Home Blog Page 13

Spesifikasi ASUS Zenbook DUO 2026, Bawa Dual Screen dan Performa AI Unggul

0
Spesifikasi Asus Zenbook Duo 2026, Bawa Dual Screen dan Performa AI Unggul

ASUS Zenbook DUO resmi diperkenalkan di Indonesia sebagai salah satu perangkat utama dari jajaran laptop AI terbaru ASUS. Laptop ini hadir untuk pengguna profesional, kreator, dan pekerja multitasking yang membutuhkan dua layar OLED dalam satu perangkat.

ASUS menempatkan ASUS Zenbook DUO UX8407AA sebagai “The Most Advanced Dual Screen AI Laptop”. Dibandingkan generasi sebelumnya, versi 2026 membawa sejumlah peningkatan penting. Celah antar layar kini berkurang hingga 70 persen, sementara bezel dibuat lebih tipis sekitar 22 sampai 37 persen. Desain 180° lay-flat juga membuat dua layarnya terasa lebih menyatu saat digunakan untuk bekerja, mengedit konten, membaca dokumen, atau membuka banyak aplikasi secara bersamaan.

Laptop ini menggunakan material Ceraluminum pada seluruh bagian chassis. ASUS mengklaim material tersebut tiga kali lebih kuat dan 30 persen lebih ringan dibandingkan material konvensional. Kombinasi desain premium dan dua layar membuat perangkat ini menyasar pengguna yang menginginkan produktivitas tinggi tanpa perlu membawa monitor tambahan.

Laptop ini juga dilengkapi sistem AI lokal melalui Omni Virtual Assistant. Sistem ini memungkinkan pengguna memakai fitur AI langsung dari perangkat, bahkan secara offline.

Spesifikasi ASUS Zenbook DUO 2026

ASUS Zenbook DUO 2026 menggunakan dua layar sentuh ASUS Lumina Pro OLED 14 inci beresolusi 3K 2880 x 1800 piksel, rasio 16:10, refresh rate 144Hz, response time 0,2ms, kecerahan hingga 1.000 nits, 100% DCI-P3, PANTONE Validated, dan VESA DisplayHDR True Black 1000. Layarnya juga mendukung fitur anti-reflection dan diklaim memiliki paparan cahaya biru berbahaya 70 persen lebih rendah.

Untuk performa laptop ini ditopang oleh Intel Core Ultra 9 Processor 386H dengan 16 core, 16 thread, cache 18MB, clock hingga 4,9GHz, serta Intel NPU hingga 50 TOPS. ASUS juga menyebut total performa AI perangkat ini dapat mencapai 180 platform TOPS. Untuk memorinya, tersedia RAM 32GB LPDDR5X onboard dan penyimpanan 1TB M.2 NVMe PCIe 4.0 SSD.

@teknowoi

Kerja kamu bakal lebih fleksibel pakai ASUS Zenbook DUO! Pilih Laptop Mode buat mengetik cepat atau Sharing Mode buat diskusi seru bareng klien. Semua aktivitas berjalan lancar berkat dorongan daya dari Series 3 Intel® Core™ Ultra 9 processor 386H #asuszenbookduo #letsduoit #dualscreenai

♬ Promosi – Satria Petir

Konektivitasnya mencakup Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, satu USB 3.2 Gen 2 Type-A, dua Thunderbolt 4, HDMI 2.1 FRL, dan jack audio 3,5mm. Laptop ini juga membawa kamera FHD IR untuk Windows Hello, enam speaker Dolby Atmos, baterai 99Wh, serta bobot 1,65 kg.

ASUS Zenbook DUO 2026 dijual dengan harga Rp54.999.000. Masa pre-order dibuka mulai 6 Mei 2026 melalui ASUS Official Online Store. Pembeli mendapatkan 3 Tahun Garansi Internasional, 3 Tahun ASUS VIP Perfect Warranty, serta ASUS Premium Service yang mencakup pengiriman dua arah, Laptop Spa, dan FastLane Priority Handling.

ASUS Juga Bawa Zenbook S, Zenbook 14 OLED, dan Vivobook

Selain ASUS Zenbook DUO, ASUS juga turut memperkenalkan Zenbook S14 OLED dan Zenbook S16 OLED. Keduanya menyasar pengguna yang mengutamakan desain tipis dan pengalaman visual sinematik. Zenbook S14 OLED memakai Intel Core Ultra 9 386H, sedangkan Zenbook S16 OLED hadir dengan AMD Ryzen AI 9 465. Keduanya memiliki layar ASUS Lumina OLED 3K 120Hz, material Ceraluminum, serta baterai besar 77Wh untuk S14 dan 83Wh untuk S16.

ASUS juga membawa Zenbook 14 OLED UM3406GA untuk pengguna yang membutuhkan laptop ringan dengan daya tahan panjang. Bobotnya hanya 1,2 kg dan baterainya diklaim mampu bertahan lebih dari 20 jam berkat kapasitas 75Wh. Laptop ini ditenagai AMD Ryzen AI 7 445 dengan performa AI hingga 50 TOPS NPU.

