Presiden Prancis Emmanuel Macron memberikan ucapan selamat kepada Sandfall Interactive dan gamenya Clair Obscur: Expedition 33 yang berhasil meraih sembilan penghargaan sekaligus di ajang The Game Awards 2025.
Clair Obscur: Expedition 33 Jadi Kebanggaan Prancis
Clair Obscur: Expedition 33 sudah mencetak rekor dengan 13 nominasi di The Game Awards 2025. Rekor ini dipercantik dengan sembilan kemenangan, termasuk penghargaan utama Game of the Year. Jumlah ini menjadikan game ini sebagai game dengan jumlah kemenangan terbanyak di ajang The Game Awards
Jadi wajar jika sampai Presiden ikut memberikan apresiasi. Emmanuel Macron menuliskan rasa bangganya di Instagram. Ia menyebut pencapaian ini sebagai kebanggaan besar bagi Montpellier dan Prancis. Pencapaian ini juga menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya game asal Prancis mendominasi The Game Awards.
Selain kemenangan besar di The Game Awards, Sandfall Interactive juga sudah merilis update 1.5.0. Pembaruan ini menghadirkan berbagai konten baru ke dalam game, dimulai dari kostum tambahan, lokalisasi bahasa yang salah satunya adalah bahasa Indonesia, dan yang paling menarik, pemain kini bisa menghadapi variasi boss ikonik dengan tingkat kesulitan lebih tinggi di Endless Tower.
Pemenang The Game Awards 2025 telah resmi diumumkan dalam acara yang digelar barusan di Los Angeles, Amerika Serikat. Clair Obscur: Expedition 33, game perdana dari Sandfall Interactive, menjadi Game of the Year sekaligus mencatat sejarah baru dengan meraih sembilan penghargaan.
Selain Game of the Year, Clair Obscur: Expedition 33 juga memenangkan kategori Best Game Direction, Best Narrative, Best Art Direction, Best Performance (Jennifer English sebagai Maelle), Best Debut Indie Game, Best Independent Game, dan Best RPG. Capaian ini melampaui rekor The Last of Us: Part II meraih tujuh penghargaan.
Daftar Lengkap Pemenang The Game Awards 2025
Berikut daftar lengkap kategori dan pemenang The Game Awards 2025:
Game of the Year: Clair Obscur: Expedition 33
Best Game Direction: Clair Obscur: Expedition 33
Best Adaptation: A Minecraft Movie
Best Narrative: Clair Obscur: Expedition 33
Best Art Direction: Clair Obscur: Expedition 33
Best Score and Music: Hollow Knight: Silksong
Best Audio Design: Battlefield 6
Best Performance: Jennifer English (Clair Obscur: Expedition 33)
Innovation in Accessibility: Assassin’s Creed Shadows
Games for Impact: Consume Me
Best Ongoing Game: Final Fantasy XIV
Best Community Support: Baldur’s Gate 3
Best Independent Game: Clair Obscur: Expedition 33
Best Debut Indie Game: Clair Obscur: Expedition 33
Best Mobile Game: Umamusume: Pretty Derby
Best VR/AR Game: Alien: Rogue Incursion
Best Action Game: Doom: The Dark Ages
Best Action Adventure Game: Death Stranding 2: On the Beach
Best RPG: Clair Obscur: Expedition 33
Best Fighting Game: Mortal Kombat: Legacy Kollection
Best Family Game: Donkey Kong Bananza
Best Sim/Strategy Game: Sid Meier’s Civilization VII
Best Sports/Racing Game: EA Sports FC 26
Best Multiplayer Game: Elden Ring Nightreign
Most Anticipated Game: Grand Theft Auto VI
Content Creator of the Year: Kai Cenat
Best Esports Game: Valorant
Best Esports Athlete: Zyw0o
Best Esports Team: Team Vitality (Counter-Strike 2)
Players’ Voice Award: Expedition 33
Game Changer Award: Girls Make Games
Dominasi Clair Obscur: Expedition 33 sebagai pemenang The Game Awards 2025 menegaskan munculnya fenomena baru di industri game. Tidak perlu nama publisher atau developer besar, studio indie juga mampu menghasilkan game yang kualitasnya tidak kalah.
