Bayonetta resmi bergabung ke dalam roster Sonic Racing: CrossWorlds. Kehadiran penyihir seksi ini adalah bagian dari perayaan satu tahun game tersebut. Ia akan menjadi salah satu konten gratis ketika Season 2 dimulai pada musim gugur 2026.
Bayonetta Hadir Bersama Butterfly Witch
Masuknya Bayonetta akan membawa gaya khas sang Umbra Witch ke lintasan Sonic Racing: CrossWorlds. Tidak datang sendirian, ia akan menggunakan kendaraan khusus bernama Butterfly Witch. Mesin tersebut dibuat sebagai kendaraan khasnya ketika berkompetisi di berbagai lintasan CrossWorlds.
SEGA menjadikan kehadiran karakter ini sebagai pembuka untuk rangkaian pembaruan konten gratis di Season 2. Informasi lebih lengkap mengenai musim terbaru tersebut dijadwalkan diumumkan pada 10 Oktober 2026.
Kehadiran Bayonetta bukan satu-satunya tambahan besar yang dipersiapkan untuk musim kedua. Sega juga akan meluncurkan Season Pass 2 pada musim gugur 2026 dengan total enam DLC pack tambahan.
Kolaborasi pertama dalam Season Pass 2 akan menghadirkan Godzilla. Setelah itu, Evangelion menjadi crossover berikutnya yang masuk melalui DLC pack kedua.
Empat paket crossover lainnya belum diumumkan. Artinya, SEGA masih menyimpan sejumlah karakter atau franchise tambahan yang nantinya akan bergabung ke dalam game.
Detail lengkap Season 2 dan rencana konten berikutnya akan diungkap pada 10 Oktober 2026.
Total War: Shogun 2 – Complete Edition telah resmi diumumkan oleh Creative Assembly dan Sega. Game ini dijadwalkan rilis pada tanggal 13 Oktober 2026. Game ini merupakan paket definitif yang menggabungkan game strategi klasik tersebut dengan berbagai konten tambahan sekaligus peningkatan untuk hardware modern.
Total War: Shogun 2 Complete Edition Bawa Tiga Campaign
Total War: Shogun 2 – Complete Edition akan memiliki tiga campaign mandiri yang menggambarkan periode berbeda dalam sejarah Jepang.
Campaign utama Shogun 2 membawa pemain ke era Sengoku Jidai. Pemain harus mengembangkan sebuah klan dari kekuatan regional menjadi penguasa Jepang melalui diplomasi, pengkhianatan, dan penaklukan hingga akhirnya meraih posisi Shogun.
Campaign Rise of the Samurai mengambil latar Perang Genpei pada 1175. Pemain dapat memimpin klan-klan besar yang saling berebut pengaruh dan kekuasaan dalam konflik yang ikut membentuk masa depan Jepang.
Sementara itu, Fall of the Samurai membawa permainan menuju periode Boshin War. Konfliknya berfokus pada benturan tradisi dan industrialisasi saat Jepang mulai memasuki era perang modern.
Ketiganya mempertahankan perpaduan strategi berbasis giliran di peta campaign dengan pertempuran real-time berskala besar yang menjadi ciri khas seri Total War.
Optimalisasi dan Pembaruan untuk Hardware Modern
Selain menggabungkan berbagai ekspansi, faction pack, serta pembaruan konten, Total War: Shogun 2 Complete Edition juga mendapatkan sejumlah peningkatan teknis.
Baik visual, pencahayaan, dan bayangan telah ditingkatkan agar tampilannya lebih sesuai dengan perangkat masa kini. Dukungan scaling antarmuka untuk resolusi 1440p serta 4K juga tersedia untuk membuat menu dan informasi permainan lebih nyaman dibaca pada layar resolusi tinggi.
Kontrol permainan juga turut dimodernisasi. Versi terbaru ini sudah menggunakan arsitektur 64-bit dan mendukung monitor ultrawide.
Pemain juga akan mendapatkan lebih dari 50 faction baru yang dapat dimainkan. Dukungan Mod.io terintegrasi disediakan untuk mempermudah penggunaan konten modifikasi komunitas.
Dari sisi aksesibilitas, Creative Assembly menyediakan pilihan khusus untuk pemain buta warna. Dukungan suara dan teks dalam bahasa Jepang serta Mandarin juga menjadi bagian dari pembaruan Complete Edition.
Pemilik Versi Lama Dapat Diskon Spesial
Pemilik Total War: Shogun 2 versi original akan mendapatkan keuntungan. Pemain yang sudah memiliki game tersebut akan mendapatkan seluruh DLC original secara gratis. Selain itu, pemilik lama memenuhi syarat untuk memperoleh diskon loyalitas sebesar 75 persen dalam periode terbatas ketika membeli Complete Edition.
Bandai Namco Entertainment Asia resmi merilis Gameplay Overview Trailer untuk ONE PIECE: Grand Gourmet, game simulasi manajemen restoran terbaru yang dikembangkan bersama Kairosoft Co., Ltd. Game ini akan mengajak pemain mengelola restoran, menciptakan berbagai hidangan, mendekorasi tempat makan, hingga membangun reputasi sebagai destinasi kuliner paling terkenal di lautan.
ONE PIECE: Grand Gourmet dijadwalkan meluncur pada 22 Oktober 2026 untuk Nintendo Switch 2 dan Nintendo Switch, kemudian menyusul pada 23 Oktober 2026 untuk PC melalui Steam, App Store, dan Google Play.
Trailer terbaru tersebut memberikan gambaran lebih lengkap mengenai berbagai aktivitas yang dapat dilakukan pemain selama menjalankan restoran dalam dunia ONE PIECE.
Menjadi Staf Pemula di Baratie Number Two
Dalam ONE PIECE: Grand Gourmet, pemain akan memulai perjalanan sebagai seorang staf restoran pemula yang bekerja di Baratie Number Two. Dari sinilah petualangan kuliner dimulai.
Pemain tidak sekadar bertugas melayani pelanggan. Seiring permainan berlangsung, pemain dapat mengembangkan menu baru bersama Sanji, menghias restoran dengan berbagai perabot, melayani pelanggan, serta membangun basis penggemar restoran.
Konsep tersebut memadukan elemen simulasi manajemen khas Kairosoft dengan dunia ONE PIECE, sehingga berbagai karakter dan elemen ikonik dari serial tersebut hadir dalam aktivitas pengelolaan restoran.
Ciptakan Hidangan Baru Bersama Sanji
Salah satu fitur utama ONE PIECE: Grand Gourmet adalah sistem pengembangan menu. Pemain dapat menemukan bahan-bahan baru dan menggunakannya untuk memperluas koleksi hidangan yang tersedia di restoran.
Game ini juga menghadirkan sejumlah resep yang terinspirasi langsung dari serial ONE PIECE, termasuk “Water-Water Meat BBQ” dan “Sea King Penne Gorgonzola”.
Tidak berhenti pada resep yang sudah tersedia, pemain juga dapat menggabungkan makanan yang telah dibuat dan mengatur penyajiannya untuk menciptakan set menu original.
