Home Blog Page 159

Review Shin chan: Shiro and the Coal Town (PC): Yuk Bantu Shin chan Berpetualang di Dua Wilayah!

0

Halo, kawan-kawan Playcubic! Setelah menjajal game Shin chan: Shiro and the Coal Town beberapa waktu lalu, kini waktunya saya menilai apakah game ini pantas mendapatkan skor yang ok? Sebagai penggemar setia serial Crayon Shin chan, saat pertama kali diumumkan kehadirannya game ini langsung menarik perhatian saya, grafis serta karakter dalam game tentu saja tidak akan asing bagi saya ataupun kalian yang tumbuh besar bersama serial animasi Crayon Shin chan dan mungkin pernah juga menjajal game-nya di konsol game era 8 bit dan 16 bit. Game ini menawarkan petualangan unik yang menggabungkan kehidupan sederhana pedesaan Jepang dengan elemen misteri yang tak terduga.

Game ini dimulai dengan keluarga Nohara yang melakukan perjalanan ke sebuah desa kecil di prefektur Akita, tempat Hiroshi, ayah Shin chan, mendapat tugas kerja. Suasana tenang dan damai langsung menyelimuti ketika tiba di desa yang penuh dengan pemandangan khas pedesaan Jepang. Pemain diajak untuk ikut merasakan kehidupan sehari-hari di pedesaan dengan berbagai aktivitas menarik seperti menangkap serangga, memancing, dan berinteraksi dengan penduduk desa, semuanya dalam gaya komedi khas Shin chan.

Namun, di tengah keindahan pedesaan, Shin chan tanpa sengaja menemukan sebuah kereta misterius yang membawanya ke Coal Town, kota tambang dengan atmosfer retro era Showa yang penuh karakter. Di sini, cerita menjadi semakin seru ketika Shin chan bertemu dengan karakter-karakter baru, termasuk seorang gadis misterius yang menjadi pusat cerita. Kota tambang ini membawa Shin chan ke dunia yang benar-benar berbeda dari kehidupan tenang di Akita. Para pekerja tambang dan penduduk lokal menjalani kehidupan yang sibuk, memperkenalkan pemain pada budaya tambang yang khas.

Yang membuat Shin chan: Shiro and the Coal Town begitu unik adalah bagaimana game ini menghadirkan dua dunia yang saling melengkapi. Pemain bisa menjelajahi dua tempat yang kontras: pedesaan Akita yang penuh ketenangan dan Coal Town yang sibuk. Kehidupan Shin chan seolah terbagi antara kedamaian desa dan kesibukan kota tambang, dengan tugas dan misi yang berbeda di setiap tempat. Aktivitas sehari-hari ini membuat permainan tetap menarik karena pemain terus merasakan ritme hidup yang dinamis dan bervariasi.

Game ini menghadirkan main quest dan juga side quest yang semuanya saling berkaitan, terutama soal pengumpulan item. Maka dari itu saran saya nikmati saja setiap kegiatan yang bisa kalian lakukan dalam game ini misalnya memancing, berkebun atau menangkap serangga, karena item-item yang kalian dapat bisa membantu jalannya misi selesai baik itu misi utama maupun misi sampingan.

*klik untuk memperbesar gambar

 

Oh iya kalian bisa menyaksikan seperti apa serunya saya memainkan game ini lewat 2 video di bawah :

Grafis dan efek audio yang pas!

Tidak heran jika game ini berhasil meraih penghargaan untuk seni visual. Dari sisi grafis, Shin chan: Shiro and the Coal Town terlihat sangat memukau. Desain karakter dan dunia yang ditampilkan mengikuti gaya khas dari serial animasinya, namun dengan sentuhan modern yang lebih halus. Desa di Akita digambarkan dalam warna-warna pastel lembut yang menenangkan, sementara Coal Town dihiasi dengan nuansa vintage ala era Showa, membuat dua dunia ini begitu hidup dan berbeda. Detail-detail kecil seperti pemandangan alam, kereta, dan bangunan tambang memberikan pengalaman visual yang memikat.

Musik dalam game juga berhasil membawa nuansa yang berbeda di setiap dunia. Saat berada di Akita, musiknya tenang, mencerminkan suasana desa yang damai, sementara di Coal Town, alunan musik lebih energik dan menggambarkan semangat kerja para penduduknya. Keharmonisan antara visual dan audio ini mampu menciptakan suasana yang benar-benar menghidupkan cerita Shin chan.

