Dead As Disco dipastikan meluncur dalam format Early Access pada 5 Mei 2026 di Steam dan Epic Games Store. Buat kamu yang belum tahu, game ini menggabungkan gameplay beat ‘em up dengan elemen musik, di mana setiap pukulan, tendangan, dan combo bergerak selaras dengan irama lagu. Jika pernah memainkan Hi-Fi Rush nah kira-kira akan seperti itu gamenya.
Dead As Disco Sajikan Mekanisme Combat Bernada
Daya tarik utama Dead As Disco ada pada mekanisme combat yang dibuat benar-benar sinkron dengan soundtrack. Setiap serangan terasa seperti bagian dari koreografi, sehingga pertarungan tampil seperti lantai dansa yang mematikan.
Pemain akan mengikuti kisah Charlie Disco, mantan ikon panggung yang mendapat satu kesempatan untuk merebut kembali sorotan dari para Idols, mantan rekan satu bandnya yang kini menjadi legenda musik. Setiap boss memiliki gaya bertarung dan lagu khas mereka sendiri.
Fitur Early Access
Saat Early Access dibuka nanti, pemain akan mendapatkan arc pertama dari cerita utama. Selain itu, tersedia lebih dari 30 lagu yang mengiringi pertarungan, lengkap dengan soundtrack original yang aman untuk streaming. Tidak hanya itu, pemain juga bisa menikmati mode Infinite Disco untuk bertarung mengikuti irama berbagai lagu dalam permainan.
Fitur My Music juga menjadi salah satu nilai lebih Dead As Disco. Lewat fitur ini, pemain dapat memakai lagu dari koleksi musik mereka sendiri lalu membangun tantangan khusus. Kustomisasi karakter juga ikut disiapkan lewat skin, aksesori, dan animasi.
Game bertema bajak laut Windrose telah dapat tanggal perilisan di Early Access. Game ini bisa mulai dimainkan pada tanggal 14 April 2026 lewat Steam, Epic Games Store, dan Stove.
Buat kalian yang belum tahu, Windrose yang dikembangkan oleh Windrose Crew akan dipublikasikan oleh Pocketpair. Tahun lalu, developer game Palworld ini telah mengumumkan keinginannya untuk menjadi penerbit game. Windrose mungkin adalah salah satu dari proyek perdananya.
Petualangan Bajak Laut
Windrose adalah game survival adventure yang bisa dimainkan solo atau co-op hingga empat pemain. Dalam game ini, pemain berperan sebagai kapten yang ingin membalas dendam. Latarnya sendiri terjadi pada masa Golden Age of Piracy lengkap dengan legenda bajak laut Blackbeard.
Meski belom rilis, popularitas Windrose luar biasa karena bisa menembus jajaran 10 besar Wishlist Steam. Salah satu alasannya adalah mungkin karena mekanisme kombinasi antara survival, eksplorasi, dan action bergaya soulslite. Pemain dapat mengarungi tiga biome berbeda dengan beragam misi, sekaligus menghadapi musuh yang menantang.
Bukan hanya bertarung, pemain juga bisa menjalani berbagai aktivitas lain di dalam game. Mulai dari berdagang, bertani, memancing, meningkatkan reputasi dengan berbagai kelompok, sampai membangun markas bajak laut sendiri. Semua itu dipadukan dengan transisi gameplay yang mulus antara daratan dan juga menggunakan kapal.
Pertempuran Laut Ala Windrose
Tentu saja salah satu nilai jual terbesar Windrose ada pada pertempuran lautnya. Pemain dapat mengendalikan kapal dalam duel meriam jarak jauh atau mendekat untuk melakukan boarding. Kapal juga bisa dikustomisasi agar sesuai dengan gaya bermain, mulai dari kapal kecil yang lincah hingga yang besar.
Versi Early Access nanti juga akan membawa fitur yang paling banyak diminta pemain sejak demo, yaitu pertempuran kapal co-op. Dalam mode ini, anggota kru bisa berbagi tugas untuk mengoperasikan senjata kapal dan bekerja sama saat menghadapi musuh di laut.
