Home Blog Page 24

Afterlove EP Resmi Dibuka Pre-Order! Kisah Emosional Berlatar Jakarta Siap Hadir di Nintendo Switch & PS5

0

Ada game yang seru. Ada game yang indah. Lalu ada game yang… terasa, dan Afterlove EP tampaknya masuk ke kategori terakhir itu.

Melalui label indie mereka, IndieTech Games, anak perusahaan Neos Corporation resmi mengumumkan bahwa pre-order versi fisik Afterlove EP kini telah dibuka di Asia, termasuk Asia Tenggara. Game ini dijadwalkan rilis pada 10 September 2026 untuk Nintendo Switch dan PlayStation 5.

Karya Terakhir dari Kreator Coffee Talk

Buat kalian yang mengikuti skena game indie, nama Mohammad Fahmi bukan sosok asing. Ia adalah kreator di balik Coffee Talk—game yang berhasil mencuri hati lewat cerita sederhana tapi menyentuh.

Afterlove EP menjadi karya terakhirnya, dan itu langsung memberi bobot emosional yang tidak main-main. Ini bukan sekadar game—ini seperti surat perpisahan yang ditulis dalam bentuk interaktif.

Kisah Kehilangan, Musik, dan Harapan

Mengambil latar di Jakarta, game ini mengisahkan Rama, seorang musisi muda yang sedang berjuang bangkit setelah kehilangan kekasihnya, Cinta.

Dalam waktu 28 hari, Rama harus:

  • Menghadapi masa lalu
  • Menyelesaikan lagu yang ia janjikan
  • Dan menentukan arah hidupnya ke depan

Semua keputusan pemain akan membentuk bagaimana cerita ini berakhir.

Ini bukan cerita tentang menyelamatkan dunia.
Ini cerita tentang menyelamatkan diri sendiri.

Perpaduan Gameplay yang Unik

Afterlove EP tidak bermain aman. Ia mencampurkan beberapa genre sekaligus:

  • Visual novel
  • Adventure naratif
  • Rhythm game

Hasilnya? Sebuah pengalaman yang terasa personal, di mana musik bukan sekadar pelengkap, tapi bagian dari perjalanan emosional karakter.

Bonus Fisik yang Bikin Kolektor Melirik

Versi fisik yang dirilis kali ini juga tidak asal jadi. Justru di sinilah letak daya tariknya.

Beberapa bonus eksklusif yang akan didapatkan:

  • CD nostalgia 8cm berisi lagu dari band Indonesia L’Alphalpha
  • Digital Artbook karya ilustrator Soyatu
  • Soundtrack download code
  • Special sleeve

Ini bukan sekadar bonus—ini cara untuk “hidup” lebih lama di dunia Afterlove EP.

Siap Tampil di INDIE Live Expo 2026

Game ini juga akan tampil di INDIE Live Expo 2026, salah satu showcase game indie terbesar di Asia.

Selain itu, Afterlove EP juga akan hadir di event Yokohama Game Show 2026, memberikan kesempatan bagi pemain untuk mencicipi langsung pengalaman yang ditawarkan.

Game Indie yang Tidak Sekadar “Main”

Di era industri game yang penuh ledakan, grafis realistis, dan dunia open-world raksasa, Afterlove EP datang dengan pendekatan berbeda. Lebih kecil, lebih sunyi, tapi justru… lebih dalam.

Ini bukan game yang dikejar untuk tamat. Ini game yang dibiarkan meresap.

・Official website :https://indietechgames.neoscorp.jp/afterlove/

・Official X(formerly Twitter) :https://x.com/indietech_games

・Official Instagram :https://www.instagram.com/indietech_games/

・NEOS Kids & Games Official YouTube :https://www.youtube.com/channel/UCDloPPTdWUa53v5fthy7dhg

Ragnarok Origin Classic Tetapi Janji Open Server dengan Sakura Vows

0

Saat mayoritas MMORPG masih menggunakan status berbayar untuk mendorong pendapatan setiap update, Ragnarok Origin Classic (ROOC) yang diterbitkan oleh Gravity Game Vision justru memilih jalan yang sangat berbeda. Pada versi [Sakura Vows] yang resmi rilis pada tanggal 24 April, ROOC menghadirkan sistem pernikahan dan gameplay terbatas, sekaligus membuka server baru [Sakura Vows], dan semua konten tambahan tersebut, tidak ada satu pun yang terikat dengan angka stats maupun power.

Sejak awal server dibuka, ROOC telah memberikan janji “Keadilan Murni, Grow with Monthly Pass Only “. Desain dari versi [Sakura Vows] kali ini merupakan bukti dari janji tersebut. Sebagai fitur dengan sosialisasi paling kental dalam MMORPG, tim memilih untuk mengembalikannya ke pengalaman sosial yang murni: Kamu menikah karena ingin berpetualang bersama orang ini, bukan karena bisa menambah Power.

Tiga jenis Costumeuntuk pernikahan memiliki stat yang sepenuhnya seragam; [Eternal Contract] Wedding yang paling dasar hanya membutuhkan biaya 999.999 Eden Coin untuk diselenggarakan, memastikan romansa bukan lagi hak istimewa yang hanya bisa didapatkan dengan Diamond atau Top-up.

