Kabar yang selalu dinanti para gamer akhirnya datang juga. Square Enix resmi mengumumkan event tahunan mereka, “SQUARE ENIX GOLDEN WEEK Sale”, yang akan segera dimulai di PlayStation Store dan Nintendo eShop.
Seperti tradisi Golden Week pada umumnya—ini bukan sekadar diskon biasa. Ini momen di mana judul-judul besar dijatuhkan harganya cukup dalam, cukup untuk bikin dompet goyah… dan wishlist mendadak jadi daftar belanja.
Daftar Game Unggulan dan Diskon Menggiurkan
Beberapa judul pilihan yang masuk dalam promo kali ini bisa dibilang “kelas berat”. Mulai dari RPG legendaris sampai game misteri yang underrated, semuanya dapat potongan harga menarik.
Final Fantasy VII Rebirth – Diskon 40%
Salah satu RPG paling ambisius dalam beberapa tahun terakhir ini akhirnya ikut masuk daftar diskon. Dengan potongan hingga40%, ini bisa jadi waktu paling rasional buat kalian yang sebelumnya masih nahan diri.
Game ini melanjutkan kisah epik Cloud dan kawan-kawan dengan dunia yang jauh lebih luas, sistem combat yang semakin matang, dan cerita yang—ya, tetap penuh kejutan.
Crisis Core –Final Fantasy VII– Reunion Digital Deluxe Edition – Diskon 60%
Kalau kalian ingin menyelami kisah Zack Fair secara lebih dalam, ini kesempatan emas. Versi Digital Deluxe Edition mendapat potongan hingga 60%, termasuk berbagai bonus konten tambahan.
Dengan visual yang sudah diperbarui dan gameplay yang lebih modern, game ini jadi jembatan penting menuju dunia Final Fantasy VII yang lebih luas.
Paranormasight: The Mermaid’s Curse – Diskon 20% (NEW!)
Nah, ini dia wildcard-nya. Bukan AAA bombastis, tapi justru punya daya tarik unik. Game misteri supernatural ini hadir dengan diskon 20% dan tersedia di Nintendo eShop serta Steam.
Kalau kalian suka cerita penuh teka-teki, atmosfer mencekam, dan narasi yang “main di kepala”, Paranormasight bisa jadi pilihan yang underrated tapi nagih.
Golden Week: Waktu yang Tepat untuk “Balik ke Game Lama”
Ada satu pola menarik tiap event diskon seperti ini: Game yang dulu terasa mahal, tiba-tiba jadi terasa… masuk akal.
Dan jujur saja—di tengah harga game yang makin liar, momen seperti Golden Week Sale ini semacam “oasis kecil” buat gamer yang tetap ingin waras secara finansial.
Jangan Sampai Ketinggalan
Perlu diingat, setiap platform bisa punya detail harga dan periode diskon yang berbeda. Jadi sebelum checkout, pastikan kalian cek langsung di store masing-masing.
Golden Week Sale ini biasanya tidak berlangsung lama, dan beberapa diskon terbaik seringkali jadi incaran banyak orang.
Assassin’s Creed Black Flag Resynced akhirnya resmi diumumkan oleh Ubisoft. Game remake dari Assassin’s Creed IV Black Flag ini rilis pada tanggal 9 Juli 2026. Ubisoft+, PS5, Xbox Series, serta PC melalui Ubisoft Store, Steam, dan Epic Games Store. Game ini dikembangkan oleh Ubisoft Singapore.
Kisah epik Edward Kenway (Diperankan oleh Matt Ryan) sebagai bajak laut di perairan Karibia dibangun ulang dari awal dengan teknologi terbaru, visual modern, dan juga gameplay yang diperluas.
Assassin’s Creed Black Flag Resynced Dibangun Ulang
Ubisoft menyebut jika game ini meski sudah mengalami perlakukan remake, namun tetap setia dengan materi aslinya. Game ini dibangun dengan menggunakan Anvil Engine, yang juga digunakan pada Assassin’s Creed Shadows. Cerita utama akan tetap dipertahankan dengan banyak peningkatan di hampir semua aspek.
Cerita Assassin’s Creed Black Flag Resynced tetap mengambil latar Golden Age of Piracy. Pemain kembali mengikuti Edward Kenway, kapten bajak laut pemberontak yang terseret konflik panjang antara Assassin dan Templar. Dalam perjalanannya, Edward akan bertemu tokoh legendaris seperti Blackbeard, Anne Bonny, dan Calico Jack.
Dari sisi visual, pemain akan menemukan pencahayaan ray tracing dengan Global Illumination dan refleksi yang lebih realistis. Ubisoft juga menyiapkan opsi performa 60 frame per detik di konsol. Efek air juga menjadi perhatian besar lewat simulasi dan rendering baru.
