HomeReviewReview Duskfade (PC): Game 3D Platformer Era PS2

Review Duskfade (PC): Game 3D Platformer Era PS2

Duskfade adalah debut dari developer indie Weird Beluga yang menurut kami seru buat dimainin. Game ini menawarkan pengalaman bermain ala game 3D platformer dan action-adventure, dua gaya yang populer di era PS2. Gaya freedom of movement Duskfade mendapatkan sentuhan dari Super Mario Odyssey, sedangkan sistem combat mengingatkan dengan Kingdom Hearts.

Selama memainkan versi review Duskfade di PC, kami bisa merasakan rasa nostalgia yang ditawarkan oleh game ini sangat kuat. Tapi, game ini tidak menawarkan terobosan baru untuk genre platformer. Berikut adalah review lengkapnya.

Nuansa Film Animasi

Review Duskfade petualangan Zirian

Dalam Duskfade, pemain berperan sebagai Zirian. Ia adalah seorang bocah laki-laki dengan misi menyelamatkan adik perempuannya yang terperangkap di dalam menara jam raksasa. Zirian akan ditemani oleh seekor burung mekanikal bernama Cuckoo, yang merupakan karya terakhir adiknya.

Petualangan pemain akan dimulai dari Tick Town, kota yang berfungsi sebagai town hub. Sebagian besar penduduknya adalah makhluk aneh bernama Cloudies. Sesuai namanya, Cloudies berbentuk seperti awan dengan desain manusia.

Dari segi cerita, Duskfade sangat mudah untuk ditebak. Struktur ceritanya mengikuti pola cerita film animasi Disney, yaitu tentang perjalanan seorang anak ditemani pendamping atau sidekick demi menyelamatkan anggota keluarganya.

Percakapan antara Zirian dan Cuckoo akan memberikan warna selama perjalanan. Mereka berdua terasa saling melengkapi. Cuckoo yang mudah terbawa emosi selalu berusaha mengkoreksi Zirian yang terlalu naif. Begitu pula dengan kenaifan Zirian membuat Cuckoo menjadi lebih pengertian.

Cerita bukan bagian terbaik dari Duskfade. Beberapa dialog dan perkembangan cerita terasa terlalu klise. Untungnya, kekurangan ini tidak menganggu bagian gameplay yang lebih fokus pada platforming dan eksplorasi.

Platforming: Kekuatan Utama Duskfade

Review Duskfade platforming 1

Platforming dengan kebebasan untuk bergerak merupakan aspek paling memuaskan dalam Duskfade.

Dari awal permainan, Zirian langsung diberikan kemampuan untuk melakukan double jump dan dodge di udara. Keduanya bisa dilakukan secara kombinasi, dan sangat berdampak kepada eksplorasi di dalam game. Hanya dengan melakukan dua gerakan itu, pemain dapat menempuh jarak yang cukup jauh ketika meloncat.

Apalagi kedepannya, Zirian akan dibekali oleh skill traversal yang lain, seperti grappling hook dan slide. Tambahan skill set ini membuat semua wilayah di dalam game ini bisa dicapai, tidak peduli seberapa jauh. Mencapai collectible yang ditempatkan di lokasi sulit bukan lagi suatu masalah.

Visualisasi dunia di dalam Duskfade juga membuat eksplorasi tidak pernah membosankan. Developer menghadirkan sebuah dunia fantasi penuh dengan warna, dan memberikan sense of wonder. Ditambah lagi, pemain juga bisa menggunakan objek di lingkungan untuk membantu dalam eksplorasi.

Ada stage dimana pemain akan menuruni gua bekas tambang yang masih memiliki batu-batu mulai tertanam di dindingnya. Pada gua ini terdapat semacam tanaman yang bisa berfungsi sebagai trampoline. Ada juga gunung berapi lengkap dengan api dan lahar panas yang menjadi environmental hazard. Untuk stage di pantai, pemain bisa menggunakan semburan air dan bubble untuk meloncat lebih tinggi.

Meski begitu, visual dalam game ini masih memiliki kekurangan. Kami sering mendapatkan beberapa bagian yang desainnya masih kasar dan perlu dipoles lagi.

Hal lain yang perlu mendapat sorotan adalah Zilian tidak bisa berpegangan di pinggiran semua jenis platform, melainkan hanya jenis tertentu yang memiliki garis saja.

