Home Blog Page 5

ASUS TUF Gaming 16 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Dari Rp27 Juta

0
ASUS TUF Gaming 16 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Dari Rp27 Juta

ASUS TUF Gaming 16 (FX610) resmi diluncurkan di Indonesia. Laptop gaming ini ditujukan bagi mahasiswa hingga profesional muda.

Laptop ini menggabungkan prosesor Intel Core HX generasi ke-14, GPU NVIDIA GeForce RTX 50 Series, kemampuan upgrade yang luas, serta ketahanan berstandar militer untuk menunjang kebutuhan gaming, pekerjaan kreatif, dan pemrosesan berbasis AI.

Performa ASUS TUF Gaming 16

Sektor performa menjadi salah satu fokus utama ASUS TUF Gaming 16. ASUS menawarkan pilihan prosesor Intel Core i7-14650HX dengan delapan performance-core dan delapan efficient-core atau Intel Core i5-14450HX.

Keduanya kemudian dipasangkan dengan pilihan GPU NVIDIA GeForce RTX 50 Series. Varian yang tersedia mencakup GeForce RTX 5050, RTX 5060, hingga RTX 5070.

Khusus RTX 5050, GPU tersebut menawarkan kemampuan AI hingga 440 TOPS dengan TGP mencapai 85W pada mode Turbo. Laptop ini juga mempunyai Total Platform Performance atau TPP hingga 105W untuk kombinasi performa CPU dan GPU.

Konfigurasinya terdiri dari porsi daya 35W untuk CPU dan 70W untuk GPU. Ruang thermal tersebut membuat laptop ini dapat menangani beragam penggunaan berat seperti memainkan game AAA, melakukan editing video, hingga menjalankan workload berbasis AI.

Dukungan teknologi NVIDIA juga memungkinkan pengguna memanfaatkan DLSS 4 dengan Multi-Frame Generation untuk kebutuhan gaming maupun rendering yang kompatibel.

Laptop ini hadir dengan RAM 16GB DDR5-5600 dan menyediakan satu slot SO-DIMM tambahan. Pengguna nantinya dapat meningkatkan kapasitas RAM hingga 64GB sesuai kebutuhan.

Untuk penyimpanan, konfigurasi awal menggunakan SSD 512GB PCIe 4.0 NVMe M.2. ASUS juga menyediakan satu slot M.2 2280 tambahan dengan dukungan ekspansi penyimpanan hingga 2TB.

Bagian layar menggunakan panel berukuran 16 inci dengan resolusi WUXGA 1920 x 1200 piksel. Refresh rate 144Hz disiapkan untuk memberikan pengalaman visual yang lebih mulus ketika memainkan game dengan frame rate tinggi.

Panel tersebut mempunyai cakupan warna 100% sRGB dan tingkat kecerahan hingga 300 nits. Spesifikasi ini juga membuat layar dapat digunakan untuk pekerjaan kreatif seperti editing foto maupun video.

Screen-to-body ratio mencapai 86 persen untuk memaksimalkan luas area tampilan tanpa membuat ukuran bodi semakin besar.

ASUS turut menggunakan engsel yang dapat dibuka hingga 180 derajat sehingga layar bisa direbahkan rata ketika diperlukan untuk presentasi atau kolaborasi. Bobot perangkat berada di kisaran 2,2 kg.

Sistem Pendingin Senyap

Performa tinggi tentu membutuhkan sistem pendingin yang mampu menjaga temperatur komponen. ASUS membekali laptop ini dengan teknologi Thermal Equilibrium yang menggabungkan dua kipas serta tiga heat pipe berbahan tembaga.

Sistem tersebut bertugas mendistribusikan panas dari komponen penting agar CPU dan GPU dapat mempertahankan performanya ketika digunakan untuk bermain game atau melakukan rendering dalam waktu panjang.

Ketahanan Military-Grade untuk Mobilitas Tinggi

Tidak hanya mengejar spesifikasi, ASUS turut memberikan perhatian pada durabilitas perangkat. Laptop gaming ini telah melewati pengujian standar militer MIL-STD-810H.

Serangkaian pengujian tersebut mencakup vibrasi, ketinggian, guncangan, serta paparan suhu tinggi dan rendah. Pengujian dibuat untuk mensimulasikan berbagai kondisi yang mungkin dialami perangkat ketika digunakan atau dibawa bepergian.