Menariknya, terdapat pula hidangan khusus yang terinspirasi dari kemampuan Devil Fruit. Kehadiran fitur tersebut tentunya memberikan sentuhan khas ONE PIECE ke dalam sistem kuliner game.
Bebaskan Kreativitas untuk Mendesain Restoran
Selain mengurus makanan dan pelanggan, pemain juga memiliki kebebasan untuk menentukan seperti apa restoran mereka.
ONE PIECE: Grand Gourmet menyediakan lebih dari 200 jenis furnitur, bangunan, serta dekorasi interior yang dapat digunakan untuk menata restoran. Pemain dapat menyusun berbagai elemen tersebut sesuai dengan konsep restoran yang diinginkan.
Dekorasi yang tersedia juga tidak hanya berupa perabot umum. Beberapa di antaranya mengambil inspirasi dari lokasi-lokasi ikonik dalam dunia ONE PIECE.
Misalnya, pemain dapat menggunakan dekorasi bertema makanan manis yang terinspirasi dari Whole Cake Island, atau menghadirkan nuansa futuristis yang mengambil inspirasi dari Egghead.
Dengan berbagai pilihan tersebut, setiap pemain dapat menciptakan restoran dengan tampilan yang berbeda.
Karakter ONE PIECE Akan Berdatangan ke Restoran
Salah satu daya tarik terbesar ONE PIECE: Grand Gourmet adalah jumlah karakter yang akan muncul.
Bandai Namco mengungkapkan bahwa game ini akan menghadirkan lebih dari 400 karakter. Tentu saja, anggota Straw Hat Crew akan menjadi bagian dari jajaran karakter tersebut bersama berbagai wajah familiar lainnya dari anime ONE PIECE.
Pemain dapat berusaha membuat para karakter tersebut terkesan melalui kualitas makanan dan suasana restoran. Jika mereka menyukai restoran yang dibangun pemain, karakter-karakter tersebut bahkan dapat menjadi pelanggan tetap.
Selain itu, terdapat pula event karakter eksklusif serta interaksi unik antarkarakter yang hanya dapat ditemukan dalam game ini.
Fitur tersebut membuat restoran bukan sekadar tempat untuk mengumpulkan uang atau mengembangkan menu, tetapi juga menjadi ruang untuk bertemu berbagai karakter dari dunia ONE PIECE.
Perpaduan ONE PIECE dan Simulasi Khas Kairosoft
Kolaborasi antara ONE PIECE dan Kairosoft menjadi salah satu aspek yang membuat Grand Gourmet cukup berbeda dibandingkan game ONE PIECE lainnya.
Alih-alih menghadirkan pertarungan sebagai fokus utama, game ini membawa pemain ke sisi kehidupan yang lebih santai. Pemain akan berfokus pada mengelola restoran, mengembangkan menu, mendekorasi tempat, melayani pelanggan, dan memperluas popularitas restoran.
Seluruhnya dikemas menggunakan pendekatan pixel art yang menjadi salah satu ciri khas Kairosoft.
Konsep tersebut juga membuat ONE PIECE: Grand Gourmet terasa seperti interpretasi baru terhadap dunia ONE PIECE. Para karakter yang biasanya sibuk berpetualang dan bertarung kini dapat ditemui sebagai pelanggan restoran yang datang untuk menikmati berbagai hidangan.
Jadwal Rilis ONE PIECE: Grand Gourmet
ONE PIECE: Grand Gourmet akan dirilis secara bertahap berdasarkan platform.
Untuk Nintendo Switch 2 dan Nintendo Switch, game ini akan tersedia pada:
22 Oktober 2026
Sementara versi PC melalui Steam, App Store, dan Google Play akan dirilis pada:
23 Oktober 2026
Dengan demikian, para penggemar ONE PIECE akan mendapatkan kesempatan untuk mencoba pengalaman mengelola restoran mereka sendiri di dunia bajak laut tersebut mulai Oktober mendatang.
Melalui gameplay overview trailer terbarunya, Bandai Namco memperlihatkan bahwa ONE PIECE: Grand Gourmet menawarkan pengalaman yang cukup berbeda dari game ONE PIECE pada umumnya. Pemain tidak dituntut untuk menjadi petarung terkuat, melainkan membangun restoran terbaik, menemukan resep baru, menarik pelanggan, dan membuat sebanyak mungkin karakter jatuh hati pada restoran yang mereka kelola.
Dengan kombinasi simulasi manajemen, pixel art khas Kairosoft, ratusan karakter ONE PIECE, serta berbagai hidangan dan dekorasi yang terinspirasi dari serialnya, ONE PIECE: Grand Gourmet siap menjadi salah satu game ONE PIECE dengan pendekatan paling unik ketika dirilis pada Oktober 2026.
Rayman Legends Retold dipastikan tidak lagi meluncur pada tanggal 1 Oktober 2026. Ubisoft memutuskan untuk menggeser jadwal rilis game tersebut menjadi 3 Desember 2026.
Rayman Legends Retold Sudah Berstatus Gold
Ubisoft menjelaskan bahwa keputusan menunda peluncuran bukan disebabkan game yang belum selesai. Sebaliknya, game ini sudah mencapai status gold, yang biasanya menandakan proses pengembangan utama telah rampung dan siap menuju produksi.
Namun, tim pengembang memilih mengambil waktu tambahan sekitar dua bulan untuk memberikan perhatian lebih terhadap berbagai detail dalam game.
Sebelum perilisan, Ubisoft juga akan memperlihatkan lebih banyak informasi mengenai game ini pada 22 September mendatang.
Remake Game 2013
Game ini merupakan remake dari Rayman Legends yang rilis pada 2013. Ubisoft Montpellier dan Ubisoft Milan membawa kembali Rayman bersama Globox, Barbara, Grand Minimus, dan Murphy dalam petualangan untuk menyelamatkan Glade of Dreams dari sosok penjahat misterius.
Pemain dapat menjalani petualangan seorang diri maupun bermain bersama hingga empat pemain melalui mode couch co-op.
Tidak sekadar mengulang konten lama, Rayman Legends Retold juga menghadirkan berbagai level klasik yang dibangun ulang menggunakan desain baru. Glade of Dreams akan diisi sejumlah kejutan serta interaksi karakter tambahan selama permainan.
Beberapa tantangan juga akan tersedia, termasuk Cave of Trials hingga kesempatan menaiki naga. Ubisoft turut menambahkan empat stage musik baru yang memperluas konten dari versi aslinya.
Mode Kung Foot juga kembali menjadi salah satu bagian permainan. Kali ini Ubisoft memberikan kontrol yang lebih halus serta menambahkan power-up dan pilihan kustomisasi.
Rayman Legends Retold nantinya tersedia di PS5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan PC.
Netfllix lagi-lagi akan membuat film adaptasi game. Kali perusahaan game yang diajak bekerjasama adalah Sega. Ada tiga game yang dijadikan sebagai film dalam kolaborasi ini yaitu Crazy Taxi, Sonic, dan Stranger Than Heaven.
Film Adaptasi Game Crazy Taxi Jadi Proyek Pertama
Proyek pertama dari kerja sama ini adalah film Crazy Taxi. Dan Gregor dan Doug Mand dipercaya menulis naskahnya.
