Home Blog Page 26

Beta Test Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok Dibuka

0
Beta Test Granblue Fantasy Relink - Endless Ragnarok Dibuka

Cygames telah mengumumkan beta test Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok, setelah bulan lalu menjalankan tahap closed beta. Uji coba terbuka ini akan digelar dari tanggal 24-27 April 2026 di Nintendo Switch 2, PS5, PS4, dan Steam.

Tahap ini disiapkan untuk menguji beban jaringan serta performa game di seluruh platform sebelum perilisan game di tanggal 9 Juli 2026.

Konten Beta Test Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok

Dalam tahap beta test kali ini, pemain akan dapat mencoba mekanisme Summons. Fitur ini memungkinkan pemain untuk memanggil monster spesial saat bertarung.

Cygames juga menambahkan empat quest yang bisa dimainkan. Setelah pemain menuntaskan tiga quest pertama, quest keempat berjudul “Sephira’s Sanguine Glimmer” akan terbuka.

Pada misi ini, pemain bisa mencoba Summons sekaligus mekanik baru bernama Primal Burst, versi lebih kuat dari Full Burst yang membutuhkan koordinasi penuh dari seluruh anggota party. Karakter Beatrix yang sebelumnya hadir di closed beta juga kembali dapat dimainkan di tahap beta.

Uji coba ini juga sudah mendukung online multiplayer dan juga fitur crossplay.

Untuk menyambut peluncuran ekspansi dari GranBlue Fantasy: Relink ini, manga Granblue Fantasy dan anime Granblue Fantasy: The Animation akan tersedia secara gratis dalam waktu terbatas.

Imbas Kebocoran Data, Kemkomdigi Hentikan IGRS Sementara

0
Imbas Kebocoran Data, Kemkomdigi Hentikan IGRS Sementara

Imbas polemik kebocoran data, Kementerian Komunikasi dan Digital atau Kemkomdigi telah memutuskan agar verifikasi IGRS dihentikan sementara. Menurut Kemkomdigi langkah tersebut perlu dilakukan agar investigasi secara menyeluruh bisa berjalan.

Kebocoran data IGRS mengungkap informasi vital untuk beberapa game yang belum rilis. Misalnya 007: First Light dan Echoes of Aincrad yang video gameplay bahkan endingnya tersebar di internet. Kejadian ini bahkan mendapat sorotan dari dunia internasional.

Komdigi Jelaskan Alasan IGRS Dihentikan

Dikutip dari Kompas, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, mengatakan pemerintah sedang melakukan evaluasi secara penuh terhadap sistem IGRS.

“Kami memutuskan untuk menunda sementara proses verifikasi IGRS secara keseluruhan,” ujar Sonny.

Menurutnya evaluasi tidak hanya karena insiden kebocoran data dari game yang belum rilis, tapi juga mencakup aspek teknis yaitu sistem yang berjalan sampai dengan tata kelola organisasi. Tidak hanya itu, Kemkomdigi juga membentuk tim khusus untuk mempercepat proses penanganan sekaligus menelusuri sumber dari persoalan tersebut.

Tidak hanya pemerintah, Kemkomdigi juga akan melibatkan asosiasi industri dan masyarakat untuk masukan. Tujuannya adalah agar hasil dari pembenahan nantinya benar-benar bisa diterapkan.

Hal senada juga diutarakan oleh Asosiasi Game Indonesia atau AGI. Presiden Asosiasi Game Indonesia, Shafiq Husein, menyebutkan jika kasus ini justru membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara pemerintah dan pelaku industri. Menurutnya, perbaikan harus dilakukan agar sistem IGRS tidak merugikan developer lokal.

Dengan adanya kejadian ini, kita jadi membuka pintu komunikasi juga supaya sistem ini bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Bagaimana menurut kamu?

Laptop AI Akan Semakin Kencang dengan Intel Core Ultra Series 3

0
Laptop AI Akan Semakin Kencang dengan Intel Core Ultra Series 3

Intel Core Ultra Series 3 telah resmi tersedia di Indonesia melalui berbagai laptop baru dari mitra OEM global seperti ASUS, Acer, Dell, HP, Lenovo, dan MSI. Kehadiran chip ini menandai langkah baru Intel dalam menghadirkan AI PC generasi berikutnya, dengan fokus pada peningkatan performa, grafis, dan efisiensi daya untuk konsumen maupun pelaku bisnis.

