Bandai Namco mengumumkan bahwa 2B, yang merupakan salah satu karakter dalam NieR: Automata akan hadir dalam Soulcalibur VI pada 18 Desember mendatang.
Menurut Bandai Namco, 2B merupakan karakter “berbahaya” yanga akn membawa nuansa baru ke dalam game. “Android Killer” tersebut akan hadir bersamaan dengan update lain pada patch versi 1.10 & 1.11.
Perusahaan raksasa komputer Intel dan Electronic Sports League (ESL) sepakat untuk memperpanjang kerjasama mereka hingga 2021 mendatang. Hal tersebut ditandai dengan digelontorkannya investasi sebanyak USD 100 juta dalam mengembangkan industri Esports, terutama penyelenggaraan berbagai event kejuaran tingkat Internasional.
Kedua perusahaan telah tercatat sudah bekerjasama selama 18 tahun dalam penyelenggaraan berbagai kompetisi game. Yang paling terbaru dan sedang berlangsung adalah ESL Pro League, dimana acara ini berhasil menyedot 15.000 orang pengunjung setiap hari.
“Kami membangun sejumlah fondasi industri ini bersama-sama dan membantu banyak gamer untuk menjadi legenda olahraga. Kemitraan jangka panjang dengan Intel ini akan membuka lebih banyak peluang bagi kamiuntuk meningkatkan hal ini ke skala yang lebih besar,” ungkap Ralf Reichert, pendiri dan co-CEO ESL.
Dengan gelontoran dana fantastis ini apakah menunjukkan bahwa Esports merupakan masa depan industri game?
Kartridge, platform penjualan online khusus game PC indie mengumumkan kerjasamanya dengan Indie Megabooth (IMB) untuk mencari dan mengkurasi game-game indie di seluruh dunia yang ada dalam jaringan mereka, kemudian ditawarkan untuk dijual melalui platfrom tersebut.
Kerjasama ini diharapkan dapat membawa berbagai game indie berkualitas ke dalam platform Kartridge.
IMB sendiri merupakan event organizer yang khusus mengadakan berbagai acara, seperti pameran, seminar, pelatihan dan lain sebagainya khusus untuk pengembang game-game indie.
Saat ini mereka mengaku memiliki koneksi dengan 800 pengembang game indie di seluruh wilayah Amerika dan Eropa.
Setiap game yang merupakan hasil kurasi dari IMB nantinya akan memiliki tanda ekslusif di halaman gamenya.
Penampakan perdana Sonic The Hedgehog Movie menimbulkan banyak respon negatif dari fans dan netizen. Mereka menganggap karakter Sonic yang diperlihatkan tersebut visualisasinya melenceng dari aslinya. Beragam ungkapan tidak puas, olok-olok dan satir pun beredar.
Namun rekasi negatif ini tidak hanya ditujukkan oleh fans, bahkan beberapa mantan personel yang dulu pernah terlibat dalam pengembangan karakter landak legendaris ini pun angkat suara. Dikutip dari Game Informer, akun twitter @SonicJPNews telah mengumpulkan dan mengartikan cuitan mereka.
Shiro Maekawa, mantan penulis sejumlah seri kartun Sonic.
🔵Maekawa-san on Sonic the Movie teaser: “Wooow, they made a totally unexpected arrangement there *rofl* ” https://t.co/FfeWSKvUAa
🔵Gurihiru-san (character designer of Sonic Unleashed) on Sonic the Movie: “I’ve heard that Sonic movie was going to be a mixture of live action and animation, but I haven’t expected this…” https://t.co/8a5uWmTaRv
Gurihiru, Illustrator and Desainer Sonic Unleashed.
🔵Ohshima-san on Sonic the Movie teaser: “Sonic is a fairy of hedgehog, so he doesn’t need to be designed closer to a real hedgehog even in a live action.
Mickey doesn’t become a mouse in live action, does he?
Because they are fairies who can live on when people believe in them.” https://t.co/PXhT0Tgp3O
Naoto Ohshima, Original Creator Sonic The Hedgehog
🔵Ohshima-san on Sonic the Movie teaser: “Sonic is a fairy of hedgehog, so he doesn’t need to be designed closer to a real hedgehog even in a live action.
