Home Blog Page 6

Prestige Series Terbaru MSI Meluncur, Lebih Tipis dan Premium

0
Prestige Series Terbaru MSI Meluncur, Lebih Tipis dan Premium

MSI telah memperkenalkan Prestige Series di CES 2026 sebagai lini laptop bisnis dan produktivitas generasi baru. MSI menargetkan para profesional yang membutuhkan performa tinggi, mobilitas maksimal, dan desain premium.

Prestige Series Hadir Lebih Tipis, Lebih Premium

Dari sisi desain, model Prestige terbaru tampil dengan profil makin tipis hingga 11,9 mm di titik tertipisnya. MSI juga merapikan tampilan lewat siluet modern dengan sudut membulat, plus bodi full aluminium yang memberi kesan lebih elegan dan kokoh. Fokusnya adalah portabilitas untuk pengguna yang sering berpindah lokasi kerja, tanpa mengorbankan durabilitas maupun performa.

Untuk dapur pacu, beberapa model di Prestige Series ditenagai hingga prosesor Intel Core Ultra X9 388H. MSI menonjolkan kemampuan komputasi berbasis AI agar multitasking lebih efisien dan performa grafis generasi terbaru terasa lebih siap untuk beban kerja modern. MSI juga membekali konfigurasi tertentu dengan baterai berkapasitas besar, yang diklaim mampu bertahan lebih dari 30 jam untuk pemutaran video 1080p.

Layar OLED 120Hz dan Sistem Pendingin Senyap

Urusan visual menjadi nilai jual utama di beberapa varian. MSI menyiapkan layar OLED resolusi tinggi dengan refresh rate hingga 120Hz, dukungan variable refresh rate (VRR), serta sertifikasi DisplayHDR True Black 1000. Kombinasi ini ditujukan untuk profesional kreatif yang butuh akurasi warna dan pergerakan gambar yang mulus.

Agar performa stabil, MSI menyertakan solusi pendinginan canggih seperti vapor chamber cooling, arsitektur dual fan, dan desain MSI Intra Flow. Menariknya, sistem ini diklaim tetap senyap dengan kebisingan di bawah 30 dBA.

Bagi pengguna yang suka fleksibilitas, Prestige Series juga hadir dalam varian convertible 2-in-1 (flip) yang mendukung sentuh dan stylus. Di beberapa pasar, MSI Nano Pen disebut hadir dengan fitur pengisian cepat dan akses yang praktis. Sementara itu, Prestige 13 AI+ menjadi opsi ultra-portable dengan bobot mulai 899 gram, menyasar pebisnis yang butuh perangkat ringkas dengan keamanan tingkat enterprise.

Prestige Series terbaru sudah tersedia di MSI Official Store dan dealer resmi MSI dengan harga mulai Rp21.499.000.

Nubia Neo 3 GT 5G Punya Varian Baru

0
Nubia Neo 3 GT 5G Punya Varian Baru

Nubia Neo 3 GT 5G resmi mendapat varian baru yang meningkatkan performa gaming kompetitif. Peningkatan ini menyasar gamer yang sering main ranked, multitasking, hingga streaming lewat smartphone. Varian baru tersebut hadir dengan konfigurasi memori lebih besar dan sejumlah fitur khas gaming.

Nubia Neo 3 GT 5G Bawa Perluasana Memori

Varian terbaru Nubia Neo 3 GT 5G dibekali RAM 12GB dengan dukungan ekspansi Dynamic RAM hingga 12GB tambahan, serta penyimpanan internal 256GB. Kombinasi ini ditujukan untuk skenario gaming yang lebih menuntut, misalnya menjalankan game dengan engine berat, mengaktifkan frame rate tinggi, sambil tetap berada di voice chat atau melakukan live streaming.

Karena memiliki memori yang lebih lega, pengalaman bermain diklaim lebih stabil saat loading peta, perpindahan antar pertandingan, dan menjaga frame agar tidak mudah turun saat momen ramai. Ini penting untuk sesi ranked yang panjang, ketika respons cepat dan koordinasi tim sering jadi pembeda menang atau kalah.