Sisi nostalgia dan elemen baru membaur sempurna

Sebagai permainan yang mengadaptasi dunia Crayon Shin chan, Shin chan: Shiro and the Coal Town tetap setia pada esensi serial aslinya. Elemen nostalgia sangat terasa, terutama dari karakter-karakter yang ikonik seperti Shin chan dan keluarganya, serta gaya komedi yang tak lekang oleh waktu. Meski begitu, game ini juga menampilkan berbagai elemen baru, terutama dengan adanya Coal Town yang memperkenalkan sisi petualangan dan misteri yang menarik.

Bagi penggemar Shin chan, game ini tentu menjadi pengalaman yang sangat memuaskan. Namun, bagi pemain baru, game ini tetap menyenangkan dan mudah dinikmati, karena gameplay-nya mengalir dengan alami dan menawarkan pengalaman bermain yang ringan namun tetap menantang.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Shin chan: Shiro and the Coal Town adalah game yang menghadirkan petualangan Shin chan dengan cara yang memukau. Dari cerita yang unik hingga visual yang memikat, game ini menyajikan kehidupan pedesaan Jepang yang damai dengan balutan misteri. Shin chan: Shiro and the Coal Town cocok bagi siapa saja yang ingin merasakan kisah kehidupan sederhana dengan sentuhan komedi dan misteri yang menyegarkan.

Dengan rilis globalnya pada 24 Oktober 2024 kemarin di Steam dan Nintendo Switch, game ini memberikan kesempatan bagi pemain di seluruh dunia untuk menikmati petualangan terbaru Shin chan. Jika Anda mencari pengalaman bermain yang berbeda, santai, dan penuh warna, Shin chan: Shiro and the Coal Town bisa menjadi pilihan yang sangat menyenangkan untuk dimainkan.

7 Combo Tersulit untuk Dikuasai dan Eksekusi di Video Game

0

Dalam dunia game fighting, menguasai combo adalah kemampuan yang sangat penting bagi setiap gamer. Dengan combo yang dahsyat dan solid, seorang gamer dapat mengalahkan lawannya dengan mudah. Namun, menguasai combo tidaklah mudah. Hal ini memerlukan seorang gamer untuk melatih gerakan tangan mereka secara khusus untuk combo tersebut.

Sayangnya, beberapa combo di video game sangat sulit untuk dieksekusi dan dikuasai. Pernahkah kamu bertanya-tanya apa combo paling sulit di video game? Penulis memiliki ulasan lengkap untuk dibahas bersama.

1. Akira Stun Palm of Doom

combo tersulit akira virtual fighter

Teknik The Stun Palm of Doom tampaknya mudah dikuasai karena perintahnya terlihat sangat simpel. Namun, untuk memunculkan combo yang luar biasa, gamer harus melakukan pukulan, tendangan, dan lemparan dengan kecepatan eksekusi yang sangat tinggi.

Meskipun demikian, banyak gamer yang gagal mengeksekusi teknik The Stun Palm of Doom. Teknik ini sangat populer di Virtua Fighter 2 yang dirilis di mesin Arcade pada tahun 1994. Bahkan hingga bertahun-tahun setelah diperkenalkan, The Stun Palm of Doom masih menjadi salah satu teknik yang paling sulit untuk dikuasai.

2. Hayate Raijin

combo tersulit hayate dead or alive

Hayate Raijin Teknik ini tampak relatif pendek, namun kenyataannya sangat sulit untuk dieksekusi. Combo ini dimulai dengan gerakan seperempat lingkaran ke depan dan lemparan. Kemudian, saat lawan berada di udara, gamer harus memukul ke depan, belakang, atas, dan bawah, serta lemparan.

Tidak hanya itu, gamer juga harus mengeksekusi tombol lagi, seperti diagonal kanan atas, diagonal kiri bawah, diagonal kiri atas, dan diagonal kanan bawah, serta lemparan. Combo ini akan terlihat sangat keren, tapi untuk melakukannya dibutuhkan fokus super tinggi.

3. Magneto Rom Infinite

combo tersulit magneto marvel vs capcom

Magneto Rom Infinite Salah satu teknik paling terkenal di Marvel Vs. Capcom 2 adalah Rom Infinite, milik Magneto. Combo ini membutuhkan keterampilan tinggi dan dibuat oleh pemain Jepun bernama Rom. Cara standar untuk mengeksekusinya adalah dengan High Punch, Super Jump High Kick, Air Dash down forward Low Kick, Air Dash Low Kick, dan kemudian mendarat dengan tepat.

Setelah itu, gamer harus mengeksekusi lagi Super Jump Low Kick, Super Jump Low Kick, kemudian Air Dashing down forward, Air Dash Low Kick sebanyak dua kali. Seluruh langkah ini harus diulang untuk menciptakan combo tak berkesudahan yang menyiksa gamer.

