HomeReviewReview Apidya' Special (PC): Bukan Lebah Biasa

Review Apidya’ Special (PC): Bukan Lebah Biasa

Ada banyak game klasik yang namanya masih terus dibicarakan puluhan tahun setelah dirilis. Namun, Apidya agak sedikit berbeda. Dirilis untuk platform Amiga di awal 90-an, game ini tidak pernah mencapai popularitas di genre scrolling shooter.

Sekarang, game tersebut mendapat kesempatan kedua melalui Apidya’ Special yang dibuat oleh Team Apidya dan ININ. Tidak cuma sekedar dibuat melalui emulasi sederhana, game ini dikembangkan dari konsep yang dahulu sempat direncanakan, tapi tidak pernah selesai. Sejumlah anggota developer asli juga kembali terlibat dalam pengerjaannya.

Hasilnya adalah sebuah game klasik yang mempertahankan karakteristik aslinya, tetapi dibekali cukup banyak penyempurnaan dan optimalisasi agar bisa dinikmati pemain modern.

Inilah pengalaman yang kami rasakan setelah memainkan versi review Apidya’s Special di PC.

Serangga Tempur

Review Apidya' Special lebah tempur

Berbeda dengan game shoot’em up lain pada masanya yang menggunakan pesawat, Apidya’ Special mencoba tema out-of-the-box dengan mengadaptasi dunia serangga. Pemain akan mengendalikan Icaro, yang berubah menjadi seekor lebah untuk menyelamatkan istrinya yang diracuni oleh musuhnya. Konsep ini mungkin terdengar aneh, tetapi justru inilah yang menjadi identitas Apidya.

Cerita di Apidya’ Special hanyalah pelengkap, dan lebih berfungsi sebagai alasan untuk menyelesaikan setiap level, sampai ke boss terakhir, dan menyelesaikan game. Kamu bisa juga mengabaikan ceritanya dan fokus hanya ke gameplay.

Bertarung di Rawa Sampai Got

Review Apidya's Special salah satu boss

Apidya’ Special memiliki lima level dengan tema yang berbeda-beda. Mulai dari padang rumput, rawam hingga saluran pembuangan. Desain musuh sangat kreatif dan terkadang benar-benar aneh. Pemain bisa berhadapan dengan ikan Pike raksasa lengkap dengan lintah yang menembaki proyektil. Ada juga boneka rusak yang entah bagaimana bisa menambakkan laser dari matanya.

Semua elemen ini dikemas dengan gaya visual retro pixel art era 8-bit dan 16-bit, tentunya dengan pilihan yang sudah disesuaikan dengan zaman sekarang. Pemain dapat menikmati grafis HD dalam format widescreen atau beralih ke rasio klasik 4:3. Perubahan ini bisa dilakukan dengan menekan satu tombol secara langsung saat bermain. Dari pengalaman kami selama memainkan versi review Apidya’ Special, fitur ini cukup berguna.

Game ini juga menyediakan beberapa pilihan filter CRT bagi pemain yang menginginkan sensasi nostalgia yang lebih dalam.

Review Apidya’ Special: Gameplay Tidak Ada Ampun

Review Apidya' Special proyektil musuh

Dari segi gameplay, Apidya’ Special tidak memberikan sesuatu yang revolusioner untuk genre shoot’em up. Mungkin bedanya hanyalah di game ini pemain menggunakan lebah, bukan pesawat tempur.

Sistem power-up merupakan elemen penting dalam gameplay, karena ini satu-satunya cara agar lebah kalian bisa bertahan hidup lebih lama. Musuh tertentu dapat menjatuhkan bunga yang bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan. Pemain bisa memperoleh shield, beam yang lebih kuat, bom, drone, atau senjata yang bisa menembak separuh layar.

Jika lebah pemain hancur, maka kekuatan yang sudah didapat akan hilang. Pemain harus kembali mengulang prosesnya dari awal. Meski sederhana, punishment ini membuat game menjadi menantang bagi gamer yang memang menyukai genrenya. Tapi bagi yang tidak, sistem ini akan menjadi barrier yang membuat game ini menjadi tidak menyenangkan.

Review Apidya' Special power up

Untungnya developer sudah menambahkan fitur-fitur yang bisa membuat Apidya’ Special bisa lebih diterima oleh mereka yang mungkin baru mencoba. Tingkat kesulitan bisa dipilih dari Normal, sampai Practice yang paling mudah. Sistem checkpoint dan continue juga bisa ditambah agar tidak cepat game over. Bahkan jika mau, pemain bisa mengaktifkan cheat mode atau god mode.

Meski sudah dilengkapi dengan fitur-fitur tersebut, Apidya’ Special tetap sulit. Pola serangan musuh sulit diprediksi hingga hitbox yang aneh. Ancaman juga tidak hanya datang dari musuh. Dinding, dan berbagai elemen lingkungan juga dapat mengakhiri permainan, jika pemain lengah.

Kesimpulan Review Apidya’ Special

Kesimpulan yang kami dapat setelah memainkan versi review Apidya’ Special adalah formula game klasik mungkin tidak bisa diterima oleh semua orang. Namun, bagi mereka yang memang menyukainya, Apidya’ Special merupakan ajang nostalgia.

Fondasi game ini masih sangat old-school, yaitu berusaha bertahan hidup di lima level, menggunakan item power-up, sambil menghindari hujan proyektil musuh dalam game yang masih mempertahankan gaya visual pixel art retro. Intinya game ini tidak memberi banyak ruang untuk melakukan kesalahan. Elemen inilah yang bisa menjadi penghalang terbesar bagi pemain baru.

Adanya berbagai pilihan aksesibilitas mungkin bisa mengurangi masalah tersebut secara signifikan. Tapi seperti yang kami sudah jelaskan sebelumnya, Apidya’ Special berasal dari genre niche. Perlu kecintaan dan juga kesabaran untuk bisa menerima game ini.

Apidya’ Special tersedia di PS5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan PC.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

REVIEW OVERVIEW

Visual & Grafis
Storyline
Gameplay
Sound (Soundtrack & sound effect)
Replay Value
Aryo
Aryo
Editor Playcubic. Gamer dengan cita-cita punya PC kelas dewa. Disamping PCnya ada PS5 dan Xbox Series X
RELATED ARTICLES

Terpopuler

Ada banyak game klasik yang namanya masih terus dibicarakan puluhan tahun setelah dirilis. Namun, Apidya agak sedikit berbeda. Dirilis untuk platform Amiga di awal 90-an, game ini tidak pernah mencapai popularitas di genre scrolling shooter. Sekarang, game tersebut mendapat kesempatan kedua melalui Apidya’ Special yang...Review Apidya' Special (PC): Bukan Lebah Biasa