Home Blog Page 992

Akhirnya Nintendo Switch Bisa Dipesan di Indonesia, Inilah Harganya

0

Konsol Nintendo Switch yang selama ini diidam-idamkan oleh gamers akhirnya sudah bisa dipesan di Indonesia. Saat ini sudah ada beberapa toko game terkenal di Indonesia yang menyediakan jasa pre-order Nintendo Switch. Nah sekarang pertanyaan yang paling ditunggu-tunggu, kira-kira berapakah harga dari Nintendo Switch ini?

Berdasarkan estimasi yang dicantumkan oleh salah satu toko game, harga dari konsol hybrid ini bisa mencapai Rp 6,1 juta s/d Rp 6,5 juta. Ada dua warna yang bisa dipilih, Neon Blue dan Neon Red serta Gray. Harga tersebut sudah mencakup dua buah game Nintendo Switch yaitu Legend of the Zelda: Breath of the Wild dan 1-2 Switch.

Another announcement for Nintendo Switch…Jadi hari ini, kita sudah diberikan harga perkiraan nih dari atas.Harga…

Dikirim oleh PS Enterprise pada 5 Februari 2017

Kemungkinan kedua game inilah yang membuat harga Nintendo Switch menjadi cukup tinggi. Konsol Nintendo Switch sendiri menurut Gamespot, dipatok dengan harga $ 300 atau sekitar Rp 3,9 juta. Tentunya harga tersebut masih dapat dipengaruhi oleh kurs mata uang yang berbeda-beda di setiap negara.

Well, jika kamu adalah fans dari berat dari Nintendo, harga pasti tidak akan menjadi masalah. Benar bukan?

Thanks Liputan 6

Tom Clancy’s Ghost Recon Wildlands BETA: Kurang Menggigit

0

Setelah For Honor, kali ini giliran seri terbaru game Tom Clancy’s milik Ubisoft yaitu Ghost Recon Wildlands unjuk gigi. Dari tanggal 3 Februari 2017 sampai dengan tanggal 6 Februari 2017, Ubisoft menggelar tahap beta yang diikuti oleh gamers di seluruh dunia (Termasuk Playcubic).

Nah kira-kira bagaimanakah performa dari game yang mirip The Division ini? Apakah memuaskan atau justru melempem? Simak first impression Playcubic berikut ini:

Menjelajahi negara Bolivia

Ghost Recon Wildlands mengambil setting di negara Bolivia. Negara ini memiliki bentang alam yang berbeda-beda. Suatu saat kamu bisa berada di wilayah pegunungan, berikutnya ada di dataran rendah atau hutan hujan, sampai daerah yang dipadati penduduk.

Jarak dari satu tempat ke tempat lainnya cukup jauh dan harus ditempuh dengan menggunakan kendaran. Ini seakan-akan memberikan kesan bahwa kamu memang sedang berada di negara Bolivia.

Sistem modifikasi senjata yang menakjubkan

Sebagai anggota dari operasi Kingslayer, kamu akan dibekali oleh berbagai macam senjata canggih. Mulai dari senapan serbu sampai dengan drone serbaguna. Senjata-senjata yang kamu gunakan juga bisa dimodifikasi sesuai dengan keinginanmu.

Terdapat banyak sekali pilihan modifikasu untuk membuat senjatamu menjadi efektif dalam situasi tertentu. Contohnya memasang scope untuk jarak jauh, memperpendek laras untuk menurunkan recoil, sampai menambahkan fitur baru seperti pelontar granat.

Fitur spotting

Mengetahui posisi musuh sebelum memulai penyergapan atau spotting merupakan salah satu aspek penting dalam game ini. Posisi musuh sebelum kamu mengeksplorasi daerahnya sulit untuk dipastikan. Oleh karena itu, ada baiknya kamu menggunakan teropong dan drone untuk menemukan lokasi musuh.

Jika ingin lebih menantang, kamu bisa mencari celah untuk menyusup dan membunuh targetmu dengan diam-diam.

Skill terlalu mudah untuk diakses

Berbeda dengan game Tom Clancy’s sebelumnya yaitu The Division, variasi skill yang dimiliki dalam game ini terlalu dangkal dan terbatas. Contohnya adalah skill flying drone yang ternyata merupakan perangkat dasar yang dapat digunakan tanpa harus mengambil skill tertentu.

