Nubia Mystery Box menjadi salah satu daya tarik utama dalam peluncuran nubia Neo 5 series di Indonesia. Kampanye ini digelar Nubia selama periode pre-order pada 16–24 Mei 2026 melalui toko resmi di platform e-commerce. Seperti apa?
Dalam setiap pembelian Nubia Neo 5 series selama masa pre-order, konsumen akan mendapatkan Nubia Mystery Box. Hadiah utamanya berupa emas seberat 2 gram, dengan total 99 hadiah emas yang disiapkan. Selain itu, beberapa kotak juga akan berisi merchandise eksklusif dan hadiah tambahan seperti gaming pad, fan cooling, drone DJI yang masih menunggu konfirmasi, serta kejutan lainnya.
Selain itu, Nubia juga siap menghadirkan pendekatan baru melalui open launch event yang terbuka untuk publik. Berbeda dari format peluncuran yang biasanya terbatas melalui undangan.
Spekulasi Nubia Neo 5 Series
Nubia Neo 5 series membawa DNA REDMAGIC ke segmen harga yang lebih terjangkau. Perangkat ini disebut terinspirasi dari teknologi gaming lab REDMAGIC, sehingga diposisikan sebagai semacam “REDMAGIC mini” untuk komunitas mobile gaming yang lebih luas.
Teaser sebelumnya “Feel the Wind” juga memunculkan spekulasi soal hadirnya sistem pendingin baru. Ada dugaan nubia Neo 5 series akan membawa kipas pendingin internal, fitur yang sebelumnya lebih identik dengan perangkat flagship REDMAGIC.
Selain itu, smartphone ini juga diperkirakan mengusung shoulder trigger untuk kontrol yang lebih presisi, bodi datar tanpa tonjolan kamera, asisten AI, dan baterai besar untuk sesi bermain yang lebih lama.
Kabar yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Final Fantasy VII Rebirth kini resmi menghadirkan demo gratis yang sudah bisa kalian mainkan sekarang juga di Nintendo Switch 2 dan Xbox Series X|S.
Langkah ini jelas jadi sinyal kuat dari Square Enix—mereka pede. Dan bukan tanpa alasan.
Coba Sekarang, Lanjutkan Nanti
Satu hal yang bikin demo ini terasa “niat banget”: progress kalian bisa langsung dibawa ke versi full game.
Artinya?
Waktu kalian tidak terbuang
Progress tidak sia-sia
Dan kalian bisa mulai lebih awal dari yang lain
Game penuh sendiri dijadwalkan rilis pada 3 Juni 2026, jadi ini semacam “pemanasan resmi” sebelum masuk ke petualangan sebenarnya.
Sekuel Ambisius dari Proyek Remake Legendaris
Buat yang belum ngeh, Rebirth adalah bagian kedua dari proyek remake Final Fantasy VII Remake—salah satu proyek paling ambisius dalam sejarah JRPG modern.
Game ini melanjutkan perjalanan Cloud dan kawan-kawan setelah peristiwa di Midgar, dengan:
Dunia yang lebih luas
Cerita yang makin kompleks
Karakter yang makin dalam
Dan tentu saja… lebih banyak misteri.
Tersedia di Banyak Platform
Selain Nintendo Switch 2 dan Xbox, versi penuh game ini juga sudah tersedia atau akan hadir di berbagai platform lain:
PlayStation 5
PC via Steam
Epic Games Store
Jadi kalian punya banyak pilihan—tinggal sesuaikan dengan gaya main masing-masing.
Demo di Switch 2? Ini Menarik
Yang bikin hype naik satu level: demo ini hadir di Switch 2.
Bukan sekadar port asal jalan—ini jadi bukti bahwa hardware generasi baru Nintendo mulai “ikut main di liga berat”.
Kalau performanya stabil, ini bisa jadi titik balik besar buat gamer yang selama ini cuma main di ekosistem Nintendo.
Trailer Baru Juga Dirilis
Bersamaan dengan demo, Square Enix juga merilis trailer terbaru yang merangkum perjalanan sebelumnya sekaligus memberi gambaran tentang arah cerita ke depan.
Buat yang mungkin agak lupa plotnya—ini jadi pengingat yang pas sebelum terjun lagi.
