Home Blog Page 14

Siaran Penerbit KONAMI PRESS START Kembali pada 3 September; Siaran Langsung Tersedia di Kanal YouTube, Twitch, dan X KONAMI

0

Konami Digital Entertainment Limited (KONAMI) hari ini mengumumkan siaran langsung serentak untuk program informasi resmi penerbit, “KONAMI PRESS START”, yang akan ditayangkan di seluruh dunia mulai pukul 23.00 HKT pada Kamis, 3 September.

“KONAMI PRESS START” adalah program informasi yang menghadirkan kabar terbaru mengenai judul-judul mendatang* dan game KONAMI yang saat ini telah tersedia. Dalam siaran ini, KONAMI akan menyampaikan informasi mengenai jajaran terbarunya, termasuk SILENT HILL: Townfall (rilis 24 September), Castlevania: Belmont’s Curse (rilis 15 Oktober), dan RPG Rev. NOiR yang baru-baru ini diumumkan, disertai cuplikan gameplay terbaru serta pesan video dari para pengembang.

Beberapa cuplikan hanya akan ditayangkan secara eksklusif dalam program ini. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan seluruh kabar terbaru dari KONAMI dalam satu tayangan.

  *Tidak akan ada pengumuman mengenai remake SILENT HILL.

Saksikan siaran lengkapnya secara langsung di YouTube, Twitch, dan X. Siaran ulang oleh penggemar diizinkan dengan menggunakan tagar #KonamiPressStart

Untuk informasi selengkapnya mengenai siaran KONAMI PRESS START, kunjungi https://www.konami.com/games/konami-press-start/en-gb/

Battle Theme Baru Persona 4 Revival Muncul

0
Battle Theme Baru Persona 4 Revival Muncul

Sega dan Atlus telah merilis battle theme baru untuk Persona 4 Revival. Berjudul “Prime Time Golden Hour Show”, lagu ini sekarang bisa didengarkan melalui berbagai layanan streaming musik.

“Prime Time Golden Hour Show” merupakan salah satu battle theme baru yang disiapkan untuk Persona 4 Revival.  Selain itu, Atlus juga telah menyiapkan battle theme lain berjudul “Reach Out To The Truth -Revival-”. Rencananya lagu baru ini juga akan diperdengarkan ke umum pada waktu mendatang.

Tren merilis lagu soundtrack game sudah merupakan tradisi bagi Atlus. Pada peluncuran Persona 3 Reload, Atlus juga menyiapkan lagu battle theme baru “It’s Going Down Now”, yang sempat viral dan ikut membantu mempopulerkan gamenya.

Persona 4 Revival dijadwalkan meluncur pada 18 Februari 2027. Game ini akan tersedia di Xbox Series, PS5, serta PC.

Tablet Gaming Infinix XPAD 30 Pro Segera Hadir

0
Tablet Gaming Infinix XPAD 30 Pro Segera Hadir

Tablet gaming Infinix XPAD 30 Pro akan segera diperkenalkan di Indonesia. Tablet ini membawa kombinasi layar besar, performa tinggi, serta baterai berkapasitas besar. Cocok untuk mahasiswa dan profesional muda yang membutuhkan tablet serbaguna.

Tablet Gaming dengan Layar Besar

Infinix XPAD 30 Pro akan membawa layar berukuran 11 inci dengan resolusi 2.5K sebagai salah satu fitur unggulannya. Area layar yang luas dirancang untuk memberikan pengalaman penggunaan yang lebih nyaman ketika membaca materi, menyusun presentasi, mengikuti kelas, menonton konten, maupun bermain game.

Resolusi 2.5K juga membuat tampilan visual dapat terlihat lebih detail. Kehadiran layar besar tersebut menjadi salah satu aspek yang ditonjolkan Infinix untuk menjawab kebutuhan pengguna yang merasa layar smartphone terlalu terbatas untuk produktivitas, tetapi tidak selalu ingin membawa laptop dalam setiap aktivitas.

