinkronisasi perangkat, serta mengakses game yang sudah mendukung tampilan 3D secara native.
Untuk segmen esports dan gamer kompetitif, Acer memperkenalkan Predator X34 F1. Monitor curved 34 inci ini menggunakan panel WQHD QD-OLED dengan resolusi 3440 x 1440 piksel. Panel tersebut dipadukan dengan refresh rate 360Hz dan response time 0,03 ms GTG, sehingga cocok untuk game cepat yang membutuhkan respons visual tinggi.
Predator X34 F1 juga menawarkan akurasi warna DCI-P3 99 persen, Delta E kurang dari 2, serta sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 500. Kombinasi ini membuat monitor tidak hanya cocok untuk gaming kompetitif, tetapi juga nyaman untuk menikmati visual sinematik. Dengan lengkungan 1800R dan aspect ratio 21:9, pengalaman bermain terasa lebih luas dan imersif.
Acer juga menyematkan sejumlah fitur perlindungan mata seperti BlueLightShield Pro, Flickerless, Low-dimming, dan ComfyView. Fitur ini ditujukan untuk membantu kenyamanan pengguna saat bermain dalam waktu lama.
Acer Nitro Hadir dengan Resolusi 5K dan DFR
Untuk lini Nitro, Acer menghadirkan beberapa pilihan yang menyasar gamer casual hingga kreator konten. Acer Nitro XV345CKR P hadir sebagai monitor curved 34 inci dengan resolusi 5K WUHD 5120 x 2160 piksel. Monitor ini menggunakan panel IPS dengan Mini LED backlighting yang memiliki 1152 zona, sehingga mampu menampilkan detail visual yang lebih tajam dan depth lebih luas.
Monitor ini mendukung refresh rate 180Hz dan teknologi Dynamic Frequency Resolution atau DFR hingga 360Hz pada mode WFHD. Dengan fitur tersebut, pengguna dapat menyesuaikan mode tampilan sesuai kebutuhan, baik untuk visual tajam maupun refresh rate lebih tinggi.
Acer Nitro XV320QX juga hadir dengan resolusi 5K 5120 x 2880 piksel pada ukuran 32 inci. Monitor ini menawarkan refresh rate 165Hz dan dukungan DFR hingga 330Hz pada resolusi QHD. Kombinasi tersebut membuatnya menarik untuk pengguna yang membutuhkan monitor dengan fleksibilitas antara gaming kompetitif dan pekerjaan kreatif.
Sedangkan Acer Nitro XV273U F5, monitor 27 inci ini hadir dengan resolusi QHD 2560 x 1440 piksel dan refresh rate ultra cepat 500Hz. Bahkan, refresh rate tersebut dapat ditingkatkan hingga 540Hz melalui overclock. Acer juga menyematkan dukungan DFR hingga 1000Hz pada resolusi HD.
Kemampuan ini membuat Acer Nitro XV273U F5 cocok untuk game kompetitif yang membutuhkan pergerakan visual sangat cepat dan responsif. Untuk kualitas warna, monitor ini mendukung cakupan warna 95 persen DCI-P3, akurasi warna Delta E kurang dari 2, serta sertifikasi VESA DisplayHDR 600.
Handheld Claw 8 EX AI+ telah resmi diperkenalkan MSI sebagai handheld gaming generasi baru yang membawa prosesor Intel Arc G3 Extreme. Perangkat ini hadir untuk menjawab kebutuhan gamer yang ingin menikmati game AAA secara portabel dengan performa grafis tinggi.
Spesifikasi Claw 8 EX AI+: Bawa Intel Arc G3 Extreme
Perangkat ini menggunakan Intel Arc G3 Extreme sebagai platform Intel pertama yang dioptimalkan secara khusus untuk perangkat handheld gaming. Menggunakan basis arsitektur grafis Intel Xe terbaru, chip ini dirancang untuk memberikan peningkatan performa visual tanpa mengorbankan efisiensi daya.
Perangkat ini juga diperkuat dengan dukungan XeSS 3 dan Multi-Frame Generation atau MFG. Kombinasi tersebut memungkinkan game berjalan dengan frame rate lebih tinggi, visual yang lebih halus, serta respons yang lebih baik saat dimainkan.
