Kewajiban memiliki akun PlayStation Network (PSN) untuk memainkan game PlayStation di PC akan dihapus. Mulai dari tanggal 30 Januari 2025, gamer PC tidak lagi diwajibkan memiliki akun PSN untuk memainkan game first-party milik PlayStation.
Syarat Wajib Punya Akun PlayStation Network untuk Game PC Dihapus
Perubahan ini akan berlaku mulai dari Marvel’s Spider-Man 2 untuk PC yang rilis di 30 Januari. Selain itu, kebijakan serupa juga akan diterapkan pada game-game sebelumnya seperti God of War Ragnarok, Horizon Zero Dawn Remastered, dan The Last of Us Part 2 Remastered yang akan rilis pada 3 April 2025. Meski sudah tidak diwajibkan lagi, memiliki akun PSN akan memberikan keuntungan ekstra.
Insentif ini berupa bonus konten eksklusif in-game bagi pemain yang memilih untuk login menggunakan akun PSN. Fitur ini juga memungkinkan pemain untuk mengelola daftar friendlist dan juga trophy. Beberapa contoh bonus yang ditawarkan adalah termasuk kostum eksklusif di Marvel’s Spider-Man 2, set armor khusus di God of War Ragnarok, dan skin karakter unik di The Last of Us Part 2 Remastered. Untuk detail lengkapnya bisa dilihat di sini.
Kebijakan ini merupakan langkah awal yang cukup baik dari SIE untuk merangkul gamer PC. Sebelumnya SIE mewajibkan gamer PC untuk memiliki akun PSN terlebih dahulu sebelum bisa memainkan game first-party PlayStation. Seperti yang diduga, kebijakan ini mendapat respon yang kurang baik dari gamer PC
Sony Group Corporation dan Sony Interactive Entertainment (SIE) yang merupakan pemilik dari PlayStation, telah mengumumkan perubahan dalam struktur perusahaannya. Posisi CEO SIE yang awalnya diisi oleh dua orang yaitu Helmen Hulst dan Hideaki Nishino, akan menjadi satu orang. Hideaki Nishino adalah yang ditunjuk Sony untuk menjadi CEO SIE.
Menurut keterangan resminya, langkah ini merupakan bagian dari strategi Sony untuk memperkuat sinergi di dalam SIE. Kebijakan baru ini akan berlaku efektif mulai dari 1 April 2025.
Sony Tunjuk Hideaki Nishino Sebagai CEO Tunggal PlayStation
“Saya merasa terhormat memimpin Sony Interactive Entertainment. Teknologi dan kreativitas adalah kekuatan kami dalam menghadirkan pengalaman hiburan untuk semua orang. Kami akan terus memperluas komunitas PlayStation dengan cara baru, seperti ekspansi IP, sambil terus berinovasi dalam teknologi,” Kata Nishino.
Nishino memulai kariernya di Sony pada tahun 2000. Sebelumnya ia memimpin Platform Business Group SIE. Dalam perannya tersebut, Nishino bertanggung jawab atas teknologi, produk, layanan, pengalaman platform, serta hubungan dengan pihak ketiga seperti publisher dan developer.
Lalu bagaimana nasib Herman Hulst? Hulst akan tetap menduduki posisi sebagai pemimpin, tapi dari divisi yang berbeda. Posisi yang akan diisi oleh Hulst adalah bagian PlayStation First-Party dan akan melapor kepada Nishino.
Sega telah membuka promo SEGA Year of the Snake Sale di Steam untuk merayakan Imlek 2025. Dalam waktu terbatas, berbagai judul game populer dari Sega dan Atlus akan tersedia dengan harga spesial.
Salah satu sorotan utama pada diskon ini adalah Metaphor: ReFantazio, game RPG milik Atlus yang berhasil memenangkan tiga penghargaan di The Game Awards 2024. Judul game buatan Atlus lainnya yang didiskon adalah Persona 3 Reload dan Shin Megami Tensei V: Vengeance. Fans dari RGG Studio juga dapat menikmati potongan harga untuk game Like a Dragon: Infinite Wealth.
