Home Blog Page 781

Niat Banget, Kakek Ini Punya 15 Ponsel Untuk Main Pokemon GO

0

Penggemar Pokemon GO memang berasal dari segala lapisan usia. Gameplay yang santai dan menarik membuat game besutan Niantic Labs ini diminati tak hanya oleh remaja, yang berusia paruh baya pun kepincut. Salah satunya adalah Mr.Chen, kakek berusia 70 tahun asal Taiwan.

Tidak tanggung-tanggung, Mr.Chen memiliki 15 ponsel yang semuanya dia gunakan untuk menangkap Pokemon. Bersama dengan dengan kabel dan power bank, ponsel-ponsel tersebut dirangkai dan dipasang sedemikian rupa di sepeda yang dia kendarai sehari-hari.

Dalam wawancara dengan Reuters Television, Mr.Chen mengatakan bahwa ketika cucunya memperkenalkannya pada Pokemon Go pada tahun 2016, dirinya hanya bermain dengan satu ponsel saja. Namun, dia terus bermain dan bermain dan pada saat itu satu ponsel ternyata dirasa tidak cukup sehingga menambahkannya menjadi tiga, lalu enam, lalu sembilan, dan sampai sekarang mencapai lima belas.

Untuk mendapatkan semua peralatan ini, Mr.Chen harus merogoh kocek sebesar USD 4.800 atau sekitar RP 69.000.000. Terkadang dia juga menghabiskan seluruh malam untuk berburu Pokemon. Hal ini memungkinkan dia untuk mencapai level yang lebih tinggi dan lebih cepat, serta bisa menangkap berbagai jenis Pokemon langka.

Namun, sampai saat ini Mr Chen belum mau mengungkapkan poke-strategies-nya. Apakah dia bermain untuk tim Valor, Instinct atau Mystic. Kendati begitu, di usianya yang sekarang, kesungguhannya bermain Pokemon GO sangat patut diapresiasi dan sangat mengesankan. Bahkan mengalahkan kita-kita yang muda ini.

Di Game Mobile ini Kamu Bisa Menikah, Hamil, dan Punya Anak

0

Secara sekilas, Project BB tidak ada bedanya dengan game mobile MMORPG lain. Pemain terlebih dahulu membuat karakter, memilih job class, lalu bertualang sambil menghancurkan monster bersama party atau solo. Hal yang membuat Project BB berbeda adalah game ini memiliki fitur pernikahan yang “tidak biasa”. Mulai dari melamar, menikah, hamil, dan melahirkan anak.

Seperti yang kamu lihat pada trailer di atas, sang anak akan memiliki ciri genetik yang diwariskan dari ayah dan ibunya. Kabarnya game ini juga memiliki fitur dimana pemain bisa mengatur kode genetik anak. Sayangnya belum ada kejelasan lebih lanjut mengenai fitur tersebut dari developer.

Project BB digarap oleh KRAFTON yang berada di bawah naungan Bluehole. Nama Bluehole sendiri bisa dibilang cukup terkenal karena mengerjakan game besar seperti TERA dan PUBG. Game ini sendiri baru diungkap pada event G-STAR 2018.

Dragon Hound, Ketika Monster Hunter Digabung dengan World of Tanks

0

Genre hunting ala Monster Hunter belakangan sedang naik daun. Sudah banyak game yang menggunakan genre tersebut tapi dengan konsep yang berbeda. Inilah yang dilakukan oleh Nexon dengan game barunya Dragon Hound. Game ini memadukan genre tersebut dengan gaya pertempuran ala World of Tanks.

Dilaporkan oleh MMOculture, Dragon Hound diungkap pada event G-STAR 2018. Nexon membawa dua video sekaligus untuk memperkenalkan game tersebut, dari trailer cinematic dan gameplay.

Dragon Hound dikerjakan oleh developer game Mabinogi, devCat. Game ini dibuat dengan menggunakan Unreal Engine 4 dan rencananya akan dirilis di PC. Pihak developer mengklaim jika game ini merupakan kombinasi antara Monster Hunter dengan World of Tanks.

