Home Blog Page 12

Pencipta Fable Umumkan Game Barunya, Masters of Albion

0
Game Baru Pencipta Fable Berjudul Masters of Albion

Pencipta dari game Fable, Peter Molyneux bersama dengan 22cans telah mengumumkan game barunya yang berjudul Masters of Albion. Game ini akan resmi meluncur pada tanggal 22 April 2026 eksklusif untuk PC lewat Steam.

Molyneux menyebut Masters of Albion terinspirasi dari karya-karya lamanya, namun dirancang menjadi sesuatu yang terasa segar dan relevan bagi pemain modern.

Masters of Albion Dibangun Oleh Tim Veteran

Mekanisme di Masters of Albion

Selain Peter Molyneux, 22cans menggandeng nama-nama besar seperti Mark Healey, Russell Shaw, Iain Wright, dan Kareem Ettouney. Mereka pernah terlibat dalam pengembangan Dungeon Keeper, Black & White, hingga Fable. Hasilnya adalah sebuah “God Game” yang dibangun ulang untuk era sekarang, memadukan strategi, simulasi, manajemen kota, dan pertahanan real-time dalam satu pengalaman yang bebas.

Jadi God Hand dan Bangun Kota Tanpa Batas

Pada siang hari, pemain akan berperan sebagai dewa yang membentuk Albion sesuai keinginan. Pemain bisa merancang setiap bangunan, merekrut dan mengatur tenaga kerja, serta menyesuaikan tampilan kota lewat cat, pola, dan ornamen. Uniknya, tidak ada sistem menunggu atau timer. Semua bisa dibangun instan sehingga pemain bebas bereksperimen dan mengulang desain kapan saja.

Melalui “God Hand”, pemain bisa memindahkan objek, merasuki makhluk hidup, memberi hadiah atau hukuman, dan masih banyak lagi. Namun tantangan terbesar datang saat malam tiba, ketika makhluk jahat keluar dari kegelapan dan menyerang tanpa ampun.

Pemain harus menyiapkan turret, membangun tembok, membuat choke point, dan merekrut pahlawan untuk bertarung langsung secara real-time. Melalui mekanisme siang-malam yang kontras, Masters of Albion akan memiliki kombinasi kreasi santai dengan survival yang menegangkan.

Bagaimana menurut kalian?

ROG Cetra Open Wireless, Earbud Open-Ear Untuk Gaming dan Aktivitas Harian

0
Spesifikasi ASUS ROG Cetra Open Wireless

ROG Cetra Open Wireless, earbud open-ear yang ditujukan untuk gaming, musik, dan gaya hidup aktif, telah diperkenalkan oleh ASUS. Produk ini ditujukan bagi pengguna yang ingin audio responsif saat bermain game dan tetap nyaman dipakai seharian.

ROG Cetra Open Wireless Andalkan Dual Mode

Dari sisi konektivitas, ROG Cetra Open Wireless menawarkan dua pilihan: Bluetooth untuk pemakaian harian dan ROG SpeedNova 2.4GHz untuk kebutuhan latensi sangat rendah. Mode 2.4GHz ini ditujukan agar audio dan visual tetap sinkron ketika bermain game, sehingga respons suara lebih selaras dengan aksi di layar.

ASUS juga menyematkan dongle USB-C 2.4GHz pertama dari ROG yang mendukung pengisian daya satu arah, sehingga perangkat dapat tetap diisi daya saat earbud sedang tersambung.

Pada sektor audio, earbud ini menggunakan driver 14,2 mm dengan diafragma berlapis DLC. Rancangannya ditujukan untuk menghasilkan audio beresolusi tinggi dengan distorsi rendah, sekaligus menjaga detail di nada tinggi dan menghadirkan bass yang terasa lebih dalam.

Untuk penyesuaian karakter suara, tersedia mode audio bawaan. Mode Phantom Bass difokuskan untuk meningkatkan persepsi frekuensi rendah, sedangkan mode Immersion ditujukan untuk membantu meredam kebisingan latar belakang saat mendengarkan.

Desain Ergonomis Untuk Aktivitas Outdoor

ROG Cetra Open Wireless mengusung ear hook ergonomis berbahan liquid silicone agar tetap stabil saat dipakai bergerak. ROG juga menambahkan gantungan leher reflektif yang bisa dilepas-pasang untuk memastikan pemasangan lebih pas sesuai kebutuhan pengguna.