Cara Download Demo
Untuk pengguna Nintendo Switch 2, kalian bisa download demo melalui Nintendo eShop dengan kode khusus sesuai region.
Kabar baik buat kalian pecinta RPG taktis—terutama yang masih setia dengan sensasi “pegang kaset fisik”. TRIANGLE STRATEGY akhirnya akan merilis versi fisik untuk PlayStation 5 di Asia Tenggara pada 29 Mei 2026.
Pengumuman ini datang dari Bandai Namco Entertainment Asia bersama Square Enix, sekaligus menegaskan bahwa game ini masih punya napas panjang di tengah dominasi era digital.
RPG Taktis dengan Cerita Berat dan Pilihan yang Menyiksa
Kalau kalian pikir ini cuma game strategi biasa—salah besar.
TRIANGLE STRATEGY bukan sekadar soal mengatur posisi unit di medan perang. Ini adalah game yang memaksa kalian berpikir… bukan cuma sebagai jenderal, tapi sebagai manusia.
Cerita berpusat pada konflik tiga kerajaan besar:
Glenbrook
Aesfrost
Hyzante
Kalian akan mengikuti perjalanan Serenoa Wolffort, bersama karakter penting seperti:
Pangeran Roland
Frederica Aesfrost
Benedict, sang penasihat
Di sinilah letak kekuatannya: setiap keputusan yang kalian ambil akan membentuk arah cerita.
Dan percaya deh, pilihan yang ada seringkali tidak enak. Tidak ada “good ending” yang bersih—yang ada hanya konsekuensi.
Gameplay: Turn-Based Strategy yang Klasik, Tapi Dalam
Buat kalian yang tumbuh dengan game taktis klasik, sistem di TRIANGLE STRATEGY terasa seperti pulang ke rumah lama… tapi dengan renovasi modern.
Beberapa poin utama:
Sistem turn-based berbasis grid
Posisi karakter sangat menentukan hasil pertempuran
Elevasi dan lingkungan punya pengaruh besar
Kombinasi skill jadi kunci kemenangan
Ini bukan game yang bisa kalian “rush”. Kalau asal maju tanpa strategi? Ya siap-siap kalah pelan-pelan.
Visual HD-2D yang Ikonik, Sekarang Lebih Halus di PS5
Dari tim yang juga mengembangkan Octopath Traveler dan Bravely Default, TRIANGLE STRATEGY membawa gaya visual HD-2D yang khas—perpaduan pixel art klasik dengan efek modern.
Di versi PlayStation 5 ini, kalian akan mendapatkan:
Dukungan resolusi hingga 4K
Frame rate lebih tinggi
Visual yang lebih tajam dan stabil
Hasilnya? Dunia game terasa lebih hidup tanpa kehilangan sentuhan nostalgia.
Sudah Tersedia Digital di Banyak Platform
Buat kalian yang tidak sabar atau lebih suka versi digital, TRIANGLE STRATEGY sebenarnya sudah tersedia di berbagai platform:
Nintendo Switch
PlayStation 5
Xbox Series X|S
PC via Steam
Windows Store
Bahkan Meta Quest
Namun, kehadiran versi fisik ini jelas jadi angin segar—terutama buat kolektor atau gamer yang masih menghargai sensasi klasik membuka kotak game baru.
Kenapa Versi Fisik Masih Relevan?
Di era serba digital, rilis fisik seperti ini terasa… langka.
Dunia gelap penuh darah, pilihan, dan konsekuensi akhirnya semakin dekat. The Blood of Dawnwalker resmi mengumumkan tanggal rilisnya, yaitu 3 September 2026, untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC via Steam.
Pengumuman ini datang langsung dari Rebel Wolves bersama Bandai Namco Entertainment Asia melalui event besar bertajuk Road to Launch Event, yang membuka banyak detail baru—mulai dari gameplay, cerita, hingga edisi game yang bisa kalian pilih.
Dunia Gelap yang Hidup: Setiap Pilihan Ada Harga
Kalau kalian berharap RPG yang sekadar “jalan, bunuh, loot, ulangi”… mungkin game ini bukan untuk kalian.
Di The Blood of Dawnwalker, dunia terasa seperti makhluk hidup—dan setiap tindakan kalian meninggalkan jejak.
