SQUARE ENIX resmi membuka pre-order FINAL FANTASY VII REVELATION untuk Nintendo Switch 2. Game ini disebut sebagai babak penutup yang tak terlupakan sekaligus klimaks dari salah satu proyek paling ambisius dalam sejarah video game.
Kehadiran opsi pre-order di Nintendo Switch 2 menjadi kabar menarik bagi para penggemar yang menantikan kelanjutan sekaligus akhir dari proyek FINAL FANTASY VII yang telah dikembangkan SQUARE ENIX.
FINAL FANTASY VII REVELATION Hadir di Berbagai Platform
Selain Nintendo Switch 2, FINAL FANTASY VII REVELATION juga akan tersedia untuk berbagai platform lainnya. SQUARE ENIX memastikan game ini akan dirilis di:
PlayStation 5
Nintendo Switch 2
Xbox Series X|S
PC melalui Steam
PC melalui Epic Games Store
Xbox on PC
Dengan dukungan lintas platform tersebut, pemain memiliki cukup banyak pilihan untuk menikmati game terbaru dalam proyek FINAL FANTASY VII.
Pre-Order Nintendo Switch 2 Sudah Dibuka
Bagi pengguna Nintendo Switch 2 yang sudah tidak sabar untuk memainkan FINAL FANTASY VII REVELATION, SQUARE ENIX kini telah membuka pre-order.
Namun, detail mengenai harga, bonus pre-order, serta informasi lebih lanjut mengenai masing-masing versi platform tidak dijelaskan dalam pengumuman ini. SQUARE ENIX mengarahkan pemain untuk melihat informasi berdasarkan platform melalui situs resmi mereka.
Perlu diperhatikan bahwa ketersediaan game di masing-masing toko dapat berbeda tergantung wilayah. Waktu perilisan juga dapat berbeda di setiap wilayah, sehingga pemain disarankan memeriksa toko digital regional masing-masing untuk informasi terbaru.
Penutup Proyek Besar FINAL FANTASY VII
SQUARE ENIX menggambarkan FINAL FANTASY VII REVELATION sebagai finale dari salah satu proyek paling ambisius dalam sejarah video game. Dengan demikian, game ini memiliki posisi penting bagi keseluruhan proyek FINAL FANTASY VII yang tengah dibangun perusahaan.
Bagi penggemar yang memainkan seri ini sejak awal, kehadiran FINAL FANTASY VII REVELATION tentu menjadi salah satu rilisan yang patut diperhatikan. Terlebih, versi Nintendo Switch 2 kini sudah memasuki tahap pre-order.
Informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan FINAL FANTASY VII REVELATION di setiap platform dapat dilihat melalui situs resmi SQUARE ENIX Asia.
SQUARE ENIX resmi mengumumkan tanggal rilis Romancing SaGa 3: Destinies United, remake HD dari RPG klasik yang mengandalkan sistem Freeform Scenario. Game ini dijadwalkan meluncur pada 16 Februari 2027 untuk Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, PlayStation 5, Xbox Series X|S, serta PC melalui Xbox on PC dan Steam.
Versi Steam sendiri dijadwalkan tersedia pada 17 Februari 2027. Saat ini, Romancing SaGa 3: Destinies United sudah dapat dipesan di seluruh platform yang mendukungnya.
Remake HD dengan Sistem Freeform Scenario
Dikembangkan oleh tim di balik Trials of Mana dan Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven, Romancing SaGa 3: Destinies United menghadirkan kembali RPG turn-based klasik dengan visual yang telah diperbarui dalam resolusi HD.
Salah satu daya tarik utamanya adalah sistem Freeform Scenario, mekanisme khas seri Romancing SaGa yang memungkinkan keputusan pemain memengaruhi jalannya petualangan.
Dengan sistem tersebut, pemain tidak sekadar mengikuti cerita dalam urutan yang telah ditentukan. Pemain dapat menentukan wilayah yang ingin dikunjungi, cerita yang ingin diikuti, hingga urutan dalam menghadapi musuh-musuh utama.
Hasilnya, setiap permainan berpotensi memberikan pengalaman yang berbeda.
Delapan Pahlawan dengan Takdir Berbeda
Cerita Romancing SaGa 3: Destinies United berlangsung di dunia yang berada dalam siklus bencana kosmik bernama Rise of Morastrum. Fenomena ini terjadi setiap 300 tahun dan menyebabkan kematian seluruh orang yang lahir pada tahun tersebut, kecuali satu orang yang dikenal sebagai Child of Destiny.
Lebih dari satu dekade setelah bencana terakhir, ancaman kembali muncul.
Four Sinistrals kembali dengan tujuan membuka kembali Abyss Gates dan membawa kehancuran bagi dunia. Untuk menghadapi ancaman tersebut, pemain dapat memilih salah satu dari delapan pahlawan yang terikat oleh takdir.
Perjalanan mereka tidak harus mengikuti jalur yang sama. Pemain bebas menentukan wilayah yang dikunjungi, cerita yang dijalani, serta kapan harus menghadapi Four Sinistrals.
Kebebasan inilah yang menjadi salah satu fondasi utama pengalaman bermain Romancing SaGa 3: Destinies United.
Visual HD dan Pengisi Suara Bahasa Jepang serta Inggris
Sebagai remake, game ini mendapatkan sejumlah peningkatan presentasi. Romancing SaGa 3: Destinies United menawarkan visual HD baru, sementara musik klasik karya komposer legendaris Kenji Ito tetap dipertahankan.
Selain komposisi original, terdapat pula versi aransemen baru yang dibuat di bawah pengawasan Kenji Ito untuk remake ini.