Seperti yang sudah kamu lihat pada video gameplay, saat bertarung dengan monster pemain akan menggunakan kuda sebagai mount. Kuda ini dilengkapi oleh senjata meriam yang bisa digunakan pemain untuk menyerang monster. Selain senjata jarak jauh, game ini juga memiliki senjata jarak dekat.

Untuk monster, developer mengatakan jika setidaknya ada 30 jenis monster yang sudah disiapkan. Setiap monster memiliki breakable parts. Jika bagian tersebut dihancurkan maka akan berdampak pada pergerakan monster. Bagian yang hancur juga akan meninggalkan luka.

Dragon Hound didesain sebagai game multiplayer. Sebelum menjalani quest, pemain harus lebih dulu bergabung dengan party. Ukuran party tergantung dengan monster yang dilawan.

Kapan pastinya Dragon Hound dirilis belum diketahui, tapi setidaknya game ini dirilis di PC, bukan mobile. Setuju?

Devil May Cry Bakal Diadaptasi Menjadi Serial Televisi

0

Bersiaplah untuk kedatangan tidak hanya game Devil May Cry V, tapi juga film adaptasinya tahun depan. Hollywood dan Capcom telah setuju untuk mengangkat petualangan Dante cs ke dalam bentuk serial televisi. Film ini akan disutradarai oleh Adi Shankar yang mengejutkan Twitter dengan kostum ala Dante:

Dalam wawancaranya dengan IGN, Shankar mengatakan jika lisensi Devil May Cry diambil oleh dirinya agar tidak “dikacaukan” oleh Hollywood. Ucapan Shankar ini mungkin dimaksudkan untuk menyindir Hollywood. Banyak film hasil adaptasi game yang dibuat oleh Hollywood yang berujung dengan kegagalan.

Shankar sendiri saat ini tengah mengerjakan serial televisi Castlevania. Film ini ditayangkan di Netflix dan saat ini sudah mencapai season 2. Film Devil May Cry dan Castlevania akan bergabung dalam konsep yang bernama “bootleg multiverse”. Kata multiverse sendiri dapat diartikan sebagai dunia pararel.

Melihat portofolio Shankar, sepertinya ia bisa diandalkan untuk mengerjakan film Devil May Cry. Setuju?

Ekspansi Baru Final Fantasy XIV Berjudul Shadowbringers, Kapan Dirilis?

0

Square Enix pada acara Final Fantasy XIV Fanfest telah mengumumkan nama dari ekspansi terbaru Final Fantasy XIV. Ekspansi ini bernama Shadowbringers dan direncanakan rilis pada musim panas tahun depan. Berikut adalah cinematic trailer ciamiknya:

Producer dari Final Fantasy XIV, Naoki Yoshida sayangnya belum membicarakan secara detail konten baru apa yang akan disajikan di Shadowbringers. Dalam trailer di atas kamu bisa melihat sosok karakter yang menggunakan senjata mirip Gunblade. Apakah ini job class baru yang akan diperkenalkan dalam ekspansi tersebut.

Yoshida juga sedikit menyinggung tentang ras baru di ekspansi tersebut. Meski ia sama sekali tidak menyebutkan namanya, baju dengan gambar Bugs Bunny yang dikenakan Yoshida mungkin adalah petunjuk. Apakah Shadowbringers akan menghadirkan Viera?

Baju Bugs Bunny jadi petunjuk Viera?

Kejutan dari Square Enix belum selesai. Mendadak President Square Enix, Yusuke Matsuda muncul dengan jubah berwarna biru dengan tongkat penyihir. Ternyata cosplay yang dilakukan oleh Matsuda adalah job class baru Blue Mage. Rencananya job class ini sudah bisa dimainkan pada update 4.5 sebelum ekspansi Shadowbringers.

