Home Blog Page 88

Review Metal Gear Solid Delta: Snake Eater (PS5): Kurang Berani

0

Setiap kali ada game remake atau remaster, pertanyaan yang selalu muncul adalah: di mana batasan kreativitasnya? Seberapa jauhkah perubahan yang akan terjadi pada game tersebut? Jika melihat contoh Resident Evil 2 Remake, kita bisa melihat bagaimana Capcom menambahkan berbagai elemen baru tanpa merusak esensi dari game original-nya.

Cara yang dilakukan oleh Capcom berbeda dengan Konami. Metal Gear Solid Delta: Snake Eater dibuat dengan cara konservatif, yaitu menjaga seluruh elemen permainan tetap sama dengan versi aslinya. Hal yang membedakan adalah sentuhan teknologi terkini untuk grafis dan visual.

Konami bahkan sama sekali tidak menghilangkan nama sang kreator, Hideo Kojima. Meskipun keduanya sudah berpisah jalan, nama Kojima masih diabadikan di dalam game remake ini.

Sebagai fans, kami tentunya tidak mau ketinggalan untuk mencicipi game ini. Kami memainkan versi review Metal Gear Solid Delta: Snake Eater di PS5 dengan durasi waktu lebih dari 10 jam. Memang betul jika game ini sama sekali tidak berubah, kecuali dari segi visualnya. Tapi bukan berarti tidak ada beberapa penambahan fitur baru.

Tema Perang Dingin Dipadu Cerita Mata-Mata

Tidak ada perubahan sama sekali dari alur cerita Metal Gear Solid Delta: Snake Eater. Cerita berlatar Perang Dingin yang sarat dengan intrik politik masih dipertahankan. Naked Snake, mata-mata Amerika Serikat sekaligus karakter utama game ini ditugaskan menyusup ke wilayah Uni Soviet untuk mengeluarkan Nikolai Stepanovich Sokolov.

Misi yang awalnya hanya ekstraksi, berubah menjadi rumit dengan keterlibatan guru dari Snake, The Boss. Ia mengkhianati Snake sekaligus negaranya dengan mengembalikan Sokolov kepada pimpinan GRU, Volgin. Snake akhirnya dibebani oleh dua tugas, mendapatkan kembali Sokolov sekaligus membunuh The Boss.

Seperti game Hideo Kojima yang lain, Delta masih penuh dengan melodrama dan absurditas. Kedua elemen ini diperkuat dengan kualitas grafis dan visual yang lebih baik dibandingkan game original-nya.

Potongan adegan sinematis nan panjang seperti film, percakapan serius tentang ideologi, patriotisme, hingga pengkhianatan, menjadi bagian penting dari game ini. Buat fans, bisa menyaksikan itu semua dengan teknologi masa kini adalah sesuatu yang fenomenal. Sedangkan buat pendatang baru, ini adalah pengenalan terbaik dengan franchise Metal Gear.

Dimanja Oleh Grafis dan Visual

review metal gear solid delta snake eater hutan uni soviet

Perubahan paling mencolok di Metal Gear Solid Delta: Snake Eater adalah pada sisi grafis dan visual. Dibuat dengan Unreal Engine 5, hutan yang menjadi latar utama game kini benar-benar terasa seperti hidup.

Bentangan rumput hijau, pepohonan menjulang memberikan nuansa terjebak di dalam hutan, tanah berlumpur yang meninggalkan bekas pada pakaian, dan bangunan tua berlumut. Efek visual yang disajikan ini tidak hanya sekadar kosmetik, melainkan juga membuat game menjadi lebih imersif.

Penambahan berbagai special effect seperti pencahayaan juga turut berkontribusi. Saat siang hari, kalian bisa melihat kilauan cahaya matahari menerangi dunia di dalam game. Sebaliknya, ketika malam tiba visibilitas menjadi terbatas. Cahaya sinar bulan menghadirkan ketegangan, karena kalian tidak bisa melihat dengan jelas.

