Rainbow Six Tactics resmi diumumkan Ubisoft dalam Opening Night Live sebagai game single-player terbaru yang mengambil latar di semesta Tom Clancy’s Rainbow Six. Berbeda dari formula shooter yang selama ini identik dengan seri tersebut, game garapan Ubisoft Paris ini mengusung sistem turn-based tactical.
Game ini nantinya tersedia untuk PS5, Xbox Series, PC, Ubisoft+, GeForce Now, dan Blacknut pada 2027.
Rainbow Six Tactics Bawa Pemain Menjadi Komandan Team Rainbow
Dalam Rainbow Six Tactics, pemain untuk pertama kalinya akan mengambil posisi sebagai Six yang bertanggung jawab mengatur seluruh operasi Team Rainbow.
Sebelum turun ke lapangan, pemain terlebih dahulu mengelola berbagai kebutuhan dari markas. Aktivitas tersebut mencakup menganalisis informasi intelijen, menentukan operator yang akan dikirim, meningkatkan fasilitas markas, hingga mengambil keputusan yang dapat memengaruhi jalannya misi.
Setelah persiapan selesai, skuad akan memasuki area operasi dan menghadapi musuh melalui sistem pertarungan berbasis giliran.
Ubisoft menyediakan 15 operator yang berasal dari Rainbow Six Siege. Pemain dapat membentuk satu skuad yang terdiri dari empat operator. Setiap karakter mempunyai kemampuan khusus, gadget, dan skill tree berbeda. Kombinasi operator pun menjadi bagian penting karena pemain dapat menyusun tim berdasarkan gaya bermain maupun kebutuhan setiap misi.
Jenis misinya juga cukup beragam. Pemain dapat memperoleh tugas penyelamatan sandera, menjinakkan bom, hingga mengeliminasi target tertentu.
Lingkungan Bisa Dihancurkan
Salah satu elemen khas Rainbow Six yang tetap dipertahankan adalah lingkungan yang dapat dihancurkan.
Pemain bisa menghancurkan dinding untuk membuka garis pandang baru, menghilangkan perlindungan lawan, atau membuat jalur masuk alternatif. Fitur tersebut memungkinkan strategi berubah ketika situasi di lapangan tidak berjalan sesuai rencana awal.
Ubisoft turut memperkenalkan mekanisme bernama Breach. Fitur ini memungkinkan seluruh operator menjalankan serangan secara bersamaan ketika memasuki area baru.
Heroes of Might and Magic III Remake resmi diumumkan Ubisoft dalam Gamescom Opening Night Live. Versi modern dari game strategi turn-based ini dijadwalkan meluncur pada 2027 untuk Xbox Series X|S, PlayStation, dan PC, serta tersedia melalui Ubisoft+. Versi PC nantinya bisa dimainkan melalui Ubisoft Connect, Steam, dan Epic Games Store.
Versi remake ini menghadirkan seluruh konten dari game original bersama dua ekspansinya, yakni Armageddon’s Blade dan The Shadow of Death.
Heroes of Might and Magic III Remake Dibangun Ulang dengan Snowdrop
Ubisoft tidak sekadar meningkatkan resolusi game original yang pertama kali dirilis pada 1999. Heroes of Might and Magic III Remake dibangun ulang dari awal menggunakan Snowdrop Engine.
Salah satu perubahan terbesarnya terlihat dari aspek visual. Perspektif isometrik 2D yang menjadi ciri khas versi original kini digantikan dengan dunia 3D yang lebih detail dan dukungan kontrol kamera bebas.
Ubisoft juga menambahkan visual hingga resolusi 4K, pencahayaan dinamis, perubahan cuaca secara real-time, serta sistem pergantian musim. Berbagai biome dan medan pertempuran di Erathia pun mendapatkan tampilan baru yang lebih hidup.
Meski mengalami perubahan besar secara visual, fondasi gameplay tetap mempertahankan perpaduan strategi turn-based, perkembangan karakter bergaya RPG, serta pertempuran taktis berbasis grid. Sejumlah peningkatan quality-of-life juga telah disiapkan.