Tidak hanya itu, berbagai adegan event kini hadir dengan voice acting penuh dalam bahasa Jepang dan Inggris, memberikan pengalaman naratif yang lebih hidup dibandingkan versi klasiknya.
Hadir dalam Berbagai Versi
Romancing SaGa 3: Destinies United akan tersedia di:
Nintendo Switch
Nintendo Switch 2
PlayStation 5
Xbox Series X|S
Xbox on PC
Steam
Game ini dijadwalkan rilis pada 16 Februari 2027, sementara versi Steam menyusul pada 17 Februari 2027. Waktu peluncuran dan ketersediaan di masing-masing toko digital dapat berbeda tergantung wilayah.
Digital Deluxe Edition Tawarkan Konten Tambahan
SQUARE ENIX juga menyiapkan Digital Deluxe Version bagi pemain yang menginginkan konten tambahan.
Edisi ini mencakup game utama serta sejumlah konten digital tambahan berupa:
Kostum tambahan
Peralatan tambahan
Fitur untuk mengganti Battle BGM
Formasi
Item untuk mini-game Business dan War Mode
Menariknya, pemain yang membeli Digital Deluxe Version sebelum perilisan juga akan mendapatkan akses lebih awal hingga 72 jam sebelum tanggal rilis resmi.
Artinya, pemain yang melakukan pre-order edisi tersebut berpotensi memainkan game lebih cepat dibandingkan jadwal peluncuran resminya.
Romancing SaGa 3 Kembali dengan Kebebasan Bermain yang Lebih Modern
Dengan kombinasi visual HD, pengisi suara penuh, musik klasik dan aransemen baru dari Kenji Ito, serta sistem Freeform Scenario yang memberikan kebebasan menentukan perjalanan, Romancing SaGa 3: Destinies United tampaknya ditujukan untuk dua kelompok pemain sekaligus.
Penggemar versi klasik dapat kembali menikmati dunia Romancing SaGa 3 dengan presentasi yang lebih modern, sementara pemain baru mendapatkan kesempatan untuk mengenal salah satu RPG turn-based klasik SQUARE ENIX melalui versi remake.
Romancing SaGa 3: Destinies United akan dirilis pada 16 Februari 2027, dengan versi Steam menyusul pada 17 Februari 2027.
Informasi Resmi
Informasi lebih lanjut mengenai game ini dapat ditemukan melalui SQUARE ENIX Asia
Square Enix resmi merilis demo gratis DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World untuk berbagai platform. Demo ini memungkinkan pemain mencoba chapter pertama sekaligus merekrut monster yang nantinya dapat dipindahkan ke versi penuh ketika game resmi dirilis pada Desember 2026.
Kabar ini tentu menjadi kesempatan menarik bagi para penggemar seri DRAGON QUEST MONSTERS yang ingin mencicipi petualangan terbaru sebelum membeli game utamanya.
Demo DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World kini tersedia secara gratis di Nintendo Switch 2, Nintendo Switch, PlayStation 5, Xbox Series X|S, PC melalui Steam, serta Xbox on PC.
Demo Mencakup Chapter Pertama
Dalam demo gratis ini, pemain dapat menjajal chapter pertama dari DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World. Tidak sekadar memberikan cuplikan singkat, demo tersebut memperkenalkan sejumlah elemen utama yang akan menjadi bagian dari pengalaman bermain versi penuh.
Pemain dapat berkenalan dengan karakter-karakter dalam cerita, mencoba sistem pertarungan, menjelajahi dunia permainan, hingga merekrut monster.
Salah satu fitur yang cukup menarik adalah kemampuan untuk mensintesis monster baru. Mekanisme tersebut menjadi bagian penting dalam membangun koleksi monster dan mempersiapkan tim untuk menghadapi berbagai pertarungan.
Hingga 8 Monster Bisa Dibawa ke Game Utama
Square Enix memberikan insentif tambahan bagi pemain yang mencoba demo.
Hingga delapan monster yang direkrut selama memainkan demo dapat ditransfer ke versi penuh ketika DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World dirilis pada 3 Desember 2026.
Namun, terdapat beberapa batasan. Monster yang dipindahkan nantinya akan tersedia melalui depot dalam game penuh, tetapi mereka akan memulai dari level 1 dengan talent bawaan mereka.
Dengan kata lain, pemain bisa membawa hasil rekrutmen dari demo sebagai titik awal untuk membangun koleksi monster ketika memulai petualangan di versi penuh.
Hadirkan Lebih dari 500 Monster
DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World merupakan game terbaru dalam seri DRAGON QUEST MONSTERS dan menawarkan koleksi lebih dari 500 monster, termasuk monster baru maupun karakter favorit penggemar.
Game ini juga membawa peningkatan grafis serta cerita baru yang berpusat pada dua protagonis, Bianca dan Nera.
Keduanya memulai perjalanan untuk menghidupkan kembali dunia Witherwood yang telah mengalami kehancuran.
Menariknya, pemain tidak perlu memiliki pengalaman dengan game DRAGON QUEST MONSTERS sebelumnya untuk menikmati petualangan terbaru ini. Artinya, The Withered World juga dirancang sebagai pintu masuk bagi pemain yang baru mengenal seri tersebut.
Trailer Terbaru Ikut Dirilis
Selain meluncurkan demo gratis, Square Enix juga merilis trailer terbaru DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World | Demo Available Now.
Trailer tersebut menjadi gambaran tambahan mengenai dunia, karakter, monster, serta berbagai mekanisme gameplay yang dapat ditemukan dalam game.
Pre-order untuk DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World juga sudah tersedia di berbagai platform.
DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World Rilis 3 Desember 2026
Setelah demo tersedia, pemain masih harus menunggu beberapa bulan sebelum versi penuh diluncurkan.
DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World akan dirilis pada 3 Desember 2026 untuk Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, PlayStation 5, Xbox Series X|S, PC melalui Steam, dan Xbox on PC.
Dengan lebih dari 500 monster, sistem sintesis, eksplorasi dunia yang luas, serta fitur transfer monster dari demo, game ini menjadi salah satu rilisan yang patut diperhatikan oleh penggemar RPG dan koleksi monster.
Bagi yang masih ragu untuk membeli, demo gratisnya kini sudah tersedia dan dapat menjadi kesempatan untuk merasakan chapter pertama sebelum memutuskan melanjutkan ke versi penuh.
CODE VEIN II: Mask of Idris akhirnya resmi dirilis hari ini, 9 September 2026, untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC melalui Steam. Ekspansi berbayar ini menghadirkan petualangan baru di Forsaken World, sebuah dunia alternatif yang terbentuk dari jejak emosi dan hasrat dunia-dunia yang telah lenyap.
Bersamaan dengan peluncuran DLC, Bandai Namco Entertainment Asia juga merilis Free Update Ver. 2.0 yang menghadirkan konten baru untuk pemain CODE VEIN II. Trailer peluncuran Mask of Idris turut memperlihatkan sekilas dunia baru serta karakter-karakter yang akan ditemui pemain.
Masuki Forsaken World dalam Mask of Idris
Mask of Idris membawa pemain menuju Forsaken World, sebuah dunia yang tercipta dari menyatunya hasrat dan emosi dari berbagai dunia yang telah menghilang akibat perubahan sejarah.
Di pusat dunia alternatif tersebut terdapat sebuah spindle raksasa yang terus berputar. Struktur misterius ini menyerap emosi dari berbagai waktu dan ruang secara terus-menerus.
Masalahnya, keberadaan spindle tersebut mulai mengancam dunia nyata. Pemain pun harus menghadapi konflik baru sekaligus mengungkap misteri yang tersimpan di balik Forsaken World.
Dalam perjalanan ini, pemain akan bertemu dengan Liv Voda, karakter partner terbaru yang memiliki peran penting dalam cerita DLC.
Liv Voda merupakan penjaga waktu dan ruang yang memiliki kepribadian cukup agresif dalam menghadapi berbagai situasi.
Hadir Karakter Misterius Mask of Pathos
Selain Liv Voda, Mask of Idris juga memperkenalkan karakter misterius bernama Mask of Pathos, yang disuarakan oleh Nobuhiko Okamoto.
Mask of Pathos bukanlah karakter biasa. Sosok ini merupakan sebuah topeng yang mampu berbicara menggunakan bahasa manusia dan mengetahui kebenaran mengenai Forsaken World.
Dengan pengetahuannya tentang dunia tersebut, Mask of Pathos meminta bantuan Liv dan sang protagonis untuk mengakhiri Forsaken World untuk selamanya.
Kehadiran karakter ini tentunya menjadi salah satu bagian menarik dari misteri yang ditawarkan ekspansi terbaru CODE VEIN II.
Free Update Ver. 2.0 Turut Dirilis
Tidak hanya DLC berbayar, Bandai Namco juga meluncurkan Free Update Ver. 2.0 secara bersamaan.
Update gratis tersebut memberikan konten baru yang dapat dinikmati pemain setelah menyelesaikan permainan utama. Dengan demikian, pemain yang belum membeli Mask of Idris tetap mendapatkan tambahan pengalaman melalui pembaruan gratis ini.
CODE VEIN II Sedang Diskon hingga 44 Persen
Buat pemain yang belum memiliki game utamanya, peluncuran DLC ini juga menjadi momentum yang cukup menarik.
Versi digital CODE VEIN II sedang mendapatkan potongan harga hingga 44 persen dari harga normal di PlayStation 5 dan PC melalui Steam.
Periode promo yang tercantum adalah:
PlayStation 5: berlangsung hingga 23 September 2026
Steam: berlangsung hingga 18 September 2026
Harga akhir dan ketentuan promo dapat berbeda berdasarkan platform serta wilayah masing-masing.
Sekilas Cerita CODE VEIN II
CODE VEIN II mengambil latar dunia distopia di masa depan ketika peradaban manusia telah runtuh akibat peristiwa bernama Resurgence.
Kelangsungan hidup umat manusia kemudian bergantung pada Revenant, makhluk menyerupai vampir yang memiliki kekuatan serta keabadian.
Namun, kemunculan Luna Rapacis mengubah seluruh Revenant menjadi makhluk kanibal yang kehilangan akal. Kondisi tersebut semakin membawa dunia menuju kehancuran.
Sebagai seorang Revenant Hunter, protagonis mendapatkan tugas untuk menyelamatkan dunia. Bersama seorang gadis muda, ia harus melakukan perjalanan 100 tahun ke masa lalu untuk mengubah jalannya sejarah.
Gameplay CODE VEIN II menggabungkan eksplorasi area berbahaya, pertarungan melawan musuh kuat bersama partner, serta drama yang berkaitan dengan perubahan sejarah.
Dengan hadirnya Mask of Idris, perjalanan tersebut kini berlanjut ke Forsaken World dan membuka konflik baru yang menghubungkan berbagai waktu, ruang, serta emosi dari dunia yang telah hilang.
Harga Infinix XPAD 30 Pro di Indonesia telah resmi diumumkan. Harga tablet ini dimulai dari Rp3 jutaan. Tablet terbaru Infinix ini akan tersedia mulai darti tanggal 9 September 2026 melalui kanal penjualan resmi online dan offline dalam pilihan konfigurasi RAM 4GB dan 8GB.