Model karakter juga mendapatkan sentuhan detail yang luar biasa. Tubuh Snake misalnya, kini mampu merefleksikan interaksi dengan lingkungan. Misalnya berjalan di tanah berlumpur akan membuat pakaian kotor, luka yang diterima akan meninggalkan bekas nyata, bahkan dedaunan bisa menempel ketika merayap.

Tidak Pernah Bosan Memandang Eva

review metal gear solid delta snake eater pesona eva

Konami juga mempoles habis-habisan setiap karakter di Metal Gear Solid Delta: Snake Eater. Snake, Eva, Ocelot, Volgin, bahkan karakter sampingan seperti Sokolov atau Granin, serta pasukan GRU kini terlihat lebih realistis. Wajah mereka penuh ekspresi, detail pakaian tercetak dengan jelas, membuat mereka menjadi lebih hidup.

Kami jelas tidak bisa memalingkan mata dari Eva. Pada versi aslinya, Eva sudah memiliki daya tarik di luar batas. Sekarang di versi remake, daya tarik tersebut meningkat seratus kali lipat. The Boss juga mengalami perubahan. Wajahnya sekarang terlihat lebih muda, dibandingkan versi aslinya. Perubahan ini menurut kami seharusnya tidak perlu karena menghilangkan aura seorang mentor dari karakter tersebut.

Konami juga mempertahankan rekaman suara dari game aslinya untuk Delta. Kalian bisa kembali mendengarkan suara David Hayter sebagai Naked Snake. Suara khasnya yang agak serak sudah menjadi ciri khas dari franchise Metal Gear dan tidak dapat tergantikan. Tapi, akan beberapa dialog baru yang ditambahkan. Meski bagi beberapa orang tambahan ini sebetulnya tidak diperlukan, bagi kami tidak masalah.

Fitur Baru: Legacy VS New Style

review metal gear solid delta snake eater gun fight

Dari segi gameplay, developer menunjukkan rasa hormatnya dengan menghadirkan dua gaya bermain. Pertama adalah Legacy Style yang mempertahankan sistem lama. Game akan dimainkan dengan gaya kamera bird’s-eye view serta sistem kontrol klasik. Pilihan ini cocok bagi ingin bernostalgia, dan juga membuat game menjadi lebih mudah.

Sedangkan yang kedua adalah New Style. Sesuai namanya, game akan dimainkan dengan gaya modern game shooter third person yaitu kamera over-the-shoulder. Gaya kedua ini akan mempermudah navigasi dan juga lebih cocok untuk gamer zaman sekarang. Gaya ini juga memberikan sensasi baru kepada fans lama seperti kami.

Meski berbeda dari segi sudut pandang, elemen stealth tetap tidak berubah di versi remake ini. Hanya saja kami merasakan bahwa Legacy Style lebih mudah karena pemain bisa memetakan posisi musuh.

Hal yang perlu kami utarakan adalah, meski sudah dimodernisasi agar sejalan dengan standar game masa kini, masih ada masalah klasik yang membayangi. Rasanya sulit untuk membuat Snake merapatkan dirinya di dinding. Mekanisme ini justru terkesan kaku. Padahal pada game modern yang memiliki elemen stealth, fitur ini harus bekerja dengan baik.

Beberapa tambahan kecil lainya ada pada tombol untuk stalking. Mekanisme ini memungkinkan Snake bergerak lebih pelan dan senyap, baik saat berdiri, jongkok, maupun merayap. Stalking juga lebih memudahkan untuk menyergap musuh dari belakang.

review metal gear solid delta snake eater hutan interogasi

Fitur baru lainnya yang perlu diperhatikan adalah akses cepat untuk mengganti kamuflase. Cukup dengan menekan tombol arah di D-pad, kalian bisa mengganti kamuflase Snake tanpa perlu membuka menu. Sama halnya dengan Codec yang juga bisa diakses lewat shortcut tersebut. Sekarang proses menyimpan data permainan atau menghubungi operator menjadi lebih praktis.