4. Crimson Viper Level 24 Trial

combo tersulit crimson viper street fighter

Crimson Viper adalah salah satu karakter yang sangat susah dikuasai di Ultra Street Fighter 4. Teknik yang tersulit adalah Level 24 Trial, yang mengharuskan gamer mengeksekusi combo dengan tombol yang banyak.

Ada banyak perpaduan teknik yang harus dilakukan, seperti Thunder Knuckle, EX Seismic Hammer, Burning Kick, Burst Time, dan tiga pukulan biasa. Dengan banyaknya perpaduan teknik yang harus dieksekusi, tentunya teknik tersebut tidak banyak dikuasai oleh gamer. Hanya gamer yang rajin berlatih saja yang mungkin bisa mengeksekusi teknik ini dengan mulus.

5. Order-Sol Dragon Install

combo tersulit sol guilty gear

Di Guilty Gear Strive, Dragon Install milik Sol Badguy memang diubah sedikit. Namun ketika masuk ke Guilty Gear XX Accent Core Plus R, combo ini menjadi sesuatu yang istimewa. Untuk mengeksekusi combo super ini, gamer harus menekan setengah lingkaran belakang sebelum mengeksekusi lawan dengan teknik slash.

Dari sana, gamer harus terus memukul lawan dengan combo Morbid World, yang terdiri dari Punch, Kick, Slash, Heavy Slash, Dust Attack, Kick, dan Slash. Kemudian teknik ini harus diteruskan dengan Heavy Slash plus setengah lingkaran ke belakang.

Dahsyatnya, jika HP lawan cukup rendah, Order-Sol akan melakukan teknik Napalm Death. Susahnya combo Dragon Install akan terbayarkan dengan visual yang menarik.

6. Akuma Shun Goku Satsu

combo tersulit akuma street fighter

Akuma Shun Goku Satsu adalah salah satu combo paling sulit di Street Fighter Alpha 2. Combo ini membutuhkan keterampilan tinggi dan fokus yang sangat tinggi untuk dapat dieksekusi dengan sempurna.

Gamer harus memiliki reflex yang cepat dan akurat dalam menekan tombol, serta memahami timing yang tepat untuk memunculkan combo ini. Dengan demikian, combo ini dapat memunculkan damage yang sangat besar dan membuat lawan kesulitan untuk melawan.

7. Kazuya Devil Beam

combo tersulit kazuya tekken

Kazuya Devil Beam adalah salah satu combo paling sulit di Tekken 7. Combo ini membutuhkan keterampilan tinggi dan fokus yang sangat tinggi untuk dapat dieksekusi dengan sempurna. Gamer harus memiliki reflex yang cepat dan akurat dalam menekan tombol, serta memahami timing yang tepat untuk memunculkan combo ini.

Selain itu, gamer juga harus memahami pola pergerakan lawan dan dapat beradaptasi dengan cepat untuk memastikan combo ini dapat dieksekusi dengan sukses.

Itulah 7 combo dalam game fighting yang paling sulit dikuasai. Apakah salah satunya adalah karakter favorit kalian?

Like a Dragon: Yakuza Mulai Tayang, Sega Gelar Promo Spesial

0

Menyambut perilisan serial Amazon Original Like a Dragon: Yakuza, Sega mengadakan diskon khusus di PlayStation Store dan Steam. Beberapa judul game Like a Dragon untuk PS5, PS4, dan PC akan dijual dengan harga spesial dalam waktu terbatas.

Untuk pertama kalinya, nikmati diskon 50% untuk Like a Dragon: Infinite Wealth, game yang mengikuti petualangan Ichiban Kasuga dan Kazuma Kiryu di Hawaii dan Jepang. Selain itu, ada diskon 45% untuk Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name di PlayStation Store dan 50% di Steam, Kalian juga bisa mendapatkan harga spesial untuk Yakuza: Like a Dragon, paket lengkap Yakuza Complete Series, dan masih banyak lagi dari seri ini. Detail lebih lengkapnya bisa dilihat di sini.

Promodi PlayStation Store berlangsung hingga tanggal 6 November 2024, sementara diskon di Steam dimulai pada 25 Oktober pukul 2:00 dan berakhir pada 7 November 2024.

Like a Dragon: Yakuza sudah mulai tayang di Amazon Prime. Film ini dibagi dalam dua format yaitu di tanggal 25 Oktober 2024 dan 1 November 2024.

Granblue Fantasy Versus: Rising Kedatangan Karakter Baru, Vikala

0

Cygames telah mengumumkan kehadiran dari karakter baru untuk game fighting Granblue Fantasy Versus: Rising. Karakter baru yang akan hadir ini adalah Vikala bersama dengan konten Battle Pass round 6. Update 1.60 ini sudah tersedia sekarang.