Game ini mengambil latar Eropa abad ke-14, masa di mana:
Perang berkecamuk
Wabah Black Death merajalela
Dan kekuatan gelap mulai bangkit diam-diam
Di tengah kekacauan itu, muncul ancaman baru: vampir yang memanfaatkan kelemahan manusia untuk menguasai dunia.
Coen: Setengah Manusia, Setengah Monster
Kalian akan bermain sebagai Coen, seorang pemuda yang berubah menjadi “Dawnwalker”—makhluk yang berdiri di antara dua dunia: manusia dan vampir.
Bukan pahlawan sempurna. Bukan juga monster sepenuhnya.
Di sinilah menariknya.
Sebagai Coen, kalian harus:
Menyelamatkan keluarga dari penguasa vampir, Brencis
Menjalin aliansi yang tidak selalu bisa dipercaya
Mengambil keputusan yang bisa mengubah jalan cerita
Dan ya… tidak semua pilihan akan terasa nyaman.
Gameplay Baru: Open World yang Reaktif
Dalam presentasi terbaru, developer memamerkan lebih dari 10 menit gameplay langsung. Fokus utamanya? Dunia open-world yang benar-benar responsif terhadap pemain.
Beberapa poin penting:
Eksplorasi membuka skill dan kemampuan baru
Setiap lokasi menyimpan rahasia atau ancaman
Aksi pemain memengaruhi keseimbangan kekuatan di dunia
Sederhananya: dunia tidak menunggu kalian. Dunia bereaksi terhadap kalian.
Ini bukan sekadar open world luas. Ini open world yang “ingat” apa yang kalian lakukan.
Story Trailer: Sekutu dan Musuh yang Tidak Hitam Putih
Trailer terbaru memperkenalkan berbagai karakter yang akan ditemui Coen di Vale Sangora, wilayah misterius di Pegunungan Carpathian.
Menariknya:
Tidak semua sekutu benar-benar baik
Tidak semua musuh sepenuhnya jahat
Relasi antar karakter terasa abu-abu—dan di situlah drama dibangun.
Realisme Pertarungan: Sentuhan Dunia Nyata
Salah satu detail paling menarik? Kehadiran Jan Błachowicz sebagai kontributor motion capture.
Sebagai mantan juara UFC, ia membantu menghadirkan:
Gerakan bertarung yang lebih realistis
Bobot pukulan dan tebasan yang terasa “kena”
Animasi yang tidak sekadar keren, tapi believable
Hasilnya? Pertarungan yang lebih brutal, lebih berat, dan lebih manusiawi.
Edisi Game dan Bonus Pre-Order
Pre-order sudah dibuka, baik secara digital maupun fisik. Beberapa edisi yang tersedia:
Standard Edition
Game utama
Day One Edition
Bonus tambahan untuk pembelian awal
Eclipse Edition
World compendium
Soundtrack
Comic book digital
Selain itu, juga ada Collector’s Edition untuk kalian yang doyan koleksi fisik.
Memori dengan kipas pendingin Vortex DDR5 resmi diperkenalkan Origin Code sebagai modul DDR5 pertama di dunia yang mengintegrasikan sistem pendingin aktif triple-fan. Produk ini ditujukan untuk pengguna PC kelas atas, mulai dari gamer ekstrem, overclocker, kreator, hingga profesional yang membutuhkan performa stabil dalam beban kerja berat.
Memori dengan Kipas Pendingin VORTEX DDR5 Bawa Standar Baru
Vortex DDR5 dirancang sebagai solusi memori premium yang menggabungkan performa tinggi dan manajemen suhu lebih agresif. Origin Code tidak hanya mengejar kecepatan transfer data, tetapi juga mencoba menghadirkan desain yang mampu bekerja harmonis di dalam sistem komputer modern.
Dari segi spesifikasi, Vortex DDR5 tersedia dalam beberapa pilihan. Varian pertama menawarkan 6200 MT/s CL26 dengan kapasitas 32 GB dalam konfigurasi 16 GB x 2. Ada juga model 6000 MT/s CL26 berkapasitas 48 GB dalam konfigurasi 24 GB x 2, lengkap dengan Dual EXPO Profiles dan profil kedua hingga 8000 MT/s CL36. Untuk kebutuhan lebih besar, Origin Code menyiapkan varian 6000 MT/s CL26 192 GB dalam konfigurasi 48 GB x 4, serta 6000 MT/s CL30 256 GB dalam konfigurasi 64 GB x 4.
