Metal Gear Solid: Master Collection Vol. 2 adalah sebuah paket yang menarik bukan hanya karena menghadirkan kembali tiga game dari era berbeda, tetapi juga karena akhirnya membawa Metal Gear Solid 4: Guns of the Patriots ke PC dan platform modern. Bagi penggemar seri Metal Gear, kehadiran MGS4 saja sudah menjadi alasan kuat untuk melirik koleksi ini. Apalagi, versi PC yang saya mainkan mampu menghadirkan pengalaman bermain yang sangat baik dengan performa yang terasa jauh lebih nyaman dibandingkan pengalaman aslinya di PlayStation 3.
Namun, menariknya, dari tiga game yang ditawarkan, justru Metal Gear: Ghost Babel yang menjadi favorit saya. Sebagai seseorang yang memang memiliki ketertarikan lebih terhadap game klasik, bonus dari edisi koleksi ini terasa seperti kejutan kecil yang menyenangkan.

Di sisi lain, ada satu masalah personal yang cukup mengganggu pengalaman saya: gaya bermain saya yang cenderung “ala Rambo”. Saya terbiasa maju, menembak dulu, baru memikirkan konsekuensinya. Sementara itu, Metal Gear justru meminta pemain untuk berpikir, mengamati, mencari celah, dan sebisa mungkin menghindari baku tembak. Alhasil, pada awalnya saya cukup kikuk. Tetapi semakin lama dimainkan, saya mulai mencoba menyesuaikan diri dengan filosofi stealth yang menjadi identitas seri ini.
Tiga Generasi Metal Gear dalam Satu Koleksi
Metal Gear Solid: Master Collection Vol. 2 berisi tiga pengalaman yang sangat berbeda, yaitu:
- Metal Gear Solid 4: Guns of the Patriots
- Metal Gear Solid: Peace Walker
- Metal Gear: Ghost Babel
Selain tiga game tersebut, koleksi ini juga menyertakan berbagai materi arsip seperti Screenplay Book, Master Book, Database, dan Digital Soundtrack. Menurut saya, keputusan menghadirkan tiga game dengan karakteristik berbeda ini justru menjadi salah satu kekuatan terbesar koleksi. Kita bisa melihat bagaimana formula Metal Gear berkembang dari konsol rumahan, handheld, hingga Game Boy Color.
MGS4 adalah pengalaman sinematik berskala besar. Peace Walker membawa pendekatan misi episodik sekaligus pengembangan Mother Base. Sementara Ghost Babel membuktikan bahwa konsep Metal Gear ternyata bisa diterjemahkan dengan sangat baik ke perangkat sesederhana Game Boy Color.

Dengan kata lain, ini bukan sekadar kumpulan tiga game lama. Koleksi ini terasa seperti perjalanan sejarah Metal Gear.
Metal Gear Solid 4: Guns of the Patriots : Banyak di Nanti Gamer dengan Platform Modern
Saya yakin secara umum pasti MGS4 adalah alasan sebagian besar game tertarik dengan Master Collection Vol. 2. Game yang pertama kali dirilis pada 2008 untuk PlayStation 3 ini merupakan penutup besar perjalanan Solid Snake. Kini, setelah bertahun-tahun terikat dengan hardware PlayStation 3, MGS4 akhirnya tersedia untuk PC dan platform modern.
Dan ketika memainkan versi PC-nya, saya langsung memahami mengapa game ini masih dianggap sebagai salah satu pencapaian besar dalam sejarah Metal Gear.

MGS4 terasa sangat ambisius. Dunia peperangan dalam game sudah berubah menjadi sesuatu yang dikendalikan oleh sistem, teknologi, AI, dan nanomachine. Snake sendiri sudah memasuki fase akhir kehidupannya dan harus menghadapi konsekuensi dari perjalanan panjangnya.
Yang menarik adalah bagaimana tema-tema yang dibawa MGS4 terasa semakin relevan. Manipulasi informasi, kecerdasan buatan, kontrol terhadap manusia, industrialisasi perang, hingga pertanyaan mengenai kehidupan dan kematian menjadi bagian penting dari cerita.

Memang, cerita Metal Gear terkenal tidak sederhana. MGS4 bahkan bisa terasa berlebihan. Karakter, organisasi, istilah, konflik lama, serta berbagai kejadian dari game sebelumnya terus bermunculan. Tetapi justru di situlah daya tariknya.
Cutscene Panjang
Satu hal yang tidak bisa saya abaikan adalah cutscene MGS4 yang luar biasa panjang. Ada bagian ketika kita baru saja berjalan sebentar, kemudian kembali disuguhi cutscene. Bahkan beberapa rangkaian cutscene dapat berlangsung lebih dari 10 hingga 20 menit. Bagi sebagian pemain, ini bisa terasa mengganggu.
Saya sendiri menganggapnya sebagai bagian dari karakter MGS4. Game ini memang ingin menjadi sebuah penutup besar. Jadi, kalau Anda datang dengan ekspektasi game action-stealth yang langsung mengajak bermain tanpa banyak jeda, Anda mungkin akan sedikit terkejut.