Hal seperti sangat disayangkan, mengingat seri Tom Clancy’s biasanya memiliki variasi skill yang beragam. Skill yang paling hebat dan canggih berada di tier teratas sedangkan dalam Wildlands sudah bisa diakses dari awal.

Keadaan sekitar yang kurang imersif

Salah satu gangguan minor yang Playcubic alami ketika bermain game ini adalah kurangnya aspek “Amerika Latin”. Bayangkan saja pedalaman negara Bolivia yang letaknya teramat jauh dari Amerika ternyata penduduknya sudah menggunakan mobil mewah.

Selain itu, semua kendaran bersenjata dalam game ini menggunakan senjata yang dibuat oleh Amerika. Seakan-akan setting negara Bolivia ini berada di satu benua dengan Amerika Serikat.

Audio yang kurang menggelegar

Apabila kamu terlibat dalam baku tembak, pastinya kamu mengharapkan efek suara yang menggelegar seperti film garapan Michael Bay. Nah jangan berharap jika efek suara seperti itu bisa ditemui di Ghost recon Wildlands. Entah bug atau bukan, senjata tipe peledak dalam game ini nyaris tidak memiliki suara sama sekali. Semoga isu minor ini dapat diperbaiki oleh Ubisoft ketika game ini dirilis secara resmi tanggal 7 Maret 2017.

Karena game ini masih dalam tahap beta, Playcubic belum bisa memberikan kesimpulan maupun skor akhir. Yah kita lihat saja performa akhirnya setelah game ini dirilis secara resmi pada bulan Maret mendatang.

Deemo: The Last Recitcal Hadir ke PS Vita Wilayah Barat Musim Semi Tahun Ini

0

Acttil dan PM Studios mengumumkan bahwa pihaknya akan merilis Deemo: The Last Recital ke PlayStation Network PS Vita wilayah Amerika Utara dan Eropa musim semi tahun ini.

Game rhythm ini awalnya dirilis untuk perangkat iOS dan juga Android, dan sudah diunduh lebih dari lima juta kali untuk versi smartphone-nya. Salah satu fitur penting dalam game ini adalah art work yang indah dan memanjakan mata, ditambah musik yang menyentuh hati berjumlah lebih dari 100 judul lagu besutan berbagai komposer serta dari berbagai genre. FYI, di wilayah Asia Deemo: The Last Recital versi fisik untuk PS Vita dengan terjemahan berbahasa Inggris sudah dirilis sejak awal tahun 2016.

Saksikan trailer Deemo: The Last Recital pada video di bawah ini.

Mungkinkah RPG Maker Fes Melenggang ke Wilayah Barat?

0

Australian Classification Board dikabarkan telah memberikan peringkat software sebuah game berjudul RPG Maker Fes untuk Nintendo 3DS. Disana tertera bahwa penerbit game tersebut adalah NIS America.

RPG Maker Fes pertama kali dirilis ke wilayah Jepang pada tanggal 24 November 2016. Game 3DS ini dapat memungkinkan gamer untuk menciptakan game RPG mereka sendiri dan membagikan game tersebut lewat internet (online) kepada gamers lainnya. Gamers yang tidak memiliki RPG Maker Fes bisa mengunduh RPG Maker Fes Player secara gratis lewat eShop Nintendo untuk memainkan game buatan gamers yang memiliki RPG Makre Fes.

FYI, pada tanggal 17 Februari 2017 NIS America rencananya akan mengadakan press event, sebuah event dimana perusahaan akan mengumumkan kehadiran game PS Vita, 3DS, PS4 dan Steam terbaru. Nah… RPG Maker Fes nampaknya akan diumumkan kehadirannya untuk wilayah Barat lewat acara tersebut. Apakah sobat Playcubic ada yang tertarik dengan kehadiran game ini?

FIFA 18 untuk Switch Diperkirakan Siap Rilis Akhir Tahun 2017

0

EA akhirnya mengumumkan judul game FIFA terbaru yang akan rilis di Nintendo Switch, yaitu FIFA 18. Kaget? Apa kamu berharap EA akan menamai game tersebut dengan judul yang lebih WOW? Salt please.

Pengumuman nama FIFA 18 dilakukan dalam acara khusus yang diselenggarakan di Paris, Perancis akhir minggu kemarin. Selain mengumumkan judul gamenya, EA juga membocorkan jadwal rilis dari game tersebut. Chief Competition Officer dari EA, Peter Moore mengatakan jika game tersebut diperkirakan selesai akhir tahun 2017 ini.

