Sega dan Atlus resmi mengumumkan game RPG terbaru dari franchise Persona, yaitu Persona 4 Revival dan Persona 6, dipastikan hadir di konsol Nintendo Switch 2. Persona 4 Revival dijadwalkan meluncur pada 20 Mei 2027. Sedangkan Persona 6 masih diracik oleh Atlus.
Detail Baru Persona 4 Revival
Sega dan Atlus juga telah mengumumkan akan digelarnya acara Persona 4 Revival TV: The Characters & New Moments with the Gang”. Acara ini akan ditayangkan pada tanggal 20 September mendatang.
Acara ini akan mengulas lebih dalam tentang para anggota Investigation Team yang mendampingi karakter utama dalam membongkar kasus pembunuhan berantai. Pemain juga akan diperkenalkan dengan mekanisme baru dalam menjalin hubungan relasi sosial antar karakter.
Game eksplorasi untuk anak Bluey’s Happy Snaps akan meluncur tanggal 15 Oktober 2026 di berbagai platform. Game ini juga akan mendapatkan versi fisik untuk PS5, Nintendo Switch, dan Switch 2 pada 26 November 2026 setelah peluncuran edisi digitalnya.
Petualangan Seru di Bluey’s Happy Snaps
Bluey’s Happy Snaps dirancang untuk merangsang rasa ingin tahu serta kreativitas anak-anak melalui petualangan fotografi interaktif. Pemain akan diajak menemani karakter Bluey dan Bingo dalam perjalanan liburan keluarga menggunakan kamera tua milik sang ayah.
Lewat sudut pandang kamera tersebut, pemain bebas menjelajahi rumah keluarga Bluey hingga lokasi ikonik di sekitar kota Brisbane untuk mengambil foto, menghias buku kenangan, serta menemukan berbagai kejutan menarik.
Selain eksplorasi solo, game ini juga menghadirkan fitur local co-op yang memungkinkan dua pemain berpetualang bersama dalam satu layar. Pemain kedua bisa bergabung untuk ikut berpose dalam foto atau ikut menjelajahi lingkungan sekitar, sementara pemain utama bertindak sebagai fotografer di balik kamera.
Setelah absen cukup lama, seri Onimusha akhirnya kembali melalui Onimusha: Way of the Sword. Game terbaru dari Capcom ini membawa perubahan besar dengan meninggalkan gaya klasiknya, dan tampil dengan pendekatan modern.
Meski punya kemasan baru, Onimusha: Way of the Sword tetap mempertahankan identitasnya. Seperti Ubisoft dengan Assassin’s Creed, game ini masih memadukan sejarah dan mitologi Jepang, dengan tema fantasi yang didasarkan pada setan dan iblis.
Kami sudah memainkan versi review Onimusha: Way of the Sword di PC dengan durasi waktu permainan lebih dari 10 jam. Kami pun juga sudah mencoba demo dari game ini. Sebagai gamer yang dulu sempat memainkan seri kedua dan ketiga, harapan kami sangat besar dengan Onimusha: Way of the Sword.
Berikut adalah pengalaman dan kesan yang kami dapatkan selama memainkan gamenya.
Musashi Miyamoto
Ketika Capcom mengumumkan game ini akan menampilkan Miyamoto Musashi sebagai karakter utamanya, kami bisa merasakan jika Capcom tidak akan main-main dalam merepresentasikannya di dalam game.
Bagaimana tidak, ia adalah sosok legendaris sekaligus pendekar pedang terhebat sepanjang sejarah Jepang. Ketenarannya pun tidak hanya di dalam negeri, melainkan sampai ke luar negeri. Capcom tidak bisa main-main.
Presentasi Musashi di dalam game patut diacungi jempol. Mulai dari desain wajahnya yang mengambil inspirasi dari aktor legendaris Jepang, Toshiro Mifune. Kualitas karakternya juga diperkuat dengan pengisi suara Yoshimasa Hosoya untuk versi bahasa Jepang, yang menurut kami adalah versi yang paling sempurna.
Penggunaan wajah aktor sebetulnya bukanlah hal baru bagi seri Onimusha. Sebelumnya franchise ini juga pernah menghadirkan karakter berdasarkan aktor terkenal seperti Jean Reno. Namun, baru di game ini representasi karakter terasa lebih realistis.
Tidak cuma muka, kepribadian Musashi juga berhasil dimunculkan. Ia digambarkan sebagai seorang pendekar yang sangat percaya diri dan sombong, namun polos. Kepribadiannya semakin menonjol berkat teknologi facial capture yang membuat ekspresi wajah menjadi lebih detail. Perubahan wajah ekspresi Musashi yang bervariasi membuatnya terasa lebih hidup.
Review Onimusha: Way of the Sword: Invasi Genma di Kyoto
Cerita dari Onimusha: Way of the Sword dimulai ketika Musashi tiba di Kyoto Timur pada era Edo, dengan tujuan membuktikan dirinya sebagai pendekar terhebat. Setelah memenangkan duel melawan salah satu pemimpin dojo, perjalanan Musashi diganggu oleh kedatangan Genma.
Karena masih manusia biasa, Musashi tidak bisa memenangkan pertarungan melawan pasukan Genma yang menyerangnya. Ia pun tewas, dan bertemu dengan sosok pria misterius di alam baka yang memberikan Oni Gauntlet kepadanya. Ia pun bangkit kembali, menghabisi Genma yang menyerangnya, lalu memulai perjalanan untuk menghilangkan Oni Gauntlet.