Mickey doesn’t become a mouse in live action, does he?
Because they are fairies who can live on when people believe in them.” https://t.co/PXhT0Tgp3O
Yuji Naka, mantan kepala tim Sonic, yang sekarang saat ini bergabung dengan Square Enix.
🔵Naka-san on Sonic the Movie teaser: “From the comments here, it looks like it’s very badly received. I wonder if the movie is actually good when you watch it. I see many movies based on Anime or games are unpopular. I wonder why that happens…” https://t.co/ud7yu5dKCq
Dengan feedback yang berkembang sejauh ini, menarik untuk ditunggu apakah karakter Sonic di film Sonic the Hedgehog tersebut akan didesain ulang atau justru tetap akan kekeuh untuk ditampilkan seperti itu.
Virtual Reality (VR) memang akan membuat gamer memiliki pengalaman nge-game yang menyenangkan, tapi masalahnya kesenangan tersebut hanya bisa dirasakan oleh orang yang menggunakan VR tersebut, tidak untuk orang lain yang ada di sekitar. Mereka tidak bisa menonton apa yang sedang kamu lakukan seperti menonton game yang sedang dimainkan lewat monitor.
Hal itu membuat #include, startup teknologi asal Australia menciptakan Viewr. Sebuah aplikasi yang bisa diintegrasikan dengan VR sehingga orang lain bisa menonton dan melihat lewat gadget yang pengguna VR lihat saat bermain game.
Chang-Yi Yao, CEO #include mengatakan bahwa dengan Viewr, pengalaman serunya menggunakan VR kini bisa “dibagi” dengan orang lain tanpa tambahan biaya, pengaturan yang rumit. Pemain cukup terhubung ke gadget melalui aplikasi.
Viewr memungkinkan orang lain melihat dunia VR dari perspektif penonton. Yang tampil nanti bukanlah tampilan headset, melainkan tampilan terpisah sepenuhnya.
Penasaran seperti apa aplikasi ini bekerja? Kamu bisa tonton videonya di atas!
Tencent dan pengembang game 101XP saat ini tengah bekerja sama menggarap game berjudul Era of Legends (MT4 di China). Game ini nantinya akan dirilis ke seluruh dunia dalam bahasa Inggris dan Cina.
Era of Legends memiliki latar belakang cerita sebuah tempat bernama Eminnor. Pemain akan dituntut untuk menghentikan kekuatan jahat dan membebaskan dewa naga. Sepanjang permainan akan menghadapi berbagai jenis monster ganas dengan kekuatannya masing-masing. Akan ada 18 karakter dan 3 profesi yang bisa dipilih.
Gameplay yang santai membuat game ini tidak hanya menargetkan gamer generasi milenial namun juga yang sudah berumur. Nantinya juga akan tersedia sistem guild, perang antar klan dan sejumlah fitur khas multiplayer lainnya.
101XP sendiri merupakan pengembang asal Rusia yang telah mengembangkan game selama 9 tahun dan telah menerbitkan 100 judul game untuk berbagai platform.
Penasaran seperti apa gamenya? Pantengin terus Playcubic untuk mendapatkan berita terbarunya!
Supercell telah meluncurkan game terbarunya, Brawl Stars ke seluruh dunia saat ini untuk platform iOS dan Android. Ini merupakan 3-on-3 mobile MOBA-like game yang mirip seperti League of Legends atau Vainglory.
Saat ini Brawl Stars telah memasuki tahap soft launching di beberapa negara, termasuk Kanada, Singapura, dan Finlandia dan berhasil mencapai lebih dari 3 juta unduhan. Namun masih belum tersedia untuk pasar Indonesia.
Supercell dikenal sebagai perusahaan yang telah sukses mengembangkan Clash of Clans dan Clash Royale. Dan mereka berharap Brawl Stars bisa meraih sukses seperti dua game pendahulunya tersebut.
Penyelenggara Game Awards hari ini mengumumkan bahwa perhelatan tersebut pada tahun ini ditonton oleh 26,2 juta orang di seluruh dunia, yang berarti dua kali lipat dibanding jumlah penonton pada tahun sebelumnya yang hanya meraup 11,5 juta penonton.
