HoYoverse mengumumkan update versi 5.4 Genshin Impact berjudul “Moonlight Amidst Dreams” akan rilis pada tanggal 12 Februari 2025. Update ini akan kembali menghadirkan kemeriahan Mikawa Flower Festival dengan berbagai hadiah menarik, termasuk senjata Polearm bintang 4 baru, Tamayuratei no Ohanashi.
Update 5.4 Genshin Impact Bawa Traveler Kembali ke Inazuma
Update 5.4 Genshin Impact juga akan menjadi debut dari Yumemizuki Mizuki, karakter bintang 5 pengguna vision Anemo dengan tipe senjata Catalyst. Elemental Skill Mizuki memungkin ia memasuki Dreamdrifter State. Dalam kondisi ini, Mizuki bisa menghasilkan AoE Anemo DMG dan meningkatkan Swirl DMG untuk tim ketika anggota party memicu reaksi elemen. Elemental Burst Mizuki adalah memanggil Mini Baku yang menciptakan Yumemi Style Special Snacks. Makanan ini dapat memulihkan HP anggota party jika di bawah 70%, atau meledak dan memberikan AoE Anemo DMG jika HP mereka lebih tinggi dari 70%.
Yumemizuki Mizuki akan tersedia pada Event Wish paruh pertama versi 5.4, bersama dengan rerun Sigewinne. Sementara itu, Furina dan Wriothesley akan hadir pada paruh kedua. Setelah update versi 5.5, Mizuki akan dimasukkan ke dalam Standard Wish banner.
Koei Tecmo dan Team NINJA telah mengumumkan perilisan game eksklusif PlayStation Rise of the Ronin di PC lewat Steam tanggal 11 Maret 2025. Pada bulan yang sama di tahun lalu, game ini dirilis di PS5.
Rise of the Ronin Akan Dirilis di PC
Versi PC Rise of the Ronin akan hadir dengan sejumlah fitur baru. Mulai dari dukungan resolusi 8K, kompatibilitas dengan monitor ultra-wide dan super ultra-wide, serta performa 120FPS. Versi PC ini juga sudah mendukung teknologi ray-tracing, dan upscaling dengan AMD FidelityFX Super Resolution, NVIDIA DLSS dan Reflex, serta Intel XeSS.
Buat kalian yang belum tahu, Rise of the Ronin adalah game bergenre action RPG dengan sistem open-world. Game ini berlatar di Jepang tahun 1863, tepatnya pada masa Bakumatsu. Pada waktu itu kekuasaan Shogun Tokugawa runtuh akibat tekanan dari kapal-kapal asing atau “Black Ships”.
Pemain akan berperan sebagai seorang Ronin yang bebas menentukan nasibnya pada masa paling tidak tentu di Jepang. Rise of the Ronin akan menawarkan lebih dari satu ending, tergantung pada pilihan pemain untuk mendukung kelompok yang mana di dalam game.
Tahun 2025 diawali Ubisoft dengan mengumumkan penutupan studio mereka di Leamington, Inggris. Selain itu Ubisoft juga melakukan PHK sebanyak 185 posisi di berbagai lokasi, termasuk di Dusseldorf, Stockholm, dan Newcastle.
Awal Tahun Ubisoft Sudah Lakukan PHK dan Tutup Studio
Berbicara kepada Eurogamer, Ubisoft beralasan PHK merupakan bagian dari langkah untuk restrukturisasi. Agar lebih bisa berhemat, Ubisoft harus mengurangi budget yang tidak perlu dan memastikan developer yang mengerjakan proyek kunci. Nantinya sebagian kecil staf Leamington akan tetap bekerja melalui sistem kontrak. Ubisoft juga berjanji akan berkomitmen memberikan dukungan selama masa transisi tersebut.
Studio Ubisoft Leamington dikenal sebagai tim pendukung untuk beberapa proyek besar. Mereka berkontribusi dalam Tom Clancy’s The Division, Star Wars Outlaws, Skull and Bones, hingga Far Cry 5. Meski begitu, kondisi sulit yang sedang dialami oleh Ubisoft saat ini membuat studio tersebut tidak bisa selamat dari gelombang PHK.