Fitur Pendukung Lainnya

Untuk daya tahan, Nubia Neo 3 GT 5G mengandalkan baterai 6.000mAh yang dipasangkan dengan 80W fast charging. Artinya, waktu jeda untuk isi daya bisa dipangkas agar pengguna kembali bermain lebih cepat. Pada bagian tampilan, layar OLED 120Hz diposisikan untuk memberi visual lebih tajam sekaligus pergerakan yang lebih halus, terutama pada game cepat.

Sistem pendinginnya memakai vapor chamber 4.083 mm² untuk membantu pembuangan panas agar frame rate tetap stabil. Nubia turut menyertakan dual gaming shoulder triggers yang memberi kontrol ala konsol, plus AI Game Space Optimization untuk mengatur CPU, GPU, jaringan, dan alokasi sumber daya. Ada juga DEMI AI Companion yang diklaim mampu memberi bantuan cerdas, tips optimasi, dan insight performa sesuai kebiasaan pengguna.

Varian ini dibanderol Rp 4.499.000 dan tersedia di Blibli, Tokopedia, Shopee, TikTok Shop, serta Lazada, lengkap dengan promo Ramadan yang berjalan hingga 15 Maret 2026.

Rainbow Six Mobile Telah Tersedia Hari ini

0
Rainbow Six Mobile Telah Tersedia Hari ini

Rainbow Six Mobile telah resmi diluncurkan secara global hari ini untuk iOS dan Android. Game Tactical FPS F2P ini dikembangkan oleh Ubisoft Montreal.

Rainbow Six Mobile Tawarkan Fitur Khas Siege

Melalui game ini, pemain bisa merasakan pengalaman Attack vs Defense 5v5 ala Rainbow Six Siege ke dalam platform mobile. Tim penyerang dapat memakai drone untuk mengumpulkan informasi lalu membobol dinding dan lantai untuk menyerang. Pada sisi lain, tim bertahan menutup akses masuk, memasang kamera, dan mengandalkan jebakan.

Rainbow Six Mobile dilengkapi sejumlah konten yang familiar untuk penggemar: Bomb Mode, Bomb Rush, dan Team Deathmatch. Pemain bisa memilih dari lebih dari 20 operator termasuk Ash, Mute, dan Dokkaebi.

Peta ikonik seperti Bank, Border, Clubhouse, Oregon, dan Villa ikut hadir, ditambah map eksklusif versi mobile seperti Restaurant dan Summit. Fitur lain yang tersedia mencakup tutorial onboarding, Quick Play, Ranked, serta private match, dengan konten musiman yang akan terus ditambah.

Musim Perdana Operation Sand Wraith

Bersamaan dengan perilisan global, Ubisoft juga memulai season pertama berjudul Operation Sand Wraith yang membawa tema gurun dan operator baru, Deimos. Ia adalah pemburu yang presisi, dengan kemampuan DeathMARK Tracker untuk mengunci satu target dan memaksa duel satu lawan satu.

Bagaimana menurut kalian?

Assassin’s Creed Punya Pimpinan Baru, Salah Satunya Mantan Developer Black Flag

0
Bos Assassin's Creed Buka Suara Soal Kepergiannya dari Ubisoft

Ubisoft telah menunjuk pemimpin baru untuk pengembangan Assassin’s Creed. Martin Schelling ditunjuk sebagai pemimpin utama, dengan Jean Guesdon dan François de Billy mengisi posisi strategis lainnya. Penunjukan ini akan menjadi era baru bagi Vantage Studios, anak perusahaan Ubisoft yang kini mengelola franchise ikonik tersebut.

Hal yang menarik adalah keterlibatan Schelling sebelumnya di dalam game Assassin’s Creed Black Flag

Tim Baru Assassin’s Creed

Martin Schelling merupakan Producer veteran i Ubisoft yang pernah menjabat peran senior di sejumlah judul besar, seperti Black Flag, Origins, dan Valhalla. Dalam beberapa waktu terakhir, Schelling juga menjabat sebagai Chief Production Officer Ubisoft, yang tugasnya adalahmengawasi proses produksi skala besar. Rekam jejak ini dipercaya oleh Ubisoft sebagai pengarah franchise Assassin’s Creed.

Jean Guesdon yang ditunjuk sebagai Head of Content juga merupakan “orang lama”. Ia sudah terlibat sebagai desainer bahkan sejak game pertama. Sementara François de Billy yang mengisi posisi Head of Production Excellence sempat menjadi Production Director untuk Valhalla dan Origins.