Sistem gameplay juga diperbarui agar terasa lebih modern. Pertarungan jarak dekat kini menghadirkan takedown baru yang lebih brutal, mekanik parry, gerakan cepat menggunakan rope dart dan senjata api.
Sistem stealth juga diperluas. Edward kini bisa merunduk di mana saja saat berada di daratan. Pemain juga dapat menyelam dari berbagai titik untuk mendekati area pesisir atau kapal secara diam-diam. Ubisoft juga menambahkan mode Observe yang memperluas fungsi Eagle Vision milik Edward.
Pertarungan laut dengan kapal yang menjadi daya tarik untuk juga mendapat banyak tambahan baru. Pemain bisa menggunakan senjata sekunder baru seperti shrapnel barrel yang meledak dan merusak layar kapal musuh. Ada juga eight-pounders yang membuka lebih banyak titik lemah pada lambung kapal.
Pemain juga bisa merekrut officer untuk ditempatkan di Jackdaw. Setiap officer membawa kemampuan khusus dalam pertempuran laut. Kustomisasi kapal Jackdaw kini lebih luas. Selain skin baru, pemain dapat membawa hewan peliharaan kapal seperti kucing atau monyet saat berlayar. Lagu-lagu shanty lama akan kembali hadir, dengan tambahan 10 lagu baru untuk dinyanyikan kru saat berlayar.
Spesifikasi PC Assassin’s Creed Black Flag Resynced
Untuk bermain di resolusi 1920×1080 dengan target 30 FPS, pengaturan Low Preset, Ray Tracing Standard, dan Upscaler Balanced, pemain membutuhkan:
Untuk pengalaman bermain di 1920×1080 dengan target 60 FPS, pengaturan Medium Preset, Ray Tracing Standard, dan Upscaler Balanced, spesifikasi yang disarankan adalah:
Untuk bermain di resolusi 2560×1440 atau 2K dengan target 60 FPS, pengaturan High Preset, Ray Tracing Standard, dan Upscaler Balanced, pemain membutuhkan:
Untuk menikmati game di resolusi 3840×2160 atau 4K dengan target 60 FPS, pengaturan Ultra Preset, Ray Tracing Extended, dan Upscaler Quality, spesifikasi yang disarankan adalah:
Untuk spesifikasi yang lebih standar bisa dilihat di halaman Steam.
Kolaborasi dan Collector’s Edition
Ubisoft juga mengumumkan kembalinya Woodkid ke franchise Assassin’s Creed. Musisi nominasi GRAMMY tersebut akan berkolaborasi dalam lagu baru yang akan diungkap akhir tahun ini.
Bagi yang melakukan pre-order akan mendapat Blackbeard’s Crimson Pack yang berisi kostum eksklusif Edward Kenway, sepasang pedang, dan set pistol. Assassin’s Creed Black Flag Resynced akan tersedia dalam Standard Edition, Deluxe Edition digital, serta Collector’s Edition yang berisi figur dari Edward Kenway, bros metal, SteelBook, peta kain, dan item fisik lainnya.
LYTO PICTURES resmi mengumumkan proyek film drama original pertamanya dengan judul “PEOPLE PLEASER”, yang akan segera memasuki tahap produksi dengan jadwal shooting dimulai bulan April 2026.
Film ini disutradarai oleh Bobby Prasetyo, ditulis oleh Evelyn Afnilia, serta diproduseri oleh Andi Suryanto dan Marcella Daryanani. Kolaborasi ini menghadirkan karya yang memadukan pendekatan emosional, hangat, dan dekat dengan realita kehidupan modern.
Mengangkat fenomena “people pleaser”, film ini terinspirasi dari keresahan tentang orang-orang yang sering merasa tidak enakan, sulit menolak, dan cenderung mengutamakan orang lain hingga melupakan dirinya sendiri.
Film ini dibintangi oleh Mawar de Jongh, bersama sejumlah artis dan komika terkenal seperti Ardit Erwandha, Ummi Quary, Surya Saputra, Vonny Cornellya, Fatih Unru, Amel Carla, Cut Mini, Taskya Namya, Femi Maringka, Fira Maringka, Marcella Daryanani, Fajar Nugra, Arif Alfiansyah, Musdalifah Basri, Yono Bakrie, Aci Resti dan Sadana Agung.
“Cerita ini lahir dari hal yang sangat dekat dengan banyak orang. Kami ingin mengemasnya secara hangat, jujur, dan tetap menghibur,” ungkap Andi Suryanto selaku Produser dari LYTO PICTURES.
