Trailer Phantom Blade Zero berdurasi 22 menit resmi dirilis oleh S-GAME. Video ini merupakan rekaman dari demo yang dimainkan di event S-PARTY 2025. Developer juga memastikan bahwa video ini dimainkan pada tingkat kesulitan ekstrem.
Trailer Phantom Blade Zero dan Cerita Dibaliknya
Trailer ini memperlihatkan gaya bertarung yang penuh aksi dan mengalir, mirip perpaduan antara Devil May Cry dan Sekiro. Pemain dituntut untuk sigap dalam membaca gerakan lawan, mengatur timing serangan, dan memanfaatkan lingkungan secara strategis.
Cerita game ini berpusat pada Soul, seorang pembunuh elit yang dituduh membunuh pemimpin organisasi tempat ia mengabdi, yaitu The Order. Akibatnya Soul dikhianati dan diburu oleh rekan-rekannya sendiri. Sekarang tujuan Soul adalah mencari tahu siapa dalang dibaliknya, sambil bertahan hidup.
Rencananya S-GAME akan mengumumkan tanggal rilis Phantom Blade Zero tahun ini. Game ini nantinya akan tersedia di PS5 dan PC.
Nippon Columbia resmi mengumumkan game terbaru dari seri Sumikko Gurashi berjudul Sumikko Gurashi Tsukurou! Suteki-na Sumikko Shima yang akan dirilis eksklusif untuk Nintendo Switch. Game ini dijadwalkan meluncur musim dingin tahun ini di Jepang dengan harga 5.800 yen (6.380 yen termasuk pajak).
Game bergenre Sumikko Communication ini menawarkan pengalaman membangun pulau yang hangat dan penuh kenyamanan bersama para karakter lucu dari dunia Sumikko Gurashi. Bagi para penggemar setia, ini adalah kabar gembira yang pastinya sulit dilewatkan!
Bangun Pulau Idaman Bersama Para Sumikko
Dalam Sumikko Gurashi Tsukurou! Suteki-na Sumikko Shima, pemain akan bekerja sama dengan para karakter Sumikko di sebuah pulau tak berpenghuni. Tugas kalian adalah membantu membangun sebuah pulau yang nyaman dan menyenangkan bagi para Sumikko.
Untuk mewujudkan hal itu, pemain harus:
Mengumpulkan material bangunan dan dekorasi.
Menanam dan memanen buah serta sayuran.
Memenuhi berbagai permintaan dari para Sumikko.
Semua aktivitas ini dilakukan sambil menghias dan menata pulau sesuai dengan keinginan, menciptakan sebuah tempat tinggal impian yang penuh kehangatan dan kebahagiaan.
Nikmati Empat Musim yang Mengubah Pulau
Pulau dalam game ini mengalami empat musim secara dinamis — musim semi, panas, gugur, dan dingin — yang tidak hanya mengubah pemandangan, tapi juga material yang tersedia.
Karakter Sumikko sangat memperhatikan perubahan musim, jadi penting untuk menyesuaikan bangunan dan dekorasi agar cocok dengan suasana musim. Menempatkan item musiman yang tepat akan membuat para Sumikko makin bahagia dan betah di pulau kalian.
Santai Bersama Sumikko, Ambil Foto Lucu Mereka
Kehidupan sehari-hari para Sumikko di pulau akan menjadi hiburan tersendiri. Mereka akan:
Dan berinteraksi dengan objek yang kalian letakkan di sekitar pulau.
Setiap interaksi akan memunculkan ekspresi dan perilaku yang menggemaskan! Jangan lupa, kalian bisa mengabadikan momen lucu ini dengan fitur kamera dalam game dan menyimpannya ke dalam album foto pribadi.
Kostum & Item Dekorasi yang Melimpah
Game ini menyediakan beragam item dekoratif yang bisa ditempatkan, mulai dari bangunan kecil hingga ornamen yang mempercantik lingkungan.
Tak hanya itu, setiap karakter Sumikko juga dilengkapi dengan beragam kostum lucu, memungkinkan kalian untuk mendandani mereka sesuai suasana atau sekadar bersenang-senang melihat gaya unik mereka.