Dari sisi tampilan, perangkat ini dibekali layar 8 inci dengan refresh rate 120Hz dan teknologi VRR. Dukungan ini membuat visual game terasa lebih stabil, terutama pada game dengan pergerakan cepat. Teknologi VRR juga membantu mengurangi efek tearing sehingga pengalaman bermain terasa lebih mulus dan imersif.
Untuk kenyamanan, desain bodinya ikut diperbarui dengan grip ergonomis. Hal ini membuat perangkat lebih nyaman digenggam saat digunakan dalam waktu lama. Tidak hanya itu, trigger dan joystick berbasis Hall Effect juga disematkan untuk memberikan kontrol yang lebih presisi. Bumper yang ditingkatkan serta D-pad responsif ikut melengkapi pengalaman bermain yang lebih akurat.
Selain performa dan layar, pengalaman bermain juga diperkuat melalui sistem feedback baru. Perangkat ini menggunakan motor linier kelas atas yang menawarkan respons lebih cepat dan haptic feedback lebih halus. Efek getaran yang dihasilkan dibuat untuk terasa lebih nyata saat pengguna memainkan game dengan berbagai aksi dan tekstur interaksi.
Dari sisi software, perangkat ini mendukung Xbox Mode yang dirancang agar pengguna bisa meluncurkan game dengan lebih cepat dan melanjutkan permainan secara lebih praktis. Fitur Quick Settings juga mendapatkan pembaruan agar pengguna dapat menyesuaikan pengaturan seperti Multi-Frame Generation dan frame in-game dengan lebih mudah.
Bandai Namco Entertainment Asia bersama SQUARE ENIX resmi mengumumkan bahwa TRIANGLE STRATEGY Physical Edition untuk PlayStation 5 kini sudah tersedia di kawasan Asia Tenggara mulai 29 Mei 2026.
Kehadiran versi fisik ini menjadi kabar menggembirakan bagi para penggemar tactical RPG, khususnya gamer yang masih mencintai koleksi fisik di tengah era digital yang semakin mendominasi industri game.
Selain versi fisik PlayStation 5, TRIANGLE STRATEGY juga telah tersedia secara digital di berbagai platform seperti Nintendo Switch, PlayStation 5, Xbox Series X|S, Steam, Meta Quest, dan Microsoft Store untuk Windows.
Tactical RPG dengan Cerita Politik yang Dalam
TRIANGLE STRATEGY merupakan tactical RPG yang dikembangkan oleh tim di balik kesuksesan OCTOPATH TRAVELER dan BRAVELY DEFAULT.
Sejak pertama kali dirilis, game ini langsung menarik perhatian berkat perpaduan visual HD-2D yang cantik, sistem pertarungan strategi yang solid, serta cerita politik yang kompleks dan penuh pilihan moral sulit.
Game ini membawa pemain ke dunia Norzelia, sebuah benua yang terpecah dalam konflik antara tiga kerajaan besar:
Glenbrook
Aesfrost
Hyzante
Di tengah perang dan intrik politik tersebut, pemain akan mengikuti perjalanan Serenoa Wolffort bersama rekan-rekannya untuk menentukan masa depan dunia mereka.
Namun seperti judulnya, semua keputusan dalam game ini tidak pernah hitam putih.
Pilihan Moral yang Benar-Benar Memengaruhi Cerita
Salah satu daya tarik terbesar TRIANGLE STRATEGY adalah sistem branching story yang benar-benar terasa penting.
Game ini tidak sekadar memberikan ilusi pilihan.
Setiap keputusan yang diambil pemain dapat memengaruhi:
Jalan cerita
Hubungan antar karakter
Jalur peperangan
Ending permainan
Dan yang menarik, banyak keputusan di game ini terasa berat secara moral.
Kadang kalian harus memilih antara idealisme atau pragmatisme.
Kadang memilih menyelamatkan rakyat berarti mengorbankan teman sendiri.
Kadang keputusan “benar” justru menghasilkan konsekuensi paling buruk.
Nuansa seperti ini membuat TRIANGLE STRATEGY terasa lebih dewasa dibanding banyak JRPG modern lainnya.
Gameplay Turn-Based Strategis yang Memuaskan
Untuk urusan gameplay, TRIANGLE STRATEGY mengusung sistem tactical turn-based battle klasik yang mengingatkan pada era kejayaan game strategi Jepang.
Posisi karakter, ketinggian medan, arah serangan, hingga elemen lingkungan menjadi faktor penting dalam pertempuran.
