Game city-building Anno 117: Pax Romana mencatat pencapaian besar. Ubisoft mengumumkan game ini telah menembus angka 1,17 juta pemain sejak dirilis pada 13 November 2025.
Pengumuman ini disampaikan Ubisoft menjelang perilisan DLC Prophecies of Ash, yang dijadwalkan meluncur pada 30 April 2026.
DLC ini memperluas wilayah Latium dengan area baru untuk dihuni, termasuk pulau terbesar dalam sejarah Anno. Tantangan utamanya datang dari bencana alam berupa gunung berapi aktif yang akan menguji cara pemain mengelola kota dan sumber daya. Pemain juga bisa mendedikasikan kota kepada dewa Vulcan untuk memperkuat sektor pertambangan dan membangun rantai produksi baru serta perdagang sumber daya obsidian.
Konten Year One Pass Anno 117: Pax Romana
Ubisoft juga sudah mengungkap rencana untuk konten Year One Pass Anno 117: Pax Romana. Setelah Prophecies of Ash pada April 2026, pemain akan mendapatkan The Hippodrome pada Agustus 2026. DLC ini menghadirkan bangunan monumen besar yang terinspirasi Circus Maximus, lengkap dengan balapan kereta kuda dan bonus baru untuk kota. Lalu pada November 2026, hadir Dawn of the Delta yang membuka provinsi baru dengan gurun luas dan delta sungai subur, sekaligus memperkenalkan tier populasi baru, kepercayaan berbeda, unit militer baru, dan pilihan dewa tambahan.
Selain itu, Ubisoft juga menggelar free weekend mulai dari 23 sampai 27 April. Ini adalah kesempatan untuk mencoba Anno 117: Pax Romana.
ASUS ROG telah memperkenalkan jajaran laptop gaming terbarunya. Ketiga laptop ini adalah ROG Zephyrus G14, ROG Strix G16, dan ASUS TUF Gaming A14. Ketiga model ini dibekali AMD Ryzen AI Processor terbaru serta fitur AI lokal bernama OMNI Virtual Assistant untuk mendukung gaming, content creation, hingga pekerjaan berat sehari-hari.
Peluncuran ini juga bertepatan dengan perayaan 20 tahun ROG di industri gaming, sekaligus menjadi bagian dari upaya mereka untuk menjawab kebutuhan pengguna yang kini semakin luas.
ROG Zephyrus G14 yang Ringkas
ROG Zephyrus G14 adalah laptop gaming premium untuk pengguna yang butuh performa tinggi dalam desain ringkas. Model ini mengusung layar ROG Nebula HDR berbasis OLED 3K 120Hz dengan akurasi warna Delta E < 1, sehingga cocok bukan hanya untuk bermain game, tetapi juga untuk editing dan color grading.
ASUS juga memakai prosesor AMD Ryzen AI 9 465 yang menonjolkan efisiensi daya dan kemampuan local AI inference. Bodi laptop berbahab CNC aluminum, dengan ketebalan 1,59 cm, dan bobot 1,5 kg. Laptop ini dibanderol dengan harga Rp40.999.000.
ROG Strix G16 Untuk Gamer Hardcore
ROG Strix G16 ditujukan untuk gamer hardcore yang mengutamakan tenaga tanpa kompromi. Laptop ini ditenagai AMD Ryzen 9 8940HX dan GPU laptop NVIDIA GeForce RTX 5080 dengan TGP hingga 175W, sehingga mampu menjalankan game berat dengan performa tinggi.
ASUS melengkapinya dengan sistem pendingin ROG Intelligent Cooling, teknologi Tri-fan, dan Full Surround Vents agar suhu tetap stabil saat sesi gaming panjang. Layarnya juga menjadi nilai jual utama karena memakai panel 16 inci ROG Nebula Display HDR dengan refresh rate hingga 300Hz dan response time 3ms, cocok untuk game kompetitif dan e-sports.
ROG Strix G16 dijual mulai dari harga Rp32.999.000.
TUF Gaming A14 yang Tangguh
ASUS TUF Gaming A14 hadir sebagai opsi laptop 14 inci yang menggabungkan ketangguhan dan efisiensi. Laptop ini membawa standar durabilitas militer MIL-STD 810H, sehingga cocok untuk pengguna dengan mobilitas tinggi atau yang sering bekerja di lapangan.