Siap Meluncur Musim Dingin Ini
Sumikko Gurashi Tsukurou! Suteki-na Sumikko Shima dijadwalkan rilis secara eksklusif di Jepang pada musim dingin 2025. Meski belum ada pengumuman terkait rilis versi global atau terjemahan bahasa Inggris/Indonesia, penggemar Sumikko Gurashi di seluruh dunia tentu sangat menantikan kehadiran game ini di pasar internasional.
Untuk kalian yang menyukai game simulasi membangun, dekorasi lucu, dan karakter imut, game ini jelas menjadi kandidat wajib untuk ditambahkan ke wishlist!
Trailer Cronos The New Dawn telah dirilis. Lewat video berdurasi 35 menit ini, kalian diajak untuk menyelami lebih dalam suasana mencekam yang ditawarkan oleh game tersebut.
Sebelumnya, developer Bloober Team juga sudah merilis video gameplay berdurasi 10 menit. Video ini menampilkan dua area berbeda di dalam game bernama Islands in The Mist dan The Hospital.
Trailer Cronos: The New Dawn Berlatar di Eropa Timur
Cronos: The New Dawn mengambil latar wilayah Eropa Timur. pemain akan mengendalikan karakter misterius bernama The Traveler. Dalam perjalanannya, pemain harus menelusuri waktu, baik masa lalu maupun masa depan. Tujuannya adalah untuk mengungkap rahasia besar di balik peristiwa global yang dikenal sebagai The Change.
Yang membuat Cronos: The New Dawn unik adalah kehadiran mekanik bernama The Merge. Mekanik ini memungkinkan tubuh musuh yang telah dikalahkan untuk bergabung dengan makhluk lain jika tidak segera dibakar. Hasilnya, lahirlah monster baru yang lebih kuat dan mengerikan.
Cronos: The New Dawn dijadwalkan rilis pada musim gugur 2025 di Xbox Series, PS5, serta PC melalui Steam dan Epic Games Store.
Game live service sepertinya akan kembali menjadi fokus Warner Bros. meskipun proyek sebelumnya, Suicide Squad: Kill The Justice League gagal memenuhi ekspektasi.
Informasi ini muncul karena adanya lowongan pekerjaan baru telah dipublikasikan oleh WB Games Montreal, yang mengindikasikan perusahaan ini belum menyerah dengan game dari genre itu.
Apakah Game Live Service Warner Bros?
Mengutip dari Eurogamer, iklan lowongan kerja yang dibagikan oleh WB Games Montreal menyebut dibutuhkan seorang Executive Producer untuk menggarap proyek AAA terbaru. Tugasnya adalah mencakup pengembangan game dari tahap konsep awal sampai dengan Post-Launch.
Kualifikasi yang dibutuhkan ini menandakan bahwa proyek baru ini adalah game Live Service, karena membutuhkan manajemen konten setelah rilis yang menjadi ciri khasnya. Mengenai judul gamenya apa tidak dijelaskan. Ini menandakan bahwa apapun proyek ini masih berada dalam tahap awal pengembangan.
WB Games Montreal merupakan pengembang dari game Gotham Knights. Game berlatar semesta DC ini diluncurkan pada 2022. Meski tidak menampilkan Batman, game ini menghadirkan para muridnya yaitu Nightwing, Robin, Bat Girl, dan Red Hood. Secara konsep, Gotham Knights lebih mengedepankan multiplayer online.
Pelajaran Dari Suicide Squad: Kill The Justice League
Game Live Service terakhir dari Warner Bros. yaitu Suicide Squad: Kill The Justice League adalah sebuah pelajaran pahit. Meski dikembangkan oleh Rocksteady, studio di balik seri Batman Arkham yang terkenal, game ini malah menuai kritik.
Diluncurkan tahun lalu, Suicide Squad: Kill The Justice Leaguet memiliki angka penjualan yang tidak memuaskan. Ditambah lagi jumlah pemain yang rendah menjadi bukti bahwa pendekatan Live Service bukanlah jaminan sukses.