Bagaimana menurutmu? Tertarik untuk memainkan gamenya? Versi demonya sudah tersedia jika kamu ingin mencoba dulu.
Ada satu masa di dunia game yang nggak pernah benar-benar mati, era di mana musik metal meraung, visualnya liar, dan gameplay-nya nggak kenal ampun. Nah, ChainStaff datang seperti kapsul waktu dari masa itu, tapi dibungkus dengan sentuhan modern yang cukup berani. Ini bukan sekadar game platformer biasa. Ini adalah pengalaman yang terasa seperti kaset VHS tua yang tiba-tiba hidup kembali, tapi kali ini dengan kontrol yang jauh lebih baik dan sistem yang lebih matang.
Oh iya, saya menjajal game ini di versi Nintendo Switch-nya ya. Selain di Nintendo Switch, ChainStaff juga tersedia di platform Xbox One dan Xbox Series, PS4 dan PS5, serta PC lewat Steam.
Dikembangkan oleh studio indie pemenang penghargaan Mommy’s Best Games, ChainStaff dipimpin oleh veteran developer Nathan Fouts yang sebelumnya terlibat dalam proyek-proyek seperti Insomniac Games dan Serious Sam Double D XXL.
Kesan Pertama: Gila, Ini Game Apa Sih?
Begitu pertama kali masuk ke dunia ChainStaff, satu hal langsung terasa game ini punya identitas kuat. Visualnya penuh warna kontras, desain musuhnya aneh, dan atmosfernya seperti gabungan antara album cover band metal tahun 80-an dan mimpi buruk saat demam di siang hari yang terlalu kreatif.
Kamu bermain sebagai karakter mutan dengan parasit alien nempel di kepala, yang terlihat sudah absurd dari awal. Tapi justru di situ daya tariknya. Game ini tidak berusaha jadi aman dalam pembuatan karakter utama.
Gameplay: Satu Tombol, Seribu Kemungkinan
Nah, ini bagian paling menarik dari ChainStaff adalah senjatanya.
Sesuai namanya, ChainStaff adalah senjata multifungsi yang bisa berubah jadi tombak untuk menyerang, grappling hook buat mobilitas dan Shield untuk bertahan. Dan yang bikin mind-blowing semua itu dikontrol dengan satu tombol utama.
Awalnya terasa aneh. Tapi setelah beberapa menit justru jadi sangat intuitif. Di sinilah game ini pintar, ChainStaff tidak mengajarkan gamer lewat tutorial panjang, tapi lewat eksperimen. Kalian jatuh, mati, coba lagi, dan pelan-pelan ngerti cara kerja dunia game ini.
Ada rasa “oh gitu-moment” yang jarang sata rasakan di game modern.
Untuk lebih jelasnya mengenai gameplay, kalian bisa menyimak bagaimana serunya saya menjajal ChainStaff pada video di bawah ini:
Level Design: Pendek namun Padat
ChainStaff punya sekitar 10 level utama dengan tambahan variasi tantangan dan boss fight. Durasinya memang nggak panjang sekitar 4-6 jam, tapi tiap level terasa handcrafted. Nggak ada filler. Nggak ada momen kosong.
Setiap level punya gimmick sendiri, memaksa kalian berpikir cepat dan seringkali bikin kalian mati berkali-kali. Tapi anehnya tidak bikin kesal secara berlebihan, karena kalian akan tahu dimana kesalahan sebelumnya. Ini desain klasik. Old-school dan itu justru kekuatannya.
Combat: Brutal Tapi Elegan
Combat di ChainStaff itu brutal, tapi bukan asal brutal. Ada ritme di dalamnya. Musuh datang dengan pola berbeda ada yang harus diserang dari jarak jauh, ada yang harus dipancing dulu, ada juga yang cuma bisa dikalahkan dengan timing presisi.
Bagaimana dengan boss fight? Nah… setiap boss seperti puzzle hidup. Kalian tidak cuma butuh refleks, tapi juga strategi. Kadang harus berpikir untuk hajar langsung atau memanfaatkan lingkungkan sekitar. Yah ini bukan game button-mashing, game ini mengajarkan gamer untuk menghargai setiap gerakan.