Bukan sekadar siapa level paling tinggi. Setiap karakter juga memiliki kemampuan unik yang membuat strategi tim terasa sangat variatif.
Ada karakter yang fokus sebagai tank, healer, mage, pemanah, hingga unit support dengan kemampuan manipulasi medan perang. Dan seperti tactical RPG klasik terbaik, kemenangan sering kali datang dari strategi cerdas — bukan spam serangan sembarangan.
Visual HD-2D Masih Terlihat Cantik di Tahun 2026
Walaupun sudah beberapa tahun sejak pertama kali diperkenalkan, gaya visual HD-2D milik SQUARE ENIX masih terlihat luar biasa.
TRIANGLE STRATEGY memadukan sprite pixel art klasik dengan efek pencahayaan modern, depth of field, dan detail lingkungan yang membuat tampilannya terasa nostalgia sekaligus modern.
Versi PlayStation 5 juga menghadirkan dukungan:
Resolusi 4K
Frame rate lebih tinggi
Visual lebih tajam dan halus
Hasilnya, pengalaman bermain terasa lebih nyaman dan sinematik, terutama saat menikmati cutscene atau pertarungan berskala besar.
Tentu saja, pemain membutuhkan display kompatibel untuk menikmati output resolusi tinggi tersebut secara maksimal.
Cocok untuk Veteran Tactical RPG Maupun Pemula
Salah satu kelebihan TRIANGLE STRATEGY adalah kemampuannya menarik dua jenis gamer sekaligus.
Veteran tactical RPG akan menikmati kedalaman strategi dan kompleksitas ceritanya. Sementara pemain baru tetap bisa masuk berkat tutorial yang cukup ramah dan pacing permainan yang tidak terlalu brutal di awal.
Game ini memang tidak terburu-buru. Ia membiarkan pemain menikmati dunia, dialog, konflik politik, dan hubungan antar karakter secara perlahan. Dan justru di situlah kekuatannya.
TRIANGLE STRATEGY terasa seperti novel fantasi interaktif yang dibalut gameplay strategi berkualitas tinggi.
Versi Fisik Masih Punya Daya Tarik Tersendiri
Di era semua game mulai bergerak ke arah digital-only, kehadiran versi fisik TRIANGLE STRATEGY untuk PlayStation 5 terasa spesial.
Bagi kolektor JRPG, memiliki box art fisik di rak game masih memberikan kepuasan tersendiri. Ada sensasi berbeda saat memegang kaset game, memasangnya ke konsol, lalu melihat koleksi JRPG favorit berjajar rapi di lemari.
Bandai Namco Entertainment Asia resmi mengumumkan peluncuran Little Nightmares II Enhanced Edition untuk Nintendo Switch 2 pada 29 Mei 2026. Versi terbaru dari game suspense-adventure populer ini hadir dengan peningkatan resolusi dan visual effect yang jauh lebih baik dibandingkan versi Nintendo Switch sebelumnya.
Bagi para penggemar seri Little Nightmares, kehadiran Enhanced Edition ini menjadi kesempatan sempurna untuk kembali masuk ke dunia penuh mimpi buruk yang aneh, gelap, dan mengganggu, kini dengan tampilan yang lebih tajam dan atmosfer yang semakin mencekam.
Selain Nintendo Switch 2, game ini juga telah tersedia di PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC melalui Steam.
Mono dan Six Kembali dalam Dunia yang Penuh Teror
Dalam Little Nightmares II Enhanced Edition, pemain akan kembali mengikuti perjalanan Mono, seorang anak laki-laki misterius yang terjebak di dunia rusak akibat transmisi mengerikan dari sebuah menara misterius bernama The Signal Tower.
Di tengah dunia yang dipenuhi makhluk aneh dan suasana menyeramkan, Mono bertemu dengan Six — gadis kecil dengan jas hujan kuning ikonik yang sudah dikenal oleh para penggemar seri ini.
Bersama-sama, mereka mencoba mengungkap rahasia gelap The Signal Tower dan mencari cara untuk menyelamatkan Six dari nasib buruk yang menunggunya.
Namun perjalanan mereka jelas tidak mudah.