Sega baru saja merilis trailer terbaru Sonic Racing: CrossWorlds yang memperlihatkan fitur kustomisasi di dalam game. Trailer ini menyorot berbagai gadget dan opsi modifikasi kendaraan yang bisa dimanfaatkan oleh pemain.
Kustomisasi di Sonic Racing: CrossWorlds
Kalian bisa membangun kendaraan dengan lebih dari 70 jenis gadget yang tersedia. Gadget ini memberikan beragam efek khusus selama balapan, mulai dari peningkatan kecepatan hingga bertahan dari serangan musuh. Semakin sering bertanding, semakin banyak pula slot dan gadget yang bisa dibuka.
Tidak hanya gadget, hampir seluruh bagian kendaraan bisa dikustomisasi. Mulai dari bagian depan, belakang, hingga ban, semuanya bisa digabung sesuai preferensi. Bahkan warna, stiker, dan tekstur kendaraan juga bisa disesuaikan. Setidaknya lebih dari 70.000 kombinasi unik untuk menciptakan mesin balap yang benar-benar personal.
Sonic Racing: CrossWorlds akan memiliki roster karakter terbesar dalam sejarah seri Sonic. Total ada 23 karakter dari semesta Sonic yang bisa dimainkan. Lebih menarik lagi, game ini juga memiliki karakter DLC lintas dunia, termasuk Hatsune Miku, Joker dari Persona 5 Royal, Ichiban Kasuga dari Like a Dragon, Steve dari Minecraft, dan bahkan SpongeBob.
Game ini akan tersedia mulai dari tanggal 25 September 2025 di berbagai platform. Mulai dari PS5, PS4, Xbox One, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC (Via Steam dan Epic Games Store).
Dalam gelaran turnamen EVO 2025 yang berlangsung dari 1 hingga 3 Agustus di Las Vegas, Sony Interactive Entertainment secara resmi memperkenalkan perangkat pertarungan terbarunya: FlexStrike, fight stick pertama buatan Sony sendiri untuk PlayStation 5 dan PC. Dirancang khusus untuk para petarung digital yang menginginkan performa maksimal, FlexStrike akan meluncur secara global pada tahun 2026 mendatang.
Perangkat ini dipamerkan perdana di Fight Stick Museum dan booth Arc System Works di EVO 2025 — dan seperti namanya, FlexStrike siap memberikan fleksibilitas dan kekuatan serangan yang dibutuhkan di setiap pertarungan intens.
Apa Itu FlexStrike?
FlexStrike adalah fight stick nirkabel pertama dari Sony, yang dibangun dari nol untuk mendukung ekosistem PlayStation 5 dan PC. Perangkat ini mendukung koneksi nirkabel ultra-low latency via PlayStation Link maupun kabel via USB-C, serta hadir dengan berbagai fitur profesional yang sebelumnya hanya ditemukan di perangkat third-party kelas atas.
Fitur-Fitur Utama FlexStrike:
Koneksi Nirkabel dengan Latensi Super Rendah
Menggunakan teknologi PlayStation Link, kalian bisa merasakan koneksi ultra-cepat tanpa kabel—penting untuk game fighting yang butuh reaksi secepat kilat!
Kompatibilitas Audio Ganda
Pada PlayStation 5, pengguna bisa menghubungkan FlexStrike dan Pulse Elite Headset / Pulse Explore Earbuds secara bersamaan menggunakan satu dongle USB PlayStation Link—memastikan suara game dan voice chat tetap sinkron dan minim delay di tengah pertandingan sengit.
Dukungan Dual Fight Stick
Sony menyematkan fitur inovatif: dua FlexStrike bisa terkoneksi secara bersamaan ke satu PlayStation 5 hanya dengan satu dongle PlayStation Link. Cocok untuk duel di sofa maupun co-op lokal.
Fitur Kustomisasi & Desain Pro
Tombol Switch Mekanis: Responsif dan tahan banting, cocok untuk turnamen.