Demi respons kontrol yang lebih akurat, earbud ini memakai tombol fisik. Keunggulannya, tombol tetap bisa diandalkan saat hujan atau ketika pengguna berkeringat, sekaligus mengurangi risiko perintah tidak disengaja yang sering terjadi pada kontrol sentuh.

Untuk pemakaian di luar ruangan, earbud ini memiliki ketahanan cipratan air dengan sertifikasi IPX5. ROG menyebut ketahanan ini cocok untuk aktivitas seperti berlari atau kegiatan outdoor lain, termasuk saat kondisi gerimis.

Dari sisi daya, dalam kondisi baterai penuh, pemakaian bisa mencapai hingga 16 jam melalui mode Bluetooth dengan mode audio dan pencahayaan RGB bawaan dimatikan serta mikrofon dalam kondisi mute. Jika butuh isi daya singkat, pengisian cepat 15 menit diklaim dapat memberi waktu dengar hingga 3 jam.

Melalui kombinasi desain open-ear, konektivitas fleksibel, dan fitur yang mendukung mobilitas, ROG Cetra Open Wireless tidak hanya nyaman untuk aktivitas harian, tapi juga responsif untuk gaming.

Bagaimana menurut kalian?

ROG Kithara, Headset Planar Magnetic Pertama ROG Untuk Gamer

0
Headset Planar Magnetic ROG Kithara

ROG Kithara resmi diumumkan oleh ASUS sebagai headset gaming planar magnetic high-fidelity pertama dari lini ROG. Headset ini dikembangkan bersama HIFIMAN untuk menghadirkan pengalaman audio imersif berkelas audiophile.

Fitur ROG Kithara: Driver Planar Magnetic 100mm

Fokus utama ROG Kithara ada pada kombinasi driver planar magnetic besar dan rancangan open-back. Driver ini bekerja dengan gerakan serempak, berbeda dari driver konvensional yang sering terasa seperti sumber suara dari satu titik. Pendekatan ini ditujukan untuk menghasilkan audio lebih jernih, minim resonansi, serta menjaga distorsi rendah.

ROG juga menyebut respons frekuensi headset ini berada di kisaran 8Hz hingga 55kHz, memberi ruang lebih luas untuk menangkap detail halus di kedua ujung spektrum suara.

Desain open-back menjadi elemen penting lain. Karena gelombang suara bisa mengalir bebas melalui earcup, pemisahan bass, mid, dan treble dibuat lebih rapi dan seimbang. Hasilnya, soundstage terasa lebih luas dan dimensional, sekaligus membantu gamer membaca posisi suara dengan lebih akurat.

Untuk menjaga konsistensi, ROG menerapkan penyesuaian driver ketat dengan memasangkan driver berdasarkan respons frekuensi yang mirip, sehingga pencocokan kanal kiri dan kanan lebih presisi.

Mikrofon MEMS Full-Band dan Konektivitas Fleksibel

ROG Kithara membawa mikrofon boom full-band berbasis MEMS yang terintegrasi pada kabel. Rentang responsnya adalah ultrawide 20Hz–20kHz agar suara terdengar alami dan detail.

ROG juga menyoroti masalah umum headset analog, yaitu crosstalk pada kabel TRRS 3.5mm saat audio dan mikrofon berbagi saluran. Untuk mengatasinya, kabel boom mic Kithara memisahkan jalur sinyal sehingga komunikasi suara tetap jernih dan distorsi berkurang. Ditambah rasio SNR yang tinggi, suara latar belakang diupayakan tetap rendah saat dipakai komunikasi.

Untuk koneksi, headset ini mengusung kabel berkualitas berbahan OFC balanced dengan konektor lepas-pasang 3-in-1. Pengguna mendapatkan opsi 4.4mm balanced untuk menekan kebisingan, serta konektor 3.5mm dan 6.3mm single-ended agar kompatibel dengan beragam DAC, amplifier, PC, Mac, perangkat seluler, dan konsol.

ROG juga menambahkan adaptor USB-C-to-dual-3.5mm untuk pengguna laptop dan perangkat mobile yang membutuhkan fleksibilitas lebih tinggi.

Material Premium dan Rancangan Ergonomis

ROG Kithara juga menekankan sisi kenyamanan. Struktur rangka logam dan engsel yang kuat ditujukan untuk durabilitas, sementara headband dapat disesuaikan 8 arah agar pas di berbagai bentuk kepala. Bantalan busa empuk dari kulit sintetis membantu mengurangi tekanan saat dipakai lama.