Ketiganya dijadwalkan mulai menjalankan peran barunya ini dalam beberapa minggu mendatang. Pergantian ini juga merupakan langkah lanjutan setelah pemimpin sebelumnya, Marc-Alexis Côté yang telah meninggalkan Ubisoft.

Terlepas dengan segala drama yang sedang terjadi, pergantian ini bisa membawa nafas baru bagi franchise ini, terutama Black Flag. Nasib proyek remake game tersebut bisa saja membaik karena salah satu anggota tim yang mengerjakannya dulu sekarang telah menjadi pemimpin.

Bagaimana menurut kalian?

Deadlock Melesat di Steam, Bisa Saingi Overwatch

0
Deadlock Melesat di Steam, Bisa Saingi Overwatch

Bagaimana nasib dari Deadlock, game shooter yang sedang digodok oleh Valve? Meski gamenya belum rilis secara resmi, jumlah pemainnya bisa menyaingi game-game sejenis yang sudah rilis seperti Overwatch.

Buat kamu yang belum tahu, game ini mengingatkan dengan MOBA seperti Smite yang menggunakan gaya third-person. Map dari permainan akan terbagi menjadi empat lane, dimana masing-masing memiliki Transit Line untuk membantu mobilisasi pemain. Ada juga monster pengganti Tower yang harus dihancurkan.

Hero yang tersedia di Deadlock bermacam-macam. Mereka memiliki mekanik yang sama dengan DOTA 2 yaitu memiliki empat skill (Satu ultimate) yang dapat dinaikkan kekuatannya jika level up. Perbedaannya adalah semua hero menggunakan senjata shooter dengan melee sebagai alternatif. Pemain juga bisa membeli berbagai macam item untuk memperkuat hero yang dimainkan.

Deadlock Meledak Setelah Update Baru

Menurut data dari SteamDB, jumlah pemain Deadlock belakangan meningkat drastis. Dimulai dari bulan Januari, jumlah pemain game ini terus meningkat sampai sekarang yang mencapai angka 100.000 pemain.

Peluncuran awal Deadlock dilakukan secara soft launch pada musim gugur 2024. Karena rasa penasaran, banyak gamer yang mencobanya. Itupun tidak semua bisa memainkannya karena akses yang terbatas. Namun setelah gelombang tersebut mereda, jumlah pemain menurun dan cenderung stabil di angka yang rendah.

Situasi berubah pada Januari tahun ini ketika Valve merilis update besar bertajuk Old Gods, New Blood. Pembaruan ini sepertinya berhasil kembali menarik perhatian gamer dan membuat jumlah pemain meningkat.

Data dari SteamDB menunjukkan jumlah pemain Deadlock sempat mencapai angka 125.290 ribu pada tanggal 22 Februari kemarin. Untuk pembanding adalah Overwatch (Yang baru dibranding ulang) dengan jumlah pemain Steam sekitar 136.582 ribu pada tanggal yang sama 22 Februari. Selisih keduanya tipis.

Akses yang Masih Terbatas

Hal yang lebih mengagetkan adalah akses game ini yang masih terbatas. Coba saja kalian datang ke halaman Steam Deadlock. Belum ada tanda jika game ini bisa didownload secara bebas. Mereka yang ingin mencoba masih memerlukan undangan dari orang yang sudah pernah memainkannya.

Valve sendiri juga tidak pernah memasarkan game ini secara agresif melalui promosi dan marketing. Bahkan halaman Steamnya pun masih minim informasi.

Sampai saat ini Valve belum mengumumkan kapan game tersebut akan dibuka untuk publik atau setidaknya tanggal rilis resminya. Jika tren pemain yang terus naik ini bisa dipertahankan, ini akan menjadi sinya bahwa Deadlock bisa menjadi kandidat game shooter besar berikutnya di Steam.

Xbox Ditinggal Dua Pucuk Pimpinannya

0
Xbox Ditinggal Dua Pemimpinnya

Xbox sedang mengalami perombakan besar di tingkat manajemen. Pucuk pimpinan dari tim Xbox, Phil Spencer telah memutuskan pensiun. Ia dijadwalkan mundur secara resmi dari posisi CEO Microsoft Gaming pada Senin, 23 Februari.