Vikala merupakan satu dari 12 Divine Generals yang menjaga Northern Skies dari kejahatan. Saat bertarung, Vikala akan ditemani oleh perangkap tikus magis yang memiliki kesadaran sendiri. Battle Pass Round 6 akan menghadirkan berbagai item dan bonus, seperti ilustrasi karakter, musik, lencana, trophy, dan masih banyak lagi. Selain itu, avatar lobi baru bernama Yunicorn juga tersedia sebagai hadiah dari battle pass ini.

Tentunya untuk mendapatkan Vikala, kalian harus membeli DLCnya terlebih dahulu. Sistem ini juga digunakan kepada DLC lainnya di Granblue Fantasy Versus: Rising.

Bagaimana menurut kalian?

Sonic X Shadow Generations Rilis Hari Ini!

0

Sega telah mengumumkan Sonic X Shadow Generations telah rilis hari ini di PS5, PS4, Nintendo Switch, Xbox Series, Xbox One, dan PC (Steam dan Epic Games Store).

Sonic X Shadow Generations mencakup remaster lengkap dari game Sonic Generations, yang memiliki desain level Sonic 3D dan 2D dengan visual yang ditingkatkan serta bonus konten tambahan. Ditambah cerita baru Shadow Generations yang menampilkan si landak hitam, Shadow.

Sega juga telah mengungkap kehadiran DLC Sonic the Hedgehog 3 Movie Pack yang akan tersedia di dalam game pada tanggal 13 Desember 2024. DLC ini memungkinkan pemain untuk bermain Sonic X Shadow Generations dengan skin eksklusif dan stage yang terinspirasi dari film Sonic the Hedgehog 3.

Bagaimana menurut kalian?

Denuvo Sebut Reputasinya Hancur Akibat Pembajak

0

Siapa yang tidak kenal dengan Denuvo. Bagi gamer terutama gamer PC, Denuvo sering kali dijadikan sebagai kambing hitam ketika performa game merosot. Software pelindung ini dinilai telah menyedot daya yang cukup besar sehingga berdampak dengan performa game yang menggunakannya secara keseluruhan.

Berbicara dengan Rock Paper Shotgun, Product Manager Andreas Ullman menceritakan bagaimana reputasi Denuvo bisa menjadi sangat buruk di mata gamer. Ia menjelaskan bahwa penyebab utamanya adalah kelompok pembajak yang tidak menyukai keberadaan Denuvo.

“Pembajak tidak bisa membajak game yang menggunakan Denuvo dalam kurun waktu tertentu, sampai developer memutuskan untuk menghilangkannya. Inilah yang membuat mereka tidak menyukai Denuvo, lalu dengan komunitasnya berusaha untuk menjelek-jelekkan reputasi kami dan berharap developer tidak lagi menggunakan Denuvo,” Sebut Ullman.

Namun Ullman tidak secara jelas membantah jika softwarenya berdampak dengan performa game. Ia hanya mengatakan bahwa diperlukan bukti secara data untuk membuktikannya. Jikapun masalah itu terjadi, hanya terjadi pada beberapa game saja dan tidak semuanya yang menggunakan software Denuvo.

Sebelum berbicara kepara media, Denuvo sempat membuka halaman Discord untuk mencoba memperbaiki reputasinya. Namun rencana ini gagal. Halaman Discord Denuvo justru dipenuhi oleh cacian dan bullying dimana perusahaan tersebut tidak lagi mengangapnya sebagai tempat diskusi yang sehat. Hanya dalam 2 hari, Denuvo memutuskan untuk menutupnya.

Bagaimana menurut kalian?

Developer The Day Before Fntastic yang Mencoba Kembali Eksis

0

Habis dikecam dan dihujat setelah merilis The Day Before yang berantakan, developer Fntastic dengan beraninya mencoba kembali untuk eksis di industri game. Pada bulan September kemarin, Fntastic dengan percaya dirinya mengumumkan pengembangan game baru yang berjudul Escape Factory melalui crowdfunding Kickstarter.

Seperti yang sudah diprediksi, crowdfunding pengembangan Escape Factory dibatalkan untuk sementara karena dinilai tidak dapat menarik perhatian gamer. Namun tidak berhenti sampai di sini, Fntastic justru mengumumkan proyek baru Items di media sosialnya. Game bergenre action-horror prop hunt diklaim oleh Fntastic telah ditunggu kehadirannya oleh “fans” mereka.