Dalam wawancaranya dengan Gamereactor, Moore meengatakan jika ia terkesan dengan Nintendo Switch. Selain itu juga membicarakan sedikit seperti apa FIFA 18 nantinya ketika rilis di Switch. “Untuk pengembangan game ini kami akan menyerahkannya kepada tim di Vancouver. Untuk gamenya sendiri Nintendo Switch akan mendapatkan game custom bulit,” Ucapnya.

Sekedar informasi, selama ini game FIFA yang dirilis di konsol old-gen seperti PS3 dan Xbox 360 merupakan versi yang sudah diringankan dari versi PS4 dan Xbox One. Melihat jawaban Moore jika FIFA 18 adalah custom built, bisa jadi akan ada perbedaan antara versi Switch dengan versi konsol lainnya.

Jika FIFA sudah siap menjawab tantangan Nintendo Switch, bagaimana nasibnya dengan PES?

Dissidia Final Fantasy: Opera Omnia Sudah Diunduh Lebih Dari Satu Juta Kali

0

Square Enix hari ini mengumumkan game Dissidia Final Fantasy: Opera Omnia  sudah diunduh lebih dari satu juta kali. Game bergenre RPG ini dirilis untuk iOS dan Android wilayah Jepang pada tanggal 1 Februari 2017.

Untuk merayakan pencapaiannya ini Square Enix memberikan 1000 gems in-game sampai tanggal 21 Februari 2017 pukul 3.59 JST. Gamers bisa mendapatkan hadiah gems tersebut pada menu awal setelah melakukan login. Tidak puas memberikan 1000 gems, lewat promo live streaming Square Enix juga memberikan tambahan hadiah berupa 2.500 gems, 10 Mighty Power Orbs, dan 10 Mighty Card Orbs sampai tanggal 21 Februari 2017.

Opera Omnia akan menggunakan konsep brave system. Konsep ini juga digunakan dalam Dissidia Final Fantasy. Game ini juga akan menampilkan seluruh karakter ikonik dari seri game Final Fantasy mulai dari protagonis dan juga antagonis. Keberadaan Opera Omnia ini menambah daftar dari game mobil Final Fantasy selain Brave Exvius dan Mobius. Sayangnya belum ada informasi apakah game ini juga akan dirilis keluar wilayah Jepang.

GameShark Telah Kembali! Bakal Teror PS4 Bulan Maret Mendatang

0

Setelah lama menghilang, GameShark telah kembali! Software khusus cheat ini mulai bisa digunakan oleh pemilik PS4 pada bulan Maret 2017 mendatang.

Kamu pastinya sudah tidak asing lagi dengan nama GameShark. Software berlogo ikan hiu ini sudah populer semenjak zamannya PS One. Fungsi dari GameShark sendiri adalah menyutikkan cheat ke dalam game PS One. Tidak ada yang menyangka jika GameShark melalukan comeback saat ini ketika PS4 berkuasa. Sayangnya software ini hanya dijual khusus wilayah Jepang saja.

Dikutip dari Gematsu, software GameShark ini dibuat oleh perusahaan asal Jepang, Cyber Gadget. Software ini dinamai Save Editor dan hanya bisa dijalankan melalui PC. Melalui Save Editor ini, kamu bisa membawa data dari game PS4 untuk dimodifikasi dengan menggunakan PC. Cara menggunakannya kurang lebih sama dengan GameShark yang dulu. Kamu hanya perlu memasukkan kode yang sudah ditentukan untuk mengaktifkan cheatnya.

Cara menggunakan Save Editor

Menurut Cyber Gadget, setidaknya Save Editor bisa digunakan untuk 80 game populer di PS4, seperti Final Fantas XV, Persona 5 dan juga Gravity Rush 2. Tentunya untuk menggunakan Save Editor ini tidaklah murah. Untuk satu lisensi tunggal saja Cyber Gadget mematok harga JPY 7.00 atau sekitar Rp 930.000. Untuk tiga lisensi bisa lebih mahal lagi, yaitu JPY 14.800 atau sekitar Rp 1,8 juta.

Melihat munculnya software cheat PS4 yang menggunakan PC seperti Save Editor ini, tidak menutup kemungkinan jika kedepannya nanti bukan hanya game PC saja yang dibajak. Bisa-bisa game PS4 yang selama ini adem ayem dari serangan pembajak justru akan bernasib sama seperti saudara-saudaranya dulu.