Detail Harga Infinix XPAD 30 Pro
Varian 4GB+128GB mempunyai harga resmi Rp3.499.000. Selama periode penjualan perdana, harganya menjadi Rp3.399.000 dan pembeli juga mendapatkan bonus Protective Case sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Varian ini tersedia dalam warna Twilight Purple, Titanium Silver, dan Anthracite Grey.
Sementara versi 8GB+128GB mempunyai harga resmi Rp4.599.000. Infinix menawarkan harga spesial penjualan perdana sebesar Rp4.499.000 yang sudah termasuk bonus X Keyboard 11. Pilihan warnanya terdiri dari Titanium Silver dan Anthracite Grey.
Setiap pembelian tablet ini juga dilengkapi bundling AXIS berupa Kuota Utama hingga 300GB selama 12 bulan sesuai ketentuan yang berlaku. Kuota tersebut dapat digunakan untuk berbagai aktivitas online mulai dari kelas daring, mengakses dokumen cloud, streaming, komunikasi, hingga gaming.
Spesifikasi Infinix XPAD 30 Pro
XPAD 30 Pro menggunakan layar 11 inci beresolusi 2.5K dengan screen-to-body ratio mencapai 85 persen serta tingkat kecerahan hingga 550 nits. Layarnya juga mendapatkan sertifikasi TÜV Rheinland Hardware-Level Low Blue Light dan Flicker-Free untuk meningkatkan kenyamanan selama penggunaan dalam waktu panjang.
Untuk performa, Infinix membenamkan chipset MediaTek Helio G200 Ultimate dengan proses fabrikasi 6nm. Perusahaan menyebut performanya meningkat hingga 35,6 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Chipset tersebut dirancang untuk mendukung multitasking, perpindahan antar aplikasi, serta gaming dengan respons yang lebih baik.
Pengalaman bermain juga didukung Esports Mode, Wet Touch Technology, AI Magic Voice Changer dengan 25 pilihan efek suara, serta All-Scenario Bypass Charging. Fitur terakhir memungkinkan daya dialirkan langsung ke perangkat untuk membantu mengurangi panas dan menjaga kesehatan baterai saat tablet digunakan sambil mengisi daya.
XPAD 30 Pro juga dibekali baterai 8200mAh untuk mendukung aktivitas seperti belajar, bekerja, streaming, dan gaming dalam penggunaan sehari-hari.
Menariknya, tablet ini juga mendukung kartu SIM dan jaringan 4G. Pengguna tetap dapat terhubung ke internet ketika Wi-Fi tidak tersedia, baik saat berada di kampus, perjalanan, maupun lokasi kerja.
Penyimpanannya juga dapat diperluas menggunakan microSD hingga 2TB, sehingga pengguna mempunyai ruang tambahan untuk menyimpan materi belajar, dokumen, aplikasi, foto, maupun konten multimedia.
Fitur AI untuk Belajar dan Produktivitas
Infinix turut melengkapi perangkat ini dengan XOS 16 dan sejumlah kemampuan berbasis AI.
AI Snap for Answers dapat mengenali pertanyaan dan membantu memberikan solusi langkah demi langkah. Ada pula AI Screen Recognition dengan Circle to Search untuk mencari informasi dari konten yang tampil di layar.
Fitur lainnya mencakup AI Notes, AI Writing, AI Art, Translation Assistant, hingga AI Scan to Document. Beberapa kemampuan tersebut membutuhkan varian RAM minimal 6GB agar dapat berjalan.
Untuk kebutuhan kerja lintas perangkat, Desktop Expansion memungkinkan tablet digunakan sebagai layar kedua. Three-Screen Workflow dan Cross-device Collaboration juga memungkinkan pemindahan file, shared clipboard, hingga drag-and-drop antara tablet, smartphone, dan laptop Infinix yang kompatibel.
Lini Monitor Acer Predator terbaru telah diumumkan. Salah satunya adalah model baru yang ditujukan untuk kebutuhan gaming kompetitif, yaitu Predator XB253Q U1. Monitor yang ditujukan untuk Esports ini memiliki ukuran sampai dengan 24,5 inci dengan refresh rate mencapai 1000Hz pada resolusi Full HD
Monitor Acer Predator yang Tembus 1000Hz
Daya tarik utama Predator XB253Q U1 terletak pada refresh rate yang mencapai 1000Hz dengan resolusi Full HD.
Angka tersebut menempatkan monitor ini sebagai perangkat yang benar-benar diarahkan untuk game bertempo cepat. Refresh rate tinggi membuat pembaruan gambar berlangsung semakin sering sehingga pergerakan objek di layar dapat terlihat lebih mulus.
Acer juga menyematkan teknologi Visual Response Boost Pro atau VRB Pro. Fitur tersebut dirancang untuk menekan motion blur dan ghosting ketika objek bergerak cepat.
Hasilnya, target yang berpindah dengan cepat di layar dapat terlihat lebih jelas. Hal tersebut menjadi aspek penting dalam game kompetitif yang sering membutuhkan perpindahan pandangan serta tracking target dalam waktu sangat singkat.
Monitor Acer Predator XB253Q U1 juga sudah mendukung AMD FreeSync Premium sekaligus telah berstatus NVIDIA G-SYNC Compatible. Kedua teknologi tersebut membantu menyinkronkan frame rate dari GPU dengan refresh rate monitor untuk mengurangi screen tearing selama permainan.
Untuk kualitas visual, monitor ini juga memperoleh sertifikasi VESA DisplayHDR 400. Dukungan tersebut membantu meningkatkan pengalaman saat menampilkan konten HDR dengan tingkat kecerahan dan kontras yang lebih baik.
Acer turut menggunakan teknologi Circular Polarizer untuk membantu mengurangi pantulan cahaya pada layar. Teknologi ini juga ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan mata ketika monitor digunakan dalam sesi bermain yang panjang.