Dari sisi dapur pacu, laptop ini memakai AMD Ryzen AI Max+ 392 dan 32GB unified memory, dengan performa iGPU yang diklaim mampu menyaingi GPU laptop GeForce RTX 5060. Sistem pendinginnya juga sudah dioptimalkan agar suhu tetap terjaga dalam bodi yang tipis, menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna yang ingin perangkat tangguh untuk kerja sekaligus gaming generasi terbaru.
TUF Gaming A14 dibanderol dengan harga Rp29.999.000.
ASUS ROG Perkuat Laptop Gaming dengan AI Lokal
Hadirnya OMNI Virtual Assistant menjadi salah satu sorotan utama dalam peluncuran ini. Fitur tersebut berjalan lewat NPU terintegrasi, sehingga pengguna bisa mengekstrak informasi dari dokumen hingga memperoleh bantuan teknis real-time tanpa selalu bergantung pada internet atau cloud.
Ketiga laptop juga sudah dilindungi oleh sistem garansi internasional dua tahun dan ASUS VIP Perfect Warranty untuk menambah rasa aman pengguna.
Saat ini jarang ada developer yang membuat game action shooter mengedepankan elemen singleplayer. Ketika semuanya menjauhi formula tersebut, Capcom justru meracik sebuah game dengan pendekatan ini, dan hasilnya melampaui ekspektasi.
Inilah Pragmata, game yang awalnya membuat kami sangsi karena terus berulang mengalami penundaan. Namun setelah mencoba versi demonya, kami bisa diyakinkan kalau game ini akan menjadi kejutan di 2026, dan ternyata terbukti.
Berikut adalah review Pragmata dari pengalaman yang kami rasakan selama memainkan gamenya di PC.
Semuanya Terjadi di Bulan
Dalam Pragmata pemain akan berperan sebagai Hugh Williams, seorang astronot yang terdampar di stasiun luar angkasa bernama The Cradle di bulan. Pada awalnya Hugh datang bersama dengan anggota tim, namun karena peristiwa gempa atau Moonquake, semua anggota tim tewas dan hanya menyisakan dirinya.
Hugh beruntung. Ia diselamatkan oleh android misterius bernama Diana. Keduanya lalu memutuskan untuk menjadi partner dan bertualang bersama. Untuk Hugh, Diana adalah kunci agar ia bisa kembali ke bumi. Sedangkan Diana layaknya seorang anak-anak (Padahal bukan), hanya ingin bersenang-senang dengan Hugh.
Pragmata juga menyorot hubungan antara Hugh dan Diana. Dimulai yang dari hanya sekedar saling menguntungkan, berkembang menjadi lebih dari itu. Hugh awalnya hanya memandang Diana sebagai mesin, namun lambat laun bisa memiliki ikatan emosional yang kuat. Begitu pula dengan Diana yang dalam petualangannya bersama Hugh mulai perlahan mengerti tentang perasaan manusia.
Pragmata menyajikan hal yang sulit ditemukan di game sejenis, yaitu alur cerita yang menarik untuk diikuti. Developer juga bisa dengan baik memanfaatkan kelucuan, kepolosan, keluguan yang dimiliki oleh Diana. Tidak pernah ada momen dengan Diana yang garing di game ini. Semuanya selalu meninggalkan kesan “Awww lutunya”, plus membuat kami betah mengikuti cerita meski alurnya sudah bisa ditebak dari awal.
Salut dengan RE Engine
Dari segi grafis, kualitas yang disajikan dalam Pragmata pantas diberikan jempolan. RE Engine yang digunakan untuk membangun game ini tidak perlu diragukan lagi kemampuannya.
Kami tidak pernah bosan menjelajahi stasiun luar angkasa yang memiliki desain futuristik. Pada beberapa bagian pemain akan melihat pemandangan yang sudah sering divisualisasikan dalam game sejenis. Misalnya lorong panjang dan tertutup, gudang berisi boks dan tabung yang tidak tahu apa isinya, atau ruangan penelitian dengan kaca besar anti peluru.
Ada juga pemandangan yang cukup unik di game ini. Seperti tiruan dari kota New York yang dibangun di stasiun luar angkasa dengan menggunakan teknologi 3D Printin berbahan Lunafilament. Begitu juga dengan hutan yang dipenuhi pepohonan hasil dari teknologi yang sama.
Keputusan developer untuk mengintegrasikan teknologi 3D Printing yang terapannya sudah ada saat ini ke dalam game Pragmata, adalah sesuatu yang visioner. Ini memberikan pandangan seberapa jauh kemampuan teknologi ini kedepan.