Game Awards 2018 juga berhasil menjadi siaran langsung Twitch dengan jumlah view terbanyak sepanjang sejarah yaitu 1,13 juta. Juga saat perhelatan berlangsung, di Twitter tagar #TheGameAwards menjadi menempati puncak tagar terpopuler di dunia.
Di platform sosial media Cina Weibo, siarang langsung perhelatan ini mendapatkan 56 juta view dan 310.000 posting yang membicarakannya.
Memang, sejak digelar pertama kali tahun 2014, Game Awards selalu menunjukkan peningkatan penonton tiap tahunnya. Berikut daftar lengkapnya sebagaimana yang kami kutip dari Venturebeat.
2018: 26,2 Juta (Naik 128 persen)
2017: 11,5 Juta (Naik 202 persen)
2016: 3,8 Juta (Naik 65 persen)
2015: 2,3 Juta (Naik 23 persen)
2014: 1,9 Juta
Game Awards sendiri dibuat oleh LeRoy Bennett yang sekarang bertindak sebagai Direktur Eksekutif. Dan dibantu oleh Kimmie Kim (produser eksekutif) dan Rich Preuss (Sutradara). Pada perhelatan tahun ini, sempat ditandai dengan adegan manis dimana para pemimpin Sony, Microsoft, dan Nintendo muncul bersama-sama dalam satu panggung.
Sony mengumumkan bahwa penjualan untuk game Detroit: Become Human telah mencapai angka 2 (dua) juta unit.
Narrative-driven sci-fi game tersebut riis pada 25 Meil lalu ekslusif untuk PlayStation 4. Kendati memang tidak sefenomenal God of War atau Spider Man, namun pihak Sony mengaku cukup puas dengan kesuksesan penjualan game ini.
Detroit: Become Human merupakan game besutan David Cage’s Quantic Dreams studio yang dirilis ekslusif untuk konsol Sony. Sebelumnya pengembang game tersebut meluncurkan Heavy Rain untuk PlayStation 3 yang terjual 3 juta kopi dan Beyond: Two Souls untuk konsol yang sama dan mencapai angka penjualan 2,8 juta kopi.
Detroit: Become Human sendiri merupakan game dengan latar belakang cerita tentang android, yang dikisahkan dari berbagai sudut pandang karakter.
Epic games tak henti-hentinya menciptakan kejutan. Setelah meluncurkan platform penjualan game online yang digadang-gadang akan mengancam dominasi Steam, tahun depan pencipta Fortnite tersebut berencana untuk meluncurkan tools yang bisa digunakan oleh pengembang game di seluruh dunia untuk membuat game cross-platform multiplayer. Dan itu diberikan secara gratis!
Dengan tools yang dipakai dalam game Fortnite ini, pengembang bisa mengintegrasikan fitur run parties, matchmaking (perjodohan), voice chat (obrolan via suara) dan sejumlah fitur lain ke dalam game mereka. Tak hanya itu, fitur-fitur tersebut bahkan bisa dijalankan secara cross-platform atau lintas platform.
Beberapa sumber menyebut bahwa langkah ini dilakukan Epic untuk membantu pengembang agar bisa lebih bebas dan independen. Lepas dari pengekangan perusahaan-perusahaan pembuat konsol dan platform game seperti Sony, Microsoft, Valve, Google, Apple dan Nintendo.
Epic memberi contoh suksesnya Fortnite. “Fortnite berjalan di tujuh platform yang sepenuhnya dapat dioperasikan. Game ini tidak memerlukan login di konsol, dan mendukung login multi-platform melalui akun Facebook, Google, Xbox Live, PSN, dan Nintendo, bahkan terhubung dengan akun Twitch,” tulis Epic dalam blog resminya.
Epic sendiri juga merupakan pencipta Unreal Engine. Sebuah engine untuk kmengembangkan game. Berbagai judul game populer dibuat menggunakan engine ini, sebut saja Street Fighter V, Seri Tom Clancy, Seri Kingdom Hearts, Mortal Kombat 11 bahkan Tekken 7.