HomeReviewReview Montabi (PC): Memancing Adiksi

Review Montabi (PC): Memancing Adiksi

Apa jadinya jika game bertema creature collector digabung dengan elemen deckbuilder roguelike? Montabi yang dibuat oleh developer lokal Mankibo, mencoba menyatukan kedua konsep tersebut. Hasilnya? Itu tergantung kepada penilaian pemainnya.

Biasanya game creature collector menggunakan sistem RPG, yaitu grinding agar level up dan monster peliharaan menjadi semakin kuat. Pada Montabi justru berbeda. Monster pemain memang bisa level up dan berevolusi seperti di Pokemon, tapi progression ini akan hilang jika pemain kalah saat bertarung.

Jika itu terjadi (Sering sekali), pemain harus mengulang semuanya dari nol. Tapi, ada juga semacam perasaan lega karena tidak perlu melakukan proses grinding yang monoton. Inilah perasaan yang kami rasakan setelah memainkan versi review Montabi di PC.

Kadang frustrasi, tapi kadang juga lega. Aneh memang.

Harus Ditangkap Semuanya

Cerita Montabi sangat sederhana. Diawali dengan seorang trainer yang kehilangan Montabi miliknya karena diculik oleh organisasi jahat. Inilah yang memicu sang protagonis untuk memulai perjalanan demi menemukan kembali partnernya yang hilang.

Pada awal permainan, pemain akan diberikan pilihan untuk memilih trainer mana yang bisa digunakan. Jika baru mulai maka pilihan hanya ada satu, yaitu trainer berkacamata. Pemain nantinya bisa memilih trainer yang lain. Sistemnya jika trainer yang digunakan naik sampai level tertentu, salah satu rewardnya adalah mendapatkan trainer baru.

Berbeda dengan game creature collector pada umumnya, trainer di Montabi tidak hanya ngumpet dibelakang sambil memberikan perintah. Mereka akan ikut bertarung bersama Montabi partnernya, memberikan buff dan menyerang musuh sesuai dengan karakteristiknya.

Review Montabi trainer

Misalnya trainer si bocah berkacamata adalah tipe support. Banyak skillnya yang berupa buff dan menguntungkan bagi Montabi partner. Trainer juga harus dijaga agar tidak KO oleh musuh. Jika itu terjadi maka permainan selesai.

Mekanisme ini mengingatkan kami kepada game jadul di PSOne yang bernama Monster Seed. Setiap kali kami memainkan Montabi, rasanya seperti kembali memainkan game itu.

Montabi

Review Montabi trainer

Desain Montabi menjadi salah satu daya tarik game ini. Kami harus mengakui kreativitas Mankibo dalam membuat desain. Meski secara visual kelihatannya sederhana, desainnya menarik dan tidak membosankan.

Montabi di game terlihat seperti fusion antara beberapa mahluk hidup atau bahkan dengan peralatan sehari-hari. Montabi favorit kami Ruffen merupakan gabungan antara hiu dengan anjing. Lalu ada Tonkey (Kami selalu tertawa jika mengucapkan namanya) yang berupa monyet dengan papan skateboard. Desain paling absurd adalah monster berbentuk mesin cuci bernama Washette.

Setiap Montabi bisa berevolusi, dan membuatnya berubah wujud menjadi terlihat lebih dewasa. Total Montabi dapat berevolusi sebanyak dua kali, yaitu di level lima dan level sepuluh.

Tidak perlu khawatir, karena proses grinding untuk leveling sangat mudah dan cepat. Cukup kalahkan Montabi musuh, dapatkan poin, dan langsung gunakan poin tersebut kepada Montabi partner yang ingin dinaikkan levelnya.

Game ini juga memiliki sistem mastery. Setiap kali menggunakan Montabi jenis tertentu dan membuatnya berevolusi atau dipakai bertarung, pemain akan mendapatkan poin. Jika poin ini sudah terakumulasi sampai dengan jumlah tertentu, pemain bisa mendapatkan item yang akan dapat membantu sesi permainan baru berikutnya.

Review Montabi: Memilih Jalur

Review Montabi jalur

Ketika memulai permainan, pemain akan dilempar ke semacam peta berisi jalur-jalur yang bisa ditempuh. Setiap jalur akan memiliki halangan, mulai dari musuh, toko, restoran, sampai dengan random event.

Pemain bisa mendapatkan berbagai macam item dengan menyelesaikan halangan, seperti item consumable, equipment yang bisa dipasang ke trainer dan Montabi, atau relic yang biasanya memberikan bonus efek pasif. Pemain juga bisa membeli sticker untuk memperkuat kartu di dalam deck.

