Home Blog Page 148

7 Fakta Excalibur di Final Fantasy Series

0

Excalibur adalah salah satu pedang paling ikonik dalam mitologi dan budaya populer. Di dunia gim, pedang ini sering dikaitkan dengan kekuatan legendaris, dan Final Fantasy tak terkecuali. Dalam seri ini, Excalibur hadir sebagai senjata kuat yang tak hanya memiliki sejarah panjang, tetapi juga berbagai variasi yang menarik. Artikel ini akan membahas tujuh fakta menarik tentang Excalibur di seri Final Fantasy.

1. Pedang yang Terinspirasi dari Legenda Raja Arthur

Nama Excalibur diambil langsung dari mitologi Inggris, di mana pedang ini terkenal sebagai senjata Raja Arthur. Dalam legenda, Excalibur dikatakan memiliki kekuatan magis dan tak bisa dihancurkan, yang mirip dengan peran Excalibur di banyak game Final Fantasy. Di beberapa gim, Excalibur sering dikaitkan dengan ksatria, status kepemimpinan, dan kekuatan luar biasa—persis seperti perannya dalam mitos Arthurian.

Dalam beberapa gim, seperti Final Fantasy IX, Excalibur bisa didapatkan oleh karakter ksatria, menambah keaslian referensi terhadap kisah Raja Arthur. Kehadiran Excalibur di Final Fantasy tidak hanya sebagai senjata, tetapi juga sebagai simbol kekuatan dan kejayaan.

2. Kekuatan Luar Biasa

Excalibur hampir selalu menjadi salah satu senjata paling kuat di setiap seri Final Fantasy. Salah satu karakteristik umum Excalibur adalah atribut serangan yang sangat tinggi dan tambahan kemampuan magis atau pasif. Misalnya, di Final Fantasy V, Excalibur meningkatkan kekuatan serangan fisik karakter yang menggunakannya dan memberi bonus Holy Element, menjadikannya senjata yang sangat efektif melawan musuh dengan kelemahan terhadap elemen tersebut.

Di gim seperti Final Fantasy XII, Excalibur dianggap sebagai salah satu senjata endgame yang memiliki daya serang tinggi dan dapat mengalahkan musuh dengan sangat cepat, terutama ketika digunakan melawan lawan yang rentan terhadap Holy-elemental.

3. Excalibur II, Versi Lebih Kuat

Bukan hanya Excalibur standar yang muncul dalam seri Final Fantasy, tetapi juga versi Excalibur II. Salah satu contoh terkenal dari Excalibur II dapat ditemukan di Final Fantasy IX. Pedang ini adalah versi yang lebih kuat dari Excalibur biasa, tetapi dengan syarat khusus untuk memperolehnya. Pemain harus mencapai disk 4 dalam waktu kurang dari 12 jam, sebuah tantangan yang sangat sulit.

Excalibur II merupakan salah satu senjata paling kuat dalam Final Fantasy IX, menjadikannya impian bagi para pemain yang menyukai tantangan speedrun. Kekuatannya jauh melampaui Excalibur standar, tetapi proses untuk mendapatkannya menuntut ketepatan dan kecepatan dalam bermain.

4. Simbol Keadilan dan Kekuatan Ksatria

Dalam berbagai gim Final Fantasy, Excalibur sering diasosiasikan dengan karakter yang mewakili keadilan dan kekuatan seorang ksatria. Di Final Fantasy IV, Cecil Harvey, yang berubah menjadi Paladin, bisa menggunakan Excalibur. Transformasi Cecil dari Dark Knight menjadi Paladin, simbol kekuatan dan kebajikan, menegaskan tema kesucian dan keadilan yang selalu terkait dengan pedang legendaris ini.

Tidak hanya Cecil, di Final Fantasy Tactics, Excalibur sering digunakan oleh karakter dengan kelas ksatria seperti Agrias Oaks atau Delita Heiral. Pedang ini membantu memperkuat karakter dalam pertempuran, menjadikan mereka perwujudan ksatria yang melindungi dan menjaga keadilan.