Capcom akhirnya resmi mengumumkan Leon S. Kennedy sebagai karakter kedua yang dapat dimainkan di Resident Evil Requiem. Pengumuman ini disampaikan dalam acara The Game Awards 2025.
Peran Leon di Resident Evil Requiem
Kisah Grace Ashford dan Leon S. Kennedy yang saling terkait di Resident Evil Requiem. Keduanya terlibat dalam penyelidikan kasus misterius di hotel terbengkalai, yang mengarah pada rahasia kelam di balik insiden Raccoon City 1998.
Kedua karakter juga akan memiliki gaya bermain berbeda. Grace lebih ke arah survivavl horror klasik, sementara Leon menghadirkan aksi intens khas seri Resident Evil. Kombinasi keduanya menciptakan pengalaman berbeda.
Capcom juga mengumumkan akan menggelar acara “Resident Evil Showcase” pada awal 2026 untuk memperlihatkan detail lebih dalam mengenai Resident Evil Requiem. Gamenya sendiri baru akan rilis di 27 Februari 2026 di PS5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan PC
CI Games telah memperlihatkan gameplay perdana Lords of the Fallen II di The Game Awards 2025. Game action-RPG yang dibangun dengan menggunakan Unreal Engine 5 ini dijadwalkan rilis pada 2026 untuk PS5, Xbox Series, serta PC via Epic Games Store. Trailer gameplay ini juga menampilkan cover lagu It’s a Sin oleh Ghost.
Lords of the Fallen II Akan Lebih Ambisius
Sekuel ini mengambil latar seribu tahun setelah jatuhnya dewa gelap Adyr. Pemain akan menjelajahi kerajaan yang berjuang melawan kekuatan realm kematian bernama Umbral dan penguasanya. pemain akan berperan sebagai Lampbearer, yang memiliki kemampuan dismemberment untuk mencabik musuh.
Trailer gameplay yang diperlihatkan menyoroti tiga boss utama: yaitu Heartroot Warden: sosok menjulang berlapis armor logam dengan pedang besar berantai, Koydreth: horor bersayap yang menyerang dari cermin berukir rune, dan Lingao the Souring Storm: naga kolosal pengendali angin dan petir.
CI Games menegaskan bahwa Lords of the Fallen II akan menghadirkan desain dunia yang lebih berani, sistem pertarungan lebih cepat dan kejam, serta musuh dan bos yang jauh lebih beragam dibanding pendahulunya.
Game ini dapat dimainkan solo, dalam mode co-op dengan sistem progression bersama, atau PvP multiplayer opsional.
Sambil menunggu, CI Games merilis update besar versi 2.5 untuk Lords of the Fallen (2023). Pembaruan ini membawa peningkatan sistemik dan perilaku musuh serta boss di Legacy Mode dan Veteran Mode.
Tanggal rilis Arknights: Endfield akhirnya diumumkan oleh GRYPHLINE pada ajang The Game Awards 2025. Game 3D strategy RPG ini akan meluncur secara global pada 22 Januari 2026 secara F2P untuk PS5, PC, dan juga perangkat mobile.
Pengumuman tanggal rilis Arknights: Endfield ini juga diwarnai oleh band OneRepublic yang membawakan lagu original berjudul Give Me Something.
Antusiasme Global Arknights: Endfield
Arknights: Endfield telah mencatat lebih dari 30 juta pra-registrasi di seluruh dunia. Angka ini menegaskan bagaimana antusiasmenya komunitas global terhadap game terbaru dalam semesta Arknights. GRYPHLINE juga baru saja menggelar Beta Test II sebagai persiapan, menghadirkan alur cerita yang dibangun ulang, cutscene baru, sistem pertarungan real-time yang diperluas, serta wilayah tambahan untuk dijelajahi.