Di saat game lain masih menggunakan Wedding Pack untuk menciptakan tekanan biaya waktu terbatas, ROOC memilih agar setiap petualang bisa mampu menikah. Ini bukan sekadar sebuah update fitur, melainkan lebih seperti pembuktian atas komitmen terhadap game.

Tiga Opsi Pernikahan: Sesuai Budget, Stats Tetap Setara

Sistem pernikahan pada versi Sakura Vows menghadirkan tiga jenis upacara pernikahan, masing-masing dengan tampilan visual dan nuansa yang berbeda. Namun prinsip intinya tetap sama, yaitu semua stats Costume dari hadiah pernikahan sepenuhnya seragam, dan tidak ada istilah menghabiskan lebih banyak uang membuatmu lebih kuat.

Eternal Contract Wedding – Tanpa batas minimum. Hanya dengan 999.999 Eden Coin, kamu sudah bisa menyelesaikan oath dan menerima Set Costume Eternal Contract serta hadiah pernyataan cinta. ROOC membuktikan dengan tindakan: Romansa tidak butuh kartu kredit.

Sakura Oath Wedding – Menawarkan dekorasi adegan pernikahan eksklusif dan animasi upacara formal. Setelah selesai, kamu akan menerima Set Costume Sakura Oath dan Mount [Sakura Lux Car] edisi terbatas. Suasananya lebih megah, namun Power stats tetap sama.

Beyond the Stars Wedding – Menghadirkan pertunjukan yang memukau secara visual, menampilkan animasi upacara yang megah, Set Costume Beyond the Stars, Mount [Starry Night Car] edisi terbatas, serta Portrait eksklusif. Perbedaannya hanya terletak pada kemegahan dan nilai koleksi, tidak ada hubungannya dengan stats.

Selain itu, Fitur [Wedding Renewal] khusus telah ditambahkan, kini pasangan yang sudah menikah dapat mengadakan pernikahan kembali dengan biaya yang sangat terjangkau, dan mengundang teman-teman Guild untuk mengenang momen manis bersama. Niat desain dari tim official sangat jelas: Pernikahan bukanlah konsumsi sekali pakai, melainkan titik interaksi sosial di jalan petualangan yang bisa dirayakan berulang kali.

Bukan Sekadar Pernikahan: Sosialisasi yang Bebas Tekanan

Ambisi [Sakura Vows] tidak hanya sebatas pada sistem pernikahan saja. Seluruh update ini dirancang dengan serangkaian desain event yang berfokus pada pengalaman sosial:

Seluruh kota Prontera telah diubah menjadi bertema Sakura, menciptakan atmosfer imersif yang terbatas di musim ini.

[Out Loud Confession] – Event yang memungkinkan para petualang untuk mengirimkan pesan pengakuan cinta kepada sosok idaman mereka.

[Rainbow Covenant] – Quest dua orang yang menggunakan nilai kecocokan untuk menentukan akhir petualangan, memperkuat makna interaksi antar mitra.

[MBTI Oracle] – Menggabungkan tes kepribadian ala MBTI untuk menghasilkan Title eksklusif serta rekomendasi pasangan yang cocok.

Selesaikan serangkaian event dan Check-in selama 15 hari untuk mendapatkan item gaya terbatas seperti [Sakura Headwear] dan tunjukkan romansa eksklusifmu.

Di saat yang bersamaan, tim official juga membuka zona event [Sakura Vows] di situs resmi. Mulai hari ini hingga 31 Mei, berpartisipasilah dalam event ini untuk mendapatkan hadiah romantis, dan hadiah utama Backwear [Sakura Spring].

Pada tanggal 27 April, Gameplay perjodohan [Love Potion] dan tantangan PVE [Sakura Spirit] juga akan hadir dan terus menghadirkan konten baru ke dalam versi ini.

Ketika fokus pada pemain bertransformasi dari slogan menjadi inti DNA produk

Melihat kembali pilihan desain [Sakura Vows] kali ini, hal yang paling patut diperhatikan mungkin bukanlah sistem pernikahan itu sendiri, melainkan sikap produk yang diwakilinya.

Sejak server dibuka, produser Big Kitty bersikeras menggunakan bentuk surat terbuka untuk menyelaraskan pemikiran pengembangan, merencanakan update secara terbuka dengan semua petualang, serta melakukan penyesuaian iteratif secara real-time berdasarkan saran optimasi dari pemain. Mode kreasi bersama yang sangat transparan ini membuat banyak pemain benar-benar merasakan dedikasi tim terhadap IP RO dan perhatian terhadap pengalaman pemain.

[Sakura Vows] bukan hanya sekadar Update, tetapi juga bukti dari Team ROOC kepada para pemain: Janji saat pembukaan server bukanlah taktik sementara, melainkan komitmen jangka panjang.

Saat bunga Sakura bermekaran, apakah kamu sudah siap untuk menggandeng tangan “si dia” dan melangkah bersama ke dalam cerita milik kalian berdua?