Sepanjang permainan, Mono dan Six akan menghadapi berbagai penghuni dunia mengerikan yang siap memburu mereka kapan saja. Dari guru dengan leher menyeramkan, pemburu sadis, hingga makhluk-makhluk grotesk lain yang membuat dunia Little Nightmares terasa seperti mimpi buruk masa kecil yang hidup kembali.
Versi Nintendo Switch 2 Hadir dengan Peningkatan Visual
Salah satu daya tarik utama dari Enhanced Edition ini tentu saja peningkatan visual yang dibawa ke Nintendo Switch 2.
Bandai Namco menyebutkan bahwa versi terbaru ini menghadirkan:
Resolusi lebih tinggi
Efek visual yang ditingkatkan
Atmosfer lebih detail
Pengalaman bermain yang lebih imersif
Buat gamer yang sebelumnya memainkan versi Nintendo Switch original, perbedaan visual ini kemungkinan akan langsung terasa, terutama dalam pencahayaan, detail lingkungan, dan efek atmosfer yang memang menjadi kekuatan utama seri Little Nightmares.
Game ini memang bukan tipe horor penuh jumpscare murahan. Kekuatannya justru ada pada atmosfer sunyi, desain dunia yang absurd, dan rasa tidak nyaman yang perlahan terus menghantui pemain selama bermain.
Dan dengan hardware Nintendo Switch 2 yang lebih kuat, pengalaman tersebut kini tampil jauh lebih maksimal.
Horor Sunyi yang Jadi Ciri Khas Little Nightmares
Kalau banyak game horor modern sibuk menakut-nakuti pemain dengan jumpscare keras dan monster berisik, Little Nightmares memilih pendekatan berbeda.
Game ini lebih seperti mimpi buruk aneh yang perlahan masuk ke kepala pemain. Desain dunia Little Nightmares II berhasil menciptakan rasa takut yang terasa “dekat”. Banyak elemen dalam game seperti sekolah, rumah sakit, hingga lorong sempit dibuat dengan perspektif menyeramkan khas dunia anak-anak.
Itulah yang membuat seri ini terasa unik dibanding game horor lain. Di Enhanced Edition Nintendo Switch 2, nuansa tersebut kini tampil lebih hidup berkat kualitas visual yang meningkat drastis.
Trailer Peluncuran Sudah Dirilis
Bersamaan dengan pengumuman perilisannya, Bandai Namco Entertainment Asia juga merilis launch trailer terbaru untuk Little Nightmares II Enhanced Edition.
Trailer tersebut memperlihatkan berbagai adegan ikonik dari perjalanan Mono dan Six, lengkap dengan atmosfer gelap dan visual yang kini terlihat lebih detail di Nintendo Switch 2.
Buat kalian yang belum pernah memainkan game ini sebelumnya, trailer tersebut cukup berhasil memperlihatkan mengapa Little Nightmares II menjadi salah satu game horror adventure paling memorable dalam beberapa tahun terakhir.
Informasi Update untuk Region Asia Tenggara
Bandai Namco juga memberikan catatan khusus untuk pemain di region SG/MY/TH eShop.
Mereka menyebutkan bahwa update title untuk region Singapura, Malaysia, dan Thailand akan hadir mulai Juli mendatang. Informasi lebih lanjut akan diumumkan kemudian.
Walaupun begitu, game Little Nightmares II Enhanced Edition sendiri sudah dapat dimainkan sekarang di Nintendo Switch 2.
Developer 2nd Player Games bersama publisher Deck13 Spotlight telah mengumumkan Full Circle, game indie JRPG yang terinspirasi dari game era klasik PSOne. Game ini ditujukan untuk fans RPG lawas yang menyukai petualangan berbasis cerita, pertarungan turn-based strategis, dengan gaya visual 2.5HD.
2nd Player Games mengakui game ini mengambil inspirasi dari sejumlah JRPG legendaris era PlayStation, mulai dari Lunar, Breath of Fire, Final Fantasy klasik, hingga Legend of Dragoon. Pengaruh tersebut terlihat dari sistem party-based adventure, serta sistem pertarungan yang tidak hanya mengandalkan strategi, tetapi juga timing.
Kisah Pahlawan Muda di Dunia Post-Apocalyptic
Game ini mengambil latar dunia post-apocalyptic ketika manusia tidak lagi sepenuhnya hidup di permukaan bumi. Setelah planet dipenuhi makhluk mutasi dan monster berbahaya, umat manusia mencari perlindungan di kota-kota terbang.