Seluruh Konten Original dan Ekspansi Ikut Dibawa
Sembilan faction dari versi klasik kembali tersedia bersama seluruh campaign original. Namun, Ubisoft kali ini menyatukan rangkaian cerita tersebut menjadi satu pengalaman yang lebih berkesinambungan. Akan ada campaign prologue yang baru dan dirancang untuk memperkenalkan dunia dan mekanisme permainan kepada pemain baru.
Selain mode campaign, Heroes of Might and Magic III Remake juga tetap mempertahankan pengalaman multiplayer yang selama ini menjadi salah satu daya tarik serinya.
Mode online telah mendapatkan sejumlah peningkatan, termasuk matchmaking yang diperbarui dan sistem simultaneous turn. Pemain dapat bertanding bersama hingga delapan orang dalam satu sesi.
Mode Hot Seat yang menjadi favorit penggemar juga dipastikan kembali. Mode ini memungkinkan beberapa pemain memainkan pertandingan secara bergantian menggunakan perangkat yang sama.
Ribuan Map Buatan Komunitas Tetap Kompatibel
Salah satu keputusan menarik Ubisoft adalah mempertahankan kompatibilitas dengan ribuan map dan campaign buatan komunitas yang telah dibuat selama lebih dari 25 tahun. Artinya, pemain lama dapat kembali menikmati berbagai konten komunitas sejak hari pertama perilisan.
Ubisoft juga memperbarui perangkat editor untuk mempermudah pemain membuat konten sendiri. Sebuah hub User Generated Content atau UGC baru akan tersedia langsung di dalam game sehingga pemain dapat menemukan, mengunduh, dan membagikan map maupun campaign buatan komunitas dengan lebih praktis.
Petit Planet dipastikan bakal rilis secara global tahun ini, yaitu di musim dingin 2026 untuk PC, iOS, dan Android. Game ini menawarkan gameplay cozy galactic life simulation dan akan membawa pemain menjalani kehidupan santai di sebuah planet pribadi, mulai dari bercocok tanam, membuat furnitur, menjelajah galaksi, hingga berinteraksi dengan pemain lain.
Saat rilis nanti, Petit Planet langsung didukung oleh fitur cross-platform, yang memungkinkan pemain dari berbagai platform bisa bermain bersama.
Detail Petit Planet
Pemain akan berperan sebagai Planet Tender yang bertugas merawat sebuah planet miliknya sendiri. Berbagai sumber daya bisa dikumpulkan melalui aktivitas sehari-hari untuk kemudian digunakan dalam membangun maupun mendekorasi lingkungan.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan membangun, Petit Planet juga menghadirkan sistem interaksi bernama Neighbor. Mereka dapat diajak melakukan berbagai aktivitas bersama seperti memetik buah, melakukan perjalanan, membangun rumah, atau sekadar menikmati waktu santai.
Saat ingin meninggalkan rutinitas di planet, pemain dapat berlayar menuju Starsea. Wilayah tersebut menjadi area eksplorasi luas yang dipenuhi berbagai Islet atau pulau kecil. Setiap lokasi menawarkan lanskap, ekosistem, serta sumber daya yang berbeda.
HoYoverse juga menghadirkan Galactic Bazaar sebagai salah satu pusat aktivitas sosial. Area ini memungkinkan pemain dari berbagai negara bertemu dan berinteraksi melalui sejumlah aktivitas.
HoYoverse akhirnya mengungkap Nodusfall di acara Opening Night Live gamescom 2026. Setelah sempat bocor duluan sebelumnya, game action co-op ini akan membawa pemain ke dunia fantasi yang terinspirasi dari berbagai mitologi dunia.
Nodusfall Padukan Berbagai Mitologi dalam Satu Dunia
Berbeda dari sejumlah game HoYoverse lainnya yang memiliki visual bergaya anime, Nodusfall memiliki gaya visual yang lebih realistis. Padahal selama ini, HoYoverse dikenal dengan gaya khas anime di dalam setiap gamenya.
Inspirasi mitologi yang digunakan juga tidak terpaku pada satu tempat saja. Pemain nantinya dapat bertemu dengan beragam makhluk yang terinspirasi legenda dari berbagai kebudayaan.
Pemain akan berperan sebagai Weaver. Mereka merupakan sosok yang dibentuk dan memperoleh pencerahan dari kekuatan ilahi. Para Weaver diberikan misi suci untuk mengalahkan monster yang terkorupsi, sekaligus Dreadnodi yang merupakan sumber dari semua masalah.
