Setelah kesuksesan Cabal: Infinite Combo SEA di perangkat mobile, kini game tersebut melebarkan sayapnya dengan hadir di platform PC.
Cabal: Infinite Combo SEA Hadir di PC!
Game MMORPG legendaris di era 2010-an ini akan kembali dengan pengalaman baru. Dimulai dari sistem combo yang kompleks, pertempuran cepat, serta PvP kompetitif. Hanya pemain dengan strategi dan keterampilan terbaik yang akan bertahan di puncak game ini. Perang antar-guild kini juga semakin brutal, dan peringkat bukan lagi sekadar angka.
Bagi para veteran yang pernah merasakan ketegangan pertarungan dalam Cabal, inilah saatnya untuk kembali dan merebut kembali tahta. Sementara itu, bagi generasi baru, tantangan telah menanti.
Detail lengkap untuk Cabal: Infinite Combo SEA bisa dilihat di sini.
Sega akhirnya merilis Virtua Fighter 5 R.E.V.O. di Steam, menghadirkan pengalaman bertarung legendaris ke platform PC dengan sejumlah peningkatan yang mantap. Ini bukan sekadar porting standar, tetapi sebuah evolusi dari Virtua Fighter 5 Ultimate Showdown Ver. 2.0 yang menghadirkan rollback netcode untuk pengalaman bermain online yang lebih stabil dan lancar. Selain itu, peningkatan grafis hingga kualitas 4K semakin mempertegas bahwa game ini layak mendapat perhatian dari fans lama maupun gamer masa kini.
Perlu kalian ketahui bahwa selain versi standar, Virtua Fighter 5 R.E.V.O. juga tersedia dalam 30th Anniversary Edition, yang menghadirkan berbagai konten eksklusif seperti materi pre-produksi, soundtrack resmi, serta berbagai bonus menarik lainnya. Sega juga memberikan diskon 20% hingga tanggal 3 Februari, menjadikannya kesempatan emas bagi siapa pun yang ingin menambahkan game ini ke koleksi mereka.
Saya memainkan game ini dengan menggunakan spesifikasi PC Intel core i5 gen 11, RTX 3050, dengan ram 16GB. Dengan spesifikasi ini saya bisa memainkan game dengan grafis tertinggi dan juga fps yang solid serta stabil. Kalian yang memiliki spesifikasi PC di bawah ini juga masih bisa menikmati Virtua Fighter 5 R.E.V.O. dengan baik karena game ini tidak memerlukan spesifikasi PC yang terlalu tinggi.
Klik untuk memperbesar gambar
Daya tarik lain yang cukup mengejutkan adalah kehadiran Tekken 7 Collaboration Pack, sebuah DLC yang menghadirkan 19 kostum karakter dari Tekken 7, 20 track BGM, tampilan UI ala Tekken 7, dan berbagai tambahan lainnya. Kolaborasi ini tentu menarik bagi penggemar kedua franchise yang ingin melihat bagaimana nuansa Tekken berpadu dengan mekanisme khas Virtua Fighter.
Rollback Netcode: Perubahan yang Dinantikan
Salah satu perubahan terbesar dalam versi R.E.V.O. ini adalah implementasi rollback netcode, fitur yang sangat diidam-idamkan oleh komunitas game fighting. Sayangnya, saat sesi review ini dilakukan, mode online belum tersedia sebelum peluncuran. Namun, terdapat opsi pengaturan yang memungkinkan pemain untuk menyesuaikan rollback frames, memberikan fleksibilitas dalam mengoptimalkan pengalaman bermain online mereka. Fitur ini masih dalam tahap “beta”, tetapi kehadirannya tetap menjadi langkah maju yang signifikan.
Gameplay: Mudah Dipelajari, Sulit Dikuasai
Bagi pemain baru, Virtua Fighter 5 R.E.V.O. tampak sederhana dengan hanya tiga tombol utama—punch, kick, dan guard. Namun, jangan tertipu oleh tampilan minimalis ini, karena dibaliknya terdapat kedalaman mekanik yang menuntut presisi tinggi dan pemahaman mendalam tentang timing serta strategi bertarung. Skill ceiling yang tinggi membuat game ini sangat memuaskan bagi mereka yang bersedia berinvestasi waktu untuk mempelajarinya.