Lebih dari sekadar hiburan, film ini juga menjadi pengingat sederhana tentang pentingnya mengenali diri sendiri dan berani menetapkan batas dalam hubungan sosial. Nantikan film People Pleaser di Bioskop Indonesia, untuk berita selengkapnya bisa check di instagram @peoplepleaserfilm @lytopictures
Kabar besar untuk kalian penggemar RPG dark fantasy—The Blood of Dawnwalker akhirnya bersiap membuka tabir misterinya lebih lebar. Developer Rebel Wolves bersama Bandai Namco Entertainment resmi mengumumkan bahwa mereka akan menggelar Road to Launch Event pada 29 April 2026, yang akan mengungkap banyak detail penting, termasuk tanggal rilis resmi.
Dan jujur saja—ini bukan sekadar event biasa. Ini momen di mana hype diuji, janji diuji, dan ekspektasi gamer dipertaruhkan.
Event Besar yang Akan Ungkap Banyak Detail Penting
Dalam livestream yang dijadwalkan tayang pada 29 April 2026 pukul 00:00 SGT, Rebel Wolves menjanjikan segudang informasi baru yang sudah lama dinanti. Beberapa hal yang dipastikan akan diumumkan antara lain:
Tanggal rilis resmi
Gameplay terbaru dengan fokus open world
Trailer cerita terbaru
Spesifikasi PC (system requirements)
Detail edisi game
Event ini akan disiarkan melalui YouTube dan Twitch, lengkap dengan subtitle multi-bahasa. Bahkan, event ini juga co-streaming friendly, jadi para content creator bebas ikut meramaikan.
Dunia Gelap yang Terinspirasi Eropa Abad ke-14
Kalau kalian bosan dengan RPG yang “aman-aman saja”, The Blood of Dawnwalker datang membawa nuansa yang lebih kelam—dan lebih realistis.
Game ini mengambil latar Eropa abad ke-14, masa di mana:
Perang berkecamuk tanpa henti
Wabah Black Death menyapu populasi
Kekacauan jadi makanan sehari-hari
Di tengah kehancuran itu, muncul ancaman baru: para vampir yang melihat manusia sebagai kesempatan, bukan ancaman.
Kisah Coen: Setengah Manusia, Setengah Monster
Kalian akan bermain sebagai Coen, karakter yang bukan lagi manusia sepenuhnya—tapi juga belum sepenuhnya menjadi vampir. Ia adalah “Dawnwalker”, makhluk yang hidup di antara dua dunia.
Konsep ini bukan cuma gimmick. Ini jadi fondasi gameplay dan cerita:
Kekuatan manusia vs insting vampir
Pilihan moral yang abu-abu
Konsekuensi nyata dari setiap keputusan
Misinya? Menyelamatkan keluarganya dari penguasa vampir bernama Brencis, yang menguasai wilayah misterius Vale Sangora di Pegunungan Carpathian.
Tapi seperti biasa dalam RPG serius—jalan menuju tujuan itu nggak pernah lurus.
Open World yang Lebih Hidup dan Reaktif
Salah satu fokus utama yang akan ditampilkan di event nanti adalah sistem open world. Rebel Wolves mengklaim bahwa dunia dalam game ini tidak hanya luas, tapi juga responsif terhadap pilihan pemain.
Artinya:
Keputusan kalian akan mengubah jalannya cerita
Interaksi dengan karakter lain bisa berujung konflik atau aliansi
Dunia terasa “hidup”, bukan sekadar latar
Kalau mereka berhasil mengeksekusi ini dengan baik, ini bisa jadi salah satu RPG paling imersif tahun ini.
Dibangun dengan Unreal Engine 5, Siap Tampil Memukau
Dari sisi teknis, The Blood of Dawnwalker dikembangkan menggunakan Unreal Engine 5—engine yang dikenal mampu menghadirkan visual realistis dan detail lingkungan yang luar biasa.
Ekspektasinya jelas:
Lingkungan gelap yang atmosferik
Efek cahaya realistis
Dunia yang terasa “bernapas”
Tapi ya, kita semua tahu… visual keren itu cuma separuh cerita. Sisanya? Gameplay harus solid. Kita lihat nanti.
Menuju Perilisan 2026: Hype atau Real Deal?
Game ini dijadwalkan rilis pada tahun 2026 untuk:
PlayStation®5
Xbox Series X|S
PC via Steam®
Dan saat ini sudah bisa masuk wishlist.
Tapi di titik ini, penting untuk tetap realistis. Banyak game yang terlihat menjanjikan di trailer, tapi goyah saat rilis. Namun melihat tim di balik Rebel Wolves—yang diisi veteran industri—harapan tetap tinggi.
The Blood of Dawnwalker bukan sekadar game tentang vampir. Ini tentang identitas, pilihan, dan harga yang harus dibayar.
Game RPG Klasik Brigandine kembali lewat Brigandine: Abyss. Game strategi ini dijadwalkan rilis pada tanggal 26 Agustus 2026 di barat dan 27 Agustus 2026 di Jepang. Brigandine: Abyss akan tersedia di PS5, Xbox Series, Switch 2, dan PC via Steam.