Ya, kamu tidak salah baca. Protagonis Onimusha: Way of the Sword bukanlah sosok pahlawan yang ingin menyelamantkan dunia. Musashi justru ingin terbebas dari kekuatan tersebut. Baginya, seorang samurai sejati harus mengandalkan kemampuan pedangnya sendiri, bukan mengandalkan kekuatan di luar kemampuannya.
Prinsip ini akan selalu ditegaskan selama cerita berjalan. Meski begitu, alur cerita Onimusha: Way of the Sword tidak memiliki narasi yang kompleks. Alurnya lebih berfungsi sebagai penghubung dari satu misi ke misi lain. Begitu pula dengan cerita side quest yang mengikuti pola malas game RPG: Pergi ke titik A, habisi monster atau ambil item B, lalu kembali ke pemberi quest C untuk menerima hadiahnya.
Dunia yang Lebih Gelap
Wilayah Kyoto sebagai latar dijadikan sebagai area semi open world. Setelah menjalankan beberapa misi pertama, pemain akan dibawa ke Rokudo Temple yang berfungsi sebagai main hub. Setelah bisa keluar dari lokasi itu, pemain dapat menjelajahi sebagian wilayah Kyoto yang mengalami infestasi Genma.
Menurut kami, keputusan developer untuk menghadirkan dunia semi open world sudah tepat. Musuh akan selalu spawn, dan pemain tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk menemukan mereka. Pencarian harta karun tersembunyi juga menjadi mudah berkat fitur radar Oni Gauntlet.
Hal yang aneh adalah perilaku warga Kyoto yang sepertinya tidak khawatir hidup berdampingan dengan Genma, yang secara terang-terangan memakan daging manusia. Misalnya ketika membebaskan wilayah Kiyomizu-zaka Slope dari kabut setan yang berbahaya, warga sekitar berani berbicara di luar rumah tanpa perlindungan. Mungkin seharusnya developer menambah beberapa NPC yang berfungsi sebagai penjaga untuk menjaga rasa imersif dalam game.
Menjelajahi Kyoto memang awalnya menarik, tapi lama-kelamaan jadi membosankan. Semua tempat akan memiliki struktur dan desain yang sama. Justru yang menarik adalah stage terpisah dari dunia tersebut. Misalnya Genma Laboratory yang menonjolkan sisi horor game, mulai dari atmosfirnya hingga bentuk Genma yang dilawan.
Berbicara soal Genma, desain monster di Onimusha: Way of the Sword lebih gelap dan mengerikan dari semua seri Onimusha yang sudah pernah kami mainkan. Genma seperti Hitotsume Gasa yang merupakan foot soldier tidak lagi berbentuk tengkorak dengan armor seperti di seri sebelumnya. Lalu ada Byakue, monster yang berbentuk seperti kera dengan kapak raksasa yang sangat annoying.
Way of the Sword
Fokus utama Onimusha: Way of the Sword adalah sistem combat. Capcom berhasil menciptakan formulanya sendiri yang berada ditengah-tengah game dengan aksi cepat dan stylish seperti Devil May Cry, dengan yang mengedepankan strategi seperti game Soulslike. Onimusha: Way of the Sword memiliki teknik permainan yang kompleks. Namun pada sisi lain, game ini juga tidak menghukum pemain secara ekstrem.
Musashi akan dilengkapi oleh berbagai macam teknik pedang. Serangan biasa dibagi menjadi dua, yaitu quick dan heavy. Keduanya bisa dikombinasikan secara fleksibel sebagai serangan combo.
Selain menyerang, pemain juga harus memahami pola serangan musuh. Disinilah teknik seperti block, parry, dan deflect akan berperan banyak.
Baik parry maupun deflect dibuat untuk menghabiskan stamina musuh. Ketika staminanya habis, musuh akan kelelahan dan pemain berkesempatan untuk memberikan finisher yang memiliki damage besar.
Saat bertarung melawan boss, kedua teknik ini bisa diandalkan untuk menghabiskan stamina. Ketika tidak bisa bergerak, pemain bisa memilih bagian tubuh mana yang bisa dihancurkan. Efeknya adalah boss itu akan kehilangan salah satu tekniknya, membuatnya lebih mudah untuk dihabisi.
Khusus untuk parry, teknik ini juga bisa digunakan untuk membangkitkan Blazing State, dimana pedang Musashi akan menyala berwarna biru. Dalam kondisi ini serangan Musasahi akan memberikan damage lebih besar, sekaligus menguras stamina lebih banyak. Musuh yang terkena parry juga akan menampilkan animasi yang unik dan menarik untuk dilihat.
Parry dan deflect adalah makanan utama kami. Setiap kali melawan musuh biasa atau boss, kami akan berusaha membaca pola serangan agar timing untuk counter attack pas. Ketika sudah hapal, pertarungan akan menjadi lebih mudah.
Issen dan Oni Armaments
Teknik klasik Onimusha yaitu Issen ada di dalam game. Teknik ini memungkinkan Musashi untuk membunuh musuh biasa secara instan hanya dengan menggunakan 1 kali serangan saja. Â Iseen bahkan bisa dibuat menjadi serangan berantai, membuat Musashi bisa menghabisi kelompok musuh dengan 1 kali serangan. Namun eksekusi teknik sangat sulit. High risk, big reward.
Seiring cerita berjalan, Musashi akan mendapatkan senjata spesial yang dinamai Oni Armaments. Senjata ini memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang menjadi serangan combo, ada juga yang menjadi serangan area. Oni Armaments bisa diganti-ganti secara instan saat bertarung melalui fitur quick swap yang sangat efisien.