Promo Sega Year of the Snake Sale akan berlangsung hingga 6 Februari 2025. Detail lebih lengkapnya bisa dilihat di sini.
Sega hari ini telah merilis Virtua Fighter 5 R.E.V.O. di Steam. Versi terbaru ini menghadirkan peningkatan dari Virtua Fighter 5 Ultimate Showdown Ver. 2.0. Peningkatan ini adalah implementasi rollback netcode untuk pengalaman bermain yang lebih lancar dan juga dari segi kualitas grafis.
Virtua Fighter 5 R.E.V.O. juga akan dijual dalam versi 30th Anniversary Edition. Edisi ini menghadirkan bundel istimewa berisi materi pre-produksi, soundtrack, dan juga bonus menarik lainnya. Hingga tanggal 3 Februari, edisi Standard dan Anniversary dapat dibeli dengan diskon 20%.
Virtua Fighter 5 R.E.V.O. juga akan memiliki DLC Tekken 7 Collaboration Pack. DLC ini berisi berbagai konten kolaborasi dengan Tekken 7 seperti 19 kostum karakter dari Tekken 7, 20 track BGM dari game tersebut, tampilan UI ala Tekken 7, dan lain-lain.
Selain Virtua Fighter 5 R.E.V.O., Sega juga sedang membuat game Virtua Fighter baru. Game ini dikerjakan oleh developer Yakuza dan Like a Dragon, RGG Studio.
HoYoverse mengumumkan update versi 5.4 Genshin Impact berjudul “Moonlight Amidst Dreams” akan rilis pada tanggal 12 Februari 2025. Update ini akan kembali menghadirkan kemeriahan Mikawa Flower Festival dengan berbagai hadiah menarik, termasuk senjata Polearm bintang 4 baru, Tamayuratei no Ohanashi.
Update 5.4 Genshin Impact Bawa Traveler Kembali ke Inazuma
Update 5.4 Genshin Impact juga akan menjadi debut dari Yumemizuki Mizuki, karakter bintang 5 pengguna vision Anemo dengan tipe senjata Catalyst. Elemental Skill Mizuki memungkin ia memasuki Dreamdrifter State. Dalam kondisi ini, Mizuki bisa menghasilkan AoE Anemo DMG dan meningkatkan Swirl DMG untuk tim ketika anggota party memicu reaksi elemen. Elemental Burst Mizuki adalah memanggil Mini Baku yang menciptakan Yumemi Style Special Snacks. Makanan ini dapat memulihkan HP anggota party jika di bawah 70%, atau meledak dan memberikan AoE Anemo DMG jika HP mereka lebih tinggi dari 70%.
Yumemizuki Mizuki akan tersedia pada Event Wish paruh pertama versi 5.4, bersama dengan rerun Sigewinne. Sementara itu, Furina dan Wriothesley akan hadir pada paruh kedua. Setelah update versi 5.5, Mizuki akan dimasukkan ke dalam Standard Wish banner.
Koei Tecmo dan Team NINJA telah mengumumkan perilisan game eksklusif PlayStation Rise of the Ronin di PC lewat Steam tanggal 11 Maret 2025. Pada bulan yang sama di tahun lalu, game ini dirilis di PS5.
Rise of the Ronin Akan Dirilis di PC
Versi PC Rise of the Ronin akan hadir dengan sejumlah fitur baru. Mulai dari dukungan resolusi 8K, kompatibilitas dengan monitor ultra-wide dan super ultra-wide, serta performa 120FPS. Versi PC ini juga sudah mendukung teknologi ray-tracing, dan upscaling dengan AMD FidelityFX Super Resolution, NVIDIA DLSS dan Reflex, serta Intel XeSS.
Buat kalian yang belum tahu, Rise of the Ronin adalah game bergenre action RPG dengan sistem open-world. Game ini berlatar di Jepang tahun 1863, tepatnya pada masa Bakumatsu. Pada waktu itu kekuasaan Shogun Tokugawa runtuh akibat tekanan dari kapal-kapal asing atau “Black Ships”.
