Home Blog Page 156

Monster Hunter Wilds Gelar Open Beta untuk Semua Platform

0

Capcom telah mengumumkan adanya tahap open beta untuk Monster Hunter Wilds. Open beta ini akan terbuka bagi semua platform, konsol dan PC. Jadwal open beta akan dimulai dari tanggal 29-31 Oktober 2024 khusus bagi pemilik PS5 yang berlangganan PS Plus. Bagi pemilik PS5 tanpa PS Plus, Xbox Series, dan PC (Steam) bisa mengikuti open beta Monster Hunter Wilds tanggal 1-4 November 2024.

Selama mencoba open beta Monster Hunter Wilds, pemain akan dapat mencoba tiga bagian yang sudah dipersiapkan oleh developer. Pertama adalah bagian character creation yang datanya dapat dibawa ke versi rilis resmi game. Selain karakter, pemain juga bisa mengatur penampilan dari Palico pendamping. Kedua adalah story experience, dimana pemain bisa memainkan bagian awal cerita Monster Hunter Wilds yang diikuti dengan tutorial melawan Chatacabra.

Terakhir adalah Doshaguma Hunt Quest. Pemain dapat mengeksplorasi sebagian dari Windward Plains sambil memburu Alpha Doshaguma. Pemain juga bisa mengaktifkan mode multiplayer atau memilih menggunakan NPC pembantu. Bagi mereka yang bisa menyelesaikan open beta Monster Hunter Wilds akan mendapatkan bonus item yaitu Pendant Palico Teddy dan Item Pack.

Selain membagikan informasi tentang open beta, Capcom juga merilis trailer baru Monster Hunter Wilds. Video ini memperlihatkan wilayah baru yang bernama Oilwell Basin. Wilayah ini dihuni oleh pemukiman manusia bernama Azuz, The Everforge.

Oilwell Basin juga dihuni oleh monster yang unik, seperti Rompopolo yang bisa menyemburkan gas beracun dari minyak yang ada sekitarnya. Lalu ada Ajarakan, Fanged Beast yang menjadi aktif saat fenomena alam bernama Firespring muncul di Oilwell Basin. Terakhir adalah monster berbentuk gurita api yang diberi julukan Black Flame.

Monster Hunter Wilds akan rilis tanggal 28 Februari 2025 di PS5, Xbox Series, dan PC (Via Steam).

5 Protagonis di Video Game yang Justru Musuh Utamanya

0

Tokoh utama sering kali menjadi elemen kunci dalam keberhasilan sebuah video game. Tak heran, banyak pengembang berlomba-lomba menciptakan karakter utama yang hebat agar pengalaman bermain semakin mengesankan. Semakin ikonik protagonisnya, semakin memorable pula game tersebut.

Namun, kadang pengembang video game membuat keputusan tak terduga dengan menjadikan protagonis sebagai antagonis atau bos di sekuel gamenya. Alih-alih berperan sebagai pahlawan, mereka malah menjadi karakter yang harus kamu lawan.

Playcubic telah merangkum sejumlah protagonis yang berubah menjadi musuh di sekuelnya. Ingin tahu siapa saja? Simak ulasan lengkapnya di sini.

1. Alex Mercer

protagonis di video game alex mercer prototype

Alex Mercer merupakan karakter utama yang menarik yang tampil di game pertama Prototype. Meskipun bukan protagonis paling kuat, dia tetap menjadi sosok yang cukup layak dimainkan dalam game open world yang sempat sangat populer di masanya.

Namun, di seri kedua, Mercer justru beralih menjadi antagonis utama atau bos terakhir. Prototype 2 membawa pemain mengikuti perjalanan James Heller sebagai protagonis. Pertarungan melawan Mercer di akhir benar-benar mengejutkan, karena sepanjang permainan kita tidak menduga akan menghadapi Mercer sebagai lawan.