5. Variasi Holy Sword di Berbagai Seri

Excalibur sering dikaitkan dengan elemen suci (Holy) dalam beberapa gim Final Fantasy. Efek Holy ini memberikan Excalibur keunggulan yang signifikan ketika melawan musuh kegelapan atau undead. Sebagai contoh, dalam Final Fantasy Tactics, serangan Excalibur sering kali memiliki elemen Holy yang sangat efektif melawan undead.

Di gim Final Fantasy VI, Celes Chere, salah satu protagonis utama, juga bisa menggunakan Excalibur untuk menyerang musuh dengan elemen Holy, yang menambah daya hancur pada pedang ini. Elemen Holy pada Excalibur tidak hanya memperkuat daya serang, tetapi juga mencerminkan kekuatan suci yang menjadi ciri khasnya.

6. Pedang Rival: Excalipoor

Dalam beberapa seri, Excalibur memiliki parodi yang dikenal sebagai Excalipoor. Excalipoor pertama kali diperkenalkan dalam Final Fantasy V sebagai versi konyol dari Excalibur. Alih-alih menjadi senjata kuat, Excalipoor hanya memberikan 1 damage, terlepas dari statistik atau kekuatan karakter yang menggunakannya.

Excalipoor menjadi sumber lelucon bagi pemain dan pengembang Final Fantasy, dan muncul dalam beberapa gim lain sebagai easter egg. Meski tak berguna dalam pertarungan, kehadiran Excalipoor menambah elemen humor dalam gim yang terkadang serius dan dramatis.

7. Kemunculan dalam Spin-off dan Crossover

Excalibur juga sering muncul di berbagai spin-off dan gim crossover. Dalam Final Fantasy Tactics, Excalibur tetap menjadi salah satu senjata utama yang bisa digunakan oleh karakter dengan job knight. Di Dissidia Final Fantasy, Excalibur hadir sebagai senjata yang bisa digunakan oleh karakter seperti Warrior of Light, yang menegaskan statusnya sebagai senjata legendaris di dunia Final Fantasy.

Bahkan dalam crossover dengan gim non-Final Fantasy, seperti Kingdom Hearts, referensi terhadap Excalibur bisa ditemukan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pedang ini dalam mitologi Final Fantasy dan seberapa jauh pengaruhnya menjangkau dunia gim lainnya.

Excalibur di dunia Final Fantasy bukan sekadar senjata kuat, tetapi juga simbol kekuatan, keadilan, dan kebajikan. Dengan berbagai variasi dan kemunculan di banyak seri, pedang legendaris ini tetap menjadi bagian penting dari dunia Final Fantasy, membawa serta kekuatan mitos Raja Arthur yang abadi.

Bagaimana menurut kalian?

7 Fakta Menarik Franchise Final Fantasy yang Wajib Diketahui Gamer

0

Final Fantasy adalah salah satu franchise game RPG (role-playing game) paling ikonik dan berpengaruh di dunia. Sejak dirilis pada tahun 1987, seri ini telah menjadi fenomena global yang tidak hanya berhasil menyuguhkan petualangan epik, tetapi juga menciptakan dunia fantasi yang kaya akan karakter, cerita, dan inovasi.

Bagi para penggemar maupun pemain baru, ada beberapa fakta menarik tentang Final Fantasy yang menunjukkan mengapa game ini menjadi legenda di industri video game.

1. Awalnya Dimaksudkan Sebagai “Game Terakhir” Square

Nama Final Fantasy sebenarnya memiliki makna yang mendalam. Game pertama yang dirilis pada tahun 1987 adalah proyek terakhir dari Square (sekarang Square Enix), yang pada waktu itu hampir bangkrut. Kreator game ini, Hironobu Sakaguchi, ingin menciptakan sebuah game RPG yang ambisius dan diberi nama “Final Fantasy” karena ini dianggap sebagai harapan terakhir bagi perusahaan.

Tak disangka, game ini meledak di pasaran dan menjadi kesuksesan besar yang menyelamatkan Square dari kebangkrutan. Kesuksesan ini melahirkan puluhan sekuel, spin-off, film, dan media lainnya, menjadikan Final Fantasy sebagai waralaba yang bertahan lebih dari tiga dekade.

