Home Blog Page 158

Acer Umumkan Laptop Gaming Predator Helios AI

0

Acer resmi mengumumkan hadirnya jajaran laptop gaming Predator terbaru, yaitu Predator Helios 16 AI dan Predator Helios 18 AI. Acer juga telah memperluas portofolio laptop gaming Helios Neo dengan meluncurkan Predator Helios Neo 16S AI yang dilengkapi dengan desain casis lebih ramping.

Semua laptop terbaru ini didukung oleh prosesor Intel Core Ultra 9 275HX dan GPU Laptop NVIDIA GeForce RTX 50 Series generasi terbaru, yang dibuat untuk menghadirkan performa gaming dan AI tingkat lanjut.

Laptopgaming Helios terbaru ini didukung oleh teknologi kipas pendingin 3D AeroBlade Generasi ke-6 yang sangat tipis dan memiliki sakelar mekanis MagKey 4.0. Kedua model laptop gaming tersebut juga menerima penyegaran desain berupa penambahan layar OLED dan Mini LED.

Laptop gaming terbaru Predator yang dilengkapi sistem operasi Windows 11 ini juga dilengkapi dengan PC Game Pass selama tiga bulan. PC Game Pass dirancang untuk pemain PC bisa menikmati berbagai game-game terkini seperti Call of Duty: Black Ops 6, Indiana Jones and the Great Circle, Ara: History Untold, dan judul-judul game lain dari EA Play.

Predator Helios 16 AI dan Predator Helios 18 AI

Laptop gaming terbaru dan terkuat dari Predator, Helios 16 AI dan Helios 18 AI dirancang untuk gamers, dan tech enthusiasts yang mencari laptop dengan CPU dan GPU terbaru, teknologi pendingin, dan tampilan yang brilian. Predator Helios 16 AI (PH16-73) menghadirkan kombinasi luar biasa antara performa dan portabilitas. Gamers atau profesional dengan mobilitas tinggi yang menginginkan laptop bertenaga tetapi mudah untuk dibawa untuk bekerja dan bermain di mana saja. Predator Helios 18 AI (PH18-73) menghadirkan kinerja sekelas desktop, layar yang lebih besar, dan pengalaman bermain game imersif berkualitas tinggi.

Kedua laptop ini menawarkan pilihan hingga prosesor Intel Core Ultra 9 275HX dengan NPU untuk mendukung kinerja yang dipercepat oleh AI, pengolahan grafis menggunakan GPU Laptop NVIDIA GeForce RTX 5090 dan teknologi NVIDIA DLSS terbaru yang memberikan pengalaman gaming grafis premium. GPU Laptop NVIDIA GeForce RTX 5090 juga menyempurnakan laptop dengan dukungan 150+ aplikasi AI yang dioptimalkan pada PC yang menggunakan GPU NVIDIA dan RTX Tensor Cores untuk mengakselerasi kemampuan AI.

Keduanya juga menyediakan ruang yang sangat besar untuk game, foto, dan berbagai file; Helios 16 AI dapat dikonfigurasikan dengan memori hingga 64 GB dan mendukung penyimpanan PCIe Gen 5 hingga 4 TB, sedangkan Helios 18 AI mendukung memori hingga 192 GB dan penyimpanan PCIe Gen 5 hingga 6 TB. Predator Helios semakin canggih dengan inovasi dalam teknologi termal berkat kipas logam AeroBlade 3D Generasi ke-6 yang merupakan kipas logam tertipis di dunia dengan ketebalan hanya 0,05 mm, meningkatkan aliran udara sebesar 20%[1] dibandingkan dengan kipas plastik, sementara pasta termal logam cair dan vektor pipa panas juga membantu menjaga suhu tetap rendah.

Laptop Helios juga hadir dengan layar yang canggih, memberikan visual yang menakjubkan, cerah, dan jernih untuk bermain game dan menonton film. Helios 16 AI dilengkapi layar OLED WQXGA (2560×1600) dengan kecepatan refresh rate 240 Hz. Sementara itu, Helios 18 AI menampilkan layar 4K Mini LED WQXGA, refresh rate 120 Hz, kecerahan hingga 1000 nits, dan tampilan dual-mode baru yang memungkinkan pengguna untuk beralih ke resolusi FHD pada 240 Hz dengan mulus melalui aplikasi PredatorSense. Monitor ini juga mendukung teknologi NVIDIA G-SYNC, NVIDIA Advanced Optimus dan MUX Switch.

Meningkatkan pengalaman mengetik, laptop ini dilengkapi keyboard RGB pada tiap tombol perangkat dan memiliki fitur switch mekanis Acer MagKey 4.0 yang dapat ditukar untuk tombol WASD dan panah. Dengan desain baru yang menampilkan pencahayaan RGB dinamis di bagian cover atas, di sepanjang bingkai belakang, tepi kiri, dan sandaran tangan sisi kanan, perangkat ini menghadirkan tampilan yang memukau.