Untuk sentuhan akhir, headset ini dipasangkan dengan material kulit sintetis berlapis kain, serta earcup velour yang menargetkan rasa nyaman dan fit yang lebih baik.

Melalui spesifikasi yang dimiliki ini, ROG Kithara ditujukan opsi bagi gamer yang ingin mendengar detail lebih tajam sekaligus menikmati karakter suara yang lebih natural.

Bagaimana menurut kalian?

Biwin Percepat Kerja Kreator Lewat Lini Kartu SD Terbaru

0

Biwin menghadirkan kartu SD, microSD, dan card reader untuk kreator yang bekerja dalam siklus cepat merekam, mengedit, lalu mengunggah ulang. Produk ini relevan untuk fotografer, videografer, hingga pembuat film mobile yang menuntut penyimpanan cepat dan stabil.

Biwin Dorong Perekaman Stabil untuk Produksi 4K

Biwin SD160

Tahap paling krusial bagi kreator sering terjadi sebelum editing dimulai, yaitu perekaman. Pada resolusi tinggi, media penyimpanan perlu menjaga kecepatan tulis yang konsisten supaya frame terekam rapi dan data tidak bermasalah saat proses panjang. Untuk kebutuhan tersebut, Biwin menawarkan SD160 yang menyasar pengguna kamera DSLR, mirrorless, dan camcorder.

SD160 diklaim punya kecepatan baca hingga 160 MB/s dan tulis hingga 120 MB/s. Kombinasi antarmuka UHS-I dan sertifikasi kelas kecepatan V30 membuatnya cocok untuk perekaman video 4K Ultra HD serta pemotretan beruntun. Fokusnya ada pada kestabilan performa saat produksi intensif, termasuk skenario fotografi RAW dan perekaman 4K yang menuntut.

Kartu microSD untuk Kerja Mobile dan Perangkat Ekstrem

Biwin MS160 microSD

Bagi kreator yang lebih sering bergerak, Biwin juga membawa MS160 microSD yang dirancang untuk perangkat seperti drone, action camera, smartphone, hingga gimbal genggam. Performanya berada di kelas yang sama, dengan klaim baca hingga 160 MB/s dan tulis hingga 120 MB/s agar perekaman 4K UHD dan RAW tetap mulus di perangkat berukuran ringkas.

MS160 mengantongi sertifikasi U3, V30, dan A2. Artinya, kartu ini tidak hanya mengejar perekaman video, tetapi juga respons aplikasi dan akses file yang cepat untuk kebutuhan multitasking di perangkat mobile. Dari sisi durabilitas, MS160 disebut tahan air, suhu ekstrem, guncangan, dan paparan sinar-X, sehingga cocok untuk pemakaian di berbagai kondisi lapangan.

Opsi Untuk Harian

Biwin MS100 microSD

Jika kebutuhannya harian, Biwin menyiapkan MS100 microSD. Kartu ini diklaim memiliki kecepatan baca sampai 100 MB/s dengan sertifikasi UHS-I U3/V30 untuk perekaman HD dan Full HD yang stabil, sekaligus transfer file yang efisien. MS100 ditujukan untuk smartphone, tablet, dash cam, hingga sistem keamanan rumah, dengan kapasitas tersedia hingga 256 GB dan konstruksi yang tetap menekankan perlindungan dari guncangan, debu, sinar-X, serta suhu ekstrem.

Di sisi pascaproduksi, Biwin RC210 SD/microSD Card Reader menjadi penghubung penting dari kartu ke perangkat kerja. Reader dua slot ini mendukung transfer simultan SD dan microSD melalui USB 3.2 Gen 1, dengan klaim throughput hingga 5 Gbps, kecepatan baca sampai 210 MB/s, dan tulis hingga 170 MB/s. RC210 mengusung desain ringkas dan plug-and-play, kompatibel dengan Windows, macOS, serta Android.

Bagi kreator yang mengelola banyak kartu sekaligus, kombinasi perangkat berkecepatan tinggi dan reader seperti ini bisa membantu mempercepat proses pemindahan footage dan menjaga ritme produksi tetap berjalan.

Bagaimana menurut kalian?