Perfoma Intel Core Ultra Series 3

Prosesor yang sebelumnya dikenal dengan nama kode Panther Lake ini menjadi evolusi terbaru dalam roadmap komputasi berbasis Intel. Laptop yang menggunakannya memberi pengguna lebih banyak pilihan untuk kebutuhan kerja, kreasi konten, hingga hiburan.

Intel merancang chip ini dengan teknologi proses Intel 18A terbaru. Pada bagian dalamnya yaitu CPU, GPU, dan NPU digabungkan untuk mempercepat pemrosesan AI langsung di perangkat. Pendekatan ini membuat laptop tidak hanya lebih pintar, tetapi juga lebih efisien saat menjalankan program berbasis AI, maupun proses kreatif yang lebih kompleks.

Salah satu sorotan utama dari chip ini adalah kemampuan NPU terintegrasi yang diklaim mampu menghadirkan hingga 50 TOPS untuk pemrosesan AI on-device. Selain itu, Intel juga membekali chip ini dengan arsitektur grafis Xe3 terintegrasi untuk meningkatkan performa gaming dan kualitas visual.

Intel juga menekankan efisiensi daya sebagai nilai jual utama. Laptop yang menggunakan chip ini mampu menawarkan daya tahan baterai terbaik, sekaligus hadir dalam bodi yang lebih tipis dan ringan tanpa mengorbankan responsivitas.

Ekosistem Laptop AI Akan Terus Meluas

Intel Core Ultra Series 3 untuk gaming

Secara global, Intel menyebut lebih dari 200 laptop akan memakai Intel Core Ultra Series 3 untuk segmen premium consumer, gaming, hingga komersial sepanjang 2026.

Country Manager Intel Indonesia, Harry K. Nugraha, menjelaskan bahwa Indonesia menjadi pasar penting seiring pesatnya adopsi digital dan inovasi AI. melalui dukungan chip ini diharapkan membuka pengalaman komputasi AI generasi baru di Indonesia.

Bagaimana menurutmu?

Sony Umumkan Film Bloodborne, Dijanjikan Bakal Tetap Sadis

0
Sony Umumkan Film Bloodborne, Dijanjikan Bakal Tetap Sadis

Sony Pictures telah mengumumkan proyek film Bloodborne. Film ini juga akan mengikuti materi aslinya, dimana versi gamenya memiliki nuansa gelap dan sadis. Tidak heran film ini nantinya akan mendapatkan rating R. Film ini akan dibuat dengan gaya animasi.

Film Bloodborne Dijanjikan Tetap Setia pada Versi Game

Dikutip dari Variety, Presiden Sony Pictures Entertainment Motion Picture Group, Sanford Panitch menegaskan bahwa film Bloodborne ini akan sangat setia pada nuansa sadis, elemen gothic, dan juga monster mengerikan yang membuat versi gamenya menjadi begitu begitu digemari.

Satu hal yang cukup mengejutkan adalah keterlibatan content creator Sean McLoughlin, atau yang lebih dikenal sebagai JackSepticEye. Ia ikut menjadi co-producer bersama dengan PlayStation Productions dan Lyrical Animation.

Selama ini JackSepticEye memang lebih banyak dikenal dalam dunia streaming maupun konten digital. Namun, belakangan ia juga mulai merambah akting. Salah satunya adalah ketika ia terpilih untuk berperan sebagai Punch Up di game Dispatch.

Film Adaptasi Game Jadi Andalan Baru Hollywood

Pengumuman proyek film Bloodborne menambah daftar film hasil adaptasi video game yang telah dibuat Hollywood. Setelah sempat dianggap sebagai formula gagal, film jenis ini mendadak menjadi tren baru. Lihat saja The Super Mario Galaxy Movie yang berhasil menjadi box office.

Tentunya Sony tidak mau ketinggalan dengan tren baru ini. Apalagi IP yang dimiliki sudah terbukti kualitasnya dan memiliki fans setia, seperti Bloodborne.

Bagaimana menurutmu?