Kedua laptop ini dilengkapi dengan aplikasi utilitas PredatorSense terbaru, yang memberikan pengguna kontrol penuh atas kinerja sistem, kipas, dan pencahayaan. Selain itu, Experience Zone memudahkan untuk menjelajahi fitur-fitur bertenaga AI seperti Acer PurifiedView™ 2.0, Acer PurifiedVoice™ 2.0, dan Acer ProCam™ baru yang secara otomatis mengenali dan merekam gameplay. Kedua laptop ini juga dilengkapi DTS: X Ultra untuk audio berkualitas tinggi dan bebas distorsi; Helios 16 AI memiliki empat speaker, sedangkan Helios 18 AI memiliki enam speaker. Koneksi secepat kilat dihadirkan dengan Ethernet E5000B terbaru, Intel Killer Wi-Fi 7, dan dua port Thunderbolt 5.

Predator Helios Neo 16S AI

Laptop Predator Helios Neo 16S AI terbaru menghadirkan performa maksimal dalam dimensi yang lebih ramping, memberikan keseimbangan antara performa, presisi, dan gaya. Dengan ketebalan kurang dari 19,9 mm, laptop ini dirancang khusus untuk fleksibilitas dalam mendukung sesi bermain game dan menjalankan berbagai aplikasi kreatif dengan harga yang lebih terjangkau.

Helios Neo 16S AI (PHN16S-71) juga mengutamakan kinerja, karena mendukung hingga prosesor Intel Core Ultra 9 275HX dengan NPU terintegrasi untuk AI dan gaming, serta GPU Laptop NVIDIA GeForce RTX 5070 Ti yang baru. Kartu grafis ini termasuk teknologi NVIDIA DLSS terbaru untuk meningkatkan kinerja, kualitas gambar, dan responsivitas, serta mendukung memori hingga 32 GB dan penyimpanan 2 TB.

Layar OLED WQXGA memberikan visual yang menakjubkan dengan kecepatan refresh rate 240 Hz dan gamut warna yang luas mencapai 100% DCI-P3 untuk memberikan visual terbaik di kelasnya. Didukung juga dengan teknologi NVIDIA G-SYNC, NVIDIA Advanced Optimus, dan MUX Switch. Sistem termal canggih dengan memanfaatkan teknologi AeroBlade Generasi ke-5 Acer dan pasta termal logam cair pada CPU. Aplikasi PredatorSense menyediakan kontrol real-time untuk pengguna melakukan penyesuaian pada sistem dan Experience Zone memungkinkan pemain menggunakan berbagai fitur bertenaga AI.

Acer Juga Umumkan Monitor Gaming

Selain itu, Acer juga mengumumkan monitor gaming Predator XB323QX terbaru. Monitor inimemiliki layar IPS 5K 31,5 inci dengan refresh rate 144 Hz, respons time 0,5 ms (GTG), dan opsi untuk beralih ke resolusi WQHD (2560×1440) pada 288 Hz dengan teknologi Dynamic Frequency and Resolution (DFR).

Monitor ini juga didukung oleh NVIDIA G-SYNC Pulsar yang menghasilkan gambar jernih dan transisi gambar yang halus. Dengan 10-bit color depth, monitor menampilkan visual sinematik dengan warna-warna cerah, yang semakin ditingkatkan dengan dukungan color gamut 95% DCI-P3 atau 99% sRGB. Dilengkapi dengan DisplayPort 1.4 dan dua port HDMI 2.1, monitor ini menawarkan konektivitas yang lengkap.

Untuk kenyamanan maksimal, sudut kemiringan, putaran, dan ketinggian dari monitor dapat dengan mudah disesuaikan, sehingga gamers dapat menemukan sudut pandang yang sempurna dan lebih nyaman. Monitor ini juga dapat dipasang di dinding untuk menghemat ruang meja. Speaker 2 watt terintegrasi siap menghasilkan audio berkualitas, dan widget layar Acer menyediakan kontrol dan kalibrasi intuitif.

Berikut adalah spesifikasi lengkap dari Predator Helios 16 AI, Predator Helios 18 AI, Helios Neo 16S AI, dan monitor gaming Predator XB323QX:

Name Predator Helios 16 AI
Model PH16-73
Operating System Windows 11 Home
Screen 16” OLED + WQXGA (2560×1600), 240 Hz, 400 nits, DCI-P3 100%, NVIDIA Advanced Optimus, NVIDIA G-SYNC
Processor Intel Core Ultra 9 processor 275HX
Graphics NVIDIA GeForce RTX 5090 Laptop GPU 

NVIDIA GeForce RTX 5070 Ti Laptop GPU

Memory Up to 64 GB of onboard DDR5 system memory, 6400 Hz
Storage Up to 4 TB, PCIe Gen 5 SSD
Cooling 6th Gen AeroBlade 3D Fans x2, liquid metal thermal grease, vector heat pipes
Dimensions 356.78 x 279.55 x 15.9/27.71 mm
Weight 2.7 kg
Battery 90 Whr
Wi-Fi and Connectivity Intel Killer Wireless Wi-Fi 7 1750x, Bluetooth 5.3 or above, Intel Killer Ethernet E5000B, dual Thunderbolt 5 Type-C ports
Features MagKey 4.0, Predator Sense 5.0/ Experience Zone, Acer PurifiedView™ 2.0, Acer PurifiedVoice 2.0, Acer ProCam, Copilot, PC Game Pass (3 months)
Audio DTSX: Ultra, 4 speakers
Camera FHD 1920x 1080 IR camera

 

Name Predator Helios 18 AI
Model PH18-73
Operating System Windows 11 Home
Screen 18” 4K Mini LED + WQXGA, 120 Hz, SDR mode 600 nits/HDR mode 1000 nits, DCI-P3 100%, NVIDIA Advanced Optimus, NVIDIA G-SYNC 