Untuk lini Vivobook, ASUS memperkenalkan Vivobook S14 dalam varian Intel Core Ultra 7 355 dan AMD Ryzen AI 7 445. Keduanya sudah masuk kategori Copilot+ PC dengan NPU hingga 49 TOPS dan baterai lebih dari 20 jam. Ada juga Vivobook 14 Flip OLED dengan engsel 360°, dukungan ASUS Pen 3.0, layar sentuh OLED 2K, serta prosesor Intel Core Ultra 7 355.

Bagaimana menurutmu?

Review Dead as Disco: Bergoyang Sambil Baku Hantam

0

Dead as Disco adalah salah satu game early access yang mencuri perhatian di bulan Mei. Game bergenre Rhythm Beat’em Up ini dibuat oleh developer indie Brain Jar Games. Memainkan Dead as Disco mengingatkan kami dengan Hi-Fi Rush, yaitu kepuasan ketika menghantam musuh sambil mengikuti irama musik.

Berikut adalah pengalaman dan kesan yang kami dapatkan selama memainkan versi review Dead as Disco di PC. Game ini akan dirilis dalam bentuk Early Access.

Kembali Dari Kematian

Review Death as Disco vice si tengkorak

Dead as Disco menceritakan tentang musisi bernama Charlie Disco yang secara misterius telah kembali dari kematiannya. Bersama dengan partnernya yang berbentuk tengkorak bernama Vica, Charlie mencari kembali mantan anggota bandnya yang telah berpencar sejak kematiannya.

Salah satu dari mereka mungkin adalah yang bertanggung jawab atas kematian Charlie. Pertanyaannya adalah siapa pelakunya?

Cerita dari Dead as Disco sangat sederhana. Hal yang menarik adalah setiap mantan anggota band Charlie memiliki gaya musik berbeda. Misalnya Hemlock yang posisinya adalah basis memiliki gaya musik rock’n roll. Sedangkan Arora yang menjadi vokalis terinspirasi oleh K-Pop.

Ketika menjalani stage miliki Arora, pemain akan disajikan visual planet dan juga galaksi, dimana ia menjadi pusat dari segalanya. Berbeda dengan Arora, stage milik Hemlock justru terasa seperti venue konser band rock, lengkap dengan semburan kembang api.

Ada juga environmental hazard seperti seragan AOE atau menghindar dari ditabrak mobil dan kereta. Setiap stage juga memiliki beragam visual effect cahaya, diiringi dengan musik yang catchy.

Sayangnya karena masih berstatus Early Access, stage yang tersedia saat ini hanya ada empat ditambah satu stage untuk Infinite Disco. Setiap stage bisa diselesaikan dengan cepat, apalagi jika pemain sudah terbiasa dengan gaya bermain Death as Disco.

Bertarung Mengikuti Irama

Gameplay merupakan daya tarik utama dari Death as Disco. Jika kamu pernah memainkan Hi-Fi Rush dan suka dengan game seperti ini, maka kemungkinan besar kamu juga akan menyukai Death as Disco.

Setiap pukulan dan tendangan yang dilakukan oleh Charlie akan menghasilkan beat yang disesuaikan dengan musik yang diputar. Mekanisme ini juga berhubungan dengan Combo. Jika serangan yang dilakukan oleh Charlie tidak terputus, maka nilai Combo juga akan akan semakin tinggi. Tetapi jika terputus tengah jalan, nilai combo akan kena reset dan diulang kembali dari 0. Jika yang diincar adalah skor tertinggi, maka hal ini perlu dijadikan perhatian.

Meski senada dengan Hi-Fi Rush dari segi mekanik, kami merasa sistem combat Death as Disco tidak terlalu rumit. Bahkan menurut kami lebih mudah untuk dipahami. Asalkan pemain waspada dengan tindakan yang dilakukan musuh.

Death as Disco juga memasukkan elemen gameplay dari game Batman Arkham. Ketika musuh yang desainnya seperti Groupie ingin menyerang Charlie, maka akan muncul ikon dari tombol untuk melakukan Counter. Jika tombol ini ditekan tepat waktu, Charlie bisa melakukan Counter Attack dan membuat musuh Stun, lalu bisa dihabisi dengan serangan combo yang Stylish.

Masih banyak Action lain yang dilakukan pada saat combat. Misalnya untuk menghindari tubrukan dari musuh yang berbentuk seperti anak punk, pemain bisa membuat Charlie melakukan dodge sebelum melakukan counter attack.

Untuk jenis musuh yang lebih alot, pemain bisa menggunakan Finisher agar musuh itu bisa langsung KO. Tapi skill ini tidak bisa digunakan setiap saat karena mengkonsumsi energi dan harus diisi ulang.

Review Dead as Disco finisher

Semua mekanik ini juga berlaku saat Boss Fight. Berbeda dengan musuh biasa, Boss memiliki HP yang lebih banyak dan juga memiliki fase yang harus dilewati. Pada setiap fase, Charlie dan Boss akan saling berinteraksi, memberikan informasi tentang bagaimana hubungan mereka sebelumnya. Boss yang bernama Prophet malah memiliki fase yang menarik, dimana Charlie harus menangkis serangan lirik rap berbentuk fisik.