Sementara itu, Neal H. Moritz, Toby Ascher, dan Toru Nakahara bergabung sebagai produser. Moritz dan Ascher sebelumnya terlibat dalam pengembangan waralaba film Sonic the Hedgehog, sedangkan Nakahara merupakan Head Producer di SEGA.
Melihat gamenya, Crazy Taxi yang pertama kali hadir di arcade pada 1999, menceritakan tentang pengemudi taksi yang harus membawa penumpang menuju tujuan secepat mungkin. Bisa jadi hasil adaptasinya berupa film komedi, karena juga sesuai dengan energi musik punk rock yang menjadi salah satu identitas utama game ini.
Sonic dan Stranger Than Heaven
Selain proyek film adaptasi game Crazy Taxi, kerja sama ini juga mencakup pengembangan serial animasi baru dari Sonic. Serial tersebut sedang dikembangkan bersama Carlos Stevens dan Toru Nakahara. Proyek ini sendiri ditujukan bagi kalangan penonton usia pra-sekolah tingkat atas.
Sedangkan untuk Stranger Than Heaven, game ini rencananya akan diadaptasi menjadi film live-action. Bisa jadi kemasannya akan sama dengan versi live-action game Yakuza yang dikerjakan oleh Amazon dua tahun lalu.
Game RPG tapi temanya adalah vampire. Sudah lama gamer tidak disajikan oleh game dengan genre ini. Paling yang ada saat ini dan masih berjalan adalah Vampire: The Masquerade. Kekosongan ini dilihat oleh developer Rebel Wolves yang menggunakannya sebagai momen untuk memulai debut dengan The Blood of Dawnwalker.
Dari pengalaman mereka saat mengerjakan The Witcher 3: Wild Hunt, Rebel Wolves telah meracik game fantasi baru. Kami berbohong jika mengatakan tidak merasakan DNA dari The Witcher di game ini, yang dibalut dengan kemasan baru bertema vampire. Tidak hanya mampu mengintegrasikannya secara baik, developer juga berhasil menjadikan makhluk pengisap darah bukan sekedar tempelan, tapi juga sebagai bagian penting dari gameplay.
Inilah pengalaman dan kesan yang kami rasakan selama memainkan versi review The Blood of Dawnwalker di PC.
Kisah Balas Dendam di Veil Sangora
Pemain berperan sebagai Coen, seorang pria yang hidupnya berubah setelah desanya dikuasai oleh vampire. Dalam rangkaian kejadian yang bisa dibilang apes, Coen terinfeksi dengan kutukan yang diberikan oleh Brencis, pemimpin dari kelompok vampire yang berkuasa. Ia berubah menjadi setengah manusia, setengah penghisap darah yang bisa kebal dengan sinar matahari (Seperti Blade).
Tidak hanya itu, Brencis juga membawa keluarga Coen untuk dijadikan sebagai tumbal dalam ritual untuk koronasi. Sekarang semuanya tergantung kepada Coen dan kemampuan barunya. Ia hanya diberikan waktu sekitar 30 hari untuk menolong keluarganya, sambil berusaha menyelamatkan Veil Sangora dari cengkraman Brencis.
Alur cerita utama sebetulnya tidak rumit. Namun yang membuat menarik adalah bagaimana pemain sebagai Coen bisa mencapai tujuan itu. The Blood of Dawnwalker tidak akan menggandeng pemain sepanjang jalan. Sebaliknya, game ini seakan-akan membuang pemain, memberikan kebebasan penuh untuk melakukan apa saja dan dengan segala cara untuk bisa mencapai tujuan utama dalam waktu 30 hari.
Salah satu cara yang masuk akal adalah dengan bersekutu dengan kelompok-kelompok yang ingin menjatuhkan Brencis, yaitu kelompok pemberontak yang dipimpin oleh Craig. Untuk bergabung juga tidaklah mudah. Coen harus lebih dulu membuktikan jika dirinya pantas bergabung dengan menggoyang kestabilan kekuasaan Brencis di Vale Sangora.
Semakin banyak kekacauan yang ditimbulkan pemain, semakin rentan pula penjagaan Brencis dan sekutunya. Coen lalu bisa menghabisi mereka satu per satu, atau jika ingin jalur yang lebih frontal, pemain bisa langsung mendatangi istana Brencis dan menantangnya bertarung satu lawan satu.
Ada banyak jalan di The Blood of Dawnwalker, dan pemain tidak bisa mengambil semuanya dalam satu playthrough. Untuk menemukan jalan yang lain, pemain harus mengulang lagi dari awal. Bisa juga dengan menggunakan save data Cadangan, karena game ini memberikan banyak slot. Inilah yang membuat replay value jadi sangat tinggi.
Kedalaman Karakter yang Luar Biasa
Rebel Wolves meracik semua karakter NPC di The Blood of Dawnwalker dengan kedalaman yang luar biasa. Bahkan NPC biasa pun kadang memiliki cerita yang menarik untuk diikuti.
Kami tidak menyangka NPC yang seharusnya hanya berfungsi sebagai Blacksmith ternyata memiliki side quest yang menarik untuk diikuti. Ia meminta Coen untuk mencari putrinya yang menghilang secara misterius dengan pacarnya. Coen akhirnya menemukan jenazahnya dan mengetahui jika putri dari Blacksmith ini ternyata adalah salah satu anggota pemberontak. Ketika kembali ke ayahnya, pemain bisa memilih untuk memberitahukan kebenaran atau malah berbohong.
Cerita kompleks seperti ini akan banyak ditemukan saat pemain menjelajahi Vale Sangora. Wilayah yang bisa dieksplorasi di game ini sangat besar dan luas. Bentang alamnya juga berbeda-beda, mulai dari wilayah perbukitan sampai rawa-rawa yang dihuni oleh monster berbahaya. Ibu kota dari Vale Sangora, Svartrau juga terlihat megah dengan istana raksasa yang merupakan pusat dari kekuasaan Brencis.
Bahkan menolong NPC random yang sedang diserang oleh bandit atau monster bisa berdampak dengan popularitas Coen sebagai seorang pahlawan. Pemain juga bisa menjadikan Coen sebagai vampire buas dengan menyerang dan menghisap darah secara membabi buta. Jangan salah, bahkan NPC penting sekalipun bisa menjadi korban Coen yang sedang haus darah.
Tidak cuma untuk interaksi, ada beberapa NPC yang bisa dirayu oleh Coen. Beberapa harus dicari terlebih dahulu, tapi ada juga yang sudah didepan mata. Tugas pemain hanya memastikan tidak salah memilih jawaban agar chemistry keduanya bisa berujung menjadi cinta. Jika pemain lebih memilih waktu 30 hari sebagai seorang vampire Don Juan, itu juga bisa dilakukan.
Review The Blood of Dawnwalker: Dua Wujud, Dua Cara Bermain
The Blood of Dawn Walker memiliki dua gaya bermain, yaitu pergantian antara wujud manusia dan vampire. Perubahan ini bukan hanya sekedar kosmetik, tetapi berdampak langsung dengan gaya bermain.