Setiap Weaver dapat menggunakan kombinasi styles dan skills yang berbeda. Ketika bermain, pemain akan dimasukkan ke dalam satu tim, dan harus bekerjasama untuk memberikan tekanan kepada lawan hingga kelemahannya muncul. Setelah kesempatan terbuka, pemain dapat bekerja sama untuk memberikan serangan penentu.
HoYoverse saat ini telah membuka tahap pra-registrasi Nodusfall di website resminya. Website ini juga berisi beragam informasi tentang game tersebut, meski masih terbatas.
Mengenai tanggal rilis masih harus menunggu pengumuman lebih lanjut dari HoYoverse.
Duskfade adalah debut dari developer indie Weird Beluga yang menurut kami seru buat dimainin. Game ini menawarkan pengalaman bermain ala game 3D platformer dan action-adventure, dua gaya yang populer di era PS2. Gaya freedom of movement Duskfade mendapatkan sentuhan dari Super Mario Odyssey, sedangkan sistem combat mengingatkan dengan Kingdom Hearts.
Selama memainkan versi review Duskfade di PC, kami bisa merasakan rasa nostalgia yang ditawarkan oleh game ini sangat kuat. Tapi, game ini tidak menawarkan terobosan baru untuk genre platformer. Berikut adalah review lengkapnya.
Nuansa Film Animasi
Dalam Duskfade, pemain berperan sebagai Zirian. Ia adalah seorang bocah laki-laki dengan misi menyelamatkan adik perempuannya yang terperangkap di dalam menara jam raksasa. Zirian akan ditemani oleh seekor burung mekanikal bernama Cuckoo, yang merupakan karya terakhir adiknya.
Petualangan pemain akan dimulai dari Tick Town, kota yang berfungsi sebagai town hub. Sebagian besar penduduknya adalah makhluk aneh bernama Cloudies. Sesuai namanya, Cloudies berbentuk seperti awan dengan desain manusia.
Dari segi cerita, Duskfade sangat mudah untuk ditebak. Struktur ceritanya mengikuti pola cerita film animasi Disney, yaitu tentang perjalanan seorang anak ditemani pendamping atau sidekick demi menyelamatkan anggota keluarganya.
Percakapan antara Zirian dan Cuckoo akan memberikan warna selama perjalanan. Mereka berdua terasa saling melengkapi. Cuckoo yang mudah terbawa emosi selalu berusaha mengkoreksi Zirian yang terlalu naif. Begitu pula dengan kenaifan Zirian membuat Cuckoo menjadi lebih pengertian.
Cerita bukan bagian terbaik dari Duskfade. Beberapa dialog dan perkembangan cerita terasa terlalu klise. Untungnya, kekurangan ini tidak menganggu bagian gameplay yang lebih fokus pada platforming dan eksplorasi.
Platforming: Kekuatan Utama Duskfade
Platforming dengan kebebasan untuk bergerak merupakan aspek paling memuaskan dalam Duskfade.
Dari awal permainan, Zirian langsung diberikan kemampuan untuk melakukan double jump dan dodge di udara. Keduanya bisa dilakukan secara kombinasi, dan sangat berdampak kepada eksplorasi di dalam game. Hanya dengan melakukan dua gerakan itu, pemain dapat menempuh jarak yang cukup jauh ketika meloncat.
Apalagi kedepannya, Zirian akan dibekali oleh skill traversal yang lain, seperti grappling hook dan slide. Tambahan skill set ini membuat semua wilayah di dalam game ini bisa dicapai, tidak peduli seberapa jauh. Mencapai collectible yang ditempatkan di lokasi sulit bukan lagi suatu masalah.
Visualisasi dunia di dalam Duskfade juga membuat eksplorasi tidak pernah membosankan. Developer menghadirkan sebuah dunia fantasi penuh dengan warna, dan memberikan sense of wonder. Ditambah lagi, pemain juga bisa menggunakan objek di lingkungan untuk membantu dalam eksplorasi.