Karena terus berulang, mekanik ini lama kelamaan jadi mudah ditebak. Jika ingin tantangan yang lebih, game ini juga menyediakan tingkat kesulitan Hard. Sayangnya tingkat kesulitan ini masih terkunci. Rencananya tingkat kesulitan ini baru akan ditambahkan ke dalam game bersama dengan konten baru lainnya dalam update selanjutnya.

Fitur Kustomisasi

Review Death as Disco progression

Untuk Progression, pemain bisa membuat Charlie mendapatkan berbagai macam skill baru dengan membelanjakan poin yang didapat dari menyelesaikan story atau mode Infinite Disco. Beberapa skill baru bisa dibuka setelah mengalahkan boss. Misalnya skill tambahan yang bernama Rush Down, dimana Skill ini merupakan kemampuan vital yang diperlukan untuk mempertahankan nilai Combo saat bertarung.

Selain dibelanjakan untuk skill baru, pemain juga bisa menggunakan poin untuk melakukan kustomisasi. Pemain bisa mendandani Charlie dengan aksesori atau kostum yang berbeda. Bar yang dijadikan sebagai Town Hub juga bisa dikustomisasi dengan menambahkan berbagai ornamen baru, seperti lampu dan lantai disco.

Atau jika pemain tertantang untuk adu skor dengan pemain lain, maka bisa memainkan mode Infinite Disco. Mode ini berisi Leaderboard dan juga berbagai macam Challenge. Pemain bahkan bisa menggunakan musik kesukaannya ketika bermain di mode ini dalam My Music. Untuk catatan, tidak semua item untuk kustomisasi tersedia di Early Access.

Review Death as Disco Dari Segi Teknis

Kami memainkan Death as Disco dengan PC yang spesifikasinya adalah CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB. Selama bermain, kami tidak pernah mengalami masalah teknis dan game berjalan dengan sempurna.

Untuk ukuran game Early Access, Death as Disco memiliki pilihan setting grafis yang cukup banyak. Game ini bahkan sudah dilengkapi dengan fitur Upscaling dan Frame Generation.

Kesimpulan Review Death as Disco

Kesimpulan kami setelah memainkan versi review Death as Disco adalah game ini menyenangkan dan menghibur. Namun, ukuran konten yang terbatas karena masih berstatus Early Access jujur saja membuat kami jengkel. Memotong cerita utama ditengah-tengah dan menunggu sampai update berikutnya tiba adalah cara yang mengesalkan menurut kami.

Mekanisme combat yang merupakan daya tarik utama game telah dipoles secara baik dan berjalan dengan smooth. Kami juga senang game ini tidak mencoba untuk lebih rumit dari Hi-Fi Rush, melainkan lebih streamline dan mudah dimengerti.

Pilihan genre musik yang ada di dalam game juga bervariasi, mulai dari rock’n roll, rap, bahkan pop. Kami tidak pernah bosan mengulang-ulang stage yang sudah kami selesaikan, hanya karena ingin mendengarkan alunan musiknya. Merasakan Beat bersamaan dengan Charlie serangan tanpa henti dengan nilai combo yang terus naik, memberikan rasa puas tersendiri.

Jika kamu menyukai game beat’em up dengan sentuhan musik, Death as Disco wajib masuk dalam daftar wishlist.

Death as Disco tersedia dalam bentuk Early Access dan sudah tersedia di PC.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

Developer Game Zaman Now Lebih Peduli Opini Influencer Game Daripada Gamer

0
Developer Game Zaman Now Lebih Peduli Opini Influencer Game Daripada Gamer

Influencer game disebut memiliki pengaruh besar terhadap cara studio merancang sebuah game. Hal ini disampaikan oleh Tim Cain, developer veteran yang juga merupakan desainer dari game Fallout.

Dalam video yang ia buat, Cain menilai tren tersebut muncul karena developer lebih memikirkan bagaimana gamenya terlihat menarik saat dimainkan oleh content creator dan influencer. Akibatnya, pengalaman bermain yang seharusnya menjadi fokus utama tergeser oleh keharusan untuk memenuhi kebutuhan itu.

Influencer Game Jadi Pertimbangan Besar Developer

Cain menjelaskan bahwa developer sekarang justru lebih memikirkan daya tarik game dari mata content creator dan influencer sejak proses desain. Menurutnya, banyak keputusan dibuat agar adegan tertentu terlihat bagus saat muncul dalam livestream atau rekaman video.

“Kami sering berpikir, bagaimana sebuah event atau momen di dalam game bisa terlihat menarik ketika seseorang memainkannya secara livestream, atau merekam footage dirinya ketika sedang memainkan game kami. Karena kami ingin itu terlihat sangat bagus di video.” Ujarnya

Pernyataan ini menunjukkan perubahan besar dalam industri game secara keseluruhan. Dulu fokus utama developer adalah membuat permainan yang menyenangkan untuk gamer. Kini justru unsur viralitas yang diutamakan.

Gamer Zaman Sekarang Tidak Lagi Punya Opini

Cain juga menyoroti perubahan perilaku gamer masa kini. Menurutnya, gamer sekarang justru menjadikan opini dari content creator atau influencer game favoritnya sebagai panduan untuk menentukan cara berpikir terhadap sebuah game.