Polemik IGRS Disorot Media Asing, Perkuat Adanya Kebocoran Data

0
Polemik IGRS Disorot Media Asing, Perkuat Adanya Kebocoran Data

IGRS kembali mendapat sorotan akibat dugaan adanya kebocoran data. Awalnya isu ini hanya dibicarakan secara lokal, namun sekarang sudah mendapatkan atensi dari dunia internasional.

Website VGC membahas secara khusus mengenai insiden tersebut sekaligus mengkonfirmasi bahwa kebocoran data dari website IGRS memang betul terjadi. Salah satu data yang sudah beredar di internet adalah rekaman gameplay dari game 007: First Light milik IO Interactive dan Echoes of Aincrad dari Bandai Namco. Hal yang lebih fatal adalah ending dari 007: First Light diklaim juga sudah bisa ditemukan di internet akibat kebocoran data ini.

Nama besar lain seperti Assassin’s Creed: Black Flag Resynced dari Ubisoft dan Castlevania: Belmont’s Curse dari Konami juga disebut masuk dalam kebocoran ini. Selain video spoiler, kebocoran data ini juga mengungkap ribuan alamat email milik developer game yang terdaftar di IGRS.

Pengakuan Developer Asing

Age Ratings Manager dari Riot Games, Nic McConnell menceritakan pengalamannya lewat BlueSky ketika berkomunikasi dengan tim IGRS. Ia menduga tim itu bekerja dengan sumber daya yang sangat terbatas.

“IGRS, sejauh yang saya lihat, memproses setiap pengajuan secara manual. Saya tidak akan heran jika beberapa tautan akhirnya terbuka lebih luas di tengah proses ini.” Ujarnya.

“Tim yang mengerjakan IGRS sepertinya adalah tim kecil yang mengerjakan hal besar tanpa sumber daya yang memadai. Ketika saya akhirnya bertemu dengan mereka, saya bisa melihat jika tim kecil ini berisi orang baik yang memang ingin melakukannya dengan baik dengan waktu yang sangat terbatas,” Tambahnya.

Awal Mula Isu Kebocoran Data IGRS Mencuat

Isu ini pertama kali ramai dibahas di Reddit. Salah seorang pengguna yang sedang membuat tampilan alternatif untuk website IGRS, mengaku telah menemukan akses ke dalam database yang memuat informasi sensitif.

Sekarang masih menurut sumber yang sama di Reddit, sistem database ini ia klaim kini telah diperbaiki. Meski begitu, kebocoran data sudah terlanjur terjadi. Insiden ini telah menjadi pukulan telak bagi Kementrian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) selaku pengelola resmi IGRS. Bukan cuma soal kesiapan, namun dari segi profesionalitas juga patut dipertanyakan.

Bagaimana menurutmu?

Televisi Artistik TCL A400 Pro Meluncur di Indonesia

0
TCL A400 Pro Meluncur di Indonesia

TCL A400 Pro telah resmi meluncur di Indonesia melalui kolaborasi TCL dan INFORMA Electronics. Televisi bergaya artistik ini menggabungkan teknologi visual mutakhir dengan desain interior modern.

Business Operation Director PT Home Center Indonesia, Daniel Trisno, mengatakan produk ini bukan sekadar perangkat hiburan biasa.

“Ini bukan hanya TV untuk hiburan, tetapi juga bagian dari estetika rumah,” Ujarnya.

Hal senada diutarakan oleh brand ambassador TCL, Denny Sumargo, yang menilai produk ini menawarkan perpaduan menarik antara teknologi dan gaya hidup.

“Ini kolaborasi luar biasa. TV ini bukan hanya soal kualitas yang premium, tapi juga tampilannya estetik,” Katanya.

CEO TCL Indonesia, Evan Tang, menjelaskan jika kerja sama dengan INFORMA menjadi bagian dari strategi untuk menghadirkan teknologi premium lebih dekat ke konsumen Indonesia.

“Konsumen bisa merasakan langsung bagaimana TV ini menyatu dengan ruang keluarga mereka,” Jelasnya.

Teknologi Visual dan Audio Jadi Daya Tarik TCL A400 Pro

Berbeda dari televisi pada umumnya, TCL A400 Pro membawa konsep Art TV yang dirancang agar tampil menarik saat digunakan maupun saat layar sedang mati. Desainnya mengusung bodi ultra-slim dengan layar matte anti-pantulan, sehingga tampil lebih menyatu dengan dinding seperti karya seni.