Ada stage dimana pemain akan menuruni gua bekas tambang yang masih memiliki batu-batu mulai tertanam di dindingnya. Pada gua ini terdapat semacam tanaman yang bisa berfungsi sebagai trampoline. Ada juga gunung berapi lengkap dengan api dan lahar panas yang menjadi environmental hazard. Untuk stage di pantai, pemain bisa menggunakan semburan air dan bubble untuk meloncat lebih tinggi.
Meski begitu, visual dalam game ini masih memiliki kekurangan. Kami sering mendapatkan beberapa bagian yang desainnya masih kasar dan perlu dipoles lagi.
Hal lain yang perlu mendapat sorotan adalah Zilian tidak bisa berpegangan di pinggiran semua jenis platform, melainkan hanya jenis tertentu yang memiliki garis saja.
Review Duskfade: Hadiah Dari Eksplorasi
Game platforming biasanya memiliki elemen backtracking, tidak terkecuali Duskfade. Bagi tipe pemain purist yang yang ingin mendapatkan seluruh collectible, maka harus rajin untuk kembali mengunjungi stage yang sebelumnya telah diselesaikan. Ada beberapa wilayah yang hanya bisa dicapai dengan skill traversal tertentu
Hadiah eksplorasinya cukup beragam. Pemain bisa menemukan tumpukan crystal yang berfungsi sebagai mata uang in-game. Ada juga collectible berupa roda gigi yang bisa ditukar dengan skill baru.
Pemain juga tidak perlu mengulang jauh untuk mendapatkan collectible yang tertinggal. Setiap stage di dalam Duskfade memiliki beberapa checkpoint yang bisa dijadikan sebagai titik mulai. Game ini juga memiliki banyak save point.
Misalnya ketika pemain jatuh ke jurang karena salah posisi, karakternya akan langsung muncul kembali dekat lokasi sebelum jatuh. Mekanisme ini membuat kegagalan tidak terasa terlalu menghukum.
Sistem Combat Ala Kingdom Hearts
Setiap kali Zirian mulai mengayunkan pedangnya, disitulah kami merasa betapa besar pengaruh Kingdom Hearts ke game ini. Bahkan musuh di dalam game yang dinamai Inkies, memiliki kemiripan dengan Heartless dari seri milik Square Enix itu.
Bagian Combat Duskfade berlangsung dengan cepat, dan melibatkan banyak serangan kombinasi, skill, dan juga dodge. Sayangnya sistem ini masih terasa belum sepenuhnya matang.
Fitur target lock-on lebih sering mengganggu dibandingkan membantu. Apalagi ketika berhadapan dengan musuh yang banyak, dan mereka mulai melempari berbagai proyektil sehingga memenuhi layar. Ketika berada di situasi yang kacau seperti ini, lock-on justru menganggu karena menutupi pandangan.
Justru yang lebih menyenangkan dan menantang adalah pada saat boss fight. Pertarungan ini akan memberikan pengalaman yang lebih menarik, karena tidak hanya sekedar button mashing saja. Setiap boss akan memiliki satu mekanisme unik yang menuntut pemain dalam memahami situasi di arena.
Misalnya ada boss yang bisa memenuhi seluru arena dengan lava. Cara pemain untuk menghindarinya adalah dengan meloncat-loncat antara batu pijakan sambil mencari tombol yang bisa digelantungi dengan grapling hook untuk menurunkan lava. Meski tidak rumit, mekanisme ini memberikan sebuah tantangan tersendiri dan kami menyukainya.
Kesimpulan Review Duskfade
Kesimpulan yang kami dapat setelah memainkan versi review Duskfade di PC adalah game ini bisa menghadirkan sebuah petualangan yang menyenangkan, dan tidak terlalu panjang. Kekuatan utamanya masih di rasa nostalgia, dan juga gameplay platforming yang menguji kemampuan pemain.
Platforming yang disajikan dalam game ini sangat responsif, dengan kemampuan traversal yang terus berkembang. Eksplorasi menjadi tidak pernah membosankan. Ditambah, desain setiap stage yang menarik juga patut diacungi jempol.
Versi PC Duskfade juga sudah dioptimalisasi dengan baik. Selama bermain, kami tidak pernah mengalami masalah teknis. Kami hanya menyarankan untuk menggunakan gamepad agar mendapatkan pengalaman bermain yang lebih menyenangkan.