Stealth Atau Gun Blazing

review metal gear solid delta snake eater bersembunyi di rumput

Selama memainkan versi review Metal Gear Solid Delta: Snake Eater, kami tetap terhibur dengan gameplay klasik, namun masih relevan. Setiap area akan menghadirkan teka-teki taktis berbeda-beda. Kalian harus memperhatikan medan, musuh yang berpatroli, dan jumlah perlengkapan yang dibawa.

review metal gear solid delta snake eater kamuflase

Selama bermain, kalian akan terus dipaksa untuk kreatif. Merangkak di semak-semak dengan kamuflase yang sesuai, berharap musuh tidak menemukan kalian. Bisa juga dengan menyelinap, menggunakan berbagai alat sebagai distraksi. Misalnya dengan mengetuk dinding atau mengalihkan perhatian musuh dengan majalah dewasa.

Tapi jika kalian mengincar momen tembak-tembakan, Delta juga bisa menyediakannya. Ada berbagai pilihan senjata yang bisa dipilih. Mulai dari handgun dengan silencer sampai dengan senapan serbu AK-47 dan rocket launcher. Jangan lupakan juga lini granat dan peledak taktis seperti ranjau claymore.

Berhasil lolos dari satu area secara diam-diam atau dengan hiruk pikuk adalah pilihan yang selalu diberikan kepada pemain. Sensasi ini tetap tidak berubah dan sama seperti di game aslinya.

Mekanisme 2L

review metal gear solid delta snake eater makan malam

Metal Gear Solid Delta: Snake Eater tentunya tidak lengkap tanpa kehadiran mekanisme lapar dan luka. Keduanya adalah fitur turut membuat game aslinya menjadi spesial.

Untuk menjaga kondisi Snake agar tetap sehat, termasuk regenerasi health point, kalian harus memberinya makan. Karena berada di hutan, jenis makanannya pun bermacam-macam. Kalian bisa membuat Snake memakan tikus, ular, buah, bahkan jamur beracun. Jika beruntung, kalian bisa mendapatkan mie instan yang merupakan makanan favoritnya.

Jangan salah, beberapa “makanan hidup” bahkan bisa digunakan sebagai senjata. Misalnya melempar musuh dengan ular kobra akan membuat keracunan.

Setiap konflik dengan musuh juga berpotensi untuk membuat Snake terluka. Agar ia tidak mati karena health point-nya terus berkurang, kalian harus menyembuhkan lukanya. Setiap jenis luka juga membutuhkan penanganan yang berbeda. Misalnya luka tembakan harus diambil lebih dulu pelurunya, dibuat steril, dijahit, dan diperban. Jika beruntung, kalian juga bisa melihat video bagaimana Snake menyembuhkan lukanya. Video ini tidak muncul setiap saat, melainkan random.

review metal gear solid delta snake eater hutan animasi luka

Sistem perawatan luka ini kadang bisa terasa merepotkan. Developer padahal sudah memudahkannya dengan membuat shortcut. Kalian hanya perlu menekan satu tombol untuk langsung masuk ke dalam. Tidak seperti game aslinya yang harus melewati bagian menu terlebih dahulu.

Jangan Lupa dengan Fox Hunt

Selain cerita utama, Metal Gear Solid Delta: Snake Eater juga memiliki beberapa mode tambahan. Dimulai dari Snake vs Monkey, dimana kalian sebagai Snake harus bisa menangkap para monyet dari Ape Escape dalam mode time attack.

Lalu yang paling ditunggu jelas adalah mode online multiplayer Fox Hunt. Sayangnya mode ini belum tersedia. Developer sudah mengumumkan bahwa Fox Hunt baru diimplementasikan dalam post-launch update menjelang akhir tahun 2025. Mode ini juga dipastikan tidak mendukung fitur cross-play.

Kesimpulan

Kesimpulan dari memainkan versi review Metal Gear Solid Delta: Snake Eater adalah game ini mungkin bukan remake yang revolusioner, tetapi adalah versi terbaik dari game klasik yang masih dihormati hingga kini.