Pembuktian Ubisoft adalah Assassin’s Creed Shadows yang rilis tanggal 20 Maret 2025 nanti. Naoe dan Yasuke akan menjadi kunci dari masa depan Ubisoft.
Synduality: Echo of Ada adalah salah satu proyek “lama” dari Bandai Namco. Dulu ketika pertama kali diumumkan, Synduality: Echo of Ada berada dalam masa dimana game bergenre extraction sedang naik daun. Namun proses pengembangan yang memakan waktu cukup lama, membuat game ini ketinggalan dengan tren yang terus berubah.
Sekarang di 2025, Synduality: Echo of Ada akhirnya selesai dan diluncurkan di platform PS5, Xbox Series, dan PC. Sebagai “game online”, saya merasa khawatir dengan masa depan game ini. Mengingat Bandai Namco pada tahun lalu telah mematikan Blue Protocol yang juga merupakan game online.
Kebetulan saya mendapatkan kesempatan dari Bandai Namco untuk mereview Synduality: Echo of Ada di PC. Berikut adalah pengalaman yang saya dapatkan setelah memainkan game ini secara intensif.
Cerita Bertema Mecha Post-Apocalyptic
Synduality: Echo of Ada memadukan genre extraction dengan elemen mecha yang unik. Game ini berlatar di dunia futuristik, di mana sebagian besar populasi manusia telah punah akibat fenomena hujan misterius bernama The Tears of The New Moon. Karakter kalian adalah Drifter, yaitu petualang yang mengendarai mecha bernama CradleCoffin. Mecha ini merupakan kendaraan multifungsi dirancang untuk bisa bertahan di lingkungan yang sudah terkontaminasi oleh Tears of New Moon.
Dunia di Synduality: Echo of Ada tidaklah ramah, melainkan penuh bahaya dari berbagai sisi. Ketika bertualang ke luar, pemain akan menghadapi makhluk buas bernama Ender. Ada juga kelompok bandit yang menjebak siapa saja yang masuk ke dalam perangkap atau mengganggu urusan mereka. Bandit ini tidak hanya berlaku bagi NPC, tetapi juga pemain lain yang bisa menyerang dan merampas pemain lainnya.
Sebagai Drifter, misi kalian adalah menjelajahi berbagai lokasi untuk mengumpulkan AO Crystal, material untuk crafting, atau menyelesaikan bounty dengan hadiah yang menggiurkan. Ketika sedang bertualang, kalian harus selalu memperhatikan health point dari CradleCoffin yang digunakan. Jika mencapai angka nol, kalian bisa kehilangan semua barang yang telah dikumpulkan dan juga sekaligus CradleCoffinnya.
Cerita bukanlah fokus utama dalam Synduality: Echo of Ada. Tapi kalian bisa tetap menikmati main story game ini dengan menyelesaikan misi utama. Paling tidak ini bisa memberikan elemen narasi yang cukup menarik untuk memberikan kedalaman lebih pada game.
Faktor Cuaca Memegang Peranan Penting
Salah satu fitur menarik di Synduality: Echo of Ada adalah sistem cuaca yang memberikan tantangan tambahan. Hujan memegang elemen penting di game ini. Tidak hanya dari segi cerita saja, tetapi juga mempengaruhi gameplay secara signifikan. Saat hujan turun, atribut resistance CradleCoffin akan berkurang secara perlahan. Penurunan ini bergantung pada seberapa deras hujan tersebut. Sebaliknya, hujan justru memperkuat Ender.
Mekanisme ini akan memberikan semacam dilema: apakah kalian akan mencari tempat berlindung untuk menghindari hujan atau justru tetap bertualang demi mengumpulkan material berharga?
Magus Sebagai Waifu dan Husbando
Selama bertualang, kalian akan ditemani oleh Magus. Mereka adalah program AI yang didesain seperti waifu atau husbando. Magus memiliki banyak fungsi yang membantu dari segi gameplay, seperti memberikan informasi tentang lokasi misi, keberadaan Ender atau bandit, hingga posisi pemain lain yang berada di area yang sama. Magus juga dilengkapi dengan kemampuan aktif untuk menyerang musuh atau melindungi CradleCoffin dari efek hujan.