@playcubic.com

ASUS TUF Gaming 16 (FX610), laptop gaming dengan standar militer telah hadir di Indonesia. Tidak cuma tahan banting, laptop ini juga dipersenjatai @asusrog.id dengan performa yang powerfull. Processor yang digunakan dimulai dari Intel Core i5 sampai dengan yang tertinggi i7, dan kartu grafis yang ditanam GeForce RTX 5050 sampai dengan RTX 5070. Untuk RAM bawaan 16GB yang bisa diperluas sampai dengan 64GB. Layar berukuran 16 inci yang bisa dibuka sampai dengan 180 derajat. Untuk ukuran laptop gaming, ASUS TUF Gaming 16 masih tergolong enak untuk dibawa-bawa dengan berat sekitar 2,2 kg. Dengan semua spesifikasi ini, ASUS TUF Gaming 16 tidak cuma hanya ditujukan untuk bermain game, tapi juga untuk mengerjakan aktivitas harian. Gimana menurutmu? #Gaming #GamingLife #LaptopGaming #ASUSTUFGaming16 #ASUSROG

♬ Fighters – OctaSounds

Konektivitas yang tersedia mencakup USB Type-A, USB Type-C dengan DisplayPort dan Power Delivery, HDMI, serta RJ45 LAN. Pengguna juga mendapatkan dukungan pengisian melalui USB Type-C hingga 100W dengan fitur fast charging.

Garansi Internasional dan ASUS VIP Perfect Warranty

ASUS memberikan perlindungan purnajual untuk membantu penggunaan perangkat dalam jangka panjang.

Setiap pembelian mendapatkan garansi internasional selama dua tahun. ASUS juga menyertakan dua tahun ASUS VIP Perfect Warranty atau ADP yang turut memberikan perlindungan terhadap kerusakan akibat kelalaian penggunaan sesuai ketentuan layanan yang berlaku.

Dukungan ini menjadi bagian dari program No.1 Quality & Service yang ditawarkan ASUS Indonesia kepada konsumen.

Harga dan Ketersediaan

ASUS menyediakan lima konfigurasi ASUS TUF Gaming 16 (FX610) di pasar Indonesia.  Berikut daftar harga seluruh variannya:

  • FX610JH – Intel Core i5-14450HX / RTX 5050: Rp27.999.000
  • FX610JH – Intel Core i7-14650HX / RTX 5050: Rp30.499.000
  • FX610JM – Intel Core i5-14450HX / RTX 5060: Rp30.499.000
  • FX610JM – Intel Core i7-14650HX / RTX 5060: Rp31.999.000
  • FX610JP – Intel Core i7-14650HX / RTX 5070: Rp35.999.000

Seluruh varian sudah tersedia melalui channel resmi ASUS di Indonesia mulai 3 September 2026.

CODE VEIN II: DLC Mask of Idris Meluncur 9 September, Bawa Pemain ke Dunia yang Telah Terlupakan

0

Bandai Namco Entertainment Asia mengumumkan tanggal rilis Mask of Idris, DLC berbayar terbaru untuk game action RPG eksplorasi dramatis CODE VEIN II. Ekspansi ini akan membawa pemain menuju Forsaken World, sebuah dunia alternatif yang terbentuk dari hasrat dan emosi berbagai dunia yang telah lenyap akibat perubahan sejarah.

CODE VEIN II: Mask of Idris dijadwalkan meluncur pada 9 September 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC melalui Steam. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Bandai Namco juga merilis trailer rekap yang memperlihatkan petualangan baru yang menanti para pemain di Forsaken World.

Masuki Forsaken World dalam Mask of Idris

Mask of Idris merupakan konten post-game yang membawa kisah CODE VEIN II ke sebuah dunia yang berbeda dari perjalanan utama.

Forsaken World terbentuk dari pertemuan berbagai hasrat dan emosi yang berasal dari dunia-dunia yang telah menghilang akibat perubahan sejarah. Di pusat dunia alternatif tersebut terdapat sebuah spindle raksasa yang terus berputar, yang secara konstan menyerap emosi dari berbagai waktu dan ruang.