Inilah Alasan Game Theotown Viral di Indonesia

0
Alasan Theotown Viral di Indonesia

Game simulasi selalu punya tempat di hati gamer, apalagi jika gameplaynya membuat pemain bebas berkreasi. Theotown adalah salah satunya. Meski visualnya sederhana, game ini memiliki mekanisme cukup dalam, dan membuat pemainnya betah.

Menariknya, belakangan game ini meledak popularitasnya di Indonesia. Gamer tidak hanya membicarakannya di media sosial, tapi juga ramai memainkan gamenya sampai direspon secara langsung oleh developer. Padahal Theotown bukan game baru, melainkan sudah ada sejak tahun 2015.

Apa yang membuat game city-building management ini mendadak viral di Indonesia? Ini alasannya.

1. Alasan Utama Theotown Viral: Karena Jadi Bahan Guyonan Satir

Rupanya gamer Indonesia menggunakan game ini sebagai komedi satir. Game ini dijadikan sebagai sindiran halus untuk tata cara pembangunan kota yang tidak benar. Mulai dari tata ruang yang sengaja dibuat kacau sampai kebijakan yang dipelintir.

Banyak pemain melakukan peran roleplay sebagai Walikota, lalu sengaja membuat kebijakan yang salah dan nyeleneh. Setelah itu, konten yang mereka buat disebarkan ke media sosial dan memancing respon beragam dari netizen.

2. Maraknya Mod bertema Indonesia di Theotown

Gedung DPR Muncul di Theotown Sebagai Mod

Theotown juga merupakan game yang ramah dengan mod. Developer sengaja membiarkan pemain menambahkan mod ke dalam game untuk membuat gameplay menjadi lebih menarik.

Ramainya jumlah pemain dari Indonesia juga ikut menyebabkan kemunculan mod bertema Indonesia. Beberapa mod bahkan menambahkan bangunan ikonik dari Indonesia, misalnya seperti gedung DPR. Dampaknya adalah pemain dari Indonesia menjadi terasa lebih familiar, dan juga lebih mudah menjadikan gamenya sebagai bahan roleplay atau konten.

3. Gamenya Enteng

Dari spesifikasi, Theotown adalah game yang ringan. Game ini bisa sehingga dimainkan di PC maupun HP kentang. Untuk informasi, versi PC game ini berbayar karena tidak ada lagi iklan. Sedangkan versi mobilenya gratis, tapi masih ada iklan.

Berikut adalah spesifikasi lengkap untuk mobile dan PC:

Spesifikasi mobile (Android & iOS)

  • Minimum OS: Android 6.0 (Marshmallow) atau 7.0 (Nougat), iOS iOS 12.0 atau lebih baru
  • Minimum RAM: 1 GB
  • Storage: Kurang lebih 120 MB Android dan kurang lebih 175 MB iOS

Spesifikasi PC (Windows):

Minimum:

  • OS: Windows 7
  • Processor: Intel Pentium
  • Memory: 1 GB RAM
  • Graphics: Intel Integrated Graphics
  • Storage: 200 MB

Recommended:

  • OS: Windows 10
  • Processor: Intel Core i5
  • Memory: 2 GB RAM
  • Graphics: Dedicated GPU
  • Storage: 500 MB

4. Sampai Dimainkan Oleh Windah Basudara

Streamer populer Indonesia, Windah Basudara bahkan sampai ikut mencoba langsung Theotown. Developer juga sampai merespon dengan memastikan server game tetap stabil ketika Windah sedang livestreaming.

Viralnya Theotown di Indonesia membuktikan bahwa game tidak perlu punya visual yang bagus supaya ramai. Tidak peduli grafisnya sudah berumur, asalkan spesifikasinya ringan, F2P, mendukung mod atau plugin, dan bisa relate dengan kondisi yang terjadi, bisa saja game ini menjadi populer mendadak di Indonesia.

Bagaimana menurut kalian?

Silver Palace, Action RPG yang Mencoba Tampil Beda

0
Game Action RPG Baru Silver Palace

Silver Palace bisa menjadi terobosan baru untuk game open-world action RPG yang sudah terlalu menjamur saat ini. Dikembangkan oleh Silver Studio bersama Elementa, game ini mengambil latar kota metropolis dengan nuansa Victoria yang tidak dimiliki oleh game sejenis lainnya.

Kalian bisa melihatnya dari video milik IGN yang menampilkan gameplay dan juga adegan cutscene dari game tersebut.