Posisi Spencer akan diisi oleh Asha Sharma, eksekutif yang bergabung ke Microsoft pada tahun 2024 sebagai presiden produk CoreAI.

Tidak cuma itu, Sarah Bond yang sebelumnya dianggap akan menggantikan peran Spencer justru mengundurkan diri dari posisinya sebagai President dan COO Microsoft Gaming. Kekosongan posisi ini akan diisi oleh Kepala Xbox Game Studios, Matt Booty yang akan bekerja berdampingan dengan Sharma.

Perubahan Besar di Dalam Xbox

Peralihan kepemimpinan ini disebut sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Dikutip dari VGC, Spencer menyampaikan kepada staf Microsoft melalui email internal bahwa ia sudah menyampaikan rencana ini kepada CEO Microsoft Satya Nadella sejak musim gugur tahun lalu.

“Musim gugur lalu, saya berbicara dengan Satya Nadella tentang pemikiran untuk mundur dan memulai babak berikutnya dalam hidup saya,” tulis Spencer.

Ia menambahkan bahwa proses transisi ini sudah disusun untuk menjaga stabilitas fondasi yang sudah dibangun.

Spencer juga menekankan Xbox bukan sekadar unit bisnis. “Xbox selalu lebih dari sekadar bisnis. Ini adalah komunitas yang hidup dari para pemain, kreator, dan tim yang sangat peduli dengan apa yang kami bangun dan bagaimana kami membangunnya,” Tulisnya.

Penunjukan CEO Baru dan AI

Penunjukan Asha Sharma memunculkan pertanyaan karena rekam jejaknya di bidang AI. Latar belakang ini memunculkan pertanyaan seberapa besar AI generatif akan masuk ke ekosistem Xbox ke depan.

Namun, Sharma menepis kekhawatiran itu. Kepada Variety, ia menegaskan dirinya tidak mentoleransi AI yang buruk. “Kami tidak akan mengejar efisiensi jangka pendek atau membanjiri ekosistem kami dengan ‘AI murahan tanpa jiwa’,” kata Sharma.

Menurutnya game adalah dan akan selalu menjadi hasil karya seni yang dibuat oleh manusia.

Rangkaian perubahan dalam struktur kepemimpinan ini pastinya akan menimbulkan efek ke seluruh sistem organisasi Xbox. Harapannya dengan dimulainya era baru ini, divisi gaming milik Microsoft bisa lebih memberikan dampak ke industri game.

Bagaimana menurut kalian?

Sony Tutup Studio Spesialis Game Remake

0
Sony Tutup Studio Spesialis Game Remake

Sony tutup studio Bluepoint Games. Studio ini adalah salah satu anak perusahaan PlayStation yang dikenal sebagai spesialis dalam membuat remake. Sony beralasan penutupan ini dilakukan setelah proses evaluasi bisnis terbaru.

Alasan Sony Tutup Studio Bluepoint Games

Berbicara kepada Bloomberg, juru bicara PlayStation memberikan estimasi sekitar 70 karyawan akan kehilangan pekerjaan seiring penutupan Bluepoint Games. Studio yang berbasis di Austin, Amerika Serikat ini akan resmi ditutup pada Maret 2026.

Alasan yang lebih luas ikut disampaikan oleh bos PlayStation Studios, Hermen Hulst, melalui pesan yang dibagikan oleh user Resetera, Hulst menyoroti lingkungan industri yang kian menantang, mulai dari biaya pengembangan yang naik, pertumbuhan industri yang melambat, hingga perubahan perilaku pemain dan tekanan ekonomi yang membuat produksi game lebih sulit dijalankan secara berkelanjutan.

Dalam konteks ini, Hulst menilai perusahaan perlu terus beradaptasi agar tetap relevan dan siap menghadapi masa depan.

Jejak Bluepoint Games

Bluepoint Games berdiri pada 2006 dan membangun reputasi mereka lewat berbagai proyek remake untuk platform modern. Beberapa contohnya adalah Shadow of the Colossus dan Demon’s Souls untuk PS5.

Sony mengakuisisi Bluepoint pada 2021. Setelah bergabung, studio ini ikut menangani pengembangan God of War Ragnarok. Seusai proyek itu, studio ini sempat mengerjakan game God of War live-service, tetapi proyek tersebut dilaporkan batal pada Januari 2025.