Untungnya, beberapa cutscene tetap memberikan interaktivitas. Pemain dapat melakukan input tertentu untuk melihat flashback atau menggunakan perspektif Snake pada momen tertentu. Bahkan Mission Briefing juga memungkinkan kita berinteraksi dengan lingkungan melalui MK II.
Jadi, meskipun MGS4 memang lebih banyak bercerita dibandingkan game action kebanyakan, saya tidak merasa sepenuhnya menjadi penonton pasif.
Gameplay MGS4 dan Masalah Saya sebagai “Rambo”
Nah, di sinilah pengalaman pribadi saya mulai terasa. Saya bukan pemain stealth yang sabar. Gaya bermain saya lebih dekat ke Rambo: lihat musuh, tembak. Kalau ada musuh lagi, tembak lagi. Kalau jumlah musuh terlalu banyak… ya, tembak lebih banyak.
Masalahnya, Metal Gear tidak selalu bekerja seperti itu. MGS4 memberikan berbagai pilihan untuk menyelesaikan situasi. Kita bisa menyelinap, menggunakan perlindungan, melumpuhkan musuh, mengalihkan perhatian, atau memanfaatkan peperangan antarfaksi yang terjadi di sekitar kita.

Ada juga sistem OctoCamo yang membantu Snake berbaur dengan lingkungan. Dan semakin saya bermain, semakin saya menyadari bahwa bermain agresif bukan selalu pilihan terbaik.
Health Snake dapat terkuras dengan cepat, sementara berbagai situasi bisa menjadi jauh lebih mudah apabila kita merencanakan rute dan bergerak secara diam-diam. Awalnya saya cukup kikuk.Saya harus menahan kebiasaan untuk langsung menarik pelatuk. Saya mulai memperhatikan pola patroli, mencari jalur alternatif, menggunakan lingkungan dan mencoba memahami bagaimana musuh bereaksi.
Memang belum berubah menjadi pemain stealth sejati, tetapi setidaknya saya mulai belajar. Dan menurut saya, di situlah salah satu kesenangan memainkan Metal Gear: game ini memaksa saya bermain dengan cara yang tidak biasa saya lakukan.
Performa PC Memuaskan
Saya memainkan Metal Gear Solid: Master Collection Vol. 2 versi PC, dan secara umum pengalaman teknisnya sangat memuaskan. MGS4 yang pada masa PlayStation 3 memiliki tantangan performa kini dapat berjalan pada 60 FPS yang stabil di versi remaster ini.

Bagi game yang pernah menjadi salah satu showcase teknis terbesar PS3, melihat MGS4 berjalan dengan lancar di PC modern tentu terasa cukup istimewa. Dokumen review yang saya gunakan juga mencatat bahwa game dapat berjalan dengan sangat baik pada perangkat berbasis Linux dan ROG Ally. Bahkan MGS4 dapat berjalan dengan lancar pada pengaturan tinggi.

Untuk saya pribadi, performa yang stabil membuat pengalaman bermain MGS4 jauh lebih nyaman. Terlebih karena game ini memiliki banyak adegan dengan aksi, efek visual, dan lingkungan yang cukup kompleks.
Peace Walker Keren, tetapi Bukan Favorit Saya
Game kedua adalah Metal Gear Solid: Peace Walker. Berbeda dengan MGS4 yang terasa seperti blockbuster besar, Peace Walker dibangun dengan pendekatan yang lebih episodik. Pemain mengendalikan Big Boss dan mengembangkan organisasi militernya sendiri.
Salah satu mekanisme pentingnya adalah merekrut musuh dan personel, mengembangkan Mother Base, mengumpulkan sumber daya, melakukan riset, kemudian membawa perlengkapan yang semakin baik ke misi berikutnya. Konsep tersebut kemudian menjadi fondasi penting bagi evolusi gameplay seri Metal Gear berikutnya.

Secara mekanis, Peace Walker masih terasa menyenangkan. Namun, saya pribadi tidak terlalu menyukai struktur misinya yang pendek dan episodik. Bahkan sumber review juga menyoroti bahwa struktur seperti ini menjadi salah satu aspek yang membuat pengalaman Peace Walker tidak sekuat game Metal Gear lainnya.