Masalahnya, fenomena tersebut kini mulai mengancam dunia nyata.

Dalam konflik baru ini, pemain akan bertemu dengan Liv Voda, sosok penjaga waktu dan ruang yang memiliki kepribadian penuh semangat dan tidak gentar dalam pertempuran.

Kehadiran Liv Voda menjadi salah satu elemen baru yang akan menemani pemain dalam mengungkap misteri Forsaken World sekaligus menghadapi ancaman yang muncul dari dunia tersebut.

Syarat Memainkan DLC Mask of Idris

Karena Mask of Idris merupakan konten setelah cerita utama, pemain tidak bisa langsung mengakses ekspansi ini sejak awal permainan.

Untuk memulai campaign baru tersebut, pemain harus terlebih dahulu:

  • Mencapai ending “Luna Fraterna” dalam cerita utama CODE VEIN II.
  • Menyelesaikan sub-mission “Valentin’s Request”.

Setelah kedua persyaratan tersebut terpenuhi, pemain dapat memulai petualangan Mask of Idris dan menjelajahi Forsaken World.

Free Update Version 2.0 Juga Hadir

Peluncuran Mask of Idris juga akan ditemani Free Update Version 2.0.

Pembaruan gratis ini akan menghadirkan berbagai peningkatan serta konten tambahan. Salah satu tambahan yang disebutkan Bandai Namco adalah kemampuan untuk menjelajahi dunia setelah cerita utama bersama partner.

Dengan demikian, pemain tidak hanya mendapatkan konten baru melalui DLC berbayar, tetapi juga akan memperoleh sejumlah tambahan gameplay melalui update gratis.

Bandai Namco menyatakan bahwa informasi lebih lanjut mengenai Free Update Version 2.0 dan konten baru lainnya akan diumumkan kemudian.

CODE VEIN II Mengajak Pemain Mengubah Sejarah

Sebagai game action RPG eksplorasi, CODE VEIN II membawa pemain ke dunia distopia masa depan yang telah mengalami kehancuran akibat sebuah peristiwa bernama Resurgence.

Manusia bertahan hidup berkat Revenants, makhluk abadi yang memiliki kemampuan menyerupai vampir. Namun, kemunculan Luna Rapacis secara tiba-tiba membuat para Revenants berubah menjadi makhluk kanibal tanpa kesadaran.

Kondisi tersebut membawa dunia semakin dekat dengan kehancuran.

Pemain berperan sebagai seorang Revenant Hunter yang ditugaskan menyelamatkan dunia. Bersama seorang gadis muda, protagonis harus melakukan perjalanan 100 tahun ke masa lalu untuk mencoba mengubah jalannya sejarah.

Konsep perjalanan waktu menjadi salah satu fondasi utama gameplay CODE VEIN II. Pemain dapat menjelajahi versi masa lalu dan masa kini dari sebuah dunia yang dapat dieksplorasi, sekaligus menghadapi berbagai musuh berbahaya bersama partner.

Mask of Idris Jadi Babak Baru Setelah Cerita Utama

Dengan Mask of Idris, CODE VEIN II memperluas kisahnya melalui sebuah dunia alternatif yang lahir dari perubahan sejarah.

Forsaken World menawarkan latar yang berbeda sekaligus memperkenalkan ancaman baru yang berpotensi memengaruhi dunia nyata. Ditambah kehadiran Liv Voda serta dukungan Free Update Version 2.0, DLC ini menjadi kelanjutan bagi pemain yang telah menyelesaikan perjalanan utama CODE VEIN II.

CODE VEIN II: Mask of Idris akan dirilis pada 9 September 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC melalui Steam.

Game Roguelite 2.5D Port of Jumanah Angkat Tema Penyelam Mutiara di Arab

0
Game Roguelite 2.5D Port of Jumanah Angkat Tema Penyelam Mutiara di Arab

Port of Jumanah, game action roguelite 2.5D yang memadukan pertarungan cepat, eksplorasi bawah laut, karakter penuh warna, serta humor absurd, telah mendapat tanggal rilis. Game ini akan tersedia tanggal 7 September 2026 di PS5 dan PC.

Demo untuk gamenya sudah tersedia.