Silver Palace Angkat Kota Silvernia dan Misteri Silverium

Dalam Silver Palace, pemain akan berperan sebagai seorang detektif yang ditugaskan untuk mencari kebenaran tersembunyi di Silvernia. Kota ini digambarkan sebagai kota industrial modern bergaya Victoria yang berkembang pesat, tetapi dibangun di atas kekuatan Silverium yang masih penuh tanda tanya.

Di sinilah tugas pemain sebagai detektif dimulai. Menelusuri kasus, membaca situasi di balik layar, lalu mengungkap misteri dibaliknya. Dalam petualangan pemain juga tidak akan sendiri, melainkan ditemani oleh karakter lainnya yang memiliki kemampuan berbeda.

Dibangun dengan Unreal Engine 5, Silver Palace menampilkan karakter bergaya anime. Sistem bertarungnya bergaya action dengan mekanik pergantian karakter secara real time.

Game ini belum memiliki tanggal rilis resmi. Platform yang dituju untuk awalnya adalah PC, dengan konsol dan mobile menyusul belakangan. Sebagai pemanasan, developer sempat membuka pendaftaran Beta Test pada akhir tahun 2025.

Bagaimana menurut kalian?

Romeo is Dead Man Hadirkan Gameplay Bloody Action

0
Romeo is Dead Man

Romeo is Dead Man adalah game third-person action adventure terbaru dari Grasshopper Manufacture yang dipimpin Goichi “Suda51” Suda. Game ini dijadwalkan rilis 11 Februari 2026 untuk PS5, Xbox Series, dan PC.

Buat kalian yang mungkin belum kenal dengan Suda51, salah satu karyanya yang paling ikonik adalah Lollipop Chainsaw yang rilis di 2012.

Romeo is Dead Man: Dari Sheriff Jadi Cyborg

Cerita Romeo is Dead Man mengikuti Romeo Stargazer yang tewas dibunuh monster antardimensi lalu dibangkitkan oleh kakeknya lewat sistem bernama DeadGear.

Hasilnya, Romeo berubah menjadi DeadMan, cyborg yang menggantung di antara hidup dan mati. Kebangkitan ini juga memicu paradoks besar yang merobek ruang dan waktu, sehingga Romeo direkrut Space-Time Police milik FBI untuk memburu buronan lintas dimensi sekaligus mencari Juliet yang hilang.

Fokus game ini adalah gameplay “bloody action” yang serba cepat. Pemain bisa berganti senjata dari tebasan pedang ke tembakan senjata api secara cepat saat bertarung melawan musuh. Ada juga mekanik khusus seperti Bloody Summer untuk memuntahkan serangan pamungkas yang menghajar layar dengan gaya khas Suda51.

Bagaimana menurut kalian?

Chloe dan Max Bakal Reuni di Life is Strange Terbaru?

0
Bocoran Game Life is Strange Baru Beredar

Kelihatannya Square Enix dan Deck Nine sedang mengerjakan game Life is Strange baru. Hal yang menarik adalah game ini akan menjadi ajang reuni dari Max Caulfield dan Chloe Price.

kembali jadi perbincangan setelah PEGI, dewan rating gim di Eropa, diduga membocorkan judul baru yang belum diumumkan. Bocoran itu muncul lewat halaman rating yang menyebut Life is Strange: Reunion untuk PlayStation 5 dan dipublikasikan Square Enix, sebelum akhirnya hilang dari situs.

Life is Strange: Reunion Muncul di Website PEGI

Mengutip dari VGC, informasi tentang game berjudul Life is Strange: Reunion sempat muncul di website rating Eropa, PEGI. Daftar ini hanya mencantumkan platform PS5, tanpa menyebut PC atau Xbox.

Game ini dideskripsikan: Chloe disebut sebagai “partner in time” Max, dan kehilangan Chloe menjadi penyesalan terbesar Max. Kini Chloe datang ke Caledon University, namun ia dihantui mimpi buruk serta ingatan yang tidak masuk akal. Pada saat yang sama, Max dikatakan sedang berada dalam krisis karena kampus itu diancam oleh peristiwa besar dalam hitungan hari.

Selain cerita, rating di website PEGI juga memuat detail lainnya. Salah satu contoh ada  adegan pesta dan karakter meminum minuman beralkohol, lalu menyadari minumannya telah dicampur zat tertentu hingga memicu halusinasi.