Arknights: Endfield yang berlatar di dunia Talos-III akan menghadirkan elemen eksplorasi, pembangunan, dan juga pertarungan strategi real-time. Pemain dapat mengendalikan tim berisi hingga empat Operator, mengombinasikan skill, elemen, dan taktik terkoordinasi dalam pertempuran cepat.
Umamusume: Pretty Derby berhasil menjadi pemenang nominasi Best Mobile Game di ajang The Game Awards 2025. Kemenangan ini merupakan pencapaian besar, sekaligus menjadi tonggak penting bagi franchise multimedia populer ini.
Berkembangnya Popularitas Global
Buat kalian yang belum tahu, Umamusume: Pretty Derby merupakan bagian dari proyek multimedia yang mencakup anime, manga, musik, dan juga game. Karakter di dalamnya terinspirasi dari kuda pacu legendaris, dengan cerita yang berfokus pada perjuangan mereka bersama pelatih dan rekan kelas untuk meraih mimpi besar: memenangkan Twinkle Series.
Motohiro Okubo, CEO Cygames America, menyampaikan rasa terima kasih kepada komunitas global atas dukungan luar biasa yang diberikan. Ia menegaskan bahwa penghargaan Best Mobile Game tidak akan tercapai tanpa dedikasi tim pengembang dan operasi, serta loyalitas para pemain. Okubo menambahkan bahwa Cygames berkomitmen menghadirkan pengalaman hiburan inovatif yang mampu menyentuh audiens di seluruh dunia.
Ace Combat 8 resmi diumumkan oleh Bandai Namco Entertainment di ajang The Game Awards 2025. Judul resmi dari game ini adalah Ace Combat 8: Wings of Theve.
Dikembangkan oleh Bandai Namco Aces Inc. dan memanfaatkan kekuatan Unreal Engine 5, game ini dijanjikan bakal menghadirkan pengalaman simulasi udara yang ultra-realistis.
Detail Game Ace Combat Terbaru
Mode campaign atau singleplayer akan menceritakan tentang pilot (Karakter pemain) dengan julukan “Wings of Theve” dari Federation of Central Usea (FCU). Pemain akan menghadapi tekanan dan juga keputusan sulit dalam perjuangan mempertahankan tanah air dari agresi yang dilakukan oleh Republic of Sotoa.
Selain singleplayer, game ini juga akan menghadirkan mode multiplayer yang memungkinkan pemain terlibat dalam dogfight udara melawan teman maupun lawan.
Game ini dijadwalkan rilis pada 2026 untuk PS5, Xbox Series, dan PC via Steam.
Total War: Warhammer 40.000 resmi diumumkan Sega bersama Creative Assembly pada ajang The Game Awards 2025. Game strategi ini nantinya akan hadir di PC, dan juga untuk pertama kalinya di PS5 dan Xbox Series.
Trailer perdana yang tayang di The Game Awards 2025 dibawakan oleh aktor David Harbour, yang juga akan memerankan karakter misterius di dalam game.
Detail Total War: Warhammer 40.000
Untuk pertama kalinya, Total War melangkah ke masa depan dengan membawa perpaduan strategi dan perang cinematic khasnya ke Warhammer 40k. Pemain akan menjelajahi sandbox berbentuk galaksi yang luas, menaklukkan planet, mengelola armada, hingga membangun ekonomi perang demi dominasi.
Game ini memungkinkan pemain memimpin empat faksi besar: Space Marines, Astra Militarum, Orks, dan Aeldari. Setiap faksi menawarkan gaya bermain unik, mulai dari presisi taktis, kekuatan brutal, hingga kemampuan psikis.
Pertempuran dalam game akan berlangsung dalam skala besar. Medan pertempuran bisa hancur ketika pemain mengerahkan mesin perang raksasa untuk menghancurkan musuh. Selain itu, untuk pertama kalinya dalam seri Total War ada fitur kustomisasi. Pemain bisa menyesuaikan identitas pasukan mereka, mulai dari nama, lambang, hingga perlengkapan perang.