Port of Jumanah Angkat Tradisi Penyelam Mutiara Jazirah Arab

Game buatan Red Dune Games dan Agate ini mengambil inspirasi dari tradisi penyelaman mutiara kuno di kawasan Jazirah Arab dan mengikuti perjalanan Mansour, seorang penyelam mutiara yang tanpa sengaja melepaskan masalah besar setelah membuka kerang raksasa hitam misterius.

Tindakan tersebut justru melepaskan berbagai masalah ke dunia bawah laut. Mansour kemudian harus mencari kembali mutiara hitam misterius yang berkaitan dengan kejadian tersebut demi menyelamatkan lautan.

Dari sisi gameplay, Port of Jumanah mengandalkan sistem pertarungan roguelite 2.5D yang berlangsung cepat di bawah permukaan laut. Sebelum melakukan penyelaman, pemain perlu mempersiapkan perlengkapan yang sesuai dengan tantangan yang akan dihadapi.

Pilihan senjata, gadget, hingga anggota kru menjadi bagian penting dalam menentukan loadout sebelum memulai setiap ekspedisi. Setiap wilayah juga memiliki guardian kuat yang menunggu pada bagian akhir. Pemain harus mengalahkan mereka untuk melanjutkan perjalanan sekaligus mendekati tujuan utama Mansour dalam memulihkan kondisi lautan.

Setelah menyelesaikan penyelaman, pemain dapat kembali menuju pelabuhan. Area tersebut berfungsi sebagai tempat untuk menemukan berbagai cerita, menyelesaikan quest, serta melakukan persiapan sebelum kembali menuju laut.

Bagaimana menurutmu?

Action RPG Blades of Mirage Angkat Tema Asia Tenggara

0
Blades of Mirage gameplay 2

Blades of Mirage, game action RPG isometrik garapan Agate dan diterbitkan Red Dunes Games menawarkan petualangan dengan dunia yang mengambil inspirasi dari budaya serta mitologi Asia Tenggara.

Dalam game ini, pemain mengikuti perjalanan Mira, seorang pengembara yang menjelajahi dunia yang telah terpecah.

Blades of Mirage Tawarkan Combat dan Eksplorasi

Blades of Mirage gameplay

Salah satu elemen utama Blades of Mirage terletak pada sistem combat. Pemain dapat mengembangkan gaya bermain melalui kombinasi senjata, skill, dan rune yang digunakan selama permainan.

Rune berfungsi sebagai salah satu elemen kustomisasi yang memungkinkan pemain menyesuaikan kemampuan berdasarkan strategi masing-masing. Sistem ini membuat pertarungan tidak harus selalu sama, karena pemain dapat mencoba kombinasi berbeda saat menghadapi musuh. Mira sendiri memiliki kemampuan untuk memanipulasi air menjadi berbagai bentuk senjata.

Pertarungan bukan satu-satunya fokus Blades of Mirage. Pemain juga akan menjelajahi berbagai pulau yang menyimpan reruntuhan, rahasia, serta relic. Lingkungannya mengambil inspirasi dari kepulauan dan mitologi Asia Tenggara. Beberapa memerlukan kemampuan pemain dalam memecahkan puzzle.

Agate juga telah menggunakan masukan komunitas untuk diimplementasi ke dalam game. Salah satu adalah dua tingkat kesulitan. Mode standar dirancang untuk pemain yang mencari pertarungan lebih menantang dengan penekanan pada presisi, kesabaran, dan pemilihan waktu ketika menyerang maupun menghindar.

Sementara itu, tersedia juga mode casual untuk pemain yang menginginkan pengalaman lebih mudah. Mode tersebut menghadirkan beberapa penyesuaian termasuk animation cancel yang membuat alur aksi terasa lebih cepat dan fleksibel.

Demo dari Blades of Mirage saat ini sudah tersedia di Steam.

Siaran Penerbit KONAMI PRESS START Kembali pada 3 September; Siaran Langsung Tersedia di Kanal YouTube, Twitch, dan X KONAMI

0

Konami Digital Entertainment Limited (KONAMI) hari ini mengumumkan siaran langsung serentak untuk program informasi resmi penerbit, “KONAMI PRESS START”, yang akan ditayangkan di seluruh dunia mulai pukul 23.00 HKT pada Kamis, 3 September.