18” Mini LED + WQXGA (2560×1600), 250 Hz, SDR mode 600 nits/HDR mode 1000 nits, DCI-P3 100%, NVIDIA Advanced Optimus, NVIDIA G-SYNC

Processor Intel Core Ultra 9 processor 275HX
Graphics NVIDIA GeForce RTX 5090 Laptop GPU 

NVIDIA GeForce RTX 5080 Laptop GPU

Memory Up to 192 GB of onboard DDR5 system memory, 6400 Hz
Storage Up to 6 TB, PCIe Gen 5 SSD
Cooling Dual 6th Gen AeroBlade 3D Fans, liquid metal thermal grease, vector heat pipes
Dimensions 400.96 x 307.9 x 17.3-29.55 mm
Weight 3.2 kg
Battery 99 Whr
Wi-Fi  and Connectivity Intel Killer Wireless Wi-Fi 7 1750x, Bluetooth 5.3 or above, Intel Killer Ethernet E5000B, dual Thunderbolt 5 Type-C ports
Features MagKey 4.0, Predator Sense, Experience Zone 2.0, Acer PurifiedView 2.0, Acer PurifiedVoice 2.0, Acer ProCam, Copilot PC Game Pass (3 months)
Audio DTS X:Ultra, 6 speakers
Camera FHD 1920x 1080 IR camera

 

Name Predator Helios Neo 16S AI
Model PH16S-71
Operating System Windows 11 Home
Screen 16” OLED + WQXGA (2560×1600), 240 Hz, DCI-P3 100%, 1 ms, NVIDIA Advanced Optimus, NVIDIA G-SYNC 

16” OLED + WQXGA (2560×1600), 165 Hz, DCI-P3 100%, 3 ms, NVIDIA Advanced Optimus, NVIDIA G-SYNC

Processor Intel Core Ultra 9 processor 275HX 

Intel Core Ultra 7 processor 255HX

Graphics NVIDIA GeForce RTX 5070 Ti Laptop GPU 

 

Memory Up to 32 GB of onboard DDR5 system memory, 6400 Hz
Storage Up to 2 TB, PCIe Gen 4 SSD
Cooling 5th Gen AeroBlade 3D Fan technology, liquid metal thermal grease
Dimensions 356.78 x 275.5 x 12.0-19.9 mm
Weight 2.3 kg
Battery 76 Whr
Wi-Fi  and Connectivity Intel Killer Wireless Wi-Fi 6E 1675i, Bluetooth 5.3 or above, Intel Killer Ethernet E3100G, Thunderbolt 4 Type-C
Features Predator Sense, Experience Zone 2.0, Acer PurifiedView 2.0, Acer PurifiedVoice 2.0, Acer ProCam, Copilot, PC Game Pass (3 months)
Audio DTS X:Ultra, 2 speakers
Camera FHD 1920x 1080 IR camera

 

Product Name Predator XB323QX
Panel Specifications Display Size 31.5”
Panel type IPS
Max. Resolution and Refresh Rate HDMI: 5120×2880 @144 Hz 

DP: 5120×2880 @144 Hz

DFR: 2560×1440 @288 Hz

Response Time 0.5 ms (GTG, Min.)
Tear Technology NVIDIA G-SYNC Pulsar
Contrast Ratio 1,000:1
Brightness 350 nits
Viewing Angle 178° (H), 178° (V)
Color gamut DCI-P3 95%, sRGB 99%
Colors 1.07B
Bits 10 Bit
System Specifications Input Signal 2 HDMI (2.1) + 1 DisplayPort (1.4)
VESA Wall Mounting 100×100 mm
Speaker 2W x2
Tilt/Swivel/Pivot/Height Adjustment -5°-25° / ±20° / ±90° / 150 mm

 

Untuk detail lengkapnya bisa dilihat di sini.

Tiga Game Sony PlayStation Diadaptasi Menjadi Film

0

Playstation Productions telah mengumumkan bahwa tiga game PlayStation yaitu Ghost of Tsushima, Helldivers II, dan Horizon Zero Dawn akan diadaptasi menjadi film. Ketiganya akan dibuat dalam format yang berbeda-beda.

Anime Ghost of Tsushima

Bekerjasama dengan Aniplex, anime Ghost of Tsushima akan mulai ditayangkan lewat Crunchyroll pada tahun 2027 nanti. Film ini akan dikerjakan oleh Takanobu Mizuno (Star Wars: Visions “The Duel”), dengan Gen Urobuchi sebagai penulis naskah.

Mengenai seperti apa ceritanya masih belum diungkap. Tapi kemungkinan besar masih akan menggunakan cerita dari versi game Ghost of Tsushima tentang Jin Sakai.

Film Horizon Zero Dawn dan Helldivers II

Untuk Horizon Zero Dawn, Playstation Productions akan menggandeng Columbia Pictures. Tidak dijelaskan apakah film ini akan menggunakan format animasi atau live-action. Hanya diumumkan bahwa saat proses pengerjaan sudah dimulai pada tahap awal.

Mengenai film Helldivers II, tidak dijelaskan secara detail siapa partner yang diajak berkolaborasi oleh PlayStation Productions, maupun bagaimana formatnya nanti.

Bagaimana menurut kalian?