Oni Armaments tidak bisa dipakai secara terus-terusan, melainkan harus diisi energinya dengan menggunakan orb berwarna biru. Berbicara mengenai orb, orb yang berwarna merah digunakan sebagai mata uang. Pemain bisa menggunakannya untuk membeli item, atau mengupgrade peralatan Musashi.
Review Onimusha: Way of the Sword Dari Segi Teknis
Onimusha: Way of the Sword merupakan game yang demanding di PC. Kamu memerlukan PC paling tidak dengan Intel Core i5 dan RTX seri 30 untuk memainkan game ini di level recommended.
PC yang kami gunakan untuk memainkan game ini adalah CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB, dengan frame rate yang kami batasi di 60. Selama bermain kami tidak pernah mengalami masalah teknis dan FPS tetap stabil meski saat cutscene atau berada dalam momen yang ramai.
Pilihan setting untuk grafis game ini juga sudah lengkap. Onimusha: Way of the Sword memiliki fitur ray-tracing dan juga frame interpolation. Jika PC yang digunakan memadai, memainkan game ini dengan setting grafis tertinggi akan sangat memanjakan mata.
Kesimpulan Review Onimusha: Way of the Sword
Kesimpulan review Onimusha: Way of the Sword adalah game ini berhasil sebagai comeback untuk salah satu franchise lawas milik Capcom. Bayangkan, fans harus menunggu 20 tahun untuk bisa menikmati lanjutan dari seri utama Onimusha. Penantian lama ini menurut kami sangat sangat sangat terbayarkan dengan apa yang disajikan.
Meski tidak terlalu menonjol dari segi cerita, Onimusha: Way of the Sword menghadirkan sistem combat yang kompleks dan memuaskan. Kualitas grafis yang disajikan juga perlu diacungi jempol, membuktikan RE Engine memang jempolan.
Karakter Musashi yang diracik dengan sangat detail, juga ikut memberikan dimensi baru pada Onimusha: Way of the Sword. Prinsip yang ia anut membuktikan jika tidak semua pahlawan memiliki niat yang tulus untuk melawan kejahatan. Ada juga yang seperti Musashi, terjebak dalam situasi.
Setelah penantian panjang, Onimusha: Way of the Sword membuktikan bahwa franchise ini masih memiliki tempat di era modern.
Onimusha: Way of the Sword tersedia di PS5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan PC.
*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer
Hideo Kojima membawa kabar mengejutkan mengenai proyek game action espionage terbarunya, Physint. PlayStation yang awalnya merupakan pendukung utama dari proyek ini telah menyatakan mundur, dan membatalkan kolaborasinya dengan Kojima untuk pengerjaan Physint.
Untungnya Kojima bergerak cepat dan dapat menemukan pendukung baru. Pendukung ini tidak lain adalah rival dari PlayStation, yaitu Xbox.
Keputusan pembatalan itu diterima oleh Kojima Productions sejak pertengahan Juni lalu. Meski sempat kehilangan mitra utama,
Perjalanan Proyek Physint yang Berujung Batal
Kojima telah menjelaskan kronologi pembatalan kerjasama antara Kojima Productions dan PlayStation di X.
Ia mengakui jika kabar pembatalan ini cukup mendadak, yaitu sekitar pertengahan bulan Juli. Selama tiga bulan terakhir, ia berjuang keras mencari mitra baru yang memiliki mitra baru. Proses pencarian tersebut membuahkan hasil setelah Xbox bersedia menjalin kerja sama untuk melanjutkan proses produksi Physint.
Pihak PlayStation juga merilis pernyataan resmi mengenai penghentian kolaborasi ini. Mereka menyatakan bahwa keputusan untuk mundur dari proyek Physint diambil setelah melalui pertimbangan yang sangat matang. Meski demikian, PlayStation Studios menegaskan tetap menaruh rasa hormat yang tinggi terhadap visi besar milik Hideo Kojima.
Sony dan PlayStation mulai menggembor-gemborkan Physint pada acara State of Play 2024. Game ini dirancang sebagai game action espionage generasi baru yang memadukan elemen interaktif dengan kualitas visual layaknya film. Pengembangannya melibatkan teknologi termutakhir serta talenta terbaik. Sayangnya visi ini tidak teraliasi bersama dengan PlayStation.
Kemenangan Xbox?
Kerjasama baru dengan Hideo Kojima ini merupakan sebuah kemenangan besar bagi Microsoft dan Xbox. Nama Hideo Kojima dan reputasinya bisa ikut mendorong pertumbuhan dari Xbox sendiri. Belum lagi Kojima tidak hanya mengerjakan satu game saja, melainkan dua game eksklusif. Selain Physint, ia juga membuat game berjudul OD bersama dengan Xbox.
Dalam keterangan di websitenya, CEO Xbox Asha Sharma menyambut baik keputusan Kojima. Sharma merasa terhormat karena Kojima telah memilih Xbox sebagai rumah baru bagi pengembangan proyek tersebut. Menurutnya, ambisi Kojima untuk mendobrak konvensi industri game sangat sesuai dengan komitmen kreativitas yang ingin terus didukung oleh Xbox.
Sekarang gamer hanya tinggal menunggu, mana yang akan rilis lebih dulu. Apakah OD atau justru Physint.
Bandai Namco Entertainment Asia resmi mengumumkan Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale, sebuah game rhythm dan puzzle action-adventure yang dikembangkan oleh Metronomik. Mengusung dunia penuh warna yang terinspirasi dari keberagaman budaya dan kuliner Asia Tenggara, game ini dijadwalkan meluncur pada 2027.
Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale akan hadir untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch 2, dan PC melalui Steam. Seluruh platform mendapatkan versi digital, sementara edisi fisik dan digital untuk PS5 serta Nintendo Switch 2 juga akan tersedia di kawasan Asia Tenggara.
Kisah Kaya untuk Menjadi Seorang Worldbuilder
Dalam Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale, pemain akan mengikuti perjalanan Kaya, seorang gadis yang memiliki impian untuk menjadi Worldbuilder, sama seperti kedua orang tuanya.
Namun, untuk mendapatkan sertifikasi tersebut, Kaya harus terlebih dahulu melewati sebuah ujian. Ia ditugaskan untuk mengumpulkan seluruh Giants yang tersebar di berbagai penjuru dunia dan melakukan Renewal Ritual guna menghidupkan kembali cita rasa dunia.
Perjalanan tersebut menjadi lebih dari sekadar sebuah misi. Kaya akan menjalani kisah coming-of-age yang hangat dan menyentuh, dengan tema keluarga, keberanian, serta menemukan jati diri.
Spoon dan Ondeh Jadi Kunci Petualangan
Dalam menjalankan misinya, Kaya tidak sendirian. Ia dibekali Spoon andalannya serta kekuatan unik dari Ondeh.
Kedua elemen tersebut akan digunakan untuk berinteraksi dengan lingkungan, menyelesaikan berbagai puzzle, sekaligus menghadapi makhluk-makhluk unik yang menghalangi perjalanan.
Pemain nantinya akan mempelajari kemampuan Ondeh dan memanfaatkannya untuk membuka berbagai kemungkinan baru dalam eksplorasi. Dengan begitu, kemampuan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme gameplay, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Kaya.
Musik Menjadi Jantung Gameplay
Salah satu aspek paling menarik dari Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale adalah bagaimana musik dan ritme menjadi bagian inti dari gameplay.
Elemen rhythm akan berpadu dengan eksplorasi, pemecahan puzzle, hingga pertarungan. Pemain harus mengikuti tempo untuk menjelajahi dunia, membuka jalur baru, serta memperkuat kemampuan Kaya.
Dengan konsep tersebut, setiap ketukan bukan sekadar musik latar, tetapi memiliki peran dalam membentuk perjalanan pemain.
Setiap beat memiliki arti.
Ritme akan memandu eksplorasi, memengaruhi puzzle, sekaligus membantu pemain menghadapi berbagai situasi selama petualangan.
Dunia Fantasi yang Terinspirasi Budaya Asia Tenggara
Metronomik membawa identitas Asia Tenggara sebagai salah satu fondasi utama dunia Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale.
Pemain akan menjelajahi berbagai wilayah dengan desa-desa penuh warna, lanskap indah, serta lokasi tersembunyi yang menyimpan berbagai kejutan.
Setiap wilayah juga dirancang dengan identitas budaya yang berbeda. Tradisi, cita rasa lokal, dan musik akan menjadi bagian dari dunia yang Kaya kunjungi.
Pendekatan ini membuat game tidak hanya menawarkan petualangan fantasi, tetapi juga sebuah perjalanan melintasi dunia yang terinspirasi dari keragaman budaya Asia Tenggara.
Petualangan, Puzzle, dan Pertarungan dalam Satu Paket
Sebagai game bergenre rhythm & puzzle action-adventure, Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale menggabungkan beberapa elemen gameplay.
Pemain akan melakukan eksplorasi, memecahkan puzzle menggunakan kemampuan Ondeh, mengikuti ritme musik, hingga menghadapi berbagai musuh unik dengan menggunakan Spoon milik Kaya.
Semua elemen tersebut dirancang untuk saling terhubung, sehingga perjalanan Kaya terasa seperti sebuah petualangan yang terus berkembang.
Rilis 2027 untuk PS5, Xbox Series, Switch 2, dan PC
Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale dijadwalkan hadir pada 2027 untuk PS5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch 2, dan PC melalui Steam.
Versi digital akan tersedia di seluruh platform, sedangkan pemain di Asia Tenggara juga dapat memperoleh edisi fisik untuk PS5 dan Nintendo Switch 2.
Dengan perpaduan rhythm gameplay, puzzle, eksplorasi, pertarungan, serta dunia yang terinspirasi dari budaya Asia Tenggara, Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale menjadi salah satu game yang menarik untuk dipantau menjelang peluncurannya.
KONAMI resmi mengumumkan Yu-Gi-Oh! TAG FORCE GX, remake dari RPG kartu populer Yu-Gi-Oh! GX TAG FORCE 3. Membawa visual modern, sistem Duel yang diperbarui, serta nostalgia era anime Yu-Gi-Oh! GX, game ini dijadwalkan meluncur pada 16 Februari 2027 untuk PC melalui Steam, Nintendo Switch 2, dan Nintendo Switch.
Pre-order untuk ketiga platform tersebut juga sudah dibuka. Masing-masing versi menawarkan bonus khusus bagi para Duelist yang melakukan pemesanan lebih awal.
Kembali ke Duel Academy dengan Tampilan Modern
Yu-Gi-Oh! TAG FORCE GX dibangun kembali dari Yu-Gi-Oh! GX TAG FORCE 3, salah satu game yang cukup populer di kalangan penggemar Yu-Gi-Oh!.
Dalam game ini, pemain akan kembali menjalani tahun terakhir mereka di Duel Academy. Salah satu daya tarik utamanya adalah sistem Tag Dueling, di mana pemain dapat memilih partner dan bertarung sebagai pasangan untuk menghadapi lawan.