Update Baru Monster Hunter Wilds berjudul Free Tit;e Update 4 akan rilis pada tanggal 16 Desember 2025. Dalam ini, pemain akan menghadapi Elder Dragon Gogmazios lewat quest khusus yang bisa dimainkan hingga delapan hunter sekaligus. Update ini juga membawa fitur baru untuk senjata dan armor, serta konten musiman di Grand Hub.
Update Baru Monster Hunter Wilds Tambahkan Gogmazios
Gogmazios akan muncul dalam quest spesial. Quest ini memungkinkan empat hunter bergabung dengan Support Hunter sehingga total delapan pemain bisa bertarung bersama. Gogmazios hanya bisa diakses setelah menyelesaikan misi utama “A First Cry.” Selain itu, material dari Gogmazios dapat digunakan untuk meng-upgrade Rarity 8 Artian Weapons menjadi Gogma Artian Weapons.
Update Baru Monster Hunter Wilds juga menghadirkan sistem Armor Transcendence bagi hunter dengan HR 100+. Fitur ini memungkinkan armor ditingkatkan lebih jauh, membuka batas upgrade Armor Sphere, serta memperkuat slot Decoration pada Armor Rarity 5 dan 6.
Tidak hanya itu, hadir pula Support Hunter baru: Nadia dengan light bowgun, dan Griffin dengan great sword dari Ferrum Unit, dan Nightmist dengan light bowgun dari Aurora Unit. Mereka akan membantu dalam pertempuran melawan Gogmazios.
Konten Musiman dan Roadmap Performa PC
Grand Hub juga akan tampil dengan nuansa musim dingin, lengkap dengan hidangan spesial, equipment baru, gesture, dan dekorasi camp. Selain itu, Capcom juga menambahkan Arch-Tempered Jin Dahaad mulai 24 Desember 2025.
Dari sisi teknis, Capcom berkomitmen untuk terus memperbaiki performa Monster Hunter Wilds di PC hingga tahun 2026. Perbaikan dimulai dari optimalisasi CPU/GPU mulai dari 16 Desember 2025, lalu update khusus untuk PC di Januari 2026 guna mengatasi masalah VRAM, serta tambahan update pada Februari 2026 untuk peningkatan performa lebih lanjut.
Studio indie asal Amerika Utara, Little Legendary, resmi mengumumkan bahwa proyek Metroidvania bergaya cyber-fantasy mereka, SHADE Protocol, akan meluncurkan kampanye Kickstarter pada Musim Semi 2026. Game yang kini menjadi salah satu judul wishlist terbesar di Steam ini akan mengandalkan dukungan crowdfunding untuk mewujudkan rencana ambisius—mulai dari port konsol, percepatan pengembangan, tambahan konten, hingga menggandeng guest composers dari game-game ternama.
Pengumuman ini disertai dengan trailer terbaru yang menampilkan gameplay in-engine penuh aksi dan estetika cyber-fantasy yang kental. Trailer tersebut pertama kali tayang di Latin American Game Awards, salah satu bagian dari rangkaian The Game Awards. Lihat trailernya di sini:
Sebuah Metroidvania Cyber-Fantasy dengan Gaya yang Unik
SHADE Protocol dikembangkan oleh tim kecil beranggotakan 5 orang, namun ambisi yang mereka bawa jelas bukan main-main. Dalam beberapa bulan terakhir, tim telah mengerjakan berbagai peningkatan sistem gameplay, terutama pada salah satu fitur paling “gila” dan orisinal—kemampuan untuk membelah dunia menjadi dua bagian.
Tidak hanya dunia yang bisa dipotong, tetapi juga musuh, proyektil, hingga elemen lingkungan, menghadirkan sensasi power fantasy yang jarang terlihat di game Metroidvania lain.