Lini Monitor Acer Predator dan Nitro Lainnya
Selain XB253Q U1, Acer memperkenalkan Predator X32 V3 untuk pengguna yang lebih mengutamakan kualitas visual.
Monitor berukuran 31,5 inci tersebut menggunakan panel QD-OLED Penta Tandem dengan resolusi UHD dan refresh rate 180Hz. Panelnya menggunakan struktur emisi lima lapis yang dirancang untuk meningkatkan kecerahan, efisiensi, serta daya tahan layar.
Predator X32 V3 juga memiliki sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 400, akurasi warna Delta E di bawah 1, dan cakupan DCI-P3 hingga 99 persen.
Pilihan lainnya adalah Predator XB273K V7 berukuran 27 inci. Monitor ini menggunakan teknologi Dynamic Frequency and Resolution atau DFR.
Pengguna dapat memakai resolusi UHD pada refresh rate 160Hz untuk mendapatkan kualitas visual tinggi. Namun ketika membutuhkan kecepatan untuk game kompetitif, resolusinya dapat diturunkan menjadi Full HD dengan refresh rate hingga 500Hz.
Model tersebut juga mendukung AMD FreeSync Premium, NVIDIA G-SYNC Compatible, serta Acer Smart Dial untuk memudahkan pengaturan monitor.
Nitro XV275X P menjadi salah satu yang menonjol berkat resolusi 5K pada refresh rate 165Hz. Teknologi DFR memungkinkan monitor ini beralih ke resolusi QHD dengan refresh rate hingga 330Hz.
Monitor tersebut menggunakan Mini LED dengan 2.304 zona dan memperoleh sertifikasi VESA DisplayHDR 1400. Cakupan warnanya mencapai 99 persen Adobe RGB, 99 persen sRGB, serta 99 persen DCI-P3.
Sementara Nitro XV275U Z2 dan XV270U Z3 menawarkan tiga pilihan mode melalui teknologi DFR. Pengguna dapat memilih QHD 275Hz, Full HD 360Hz, atau HD dengan refresh rate mencapai 520Hz.
Ada pula Nitro XZ340CKR P dengan layar lengkung 34 inci. Monitor ultra-wide ini menawarkan resolusi 5120 x 2160 pada 180Hz dan dapat beralih ke WFHD hingga 360Hz untuk kebutuhan gaming kompetitif.
Karakter baru Street Fighter 6, Arjun telah resmi diperkenalkan. Karakter asal India ini akan menjadi petarung kedua dalam konten Year 4, dan dijadwalkan hadir pada 13 Oktober 2026.
Sebelum menjadi buronan, Arjun bekerja sebagai polisi di India. Hidupnya berubah setelah rekan yang ia percaya terbunuh dan dirinya justru dijebak sebagai pelaku. Sejak saat itu, ia hidup dalam pelarian sambil mencari kebenaran di balik kematian rekannya.
Arjun akan memiliki dua kostum utama. Outfit 1 menggambarkan penampilannya ketika masih hidup dalam pelarian dan mengejar keadilan.
Sementara Outfit 2 memperlihatkan versi ideal dirinya setelah meninggalkan perjalanan balas dendam. Kostum tersebut dapat dibuka dengan memaksimalkan Acquisition Gauge di Avatar Arcade Mode atau menggunakan Fighter Coins.
Arjun Andalkan Yoga Breathing
Dari sisi gameplay, Arjun dirancang sebagai karakter dengan kekuatan besar yang mengorbankan sebagian kecepatannya. Teknik Yoga Breathing menjadi fondasi utama gaya bertarungnya.
Salah satu karakteristik menariknya adalah kemampuan menghasilkan recoverable damage bahkan ketika serangannya berhasil diblok lawan. Hal tersebut membuat tekanan yang ia berikan tetap berbahaya meskipun musuh mampu bertahan.
Salah satu tekniknya adalah Arm of Justice. Serangan ini berupa winding punch dengan beberapa variasi kekuatan dan opsi follow-up. Cruel Shoulder memungkinkan dirinya menerjang ke depan menggunakan bahu. Efek serangan akan berbeda tergantung kekuatan tombol yang digunakan.
Sementara Breathing Ring menciptakan lingkaran udara yang dapat diteruskan dengan Breathing Shockwave. Kombinasi tersebut mengubah lingkaran menjadi proyektil yang bisa ditembakkan dalam berbagai sudut.
Salah satu kemampuan paling unik dalam arsenal Arjun adalah Divine Pillar.
Teknik ini membuatnya meniupkan udara ke tanah hingga memunculkan pilar dari permukaan. Jarak kemunculan pilar bergantung pada kekuatan serangan yang digunakan. Pemain juga bisa menahan tombol untuk menunda aktivasi pilar tersebut.
Divine Pillar kemudian dapat dikombinasikan dengan Cruel Shoulder melalui teknik Justice Beyond. Ketika Cruel Shoulder mengenai Divine Pillar yang sedang aktif, ia dapat mengambil pilar tersebut lalu mengayunkannya ke arah lawan.
Kombinasi ini membuka ruang untuk menciptakan tekanan sekaligus jebakan di arena pertarungan.
Indomitable Defense memanfaatkan teknik pernapasan untuk meningkatkan oksigen pada otot. Dalam kondisi tersebut, serangan melee yang datang dapat diubah menjadi counter attack yang memberikan recoverable damage.
Kemampuan tersebut dapat dilanjutkan dengan Moral Breakdown. Saat Indomitable Defense aktif, ia menghantamkan kedua tinjunya ke depan. Serangan ini memberikan recoverable damage jika diblok atau normal damage apabila mengenai lawan secara langsung.