2. Setiap Seri Memiliki Dunia dan Karakter yang Berbeda

Salah satu aspek yang paling unik dari Final Fantasy adalah setiap seri utamanya biasanya berdiri sendiri. Setiap judul utama, mulai dari Final Fantasy I hingga Final Fantasy XVI, memiliki dunia, karakter, dan alur cerita yang berbeda. Tidak seperti kebanyakan game serial, pemain tidak perlu memainkan game sebelumnya untuk memahami alur cerita di judul berikutnya.

Walaupun begitu, ada elemen yang sering kembali di setiap seri, seperti nama karakter Cid, makhluk ikonik seperti Chocobo dan Moogle, serta senjata legendaris seperti Excalibur. Ini memberikan sentuhan nostalgia bagi penggemar setia sekaligus membuat setiap game terasa baru dan segar.

3. Sistem Pertarungan yang Inovatif

Seri Final Fantasy telah memperkenalkan berbagai sistem pertarungan yang inovatif. Pada awalnya, Final Fantasy mengandalkan sistem pertarungan berbasis giliran klasik (turn-based combat), di mana pemain memilih tindakan untuk karakter mereka secara bergantian. Namun, seiring berjalannya waktu, sistem ini mengalami banyak perkembangan.

Salah satu inovasi terbesar adalah sistem Active Time Battle (ATB) yang diperkenalkan dalam Final Fantasy IV. ATB memungkinkan pemain untuk bertindak saat gauge waktu terisi, menciptakan nuansa pertarungan yang lebih dinamis dan intens. Di game yang lebih baru, seperti Final Fantasy XV dan Final Fantasy VII Remake, sistem pertarungan berubah menjadi lebih action-oriented, memungkinkan pemain untuk bertarung dalam waktu nyata, tetapi tetap mempertahankan elemen RPG.

4. Final Fantasy VII Mengubah Industri Game Selamanya

Ketika Final Fantasy VII dirilis pada tahun 1997, game ini tidak hanya menjadi judul terlaris dalam seri Final Fantasy, tetapi juga memicu revolusi dalam dunia video game. Dengan menggunakan teknologi 3D CGI yang belum pernah digunakan sebelumnya dalam genre RPG, Final Fantasy VII membawa standar baru dalam presentasi visual dan storytelling.

Cerita mendalam tentang perjuangan Cloud Strife melawan korporasi jahat Shinra dan villain legendaris Sephiroth memikat pemain di seluruh dunia. Pengaruh Final Fantasy VII sangat besar sehingga sering dianggap sebagai game yang memperkenalkan genre RPG Jepang (JRPG) kepada audiens global, terutama di Barat.

5. Musik yang Legendaris

Salah satu elemen yang selalu menonjol dari Final Fantasy adalah musiknya. Komposer utama dari sebagian besar seri, Nobuo Uematsu, telah menciptakan beberapa soundtrack yang paling dikenang dalam sejarah video game. Musik dari Final Fantasy sering kali menjadi ikonik, dengan tema utama dan lagu-lagu latar seperti “One-Winged Angel” dari Final Fantasy VII dan “To Zanarkand” dari Final Fantasy X.

Bahkan, konser orkestra yang membawakan musik dari Final Fantasy telah diadakan di seluruh dunia, menunjukkan betapa berpengaruhnya komposisi ini tidak hanya di kalangan gamer, tetapi juga di dunia musik pada umumnya.

6. Pengaruh Besar pada Pop Kultur

Final Fantasy bukan hanya game, tetapi juga bagian dari budaya populer global. Franchise ini telah melahirkan film animasi, serial anime, novel, dan berbagai barang dagangan. Salah satu film terkenal adalah Final Fantasy: The Spirits Within, yang walaupun tidak terlalu sukses secara komersial, tetap menjadi tonggak dalam sejarah animasi karena menjadi salah satu film pertama yang menggunakan teknologi motion capture sepenuhnya.

Selain itu, karakter-karakter dari Final Fantasy sering muncul di berbagai crossover, seperti dalam seri Kingdom Hearts yang menggabungkan dunia Final Fantasy dengan karakter Disney. Ini menunjukkan bagaimana Final Fantasy telah melampaui dunia game dan menjadi fenomena budaya.