Brigandine: Abyss menceritakan tentang bangkitnya Abyssloa Empire, kekaisaran gelap yang dulu pernah dihentikan oleh kekuatan Brigandine dan kini kembali untuk menaklukkan dunia.
Detail Brigandine: Abyss
Membawa nama besar dari franchise RPG klasik, Brigandine: Abyss tidak sekadar mengandalkan nostalgia. Game ini dirancang sebagai petualangan baru yang dirancang untuk pemain yang belum pernah menyentuh franchise ini sebelumnya.
Pemain akan ditantang mengelola sumber daya, mengumpulkan monster, serta memimpin pasukan untuk melawan kekuatan Abyssloa Empire. Akan tersedia enam campaign cerita yang masing-masing menampilkan sudut pandang negara berbeda dalam menghadapi ancaman yang sama. Game ini juga memiliki Mission Mode yang memberi pemain pilihan memainkan 24 negara dengan kondisi kemenangan yang berbeda-beda.
Brigandine: Abyss tetap mempertahankan inti gameplay strateginya. Pada Organization Phase, pemain bisa memperkuat pasukan sebelum pertempuran dimulai. Pengelolaan waktu dan tugas menjadi faktor penting agar kekuatan militer berkembang maksimal. Setelah itu, pemain dapat memasuki Attack Phase untuk menyerbu negara tetangga demi memperoleh sumber daya atau memperkuat personel.
Pertarungan dalam game ini berlangsung secara turn-based di atas medan berbentuk grid heksagonal. Pemain bisa memilih untuk menargetkan pemimpin musuh agar lawan mundur lebih cepat, atau menghabisi unit lawan satu per satui.
Game city-building Anno 117: Pax Romana mencatat pencapaian besar. Ubisoft mengumumkan game ini telah menembus angka 1,17 juta pemain sejak dirilis pada 13 November 2025.
Pengumuman ini disampaikan Ubisoft menjelang perilisan DLC Prophecies of Ash, yang dijadwalkan meluncur pada 30 April 2026.
DLC ini memperluas wilayah Latium dengan area baru untuk dihuni, termasuk pulau terbesar dalam sejarah Anno. Tantangan utamanya datang dari bencana alam berupa gunung berapi aktif yang akan menguji cara pemain mengelola kota dan sumber daya. Pemain juga bisa mendedikasikan kota kepada dewa Vulcan untuk memperkuat sektor pertambangan dan membangun rantai produksi baru serta perdagang sumber daya obsidian.
Konten Year One Pass Anno 117: Pax Romana
Ubisoft juga sudah mengungkap rencana untuk konten Year One Pass Anno 117: Pax Romana. Setelah Prophecies of Ash pada April 2026, pemain akan mendapatkan The Hippodrome pada Agustus 2026. DLC ini menghadirkan bangunan monumen besar yang terinspirasi Circus Maximus, lengkap dengan balapan kereta kuda dan bonus baru untuk kota. Lalu pada November 2026, hadir Dawn of the Delta yang membuka provinsi baru dengan gurun luas dan delta sungai subur, sekaligus memperkenalkan tier populasi baru, kepercayaan berbeda, unit militer baru, dan pilihan dewa tambahan.
Selain itu, Ubisoft juga menggelar free weekend mulai dari 23 sampai 27 April. Ini adalah kesempatan untuk mencoba Anno 117: Pax Romana.
ASUS ROG telah memperkenalkan jajaran laptop gaming terbarunya. Ketiga laptop ini adalah ROG Zephyrus G14, ROG Strix G16, dan ASUS TUF Gaming A14. Ketiga model ini dibekali AMD Ryzen AI Processor terbaru serta fitur AI lokal bernama OMNI Virtual Assistant untuk mendukung gaming, content creation, hingga pekerjaan berat sehari-hari.
Peluncuran ini juga bertepatan dengan perayaan 20 tahun ROG di industri gaming, sekaligus menjadi bagian dari upaya mereka untuk menjawab kebutuhan pengguna yang kini semakin luas.
ROG Zephyrus G14 yang Ringkas
ROG Zephyrus G14 adalah laptop gaming premium untuk pengguna yang butuh performa tinggi dalam desain ringkas. Model ini mengusung layar ROG Nebula HDR berbasis OLED 3K 120Hz dengan akurasi warna Delta E < 1, sehingga cocok bukan hanya untuk bermain game, tetapi juga untuk editing dan color grading.
ASUS juga memakai prosesor AMD Ryzen AI 9 465 yang menonjolkan efisiensi daya dan kemampuan local AI inference. Bodi laptop berbahab CNC aluminum, dengan ketebalan 1,59 cm, dan bobot 1,5 kg. Laptop ini dibanderol dengan harga Rp40.999.000.
ROG Strix G16 Untuk Gamer Hardcore
ROG Strix G16 ditujukan untuk gamer hardcore yang mengutamakan tenaga tanpa kompromi. Laptop ini ditenagai AMD Ryzen 9 8940HX dan GPU laptop NVIDIA GeForce RTX 5080 dengan TGP hingga 175W, sehingga mampu menjalankan game berat dengan performa tinggi.
ASUS melengkapinya dengan sistem pendingin ROG Intelligent Cooling, teknologi Tri-fan, dan Full Surround Vents agar suhu tetap stabil saat sesi gaming panjang. Layarnya juga menjadi nilai jual utama karena memakai panel 16 inci ROG Nebula Display HDR dengan refresh rate hingga 300Hz dan response time 3ms, cocok untuk game kompetitif dan e-sports.
ROG Strix G16 dijual mulai dari harga Rp32.999.000.
TUF Gaming A14 yang Tangguh
ASUS TUF Gaming A14 hadir sebagai opsi laptop 14 inci yang menggabungkan ketangguhan dan efisiensi. Laptop ini membawa standar durabilitas militer MIL-STD 810H, sehingga cocok untuk pengguna dengan mobilitas tinggi atau yang sering bekerja di lapangan.
Dari sisi dapur pacu, laptop ini memakai AMD Ryzen AI Max+ 392 dan 32GB unified memory, dengan performa iGPU yang diklaim mampu menyaingi GPU laptop GeForce RTX 5060. Sistem pendinginnya juga sudah dioptimalkan agar suhu tetap terjaga dalam bodi yang tipis, menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna yang ingin perangkat tangguh untuk kerja sekaligus gaming generasi terbaru.
TUF Gaming A14 dibanderol dengan harga Rp29.999.000.
ASUS ROG Perkuat Laptop Gaming dengan AI Lokal
Hadirnya OMNI Virtual Assistant menjadi salah satu sorotan utama dalam peluncuran ini. Fitur tersebut berjalan lewat NPU terintegrasi, sehingga pengguna bisa mengekstrak informasi dari dokumen hingga memperoleh bantuan teknis real-time tanpa selalu bergantung pada internet atau cloud.
Ketiga laptop juga sudah dilindungi oleh sistem garansi internasional dua tahun dan ASUS VIP Perfect Warranty untuk menambah rasa aman pengguna.
Saat ini jarang ada developer yang membuat game action shooter mengedepankan elemen singleplayer. Ketika semuanya menjauhi formula tersebut, Capcom justru meracik sebuah game dengan pendekatan ini, dan hasilnya melampaui ekspektasi.
Inilah Pragmata, game yang awalnya membuat kami sangsi karena terus berulang mengalami penundaan. Namun setelah mencoba versi demonya, kami bisa diyakinkan kalau game ini akan menjadi kejutan di 2026, dan ternyata terbukti.
Berikut adalah review Pragmata dari pengalaman yang kami rasakan selama memainkan gamenya di PC.
Semuanya Terjadi di Bulan
Dalam Pragmata pemain akan berperan sebagai Hugh Williams, seorang astronot yang terdampar di stasiun luar angkasa bernama The Cradle di bulan. Pada awalnya Hugh datang bersama dengan anggota tim, namun karena peristiwa gempa atau Moonquake, semua anggota tim tewas dan hanya menyisakan dirinya.
Hugh beruntung. Ia diselamatkan oleh android misterius bernama Diana. Keduanya lalu memutuskan untuk menjadi partner dan bertualang bersama. Untuk Hugh, Diana adalah kunci agar ia bisa kembali ke bumi. Sedangkan Diana layaknya seorang anak-anak (Padahal bukan), hanya ingin bersenang-senang dengan Hugh.
Pragmata juga menyorot hubungan antara Hugh dan Diana. Dimulai yang dari hanya sekedar saling menguntungkan, berkembang menjadi lebih dari itu. Hugh awalnya hanya memandang Diana sebagai mesin, namun lambat laun bisa memiliki ikatan emosional yang kuat. Begitu pula dengan Diana yang dalam petualangannya bersama Hugh mulai perlahan mengerti tentang perasaan manusia.
Pragmata menyajikan hal yang sulit ditemukan di game sejenis, yaitu alur cerita yang menarik untuk diikuti. Developer juga bisa dengan baik memanfaatkan kelucuan, kepolosan, keluguan yang dimiliki oleh Diana. Tidak pernah ada momen dengan Diana yang garing di game ini. Semuanya selalu meninggalkan kesan “Awww lutunya”, plus membuat kami betah mengikuti cerita meski alurnya sudah bisa ditebak dari awal.
Salut dengan RE Engine
Dari segi grafis, kualitas yang disajikan dalam Pragmata pantas diberikan jempolan. RE Engine yang digunakan untuk membangun game ini tidak perlu diragukan lagi kemampuannya.