Chipset MediaTek Helio G200 Ultimate

Infinix XPAD 30 Pro akan ditenagai MediaTek Helio G200 Ultimate. Chipset ini disiapkan untuk memberikan pengalaman penggunaan yang responsif saat tablet dipakai untuk belajar, multitasking, menikmati konten hiburan, maupun menjalankan game.

Penggunaan Helio G200 Ultimate menjadi salah satu bagian penting dalam positioning XPAD 30 Pro sebagai Tablet Gaming sekaligus perangkat produktivitas. Infinix ingin perangkat tersebut dapat digunakan sepanjang hari tanpa membatasi pengguna hanya pada satu jenis aktivitas.

Harga, pilihan varian, serta spesifikasi lengkap tablet akan diungkap bersamaan dengan peluncuran tanggal 8 September 2026.

Review Apidya’ Special (PC): Bukan Lebah Biasa

0
Review Apidya' Special thumbnail

Ada banyak game klasik yang namanya masih terus dibicarakan puluhan tahun setelah dirilis. Namun, Apidya agak sedikit berbeda. Dirilis untuk platform Amiga di awal 90-an, game ini tidak pernah mencapai popularitas di genre scrolling shooter.

Sekarang, game tersebut mendapat kesempatan kedua melalui Apidya’ Special yang dibuat oleh Team Apidya dan ININ. Tidak cuma sekedar dibuat melalui emulasi sederhana, game ini dikembangkan dari konsep yang dahulu sempat direncanakan, tapi tidak pernah selesai. Sejumlah anggota developer asli juga kembali terlibat dalam pengerjaannya.

Hasilnya adalah sebuah game klasik yang mempertahankan karakteristik aslinya, tetapi dibekali cukup banyak penyempurnaan dan optimalisasi agar bisa dinikmati pemain modern.

Inilah pengalaman yang kami rasakan setelah memainkan versi review Apidya’s Special di PC.

Serangga Tempur

Review Apidya' Special lebah tempur

Berbeda dengan game shoot’em up lain pada masanya yang menggunakan pesawat, Apidya’ Special mencoba tema out-of-the-box dengan mengadaptasi dunia serangga. Pemain akan mengendalikan Icaro, yang berubah menjadi seekor lebah untuk menyelamatkan istrinya yang diracuni oleh musuhnya. Konsep ini mungkin terdengar aneh, tetapi justru inilah yang menjadi identitas Apidya.

Cerita di Apidya’ Special hanyalah pelengkap, dan lebih berfungsi sebagai alasan untuk menyelesaikan setiap level, sampai ke boss terakhir, dan menyelesaikan game. Kamu bisa juga mengabaikan ceritanya dan fokus hanya ke gameplay.

Bertarung di Rawa Sampai Got

Review Apidya's Special salah satu boss

Apidya’ Special memiliki lima level dengan tema yang berbeda-beda. Mulai dari padang rumput, rawam hingga saluran pembuangan. Desain musuh sangat kreatif dan terkadang benar-benar aneh. Pemain bisa berhadapan dengan ikan Pike raksasa lengkap dengan lintah yang menembaki proyektil. Ada juga boneka rusak yang entah bagaimana bisa menambakkan laser dari matanya.

Semua elemen ini dikemas dengan gaya visual retro pixel art era 8-bit dan 16-bit, tentunya dengan pilihan yang sudah disesuaikan dengan zaman sekarang. Pemain dapat menikmati grafis HD dalam format widescreen atau beralih ke rasio klasik 4:3. Perubahan ini bisa dilakukan dengan menekan satu tombol secara langsung saat bermain. Dari pengalaman kami selama memainkan versi review Apidya’ Special, fitur ini cukup berguna.

Game ini juga menyediakan beberapa pilihan filter CRT bagi pemain yang menginginkan sensasi nostalgia yang lebih dalam.

Review Apidya’ Special: Gameplay Tidak Ada Ampun

Review Apidya' Special proyektil musuh

Dari segi gameplay, Apidya’ Special tidak memberikan sesuatu yang revolusioner untuk genre shoot’em up. Mungkin bedanya hanyalah di game ini pemain menggunakan lebah, bukan pesawat tempur.