Kondisi ini bisa membuat gamer memiliki opini yang kuat terhadap game yang bahkan belum mereka mainkan. Namun pandangan ini bukan dari pemikiran mereka sendiri, melainkan penilaian dari influencer mereka ikuti.

Sisi Positif dan Negatif

Meski begitu, Cain tidak sepenuhnya khawatir dengan peran influencer game. Ia mengakui ada sisi positif ketika gamer menemukan reviewer yang seleranya mirip. Dengan begitu, gamer bisa lebih mudah mencari rekomendasi game baru yang sesuai preferensi mereka.

Namun, sisi negatifnya adalah semakin banyak orang yang tidak ingin memiliki penilaian sendiri dan memilih mengikuti pendapat orang lain. Kedepannya tren influencer game bisa menjadi tantangan besar bagi industri game.

Bagaimana menurutmu?

Ini Alasan Rockstar Tidak Prioritaskan GTA 6 PC Saat Rilis

0
Ini Alasan Rockstar Tidak Prioritaskan GTA 6 PC Saat Rilis

Terungkap alasan Take-Two dan Rockstar untuk melewati perilisan GTA 6 PC, dan memilih untuk lebih dulu diluncurkan di konsol. Take-Two menjelaskan bahwa Rockstar memilih konsol lebih dulu karena platform tersebut dianggap sebagai basis utama konsumennya.

Game terbaru Rockstar itu dijadwalkan rilis pada 19 November 2026 untuk konsol, sementara versi PC belum mendapat konfirmasi resmi. Keputusan ini kembali memicu pertanyaan besar dari pemain PC, terutama karena GTA 6 disebut sebagai salah satu perilisan game terbesar dalam sejarah. Take-Two kemudian menjelaskan bahwa Rockstar memilih konsol lebih dulu karena platform tersebut dianggap sebagai basis utama konsumennya.

Alasan GTA 6 PC Tidak Jadi Prioritas Saat Peluncuran

Dalam wawancara dengan Bloomberg, CEO Take-Two Strauss Zelnick menjelaskan alasan GTA 6 tidak langsung hadir di PC saat dirilis.

“Rockstar selalu memulai dari konsol karena menurut saya mereka milih untuk melayani konsumen inti dulu,” ujar Zelnick.

“Jika konsumen utama anda tidak diutamakan dan dilayani dengan baik, maka anda akan mengalami kesulitan dalam menjangkau konsumen lainnya.” Tambahnya.

Zelnick juga menegaskan bahwa absennya GTA 6 PC saat peluncuran bukan karena kesepakatan dengan Sony dan PlayStation.

Meski belum ada pengumuman resmi untuk versi PC, kedatangan GTA 6 di PC telah dipastikan. Rockstar selalu merilis gamenya lebih dulu di konsol sebelum akhirnya merilis versi PC. Masalahnya ada jeda antara peluncuran di konsol dan PC cukup lama, sehingga gamer harus bersabar.

GTA 6 dijadwalkan rilis pada tanggal 19 November 2026 di PS5 dan Xbox Series, asalkan tidak ada penundaan lagi seperti sebelumnya.

Kolaborasi eFootball x NARUTO SHIPPUDEN

0

Konami Digital Entertainment Limited (KONAMI) hari ini mengumumkan kolaborasi spesial waktu terbatas antara eFootball™ dan serial anime terkenal NARUTO SHIPPUDEN. Kolaborasi ini memfiturkan partner duo spesial, seperti Naruto Uzumaki × Neymar Jr. dan Sasuke Uchiha × Takefusa Kubo, menggabungkan dunia anime dan sepak bola.

Trailer kolaborasi NARUTO SHIPPUDEN sekarang bisa ditonton, memfiturkan bintang sepak bola dunia seperti Neymar Jr. dan Robert Lewandowski, yang hadir di kolaborasi bersamaan dengan karakter dari NARUTO SHIPPUDEN.

Trailer:  https://x.com/play_eFootball/status/2049708505654046982

Selama kampanye berlangsung dari 30 April hingga 14 Mei 2026, para pemain bisa berpartisipasi di event dalam game untuk memperoleh item dan kartu kolaborasi spesial secara gratis. Konten tambahan bertema NARUTO SHIPPUDEN, termasuk dekorasi stadium dan perayaan gol juga akan tersedia.

Keluarkan tendangan hebat yang terinspirasi oleh teknik ninja ikonik!

Pilih kartu pemain kolaborasi Naruto Uzumaki × Neymar Jr. dan Sasuke Uchiha × Takefusa Kubo untuk memicu efek visual unik saat melakukan Stunning Shots, mereplikasikan gerakan ninjutsu khas dari serial NARUTO, termasuk Wind Style: Rasen Shuriken dan Chidori. Ditambah lagi, mencetak gol akan mengaktifkan perayaan eksklusif kolaborasi, menghidupkan crossover ini di lapangan.

Temukan info lebih lengkapnya di website ini: https://www.konami.com/efootball/en/

Dunia Baru yang Dihadirkan oleh Akira Toriyama Menantimu di DRAGON BALL XENOVERSE 3

0

Bandai Namco Entertainment Asia mengundang para penggemar dan pemain untuk melangkah ke dunia DRAGON BALL yang sepenuhnya baru. Karya Akira Toriyama menunggumu di DRAGON BALL XENOVERSE 3. Kini akan hadir setelah 10 tahun sejak game terakhir dari seri ini rilis,  DRAGON BALL XENOVERSE 3 sempat diperkenalkan pada awal tahun ini melalui trailer yang memperlihatkan sekilas latar baru “AGE 1000” dan diumumkan secara resmi pada Dragon Ball Games Battle Hour 2026, ajang utama yang paling dinantikan penggemar DRAGON BALL di seluruh dunia.