Review Pragmata: Gameplay Unik
Pragmata memiliki gameplay yang unik karena memanfaatkan kedua karakter, Hugh dan Diana. Hugh akan menggunakan beragam senjata api untuk menhabisi musuh. Sedangkan Diana mengeksploitasi musuh dengan kemampuan hacking. Keduanya saling melengkapi dan menjadi aspek vital dari mekanisme gameplay Pragmata.
Pada awal permainan, Hugh hanya memiliki dengan senjata dasar yang menyerupai handgun. Seiring waktu dan progress, pemain akan menemukan senjata lain yang bisa digunakan oleh Hugh. Mulai dari Shockwave Gun yang seperti shotgun, lalu ada Stasis Net yang bisa digunakan untuk menjerat musuh, dan Decoy Generator yang sesuai namanya bisa memunculkan versi hologram Hugh sebagai pengalih perhatian.
Setiap jenis senjata juga dibagi berdasarkan role, untuk menyerang, support, maupun bertahan. Pergantian senjata juga bisa dilakukan secara instan saat bermain, sehingga memberikan fleksibilitas dan juga rasa seru ketika pemain berhadapan dengan musuh kuat.
Peluru untuk senjata dasar akan beregenerasi secara otomotis sehingga tidak ada istilah kehabisan peluru. Sedangkan untuk tipe senjatalain bisa habis dan cara satu-satunya untuk reload adalah menemukan senjata baru.
Diana Si Hacker Jenius
Jika Hugh bertugas untuk menghabisi musuh, tugas Diana adalah menemukan kelemahannya. Karena setiap musuh di Pragmata tidak bisa dihancurkan hanya dengan menggunakan senjata biasa.
Setiap kali pemain membuat Hugh menarget musuh, pemain akan melihat semacam papan puzzle yang digunakan oleh Diana untuk melakukan hacking. Target pemain adalah node hijau untuk membuka armor musuh. Begitu node hijau berhasil dihack, beberapa bagian badan musuh akan terbuka yang merupakan titik lemah. Bagian ini harus ditembak oleh Hugh sampai HP musuh habis dan hancur.
Diana juga bisa memberikan buff kepada musuh melalui kemampuan hacking. Ada node bernama Decode yang bisa digunakan untuk mengurangi defense musuh. Jika berhadapan dengan musuh dalam jumlah banyak, Diana juga bisa mengakses node Multihack untuk menghack semua musuh secara bersamaan. Ada juga node untuk memberikan status effect seperti confusion.
Jika meteran hacking sudah penuh, Diana juga bisa membuat serangan ultimate attack yaitu Overdrive Protocol yang tidak hanya memberikan damage, tapi juga membuat semua musuh stun.
Mekanisme ini memberikan lapisan baru dalam gameplay action shooter, membuatnya jadi lebih strategis dan juga menantang. Karena ketika sedang melakukan hacking dengan Diana, Hugh akan rentan diserang oleh musuh. Jadi setiap memulai sesi combat, pemain selalu dituntut untuk membuat keputusan. Apakah akan menghabiskan waktu untuk menyelesaikan hacking atau melarikan diri agar tidak diserang.
Tempat Bernama Shelter
Pragmata memiliki tempat bernama Shelter yang fungsinya mirip Central Hub. Setiap kali pemain menyelesaikan stage maka secara otomatis akan kembali ke Shelter. Begitu juga ketika mengakses shortcut yang ada di setiap stage.
Fungsi pertama Shelter adalah sebagai tempat untuk mengatur persiapan. Disini pemain bisa melakukan upgrade untuk senjata, skill, mengganti kostum, dan juga berinteraksi dengan Diana.
Pemain bisa membuat Hugh ngobrol dengan Diana, layaknya ayah dengan putrinya. Diana akan memberikan pertanyaan dan Hugh dengan sabar menjawab. Diana juga bisa bermain dengan replika dari objek-objek yang biasa ditemui di bumi atau REM. Misalnya papan seluncuran dimana Diana yang seperti anak-anak malah naik dari bagian seluncuran, bukan dari tangga. Ketika mendapatkan tiang basket, Diana bisa bermain dengan bola basket yang kadang-kadang dilempar ke Hugh.