“KONAMI PRESS START” adalah program informasi yang menghadirkan kabar terbaru mengenai judul-judul mendatang* dan game KONAMI yang saat ini telah tersedia. Dalam siaran ini, KONAMI akan menyampaikan informasi mengenai jajaran terbarunya, termasuk SILENT HILL: Townfall (rilis 24 September), Castlevania: Belmont’s Curse (rilis 15 Oktober), dan RPG Rev. NOiR yang baru-baru ini diumumkan, disertai cuplikan gameplay terbaru serta pesan video dari para pengembang.

Beberapa cuplikan hanya akan ditayangkan secara eksklusif dalam program ini. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan seluruh kabar terbaru dari KONAMI dalam satu tayangan.

  *Tidak akan ada pengumuman mengenai remake SILENT HILL.

Saksikan siaran lengkapnya secara langsung di YouTube, Twitch, dan X. Siaran ulang oleh penggemar diizinkan dengan menggunakan tagar #KonamiPressStart

Untuk informasi selengkapnya mengenai siaran KONAMI PRESS START, kunjungi https://www.konami.com/games/konami-press-start/en-gb/

Battle Theme Baru Persona 4 Revival Muncul

0
Battle Theme Baru Persona 4 Revival Muncul

Sega dan Atlus telah merilis battle theme baru untuk Persona 4 Revival. Berjudul “Prime Time Golden Hour Show”, lagu ini sekarang bisa didengarkan melalui berbagai layanan streaming musik.

“Prime Time Golden Hour Show” merupakan salah satu battle theme baru yang disiapkan untuk Persona 4 Revival.  Selain itu, Atlus juga telah menyiapkan battle theme lain berjudul “Reach Out To The Truth -Revival-”. Rencananya lagu baru ini juga akan diperdengarkan ke umum pada waktu mendatang.

Tren merilis lagu soundtrack game sudah merupakan tradisi bagi Atlus. Pada peluncuran Persona 3 Reload, Atlus juga menyiapkan lagu battle theme baru “It’s Going Down Now”, yang sempat viral dan ikut membantu mempopulerkan gamenya.

Persona 4 Revival dijadwalkan meluncur pada 18 Februari 2027. Game ini akan tersedia di Xbox Series, PS5, serta PC.

Tablet Gaming Infinix XPAD 30 Pro Segera Hadir

0
Tablet Gaming Infinix XPAD 30 Pro Segera Hadir

Tablet gaming Infinix XPAD 30 Pro akan segera diperkenalkan di Indonesia. Tablet ini membawa kombinasi layar besar, performa tinggi, serta baterai berkapasitas besar. Cocok untuk mahasiswa dan profesional muda yang membutuhkan tablet serbaguna.

Tablet Gaming dengan Layar Besar

Infinix XPAD 30 Pro akan membawa layar berukuran 11 inci dengan resolusi 2.5K sebagai salah satu fitur unggulannya. Area layar yang luas dirancang untuk memberikan pengalaman penggunaan yang lebih nyaman ketika membaca materi, menyusun presentasi, mengikuti kelas, menonton konten, maupun bermain game.

Resolusi 2.5K juga membuat tampilan visual dapat terlihat lebih detail. Kehadiran layar besar tersebut menjadi salah satu aspek yang ditonjolkan Infinix untuk menjawab kebutuhan pengguna yang merasa layar smartphone terlalu terbatas untuk produktivitas, tetapi tidak selalu ingin membawa laptop dalam setiap aktivitas.

Chipset MediaTek Helio G200 Ultimate

Infinix XPAD 30 Pro akan ditenagai MediaTek Helio G200 Ultimate. Chipset ini disiapkan untuk memberikan pengalaman penggunaan yang responsif saat tablet dipakai untuk belajar, multitasking, menikmati konten hiburan, maupun menjalankan game.

Penggunaan Helio G200 Ultimate menjadi salah satu bagian penting dalam positioning XPAD 30 Pro sebagai Tablet Gaming sekaligus perangkat produktivitas. Infinix ingin perangkat tersebut dapat digunakan sepanjang hari tanpa membatasi pengguna hanya pada satu jenis aktivitas.