Nominasi Penghargaan Team of the Year EA Sports FC 25 Dibuka

0

EA telah mengumumkan nominasi penghargaan Team of the Year (TOTY) untuk EA Sports FC 25. Penghargaan TOTY akan menghadirkan deretan pemain terbaik dari dunia sepak bola pria maupun wanita, dan memberikan kesempatan kepada fans untuk memilih siapa saja yang layak masuk ke dalam tim.

Proses Voting TOTY Sudah Dibuka

Voting untuk TOTY sendiri sudah dimulai dan detailnya bisa dilihat di sini. Beberapa nama besar seperti Erling Haaland dan Kylian Mbappé muncul di dalam daftar.

Proses voting akan ditutup pada Minggu, 12 Januari 2025, memberikan waktu yang cukup bagi fans dan juga komunitas EA Sports FC 25 untuk mengevaluasi dan memilih pemain terbaik yang pantas masuk ke dalam tim final TOTY.

Pengumuman Tim Final TOTY

Pengumuman final TOTY akan diumumkan dan tersedia di EA Sports FC 25 mulai dari tanggal 15 Januari. Untuk pengguna EA Sports FC Mobile, susunan TOTY pria akan tersedia mulai dari tanggal 21 Januari.

Bagaimana menurut kalian?

Season 1 Marvel Rivals Diumumkan, Fantastic Four Bergabung!

0

NetEase telah mengumumkan Season 1 untuk Marvel Rivals. Berjudul Eternal Night Falls, update ini akan tersedia mulai dari tanggal 10 Januari nanti.

Kedatangan Dracula dan Fantastic Four

Cerita dari season 1 berlatar di kota New York yang terjebak dalam kegelapan abadi setelah Doctor Strange terperangkap di Entangled Astral Plane. Momen ini lalu dimanfaatkan oleh Dracula dan Doctor Doom yang mengganggu orbit bulan, menjadikan malam abadi dan melepaskan makhluk-mahluk vampir ke seluruh kota.

Dengan dunia berada di ambang kehancuran, Fantastic Four bergabung dengan para pahlawan ikonik Marvel lainnya untuk melawan ancaman tersebut. Dengan kekuatan sains, mereka mencoba untuk mematahkan kekuatan mistis milik Dracula.

Tim Fantastic Four yang terdiri dari Mister Fantastic, Invisible Woman, Human Torch, dan The Thing bisa digunakan oleh pemain dalam update ini.

Mode Baru yang Diperkenalkan

Selain karakter baru, season 1 Marvel Rival juga akan menghadirkan berbagai mode permainan dan map baru. Seperti Convoy Mode dan Doom Match Mode.

Selain itu, pemain juga dapat mencapai rank baru, yaitu Celestial Rank, yang menawarkan tantangan lebih tinggi dan juga hadiah eksklusif. Selain itu, tersedia juga Battle Pass yang berisi 10 kostum baru.

Detail lebih lengkap untuk Season 1: Eternal Night Falls bisa dilihat di sini.

NVIDIA GeForce RTX 50 Series Diumumkan, Berapa Harganya?

0

NVIDIA telah mengumumkan sekaligus meluncurkan GPU terbaru mereka yang paling canggih untuk konsumen, yaitu GeForce RTX 50 series atau seri 5000. Seri ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan tidak hanya untuk gamer, tetapi juga content creator atau professional lainnya yang menggunakan AI dalam aktivitasnya.

Teknologi Arsitektur NVIDIA Blackwell

GeForce RTX 50 Series menggunakan arsitektur terbaru dari NVIDIA yaitu Blackwell. Arsitektur ini menghadirkan inovasi besar dalam mendukung penggunaan. GPU ini dilengkapi dengan Tensor Cores generasi kelima dan RT Cores generasi keempat, yang mampu menghadirkan terobosan signifikan dalam rendering berbasis AI, seperti neural shaders, geometri dan pencahayaan yang hadir dengan performa lebih cepat dan realistis.

GeForce RTX 50 Series juga sudah didukung oleh teknologi DLSS 4 dan Multi Frame Generation. Dari segi performa, NVIDIA juga memastikan bahwa RTX 5000 series memiliki peningkatan performa sebesar 40% dari seri sebelumnya dengan menggunakan RT Core Generasi Keempat.

Varian GeForce RTX 50 Series dan Harganya

NVIDIA mengumumkan ada empat model dari RTX 50 Series:

  • GeForce RTX 5090: Menawarkan 3.352 AI TOPS dan dijual dengan harga $1.999 atau sekitar Rp32 juta.
  • GeForce RTX 5080: Memiliki 1.801 AI TOPS dan dibanderol dengan harga $999 atau sekitar Rp16 juta

Keduanya akan tersedia di bulan Januari, sedangkan dua model lainnya menyusul pada Februari 2025:

  • GeForce RTX 5070 Ti: Dengan kemampuan 1.406 AI TOPS, GPU ini akan dijual dengan harga $749 atau sekitar Rp12 juta.
  • GeForce RTX 5070: Memiliki 988 AI TOPS dan akan tersedia dengan harga $549 atau sekitar Rp8,8 juta

Bagaimana menurut anda?

Atari Siapkan Konsol Handheld Gamestation Go Untuk CES 2025

0

Atari bekerja sama dengan MyArcade mengumumkan kehadiran konsol handheld Gamestation Go. Detail lebih lanjut akan diungkap pada event Consumer Electronics Show (CES) 2025, yang akan berlangsung tanggal 7-11 Januari 2025.