Yusuke Matsuda sebagai Blue Mage

Blue Mage merupakan job class istimewa. Jurus yang digunakan diambil dari musuh. Berikut adalah trailernya:

Beberapa fitur baru lainnya yang sempat disebut secara sekilas oleh Yoshida adalah dungeon dan raid baru, ras beast tribe baru Nu Mou dan Primalnya, rekonstruksi Ishgard yang bisa diikuti oleh profesi gatherer dan crafter, truts system dimana pemain bisa menaklukan dungeon bersama dengan NPC companion, dan New Game + buat pemain yang ingin mengulang kembali Final Fantasy XIV dari awal.

Jadi penasaran seperti apa alur cerita yang akan ditawarkan dalam ekspansi Shadowbringers nanti.

Thanks Kotaku

One Piece: World Seeker Dapat Tanggal Rilis!

0

Game One Piece yang paling ditunggu-tunggu, yaitu One Piece: World Seeker mendapat tanggal rilis. Game ini akan diluncurkan pada tanggal 15 Maret 2019 secara serentak di PS4, Xbox One, dan PC. Pengumuman tanggal rilis ini bisa kamu lihat pada bagian akhir trailer terbaru One Piece: World Seeker berikut:

Trailer di atas menjelaskan secara garis besar fitur-fitur yang dimiliki oleh game One Piece: World Seeker. Luffy bisa menggunakan kemampuan hakinya dalam pertempuran. Jurus andalan Luffy, Gear Fourth juga bisa digunakan. Game ini juga memiliki fitur crafting. Untuk membuat barang yang diinginkan, Luffy bisa mendapatkannya melalui side quest atau eksplorasi yang dilakukan oleh kru Topi Jerami yang lain.

Apakah One Piece: World Seeker ini nantinya bisa diterima oleh para fans? Kita lihat saja nanti.

Sony Tidak Hadir di E3 2019, Ada Apa?

0

Sony Interactive Entertainment baru saja mengumumkan bahwa pihaknya tidak akan hadir memeriahkan event E3 2019, baik itu menggelar konferensi pers ataupun menggelar booth dan acara. Ini adalah pertama kalinya Sony memutuskan absen di event yang selama 25 tahun belakangan ini dihadirinya.

“Sejalan dengan industri yang kian berkembang, Sony Interactive Entertainment terus mencari peluang inventif agar dapat melibatkan komunitasnya,” jelas perwakilan dari perusahaan kepada Game Informer. “Fans PlayStation bagaikan dunia bagi kami dan kami selalu ingin berinovasi, berpikir berbeda dan bereksperimen dengan berbagai cara baru untuk menyenangkan gamer. Itulah mengapa kami memutuskan untuk tidak berpartisipasi pada E3 2019. Kami mengeksplorasi cara baru dan familiar untuk memikat komunitas kami di tahun 2019 mendatang dan kami sudah tidak sabar untuk mengungkap rencana kami kepada gamers.”

Ketika ditanya apakah Sony berencana untuk menggelar event khusus diluar area E3 2019 namun masih berhubungan dengan E3 2019 seperti yang Electronic Arts lakukan dengan acara EA Play-nya, senior vice president of communications Sony Interactive Entertainment, Jennifer Clark, menjawab “kami tidak akan menggelar konferensi pers di sepanjang waktu event E3 2019 berlangsung.” Perwakilan dari Sony lebih lanjut menegaskan kepada Polygon, “kami tidak memiliki program khusus untuk E3 2019.”

Mengenai “cara baru dan cara yang lebih akrab” Sony berencana untuk melibatkan komunitasnya, kata Clark. “Kami memandang sebuah event secara keseluruhan dan memikirkan bagaimana kami bisa lebih banyak berkomunikasi dengan fans kami dan terus luntuk membuat mereka kagum. Waktunya dulu (PlayStation Experience 2018) dan E3 2019 tidak memungkinkan untuk itu. Namun banyak sesuatu yang menarik akan hadir nanti, dan kami berharap bisa segera mengumumkannya. Tahun depan akan ada sejumlah game besar yang dirilis, jadi kami akan bekerja keras untuk membuatnya sukses.”