Sistem Upgrade
Ini salah satu fitur paling unik (dan agak disturbing). Di sepanjang game, kamu akan menemukan tentara yang terdampar. Nah, kamu punya pilihan menyelamatkan mereka atau memakan organ mereka.
Pilihan ini memengaruhi skill tree yang kamu buka, gaya bermain kamu dan ending yang kamu dapat. Ada dua jalur utama, lebih “manusiawi” atau lebih “monster”. Dan keduanya punya keuntungan masing-masing. Ini bukan cuma gimmick. Ini bikin replay value naik drastis.
Visual & Audio: Metal Banget
Secara visual, ChainStaff itu bukan realistis. Tapi justru itu yang bikin dia standout. Desain level seperti lukisan hidup, musuh terlihat aneh, menjijikkan, tapi keren. Animasi cukup halus, terutama di Nintendo Switch, cuma anehnya ada pilihan low, medium dan high di sisi grafis, yang sampai sekarang saya kurang tau gunanya apa karena ketiganya tidak terlalu terasa, kecuali pilihan 30 dan 60 fpsnya. Mungkin ini berbeda jika kalian memainkannya di platform lain.
Bagaimana dengan musiknya? Soundtrack dari Deon van Heerden (komposer Broforce) benar-benar nendang. Heavy metal yang bikin setiap pertempuran terasa epik. Kadang kalian tidak sadar sudah main lama, karena musiknya bikin terus “gas”.
Performa di Nintendo Switch: Solid, Tapi Ada Catatan
Di Nintendo Switch, performanya cukup stabil, frame rate relatif konsisten, loading cepat, kontrol responsif. Tapi ada beberapa momen sedikit drop saat banyak efek di layar dan visual agak turun dibanding versi console lain.
Tapi semua kekurangan itu tidak sampai mengganggu gameplay secara signifikan. Ini masih pengalaman yang nyaman dimainkan di handheld apalagi di docking.
Kesimpulan
ChainStaff itu kayak band indie yang main di garasi, tapi suaranya lebih kencang dari band besar di stadion. ChainStaff tidak sempurna. Jelas ada kekurangan. Tapi yang dia lakukan, dia lakukan dengan penuh karakter. Ini bukan game buat semua orang. Tapi buat kalian yang kangen game platformer klasik, suka tantangan dan ingin sesuatu yang beda dari arus utama. ChainStaff itu wajib dicoba.
Di dunia yang makin sibuk dengan grafis realistis dan open world luas, game ini datang dengan pesan sederhana bahwa kadang yang kalian butuh cuma gameplay solid, ide gila, dan keberanian buat beda, ChainStaff punya itu semua.
Kalian bisa mengunduh ChainStaff versi Nintendo Switch di sini : Download di sini.
Game platformer dengan aksi brutal bergaya sci-fi 80-an ini sudah tersedia mulai tanggal 8 April 2026 untuk PC dan konsol.
*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer
Super Alloy Crush, game roguelike 2D yang terinspirasi dari Mega Man, kini sudah tersedia di Steam Early Access. Dibuat oleh developer indie, Alloy Mushroom, game ini menawarkan pengalaman aksi cepat dalam balutan grafis pixel yang bisa dimainkan sendiri atau secara co-op.
Dalam game ini, pemain akan memerankan dua karakter legendaris, Muu (No.2) dan Kelly, dua Cosmic Hunters yang berkelana dalam pencarian planet harta karun terbesar, AE-38.
Konten Early Access dan Update Mendatang
Pada Steam Early Access, Super Alloy Crush sudah menghadirkan tiga chapter cerita, tujuh bos utama yang menantang, dan lebih dari 100 skill pertarungan yang bisa digunakan untuk menghadapi musuh. Mode permainan lokal co-op juga disertakan, memungkinkan pemain untuk berbagi keseruan bersama teman.
