Home Blog Page 789

Review : Valthirian Arc: Hero School Story, RPG Dicampur Simulasi Ternyata Asik Juga

0

Pada awalnya saya sempat bingung ketika pertama kali memainkan Valthirian Arc: Hero School Story tanpa lebih dulu membaca deskripsi game ataupun membaca artikelnya disejumlah media online. Genre apa sih sebenarnya yang diusung oleh game besutan Agate, studio game yang bermarkas di Bandung ini? Bagaimana tidak bingung, pada awal permainan tampilan awal membuat saya hampir yakin bahwa ini adalah game bertema visual novel, lalu tidak lama gameplay berubah menjadi mode RPG dan terakhir malah berubah menjadi game simulasi membangun akademi! Luar biasa, pusing tapi kok makin penasaran.

Semakin masuk lebih dalam menggentayangi game ini dan membaca artikelnya di sana-sini, akhirnya saya sadar bahwa game ini mengandung unsur hybrid. Yap, Valthirian Arc: Hero School Story ternyata memang memadukan dua genre sekaligus yaitu tactical RPG adventures dan simulation. Jika kalian pernah memainkan game The Legend of Zelda atau setidaknya Oceanhorn, kalian pasti akan mudah untuk menyukai dan terbiasa dengan gameplay Valthirian Arc: Hero School Story, terutama saat masuk dalam misi RPG adventures-nya.

Singkat kata, dalam game ini kalian berperan sebagai kepala sekolah yang baru saja diangkat. Tugas gamer dalam game Valthirian Arc: Hero School Story adalah membangun dan mengelola sekolah untuk melatih para pahlawan, penyihir dan juga petualang masa depan. Dalam game ini gamer bisa menemukan tiga inti job dengan enam sub-kelas khusus yaitu Knight, Magi, Scout, Arc Draconus, Arquebusier, Scholarsage, Harlequin, Paladin dan Medica. Saat pertama kali bermain kita akan disambut oleh karakter bernama Jeanne, lalu lambat laun cerita akan bergulir dengan penuh drama dan intrik antara para ratu.

Game ini memperbolehkan kita menentukan nama akademi, memilih frame, background dan juga simbol sendiri. Pada awal permainan kita juga akan diperkenalkan dengan 4 karakter yang diantaranya adalah memiliki job Knight bernama Peter dan Mage mage bernama Amaria. Hal yang paling saya suka dalam game ini adalah saat kita masuk ke area tertentu untuk menyelesaikan misi, karena gameplaynya sangat natural dan tidak membosankan. Kita bisa menebas tong kayu, rumput dan tentu saja monster yang sebagian besar nampak imut. Semua hal seru dalam sistem pertarungan terlihat manis karena dipadukan dengan model karakter imut alias chibi.

Klik untuk memperbesar gambar

Saat masuk ke mode pertarungan di area map ataupun dungeon, kita bisa memilih Tactical mode sendiri yang terdiri dari Defensive (menaikkan pertahanan namun menurunkan daya serang), Aggressive (kebalikan dari Defensive) dan juga Focus (Meningkatkan kecepatan serang). Untuk Tactical Mode ini saya lebih menyukai mode Focus. Saat sedang bertarung dengan anggota party lainnya (total ada 4 karakter dalam 1 party), kita bisa mengganti-ganti karakter game sesuka hati. Mengganti karakter berguna saat karakter yang kita gunakan sudah terpakai skill khususnya dan skill tersebut masuk dalam masa cool down. Sambil menunggu skill muncul lagi, kita bisa mengganti karakter lain dan menggunakan skill karakter tersebut.

Hm… gameplay RPG terus yang dibahas, bagaimana dengan simulasinya? Untuk ini saya tidak bisa menceritakan banyak hal, karena memang biasa saja dan saya kurang menyukainya. Dalam mode simulasi kita bisa membuat bangunan sekolah, ruangan sekolah, memasukkan murid baru, meluluskan murid (setelah minimal level 10), membuat senjata dan aksesoris, merubah job karakter (minimal lvl 10 dan sudah punya bangunan serta mentornya) dan banyak lagi lainnya yang sifatnya tinggal “pencet tombol” saja. Intinya saat masuk dalam mode simulasi, jangan lupa untuk memeriksa Principal Task dan jangan lupa pula mengambil rewardnya. Oh iya, jika kita berhasil meluluskan murid dalam waktu pas, kita akan mendapatkan reward yang lumayan besar lho! Jadi jangan lupa luluskan murid-murid kalian yah 😀

Klik untuk memperbesar gambar

Untuk sisi grafis dan kontrol game, saya tidak merasa ada yang perlu dikritik, namun untuk musik saat di map pertarungan, saya kadang mendengar musik yang mengalun seperti diulang-ulang. Ini hanya perasaan saya atau memang kuping dan otak saya yang kurang sinkron?