Informasi lebih lanjut

Little Nightmares VR: Altered Echoes Resmi Rilis! Rasakan Teror dari Sudut Pandang Baru sebagai Dark Six

0

Kegelapan kembali memanggil—dan kali ini, rasanya lebih dekat dari sebelumnya. Bandai Namco Entertainment resmi mengumumkan bahwa Little Nightmares VR: Altered Echoes kini telah tersedia secara global. Game terbaru dalam franchise horor atmosferik ini hadir membawa pengalaman yang jauh lebih imersif berkat teknologi virtual reality (VR).

Dirilis pada 24 April 2026, game ini bisa dimainkan di berbagai platform VR seperti PlayStation®VR2 untuk PlayStation®5, PC melalui Meta Horizon Store dan SteamVR™, hingga perangkat standalone seperti Meta Quest 2 dan 3. Dengan kata lain, ini bukan sekadar spin-off—ini adalah evolusi cara kita “merasakan” dunia Little Nightmares.

Menjadi Dark Six: Teror Kini Ada di Sekelilingmu

Jika sebelumnya kalian hanya “melihat” kengerian dunia Little Nightmares dari layar, kini kalian akan masuk langsung ke dalamnya.

Dalam Altered Echoes, pemain mengambil peran sebagai Dark Six, sosok misterius yang berusaha menemukan kembali bagian dirinya yang hilang. Perjalanan ini bukan sekadar petualangan biasa—ini adalah pencarian identitas yang dibungkus dalam atmosfer mencekam.

Dan di VR, semuanya terasa lebih nyata:

  • Lorong gelap terasa lebih sempit
  • Suara-suara aneh terdengar lebih dekat
  • Bahaya bisa datang dari arah mana saja

Ini bukan game yang bisa dimainkan sambil santai. Ini jenis pengalaman yang bikin kalian refleks menoleh ke belakang… meskipun tahu itu cuma game.

Dunia Lama, Rasa Baru yang Lebih Intens

Salah satu kekuatan utama dari franchise Little Nightmares adalah atmosfernya—sunyi, aneh, dan penuh simbolisme. Altered Echoes mempertahankan itu semua, tapi menyajikannya dengan cara yang benar-benar berbeda.

Beberapa lokasi dan karakter mungkin terasa familiar bagi penggemar lama. Tapi jangan cepat merasa aman.

Karena:
apa yang terlihat… belum tentu benar.

Game ini juga memperkenalkan area baru seperti The Train Station, lengkap dengan ancaman baru seperti sosok misterius bernama Conductor. Setiap area dirancang untuk memanfaatkan potensi VR secara maksimal—dari puzzle yang lebih interaktif hingga momen kejar-kejaran yang bikin jantung berdebar.

Puzzle, Teror, dan Cerita yang Lebih Emosional

Di balik semua kengerian, Little Nightmares VR tetap setia pada akar gameplay-nya:

  • Puzzle yang menantang
  • Eksplorasi lingkungan
  • Pelarian dari musuh raksasa yang mengintai

Namun kali ini, semuanya terasa lebih personal. Cerita tentang Dark Six tidak hanya memperluas lore, tapi juga menggali sisi emosional karakter dengan lebih dalam.

Lingkungan yang kalian jelajahi penuh dengan:

  • Jejak masa lalu
  • Petunjuk tersembunyi
  • Misteri yang saling terhubung

Dan seperti biasa di dunia Little Nightmares—jawaban tidak pernah diberikan secara gamblang. Kalian harus merasakannya, menafsirkannya, dan mungkin… meragukannya.

Platform dan Dukungan Perangkat VR

Game ini dioptimalkan untuk berbagai perangkat VR modern, termasuk:

  • PlayStation®VR2
  • Meta Quest 2 & 3 (termasuk 3S)
  • Oculus Rift & Rift S
  • Valve Index
  • HTC Vive
  • Pico 4

Dengan dukungan luas ini, lebih banyak pemain bisa merasakan pengalaman horor yang benar-benar “dekat di kulit”.

Little Nightmares VR: Altered Echoes bukan sekadar tambahan dalam franchise—ini adalah langkah berani yang mengubah cara kita berinteraksi dengan horor.

Review Windrose: Game Survival Berkedok Simulasi Bajak Laut

0

Ada banyak game yang mencoba menjual fantasi bagaimana rasanya menjadi bajak laut, tapi tidak semuanya benar-benar mampu mewujudkan sensasi itu secara utuh. Windrose yang dibuat oleh Windrose Crew termasuk salah satu satunya. Game ini menarik perhatian karena menawarkan perpaduan antara survival, eksplorasi, dan pastinya elemen simulasi bajak laut.

Saat ini Windrose masih berada di tahap Early Access, jadi masih ada banyak bagian yang terasa belum selesai. Meski begitu, fondasi yang dimiliki oleh game ini sudah baik. Untuk ukuran game survival adventure dengan kostum bajak laut, Windrose dalam kondisinya sekarang sudah cukup meyakinkan.

Berikut adalah pengalaman yang kami rasakan selama memainkan versi review Windrose.