Selain itu, untuk memberi nilai lebih kepada para pemain, Super Alloy Crush diluncurkan bersama dengan Super Alloy Ranger dan beberapa game indie lainnya seperti Virtua Unlimited Project, Berserk Boy, dan Gravity Circuit dalam satu bundel diskon spesial.
Kedepannya, developer sudah menyiapkan empat update besar yang akan datang secara gratis. Update tersebut akan meliputi kelanjutan cerita Chapter 3, penambahan musuh, karakter baru, dan masih banyak lagi.
Sebutkan gamer mana yang tidak terkesan dengan trailer GTA 6? Meski gamenya terus diundur tanggal rilisnya, trailer ini sudah sukses membius fans, membuat mereka terkesima dengan kualitas visual yang memukau. Namun, bukan berarti apa yang ditampilkan dalam trailer akan mencerminkan hasil akhirnya.
Trailer GTA 6 Tidak Cerminkan Hasil Akhir
Mantan enviromental artist, David O’Reilly saat berbicara di podcast Kiwi Talkz (Dikutip dari Gamesradar) mengakui bahwa trailer GTA 6 yang dirilis sejauh ini tampak sangat halus dan dipoles dengan sempurna. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tidak ada salahnya untuk menahan ekspektasi hingga game sebenarnya rilis.
Ia menambahkan juga bahwa trailer dibuat dengan tujuan untuk menonjolkan kualitas visual terbaik dari bagian yang ingin ditampilkan, tetapi dunia di dalam game secara keseluruhan mungkin tidak akan terlihat seperti itu.
“Ketika membuat trailer, mereka melihat di mana posisi kamera, dan area itu akan dipoles dengan sangat halus. Sementara yang di luar pandangan kamera belum mendapat perhatian khusus,” Ujarnya.
Mengenai cerita dan detail lainnya, O’Rilley mengatakan bahwa dia tidak mengetahui apapun.
“Orang-orang bertanya tentang cerita GTA 6, dan saya hanya bisa bilang: saya tidak tahu, karena saya bekerja di bagian seni, dan saya tidak tahu apa-apa tentang ceritanya. Saya tahu ada dua karakter, itu saja,” Katanya.
GTA 6 akan dirilis 19 November 2026. Pada musim panas 2026 kabarnya akan ada materi promosi baru yang akan muncul. Pada saat ini kita seharusnya sudah bisa mendapatkan gambaran lebih jelas seperti hasil akhir GTA 6.
Sangat menarik melihat persaingan bran dalam memproduksi True Wireless Stereo (TWS) pada saat ini. Mulai dari yang kelas premium dengan harga jutaan sampai entry level berharga raturan ribu, semuanya ada di pasar. Perangkat yang kami coba adalah Infinix XBuds N5, TWS entry-level yang memiliki harga ramah di kantong, desain tak kalah dengan yang kelas premium, dan fitur lengkap.
Pertanyaannya adalah seberapa nyaman TWS ini untuk dipakai dalam aktivitas harian? Berikut adalah pengalaman yang kami rasakan selama menggunakan Infinix Xbuds N5.
Unboxing
Ketika boks penjualan Infinix XBuds N5 dibuka, kamu akan mendapatkan:
Unit Infinix Xbuds N5 & Charging case
Kabel USB Type-C untuk pengisian
Dua pasang Eartips
Buku manual dan garansi
Desain Sederhana Tapi Fungsional
Dari segi desain Infinix XBuds N5 lebih ke arah fungsional. Case terbuat dari bahan plastik yang ringkas, ringan, tapi tetap solid saat dipegang. Hal yang menarik adalah bagian penutup case yang memiliki tampilan yang glossy, membuat TWS ini tidak kalah dengan kelas premium. Perangkat ini juga sudah mendapatkan lisensi IP54 Waterproof sehingga tahan dengan percikan air dan debu.
Untuk bagian earbuds, perangkat ini menggunakan desain in-ear dengan bagian eartips berbahan silikon. Desain ini juga mendukung fitur andalan dari Infinix Xbuds N5 yaitu ANC atau Active Noise Cancellation.