Nah, masuk ke kesimpulan. Kalian yang ingin mencoba game dengan genre campuran dan suka dengan game berkarakter imut-imut plus setting zaman dimana Knight, Mage dan para monster masih eksis, game ini patut untuk kalian coba. Agate meramu game ini dengan cukup bumbu dan rasa yang asik, tidak terlalu ringan, tapi juga tidak terlalu berat. Oh iya, game ini sempat masuk ke dalam posisi game terlaris ke dua di Steam wilayah Inggris lho! Sekarang game ini juga masih didiskon sebesar 10 persen untuk versi Steam-nya. Jadi untuk kalian yang penasaran dan tidak percaya dengan review ini, silahkan coba sendiri deh.

Akhir kata, selamat bermain dan perpetualang.

*Saya memainkan versi PS4-nya

Sony Siap Luncurkan “PlayStation®4 Pro Red Dead Redemption 2 Bundle Pack” Resmi ke Indonesia

0

Sony Interactive Entertainment Hong Kong Limited Singapore Branch (SIES) baru saja mengumumkan bahwa pihaknya siap merilis “PlayStation®4 Pro Red Dead Redemption 2 Bundle Pack” secara resmi ke Indonesia dengan banderol IDR 7.899.000.

Paket PS4 spesial ini berisi satu unit konsol PlayStation®4 Pro (PS4™ Pro) Jet Black dengan kapasitas HDD 1TB, sebuah DUALSHOCK®4 wireless controller, dan 1 kopi game Red Dead Redemption 2 Special Edition. Gamer yang membeli bundel ini berisi konten bonus digital “The War Horse” dan “The Outlaw Survival Kit”.

Nah, bagi kalian yang ingin memiliki paket konsol ini, siapkan isi dompet yah mulai dari sekarang 😀

Netmarble Mempercepat Pengembangan Game Cerdas Berbasis AI

0

Netmarble sedang mempersiapkan layanan game cerdas untuk merintis era baru dari industri game berbasis AI (Artificial Intelligence). Game cerdas mengacu pada pemahaman karakteristik permainan dan keterampilan pemain melalui teknologi AI untuk menstimulasi minat, memberitahukan taktik saat menghadapi rintangan, dan bermain dengan pemain sesuai dengan level mereka. Tujuannya adalah untuk mempelajari pola permainan pemain, guna memberikan elemen yang lebih menyenangkan bagi para pemain yang pastinya tiap pemain memiliki poin berbeda dalam merasakan kesenangan.

Pada konferensi pers tahunan Netmarble yang telah diadakan di bulan Februari tahun ini, Bang Jun-Hyuk, Direktur Utama dari Netmarble mengatakan, “Alpha Go telah menunjukkan bahwa AI mampu mengalahkan pemain terbaik di dunia. Ketika diterapkan ke dalam game, AI akan bisa bermain langsung dengan para pemain. Anggap saja kamu bermain sepak bola dengan murid kelas dua, akan sulit bagi mereka untuk bermain dengan skill yang mereka miliki. Game berbasis AI akan bisa diarahkan untuk bermain dengan para pemain sesuai dengan level mereka.”

Untuk menyediakan layanan game pintar, Netmarble mendirikan Netmarble AI Revolution Center (NARC) di bulan Maret tahun ini dan merekrut Dr. Lee Juhn-Young sebagai Kepala dari NARC. Dr. Lee memiliki 20 tahun pengalaman penelitian di IBM Watson Research Center, yang memfokuskan penelitiannya pada Artificial Intelligence, Cloud, dan Big Data. Dr. Lee dan timnya sekarang bekerja untuk mengembangkan “Project Columbus” dan “Project Magellan”, tugas utama NARC untuk membawa game cerdas ke dunia nyata.

