Virtual Reality (VR) memang akan membuat gamer memiliki pengalaman nge-game yang menyenangkan, tapi masalahnya kesenangan tersebut hanya bisa dirasakan oleh orang yang menggunakan VR tersebut, tidak untuk orang lain yang ada di sekitar. Mereka tidak bisa menonton apa yang sedang kamu lakukan seperti menonton game yang sedang dimainkan lewat monitor.
Hal itu membuat #include, startup teknologi asal Australia menciptakan Viewr. Sebuah aplikasi yang bisa diintegrasikan dengan VR sehingga orang lain bisa menonton dan melihat lewat gadget yang pengguna VR lihat saat bermain game.
Chang-Yi Yao, CEO #include mengatakan bahwa dengan Viewr, pengalaman serunya menggunakan VR kini bisa “dibagi” dengan orang lain tanpa tambahan biaya, pengaturan yang rumit. Pemain cukup terhubung ke gadget melalui aplikasi.
Viewr memungkinkan orang lain melihat dunia VR dari perspektif penonton. Yang tampil nanti bukanlah tampilan headset, melainkan tampilan terpisah sepenuhnya.
Penasaran seperti apa aplikasi ini bekerja? Kamu bisa tonton videonya di atas!
Tencent dan pengembang game 101XP saat ini tengah bekerja sama menggarap game berjudul Era of Legends (MT4 di China). Game ini nantinya akan dirilis ke seluruh dunia dalam bahasa Inggris dan Cina.
Era of Legends memiliki latar belakang cerita sebuah tempat bernama Eminnor. Pemain akan dituntut untuk menghentikan kekuatan jahat dan membebaskan dewa naga. Sepanjang permainan akan menghadapi berbagai jenis monster ganas dengan kekuatannya masing-masing. Akan ada 18 karakter dan 3 profesi yang bisa dipilih.
Gameplay yang santai membuat game ini tidak hanya menargetkan gamer generasi milenial namun juga yang sudah berumur. Nantinya juga akan tersedia sistem guild, perang antar klan dan sejumlah fitur khas multiplayer lainnya.
101XP sendiri merupakan pengembang asal Rusia yang telah mengembangkan game selama 9 tahun dan telah menerbitkan 100 judul game untuk berbagai platform.
Penasaran seperti apa gamenya? Pantengin terus Playcubic untuk mendapatkan berita terbarunya!
Supercell telah meluncurkan game terbarunya, Brawl Stars ke seluruh dunia saat ini untuk platform iOS dan Android. Ini merupakan 3-on-3 mobile MOBA-like game yang mirip seperti League of Legends atau Vainglory.
Saat ini Brawl Stars telah memasuki tahap soft launching di beberapa negara, termasuk Kanada, Singapura, dan Finlandia dan berhasil mencapai lebih dari 3 juta unduhan. Namun masih belum tersedia untuk pasar Indonesia.
Supercell dikenal sebagai perusahaan yang telah sukses mengembangkan Clash of Clans dan Clash Royale. Dan mereka berharap Brawl Stars bisa meraih sukses seperti dua game pendahulunya tersebut.
Penyelenggara Game Awards hari ini mengumumkan bahwa perhelatan tersebut pada tahun ini ditonton oleh 26,2 juta orang di seluruh dunia, yang berarti dua kali lipat dibanding jumlah penonton pada tahun sebelumnya yang hanya meraup 11,5 juta penonton.
Game Awards 2018 juga berhasil menjadi siaran langsung Twitch dengan jumlah view terbanyak sepanjang sejarah yaitu 1,13 juta. Juga saat perhelatan berlangsung, di Twitter tagar #TheGameAwards menjadi menempati puncak tagar terpopuler di dunia.
Di platform sosial media Cina Weibo, siarang langsung perhelatan ini mendapatkan 56 juta view dan 310.000 posting yang membicarakannya.
Memang, sejak digelar pertama kali tahun 2014, Game Awards selalu menunjukkan peningkatan penonton tiap tahunnya. Berikut daftar lengkapnya sebagaimana yang kami kutip dari Venturebeat.
2018: 26,2 Juta (Naik 128 persen)
2017: 11,5 Juta (Naik 202 persen)
2016: 3,8 Juta (Naik 65 persen)
2015: 2,3 Juta (Naik 23 persen)
2014: 1,9 Juta
Game Awards sendiri dibuat oleh LeRoy Bennett yang sekarang bertindak sebagai Direktur Eksekutif. Dan dibantu oleh Kimmie Kim (produser eksekutif) dan Rich Preuss (Sutradara). Pada perhelatan tahun ini, sempat ditandai dengan adegan manis dimana para pemimpin Sony, Microsoft, dan Nintendo muncul bersama-sama dalam satu panggung.