Swappable Restrictor Gates: Pilih antara gerakan kotak, bulat, atau oktagon sesuai gaya main kalian. Semua gate tersimpan rapi dalam kompartemen built-in.
Touchpad & Input DualSense: FlexStrike mendukung semua input DualSense, plus touchpad, lock button untuk mencegah salah pencet, serta switch untuk mengganti mode input stick.
Wake Console Function: Tekan tombol PlayStation untuk menyalakan PS5 secara instan—tanpa butuh controller tambahan.
Portabel & Siap Tempur
FlexStrike hadir dengan sling carry case eksklusif, yang memudahkan kalian membawa stick ini ke rumah teman, sesi latihan komunitas, atau kejuaraan lokal. Baterai tanam memastikan kalian bisa main kapan saja tanpa perlu mencari colokan.
Desain Ergonomis & Tahan Lama
Sony menaruh perhatian besar pada kenyamanan:
Permukaan miring ergonomis yang membuat tangan tidak cepat lelah.
Basis anti-selip, menjaga fight stick tetap kokoh meskipun adrenalin memuncak.
Stik digital khusus buatan Sony untuk presisi maksimal.
Koneksi Tambahan
Untuk kalian yang ingin tetap memakai DualSense saat menu navigasi atau menonton ulang replay, jangan khawatir. FlexStrike bisa digunakan bersamaan dengan DualSense, tanpa mengganggu jalannya permainan.
Nintendo kembali menghadirkan nostalgia masa kecil dengan sentuhan modern! Dalam update terbaru layanan Super Nintendo Entertainment System – Nintendo Switch Online, Nintendo resmi menambahkan Mario Paint, sebuah game klasik legendaris dari tahun 1992, ke dalam jajaran game yang bisa dinikmati oleh para pelanggan layanan online mereka.
Dirilis pertama kali untuk Super Nintendo Entertainment System (SNES), Mario Paint adalah game kreatif yang menjadikan konsol kalian sebagai kanvas digital. Dengan berbagai alat gambar, palet warna, fitur animasi sederhana, hingga fitur penciptaan musik, Mario Paint mengajak pemain untuk mengekspresikan kreativitas tanpa batas bersama karakter-karakter khas dunia Mario.
Kini, lewat Nintendo Switch, semua fitur tersebut kembali dengan dukungan kontrol yang diperbarui dan lebih nyaman untuk dinikmati di era modern. Baik kalian pengguna Nintendo Switch, Switch OLED, atau Nintendo Switch 2, Mario Paint siap memberi pengalaman menggambar dan mencipta yang menyenangkan!
Dukungan Mouse untuk Nintendo Switch
Salah satu fitur unik Mario Paint di masanya adalah penggunaan mouse SNES. Di versi Switch, Nintendo menyulap pengalaman itu kembali dengan menghadirkan:
Fungsi mouse melalui Joy-Con 2 controller pada Nintendo Switch 2, yang mensimulasikan gerakan pointer seperti menggunakan mouse asli.
Untuk kalian yang ingin sensasi maksimal, bisa juga menggunakan USB mouse kompatibel (dijual terpisah) pada Nintendo Switch dan Switch – OLED Model.
Hal ini memungkinkan pemain untuk menggambar lebih presisi, memainkan mini-game, atau membuat musik secara intuitif dan menyenangkan.
Fitur-Fitur Mario Paint
Berikut ini adalah beberapa fitur unggulan Mario Paint versi Nintendo Switch Online:
Digital Canvas: Menggambar bebas dengan berbagai kuas, bentuk, stempel karakter Mario, dan warna-warna cerah.
Animation Tool: Buat animasi pendek yang bisa kalian simpan dan ulang-ulang.
Music Composer: Ciptakan lagu kalian sendiri menggunakan notasi musik Mario-style yang lucu dan ikonik.
Coloring Book: Pilih desain gambar atau karakter favorit dari dunia Mario dan warnai sesuka hati.