2. Agent 3

protagonis di video game agent 3 splatoon

Agent 3 dikenal oleh banyak pemain sebagai ikon dari seri Splatoon berkat tampilannya yang khas dan mudah diingat. Di Splatoon 2, pengembang bahkan berhasil meningkatkan daya tarik karakter ini lebih jauh.

Dalam Octo Expansion, Agent 3 hadir sebagai bos di mode single player. Pertarungan melawannya memberikan tantangan tersendiri, meski pemain yang sudah memahami mekanik permainan seharusnya bisa menghadapinya tanpa kesulitan yang berarti.

3. Kazuma

protagonis di video game kazuma kiryu yakuza

Kiryu Kazuma merupakan salah satu tokoh utama paling legendaris dalam sejarah game. Hampir di setiap judul dalam franchise Yakuza, dia selalu menjadi karakter sentral. Tak heran banyak penggemar khawatir bahwa Ichiban Kasuga mungkin tak mampu menyaingi popularitas Kiryu yang sudah begitu melekat.

Namun, Kasuga ternyata berhasil menjadi protagonis yang menarik dengan gaya dan kepribadiannya sendiri. Menariknya, Kiryu tidak sepenuhnya hilang dari cerita dan justru muncul sebagai salah satu bos terakhir, memberikan kejutan besar bagi penggemar setia Yakuza.

4. Caim

protagonis di video game caim drakengard

Sebelum Yoko Taro terkenal lewat karyanya di Nier: Automata, ia sudah lebih dulu dikenal berkat game Drakengard. Meskipun memiliki jalan cerita yang unik dan kadang aneh, franchise Drakengard tetap dianggap luar biasa oleh para penggemarnya.

Di Drakengard 2, pemain akan menghadapi Caim, protagonis dari game pertama, sebagai salah satu bos. Pertarungan melawan Caim terasa menantang karena kemampuannya yang sangat kuat.

5. William

protagonis di video game william nioh

Berbeda dengan game pertama, Nioh 2 memberikan pemain kebebasan untuk membuat karakter kustom sejak awal. Namun, hal ini ternyata bagian dari rencana pengembang untuk memberikan kejutan besar.

Dalam perjalanan di Nioh 2, pemain akan berhadapan dengan William sebagai bos. Pertarungan ini sangat epik dan menghadirkan tantangan yang luar biasa. Kemenangan setelah berulang kali mencoba melawan William menjadi salah satu momen paling memuaskan dalam game tersebut.

itulah 5 karakter protagonis yang justru menjadi lawan pemain. Beberapa memang hanya berstatus sementara atau hanya menjadi bonus konten saja. Namun karakter seperti Alex Mercer justru menyajikan alur cerita yang lebih kompleks. Karena di sekuel atau game selanjutnya, justru ia yang menjadi musuh utama dan mati pula di endingnya.

Metal Slug Tactics Meluncur Bulan Depan

0

Dotemu dan Leikir Studio telah mengumumkan tanggal rilis untuk game strategi Metal Slug Tactics. Game ini akan rilis secara digital pada tanggal 5 November 2024 di PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, Nintendo Switch, dan PC via Steam. Game ini juga akan tersedia lewat Game Pass.

Metal Slug Tactics menawarkan perspektif baru pada pertempuran ikonik dari franchise Metal Slug. Game ini akan memadukan elemen roguelike yang menjadi ciri dari franchise dengan gaya strategi taktis. Metal Slug Tactics menawarkan 110 map pertempuran yang dibuat dengan tangan dan 20 jenis misi yang berbeda. Ada 36 senjata yang berbeda dan 176 modifikasi senjata, ditambah pilihan 9 karakter ikonik dari franchise Metal Slug.

Bagaimana menurut kalian?

Pirate Yakuza Izinkan Pemain Rekrut Kru Kapal

0

Informasi baru telah diungkap oleh Sega dan RGG Studios untuk Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii. Layaknya seorang kapten bajak laut, Goro Majima bisa merekrut kru kapal Goromaru. Total ada lebih dari 100 jenis kru kapal yang bisa dipilih. Selain itu diungkap juga bahwa kustomisasi kapal di game ini akan bervariasi. Mulai dari armor, meriam, dan juga desainnya.