KONAMI menghadirkan lebih dari 100 karakter dengan visual yang telah ditingkatkan, sehingga karakter-karakter dari era Yu-Gi-Oh! GX dapat tampil lebih modern tanpa meninggalkan nuansa nostalgianya.
Lebih dari 3.800 Kartu untuk Dirangkai Menjadi Deck
Salah satu bagian terpenting dalam Yu-Gi-Oh! TAG FORCE GX tentu saja adalah Duel.
Game ini menghadirkan lebih dari 3.800 kartu, termasuk sejumlah kartu favorit penggemar yang tidak tersedia dalam Yu-Gi-Oh! GX TAG FORCE 3 versi original.
Pemain dapat membangun Deck sesuai gaya bermain masing-masing dan merancang berbagai strategi untuk mengalahkan lawan.
Dengan jumlah kartu yang besar tersebut, pemain memiliki ruang yang luas untuk bereksperimen dengan kombinasi kartu dan strategi baru.
Kehidupan di Duel Academy Tidak Hanya soal Duel
Selain pertarungan kartu, Yu-Gi-Oh! TAG FORCE GX juga mengajak pemain menikmati kehidupan sebagai siswa di Duel Academy.
Pemain dapat menjelajah, melakukan investigasi, serta mengikuti berbagai aktivitas ekstrakurikuler melalui mini-game baru maupun mini-game yang diperbarui.
Elemen tersebut membuat pengalaman bermain tidak hanya berfokus pada Duel, tetapi juga memberikan kesempatan untuk menikmati sisi kehidupan sekolah yang menjadi bagian penting dari identitas Yu-Gi-Oh! GX.
Ada Multiplayer Online untuk Tag Duel dan 1v1
Bagi pemain yang ingin menguji kemampuan melawan Duelist lain, Yu-Gi-Oh! TAG FORCE GX menyediakan fitur Online Multiplayer.
Pemain dapat memasuki Casual Duel atau Room Match untuk memainkan dua jenis pertandingan, yakni Tag Duel maupun Duel 1v1.
Dengan demikian, pengalaman Tag Dueling tidak hanya dapat dinikmati bersama karakter dalam game, tetapi juga bersama pemain lain secara online.
Gallery Mode Hadirkan Nostalgia TAG FORCE
KONAMI juga menyiapkan Gallery Mode untuk para penggemar lama.
Mode ini memungkinkan pemain kembali menikmati berbagai adegan cerita dari Yu-Gi-Oh! GX TAG FORCE dan Yu-Gi-Oh! GX TAG FORCE 2.
Fitur tersebut menjadi tambahan menarik bagi pemain yang sudah mengikuti seri TAG FORCE sejak era sebelumnya.
Bonus Pre-Order Berbeda di Setiap Platform
KONAMI juga menyiapkan sejumlah bonus untuk pemain yang melakukan pre-order Yu-Gi-Oh! TAG FORCE GX.
Untuk versi Nintendo Switch 2 dan Nintendo Switch eShop, pemain akan mendapatkan kode Yu-Gi-Oh! MASTER DUEL yang berisi:
Digital Card Yubel
Digital Card Wicked Canon
Digital Card Hope for the Future
Winged Kuriboh Mate
Sementara itu, versi Steam memberikan bonus berupa wallpaper dan icon.
Bonus digital eShop tersebut hanya tersedia di negara atau wilayah yang mendukung Yu-Gi-Oh! MASTER DUEL. KONAMI juga menyebutkan bahwa Yu-Gi-Oh! MASTER DUEL saat ini belum tersedia di Thailand.
Edisi Fisik Bawa Tiga Kartu Spesial
Menariknya, pemain yang membeli edisi fisik Nintendo Switch 2 atau Nintendo Switch akan mendapatkan tiga kartu khusus dari Yu-Gi-Oh! OFFICIAL CARD GAME.
Tiga kartu tersebut adalah:
Yubel – Prismatic Secret Rare Yubel kembali dengan artwork alternatif baru yang menjadi salah satu bonus menarik bagi kolektor.
Wicked Canon – Ultra Rare Kartu ini melakukan debutnya dalam bentuk fisik setelah pertama kali muncul dalam anime Yu-Gi-Oh! GX.
Hope for the Future – Ultra Rare Kartu baru yang menghadirkan kekuatan Elemental HERO Neos.
Dua di antara tiga kartu tersebut mendapatkan debut fisiknya sekitar 20 tahun setelah pertama kali muncul dalam anime Yu-Gi-Oh! GX.
Bisa Dicoba di Tokyo Game Show 2026
Sebelum dirilis secara resmi pada Februari 2027, para penggemar akan mendapatkan kesempatan untuk mencoba Yu-Gi-Oh! TAG FORCE GX secara langsung di Tokyo Game Show.
Event tersebut berlangsung pada 17–21 September 2026, sekaligus menjadi kesempatan bagi para Duelist untuk merasakan kembali sistem Tag Dueling yang menjadi ciri khas game ini.
Yu-Gi-Oh! TAG FORCE GX Rilis 16 Februari 2027
Yu-Gi-Oh! TAG FORCE GX dijadwalkan meluncur pada 16 Februari 2027 untuk Steam, Nintendo Switch 2, dan Nintendo Switch.
Dengan visual yang diperbarui, lebih dari 3.800 kartu, lebih dari 100 karakter, multiplayer online, mini-game, serta berbagai elemen nostalgia dari era Yu-Gi-Oh! GX, game ini tampaknya ditujukan untuk dua kelompok sekaligus: pemain baru yang ingin mengenal kembali dunia Duel Academy dan penggemar lama yang memiliki kenangan dengan seri TAG FORCE.