Elemen Survival Lebih Dominan

Review Windrose elemen survival

Hal pertama yang terasa dan menjadi dominan saat memainkan Windrose adalah fokus utama game pada mekanik survival. Pemain akan lebih sering mengumpulkan material, membangun, membuat senjata, merakit kapal, hingga mengurus berbagai kebutuhan dasar seperti game survival pada umumnya. Variasi item yang bisa dikumpulkan dan diolah juga cukup banyak.

Game ini juga memiliki sistem quest, termasuk didalamnya adalah main quest untuk mengumpulkan kru yang terdampar dan menelusuri sosok yang mengkhianati karakter utama. Elemen ini membuat Windrose terasa memiliki arah, tidak hanya sekadar sandbox kosong. Meski begitu tetap saja porsi aktivitas bajak laut terasa dinomorduakan.

Fondasi Gameplay Solid untuk Early Access

Review Windrose gameplay kapal

Untuk ukuran game Early Access, Windrose memiliki isi konten yang padat. Sistem inventory management yang biasanya menjadi musuh di game survival cukup nyaman. Distribusi sumber daya tidak terlalu menyiksa, dan proses crafting juga dibuat lebih ramah dibandingkan game yang sejenis.

Review Windrose pembuatan kapal

Salah satu fitur yang cukup menarik adalah membangun markas yang berbasis pada bonfire. Lokasi ini berfungsi sebagai pusat area tinggal. Jika pemain ingin serba cepat, ada juga template untuk bangunan instan yang membantu mempercepat proses pembangunan.

Kualitas grafis dan visual yang ditampilkan juga enak untuk dilihat. Detail objek dan lingkungan terasa lumayan rapi, terutama saat kapal sedang membelah ombak di tengah laut. Atmosfer tropis yang dihadirkan dalam game bisa dibilang sudah terasa.

Combat Masih Jadi Titik Lemah

Review Windrose gameplay di darat 1

Sayangnya tidak semua sistem dalam Windrose berjalan dengan baik. Bagian combat, baik di darat maupun di laut, masih membutuhkan polesan.

Combat di darat memiliki fondasi yang cukup serius dengan hadirnya elemen parry, dodge, termasuk pola serangan musuh yang bisa dipelajari. Namun dalam situasi aslinya, bertarung melawan sebagian besar musuh non-boss sering terasa monoton karena gerakan mereka yang lambat dan terbatas.

Review Windrose gameplay kapal 2

Sama halnya dengan sistem combat di laut juga belum sempurna. Sudut pandang pemain yang rendah saat mengarahkan meriam kapal agak mengganggu. Perlu waktu untuk benar-benar terbiasa dengan ritmenya. Mekanisme boarding kapal musuh juga belum memberi sensasi heroik yang memuaskan. Kami sering melihat musuh dan kru kapal malah bertumpuk di satu tempat.

Eksplorasi dan Progression Belum Sepenuhnya Memuaskan

Review Windrose atribut karakter

Windrose sistem character level yang memungkinkan pemain meningkatkan status dan mengambil passive skill untuk memperkuat gaya bertarung tertentu. Secara konsep ini menarik, tetapi secara progres terasa kurang menyenangkan karena experience hanya didapat dari menyelesaikan quest dan membuka peti unik di satu lokasi tertentu. Sistem seperti ini membuat levelling dan eksplorasi terasa agak dipaksa, bukan karena didorong rasa penasaran alami.

Masalah lain muncul pada random map generator yang belum optimal. Sebagain besar daratan terasa terlalu kecil dan jarang ditemukan, sementara kapal musuh bisa muncul secara tiba-tiba di sembarang tempat. Akibatnya eksplorasi jadi terasa melelahkan.

Review Windrose Dari Segi Teknis

Kami memainkan versi review Windrose di PC dengan spesifikasi high end yaitu AMD 7 8700F, RTX 4070Ti, 32GB RAM, SSD, dan juga di PC AiO Dell Precision 3630.

Selama memainkan game di kedua PC, performa game memuaskan dan stabil. Kami hanya mengalami 1-2 kali crash. Untuk catatan, waktu loading pertama kali akan menjadi lebih lama jika menginstall game ini di HDD

Kesimpulan Review Windrose

Kesimpulan yang kami dapat setelah memainkan versi review Windrose adalah game ini lebih cocok disebut sebagai game survival adventure bertema bajak, laut daripada game simulator bajak laut. Tapi bukan berarti game ini buruk. Sebaliknya, untuk game yang masih berada di Early Access, Windrose sudah memiliki fondasi yang kuat, konten yang cukup banyak, sehingga memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih menarik.

Jika developer benar-benar konsisten memoles, Windrose memiliki peluang untuk tumbuh menjadi game bajak laut yang selama ini diharapkan oleh gamer. Tapi untuk sekarang game ini lebih pas ditujukan kepada penggemar survival crafting yang tertarik dengan tema perompak, bukan untuk mereka yang mencari pengalaman bajak laut sejati.

Early Access Windrose sudah tersedia di PC.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

SQUARE ENIX GOLDEN WEEK Sale Hadir! Diskon Besar untuk FINAL FANTASY VII REBIRTH hingga PARANORMASIGHT

0

Kabar yang selalu dinanti para gamer akhirnya datang juga. Square Enix resmi mengumumkan event tahunan mereka, “SQUARE ENIX GOLDEN WEEK Sale”, yang akan segera dimulai di PlayStation Store dan Nintendo eShop.