Lalu ada keterangan tentang adegan kekerasan, seperti kekerasan yang tersirat seperti kebakaran bangunan dengan teriakan orang minta tolong dari dalam. Ada juga penggunaan bahasa kasar atau strong language.

Bagaimana menurut kalian?

The Blood of Dawnwalker Bagikan Teaser Baru

0
The Blood of Dawnwalker

Rebel Wolves bersama Bandai Namco Entertainment telah merilis video spesial The Blood of Dawnwalker bertepatan dengan January Full Moon atau Full Wolf Moon. Diambil dari rekaman gameplay versi beta PC, video ini memperlihatkan karakter dan area baru yang belum pernah diungkap sebelumnya.

Soundtrack Utama The Blood of Dawnwalker

Rebel Wolves juga merilis video khusus untuk memperdengarkan soundtrack utama game. Musik ini ditulis oleh Nikola Kołodziejczyk dan dibawakan AUKSO Chamber Orchestra of Tychy. Sang komposer menekankan pendekatan yang dekat dengan nuansa tempat dan era game, yakni abad ke-14 di kaki Pegunungan Carpathian, dengan pilihan instrumen dan warna bunyi yang otentik.

The Blood of Dawnwalker rencananya rilis di 2026 untuk platform PS5, Xbox Series, dan PC.

Acer Perkenalkan Predator Helios Neo 16S AI di CES 2026

0
Predator Helios Neo 16S AI di CES 2026

Predator Helios Neo 16S AI meluncur di CES 2026. Laptop gaming terbaru Acer ini menekankan performa tinggi dalam desain ringkas, yaitu casis logam ramping setebal 18,9 mm.

Predator Helios Neo 16S AI Andalkan Layar OLED dan Performa Berbasis AI

Predator Helios Neo 16S AI

Predator Helios Neo 16S AI memakai prosesor Intel Core Ultra 9 386H. Dari sisi grafis, laptop ini ditenagai oleh GeForce RTX 50 Series berbasis NVIDIA Blackwell. Acer menyorot kemampuan AI besar pada seri ini untuk menghadirkan pengalaman baru dan kualitas grafis lebih maju. Dukungan NVIDIA DLSS 4 juga disebut mampu meningkatkan performa dan membantu menghadirkan gambar yang lebih cepat saat bermain.

Panel layarnya menggunakan OLED WQXGA 16 inci dengan kontras tinggi, warna kaya, dukungan true HDR, serta detail piksel yang tajam.

Pendinginan Canggih, Spek Kencang, dan Konektivitas Premium

Acer melengkapi laptop ini dengan sistem termal yang serius, yaitu memakai kipas 3D AeroBlade Generasi ke-5 dan material termal logam cair. Untuk menunjang performa, tersedia dukungan RAM hingga 64 GB DDR5 6400MT/s serta SSD PCIe hingga 2 TB agar loading lebih cepat dan pemakaian terasa mulus.

Fitur lainnya adalah webcam IR FHD dan audio DTS:X Ultra untuk suara lebih jernih saat bermain, streaming, atau conference call. Pada sisi software, laptop ini membawa pengalaman Copilot+ PC di Windows 11, termasuk fitur seperti Live Captions, serta dukungan Acer Intelligence Space untuk membantu alur kerja kreatif dan produktivitas di luar gaming. Konektivitasnya juga lengkap dengan Intel Killer DoubleShot Pro Wi-Fi 6E, Thunderbolt 4, dan port I/O berkecepatan tinggi.

Nitro AI dan Peripheral Predator Ikut Meramaikan

Acer juga mengungkap seri Nitro terbaru untuk pengguna yang mengejar value. Acer Nitro V 16 AI menawarkan opsi hingga Intel Core Ultra 7 355 dan GPU Laptop NVIDIA GeForce RTX 5070, dengan dukungan hingga 32 GB DDR5 RAM serta SSD hingga 2 TB. Ada pula Nitro V 16S AI yang lebih tipis, diklaim punya ketebalan kurang dari 17,9 mm, tetap mengandalkan Intel Core Ultra 7 355 dan RTX 5070 (798 AI TOPS), layar WUXGA 16 inci, keyboard RGB 4 zona, Wi-Fi 6E, serta webcam IR FHD dengan camera shutter.

Untuk melengkapi ekosistemnya, Acer memperkenalkan periferal gaming Predator. Headset Predator Galea 570 dan mouse Predator Cestus 530. Keduanya sudah mendukung mode nirkabel.

Bagaimana menurut kalian?