DRAGON BALL XENOVERSE 3 melanjutkan legasi dari seri ini dengan pengalaman DRAGON BALL yang sepenuhnya baru. Pemain pun dapat memilih sosok pahlawan yang mereka inginkan di dunia DRAGON BALL yang belum pernah dijelajahi sebelumnya dan dihadirkan oleh sang penulis asli, Akira Toriyama. DRAGON BALL XENOVERSE 3 akan hadir di PlayStation®5, Xbox Series X|S, dan PC via Steam® pada 2027.

Bersama pengumuman ini, trailer baru juga telah dirilis. Silakan tonton di sini:

Seperti yang diperlihatkan pada trailer pengumuman DRAGON BALL XENOVERSE 3, pemain dapat menjelajahi dan mengungkap kisah baru yang menarik di West City, sebuah dunia penuh warna di AGE 1000.  Dengan diarahkan untuk menjadi bagian dari barisan Great Saiyan Squad, kamu akan bertarung bersama rekan-rekanmu seiring terjadinya berbagai peristiwa di sana. 

Game ini menggabungkan pengalaman RPG Story-Driven seru yang akan membawa penggemar DRAGON BALL ke petualangan penuh aksi yang tak terlupakan ke dunia baru ini dengan semua karakter yang ada.

Detail menarik lainnya tentang judul terbaru ini dari seri DRAGON BALL XENOVERSE akan diumumkan dalam beberapa bulan ke depan.

Daftar Game Rilis Mei 2026: Pembuktian 007 First Light

0
Daftar Game Rilis Mei 2026 Pembuktian 007 First Light

Apa saja game rilis Mei 2026 yang wajib masuk daftar wishlist? Bulan Mei akan menghadirkan kombinasi dari game baru, sekuel, serta beberapa judul Early Access yang berpotensi mencuri perhatian. Game racing Forza Horizon 6 dan terutama aksi spionase 007 First Light memiliki potensi untuk menjadi highlight di bulan ini.

Daftar Game Rilis Mei 2026

Ini adalah rangkuman jadwal game rilis Mei 2026, lengkap dengan platformnya:

1 Mei

  • SoulQuest – PC

5 Mei

  • Dead As Disco – Early Access – PC
    Game rhythm-action ini menjadi salah satu judul Early Access menarik di bulan Mei, terutama bagi pemain yang menyukai perpaduan musik, aksi cepat, dan gaya presentasi yang penuh warna.

7 Mei

  • Alabaster Dawn – Early Access – PC
    Game action RPG ini juga jadi salah satu judul Early Access yang patut diperhatikan, terutama bagi pemain yang menyukai dunia fantasi dengan nuansa petualangan.
  • Mixtape – PC, PS5, Xbox Series, Switch 2
  • Will: Follow the Light – PS5, Xbox Series, PC

11 Mei

  • Battlestar Galactica: Scattered Hopes – PC

12 Mei

  • Call of the Elder Gods – PS5, Xbox Series, Switch 2, PC
  • Directive 8020 – PC, PS5, Xbox Series
    Game horor yang bisa menjadi pilihan bagi pemain yang menyukai cerita bercabang, dan keputusan sulit.

14 Mei

  • Outbound – PS5, Xbox Series, Switch, Switch 2, PC

game rilis Mei 2026 subnautica 2

  • Subnautica 2 – Xbox Series, PC
    Sekuel dari game survival bertema bawah laut ini menjadi salah satu highlight bulan Mei.

19 Mei

  • Darksiders Warmastered Edition – PS5, Xbox Series
  • Forza Horizon 6 – PC, Xbox Series
    Game balap ini akan menjadi magnet bagi gamer sekaligus penggemar otomotif, terutama karena kombinasi visual dan koleksi mobil didalamnya.

  • R-Type Dimensions III – PS5, Xbox Series, Switch, Switch 2, PC

21 Mei

  • Coffee Talk Tokyo – PS5, Xbox Series, Switch, PC
  • Yoshi and the Mysterious Book – Switch 2
    Game eksklusif Switch 2 ini bisa menjadi pilihan menarik untuk penggemar Nintendo, terutama bagi yang menyukai karakter ikonik dari franchise Mario, Yoshi.

22 Mei

  • Bubsy 4D – PS5, Xbox Series, Switch 2, PC

game rilis mei 2026 LEGO Batman Legacy of the Dark Knight

  • LEGO Batman: Legacy of the Dark Knight – PC, PS5, Xbox Series, Switch 2
    Kombinasi LEGO dan Batman kembali hadir dengan pendekatan yang mengandalkan humor, serta petualangan ramah keluarga.
  • Tales of Arise: Beyond the Dawn Edition – Switch 2

25 Mei

  • Paralives – Early Access – PC

27 Mei

  • 007 First Light – PC, PS5, Xbox Series, Switch 2
    Game James Bond terbaru ini menjadi salah satu judul besar dalam daftar game rilis Mei 2026. Game ini berpotensi menjadi penutup bulan yang kuat.