Mode training dalam game ini cukup membantu bagi pemain baru. Tutorial yang tersedia menjelaskan dasar-dasar gameplay dengan baik, mulai dari gerakan dasar, combo, hingga strategi bertahan dan menghindar. Bagi yang ingin melatih kemampuan mereka tanpa tekanan, mode ini memberikan fondasi yang kuat sebelum memasuki pertarungan sesungguhnya.
klik untuk memperbesar gambar
Mode arcade juga hadir, memberikan kesempatan bagi pemain untuk bertarung melawan CPU dalam serangkaian pertandingan. Sayangnya, mode ini cukup “barebones” tanpa adanya jalan cerita yang mendalam. Namun, keseruan tetap terjaga, terutama dengan kehadiran boss yang cukup menantang di akhir permainan.
Visual dan Presentasi: Lebih Tajam dan Halus
Dibandingkan dengan versi sebelumnya, Virtua Fighter 5 R.E.V.O. menghadirkan visual yang lebih tajam dan animasi yang lebih halus. Dengan dukungan resolusi 4K, model karakter dan lingkungan kini terlihat lebih detail. Pergerakan setiap karakter terasa lebih realistis, memperkuat kesan bahwa Sega benar-benar berusaha menghadirkan pengalaman Virtua Fighter terbaik.
Bagi para pemain yang menikmati presentasi ala arcade, game ini masih mempertahankan atmosfer klasiknya, tetapi dengan sentuhan modern yang membuatnya tetap relevan di era gaming saat ini. Keputusan untuk tidak membuat port arcade kali ini juga menarik, mengingat Sega ingin fokus pada pengalaman home console dan PC.
Kesimpulan
Dengan segala peningkatan yang dihadirkan, Virtua Fighter 5 R.E.V.O. menjadi versi terbaik dari game ini yang pernah ada. Rollback netcode membuka potensi besar bagi pengalaman multiplayer yang lebih stabil, sementara grafis 4K dan balancing update memberikan penyegaran yang layak untuk game yang telah berusia hampir dua dekade ini.
Bagi penggemar lama, R.E.V.O. memberikan kesempatan untuk kembali menikmati pertarungan klasik dengan fitur yang lebih modern. Sementara itu, bagi pemain baru, game ini bisa menjadi pintu masuk yang menarik untuk mengenal franchise Virtua Fighter, terutama dengan adanya proyek Virtua Fighter terbaru yang tengah dikembangkan oleh RGG Studio (developer Yakuza dan Like a Dragon).
Namun, apakah game ini benar-benar dibutuhkan? Jawabannya mungkin subjektif. Jika dibandingkan dengan Ultimate Showdown, beberapa orang mungkin merasa bahwa pembaruan ini tidak cukup signifikan. Akan tetapi, dengan adanya rollback netcode dan berbagai peningkatan lainnya, sulit untuk menyangkal bahwa ini adalah versi Virtua Fighter 5 yang paling lengkap dan layak untuk dimiliki.
Gamer yang ingin merasakan kembali kejayaan Virtua Fighter atau bahkan baru ingin mencoba franchise ini, Virtua Fighter 5 R.E.V.O. adalah pilihan yang solid dan layak untuk ditambahkan ke dalam koleksi game fighting kalian.
Game yang sudah ditunggu oleh gamer PC, Final Fantasy VII Rebirth akhirnya rilis juga di Steam dan Epic Games Store. Sama seperti game sebelumnya Final Fantasy VII Remake, gamer PC juga harus menunggu setahun untuk bisa memainkannya.