MyArcade sendiri merupakan perusahaan yang dikenal melalui produk konsol mini berbasis arcade klasik. Sebelumnya, MyArcade pernah bekerjasama dengan Atari untuk membuat Gamestation Pro.

Apa Itu Gamestation Go?

Dari desain dan juga identitas dari Atari sendiri, Gamestation Go adalah konsol handheld yang dirancang untuk bermain game retro dalam format yang lebih modern dan mudah dibawa ke mana saja. Konsol ini kemungkinan versi terbaru dari proyek Gamestation Portable yang sempat diumumkan Atari beberapa waktu lalu.

Desainnya?

Desain Gamestation Go masih mempertahankan elemen klasik, namun dengan beberapa fitur tambahan. Handheld ini memiliki layout tombol ABYX, audio Jack untuk pengalaman audio yang lebih personal, dan slot kartu SD untuk penyimpanan tambahan.

Konsol ini juga dilengkapi oleh Trackball khas Atari dan juga tombol numpad. Kedua fitur ini merupakan ciri khas dari Atari.

Bagaimana menurut anda?

12 Game RPG 2025 yang Wajib Ditunggu

0

Fans RPG sudah dibuat puas dengan game seperti Metaphor: Refantazio di tahun 2024. Sekarang game RPG 2025 apa yang perlu ditunggu kehadirannya?

Ada beberapa kriteria yang bisa menjadi penanda jika sebuah judul game masuk dalam daftar “Paling Ditunggu”. Seperti cerita yang mendalam, grafis yang memukau, mekanisme gameplay yang inovatif dan unik. Selain hal-hal tersebut, masih ada satu kriteria lagi yaitu remaster

Sesuai dengan tren, publisher dan developer tidak hanya mengandalkan judul baru, tetapi juga remaster atau pembaruan game klasik dengan gaya modern. Ini juga berlaku bagi semua genre game, termasuk RPG. Jadi jangan heran jika beberapa game RPG 2025 yang ada di dalam daftar ini adalah remaster.

Dalam daftar ini, tim Playcubic sudah Menyusun 12 judul game RPG 2025 yang wajib dinantikan kehadirannya.

12 Game RPG 2025 yang Wajib Ditunggu

1. Freedom Wars Remastered: PS5/PS4/Nintendo Switch/PC (10 Januari)

game rpg 2025 Freedom Wars Remastered

Developer: Dimps

Freedom Wars sebelumnya adalah game eksklusif untuk handheld PlayStation Vita. Versi remaster akan tampil dengan peningkatan pada grafis remaster. Game ini juga menawarkan mode multiplayer PvE 4 pemain, PvP 4 vs 4, dan juga rank match.

Freedom Wars menceritakan tentang Togabito. seorang kriminal dengan masa hukuman 1 juta tahun. Togabito direkrut dalam misi penting yaitu menyelamatkan warga sipil dari monster raksasa bernama Abductors.

2. Tales of Graces f Remastered: PS5/PS4/Xbox Series/Xbox One/Nintendo Switch/PC (17 Januari)

game rpg 2025 Tales of Graces f Remastered

Developer: TOSE

Tales of Graces f Remastered juga adalah versi remaster dari game tahun 2012. Game action RPG ini menceritakan petualangan Asbel dan teman-temannya di dunia Ephinea.

Tales of Graces f Remastered akan tampil dengan grafis HD dan konten baru yang belum pernah dirilis ke sebelumnya. Game ini juga sudah dilengkapi DLC dari versi originalnya serta beberapa fitur baru.

3. Kingdom Come: Deliverance II: PS5/Xbox Series/PC    (4 Februari)

game rpg 2025 Kingdom Come: Deliverance II

Developer: Warhorse Studios

Kingdom Come: Deliverance II juga masuk dalam game rilis di tahun 2025. Game ini ditujukan untuk gamer yang menyukai tema abad pertengahan. Game action RPG ini akan membawa pemain ke abad ke-15 di Eropa. Karakter utamanya bernama Henry, dan melalui matanya yang ditampilkan dengan gaya first person, pemain dapat mengeksplorasi dunia open-world.

Kingdom Come: Deliverance II adalah sekuel dari game pertama yang rilis di 2018.

4. The Legend of Heroes: Trails Through Daybreak II: PS5/PS4/Nintendo Switch/PC (14 Februari)

game rpg 2025 The Legend of Heroes: Trails Through Daybreak II

Developer: Nihon Falcom

Setelah sukses di Jepang, Nihon Falcom akhirnya siap untuk membawa JRPG The Legend of Heroes: Trails Through Daybreak II ke luar Jepang.

Diceritakan kehidupan di Calvard kembali damai setelah ancaman mafia Almata usai. Namun, mendadak terjadi serangkaian pembunuhan misterius yang melibatkan mahluk Bernama Crimson Beast. Peristiwa ini membawa Van Arkride ke dalam babak investigasi yang baru.

The Legend of Heroes: Trails Through Daybreak II akan memperkenalkan mekanisme baru seperti Cross Charge dan EX Chains.