Seperti tradisi Golden Week pada umumnya—ini bukan sekadar diskon biasa. Ini momen di mana judul-judul besar dijatuhkan harganya cukup dalam, cukup untuk bikin dompet goyah… dan wishlist mendadak jadi daftar belanja.

Daftar Game Unggulan dan Diskon Menggiurkan

Beberapa judul pilihan yang masuk dalam promo kali ini bisa dibilang “kelas berat”. Mulai dari RPG legendaris sampai game misteri yang underrated, semuanya dapat potongan harga menarik.

Final Fantasy VII Rebirth – Diskon 40%

Salah satu RPG paling ambisius dalam beberapa tahun terakhir ini akhirnya ikut masuk daftar diskon. Dengan potongan hingga 40%, ini bisa jadi waktu paling rasional buat kalian yang sebelumnya masih nahan diri.

Game ini melanjutkan kisah epik Cloud dan kawan-kawan dengan dunia yang jauh lebih luas, sistem combat yang semakin matang, dan cerita yang—ya, tetap penuh kejutan.

Crisis Core –Final Fantasy VII– Reunion Digital Deluxe Edition – Diskon 60%

Kalau kalian ingin menyelami kisah Zack Fair secara lebih dalam, ini kesempatan emas. Versi Digital Deluxe Edition mendapat potongan hingga 60%, termasuk berbagai bonus konten tambahan.

Dengan visual yang sudah diperbarui dan gameplay yang lebih modern, game ini jadi jembatan penting menuju dunia Final Fantasy VII yang lebih luas.

Paranormasight: The Mermaid’s Curse – Diskon 20% (NEW!)

Nah, ini dia wildcard-nya. Bukan AAA bombastis, tapi justru punya daya tarik unik. Game misteri supernatural ini hadir dengan diskon 20% dan tersedia di Nintendo eShop serta Steam.

Kalau kalian suka cerita penuh teka-teki, atmosfer mencekam, dan narasi yang “main di kepala”, Paranormasight bisa jadi pilihan yang underrated tapi nagih.

Golden Week: Waktu yang Tepat untuk “Balik ke Game Lama”

Ada satu pola menarik tiap event diskon seperti ini:
Game yang dulu terasa mahal, tiba-tiba jadi terasa… masuk akal.

Dan jujur saja—di tengah harga game yang makin liar, momen seperti Golden Week Sale ini semacam “oasis kecil” buat gamer yang tetap ingin waras secara finansial.

Jangan Sampai Ketinggalan

Perlu diingat, setiap platform bisa punya detail harga dan periode diskon yang berbeda. Jadi sebelum checkout, pastikan kalian cek langsung di store masing-masing.

Golden Week Sale ini biasanya tidak berlangsung lama, dan beberapa diskon terbaik seringkali jadi incaran banyak orang.

Detail Assassin’s Creed Black Flag Resynced: Fitur Baru dan Spesifikasi PC

0
Detail Assassin's Creed Black Flag Resynced Fitur Baru dan Spesifikasi PC

Assassin’s Creed Black Flag Resynced akhirnya resmi diumumkan oleh Ubisoft. Game remake dari Assassin’s Creed IV Black Flag ini rilis pada tanggal 9 Juli 2026. Ubisoft+, PS5, Xbox Series, serta PC melalui Ubisoft Store, Steam, dan Epic Games Store. Game ini dikembangkan oleh Ubisoft Singapore.

Kisah epik Edward Kenway (Diperankan oleh Matt Ryan) sebagai bajak laut di perairan Karibia dibangun ulang dari awal dengan teknologi terbaru, visual modern, dan juga gameplay yang diperluas.

Assassin’s Creed Black Flag Resynced Dibangun Ulang

Ubisoft menyebut jika game ini meski sudah mengalami perlakukan remake, namun tetap setia dengan materi aslinya. Game ini dibangun dengan menggunakan Anvil Engine, yang juga digunakan pada Assassin’s Creed Shadows. Cerita utama akan tetap dipertahankan dengan banyak peningkatan di hampir semua aspek.

Cerita Assassin’s Creed Black Flag Resynced tetap mengambil latar Golden Age of Piracy. Pemain kembali mengikuti Edward Kenway, kapten bajak laut pemberontak yang terseret konflik panjang antara Assassin dan Templar. Dalam perjalanannya, Edward akan bertemu tokoh legendaris seperti Blackbeard, Anne Bonny, dan Calico Jack.

Dari sisi visual, pemain akan menemukan pencahayaan ray tracing dengan Global Illumination dan refleksi yang lebih realistis. Ubisoft juga menyiapkan opsi performa 60 frame per detik di konsol. Efek air juga menjadi perhatian besar lewat simulasi dan rendering baru.

Sistem gameplay juga diperbarui agar terasa lebih modern. Pertarungan jarak dekat kini menghadirkan takedown baru yang lebih brutal, mekanik parry, gerakan cepat menggunakan rope dart dan senjata api.