7. Fokus pada Tema dan Moralitas

Salah satu alasan mengapa Final Fantasy begitu disukai oleh banyak orang adalah kedalamannya dalam mengeksplorasi tema-tema besar, seperti perjuangan antara kebaikan dan kejahatan, takdir, kehormatan, serta pencarian jati diri. Banyak karakter dalam seri ini harus menghadapi tantangan moral yang berat, seperti Cloud Strife yang bergulat dengan identitasnya di Final Fantasy VII, atau Tidus yang harus menerima kenyataan tragis di Final Fantasy X.

Cerita-cerita ini sering kali beresonansi dengan pemain di level emosional yang mendalam, memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar petualangan fantasi. Pesan-pesan moral ini membuat Final Fantasy tetap relevan dan dicintai oleh para penggemarnya dari berbagai generasi.

Franchise Final Fantasy tidak hanya memberikan petualangan yang epik, tetapi juga memperkenalkan dunia dengan karakter yang tak terlupakan, cerita yang mendalam, dan inovasi yang terus berkembang.

Dari warisan sejarahnya yang kuat hingga dampaknya yang mendalam pada pop culture, Final Fantasy tetap menjadi salah satu seri game paling penting sepanjang masa. Bagi para gamer, ini bukan sekadar game, melainkan sebuah pengalaman yang penuh dengan keajaiban dan refleksi hidup.

Bagaimana menurut kalian?

Space Marine 2 Masuk Daftar Game Baru Terpopuler Steam 2024

0

Valve telah merilis daftar Steam Best 2024. Daftar ini berisi berbagai macam judul game populer yang ada di dalam daftar katalog Steam selama tahun 2024.

Ada 6 kategori yang tersedia yaitu Top Sellers, New Release, Most Played, Steam Deck, Controller, dan VR. Setiap kategori akan dibagi ke dalam 4 tingkat yaitu Platinum (1-12), Gold (13-24), Silver (25-50), dan Bronze (51-100).

Khusus untuk kategori New Release adalah game-game yang memang baru dirilis tahun 2024. Untuk tingkat platinum dari kategori ini diisi oleh Dragon’s Dogma II, Dragon Ball: Sparking! Zero, S.T.A.L.K.E.R. 2: Heart of Chornobyl, Call of Duty: Black Ops 6, Manor Lords, Helldivers 2, Warhammer 40.000: Space Marine 2, NBA 2K25, Black Myth: Wukong, EA Sports FC 25, Palworld, dan Path of Exile II.

Helldivers 2 juga masuk dalam kategori Top Sellers. Begitu juga dengan Path of Exile II yang masuk dalam tingkat platinum untuk kategori Most Played.

Untuk detail lengkapnya Best Steam 2024 bisa dilihat di sini.

Cygames Bagikan Informasi Baru Tentang Promo dan EVO 2025

0

Merayakan libur natal dan akhir tahun, Cygames telah mengumumkan diskon besar-besaran untuk berbagai game digital mereka di berbagai platform. Mulai dari PlayStation, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC (Steam dan Windows).

Berikut adalah beberapa judul game populer dari Cygames yang mendapatkan potongan harga besar di event promo akhir tahun:

  • Umamusume: Pretty Derby – Party Dash, yang merupakan game terbaru Cygames akan mendapat diskon pertamanya.
  • Granblue Fantasy: Relink akan mendapatkann potongan harga hingga 50%, yang terbanyak saat ini.
  • Granblue Fantasy Versus: Rising (GBSVR)
  • Little Noah: Scion of Paradise
  • Wondership Q

Detail lengkapnya untuk promo Cygames bisa dilihat di sini.

Informasi lainnya yang tentang Cygames adalah perayaan ulang tahun pertama GBSVR. Cygames akan merilis berbagai macam merchandise yang bertema ulang tahun GBSVR, mulai dari stan akrilik sampai dengan kalender. Pembelian pre-order sudah bisa dilakukan mulai dari sekarang. Detailnya bisa dilihat di sini.

Cygames juga mengumumkan keikutsertaan GBSVR sebagai salah satu game yang dipertandingkan di EVO Japan 2025.Turnamen terbesar game fighting ini akan diselenggarakan dari tanggal 9-11 Mei 2025 di Tokyo Big Sight.

Bagaimana menurut kalian?

Sega Tertarik Buat Layanan Berlangganan untuk Streaming Game

0

Berita baru datang dari Sega. Publisher sekaligus developer asal Jepang ini dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk membuat layanan berlangganan streaming game mirip Netflix.

Dilansir dari BBC, Presiden Sega, Shuji Utsumi mengatakan bahwa produk berupa layanan berlangganan untuk streaming game sangatlah menarik. Menurutnya saat ini Sega sedang melakukan evaluasi untuk mempertimbangkan peluang dari perlu tidaknya produk seperti itu. Namun Utsumi tidak bisa membicarakannya lebih lanjut untuk saat ini.

Saat ini sudah ada beberapa layanan serupa selain Netflix yang cukup populer, seperti Xbox Game Pass dan PlayStation Plus. Layanan ini memungkinkan gamer untuk mengakses berbagai judul game tanpa harus membeli, cukup dengan membayar biaya langganan saja.

Melihat portofolio Sega yang sudah memproduksi berbagai jenis game mulai dari yang dikembang secara in-house seperti Sonic dan game buatan Atlus atau RGG Studios, maupun yang dibuat oleh developer barat seperti Creative Assembly dan Sports Interactive. Semua game ini tersebar di berbagai platform, dan seandainya jika dikumpulkan dalam satu platform berbayar khusus yang dimiliki langsung oleh Sega bisa menjadi sumber penghasilan baru, atau malah sebaliknya.

Bagaimana menurut kalian?

Game ini Jadi Bahan Tertawaan Karena Mirip Black Myth: Wukong

0

Game berjudul Wukong Sun: Black Legend ramai dibicarakan karena dianggap meniru Black Myth: Wukong. Maksud meniru ini bukan karena game tersebut memiliki kesamaan dari gameplay, melainkan karena dianggap mendopleng kesuksesan Black Myth: Wukong.

Game Nintendo Switch

Wukong Sun: Black Legend adalah game yang akan rilis di Nintendo Switch. Game ini bergenre platformer side-scrolling, berbeda jauh dengan Black Myth: Wukong yang menggunakan gaya action third-person.

Judul dari Wukong Sun: Black Legend disebut hampir mirip dengan Black Myth: Wukong. Bagi orang-orang yang kurang mengerti tentang game, nama ini bisa saja mengelabuhi. Belum lagi dari desain dari bahan materi promosinya memiliki nuansa yang sama. Keduanya baru berbeda ketika masuk ke dalam gameplay.

Jadi Bahan Bercandaan Netizen

Kemiripan Wukong Sun: Black Legend dan Black Myth: Wukong menjadi bahan tertawaan netizen. Misalnya di forum ResetEra, dimana banyak user yang melontarkan kritik kepada game tersebut. Ada yang dengan nada bercanda mengatakan inilah jadinya jika Black Myth: Wukong diporting ke Nintendo Switch. Adxa juga yang mengatakan bahwa developer terlalu terinspirasi dengan Black Myth: Wukong.

Bagaimana menurut kalian?

Trailer Baru Two Point Museum Jelaskan Cara Kerja Mekanik Expedition

0

Sega dan Two Point Studios telah merilis trailer baru untuk Two Point Museum. Video ini mengajari pemain tentang mekanik Expedition yang ada di dalam game.

Jelajahi Dunia untuk Menemukan Artefak

Dalam Two Point Museum, pemain akan mengirimkan Expert atau spesialis dari berbagai ke lokasi-lokasi eksotis untuk mencari artefak untuk digunakan dalam pameran di museum.

Agar ekspedisi ini berhasil, pemain harus memilih spesialis dan juga tim yang terlatih agar tingkat keberhasilannya semakin tinggi. Two Point Museum memiliki XP-dition Journal untuk membantu spesialis meningkatkan kemampuannya. Selain itu, ada juga First Aid Kit yang bisa menjadi penyelamat jika tim menghadapi masalah selama perjalanan. Jika ingin menekan biaya ekspedisi, pemain bisa menggunakan Haggling Handbook.

Two Point Museum akan rilis pada tanggal 5 Maret 2025 untuk versi digital di PC, PS5, Xbox Series, dan PC. Sedangkan versi fisik untuk PS5 akan rilis lebih dulu tanggal 4 Maret 2025.

Konami Mengumumkan “Serial Anime Pendek” Baru Yang Akan Datang Ke Yu-Gi-Oh! Card Game The Chronicles

0

Konami Digital Entertainment Limited (KONAMI) mengumumkan Yu-Gi-Oh! CARD GAME THE CHRONICLES akan membuat dan merilis episode baru dari “Serial Anime Pendek Promosional” yang akan memperluas kisahnya. Diproduksi oleh KONAMI animation, anime pendek ini akan dirilis setiap bulan dan akan fokus pada cerita monster-monster ikonik seperti Sky Striker Ace – Raye dan Fallen of Albaz. Pengumuman tersebut merupakan bagian dari Jump Festa 2025, konvensi manga dan anime yang diadakan di Jepang.

Saksikan trailer-nya via channel YouTube resmi Yu-Gi-Oh! OCG di sini:

Episode-episode baru ini akan menceritakan kisah dari monster ikonik, seperti Sky Striker Ace – Raye dan Sky Striker Ace – Roze: dua saingan yang ditakdirkan untuk bertarung menggunakan teknologi canggih. Akan ada juga episode yang berfokus pada kartu Fallen of Albaz and Dogmatika Ecclesia, the Virtuous.

Diluncurkan pada bulan Februari 2024, KONAMI animation adalah studio yang didirikan oleh KONAMI, bertujuan untuk menciptakan animasi berkualitas tinggi dengan menggabungkan teknologi dan pengalaman yang dimiliki KONAMI dari mengembangkan game dengan tim animasi yang berdedikasi. Dengan jejak langkahnya yang panjang di dunia hiburan dan gaming, KONAMI animation memanfaatkan kemampuan kreatifnya untuk memproduksi animasi yang mempesona dan menarik hati penggemar dari seluruh dunia. Studio ini menggabungkan teknologi modern dengan alur cerita yang inovatif untuk memberikan pengalaman yang menghibur dan menginspirasi, termasuk dalam adaptasi serial ikonik hingga produksi original yang di luar dari IP KONAMI.

Untuk menyaksikan semua episode Yu-Gi-Oh! CARD GAME THE CHRONICLES kunjungi channel YouTube Yu-Gi-Oh! OCGl: https://www.youtube.com/@yugiohOCGch

Mavuika Jadi Karakter Baru di Update 5.3 Genshin Impact

0

HoYoverse telah mengumumkan update baru Genshin Impact versi 5.3 “Incandescent Ode of Resurrection”” yang akan hadir pada 1 Januari 2025. Update ini akan menghadirkan Archon Pyro Mavuika, “Nenek Itzli” Citlali, dan Lan Yan. Pertempuran akhir yang menentukan takdir dari Natlan juga akan terjadi di update ini. Selain itu, festival Lantern Rite juga akan kembali dan membagikan banyak hadiah.

Para Karakter Baru

Mavuika dan Citlali adalah karakter Bintang 5. Keduanya memiliki elemen yang berbeda, yaitu Mavuika dengan Pyro dan Citlali dengan Cryo. Sedangkan Lan Yan adalah karakter bintang 4 dengan elemen Anemo.

Mavuika menggunakan senjata tipe Claymore dan bisa mengeluarkan “motor api” bernama Flamestrider. Sedangkan Citlali yang memiiliki elemen Cryo. Ia bisa menggunakan bantal untuk melayang saat combat. Kedua mekanik milik Mavuika dan Citlali juga bisa digunakan untuk mempermudah eksplorasi.

Kembalinya Lantern Rite

Seperti biasa, HoYoverse juga akan menggelar festival rutin Lantern Rite. Dengan mengikuti event ini, pemain bisa mendapatkan berbagai hadiah gratis seperti 1.600 Primogem, Wind Glider baru “Wings of Fate’s Course Intertwined”, 10 Intertwined Fate melalui event log in harian, karakter Bintang 4 gratis dari Liyue, dan kostum baru untuk Xiangling.

Selain Xiangling, Hu Tao juga akan mendapatkan kostum baru Cherries Snow-Laden yang bisa dibeli dengan harga promo dalam waktu terbatas.