5. Avowed: Xbox Series/PC (18 Februari)

game rpg 2025 Avowed

Developer: Obsidian Entertainment

Avowed adalah salah satu proyek ambisius milik Microsoft yang diharapkan menjadi salah satu game RPG 2025 yang paling berkesan. Game dengan gaya first person ini berlatar di Living Lands yang merupakan bagian dari dunia fiksi dalam franchise Pillars of Eternity.

Pemain akan menjadi Envoy of of Aedyr yang ditugaskan untuk mengungkap misteri dari wabah yang menyebar di Living Lands.

6. Suikoden I&II HD Remaster Gate Rune and Dunan Unification Wars: PS5/PS4/Xbox Series/Xbox One/Nintendo Switch/PC (6 Maret)

game rpg 2025 Suikoden I&II HD Remaster Gate Rune and Dunan Unification Wars

Developer: Konami

Suikoden I&II HD Remaster adalah remaster sekaligus kompilasi dari dua game RPG legendaris kepunyaan Konami, Suikoden I dan Suikoden II. Kedua game ini masih saling berhubungan dengan peristiwa di Suikoden II terjadi setelah Suikoden pertama.

Suikoden I&II HD Remaster menghadirkan kualitas grafis HD, efek suara baru, auto-save, dan fitur fast-forward.

7. Xenoblade Chronicles X: Definitive Edition: Nintendo Switch (20 Maret)

game rpg 2025 Xenoblade Chronicles X: Definitive Edition

Developer: Monolith Soft

Sesuai judulnya, Xenoblade Chronicles X: Definitive Edition akan menghadirkan kualitas grafis yang sudah ditingkatkan, dan juga optimalisasi. Versi ini juga akan menambahkan elemen cerita baru dan fitur kustomisasi karakter yang lebih luas.

Xenoblade Chronicles X menceritakan tentang ras manusia yang mengungsi dari bumi yang hancur akibat perang intergalactic. Para Kisah survivor ini lalu tiba di planet Mira, dimana mereka harus bertahan hidup. Pemain akan menjadi salah satu dari anggota B.L.A.D.E yang ditugaskan untuk menjaga koloni manusia yang tersisa.

8. Atelier Yumia: The Alchemist of Memories & the Envisioned Land: PS5/PS4/Xbox Series/Xbox One/Nintendo Switch/PC (21 Maret)

game rpg 2025 Atelier Yumia: The Alchemist of Memories & the Envisioned Land

Developer: Koei Tecmo

Atelier Yumia: The Alchemist of Memories & the Envisioned Land adalah game RPG untuk gamer yang ingin ditemani oleh karakter wanita cantik. Cerita dari game ini akan mengikuti petualangan dari Yumia Liessfeldt, yang mencari fakta sesungguhnya dari jatuhnya kerajaan Aladissian.

Atelier Yumia: The Alchemist of Memories & the Envisioned Land menghadirkan pertarungan real-time dengan fitur Synthesis. Fitur ini membuat Yumia dan teman-temannya dapat menciptakan berbagai macam item, baik untuk combat maupun eksplorasi.

9. Clair Obscur: Expedition 33: PS5/Xbox Series/PC
Rilis (2025)

game rpg 2025 Clair Obscur: Expedition 33

Developer: Sandfall Interactive

Clair Obscur: Expedition 33 adalah game RPG turn-based yang menjadi perhatian di Gamescom tahun lalu. Gameplay turn-based di game ini dipadu dengan mekanisme real-time yang membuat bagian combat menjadi lebih imersif.

Dalam game ini, Pemain ditugaskan untuk menghentikan sosok misterius bernama Paintress. Sebabnya adalah Paintress bisa menyebabkan orang-orang hilang setiap tahunnya sesuai dengan umur yang dilukis.

10. Dragon Quest I & II HD-2D Remake: PS5/Xbox Series/Nintendo Switch/PC (2025)

game rpg 2025 Dragon Quest I & II HD-2D Remake

Developer: Artdink

Setelah sukses dengan Dragon Quest III HD-2D Remake tahun lalu, Square Enix melanjutkannya dengan membuat remake dari Dragon Quest I & II. Kedua game ini akan dikompilasi ke dalam satu game dan masih menggunakan gaya grafis dan visual HD-2D

Uniknya adalah Dragon Quest I & II HD-2D Remake merupakan lanjutan dari Dragon Quest III HD-2D Remake. Meski membawa embel-embel nama “I & II”, bukan berarti adalah game yang rilis lebih dulu.

11. Fable: Xbox Series/PC (2025)

game rpg 2025 Fable

Developer: Playground Games & Eidos Montreal

Sama seperti Avowed, Fable juga merupakan game ambisius milik Microsoft. Detail game ini masih sangat terbatas. Trailernya pun justru memunculkan tanda tanya, dimana trailer pertama memperlihatkan seorang raksasa, dan trailer kedua menampilkan mantan pahlawan Albion yang sudah pensiun.

12. Pokemon Legends: Z-A: Nintendo Switch (2025)

game rpg 2025 Pokemon Legends: Z-A

Developer: Game Freak

Sesuai tradisi setiap tahunnya, Nintendo bersama Game Freak telah menyiapkan game Pokemon di tahun 2025 yaitu Pokemon Legends: Z-A. Detail dari game ini masih sangat terbatas. Informasi yang sudah diungkap adalah Pokemon Legends: Z-A berlatar di Lumiose City dengan area urban yang sedang direvitalisasi

Itulah daftar game RPG 2025 yang menurut tim Playcubic perlu ditunggu dan dipantau perilisannya. Tidak peduli statusnya sebagai game remaster, temanya yang berlatar di abad pertengahan, atau betul-betul full fantasi dengan dunia fiksi yang kaya, asalkan ekspektasi dari gamer terutama fans yang sudah menunggu bisa terpenuhi.