Kalian juga akan mendapatkan momen interaksi antara karakter kalian dengan Magus. Ada yang serius, ada yang lucu, ada juga momen yang membuat kalian sampai menyebut “kawaii”. Hubungan antara karakter pemain dengan Magus di Synduality: Echo of Ada ibarat bumbu masakan yang membuat makanan menjadi lebih gurih.
Mekanik Faction
Synduality: Echo of Ada memiliki system faction yang didasarkan pada perilaku pemain. Jika kalian lebih memilih untuk menjelajahi area, mengumpulkan material, dan membantu pemain lain, kalian akan tergabung ke dalam faction Association.
Tapi, jika kalian adalah tipe pemain “nakal” yang sering menyerang pemain lain tanpa alasan, maka kalian akan dianggap sebagai bagian dari faction Black Market. Faction ini berisi pemain-pemain yang. Anarkis. Ditambah lagi, jika kalian menghancurkan banyak CradleCoffin milik pemain lain, nama kalian akan masuk dalam daftar bounty. Nantinya semua anggota Association di area tersebut dapat melacak dan memburu kalian.
Kehadiran sistem faction ini membuat Synduality: Echo of Ada menjadi lebih menarik, dengan menciptakan dinamika yang menarik antara pemain. Setiap Tindakan yang diambil akan memiliki konsekuensi yang nyata.
Kustomisasi Agak Terbatas
Synduality: Echo of Ada juga menawarkan fitur kustomisasi. Sayangnya menurut saya, pilihan yang tersedia agak terbatas. Variasi CradleCoffin, senjata, dan perlengkapan lainnya tidak terlalu banyak variasinya, sehingga terasa repetitif dalam jangka panjang.
Pemilihan faction juga memengaruhi perlengkapan yang bisa digunakan. Faction Association akan memberikan anggotanya spesialisasi senjata tipe energi. Sedangkan faction Black Market akan memberikan senjata tipe balistik. Tentunya untuk mendapat semua privilege itu tidak bisa dengan instan. Kalian harus lebih dulu grinding dengan menjalankan misi untuk mendapatkan uang dan baru bisa membeli perlengkapan yang diinginkan.
Selain kustomisasi perlengkapan tempur, kalian juga bisa merenovasi tempat tinggal. Dengan melakukan ini, kalian bisa membuka fitur baru seperti crafting atau celengan untuk Magus. Biaya upgrade untuk renovasi tempat tinggal ini cukup mahal, terutama pada level terakhir. Jadi kembali lagi, grinding, grinding, dan ginding.
Ada Apa dengan Anti-Aliasing?
Memainkan Synduality: Echo of Ada di PC, secara keseluruhan tidak ada masalah yang cukup serius. Untuk masalah teknis, saya mengalami FPS yang tidak stabil. Padahal spesifikasi PC yang saya gunakan cukup tinggi.
Masalah lainnya, pemilihan anti-aliasing selain TSR dapat menyebabkan tekstur justru terlihat bergerigi, sehingga memengaruhi kualitas visual secara keseluruhan. Dari segi audio, suara dalam game ini menurut saya juga ada kekurangan. Efek suara dari senjata tipe energi terdengar terlalu sunyi untuk ukuran game yang menitikberatkan pada elemen shooter.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Synduality: Echo of Ada menawarkan pengalaman unik dari genre extraction dengan elemen mecha dan sistem faction yang dinamis. Kehadiran MAGUS yang memenuhi kriteria sebagai Waifu dan Husbando juga menjadi daya tarik. Jika kalian suka dengan Sakura Wars, kalian bakal cocok dengan game ini.
Meski begitu, ada beberapa kekurangan seperti keterbatasan kustomisasi, harus selalu online, dan juga kendala teknis yang agak menganggu. Selain itu saya merasa ada yang kurang dari konten Synduality: Echo of Ada sekarang. Mungkin developer akan menambahkannya secara berkala dalam game dalam bentuk update.
Koei Tecmo telah mengagetkan banyak orang dengan mengumumkan tidak cuma satu game Ninja Gaiden, tapi dua game Ninja Gaiden baru di Xbox Developer Direct 2025. Game pertama adalah Ninja Gaiden 4 dan yang kedua adalah versi remake dari Ninja Gaiden 2.
Koei Temco Buat Kejutan Umumkan Dua Ninja Gaiden Baru
Ninja Gaiden 4 adalah game baru yang dikerjakan Team Ninja dan Platinum Games. Rencananya game ini akan dirilis pada musim gugur 2025 untuk platform PS5, Xbox Series, dan PC melalui Steam. Kejutannya adalah Ninja Gaiden 4 nantinya juga akan tersedia lewat Game Pass.
Ninja Gaiden 4 menghadirkan karakter utama baru, yaitu seorang ninja muda bernama Yakumo. Fans franchise ini tak perlu khawatir, karena Ryu Hayabusa dipastikan muncul di dalam cerita. Ninja Gaiden 4.
Versi remake Ninja Gaiden 2 atau Ninja Gaiden 2 Black sudah tersedia di PS5, Xbox Series, dan PC melalui Steam dan Microsoft Store. Game ini juga dapat dimainkan melalui Xbox Game Pass, PC, dan cloud. Dibuat dengan Unreal Engine 5, Ninja Gaiden 2 Black menghadirkan peningkatan grafis yang signifikan, termasuk desain ulang total untuk karakter, dan juga efek pencahayaan.
Setelah mengalami dua kali penundaan, Assassin’s Creed Shadows akhirnya dijadwalkan rilis pada tanggal 20 Maret 2025. Penundaan terakhir hanya berlangsung satu bulan, yang tampaknya tidak cukup waktu untuk membuat perubahan besar. Jadi, apa alasan dibalik penundaan ini?
Berbicara kepada IGN dalam acara preview Assassin’s Creed Shadows, Director Charles Benoit mengungkap bahwa penundaan sebagian besar dilakukan untuk penyempurnaan. Salah satunya adalah perbaikan pada sistem parkour yang menurutnya perlu dioptimalisasi lagi.
Menurut Benoit, tantangan terbesar muncul dari kompleksitas arsitektur Jepang di dalam game terutama desain atapnya. Untuk menyesuaikan, developer harus mengembangkan kode dan animasi baru agar parkour terasa lebih mulus dan halus.
Assassin’s Creed Shadows akan tersedia di platform PS5, Xbox Series, dan PC.
Sega dan Two Point Studios telah mengungkap informasi tentang peta dalam mode expedition di Two Point Museum. Ada tiga wilayah yang bisa dijelajahi, yaitu Bone Belt, Two Point Sea, dan Netherworld.
Sega Ungkap Lebih Jauh Detail Dari Expedition di Two Point Museum
Rib Row adalah salah satu lokasi utama di Bone Belt. Lokasi ini dipercaya sebagai rumah bagi dinosaurus yang hidup di masa lalu, dan tempat sempurna untuk menggali tulang. Namun, pemain harus waspada terhadap bahaya seperti badai pasir dan gigitan ular berbisa.
Pada perairan Two Point Sea, pemain dapat menangkap berbagai ikan tropis untuk melengkapi koleksi museum. Perjalanan ini juga penuh risiko, seoerti kebocoran lambung kapal yang dapat menurunkan kualitas pameran yang ditemukan.
Netherworld menghadirkan lokasi unik bernama Endless Dump, tumpukan sampah besar yang dihuni oleh roh-roh dari masa lalu. Pada lokasi ini, pemain bisa menemukan benda-benda yang dikutuk.
Two Point Museum akan rilis pada tanggal 5 Maret 2025 untuk versi digital di PC, PS5, Xbox Series, dan PC. Sedangkan versi fisik untuk PS5 akan rilis lebih dulu tanggal 4 Maret 2025.
Sega dan RGG Studio telah membagikan informasi baru untuk Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii. Informasi ini adalah tentang hal apa saja yang dihadapi dan bisa dilakukan oleh Goro Majima saat bertualang di lautan bersama kru dan kapalnya, Goromaru.
Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii Pastikan Goro Majima Bisa Jalan-Jalan di Dek Kapal
Saat berlayar, pemain dipastikan bisa menjelajahi dek Goromaru untuk berinteraksi dengan kru. Di zona aman, pemain dapat memancing, mengumpulkan bahan untuk perjalanan selanjutnya. Pasang jaring di kapal untuk menangkap ikan atau mengumpulkan material selama perjalanan. Pemain juga dapat meningkatkan moral kru dengan memberi hadiah atau mengadakan pesta besar untuk mempererat hubungan.
Lautan di dalam game ini terbagi menjadi beberapa zona unik, masing-masing dikuasai oleh kelompok bajak laut yang harus dikalahkan. Setiap lautan juga memiliki bahaya lingkungan seperti pusaran air, gas beracun, dan lava mematikan. Semua ini sepadan dengan harta karun tersembunyi yang menunggu untuk ditemukan.
Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii dijadwalkan meluncur pada 21 Februari 2025 dan akan tersedia di berbagai platform, termasuk PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, dan PC.
Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2025, Infinix menghadirkan promo spesial bertajuk Lunar Smartphone Fest 2025 yang berlangsung mulai 25 Januari hingga 11 Februari 2025. Program ini menawarkan berbagai keuntungan menarik bagi pelanggan, seperti diskon hingga Rp600.000, ekstra voucher cashback, serta gratis ongkir ke seluruh Indonesia.
Sebagai bagian dari promo ini, Infinix menghadirkan sejumlah produk unggulan yang patut dipertimbangkan. Di antaranya adalah Infinix HOT 50 Pro+, yang diklaim sebagai smartphone tertipis di dunia, serta Infinix NOTE 40 Pro 4G, yang dirancang untuk pengalaman gaming dan hiburan yang maksimal. Selain itu, ada juga INBOOK Air Pro+, laptop ringan dengan layar 14” 2.8K OLED, yang ideal bagi mereka yang mengutamakan produktivitas.
Tak hanya smartphone dan laptop, Infinix juga memberikan promo spesial untuk berbagai produk IoT dan beauty tech. Beberapa di antaranya termasuk ZLOOP 3 (TWS) earbuds, hasil kolaborasi eksklusif dengan Mobile Legends: Bang Bang, serta High Speed Hair Dryer untuk kebutuhan kecantikan dan perawatan rambut. Untuk menambah keuntungan, pelanggan juga bisa menikmati program cicilan yang memudahkan pembelian.
Seluruh promo Lunar Smartphone Fest 2025 dapat dinikmati di Infinix Official Shop yang tersedia di berbagai platform e-commerce, seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli, TikTok Shop, dan Akulaku.
Tidak lama lagi, Sega akan menggelar event Like a Dragon di Indonesia. Tepatnya pada tanggal 21 Februari 2025, Sega akan mengadakan acara peluncuran perdana Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii di Jakarta.
Sega Gelar Event Peluncuran Like a Dragon di Jakarta
Dalam acara ini fans dapat bergabung dalam berbagai aktivitas seru bersama para influencer seperti Luthfi Halimawan, Andhikanug, dan Davidbeatt. Sega juga sudah menyiapkan merchandise spesial yang akan dibagikan gratis. Acara ini terbuka bagi siapa saja, dengan syarat mengikuti proses pendaftaran terlebih dahulu.
Pendaftaran bisa dilakukan melalui RGG Studio SEA Facebook, SEGA SEA Discord, atau melalui link ini. Batas waktu adalah 9 Februari 2025 pukul 11:59 PM (GMT+7). Bagi yang terpilih akan mendapatkan email konfirmasi dari tim panitia.
Buat kalian yang belum tahu, Like a Dragon: Pirate Yakuza menceritakan tentang Goro Majima yang kehilangan ingatannya dan menjadi kapten bajak laut di perairan Hawaii. Game ini akan tersedia di PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, dan PC.