Cerita Full Circle berfokus pada sekelompok pahlawan muda yang sejak awal dibesarkan untuk satu tujuan, yaitu bertahan hidup di alam liar dan memastikan kota manusia tetap aman. Namun, sebuah misi di luar tembok mengubah pandangan mereka terhadap dunia.
Combat Turn-Based dengan Sentuhan Real-Time
Salah satu daya tarik utama Full Circle adalah sistem pertarungan Constant Flow Combat. Sistem ini menggabungkan elemen turn-based strategis dengan presisi real-time. Pemain perlu mengatur giliran karakter, mengaktifkan serangan pada momen yang tepat, menemukan combo, dan mengganti anggota party tanpa memutus alur pertarungan.
Sistem party juga dibuat fleksibel. Pemain dapat mengombinasikan 4 karakter aktif dan 4 karakter cadangan. Setiap karakter memiliki kemampuan unik yang bisa digunakan dalam pertarungan maupun untuk memecahkan misteri dan puzzle saat menjelajah.
Full Circle sedang dikembangkan untuk konsol dan PC.
Developer Vertex Zero dan publisher Red Dunes Games merilis trailer baru untuk game sci-fi adventure Silent Planet – Elegy of a Dying World. Trailer ini dirilis untuk memperlihatkan lebih banyak detail, termasuk gaya desain yang terlihat mirip seperti game Castlevania.
Dunia Sci-Fi Gothic
Game ini mengambil latar tahun 2997, di sebuah planet yang menyimpan rahasia dari reruntuhan dunia yang seharusnya sudah tidak lagi ada. Nuansa sci-fi ini dipadukan dengan gaya gothic dan horor kosmik.
Dalam game ini, pemain akan berperan sebagai Apranik, seorang petualang yang pergi ke planet terpencil untuk mencari artefak kuno. Artefak tersebut dipercaya memiliki kaitan dengan asal-usul kehidupan itu sendiri.
Silent Planet – Elegy of a Dying World juga mengusung format metroidvania. Artinya, pemain akan menjelajahi area yang saling terhubung, membuka jalur baru, dan mendapatkan kemampuan yang membantu mereka menggali lebih banyak rahasia.
Game ini juga menawarkan sistem progression. Pemain dapat mengembangkan kemampuan Apranik seiring perjalanan, termasuk menggunakan kekuatan psikokinetik dalam pertarungan.
Karena masih dalam tahap pengembangan, masih belum ada keterangan kapan game ini dirilis dan platform mana saja yang dituju.
Timnas Indonesia hadir sebagai tim yang dapat dimainkan sekarang dalam game EA Sports FC. Kolaborasi ini hadir melalui kerja sama eksklusif antara PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) dan EA Sports FC.
James Taylor selaku Director of Football Partnerships EA Sports FC menyampaikan bahwa pihaknya bangga menyambut tim nasional Indonesia ke dalam EA Sports FC. Menurutnya, Indonesia memiliki salah satu komunitas sepak bola paling bersemangat dan dinamis di dunia.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir juga menyebut kolaborasi ini membawa game simulasi sepak bola paling populer di dunia semakin dekat dengan penggemar sepak bola Indonesia. Menurutnya, kerja sama tersebut memberi representasi yang lebih besar, konten lokal yang lebih kuat, dan hubungan yang lebih dalam antara pemain dengan tim nasional.
Dengan hadirnya Timnas Indonesia, para pemain kini bisa mewakili Indonesia secara virtual di EA Sports FC 26 maupun EA Sports FC Mobile.
Timnas Indonesia Jadi Wakil Asia Tenggara Pertama
Kehadiran Timnas Indonesia di EA Sports FC menjadi momen bersejarah. Pasalnya, Indonesia menjadi tim nasional pertama dari Asia Tenggara yang resmi masuk ke franchise The World’s Game milik EA Sports FC. Langkah ini memperkuat komitmen EA dalam menghadirkan pengalaman sepak bola yang lebih otentik bagi pemain di kawasan Asia Tenggara.
Melalui kerja sama ini, pemain dapat menggunakan skuad nasional Indonesia dengan elemen resmi yang lebih lengkap. Mulai dari jersey otentik, kemiripan wajah pemain dunia nyata, hingga lambang Garuda yang menjadi identitas ikonik sepak bola Indonesia.