Sistem stealth juga diperluas. Edward kini bisa merunduk di mana saja saat berada di daratan. Pemain juga dapat menyelam dari berbagai titik untuk mendekati area pesisir atau kapal secara diam-diam. Ubisoft juga menambahkan mode Observe yang memperluas fungsi Eagle Vision milik Edward.

Pertarungan laut dengan kapal yang menjadi daya tarik untuk juga mendapat banyak tambahan baru. Pemain bisa menggunakan senjata sekunder baru seperti shrapnel barrel yang meledak dan merusak layar kapal musuh. Ada juga eight-pounders yang membuka lebih banyak titik lemah pada lambung kapal.

Detail Assassin's Creed Black Flag Resynced Perang Kapal

Pemain juga bisa merekrut officer untuk ditempatkan di Jackdaw. Setiap officer membawa kemampuan khusus dalam pertempuran laut. Kustomisasi kapal Jackdaw kini lebih luas. Selain skin baru, pemain dapat membawa hewan peliharaan kapal seperti kucing atau monyet saat berlayar. Lagu-lagu shanty lama akan kembali hadir, dengan tambahan 10 lagu baru untuk dinyanyikan kru saat berlayar.

Spesifikasi PC Assassin’s Creed Black Flag Resynced

Untuk bermain di resolusi 1920×1080 dengan target 30 FPS, pengaturan Low Preset, Ray Tracing Standard, dan Upscaler Balanced, pemain membutuhkan:

  • CPU: Intel Core i7-8700K 3.7 GHz atau AMD Ryzen 5 3600 3.6 GHz
  • GPU: NVIDIA GeForce GTX 1660 6GB, AMD Radeon RX 5500 XT 8GB, atau Intel ARC A580 8GB
  • RAM: 16GB dual-channel
  • Storage: 65GB, wajib menggunakan SSD
  • OS: Windows 11

Untuk pengalaman bermain di 1920×1080 dengan target 60 FPS, pengaturan Medium Preset, Ray Tracing Standard, dan Upscaler Balanced, spesifikasi yang disarankan adalah:

  • CPU: Intel Core i5-10600K 4.1 GHz atau AMD Ryzen 5 3600 3.6 GHz
  • GPU: NVIDIA GeForce RTX 3060 12GB, AMD Radeon RX 6600 XT 8GB, atau Intel ARC B580 12GB
  • RAM: 16GB dual-channel
  • Storage: 65GB, wajib menggunakan SSD
  • OS: Windows 11

Untuk bermain di resolusi 2560×1440 atau 2K dengan target 60 FPS, pengaturan High Preset, Ray Tracing Standard, dan Upscaler Balanced, pemain membutuhkan:

  • CPU: Intel Core i5-11600K 3.9 GHz atau AMD Ryzen 5 5600X 3.7 GHz
  • GPU: NVIDIA GeForce RTX 3080 10GB atau AMD Radeon RX 6800 XT 16GB
  • RAM: 16GB dual-channel
  • Storage: 65GB, wajib menggunakan SSD
  • OS: Windows 11

Untuk menikmati game di resolusi 3840×2160 atau 4K dengan target 60 FPS, pengaturan Ultra Preset, Ray Tracing Extended, dan Upscaler Quality, spesifikasi yang disarankan adalah:

  • CPU: Intel Core i7-12700K 3.6 GHz atau AMD Ryzen 7 5700X3D 3 GHz
  • GPU: NVIDIA GeForce RTX 4090 24GB atau AMD Radeon RX 7900 XTX 24GB
  • RAM: 16GB dual-channel
  • Storage: 65GB, wajib menggunakan SSD
  • OS: Windows 11

Untuk spesifikasi yang lebih standar bisa dilihat di halaman Steam.

Kolaborasi dan Collector’s Edition

Ubisoft juga mengumumkan kembalinya Woodkid ke franchise Assassin’s Creed. Musisi nominasi GRAMMY tersebut akan berkolaborasi dalam lagu baru yang akan diungkap akhir tahun ini.

Bagi yang melakukan pre-order akan mendapat Blackbeard’s Crimson Pack yang berisi kostum eksklusif Edward Kenway, sepasang pedang, dan set pistol. Assassin’s Creed Black Flag Resynced akan tersedia dalam Standard Edition, Deluxe Edition digital, serta Collector’s Edition yang berisi figur dari Edward Kenway, bros metal, SteelBook, peta kain, dan item fisik lainnya.

Bagaimana menurutmu?

Film Drama Original Pertama Lyto Pictures Siap Diproduksi, Angkat Fenomena “People Pleaser” Tayang di Bioskop 2026

0

LYTO PICTURES resmi mengumumkan proyek film drama original pertamanya dengan judul “PEOPLE PLEASER”,  yang akan segera memasuki tahap produksi dengan jadwal shooting dimulai bulan April 2026. 

Film ini disutradarai oleh Bobby Prasetyo, ditulis oleh Evelyn Afnilia, serta diproduseri oleh Andi Suryanto dan Marcella Daryanani. Kolaborasi ini menghadirkan karya yang memadukan pendekatan emosional, hangat, dan dekat dengan realita kehidupan modern.