Harga, pilihan varian, serta spesifikasi lengkap tablet akan diungkap bersamaan dengan peluncuran tanggal 8 September 2026.

Review Apidya’ Special (PC): Bukan Lebah Biasa

0
Review Apidya' Special thumbnail

Ada banyak game klasik yang namanya masih terus dibicarakan puluhan tahun setelah dirilis. Namun, Apidya agak sedikit berbeda. Dirilis untuk platform Amiga di awal 90-an, game ini tidak pernah mencapai popularitas di genre scrolling shooter.

Sekarang, game tersebut mendapat kesempatan kedua melalui Apidya’ Special yang dibuat oleh Team Apidya dan ININ. Tidak cuma sekedar dibuat melalui emulasi sederhana, game ini dikembangkan dari konsep yang dahulu sempat direncanakan, tapi tidak pernah selesai. Sejumlah anggota developer asli juga kembali terlibat dalam pengerjaannya.

Hasilnya adalah sebuah game klasik yang mempertahankan karakteristik aslinya, tetapi dibekali cukup banyak penyempurnaan dan optimalisasi agar bisa dinikmati pemain modern.

Inilah pengalaman yang kami rasakan setelah memainkan versi review Apidya’s Special di PC.

Serangga Tempur

Review Apidya' Special lebah tempur

Berbeda dengan game shoot’em up lain pada masanya yang menggunakan pesawat, Apidya’ Special mencoba tema out-of-the-box dengan mengadaptasi dunia serangga. Pemain akan mengendalikan Icaro, yang berubah menjadi seekor lebah untuk menyelamatkan istrinya yang diracuni oleh musuhnya. Konsep ini mungkin terdengar aneh, tetapi justru inilah yang menjadi identitas Apidya.

Cerita di Apidya’ Special hanyalah pelengkap, dan lebih berfungsi sebagai alasan untuk menyelesaikan setiap level, sampai ke boss terakhir, dan menyelesaikan game. Kamu bisa juga mengabaikan ceritanya dan fokus hanya ke gameplay.

Bertarung di Rawa Sampai Got

Review Apidya's Special salah satu boss

Apidya’ Special memiliki lima level dengan tema yang berbeda-beda. Mulai dari padang rumput, rawam hingga saluran pembuangan. Desain musuh sangat kreatif dan terkadang benar-benar aneh. Pemain bisa berhadapan dengan ikan Pike raksasa lengkap dengan lintah yang menembaki proyektil. Ada juga boneka rusak yang entah bagaimana bisa menambakkan laser dari matanya.

Semua elemen ini dikemas dengan gaya visual retro pixel art era 8-bit dan 16-bit, tentunya dengan pilihan yang sudah disesuaikan dengan zaman sekarang. Pemain dapat menikmati grafis HD dalam format widescreen atau beralih ke rasio klasik 4:3. Perubahan ini bisa dilakukan dengan menekan satu tombol secara langsung saat bermain. Dari pengalaman kami selama memainkan versi review Apidya’ Special, fitur ini cukup berguna.

Game ini juga menyediakan beberapa pilihan filter CRT bagi pemain yang menginginkan sensasi nostalgia yang lebih dalam.

Review Apidya’ Special: Gameplay Tidak Ada Ampun

Review Apidya' Special proyektil musuh

Dari segi gameplay, Apidya’ Special tidak memberikan sesuatu yang revolusioner untuk genre shoot’em up. Mungkin bedanya hanyalah di game ini pemain menggunakan lebah, bukan pesawat tempur.

Sistem power-up merupakan elemen penting dalam gameplay, karena ini satu-satunya cara agar lebah kalian bisa bertahan hidup lebih lama. Musuh tertentu dapat menjatuhkan bunga yang bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan. Pemain bisa memperoleh shield, beam yang lebih kuat, bom, drone, atau senjata yang bisa menembak separuh layar.

Jika lebah pemain hancur, maka kekuatan yang sudah didapat akan hilang. Pemain harus kembali mengulang prosesnya dari awal. Meski sederhana, punishment ini membuat game menjadi menantang bagi gamer yang memang menyukai genrenya. Tapi bagi yang tidak, sistem ini akan menjadi barrier yang membuat game ini menjadi tidak menyenangkan.