EA: Command & Conquer Remaster Tidak Punya Microtransaction

0

Bulan lalu EA mengutarakan niatnya untuk membuat versi remaster game strategi Command & Conquer. Niat tersebut rupanya menjadi kenyataan. Melalui keterangan resmi di websitenya, EA mengumumkan bakal merilis tidak hanya satu tapi dua game sekaligus. Kedua game ini akan dirilis dalam bentuk bundle dan tidak memiliki microtransaction.

“Kami (EA) memutuskan untuk kembali ke titik awal dengan membuat versi remaster dari Command & Conquer: Tiberian Dawn, Command & Conquer: Red Alert beserta ketiga ekspansinya, Covert Ops, Counterstrike, dan Aftermath. Kami akan merilis semuanya dalam satu bundle dan tidak mempunyai microtransaction,” tulis EA.

Game Command & Conquer remaster ini akan dirilis di PC. Untuk pengembangannya, EA mempercayakannya pada Petroglyph Games. Studio ini memang diisi oleh para mantan developer Westwood Studios yang dulu mengerjakan Command & Conquer. Versi remaster ini dijanjikan oleh EA bisa menampilkan gambar berkualitas 4K.

Sayangnya pengembangan Command & Conquer remaster ini belum berjalan. EA mengakui jika masih harus menyempurnakan ide tersebut sebelum pengerjaan dimulai. Jadi bisa saja game ini baru rampung dan bisa dimainkan pada tahun 2020.

Fast & Furious Takedown Masuki Tahap Pra-registrasi, Bersiaplah Untuk Kebut-kebutan!

0

Universal Games & Digital Platforms mengumumkan bahwa mereka tengah bekerjasama dengan SMG studio untuk mengembangkan game Fast & Furious Takedown untuk platform Android dan iOS.

Pihak pengembang menjanjikan pengembangan game ini tidak akan berbeda dari nuansa Fast & Furious di film yang selama ini sudah melekat di benak penggemar. Berbagai kendaraan ikonik dan karakter spesial seperti Dom, Hobbs, dan Shaw akan hadir dalam. Pemain akan melakukan misi yang sangat menantang, melakukan aksi-aksi akrobatik, serta balapan melawan pemain lain dari seluruh dunia.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman Fast & Furious yang klasik – yang dipenuhi dengan aksi dan sensasi luar biasa yang disukai penggemar dari film, sambil bersenang-senang, mudah dikuasai, dan menarik bagi banyak penggemar,” ungkap Chris Heatherly, Vice President Universal Games & Digital Platforms.

Fast & Furious Takedown menjadi mobile game pertama yang diterbitkan sendiri oleh Universal Games & Digital Platforms dan diharapkan ini merupakan langkah awal bagi perusahaan hiburan raksasa tersebut untuk mengembangkan game lainnya.

Kendati belum ada jadwal rilis pasti, tapi tahap pra-registrasi sudah bisa dilakukan di sini. Nantinya pemain akan mendapat kesempatan menerima hadiah eksklusif saat game resmi diluncurkan.

8 Game Battle Royale Keren yang Tidak Kalah Dengan Fortnite

0

Game dengan tema Battle Royale memang lagi hits saat ini dikalangan para pemain game mobile. Bayangin aja kamu bisa main bareng sampai 100 orang secara bersamaan di map yang sangat luas dan bertahan menjadi satu-satunya orang survivor hingga game berakhir. Tentu kamu harus mengalahkan banyak pemain untuk bisa menjadi pemenang sesungguhnya.

Fortnite sebagai salah satu game Battle Royale memiliki gameplay dan grafik tinggi yang memerlukan kreativitas dan strategi tinggi. Tapi selain Fortnite terdapat banyak game Batlle Royale lain yang gak kalah seru untuk dimainkan bersama. Ini dia 8 game Battle Royale yang wajib untuk kamu coba.