Mengangkat fenomena “people pleaser”, film ini terinspirasi dari keresahan tentang orang-orang yang sering merasa tidak enakan, sulit menolak, dan cenderung mengutamakan orang lain hingga melupakan dirinya sendiri. 

Film ini dibintangi oleh Mawar de Jongh, bersama sejumlah artis dan komika terkenal seperti Ardit Erwandha, ⁠⁠Ummi Quary, Surya Saputra, ⁠⁠⁠Vonny Cornellya, Fatih Unru, Amel Carla, ⁠⁠Cut Mini, Taskya Namya, Femi Maringka, Fira Maringka, Marcella Daryanani, Fajar Nugra, Arif Alfiansyah, Musdalifah Basri, Yono Bakrie, Aci Resti dan ⁠⁠Sadana Agung.

“Cerita ini lahir dari hal yang sangat dekat dengan banyak orang. Kami ingin mengemasnya secara hangat, jujur, dan tetap menghibur,” ungkap Andi Suryanto selaku Produser dari LYTO PICTURES.

Lebih dari sekadar hiburan, film ini juga menjadi pengingat sederhana tentang pentingnya mengenali diri sendiri dan berani menetapkan batas dalam hubungan sosial. Nantikan film People Pleaser di Bioskop Indonesia, untuk berita selengkapnya bisa check di instagram @peoplepleaserfilm @lytopictures 

The Blood of Dawnwalker Siap Ungkap Tanggal Rilis pada 29 April 2026, Gameplay Baru hingga Trailer Cerita Akan Ditampilkan!

0

Kabar besar untuk kalian penggemar RPG dark fantasy—The Blood of Dawnwalker akhirnya bersiap membuka tabir misterinya lebih lebar. Developer Rebel Wolves bersama Bandai Namco Entertainment resmi mengumumkan bahwa mereka akan menggelar Road to Launch Event pada 29 April 2026, yang akan mengungkap banyak detail penting, termasuk tanggal rilis resmi.

Dan jujur saja—ini bukan sekadar event biasa. Ini momen di mana hype diuji, janji diuji, dan ekspektasi gamer dipertaruhkan.

Event Besar yang Akan Ungkap Banyak Detail Penting

Dalam livestream yang dijadwalkan tayang pada 29 April 2026 pukul 00:00 SGT, Rebel Wolves menjanjikan segudang informasi baru yang sudah lama dinanti. Beberapa hal yang dipastikan akan diumumkan antara lain:

  • Tanggal rilis resmi
  • Gameplay terbaru dengan fokus open world
  • Trailer cerita terbaru
  • Spesifikasi PC (system requirements)
  • Detail edisi game

Event ini akan disiarkan melalui YouTube dan Twitch, lengkap dengan subtitle multi-bahasa. Bahkan, event ini juga co-streaming friendly, jadi para content creator bebas ikut meramaikan.

Dunia Gelap yang Terinspirasi Eropa Abad ke-14

Kalau kalian bosan dengan RPG yang “aman-aman saja”, The Blood of Dawnwalker datang membawa nuansa yang lebih kelam—dan lebih realistis.

Game ini mengambil latar Eropa abad ke-14, masa di mana:

  • Perang berkecamuk tanpa henti
  • Wabah Black Death menyapu populasi
  • Kekacauan jadi makanan sehari-hari

Di tengah kehancuran itu, muncul ancaman baru: para vampir yang melihat manusia sebagai kesempatan, bukan ancaman.

Kisah Coen: Setengah Manusia, Setengah Monster

Kalian akan bermain sebagai Coen, karakter yang bukan lagi manusia sepenuhnya—tapi juga belum sepenuhnya menjadi vampir. Ia adalah “Dawnwalker”, makhluk yang hidup di antara dua dunia.

Konsep ini bukan cuma gimmick. Ini jadi fondasi gameplay dan cerita:

  • Kekuatan manusia vs insting vampir
  • Pilihan moral yang abu-abu
  • Konsekuensi nyata dari setiap keputusan

Misinya? Menyelamatkan keluarganya dari penguasa vampir bernama Brencis, yang menguasai wilayah misterius Vale Sangora di Pegunungan Carpathian.

Tapi seperti biasa dalam RPG serius—jalan menuju tujuan itu nggak pernah lurus.

Open World yang Lebih Hidup dan Reaktif

Salah satu fokus utama yang akan ditampilkan di event nanti adalah sistem open world. Rebel Wolves mengklaim bahwa dunia dalam game ini tidak hanya luas, tapi juga responsif terhadap pilihan pemain.

Artinya:

  • Keputusan kalian akan mengubah jalannya cerita
  • Interaksi dengan karakter lain bisa berujung konflik atau aliansi
  • Dunia terasa “hidup”, bukan sekadar latar

Kalau mereka berhasil mengeksekusi ini dengan baik, ini bisa jadi salah satu RPG paling imersif tahun ini.

Dibangun dengan Unreal Engine 5, Siap Tampil Memukau

Dari sisi teknis, The Blood of Dawnwalker dikembangkan menggunakan Unreal Engine 5—engine yang dikenal mampu menghadirkan visual realistis dan detail lingkungan yang luar biasa.