Review Apidya' Special power up

Untungnya developer sudah menambahkan fitur-fitur yang bisa membuat Apidya’ Special bisa lebih diterima oleh mereka yang mungkin baru mencoba. Tingkat kesulitan bisa dipilih dari Normal, sampai Practice yang paling mudah. Sistem checkpoint dan continue juga bisa ditambah agar tidak cepat game over. Bahkan jika mau, pemain bisa mengaktifkan cheat mode atau god mode.

Meski sudah dilengkapi dengan fitur-fitur tersebut, Apidya’ Special tetap sulit. Pola serangan musuh sulit diprediksi hingga hitbox yang aneh. Ancaman juga tidak hanya datang dari musuh. Dinding, dan berbagai elemen lingkungan juga dapat mengakhiri permainan, jika pemain lengah.

Kesimpulan Review Apidya’ Special

Kesimpulan yang kami dapat setelah memainkan versi review Apidya’ Special adalah formula game klasik mungkin tidak bisa diterima oleh semua orang. Namun, bagi mereka yang memang menyukainya, Apidya’ Special merupakan ajang nostalgia.

Fondasi game ini masih sangat old-school, yaitu berusaha bertahan hidup di lima level, menggunakan item power-up, sambil menghindari hujan proyektil musuh dalam game yang masih mempertahankan gaya visual pixel art retro. Intinya game ini tidak memberi banyak ruang untuk melakukan kesalahan. Elemen inilah yang bisa menjadi penghalang terbesar bagi pemain baru.

Adanya berbagai pilihan aksesibilitas mungkin bisa mengurangi masalah tersebut secara signifikan. Tapi seperti yang kami sudah jelaskan sebelumnya, Apidya’ Special berasal dari genre niche. Perlu kecintaan dan juga kesabaran untuk bisa menerima game ini.

Apidya’ Special tersedia di PS5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan PC.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

Nyobain Monster Hunter Outlanders: Kami Terkesan

0
Garena Jadi Publisher Monster Hunter Outlanders di Indonesia

Akhirnya kami bisa menjajal spin-off terbaru dari game Monster Hunter, yaitu Monster Hunter Outlanders. Seperti yang sudah kamu ketahui, Garena akan menjadi penerbit dari game mobile ini yang nantinya akan rilis di Indonesia.

Berikut adalah kesan dan pengalaman yang kami rasakan selama memainkan gamenya.

Monster Hunter Tapi di Mobile

Monster Hunter Outlanders cutscene intro

Dikerjakan oleh Timi Studio, Monster Hunter Outlanders Memiliki inti cerita yang kurang lebih sama dengan game originalnya. Pemain akan bermain sebagai Hunter yang bertugas untuk melindungi manusia dari serangan monster berukuran ekstra besar, sekaligus menjaga ekosistem di suatu wilayah agar tetap seimbang.

Mekanismenya pun sama. Setelah mengalahkan monster yang diburu, pemain bisa mengambil bagian monsternya lewat sistem carving dan reward. Berbagai material yang didapatkan, bisa digunakan bahan untuk membuat senjata serta armor dengan kemampuan yang berbeda-beda. Kemampuan ini bisa disesuaikan dengan gaya bermain yang disukai oleh pemain.

Monster Hunter Outlanders crafting senjata

Dari sisi gameplay, Monster Hunter Outlanders juga tetap membawa gaya bertarung dari seri Monster Hunter, tentunya dengan sistem yang lebih modern. Bersama dengan pemain lain atau solo, pemain bisa bertarung melawan beragam jenis monster yang sudah ada di seri Monster Hunter sebelumnya.

Monster seperti Rathalos dan Diablos dipastikan kembali. Malah menurut kami, sebagian besar monster yang ada di Monster Hunter Outlander saat ini berasal dari seri Monster Hunter World seperti Great Jagras, Kulu Ya Ku, dan Pukei Pukei.

Game ini juga memiliki beberapa mode hunt. Pemain bisa memilih monster yang akan diburu, dan kadang lokasinya juga terdapat monster lain sedang berkeliaran. Mungkin saja monster yang kebetulan sedang mampir adalah Elder Dragon Ruger Aidal yang merupakan monster baru sekaligus flagship dari Monster Hunter Outlanders.