Untuk Super Art, terdapat tiga teknik utama. Howling Destruction menjadi Level 1 Super Art yang memanfaatkan ledakan singkat dari teknik pernapasan.
Instant Oblivion sebagai Level 2 Super Art akan melontarkan lawan ke udara dan menjauhkannya. Posisi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempersiapkan Divine Pillar.
Sementara Level 3 Super Art bernama Yaksha’s Order menghadirkan serangan sinematik setelah ia mengganggu keseimbangan telinga bagian dalam milik lawan.
Working With Montabi resmi diperkenalkan Mankibo sebagai game desktop companion yang membawa monster-monster lucu ke layar pemain untuk menemani aktivitas sehari-hari. Game ini masih dikembangkan, tetapi sudah bisa dimasukkan ke wishlist di Steam.
Working With Montabi Jadi Pengalaman Baru dari Dunia Montabi
Working With Montabi mengambil pendekatan yang berbeda. Alih-alih digunakan untuk bertarung, para Montabi akan datang ke sebuah ruangan virtual dan menemani pemain ketika bekerja, belajar, mengetik, atau menjalankan aktivitas lainnya di depan komputer.
Salah satu fitur yang menjadi fokus utama adalah sistem produktivitas. Setiap kali pengguna mengetik menggunakan keyboard, avatar di dalam game juga akan ikut mengetik.
Pemain bisa memanfaatkan fitur seperti to-do list, memo, dan timer Pomodoro untuk mengatur kegiatan. Avatar juga akan memberikan berbagai kalimat penyemangat serta pengingat kecil selama aktivitas berlangsung.
Interaksi dengan Montabi juga menjadi bagian penting. Pemain dapat meletakkan barang yang disukai monster tertentu untuk mengundang mereka berkunjung.
Beberapa monster bisa muncul dengan mudah, sementara karakter lainnya membutuhkan kondisi tertentu atau usaha tambahan. Pemain dapat membiarkan mereka bermain di dalam ruangan, mengelusnya, hingga menunggu hadiah yang mungkin ditinggalkan setelah kunjungan selesai.
Punya Sistem Koleksi dan Kustomisasi
Elemen koleksi turut menjadi bagian dari Working With Montabi melalui Montapedia. Pemain ditantang menemukan berbagai jenis monster mulai dari karakter yang umum ditemui hingga Montabi langka.
Pilihan personalisasi juga diterapkan pada avatar dan ruangan. Pemain bisa memadukan pakaian, furnitur, dekorasi, serta aksesori untuk menciptakan tampilan sesuai preferensi masing-masing.
Kolaborasi tersebut sekaligus membawa crossover pertama untuk game ini bersama Rain World, survival platformer buatan Videocult yang diterbitkan Akupara Games. Karakter ikonik Rain World, Slugcat, akan hadir sebagai salah satu companion yang dapat muncul di desktop pemain.
Gamer Indonesia pasti sudah tidak asing dengan Captain Tsubasa. Dari animenya sampai dengan gamenya, pesepakbola dengan nomor punggung 10 ini telah memiliki tempat bagi fansnya di Indonesia.
Captain Tsubasa 2: World Fighters adalah seri game terbaru dari franchise ini. Game ini juga dibuat dengan teknologi terbaru yaitu Unreal Engine 5. Daya tarik utamanya yaitu jurus spektakuler dan dramatis yang bisa dilakukan oleh Tsubasa dan teman-temannya di lapangan hijau dipastikan masih ada, bahkan meningkat dari segi visual. Sayangnya masalah yang sering menghantui game hasil adaptasi anime populer masih tetap ada.
Berikut adalah pengalaman dan kesan yang kami rasakan selama memainkan versi review Captain Tsubasa 2: World Fighters di PC.
Kaya Akan Referensi
Captain Tsubasa 2: World Fighters menawarkan dua mode utama, yaitu Story dan Versus. Mode utama yaitu Story akan merangkum hampir semua cerita (Ditambah cerita original) dari Captain Tsubasa dalam satu game. Sedangkan dalam mode Versus, pemain bisa memilih untuk melawan AI atau pemain lain baik online maupun local.
Game ini juga menyediakan Practice, tempat pemain untuk mengenal mekanisme di dalam game. Kehadiran mode ini sangat berguna terutama bagi gamer yang baru mengenal Captain Tsubasa. Meski kelihatannya mudah, ada beberapa mekanik yang menurut kami agak sulit untuk dimengerti. Practice adalah tempat yang tepat untuk memahaminya.
Story dimulai dengan pemain membuat karakternya sendiri. Personalisasi yang ditawarkan cukup beragam. Jika tidak mau bosan, kamu bisa mempertimbangkan untuk membuat karakter dengan desain unik atau lucu. Karakter pemainan nantinya akan menjadi salah satu pemain muda Jepang, dan ikut bertanding bersama Tsubasa dan teman-temannya dari klub sampai tim nasional.
Game ini juga memberikan pemain kebebasan untuk menentukan pilihan dialog. Menariknya ada pilihan dialog yang biasanya diutarakan oleh antagonis. Tapi dialog apapun yang dipilih tidak akan berdampak dengan jalannya cerita.
Bagi fans, mode Story akan menjadi salah satu daya tarik terbesar game ini. Mereka bisa melihat karakter favorit mereka muncul dan berinteraksi dengan karakter lainnya. Beberapa karakter bahkan dieksplorasi lebih jauh, memperlihatkan sisi lain yang sebelumnya mungkin tidak pernah dilihat. Bagi gamer baru, mode Story bisa dijadikan sebagai pintu untuk mengenal dunia Captain Tsubasa.