TCL juga menyematkan fitur Art Gallery yang memungkinkan layar menampilkan lukisan digital atau foto keluarga saat tidak dipakai menonton.

Dari sisi teknologi, TCL A400 Pro hadir sebagai televisi artistik pertama di Indonesia yang memakai QD-Mini LED. Teknologi ini diklaim mampu menghadirkan tingkat kecerahan tinggi, warna lebih akurat, dan kontras yang tajam untuk mendukung pengalaman menonton yang lebih imersif.

Tidak hanya itu, TCL juga melengkapinya dengan sistem audio premium dari ONKYO agar kualitas suara yang dihasilkan terasa lebih sinematik.

Televisi ini juga memiliki varian 75 inci yang dijual secara eksklusif melalui jaringan INFORMA Electronics di Indonesia. Selain model tersebut, TCL juga menyediakan ukuran lain mulai dari 32 inci hingga 65 inci untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang lebih beragam.

Bagaimana menurutmu?

Review Darwin’ Paradox (PC): Bukan Sekedar Gurita

0

Tidak banyak game yang berani menjadikan gurita sebagai karakter utama sekaligus pusat dari pengalamannya. ZDT Studio mencoba untuk menggali potensi tersebut lewat Darwin’ Paradox. Game ini menceritakan tentang petualangan luar biasa seekor gurita bernama Darwin.

Agar menjadi lebih menarik, game sidescrolling platforming ini dikemas secara sinematik. Animasi game ini cukup mengesankan dan mengingatkan dengan film animasi pendek buatan Pixar. Kemasan ini diharapkan bisa membuat Darwin’ Paradox berbeda dengan game segenre lainnya, sekaligusnya membuatnya menjadi unik…seharusnya.

Berikut adalah pengalaman dan kesan yang kami rasakan selama memainkan versi review Darwin’ Paradox di PC.

Berawal Dari Laut ke Pabrik Raksasa

Cerita Darwin’ Paradox berawal ketika ia dan ibunya sedang asyik menjelajahi lautan, namun karena sedang tidak beruntung, keduanya diculik oleh semacam UFO. Darwin dan ibunya lalu dibawa ke pabrik pengolahan seafood bernama Ufood. Ketika akan diproses, Darwin beruntung dapat melarikan diri. Disinilah petualangan Darwin dimulai.

Sama seperti gurita asli, Darwin dibekali oleh kemampuan khas hewan tersebut. Ia dapat menyelinap di ruangan yang sempit, bisa bergerak secara fleksibel dimana saja, berkamuflase dengan mengubah warna tubuhnya, bergerak di daratan tanpa air (Gurita asli bisa melakukan ini tetapi durasinya tidak selama Darwin), dan juga memiliki tingkat kecerdasan seperti memindahkan objek atau menggerakkan tuas.

Review Darwin’ Paradox opening stage

Semua kemampuan Darwin akan digunakan secara maksimal di dalam game. Selalu ada saja rintangan yang mengharuskan Darwin untuk menggunakan kemampuannya sebagai gurita. Tentunya ini semua dibalut dengan animasi yang jempolan.

Darwin’s Paradox mengingatkan kami dengan game seperti Limbo atau Ori and The Will Of The Wisps. Gerakan Darwin terlihat halus, responsif, dan juga punya identitas yang kuat. Saat ia sedang memanjat, berenang, menempel di permukaan, atau menyusup ke area sempit, semua transisi berjalan dengan mulus. Kami sangat menikmati visual yang disajikan di dalam game ini.

Review Darwin’ Paradox stage tempat sampah

Lingkungan yang harus dilewati oleh Darwin juga tidak kalah menarik. Pabrik Ufood misalnya ditampilkan per bagian yang masing-masing memiliki temanya sendiri. Dimulai dari tempat sampah yang dipenuhi dengan sampah menggunung lengkap dengan tikus dan tumpahan limbah kimia, lalu ada area produksi yang lebih tertutup dan berisi berbagai macam komponen industrial.