Sang Fated Adventurer

Monster Hunter Outlanders fated adventurer

Sorotan di Monster Hunter Outlanders justru terletak pada pemilihan karakter yang bisa digunakan. Selain karakter yang dibuat oleh pemain atau Fated Adventurer, game ini memiliki karakter unik yaitu Adventurer seperti Freya, Pyro yang bisa kalian dapatkan dari sistem gacha. Setiap karakter memiliki gaya bertarung unik, mirip seperti sistem Hunting Style di seri Monster Hunter Generation.

Monster Hunter Outlanders grup

Contohnya adalah Raya yang merupakan pengguna Dual Blade bisa menyerang musuh tanpa henti layaknya berdansa. Ia juga memiliki skill ultimate yaitu memasang perangkap pasir yang bakal menghentikan gerakan monster yang terjebak.

Dari segi balance antara Fated Adventurer dan Adventurer, keduanya berbeda. Setelah mencobanya di beberapa misi, keduanya memiliki gaya bermain yang berbeda. Fated Adventurer memiliki kebasan untuk menggunakan semua tipe senjata dan equipment tanpa adanya batasan.

Sedangkan Adventurer akan mendapatkan bonus ketika menggunakan senjata yang memiliki elemen pilihan mereka. Namun, performa mereka akan menurun ketika menggunakan elemen berbeda, serta hanya terbatas di satu tipe senjata tertentu. Pemain bisa menggunakan Fated Adventurer yang sudah didapat sebagai partner NPC di party kalian.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, kami cukup terkesan dengan Monster Hunter Outlanders. Dari segi tingkat kesulitan game ini sudah disesuaikan untuk platform mobile, namun tantangan ketika berburu monster bisa dibilang hampir mirip dengan game utamanya di PC dan konsol.

Performa setiap senjata dan gaya bertempur, baik yang dimiliki oleh karakter Fated Adventurer atau karakter Adventurer tergolong cukup seimbang. Semuanya tergantung kepada gaya bermain masing-masing pemainnya.

Berhubung Garena merupakan publisher untuk wilayah Indonesia. Apakah kedepannya, Monster Hunter Outlanders bakal memiliki mode yang lebih kompetitif? Ini menarik untuk ditunggu.

Untuk saat ini, kamu bisa melakukan pre-registrasi game Monster Hunter Outlanders di Android, iOS, maupun website di website resminya.

Detail Tentang Karakter dan Mekanik Baru Persona 4 Revival Dibagikan

0
Detail Tentang Karakter dan Mekanik Baru Persona 4 Revival Dibagikan

Sega dan Atlus telah membagikan informasi baru untuk Persona 4 Revival. Informasi ini adalah pengenalan kembali tiga karakter utama beserta mekanik eksplorasi dungeon yang telah diperbarui.

Ada tiga anggota tim investigasi yang diperkenalkan. Mereka adalah Kanji Tatsumi (disuarakan oleh Tomokazu Seki), seorang siswa kelas satu yang tangguh namun sangat setia kawan dengan Persona Take-Mikazuchi. Selanjutnya ada Teddie (disuarakan oleh Kappei Yamaguchi), sosok misterius berwujud menggemaskan dari dunia TV yang bertarung bersama Persona Kintoki-Douji. Terakhir, hadir Naoto Shirogane (disuarakan oleh Romi Park), detektif muda berbakat generasi kelima keluarga Shirogane yang didampingi Persona Sukuna-Hikona.

Salah satu fitur baru yang dihadirkan adalah keberadaan Breakable Objects atau objek yang dapat dihancurkan di sepanjang dungeon. Objek ini berisi item berharga, efek pemulihan status, hingga kemampuan untuk membuka seluruh peta lantai.

Sistem pertempuran juga membawa kembali mekanik populer Shuffle Time yang muncul setelah pertempuran selesai. Pemain dapat memilih kartu yang memberikan berbagai hadiah menarik seperti Persona baru hingga item langka. Jika pemain berhasil mengumpulkan seluruh kartu yang ada di layar, sistem akan mengaktifkan Sweep Bonus yang memberikan tambahan experience point serta uang secara signifikan dari hasil pertempuran.

Persona 4 Revival dijadwalkan rilis tanggal 18 Februari 2027 di PS5, Xbox Series, dan PC.