Setiap kali mencapai batas tertentu, Diana akan memberikan hadiah kepada Hugh. Hadiah ini biasanya berupa gambar yang melambangkan semakin dekatnya hubungan Hugh dan Diana. Kami banyak menghabiskan waktu di Shelter hanya untuk melihat interaksi Hugh dan Diana. Proses transformasi Diana dari robot lama-kelamaan menunjukkan sisi kemanusiaannya menarik untuk diikuti. Begitu juga dengan Hugh yang semakin lama semakin peduli dengan Diana. Perkembangan hubungan mereka tidak bisa dipungkiri adalah daya tarik utama dari Pragmata.
Tidak lupa, di Shelter pemain juga bisa bertemu dengan robot ramah bernama Cabin. Ia menyediakan fitur Jukebox untuk mendengarkan berbagai musik game, atau mengasah kemampuan pemain dalam Simulator. Salah satu hadiah yang bisa didapat dari Simulator adalah Bingo Coin yang bisa digunakan di Bingo Board. Mengisi Bingo Board akan memberikan pemain beragam hadiah, salah satunya adalah kostum alternatif.
Pragmata Dari Segi Teknis
Pragmata memiliki grafis dan visual yang menawan, apalagi jika dimainkan dengan setting high ke atas. Game ini juga memaksimalkan teknologi terkini yang ditawarkan oleh kartu grafis zaman sekarang seperti ray tracing dan path tracing.
Selama memainkan versi review Pragmata di PC, kami menggunakan setting high dengan beberapa pilihan special effect yang agak diturunkan. Ini adalah spesifikasi PC yang kami gunakan: CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB. Kami juga mengaktifkan DLSS yang dipasang di balance. Untuk FPS kami batasi di 60.
Hasilnya kami bisa memainkan Pragmata dengan lancar tanpa ada masalah. Frame rate juga tetap stabil meski berada di tempat atau momen yang banyak special effect.
Kesimpulan Review Pragmata
Kesimpulan kami untuk review Pragmata adalah game ini sangat meyakinkan untuk sebuah IP baru. Game ini juga memberikan napas baru untuk genre action shooter, membuktikan elemen singleplayer jika diracik dengan baik tidak kalah dengan multiplayer.
Gameplay Pragmata yang taktis juga memberi jaminan kepada pemainnya agar selalu waspada saat bertarung. Hampir tidak ada pertarungan yang tidak seru di Pragmata, karena pemain selalu dituntut selalu kreatif untuk menemukan solusi terbaik. Apakah harus menyelesaikan hacking Diana atau lari karena musuh semakin dekat, semua keputusan berada di tangan pemain.
Namun sesungguhnya kekuatan utama dari Pragmata adalah hubungan antara Hugh dan Diana. Bagaimana hubungan ini berkembang menjadi jalinan batin yang melampaui bentuk fisik keduanya, daging dan mesin. Jika kamu mencari game yang bisa memberikan perasaan seperti ini, Pragmata wajib masuk dalam daftar.
Pragmata sudah tersedia di PS5, Xbox Series, dan PC. Versi Nintendo Switch 2 menyusul di 24 April 2026.
*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer
Kabar panas datang untuk para pecinta game strategi taktis dan penggemar anime mecha! SUPER ROBOT WARS Y resmi menghadirkan DLC terbaru bertajuk Expansion Pack: Infinite Dimensions pada 22 April 2026. Konten tambahan ini tersedia untuk Nintendo Switch™, PlayStation®5, dan PC via Steam®, membawa segudang fitur baru yang siap menguji kemampuan pemain hingga batas maksimal.
Kalau kalian pikir petualangan di SUPER ROBOT WARS Y sudah cukup menantang—well, think again. DLC ini datang seperti badai kosmik: brutal, luas, dan penuh kejutan.
Enam Seri Legendaris Bergabung, Mecha Ikonik Siap Tempur
Expansion Pack: Infinite Dimensions bukan sekadar tambahan kecil. DLC ini membawa enam seri anime populer yang siap meramaikan medan perang dengan unit-unit ikoniknya, yaitu:
Space Runaway Ideon – menghadirkan unit Ideon
Mobile Suit Gundam: Char’s Counterattack Beltorchika’s Children – Hi-Nu Gundam & Nightingale
IDOLM@STER XENOGLOSSIA – Imber
STAR DRIVER THE MOVIE – Tauburn Compartment
Cross Ange: Rondo of Angel and Dragon – Villkiss
EUREKA: EUREKA SEVEN HI-EVOLUTION – Urs Ragnar / Nirvash Z
Total ada 8 unit baru yang bisa dimainkan, lengkap dengan 26 area mission, 1 assist crew baru, dan 1 bonus mission. Ini bukan sekadar DLC—ini ekspansi besar yang terasa seperti “game dalam game”.