Review Darwin’ Paradox item collectible

Darwin’s Paradox tidak memiliki dialog sebagai penunjuk cerita. Pemain bisa melihat apa yang sedang dirasakan oleh Darwin dari mata dan gerakan tentakelnya. Rasanya seperti sedang menonton film bisu. Pemain juga bisa mengetahui lebih dalam tentang Ufood melalui koran yang berupa item collectible.

Gurita Cincang

Review Darwin’s Paradox platforming 1

Kami paham alasan ZDT Studio membungkus game ini dengan visual yang menarik, yaitu mengkamuflase gameplay yang brutal. Darwin’s Paradox akan membuat pemain jengkel karena harus mengulangi satu titik yang sulit dalam satu level, namun akhirnya menyadari bahwa didepan ada rintangan yang lebih sulit lagi.

Tingkat kesulitan platforming Darwin’s Paradox berupa ekskalasi. Pada awal permainan tidak begitu terasa, all fun and games. Namun seiring berjalannya permainan secara bertahap akan menjadi sulit sampai akhirnya membuat jengkel. Misalnya ada tempat dimana Darwin harus melewati banyak roda gigi yang berputar. Jika terlambat sedikit Darwin bisa tergencet dan tewas. Masalahnya mekanisme yang seharusnya membantu Darwin, justru malah menjadi jebakan maut.

Kemampuan Darwin untuk menempel dan bergerak di berbagai bidang dengan menggunakan tentakelnya ibarat pedang bermata dua. Mekanisme ini terlalu responsif sehingga malah merepotkan pemain karena bisa membuat Darwin berada di posisi yang tidak tepat. Selain itu, sistem kontrol dalam posisi ini juga terlalu kaku dan kadang membuat pergerakan Darwin menjadi lambat.

Ditambah lagi suasana yang terlalu gelap sehingga sulit mengantisipasi bahaya berikutnya. Akibatnya, kematian terasa datang bukan karena keputusan yang salah, melainkan karena informasi yang tidak cukup. Pemain bisa melihat Darwin terjepit, tersetrum, atau terbakar berkali-kali hanya karena kurangnya petunjuk.

Hal seperti ini merusak ritme dengan memotong aliran permainan dan menggantinya dengan rasa jengkel. Tentunya ini merupakan suatu hal yang biasa dalam game sidescrolling dan platforming. Namun bagi gamer yang belum biasa, kondisi ini bisa menimbulkan rasa frustrasi dan mengurangi kesenangan bermain.

Dinamika Gameplay

Review Darwin’ Paradox mekanisme stealth

Tidak melulu cuma platforming, Darwin’s Paradox juga memiliki variasi permainan yang lain. Ada puzzle yang cukup kreatif, meski pengerjaannya hanya sebatas menarik tuas atau mendorong objek. Jika bingung, pemain bisa mengaktifkan fitur help yang akan memberikan petunjuk apa yang seharusnya dilakukan.

Lalu pada level lain, pemain akan diminta untuk menggunakan kemampuan kamuflase milik Darwin untuk melewati lapangan yang dipenuhi oleh pekerja pabrik. Level ini mengingatkan kami dengan gaya permainan di Metal Gear Solid ketika Snake melakukan infiltrasi ke dalam markas musuh.

Developer memberikan tribut kepada Konami dengan memunculkan efek suara khas Metal Gear ketika Darwin dilihat oleh musuhnya. Tribut lainnya ada pada saat Darwin harus melintasi jalanan yang dipenuhi mobil, lalu di pinggir jalan terlihat seekor kodok sedang melompat-lompat. Level ini bisa dibilang adalah tribute untuk game Frogger yang juga dipopulerkan oleh Konami.

Review Darwin’ Paradox tribut dari frogger

Meski sederhana, hal-hal kecil seperti bisa membawa kami sesaat lupa sedang memainkan game yang tidak mengenal ampun.

Darwin’s Paradox Dari Segi Teknis

Selama memainkan versi review Darwin’s Paradox di PC, kami tidak pernah mengalami masalah teknis. Untuk ukuran game platforming, Darwin’s Paradox memiliki setting grafis yang cukup lengkap. Ada framerate cap dan pengaturan fitur upscaling menggunakan NVIDA DLSS dan AMD FSR. Untuk gamenya sendiri sebetulnya tidak terlalu demanding dari segi spesifikasi.