Sistem combat game ini masih harus dipoles lagi. Tapi setidaknya bagian boss fight sudah cukup menantang. Duskfade menawarkan pengalaman yang layak dicoba bagi mereka yang sedang menunggu petualangan besar berikutnya dari genre platformer.
Duksfade tersedia di PS5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan PC.
*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer
Developer Wild Dog Inc telah mengumumkan Japanese Ramen Simulator, game simulasi pengelolaan kedai ramen yang dapat dimainkan sendiri maupun secara online bersama hingga enam pemain. Game PC ini dijadwalkan memasuki Early Access melalui Steam pada September 2026.
Rencananya developer akan menggelar tahap closed beta sebelum perilisan Early Access pada bulan berikutnya.
Detail Japanese Ramen Simulator
Dalam game ini, pemain nantinya harus menjalankan berbagai pekerjaan di restoran, mulai dari menyiapkan bahan, memasak, melayani pelanggan, hingga mengembangkan kedai ramen sesuai keinginan. Pemain perlu menyiapkan kuah, mi, topping, dan berbagai bahan sebelum memasaknya sesuai pesanan pelanggan.
Sejumlah aspek ikut memengaruhi hasil masakan. Pemain harus memperhatikan tingkat kematangan mi, suhu kuah, aroma, umami, hingga kecepatan penyajian. Setiap susunan topping dalam setiap mangkuk mie juga terlihat berbeda.
Pilihan menunya juga tidak berhenti pada ramen. Pemain dapat memasak gyoza dan rice bowl serta menyediakan minuman seperti bir. Bahkan tingkat kematangan gyoza dan perbandingan antara bir dengan busanya menjadi bagian yang harus diperhatikan ketika menyiapkan pesanan.
Pemain juga diberikan kebebasan mengatur tata letak restoran. Peralatan memasak, furnitur, tempat penyimpanan, hingga dekorasi dapat ditempatkan sesuai kebutuhan. Fitur Custom Design bahkan memungkinkan pemain membuat desain sendiri pada poster dan tirai noren.
Bisa Main Multiplayer hingga Enam Orang
Salah satu fitur utama Japanese Ramen Simulator adalah online co-op yang mendukung hingga enam pemain. Setiap anggota dapat membagi pekerjaan seperti mempersiapkan bahan, memasak, mengantarkan pesanan, melayani pelanggan, dan membersihkan restoran ketika jumlah pesanan mulai meningkat.
Bagi pemain yang lebih suka bermain sendirian, Wild Dog juga menyediakan opsi merekrut pegawai paruh waktu. Dengan cara tersebut, restoran masih dapat dijalankan tanpa harus membentuk tim multiplayer.
Dave Bautista resmi menjadi pemeran Kratos dalam film seri live-action God of War yang sedang dikerjakan oleh Amazon Prime Video bersama Sony. Pemilihan Bautista akhirnya dikonfirmasi langsung setelah pada beberapa hari sebelumnya muncul sebagai rumor.
Dikutip dari Variety, mantan pegulat ini akan menggantikan posisi Ryan Hurst, aktor sebelumnya yang didapuk sebagai Kratos, tapi mengalami cedera robek otot bicep saat produksi. Akibatnya Hurst harus menjalani operasi, dan membuat proses syuting tertunda.
Dave Bautista Gantikan Ryan Hurst sebagai Kratos
Ryan Hurst sendiri diumumkan sebagai Kratos pada Januari 2026 dan bahkan telah memulai proses produksi di Vancouver pada awal tahun ini. Namun, cedera yang dialaminya di lokasi syuting membuat situasi berubah.
Apabila Amazon tetap mempertahankan Hurst sebagai pemeran utama, produksi film baru bisa dilanjutkan pada 2027. Amazon dan Sony akhirnya memutuskan melakukan recasting terhadap karakter Kratos dan Dave Bautista terpilih.
Cerita God of War akan mengambil inspirasi dari dua game terbaru dalam franchise tersebut. Fokusnya berada pada hubungan Kratos dan putranya yang berusia 10 tahun, Atreus. Karakter Atreus tetap akan diperankan oleh Callum Vinson.