Dari segi kenyamanan penggunaan Infinix XBuds N5 tetap nyaman ketika dipakai dalam waktu lama, misalnya pada saat bekerja di kantor atau membuka media sosial saat commuting. Konfigurasi kontrol sentuhnya juga bisa dipahami dengan cepat dan tidak memerlukan waktu adaptasi lama. Misalnya menyentuh satu kali earbud kiri bisa menurunkan volume, sedangkan menyentuh satu kali earbud kanan untuk menaikkan volume. Jika ingin menghentikan video atau musik cukup disentuh dua kali bagian kanan atau kiri earbuds.
Untuk konektivitas, Infinix XBuds N5 sudah menggunakan Bluetooth 6.0. Secara teknis, TWS ini akan lebih stabil dibandingkan generasi sebelumnya. Selama pemakaian, perangkat ini masih stabil hingga jarak sekitar 10 meter jika tidak ada penghalang.
Review Infinix XBuds N5: ANC dan ENC
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, nilai jual utama Infinix XBuds N5 terletak pada fitur Adaptive Hybrid ANC. Fitur ini diklaim mampu meredam kebisingan hingga 45 dB, yang bisa dibilang impresif untuk kelas entry-level. Ditambah lagi pendekatan adaptif yang dipakai yang membuat perangkat mampu menyesuaikan dengan kondisi sekitar.
Dalam penggunaan sehari-hari, performa ANC ini berbeda-beda dalam setiap lingkungan. Untuk lingkungan dengan tingkat kebisingan yang kompleks seperti ruang publik, ANC tetap membantu menurunkan intensitas suara latar, tapi tidak sepenuhnya. Tapi jika intensitas kebisingannya rendah baru fitur ini bisa bekerja secara maksimal.
Infinix XBuds N5 juga memakai konfigurasi empat mikrofon dengan dukungan fitur AI Environmental Noise Cancellation atau ENC. Teknologi ini membantu membuat kualitas suara yang dihasilkan oleh mikrofon lebih jelas ketika digunakan luar ruangan. Dalam uji coba, kualitas mikrofon terbukti stabil saat dipakai menelepon di luar ruangan, kebisingan di sekitar bisa ditekan walau tidak hilang sepenuhnya.
Ada juga fitur pengurangan noise akibat angin hingga kecepatan sekitar 14 m/s. Cukup membantu menjaga kualitas suara saat menerima panggilan di area terbuka.
Audio dan Daya Tahan Baterai
Untuk sektor audio, Infinix XBuds N5 dibekali dual driver 10 mm yang menghasilkan kualitas suara Hi-Fi. Pengalaman selama menggunakan suara yang dihasikan TWS ini cenderung stabil. Suara masih jelas ketika digunakan untuk mendengarkan lagu atau menonton video.
Untuk kostumisasi audio lebih lanjut bisa menggunakan aplikasi AI Mate. Melalui aplikasi ini kamu bisa mengatur kekuatan bass, treble, atau vocal, mengakses fitur Game Mode yang bisa menimalisir keterlambatan suara, dan Spatial Sound. Kamu juga bisa melihat sisa baterai melalui aplikasi ini.
Berbicara soal baterai, Infinix mengklaim total waktu penggunaan XBuds N5 hingga 40 jam. Dalam uji coba pemakaian, earbuds bisa bertahan cukup lama, bahkan lebih dari cukup untuk satu hari dengan aktivitas penuh. Untuk pengisian daya karena sudah menggunakan teknologi fast charging hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit.
Kesimpulan Review Infinix XBuds N5
Kesimpulan kami setelah menggunakan versi review Infinix XBuds N5 adalah secara keseluruhan TWS ini sudah menawarkan paket fitur yang lengkap untuk kelas entry-level. Kehadiran ANC dan ENC merupakan keunggulan dari perangkat ini, memungkinkan pengguna mengakses fitur yang biasanya hanya terdapat di TWS premium.