Sony mengumumkan bahwa penjualan untuk game Detroit: Become Human telah mencapai angka 2 (dua) juta unit.
Narrative-driven sci-fi game tersebut riis pada 25 Meil lalu ekslusif untuk PlayStation 4. Kendati memang tidak sefenomenal God of War atau Spider Man, namun pihak Sony mengaku cukup puas dengan kesuksesan penjualan game ini.
Detroit: Become Human merupakan game besutan David Cage’s Quantic Dreams studio yang dirilis ekslusif untuk konsol Sony. Sebelumnya pengembang game tersebut meluncurkan Heavy Rain untuk PlayStation 3 yang terjual 3 juta kopi dan Beyond: Two Souls untuk konsol yang sama dan mencapai angka penjualan 2,8 juta kopi.
Detroit: Become Human sendiri merupakan game dengan latar belakang cerita tentang android, yang dikisahkan dari berbagai sudut pandang karakter.
Epic games tak henti-hentinya menciptakan kejutan. Setelah meluncurkan platform penjualan game online yang digadang-gadang akan mengancam dominasi Steam, tahun depan pencipta Fortnite tersebut berencana untuk meluncurkan tools yang bisa digunakan oleh pengembang game di seluruh dunia untuk membuat game cross-platform multiplayer. Dan itu diberikan secara gratis!
Dengan tools yang dipakai dalam game Fortnite ini, pengembang bisa mengintegrasikan fitur run parties, matchmaking (perjodohan), voice chat (obrolan via suara) dan sejumlah fitur lain ke dalam game mereka. Tak hanya itu, fitur-fitur tersebut bahkan bisa dijalankan secara cross-platform atau lintas platform.
Beberapa sumber menyebut bahwa langkah ini dilakukan Epic untuk membantu pengembang agar bisa lebih bebas dan independen. Lepas dari pengekangan perusahaan-perusahaan pembuat konsol dan platform game seperti Sony, Microsoft, Valve, Google, Apple dan Nintendo.
Epic memberi contoh suksesnya Fortnite. “Fortnite berjalan di tujuh platform yang sepenuhnya dapat dioperasikan. Game ini tidak memerlukan login di konsol, dan mendukung login multi-platform melalui akun Facebook, Google, Xbox Live, PSN, dan Nintendo, bahkan terhubung dengan akun Twitch,” tulis Epic dalam blog resminya.
Epic sendiri juga merupakan pencipta Unreal Engine. Sebuah engine untuk kmengembangkan game. Berbagai judul game populer dibuat menggunakan engine ini, sebut saja Street Fighter V, Seri Tom Clancy, Seri Kingdom Hearts, Mortal Kombat 11 bahkan Tekken 7.
Focus Home Interactive mengumumkan kemitraannya dengan pengembang game Saber Interactive untuk memnerbitkan game World War Z.
World War Z sendiri adalah four-player co-op multiplayer game yang diangkat dari film aksi blockbuster dengan judul yang sama. Game ini membawa pemain pada pada sebuah petualangan di berbagai negara seperti New York, Moskow, Jerusalem, dimana kondisi saat itu dunia terjangkit virus yang mengubah orang-orang menjadi Zombie.
Dikutip dari Gematsu, nantinya akan ada 6 class yang bisa dimainkan yaitu Gunslinger, Hellraiser, Slasher, Medic, Fixer, dan Extreminator.
Game ini sendiri akan diluncurkan untuk PlayStation 4, Xbox One, dan PC pada 2019 mendatang.
Square Enix telah merilis video baru untuk game Left Alive. Video berjudul Find a Way to Survive ini memperlihatkan seperti apa gameplay dari game tersebut. Entah kenapa ada vibe Metal Gear V: Phantom Pain saat melihat gameplay dari Left Alive:
Saat bermain sebagai manusia, pemain akan diberikan pilihan, bermain stealth atau menyerbu langsung. Senjata yang digunakan juga dapat dibuat melalui crafting, misalnya ranjau. Selain menjalani main mission, pemain juga bisa menyelesaikan side mission seperti menolong orang. Pemain juga dapat membuat keputusan yang memiliki dampak nyata. Pada video di atas kamu bisa melihat salah satu karakter harus membuat keputusan saat ditodong oleh musuh. Sayang gameplay sata menggunakan mecha tidak diperlihatkan secara jelas.
Left Alive akan dirilis pada tanggal 5 Maret 2019 di PS4 dan PC. Apakah game ini akan bisa diterima oleh gamer? Kita lihat saja nanti.