Bukan berarti Peace Walker buruk. Justru sebaliknya. Game ini penting untuk memahami perkembangan Big Boss dan evolusi gameplay menuju era Metal Gear Solid V. Hanya saja, dibandingkan MGS4 dan Ghost Babel, Peace Walker bukan game yang paling melekat bagi saya.
Ghost Babel, Bonus Klasik yang Justru Menjadi Favorit
Metal Gear: Ghost Babel awalnya dirilis untuk Game Boy Color pada 2000. Yang menarik, game ini bukan sekadar port kecil dari Metal Gear Solid versi PlayStation. Ghost Babel memiliki cerita orisinalnya sendiri dan merupakan semacam realitas alternatif dari Metal Gear Solid. Dan sebagai orang yang memang menyukai game klasik, saya langsung merasa lebih dekat dengan game ini.

Secara visual memang sederhana. Sprite 2D dan keterbatasan hardware Game Boy Color sangat terasa. Tetapi gameplay-nya justru luar biasa kompleks untuk ukuran Game Boy.
Snake dapat berjongkok, merangkak, bersembunyi di bawah ventilasi, menempel di dinding, mengetuk dinding untuk menarik perhatian musuh, hingga menggunakan perangkat tertentu untuk mendeteksi laser. Ghost Babel benar-benar terasa seperti Metal Gear Solid yang diperas hingga masuk ke dalam cartridge Game Boy Color, saya menyukai itu.
Game ini juga memiliki lebih dari 100 VR Missions, sehingga kontennya jauh lebih besar daripada yang mungkin kita bayangkan dari sebuah game Game Boy. Bagi saya, Ghost Babel adalah bonus yang justru terasa paling berharga secara personal.

Bukan karena teknologinya paling canggih. Bukan karena grafisnya paling indah. Justru karena game ini mengingatkan bahwa desain gameplay yang bagus tidak selalu membutuhkan hardware yang luar biasa.
Koleksi yang Masih Memiliki Kekurangan
Meski saya sangat menikmati koleksi ini, bukan berarti semuanya sempurna. Salah satu kekurangan paling terasa adalah absennya Metal Gear Solid: Portable Ops. Game tersebut sebenarnya penting untuk memahami perkembangan cerita Big Boss sebelum Peace Walker. Tanpa Portable Ops, transisi perjalanan karakter Big Boss terasa sedikit terputus.

Materi bonus juga terasa relatif sederhana. Koleksi ini menyediakan beberapa dokumen, buku digital, database, dan soundtrack, tetapi tidak menawarkan ekstra dalam jumlah besar. Namun, bagi saya, kekurangan tersebut tidak sampai menghilangkan nilai utama koleksi. Karena pada akhirnya, tiga game yang ada di sini memang sudah sangat kuat.
Kesimpulan

Metal Gear Solid: Master Collection Vol. 2 bukan sekadar cara untuk menjual kembali game lama. Koleksi ini menjadi semacam kapsul waktu yang memperlihatkan bagaimana formula Metal Gear berkembang. MGS4 menunjukkan Metal Gear dalam skala paling besar dan sinematik.
Peace Walker memperlihatkan bagaimana stealth kemudian dikombinasikan dengan pembangunan organisasi dan manajemen sumber daya. Sementara Ghost Babel membuktikan bahwa konsep Metal Gear ternyata dapat bekerja dengan sangat baik bahkan di Game Boy Color.
Untuk saya pribadi, pengalaman bermain menjadi semakin menarik karena harus beradaptasi dengan gaya stealth. Kebiasaan bermain ala Rambo membuat saya beberapa kali merasa salah pendekatan. Tetapi justru dari situlah saya mulai menikmati bagaimana Metal Gear mengajarkan kesabaran, observasi, dan perencanaan.
Dan kalau harus memilih game favorit dari koleksi ini? Ghost Babel. Mungkin terdengar aneh karena MGS4 jelas merupakan bintang utama koleksi. Tetapi sebagai penggemar game klasik, saya justru mendapatkan kepuasan tersendiri ketika memainkan game Game Boy Color yang ternyata memiliki desain gameplay sedalam itu.

Sementara untuk MGS4, versi PC ini memberikan kesempatan yang sangat layak untuk memainkan kembali sebuah game yang selama bertahun-tahun terkurung di PlayStation 3. Dengan performa 60 FPS yang stabil dan akses yang jauh lebih mudah, akhirnya semakin banyak pemain bisa merasakan penutup perjalanan Solid Snake.
Pada akhirnya, Metal Gear Solid: Master Collection Vol. 2 adalah koleksi yang sangat saya rekomendasikan, terutama untuk penggemar Metal Gear dan pemain yang tertarik melihat sejarah perkembangan game stealth.
Metal Gear Solid: Master Collection Vol. 2 tersedia di Nintendo Switch 2, Nintendo Switch , PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC melalui Steam.
*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer
