Home Blog Page 157

Review Enotria: The Last Song (PC): Soulslike yang Indah

0

Naiknya pamor dari game Soulslike membuat developer berlomba-lomba untuk membuatnya. Karena gameplay dari game genre ini biasanya itu-itu saja, setiap developer menyuntikkan elemen baru untuk membuat gamenya menjadi unik.

Enotria: The Last Song bisa dibilang adalah game soulslike dengan rasa Mediterania. Game ini dibuat oleh developer asal Italia, Jyamma Games. Tidak main-main, Jyamma Games menggunakan tradisi dan budaya yang ada di negaranya sebagai latar dan juga desain dari Enotria: The Last Song.

Kebetulan saya mendapatkan kesempatan untuk memainkan versi review Enotria: The Last Song di PC. Berikut adalah pengalaman yang saya dapatkan selama memainkan gamenya:

Cerita Tentang Kehidupan yang Terikat Peran

Karakter pemain di Enotria: The Last Song dikenal dengan nama Maskless. Ia adalah satu-satunya orang di dalam game yang bebas, tidak seperti yang lainnya terikat dalam peran tertentu. Fenomena ini bernama Canovaccio, yaitu sebuah pentas abadi yang membuat semua penduduk mengikuti peran tergantung dengan topeng yang dikenakan.

Sebagai simbol kebebasan, karakter pemain dapat berganti-ganti topeng dari setiap musuh yang dikalahkan. Setiap topeng akan memiliki bonus status, efek positif, maupun negatif yang bisa membantu pemain untuk membentuk karakternya.

Jika sebagian besar game soulslike berlatar di tempat yang gelap seperti gua dan ruang bawah tanah, Enotria: The Last Song justru menghadirkan sesuatu yang berbeda. Pemain akan diajak untuk mengeksplorasi wilayah yang terang karena cahaya matahari. Beberapa tempat bahkan mengingatkan saya dengan nuansa pantai Mediterania.

Tidak semua wilayah diterangi oleh cahaya di Enotria: The Last Song. Ada juga yang menampilkan nuansa gelap seperti kuburan kapal yang terdampar atau mirip kota tua di abad pertengahan. Contohnya kota Quintia yang terasa misterius namun hidup, dipenuhi dengan banyak jalan bercabang yang salah satunya mengarah ke treasure chest.

Enotria: The Last Song juga dilengkapi oleh berbagai macam puzzle. Menurut saya ada beberapa puzzle yang cukup kreatif, baik dari segi penampilannya maupun eksekusinya.

Musuh yang Monoton

Salah satu kekurangan dari Enotria: The Last Song adalah kurang variasi dari musuh, baik itu serangannya maupun jenisnya. Desain musuh juga kadang dijadikan sebagai desain untuk mini-boss. Jadi rasanya seperti menghadapi musuh biasa tapi dengan health point yang lebih tinggi.

Sayangnya hal yang sama juga berlaku bagi boss. Dari pengalaman saya, pertarungan melawan boss di game ini mengecewakan jika dibandingkan dengan game soulslike lain. Mulai dari desain yang kurang menarik, absennya dialog, animasi khusus, atau jenis serangan yang mendadak berubah ketika health point mereka sudah 50 persen.

Mekanik Status Ailments dan Parry

Bagi gamer yang sudah akrab dengan game soulslike, mekanisme di Enotria: The Last Song tidak jauh berbeda. Tipe serangan dasar dibagi menjadi ringan dan berat, di mana keduanya mengkonsumsi stamina.

Untuk bertahan, pemain akan dibekali mekanik parry yang juga merangkap sebagai sistem block. Selain itu karakter pemain juga memiliki skill dodge untuk menghindar dari serangan musuh, dan juga kemampuan untuk melompat. Semua ini merupakan mekanisme dasar yang ada di semua game Soulslike.

Mekanik yang menjado pembeda adalah status ailments (efek status). Efek ini bisa ditimbulkan kepada musuh, atau karakter pemain sendiri. Efek status dibagi menjadi dua yaitu yang membantu dan yang merugikan. Hal yang menarik adalah setiap status akan diberi nama dengan bahasa Italia.

Vis atau dizziness membuat musuh lebih mudah diserang dengan mengurangi pertahanannya. Mallano atau Sick mirip dengan poison yang memberikan kerusakan seiring waktu. Jika pemain terlalu dekat dengan musuh yang terkena Sick, maka karkternya bisa ikut tertular. Lalu ada Wicked atau Fatuo yang meningkatkan serangan elemen. Terakhir adalah Radiant atau Gratia yang membuat pemain bisa mendapatkan regenerasi health point, tapi dapat meledak jika terkena serangan.

Kehadiran efek status ini menciptakan gaya permainan baru yang tidak dimiliki oleh game Soulslike lain. Pemain juga bisa menciptakan strategi META dengan memanfaatkan efek status tersebut.

Senjata Bervariasi Tapi Kurang Memuaskan

Ada sekitar 120 senjata yang tersebar di Enotria: The Last Song. Setiap senjata ini masuk dalam salah satu kategori dari tujuh tipe. Meski memiliki banyak variasi, perbedaan antara setiap jenis senjata tidak selalu signifikan. Sebagian besar juga tidak memiliki moveset yang unik.

Kekurangan lainnya adalah pola serangan yang dimiliki oleh beberapa tipe terasa lambat, tidak bervariasi, dan minim stagger. Ini membuat kalian rentan terhadap serangan balik musuh yang ironisnya justru memiliki efek stun terhadap.

Dari pengalaman saya, strategi terbaik dalam penggunaan tipe senjata di Enotria: The Last Song adalah cukup menggunakan senjata yang memiliki damage besar saja, hiraukan yang lainnya.

Pengembangan Karakter dan Loadout

Pada Enotria: The Last Song, pengembangan karakter dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan level up. selain itu, pemain bisa mengembangkan karakternya dengan memilih mask atau topeng, serta aspect yang memberikan bonus status serta efek tertentu pada karakter.

Game ini juga memiliki fitur Path of Inovator, dimana kalian bisa menemukan empat skill tree yang mewakili serangan fisik, mask line, status effect, dan mobilitas. Kalian bisa membuka dan mendapatkan berbagai kemampuan yang ada di masing-masing skill tree, lalu memasangnya sebagai skill pasif di menu loadout.

Sistem loadout dalam Enotria: The Last Song juga tergolong unik. Pemain bisa memilih satu dari tiga loadout yang telah disiapkan dan dapat langsung menggantinya secara instan dalam permainan.

Enotria: The Last Song Dari Segi Performa

Saya menggunakan PC dengan spesifikasi CPU Ryzen 7 2700X, VGA GeForce RTX 4070 Ti, RAM 32GB dan SSD untuk memainkan Enotria: The Last Song.

Walau menggunakan Unreal Engine 5, Enotria: The Last Song tergolong ringan dan stabil dalam hal performa. Setiap kali saya mendatangi tempat yang memiliki banyak objek, atau terjebak dalam situasi dimana banyak proyektil yang berhamburan, saya tidak pernah mengalami masalah teknis. Game ini juga sudah dilengkapi oleh fitur upscaling seperti AMD Fidelity dan DLSS untuk menstabilkan FPS dan graphic usage PC kalian.

Developer juga telah memberikan update baru untuk Enotira: The Last Song yang menghadirkan banyak sekali perbaikan kualitas. Salah satunya adalah fitur mengganti shortcut button yang sudah ditunggu-tunggu oleh pengguna mouse dan keyboard

Kesimpulan

Enotria: The Last Song menurut saya adalah salah satu game soulslike yang kurang direkomendasikan. Sebabnya adalah unsur gameplay yang seharusnya merupakan inti dari game soulslike justru terasa sangat kurang. Lalu jenis musuh yang monoton, serta sistem balance antar build yang berantakan membuat pengalaman saya dalam memainkan game ini menjadi kurang menyenangkan.

Tapi saya harus mengakui juga bahwa game ini memiliki art style yang betul-betul unik dan justru daya tariknya. Desain tempat yang memukau, serta musik yang cukup unik dan memacu adrenalin ketika menghadapi Boss, merupakan nilai positif yang dimiliki oleh game ini.

Sonic dan Persona 5 Akan Hias Pesawat AirAsia

0
AirAsia bersama dengan Sega dan Atlus, hari ini mengumumkan kolaborasi menarik. Desain pesawat AirAsia akan menggunakan desain dari game ikonik Sega dan Atlus, Sonic the Hedgehog dan Persona 5. Kerjasama ini merupakan bagian dari kampanye besar “The Colour Of Connection” oleh AirAsia brand co. (Abc.), divisi manajemen merek dari Capital A.

Kolaborasi ini akan menampilkan dua pesawat yang dihiasi dengan desain ikonik dari Sonic the Hedgehog dan teman-temannya seperti Tails, Knuckles, Shadow, dan Amy Rose, serta karakter Persona 5 yang memikat, yaitu Joker dan Morgana. Pesawat Airbus A330 AirAsia X (kode penerbangan: D7) dengan nomor ekor 9M-XXU akan menampilkan desain Sonic dan teman-temannya, sementara desain Persona 5 akan menghiasi pesawat Airbus A320 AirAsia Malaysia (kode penerbangan: AK) dengan nomor ekor 9M-AFF. Kedua pesawat ini akan terbang ke berbagai rute di jaringan AirAsia yang mencakup lebih dari 100 destinasi, termasuk kota-kota besar di Asia Tenggara dan Asia Pasifik seperti Bangkok, Tokyo, Seoul, Taipei, Shanghai, dan Sydney. Kolaborasi ini akan membawa budaya dan gaya hidup gaming populer kepada banyak penumpang dan penggemar di ASEAN dan sekitarnya.

Rudy Khaw, CEO dari AirAsia brand co. (Abc.) berkata: “Kemitraan ini menandai tonggak penting lainnya bagi merek AirAsia saat kami menjelajahi dunia gaming dan budaya pop. Kemitraan ini sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi tamu dan komunitas kami. Sebagai merek yang membawa kebanggaan ASEAN, kami bangga memperlihatkan semangat dan kreativitas kawasan ini melalui kemitraan ini.”

Shuji Utsumi, Presiden dan COO, Direktur Perwakilan Sega Corporation menambahkan: “Kami merasa terhormat dapat melakukan inisiatif luar biasa ini bersama AirAsia. Seri Sonic dan Persona berkembang tidak hanya di Jepang tetapi juga di seluruh Asia. Kami percaya bahwa sinergi yang tercipta dari kolaborasi antara perjalanan dan gaming, dua bentuk hiburan yang berbeda, akan membawa penemuan baru bagi kami.”

Untuk meningkatkan pengalaman bertema gaming, katering dalam penerbangan Santan akan menawarkan menu khusus yang menampilkan Sonic the Hedgehog – Sonic’s Golden Ring Cakes, kudapan lezat yang terinspirasi oleh cincin emas Sonic. Para tamu dapat memesan sebelumnya Sonic’s Golden Ring Cakes sebelum penerbangan mereka, yang tersedia di semua penerbangan AirAsia Malaysia (kode penerbangan: AK) dan AirAsia X Malaysia (kode penerbangan: D7).

Selain itu, AirAsia juga akan memperkenalkan merchandise eksklusif dengan desain Sonic the Hedgehog dan Persona 5, yang akan tersedia untuk pembelian mulai kuartal pertama tahun 2025 di semua penerbangan AirAsia Malaysia dan AirAsia X, serta di AirAsia MOVE Duty Free, memungkinkan penggemar untuk membawa pulang bagian dari kolaborasi tak terlupakan ini.

Bagaimana menurut kalian?

Logitech Luncurkan Keyboard POP Icon Keys

0

Logitech mengumumkan peluncuran POP Icon Keys, sebuah keyboard baru yang inovatif dan menarik, dirancang untuk mengekspresikan diri dan meningkatkan produktivitas. POP Icon Keys mengembangkan ruang kerja pribadi Anda dengan desain yang berani dan fitur-fitur yang menggabungkan gaya dengan fungsionalitas yang tak tertandingi.

“Di Logitech, kami percaya para pengguna seharusnya memiliki gaya dan desain yang sesuai dengan preferensi mereka tanpa mengorbankan produktivitas dan kenyamanan,” kata Art O’Gnimh, General Manager in the Personal Workspace Division Logitech.

“POP Icon Keys memberikan pengalaman pengetikan yang luar biasa dan shortcut produktif yang cerdas, dengan desain menonjol yang dirancang dengan cermat,” Tambahnya.

Tombol POP Icon Keys yang berkontur dan low-profile menawarkan pengetikan yang responsif, tenang, serta pengetikan instan yang familiar. Tampil dengan beragam warna, finishing transparan, dan siluet ramping akan memperindah dan membuat meja kerja Anda lebih personal, di mana pun Anda menyelesaikan pekerjaan.

Dilengkapi dengan empat Action Keys yang dapat disesuaikan melalui aplikasi Logi Options+ secara gratis untuk menghemat waktu dan bekerja lebih cerdas. Anda dapat beralih dengan cepat dari “mode kerja” ke “mode istirahat” dengan mengakses sekumpulan mode produktif; membuka aplikasi media sosial, musik, dan video favorit Anda, atau menggunakan AI favorit Anda, termasuk Logi AI Prompt Builder, dengan tombol sekali tekan. POP Icon Keys juga menyediakan semua shortcut sekali tekan yang umum digunakan seperti mute, menu emoji, screenshot, dan lainnya, yang dapat dipersonalisasi dan diakses dengan mudah menggunakan aplikasi Logi Options+ secara gratis untuk memenuhi kebutuhan alur kerja personal. Keyboard ini dirancang untuk bekerja dengan berbagai sistem operasi dan perangkat, memungkinkan pengetikan di hingga tiga komputer, ponsel, atau tablet berbeda hanya dengan menekan tombol. Dengan daya tahan baterai hingga 36 bulan, POP Icon Keys dapat bertahan lama dengan produktivitas yang tidak terputus.

POP Icon Combo menggabungkan POP Icon Keys dengan POP Mouse, yang dilengkapi dengan SmartWheel untuk navigasi presisi dan teknologi Silent-Touch yang mengurangi 90% suara klik. Sebagai pendamping sempurna untuk keyboard, POP Mouse memiliki dua Action Keys yang dapat disesuaikan melalui aplikasi Logi Options+ untuk beralih dengan mudah antara mode kerja dan waktu santai. Dengan baterai yang bisa bertahan hingga 24 bulan dan kemampuan untuk terhubung dan beralih antara hingga tiga perangkat, Anda dapat bekerja lebih lama dengan mouse modern, compact, dan berkontur ini.

Nikmati pengalaman kerja di masa depan yang efisien dan dapat disesuaikan dengan persona Anda dengan keyboard POP Icon Keys dan POP Mouse—di mana gaya dan desain bergabung serta berinovasi untuk mengubah ruang kreatif dan produktif Anda.

Dirancang untuk Keberlanjutan

Dengan POP Icon Keys dan POP Mouse, pengguna dapat meningkatkan gaya dan produktivitas ruang kerja mereka tanpa perlu khawatir karena produk ini dirancang dengan memperhatikan keberlanjutan. Bagian POP Icon Keys dan POP Mouse yang terbuat dari plastik menggunakan plastik daur ulang pasca-pemakaian – antara 37% hingga 70%, tergantung pada warnanya – untuk meningkatkan sirkularitas dan mengurangi jejak karbon produk. Selain itu, kemasan kertasnya berasal dari hutan bersertifikat FSC™ dan sumber terkontrol lainnya.

Ketersediaan dan Harga

POP Icon Keys akan tersedia dalam warna rose/off-white, orange/off-white, graphite/green, lilac/off-white, dan graphite/off-white secara global pada bulan Oktober 2024 seharga Rp1.119.000,-, dan POP Icon Keys Combo seharga Rp1.529.000,-, serta POP Mouse seharga Rp579.000,-. Produk-produk ini juga cocok dengan Logitech Desk Mat seharga Rp429.000,- untuk pengaturan meja lengkap yang sesuai dengan estetika dan tersedia untuk dibeli di website resmi dan Online Market Place lainnya.

Halloween Semakin Seru dengan Kehadiran Pegasus Weapon Series di Point Blank

0

Setelah peluncuran senjata baru Honey Badger Gold, serta dua senjata series pegasus, yaitu dual SMG T77 dan sniper rifle Pindad SS3 pekan lalu, Point Blank Indonesia siap menyuguhkan konten baru spesial minggu ini. Menjelang perayaan Halloween, Point Blank bersiap menghadirkan konten baru, termasuk event seru serta penambahan weapon untuk Pegasus weapon series. Penasaran dengan update kali ini? Simak artikel ini selengkapnya, ya!

Main Point Blank Makin Keren dengan Koleksi Pegasus Weapon Series

Kini saatnya untuk weapon lainnya menyusul weapon T77 dan Pindad SS3 Pegasus weapon series. Kali ini, weapon assault rifle HK417 dan sniper rifle Kar98k TSR masuk dalam bagian kedua dari perilisan Pegasus weapon series. Tidak hanya itu, Mercury Saber Pegasus, yang sebelumnya bisa didapatkan secara eksklusif melalui promo Top Up Get Item minggu lalu, kini juga telah tersedia di dalam bentuk Set bersamaan dengan weapon T77 dan aksesoris Pegasus series.

Selain bisa mendapatkan Mercury Saber Pegasus melalui Mercury Pegasus Set, pemain juga bisa mendapatkan weapon tersebut melalui Mercury Saber Pegasus Random Box, di mana pemain bisa mendapatkan Mercury Saber Pegasus hingga durasi selama 90 hari. Pemain juga bisa mendapatkan weapon favorit bertemakan Halloween seperti Witch Grenade melalui random box ini.

Rayakan Bersama Serunya Halloween di Map Pumpkin Hollow

Nuansa Halloween mulai menyelimuti Point Blank, di mana map yang bernama Pumpkin Hollow telah disiapkan untuk memeriahkan perayaan Halloween. Menggunakan mode Step Up, pemain bisa menikmati EXP Up 100% dan juga berbagai item gratis saat bermain di map Pumpkin Hollow. Salah satu item gratis yang bisa didapatkan adalah weapon favorit APC9 Halloween 2021 yang berdurasi 7 hari. Event ini bisa diikuti mulai dari tanggal 8 hingga 21 Oktober 2024.

Nantikan informasi terkait event dan update terbaru Point Blank setiap minggunya! Yuk, kunjungi situs pointblank.id dan juga sosial media resmi Point Blank Zepetto Indonesia di Facebook, Instagram, TikTok, dan juga YouTube untuk melihat update terbaru kami!

Konami Resmi Rilis Silent Hill 2 Remake Hari Ini!

0

Konami Digital Entertainment Limited (KONAMI) mengumumkan Silent Hill 2, remake yang paling dinanti dari game psychological horror tahun 2001 kini telah resmi dirilis untuk PlayStation 5 dan PC via STEAM. Dikembangkan oleh Bloober Team, komposer Akira Yamaoka, dan concept artist Masahiro Ito, kota ikonik yang diselimuti kabut tebal kini tersedia dengan visual, suara, dan gameplay yang semakin disempurnakan dari judul aslinya.

Jadilah saksi dari perasaan bersalah, kesedihan, dan kengerian yang dialami James Sunderland saat ia menjelajahi kota Silent Hill –tempat istimewa yang kerap ia kunjungi bersama mendiang istrinya Mary– sebuah kota ikonik yang diselimuti dengan kabut misteri. Versi remake ini memperluas area yang dapat pemain jelajahi, memperkenalkan perspektif over-the-shoulder yang realistis, memperbaiki sistem pertarungan, dan menambahkan cutscene baru untuk memberikan pengalaman yang berbeda kepada pemain lama maupun baru dalam memainkan game ini. Siap menguak misteri yang tersembunyi di lorong gelap Silent Hill?

Jangan sampai ketinggalan informasi terbaru dari Silent Hill dengan cara ikuti channel resmi berikut:

Assassin’s Creed Mirage Masuk Steam Bulan ini

0

Game Assassin’s Creed Mirage akan menjadi game awal milik Ubisoft yang mulai kembali rilis di Steam. Menurut keterangan dari halamannya di Steam, Assassin’s Creed Mirage akan rilis bulan ini dengan tanggal yang masih belum diumumkan.

Ketika rilis di 2023, versi PC Assassin’s Creed Mirage hanya tersedia di Epic Games Store dan Ubisoft Connect. Setelah kebijakan baru dibuat, game ini akhirnya bisa rilis di Steam juga. Menyusul Assassin’s Creed Mirage adalah Star Wars Outlaws pada tanggal 21 November 2024, dan Assassin’s Creed Shadows pada tanggal 14 Februari 2025.

Bagaimana menurut kalian? Playcubic menyebut Assassin’s Creed Mirage sebagai comeback dari gaya tradisional Assassin’s Creed.

Director Silent Hill 2 Sangat Puas dengan Versi Remake Buatan Bloober Team

0

Masashi Tsuboyama yang dulu adalah Director dari game Silent Hill 2 telah memberikan pujian kepada versi remake yang dibuat oleh Bloober Team. Melalui media sosial X, Tsuboyama mengatakan Silent Hill 2 Remake telah menyajikan pengalaman yang imersif berkata gaya sudut pandang over-the-shoulder.

Menurutnya gaya modern tersebut tidak dapat ia dan timnya ciptakan dulu akibat masih terbatasnya teknologi. Tsuboyama bahkan mengakui bahwa ia sebetulnya tidak puas dengan gaya fixed camera yang diimplementasi di game original Silent Hill 2, karena sudut pandang dan kedalaman dibatasi oleh processing load.

Kehadiran gaya over-the-shoulder akan mengubah pengalaman yang didapat dari gameplay secara keseluruhan. Namun gaya tersebut tidak terlalu berdampak dengan jalur cerita yang menurutnya tetap relative sama.

“Setelah 23 tahun, meski anda tidak mengenal versi original dari Silent Hill 2, anda bisa menikmati versi remakenya. Baik atau buruk, itu tidak akan berdampak dengan versi originalnya,” Tulis Tsuboyama.

Sebelumnya CEO Bloober Team, Piotr Babieno sempat mengatakan bahwa Konami senang bisa bekerjasama dengan mereka. Ia juga memberikan teaser bahwa Silent Hill 2 Remake hanyalah awal dari kerjasama antara Bloober Team dengan Konami.

Playcubic sudah mereview Silent Hill 2 Remake di PS5. Playcubic setuju dengan pernyataan Masashi Tsuboyama bahwa gaya sudut pandang over-the-shoulder yang membuat game menjadi lebih imersif.

Bagaimana menurut kalian?

Sekuel Alien: Isolation Sedang Dibuat

0

Game survival horror Alien: Isolation dipastikan bakal memiliki sekuel. Informasi ini diumumkan langsung oleh developer Creative Assembly melalui media sosial X.

Dalam rangka merayakan 10th Anniversary untuk Alien: Isolation, Creative Director Ai Hope mengatakan bahwa sekuel dari game tersebut sudah masuk dalam tahap awal pengerjaan. Jika sudah siap, ia dan timnya berjanji akan mengungkap seperti apa sekuel dari Alien: Isolation kepada publik.

“Ketika kami mulai mengerjakan Alien: Isolation dulu, kami hanya memiliki satu misi, yaitu menciptakan ulang pengalaman yang otentik sesuai dengan franchise Alien. Sebuah cerita baru yang memiliki atmosfir yang sama dengan film Alien di tahun 1979,” Tulis Hope.

Alien: Isolation dirilis tahun 2014. Game ini berhasil memukau gamer dengan gaya permainannya yang mirip dengan filmnya. Alien: Isolation juga berhasil mendapatkan banyak penghargaan. Satu decade kemudian, developer Creative Assembly telah mengumumkan sekuel dari game tersebut.

Bagaimana menurut kalian?

Tencent Disebut Punya Rencana Beli Saham Ubisoft

0

*Update

Ubisoft telah merespon kabar pembelian saham oleh Tencent dan Guillemot Brothers Ltd. Dilansir dari VGC, juru bicara Ubisoft mengatakan bahwa mereka mempertimbangkan semua pilihan strategis yang ada. Jika keputusan sudah dibuat dan sesuai, Ubisoft akan menginformasikannya.

========================================================

Berita sebelumnya

Ketika Ubisoft sedang gonjang-ganjing, muncul kabar bahwa perusahaan raksasa internet dan game dari China, Tencent akan membeli seluruh saham Ubisoft. Seperti yang kalian semua ketahui, Ubisoft saat ini sedang mengalami kesulitan keuangan akibat kurangnya performa dari game terbaru mereka. Akibatnya harga saham dan valuasi milik Ubisoft turun secara drastis.

Dilaporkan oleh Bloomberg, Tencent disebut bersama dengan Guillemot Brothers Ltd sedang merencanakan pembelian saham Ubisoft. Guillemot Brothers Ltd merupakan nama perusahaan yang dimiliki oleh keluarga Guillemot. Termasuk di dalamnya adalah CEO Ubisoft sekarang, Yves Guillemot.

Rencana Tencent dan Guillemot Brothers Ltd masih belum dilangsungkan, dan masih dalam pembicaraan. Tapi Jika rencana ini berhasil, Ubisoft akan menjadi perusahaan swasta dan tidak lagi terdaftar di bursa saham.

Saat ini harga saham milik Ubisoft diperkirakan hanya sekitar USD1,5 miliar, setelah sahamnya turun 54% tahun ini. Penurunan ini dipicu oleh game Star Wars Outlaws yang tidak sesuai ekspektasi dan penundaan peluncuran Assassin’s Creed Shadows ke Februari 2025.

Bagaimana menurut kalian?

Game Destiny of Heroes Sudah Buka Wishlist di Steam

0

Nexvel Entertainment yang bekerja sama dengan indie.io (Sebelumnya Freedom Games), mengumumkan game mereka yaitu Destiny of Heroes yang sudah membuka wishlist di Steam. Destiny of Heroes adalah game penembak berbasis regu yang berlatar di wilayah Indonesia yang dijajah pada Perang Dunia II. Melawan penjajahan Belanda dan Jepang, pemimpin akan memimpin perjuangan kemerdekaan, dalam perjuangan heroik melawan tirani asing.

Destiny of Heroes akan menyajikan alur cerita yang berhubungan dengan perang kemerdekaan di Indonesia. Cerita akan disajikan dengan style komik dan sudah dilengkai oleh voice over. Pemain bisa memilih berbagai macam karakter yang memiliki skill aktif dan pasif berbeda-beda. Selamatkan para sandera, ledakkan bangunan dan alat perang milik penjajah untuk menyelesaikan misi.

Destiny of Heroes belum memiliki tanggal rilis. Untuk lebih jelasnya kalian bisa langsung melihat halaman Steamnya di sini.