“Project Columbus” adalah proyek teknologi AI untuk otomatisasi pada operasi game dan marketing berdasarkan data besar. Sistem yang telah ada saat ini membuat event in-game yang sama dan menyediakan notifikasi, serta item toko yang menawarkan item serupa kepada seluruh pemain. Namun, ketika “Columbus” diterapkan, preferensi pribadi per individu akan dianalisa untuk event serta marketing personal yang cocok. Proyek ini pun telah diterapkan di beberapa game dan akan diperluas ke berbagai area.

“Project Magellan” adalah proyek teknologi AI untuk kecerdasan konten dan efisiensi pengembangan game. Teknologi ini menyediakan konten game individu untuk mereka yang memiliki tingkat pembelajaran relatif rendah atau konten panduan yang lebih cocok untuk pemain individual.

Selain itu, NARC juga mengembangkan teknologinya untuk otomatisasi dan mempersingkat proses pengembangan game dengan menggabungkan AI ke dalam karya seni dan Quality Assurance (QA), yang membutuhkan banyak waktu dan usaha.

Netmarble mengatakan, “Dalam penelitian teknologi AI kami, tidak hanya untuk memberikan pengalaman baru untuk para pemain, tapi juga memberi inovasi dalam pengembangan game dan operasi pelayanan di seluruh industri game.”

Oktober Fest, Bulannya Esports dan Fans PUBG

0

Bulan ke-10 tahun 2018 ini merupakan bulannya para penggemar permainan Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG). Bagaimana tidak, AGe Network sebagai salah satu broadcaster esports Indonesia tidak tanggung-tanggung akan menyiarkan tiga event esports sekaligus bekerjasama dengan Telkom Indonesia, Bluehole, True Digital Plus Indonesia dan OGN KOREA!

Ketiga acara ini dirangkum dengan nama Oktober Fest dari October Festival. Simak jadwalnya ya biar kalian gak ketinggalan keseruan Oktober Fest tahun ini!

  • PUBG Korea League (PKL) Season 2

AGe Network telah bekerjasama dengan True Digital Plus Indonesia dan On Game Net (OGN) sebuah organisasi yang terdedikasi khusus dalam menyiarkan esports. Kali ini kerjasama AGe dengan OGN dengan membawa PKL untuk disiarkan di Indonesia. Bukan hanya seru, sebagai negara asal PUBG, Korea Selatan memiliki tim-tim raksasa esports yang bertanding di kejuaran ini. Sebut saja Gen.GEsports, ROCCAT INV, ACTOZ STARS, dan masih banyak tim raksasa yang akan bertanding di kejuaran PKL Season 2 kali ini. Untuk lebih lanjut Klik disini ya!

Teamwork dan strategi dari tim-tim raksasa di Liga yang terkenal paling kompetitif ini diharapkan bisa menjadi aspirasi bagi para atlet PUBG Nasional untuk mempersiapkan diri untuk Official PUBG Indonesia League di tahun 2019.

  • IndihomeEsports League (IEL) Season 2

AGe Network juga bekerjasama dengan Telkom Indonesia dan Indihome, salah satu penyedia fiber-optic internet tanah air untuk menyiarkan secara langsung IEL 2018. Kali ini IEL sudah memasuki season kedua dengan PUBG sebagai permainan utamanya.Tidak tanggung-tanggung hadiah yang diperebutkan pun mencapai 100 juta rupiah.

Sebagai BUMN, Telkom Indonesia juga berkomitmen untuk memajukan dunia esports di tanah air. Event IEL season 2 akan diselenggarakan mulai Oktober ini. Untuk informasi lebih lanjut Klik disini!

  • AGE MASTER LEAGUE (AML) 2018

AML mini series adalah bagian dari Liga Premier AGe Master League (AML) yang dipersembahkan oleh AGe Network untuk kalian penggemar PUBG atau esports lainnya. Pertandingan ini dijadwalkan pada tanggal 6-7 Oktober 2018. Akan ada prize money dan weapon skin (keys) sebagai hadiah buat tim pemenang yang akan bertanding. Untuk mendaftar silahkan Klik disini ya!

Bagi kalian yang merasa PRO, ayo segera daftar dan catat nama kalian sebagai peraih Chicken Dinner di pertandingan AGE Master League mini series ataupun IndiHomeEsports LeagueS2. Yang ingin belajar jadi pro, ikuti streaming PUBG Korea League OGN, IEL S2, dan AML PUBG supaya bisa belajar dari para tim-tim Pro!

Duo Black Magician Ramaikan Trailer Baru Jump Force

0

Bagaimana cara Yugi Mutou bertarung di game Jump Force? Ternyata ia mengandalkan Black Magician untuk menghancurkan lawannya dengan sihir hitam. Kamu bisa melihatnya dalam trailer terbaru Jump Force berikut ini:

Ada dua Black Magician yang membantu Yugi dalam Jump Force, yaitu versi pria dan wanita. Kedua Black Magician ini juga bisa menggabungkan kekuatan untuk menciptakan serangan sihir super kuat. Selain duo Black Magician, Yugi juga bisa mengeluarkan dewa dalam game ini. Salah satu dewa yaitu Osiris bisa kamu lihat dalam video di atas.

Jika Yugi saja bisa bertarung, seharusnya Light Yagami pun bisa melakukannya. Light bisa menggunakan Ryuki untuk menyerang musuhnya. Asal ia mau bertarung secara bersih tanpa menggunakan buku Death Note miliknya.

Jump Force akan dirilis pada tanggal 28 Februari tahun depan di PS4, Xbox One, dan PC.

Capcom Umumkan Film Live-Action Mega Man

0

Euforia Mega Man tidak hanya dirasakan oleh gamer saja, tapi juga sang pemilik IP yaitu Capcom. Tidak puas hanya dengan game Mega Man 11 saja, Capcom telah mengumumkan akan dibuatnya versi film live-actionnya.

Dilansir dari dari website resmi Capcom, film Mega Man ininantinya akan didistribusikan 20th Century Fox. Untuk penulisan naskah Capcom akan menunjuk Henry Jost dan Ariel Schulman. Film ini akan diproduksi oleh Chernin Entertainment bersama dengan Masi Oka. Buat kamu yang pernah menonton serial televisi Heroes pasti sudah mengenal sosok Masi Oka. Ia adalah pemeran dari karakter Hiro Nakamura yang memiliki kemampuan untuk mengatur waktu. Selain itu Masi Oka juga merupakan orang di belakang serial live-action Death Note.

Cerita dari film Mega Man ini masih belum diketahui. Capcom hanya menjabarkan deskripsi dari film ini serta arahannya. “Tujuan kami (Capcom) adalah untuk membuat film Mega Man ini bisa dinikmati oleh semua, tidak hanya gamer saja. Kami akan mengadaptasi dunia dalam Mega Man dengan produksi pembuatan film Holywood,” tulis Capcom.

Jika dilihat dari deskripsinya, film Mega Man ini kemungkinan adalah film adaptasi dan tidak mengikuti gamenya 100 persen. Sebagai perbandingan adalah film Resident Evil yang juga merupakan film adaptasi game dan juga Monster Hunter.

Entah kenapa perasaan saya kurang enak dengan pengumuman film Mega Man ini. Bagaimana dengan kamu?

Gravity Siap Banjiri Indonesia Dengan Banyak Game Ragnarok

0

Pada hari Kamis (04/10) kemarin, Gravity Interactive menggelar konferensi pers di Sheraton Grand Jakarta, Gandaria City. Dalam acara ini, Gravity menjelaskan mengenai rencana mereka di Indonesia untuk tahun 2019 mendatang. Acara ini dipandu oleh MC Gerry Eka dan dihadiri langsung oleh Mr. Yoshimura Kitamura selaku CEO Gravity Interactive Inc.

Mr. Yoshimura Kitamura (Tengah) di acara kemarin

Game mobile Ragnarok M: Eternal Love yang pernah menjadi bahan pembicaraan juga dibawa oleh Gravity dalam acara kemarin. Gravity bahkan memberi kesempatan kepada awak media untuk mencoba langsung pertama kalinya game Ragnarok M: Eternal Love dalam versi bahasa Indonesia.

Ragnarok M: Eternal Love sendiri sudah menjadi game mobile yang sangat populer di berbagai negara seperti Korea, Taiwan dan China. Dan untuk kedepannya, Gravity memiliki rencana untuk meluncurkan game tersebut ke berbagai negara di seluruh kawasan Asia Tenggara. Salah satu negara tujuan ini adalah Indonesia.