Sistem power-up merupakan elemen penting dalam gameplay, karena ini satu-satunya cara agar lebah kalian bisa bertahan hidup lebih lama. Musuh tertentu dapat menjatuhkan bunga yang bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan. Pemain bisa memperoleh shield, beam yang lebih kuat, bom, drone, atau senjata yang bisa menembak separuh layar.

Jika lebah pemain hancur, maka kekuatan yang sudah didapat akan hilang. Pemain harus kembali mengulang prosesnya dari awal. Meski sederhana, punishment ini membuat game menjadi menantang bagi gamer yang memang menyukai genrenya. Tapi bagi yang tidak, sistem ini akan menjadi barrier yang membuat game ini menjadi tidak menyenangkan.

Review Apidya' Special power up

Untungnya developer sudah menambahkan fitur-fitur yang bisa membuat Apidya’ Special bisa lebih diterima oleh mereka yang mungkin baru mencoba. Tingkat kesulitan bisa dipilih dari Normal, sampai Practice yang paling mudah. Sistem checkpoint dan continue juga bisa ditambah agar tidak cepat game over. Bahkan jika mau, pemain bisa mengaktifkan cheat mode atau god mode.

Meski sudah dilengkapi dengan fitur-fitur tersebut, Apidya’ Special tetap sulit. Pola serangan musuh sulit diprediksi hingga hitbox yang aneh. Ancaman juga tidak hanya datang dari musuh. Dinding, dan berbagai elemen lingkungan juga dapat mengakhiri permainan, jika pemain lengah.

Kesimpulan Review Apidya’ Special

Kesimpulan yang kami dapat setelah memainkan versi review Apidya’ Special adalah formula game klasik mungkin tidak bisa diterima oleh semua orang. Namun, bagi mereka yang memang menyukainya, Apidya’ Special merupakan ajang nostalgia.

Fondasi game ini masih sangat old-school, yaitu berusaha bertahan hidup di lima level, menggunakan item power-up, sambil menghindari hujan proyektil musuh dalam game yang masih mempertahankan gaya visual pixel art retro. Intinya game ini tidak memberi banyak ruang untuk melakukan kesalahan. Elemen inilah yang bisa menjadi penghalang terbesar bagi pemain baru.

Adanya berbagai pilihan aksesibilitas mungkin bisa mengurangi masalah tersebut secara signifikan. Tapi seperti yang kami sudah jelaskan sebelumnya, Apidya’ Special berasal dari genre niche. Perlu kecintaan dan juga kesabaran untuk bisa menerima game ini.

Apidya’ Special tersedia di PS5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan PC.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

Nyobain Monster Hunter Outlanders: Kami Terkesan

0
Garena Jadi Publisher Monster Hunter Outlanders di Indonesia

Akhirnya kami bisa menjajal spin-off terbaru dari game Monster Hunter, yaitu Monster Hunter Outlanders. Seperti yang sudah kamu ketahui, Garena akan menjadi penerbit dari game mobile ini yang nantinya akan rilis di Indonesia.

Berikut adalah kesan dan pengalaman yang kami rasakan selama memainkan gamenya.

Monster Hunter Tapi di Mobile

Monster Hunter Outlanders cutscene intro

Dikerjakan oleh Timi Studio, Monster Hunter Outlanders Memiliki inti cerita yang kurang lebih sama dengan game originalnya. Pemain akan bermain sebagai Hunter yang bertugas untuk melindungi manusia dari serangan monster berukuran ekstra besar, sekaligus menjaga ekosistem di suatu wilayah agar tetap seimbang.

Mekanismenya pun sama. Setelah mengalahkan monster yang diburu, pemain bisa mengambil bagian monsternya lewat sistem carving dan reward. Berbagai material yang didapatkan, bisa digunakan bahan untuk membuat senjata serta armor dengan kemampuan yang berbeda-beda. Kemampuan ini bisa disesuaikan dengan gaya bermain yang disukai oleh pemain.

Monster Hunter Outlanders crafting senjata

Dari sisi gameplay, Monster Hunter Outlanders juga tetap membawa gaya bertarung dari seri Monster Hunter, tentunya dengan sistem yang lebih modern. Bersama dengan pemain lain atau solo, pemain bisa bertarung melawan beragam jenis monster yang sudah ada di seri Monster Hunter sebelumnya.

Monster seperti Rathalos dan Diablos dipastikan kembali. Malah menurut kami, sebagian besar monster yang ada di Monster Hunter Outlander saat ini berasal dari seri Monster Hunter World seperti Great Jagras, Kulu Ya Ku, dan Pukei Pukei.

Game ini juga memiliki beberapa mode hunt. Pemain bisa memilih monster yang akan diburu, dan kadang lokasinya juga terdapat monster lain sedang berkeliaran. Mungkin saja monster yang kebetulan sedang mampir adalah Elder Dragon Ruger Aidal yang merupakan monster baru sekaligus flagship dari Monster Hunter Outlanders.

Sang Fated Adventurer

Monster Hunter Outlanders fated adventurer

Sorotan di Monster Hunter Outlanders justru terletak pada pemilihan karakter yang bisa digunakan. Selain karakter yang dibuat oleh pemain atau Fated Adventurer, game ini memiliki karakter unik yaitu Adventurer seperti Freya, Pyro yang bisa kalian dapatkan dari sistem gacha. Setiap karakter memiliki gaya bertarung unik, mirip seperti sistem Hunting Style di seri Monster Hunter Generation.

Monster Hunter Outlanders grup

Contohnya adalah Raya yang merupakan pengguna Dual Blade bisa menyerang musuh tanpa henti layaknya berdansa. Ia juga memiliki skill ultimate yaitu memasang perangkap pasir yang bakal menghentikan gerakan monster yang terjebak.

Dari segi balance antara Fated Adventurer dan Adventurer, keduanya berbeda. Setelah mencobanya di beberapa misi, keduanya memiliki gaya bermain yang berbeda. Fated Adventurer memiliki kebasan untuk menggunakan semua tipe senjata dan equipment tanpa adanya batasan.

Sedangkan Adventurer akan mendapatkan bonus ketika menggunakan senjata yang memiliki elemen pilihan mereka. Namun, performa mereka akan menurun ketika menggunakan elemen berbeda, serta hanya terbatas di satu tipe senjata tertentu. Pemain bisa menggunakan Fated Adventurer yang sudah didapat sebagai partner NPC di party kalian.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, kami cukup terkesan dengan Monster Hunter Outlanders. Dari segi tingkat kesulitan game ini sudah disesuaikan untuk platform mobile, namun tantangan ketika berburu monster bisa dibilang hampir mirip dengan game utamanya di PC dan konsol.

Performa setiap senjata dan gaya bertempur, baik yang dimiliki oleh karakter Fated Adventurer atau karakter Adventurer tergolong cukup seimbang. Semuanya tergantung kepada gaya bermain masing-masing pemainnya.

Berhubung Garena merupakan publisher untuk wilayah Indonesia. Apakah kedepannya, Monster Hunter Outlanders bakal memiliki mode yang lebih kompetitif? Ini menarik untuk ditunggu.

Untuk saat ini, kamu bisa melakukan pre-registrasi game Monster Hunter Outlanders di Android, iOS, maupun website di website resminya.

Detail Tentang Karakter dan Mekanik Baru Persona 4 Revival Dibagikan

0
Detail Tentang Karakter dan Mekanik Baru Persona 4 Revival Dibagikan

Sega dan Atlus telah membagikan informasi baru untuk Persona 4 Revival. Informasi ini adalah pengenalan kembali tiga karakter utama beserta mekanik eksplorasi dungeon yang telah diperbarui.