Bagaimana menurut kalian?

PHK di Ubisoft Terjadi Lagi, Salah Satu Studio Terbesar Jadi Korban

0
PHK di Ubisoft Terjadi Lagi, Kali Ini Terjadi di Salah Satu Studio Terbesar

PHK di Ubisoft kembali terjadi! Kali ini korbannya adalah sekitar 40 karyawan atau kurang lebih 8% dari total pekerja di Ubisoft Toronto. Studio ini merupakan salah satu studio terbesar milik Ubisoft yang mengerjakan Watch Dogs: Legion dan Far Cry 6.

Alasan PHK di Ubisoft Toronto

Dikutip dari VGC, langkah ini merupakan bagian dari penyesuaian internal. Klaim Ubisoft adalah keputusan ini tidak diambil dengan mudah dan tidak mencerminkan kualitas maupun kontribusi individu yang terkena dampak. Saat ini fokus perusahaan, menurut adalah membantu para karyawan melewati masa transisi lewat paket pesangon yang komprehensif dan bantuan karier.

Meski mengalami pengurangan tenaga kerja, Ubisoft Toronto masih dipercaya untuk mengerjakan proyek remake Splinter Cell. Proyek ini pertama kali diumumkan pada tahun 2021.

Lanjutan Dari Restrukturisasi Besar-Besaran

Pemangkasan di studio Toronto ini merupakan lanjutan dari langkah Ubisoft dalam melakukan “major reset” di perusahaan. Dalam rencana tersebut, tim kreatif akan direstrukturisasi secara besar-besaran menjadi unit yang lebih otonom. Bersamaan dengan itu, perusahaan juga menjalankan inisiatif efisiensi biaya.

Imbasnya, Ubisoft telah menghentikan enam proyek yang dinilai tidak memenuhi standar baru. Salah satu yang paling disorot adalah Prince of Persia Remake yang disebut batal, sementara judul lain tidak diungkapkan secara rinci. Ubisoft juga memilih menunda tujuh game demi memastikan patokan kualitas terpenuhi, termasuk satu judul yang awalnya ditargetkan rilis pada tahun fiskal 2026 namun kini mundur ke tahun fiskal 2027.

Daftar baru PHK di Ubisoft menambah daftar tekanan yang sedang dihadapi oleh perusahaan, sekaligus membuat fans kebingungan dengan kepastian arah dari publisher besar asal Perancis ini.

PGL 2026 Gandeng ASUS ROG, Siapkan Monitor dan PC Gaming Setahun Penuh

0
PGL 2026 Gandeng ASUS ROG, Siapkan Monitor dan PC Gaming Setahun Penuh

PGL 2026 akan berjalan dengan dukungan penuh dari ASUS Republic of Gamers (ROG) setelah keduanya mengumumkan kerja sama ekstensif untuk musim kompetisi tahun ini. ROG ditunjuk sebagai mitra resmi penyedia monitor, PC, dan periferal yang digunakan di pertandingan PGL, baik untuk event arena seperti PGL Cluj-Napoca maupun produksi di studio Bucharest serta penyelenggaraan global lainnya.

PGL 2026 Pakai Monitor ROG 610Hz di Semua Arena

Salah satu sorotan utama kolaborasi ini adalah penggunaan ROG Strix XG248QSG Ace sebagai monitor resmi di seluruh arena pertandingan. Monitor 24,1 inci ini mengusung panel FHD Super-TN dengan refresh rate hingga 610Hz (overclock). ROG juga menyematkan teknologi Extreme Low Motion Blur 2 untuk menajamkan pergerakan di layar, yang penting untuk game kompetitif berintensitas tinggi. Hasilnya, pemain bisa mengandalkan visual yang halus tanpa mengorbankan respons.

Periferal ROG Ace untuk Input Super Presisi

Selain monitor, atlet yang tampil di PGL 2026 juga mendapat dukungan dari lini ROG Ace esports yang dikembangkan berdasarkan masukan pemain profesional. Pada kategori mouse, ROG Harpe II Ace tampil sebagai perangkat ultra-ringan 48 gram dengan sensor optik ROG AimPoint Pro 42.000 dpi. Mouse ini memakai ROG Optical Micro Switches dan teknologi nirkabel SpeedNova 8K dengan polling rate nirkabel 8.000Hz untuk respons yang konsisten.