Berikut adalah spesifikasi PC yang kami gunakan untuk memainkan Darwin’s Paradox: CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB.

Kesimpulan Review Darwin’s Paradox

Kesimpulan yang kami dapat setelah memainkan dan juga disiksa oleh versi review Darwin’s Paradox adalah kami menemukan satu hal yang paling memikat dan juga konsisten. Aspek ini adalah presentasinya.

Gaya visual kartun yang ditunjukkan Darwin’s Paradox sangatlah kuat. Animasi digarap dengan baik, ditambah sentuhan humor ringan. Bagian world building juga dilakukan dengan baik karena dunia dalam Darwin’s Paradox terasa absurd, tapi masih jenaka.

Satu hal lagi yang tidak kalah penting adalah audio. Efek suara diracik dengan baik, bahkan suara lembut seperti ketika tentakel Darwin menempel di permukaan bisa terdengar secara detail. Soundtrack ala orkestra juga efektif menjadi penopang tone permainan.

Tentunya itu semua adalah icing on the cake dari gameplay brutal. Rasa jengkel karena harus mengulang-ulang bagian tertentu bisa mengarah menjadi dua hal. Pertama adalah menjadi dorongan agar bisa get good. Kedua adalah membuat frustrasi dan mengurangi rasa senang. Padahal tujuan kita bermain game adalah bersenang-senang, benarkan?

Darwin’s Paradox sudah tersedia di PS5, Xbox Series, dan PC.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

FINAL FANTASY VII REBIRTH Rilis 3 Juni 2026 di Nintendo Switch 2 dan Xbox Series, Hadirkan Petualangan Epik yang Lebih Luas

0

Kabar besar datang untuk para penggemar JRPG legendaris. FINAL FANTASY VII REBIRTH akhirnya dipastikan akan meluncur pada 3 Juni 2026 untuk Nintendo Switch 2, Xbox Series X|S, serta Windows melalui Microsoft Store. Versi ini melengkapi perilisan sebelumnya di PlayStation 5 dan PC, sekaligus membuka kesempatan bagi lebih banyak pemain untuk menikmati salah satu RPG paling ambisius dalam satu dekade terakhir.

Game ini merupakan bagian kedua dari proyek remake trilogi Final Fantasy VII, yang pertama kali dirilis pada tahun 1997 dan telah terjual lebih dari 15,5 juta kopi di seluruh dunia. Dengan teknologi modern, kisah klasik ini dihidupkan kembali dengan skala yang jauh lebih besar dan pendekatan gameplay yang lebih dinamis.

Dunia yang Lebih Luas dan Bebas Dijelajahi

Jika sebelumnya petualangan masih terfokus di kota Midgar, kini pemain akan diajak keluar menuju dunia yang jauh lebih luas. Setelah melarikan diri dari Midgar, Cloud dan kawan-kawan memulai perjalanan untuk memburu Sephiroth sekaligus menyelamatkan planet dari kehancuran.

Lingkungan dalam game dibuat sangat luas dan beragam, mulai dari padang rumput hijau, pegunungan terjal, hingga gurun luas dan kota hiburan. Setiap area memiliki karakteristik unik dan dipenuhi berbagai aktivitas sampingan yang membuat eksplorasi terasa hidup.

Menariknya, pemain bisa menggunakan berbagai metode traversal seperti chocobo dan kendaraan buggy untuk menjelajahi dunia dengan lebih bebas. Ini bukan sekadar perjalanan linier—ini adalah petualangan global yang penuh kejutan.

Sistem Combat Hybrid

Salah satu daya tarik utama dari FINAL FANTASY VII REBIRTH adalah sistem pertarungannya yang menggabungkan aksi real-time dengan elemen strategi berbasis command.

Pemain bisa:

  • Bergerak, menyerang, menghindar, dan bertahan secara real-time
  • Mengakses skill, magic, dan item dengan sistem command yang memperlambat waktu
  • Mengganti karakter secara bebas saat bertarung

Namun yang paling menonjol adalah hadirnya fitur Synergy Skills dan Synergy Abilities. Sistem ini memungkinkan dua karakter bekerja sama untuk menghasilkan serangan kombinasi dengan efek spektakuler. Ketika gauge penuh, pemain bisa mengaktifkan serangan pamungkas yang mampu membalikkan keadaan dalam sekejap.