Pemain akan berperan sebagai seorang Ronin yang bebas menentukan nasibnya pada masa paling tidak tentu di Jepang. Rise of the Ronin akan menawarkan lebih dari satu ending, tergantung pada pilihan pemain untuk mendukung kelompok yang mana di dalam game.
Tahun 2025 diawali Ubisoft dengan mengumumkan penutupan studio mereka di Leamington, Inggris. Selain itu Ubisoft juga melakukan PHK sebanyak 185 posisi di berbagai lokasi, termasuk di Dusseldorf, Stockholm, dan Newcastle.
Awal Tahun Ubisoft Sudah Lakukan PHK dan Tutup Studio
Berbicara kepada Eurogamer, Ubisoft beralasan PHK merupakan bagian dari langkah untuk restrukturisasi. Agar lebih bisa berhemat, Ubisoft harus mengurangi budget yang tidak perlu dan memastikan developer yang mengerjakan proyek kunci. Nantinya sebagian kecil staf Leamington akan tetap bekerja melalui sistem kontrak. Ubisoft juga berjanji akan berkomitmen memberikan dukungan selama masa transisi tersebut.
Studio Ubisoft Leamington dikenal sebagai tim pendukung untuk beberapa proyek besar. Mereka berkontribusi dalam Tom Clancy’s The Division, Star Wars Outlaws, Skull and Bones, hingga Far Cry 5. Meski begitu, kondisi sulit yang sedang dialami oleh Ubisoft saat ini membuat studio tersebut tidak bisa selamat dari gelombang PHK.
Pembuktian Ubisoft adalah Assassin’s Creed Shadows yang rilis tanggal 20 Maret 2025 nanti. Naoe dan Yasuke akan menjadi kunci dari masa depan Ubisoft.
Synduality: Echo of Ada adalah salah satu proyek “lama” dari Bandai Namco. Dulu ketika pertama kali diumumkan, Synduality: Echo of Ada berada dalam masa dimana game bergenre extraction sedang naik daun. Namun proses pengembangan yang memakan waktu cukup lama, membuat game ini ketinggalan dengan tren yang terus berubah.
Sekarang di 2025, Synduality: Echo of Ada akhirnya selesai dan diluncurkan di platform PS5, Xbox Series, dan PC. Sebagai “game online”, saya merasa khawatir dengan masa depan game ini. Mengingat Bandai Namco pada tahun lalu telah mematikan Blue Protocol yang juga merupakan game online.
Kebetulan saya mendapatkan kesempatan dari Bandai Namco untuk mereview Synduality: Echo of Ada di PC. Berikut adalah pengalaman yang saya dapatkan setelah memainkan game ini secara intensif.
Cerita Bertema Mecha Post-Apocalyptic
Synduality: Echo of Ada memadukan genre extraction dengan elemen mecha yang unik. Game ini berlatar di dunia futuristik, di mana sebagian besar populasi manusia telah punah akibat fenomena hujan misterius bernama The Tears of The New Moon. Karakter kalian adalah Drifter, yaitu petualang yang mengendarai mecha bernama CradleCoffin. Mecha ini merupakan kendaraan multifungsi dirancang untuk bisa bertahan di lingkungan yang sudah terkontaminasi oleh Tears of New Moon.
Dunia di Synduality: Echo of Ada tidaklah ramah, melainkan penuh bahaya dari berbagai sisi. Ketika bertualang ke luar, pemain akan menghadapi makhluk buas bernama Ender. Ada juga kelompok bandit yang menjebak siapa saja yang masuk ke dalam perangkap atau mengganggu urusan mereka. Bandit ini tidak hanya berlaku bagi NPC, tetapi juga pemain lain yang bisa menyerang dan merampas pemain lainnya.
Sebagai Drifter, misi kalian adalah menjelajahi berbagai lokasi untuk mengumpulkan AO Crystal, material untuk crafting, atau menyelesaikan bounty dengan hadiah yang menggiurkan. Ketika sedang bertualang, kalian harus selalu memperhatikan health point dari CradleCoffin yang digunakan. Jika mencapai angka nol, kalian bisa kehilangan semua barang yang telah dikumpulkan dan juga sekaligus CradleCoffinnya.