Informasi lainnya yang diungkap adalah sosok Pirate Lords atau raja bajak laut yang akan menjadi lawan dari Majima di game ini. Ada tiga sosok yang sudah diungkap identitasnya, yaitu Mortimer yang merupakan pemenang dari Madlantis’s Pirate’s Coliseum, Queen Michele yang adalah pemimpin dari Madlantis, dan manajer dari Madlantis Raymond Law.

Madlantis dideskripsikan sebagai pulau tempat berkumpulnya bajak laut untuk berpartisipasi di dalam Coliseum. Tempat ini juga merupakan pusat hiburan malam yang didirikan oleh organisasi kriminal.

Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii juga akan menampilkan kucing-mirip-harimau bernama Goro. Ia adalah teman dari Noah.

Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii akan rilis pada tanggal 21 Februari 2025 di PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, dan PC (Steam).

Guerilla Games Selesai dengan Killzone, Lebih Pilih Horizon

0

Gamer PlayStation pasti sudah tidak asing lagi dengan Killzone. Game shooter ini memiliki daya tariknya sendiri, salah satunya adalah cerita yaitu tentang dunia futuristik yang penuh dengan peperangan antara Interplanetary Strategic Alliance (ISA) dan Helghan Empire. Sayangnya developer Guerilla Games sudah tutup buku dengan franchise tersebut.

Berbicara kepada Washington Post (Dikutip dari VGC), Art Director Roy Postma mengatakan bahwa Guerilla Games sudah selesai dengan Killzone. Ia mengatakan bahwa timnya harus memulai awalan yang baru dan kebetulan temanya berbeda dengan Killzone. Menurutnya saat ini Guerilla Games lebih menyukai tema yang universal dan bisa diterima oleh semua kalangan. Inilah alasannya studio tersebut sekarang lebih memilih untuk mengerjakan franchise Horizon.

Game Killzone terakhir yang dirilis oleh Guerilla Games adalah Killzone Shadow Fall yang dirilis untuk PS4 di tahun 2013. Jika keputusan developer sudah bulat, maka kedepannya sudah tidak ada lagi penerus dari Franchise Killzone kedepannya.

Bagaimana menurut kalian?

Sonic X Shadow Generations Akan Menghadirkan “Musuh Lama”

0

Sega telah mengungkap informasi baru untuk Sonic X Shadow Generations. Informasi ini adalah tentang stage yang akan hadir di Sonic X Shadow Generations serta kemunculan Mephiles. Musuh bebuyutan dari Shadow ini pertama kali muncul di Sonic the Hedgehog (2006).

Untuk stage, Sega telah mengungkap beberapa yang akan muncul di Sonic X Shadow Generations. Dimulai dari Sunset Heights yang diserang Death Egg Robot, Radical Highway yang memiliki jembatan tinggi, Rooftop Run dimana Sonic akan berlari di berloncatan di atap rumah, Seaside Hill yang berada di pinggir pantai, dan City Escape yang memiliki tema urban.

Sonic x Shadow Generations akan memiliki dua cerita. Untuk Shadow diawali oleh kebangkitan musuh besarnya, Black Doom. Untuk melawannya, Shadow harus menjelajahi Space Colony ARK. Shadow akan memiliki kekuatan bernama Chaos Control, dimana ia bisa bergerak cepat atau menghentikan waktu sementara.

Sedangkan cerita dari Sonic diawali oleh kemunculan monster bernama Time Eater. Monster ini mengacaukan waktu dan membuat Sonic harus bekerjasama dengan versi masa lalunya untuk mengalahkannya. Ketika memainkan sebagai Sonic, kalian bisa memilih untuk menggunakan versi modern atau versi klasik. Sonic modern akan menggunakan gaya dan gameplay 3D, sedangkan Sonic klasik menggunakan 2D.