Final Fantasy VII Rebirth versi PC dan PS5 sama sekali tidak memiliki perbedaan dari segi gameplay dan cerita. Tidak ada juga tambahan DLC. Semuanya sama persis. Hal yang membedakan keduanya hanya terletak pada performanya saja. Kalian bisa membaca review lengkap Final Fantasy VII Rebirth versi PS5 yang dibuat oleh Playcubic di sini.
Seperti kalian ketahui, Final Fantasy VII Rebirth versi PC sudah dilengkapi oleh berbagai macam fitur dan konfigurasi yang saat ini hanya ekslusif dimiliki oleh PC. Jika kalian memiliki PC dengan spesifikasi yang mumpuni, kalian bisa memainkan Final Fantasy VII Rebirth dengan optimal dari segi grafis. Jika kalian berpikir kualitas grafis game ini di PS5 sudah bagus, tunggu sampai kalian melihatnya berjalan di PC high end.
Konfigurasi Grafis
Square Enix telah menyediakan tiga pilihan grafis yang bisa dipilih di Final Fantasy VII Rebirth versi PC, yaitu Minimum, Recommended, dan Ultra. Dalam game, Ketiga pilihan ini disebut sebagai Low, Medium, dan High. Preset ini bisa jadi pilihan jika kalian malas mengatur konfigurasi yang lain.
Saya sendiri memilih preset Recommended, tapi dengan beberapa pengaturan pada menu grafis yang lain. Ada beberapa yang sengaja saya turunkan, seperti ocean. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan performa PC saya ke bagian yang lebih penting seperti texture.
Jika kalian ingin melihat keindahan dunia open world Final Fantasy VII Rebirth, saya sarankan untuk memaksimalkan setting bagian shadow dan fog. Pada beberapa tempat seperti Mythril Mine misalnya, akan terlihat sangat indah jika kalian memaksimalkan kedua setting tersebut.
Untuk PC yang saya gunakan untuk memainkan Final Fantasy VII Rebirth adalah CPU i5-14400F, GPU RTX 3060, RAM 32GB, dan SSD. Dari spesifikasinya, PC yang saya gunakan sudah mampu untuk memainkan Final Fantasy VII Rebirth dengan pilihan grafis Recommended.
Perbedaan Frame Rate
Final Fantasy VII Rebirth di PS5 hanya menyediakan pilihan Frame Rate 30 FPS melalui mode Graphics dan 60 FPS dengan mode Performance. Untuk versi PC, kalian bisa memompanya ke lebih tinggi yaitu 120 FPS jika spesifikasi PC kalian mendukung.
Selama bermain, saya bisa mendapatkan 60 FPS stabil tanpa ada penurunan. Padahal di beberapa game lain ketika sedang dalam kondisi banyak special effect atau berada dalam tempat yang luas, frame rate bisa menurun secara mendadak.
Final Fantasy VII Rebirth sendiri menghadirkan pertempuran yang intens dan dinamis, dimana banyak pergerakan dan special effect. Meski begitu, frame rate tetap stabil di 60 FPS. Begitu juga ketika sedang menjelajahi dunia open world Grassland dan Junon. Frame rate juga tetap stabil di 60 FPS.
Untuk menjaga frame rate agar lebih stabil, Final Fantasy VII Rebirth versi PC juga sudah dibekali teknologi VRR atau Varied Refresh Rate. Teknologi ini akan memastikannya tetap stabil dengan mensinkronkan frame rate game dengan refresh rate monitor.
Berbicara mengenai monitor, Final Fantasy VII Rebirth versi PC juga sudah mendukung monitor dengan resolusi 4k (3480 x 2160). Kebetulan monitor yang saya miliki baru mendukung HD (1920 x 1080). Jadi sangat disayangkan saya tidak bisa menikmati fitur tersebut.
Stutter Pada Bagian Cutscene
Justru kendala yang saya temukan muncul pada bagian cutscene. Untuk beberapa cutscene misalnya di Junon ketika parade, mendadak PC saya mengalami stutter. Masalah ini tidak terjadi di semua adegan, melainkan beberapa saat saja. Setelah itu semuanya kembali lancar. Untungnya saya tidak sampai mengalami crash seperti yang dikeluhkan oleh beberapa user di Steam.