Review Duskfade: Hadiah Dari Eksplorasi

 

Game platforming biasanya memiliki elemen backtracking, tidak terkecuali Duskfade. Bagi tipe pemain purist yang yang ingin mendapatkan seluruh collectible, maka harus rajin untuk kembali mengunjungi stage yang sebelumnya telah diselesaikan. Ada beberapa wilayah yang hanya bisa dicapai dengan skill traversal tertentu

Hadiah eksplorasinya cukup beragam. Pemain bisa menemukan tumpukan crystal yang berfungsi sebagai mata uang in-game. Ada juga collectible berupa roda gigi yang bisa ditukar dengan skill baru.

Pemain juga tidak perlu mengulang jauh untuk mendapatkan collectible yang tertinggal. Setiap stage di dalam Duskfade memiliki beberapa checkpoint yang bisa dijadikan sebagai titik mulai. Game ini juga memiliki banyak save point.

Misalnya ketika pemain jatuh ke jurang karena salah posisi, karakternya akan langsung muncul kembali dekat lokasi sebelum jatuh. Mekanisme ini membuat kegagalan tidak terasa terlalu menghukum.

Sistem Combat Ala Kingdom Hearts

Setiap kali Zirian mulai mengayunkan pedangnya, disitulah kami merasa betapa besar pengaruh Kingdom Hearts ke game ini. Bahkan musuh di dalam game yang dinamai Inkies, memiliki kemiripan dengan Heartless dari seri milik Square Enix itu.

Bagian Combat Duskfade berlangsung dengan cepat, dan melibatkan banyak serangan kombinasi, skill, dan juga dodge. Sayangnya sistem ini masih terasa belum sepenuhnya matang.

Fitur target lock-on lebih sering mengganggu dibandingkan membantu. Apalagi ketika berhadapan dengan musuh yang banyak, dan mereka mulai melempari berbagai proyektil sehingga memenuhi layar. Ketika berada di situasi yang kacau seperti ini, lock-on justru menganggu karena menutupi pandangan.

Review Duskfade boss fight

Justru yang lebih menyenangkan dan menantang adalah pada saat boss fight. Pertarungan ini akan memberikan pengalaman yang lebih menarik, karena tidak hanya sekedar button mashing saja. Setiap boss akan memiliki satu mekanisme unik yang menuntut pemain dalam memahami situasi di arena.

Misalnya ada boss yang bisa memenuhi seluru arena dengan lava. Cara pemain untuk menghindarinya adalah dengan meloncat-loncat antara batu pijakan sambil mencari tombol yang bisa digelantungi dengan grapling hook untuk menurunkan lava. Meski tidak rumit, mekanisme ini memberikan sebuah tantangan tersendiri dan kami menyukainya.

Kesimpulan Review Duskfade

Kesimpulan yang kami dapat setelah memainkan versi review Duskfade di PC adalah game ini bisa menghadirkan sebuah petualangan yang menyenangkan, dan tidak terlalu panjang. Kekuatan utamanya masih di rasa nostalgia, dan juga gameplay platforming yang menguji kemampuan pemain.

Platforming yang disajikan dalam game ini sangat responsif, dengan kemampuan traversal yang terus berkembang. Eksplorasi menjadi tidak pernah membosankan. Ditambah, desain setiap stage yang menarik juga patut diacungi jempol.

Versi PC Duskfade juga sudah dioptimalisasi dengan baik. Selama bermain, kami tidak pernah mengalami masalah teknis. Kami hanya menyarankan untuk menggunakan gamepad agar mendapatkan pengalaman bermain yang lebih menyenangkan.

Sistem combat game ini masih harus dipoles lagi. Tapi setidaknya bagian boss fight sudah cukup menantang. Duskfade menawarkan pengalaman yang layak dicoba bagi mereka yang sedang menunggu petualangan besar berikutnya dari genre platformer.

Duksfade tersedia di PS5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan PC.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

REVIEW OVERVIEW

Visual & Grafis
Storyline
Gameplay
Sound (Soundtrack & sound effect)
Replay Value
Aryo
Aryo
Editor Playcubic. Gamer dengan cita-cita punya PC kelas dewa. Disamping PCnya ada PS5 dan Xbox Series X
RELATED ARTICLES

Terpopuler

Duskfade adalah debut dari developer indie Weird Beluga yang menurut kami seru buat dimainin. Game ini menawarkan pengalaman bermain ala game 3D platformer dan action-adventure, dua gaya yang populer di era PS2. Gaya freedom of movement Duskfade mendapatkan sentuhan dari Super Mario Odyssey, sedangkan...Review Duskfade (PC): Game 3D Platformer Era PS2