Lebih lucunya lagi, Fntastic juga berencana untuk merilis game mobile yang pararel dengan pengembangan Items. Game mobile ini akan dijadikan sebagai pengumpulan dana untuk pengembangan game tersebut.

Rencana Fntastic ini langsung mendapatkan beragam respon dari netizen, dan kebanyakan masih tidak percaya atau malah menertawakan mereka. Ada juga yang mencoba bertanya secara kritis mengenai bagaimana dana dari hasil crowdfunding Escape Factory. Menurut Fntastic dana tersebut secara otomatis sudah dikembalikan kepada penyumbang karena proyek kickstarter tidak mencapai targetnya.

Bagaimana menurut kalian?

Trailer Baru Dragon Age: The Veilguard Perlihatkan Teror di Dunia Fantasi Thedas

0

BioWare dan EA telah merilis trailer baru untuk Dragon Age: The Veilguard. Video ini memperlihatkan teror di dunia fantasy Thedas, dan bagaimana pemain sebagai Rook bisa menghentikannya. Dragon Age: The Veilguard akan rilis pada tanggal 31 Oktober 2024 PS5, Xbox Series, dan PC (Steam dan Epic Games Store).

Sistem combat yang digunakan dalam Dragon Age: The Veilguard adalah action dimana pemain bisa langsung menyerang dan bereaksi merespon serangan balik musuh. Dalam combat pemain juga dapat mengakses Ability Wheel untuk memilih skill apa yang akan digunakan.

Dragon Age: The Veilguard akan memberikan kebebasan kepada pemain untuk kostumisasi karakter, mulai dari penampilan sampai pilihan dari job class. Game ini juga akan menghadirkan companion dan masing-masing dapat di-romance oleh karakter pemain.

Bagaimana menurut kalian?

Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven Sudah Rilis!

0

Square Enix telah mengumumkan Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven sudah tersedia hari ini. Game RPG turn-based ini sudah bisa dimainkan melalui platform PS5, PS4, Nintendo Switch, dan PC (Via Steam). Buat kalian yang belum tahu, Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven merupakan versi remake 3D dari game tahun 1993.

Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven menceritakan tentang Avalon, ibukota dari Varennes Empire yang dihancurkan oleh kelompok bernama Seven Heroes. Emperor Leon lalu berjanji untuk membalaskan dendamnya dengan memberikan anaknya Gerard kekuatan untuk melawan Seven Heroes.

Buat kalian yang penasaran dengan gamenya, bisa mencoba lebih dulu versi demo Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven yang tersedia gratis di semua platform.

Prince of Persia: The Lost Crown Gagal, Ubisoft Kembali ke Rayman?

0

Prince of Persia: The Lost Crown, game metroidvania kepunyaan Ubisoft rupanya tidak seberhasil yang diharapkan. Meski mendapatkan respon yang positif, game tersebut ternyata tidak memenuhi angka penjualan yang ditargetkan.

Informasi ini berawal dari pernyataan channel YouTube Perancis Origami (Diterjemahkan oleh VGC). Menurut sumber yang didapatkan oleh mereka, Ubisoft telah memutuskan untuk membubarkan tim yang mengerjakan Prince of Persia: The Lost Crown. Artinya kemungkinan adanya sekuel menguap karena tidak ada lagi yang mengerjakan game tersebut.

Belakangan, Senior Producer Abdelhal Elguess mengatakan kepada Eurogamer bahwa saat ini tugas dari tim adalah memastikan bahwa game tersebut bisa dimainkan secara maksimal dari platform lain. Prince of Persia: The Lost Crown saat ini sudah tersedia di Steam dan rencananya juga akan segera tersedia di Mac.

Mengenai pembubaran, Elguess tidak mengatakan secara jelas. Ia hanya mengkonfirmasi bahwa tim yang dulunya mengerjakan Prince of Persia: The Lost Crown, saat ini sudah diarahkan untuk mengerjakan proyek yang lain.

Belum selesai soal pembubaran developer Prince of Persia: The Lost Crown, sekarang muncul kabar lain bahwa Ubisoft sedang memperhatikan franchise lamanya Rayman. Rupanya Ubisoft sedang mencoba mengeksplorasi untuk menentukan seperti kelanjutan dari franchise Rayman nantinya.

Berbicara kepada Kotaku, perwakilan Ubisoft mengatakan bahwa tahap awal eksplorasi Rayman dilakukan oleh tim dari Montpellier dan Milan. Kebetulan Ubisoft Montpellier adalah tim yang bertanggung jawab dalam pengembangan Prince of Persia: The Lost Crown. Jadi apakah proyek baru yang dimaksud oleh Elguess adalah Rayman?

Bagaimana menurut kalian?