Pre-order sudah tersedia untuk versi PC Steam serta Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2, baik secara digital maupun fisik untuk platform yang mendukungnya.
SQUARE ENIX resmi merilis CRISIS CORE –FINAL FANTASY VII– REUNION untuk Nintendo Switch 2. Game RPG yang menjadi bagian penting dari semesta FINAL FANTASY VII ini kini dapat dimainkan secara digital di konsol terbaru Nintendo.
Versi fisik CRISIS CORE –FINAL FANTASY VII– REUNION untuk Nintendo Switch 2 dijadwalkan menyusul pada 23 September 2026.
Kehadiran game ini menjadi semakin menarik karena CRISIS CORE –FINAL FANTASY VII– REUNION membawa pemain menyaksikan peristiwa yang menjadi salah satu bagian penting sebelum kisah FINAL FANTASY VII REVELATION, yang disebut sebagai entri ketiga sekaligus penutup dari seri remake FINAL FANTASY VII.
Remake dengan Visual HD yang Lebih Modern
CRISIS CORE –FINAL FANTASY VII– REUNION bukan sekadar port dari game klasik. Versi ini menghadirkan perombakan visual secara menyeluruh untuk memberikan pengalaman yang lebih modern.
SQUARE ENIX melakukan overhaul grafis HD terhadap model karakter, antarmuka pengguna (UI), hingga latar belakang dunia game. Dengan demikian, berbagai elemen yang sebelumnya hadir dalam gaya visual generasi lama kini mendapatkan tampilan yang lebih detail.
Game ini juga dilengkapi pengisi suara penuh dalam bahasa Jepang dan Inggris, sehingga berbagai adegan cerita dapat terasa lebih hidup.
Sistem Pertarungan Action RPG Diperbarui
Selain visual, sistem pertarungan juga mendapatkan pembaruan.
SQUARE ENIX menghadirkan sistem action combat yang diperbarui dan dibuat lebih praktis, sehingga pertarungan terasa lebih dinamis. Pemain juga dapat memicu Limit Breaks dan Summons selama pertempuran.
Pembaruan tersebut memberikan pengalaman bermain yang lebih modern tanpa menghilangkan identitas utama CRISIS CORE sebagai game action RPG.
Menyaksikan Awal Mula Kisah FINAL FANTASY VII
Bagi penggemar FINAL FANTASY VII, CRISIS CORE –FINAL FANTASY VII– REUNION memiliki peran penting karena membawa pemain menyaksikan berbagai peristiwa yang menjadi bagian dari rangkaian awal kisah besar FINAL FANTASY VII.
Dengan hadirnya versi Nintendo Switch 2, pemain yang ingin mengikuti perjalanan tersebut kini dapat menikmatinya melalui konsol terbaru Nintendo dengan visual HD, voice acting penuh, serta sistem pertarungan yang telah diperbarui.
Game ini juga menjadi salah satu judul yang dapat dimainkan menjelang kehadiran FINAL FANTASY VII REVELATION, yang disebut SQUARE ENIX sebagai babak ketiga dan terakhir dari proyek remake FINAL FANTASY VII.
Tersedia Digital, Versi Fisik Menyusul
CRISIS CORE –FINAL FANTASY VII– REUNIONsudah tersedia secara digital di Nintendo Switch 2. Sementara itu, pemain yang lebih menyukai koleksi fisik harus menunggu sedikit lebih lama karena versi fisiknya akan diluncurkan pada 23 September 2026.
Selain Nintendo Switch 2, CRISIS CORE –FINAL FANTASY VII– REUNION juga tersedia di berbagai platform lainnya.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai game ini, kunjungi SQUARE ENIX Asia
Kabar baik bagi penggemar DRAGON QUEST. SQUARE ENIX resmi merilis Dragon Quest Heroes: Torneko’s Mystery Dungeon -Classic HD- untuk berbagai platform. Remaster dari spin-off klasik yang sebelumnya hanya pernah dirilis di Jepang ini kini dapat dimainkan secara global.
Game tersebut tersedia untuk Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC melalui Steam.
Spin-Off DRAGON QUEST yang Akhirnya Hadir di Luar Jepang
Dragon Quest Heroes: Torneko’s Mystery Dungeon -Classic HD- merupakan versi remaster dari game spin-off DRAGON QUEST yang pertama kali dirilis pada 1993.
Game ini berfokus pada Torneko, sang pedagang senjata yang dikenal dari DRAGON QUEST IV. Dalam petualangannya, Torneko mengejar impian untuk memiliki toko item terbesar di dunia.
Untuk mewujudkan impian tersebut, pemain harus membantu Torneko menjelajahi berbagai dungeon berbahaya, mengumpulkan harta karun, kemudian membawa hasil temuannya kembali untuk mengembangkan tokonya.
Menariknya, game ini menjadi salah satu judul yang dianggap berperan dalam mempopulerkan genre roguelike di Jepang.
Hadir dengan Visual HD dan Berbagai Peningkatan
Sesuai namanya, Classic HD membawa peningkatan visual sehingga tampilan game klasik tersebut kini dapat dinikmati dengan presentasi HD.
Dunia game yang bergaya seperti buku cerita juga mendapatkan sentuhan khas Naoki Ikushima, seniman yang dikenal melalui ilustrasi kemasan DRAGON QUEST III HD-2D Remake serta DRAGON QUEST I & II HD-2D Remake.
Selain peningkatan visual, versi remaster ini turut menghadirkan video pembuka baru serta sejumlah peningkatan kualitas permainan (quality-of-life improvements).