Sudah Ada Fitur Upscaling
Final Fantasy VII Rebirth versi PC juga sudah didukung oleh teknologi upscaling DLSS dari NVIDIA. Fitur ini membuat kualitas visual yang sudah bagus menjadi lebih bagus, sekaligus membantu performa dari PC kalian. Sayangnya pilihan DLSS di Final Fantasy VII Rebirth sangat terbatas. Tidak seperti game AAA lainnya yang memiliki lebih dari satu variasi DLSS.
Dua Cara Pilihan Bermain
Karena berjalan di PC, Final Fantasy VII Rebirth bisa dimainkan dengan mouse dan keyboard. Kalian bisa mengkonfigurasi layout untuk keyboard dan mouse, untuk disesuaikan dengan kenyamanan kalian. Cara bermain tradisional dengan menggunakan controller juga tersedia.
Saya sendiri lebih memilih untuk menggunakan controller. Beberapa game seperti Final Fantasy VII Rebirth, menurut saya lebih cocok dimainkan dengan controller. Bagian combat akan terasa lebih intens jika dimainkan dengan menggunakan controller. Pergerakan Cloud dan teman-temannya menjadi serasa seamless. Tapi kembali lagi semuanya tergantung kepada kenyamanan kalian.
Square Enix juga sudah memastikan game ini berjalan dengan baik di Steam Deck. Jadi, semakin banyak pilihan untuk kalian cara memainkan Final Fantasy VII Rebirth.
Kesimpulan
Dari segi performa, Final Fantasy VII Rebirth di PC berjalan dengan baik. Minus bagian cutscene yang kadang mengalami stutter. Untuk game porting dengan harga yang “lumayan”, bagi beberapa orang kekurangan ini mungkin tidak bisa diterima. Tapi jika kalian tidak masalah atau bisa menyampingkan masalah tersebut seperti saya, Final Fantasy VII Rebirth sudah sangat worth it.
Masih ingat dengan game MOBA Heroes of Newerth? Game ini mendadak bangkit kembali! Kongor Studios bekerja sama dengan Garena secara resmi telah mengumumkan kembalinya Heroes of Newerth dengan judul baru, Heroes of Newerth: Reborn. Game ininantinya akan tersedia secara gratis di platform iGames.
Game MOBA Heroes of Newerth Hidup Lagi!
Jesse Hayes, Co-Founder Kongor Studios sekaligus mantan pengembang S2 Games, menegaskan bahwa Heroes of Newerth: Reborn bukan sekedar peluncuran ulang.
“Heroes of Newerth bukan sekadar peluncuran ulang, tetapi sebuah reimajinasi agar game ini tetap relevan di dunia esports yang semakin kompetitif. Kami telah bekerja keras untuk meningkatkan kualitas visual, performa jaringan, dan pengalaman bermain agar semakin optimal bagi semua pemain,” ujarnya.
Heroes of Newerth: Reborn akan menghadirkan berbagai peningkatan yang signifikan. Seperti gameplay yang lebih cepat didukung server ultra-responsif, serta grafis dan audio yang telah diperbarui agar lebih modern tanpa menghilangkan esensi aslinya. Ketika rilis, akan ada lebih dari 80 hero yang siap untuk digunakan.
Selain itu, game ini juga memperkenalkan fitur-fitur baru seperti mekanisme Ravens untuk membantu penglihatan, Kongor dapat digunakan untuk membantu mendorong lane, dan mode Role Queue yang memungkinkan pemain memilih karakter favoritnya sebelum masuk ke dalam pertandingan. Detail lebih lengkap untuk Heroes of Newerth: Reborn bisa dilihat di sini.
Heroes of Newerth pertama kali rilis di 2010. Pada waktu itu, game yang dikenal dengan istilah HoN ini merupakan pesaing dari DOTA 2 dan League of Legends. Pada 2022, game ini resmi berhenti beroperasi dan sekarang mendadak comeback.