  1. PUBG Mobile

PlayerUnknown’s Battlegrounds atau yang akrab disebut PUBG ini merupakan game Battle Royale yang sangat popular di PC. Apalagi kini setelah rilis versi mobile, PUBG Mobile menjadi game Battle Royale terlaris karena mampu menyuguhkan grafis Ultra HD layaknya sedang bermain di PC. Dari sisi gameplay PUBG Mobile masih mengadaptasi keseruan dan ketegangan seperti PUBG versi PC.

2. Rules of Survivor

Game yang mirip dengan PUBG Mobile ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2017 silam. ROS begitu sebutan akrab dari game ini, hadir dengan fitur yang bisa menampung sampai 120 pemain secara bersamaan. Kamu pun bisa bermain dengan tim yang terdiri sampai 5 orang sekaligus. Dari segi grafis yang sudah mengadaptasi efek 3D ini memang gak ada salahnya untuk dicoba kok.

3. Garena Free Fire

Siapa yang gak kenal Garena? Setelah sukses merilis berbagai macam game kini Garena juga ikut meluncurkan game Battle Royalenya dengan nama Garena Free Fire. Bertempur bersama 49 orang lain didalam satu kawasan wilayah memang cukup menegangkan. Apalagi saat ini Garena Free Fire telah terdapat pembaruan dengan berbagai event costume yang menarik.

4. FortCraft

Dengan gaya dan teknik membangun yang serupa dengan Fortnight, pasti bisa membuat FortCraft menjadi game alternatif yang sama. Disini kamu juga akan diberikan keleluasaan untuk membangun benteng dan membuat banyak hal lain. Tentu kamu juga wajib untuk mengumpulkan sumber daya dan material untuk bisa mulai membangun.

5. Last Battleground: Survival

Berkapasitas 40 pemain dalam sebuah pulau, kamu bisa mulai mencari senjata saat pertama kali kamu mendarat dan memperhatikan zona yang kian menit kian menyusut dan berpindah tempat. Zona ini tentu wajib untuk kamu ikuti karena kalau kamu berada diluar cakupannya kamu akan terkena dampak luka secara terus menerus dan bisa mengakibatkan kematian.

6. Survivor Royale

Meski dibuat oleh pengembang yang sama oleh Rules of Survival namun dalam Survivor Royale terdapat beberapa perbedaan dari segi gameplay dan senjata yang diberikan. Mode yang terdiri dari 2 atau 4 pemain ini juga gak kalah dalam aspek penyajian grafis. Bahkan dalam project kedua ini, NetEase mencoba memberikan nuansa yang berbeda dari game serupa sebelumnya.

7. Grand Theft Auto Online: Motor Wars

Update yang diberikan akhir-akhir ini semakin membuat GTA Motor Wars menjadi lebih seru untuk dimainkan. Gameplay unik yang mengkolaborasikan antara PUBG dan Twisted Metal ini juga memberikan banyak pilihan dibidang transportasi seperti mobil yang tersedia. Keadaan sekitar dan peta yang sangat luas bisa menjadi keuntungan bagi kamu yang sudah hafal tempat enak untuk menyergap musuh yang lewat.

8. Grand Battle Royale: Pixel War

Unik merupakan satu kata yang cukup mampu menjelaskan game Grand Battle Royale: Pixel War. Segi grafis lucu yang sengaja menggunakan grafis pixel ala Minecraft ini juga masih mempunyai peraturan dan gameplay yang sama dengan game Battle Royale lainnya. Disini kamu juga bisa sekaligus mengagumi peta yang sangat mengingatkan kamu akan game Minecraft.

Itu tadi 8 game Battle Royale keren selain Fortnite. Buat kamu yang pecinta game Battle Royale kira-kira sudah mencoba berapa game yang serupa? Dari semua game ini, tentu strategi dan kerja sama tim merupakan factor yang sangat mempengaruhi kemenangan kamu.

Nah, agar lebih aman dan nyaman, beli PSN Card lewat tombol di bawah ini :

Sedangkan untuk membeli Voucher Google Play bisa lewat tombol di bawah ini :