Bagaimana menurut kalian?

7 Virus Paling Ikonik dalam Game yang Paling Berbahaya

0

Dalam dunia game, elemen cerita yang melibatkan virus dan infeksi sering kali menciptakan pengalaman yang mendebarkan dan menegangkan. Virus tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memicu konflik, tetapi juga menjadi pendorong utama dalam pengembangan karakter dan alur cerita.

Penasaran apa saja virus paling ikonik yang ada di game? Penulis bakal membahasnya secara lengkap untuk kamu.

1. T-Virus (Resident Evil)

T-Virus, virus utama dalam seri Resident Evil, diciptakan oleh Umbrella Corporation. Virus ini mengubah manusia menjadi zombie dan monster mengerikan lainnya. T-Virus menyebar melalui gigitan dan kontak dengan darah, menyebabkan pandemi di Raccoon City.

Kehadiran virus ini menciptakan banyak karakter ikonik, seperti Nemesis dan Tyrant, serta menghadirkan tantangan survival horror yang mendebarkan. Kesuksesan Resident Evil dalam mengangkat tema virus menjadi salah satu daya tarik utama dalam industri game horor.

2. G-Virus (Resident Evil)

G-Virus adalah mutasi dari T-Virus yang juga diciptakan oleh Umbrella Corporation. Virus ini memiliki kemampuan untuk mengubah manusia menjadi makhluk super, seperti William Birkin yang menjadi G-Mutant. G-Virus dapat menular melalui kontak langsung dan mampu meningkatkan kekuatan dan regenerasi individu yang terinfeksi.

Virus ini memperkenalkan elemen baru dalam gameplay, dengan makhluk yang lebih kuat dan menantang. Keberadaan G-Virus menambah kompleksitas alur cerita Resident Evil, membuat para pemain semakin terlibat dalam perjuangan melawan kengerian.

3. A-Virus (Metal Gear)

A-Virus muncul dalam game Metal Gear Solid dan merupakan bagian dari cerita besar yang melibatkan bioengineering. Virus ini dirancang untuk mengendalikan pikiran manusia dan menciptakan tentara yang setia. Dengan kemampuan untuk mengubah individu menjadi alat perang, A-Virus memperkenalkan konsep perang biologis dalam narasi.

Keberadaan virus ini menambah ketegangan dalam alur cerita, menyoroti konflik moral terkait penggunaan teknologi dan pengendalian pikiran. Ini menjadikan Metal Gear salah satu game yang mempertanyakan etika perang.

4. Phage (StarCraft)

Phage adalah virus dalam StarCraft yang digunakan oleh Zerg untuk menginfeksi dan mengubah makhluk lain menjadi bagian dari spesies mereka. Dengan kemampuan untuk memodifikasi DNA, Phage memungkinkan Zerg untuk berevolusi dan mengembangkan unit baru dalam pertempuran.

Virus ini juga menciptakan ketegangan antara Zerg dan ras lain, seperti Terran dan Protoss. Dengan mekanisme gameplay yang melibatkan infeksi dan evolusi, Phage menjadi elemen penting dalam strategi dan pertarungan di StarCraft.

5. The Blight (Dragon Age)

The Blight adalah virus magis dalam Dragon Age yang berasal dari Darkspawn. Virus ini menyebabkan korupsi dan kehancuran di tanah Ferelden, menciptakan monster mengerikan yang menyerang umat manusia.

The Blight menggambarkan perjuangan antara kebaikan dan kejahatan, dengan karakter protagonis berjuang untuk mengakhiri ancaman ini. Keberadaan The Blight menambah kedalaman cerita, menciptakan momen-momen dramatis yang menguji moralitas dan keberanian para pemain dalam menghadapi kegelapan.

6. Parasite Eve (Parasite Eve)

Parasite Eve adalah virus yang menjadi inti dari game Parasite Eve, yang mengubah sel-sel tubuh manusia dan menyebabkan mutasi. Dikenal karena kemampuannya untuk memanipulasi sel, virus ini menciptakan makhluk mengerikan dan memicu bencana di New York.

Pemain berperan sebagai Aya Brea, yang berjuang melawan ancaman ini sambil mengungkap kebenaran di balik eksperimen yang menyebabkan wabah. Kombinasi elemen RPG dan horor menjadikan Parasite Eve unik dalam menghadirkan tema virus dan mutasi.

7. Necromorph Infection (Dead Space)

Infeksi Necromorph dalam Dead Space adalah hasil dari artefak alien yang disebut Marker. Virus ini mengubah mayat menjadi makhluk Necromorph yang mengerikan, menyebabkan kekacauan di stasiun luar angkasa.

Pemain mengendalikan Isaac Clarke, yang harus bertahan hidup sambil melawan makhluk yang terinfeksi. Elemen horor dan ketegangan psikologis dalam permainan ini diperkuat oleh infeksi Necromorph, menciptakan suasana yang menakutkan. Cerita yang dalam dan atmosfer yang mencekam menjadikan Dead Space sebagai salah satu game horor paling diingat.