Sega mengumumkan penjualan Sonic X Shadow Generations telah mencapai lebih dari 2 juta unit di seluruh dunia. Untuk menjangkau pemain global, Sega telah melokalkan game ini ke dalam 12 bahasa berbeda dan ditampilkan dalam berbagai acara internasional.
Sega Puas dengan Penjualan Sonic X Shadow Generations
Sonic X Shadow Generations menawarkan dua pengalaman seru dalam satu paket, yaitu remaster dari Sonic Generations dengan bonus konten tambahan Shadow Generations. Playcubic sudah mereview game ini dengan kesimpulan cerita Shadow betul-betul menjadi daya tarik utama.
Tahun 2024 menjadi tahun istimewa bagi karakter Shadow the Hedgehog. Puncaknya adalah perilisan film Sonic the Hedgehog 3 pada Desember lalu. Film ini berhasil meraup pendapatan lebih dari $425 juta di box office global, serta mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Sonic the Hedgehog 2.
Konami mengumumkan game Silent Hill 2 Remake telah terjual lebih dari 2 juta di seluruh dunia. Pencapaian ini dicatat per tanggal 23 Januari 2025, hanya tiga bulan setelah rilis pada 8 Oktober tahun lalu. Jumlah penjualan dari Silent Hill 2 Remake ini sudah mencakup versi fisik maupun digital.
Penjualan Silent Hill 2 Remake Sudah Tembus 2 Juta Unit
Selain penjualan yang impresif, Silent Hill 2 Remake juga berhasil memenangkan beberapa penghargaan. Game ini berhasil memenangkan enam penghargaan dalam ajang PlayStation Blog Game of the Year 2024, termasuk penghargaan utama untuk kategori Story Award. Selain itu, Silent Hill 2 Remake juga mendapatkan penghargaan Outstanding Visual Style di 2024 Steam Awards. Kesuksesan ini bisa menjadi bukti untuk Konami agar dapat lebih berani lagi meremake game Silent Hill yang lain, atau justru malah melanjutkan franchise ini.
Silent Hill 2 Remake menceritakan perjalanan James Sunderland yang menjelajahi kota Silent Hill untuk mencari istrinya yang telah meninggal. Dengan sentuhan teknologi modern, versi remake ini menghadirkan grafis yang lebih detail, suara yang mencekam, serta sistem pertarungan yang diperbarui. Playcubic memberikan review 4 bintang untuk game ini dengan mengakuinya sebagai remake yang sempurna.
Kewajiban memiliki akun PlayStation Network (PSN) untuk memainkan game PlayStation di PC akan dihapus. Mulai dari tanggal 30 Januari 2025, gamer PC tidak lagi diwajibkan memiliki akun PSN untuk memainkan game first-party milik PlayStation.
Syarat Wajib Punya Akun PlayStation Network untuk Game PC Dihapus
Perubahan ini akan berlaku mulai dari Marvel’s Spider-Man 2 untuk PC yang rilis di 30 Januari. Selain itu, kebijakan serupa juga akan diterapkan pada game-game sebelumnya seperti God of War Ragnarok, Horizon Zero Dawn Remastered, dan The Last of Us Part 2 Remastered yang akan rilis pada 3 April 2025. Meski sudah tidak diwajibkan lagi, memiliki akun PSN akan memberikan keuntungan ekstra.
Insentif ini berupa bonus konten eksklusif in-game bagi pemain yang memilih untuk login menggunakan akun PSN. Fitur ini juga memungkinkan pemain untuk mengelola daftar friendlist dan juga trophy. Beberapa contoh bonus yang ditawarkan adalah termasuk kostum eksklusif di Marvel’s Spider-Man 2, set armor khusus di God of War Ragnarok, dan skin karakter unik di The Last of Us Part 2 Remastered. Untuk detail lengkapnya bisa dilihat di sini.
Kebijakan ini merupakan langkah awal yang cukup baik dari SIE untuk merangkul gamer PC. Sebelumnya SIE mewajibkan gamer PC untuk memiliki akun PSN terlebih dahulu sebelum bisa memainkan game first-party PlayStation. Seperti yang diduga, kebijakan ini mendapat respon yang kurang baik dari gamer PC
Sony Group Corporation dan Sony Interactive Entertainment (SIE) yang merupakan pemilik dari PlayStation, telah mengumumkan perubahan dalam struktur perusahaannya. Posisi CEO SIE yang awalnya diisi oleh dua orang yaitu Helmen Hulst dan Hideaki Nishino, akan menjadi satu orang. Hideaki Nishino adalah yang ditunjuk Sony untuk menjadi CEO SIE.
Menurut keterangan resminya, langkah ini merupakan bagian dari strategi Sony untuk memperkuat sinergi di dalam SIE. Kebijakan baru ini akan berlaku efektif mulai dari 1 April 2025.
Sony Tunjuk Hideaki Nishino Sebagai CEO Tunggal PlayStation
“Saya merasa terhormat memimpin Sony Interactive Entertainment. Teknologi dan kreativitas adalah kekuatan kami dalam menghadirkan pengalaman hiburan untuk semua orang. Kami akan terus memperluas komunitas PlayStation dengan cara baru, seperti ekspansi IP, sambil terus berinovasi dalam teknologi,” Kata Nishino.
Nishino memulai kariernya di Sony pada tahun 2000. Sebelumnya ia memimpin Platform Business Group SIE. Dalam perannya tersebut, Nishino bertanggung jawab atas teknologi, produk, layanan, pengalaman platform, serta hubungan dengan pihak ketiga seperti publisher dan developer.
Lalu bagaimana nasib Herman Hulst? Hulst akan tetap menduduki posisi sebagai pemimpin, tapi dari divisi yang berbeda. Posisi yang akan diisi oleh Hulst adalah bagian PlayStation First-Party dan akan melapor kepada Nishino.
Sega telah membuka promo SEGA Year of the Snake Sale di Steam untuk merayakan Imlek 2025. Dalam waktu terbatas, berbagai judul game populer dari Sega dan Atlus akan tersedia dengan harga spesial.
Salah satu sorotan utama pada diskon ini adalah Metaphor: ReFantazio, game RPG milik Atlus yang berhasil memenangkan tiga penghargaan di The Game Awards 2024. Judul game buatan Atlus lainnya yang didiskon adalah Persona 3 Reload dan Shin Megami Tensei V: Vengeance. Fans dari RGG Studio juga dapat menikmati potongan harga untuk game Like a Dragon: Infinite Wealth.
Promo Sega Year of the Snake Sale akan berlangsung hingga 6 Februari 2025. Detail lebih lengkapnya bisa dilihat di sini.
Sega hari ini telah merilis Virtua Fighter 5 R.E.V.O. di Steam. Versi terbaru ini menghadirkan peningkatan dari Virtua Fighter 5 Ultimate Showdown Ver. 2.0. Peningkatan ini adalah implementasi rollback netcode untuk pengalaman bermain yang lebih lancar dan juga dari segi kualitas grafis.
Virtua Fighter 5 R.E.V.O. juga akan dijual dalam versi 30th Anniversary Edition. Edisi ini menghadirkan bundel istimewa berisi materi pre-produksi, soundtrack, dan juga bonus menarik lainnya. Hingga tanggal 3 Februari, edisi Standard dan Anniversary dapat dibeli dengan diskon 20%.
Virtua Fighter 5 R.E.V.O. juga akan memiliki DLC Tekken 7 Collaboration Pack. DLC ini berisi berbagai konten kolaborasi dengan Tekken 7 seperti 19 kostum karakter dari Tekken 7, 20 track BGM dari game tersebut, tampilan UI ala Tekken 7, dan lain-lain.
Selain Virtua Fighter 5 R.E.V.O., Sega juga sedang membuat game Virtua Fighter baru. Game ini dikerjakan oleh developer Yakuza dan Like a Dragon, RGG Studio.