Melihat daftar di atas, Mei 2026 menjadi bulan yang cukup ramai untuk berbagai tipe gamer. Meski tidak seheboh bulan-bulan sebelumnya, game pada bulan ini sudah lebih dari cukup untuk menghibur gamer sambil menunggu datangnya musim liburan.

*Disclaimer: Ada kemungkinan tanggal rilis berubah sewaktu-waktu mengikuti keputusan publisher dan developer.

Infinix GT 50 Pro vs Samsung Galaxy S25 FE: Mana yang Lebih Baik?

0
Infinix GT 50 Pro vs Samsung Galaxy S25 FE Mana yang Lebih Baik

Infinix GT 50 Pro dan Samsung Galaxy S25 FE berada di posisi yang menarik untuk dibandingkan. Berdasarkan referensi, Galaxy S25 FE ditempatkan sebagai high-end competitor, sementara Infinix GT 50 Pro hadir dengan spesifikasi yang sangat agresif di harga lebih terjangkau.

Keduanya sama-sama sudah mendukung 5G, memakai sensor sidik jari di layar, membawa kamera utama 50MP, NFC, dual speaker, serta pengisian kabel 45W. Namun, arah produk keduanya berbeda. Infinix GT 50 Pro lebih menonjol sebagai smartphone performa dan gaming dengan baterai besar, sedangkan Samsung Galaxy S25 FE menawarkan paket flagship-feel yang lebih matang dari sisi proteksi, kamera, sertifikasi, dan software.

Desain dan Kenyamanan Genggam

Dari dimensi, Infinix GT 50 Pro memiliki ukuran 162,44 x 77,23 x 8,15 mm dengan bobot 198 gram. Samsung Galaxy S25 FE sedikit lebih ringkas dengan dimensi 161,3 x 76,6 x 7,4 mm dan bobot 190 gram.

Perbedaannya tidak terlalu jauh, tetapi Samsung tetap lebih tipis dan lebih ringan. Ini membuat Galaxy S25 FE berpotensi lebih nyaman untuk penggunaan harian, terutama bagi pengguna yang sering memakai dengan satu tangan atau menyimpan di saku.

Infinix GT 50 Pro memang lebih tebal dan lebih berat, tetapi hal ini cukup wajar karena membawa baterai 6500mAh dan fitur gaming tambahan. Jadi, Samsung unggul dalam aspek ergonomi, sedangkan Infinix lebih mengarah pada fungsi dan daya tahan baterai.

Soal Layar: Infinix Lebih Tajam , Samsung Lebih Premium

Infinix GT 50 Pro membawa layar 6,78 inci AMOLED dengan resolusi 1.5K 1208 x 2644 piksel dan refresh rate 144Hz. Samsung Galaxy S25 FE menggunakan layar 6,7 inci Dynamic AMOLED dengan refresh rate 120Hz dan resolusi 1080 x 2340 piksel.

Secara angka, Infinix unggul dalam resolusi dan refresh rate. Panel 144Hz akan lebih menarik untuk gamer, terutama pada game yang mendukung frame rate tinggi. Resolusi 1.5K juga memberi tampilan yang lebih tajam dibandingkan Full HD+.

Namun, Samsung Galaxy S25 FE membawa panel Dynamic AMOLED yang dikenal sebagai salah satu kekuatan lini Galaxy. Untuk pengguna yang mengutamakan karakter warna, kontras, dan pengalaman visual khas Samsung, layar S25 FE tetap sangat menarik.

Dari sisi perlindungan, Samsung unggul dengan Gorilla Glass Victus+, sementara Infinix menggunakan Corning Gorilla Glass 7i. Untuk kecerahan, Infinix mencatat 1600 nits HBM dan 4500 nits peak brightness, sedangkan Samsung Galaxy S25 FE berada di 1900 nits. Infinix unggul pada angka peak brightness, sementara Samsung tetap menawarkan tingkat kecerahan tinggi untuk penggunaan luar ruangan.

Performa Sama-Sama Kencang

Menariknya, kedua smartphone ini sama-sama mencatat skor AnTuTu V11 sekitar 2,2 juta. Infinix GT 50 Pro menggunakan Dimensity 8400 Ultimate, sedangkan Samsung Galaxy S25 FE memakai Exynos 2400.

Memiliki skor yang setara, keduanya sama-sama layak disebut bertenaga. Untuk penggunaan berat seperti gaming, multitasking, editing ringan, hingga penggunaan jangka panjang, keduanya seharusnya mampu memberikan performa yang kuat.

Namun, Infinix GT 50 Pro terlihat lebih fokus pada pengalaman gaming. Smartphone ini membawa LPDDR5x + UFS 4.1, HydroFlow Liquid Cooling System, Mechanical Light Waves, Pressure-Sense GT Trigger, 144Hz High Frame Rate Certified Gaming, serta N1 Network Chip. Bahkan, paket penjualannya menyertakan GT MagCharge Cooler 2.0.