Gnat Attack Mini-Game: Game kecil klasik di mana kalian melatih kecepatan dan akurasi dengan membasmi lalat menggunakan mouse—kini hadir kembali untuk latih refleks kalian!
Hadir Mulai Juli 2025
Update ini merupakan bagian dari pembaruan game SNES untuk bulan Juli 2025, yang menambahkan Mario Paint ke dalam perpustakaan nostalgia Nintendo Switch Online. Bagi pelanggan aktif layanan ini, kalian bisa langsung mengunduh dan memainkan Mario Paint tanpa biaya tambahan.
Entah kalian adalah penggemar lama Mario Paint yang ingin bernostalgia, atau baru pertama kali mencoba game ini, Mario Paint adalah pilihan yang tepat untuk melepas penat, mengeksplorasi ide-ide kreatif, atau sekadar bersenang-senang dengan cara yang tidak biasa di Nintendo Switch kalian.
Developer Wuchang: Fallen Feathers akhirnya meminta maaf terkait peluncuran gamenya yang tidak sesuai harapan.
Dari segi data, Wuchang: Fallen Feathers sempat menorehkan angka yang luar biasa. Game Soulslike buatan Leenzee ini sempat memiliki jumlah Concurent Players 131.518 pada saat rilus. Sayangnya dari segi review, game ini hanya mendapatkan rating Mixed di Steam.
Performa game yang buruk, karakter utama dan mekanisme pertarungan yang kaku menjadi deretan masalah yang dikeluhkan oleh para pemain.
Developer Wuchang: Fallen Feathers Janji Perbaiki
Developer Wuchang yaitu Leenzee telah mengeluarkan pernyataan resmi melalui laman Steam. Dalam pernyataan tersebut, mereka meminta maaf atas berbagai kendala yang muncul saat peluncuran gamenya, dan berjanji akan memberikan penjelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Dalam segi masalah teknis, developer menjanjikan serangkaian langkah optimalisasi. Beberapa diantaranya adalah memperbaiki performa game, meningkatkan frame rate, mengurangi lag, dan mengatasi crash. Mereka juga akan mengatur ulang konfigurasi grafis default agar lebih sesuai dengan spesifikasi kartu grafis tertentu.
Kisruh Masalah Konten Pre-Order
Tidak hanya itu, Leenzee juga memberikan kompensasi bagi pemain yang terdampak kekacauan pre-order. Pemilik versi Steam Deluxe Edition akan mendapatkan tiga set kostum tambahan dan empat senjata baru. Sedangkan pemilik edisi Standar dan Deluxe akan menerima tiga item headgear tambahan sebagai bentuk permintaan maaf.
Meski belum ada kepastian kapan semua perbaikan akan dirilis, developer meminta fans untuk bersabar. Mereka berjanji akan menyelesaikan setiap permasalahan secara bertahap dan terus memberikan pembaruan ke depannya.
Sony tuntut Tencent secara hukum karena dugaan menjiplak. Game yang menjadi masalah adalah Light of Motiram. Sony menuding Tencent telah menjiplak elemen-elemen utama dari seri game Horizon ke dalam Light of Motiram. Horizon sendiri merupakan franchise eksklusif milik Sony.
Kronologi Sony Tuntut Tencent
Dilansir dari IGN, gugatan ini diajukan di pengadilan California minggu lalu. Dalam dokumen pengadilan, disebutkan bahwa Light of Motiram dianggap sebagai tiruan yang sangat mirip dengan Horizon. Mulai dari desain makhluk, karakter utama, hingga materi pemasaran juga ikut dipermasalahkan.
Sony juga menyebut bahwa game tersebut memiliki kesamaan dalam tema cerita, elemen budaya, gaya artistik, serta penggunaan simbol dan warna yang serupa. Penggambaran tokoh utama Light of Motiram sebagai wanita berambut merah dengan aksesorinya juga dianggap identik dengan karakter Aloy dari Horizon.