Optimalisasi dan Pembaruan di Update Baru

Beberapa pengoptimalan dalam proses pengembangan karakter juga hadir di versi ini. Halaman karakter kini memiliki tombol menuju panduan upgrade. Bagian artefak, senjata, dan karakter di panduan upgrade juga dibuat menjadi lebih jelas dan mudah dipahami. Kapasitas penyimpanan artefak di tas juga sudah ditingkatkan menjadi 2.100, memberikan lebih banyak ruang dan fleksibilitas dalam mengelola artefak yang dimiliki. Selain itu, kini boss juga akan langsung respawn dalam 5 detik setelah pemain mengambil hadiahnya tanpa perlu melakukan teleportasi ke tempat lain lagi, membuat proses mendapatkan material level up karakter jauh lebih efisien.

Bagaimana menurut kalian?

Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven – Diskon 25% dan Update Versi 1.0.2 Kini Tersedia!

0

Square Enix dengan bangga mengumumkan kabar menarik bagi para penggemar RPG klasik! Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven, remake 3D penuh dari RPG legendaris yang pertama kali dirilis pada tahun 1993 di Jepang, kini tersedia dengan diskon 25% di platform Nintendo Switch, PlayStation 5, PlayStation 4, dan PC melalui Steam. Promo ini berlaku hingga awal Januari 2025.

Tidak hanya itu, pembaruan versi 1.0.2 juga telah dirilis dengan fitur tambahan, peningkatan kualitas hidup (QoL), dan perbaikan bug untuk menghadirkan pengalaman bermain yang lebih optimal.

Periode Diskon dan Tautan Pembelian

Fitur Tambahan di Update Versi 1.0.2

Berikut fitur-fitur baru yang ditambahkan pada pembaruan ini:

  1. Restart Pertempuran
    Pemain kini dapat kembali ke titik simpan terakhir atau layar judul saat berada di tengah pertempuran.
  2. Indikator Formasi yang Dimiliki
    Pada layar penunjukan Kaisar, pemain akan dapat melihat apakah Formasi yang terkait dengan kelas tertentu sudah diperoleh.
  3. Shortcut Menu Pertempuran
    Navigasi ke puncak daftar teknik atau mantra selama pertempuran kini dapat dilakukan dengan tombol pintasan.

    • X pada kontroler Switch
    • △ pada kontroler PS4/PS5
    • Y pada kontroler Xbox
  4. Pengaturan Kecepatan Kamera
    Ditambahkan level baru untuk menyesuaikan kecepatan kamera di pengaturan.

Perbaikan Bug Utama

  • Memperbaiki masalah input teks pada Steam Deck.
  • Karakter debug tidak lagi muncul selama permainan.
  • Peningkatan atribut karakter yang direkrut di kedai minuman kini sesuai.
  • Perbaikan masalah pembelian/penjualan item di toko.
  • Efek mantra seperti Shadow Servant kini menumpuk dengan benar.
  • Distribusi TP (Technical Points) untuk anggota retinue yang tidak mengambil tindakan selama pertempuran kini berfungsi dengan benar.

Tentang Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven

Game ini membawa pemain ke dalam petualangan epik lintas generasi untuk memperluas kekaisaran sembari melawan ancaman Seven Heroes. Dengan Free-Form Scenario system, setiap keputusan pemain akan memengaruhi perkembangan cerita, termasuk siapa yang akan mewarisi takhta kekaisaran di setiap generasi berikutnya.

Dikembangkan oleh tim di balik remake Trials of Mana 2020, remake ini menawarkan visual modern, gameplay strategis yang diperbarui, dan berbagai peningkatan yang akan memuaskan penggemar lama maupun pemain baru.

Fitur unggulan:

  • Soundtrack klasik yang dapat diganti dengan versi aransemen baru.
  • Tiga tingkat kesulitan yang bisa diubah kapan saja.

Bagi para penggemar RPG, Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven adalah kesempatan emas untuk menikmati karya legendaris yang kini dihidupkan kembali dengan kualitas modern. Jangan lewatkan kesempatan mendapatkan diskon spesial dan rasakan pengalaman bermain yang epik!

Ayo Mainkan Sekarang!

Segera unduh game ini dan nikmati diskonnya sebelum promonya berakhir! Temukan juga pembaruan terbaru untuk menikmati perjalanan kalian ke dunia Seven Heroes dengan lebih baik.