Khusus versi Steam, SQUARE ENIX juga menambahkan fitur interaktif untuk streaming yang tidak tersedia pada platform lainnya.
Setiap Gerakan Bisa Memicu Serangan Musuh
Meskipun tampil menawan, petualangan Torneko bukan berarti mudah.
Dungeon dalam game terus berubah dan dipenuhi berbagai bahaya. Setiap kali pemain mengambil tindakan—baik bergerak, menyerang, maupun menggunakan item—monster juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan serangan.
Artinya, pemain harus mempertimbangkan setiap langkah dengan matang. Salah mengambil keputusan dapat membuat Torneko berada dalam situasi berbahaya, terutama ketika berhadapan dengan banyak monster sekaligus.
Mengalahkan monster akan memberikan experience point yang dapat digunakan untuk menaikkan level Torneko. Semakin kuat Torneko, semakin besar pula peluang pemain untuk bertahan di dungeon dan membawa pulang harta yang dibutuhkan untuk mengembangkan toko.
Petualangan yang Bisa Dimainkan Berulang Kali
Salah satu daya tarik utama Dragon Quest Heroes: Torneko’s Mystery Dungeon -Classic HD- adalah dungeon yang terus berubah. Hal ini membuat setiap perjalanan terasa berbeda dan memberikan alasan bagi pemain untuk kembali menjelajah.
Tujuan utamanya sederhana: masuk ke dungeon, menemukan harta karun, lalu keluar dengan selamat.
Namun, proses untuk mencapainya membutuhkan strategi. Pemain harus mengatur pergerakan, memanfaatkan item dengan tepat, meningkatkan kekuatan Torneko, sekaligus mempertimbangkan risiko sebelum mengambil setiap tindakan.
Dengan struktur tersebut, game menawarkan pengalaman roguelike yang dapat dimainkan berulang kali.
Trailer Terbaru Ikut Dirilis
Bersamaan dengan peluncurannya, SQUARE ENIX juga merilis release trailer terbaru untuk Dragon Quest Heroes: Torneko’s Mystery Dungeon -Classic HD-.
Selain itu, video pembuka (Opening Movie) juga telah diperlihatkan untuk memberikan gambaran mengenai petualangan Torneko.
Kini Bisa Dimainkan di Nintendo Switch 2 hingga PC
Dengan perilisan ini, penggemar di luar Jepang akhirnya mendapatkan kesempatan untuk memainkan salah satu spin-off DRAGON QUEST klasik yang sebelumnya tidak pernah dirilis secara internasional.
Bagi penggemar RPG klasik maupun pemain yang menyukai gameplay roguelike, petualangan Torneko menawarkan kombinasi menarik antara eksplorasi dungeon, pertarungan berbasis giliran, pengelolaan item, dan sistem perkembangan karakter.
Informasi lebih lanjut mengenai game ini dapat ditemukan melalui SQUARE ENIX Asia.
Catatan: Ketersediaan game di masing-masing toko dapat berbeda berdasarkan wilayah, begitu pula waktu perilisan. Pemain disarankan memeriksa toko regional masing-masing untuk informasi terbaru.
SQUARE ENIX resmi membuka pre-order FINAL FANTASY VII REVELATION untuk Nintendo Switch 2. Game ini disebut sebagai babak penutup yang tak terlupakan sekaligus klimaks dari salah satu proyek paling ambisius dalam sejarah video game.
Kehadiran opsi pre-order di Nintendo Switch 2 menjadi kabar menarik bagi para penggemar yang menantikan kelanjutan sekaligus akhir dari proyek FINAL FANTASY VII yang telah dikembangkan SQUARE ENIX.
FINAL FANTASY VII REVELATION Hadir di Berbagai Platform
Selain Nintendo Switch 2, FINAL FANTASY VII REVELATION juga akan tersedia untuk berbagai platform lainnya. SQUARE ENIX memastikan game ini akan dirilis di:
PlayStation 5
Nintendo Switch 2
Xbox Series X|S
PC melalui Steam
PC melalui Epic Games Store
Xbox on PC
Dengan dukungan lintas platform tersebut, pemain memiliki cukup banyak pilihan untuk menikmati game terbaru dalam proyek FINAL FANTASY VII.
Pre-Order Nintendo Switch 2 Sudah Dibuka
Bagi pengguna Nintendo Switch 2 yang sudah tidak sabar untuk memainkan FINAL FANTASY VII REVELATION, SQUARE ENIX kini telah membuka pre-order.
Namun, detail mengenai harga, bonus pre-order, serta informasi lebih lanjut mengenai masing-masing versi platform tidak dijelaskan dalam pengumuman ini. SQUARE ENIX mengarahkan pemain untuk melihat informasi berdasarkan platform melalui situs resmi mereka.
Perlu diperhatikan bahwa ketersediaan game di masing-masing toko dapat berbeda tergantung wilayah. Waktu perilisan juga dapat berbeda di setiap wilayah, sehingga pemain disarankan memeriksa toko digital regional masing-masing untuk informasi terbaru.
Penutup Proyek Besar FINAL FANTASY VII
SQUARE ENIX menggambarkan FINAL FANTASY VII REVELATION sebagai finale dari salah satu proyek paling ambisius dalam sejarah video game. Dengan demikian, game ini memiliki posisi penting bagi keseluruhan proyek FINAL FANTASY VII yang tengah dibangun perusahaan.
Bagi penggemar yang memainkan seri ini sejak awal, kehadiran FINAL FANTASY VII REVELATION tentu menjadi salah satu rilisan yang patut diperhatikan. Terlebih, versi Nintendo Switch 2 kini sudah memasuki tahap pre-order.
Informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan FINAL FANTASY VII REVELATION di setiap platform dapat dilihat melalui situs resmi SQUARE ENIX Asia.
SQUARE ENIX resmi mengumumkan tanggal rilis Romancing SaGa 3: Destinies United, remake HD dari RPG klasik yang mengandalkan sistem Freeform Scenario. Game ini dijadwalkan meluncur pada 16 Februari 2027 untuk Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, PlayStation 5, Xbox Series X|S, serta PC melalui Xbox on PC dan Steam.
Versi Steam sendiri dijadwalkan tersedia pada 17 Februari 2027. Saat ini, Romancing SaGa 3: Destinies United sudah dapat dipesan di seluruh platform yang mendukungnya.
Remake HD dengan Sistem Freeform Scenario
Dikembangkan oleh tim di balik Trials of Mana dan Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven, Romancing SaGa 3: Destinies United menghadirkan kembali RPG turn-based klasik dengan visual yang telah diperbarui dalam resolusi HD.
Salah satu daya tarik utamanya adalah sistem Freeform Scenario, mekanisme khas seri Romancing SaGa yang memungkinkan keputusan pemain memengaruhi jalannya petualangan.
Dengan sistem tersebut, pemain tidak sekadar mengikuti cerita dalam urutan yang telah ditentukan. Pemain dapat menentukan wilayah yang ingin dikunjungi, cerita yang ingin diikuti, hingga urutan dalam menghadapi musuh-musuh utama.
Hasilnya, setiap permainan berpotensi memberikan pengalaman yang berbeda.
Delapan Pahlawan dengan Takdir Berbeda
Cerita Romancing SaGa 3: Destinies United berlangsung di dunia yang berada dalam siklus bencana kosmik bernama Rise of Morastrum. Fenomena ini terjadi setiap 300 tahun dan menyebabkan kematian seluruh orang yang lahir pada tahun tersebut, kecuali satu orang yang dikenal sebagai Child of Destiny.
Lebih dari satu dekade setelah bencana terakhir, ancaman kembali muncul.
Four Sinistrals kembali dengan tujuan membuka kembali Abyss Gates dan membawa kehancuran bagi dunia. Untuk menghadapi ancaman tersebut, pemain dapat memilih salah satu dari delapan pahlawan yang terikat oleh takdir.
Perjalanan mereka tidak harus mengikuti jalur yang sama. Pemain bebas menentukan wilayah yang dikunjungi, cerita yang dijalani, serta kapan harus menghadapi Four Sinistrals.
Kebebasan inilah yang menjadi salah satu fondasi utama pengalaman bermain Romancing SaGa 3: Destinies United.
Visual HD dan Pengisi Suara Bahasa Jepang serta Inggris
Sebagai remake, game ini mendapatkan sejumlah peningkatan presentasi. Romancing SaGa 3: Destinies United menawarkan visual HD baru, sementara musik klasik karya komposer legendaris Kenji Ito tetap dipertahankan.
Selain komposisi original, terdapat pula versi aransemen baru yang dibuat di bawah pengawasan Kenji Ito untuk remake ini.
Tidak hanya itu, berbagai adegan event kini hadir dengan voice acting penuh dalam bahasa Jepang dan Inggris, memberikan pengalaman naratif yang lebih hidup dibandingkan versi klasiknya.
Hadir dalam Berbagai Versi
Romancing SaGa 3: Destinies United akan tersedia di:
Nintendo Switch
Nintendo Switch 2
PlayStation 5
Xbox Series X|S
Xbox on PC
Steam
Game ini dijadwalkan rilis pada 16 Februari 2027, sementara versi Steam menyusul pada 17 Februari 2027. Waktu peluncuran dan ketersediaan di masing-masing toko digital dapat berbeda tergantung wilayah.
Digital Deluxe Edition Tawarkan Konten Tambahan
SQUARE ENIX juga menyiapkan Digital Deluxe Version bagi pemain yang menginginkan konten tambahan.
Edisi ini mencakup game utama serta sejumlah konten digital tambahan berupa:
Kostum tambahan
Peralatan tambahan
Fitur untuk mengganti Battle BGM
Formasi
Item untuk mini-game Business dan War Mode
Menariknya, pemain yang membeli Digital Deluxe Version sebelum perilisan juga akan mendapatkan akses lebih awal hingga 72 jam sebelum tanggal rilis resmi.
Artinya, pemain yang melakukan pre-order edisi tersebut berpotensi memainkan game lebih cepat dibandingkan jadwal peluncuran resminya.
Romancing SaGa 3 Kembali dengan Kebebasan Bermain yang Lebih Modern
Dengan kombinasi visual HD, pengisi suara penuh, musik klasik dan aransemen baru dari Kenji Ito, serta sistem Freeform Scenario yang memberikan kebebasan menentukan perjalanan, Romancing SaGa 3: Destinies United tampaknya ditujukan untuk dua kelompok pemain sekaligus.
Penggemar versi klasik dapat kembali menikmati dunia Romancing SaGa 3 dengan presentasi yang lebih modern, sementara pemain baru mendapatkan kesempatan untuk mengenal salah satu RPG turn-based klasik SQUARE ENIX melalui versi remake.
Romancing SaGa 3: Destinies United akan dirilis pada 16 Februari 2027, dengan versi Steam menyusul pada 17 Februari 2027.
Informasi Resmi
Informasi lebih lanjut mengenai game ini dapat ditemukan melalui SQUARE ENIX Asia