Menurut kami hanya satu kekurangan dari bagian ini, yaitu terlalu banyak dialog dan momen yang tidak penting dipaksa muncul. Selain itu, game ini juga memiliki masalah umum yang diderita oleh game adaptasi anime. Captain Tsubasa 2: World Fighters miskin kreativitas.
Pemain hanya disajikan oleh visual static karakter yang hanya berdiri dan sesekali mengepalkan tangan saat mereka sedang berbicara. Game ini bahkan membuat meme Captain Tsubasa seperti perlu episode seminggu untuk sampai ke gawang musuh terealisasi. Jika ingin lebih kreatif, developer seharusnya memasukkan bagian cuplikan dari anime sebagai bumbu.
Chapter dalam mode Story ini juga cukup banyak. Untungnya developer sudah mengimplementasi fitur skip bagi yang tidak ingin buang-buang waktu. Karena mode ini merupakan satu-satunya cara untuk membuka tim lain agar bisa dimainkan dalam mode Versus atau Practice.
Mekanik Bonding
Setiap kali menyelesaikan satu chapter dalam Story, pemain akan mendapat kesempatan untuk melakukan bonding. Karakter buatan pemain akan berinteraksi dengan karakter ikonik, menjadikan mereka sebagai teman atau rival, dan berkesempatan untuk mendapatkan tekniknya.
Fitur ini sangat berperan dalam segi personalisasi karakter, karena kamu bisa memasang berbagai teknik dari karakter ikonik di game ini sebagai teknik andalan karaktermu. Meski begitu, mekanik bonding ini menurut kami belum dimanfaatkan secara maksimal.
Jika developer ingin lebih kreatif, proses bonding seharusnya tidak hanya sekedar ngobrol saja, tapi bisa dilanjutkan dengan menjadi sesi latihan khusus satu lawan satu. Disinilah pemain baru bisa mendapatkan tekniknya. Lebih menarik bukan?
Tendangan Harimau
Gameplay adalah bagian yang pastinya sudah ditunggu-tunggu. Semua fans sudah tahu jika Tsubasa dan teman-temannya memiliki kemampuan yang spektakuler sekaligus menggelikan saat bermain bola.
Special Moves seperti Drive Shot milik Tsubasa atau Tiger Shot kepunyaan Hyuga Kojiro bisa dieksekusi dari tengah lapangan, dan kemungkinan besar akan mencetak gol secara dramatis. Tapi teknik ini tidak bisa digunakan setiap saat. Pemain harus lebih dulu mengisi energinya, dengan cara mengumpulkan poin melalui Chain System.
Selain tendangan, masih ada varias Special Moves lain di Captain Tsubasa II: World Fighters. Ada Super Passing, Dribble, Block, Tackle, bahkan sampai Follow-Up Attack yang merupakan serangan kombinasi. Pada awalnya kami mengira game ini hanya sekedar menendang bola dengan animasi yang spektakuler dan gol. Tapi ternyata setelah memainkannya kami terkejut karena mekanismenya cukup kompleks.
Misalnya saat melawan kembar Tachibana yang membela Akita High School. Mereka bisa melakukan serangan kombinasi bernama Skylab, tapi di game ini teknik tersebut diperkuat dalam Follow-Up Attack. Si kembar akan bekerjasama dengan penjaga gawang tim Keizinho yang berlari ke tengah lapangan untuk menendang bola sebagai finisher.
Tapi jika pada pertandingan itu sudah ada Genzo Wakabayashi. Serangan dahsyat ini bisa dicounter dengan tekniknya SGGK (Super Great Goal Keeper).
Tapi tidak masalah juga jika pemain tidak ingin memahami semua teknik yang ada di dalam game. Captain Tsubasa II: World Fighters bisa dimainkan seperti game sepak bola pada umumnya. Oper bola, dribble, bawa bola ke dekat gawang musuh, lalu shot.
Jika ingin presentasi gol yang lebih besar, kamu bisa menahan tombol shot sampai energy bar penuh dan bisa menggunakan Signature Shot. Penjaga gawang dalam game ini juga memiliki Health Point, yang jika tidak sampai 0 tidak akan gol. Cara paling efektif untuk menguranginya adalah dengan menggunakan Special Moves atau Signature Shot.
Review Captain Tsubasa 2: World Fighters: Kekurangan Dari Sebuah Fantasi
Jika kamu berharap game ini paling tidak bisa mirip seperti eFootball atau EA Sports FC, itu terlalu berlebihan.
Pertama, Captain Tsubasa II: World Fighters tidak memiliki wasit. Setiap mengambil bola dengan cara tackle yang keras (Satu-satunya cara untuk mengambil bola di game), tidak pernah ada pelanggaran. Throw-in juga tidak berjalan dengan semestinya.
Kami juga memperhatikan adanya delay setelah melakukan dribble jika tidak ada lawan yang dilewati. Kelemahan ini bisa diekploitasi, terutama jika melawan pemain lain. Lalu setiap kali akan masuk dalam bagian cutscene saat pertandingan, masih ada menu loading yang mengganggu.
Mode Versus
Setelah menguasai mekanisme permainan, pemain dapat beralih menuju Versus untuk menghadapi pemain lain secara online. Disinilah pemahaman akan teknik, dan juga eksploitasi dari kelemahan sistem akan diuji.
Untuk yang kompetitif, game ini menyediakan sistem ranked match. Semakin sering kamu menang, semakin tinggi rankingnya dan berdampak dengan pemain yang jadi lawan. Jika hanya ingin ketawa-ketawa bareng teman, bisa dengan membuat Private Match. Kamu dan temanmu juga bisa main bareng langsung di konsol atau platform yang sama.