Beberapa karakter penting dari God of War juga sudah mendapatkan pemerannya. Max Parker akan menjadi Heimdall, sementara Ólafur Darri Ólafsson berperan sebagai Thor. Mandy Patinkin dipercaya memainkan Odin dan Alastair Duncan menjadi Mimir. Selain itu, Danny Woodburn dan Jeff Gulka akan memerankan dua bersaudara Brok dan Sindri. Ed Skrein turut bergabung sebagai Baldur. Duncan merupakan nama yang cukup familier bagi penggemar karena sebelumnya juga mengisi suara Mimir dalam versi video game.
Buat kamu yang suka game retro, Apidya’ Special akan dijadwalkan meluncur pada 25 Agustus 2026 untuk PS5, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC. Game klasik shoot ’em up ini dibangun ulang sambil mempertahankan identitas game originalnya.
Apidya’ Special Dibangun Ulang Tanpa Emulasi
Proyek remake ini turut melibatkan anggota tim developer asli bersama seorang penggemar Apidya yang kemudian bergabung sebagai developer. Materi dari proyek port konsol pada era 1990-an yang sebelumnya tidak pernah dirilis ke publik juga akan diimplementasi dalam game ini.
Pemain dapat memilih dua gaya tampilan. Opsi pertama menghadirkan format widescreen HD lengkap dengan efek parallax baru. Sementara itu, pemain yang ingin menikmati nuansa klasik dapat menggunakan rasio 4:3 yang dirancang menyerupai pengalaman bermain di komputer rumahan pada 1992.
Nuansa retro juga diperkuat melalui beberapa efek visual opsional. Pengguna dapat mengaktifkan CRT shader, scanline, shadow mask, serta phosphor bloom untuk menciptakan tampilan seperti monitor CRT generasi lama.
Developer juga turut menambahkan kejadian acak selama permainan untuk membuat setiap sesi terasa lebih bervariasi. Salah satunya adalah Night Mode yang dapat mengubah suasana permainan sekaligus menghadirkan sprite musuh baru.
Perubahan besar lainnya hadir melalui mode co-op. Dua pemain kini dapat bermain bersama dalam satu permainan. Player kedua akan mendapatkan karakter pendamping yang memiliki kemampuan serta persenjataan sendiri. Fitur tersebut menjadi salah satu tambahan yang membedakan remake ini dari pengalaman Apidya original.
Pengaturan tingkat kesulitan juga mendapat modernisasi. Opsi aksesibilitas tersebut disiapkan agar pemain baru tetap dapat menikmati permainan tanpa menghilangkan tantangan bagi penggemar lama.
Salah satu bagian penting dari Apidya’ Special adalah musiknya. Komposer legendaris Chris Hülsbeck kembali terlibat dengan menghadirkan versi studio baru dari soundtrack ikonik Apidya.
Riot Games telah membuat keputusan yang kurang menyenangkan untuk 2XKO. Game fighting F2P ini dipastikan tidak lagi dikembangkan di 2027, dimana pada akhir 2026 pengembangan aktif untuk game ini akan resmi dihentikan.
Jumlah Pemain 2XKO Belum Cukup
Dalam keterangan di website resmi, Riot Games menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi jumlah pemain. Menurut Riot, jumlah pemain 2XKO saat ini belum cukup untuk menopang pengembangan jangka panjang.
Untuk mengatasi masalah ini, developer sempat membuat sejumlah update menarik yang mendapatkan respons positif dari komunitas. Namun, peningkatan tersebut tidak menghasilkan perubahan yang cukup besar dan bertahan lama.
Riotjuga telah mempertimbangkan beberapa pilihan. Mulai dari mengurangi ukuran tim, hingga mengubah jadwal update. Tapi pada akhirnya, Riot memilih untuk menyelesaikan konten yang sudah dalam proses produksi dan menghentikan pengembangan aktif di 2026.
Meski pengembangannya akan dihentikan, 2XKO masih mendapatkan sejumlah konten baru. Misalnya kehadiran Lux di patch 1.3.1 pada 8 September 2026,. disusul oleh Samira di Oktober melalui patch 1.3.3 sekaligus menjadi champion terakhir yang ditambahkan ke dalam game.