Cerita bukanlah fokus utama dalam Synduality: Echo of Ada. Tapi kalian bisa tetap menikmati main story game ini dengan menyelesaikan misi utama. Paling tidak ini bisa memberikan elemen narasi yang cukup menarik untuk memberikan kedalaman lebih pada game.
Faktor Cuaca Memegang Peranan Penting
Salah satu fitur menarik di Synduality: Echo of Ada adalah sistem cuaca yang memberikan tantangan tambahan. Hujan memegang elemen penting di game ini. Tidak hanya dari segi cerita saja, tetapi juga mempengaruhi gameplay secara signifikan. Saat hujan turun, atribut resistance CradleCoffin akan berkurang secara perlahan. Penurunan ini bergantung pada seberapa deras hujan tersebut. Sebaliknya, hujan justru memperkuat Ender.
Mekanisme ini akan memberikan semacam dilema: apakah kalian akan mencari tempat berlindung untuk menghindari hujan atau justru tetap bertualang demi mengumpulkan material berharga?
Magus Sebagai Waifu dan Husbando
Selama bertualang, kalian akan ditemani oleh Magus. Mereka adalah program AI yang didesain seperti waifu atau husbando. Magus memiliki banyak fungsi yang membantu dari segi gameplay, seperti memberikan informasi tentang lokasi misi, keberadaan Ender atau bandit, hingga posisi pemain lain yang berada di area yang sama. Magus juga dilengkapi dengan kemampuan aktif untuk menyerang musuh atau melindungi CradleCoffin dari efek hujan.
Kalian juga akan mendapatkan momen interaksi antara karakter kalian dengan Magus. Ada yang serius, ada yang lucu, ada juga momen yang membuat kalian sampai menyebut “kawaii”. Hubungan antara karakter pemain dengan Magus di Synduality: Echo of Ada ibarat bumbu masakan yang membuat makanan menjadi lebih gurih.
Mekanik Faction
Synduality: Echo of Ada memiliki system faction yang didasarkan pada perilaku pemain. Jika kalian lebih memilih untuk menjelajahi area, mengumpulkan material, dan membantu pemain lain, kalian akan tergabung ke dalam faction Association.
Tapi, jika kalian adalah tipe pemain “nakal” yang sering menyerang pemain lain tanpa alasan, maka kalian akan dianggap sebagai bagian dari faction Black Market. Faction ini berisi pemain-pemain yang. Anarkis. Ditambah lagi, jika kalian menghancurkan banyak CradleCoffin milik pemain lain, nama kalian akan masuk dalam daftar bounty. Nantinya semua anggota Association di area tersebut dapat melacak dan memburu kalian.
Kehadiran sistem faction ini membuat Synduality: Echo of Ada menjadi lebih menarik, dengan menciptakan dinamika yang menarik antara pemain. Setiap Tindakan yang diambil akan memiliki konsekuensi yang nyata.
Kustomisasi Agak Terbatas
Synduality: Echo of Ada juga menawarkan fitur kustomisasi. Sayangnya menurut saya, pilihan yang tersedia agak terbatas. Variasi CradleCoffin, senjata, dan perlengkapan lainnya tidak terlalu banyak variasinya, sehingga terasa repetitif dalam jangka panjang.
Pemilihan faction juga memengaruhi perlengkapan yang bisa digunakan. Faction Association akan memberikan anggotanya spesialisasi senjata tipe energi. Sedangkan faction Black Market akan memberikan senjata tipe balistik. Tentunya untuk mendapat semua privilege itu tidak bisa dengan instan. Kalian harus lebih dulu grinding dengan menjalankan misi untuk mendapatkan uang dan baru bisa membeli perlengkapan yang diinginkan.
Selain kustomisasi perlengkapan tempur, kalian juga bisa merenovasi tempat tinggal. Dengan melakukan ini, kalian bisa membuka fitur baru seperti crafting atau celengan untuk Magus. Biaya upgrade untuk renovasi tempat tinggal ini cukup mahal, terutama pada level terakhir. Jadi kembali lagi, grinding, grinding, dan ginding.