Fitur Baru: Streamlined Progression untuk Pengalaman Lebih Santai

Bagi kalian yang ingin fokus menikmati cerita tanpa terlalu dipusingkan oleh tingkat kesulitan, Square Enix menghadirkan fitur Streamlined Progression.

Fitur ini memungkinkan:

  • HP dan MP tidak terbatas
  • Damage maksimal hingga 9.999
  • Item tersedia dalam jumlah maksimum

Menariknya, semua opsi ini bisa diaktifkan atau dimatikan kapan saja sesuai kebutuhan. Jadi baik pemain kasual maupun hardcore tetap bisa menikmati game dengan gaya masing-masing.

Karakter Ikonik Kembali

Cerita tetap menjadi jantung utama game ini. Pemain akan kembali bertemu dengan karakter-karakter ikonik seperti:

  • Cloud Strife, mantan SOLDIER yang mencari jati diri
  • Tifa Lockhart, yang berjuang dengan konflik batinnya
  • Barret Wallace, pemimpin Avalanche dengan misi menyelamatkan planet
  • Aerith, keturunan terakhir bangsa Cetra
  • Yuffie, ninja dari Wutai dengan ambisi besar
  • Red XIII, makhluk bijak dengan umur panjang
  • Sephiroth, antagonis legendaris yang ingin menguasai dunia

Dengan pendekatan narasi modern, setiap karakter mendapatkan porsi cerita yang lebih dalam, emosional, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Bonus Menarik dan Diskon Early Purchase

Untuk versi terbaru ini, Square Enix juga menghadirkan berbagai bonus menarik:

  • Diskon 20% untuk pembelian digital hingga 10 Juni 2026
  • Bonus kartu Magic: The Gathering “Zack Fair” untuk edisi fisik batch pertama
  • Dukungan Xbox Play Anywhere dan kompatibilitas handheld seperti ROG Xbox Ally

Namun perlu dicatat, versi fisik Nintendo Switch 2 menggunakan sistem game-key card, yang berarti pemain tetap harus mengunduh data game dengan kapasitas sekitar 105GB.

FINAL FANTASY VII REBIRTH bukan sekadar remake—ini adalah evolusi. Dari sistem pertarungan yang semakin dalam, dunia yang lebih luas, hingga cerita yang lebih emosional, game ini berhasil membawa warisan klasik ke level berikutnya.

Bagi penggemar lama, ini adalah nostalgia yang dikemas ulang dengan kualitas premium. Sementara bagi pemain baru, ini adalah pintu masuk sempurna ke dunia Final Fantasy yang penuh keajaiban.

eFootball Mencapai 1 Miliar Download di Seluruh Dunia dan Meluncurkan Campaign Spesial dengan Pemain Legendaris Gratis, Termasuk Ronaldinho Gaucho

0

Konami Digital Entertainment Limited (KONAMI) hari ini mengumumkan eFootball™ telah mencapai 1 miliar download di seluruh dunia. Dalam rangka merayakan pencapaian tersebut, kampanye spesial dalam game diluncurkan dengan bonus login harian, “Master League Sprint” adalah Event waktu terbatas yang terinspirasi oleh mode “Master League” dari serial Pro Evolution, dan serial manga berjudul “That Time I Got Reincarnated in PES”. 

Pemain yang login ke dalam game selama event berlangsung akan menerima berbagai macam hadiah seperti eFootball™ Coins. Selain itu, berpartisipasi dalam kampanye dan menyelesaikan pertandingan akan menghadiahkan Chance Deals yang bisa digunakan untuk memperoleh pemain secara acak dari daftar eksklusif termasuk pemain legendaris seperti Ronaldinho Gaucho.  