Memiliki grafis dan visual yang memukau, berbagai tambahan fitur praktis, serta tetap setia pada karya aslinya, Delta adalah pilihan ideal bagi pendatang baru maupun fans lama. Bisa memainkan game ini lagi di tahun 2025 menghadirkan perasaan nostalgia bercampur kagum. Pada satu sisi, game ini menunjukkan formula stealth klasik masih bisa relevan. Pada sisi lain, ada rasa penasaran mengapa remake ini tidak menawarkan perubahan yang lebih besar selain visual.

Hal yang paling penting adalah meski game ini dibuat tanpa keterlibatan Hideo Kojima, semangatnya tetap hidup.

Metal Gear Solid Delta: Snake Eater sudah bisa dimainkan di PS5, Xbox Series, dan PC via Steam.

Yu-Gi-Oh! World Championship 2025 Resmi Tutup Tirai: Juara Baru, Kolaborasi Neymar Jr., dan Bocoran WCS 2026 di Tokyo!

0

Turnamen terbesar untuk para Duelist di seluruh dunia, Yu-Gi-Oh! World Championship (WCS) 2025, resmi berakhir pada 31 Agustus di Maison de la Mutualité, Paris, Prancis. Setelah lebih dari 5 tahun absen dari Eropa, ajang prestisius ini kembali dengan penuh kejutan—mulai dari juara baru di berbagai kategori, kolaborasi mengejutkan bersama Neymar Jr., hingga pengumuman bahwa Yu-Gi-Oh! WCS 2026 akan dihelat di Tokyo, Jepang.

Para Juara Dunia Yu-Gi-Oh! 2025

Turnamen ini menobatkan juara baru di empat kategori berbeda:

  • Yu-Gi-Oh! TCG: Julien Kehon (Amerika Serikat) mengalahkan Tom Kleinegraeber (Jerman).

  • Yu-Gi-Oh! DUEL LINKS SPEED DUEL: Philipp Thomas (Jerman).

  • Yu-Gi-Oh! DUEL LINKS RUSH DUEL: Kenya Nagatani (Jepang).

  • Yu-Gi-Oh! MASTER DUEL: Tim Ragnarok (Herman Hasson, Luka Forjan, dan Antonio Papa) berhasil mengalahkan Chaiba Corp dalam laga 3v3 yang dramatis.

Dengan hasil ini, dunia Yu-Gi-Oh! sekali lagi menunjukkan kompetisi tingkat tinggi dengan duel yang penuh strategi dan momen menegangkan.

Yu-Gi-Oh! World Championship 2026 di Tokyo

Konami menayangkan trailer spesial yang mengumumkan bahwa WCS 2026 akan berlangsung di Tokyo, Jepang. Para Duelist dari seluruh dunia sudah pasti menantikan kesempatan untuk memperebutkan gelar bergengsi tersebut tahun depan.

Neymar Jr. Jadi Bagian dari Dunia Yu-Gi-Oh!

Kejutan terbesar datang saat Konami mengumumkan kolaborasi Yu-Gi-Oh! Card Game dengan eFootball™ dan eFootball™ CHAMPION SQUADS, menampilkan Neymar Jr. sebagai ambassador. Dalam trailer yang ditayangkan, Neymar hadir bersama lima pemain dari tim nasional Prancis. Video khusus dari Neymar juga dirilis untuk menyapa para Duelist sekaligus penggemar sepak bola.

Kolaborasi Fashion: Yu-Gi-Oh! x FINE CHAOS

Selain kompetisi, WCS 2025 juga jadi panggung peluncuran kolaborasi streetwear edisi terbatas antara Yu-Gi-Oh! Card Game dan label fashion asal Kopenhagen, FINE CHAOS. Koleksi ini memadukan karya seni ikonik Yu-Gi-Oh! dengan estetika khas FINE CHAOS, menjadikannya buruan para kolektor maupun pecinta fashion. Koleksi ini awalnya tersedia secara terbatas melalui undian online di yugioh.fine-chaos.com.

Yu-Gi-Oh! Tetap Mendunia

Hingga kini, Yu-Gi-Oh! TRADING CARD GAME telah hadir di lebih dari 80 negara dan 9 bahasa, dengan komunitas pemain lintas generasi yang terus berkembang. Judul digital seperti DUEL LINKS (150 juta download global) dan MASTER DUEL (lebih dari 10.000 kartu tersedia) juga memperkuat posisi Yu-Gi-Oh! sebagai fenomena global di dunia game.

Dengan berakhirnya WCS 2025, dunia Yu-Gi-Oh! jelas tidak berhenti memberi kejutan. Mulai dari juara baru, kolaborasi epik bersama Neymar Jr., hingga WCS 2026 di Tokyo, Duelist di seluruh dunia bisa bersiap menghadapi perjalanan berikutnya.

Untuk info lebih lanjut seputar Yu-Gi-Oh! TCG, DUEL LINKS, MASTER DUEL, serta update resmi lainnya, kunjungi:
🌐 www.yugioh-card.com
📺 YouTube Yu-Gi-Oh! TCG
📸 Instagram
🐦 X (Twitter)

Spesifikasi PC Lords of the Fallen II, Eksklusif di EGS

0
spesifikasi pc lords of the fallen doungkap

CI Games telah membagikan detail spesifikasi PC Lords of the Fallen II. Gamenya sendiri tidak akan rilis dalam waktu dekat, melainkan di tahun 2026. Hal yang menarik adalah versi PC dikonfirmasi hanya akan tersedia melalui Epic Games Store saja. Diperlukan akun EPIC ID untuk memainkannya.

Spesifikasi PC Lords of the Fallen II

Berdasarkan informasi yang tercantum di Epic Games Store, berikut adalah detail dari spesifikasi PC yang dibutuhkan untuk menjalankan game ini:

Minimum

  • OS: Windows 11
  • CPU: Intel i5 8400 / AMD Ryzen 5 2600
  • RAM: 12 GB
  • GPU: NVIDIA RTX 2060 / AMD Radeon RX 5700

Recommended

  • OS: Windows 11
  • CPU: Intel i7 8700 / AMD Ryzen 5 3600
  • RAM: 16 GB
  • GPU: NVIDIA RTX 3080 / AMD Radeon RX 6800 XT

Dengan kebutuhan tersebut, jelas bahwa Lords of the Fallen II menargetkan standar perangkat kelas menengah hingga tinggi.

Kapan Lords of the Fallen Rilis?

Lords of the Fallen II diperkenalkan pertama kali di event Gamescom 2025. Sekuel ini akan menampilkan kembali mekanisme dunia ganda yang menjadi ciri khas seri Lords of the Fallen. Ceritanya mengambil latar beberapa abad setelah game pertama, dengan dunia kematian bernama Umbral yang mengancam menyelimuti Axiom, dunia para makhluk hidup. Pemain ditugaskan untuk menghentikan ancaman tersebut

Selain PC, Lords of the Fallen II juga akan dirilis di konsol generasi terbaru yaitu PlayStation 5 dan Xbox Series.

Honkai: Nexus Anima Pamer Video Gameplay

0
video gameplay honkai nexus anima

Setelah Honkai: Nexus Anima diumumkan minggu lalu, HoYoverse melanjutkan dengan membagikan video gameplay perdana. Pada video ini, kalian bisa melihat seperti gameplay-nya. Mulai dari sistem combat, pembuatan karakter, sampai dengan interaksi dengan para Anima.

Tahap Testing Honkai: Nexus Anima

Dalam waktu dekat, Hoyoverse berencana untuk menggelar tahap testing. Pendaftaran sudah dibuka sampai dengan tanggal 12 September 2025.

Game ini hadir dengan konsep unik yang memadukan genre creature-collector dengan elemen strategi. Game ini membawa pemain menjelajahi dunia bernama Nexus, sebuah dimensi dengan sistem pasangan konsep seperti Cahaya dan Gelap. Namun, keseimbangan itu runtuh akibat sebuah peristiwa besar. Dari energi inilah lahir makhluk-makhluk baru yang disebut Anima.