Untuk keyboard, ROG Falchion Ace 75 HE membawa layout 75% serta switch magnetik HFX V2/V2X dan sensor Hall terbaru. Fitur seperti Rapid Trigger, touch panel, tombol multifungsi, dan polling 8.000Hz disiapkan untuk keystroke yang cepat dan presisi. Sementara itu, ROG Delta II melengkapi sisi audio dengan koneksi nirkabel tri-mode, driver 50mm, mikrofon boom 10mm, dan baterai hingga 110 jam.

PC Turnamen “Powered by ASUS”

PGL Esports Station berlabel Powered by ASUS akan menjadi standar perangkat turnamen di musim ini. ROG menyiapkan rakitan berbasis ASUS Prime GeForce RTX 5080, motherboard TUF Gaming X870E-Plus WiFi 7, PSU TUF Gaming 1000W Gold, serta prosesor AMD Ryzen 7 9800X3D untuk performa stabil dalam sesi pertandingan panjang.

Bagaimana menurut kalian?

Jadwal Acara Resident Evil Requiem Launch Event di Gandaria City

0
Resident Evil Requiem Launch Event Jakarta

Resident Evil Requiem Launch Event siap menyambangi Jakarta selama dua hari tanggal 28 Februari–1 Maret 2026 di Mini Atrium (LG), Gandaria City. Acara ini akan diramaikan oleh rangkaian aktivitas dan juga merchandise resmi yang ditujukan khusus bagi fans Resident Evil Indonesia.

Ragam Aktivitas di Resident Evil Requiem Launch Event

Pada area booth, pengunjung bisa menjajal demo Resident Evil Requiem melalui kios playable yang tersedia sepanjang acara. Setelah menyelesaikan sesi bermain, peserta akan mendapatkan Resident Evil Requiem Sticker Set sebagai bonus.

Capcom juga menghadirkan mini game Zombie Hunting Ground, yaitu arena tembak-tembakan bertema yang menantang pemain mengalahkan zombie dan mengumpulkan skor setinggi mungkin untuk memperebutkan hadiah eksklusif.

Deretan hadiah yang disiapkan antara lain Umbrella Corporation Enamel Pin, Raccoon City Welcome Sign Acrylic Keychain, dan Resident Evil Requiem Edition Lanyard. Kalian juga bisa mampir ke Raccoon City Photo Spot untuk foto dan video di sudut kota ikonik yang dibuat ulang. Bagikan konten dengan tagar #RE9LaunchJakarta2026 serta menandai akun @capcomsg untuk memperoleh Resident Evil Requiem Sticker Set.

Bagi yang ingin berbelanja, Resident Evil Requiem Launch Event menyediakan booth penjualan edisi game dan merchandise resmi, termasuk item bertema 30th Anniversary, Resident Evil Requiem, serta beberapa merchandise Capcom pilihan lain selama stok masih tersedia.

Jadwal Panggung

Berikut adalah susunan jadwal acara tanggal 28 Februari dan 1 Maret 2026:

Sabtu, 28 Februari 2026

  • 13:20 – 13:50: RE Requiem Quiz

  • 14:00 – 14:15: Opening for Live Stage

  • 14:15 – 15:00: Let’s Play Resident Evil Requiem with RESILOREID (Part 1)

  • 15:10 – 15:40: RE Series Cosplay Walk (Part 1)

  • 16:00 – 16:45: Let’s Play Resident Evil Requiem with RESILOREID (Part 2)

  • 17:00 – 17:30: RE Series Cosplay Walk (Part 2)

Minggu, 1 Maret 2026

  • 13:00 – 13:20: Stage Opening

  • 13:30 – 14:00: RE Requiem Quiz

  • 16:00 – 16:45: Let’s Play Resident Evil Requiem with RESILOREID – Deep Dive

Acara di panggung akan dipandu oleh Aldo (The Lazy Monday) dan Yudha (RESILOREID) di kedua hari. Bagi yang yang tidak bisa datang langsung, sebagian segmen panggung hari Sabtu juga akan tayang melalui livestream di YouTube Capcom Asia dan The Lazy Monday.