Itulah 7 virus dalam game yang paling berbahaya dan menakutkan. Bagaimana menurut kalian?

5 Fakta Menarik Tentang Mesin Arcade

0

Mesin arcade adalah bagian penting dari sejarah game yang telah memikat pemain di seluruh dunia sejak era 1970-an.

Dari tampilan visual yang sederhana hingga desain kabinet ikonis, mesin-mesin ini telah mengubah cara orang bermain game di ruang publik. Berikut adalah lima fakta menarik tentang mesin arcade yang mungkin belum banyak diketahui.

1. Mesin Arcade Pertama: Computer Space (1971)

Mesin arcade pertama yang dirilis untuk umum adalah Computer Space pada tahun 1971, dikembangkan oleh Nolan Bushnell dan Ted Dabney. Game ini dianggap sebagai cikal bakal dari semua game arcade yang ada.

Meskipun konsepnya revolusioner, Computer Space tidak mencapai kesuksesan besar di pasaran karena gameplay-nya yang dianggap sulit dimengerti oleh banyak pemain saat itu. Namun, hal ini membuka jalan bagi game arcade berikutnya, seperti Pong yang akhirnya membawa ledakan popularitas mesin arcade di awal 1970-an.

2. Masa Keemasan Mesin Arcade di 1980-an

Era 1980-an dikenal sebagai masa keemasan bagi industri mesin arcade. Pada masa ini, game seperti Pac-Man, Donkey Kong, dan Space Invaders merajai ruang-ruang arcade dan menarik jutaan pemain.

Pada puncak popularitasnya, mesin arcade menjadi pusat hiburan di mal, restoran, hingga taman bermain. Keberhasilan besar dari game-game ini juga membawa perubahan besar dalam budaya pop. Karakter seperti Pac-Man bahkan muncul dalam berbagai bentuk media seperti mainan, kartun, dan merchandise.

3. Mesin Arcade Multigame Modern

Saat ini, mesin arcade tidak hanya terbatas pada satu game. Berkat kemajuan teknologi, banyak mesin arcade modern memiliki kemampuan multigame. Ini memungkinkan pemain untuk memilih dari berbagai macam permainan dalam satu mesin, sebuah inovasi yang memaksimalkan penggunaan ruang dan mengurangi biaya produksi.

Mesin arcade multigame ini populer di tempat hiburan modern dan sering kali menampilkan berbagai genre seperti balap, tembak-menembak, hingga game puzzle, yang semuanya dapat dimainkan hanya dengan menekan tombol pilihan di layar.

4. Mesin Arcade dan Turnamen Esports

Meskipun zaman keemasan arcade sudah lama berlalu, pengaruh mesin arcade masih hidup dalam dunia esports. Beberapa game klasik arcade, seperti Street Fighter II dan Tekken, sering dijadikan ajang turnamen kompetitif di seluruh dunia.

Pemain profesional dan penggemar game retro masih memainkan game-game ini dengan keterampilan tinggi dalam turnamen yang diadakan di konvensi, pameran game, hingga acara online. Keterampilan yang diperlukan untuk menguasai kontrol game arcade ini bahkan dianggap sebagai dasar penting dalam dunia kompetisi game modern.

5. Dampak pada Desain Game Modern

Mesin arcade juga memiliki pengaruh besar pada desain game modern. Banyak elemen game arcade klasik, seperti sistem skor tinggi, tingkat kesulitan yang meningkat, dan gameplay berbasis sesi singkat, diadopsi ke dalam game mobile dan online saat ini.

Game arcade yang terkenal dengan tantangan “pay-to-play” ini mendorong pemain untuk terus menghabiskan koin demi mencapai skor tertinggi. Konsep ini diadaptasi oleh banyak game mobile modern, yang menggunakan sistem microtransaction atau in-game purchases sebagai cara untuk mempertahankan pemain dalam waktu lama.

Bagaimana menurut kalian?

Steam Nobatkan Black Myth: Wukong Sebagai Game of the Year

0

Black Myth: Wukong akhirnya berhasil memenangkan penghargaan Game of the Year melalui The 2024 Steam Awards. Game yang dibuat oleh developer Game Science ini berhasil mengalahkan S.T.A.L.K.E.R. 2: Heart of Chornobyl, Warhammer 40.000: Space Marine 2, Balatro, dan Helldivers II.

Berbeda dengan penghargaan sebelumnya The Game Awards yang 90 persen berdasarkan keputusan juri, pemilihan pemenang di Steam Awards 100 persen berasal voting yang diberikan oleh user Steam.

Para Pemenang Lainnya di Steam Awards

Selain memberikan penghargaan Game of the Year, Steam Awards juga memiliki 10 kategori penghargaan lain. Berikut adalah setiap kategori dan pemenangnya:

  • VR Game of the Year: Metro Awakening
  • Labor of Love Award: Elden Ring
  • Best Game on Steam Deck Award: God of War Ragnarok
  • Better With Friends Award: Helldivers II
  • Outstanding Visual Style Award: Silent Hill 2
  • Most Innovative Gameplay Award: Liar’s Bar
  • Best Game You Suck At: Black Myth: Wukong
  • Best Soundtrack Award: Red Dead Redemption
  • Outstanding Story Rich Award: Black Myth: Wukong
  • Sit Back and Relax Award: Farming Simulator 25

Bagaimana menurut kalian?