Mengingat kembali pada tahun 2002, game Ragnarok Online telah sukses mencuri perhatian gamer Indonesia. Ragnarok M: Eternal Love meski baru akan tetap mengusung konsep klasik agar tidak mengecewakan para fansnya. Ragnarok M akan memberikan nuansa nostalgia yang khas Ragnarok, misalnya map luas, gameplay unik serta sistem party dan grinding yang menarik. Tentunya Gravity akan tetap melakukan berbagai peningkatan seperti dari segi visual yang lebih detail.

Sebagai salah satu negara dengan fans Ragnarok terbesar, Gravity memberikan kesempatan bagi gamer Indonesia untuk memberikan masukan dan saran. Tujuannya adalah agar game Ragnarok M: Eternal Love bisa dinikmati secara maksimal oleh gamer Indonesia. Rencananya tahap closed beta Ragnarok M akan dilangsungkan pada bulan Oktober ini.

Tidak hanya Ragnarok M: Eternal Love saja, Gravity juga telah mempersiapkan beberapa game lainnya untuk rilis di tahun 2019 nanti. Game ini adalah Ragnarok H5 Game, Ragnarok Journey New Ver, Ragnarok M: First Love, dan Ragnarok Online Zero. Tidak hanya itu, Gravity juga mengumumkan jika mereka juga tengah mengembangkan game Dragonica versi mobile.

Jadi gamer Indonesia bersiaplah untuk kebanjiran game Ragnarok!

Review: The Midnight Sanctuary: Game Dengan Visual Terlalu Unik

0

The Midnight Sanctuary adalah game pertama yang berhasil membuat kepala saya pusing. Bukan karena gamenya punya banyak bug, tapi karena tampilan visualnya. Saya paham developer mungkin ingin game ini memiliki keunikan tersendiri. Tapi mereka seharusnya ingat jika video game dibuat bukan untuk diri sendiri, tapi untuk dinikmati oleh orang lain.

Sebelum saya memulai, saya akan berbicara sedikit mengenai The Midnight Sanctuary. Game ini dibuat oleh developer Cavy House bekerjasama dengan Unties. Genre game ini adalah visual novel dimana seharusnya storyline merupakan “daya tarik utama”. Saya akan menjelaskan lebih detail kenapa saya menegaskan kata tersebut.

Cerita Tidak Sinkron

The Midnight Sanctuary mengambil setting di pedesaan Jepang bernama Daiusu. Karakter utama game ini yaitu Hamomoru Tachibana diundang oleh anak kepala desa, Jyuan Daiusu untuk berkunjung. Pada awalnya kedatangan Hamomoru hanya untuk membantu mengungkap sejarah dari desa tersebut. Namun lambat laun, tujuan asli Jyuan terungkap. Ia ternyata ingin memodernisasi desa Daiusu dengan membuat wahana bermain. Tujuannya tentu saja adalah untuk mendatangkan turis dan pastinya uang. Jika kamu mengira ini cerita utamanya, kamu salah besar!

Nope

Ketika proyek modernisasi berjalan, mendadak desa Daiusu dikagetkan dengan munculnya seorang wanita misterius. Wanita ini dianggap sebagai seorang nabi karena bisa melakukan hal yang tidak bisa dilakukan oleh orang biasa. Kemunculan wanita ini membuat tujuan Hamomoru pun berubah. Ia tidak lagi menjadi bagian panitia modernisasi. Ia justru menyelidiki identitas wanita misterius itu.

Menurut saya terlalu banyak cerita yang ditanam dalam game ini. Hal ini sebenarnya boleh-boleh saja, tapi developer harus bisa membuat semua cerita tersebut menyambung. Di game ini justru alur cerita sering terputus karena banyak dialog yang sulit dimengerti. Ini sangat disayangkan apalagi mengingat pengisi suara game ini sudah bekerja dengan baik.

Mungkin dari segi cerita jika saya meluangkan waktu lebih banyak untuk bermain, saya lambat laun akan mengerti. Sayang tampilan visual game ini justru membuat saya tidak betah bermain lama-lama.

Tampilan Visual Yang Unik Tapi Malah Menganggu

Semua karakter di game ini (Kecuali tokoh sentral) memiliki badan yang tembus pandang. Kondisi ini lalu diperparah dengan gambar background yang bisa terlihat melalui badan para karakter. Ditambah lagi dengan sudut kamera yang tidak bisa dipindah-pindah. Saya juga sempat melihat gamer yang memainkan game ini dengan headset VR. Saya tak bisa membayangkan seperti apa rasanya. Agar lebih jelas kamu bisa melihatnya di YouTube dan rasakan sendiri efeknya.