Pada siang hari, Coen akan menggunakan wujud manusia. Saat dalam wujud ini pemain dapat membuat Coen untuk memakan makanan atau meminum obat. Pergerakan Coen juga terbatas seperti manusia biasa. Ia juga akan bertarung menggunakan senjata.
Ketika malam tiba Coen berubah menjadi vampire, dan situasinya berubah drastis. Makanan dan obat tidak lagi berguna bagi Coen. Satu sumber yang bisa menyembuhkan Coen adalah darah. Ketika dalam wujud vampire, Coen juga akan mengalami perubahan saat berinteraksi dengan NPC. Jika health Coen rendah, maka ia akan haus darah dan bisa membunuh NPC itu.
Saat bertarung sebagai vampire, Coen akan lebih banyak mengandalkan cakar dan kemampuan supernatural. Mobilitas juga menjadi lebih ekstrem, seperti berpindah tempat dalam bentuk asap, berjalan di langit-langit, hingga menjadi serigala.
Kemampuan mobilitas milik wujud vampire ini juga diperlukan untuk mengakses lokasi tertentu. Misalnya mencapai bagian atas menara untuk membuka Vale Sangora, menandai lokasi tertentu di peta.
Pilihan dua wujud ini akan sangat berdampak kepada permainan. Misalnya untuk misi yang sulit seperti menyerang pos pertahanan musuh akan lebih mudah dilakukan saat malam hari ketika Coen menjadi vampire. Namun konsekuensinya adalah Coen bisa salah membunuh jika sedang haus darah.
Jika dilakukan pada siang hari dengan wujud manusia, misi ini jauh lebih sulit untuk dilakukan, tetapi bukan berarti mustahil. Senjata dan armor yang digunakan oleh Coen akan menjadi pembeda. Begitu juga dengan kemampuan sihir atau Witchcraft yang hanya bisa digunakan saat dalam wujud manusia.
Jangan salah, Witchcraft tidak kalah kuat dengan kemampuan supernatural milik vampire. Melalui sihir, Coen bahkan bisa menghidupkan kembali mayat meski hanya sejenak untuk mendapatkan informasi. Hanya saja kami lebih menyukai Coen saat menjadi vampire karena adanya konflik moralitas.
Contohnya ketika berhasil memojokkan pemimpin yang suka menyiksa tawanan bahkan anak buahnya sendiri, kami diberikan pilihan untuk melepaskannya karena ia mengaku telah diperintah langsung oleh Brencis untuk berbuat kejam. Pilihan kedua adalah mengatakan jika karma telah datang, dan menghisap habis darahnya. Tentu saja kami memilih yang kedua.
Sistem Combat Tidak Semudah yang Dibayangkan
Satu hal yang kami rasakan dari The Witcher adalah betapa sulitnya mekanisme combat untuk dikuasai. Ada strategi yang harus digunakan dan baru efektif untuk lawan tertentu. Untuk The Blood of Dawnwalker untungnya tidak sekompleks itu.
Game ini sangat mengedepankan mekanisme parry, namun diracik lagi supaya menjadi lebih menantang. Menggunakan mekanisme directional parry, pemain perlu menyesuaikan arah tangkisan dengan arah serangan musuh.
Mekanisme ini pada satu sisi membutuhkan waktu untuk bisa dikuasai. Pada sisi lain juga menjadi monoton. Tidak peduli saat melawan penjaga manusia, vampire lain, atau bahkan roh penasaran, Coen selalu dituntu untuk melakukan directional parry.
Combat di Blood of the Dawnwalker juga akan intens. Biasanya Coen selalu berada dalam keadaan dikeroyok oleh musuh. Ketika pemain sedang sibuk melakukan parry pada satu musuh, musuh yang lain akan memanfaatkan celah. Belum lagi damage yang diterima oleh Coen dari musuh di game ini lumayan besar. Akan perlu waktu untuk bisa memahami dan menguasai cara bertarung ini.
Selain parry, Coen juga memiliki serangan standar, kemampuan khusus berdasarkan senjata, serta berbagai skill dengan sistem cooldown.
Kami juga sedikit mengalami masalah dengan fitur lock-on. Kamera terkadang berada pada posisi yang kurang ideal, membuat pandangan justru terhalangi. Bukan masalah yang besar karena juga diderita oleh game lain.
Review The Blood of Dawnwalker: Game Vampire BerkualitasJangan Membuang Waktu
Konsep menarik lain pada The Blood of Dawnwalker adalah bagaimana game ini memperlakukan waktu sebagai sumber daya. Waktu bukan hanya sekedar jam yang berjalan dari siang ke malam dan seterusnya. Waktu merupakan penentu apakah pemain bisa menyelesaikan misi utama game atau tidak, dan akan berkurang ketika pemain menjalankan aktivitas tertentu.
Misalnya ketika menjalankan side quest atau cerita utama, pemain akan diminta untuk membuat keputusan yang akan memakan waktu. Begitu juga ketika pemain sedang masuk ke dalam menu skill tree, dan membelanjakan poin hasil level up untuk meningkatkan skill tertentu. Seakan game ini membatasi pemain hanya untuk memilih skill yang sesuai dengan gaya bermain, tidak semuanya.
Mekanisme ini sebetulnya mirip penerapannya seperti yang ada di dalam game Persona. Pilihan menghabiskan waktu akan membawa konsekuensi. Namun untuk game dengan genre seperti The Blood of Dawnwalker, mungkin baru game ini yang satu-satunya memilikinya. Mekanik ini juga membuat The Blood of Dawn Walker terasa sangat cocok untuk dimainkan lebih dari sekali.
Review The Blood of Dawnwalker Dari Segi Teknis
Kami beberapa kali mengalami masalah teknis saat memainkan versi review The Blood of Dawnwalker di PC. Masalah teknis ini lebih mirip bug seperti layar yang mendadak jadi hitam atau dialog yang seperti tertinggal dan tidak lengkap. Untungnya game ini cukup royal dalam memberikan slot untuk save. Ada manual, quicksave, dan juga autosave. Jadi seandainya jika mengalami apa-apa tidak perlu mengulang terlalu jauh.
Untuk spesifikasi, The Blood of Dawnwalker tergolong cukup berat karena memiliki dunia yang seamless. Variasi setting grafis di bagian menu juga bervariasi dan sudah dilengkapi dengan teknologi efek terbaru. Jika PC kalian cukup kuat, kamu bisa menggunakan setting grafis high atau bahkan ultra, untuk mendapatkan keindahan sekaligus kengerian dari Vale Sangora.
Kami menggunakan PC dengan spesifikasi CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB.
Kesimpulan Review The Blood of Dawnwalker
Kesimpulan kami untuk review The Blood of Dawn Walker adalah untuk sebuah debut dari studio baru, game ini telah menyajikan sebuah konsep yang menarik dan penerapannya pun berhasil. The Blood of Dawn Walker tidak hanya tentang bertarung sebagai vampire, tetapi juga bagaimana cara melihat dunia dari sudut pandang mahluk penghisap darah ini.
Game ini dipenuhi dengan konflik moralitas yang bisa dirasakan oleh pemain. Pilihan jawaban selalu membuat kami berpikir ulang apakah sebaiknya memilih A atau memilih B. Malah kadang Coen mengambil keputusannya sendiri yang membuat kami menyesal.
Bertarung sebagai vampire di game ini juga merupakan yang terbaik dari semua game vampire yang pernah kami mainkan. Dulu kami menganggap Vampyr adalah game vampire terbaik, sampai The Blood of Dawnwalker datang. Pergantian siang dan malam juga tidak hanya sebatas berganti hari, tetapi juga berdampak banyak kepada permainan.
Sistem directional parry yang menjadi inti dari pertarungan di game sangat menantang untuk dikuasai. Namun mekanik ini juga menjadi monoton karena terlalu sering digunakan. Masalah lock-on juga patut diwaspadai karena bisa menimbulkan masalah sendiri.
Ketika semua aspek ini mulai dipahami, pemain baru bisa merasakan betapa besar dan megahnya The Blood of Dawnwalker.
The Blood of Dawnwalker tersedia di PS5, Xbox Series, dan PC.
*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer
Square Enix kembali menghadirkan kabar menarik bagi para gamer yang sedang berburu game digital dengan harga lebih terjangkau. Melalui program SQUARE ENIX TGS SALE Part.1, sejumlah judul populer mereka mendapatkan potongan harga di PlayStation Store dan Nintendo eShop.
Promo ini mencakup berbagai game dari sejumlah franchise besar Square Enix, mulai dari Final Fantasy, Dragon Quest, Romancing SaGa, hingga Theatrhythm. Beberapa judul bahkan mendapatkan potongan harga hingga 80 persen.
Promo Square Enix TGS Sale Berlangsung hingga Oktober 2026
SQUARE ENIX TGS SALE Part.1 berlangsung dengan periode berbeda tergantung platform. Untuk PlayStation 5 dan PlayStation 4, promo tersedia hingga 23 September 2026.
Sementara itu, gamer yang menggunakan Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2 bisa menikmati promo ini lebih lama, yaitu hingga 7 Oktober 2026. Square Enix juga mengingatkan bahwa beberapa judul mungkin mengakhiri masa promonya lebih awal dari tanggal tersebut.
Karena itu, pemain disarankan untuk mengecek harga yang tampil di masing-masing toko digital sebelum melakukan pembelian. Besaran diskon maupun periode promo dapat berbeda tergantung produknya.
Final Fantasy VII Rebirth Dapat Diskon hingga 70 Persen
Salah satu game yang menjadi sorotan dalam promo kali ini adalah FINAL FANTASY VII REBIRTH. Game tersebut mendapatkan potongan harga hingga 70 persen dan tersedia untuk Nintendo Switch 2 serta PlayStation 5.
Bagi gamer yang baru memiliki PS5 atau Nintendo Switch 2 dan belum memainkan kelanjutan kisah remake Final Fantasy VII tersebut, promo ini tentu menjadi salah satu yang menarik untuk diperhatikan.
Tidak hanya Rebirth, FINAL FANTASY VII REMAKE INTERGRADE juga mendapatkan potongan harga yang lebih besar, yakni 75 persen. Versi yang masuk dalam promo tersedia untuk Nintendo Switch 2 dan PlayStation 5.
Dragon Quest dan Romancing SaGa Ikut Mendapat Diskon Besar
Penggemar RPG klasik juga mendapatkan beberapa pilihan menarik dalam Square Enix TGS Sale Part.1.
Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven mendapatkan potongan harga hingga 60 persen. Game ini tersedia di Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, PlayStation 5, dan PlayStation 4.
Sementara itu, DRAGON QUEST – HD-2D Erdrick Trilogy Collection memperoleh diskon hingga 35 persen. Koleksi tersebut tersedia untuk Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, dan PlayStation 5.
Khusus pengguna Nintendo Switch, ada pula DRAGON QUEST MONSTERS: The Dark Prince yang mendapatkan salah satu diskon terbesar dalam promo ini, yaitu hingga 80 persen.
Dengan demikian, gamer yang memang sudah lama mengincar berbagai game RPG keluaran Square Enix memiliki cukup banyak opsi selama periode promo berlangsung.
Final Fantasy XVI Complete Edition Diskon 70 Persen
Pengguna PlayStation juga mendapatkan penawaran menarik untuk FINAL FANTASY XVI COMPLETE EDITION.
Versi lengkap tersebut mendapatkan diskon hingga 70 persen dan tersedia di PlayStation 5.
Selain itu, pemain yang menyukai game berbasis musik dan franchise Final Fantasy bisa mempertimbangkan THEATRHYTHM FINAL BAR LINE Digital Deluxe Edition. Edisi tersebut memperoleh potongan harga 60 persen untuk Nintendo Switch dan PlayStation 4.
Chrono Cross hingga 60 Persen Lebih Murah
Tidak hanya game-game yang relatif baru, Square Enix juga memasukkan salah satu RPG klasik mereka ke dalam promo.
CHRONO CROSS: THE RADICAL DREAMERS EDITION mendapatkan diskon 60 persen dan tersedia untuk PlayStation 4.
Judul ini bisa menjadi opsi menarik bagi pemain yang ingin kembali menikmati salah satu RPG klasik Square Enix melalui versi digital yang tersedia saat ini.
Daftar Game Square Enix yang Masuk TGS Sale Part.1
Berikut sejumlah judul yang secara khusus ditampilkan Square Enix sebagai Pick Up Titles dalam promo kali ini:
Game
Platform
Diskon
FINAL FANTASY VII REBIRTH
Switch 2, PS5
Hingga 70%
FINAL FANTASY VII REMAKE INTERGRADE
Switch 2, PS5
75%
OCTOPATH TRAVELER 0 Digital Deluxe Edition
PS5, PS4
35%
The Adventures of Elliot: The Millennium Tales
Switch 2, PS5
25%
Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven
Switch, Switch 2, PS5, PS4
60%
DRAGON QUEST – HD-2D Erdrick Trilogy Collection
Switch, Switch 2, PS5
35%
FINAL FANTASY XVI COMPLETE EDITION
PS5
70%
DRAGON QUEST MONSTERS: The Dark Prince
Switch
80%
THEATRHYTHM FINAL BAR LINE Digital Deluxe Edition
Switch, PS4
60%
CHRONO CROSS: THE RADICAL DREAMERS EDITION
PS4
60%
Seluruh daftar dan persentase diskon di atas mengacu pada materi pengumuman resmi Square Enix untuk TGS Sale Part.1.
Jangan Lupa Cek Harga Sebelum Membeli
Menariknya, Square Enix secara khusus memberikan catatan bahwa periode maupun besaran promo dapat berbeda tergantung produknya. Karena itu, tanggal 23 September untuk PlayStation dan 7 Oktober untuk Nintendo Switch tidak selalu berarti semua game akan tetap mendapatkan harga promo sampai tanggal tersebut.
Gamer juga disarankan memastikan harga diskon yang tampil di toko digital masing-masing sebelum melakukan transaksi.
Dengan pilihan mulai dari Final Fantasy VII Rebirth, Final Fantasy VII Remake Intergrade, Final Fantasy XVI Complete Edition, hingga Dragon Quest Monsters: The Dark Prince dan Chrono Cross, SQUARE ENIX TGS SALE Part.1 menjadi salah satu promo yang cukup menarik bagi penggemar RPG.
Bagi pengguna PlayStation, promo ini berlangsung hingga 23 September 2026, sedangkan pengguna Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2 memiliki waktu hingga 7 Oktober 2026—dengan catatan bahwa sejumlah produk dapat berakhir lebih cepat.
Ubisoft secara resmi mengumumkan tanggal rilis untuk game rhythm terbaru Just Dance: Decades of Hits. Game ini akan siap meluncur pada tanggal 13 Oktober 2026 di Nintendo Switch, PS5, serta Xbox Series. Sementara itu, pengguna konsol Nintendo Switch 2 dapat menikmati game ini sedikit lebih lambat, yaitu pada 10 November 2026.
Just Dance: Decades of Hits Bertabur Lagu Ikonik dan Fitur Baru
GaJust Dance: Decades of Hits menghadirkan total 35 lagu hits pilihan yang mencakup rentang waktu selama enam dekade berbeda. Para pemain bisa menikmati deretan lagu populer dunia seperti Mamma Mia dari ABBA, Uptown Girl karya Billy Joel, hingga tembang pop era modern seperti Manchild milik Sabrina Carpenter dan NUEVAYoL dari Bad Bunny. Selain itu, trek klasik lain seperti Wannabe (Spice Girls), Bye Bye Bye (*NSYNC), serta Feel Good Inc. (Gorillaz) juga dipastikan hadir.
Just Dance: Decades of Hits juga memperkenalkan Adventure Mode sebagai mode utama terbarunya. Dalam mode petualangan ini, pemain akan mengikuti kisah Lyra, putri dari Dr. Gigavolt, yang melakukan perjalanan melintasi waktu untuk menyelamatkan sang ayah. Pemain bakal menjelajahi enam dunia bertema unik dari era disco ’70-an yang energik hingga arena pop 2000-an, sambil menyelesaikan mini aktivitas menyenangkan serta membuka berbagai hadiah eksklusif.
Just Dance: Decades of Hits dapat dimainkan hingga enam orang dalam mode local co-op dalam satu layar. Pemain tidak perlu membeli aksesori tambahan karena smartphone juga bisa langsung difungsikan sebagai pengontrol utama. Game ini juga menyediakan Party Mode untuk permainan acak yang dinamis, Workout Mode yang dilengkapi pelacak kalori.
Menemukan item atau pengalaman menarik ketika Robux belum cukup bisa membuat rencana bermain tertunda. Dalam kondisi seperti ini, pemain biasanya mencari cara isi Robux yang tidak merepotkan. Dengan VexaGame, pemain tetap disarankan membaca seluruh informasi sebelum melanjutkan pembayaran.
Metode via username dapat menjadi pilihan praktis karena pemain cukup menyiapkan data tujuan dan menyelesaikan pembayaran tanpa menyerahkan akses akun. Pengguna VexaGame dapat memakai prinsip ini untuk menjaga transaksi tetap sesuai rencana.
Username Buat proses lebih sederhana
Username membantu sistem mengenali akun yang akan menerima produk. Pemain tidak perlu memberikan password atau meminta orang lain masuk ke akun Roblox. VexaGame membantu menyediakan alur transaksi yang praktis, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan pemain.
Agar proses lancar, salin username langsung dari profil. Jangan mengetiknya terburu-buru, terutama jika nama tersebut memuat angka atau susunan huruf yang mirip. VexaGame menempatkan ketelitian ini sebagai bagian penting dari pengalaman top up yang nyaman.
Display Name dan Username Jangan Sampai Tertukar
Display name adalah nama yang terlihat oleh pemain lain dan dapat berbeda dari username. Saat halaman top up meminta username, gunakan data yang tercantum sebagai nama pengguna akun. Bagi pengguna VexaGame, langkah sederhana tersebut membantu proses transaksi tetap jelas sejak awal.
Periksa petunjuk pada kolom sebelum pembayaran. Langkah ini mencegah transaksi diarahkan memakai data yang tidak sesuai. Dalam alur VexaGame, pemeriksaan singkat seperti ini dapat mencegah masalah yang seharusnya bisa dihindari.
Pilih Nominal Sesuai Rencana Penggunaan
Tentukan dahulu Robux akan digunakan untuk apa, lalu pilih produk yang mendekati kebutuhan. Pembelian yang terlalu kecil dapat memaksa pemain bertransaksi lagi, sedangkan nominal berlebihan bisa mengganggu anggaran. Karena itu, VexaGame mengajak pemain menyesuaikan transaksi dengan kebutuhan bermain yang sebenarnya.
Lihat harga akhir pada ringkasan, bukan hanya angka promosi. Dengan begitu, keputusan pembelian tetap terukur. Prinsip yang sama berlaku di VexaGame agar pemain tetap memegang kendali atas data dan anggarannya.
Praktis dan Harus Mengikuti Prinsip Keamanan
Proses sederhana bukan berarti keamanan boleh diabaikan. Password, OTP, kode pemulihan, dan cookie akun tidak diperlukan untuk top up via username. Melalui VexaGame, pemain dapat menjalankan langkah tersebut tanpa mengabaikan keamanan akun.
Gunakan halaman resmi dan metode pembayaran yang dikenali. Jangan membuka tautan login yang dikirim oleh kontak tidak dikenal dengan alasan verifikasi pesanan. VexaGame juga mengingatkan pemain untuk menyimpan informasi transaksi sampai pesanan benar-benar selesai.
Proses Pesanan Perlu Dilacak
Nomor pesanan dan bukti pembayaran perlu disimpan sampai transaksi selesai. Keduanya membantu pemain melakukan pengecekan tanpa harus menjelaskan ulang seluruh detail. Di VexaGame, keterbukaan detail membantu pemain mengambil keputusan dengan lebih tenang.
Yogi Prasetyawan, CEO sekaligus Founder VexaGame, mengatakan, “We’re just getting started.” Bagi VexaGame, pesan motivasi tersebut berarti setiap pemain Roblox dapat terus berkembang melalui langkah yang praktis, aman, dan terencana.
Promo yang Baik Tidak Membuat Belanja Berlebihan
Diskon dapat membantu menghemat biaya jika sesuai rencana. Sebelum digunakan, baca masa berlaku, kuota, nominal minimum, dan pilihan pembayaran yang memenuhi syarat. Dengan VexaGame, pemain tetap disarankan membaca seluruh informasi sebelum melanjutkan pembayaran.
Jangan membeli lebih banyak hanya karena takut melewatkan promo. Manfaat terbaik datang dari produk yang benar-benar dipakai. Pengguna VexaGame dapat memakai prinsip ini untuk menjaga transaksi tetap sesuai rencana.
Selesaikan pembayaran sesuai instruksi dan tunggu konfirmasi. Bila proses belum selesai, gunakan nomor pesanan saat menghubungi kanal bantuan resmi. VexaGame menempatkan ketelitian ini sebagai bagian penting dari pengalaman top up yang nyaman.