Ada tiga anggota tim investigasi yang diperkenalkan. Mereka adalah Kanji Tatsumi (disuarakan oleh Tomokazu Seki), seorang siswa kelas satu yang tangguh namun sangat setia kawan dengan Persona Take-Mikazuchi. Selanjutnya ada Teddie (disuarakan oleh Kappei Yamaguchi), sosok misterius berwujud menggemaskan dari dunia TV yang bertarung bersama Persona Kintoki-Douji. Terakhir, hadir Naoto Shirogane (disuarakan oleh Romi Park), detektif muda berbakat generasi kelima keluarga Shirogane yang didampingi Persona Sukuna-Hikona.

Salah satu fitur baru yang dihadirkan adalah keberadaan Breakable Objects atau objek yang dapat dihancurkan di sepanjang dungeon. Objek ini berisi item berharga, efek pemulihan status, hingga kemampuan untuk membuka seluruh peta lantai.

Sistem pertempuran juga membawa kembali mekanik populer Shuffle Time yang muncul setelah pertempuran selesai. Pemain dapat memilih kartu yang memberikan berbagai hadiah menarik seperti Persona baru hingga item langka. Jika pemain berhasil mengumpulkan seluruh kartu yang ada di layar, sistem akan mengaktifkan Sweep Bonus yang memberikan tambahan experience point serta uang secara signifikan dari hasil pertempuran.

Persona 4 Revival dijadwalkan rilis tanggal 18 Februari 2027 di PS5, Xbox Series, dan PC.

Sega Perlihatkan Peta Jerman di Game Crazy Taxi: World Tour

0
Sega Perlihatkan Peta Jerman di Game Crazy Taxi World Tour

Sega telah memperlihatkan salah negara yang akan muncul di dalam game Crazy Taxi: World Tour. Negara ini adalah Jerman.

Crazy Taxi: World Tour di Jerman

Map dari Jerman di game Crazy Taxi: World Tour ini menyajikan pemandangan kastil megah, katedral bersejarah, hingga jalan bebas hambatan terkenal Autobahn. Para pengemudi taksi dapat memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi sembari menjemput beragam penumpang unik, dan melintasi berbagai toko kolaborasi dari merek terkenal asal Jerman seperti PUMA, Kneipp, dan ZWILLING.

Selain memperkenalkan lokasi baru, Sega juga mengajak para pemain untuk menjajal mode multiplayer online pertama melalui masa pengujian terbatas terbatas. Pendaftaran untuk Closed Network Test dibuka sampai tanggal 1 September 2026. Pelaksanaan uji coba ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 12 hingga 14 September 2026.

Selama masa pengujian, pemain dapat mencoba dua mode permainan, yakni Pickup Race yang menguji kecepatan mengantar penumpang serta Cops ‘n’ Cabbies yang menyajikan aksi kejar-kejaran antara sopir taksi dan pihak kepolisian. Pemain juga bisa memilih pertandingan Ranked Match sesuai peringkat pengemudi atau membuat Custom Match dengan aturan bermain sendiri.

Crazy Taxi: World Tour akan rilis di 2027 untuk platform PS5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan PC.

Lelang Amal ROG Global Digelar untuk Bantu Gamer Disabilitas

0
Lelang Amal ROG Global Digelar untuk Bantu Gamer Disabilitas

ASUS ROG resmi mengumumkan lelang amal ROG global. Langkah sosial ini dihadirkan ASUS ROG untuk mendukung SpecialEffect, sebuah organisasi amal asal Inggris yang berfokus membantu para penyandang disabilitas fisik agar dapat merasakan pengalaman bermain game secara inklusif.

Koleksi Langka Perayaan 20 Tahun di Lelang Amal ROG

Sebagai bentuk dukungan penuh, ASUS ROG menyediakan berbagai produk eksklusif edisi peringatan 20 tahun yang belum pernah dijual bebas kepada publik.