Bandai Namco Perlihatkan Gameplay dari Game Mobile Tales of the Rays

0

Tales of the Rays, game mobile untuk android dan iOS dari seri Tales of akhirnya menunjukkan batang hidungnya. Dalam video terbarunya, Bandai Namco telah memperlihatkan cuplikan-cuplikan dari adegan yang ada dalam game tersebut. Selain itu, kamu juga bisa melihat seperti apakah gameplaynya.

Tales of the Rays selain menampilkan karakter original, juga akan menghadirkan karakter-karakter populer dari game Tales of lainnya. Gameplay dari game ini juga tidak jauh berbeda dengan seri-seri lainnya. Untuk melakukan action seperti serangan, kamu cukup melakukan tap di layar touchscreen. Untuk mengeluarkan skill, bisa dengan cara swipe. Game ini juga memiliki fitur yang dinamakan Chain Capacity. Melalui fitur ini kamu bisa melakukan kombo bersama dengan anggota party yang lain.

Tales of The Rays rencananya hanya akan rilis di Jepang pada tahun ini. Yah mudah-mudahan game ini juga akan dirilis di luar Jepang oleh Bandai Namco.

Thanks 2P

Battlefield 1 Akhirnya Dibobol Pembajak, Inikah Akhir dari Denuvo?

0

Tidak lama setelah Resident Evil 7 rontok, giliran Battlefield 1 akhirnya dibobol oleh kelompok pembajak CPY. Aksi ini membuktikan jika tidak ada developer yang aman meskipun sudah menggunakan Denuvo sekalipun.

Bukti jika Battlefield 1 berhasil dijebol

Uniknya sebelum game terbitan ini EA ini berhasil dibajak, CPY sempat membagikan teaser bertuliskan “DICE” dan “Pew Pew Pew”. DICE sendiri merupakan developer dari game Battlefield 1. Sedangkan “Pew Pew Pew” merupakan versi parodi dari bunyi rentetan senjata mesin. Petunjuk yang diberikan oleh CPY memang mengarah kepada game Battlefield 1.

Berita buruk untuk Denuvo tidak hanya sampai disitu saja. Website Torrentfreak melaporkan bahwa email milik Denuvo berhasil dibongkar peretas. Email ini berisi berbagai macam pesan antara Denuvo dengan para kliennya. Salah satu email yang menarik adalah email dari Capcom Jepang yang dibuat oleh Jun Matsumoto.

Isi email ini adalah permintaan agar Denuvo mengirimkan proposal kerjasama kepada Capcom. Kemungkinan besar kerjasama ini adalah game Resident Evil 7 yang pada akhirnya tetap tunduk di tangan para pembajak meskipun sudah dilindungi oleh Denuvo.

Kelihatannya perang antara Denuvo dan pembajak kedepannya akan semakin menarik. Playcubic hanya berharap kamu sudah mengetahui pihak mana yang sepatutnya dibela.

Thanks Jagatplay

Dua Game Horor, Vampyr dan Call of Cthulhu Baru Rilis Menjelang Akhir Tahun 2017

0

Dua game horor/misteri yang akan dirilis oleh Focus Home Interactive, yaitu Vampy dan Call of Cthulhu ditargetkan rilis menjelang akhir tahun 2017. Kapan pastinya masih belum diketahui. Dalam website resminya, Focus Home Interactive hanya menyebut Q4 2017 atau kuartal keempat tahun 2017, yaitu sekitar bulan Oktober, November dan Desember.

Kedua game ini meskipun berada di bawah satu bendera, memiliki developer yang berbeda. Vampyr dikembangkan developer dari game Life is Strange, Dontnod. Sedangkan Call of Cthulhu dibuat oleh Cyanide. Cerita kedua game ini juga berbeda. Vampyr menceritakan kisah dari dokter Jonathan Reid, seorang vampire yang harus memilih apakah ia tetap menjadi dokter atau monster penghisap darah. Call of Cthuluhu adalah game bergenre misteri yang diadaptasi dari novel karya H.P. Lovecraft. Kedua game ini akan dirilis di platform yang sama, yaitu PS4, Xbox One dan PC.

Melihat jadwal rilisnya yang molor, mudah-mudahan saja Focus Home tidak menunda lagi perilisan kedua game tersebut sampai tahun 2018.

Thanks Dualshockers