Mode “Master”: Tantangan Brutal untuk Veteran
Buat kalian yang merasa sudah jago, DLC ini memperkenalkan mode baru bernama “Master”, level kesulitan tertinggi dalam game.
Dan ya… ini bukan main-main.
Beberapa perubahan brutal di mode ini antara lain:
Musuh jauh lebih kuat dan agresif
Biaya upgrade unit meningkat drastis
EXP yang didapat lebih sedikit
Tidak bisa farming EXP lewat repair/resupply
Tidak bisa pakai Spirit Command saat fase musuh
Tidak ada opsi “Retry” saat kalah
Singkatnya: sekali salah langkah, tamat sudah. Ini mode yang memaksa pemain berpikir seperti komandan perang sungguhan—bukan sekadar spam skill.
Update Gratis 1.3.0: Konten Tambahan untuk Semua Pemain
Menariknya, Bandai Namco juga merilis update gratis versi 1.3.0 bersamaan dengan DLC ini. Bahkan kalau kalian belum beli Expansion Pack, tetap ada konten yang bisa dinikmati.
Beberapa highlight dari update gratis ini:
Revol. War (3 episode) – prekuel cerita utama
NOAH Brand’s Battles (3 episode) – cerita tambahan sebelum Chapter 7
Expansion Pack Episode 1: Contact – bisa dimainkan tanpa beli DLC
Mission terbatas seperti Visitors from Another World
Update ini jadi semacam “pemanasan” sebelum kalian benar-benar terjun ke konten DLC penuh.
35 Tahun SUPER ROBOT WARS: Sebuah Warisan yang Terus Hidup
Tahun 2026 juga menjadi momen spesial karena franchise Super Robot Wars merayakan ulang tahun ke-35. Sebuah pencapaian yang tidak main-main untuk seri tactical RPG yang sudah menemani gamer lintas generasi.
Selama lebih dari tiga dekade, seri ini tetap setia dengan formula klasiknya:
Pertarungan berbasis grid taktis
Kolaborasi berbagai anime mecha
Cerita epik lintas semesta
Dan menariknya, di tengah industri game yang makin condong ke arah aksi cepat dan instan, SUPER ROBOT WARS tetap berdiri tegak dengan gaya klasiknya. Old school? Iya. Tapi justru di situlah pesonanya.
Kenapa DLC Ini Wajib Dicoba?
Kalau ditanya jujur—DLC ini bukan untuk semua orang. Tapi buat kalian yang:
Suka strategi serius
Fans berat anime mecha
Kangen gameplay taktis ala era klasik
…ini adalah paket yang sulit untuk dilewatkan.
Expansion Pack: Infinite Dimensions terasa seperti surat cinta untuk para veteran—yang masih menikmati sensasi mikir keras, menyusun strategi, dan menang dengan cara “bersih”, bukan sekadar brute force.
Di dunia SUPER ROBOT WARS Y, setiap langkah adalah keputusan. Setiap serangan punya konsekuensi. Dan dengan hadirnya DLC ini, medan perang jadi lebih kejam—tapi juga lebih memuaskan.
Infinix GT 50 Pro akan segera diperkenalkan di Indonesia sebagai smartphone gaming flagship terbaru dari Infinix. Smartphone ini hadir untuk menjawab kebutuhan gamer mobile yang kini menuntut performa tinggi, suhu tetap stabil, dan pengalaman bermain yang konsisten dalam sesi panjang.
Infinix GT 50 Pro dijadwalkan meluncur pada 24 April 2026.
Infinix GT 50 Pro Andalkan Sistem Pendingin Baru
Fitur andalan Infinix GT 50 Pro adalah HydroFlow Liquid Cooling Architecture. Teknologi pendingin generasi terbaru yang dirancang untuk menjaga suhu perangkat agar tetap optimal saat dipakai menjalankan game dengan grafis tinggi maupun yang kompetitif. Infinix menyebut sistem ini mampu meningkatkan stabilitas performa, efisiensi sistem, dan kenyamanan bermain secara keseluruhan.
Untuk mendukung klaim tersebut, Infinix GT 50 Pro dibekali micro-pump liquid cooling system berukuran besar di kelasnya. Sistem ini memiliki cakupan pendinginan hingga 100 persen area chipset, yang menjadi sumber panas utama saat perangkat bekerja keras. Artinya gamer bisa tetap fokus saat bermain tanpa terganggu penurunan performa di tengah sesi yang intens.