Review Captain Tsubasa II: World Fighters Dari Segi Teknis
Kami memainkan versi review Captain Tsubasa II: World Fighters di PC dengan spesifikasi CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB.
Selama bermain kami tidak pernah mengalami masalah teknis. Secara performa game ini tidak membutuhkan spesifikasi yang tinggi untuk bisa dimainkan dengan optimal di PC.
Kesimpulan Review Captain Tsubasa II: World Fighters
Kesimpulan kami setelah memainkan versi review Captain Tsubasa 2: World Fighters adalah game ini cocok bagi mereka yang ingin bermain game sepak bola dengan sentuhan fantasi. Tidak perlu berpikir tentang strategi, formasi, atau hal-hal sulit lainnya.
Cukup dengan mengumpulkan poin dari Chain System dengan tackle, dribble, pass, dan shoot, kamu bisa mengeluarkan teknik tidak masuk akal tapi spektakuler. Untuk dibuat ketawa-tawa karena absurd atau mengeksploitasi kelemahan sistem, game ini menurut kami sudah ok.
Story Mode game ini mirip seperti perpustakaan. Fans dari Captain Tsubasa akan sangat menikmatinya karena berbagai referensi, rivalitas, serta momen yang diangkat dari sejarah panjang franchise ini akan disajikan. Hal yang disayangkan adalah presentasinya ditampilkan secara monoton dan kurang kreatif, berujung jadi membosankan.
Hasil akhirnya adalah sebuah sekuel setelah enam tahun dari game sebelumnya, Captain Tsubasa II: World Fighters menyajikan game sepak bola yang enak untuk sekedar having fun, tapi juga masih meninggalkan banyak hal yang harus ditingkatkan.
Captain Tsubasa 2: World Fighters tersedia di PS5, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC.
*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer
Petualangan Digimon Story Time Stranger belum berakhir. Bandai Namco Entertainment Asia mengumumkan ekspansi baru bertajuk Digimon Story Time Stranger: A Hero’s Eternal Legacy, yang akan membawa pemain kembali ke dunia Digital World: Iliad dalam sebuah kisah baru penuh keberanian dan persahabatan.
Ekspansi ini dijadwalkan meluncur pada 2027 dan akan tersedia untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch 2, Nintendo Switch, serta PC melalui Steam. Bersamaan dengan pengumumannya, Bandai Namco juga merilis trailer terbaru yang memberikan gambaran mengenai petualangan sang pahlawan baru.
Tiga Tahun Setelah Pertempuran Besar
A Hero’s Eternal Legacy mengambil latar waktu tiga tahun setelah pertempuran besar antara para Agents dan Olympos XII. Pertempuran tersebut sebelumnya menjadi bagian penting dari perjuangan untuk menyelamatkan dunia manusia sekaligus Digital World: Iliad.
Kini, sebuah kisah baru dimulai.
Seorang pahlawan baru akan muncul dan mengajak pemain menjelajahi wilayah-wilayah yang belum pernah dikunjungi sebelumnya di Digital World: Iliad. Perjalanan tersebut akan membawa tema keberanian dan persahabatan, sekaligus memperkenalkan ancaman serta petualangan baru.
Yang menarik, ekspansi ini juga akan menghadirkan lebih dari 50 Digimon baru untuk ditemui pemain.
Jumlah tersebut tentu menjadi salah satu daya tarik utama bagi penggemar yang menikmati aspek koleksi Digimon dalam seri Digimon Story.
Hadir di Lima Platform
Bandai Namco memastikan Digimon Story Time Stranger: A Hero’s Eternal Legacy akan tersedia di berbagai platform ketika dirilis pada 2027, yaitu:
PlayStation 5
Xbox Series X|S
Nintendo Switch 2
Nintendo Switch
PC melalui Steam
Namun, untuk saat ini Bandai Namco belum mengungkap tanggal rilis pasti maupun informasi harga untuk ekspansi tersebut.
Digimon Story Time Stranger Ajak Pemain Melintasi Waktu dan Ruang
Sebagai game RPG terbaru dalam franchise Digimon, Digimon Story Time Stranger membawa pemain ke sebuah petualangan yang melibatkan perjalanan melintasi waktu dan ruang.
Pemain berperan sebagai seorang agen ADAMAS yang terjebak dalam sebuah peristiwa besar yang mengancam dunia manusia dan Digital World: Iliad.
Kedua dunia tersebut berada di ambang kehancuran. Untuk menghentikan bencana, pemain harus melakukan perjalanan di antara kedua dunia, bahkan menembus waktu, sambil membangun hubungan dengan Digimon yang ditemui sepanjang perjalanan.
Konsep tersebut menjadi salah satu fondasi utama permainan, dengan hubungan antara manusia dan Digimon menjadi bagian penting dalam perjalanan untuk menyelamatkan kedua dunia.
Petualangan Baru, Lebih Banyak Digimon
Dengan latar cerita tiga tahun setelah konflik utama serta kemunculan seorang protagonis baru, A Hero’s Eternal Legacy tampaknya diposisikan sebagai kelanjutan petualangan yang memperluas dunia Digimon Story Time Stranger.
Kehadiran lebih dari 50 Digimon baru juga memberikan alasan tambahan bagi pemain untuk kembali menjelajahi Digital World: Iliad.
Untuk saat ini, detail mengenai identitas sang pahlawan baru, cerita lengkap, Digimon apa saja yang akan hadir, serta mekanisme gameplay tambahan masih belum diungkap secara mendalam.
Bandai Namco menjanjikan informasi lebih lanjut menjelang peluncurannya.
Digimon Story Time Stranger: A Hero’s Eternal Legacy akan dirilis pada 2027 untuk PS5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch 2, Nintendo Switch, dan PC melalui Steam.