Samsung Galaxy S25 FE hadir dengan Game Launcher. Fitur ini membantu mengatur pengalaman bermain game, tetapi secara kelengkapan fitur gaming khusus, Infinix jelas lebih agresif.

Soal Kamera Samsung Lebih Lengkap

Pada sektor kamera belakang, Infinix GT 50 Pro membawa kamera utama 50MP dan kamera ultra-wide 8MP. Samsung Galaxy S25 FE memiliki kamera utama 50MP, kamera ultra-wide 12MP, dan kamera telephoto 8MP.

Di atas kertas, Samsung lebih unggul karena punya tiga kamera belakang dengan konfigurasi yang lebih fleksibel. Kamera telephoto 8MP menjadi nilai tambah penting, terutama untuk memotret objek dari jarak lebih jauh atau mengambil portrait dengan perspektif berbeda. Kamera ultra-wide 12MP juga lebih tinggi dibandingkan ultra-wide 8MP pada Infinix.

Untuk kamera depan, Infinix GT 50 Pro menggunakan kamera 13MP, sedangkan Samsung Galaxy S25 FE memakai kamera 12MP. Selisih resolusi ini kecil, sehingga hasil akhir kemungkinan lebih ditentukan oleh pemrosesan gambar, warna, dynamic range, dan software kamera masing-masing.

Jika prioritas utama adalah fotografi, Samsung Galaxy S25 FE terlihat lebih unggul.

Urusan Baterai Infinix Lebih Kuat

Sektor baterai menjadi keunggulan besar Infinix GT 50 Pro. Smartphone ini membawa baterai 6500mAh, jauh di atas Samsung Galaxy S25 FE yang memiliki kapasitas 4900mAh.

Untuk pengguna aktif, selisih ini sangat berarti. Infinix berpotensi lebih tahan lama untuk gaming, streaming, navigasi, atau penggunaan berat sepanjang hari. Keduanya sama-sama mendukung pengisian kabel 45W, tetapi Infinix juga unggul pada wireless charging dengan daya 30W.

Samsung Galaxy S25 FE tetap mendukung wireless charging, tetapi hanya 15W. Jadi, Infinix bukan hanya punya baterai lebih besar, tetapi juga pengisian nirkabel yang lebih cepat berdasarkan referensi.

Audio, NFC, dan Fitur Tambahan

Kedua smartphone sudah dilengkapi dual speaker. Infinix GT 50 Pro menambahkan dukungan Dolby Atmos, sementara Samsung Galaxy S25 FE membawa dual speaker stereo. Untuk menonton film atau bermain game, Dolby Atmos pada Infinix bisa menjadi nilai tambah.

Keduanya juga sudah memiliki NFC. Namun, Infinix membawa IR Blaster, sedangkan Samsung Galaxy S25 FE tidak. Fitur ini berguna untuk mengontrol perangkat elektronik seperti TV, AC, atau perangkat rumah lainnya.

Dari sisi sertifikasi ketahanan, Samsung Galaxy S25 FE unggul jelas dengan IP68. Infinix GT 50 Pro hanya memiliki IP64. Ini membuat Samsung lebih aman untuk pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan atau membutuhkan perlindungan lebih baik terhadap air dan debu.

Software: One UI Masih Jadi Nilai Jual Samsung

Infinix GT 50 Pro menjalankan XOS 16 berbasis Android 16. Samsung Galaxy S25 FE menggunakan One UI 7 berbasis Android 16.

One UI menjadi salah satu alasan banyak pengguna memilih Samsung. Software ini dikenal matang, konsisten, dan kaya fitur ekosistem. Untuk pengguna yang sudah terbiasa dengan perangkat Galaxy, S25 FE akan terasa lebih familiar.

XOS 16 pada Infinix lebih terasa sebagai software yang diarahkan untuk performa, personalisasi, dan fitur gaming. Bagi pengguna yang menyukai pengalaman lebih agresif dan banyak fitur tambahan, XOS bisa terasa menarik. Namun, untuk pengalaman software yang lebih mapan, Samsung tetap punya posisi kuat.

Urusan Harga:Selisihnya Sangat Besar

Perbedaan harga menjadi poin paling penting. Infinix GT 50 Pro varian 12/256GB dibanderol Rp6.999.000, sedangkan varian 12/512GB dijual Rp7.999.000. Samsung Galaxy S25 FE varian 12/512GB berada di Rp13.800.000.

Dengan harga Samsung yang jauh lebih tinggi, Infinix GT 50 Pro terlihat sangat kompetitif. Bahkan varian tertinggi Infinix 12/512GB masih jauh lebih murah dibandingkan Samsung Galaxy S25 FE 12/512GB.

Jika melihat performa yang sama-sama berada di skor AnTuTu sekitar 2,2 juta, baterai lebih besar, layar 144Hz, wireless charging lebih cepat, dan fitur gaming lengkap, Infinix GT 50 Pro menawarkan value yang sangat kuat.

Namun, Samsung Galaxy S25 FE menawarkan keunggulan yang lebih premium, seperti IP68, Gorilla Glass Victus+, kamera telephoto 8MP, panel Dynamic AMOLED, desain lebih tipis, dan pengalaman One UI.