Sistem Triple-Fan untuk Pendinginan Ekstrem
Keunggulan utama Vortex DDR5 ada pada modul kipas triple 4020 berukuran 40 mm x 40 mm x 20 mm. Sistem ini memakai bantalan dual-ball bearing dan mampu menghasilkan aliran udara hingga 22,5 CFM. Desain tersebut dibuat untuk membantu pembuangan panas secara lebih efisien, terutama saat pengguna menjalankan komputasi AI, rendering berat, atau gaming ekstrem.
Memori ini juga dibekali struktur ScaleCut Cooling Fin. Teknologi tersebut diklaim mampu meningkatkan pelepasan panas hingga 39,8 persen. ScaleCut Cooling Fin memakai lekukan bevel ganda ultra-tipis 0,75 mm untuk memperluas area pendinginan dan mengarahkan udara ke titik panas utama secara lebih akurat.
Desain Premium untuk PC Kelas Atas
Origin Code membalut Vortex DDR5 dengan material aluminium alloy berkualitas tinggi. Finishing menyerupai cermin membuat tampilannya terlihat modern, futuristis, dan cocok untuk PC gaming premium maupun workstation profesional.
Selain mengejar tampilan, material tersebut juga memperkuat karakter memori ini sebagai komponen kelas atas. Permukaannya dirancang untuk memantulkan cahaya dari berbagai sudut, sehingga memberi kesan bersih tetapi tetap agresif di dalam casing PC.
Vortex DDR5 disiapkan untuk kebutuhan komputasi masa depan, termasuk pengalaman berbasis AI, simulasi 3D realistis, eSports, dan gaming kompetitif.
Monitor Gaming Dual Mode terbaru dari ASUS resmi diumumkan. Ada tiga model yang tersedia, yaitu ROG Strix XG27UCG Gen2, ROG Strix XG27UCS Gen2, dan TUF Gaming VG27UQEL5A. Ketiganya hadir untuk gamer yang ingin fleksibilitas antara visual 4K tajam dan refresh rate tinggi dalam satu perangkat.
Melalui teknologi ini, gamer dapat berpindah dari mode resolusi tinggi ke mode refresh rate tinggi sesuai kebutuhan. Mode visual 4K cocok untuk menikmati game AAA, streaming sinematik, editing, atau produktivitas harian. Sementara itu, mode refresh rate tinggi lebih pas untuk game kompetitif seperti FPS yang membutuhkan respons cepat.
ASUS juga membekali monitor ini dengan teknologi Smart Pixel. Fitur tersebut bekerja dengan upscaling 4K canggih untuk meningkatkan ketajaman frame secara cerdas, bahkan saat gamer bermain di resolusi lebih rendah.
Ada juga ASUS Extreme Low Motion Blur Sync atau ELMB Sync yang berjalan bersama variable refresh rate untuk mengurangi ghosting dan tearing.
Spesifikasi ROG Strix XG27UCG Gen2 dan XG27UCS Gen2
ROG Strix XG27UCG Gen2 menjadi model yang menawarkan mode 4K@162Hz dan FHD@485Hz. Kombinasi ini membuatnya cocok untuk gamer yang ingin visual tajam saat menikmati game AAA, tetapi tetap bisa berpindah ke refresh rate super tinggi untuk game FPS cepat. Monitor ini juga membawa response time minimum 0,3 ms, meningkat dari generasi sebelumnya yang masih memakai 1 ms gray-to-gray. Selain itu, XG27UCG Gen2 dilengkapi pencahayaan Aura Sync di bagian belakang.
ROG Strix XG27UCS Gen2 merupakan opsi lain di lini Strix dengan mode 4K@160Hz dan FHD@324Hz. Model ini juga memakai panel Fast IPS 4K 27 inci, response time minimum 0,3 ms, serta dukungan ASUS Smart Pixel. Untuk kualitas warna, lini Strix membawa VESA DisplayHDR 400, cakupan DCI-P3 95%, sRGB 130%, dan kalibrasi pabrik. Khusus XG27UCG Gen2, konektivitasnya mencakup USB-C dengan Power Delivery 15 W, DisplayPort 1.4, dan HDMI 2.1.