Ada Apa dengan Anti-Aliasing?
Memainkan Synduality: Echo of Ada di PC, secara keseluruhan tidak ada masalah yang cukup serius. Untuk masalah teknis, saya mengalami FPS yang tidak stabil. Padahal spesifikasi PC yang saya gunakan cukup tinggi.
Masalah lainnya, pemilihan anti-aliasing selain TSR dapat menyebabkan tekstur justru terlihat bergerigi, sehingga memengaruhi kualitas visual secara keseluruhan. Dari segi audio, suara dalam game ini menurut saya juga ada kekurangan. Efek suara dari senjata tipe energi terdengar terlalu sunyi untuk ukuran game yang menitikberatkan pada elemen shooter.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Synduality: Echo of Ada menawarkan pengalaman unik dari genre extraction dengan elemen mecha dan sistem faction yang dinamis. Kehadiran MAGUS yang memenuhi kriteria sebagai Waifu dan Husbando juga menjadi daya tarik. Jika kalian suka dengan Sakura Wars, kalian bakal cocok dengan game ini.
Meski begitu, ada beberapa kekurangan seperti keterbatasan kustomisasi, harus selalu online, dan juga kendala teknis yang agak menganggu. Selain itu saya merasa ada yang kurang dari konten Synduality: Echo of Ada sekarang. Mungkin developer akan menambahkannya secara berkala dalam game dalam bentuk update.
Koei Tecmo telah mengagetkan banyak orang dengan mengumumkan tidak cuma satu game Ninja Gaiden, tapi dua game Ninja Gaiden baru di Xbox Developer Direct 2025. Game pertama adalah Ninja Gaiden 4 dan yang kedua adalah versi remake dari Ninja Gaiden 2.
Koei Temco Buat Kejutan Umumkan Dua Ninja Gaiden Baru
Ninja Gaiden 4 adalah game baru yang dikerjakan Team Ninja dan Platinum Games. Rencananya game ini akan dirilis pada musim gugur 2025 untuk platform PS5, Xbox Series, dan PC melalui Steam. Kejutannya adalah Ninja Gaiden 4 nantinya juga akan tersedia lewat Game Pass.
Ninja Gaiden 4 menghadirkan karakter utama baru, yaitu seorang ninja muda bernama Yakumo. Fans franchise ini tak perlu khawatir, karena Ryu Hayabusa dipastikan muncul di dalam cerita. Ninja Gaiden 4.
Versi remake Ninja Gaiden 2 atau Ninja Gaiden 2 Black sudah tersedia di PS5, Xbox Series, dan PC melalui Steam dan Microsoft Store. Game ini juga dapat dimainkan melalui Xbox Game Pass, PC, dan cloud. Dibuat dengan Unreal Engine 5, Ninja Gaiden 2 Black menghadirkan peningkatan grafis yang signifikan, termasuk desain ulang total untuk karakter, dan juga efek pencahayaan.
Setelah mengalami dua kali penundaan, Assassin’s Creed Shadows akhirnya dijadwalkan rilis pada tanggal 20 Maret 2025. Penundaan terakhir hanya berlangsung satu bulan, yang tampaknya tidak cukup waktu untuk membuat perubahan besar. Jadi, apa alasan dibalik penundaan ini?
Berbicara kepada IGN dalam acara preview Assassin’s Creed Shadows, Director Charles Benoit mengungkap bahwa penundaan sebagian besar dilakukan untuk penyempurnaan. Salah satunya adalah perbaikan pada sistem parkour yang menurutnya perlu dioptimalisasi lagi.
Menurut Benoit, tantangan terbesar muncul dari kompleksitas arsitektur Jepang di dalam game terutama desain atapnya. Untuk menyesuaikan, developer harus mengembangkan kode dan animasi baru agar parkour terasa lebih mulus dan halus.
Assassin’s Creed Shadows akan tersedia di platform PS5, Xbox Series, dan PC.