Daya tahan baterai yang awet dan pengisian dengan menggunakan fast charging membuat TWS ini terasa lebih kompetitif dibandingkan entry-level yang lain. Untuk ukuran TWS dengan harga sekitar 300 ribuan, XBuds N5 sudah cocok bagi pengguna yang membutuhkan fitur lengkap tanpa perlu mengeluarkan uang banyak.
Kabar gembira buat kalian para pemburu diskon! Square Enix kembali menghadirkan promo spesial lewat SQUARE ENIX SPRING SALE Part 2 yang akan segera dimulai di PlayStation Store. Event ini menghadirkan potongan harga besar untuk berbagai game populer, mulai dari RPG legendaris hingga petualangan penuh emosi.
Kalau kalian selama ini cuma bisa melirik wishlist sambil nahan napas… sekarang mungkin saatnya eksekusi.
Diskon Game Unggulan, Dari Final Fantasy Hingga Kingdom Hearts
Dalam gelombang kedua Spring Sale ini, beberapa judul besar mendapat potongan harga yang cukup “sadis”, bahkan sampai 60%. Berikut daftar game yang wajib masuk radar kalian:
Final Fantasy VII Rebirth Digital Deluxe Edition – Diskon 40%
Salah satu RPG paling ambisius dari Square Enix kini hadir dengan harga lebih bersahabat. Versi Digital Deluxe menawarkan berbagai bonus ekstra yang memperkaya pengalaman bermain kalian.
Petualangan epik penuh aksi dan drama kini bisa kalian nikmati dengan setengah harga. Edisi lengkap ini mencakup berbagai konten tambahan yang membuat perjalanan semakin padat.
Spring Sale ini bukan sekadar potongan harga, ini semacam “ritual tahunan” bagi gamer untuk kembali menyelami dunia-dunia klasik yang mungkin sempat terlewat. Dari kisah penuh konflik di Final Fantasy, strategi kompleks di Tactics Ogre, hingga harmoni musik di Kingdom Hearts, semuanya hadir dalam satu momen.
Tapi ya, seperti biasa, diskon itu selalu punya dua sisi. Di satu sisi, dompet menjerit. Di sisi lain, hati gamer tersenyum.
Catatan Penting
Harga diskon dapat berbeda tergantung wilayah dan store.
Pastikan harga yang tertera sudah termasuk potongan sebelum melakukan pembelian.
Promo hanya tersedia untuk waktu terbatas, jadi jangan terlalu lama mikir.
Gravity Game Link, anak perusahaan dari GRAVITY Co., Ltd., secara resmi mengumumkan perilisan Dragonica Chapter 4.0 – The Awakening of Darkness Dragon Elga Unleashed untuk Dragonica Origin. Pembaruan besar ini memperkenalkan perluasan level cap, kota baru, boss baru, patch origin baru dengan pengalaman yang baru dan menyenangkan, serta rangkaian event kompetitif dengan hadiah eksklusif.
UPDATE UTAMA CHAPTER 4.0
Level Cap Increase: 70 → 80
Perluasan level maksimum memberikan kesempatan bagi para pemain untuk memperkuat karakter, membuka skill baru, dan menghadapi konten lebih sulit di area Black Claw Nest dan sekitarnya.
New City: Kazeura Village
Pemain bisa menjelajahi Desa Kazeura. Desa ini merupakan mahakarya lanskap yang tenang dan kuil-kuil oriental yang megah, berfungsi sebagai tempat perlindungan leluhur bagi ras Dragonkin. Setiap sudut Kazeura membisikkan kisah tentang kekuatan naga, menunggu pahlawan baru untuk mengklaimnya.
New Main Boss: Darkness Dragon Elga
Taklukan Darkness Dragon Elga! Salah satu dari lima naga penjaga yang agung, simbol kekuatan dan pelindung keseimbangan di dunia. Namun, Elga haus akan kekuasaan yang tak terbatas dan rasa iri, memilih jalan terlarang, dan memicu Perang Naga.
Update new patch origin
Setiap bagian patch origin yang baru hadir dengan pengalaman yang unik, progres cerita baru, serta mekanik permainan baru yang semakin memperdalam pengalaman bermain.
Improve mission mode meliputi mode arcade, chaos, hero Mode.