Selain sistem pendingin, terobosan apalagi yang dihadirkan smartphone ini? Bagaimana menurutmu?
Adaptasi live-action dari ELDEN RING akhirnya bergerak ke tahap serius. Bandai Namco Entertainment Asia bersama A24 resmi mengumumkan jajaran pemain untuk film yang akan disutradarai oleh Alex Garland. Film ini dijadwalkan tayang pada 3 Maret 2028, dan akan diproduksi menggunakan format IMAX untuk menghadirkan pengalaman sinematik yang lebih imersif.
Produksi filmnya sendiri akan dimulai pada Spring 2026, menandai langkah besar dalam membawa dunia gelap dan misterius ELDEN RING ke layar lebar.
Deretan Cast Bertabur Bintang
Film ini tidak main-main dalam memilih aktor. Beberapa nama besar yang telah dikonfirmasi antara lain:
Kit Connor
Ben Whishaw
Cailee Spaeny
Tom Burke
Havana Rose Liu
Sonoya Mizuno
Jonathan Pryce
Ruby Cruz
Nick Offerman
Peter Serafinowicz
Dengan lineup seperti ini, ekspektasi jelas langsung melonjak. Ini bukan proyek setengah hati—ini ambisi besar untuk menghidupkan dunia The Lands Between dengan cara yang belum pernah kita lihat sebelumnya.
Dari Game Legendaris ke Layar Lebar
Sebagai pengingat, ELDEN RING pertama kali dirilis pada 2022 dan langsung meledak di pasaran. Dikembangkan oleh FromSoftware dan dipimpin oleh Hidetaka Miyazaki, game ini juga mendapat sentuhan dunia fantasi dari George R. R. Martin.
Hasilnya?
Lebih dari 30 juta kopi terjual di seluruh dunia
Lebih dari 300 penghargaan Game of the Year
Sebuah pencapaian yang tidak main-main. Dunia yang luas, lore yang dalam, dan tantangan brutal jadi ciri khas yang melekat kuat.
Tantangan Besar: Mengubah Dunia “Sunyi” Jadi Cerita Sinematik
Ini bagian yang menarik—dan jujur, agak bikin mikir.
ELDEN RING bukan game yang “banyak bicara”. Ceritanya tersembunyi, tersebar dalam item description, lingkungan, dan interpretasi pemain. Jadi ketika diangkat jadi film, pertanyaannya sederhana:
Apakah mereka akan tetap mempertahankan gaya misteriusnya, atau justru dibuat lebih naratif dan eksplisit?
Dengan Alex Garland di kursi sutradara—yang dikenal lewat karya seperti Ex Machina—ada harapan film ini tetap mempertahankan nuansa gelap, filosofis, dan sedikit “tidak nyaman” seperti versi gamenya.
Franchise Terus Berkembang
Sementara filmnya masih dalam proses, dunia ELDEN RING sendiri terus berkembang:
DLC Shadow of the Erdtree memperluas cerita utama
Spin-off ELDEN RING NIGHTREIGN hadir dengan gameplay kooperatif baru
Versi lengkap ELDEN RING Tarnished Edition akan rilis di Nintendo Switch 2
Dengan kata lain, ini bukan sekadar satu game sukses—ini sudah jadi ekosistem besar.
Adaptasi game ke film itu selalu seperti berjalan di atas pedang—sedikit salah langkah, langsung jatuh.
Tapi untuk ELDEN RING, semua elemen besar sudah ada:
Dunia yang kaya dan unik
Sutradara dengan visi kuat
Cast kelas atas
Dukungan studio seperti A24
Sekarang tinggal satu hal: eksekusi.
Kalau berhasil, ini bisa jadi standar baru adaptasi game ke film. Kalau gagal… ya, kita sudah terlalu sering lihat contohnya.
Karakter ikonik Angry Birds, Red, secara resmi bergabung di Sonic Racing: CrossWorlds. Kehadiran burung merah pemarah ini membawa semangat baru bagi para pemain yang ingin menjajal kecepatannya di sirkuit menantang. Selain karakter baru, Sega juga mengumumkan event Angry Birds Festival yang dimulai dari tanggal 17 April 2026.
Super Roaster dan Lagu Klasik Angry Birds
Dalam update baru Sonic Racing: CrossWorlds ini pemain bisa mengendarai mobil balap khas milik Red yang bernama Super Roaster. Update ini juga menghadirkan tiga lagu latar baru yang diambil dari seri game original Angry Birds seperti GO! Theme.