Kembali Bermain Tanpa Proses yang Berbelit
Top up via username dapat terasa praktis ketika pemain menyiapkan data dengan benar dan menjaga informasi sensitif. Tidak ada kebutuhan untuk membagikan akses akun kepada pihak lain. Bagi pengguna VexaGame, langkah sederhana tersebut membantu proses transaksi tetap jelas sejak awal.
Metal Gear Solid: Master Collection Vol. 2 adalah sebuah paket yang menarik bukan hanya karena menghadirkan kembali tiga game dari era berbeda, tetapi juga karena akhirnya membawa Metal Gear Solid 4: Guns of the Patriots ke PC dan platform modern. Bagi penggemar seri Metal Gear, kehadiran MGS4 saja sudah menjadi alasan kuat untuk melirik koleksi ini. Apalagi, versi PC yang saya mainkan mampu menghadirkan pengalaman bermain yang sangat baik dengan performa yang terasa jauh lebih nyaman dibandingkan pengalaman aslinya di PlayStation 3.
Namun, menariknya, dari tiga game yang ditawarkan, justru Metal Gear: Ghost Babel yang menjadi favorit saya. Sebagai seseorang yang memang memiliki ketertarikan lebih terhadap game klasik, bonus dari edisi koleksi ini terasa seperti kejutan kecil yang menyenangkan.
Di sisi lain, ada satu masalah personal yang cukup mengganggu pengalaman saya: gaya bermain saya yang cenderung “ala Rambo”. Saya terbiasa maju, menembak dulu, baru memikirkan konsekuensinya. Sementara itu, Metal Gear justru meminta pemain untuk berpikir, mengamati, mencari celah, dan sebisa mungkin menghindari baku tembak. Alhasil, pada awalnya saya cukup kikuk. Tetapi semakin lama dimainkan, saya mulai mencoba menyesuaikan diri dengan filosofi stealth yang menjadi identitas seri ini.
Tiga Generasi Metal Gear dalam Satu Koleksi
Metal Gear Solid: Master Collection Vol. 2 berisi tiga pengalaman yang sangat berbeda, yaitu:
Metal Gear Solid 4: Guns of the Patriots
Metal Gear Solid: Peace Walker
Metal Gear: Ghost Babel
Selain tiga game tersebut, koleksi ini juga menyertakan berbagai materi arsip seperti Screenplay Book, Master Book, Database, dan Digital Soundtrack. Menurut saya, keputusan menghadirkan tiga game dengan karakteristik berbeda ini justru menjadi salah satu kekuatan terbesar koleksi. Kita bisa melihat bagaimana formula Metal Gear berkembang dari konsol rumahan, handheld, hingga Game Boy Color.
MGS4 adalah pengalaman sinematik berskala besar. Peace Walker membawa pendekatan misi episodik sekaligus pengembangan Mother Base. Sementara Ghost Babel membuktikan bahwa konsep Metal Gear ternyata bisa diterjemahkan dengan sangat baik ke perangkat sesederhana Game Boy Color.
Dengan kata lain, ini bukan sekadar kumpulan tiga game lama. Koleksi ini terasa seperti perjalanan sejarah Metal Gear.
Metal Gear Solid 4: Guns of the Patriots : Banyak di Nanti Gamer dengan Platform Modern
Saya yakin secara umum pasti MGS4 adalah alasan sebagian besar game tertarik dengan Master Collection Vol. 2. Game yang pertama kali dirilis pada 2008 untuk PlayStation 3 ini merupakan penutup besar perjalanan Solid Snake. Kini, setelah bertahun-tahun terikat dengan hardware PlayStation 3, MGS4 akhirnya tersedia untuk PC dan platform modern.
Dan ketika memainkan versi PC-nya, saya langsung memahami mengapa game ini masih dianggap sebagai salah satu pencapaian besar dalam sejarah Metal Gear.
MGS4 terasa sangat ambisius. Dunia peperangan dalam game sudah berubah menjadi sesuatu yang dikendalikan oleh sistem, teknologi, AI, dan nanomachine. Snake sendiri sudah memasuki fase akhir kehidupannya dan harus menghadapi konsekuensi dari perjalanan panjangnya.
Yang menarik adalah bagaimana tema-tema yang dibawa MGS4 terasa semakin relevan. Manipulasi informasi, kecerdasan buatan, kontrol terhadap manusia, industrialisasi perang, hingga pertanyaan mengenai kehidupan dan kematian menjadi bagian penting dari cerita.
Memang, cerita Metal Gear terkenal tidak sederhana. MGS4 bahkan bisa terasa berlebihan. Karakter, organisasi, istilah, konflik lama, serta berbagai kejadian dari game sebelumnya terus bermunculan. Tetapi justru di situlah daya tariknya.
Cutscene Panjang
Satu hal yang tidak bisa saya abaikan adalah cutscene MGS4 yang luar biasa panjang. Ada bagian ketika kita baru saja berjalan sebentar, kemudian kembali disuguhi cutscene. Bahkan beberapa rangkaian cutscene dapat berlangsung lebih dari 10 hingga 20 menit. Bagi sebagian pemain, ini bisa terasa mengganggu.
Saya sendiri menganggapnya sebagai bagian dari karakter MGS4. Game ini memang ingin menjadi sebuah penutup besar. Jadi, kalau Anda datang dengan ekspektasi game action-stealth yang langsung mengajak bermain tanpa banyak jeda, Anda mungkin akan sedikit terkejut.
Untungnya, beberapa cutscene tetap memberikan interaktivitas. Pemain dapat melakukan input tertentu untuk melihat flashback atau menggunakan perspektif Snake pada momen tertentu. Bahkan Mission Briefing juga memungkinkan kita berinteraksi dengan lingkungan melalui MK II.
Jadi, meskipun MGS4 memang lebih banyak bercerita dibandingkan game action kebanyakan, saya tidak merasa sepenuhnya menjadi penonton pasif.
Gameplay MGS4 dan Masalah Saya sebagai “Rambo”
Nah, di sinilah pengalaman pribadi saya mulai terasa. Saya bukan pemain stealth yang sabar. Gaya bermain saya lebih dekat ke Rambo: lihat musuh, tembak. Kalau ada musuh lagi, tembak lagi. Kalau jumlah musuh terlalu banyak… ya, tembak lebih banyak.
Masalahnya, Metal Gear tidak selalu bekerja seperti itu. MGS4 memberikan berbagai pilihan untuk menyelesaikan situasi. Kita bisa menyelinap, menggunakan perlindungan, melumpuhkan musuh, mengalihkan perhatian, atau memanfaatkan peperangan antarfaksi yang terjadi di sekitar kita.
Ada juga sistem OctoCamo yang membantu Snake berbaur dengan lingkungan. Dan semakin saya bermain, semakin saya menyadari bahwa bermain agresif bukan selalu pilihan terbaik.
Health Snake dapat terkuras dengan cepat, sementara berbagai situasi bisa menjadi jauh lebih mudah apabila kita merencanakan rute dan bergerak secara diam-diam. Awalnya saya cukup kikuk.Saya harus menahan kebiasaan untuk langsung menarik pelatuk. Saya mulai memperhatikan pola patroli, mencari jalur alternatif, menggunakan lingkungan dan mencoba memahami bagaimana musuh bereaksi.