Spesifikasi TUF Gaming VG27UQEL5A
TUF Gaming VG27UQEL5A ditujukan untuk gamer mainstream yang membutuhkan Monitor Gaming Dual Mode dengan fitur lengkap. Monitor ini memakai panel Fast IPS 4K 27 inci dan response time minimum 0,3 ms. Melalui hotkey, pengguna bisa beralih antara mode 4K@80Hz dan FHD@310Hz.
Model ini juga membawa ASUS Smart Pixel untuk meningkatkan kejernihan visual di resolusi lebih rendah. ELMB Sync turut hadir untuk mengurangi smearing dan blur saat aksi cepat. Selain itu, monitor ini sudah memiliki sertifikasi VESA DisplayHDR 400, gamut warna sRGB 120%, serta konektivitas DisplayPort 1.4 dan HDMI 2.0 untuk konsol maupun perangkat multimedia.
Mini-game Resident Evil Requiem tampaknya akan segera dirilis dalam waktu dekat. Informasi ini didapatkan langsung dari pernyataan pimpinan dari tim pengembang Resident Evil Requiem, yang menyarankan pemain untuk menamatkan cerita utama game agar bisa memainkan mini-game ini.
Detail Soal Mini-Game Resident Evil Requiem
Dalam wawancara dengan Denfaminico Gamer (Diterjemahkan oleh VGC), Director Koshi Nakanishi dan Producer Masato Kumazawa membahas soal proses pengembangan, perilisan, serta rencana masa depan Resident Evil Requiem.
Salah satu topik yang dibahas adalah mengenai konten tambahan di dalam game. Selain membicarakan mengenai ekspansi yang masih dalam tahap produksi, Nakanishi juga membicarakan tentang konten tambahan berbentuk mini-game.
“Terkait DLC cerita tambahan saat ini sedang dalam produksi penuh, jadi nantikan saja. Namun untuk pengembangan mini-game sudah memasuki tahap akhir,” Ujarnya
Nakanishi juga memastikan bahwa mini-game tersebut hanya bisa dimainkan setelah pemain menyelesaikan cerita utama. Artinya, mode ini bukan konten yang langsung tersedia sejak awal permainan. Pemain perlu lebih dulu menamatkan Resident Evil Requiem untuk membuka akses ke mode tambahan tersebut.
Nakanishi juga menyebut mode tersebut tetap berfokus pada elemen pertarungan dari game utama yang artinya berupa singleplayer.
“Seperti yang sudah kami sebutkan, ini adalah mini-game, dan sepenuhnya berbasis pada pertarungan di game utama,” Katanya.
“Saya pikir pemain yang sudah menamatkan game utama dan berpikir ‘saya masih ingin mengamuk’ akan merasa mode ini seru dan menyenangkan,” Tambahnya.
Dari penjelasan yang diberikan, besar kemungkinan mini-game Resident Evil Requiem adalah Mercenaries Mode.
Valve siap untuk memasarkan Steam Controller. Perangkat ini akan mulai dijual pada 4 Mei 2026 di Amerika Serikat, Inggris, Eropa, Kanada, Australia, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, dan Taiwan.
Kontroler ini akan dibanderol dengan harga mulai dari harga 1,6 jutaan. Harga ini belum termasuk pajak, biaya impor, atau penyesuaian regional jika perangkat ini nantinya masuk ke pasar lain.
Steam Controller ini merupakan bagian dari lini hardware terbaru Valve, Steam Machine. Akibat kelangkaan dan tingginya harga komponen PC, Valve memutuskan untuk menunda perilisan perangkat tersebut.
Steam Controller Jadi Hardware Valve yang Lebih Dulu Rilis
Keputusan Valve untuk melepas kontroler ini lebih dulu bukan tanpa alasan. Dalam wawancara dengan Polygon, hardware engineer Valve, Steve Cardinali, menjelaskan bahwa perangkat ini lebih sederhana untuk diproduksi dibanding hardware lain yang sedang disiapkan perusahaan.
“Kontroler ini tidak memiliki RAM di dalamnya, dan bagi kami tidak serumit itu untuk mulai mengirimkannya ke pasar,” ujar Cardinali.
Fitur Utama
Steam Controller memiliki desain ergonomis dan membawa beberapa fitur utama. Valve menyematkan thumbstick magnetik generasi baru dengan teknologi TMR, tombol ukuran penuh, trackpad, tombol grip, serta gyro berbasis Grip Sense.