Menurut sang Game Director, Kendall Quinones, antusiasme besar dari pemain membuat tim semakin bertekad menghadirkan pengalaman yang luar biasa:
“Sejak mengumumkan SHADE Protocol beberapa bulan lalu, game ini langsung menjadi salah satu judul paling banyak di-wishlist. Ini menunjukkan bahwa kami punya sesuatu yang spesial dan harus membidik lebih tinggi. Dukungan kalian melalui Kickstarter akan sangat berarti bagi kami untuk menjaga kreativitas dan membuat game terbaik yang kami bisa.”
Dunia di Ambang Kehancuran, musik, kode, dan pertempuran yang saling bertubrukan
SHADE Protocol mengajak pemain menjelajahi dunia di mana musik, kode, dan pertempuran saling bertabrakan. Pemain dapat berganti secara instan antara dua wujud, yaitu:
DAWN Form – gaya pertempuran lebih presisi, penuh kontrol, dan berfokus pada teknik.
SHADE Form – mode agresif penuh kehancuran dengan serangan cepat dan brutal.
Setiap bentuk membawa kemampuan unik yang memengaruhi gaya bertarung, eksplorasi, hingga interaksi dengan lingkungan.
Senjata utama dalam game ini disebut Instruments, yaitu persenjataan berbasis kode yang terinspirasi oleh alat musik. Setiap Instrument bukan hanya alat perang, tetapi juga alat penjelajahan dengan aksi-aksi spesial yang memungkinkan pemain mengakses area baru atau melakukan kombo spektakuler.
Sistem Gameplay yang Penuh Kebebasan: Mengodekan Gaya Bertarungmu Sendiri
Salah satu elemen paling menarik dalam SHADE Protocol adalah Protocol System, sebuah mekanik yang memungkinkan pemain:
Menggabungkan berbagai protokol & fragment kode
Mengubah perilaku serangan
Mengatur sistem pertahanan
Bahkan meretas ulang musuh, memodifikasi pola serangan mereka agar lebih mudah dikalahkan
Ini bukan sekadar Metroidvania biasa—ini adalah game di mana pemain bisa menulis ulang realitas sesuai gaya bertarung yang mereka inginkan.
Jelajahi Bastions: Dunia Luas yang Terhubung dan Penuh Misteri
Dunia SHADE Protocol hadir melalui wilayah besar bernama Bastions, area yang saling terhubung dan penuh rahasia. Setiap penemuan, setiap jalur baru yang terbuka, dan setiap momen penting yang di-relive melalui sistem UNISON akan berdampak langsung pada nasib perang antara dua faksi:
SHADEs, kekuatan gelap yang mengancam melahap segalanya
Xaviors, para pejuang yang berusaha mempertahankan keseimbangan
Perpaduan narasi cyber-fantasy, sistem aksi cepat, dan dunia yang padat akan membuat SHADE Protocol menjadi salah satu Metroidvania paling ambisius dari tim indie dalam beberapa tahun terakhir.
Fitur Utama SHADE Protocol
Dynamic Combat System
Nikmati perpaduan pertarungan jarak dekat presisi dengan Instrument yang memiliki kemampuan spesifik. Lakukan kombo, parry, dan counter—serta berpindah antara mode DAWN dan SHADE secara real-time.
UNISON System – Rewrite Reality
Dunia di sini adalah kode. Manipulasi peristiwa masa lalu, ubah hasil kejadian, dan bentuk nasib faksi-faksi yang bertarung.
Unique Defensive Mechanics
Parry dan counter yang tepat akan mengembalikan Echo, energi penting untuk serangan dan kemampuan Instrument yang lebih kuat.
Instruments – Senjata yang Bernyanyi
Gunakan senjata musikal seperti:
Twilight Spear
Sunrise Great Axe
Midnight Chakram
Setiap senjata memiliki fungsi unik untuk pertarungan dan eksplorasi.
Dengan gameplay penuh inovasi, estetika cyber-fantasy yang elegan, dan ambisi besar dari tim kecil yang penuh semangat, SHADE Protocol siap menjadi salah satu Metroidvania paling dinantikan di tahun 2026. Trailer terbaru ini menjadi langkah awal menuju kampanye Kickstarter yang akan menentukan masa depan proyek ambisius ini.