Riot juga akan mengembalikan uang dari pembelian yang dilakukan hingga 20 Agustus 2026. Setelah update terakhir, server akan tetap tersedia dan game masih dapat dimainkan secara gratis, sampai adanya kebijakan baru.
Keputusan ini juga bukan berarti Riot berhenti mencoba genre baru. Perusahaan mengatakan akan kembali mengeksplorasi berbagai genre, seperti yang dilakukan selama ini.
DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World dijadwalkan meluncur pada 3 Desember 2026 untuk Nintendo Switch 2, Nintendo Switch, PlayStation 5, Xbox Series X|S, Steam, dan Xbox on PC. Khusus versi Steam, game ini dijadwalkan hadir pada 4 Desember 2026.
Witherwood, Negeri yang Perlahan Mati
Dalam DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World, Bianca dan Nera akan mengunjungi Kerajaan Witherwood, sebuah wilayah yang dulunya dikenal subur berkat perlindungan para Archeagles.
Namun, masa kejayaan tersebut kini telah berakhir. Kekuatan kegelapan mulai mencengkeram Witherwood dan menyebabkan kehancuran di berbagai penjuru wilayah. Bersama sejumlah sekutu baru, Bianca dan Nera kemudian berusaha menghadapi ancaman tersebut dan menyelamatkan kerajaan.
Salah satu sumber masalahnya adalah meteocite, kristal yang menyerap keputusasaan masyarakat sekaligus menguras energi kehidupan dari tanah. Kristal-kristal tersebut telah menyebabkan kekacauan di berbagai penjuru dunia.
Menariknya, sosok misterius bernama Thespidor, yang disebut sebagai “showrunner of the darkness below”, merupakan pencipta meteocite. Motif di balik tindakannya masih menjadi misteri, dan ia akan kembali muncul sepanjang perjalanan pemain.
Kenalan dengan Karakter Pendukung di Witherwood
Petualangan Bianca dan Nera tidak hanya akan diisi oleh monster. Mereka juga akan bertemu dengan sejumlah karakter yang memiliki peran masing-masing dalam perjalanan.
Salah satunya adalah King Withers, penguasa Witherwood yang dikenal serius sekaligus dapat diandalkan. Setelah meminta bantuan para protagonis untuk menyelamatkan kerajaannya, sang raja akan melakukan berbagai hal untuk membantu perjalanan mereka. Meski wajahnya selalu terlihat muram, King Withers ternyata memiliki selera humor untuk menghibur rakyatnya.
Ada pula Ed, seorang bocah yang mengaku sebagai “living legend” dalam dunia monster wrangling. Ia pertama kali muncul di Witherwood Castle dan dikenal suka memamerkan kemampuannya kepada para protagonis.
Ed hampir selalu ditemani sahabatnya, Scruffy, seekor monster yang disebut sebagai partner dalam berbagai aksi jahilnya. Scruffy dikatakan berasal dari Pays de l’Oseille dan merupakan sahabat dekat Ed.
Sementara itu, Thespidor menjadi salah satu figur misterius yang patut diperhatikan. Selain menciptakan meteocite, ia disebut sebagai sosok yang akan terus muncul sepanjang petualangan.
Dunia Luas dengan Beragam Bioma
Eksplorasi tampaknya menjadi salah satu bagian utama dalam DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World.
Witherwood akan menjadi basis operasi Bianca dan Nera sebelum mereka berangkat menuju berbagai wilayah. Setiap wilayah memiliki bioma tersendiri dengan area-area yang dapat dijelajahi, termasuk dungeon seperti gua dan menara.
Pemain juga dapat menemukan monster kuat yang ditandai dengan aura merah misterius. Mengalahkan monster tersebut tentu tidak mudah, tetapi jika berhasil membujuknya untuk menjadi sekutu, pemain berpotensi mendapatkan monster yang sangat kuat untuk memperkuat party.
SQUARE ENIX turut memberikan contoh dua wilayah yang akan dikunjungi Bianca dan Nera.
Lushland merupakan dataran yang dipenuhi buah dan sayuran berukuran raksasa. Pemain bahkan dapat menaiki kubis atau labu raksasa untuk melihat kondisi wilayah dari tempat yang lebih tinggi.