Dalam kisahnya, pemain berperan sebagai seorang traveler. Perjalanan dimulai dari sebuah kota yang tenang, lalu berlanjut ke berbagai wilayah dengan atmosfer berbeda.

Dari sisi gameplay, ikatan dengan Anima menjadi inti dari pengalaman bermain. Sistem combat yang disebut Nexus Battles menuntut pemain untuk memadukan kekuatan tiap Anima, menciptakan kombinasi unik sesuai taktik yang dipilih.

Final Fantasy Tactics Remaster Tercipta Berkat Fans

0
cerita menarik di balik proses pembuatan Final Fantasy Tactics remaster

Alasan kenapa perlu waktu lama untuk mendapatkan Final Fantasy Tactics Remaster telah terungkap. Hilangnya kode asli dari game tersebut membuat Square Enix kesulitan, dan terpaksa harus membangun ulang dari nol. Untungnya mereka dibantu oleh fans.

cerita menarik di balik proses pembuatan Final Fantasy Tactics remaster Terealisasi Berkat Fans

Dalam wawancara dengan Popverse di event PAX West, sang sutradara Kazutoyo Maehiro mengungkapkan betapa sulitnya mencari kembali data asli game Final Fantasy Tactics. Ia bersama timnya harus membongkar kembali file-file lama, dan dianalisis apakah memang betul itu data original atau bukan.

Rupanya setiap kali game ini diluncurkan dalam bahasa baru, kode aslinya ditimpa. Inilah yang membuat kode asli game tersebut menghilang.

Menariknya, Maehiro mengakui bahwa justru komunitaslah yang berperan besar. Rupanya masih ada yang menyimpan dan menyediakan data aslinya di dalam website. Data yang tersimpan juga sudah didokumentasikan dengan baik dan mendetail.

Singkatnya, game ini bisa tercipta juga karena andil dari komunitas.

Apa Saja Hal Baru di Game ini?

Square Enix memastikan Final Fantasy Tactics Remaster menghadirkan dua mode permainan. Pertama, mode klasik yang mempertahankan nuansa klasik 1997 dengan RPG turn-based, lengkap dengan terjemahan dari versi War of the Lions. Kedua, mode remaster yang mendapat pembaruan grafis, antarmuka modern, serta sistem yang lebih ramah pemain baru.

Beberapa fitur yang akan hadir di mode remaster antara lain tampilan tactical view untuk melihat medan tempur secara menyeluruh, sistem fast-forward agar pertarungan berlangsung lebih cepat, auto-save selama pertempuran, hingga indikator giliran unit yang lebih jelas. Tidak hanya itu, opsi penyesuaian tingkat kesulitan juga disediakan agar game tetap relevan bagi pemain baru maupun veteran.

Final Fantasy Tactics – The Ivalice Chronicles akan rilis pada 30 September 2025. Game ini akan tersedia di Switch 2, Switch, PS5, PS4, Xbox Series, serta PC melalui Steam dan Steam Deck. Untuk versi Steam, perilisannya sedikit berbeda karena dijadwalkan sehari setelahnya, yakni 1 Oktober 2025.

Update Two Point Museum Hadirkan Digiverse dan Kolaborasi Dredge

0
Update Two Point Museum Hadirkan Digiverse

Update Two Point Museum terbaru akan membawa kejutan menarik. Konten terbaru ini memperkenalkan Digiverse, sebuah peta ekspedisi baru yang penuh dengan misteri, serta kolaborasi dengan game fishing adventure populer, Dredge.

Update 5.0 ini sudah bisa di-download gratis di PS5, Xbox Series, dan PC (Steam).

Apa Saja Isi Konten Baru di Update Two Point Museum?

Pada update kali ini, pemain bisa menjelajahi Digiverse, mengungkap 4 Points of Interest, dan menemukan 7 barang pameran baru. Selain itu, pemain juga bisa merekrut karakter Digital Expert yang memiliki kemampuan khusus.

Untuk bisa membuka akses ke Digiverse, pemain harus terlebih dahulu mendapatkan dua bintang di Memento Mile.