Sonic X Shadow Generations dijadwalkan rilis pada 25 Oktober 2024 di PS5, PS4, Nintendo Switch, Xbox Series, Xbox One, dan PC (Steam dan Epic Games Store).

Kreator Super Smash Bros. Goda Fans dengan Teaser Game Baru

0

Kreator dari Super Smash Bros. Masahiro Sakurai telah mengumumkan bahwa ia sedang mengerjakan game baru. Informasi ini diungkap setelah ia menamatkan video episode yang ia buat di YouTube.

Ia menjelaskan bahwa proposal dari game baru ini ia kerjakan di Oktober 2021, setelah ia menyelesaikan kewajibannya di Super Smash Bros. dengan merilis karakter Sora. Menurutnya proposal tersebut sudah disetujui dan ia harus mengumpulkan tim sampai dengan tengat waktu April 2022. Sambil menunggu Sakurai memutuskan untuk membuat channel YouTube yang tidak ia sangka akan sukses sampai sekarang di episode terakhirnya.

Mengenai game baru yang ia kerjakan, Sakurai mengatakan bahwa ia tidak bisa mengungkapnya sekarang. Ia menjanjikan bahwa akan ada pengumuman yang lebih jelas dalam waktu dekat, namun Sakurai tidak mengatakan kapan.

Ada anggapan bahwa game yang dimaksud oleh Sakurai nantinya akan dirilis di Nintendo Switch 2. Sebabnya Super Smash Bros. selalu memiliki versi baru yang mengikuti perkembangan platform Nintendo. Game Super Smahs Bros. yang terakhir dikerjakan olehnya adalah Super Smash Bros. Ultimate yang rilis di 2018 untuk Nintendo Switch 2.

Bagaimana menurut kalian?

Slitterhead Punya Karakter Mirip Emak-Emak TKW

0

Bokeh Game Studio telah membagikan informasi baru untuk game Slitterhead. Informasi ini adalah perkenalan karakter-karakter yang akan muncul di dalam game. Salah satu karakter ini menarik perhatian karena desainnya mirip dengan emak-emak. Ia juga memiliki nama yang familiar dengan nama Indonesia yaitu Tri.

Dalam deskripsinya, Tri adalah seorang asisten rumah tangga yang datang ke Kowlong untuk bekerja dari luar negeri. Ia sangat terampil dalam semua pekerjaan rumah tangga, terutama memasak, dan memiliki intuisi tajam. Jika dirasuki, pemain bisa menggunakan Tri untuk mengeluarkan kemampuan unik seperti Sentry Thorns dan Bloody Knuckles.

Slitterhead menceritakan tentang Hyoki, entitas yang tidak memiliki tubuh dan harus merasuki mahluk hidup agar dapat berinteraksi. Lawan dari Hyoki adalah monster bernama Slitterhead yang menyamar dengan mengambil wujud sebagai manusia.

Hyoki dapat memanfaatkan bagian tubuh manusia sebagai senjata, misalnya seperti darah. Hyoki juga dapat meloncat dari satu tubuh ke tubuh yang lain. Beberapa manusia yang memiliki tingkat kompabilitas tinggi atau Rarities, Hyoki bisa menggunkan kemampuan yang lebih kuat dibandingkan dengan manusia biasa.

Slitterhead akan tersedia mulai dari tanggal 8 November 2024 di PS5, PS4, Xbox Series, dan PC (Steam dan Epic Games Store).

Early Access Assassin’s Creed Shadows Dibatalkan Ubisoft

0

Penundaan Assassin’s Creed Shadows ini membawa dampak besar bagi para penggemarnya, terutama bagi mereka yang sudah memesan collector’s edition. Sebelumnya, pembeli edisi ini dijanjikan bakal mendapatkan akses lebih awal untuk memainkan game ini. Namun akibat ditundanya Assassin’s Creed Shadows, Ubisoft memutuskan untuk membatalkan rencana tersebut.