Sementara itu, Taiboku menawarkan suasana yang sangat berbeda dengan Witherwood. Wilayah ini dipenuhi hutan bambu dan persawahan, dengan landmark bernama Memory Hall yang penuh jebakan dan trik untuk mengelabui pengunjung.
Waterwing Can Bisa Menghidupkan Kembali Dunia yang Layu
Salah satu mekanisme eksplorasi yang menarik adalah keberadaan Waterwing Can, sebuah artefak misterius yang memiliki kemampuan untuk mengembalikan kehidupan.
Di berbagai penjuru dunia, pemain akan menemukan Roots of Creation dan Lifebuds, sisa-sisa kekuatan Archeagles yang telah kehilangan energi kehidupannya akibat kekuatan kegelapan.
Setelah mendapatkan Waterwing Can, pemain dapat menyiram Roots of Creation yang telah layu. Setelah dipulihkan, lokasi tersebut bisa digunakan sebagai titik Zoom, sekaligus menjadi tempat untuk menyembuhkan monster atau bahkan melakukan synthesis.
Sementara itu, Lifebuds yang kering juga dapat disiram menggunakan Waterwing Can hingga kembali mekar. Memulihkan sejumlah Lifebuds akan memberikan berbagai keuntungan yang dapat membantu perjalanan pemain.
Namun, fungsi Waterwing Can tidak berhenti di sana.
Pemain juga dapat menyiram semak-semak mencurigakan. Dari sana, monster tertentu bisa muncul dan memberikan kesempatan untuk mendapatkan item atau bahkan menemukan monster langka.
Jadi, kalau menemukan sesuatu yang terlihat mencurigakan selama eksplorasi, ada baiknya jangan buru-buru dilewati. Siram saja. Siapa tahu isinya monster langka.
Monster Wrangler Juga Bisa Menantang Pemain
Eksplorasi dunia juga dapat mempertemukan pemain dengan monster wrangler yang berada di dekat Root of Life.
Mereka akan menantang pemain dalam pertarungan. Jika berhasil mengalahkannya, pemain akan memperoleh hadiah yang menarik untuk mendukung perjalanan selanjutnya.
Dengan begitu, dunia dalam DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World bukan sekadar tempat untuk berpindah dari satu cerita ke cerita berikutnya. Berbagai rahasia, monster, dungeon, sumber daya, dan tantangan tersebar di dalamnya sehingga eksplorasi menjadi bagian penting dari perkembangan pemain.
Kapan DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World Dirilis?
DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World akan dirilis pada 3 Desember 2026 untuk:
Nintendo Switch 2
Nintendo Switch
PlayStation 5
Xbox Series X|S
Steam
Xbox on PC
Khusus versi Steam, tanggal rilis yang tercantum dalam media kit adalah 4 Desember 2026. Game ini merupakan RPG untuk satu pemain, meskipun tersedia fitur online dan fitur multiplayer tertentu. Untuk menggunakan fitur multiplayer, setiap pemain diwajibkan memiliki salinan game masing-masing.
Game ini juga akan tersedia dalam Standard Edition, Digital Deluxe Edition, dan Collector’s Edition, dengan sejumlah DLC digital seperti The Mega Mole Hole DLC, Monster Marathons DLC, Metallic Ring DLC, The Scout Run VIP Card DLC, serta DLC 4-Item Set.
Menariknya, media kit juga mencantumkan jajaran staf utama yang terlibat dalam proyek ini, termasuk Yuji Horii sebagai General Director, Akira Toriyama sebagai Character Designer, serta Koichi Sugiyama sebagai Music Composer. Pengembangan dan desain ditangani oleh SQUARE ENIX bersama TOSE.
Dengan dunia yang luas, monster-monster baru untuk ditemukan, karakter pendukung yang beragam, serta mekanisme Waterwing Can yang memungkinkan pemain memulihkan bagian dunia yang telah layu, DRAGON QUEST MONSTERS: The Withered World tampaknya ingin memberikan petualangan monster-wrangling yang tidak hanya berpusat pada pertarungan, tetapi juga eksplorasi dan penemuan rahasia.
Dan dengan tanggal rilis 3 Desember 2026, para penggemar DRAGON QUEST MONSTERS tinggal menunggu beberapa bulan lagi sebelum bisa memasuki dunia Witherwood.