Kesimpulan: Infinix Unggul Value, Samsung Unggul Rasa Premium

Infinix GT 50 Pro adalah pilihan yang sangat menarik untuk pengguna yang mencari performa tinggi, baterai besar, layar cepat, fitur gaming lengkap, dan harga yang jauh lebih terjangkau. Dijual harga mulai dari 6 jutaan, smartphone ini menawarkan spesifikasi yang berani menantang kelas lebih tinggi.

Samsung Galaxy S25 FE lebih cocok untuk pengguna yang mengutamakan pengalaman premium, kamera lebih fleksibel, software One UI, proteksi layar lebih baik, serta sertifikasi IP68. Jika prioritas utama adalah value for money, gaming, dan baterai, Infinix GT 50 Pro lebih layak dipilih. Namun jika prioritasnya adalah kamera, durabilitas, software, dan pengalaman high-end Samsung, Galaxy S25 FE tetap menjadi opsi yang lebih lengkap.

Sony Buka Suara Soal DRM Game Playstation

0
Sony Buka Suara Soal DRM Game Playstation

DRM Game PlayStation sedang menjadi perbincangan di komunitas gamer. Penyebabnya? Telah muncul laporan tentang adanya sistem verifikasi untuk setiap pembelian game digital PlayStation.

Menurut laporan sejumlah pengguna, mereka menemukan adanya timer 30 hari pada game yang baru dibeli melalui PlayStation Store. Salah satunya adalah akun X Does it play? yang sering membahas aksesibilitas dan preservasi game. Mereka menemukan bahwa game yang baru dibeli lewat PlayStation Store akan memiliki penghitung waktu selama 30 hari. Timer ini menunjukkan kapan pemain perlu kembali online untuk melakukan verifikasi kepada game yang dibeli.

Laporan ini memunculkan kekhawatiran karena sebagian pemain mengira mereka harus terhubung ke internet setiap 30 hari agar tetap bisa memainkan game yang sudah dibeli.

Klarifikasi Sony Soal DRM Game Playstation

Merespon mengenai kehawatiran akan DRM game PlayStation, Sony akhirnya memberikan tanggapan. Dalam pernyataan kepada GameSpot, juru bicara Sony memastikan gamer PlayStation tidak perlu khawatir dengan sistem tersebut.

“Pemain dapat terus mengakses dan memainkan game yang telah mereka beli seperti biasa. Pemeriksaan online satu kali diperlukan untuk mengkonfirmasi lisensi game, setelah itu tidak diperlukan pemeriksaan lanjutan,” Ujarnya.

Isu DRM Tetap Sensitif

Meski penjelasan Sony cukup jelas, isu DRM tetap menjadi topik sensitif di kalangan gamer. Dikhawatir sistem semacam ini dapat berdampak pada kepemilikan game.

Memang kebutuhan untuk terhubung ke internet setidaknya satu kali untuk verifikasi mungkin bukan masalah besar bagi sebagian besar gamer modern. Lagipula konsol, PC, maupun smartphone saat ini umumnya memang selalu tersambung ke internet. Namun, bagaimana dengan gamer yang tinggal di wilayah dengan koneksi yang terbatas? Tentunya ini akan menjadi masalah bagi mereka.

Bagaimana menurutmu?

Kampanye Nubia Mystery Box Ramaikan Pre-Order Nubia Neo 5 Series

0
Kampanye Nubia Mystery Box Ramaikan Pre-Order Nubia Neo 5 Series

Nubia Mystery Box menjadi salah satu daya tarik utama dalam peluncuran nubia Neo 5 series di Indonesia. Kampanye ini digelar Nubia selama periode pre-order pada 16–24 Mei 2026 melalui toko resmi di platform e-commerce. Seperti apa?

Dalam setiap pembelian Nubia Neo 5 series selama masa pre-order, konsumen akan mendapatkan Nubia Mystery Box. Hadiah utamanya berupa emas seberat 2 gram, dengan total 99 hadiah emas yang disiapkan. Selain itu, beberapa kotak juga akan berisi merchandise eksklusif dan hadiah tambahan seperti gaming pad, fan cooling, drone DJI yang masih menunggu konfirmasi, serta kejutan lainnya.

Selain itu, Nubia juga siap menghadirkan pendekatan baru melalui open launch event yang terbuka untuk publik. Berbeda dari format peluncuran yang biasanya terbatas melalui undangan.

Spekulasi Nubia Neo 5 Series

Nubia Neo 5 series membawa DNA REDMAGIC ke segmen harga yang lebih terjangkau. Perangkat ini disebut terinspirasi dari teknologi gaming lab REDMAGIC, sehingga diposisikan sebagai semacam “REDMAGIC mini” untuk komunitas mobile gaming yang lebih luas.

Teaser sebelumnya “Feel the Wind” juga memunculkan spekulasi soal hadirnya sistem pendingin baru. Ada dugaan nubia Neo 5 series akan membawa kipas pendingin internal, fitur yang sebelumnya lebih identik dengan perangkat flagship REDMAGIC.

Selain itu, smartphone ini juga diperkirakan mengusung shoulder trigger untuk kontrol yang lebih presisi, bodi datar tanpa tonjolan kamera, asisten AI, dan baterai besar untuk sesi bermain yang lebih lama.

Bagaimana menurutmu?