Salah barang yang akan dilelang adalah koper edisi khusus ROG SLASH Hard-Case Luggage Edition 20. Koleksi ini menjadi sangat bernilai karena ditandatangani langsung oleh Chairman ASUS, Jonney Shih, serta Founder sekaligus CEO NVIDIA, Jensen Huang. Pemenang lelang juga berhak mendapatkan ROG 20th VVIP Kit bertanda tangan beserta merchandise langka lainnya seperti keyboard ROG Azoth Extreme Edition 20, mouse ROG Harpe II Extreme Edition 20, ROG SLASH Backpack Edition 20, hingga figur aksi ROG SAGA OMNI Edition 20.

Jonney Shih menegaskan bahwa industri game memiliki kekuatan besar untuk menghubungkan banyak orang sekaligus menghadirkan kebahagiaan tanpa batas. Melalui semangat perayaan dua dekade ASUS ROG, perusahaan ingin membagikan nilai For Those Who Dare agar bisa dirasakan oleh semua gamer termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

Bagaimana menurutmu?

Wishseeker, Game Tactical Roguelike Buatan Developer Indonesia

0
Wishseeker, Game Tactical Roguelike Buatan Developer Indonesia

Developer game Indonesia, MelonCat, bekerja sama dengan penerbit Soft Source resmi mengumumkan game terbarunya yang berjudul Wishseeker. Game bergenre turn-based tactical roguelite ini ditargetkan rilis pada tahun 2027 di berbagai platform.

 

Sebelum rilis penuh, developer berencana untuk membuka tahap testing pada kuartal keempat 2026.

Wishseeker Ajak Pemain Jelajahi Hollow Vault

Dalam Wishseeker, pemain akan memimpin empat karakter utama untuk menerobos area berbahaya bernama Hollow Vault. Setiap perjalanan akan terasa unik karena tata letak labirin, jalur pertempuran, hingga kombinasi skill dan artefak selalu berubah secara acak.

Game ini menawarkan delapan pilihan karakter dengan gaya bermain yang berbeda satu sama lain. Pemain bisa dengan bebas meracik build sendiri dari kombinasi kemampuan serta artefak yang ditemukan selama penjelajahan.

Sistem combat berbasis petak (grid-based combat) juga dirancang untuk berjalan sangat cepat tanpa mengurangi kedalaman taktik. Waktu tunggu giliran musuh dibuat semenimal mungkin agar dinamika pertarungan tetap terjaga dari awal hingga akhir.

Kelebihan lain dari game ini adalah fleksibilitas moda permainannya. Pemain bisa menikmati seluruh alur cerita secara mandiri dengan mengendalikan keempat karakter sekaligus. Jika ingin bermain bersama, fitur co-op online memungkinkan hingga empat pemain.

Bagaimana menurutmu?

The Blood of Dawnwalker Rilis 3 September, Trailer Peluncuran Tawarkan Gambaran Terakhir RPG Dark Fantasy

0

The Blood of Dawnwalker semakin dekat dengan hari peluncurannya. Rebel Wolves bersama Bandai Namco Entertainment Asia telah merilis launch trailer resmi untuk game open-world action RPG bergenre dark fantasy tersebut, memberikan gambaran terakhir mengenai petualangan Coen di dunia Eropa abad ke-14 yang dikuasai para vampir.

Game ini dijadwalkan meluncur pada 3 September 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC melalui Steam.

Coen, Manusia di Siang Hari dan Vampir di Malam Hari

Dalam The Blood of Dawnwalker, pemain akan mengikuti perjalanan Coen, seorang pemuda yang berubah menjadi Dawnwalker—makhluk dengan dua sisi kehidupan.

Pada siang hari, Coen masih menjadi manusia. Namun ketika malam tiba, kekuatan vampir dalam dirinya mengambil alih.

Dualitas tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman bermain. Pemain akan menghadapi dunia yang penuh konflik, perang, wabah, serta pemberontakan di bawah kekuasaan kelompok vampir yang kejam.

Musuh utama Coen adalah Brencis, seorang penguasa vampir yang mengendalikan wilayah Vale Sangora.