Master League Sprint” dimulai hari ini hingga 16 April dan mengajak semua pemain untuk mengambil peran sebagai manajer klub. Pemain harus mengelola tim mereka dengan membeli pemain bola profesional, menjadwalkan waktu pelatihan, memilih starting lineup, dan semua peran manajer lainnya dengan tujuan untuk menjadi tim papan atas. Tim starternya termasuk pemain-pemain yang pasti udah dikenal para fans Master League seperti Castolo dan Minanda. Event waktu terbatas ini memfiturkan tiga poin utama:

  • Sinergi:
      • Pemain akan bermain dalam pertandingan dengan “Synergy” di mana “Synergy” tim dipengaruhi oleh kemampuan dan kondisi para pemain dalam tim tersebut. Kelola seleksi pemain dan rotasi yang akan berperan penting dalam menentukan hasil pertandingan.
  • Episode:
      • Dalam pertandingan, berbagai “Episodes” bisa terjadi yang akan memengaruhi hasil pertandingan baik positif atau pun negatif. “Episode” seperti pertumbuhan pemain, perubahan dalam kondisi pemain dan juga cedera akan menjadikan musim lebih menegangkan.
  • Pengelolaan Tim:
    • Pemain bisa memperkuat tim mereka dengan menggunakan poin yang diterima dari pertandingan untuk membeli pemain baru. Poin juga bisa diperoleh dengan menjual pemain dan membangun ulang tim untuk menjadi tim yang ideal dalam memenangkan trofi.

Selain dari event dalam game ini, platform distribusi Manga Kodansha “K MANGA” akan membuat serial manga bertema Master League dengan judul “That Time I Got Reincarnated in PES.” yang ditulis oleh Kiminori Wakasugi, penulis Detroit Metal City. Manga dengan tema fantasi ini menceritakan kisah sang protagonis yang direinkarnasi ke dalam dunia Master League, ceritanya mengikuti Castolo, Minanda dan lainnya dalam dunia eFootball™.

*Catatan: membaca manga tersebut hanya tersedia di negara-negara yang bisa mengakses K MANGA. *Bagi yang berada di wilayah yang tersedia, manga tersebut bisa diakses melalui banner dalam game. 

Terakhir, eFootball™ mengimplementasi gameplay update baru. Tambahan “Advanced Feint Command Type” dan  peningkatan lainnya memberikan pengalaman gameplay bola yang semakin mirip dengan sepak bola dunia nyata. Untuk info lebih lanjut, tonton program informasi “eFootball™ CONNECT.”

eFootball™ CONNECT Link: https://www.youtube.com/watch?v=TEV1srjzI7w

Info lengkap bisa ditemukan di website: https://www.konami.com/efootball/en/

Jadi Pengelola Kuburan Abad Pertengahan di Graveyard Keeper 2

0
Jadi Pengelola Kuburan Abad Pertengahan di Graveyard Keeper 2

Graveyard Keeper 2, game simulation bertema pengelola kuburan di abad pertengahan telah diumumkan oleh publisher tinyBuild bersama developer Lazy Bear Games. Game ini dijadwalkan meluncur tahun ini untuk PC, PS5, Xbox Series X, Nintendo Switch, dan Nintendo Switch 2.

Cerita Graveyard Keeper 2

Dalam Graveyard Keeper 2, pemain kembali mengelola area pemakaman sambil menjalani berbagai aktivitas lain seperti membuat item, meningkatkan kemampuan, memancing, berdagang, hingga kustomisasi karakter. Namun kali ini skala permainannya dibuat lebih luas. Pemain bisa menjelajahi kota besar yang telah dipenuhi zombie, lalu membantu warga membangun ulang kota mereka.

Seperti game pertamanya, Game ini tetap mempertahankan unsur manajemen dan grinding. Pemain bisa memanen berbagai sumber daya dari tumbuhan, hewan, hingga sisa-sisa manusia untuk menciptakan mesin yang kemudian dipakai untuk mempercepat produksi atau memperluas area makam.

Salah satu perubahan paling menarik di game ini adalah pemain dapat membuat senjata dan armor, lalu mengirimnya ke pasukan yang bertarung di garis depan untuk melawan zombie. Dari sana, pemain bisa membawa pulang loot berharga untuk membuka area baru di kota yang sebelumnya belum bisa diakses.

Tidak berhenti di situ, pemain juga dapat membangun menara dan benteng untuk mempertahankan wilayah dari ancaman undead.

Sebagai bagian dari perayaan pengumuman ini, tinyBuild juga membagikan game Graveyard Keeper pertama secara gratis untuk diklaim di Steam, PlayStation, Xbox Series, dan Xbox One sampai dengan tanggal 13 April 2026.

Bagaimana menurutmu?