Kami tidak pernah bosan menjelajahi stasiun luar angkasa yang memiliki desain futuristik. Pada beberapa bagian pemain akan melihat pemandangan yang sudah sering divisualisasikan dalam game sejenis. Misalnya lorong panjang dan tertutup, gudang berisi boks dan tabung yang tidak tahu apa isinya, atau ruangan penelitian dengan kaca besar anti peluru.
Ada juga pemandangan yang cukup unik di game ini. Seperti tiruan dari kota New York yang dibangun di stasiun luar angkasa dengan menggunakan teknologi 3D Printin berbahan Lunafilament. Begitu juga dengan hutan yang dipenuhi pepohonan hasil dari teknologi yang sama.
Keputusan developer untuk mengintegrasikan teknologi 3D Printing yang terapannya sudah ada saat ini ke dalam game Pragmata, adalah sesuatu yang visioner. Ini memberikan pandangan seberapa jauh kemampuan teknologi ini kedepan.
Review Pragmata: Gameplay Unik
Pragmata memiliki gameplay yang unik karena memanfaatkan kedua karakter, Hugh dan Diana. Hugh akan menggunakan beragam senjata api untuk menhabisi musuh. Sedangkan Diana mengeksploitasi musuh dengan kemampuan hacking. Keduanya saling melengkapi dan menjadi aspek vital dari mekanisme gameplay Pragmata.
Pada awal permainan, Hugh hanya memiliki dengan senjata dasar yang menyerupai handgun. Seiring waktu dan progress, pemain akan menemukan senjata lain yang bisa digunakan oleh Hugh. Mulai dari Shockwave Gun yang seperti shotgun, lalu ada Stasis Net yang bisa digunakan untuk menjerat musuh, dan Decoy Generator yang sesuai namanya bisa memunculkan versi hologram Hugh sebagai pengalih perhatian.
Setiap jenis senjata juga dibagi berdasarkan role, untuk menyerang, support, maupun bertahan. Pergantian senjata juga bisa dilakukan secara instan saat bermain, sehingga memberikan fleksibilitas dan juga rasa seru ketika pemain berhadapan dengan musuh kuat.
Peluru untuk senjata dasar akan beregenerasi secara otomotis sehingga tidak ada istilah kehabisan peluru. Sedangkan untuk tipe senjatalain bisa habis dan cara satu-satunya untuk reload adalah menemukan senjata baru.
Diana Si Hacker Jenius
Jika Hugh bertugas untuk menghabisi musuh, tugas Diana adalah menemukan kelemahannya. Karena setiap musuh di Pragmata tidak bisa dihancurkan hanya dengan menggunakan senjata biasa.
Setiap kali pemain membuat Hugh menarget musuh, pemain akan melihat semacam papan puzzle yang digunakan oleh Diana untuk melakukan hacking. Target pemain adalah node hijau untuk membuka armor musuh. Begitu node hijau berhasil dihack, beberapa bagian badan musuh akan terbuka yang merupakan titik lemah. Bagian ini harus ditembak oleh Hugh sampai HP musuh habis dan hancur.
Diana juga bisa memberikan buff kepada musuh melalui kemampuan hacking. Ada node bernama Decode yang bisa digunakan untuk mengurangi defense musuh. Jika berhadapan dengan musuh dalam jumlah banyak, Diana juga bisa mengakses node Multihack untuk menghack semua musuh secara bersamaan. Ada juga node untuk memberikan status effect seperti confusion.
Jika meteran hacking sudah penuh, Diana juga bisa membuat serangan ultimate attack yaitu Overdrive Protocol yang tidak hanya memberikan damage, tapi juga membuat semua musuh stun.
Mekanisme ini memberikan lapisan baru dalam gameplay action shooter, membuatnya jadi lebih strategis dan juga menantang. Karena ketika sedang melakukan hacking dengan Diana, Hugh akan rentan diserang oleh musuh. Jadi setiap memulai sesi combat, pemain selalu dituntut untuk membuat keputusan. Apakah akan menghabiskan waktu untuk menyelesaikan hacking atau melarikan diri agar tidak diserang.
Tempat Bernama Shelter
Pragmata memiliki tempat bernama Shelter yang fungsinya mirip Central Hub. Setiap kali pemain menyelesaikan stage maka secara otomatis akan kembali ke Shelter. Begitu juga ketika mengakses shortcut yang ada di setiap stage.
Fungsi pertama Shelter adalah sebagai tempat untuk mengatur persiapan. Disini pemain bisa melakukan upgrade untuk senjata, skill, mengganti kostum, dan juga berinteraksi dengan Diana.
Pemain bisa membuat Hugh ngobrol dengan Diana, layaknya ayah dengan putrinya. Diana akan memberikan pertanyaan dan Hugh dengan sabar menjawab. Diana juga bisa bermain dengan replika dari objek-objek yang biasa ditemui di bumi atau REM. Misalnya papan seluncuran dimana Diana yang seperti anak-anak malah naik dari bagian seluncuran, bukan dari tangga. Ketika mendapatkan tiang basket, Diana bisa bermain dengan bola basket yang kadang-kadang dilempar ke Hugh.
Setiap kali mencapai batas tertentu, Diana akan memberikan hadiah kepada Hugh. Hadiah ini biasanya berupa gambar yang melambangkan semakin dekatnya hubungan Hugh dan Diana. Kami banyak menghabiskan waktu di Shelter hanya untuk melihat interaksi Hugh dan Diana. Proses transformasi Diana dari robot lama-kelamaan menunjukkan sisi kemanusiaannya menarik untuk diikuti. Begitu juga dengan Hugh yang semakin lama semakin peduli dengan Diana. Perkembangan hubungan mereka tidak bisa dipungkiri adalah daya tarik utama dari Pragmata.
Tidak lupa, di Shelter pemain juga bisa bertemu dengan robot ramah bernama Cabin. Ia menyediakan fitur Jukebox untuk mendengarkan berbagai musik game, atau mengasah kemampuan pemain dalam Simulator. Salah satu hadiah yang bisa didapat dari Simulator adalah Bingo Coin yang bisa digunakan di Bingo Board. Mengisi Bingo Board akan memberikan pemain beragam hadiah, salah satunya adalah kostum alternatif.
Pragmata Dari Segi Teknis
Pragmata memiliki grafis dan visual yang menawan, apalagi jika dimainkan dengan setting high ke atas. Game ini juga memaksimalkan teknologi terkini yang ditawarkan oleh kartu grafis zaman sekarang seperti ray tracing dan path tracing.
Selama memainkan versi review Pragmata di PC, kami menggunakan setting high dengan beberapa pilihan special effect yang agak diturunkan. Ini adalah spesifikasi PC yang kami gunakan: CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB. Kami juga mengaktifkan DLSS yang dipasang di balance. Untuk FPS kami batasi di 60.
Hasilnya kami bisa memainkan Pragmata dengan lancar tanpa ada masalah. Frame rate juga tetap stabil meski berada di tempat atau momen yang banyak special effect.
Kesimpulan Review Pragmata
Kesimpulan kami untuk review Pragmata adalah game ini sangat meyakinkan untuk sebuah IP baru. Game ini juga memberikan napas baru untuk genre action shooter, membuktikan elemen singleplayer jika diracik dengan baik tidak kalah dengan multiplayer.
Gameplay Pragmata yang taktis juga memberi jaminan kepada pemainnya agar selalu waspada saat bertarung. Hampir tidak ada pertarungan yang tidak seru di Pragmata, karena pemain selalu dituntut selalu kreatif untuk menemukan solusi terbaik. Apakah harus menyelesaikan hacking Diana atau lari karena musuh semakin dekat, semua keputusan berada di tangan pemain.
Namun sesungguhnya kekuatan utama dari Pragmata adalah hubungan antara Hugh dan Diana. Bagaimana hubungan ini berkembang menjadi jalinan batin yang melampaui bentuk fisik keduanya, daging dan mesin. Jika kamu mencari game yang bisa memberikan perasaan seperti ini, Pragmata wajib masuk dalam daftar.
Pragmata sudah tersedia di PS5, Xbox Series, dan PC. Versi Nintendo Switch 2 menyusul di 24 April 2026.
*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer
Kabar panas datang untuk para pecinta game strategi taktis dan penggemar anime mecha! SUPER ROBOT WARS Y resmi menghadirkan DLC terbaru bertajuk Expansion Pack: Infinite Dimensions pada 22 April 2026. Konten tambahan ini tersedia untuk Nintendo Switch™, PlayStation®5, dan PC via Steam®, membawa segudang fitur baru yang siap menguji kemampuan pemain hingga batas maksimal.
Kalau kalian pikir petualangan di SUPER ROBOT WARS Y sudah cukup menantang—well, think again. DLC ini datang seperti badai kosmik: brutal, luas, dan penuh kejutan.
Enam Seri Legendaris Bergabung, Mecha Ikonik Siap Tempur
Expansion Pack: Infinite Dimensions bukan sekadar tambahan kecil. DLC ini membawa enam seri anime populer yang siap meramaikan medan perang dengan unit-unit ikoniknya, yaitu:
Space Runaway Ideon – menghadirkan unit Ideon
Mobile Suit Gundam: Char’s Counterattack Beltorchika’s Children – Hi-Nu Gundam & Nightingale
IDOLM@STER XENOGLOSSIA – Imber
STAR DRIVER THE MOVIE – Tauburn Compartment
Cross Ange: Rondo of Angel and Dragon – Villkiss
EUREKA: EUREKA SEVEN HI-EVOLUTION – Urs Ragnar / Nirvash Z
Total ada 8 unit baru yang bisa dimainkan, lengkap dengan 26 area mission, 1 assist crew baru, dan 1 bonus mission. Ini bukan sekadar DLC—ini ekspansi besar yang terasa seperti “game dalam game”.