Fellowship sistem, pengalaman bermain skala besar untuk mengalahkan boss.
Attribut sistem dan Elemental Dungeon, meliputi elmen Fire, Ice, Dark, dan Nature.
Chain combo untuk semua job menggunakan kombinasi yang mematikan.
Profession sistem, membantu pemain untuk memperkuat diri dengan item buatan sendiri.
Fitur baru seperti pet yang bisa dikendarai, tampilan map baru, dan tampilan UI yang lebih keren.
Pemain kini dapat merasakan pengalaman bermain yang semakin menantang dengan peningkatan level cap, konten eksplorasi baru, dan patch origin yang menyediakan pengalaman yang lebih baru dan menantang di dunia El Grego & Angrakka.
Dapatkan informasi terbaru seputar pengumuman, event, dan aktivitas komunitas melalui kanal resmi berikut:
FPS atau Frames Per Second merupakan salah satu indikator penting bagi gamer PC. Melalui angka yang didapat dapat diketahui apakah game yang dimainkan punya performa yang baik atau tidak. Pada awalnya indikator ini hanya digunakan oleh mereka yang memang mengerti betul PC. Namun saat ini, frame rate sudah menjadi sesuatu yang umum dan digunakan oleh semua orang.
Menyadari pentingnya FPS, Valve dilaporkan sedang menyiapkan fitur baru berupa alat untuk menghitung estimasi frame rate dari game di PC pengguna. Jika ini benar, fitur ini berpotensi membantu pemain mengambil keputusan sebelum memutuskan untuk membeli game di Steam.
Fitur FPS Baru Steam Muncul dari Hasil Datamining
Kabar soal fitur FPS ini diberitakan melalui LambdaGen di X yang mendapatkannya dari datamining yang dilakukan oleh SteamDB. Dari hasil penelusuran itu, Valve disebut sedang mengembangkan semacam fitur estimasi frame rate yang dirancang untuk memperkirakan seberapa lancar sebuah game berjalan di perangkat pengguna.
Namun karena informasi ini masih sebatas temuan dari sistem backend, Valve masih bisa mengubah atau bahkan membatalkan rencana tersebut.
Walau terdengar menjanjikan, mekanisme kerja fitur ini masih belum sepenuhnya jelas. Performa game di PC sulit untuk ditebak karena tergantung banyak faktor. Mulai dari pengaturan grafis, resolusi, driver, kondisi sistem, hingga optimasi game itu sendiri.
Karena itu, prediksi yang diberikan kemungkinan hanya akan menjadi acuan awal, bukan hasil mutlak. Meski demikian, fitur FPS seperti ini akan tetap menjadi tambahan penting di Steam, terutama bagi mereka yang sangat memperhatikan performa game di PC.
Ada-ada saja Sony PlayStation yang mengumumkan program bernama The Playerbase. Melalui program ini, fans mendapatkan kesempatan untuk muncul dalam game Gran Turismo 7 dengan cara meminjamkan wajahnya.
Cara Kerja The Playerbase Dimulai dari Gran Turismo 7
Dikutip dari PlayStation Blog, cara kerja The Playerbase adalah fans yang terpilih akan discan wajahnya. Data didapatkan lalu ditambahkan ke dalam game Gran Turismo 7. Untuk bisa berpartisipasi, peminat harus lebih dulu mendaftarkan diri di sini.
Setelah ditinjau, sejumlah finalis akan dipilih untuk mengikuti wawancara video. Dari tahap ini akan terpilih satu orang beruntung yang bisa muncul di Gran Turismo 7 sebagai potret karakter di dalam game.
Proses ini akan berlangsung di studio Los Angeles dimana selain menjalani proses scanning, mereka yang beruntung akan bekerja sama dengan desainer untuk membuat logo fantasi dan corak kendaraan miliknya sendiri di Gran Turismo 7.
Rencananya program The Playerbase tidak akan berhenti di Gran Turismo 7. Sony mengatakan mereka ingin memperluas program ini seiring semakin banyak studio yang ikut berpartisipasi.