ISL keempat ini telah menyelesaikan babak Lower Division – Playoffs pekan kemarin (8-9 Desember 2018) dan menemukan pemenang di babak Lower Divisionnya, yaitu Gacha Esprot. Mereka menjadi juara Lower Division setelah mengalahkan TOS Team dengan skor 2-0 (Bo3).
Bobby Rachmadi Putra, Community Leader dari Komunitas R6S Indonesia sempat membagikan komentarnya tentang tujuan dari turnamen ini. Ia mengatakan, “tujuan utama dari ISL4 adalah agar para pemain R6S Indonesia dapat mengembangkan potensi skill yang mereka miliki. Kita juga mencoba membentuk format turnamen baru yang punya divisi atas dan bawah dengan harapan para pemain R6S Indonesia dapat merasakan pengalaman kompetitif yang lebih dibanding seri-seri sebelumnya.”
Pekan depan (15-16 Desember 2018), ISL4 akan menggelar babak terakhirnya, Upper Division – Playoffs; untuk menentukan siapa tim yang layak menyandang gelar tim R6S terbaik di Indonesia. Di babak terakhir nanti, ada 2 tim yang mungkin sudah punya nama di dunia persilatan R6S Indonesia sebelumnya. Kedua tim tersebut adalah Ferox e-Sports dan iNation e-Sports.
Namun demikian, Bobby pun menjelaskan bahwa sudah banyak tim-tim baru yang mampu mengimbangi dua tim yang sebelumnya turut bertanding di Run ‘N’ Gun 4 Nations, yang melibatkan tim-tim R6S dari 4 negara Asia Tenggara (Indonesia, Thailand, Singapura, dan Filipina).
Para pemenang di ISL4 ini nantinya akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai yang langsung disediakan oleh Ubisoft dengan pembagian sebagai berikut:
Upper Division:
– Juara 1: Rp2,5 juta
– Juara 2: Rp1,5 juta
– Juara 3: Rp1 juta
Lower Division:
– Juara 1: Rp1 juta
– Juara 2: Rp700 ribu
– Juara 3: Rp300 ribu
Untuk komunitas R6S Indonesia sendiri, mereka telah mendapatkan dukungan langsung dari Ubisoft dalam bentuk dana turnamen dan in-game codes. Mereka juga cukup intensif berkomunikasi langsung dengan pihak komunitas R6S Indonesia.
Namun memang, dukungan ini boleh dibilang belum maksimal karena Ubisoft sendiri memang masih dalam masa penjajakan menggarap esports scene R6S di Indonesia. Rencananya, Ubisoft baru akan mulai serius di tahun 2019 nanti.
Untuk menonton semua turnamen garapan komunitas R6S Indonesia, gamer bisa mengujungi langsung kanal YouTube R6 IDN.
Tahun 2018 adalah tahunnya Fortnite. Gamenya sukses, developernya pun sampai berani membuat platform online untuk menyaingi Steam. Di luar lingkup game, Fortnite juga berhasil menorehkan prestasi sebagai game yang paling dicari di situs dewasa. Kelihatannya gamer tidak puas hanya memainkan karakternya di dalam game saja, tapi ingin “lebih”.
Situs dewasa Pornhub telah merilis data statistik untuk tahun 2018. Nama Fortnite masuk dalam daftar pencarian terbanyak di tahun 2018. Fortnite berhasil mengalahkan juara tahun lalu, Overwatch yang merosot peringkatnya pada tahun ini.
Berdasarkan usia, Fortnite juga termasuk yang paling dicari oleh penonton berusia 18-24 tahun. Menurut Pornhub, trend ini baru terjadi di tahun 2018.
Namun, dari segi karakter video yang paling banyak dicari, Fortnite masih belum bisa menyaingi popularitas karakter Overwatch. Brigitte, Mercy, Ashe, dan Widowmaker masih tetap menjadi favorit dan menduduki posisi atas. Untuk Fortnite, karakter yang disukai adalah Calamity, Bunny, Zoey, Sun Strider, dan Brite Bomber. Untuk posisi nomor satu diduduki oleh sang fenomenal, Bowsette.
Kenapa Sun Strider jadi favorit? Ini alasannya
Detail dari data statistik ini bisa kamu lihat di sini. Tidak perlu khawatir karena halaman websitenya SFW (Safe For Work).
Overwatch dan Fortnite telah membuktikan jika karakter video game tidak hanya untuk dalam game saja, tapi juga untuk hal yang lain. Kira-kira game mana lagi yang akan mengikuti jejak keduanya? Kita lihat saja nanti.