HGI Jakarta Tournament 2026 telah selesai melalui rangkaian kompetisi yang berlangsung selama dua hari pada 27–28 Juni 2026 di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, dan dihadiri dari 1.000 pemain dari berbagai daerah di Indonesia.
HGI Jakarta Tournament 2026 Berlangsung Sengit

Kompetisi ini berlangsung dalam atmosfer yang kompetitif sejak hari pertama. Para peserta harus melewati babak kualifikasi sebanyak enam ronde untuk memperebutkan tempat di 64 besar. Dengan durasi pertandingan yang mencapai sekitar 20 jam secara keseluruhan, turnamen ini menjadi salah satu ajang domino terbesar yang digelar di Jakarta.
Memasuki hari kedua, persaingan semakin ketat karena pertandingan berlanjut ke babak semifinal dan final. Setiap tim dituntut menjaga fokus dari awal hingga akhir pertandingan. Bukan hanya mengandalkan keberuntungan, para pemain juga harus mampu mengambil keputusan cepat dalam setiap giliran.
Gelar juara pertama diraih oleh Ahmad Dartian dan Andi Kaharuddin dari tim RMC 82 Pabeta. Keduanya tampil konsisten sepanjang pertandingan dan berhasil keluar sebagai pemenang utama dalam ajang ini.
Posisi kedua ditempati oleh Johnson Pieter Tambunan dan Fitriyadi dari tim Zero One. Sementara itu, peringkat ketiga diraih oleh Muslimin dan Anwar Firdaus dari tim Anak Gang Badik. Untuk posisi keempat diisi oleh pasangan Alfian Budi dan Lutfi dari tim Phoenampungan.
HGI Jakarta Tournament 2026 juga menjadi bukti bahwa domino dapat menjangkau banyak kalangan. Pesertanya hadir dari berbagai usia dan latar belakang, sehingga turnamen ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pertemuan komunitas domino dari berbagai daerah.
Ray selaku perwakilan HGI menyebut antusiasme komunitas domino menjadi dorongan besar bagi HGI untuk terus menghadirkan kompetisi yang profesional dan berkelanjutan. Menurutnya, turnamen seperti ini dapat membantu membawa domino ke tingkat yang lebih tinggi sebagai olahraga pikiran berbasis komunitas.
Selain fokus pada penyelenggaraan turnamen, HGI juga menegaskan komitmennya dalam menjaga ekosistem gaming yang sehat. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kebijakan layanan, perlindungan pengguna, manajemen risiko jangka panjang, pemantauan manual, serta mekanisme pelaporan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem.
Bagaimana menurutmu?