Hal lain yang menganggu adalah game ini sama sekali tidak mengizinkan pemainnya untuk bermain. Selama permainan tidak choices yang bisa diambil oleh pemain. Kamu baru bisa menggunakan mengerakkan gamenya pada saat memilih tempat saja. Game ini juga tidak memiliki fitur autosave sehingga harus dilakukan secara manual.

Momen dimana kamu bisa menggunakan keyboard/controller

Kesimpulannya adalah The Midnight Sanctuary bukanlah game untuk semua orang. Salah satu penyebabnya adalah tampilan visual yang menurut saya menganggu. Meski saya tidak menyukainya, saya tetap memuji sang developer karena berani mengambil ide out-of-the-box. Seandainya saja tampilan visual tersebut bisa lebih disesuaikan, pemain mungkin masih bisa mengikuti cerita yang disajikan tanpa harus khawatir kepalanya pusing.

*The Midnight Sanctuary yang direview adalah versi PC.

Valthirian Arc: Hero School Story, Game Asal Developer Indonesia, Raih Peringkat ke-2 Game Terlaris di Inggris!

0

Agate (pengembang game asal Indonesia) hari ini mengumumkan bahwa game terbaru besutan mereka berjudul Valthirian Arc: Hero School Story yang dirilis ke PC (lewat Steam), Nintendo Switch dan PS4 pada tanggal 2 Oktober 2018 kemarin, telah berhasil menempati posisi ke-2 game terlaris di Inggris (versi Steam) dalam waktu kurang dari 24 jam sejak diluncurkan.

Game yang mengusung tema “hybrid” antara hero-school management simulation dan RPG ini sekarang juga tengah dibanderol dengan harga spesial (diskon 10 persen) selama satu minggu sejak hari peluncuran game menjadi seharga IDR 95.999 (untuk versi Steam).

Dalam game ini gamer berperan sebagai kepala sekolah yang baru saja diangkat. Tugas gamer dalam game Valthirian Arc: Hero School Story adalah membangun dan mengelola sekolah untuk melatih para pahlawan, penyihir dan juga petualang masa depan. Dalam game ini gamer bisa menemukan tiga inti job dengan enam sub-kelas khusus yaitu Knight, Magi, Scout, Arc Draconus, Arquebusier, Scholarsage, Harlequin, Paladin dan Medica.

Ada sejumlah fitur keren dalam Valthirian Arc: Hero School Story yaitu:
# Membangun dan mengelola infrastruktur sekolahan
# Memperluas fasilitas yang ada di sekolah
# Hadirnya bangunan diluar sekolah yang salah satunya bisa membuat senjata menjadi lebih kuat
#Banyak quest dan juga misi
#Mengendalikan murid-murid yang ada untuk melakukan quest
#Meluluskan para pejuang yang kuat!

Intinya dalam game ini gamer harus terbiasa dengan genre tactical RPG adventures ditambah genre simulation yang semua dibumbui sistem pertarungan menyenangkan serta loot mechanics yang tidak membosankan. Nah, buat kalian yang penasaran, silahkan coba sendiri ya di platform game kesayangan kalian ya 😀

Nintendo Akan Ungkap Nintendo Switch Versi Baru Tahun Depan?

0

Menurut informasi yang berhasil didapat oleh Wall Street Journal, Nintendo kabarnya akan mengumumkan kehadiran konsol Switch versi terbaru pada pertengahan tahun 2019.

Dikabarkan pula sampai saat ini Nintendo masih belum yakin hardware baru dan juga fitur terbaru apa saja yang akan dihadirkan pada Switch model terbaru, dengan tetap mempertimbangkan harga jual. Salah satu ide yang muncul rumornya adalah peningkatkan pada sisi layar konsol yang saat ini dirasa masih kurang bagus dari segi teknologi maupun standar (dibandingkan dengan smartphone saat ini). Namun dari sumber yang sama juga dipastikan bahwa Switch tidak akan menggunakan panel OLED yang saat ini digunakan pada sejumlah smartphone seperti misalnya iPhone X dari Apple.

Saat berita ini dikabarkan, seperti biasa, tidak ada satupun dari pihak Nintendo yang mau berkomentar apakah kabar itu benar atau tidak.

Kita tunggu saja sampai tahun depan 😀