Ekspektasinya jelas:

  • Lingkungan gelap yang atmosferik
  • Efek cahaya realistis
  • Dunia yang terasa “bernapas”

Tapi ya, kita semua tahu… visual keren itu cuma separuh cerita. Sisanya? Gameplay harus solid. Kita lihat nanti.

Menuju Perilisan 2026: Hype atau Real Deal?

Game ini dijadwalkan rilis pada tahun 2026 untuk:

  • PlayStation®5
  • Xbox Series X|S
  • PC via Steam®

Dan saat ini sudah bisa masuk wishlist.

Tapi di titik ini, penting untuk tetap realistis. Banyak game yang terlihat menjanjikan di trailer, tapi goyah saat rilis. Namun melihat tim di balik Rebel Wolves—yang diisi veteran industri—harapan tetap tinggi.

The Blood of Dawnwalker bukan sekadar game tentang vampir. Ini tentang identitas, pilihan, dan harga yang harus dibayar.

Game RPG Klasik Brigandine Kembali

0
Game RPG Klasik Brigandine Kembali

Game RPG Klasik Brigandine kembali lewat Brigandine: Abyss. Game strategi ini dijadwalkan rilis pada tanggal 26 Agustus 2026 di barat dan 27 Agustus 2026 di Jepang. Brigandine: Abyss akan tersedia di PS5, Xbox Series, Switch 2, dan PC via Steam.

Brigandine: Abyss menceritakan tentang bangkitnya Abyssloa Empire, kekaisaran gelap yang dulu pernah dihentikan oleh kekuatan Brigandine dan kini kembali untuk menaklukkan dunia.

Detail Brigandine: Abyss

Membawa nama besar dari franchise RPG klasik, Brigandine: Abyss tidak sekadar mengandalkan nostalgia. Game ini dirancang sebagai petualangan baru yang dirancang untuk pemain yang belum pernah menyentuh franchise ini sebelumnya.

Pemain akan ditantang mengelola sumber daya, mengumpulkan monster, serta memimpin pasukan untuk melawan kekuatan Abyssloa Empire. Akan tersedia enam campaign cerita yang masing-masing menampilkan sudut pandang negara berbeda dalam menghadapi ancaman yang sama. Game ini juga memiliki Mission Mode yang memberi pemain pilihan memainkan 24 negara dengan kondisi kemenangan yang berbeda-beda.

Brigandine: Abyss tetap mempertahankan inti gameplay strateginya. Pada Organization Phase, pemain bisa memperkuat pasukan sebelum pertempuran dimulai. Pengelolaan waktu dan tugas menjadi faktor penting agar kekuatan militer berkembang maksimal. Setelah itu, pemain dapat memasuki Attack Phase untuk menyerbu negara tetangga demi memperoleh sumber daya atau memperkuat personel.

Pertarungan dalam game ini berlangsung secara turn-based di atas medan berbentuk grid heksagonal. Pemain bisa memilih untuk menargetkan pemimpin musuh agar lawan mundur lebih cepat, atau menghabisi unit lawan satu per satui.

Bagaimana menurutmu?

Anno 117: Pax Romana Pecahkan Rekor Jumlah Pemain, Siap Kedatangan DLC Baru

0
Anno 117: Pax Romana Pecahkan Rekor Jumlah Pemain, Siap Kedatangan DLC Baru

Game city-building Anno 117: Pax Romana mencatat pencapaian besar. Ubisoft mengumumkan game ini telah menembus angka 1,17 juta pemain sejak dirilis pada 13 November 2025.

Pengumuman ini disampaikan Ubisoft menjelang perilisan DLC Prophecies of Ash, yang dijadwalkan meluncur pada 30 April 2026.

DLC ini memperluas wilayah Latium dengan area baru untuk dihuni, termasuk pulau terbesar dalam sejarah Anno. Tantangan utamanya datang dari bencana alam berupa gunung berapi aktif yang akan menguji cara pemain mengelola kota dan sumber daya. Pemain juga bisa mendedikasikan kota kepada dewa Vulcan untuk memperkuat sektor pertambangan dan membangun rantai produksi baru serta perdagang sumber daya obsidian.

Konten Year One Pass Anno 117: Pax Romana

Ubisoft juga sudah mengungkap rencana untuk konten Year One Pass Anno 117: Pax Romana. Setelah Prophecies of Ash pada April 2026, pemain akan mendapatkan The Hippodrome pada Agustus 2026. DLC ini menghadirkan bangunan monumen besar yang terinspirasi Circus Maximus, lengkap dengan balapan kereta kuda dan bonus baru untuk kota. Lalu pada November 2026, hadir Dawn of the Delta yang membuka provinsi baru dengan gurun luas dan delta sungai subur, sekaligus memperkenalkan tier populasi baru, kepercayaan berbeda, unit militer baru, dan pilihan dewa tambahan.

Selain itu, Ubisoft juga menggelar free weekend mulai dari 23 sampai 27 April. Ini adalah kesempatan untuk mencoba Anno 117: Pax Romana.

Bagaimana menurutmu?