Melalui bukti-bukti yang diungkap, Sony menuduh Tencent melakukan pelanggaran hak cipta, merek dagang, serta penggunaan asal-usul produk yang salah. Dalam gugatannya, Sony meminta pengadilan untuk melarang Tencent melanggar hak cipta. Selain itu, Sony juga menuntut ganti rugi hingga $150.000 untuk setiap pelanggaran hak cipta atas Horizon. Sony juga meminta emua elemen yang terbukti melanggar hak cipta untuk diserahkan dan dihancurkan.
Berawal Dari Negosiasi Gagal
Sony juga menjelaskan kronologi bagaimana masalah pelanggaran hak cipta ini terjadi. Rupanya Tencent sempat mendekati mereka pada event Game Developer Conference (GDC) di tahun 2024 untuk meminta lisensi mengembangkan game berbasis Horizon. Permintaan Tencent ini ditolak, namun pengembangan game Light of Motiram tetap dilanjutkan tanpa izin.
Sony juga mengklaim telah mencoba menyelesaikan masalah ini secara informal. Ketika mengetahui adanya kemiripan dalam trailer promosi Light of Motiram, Sony mengaku mencoba mendekati Tencent sekali lagi. Namun, Tencent malah mencoba lagi meminta lisensi Horizon. Setelah penolakan kedua, promosi dan uji coba game Light of Motiram tetap dijalankan oleh Tencent.
Light of Motiram direncanakan rilis di PC dan mobile. Game ini bahkan sempat membuka tahap testing tertutup yang hanya bisa diakses di China. Tentunya rencana kedepan akan berubah setelah palu dari Sony mendarat.
Vivo Y400 siap memperkuat lini Y Series di Indonesia dengan sejumlah peningkatan signifikan yang menyasar pengguna muda. Dirancang untuk memenuhi kebutuhan Gen Z yang aktif dan ekspresif, smartphone ini membawa berbagai macam fitur yang menekankan pada ketahanan dan kinerja dalam berbagai kondisi.
Vivo Y400 yang Tahan Air
Fitur kamera menjadi daya tarik utama lainnya. Vivo Y400 dibekali sensor Sony 50MP yang mampu memotret di bawah air tanpa bantuan aksesori tambahan. Mode Underwater Photography dirancang khusus agar layar tetap responsif dan hasil foto tetap tajam meskipun dalam kondisi basah.
Bukan hanya itu, sertifikasi IP68/69 membuat perangkat ini tahan terhadap berbagai jenis air dan debu, termasuk air panas dan bertekanan tinggi. Teknologi rangka tiga lapis melindungi port, speaker, hingga komponen dalam, sehingga aman digunakan di kondisi ekstrem seperti saat mendaki, berkemah, atau sekadar terkena hujan saat beraktivitas.
Dynamic Light menjadi tambahan menarik yang membuat Vivo Y400 tampak hidup. Lampu ini menyala otomatis saat menerima notifikasi, panggilan masuk, atau saat kamera digunakan. Dengan warna andalan Ungu Senja yang memikat, perangkat ini juga cocok jadi aksesori gaya yang mencolok di media sosial.
Performa yang Lebih Baik
Vivo Y400 membawa perubahan besar dalam seri Y. Smartphone ini menjadi perangkat pertama di seri ini yang mengusung desain layar Flat Flagship dan konsep Borderless, menghasilkan rasio screen-to-body hingga 91,9 persen, dan ketebalan hanya 7,90 mm. Tampilannya menjadi terasa elegan dan ramping di genggaman.
Layar AMOLED berukuran 6,67 inci juga mendukung pengalaman visual yang superior. Memiliki refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan hingga 1800 nits, layar tetap nyaman digunakan di luar ruangan. Didukung pula oleh fitur perlindungan mata, sehingga kalian bisa lebih lama menikmati konten di smartphone tanpa merasa lelah.
Baterai besar 6000mAh dengan teknologi BlueVolt dan fast charging 44W, membuat smartphone ini mampu bertahan seharian bahkan dalam penggunaan berat. Pengisian hingga 50 persen hanya membutuhkan waktu 30 menit, menjadikannya ideal bagi kalian yang memiliki aktivitas padat dan tak ingin kehilangan momen.