Perangkat ini juga dilengkapi puck yang berfungsi sebagai pemancar wireless untuk koneksi cepat dan stabil. Selain itu, puck tersebut juga bisa menjadi dudukan pengisi daya yang menempel secara magnetis ke kontroler. Valve mengklaim baterai kontroler mampu mendukung lebih dari 35 jam gameplay.
Captain Majima akan bergabung ke Sonic Racing: CrossWorlds melalui update gratis pada 30 April 2026. Selain menghadirkan Goro Majima dalam versi Captain Majima sebagai karakter baru, ia juga akan menaiki dengan kendaraan khasnya Goromaru.
Captain Majima Bawa Nuansa Like a Dragon ke Sonic Racing CrossWorlds
Selain karakter dan kendaraan baru, update ini juga menghadirkan empat lagu dari seri Like a Dragon yang bisa digunakan sebagai musik latar balapan melalui fitur Jukebox. Lagu yang tersedia adalah Receive You The Hyperactive, Receive You The Hyperactive for Final Lap, Mad Dog, dan Now or Never. Dua lagu terakhir hanya tersedia melalui Jukebox.
Untuk merayakan kedatangan Captain Majima, akan ada event spesial berjudul Captain Majima Festival. Event ini berlangsung mulai 1 Mei hingga 4 Mei 2026.
Pemain yang berpartisipasi bisa mengumpulkan Festival Points. Poin tersebut dapat digunakan untuk membuka item eksklusif dalam game, termasuk decal baru, horn, dan hadiah lainnya.
Tidak hanya itu, pemain di Steam juga bisa mencoba game ini secara gratis mulai dari tanggal 1 Mei 2026.
Acer telah memperkenalkan Predator Helios Neo 16S, laptop gaming tipis untuk pengguna modern yang membutuhkan performa besar dalam bodi ringkas. Acer merancangnya untuk gamer yang ingin memainkan game AAA terbaru dan kreator yang mengandalkan workflow berbasis AI dalam satu perangkat portabel.
Acer Predator Helios Neo 16S AI Untuk Gaming dan Editing
Acer membekali laptop ini dengan prosesor Intel Core Ultra Series 3 terbaru dan GPU hingga NVIDIA GeForce RTX 5060 115 W. Kombinasi tersebut ditujukan untuk menjaga performa gaming agar tetap stabil, termasuk saat menjalankan game berat dengan frame rate tinggi. Menariknya, semua kemampuan itu dikemas dalam bodi setipis 18,9 mm sehingga lebih mudah dibawa untuk bekerja, bermain, atau membuat konten di mana saja.
Untuk kebutuhan kreatif, Predator Helios Neo 16S AI menawarkan dukungan AI hingga 50+ TOPS. Kemampuan ini membantu proses editing gambar dan video berbasis AI berjalan lebih cepat dan responsif. Multitasking juga diklaim tetap lancar saat pengguna membuka banyak aplikasi sekaligus. Konektivitasnya juga sudah modern dengan Thunderbolt 4 dan Wi-Fi 7 untuk transfer data cepat serta setup kerja yang lebih fleksibel.
Laptop ini memakai layar OLED dengan HDR dan sertifikasi Calman Verified. Artinya, akurasi warna menjadi salah satu fokus utama, terutama untuk kreator yang mengerjakan editing visual, color grading, atau produksi konten.Untuk sisi gaming, refresh rate hingga 165 Hz dan dukungan G-SYNC membuat tampilan terasa lebih mulus saat bermain.
Acer turut menyematkan sistem pendingin Liquid Metal dan AeroBlade 3D Fan generasi terbaru. Sistem ini dirancang untuk menjaga suhu tetap stabil ketika pengguna bermain game, streaming, dan editing secara bersamaan. Baterai 92 Wh juga menjadi nilai tambah karena memberi durasi penggunaan lebih panjang tanpa harus terus bergantung pada charger.
Harga dan Ketersediaan
Acer Predator Helios Neo 16S akan hadir di Indonesia tanggal 1 Mei 2026 dengan harga mulai dari Rp 34.999.000. Selain itu, Acer memberikan garansi suku cadang dan servis selama 3 tahun, layanan onsite 3 tahun, serta Accidental Damage Protection.