Tidak berhenti sampai di sini, update 5.0 juga menghadirkan konten kolaborasi dengan Dredge. Pemain bisa berlayar di perairan menyeramkan ala Dredge dengan 3 Points of Interest untuk dijelajahi. Ada 10 jenis tipe ikan baru yang bisa ditangkap, serta dekorasi unik untuk Marine Life Museum.

Bagaimana menurut kalian?

Battlefield 6 Rilis Tanpa Dukungan Ray-Tracing

0
battlefield 6 di pc tidak didukung ray tracing saat rilis

Battlefield 6 menjadi salah satu game shooter yang paling dinantikan tahun ini. Namun, ada kabar penting yang wajib disimak oleh gamer. Game ini dipastikan tidak akan menghadirkan fitur ray-tracing saat rilis.

Meski teknologi grafis ini sudah banyak digunakan di berbagai judul besar, tim developer Ripple Effect memilih jalur yang berbeda. Mereka lebih mementingkan performa game dibandingkan segi grafis dan visualnya.

Alasan Battlefield 6 Tidak Didukung Ray-Tracing

battlefield 6 di pc tidak didukung ray tracing saat rilis

Technical Director Ripple Effect Christian Buhl, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sejak awal pengembangan. Dalam wawancaranya dengan Comicbook, Ia mengatakan bahwa teknologi ray-tracing membutuhkan sumber daya besar dan bisa mengurangi stabilitas. Oleh karena itu, developer memutuskan untuk lebih fokus kepada optimalisasi agar pengalaman bermain bisa tetap mulus.

Meski tidak didukung oleh ray-tracing, Battlefield 6 tetap akan memiliki fitur konfigurasi yang berlimpah. Diperkirakan bakal ada lebih dari 600 opsi pengaturan di PC.

Ray-tracing sendiri adalah teknik rendering yang meniru perilaku sinar cahaya untuk menciptakan bayangan, refleksi, dan detail visual yang lebih realistis. Dalam konteks video game, fitur ini biasanya tersedia sebagai opsi tambahan dan biasanya hanya tersedia untuk hardware tertentu.

Battlefield 6 dijadwalkan rilis pada tanggal 10 Oktober 2025. Game ini akan tersedia di PC, PS5, serta Xbox Series.

Bagaimana menurut kalian?

Dengan strategi ini, Battlefield 6 diposisikan sebagai game yang lebih ramah untuk basis pemain luas, sekaligus tetap menjaga standar kualitas yang sudah menjadi ciri khas franchise tersebut.

Capcom Bantah Pragmata Bukan Game Mega Man

0
pragmata bukan game mega man atau berkaitan dengan franchise tersebut

Kehadiran game Mega Man baru tidak ada hentinya ditanyakan oleh fans. Respon Capcom yang hanya diam akhirnya menciptakan spekulasi yang agak aneh.

Baru-baru ini muncul teori yang menduga bahwa Pragmata merupakan game rahasia Mega Man atau setidaknya berkaitan dengan franchise tersebut. Dugaan ini muncul karena desain karakter Diana, android kecil dalam Pragmata, dianggap mirip dengan Mega Man. Ditambah latar cerita yang terjadi di markas luar angkasa dan berhubungan dengan AI.

Capcom Luruskan Kabar: Pragmata Bukan Game Mega Man Baru!

Berbicara kepada VGC, Produser Pragmata, Naoto Oyama, buka suara mengenai isu tersebut. Menurutnya teori ini lucu dan tidak benar.

Sambil tertawa, ia menegaskan bahwa Pragmata sama sekali bukan game Mega Man. Ia juga menekankan bahwa Pragmata merupakan proyek baru dengan identitas yang berbeda.

Oyama juga menambahkan, dirinya memang pernah terlibat sebagai produser di Mega Man Battle Network Legacy Collection. Ia sangat senang dan juga berterima kasih kepada fans setia Mega Man yang sudah mau memberikan perhatiannya kepada Pragmata juga.