Dikutip sesi Q&A di Discord (Dikutip dari Insider Gaming), Ubisoft telah mengkonfirmasi pembatalan early access. Selain itu Ubisoft juga membatalkan penerapan season pass untuk game tersebut.

Harga dari collector’s edition juga diturunkan, yaitu dari USD280 menjadi USD230. Meski begitu, collector’s edition masih tetap memiliki item eksklusif seperti steelbook, artbook, dan barang-barang bonus lainnya. Jika ada perubahan lebih lanjut akan diumumkan oleh Ubisoft.

Ubisoft beralasan bahwa pengunduran tanggal rilis Assassin’s Creed Shadows dikarenakan tim developer merasa game tersebut belum siap, dan masih memerlukan waktu lagi untuk disempurnakan. Diluar segi teknis, Assassin’s Creed Shadows juga banyak menuai kontroversi. Seperti pemilihan karakter Yasuo yang dinilai justru melecehkan budaya Jepang dan penggunaan aset di dalam game yang ternyata tidak memiliki izin.

Assassin’s Creed Shadows akan dirilis pada tanggal 14 Februari 2025 di PS5, Xbox Series, dan PC. Versi PC game ini juga akan tersedia di Steam pada saat rilis nanti.

Logitech Rilis Mouse Nirkabel Bluetooth M196

0

Logitech telah merilis M196, mouse Bluetooth  baru yang simple, terjangkau, dan nirkabel untuk mendukung pekerjaan sehari-hari. Dapat terhubung dengan cepat dan tepat dalam sekejap melalui konektivitas Bluetooth serta didesain untuk pemakaian jangka panjang. Bagian plastik dari produk ini juga terbuat dari plastik daur ulang pasca-pemakaian. M196 dapat membantu pengguna untuk bekerja lebih efisien dan nyaman.

“Kebutuhan akan produk yang bisa diandalkan dan bisa terintegrasi ke dalam kehidupan sehari-hari semakin meningkat di dunia digital,” ujar Andi Irawan, Cluster Category Manager Personal Workspace and Music SEA 2.

“M196 adalah mouse nyaman dan terjangkau yang dapat mempermudah pekerjaan pengguna dalam lanskap digital dan fokus pada kebutuhan,” Tambahnya.

Mouse Nirkabel dengan Bluetooth

M196 dapat terhubung dalam sekejap melalui Bluetooth® ke perangkat komputer, dan terintegrasi dengan mudah ke dalam pekerjaan pengguna. Navigasi mudah dan kontrol yang presisi memberikan pengguna fleksibilitas tinggi untuk scroll dokumen per baris dan bisa digunakan dalam berbagai bidang permukaan.

Tersedia dalam warna graphite, off-white, dan rose, mouse ini didesain secara dinamis untuk berbagai mode. Tak hanya itu, mouse ini memiliki daya tahan baterai hingga 12 bulan, dengan penggunaan 1 buah baterai AA. Selain compact, mouse ini juga didesain umum untuk tangan kanan dan kiri (ambidextrous) serta dengan mudah dapat dibawa ke mana saja. Tidak perlu khawatir untuk bekerja nyaman di mana saja.

Mendukung Keberlanjutan

Logitech terus berkomitmen untuk membuat lebih banyak produk yang fungsional sambil tetap menjaga lingkungan serta secara aktif mengurangi emisi karbon. Semua produk Logitech sudah tersertifikasi zero-carbon dan menggunakan energi berkelanjutan. Bagian plastik dari M196 ini terbuat dari plastik daur ulang pasca-pemakaian yang memberikan kesempatan kedua bagi plastik barang elektronik — 67% untuk warna graphite dan 66% untuk warna off-white–rose.

Harga dan Ketersediaan

Logitech M196 Bluetooth® Mouse tersedia dalam tiga varian warna, yaitu graphite, off-white dan rose dan dibanderol dengan harga Rp 239,000,-. Para pengguna bisa mendapatkannya di toko-toko elektronik terdekat, atau melalui Logitech Official Store di seluruh Online Marketplace, serta toko Logitech Experience Store di PIK 2.