Memang belum berubah menjadi pemain stealth sejati, tetapi setidaknya saya mulai belajar. Dan menurut saya, di situlah salah satu kesenangan memainkan Metal Gear: game ini memaksa saya bermain dengan cara yang tidak biasa saya lakukan.
Performa PC Memuaskan
Saya memainkan Metal Gear Solid: Master Collection Vol. 2 versi PC, dan secara umum pengalaman teknisnya sangat memuaskan. MGS4 yang pada masa PlayStation 3 memiliki tantangan performa kini dapat berjalan pada 60 FPS yang stabil di versi remaster ini.
Bagi game yang pernah menjadi salah satu showcase teknis terbesar PS3, melihat MGS4 berjalan dengan lancar di PC modern tentu terasa cukup istimewa. Dokumen review yang saya gunakan juga mencatat bahwa game dapat berjalan dengan sangat baik pada perangkat berbasis Linux dan ROG Ally. Bahkan MGS4 dapat berjalan dengan lancar pada pengaturan tinggi.
Untuk saya pribadi, performa yang stabil membuat pengalaman bermain MGS4 jauh lebih nyaman. Terlebih karena game ini memiliki banyak adegan dengan aksi, efek visual, dan lingkungan yang cukup kompleks.
Peace Walker Keren, tetapi Bukan Favorit Saya
Game kedua adalah Metal Gear Solid: Peace Walker. Berbeda dengan MGS4 yang terasa seperti blockbuster besar, Peace Walker dibangun dengan pendekatan yang lebih episodik. Pemain mengendalikan Big Boss dan mengembangkan organisasi militernya sendiri.
Salah satu mekanisme pentingnya adalah merekrut musuh dan personel, mengembangkan Mother Base, mengumpulkan sumber daya, melakukan riset, kemudian membawa perlengkapan yang semakin baik ke misi berikutnya. Konsep tersebut kemudian menjadi fondasi penting bagi evolusi gameplay seri Metal Gear berikutnya.
Secara mekanis, Peace Walker masih terasa menyenangkan. Namun, saya pribadi tidak terlalu menyukai struktur misinya yang pendek dan episodik. Bahkan sumber review juga menyoroti bahwa struktur seperti ini menjadi salah satu aspek yang membuat pengalaman Peace Walker tidak sekuat game Metal Gear lainnya.
Bukan berarti Peace Walker buruk. Justru sebaliknya. Game ini penting untuk memahami perkembangan Big Boss dan evolusi gameplay menuju era Metal Gear Solid V. Hanya saja, dibandingkan MGS4 dan Ghost Babel, Peace Walker bukan game yang paling melekat bagi saya.
Ghost Babel, Bonus Klasik yang Justru Menjadi Favorit
Metal Gear: Ghost Babel awalnya dirilis untuk Game Boy Color pada 2000. Yang menarik, game ini bukan sekadar port kecil dari Metal Gear Solid versi PlayStation. Ghost Babel memiliki cerita orisinalnya sendiri dan merupakan semacam realitas alternatif dari Metal Gear Solid. Dan sebagai orang yang memang menyukai game klasik, saya langsung merasa lebih dekat dengan game ini.
Secara visual memang sederhana. Sprite 2D dan keterbatasan hardware Game Boy Color sangat terasa. Tetapi gameplay-nya justru luar biasa kompleks untuk ukuran Game Boy.
Snake dapat berjongkok, merangkak, bersembunyi di bawah ventilasi, menempel di dinding, mengetuk dinding untuk menarik perhatian musuh, hingga menggunakan perangkat tertentu untuk mendeteksi laser. Ghost Babel benar-benar terasa seperti Metal Gear Solid yang diperas hingga masuk ke dalam cartridge Game Boy Color, saya menyukai itu.
Game ini juga memiliki lebih dari 100 VR Missions, sehingga kontennya jauh lebih besar daripada yang mungkin kita bayangkan dari sebuah game Game Boy. Bagi saya, Ghost Babel adalah bonus yang justru terasa paling berharga secara personal.
Bukan karena teknologinya paling canggih. Bukan karena grafisnya paling indah. Justru karena game ini mengingatkan bahwa desain gameplay yang bagus tidak selalu membutuhkan hardware yang luar biasa.
Koleksi yang Masih Memiliki Kekurangan
Meski saya sangat menikmati koleksi ini, bukan berarti semuanya sempurna. Salah satu kekurangan paling terasa adalah absennya Metal Gear Solid: Portable Ops. Game tersebut sebenarnya penting untuk memahami perkembangan cerita Big Boss sebelum Peace Walker. Tanpa Portable Ops, transisi perjalanan karakter Big Boss terasa sedikit terputus.
Materi bonus juga terasa relatif sederhana. Koleksi ini menyediakan beberapa dokumen, buku digital, database, dan soundtrack, tetapi tidak menawarkan ekstra dalam jumlah besar. Namun, bagi saya, kekurangan tersebut tidak sampai menghilangkan nilai utama koleksi. Karena pada akhirnya, tiga game yang ada di sini memang sudah sangat kuat.
Kesimpulan
Metal Gear Solid: Master Collection Vol. 2 bukan sekadar cara untuk menjual kembali game lama. Koleksi ini menjadi semacam kapsul waktu yang memperlihatkan bagaimana formula Metal Gear berkembang. MGS4 menunjukkan Metal Gear dalam skala paling besar dan sinematik.
Peace Walker memperlihatkan bagaimana stealth kemudian dikombinasikan dengan pembangunan organisasi dan manajemen sumber daya. Sementara Ghost Babel membuktikan bahwa konsep Metal Gear ternyata dapat bekerja dengan sangat baik bahkan di Game Boy Color.
Untuk saya pribadi, pengalaman bermain menjadi semakin menarik karena harus beradaptasi dengan gaya stealth. Kebiasaan bermain ala Rambo membuat saya beberapa kali merasa salah pendekatan. Tetapi justru dari situlah saya mulai menikmati bagaimana Metal Gear mengajarkan kesabaran, observasi, dan perencanaan.
Dan kalau harus memilih game favorit dari koleksi ini? Ghost Babel. Mungkin terdengar aneh karena MGS4 jelas merupakan bintang utama koleksi. Tetapi sebagai penggemar game klasik, saya justru mendapatkan kepuasan tersendiri ketika memainkan game Game Boy Color yang ternyata memiliki desain gameplay sedalam itu.
Sementara untuk MGS4, versi PC ini memberikan kesempatan yang sangat layak untuk memainkan kembali sebuah game yang selama bertahun-tahun terkurung di PlayStation 3. Dengan performa 60 FPS yang stabil dan akses yang jauh lebih mudah, akhirnya semakin banyak pemain bisa merasakan penutup perjalanan Solid Snake.
Pada akhirnya, Metal Gear Solid: Master Collection Vol. 2 adalah koleksi yang sangat saya rekomendasikan, terutama untuk penggemar Metal Gear dan pemain yang tertarik melihat sejarah perkembangan game stealth.
Metal Gear Solid: Master Collection Vol. 2 tersedia di Nintendo Switch 2, Nintendo Switch , PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC melalui Steam.
*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer