Home Blog Page 147

Granblue Fantasy: Relink Dapatkan Diskon Sebesar 40%!

0

Bagi para penggemar Granblue Fantasy, kini adalah kesempatan yang tepat untuk mendapatkan game Granblue Fantasy: Relink dengan diskon besar! Mulai tanggal 10 Oktober hingga 23 Oktober, Granblue Fantasy: Relink dalam berbagai edisi tersedia dengan potongan harga sebesar 40%. Jangan lewatkan penawaran terbatas ini dan segera nikmati petualangan seru di dunia Granblue Fantasy.

Periode Penjualan

  • Steam®: Kamis, 10 Oktober 2024, pukul 02:00 hingga Kamis, 23 Oktober 2024, pukul 10:00 (PT)
  • PlayStation®5/PlayStation®4: Rabu, 10 Oktober 2024, hingga Rabu, 23 Oktober 2024, pukul 23:59 (PT)

Harga Diskon

Semua edisi Granblue Fantasy: Relink berikut tersedia dengan potongan harga 40% selama periode promosi:

  • Granblue Fantasy Relink (Standard Edition) – Diskon 40%
  • Granblue Fantasy Relink Special Edition – Diskon 40%
  • Granblue Fantasy Relink Digital Deluxe Edition – Diskon 40%

Catatan: Granblue Fantasy Relink Digital Deluxe Edition hanya tersedia di PlayStation Store.

Halaman Penjualan

Manfaatkan penawaran spesial ini untuk mendapatkan Granblue Fantasy: Relink dengan harga terbaik!

Informasi Terbaru Termasuk Monster Serta Lokasi Baru Dalam Dragon Quest III HD-2D Remake Diungkap!

0

Penerbit Square Enix dan pengembang Artdink Corporation baru saja merilis informasi terbaru serta tangkapan layar dari Dragon Quest III HD-2D Remake, memperkenalkan turnamen arena monster, penyelamatan monster, serta lokasi-lokasi baru yang di-remake dengan visual HD-2D. Berikut detail lengkapnya:

Turnamen Arena Monster Baru (Eksklusif untuk Remake Ini)

Di remake ini, turnamen arena monster menjadi fitur baru yang eksklusif. Terdapat beberapa arena monster yang tersebar di seluruh dunia, masing-masing memiliki turnamen peringkatnya sendiri. Untuk menang, pemain harus membentuk tim tangguh yang terdiri dari tiga monster yang telah diselamatkan. Menariknya, menyelamatkan lebih dari satu monster dari spesies yang sama akan membuat mereka lebih kuat. Kumpulkan monster-monster yang kuat untuk memenangkan turnamen dan meraih berbagai hadiah menarik!

  1. Cari Monster Kuat di Perjalananmu Jika timmu terlalu lemah untuk menaklukkan turnamen, lanjutkan petualanganmu. Kamu mungkin akan menemukan monster yang lebih kuat dari yang sudah kamu selamatkan.

2. Bentuk Tim yang Bisa Bertahan dalam Beberapa Pertarungan Berturut-turut Setiap turnamen terdiri dari tiga hingga empat pertarungan beruntun, dan timmu tidak bisa memulihkan diri di antara pertarungan. Pastikan kamu menyertakan setidaknya satu monster yang bisa memulihkan HP selama pertarungan berlangsung.

3. Ubah Taktik Jika Pertarungan Tidak Berjalan Sesuai Harapan Kamu bisa mengatur bagaimana monster-monstermu bertindak dengan memilih opsi “Taktik” di menu pertarungan. Penyesuaian taktik bisa menjadi kunci untuk meraih kemenangan!

Dapatkan Lebih Banyak Monster dari Spesies yang Sama untuk Meningkatkan Kekuatan Mereka

Menyelamatkan lebih dari satu monster dari spesies yang sama akan memberikan manfaat bagi timmu. Monster pertama yang kamu selamatkan akan naik level, dan kekuatan spesies tersebut akan meningkat. Selain meningkatkan atribut monster, mereka juga bisa mempelajari mantra dan kemampuan baru, membuat turnamen lebih mudah ditaklukkan.

Monster pertama dari spesies tersebut akan mendapatkan peningkatan besar pada statistiknya!

Semakin banyak bintang yang dimiliki spesies tersebut, semakin tinggi kekuatannya. Kamu juga bisa mengecek mantra dan kemampuan yang dimiliki oleh monster-monstermu.

Penyelamatan Monster

Selama petualangan, perhatikan monster ramah yang mungkin membutuhkan bantuan. Setiap monster memiliki karakteristik yang berbeda, dan kamu akan membutuhkan trik khusus untuk menyelamatkan beberapa dari mereka. Anggota partymu yang memiliki pekerjaan Monster Wrangler akan sangat berguna dalam hal ini, karena mereka memahami tingkah laku monster dan bisa membantu menyelamatkan mereka.

Berinteraksilah dengan monster ramah yang kamu temui di kota, dungeon, atau tempat rahasia. Kamu mungkin bisa menyelamatkan mereka.

Beberapa monster akan melarikan diri saat terkena suara, bau, atau orang tertentu. Dalam situasi seperti ini, coba gunakan kemampuan untuk mendekat dengan tenang, atau gunakan item yang bisa membuatmu tak terlihat atau menyamarkan bau.

Setelah kamu menyelamatkan cukup banyak monster, Monty sang Monster Monitor akan memberikan hadiah!

Monster Wrangler Menjadi Penyelamat!

Memiliki Monster Wrangler di timmu akan mencegah monster ramah melarikan diri saat kamu mendekat. Mereka juga memiliki kemampuan Animal Instinct yang bisa mendeteksi jumlah monster ramah di sekitarnya. Monster Wrangler juga akan mempelajari kemampuan baru seiring bertambahnya jumlah monster yang kamu selamatkan.

Monster Wrangler akan mempelajari Monster Pile-On setelah kamu menyelamatkan cukup banyak monster ramah. Selamatkan lebih banyak monster untuk meningkatkan kerusakannya!

Lokasi Baru yang Diperbarui dalam HD-2D

Dragon Quest III HD-2D Remake menghadirkan beragam peradaban dan budaya. Berikut adalah dua lokasi yang akan disorot!

  1. Romaria Sebuah negara yang memiliki istana megah, patung-patung menakjubkan, dan alun-alun kota yang dikelilingi oleh air mancur. Raja Romaria dikabarkan memiliki hubungan yang kuat dengan Aliahan. Bagi mereka yang mencari hiburan, arena monster di kota ini adalah tempat yang wajib dikunjungi.

Mengunjungi arena monster adalah tradisi yang sangat disukai di Romaria; tamu dari luar kota juga dipersilakan untuk bergabung!

  1. Mur Desa pedesaan ini terbiasa dengan salju. Jangan kaget jika melihat banyak es yang menggantung di atap-atap rumah. Penduduk Mur sangat ramah, dan desa ini memiliki pasar serta pelabuhan kecilnya sendiri.

Terletak di jalur yang jarang dilalui, Mur jarang mendapatkan kunjungan dari luar.

Dragon Quest III HD-2D Remake akan tersedia secara fisik dan digital untuk PlayStation 5, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC melalui Steam dan Microsoft Store pada 14 November 2024 di seluruh dunia.

Dengan berbagai peningkatan visual, fitur baru seperti turnamen monster arena, dan penyelamatan monster, Dragon Quest III HD-2D Remake menjanjikan pengalaman yang segar bagi para penggemar lama dan pemain baru. Jangan lewatkan petualangan epik ini di platform pilihanmu!

Gravity Game Tech (GGT) Merilis CBT Game 2D MMORPG The Ragnarok Untuk Asia Tenggara

0

Gravity Game Tech (GGT), cabang Thailand dari perusahaan game dunia Gravity, secara resmi memulai Closed Beta Test (CBT) untuk game 2D MMORPG terbarunya The Ragnarok pada 10 Oktober pukul 13:00 WIB. CBT akan berlangsung di seluruh Asia Tenggara dan berjalan sampai 17 Oktober.

Cara Mengikuti CBT

CBT Asia Tenggara untuk The Ragnarok akan berjalan sampai 17 Oktober pukul 12:00 WIB. Pemain bisa mengikutinya dengan download gamenya via Google Play di daerah mereka atau dengan mencari The Ragnarok pada Apple App Store melalui TestFlight.

Tentang The Ragnarok

The Ragnarok adalah mobile MMORPG yang mampu mereplika ulang grafik 2D pixel dari game klasik Ragnarok Online. Game ini menawarkan pengalaman nostalgia dan retro, dengan tetap mempertahankan sistem dan konten originalnya, membuat pemain dapat merasakan kembali pesona MMORPG pada awal 2000an. Game ini dioptimalkan untuk mobile dengan UI yang intuitif, membuatnya semakin mudah untuk dimainkan semua pemain. Area ikonik seperti Geffen, Prontera, dan Morroc juga tersedia, dan didukung dengan beberapa bahasa, termasuk English, Simplified dan Traditional Chinese, Thai, dan Bahasa Indonesia.

Untuk meningkatkan pengalaman bermain, The Ragnarok menampilkan revamp soundtrack versi Ragnarok Orchestra Concert dari BGM aslinya. Pemain dapat menikmati free trading melalui in-game exchange, fitur yang meningkatkan interaksi antar pemain.

Event CBT dan Hadiah

Dalam rangka merayakan CBT, GGT telah membuat serangkaian in-game event. Selama 7 hari pertama setelah pembuatan karakter, pemain bisa menyelesaikan misi harian untuk mendapatkan item seperti Zeny, Enhancement Stone, dan Card Pack. Ditambah lagi, pemain akan mendapatkan hadiah berdasarkan waktu login—15, 30, 60, dan 120 menit—dan bonus level-up dari level 20 sampai 80 per 10-levelnya.

Pandangan GGT tentang Peluncuran di Asia Tenggara

Jung Il-Tae, Direktur Gravity Game Tech, menekankan pentingnya pasar Asia Tenggara, dengan mencatat bahwa pasar tersebut telah menunjukkan minat yang sangat tinggi terhadap game Ragnarok. “Kami telah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pemain dari seluruh dunia, dan kami yakin bahwa The Ragnarok, dengan nostalgia tampilan pixel digabung dengan pengalaman mobile yang canggih, akan sangat disukai oleh para pemain di Asia Tenggara,” katanya. “Kami mengajak semua orang untuk ambil bagian dalam CBT dan menikmati hadiah yang telah kami siapkan.”

Antisipasi untuk The Ragnarok

Pra-registrasi dan CBT untuk The Ragnarok telah memicu gelombang kegembiraan baru untuk Ragnarok di Asia Tenggara. Game ini juga sukses dirilis pada bulan Juni di Taiwan, Hong Kong, dan Macau, serta pada bulan September di Korea, dengan hasil yang memuaskan di Google Play dan App Store.

Pra-registrasi untuk The Ragnarok sedang berjalan melalui website resmi, Google Play, dan Apple App Store menjelang full rilisnya.

Links:

8 DLC Terbaik yang Pernah Dibuat di Video Game

0

Downloadable Content (DLC) adalah elemen yang sering dibahas oleh developer, publisher, dan gamer. Dengan singkatan DLC, developer dapat menambahkan konten baru ke dalam game mereka, memperpanjang usia game dan meningkatkan keuntungan finansial. DLC biasanya dijual terpisah atau digabungkan dengan game utamanya.

Namun, tidak semua developer berkomitmen pada pembuatan DLC. Meski demikian, beberapa developer benar-benar berfokus pada kualitas dan konten DLC yang mereka kembangkan, menghasilkan tambahan yang sangat memuaskan bagi gamer. Lalu, apa saja DLC game terbaik yang pernah ada? Berikut ulasannya!

1. The Old Hunter – Bloodborne

dlc terbaik bloodborne

Bloodborne adalah salah satu game paling menantang yang pernah dikembangkan. Dengan kualitasnya yang luar biasa, game ini sering dianggap sebagai salah satu karya terbaik dari FromSoftware. Bloodborne mengadopsi gaya permainan dari Dark Souls namun dengan berbagai pembaruan.

Beberapa bulan setelah peluncuran game utama, FromSoftware merilis DLC berjudul The Old Hunters. DLC ini menawarkan detail yang lebih mendalam, tambahan banyak item baru, dan beberapa boss yang sangat sulit untuk dikalahkan.

2. Citadel – Mass Effect 3

dlc terbaik mass effect 3

Mass Effect 3 adalah sebuah akhir yang hampir sempurna, jika saja tidak dibayangi oleh ending yang memicu ketidakpuasan di kalangan penggemar. Game ini menawarkan pengalaman yang sangat mengesankan dari segi gameplay dan cerita.

Untuk memperkaya pengalaman para gamer, BioWare merilis paket ekspansi yang mengeksplorasi akhir permainan lebih dalam, dan mereka berhasil melakukannya dengan sangat baik melalui DLC Citadel.

Banyak gamer menganggap DLC Citadel sebagai hadiah terakhir yang sangat memuaskan bagi penggemar trilogi Mass Effect. Selain itu, karakter dari seri pertama juga muncul dalam DLC ini.

3. Blood and Wine – The Witcher 3

dlc terbaik the witcher 3

The Witcher 3 adalah mahakarya dari CD Projekt Red yang berhasil menciptakan berbagai elemen menarik, menjadikannya sangat menonjol di pasar. Salah satu pencapaiannya adalah melalui dua DLC, yaitu Hearts of Stone dan Blood and Wine.

Keduanya menawarkan pengalaman yang menarik, namun yang paling mengesankan adalah Blood and Wine. DLC ini memperkenalkan peta baru yang luas untuk dijelajahi, serta cerita dan konten tambahan yang sangat banyak.

Secara keseluruhan, memainkan Blood and Wine terasa seperti mendapatkan game baru, berkat perbedaannya yang mencolok dibandingkan dengan The Witcher 3 dan Hearts of Stone.

4. Left Behind – The Last of Us

dlc terbaik the last of us

Naughty Dog telah beralih dari pengembang game yang lucu seperti Crash Bandicoot ke pembuatan game dengan cerita yang lebih serius. Salah satu hasilnya adalah The Last of Us, yang dianggap sebagai salah satu game terbaik sepanjang masa.

Game ini menawarkan penokohan, jalan cerita, dan narasi yang sangat memuaskan bagi para gamer. Selain itu, Naughty Dog meluncurkan DLC berjudul Left Behind, yang menggali latar belakang Ellie. DLC ini menjelaskan secara mendetail kisah Ellie dan hubungannya dengan teman-teman yang ditinggalkannya.

5. Burial At Sea – Bioshock Infinite

dlc terbaik bioshock infinite

Bioshock Infinite adalah game yang sangat mengesankan dan penuh dengan kejutan. DLC untuk game ini mengklarifikasi bahwa alur cerita utama dari seri Bioshock terdiri dari Bioshock, Bioshock: Infinite, dan Bioshock: Burial at Sea.

Bioshock 2 sering dianggap sebagai spin-off dari seri ini, namun yang paling menarik adalah Burial at Sea yang memberikan penjelasan tentang ending Bioshock Infinite. DLC ini menawarkan waktu gameplay yang cukup panjang, sekitar delapan jam.

Baca Juga: Tema Game Battlefield Baru Adalah Masa Kini

Memainkan DLC ini memberikan banyak wawasan tentang dunia Bioshock, dan bagi yang belum mencobanya, game ini sangat direkomendasikan.

6. The Ballad of Gay Tony – GTA 4

dlc terbaik gta 4

Beberapa penggemar menganggap Grand Theft Auto 4 sebagai salah satu game terbaik dalam seri GTA. Game ini menawarkan konten dan alur cerita yang sangat menarik. Salah satu tambahan konten untuk GTA 4 adalah DLC, yaitu The Ballad of Gay Tony.

DLC ini menyajikan berbagai elemen menarik, seperti senjata baru dan banyak misi yang menyenangkan, yang membuat para gamer semakin terikat. Bahkan, Metascore di Metacritic memberikan rating tertinggi sebesar 98 untuk DLC ini.

7. The Ringed City – Dark Souls III

dlc terbaik dark souls iii

Dark Souls III, terkenal dengan gameplaynya yang menantang dan dunia yang misterius, menerima DLC The Ringed City pada 2017. DLC ini mengakhiri cerita trilogi Dark Souls dengan sangat memuaskan. The Ringed City menawarkan area baru yang menakjubkan untuk dijelajahi dan beberapa boss yang sangat menantang.

Selain itu, DLC ini juga memperkenalkan item baru dan lore yang memperkaya dunia Dark Souls. Dengan gameplay yang memikat dan penutupan yang epik, The Ringed City adalah salah satu DLC terbaik dalam genre action RPG.

8. The Champion’s Ballad – The Legend of Zelda: Breath of the Wild

dlc terbaik The Legend of Zelda: Breath of the Wild

The Legend of Zelda: Breath of the Wild adalah salah satu game terlaris dan paling inovatif dari Nintendo. DLC The Champion’s Ballad, dirilis pada 2017, menambahkan konten yang signifikan dan memperkaya pengalaman bermain.

DLC ini memperkenalkan tantangan baru, cerita tambahan, dan area untuk dijelajahi. The Champion’s Ballad menyajikan misi tambahan yang mendalam dan meningkatkan keseluruhan pengalaman dari Breath of the Wild, memberikan penghargaan tambahan bagi para penggemar game tersebut.

Itulah delapan DLC terbaik yang bisa kamu coba mainkan. Dari delapan DLC terbaik di atas, apakah kamu sudah ada yang punya?

Sega Gelar Publisher Sale di PlayStation Store

0

Sega sedang menggelar Publisher Sale – October 2024 yang sedang berlangsung di PlayStation Store. Dalam waktu terbatas, beberapa judul game pilihan untuk PS5 dan PS4 tersedia dengan harga spesial.

Jangan lewatkan penawaran untuk Puyo Puyo Tetris, yang menggabungkan gameplay seru dari Puyo Puyo dengan Tetris, serta Alien: Isolation, game survival horror bertahan yang berlatar di dunia Alien. Granblue Fantasy: Relink, action RPG untuk empat pemain, dan judul-judul populer lainnya dari Sega juga akan hadir dalam daftar game yang didiskon.

Sega Publisher – Sale October akan berlangsung sampai dengan tanggal 23 Oktober 2024. Untuk detailnya bisa dilihat di sini.

Game Kambing Goat Simulator Versi Remaster Diumumkan

0

Tidak puas hanya merilis game ketiga saja, Coffe Stain telah mengumumkan versi remaster dari Goat Simulator pertama. Goat Simulator Remastered akan tersedia mulai dari tanggal 7 November 2024 di platform PS5, Xbox Series, dan PC (Steam, Epic Games Store, dan Windows Store).

Goat Simulator Remastered akan dijual dalam bentuk bundle bersama dengan semua DLC termasuk versi mobilenya. Game ini juga sudah mengalami peningkatan dari segi grafis. Mode Mutators dimana pemain bisa menggunakan kambing dalam berbagai bentuk juga akan disempurnakan dalam versi remaster ini.

Bagaimana menurut kalian?

Game Sega “Shinobi” Akan Diadaptasi Jadi Film

0

Setelah Sonic the Hedgehog, Sega telah mempersiapkan IP lainnya untuk diadaptasi menjadi film. IP ini adalah Shinobi, game klasik bergenre arcade yang rilis pertama kali di tahun 1987.

Dikutip dari Deadline, film Shinobi akan dikerjakan oleh Universal Pictures. Sam Hargrave (Extraction) akan menjadi Director, lalu untuk screenplay dikerjakan oleh Ken Kobayashi. Pihak Sega juga dipastikan bakal terlibat dalam proses produksi film. Cerita dari film Shinobi masih mengikuti gamenya, yaitu tentang ninja modern bernama Joe Musashi yang melawan suatu kejahatan besar di dunia.

Shinobi juga merupakan salah satu dari franchise milik Sega yang akan dihidupkan kembali gamenya. Selain Shinobi, game klasik milik Sega lainnya masuk dalam rencana revitalisasi adalah Crazy Taxi, Golden Axe, Jet Set Radio, dan Streets of Rage.

Bagaimana menurut kalian?

Review Sword Art Online: Fractured Daydream (PC): Game Impian Fans SAO

0

Bandai Namco bersama dengan Dimps Corporation akhirnya membuat game Sword Art Online yang menghadirkan berbagai karakter dari setiap judul franchise tersebut. Game ini dikemas dengan gaya action RPG, yang menurut saya hampir satu rasa dengan Granblue Fantasy: Relink.

Belum lagi game ini memiliki fitur yang cukup menarik, yaitu mode multiplayer online yang bisa dimainkan oleh 22 pemain sekaligus. Melihat berbagai karakter dari Sword Art Online yang bertarung bersama melawan Boss super kuat pastinya sudah menjadi magnet yang membuat gamer tertarik dengan game ini

Bagi fans Sword Art Online, kehadiran game ini pastinya sudah sangat ditunggu. Tapi bagaimana dengan gamer yang baru seperti saya? Apakah saya juga akan terpuaskan dengan Sword Art Online: Fractured Daydream?

Kebetulan Playcubic mendapatkan kesempatan dari Bandai Namco untuk memainkan versi review Sword Art Online: Fractured Daydream di PC. Berikut adalah pengalaman yang dirasakan selama memainkannya.

Cerita Sword Art Online Rasa Gado-Gado

Cerita dari Sword Art Online: Fractured Daydream terjadi di arc Alicization. Kirito beserta teman-temannya “kembali” terjebak di dalam dunia game online akibat fitur baru bernama Galaxia yang terpasang di dalam ALfheim Online. Fitur tersebut memiliki fungsi untuk memanggil kembali memori dari kejadian di masa lalu agar penggunanya bisa mengalaminya kembali dan mendapatkan hasil yang berbeda.

Tidak hanya itu, Galaxia juga memodifikasi ingatan penggunanya, dimana beberapa dari mereka hanya memiliki potongan ingatan dari situasi yang terjadi. Galaxia juga ternyata mampu mendatangkan karakter dari berbagai game yang berbeda, dimana beberapa dari mereka seharusnya sudah tidak ada.

Alur cerita dari game ini didesain untuk mereka yang memiliki pengetahuan mengenai franchise Sword Art Online. Untungnya, kalian bisa melihat versi pendek dari keseluruhan cerita yang ada dengan cara mengakses Story Event. Setiap chapter di dalam Story Mode memiliki penjelasan yang cukup terperinci, namun terlalu banyak monolog di setiap cutscene yang bisa berujung membosankan serta sulit dimengerti oleh orang-orang awam dengan Sword Art Online.

Karakter Banyak Tapi Drop Rate Sulit

Sword Art Online: Fractured Daydream memiliki core gameplay yang cukup sederhana, dimana terdapat 22 karakter dengan 6 role berbeda yang bisa digunakan.

Setiap karakter memiliki kemampuan unik tergantung dari game tempat mereka berasal. Contohnya adalah Sinon dan Fukaziroh yang berasal dari game Gun Gale Online memiliki kemampuan untuk menggunakan senjata api, sedangkan Oberon dan Leafa dari game ALfheim Online yang memiliki kemampuan untuk terbang. Ada juga beberapa karakter yang memiliki pola serangan sama persis dengan karakter lainnya. Contohnya adalah Yuuki yang memiliki kombo dan active skill yang sama dengan Kirito.

Sistem kostumisasi dari game ini juga cukup sederhana, dimana level equipment yang bisa kalian dapatkan untuk semua karakter berasal dari Player Rank. Karena game ini tidak memiliki fitur mengubah skill aktif, satu-satunya cara untuk memodifikasi kemampuan karakter kalian adalah dengan menggunakan jenis senjata, maupun Legendary Accessory.

Sayangnya drop rate di game ini amat sangat rendah, bahkan di level tertinggi sekalipun. Inilah yang membuat proses grinding level maupun farming gear di game ini menjadi amat sangat lama dan membosankan karena faktor perkembangan karakter yang hampir tidak terasa disetiap levelnya.

Sword Art Online: Fractured Daydream juga memiliki mekanik “Awakening Level”, dimana semua karakter di luar Story Mode dan Free Roam akan selalu memulai dari level 1. Kalian bisa menaikkan level karakter kalian dengan membunuh musuh atau menyelesaikan quest seperti halnya bermain game RPG. Selain level, kalian juga akan menemukan item yang menaikkan status karakter untuk sementara waktu.

Mode Permainan yang Bervariasi

Sword Art Online: Fractured Daydream memiliki desain campuran dari semua game Sword Art Online. Jenis map dibagi menjadi dua, yaitu open world dan dungeon. Misi dan sistem eksplorasi yang ada dalam game ini tergantung dari game mode yang kalian pilih. Story Mode cenderung memiliki alur yang cukup linear dan pendek, sedangkan mode utama game, yaitu Free Roam dan Co-Op Quest bakal memberikan kalian serangkaian misi yang harus diselesaikan.

Sayangnya, ragam musuh yang ada di game ini sangat terbatas. Mulai dari tipe musuh, dan juga jenis serangannya. Selain itu, kualitas musik serta dialog antar player, maupun musuh ketika bertarung juga biasa-biasa saja. Ini membuat setiap combat menjadi monoton, tapi bisa berlangsung dengan sangat cepat.

Mode permainan lainnya yang ada di game ini adalah Boss Raid, dimana kalian bakal langsung berhadapan dengan Boss utama di dalam game. Dalam mode ini, jumlah Health Point Boss dan damage karakter kalian akan terus bertambah seiring dengan Health Bar Boss yang hilang.

Keunikan dari Sword Art Online: Fractured Daydream adalah sistem online yang memiliki jumlah player sebanyak 20 orang, dimana AI akan mengisi tempat yang kosong apabila sistem matchmaking gagal untuk mendapatkan pemain dalam waktu tertentu. Walau kalian tidak bisa menggunakan karakter yang sama di salah satu tim di mode Co-Op dan Boss Raid, hal tersebut menurut saya bukanlah masalah karena banyaknya karakter yang bisa digunakan, ditambah mekanik Awakening dan player level bisa memudahkan kalian untuk menggunakan level perlengkapan yang memadai.

Sword Art Online: Fractured Daydream Dari Segi Performa

Dari segi performa PC, saya sama sekali tidak memiliki masalah ketika memainkan Sword Art Online: Fractured Daydream, walau menggunakan setting rata kanan. Spesifikasi PC yang saya gunakan untuk memainkan Sword Art Online: Fractured Daydream adalah CPU Ryzen 7 2700X, VGA GeForce RTX 4070 Ti, RAM 32GB dan SSD.

Performa network untuk game ini juga termasuk luar biasa bagus, dimana saya tidak memiliki gangguan koneksi dalam 20 jam terakhir. Adapun kejadian disconnect ketika misi selesai tidak mempengaruhi sistem reward, karena game ini sudah menyimpannya diperangkat yang kalian gunakan.

Kesimpulan

Bandai Namco dan Dimps Corporation mengerti betul tujuan utama dari game Sword Art Online: Fractured Daydream. Dari segi alur cerita, serta interaksi antar karakter dari game Sword Art Online yang berbeda bisa dibilang adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi para fans Sword Art Online. Pada sisi lain, hal ini juga menjadi dinding penghalang tersendiri bagi pendatang baru karena banyaknya refrensi yang harus dipelajari agar bisa mengerti.

Dari sisi gameplay, blunder utama dari game ini adalah desain gameplay yang sederhana. Pemain bisa menggunakan semua karakter tanpa harus mengulang progression dari awal, namun tidak memudahkan penggunanya untuk bereksperimen karena rendahnya drop rate dari equipment. Ditambah lagi jenis musuh yang terbatas, serta musik dan dialog yang biasa-biasa saja. Hasilnya adalah gameplay menjadi stagnan dengan sangat cepat karena progression hampir tidak terasa, mengingat sebagian besar dari bonus status di perlengkapan yang digunakan tidak memiliki efek yang signifikan terhadap performa karakter kalian.

Hal yang harus diingat adalah roadmap Sword Art Online: Fractured Daydream yang cukup panjang kedepannya. Kekurangan yang terjadi dalam kondisi game sekarang, bisa saja diperbaiki dengan hadirnya konten-konten baru pada update selanjutnya.

Red Dead Redemption Resmi Akan Rilis di PC

0

Rockstar bekerjasama dengan Double Eleven telah resmi mengumumkan versi PC untuk Red Dead Redemption. Game ini akan tersedia di Steam dan Epic Games Store pada tanggal 29 Oktober 2024. Tidak hanya base gamenya saja, DLC Undead Nightmare juga akan termasuk di dalam bundle.

Versi PC Red Dead Redemption sudah didukung oleh fitur upscaling dari NVIDIA dan AMD, dan juga dukungan untuk resolusi 4k serta Ultrawide dan Super Ultrawide. Berbagai pilihan setting untuk grafis juga akan tersedia di game ini, serta penggunaan mouse dan keyboard. berikut adalah spesifikasinya menurut halaman di Steam:

Minimum:

    • Requires a 64-bit processor and operating system
    • OS: Windows 10 64-Bit
    • Processor: Intel® Core™ i5-4670 / AMD FX-9590
    • Memory: 8 GB RAM
    • Graphics: NVIDIA GeForce GTX 960 / AMD Radeon R7 360
    • DirectX: Version 12
    • Storage: 12 GB available space
    • Sound Card: Direct X Compatible

Recommended:

    • Requires a 64-bit processor and operating system
    • OS: Windows 10 64-Bit
    • Processor: Intel® Core™ i5-8500 / AMD Ryzen 5 3500X
    • Memory: 8 GB RAM
    • Graphics: NVIDIA RTX 2070 / AMD RX 5700 XT
    • DirectX: Version 12
    • Storage: 12 GB available space
    • Sound Card: Direct X Compatible
    • Additional Notes: SSD recommended

Red Dead Redemption menceritakan tentang petualangan dari John Marston yang berkelana di dataran Amerika tahun 1911 untuk memburu agen pemerintah “kotor”. Sedangkan DLC Undead Nightmater merupakan spin-off dari cerita utama Red Dead Redemption. Dalam DLC ini John Marston ditugaskan untuk mencari obat untuk menyembuhkan virus zombie yang mewabah.

Bagaimana menurut kalian?

Review Enotria: The Last Song (PC): Soulslike yang Indah

0

Naiknya pamor dari game Soulslike membuat developer berlomba-lomba untuk membuatnya. Karena gameplay dari game genre ini biasanya itu-itu saja, setiap developer menyuntikkan elemen baru untuk membuat gamenya menjadi unik.

Enotria: The Last Song bisa dibilang adalah game soulslike dengan rasa Mediterania. Game ini dibuat oleh developer asal Italia, Jyamma Games. Tidak main-main, Jyamma Games menggunakan tradisi dan budaya yang ada di negaranya sebagai latar dan juga desain dari Enotria: The Last Song.

Kebetulan saya mendapatkan kesempatan untuk memainkan versi review Enotria: The Last Song di PC. Berikut adalah pengalaman yang saya dapatkan selama memainkan gamenya:

Cerita Tentang Kehidupan yang Terikat Peran

Karakter pemain di Enotria: The Last Song dikenal dengan nama Maskless. Ia adalah satu-satunya orang di dalam game yang bebas, tidak seperti yang lainnya terikat dalam peran tertentu. Fenomena ini bernama Canovaccio, yaitu sebuah pentas abadi yang membuat semua penduduk mengikuti peran tergantung dengan topeng yang dikenakan.

Sebagai simbol kebebasan, karakter pemain dapat berganti-ganti topeng dari setiap musuh yang dikalahkan. Setiap topeng akan memiliki bonus status, efek positif, maupun negatif yang bisa membantu pemain untuk membentuk karakternya.

Jika sebagian besar game soulslike berlatar di tempat yang gelap seperti gua dan ruang bawah tanah, Enotria: The Last Song justru menghadirkan sesuatu yang berbeda. Pemain akan diajak untuk mengeksplorasi wilayah yang terang karena cahaya matahari. Beberapa tempat bahkan mengingatkan saya dengan nuansa pantai Mediterania.

Tidak semua wilayah diterangi oleh cahaya di Enotria: The Last Song. Ada juga yang menampilkan nuansa gelap seperti kuburan kapal yang terdampar atau mirip kota tua di abad pertengahan. Contohnya kota Quintia yang terasa misterius namun hidup, dipenuhi dengan banyak jalan bercabang yang salah satunya mengarah ke treasure chest.

Enotria: The Last Song juga dilengkapi oleh berbagai macam puzzle. Menurut saya ada beberapa puzzle yang cukup kreatif, baik dari segi penampilannya maupun eksekusinya.

Musuh yang Monoton

Salah satu kekurangan dari Enotria: The Last Song adalah kurang variasi dari musuh, baik itu serangannya maupun jenisnya. Desain musuh juga kadang dijadikan sebagai desain untuk mini-boss. Jadi rasanya seperti menghadapi musuh biasa tapi dengan health point yang lebih tinggi.

Sayangnya hal yang sama juga berlaku bagi boss. Dari pengalaman saya, pertarungan melawan boss di game ini mengecewakan jika dibandingkan dengan game soulslike lain. Mulai dari desain yang kurang menarik, absennya dialog, animasi khusus, atau jenis serangan yang mendadak berubah ketika health point mereka sudah 50 persen.

Mekanik Status Ailments dan Parry

Bagi gamer yang sudah akrab dengan game soulslike, mekanisme di Enotria: The Last Song tidak jauh berbeda. Tipe serangan dasar dibagi menjadi ringan dan berat, di mana keduanya mengkonsumsi stamina.

Untuk bertahan, pemain akan dibekali mekanik parry yang juga merangkap sebagai sistem block. Selain itu karakter pemain juga memiliki skill dodge untuk menghindar dari serangan musuh, dan juga kemampuan untuk melompat. Semua ini merupakan mekanisme dasar yang ada di semua game Soulslike.

Mekanik yang menjado pembeda adalah status ailments (efek status). Efek ini bisa ditimbulkan kepada musuh, atau karakter pemain sendiri. Efek status dibagi menjadi dua yaitu yang membantu dan yang merugikan. Hal yang menarik adalah setiap status akan diberi nama dengan bahasa Italia.

Vis atau dizziness membuat musuh lebih mudah diserang dengan mengurangi pertahanannya. Mallano atau Sick mirip dengan poison yang memberikan kerusakan seiring waktu. Jika pemain terlalu dekat dengan musuh yang terkena Sick, maka karkternya bisa ikut tertular. Lalu ada Wicked atau Fatuo yang meningkatkan serangan elemen. Terakhir adalah Radiant atau Gratia yang membuat pemain bisa mendapatkan regenerasi health point, tapi dapat meledak jika terkena serangan.

Kehadiran efek status ini menciptakan gaya permainan baru yang tidak dimiliki oleh game Soulslike lain. Pemain juga bisa menciptakan strategi META dengan memanfaatkan efek status tersebut.

Senjata Bervariasi Tapi Kurang Memuaskan

Ada sekitar 120 senjata yang tersebar di Enotria: The Last Song. Setiap senjata ini masuk dalam salah satu kategori dari tujuh tipe. Meski memiliki banyak variasi, perbedaan antara setiap jenis senjata tidak selalu signifikan. Sebagian besar juga tidak memiliki moveset yang unik.

Kekurangan lainnya adalah pola serangan yang dimiliki oleh beberapa tipe terasa lambat, tidak bervariasi, dan minim stagger. Ini membuat kalian rentan terhadap serangan balik musuh yang ironisnya justru memiliki efek stun terhadap.

Dari pengalaman saya, strategi terbaik dalam penggunaan tipe senjata di Enotria: The Last Song adalah cukup menggunakan senjata yang memiliki damage besar saja, hiraukan yang lainnya.

Pengembangan Karakter dan Loadout

Pada Enotria: The Last Song, pengembangan karakter dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan level up. selain itu, pemain bisa mengembangkan karakternya dengan memilih mask atau topeng, serta aspect yang memberikan bonus status serta efek tertentu pada karakter.

Game ini juga memiliki fitur Path of Inovator, dimana kalian bisa menemukan empat skill tree yang mewakili serangan fisik, mask line, status effect, dan mobilitas. Kalian bisa membuka dan mendapatkan berbagai kemampuan yang ada di masing-masing skill tree, lalu memasangnya sebagai skill pasif di menu loadout.

Sistem loadout dalam Enotria: The Last Song juga tergolong unik. Pemain bisa memilih satu dari tiga loadout yang telah disiapkan dan dapat langsung menggantinya secara instan dalam permainan.

Enotria: The Last Song Dari Segi Performa

Saya menggunakan PC dengan spesifikasi CPU Ryzen 7 2700X, VGA GeForce RTX 4070 Ti, RAM 32GB dan SSD untuk memainkan Enotria: The Last Song.

Walau menggunakan Unreal Engine 5, Enotria: The Last Song tergolong ringan dan stabil dalam hal performa. Setiap kali saya mendatangi tempat yang memiliki banyak objek, atau terjebak dalam situasi dimana banyak proyektil yang berhamburan, saya tidak pernah mengalami masalah teknis. Game ini juga sudah dilengkapi oleh fitur upscaling seperti AMD Fidelity dan DLSS untuk menstabilkan FPS dan graphic usage PC kalian.

Developer juga telah memberikan update baru untuk Enotira: The Last Song yang menghadirkan banyak sekali perbaikan kualitas. Salah satunya adalah fitur mengganti shortcut button yang sudah ditunggu-tunggu oleh pengguna mouse dan keyboard

Kesimpulan

Enotria: The Last Song menurut saya adalah salah satu game soulslike yang kurang direkomendasikan. Sebabnya adalah unsur gameplay yang seharusnya merupakan inti dari game soulslike justru terasa sangat kurang. Lalu jenis musuh yang monoton, serta sistem balance antar build yang berantakan membuat pengalaman saya dalam memainkan game ini menjadi kurang menyenangkan.

Tapi saya harus mengakui juga bahwa game ini memiliki art style yang betul-betul unik dan justru daya tariknya. Desain tempat yang memukau, serta musik yang cukup unik dan memacu adrenalin ketika menghadapi Boss, merupakan nilai positif yang dimiliki oleh game ini.