Sekilas Tentang Pragmata

Pragmata menceritakan tentang pertemuan Hugh, seorang astronot, dengan Diana, android canggih berbentuk anak kecil. Keduanya terjebak di markas luar angkasa karena AI liar yang menguasai fasilitas tersebut.

Gameplay Pragmata cukup unik karena mengkombinasikan elemen action shooter dengan hacking. Hugh bertindak sebagai karakter utama dalam pertempuran, sementara Diana memberi dukungan melalui kemampuan hack untuk membuka celah kelemahan musuh.

Pragmata rencananya akan meluncur pada 2026 di platform PS5, Xbox Series, dan PC via Steam.

Bagaimana menurut kalian?

Tanggal Rilis Kejora Diundur Karena Hollow Knight: Silksong

0
tanggal rilis kejora diundur jadi 2026

Tanggal rilis Kejora dipastikan mengalami perubahan. Game garapan developer Indonesia, Berangin Creative ini awalnya dijadwalkan rilis pada 4 September 2025 melalui Steam. Namun, tanggal rilis ini berubah menjadi 8 Januari 2026.

Alasan Tanggal Rilis Kejora Mundur

Kejora game buatan developer indonesia beringin interactive

Menurut keterangan resminya dari Soft Source, keputusan ini diambil setelah mengetahui bahwa Hollow Knight: Silksong juga akan meluncur pada hari yang sama.

Tidak ingin bersaing dengan dengan salah satu judul game paling dinantikan tahun ini, developer memutuskan untuk mengundur tanggal rilis. Meski keputusan ini berat, namun dianggap langkah terbaik untuk memastikan Kejora bisa bersinar di panggungnya sendiri.

Kejora nantinya akan tersedia di PC (Steam dan Epic Games Store), Nintendo Switch, PS5, PS4, serta Xbox Series.

Sejak awal pengembangannya di tahun 2021, Kejora telah berevolusi signifikan. Dari konsep run-and-gun side-scroller sederhana, game ini berubah menjadi action puzzle naratif yang sarat dengan nilai budaya

Demo Lost Soul Aside Rilis Bersama Peluncuran Gamenya

0
demo lost soul aside telah tersedia

Sony Interactive Entertainment bersama Ultizero Games telah mengumumkan kehadiran demo Lost Soul Aside. Demo ini akan menjadi kesempatan bagi pemain untuk mencoba game ini sebelum memutuskan untuk membeli atau tidak.

Gamenya sendiri sudah tersedia di PS5 dan PC (Steam dan Epic Games Store). Bagi yang menggunakan PC, Sony telah mengkonfirmasi bahwa game ini tidak mengharuskan untuk memiliki akun PlayStation Network. Jika disambungkan, maka seluruh achievement yang didapatkan di PC akan muncul profile PlayStation Network.

Isi Demo Lost Soul Aside

Dalam versi demo ini, pemain akan langsung disuguhi pertarungan melawan dua bos epik. Pertama adalah Rose Queen, pendekar legendaris yang mengandalkan serangan cepat dengan tebasan mematikan. Lalu ada Holy Knight Commander Victor, salah satu juara terkuat dari Empire, yang ditemani oleh Ancient Mecha berukuran raksasa.

Perlu dicatat bahwa data dari demo tidak akan dibawa ke versi penuh.

Lost Soul Aside menampilkan gameplay pertarungan yang cepat dan dinamis. Kaser, sang karakter utama, dibekali senjata yang dapat berubah sesuai gaya bermain. Pemain bebas memilih pendekatan bertarung, mulai dari serangan jarak dekat presisi, serangan jarak jauh yang kuat, hingga mobilitas tinggi untuk menghindari serangan musuh.

Kaser juga akan ditemani oleh Arena, naga pendamping yang memiliki kemampuan spesial untuk membantu membalikkan keadaan dalam pertempuran. Kehadiran Arena menambahkan elemen strategi baru yang membuat pertarungan tidak sekadar soal kombo pedang, tetapi juga manajemen kemampuan dan timing yang tepat.

Bagaimana menurut kalian?