Tujuan Coen pun sangat personal: menyelamatkan keluarganya dari cengkeraman Brencis dan kelompok vampir yang berkuasa.

Jelajahi Dunia Open World di Pegunungan Carpathian

The Blood of Dawnwalker mengambil latar di kawasan Pegunungan Carpathian, sebuah wilayah yang tidak hanya menawarkan pemandangan indah, tetapi juga menyimpan berbagai mitos, kepercayaan, dan misteri.

Pemain akan diberikan kebebasan untuk menjelajahi dunia sejak awal permainan. Hutan, kuil di pinggir jalan, reruntuhan kuno, hingga berbagai lokasi tersembunyi menjadi bagian dari dunia yang dapat dieksplorasi.

Selain mengikuti misi utama, pemain juga dapat menemukan:

  • Quest dan aktivitas tambahan
  • Point of interest
  • Rahasia tersembunyi
  • Misteri dunia
  • Harta karun

Pendekatan tersebut membuat Vale Sangora bukan sekadar latar belakang cerita, tetapi menjadi bagian penting dari perjalanan Coen.

Setiap Keputusan Bisa Mengubah Cerita

Salah satu elemen yang menjadi perhatian utama dalam The Blood of Dawnwalker adalah sistem pilihan dan konsekuensi.

Rebel Wolves menegaskan bahwa setiap keputusan pemain memiliki konsekuensi yang secara langsung memengaruhi gameplay maupun cerita.

Dengan dunia yang berada dalam kondisi kacau akibat perang, wabah, dan pemberontakan, tidak semua situasi dapat dilihat secara hitam-putih.

Pemain akan memiliki kebebasan untuk menentukan bagaimana perjalanan Coen berkembang dan menghadapi berbagai situasi di Vale Sangora.

Launch Trailer Jadi Gambaran Terakhir Sebelum Rilis

Trailer terbaru memperlihatkan kembali dunia gelap yang akan dihadapi pemain sekaligus memperkenalkan ancaman yang menanti Coen.

Menurut Konrad Tomaszkiewicz, Game Director sekaligus Co-Founder Rebel Wolves, tim pengembang sudah tidak sabar menantikan momen ketika pemain akhirnya memasuki Vale Sangora dan berhadapan langsung dengan Brencis serta kelompok vampirnya.

Ia juga berharap trailer tersebut dapat mendorong lebih banyak pemain untuk mencoba The Blood of Dawnwalker di booth Rebel Wolves selama gamescom, yang berlokasi di Hall 6.1.

The Blood of Dawnwalker Baru Awal dari Sebuah Saga

Menariknya, Rebel Wolves telah mengungkapkan bahwa The Blood of Dawnwalker bukan sekadar proyek sekali jalan.

Game ini merupakan chapter pertama dari saga Dawnwalker, dan installment berikutnya direncanakan membawa pemain menuju era serta budaya yang berbeda, masing-masing dengan latar dan pengalaman yang baru.

Dengan kata lain, Vale Sangora kemungkinan baru merupakan permulaan dari dunia yang lebih besar yang sedang dibangun Rebel Wolves.

Dikembangkan dengan Unreal Engine 5

The Blood of Dawnwalker merupakan game pertama dari Rebel Wolves dan dikembangkan menggunakan Unreal Engine 5. Bandai Namco Entertainment bertindak sebagai publisher.

Game ini akan tersedia pada:

Tanggal rilis: 3 September 2026
Platform: PlayStation 5, Xbox Series X|S, PC via Steam
Genre: Open-world Action RPG
Latar: Eropa abad ke-14 / Pegunungan Carpathian

Pre-order untuk The Blood of Dawnwalker juga telah tersedia di seluruh platform yang didukung.

Bagi penggemar RPG dark fantasy yang menyukai dunia terbuka, eksplorasi, cerita bercabang, dan karakter dengan identitas unik, The Blood of Dawnwalker tampaknya punya satu senjata yang cukup menarik: pemain tidak hanya menjadi pahlawan, tetapi juga harus belajar hidup dengan monster di dalam dirinya.