Ada juga musuh tipe elite yang lebih sulit untuk dikalahkan dibanding musuh biasa. Level kesulitannya kadang bisa setara dengan boss yang menunggu di ujung perjalanan. Kemungkinan untuk game over biasanya presentasenya lebih besar di kedua tipe musuh ini.

Untungnya developer telah mempersiapkan solusi, dengan menghadirkan beberapa tingkat kesulitan. Saran kami jika kamu masih baru dengan game deckbuilding roguelike, jangan memilih tingkat kesulitan normal. Karena normal di sini sudah seperti hard. Lebih baik pilih easy untuk belajar terlebih dahulu.

Elemen Deckbuilding

Review Montabi deckbuilding

Sistem pertarungan di Montabi adalah aspek yang paling penting dan menantang. Permainan akan berlangsung di arena berukuran tiga kali tiga kotak. Satu sisi digunakan oleh pemain dan sisi lainnya adalah lawan.

Pemain bisa menentukan di kotak mana trainer berdiri dan dimana kotak untuk partner Montabi. Ketika pertarungan di mulai, kotak-kotak ini akan menjadi salah satu bagian dalam menyusun strategi. Sedangkan strategi lainnya adalah mengatur deck yang berisi beragam kartu.

Setiap kartu akan memiliki efek yang berbeda-beda. Ada yang digunakan untuk menyerang, ada juga yang memberikan buff, sampai dengan memanipulasi kartu yang sudah ada di tangan. Pemain akan dituntut untuk memahami apa efek kartu yang dipilih.

Ketika kombinasi tersebut bekerja, pertarungan bisa terasa sangat mudah. Tapi, jika pemain hanya sembarangan malah akan membuat frustrasi. Tantangannya adalah menemukan komposisi yang tepat antar kartu dengan Montabi yang menggunakannya.

Review Montabi deckbuilding 2

Tidak perlu khawatir, dengan mengakses menu Montpedia, pemain bisa mendapatkan petunjuk tentang gaya bermain Montabi. Misalnya Ruffen sangat mengandalkan efek Bleed. Semakin tinggi stack Bleed yang dimiliki musuh, semakin besar pula damage serangan yang diterima.

Jujur saja, learning curve untuk memahami deckbuilding ini akan cukup sulit. Dibutuhkan kesabaran dan juga ketelitian. Kelewatan saja satu deskripsi, bisa berantakan semuanya.

Kesimpulan Review Montabi

Kesimpulan kami untuk review Montabi adalah game ini mungkin tidak untuk semua kalangan gamer. Jika alasanmu adalah menyukai game creature collector, Montabi mungkin tidak seperti yang kamu kira. Mekanisme deckbuilding dengan elemen roguelite di game ini membutuhkan pemahaman yang mendalam.

Tapi, begitu kamu akhirnya paham cara bermainnya, game ini bisa menjadi adiksi. Setiap kali kalah dan harus mengulang dari awal, kamu tidak akan merasa frustrasi. Sebaliknya, kamu justru terpacu untuk main kembali.

Alasannya bisa karena kamu mulai memahami kartu apa yang seharusnya dipilih, dan ingin mencobanya saat bertarung. Atau, kamu seperti kami yang justru terpacu karena ingin mencoba Montabi baru dan melihat seperti apa bentuk evolusinya.

Untuk spesifikasi, Montabi merupakan game PC yang tidak demanding. Kamu tidak perlu PC high end untuk bisa memainkan game ini dengan lancar. Kami sendiri tidak pernah diganggu masalah teknis saat bermain Montabi.

Montabi tersedia di Xbox Series, Xbox One, Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, dan PC.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

REVIEW OVERVIEW

Visual & Grafis
Storyline
Gameplay
Sound (Soundtrack & sound effect)
Replay Value
Aryo
Aryo
Editor Playcubic. Gamer dengan cita-cita punya PC kelas dewa. Disamping PCnya ada PS5 dan Xbox Series X
RELATED ARTICLES

Terpopuler

Apa jadinya jika game bertema creature collector digabung dengan elemen deckbuilder roguelike? Montabi yang dibuat oleh developer lokal Mankibo, mencoba menyatukan kedua konsep tersebut. Hasilnya? Itu tergantung kepada penilaian pemainnya. Biasanya game creature collector menggunakan sistem RPG, yaitu grinding agar level up dan monster peliharaan...Review Montabi (PC): Memancing Adiksi