Selama periode festival Angry Birds berlangsung, setiap permainan akan menyajikan tantangan berbeda seperti melakukan Touch Boost terbanyak atau menyelesaikan objektif khusus lainnya untuk mendapatkan Festival Points.
Pemain yang aktif mengumpulkan Festival Points selama acara ini dapat mengakses berbagai macam item kustomisasi eksklusif. Mulai dari sticker dekorasi (decal) baru dan klakson bertema khusus Angry Birds.
Capcom sedang memasak! Developer sekaligus publisher asal Jepang ini telah membukukan rekor yang sangat baik di tahun 2026. Dari tiga game baru yang rilis yaitu Resident Evil 4 Requiem, Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection, dan Pragmata, semuanya mendapatkan respon yang baik dari kritik maupun fans. Game baru yang dimaksud adalah game yang sepenuhnya baru, bukan remaster.
Rekor Ketiga Game Baru Capcom
Berdasarkan data website Metacritic, ketiga game baru Capcom ini mendapat skor di atas angka 85. Resident Evil Requiem yang merupakan tombak utama Capcom mendapatkan Metascore 89. Sedangkan Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection diberi skor 86. Game terbaru sekaligus IP terbaru Capcom yaitu Pragmata juga tidak mau kalah dengan jumlah Metascore 86. Jumlah ini merupakan pertanda yang sangat baik untuk studio game. Artinya game mereka mendapatkan resepsi yang baik dari kritikus maupun fans.
Di Steam Pragmata mendapatkan review Overwhelmingly Positive. Data dari SteamDB menunjukkan jumlah concurrent players tertinggi Pragmata adalah 68.687 pemain. Meski belum mendekati angka yang diperoleh Resident Evil Requiem, Pragmata sudah menunjukkan potensinya sebagai IP baru Capcom yang sukses.
Angka penjualan Pragmata sejak rilis sampai dengan akhir pekan kemarin juga telah diumumkan. Game ini telah terjual lebih dari 1 juta unit di seluruh dunia.
Tidak berhenti di ketiga game ini saja, tahun ini Capcom juga berencana untuk merilis Onimusha: Way of the Sword. Jika game ini berhasil, maka tahun 2026 akan menjadi tahunnya untuk Capcom.
Square Enix kembali menghadirkan pengalaman RPG yang tidak biasa lewat The Adventures of Elliot: The Millennium Tales, sebuah game action RPG penuh nuansa fantasi yang akan membawa pemain menjelajahi waktu hingga ribuan tahun ke masa lalu. Berdasarkan informasi terbaru dari media kit resminya, game ini dijadwalkan rilis pada 18 Juni 2026 untuk berbagai platform, termasuk Nintendo Switch 2, PlayStation 5, Xbox Series X|S, serta PC.
Kalau kalian suka RPG dengan cerita kuat, dunia luas, dan sistem gameplay yang fleksibel, ini bukan sekadar game biasa—ini adalah perjalanan lintas zaman yang penuh misteri.
Kisah Epik Melintasi Empat Era dalam Seribu Tahun
Di jantung cerita The Adventures of Elliot: The Millennium Tales, kalian akan mengikuti petualangan Elliot dan rekannya, Faie, dalam misi menyelamatkan Putri Heuria dari kutukan misterius.
Namun perjalanan mereka tidak sederhana.
Mereka harus melewati Doorway of Time, sebuah gerbang waktu yang membawa mereka ke berbagai era berbeda, yaitu:
Age of Safekeeping (masa kini)
Age of Reconstruction (zaman kegelapan)
Age of Magic (masa kejayaan sihir)
Age of Budding (awal peradaban manusia)
Setiap era memiliki konflik, misteri, dan ancaman tersendiri. Bahkan di masa kejayaan seperti Age of Magic, tersimpan benih kehancuran yang perlahan menggerogoti dunia.
Dunia Fantasi yang Hidup dan Sarat Detail
Salah satu daya tarik terbesar game ini adalah dunia yang dibangun dengan detail dan identitas kuat di setiap zaman.