Mode “Master”: Tantangan Brutal untuk Veteran
Buat kalian yang merasa sudah jago, DLC ini memperkenalkan mode baru bernama “Master”, level kesulitan tertinggi dalam game.
Dan ya… ini bukan main-main.
Beberapa perubahan brutal di mode ini antara lain:
Musuh jauh lebih kuat dan agresif
Biaya upgrade unit meningkat drastis
EXP yang didapat lebih sedikit
Tidak bisa farming EXP lewat repair/resupply
Tidak bisa pakai Spirit Command saat fase musuh
Tidak ada opsi “Retry” saat kalah
Singkatnya: sekali salah langkah, tamat sudah. Ini mode yang memaksa pemain berpikir seperti komandan perang sungguhan—bukan sekadar spam skill.
Update Gratis 1.3.0: Konten Tambahan untuk Semua Pemain
Menariknya, Bandai Namco juga merilis update gratis versi 1.3.0 bersamaan dengan DLC ini. Bahkan kalau kalian belum beli Expansion Pack, tetap ada konten yang bisa dinikmati.
Beberapa highlight dari update gratis ini:
Revol. War (3 episode) – prekuel cerita utama
NOAH Brand’s Battles (3 episode) – cerita tambahan sebelum Chapter 7
Expansion Pack Episode 1: Contact – bisa dimainkan tanpa beli DLC
Mission terbatas seperti Visitors from Another World
Update ini jadi semacam “pemanasan” sebelum kalian benar-benar terjun ke konten DLC penuh.
35 Tahun SUPER ROBOT WARS: Sebuah Warisan yang Terus Hidup
Tahun 2026 juga menjadi momen spesial karena franchise Super Robot Wars merayakan ulang tahun ke-35. Sebuah pencapaian yang tidak main-main untuk seri tactical RPG yang sudah menemani gamer lintas generasi.
Selama lebih dari tiga dekade, seri ini tetap setia dengan formula klasiknya:
Pertarungan berbasis grid taktis
Kolaborasi berbagai anime mecha
Cerita epik lintas semesta
Dan menariknya, di tengah industri game yang makin condong ke arah aksi cepat dan instan, SUPER ROBOT WARS tetap berdiri tegak dengan gaya klasiknya. Old school? Iya. Tapi justru di situlah pesonanya.
Kenapa DLC Ini Wajib Dicoba?
Kalau ditanya jujur—DLC ini bukan untuk semua orang. Tapi buat kalian yang:
Suka strategi serius
Fans berat anime mecha
Kangen gameplay taktis ala era klasik
…ini adalah paket yang sulit untuk dilewatkan.
Expansion Pack: Infinite Dimensions terasa seperti surat cinta untuk para veteran—yang masih menikmati sensasi mikir keras, menyusun strategi, dan menang dengan cara “bersih”, bukan sekadar brute force.
Di dunia SUPER ROBOT WARS Y, setiap langkah adalah keputusan. Setiap serangan punya konsekuensi. Dan dengan hadirnya DLC ini, medan perang jadi lebih kejam—tapi juga lebih memuaskan.
Infinix GT 50 Pro akan segera diperkenalkan di Indonesia sebagai smartphone gaming flagship terbaru dari Infinix. Smartphone ini hadir untuk menjawab kebutuhan gamer mobile yang kini menuntut performa tinggi, suhu tetap stabil, dan pengalaman bermain yang konsisten dalam sesi panjang.
Infinix GT 50 Pro dijadwalkan meluncur pada 24 April 2026.
Infinix GT 50 Pro Andalkan Sistem Pendingin Baru
Fitur andalan Infinix GT 50 Pro adalah HydroFlow Liquid Cooling Architecture. Teknologi pendingin generasi terbaru yang dirancang untuk menjaga suhu perangkat agar tetap optimal saat dipakai menjalankan game dengan grafis tinggi maupun yang kompetitif. Infinix menyebut sistem ini mampu meningkatkan stabilitas performa, efisiensi sistem, dan kenyamanan bermain secara keseluruhan.
Untuk mendukung klaim tersebut, Infinix GT 50 Pro dibekali micro-pump liquid cooling system berukuran besar di kelasnya. Sistem ini memiliki cakupan pendinginan hingga 100 persen area chipset, yang menjadi sumber panas utama saat perangkat bekerja keras. Artinya gamer bisa tetap fokus saat bermain tanpa terganggu penurunan performa di tengah sesi yang intens.
Selain sistem pendingin, terobosan apalagi yang dihadirkan smartphone ini? Bagaimana menurutmu?