Contohnya di era Age of Magic, pemain akan menjelajahi kota Weyzn—sebuah peradaban maju berbasis sihir dengan arsitektur megah dan teknologi magis yang berkembang pesat. Namun di balik kemegahan itu, terdapat konflik ideologi antara dua institusi besar:
Forthewor, yang mengejar kemajuan tanpa batas
Formanit, yang mengutamakan kesejahteraan manusia
Konflik ini menjadi bagian penting dari narasi, menghadirkan nuansa cerita yang lebih dewasa dan penuh intrik.
Karakter dengan Latar Belakang Kuat
Tak lengkap rasanya RPG tanpa karakter yang berkesan. Game ini menghadirkan sejumlah tokoh penting dengan latar belakang menarik, seperti:
Fausta, pemimpin Formanit yang idealis dan penuh dedikasi
Marnie, peneliti muda yang fokus pada teknologi sihir
Hildebrandt, direktur Forthewor yang pragmatis
Ikarus, pemimpin bangsawan yang berusaha menjaga keseimbangan
Interaksi antar karakter ini membentuk dinamika cerita yang tidak sekadar hitam-putih, tetapi penuh konflik moral dan keputusan sulit.
Sistem Gameplay: Fleksibel, Dalam, dan Eksploratif
Dari sisi gameplay, The Adventures of Elliot: The Millennium Tales mengusung sistem action RPG dengan fokus pada eksplorasi dan kustomisasi.
1. Sistem Senjata yang Variatif
Elliot dapat menggunakan tujuh jenis senjata berbeda, masing-masing dengan versi yang lebih kuat dan efek spesial unik. Senjata ini bisa ditemukan di berbagai lokasi tersembunyi seperti gua dan reruntuhan, mendorong pemain untuk eksplorasi lebih dalam.
2. Magicite: Kustomisasi Tanpa Batas
Fitur Magicite memungkinkan pemain menambahkan efek khusus ke senjata, seperti serangan petir atau efek area. Semakin langka Magicite yang didapat, semakin efisien dan kuat efeknya.
Menariknya, sistem ini memberi kebebasan penuh untuk menciptakan gaya bermain sendiri—mau fokus damage, area control, atau utility, semua bisa.
Aktivitas Sampingan yang Menyegarkan
Game ini tidak hanya soal bertarung dan cerita utama. Ada juga aktivitas tambahan seperti Faie’s Magic Lessons, yaitu minigame berbasis kemampuan sihir.
Mulai dari:
Balapan melawan longsoran salju
Warp antar platform di area berbahaya
Selain seru, minigame ini juga memberikan reward seperti koleksi musik dalam game, menambah replay value yang cukup tinggi.
Edisi dan Bonus Menarik
Untuk kalian yang suka bonus tambahan, Square Enix sudah menyiapkan beberapa edisi menarik:
Pre-Order Bonus:
Departure Brooch (meningkatkan drop item)
Attack Up Sword Magicite
Digital Deluxe Edition:
Aksesori tambahan seperti Fairy Bangle dan Roselle Ring
Collector’s Edition:
Base game
Digital Deluxe Upgrade
Jam meja bertema Faie & Doorway of Time
Original Soundtrack
Semua ini menunjukkan bahwa game ini memang dipersiapkan sebagai rilisan besar, bukan sekadar proyek sampingan.
The Adventures of Elliot: The Millennium Tales bukan hanya menawarkan petualangan biasa. Ia mencoba menggabungkan:
Cerita lintas waktu yang kompleks
Dunia dengan identitas kuat di setiap era
Sistem gameplay fleksibel dan dalam
Karakter dengan konflik emosional
Dalam satu paket pengalaman RPG modern.
Kalau Square Enix berhasil mengeksekusi semua ide ini dengan baik, bukan tidak mungkin game ini akan jadi salah satu RPG sleeper hit di tahun 2026.
Konami Digital Entertainment Limited (KONAMI) hari ini mengumumkan game petualangan romansa The Prince of Tennis Sweet School Festival ~♡-40 and more…~ (disebut juga Gakupuri) dan The Prince of Tennis Doki Doki Survival ~eternal passion! Tie break ♡game~ (disebut juga Dokisaba) akan dirilis pada tanggal 30 Juli (Kamis).
Trailer Pengumuman Tanggal Rilis Gakupuri:
Trailer Pengumuman Tanggal Rilis Dokisaba:
Kedua game ini dijadwalkan akan dirilis di Nintendo Switch™ 2, Nintendo Switch™, dan Steam, dengan pre-order versi digital tersedia mulai hari ini.
Edisi Asia akan mendukung Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin Tradisional, dan Mandarin Sederhana. Nantikan detail selengkapnya di pengumuman mendatang.