Nintendo secara resmi telah merilis laporan keuangannya untuk periode bulan April – Desember 2018 (9 bulan). Dan dinyatakan bahwa penjualan Switch berjalan lancar, bahkan bisa dikatakan mencapai hasil sukses besar. Konsol yang terjual mencapai total 14,49 juta unit di seluruh dunia, meningkat 19,5 persen dari periode sebelumnya.
Dari sisi perangkat lunak (game), Nintendo “merayakan” rekor penjualan dari Super Mario Party (5,3 juta kopi), Pokémon: Let’s Go Pikachu and Eevee (10 juta kopi), serta Super Smash Bros. Ultimate (12,08 juta kopi). Untuk yang terakhir disebut, padahal game tersebut baru saja dirilis pada 7 Desember.
Nintendo juga menetapkan target penjualan konsol Switch mencapai 20 juta samai tanggal 31 Maret 2019 mendatang meski prediksi realistisnya hanya 17 juta unit saja.
Selain itu, mereka juga mengungkapkan akan mengeluarkan versi revisi dari Switch pada periode April 2019 – 31 Maret 2020 mendatang. Namun tidak disebukan akan ada penurunan harga. Revisi tersebut akan lebih fokus pada aspek handheld saja.
Pokemon Go telah mendapatkan update terbaru mulai hari ini yang menghadirkan beberapa Pokemon baru dari wilayah Sinnoh. Diantaranya adalah Lickilicky dan Tangrowth, yang masing-masing berevolusi dari Lickitung dan Tangela.
Selain itu ada juga Ambipom, Gallade, dan Yanmega yang berasal dari Aipom, Kirlia, dan Yanma. Tetapi supaya mereka bisa berevolusi, pemain harus memiliki Sinnoh Stones. Pun jika ingin menangkapnya.
Kendati begitu, ada juga Pokemon yang tidak membutuhkan item khusus tersebut, yaitu Cranidos dan Shieldon yang dapat ditemukan di alam liar. Tak hanya itu, pada update kali ini mode Raid Batlles juga ada beberapa perubahan.
Berbeda dengan game mobile Dr. Mario World yang sudah dipastikan tanggal rilisnya, Mario Kart Tour justru dikabarkan akan ditunda rilisnya oleh Nintendo hingga waktu yang masih dirahasiakan.
Dikutip dari Game Informer, tidak banyak yang diketahui tentang detail game ini tetapi Nintendo mengatakan seperti Mario Run, Mario Kart Tour akan menerapkan sistem free to start alias gratis dimainkan di awal saja. Namun sampai batas waktu yang ditentukan, pemain akan dipungut biaya.
Untuk alasan penundaannya sendiri, Nintendo menyatakan bahwa hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas game serta untuk lebih memperkaya konten yang terdapat di dalamnya.
Nintendo membawa seri game puzzle Dr. Mario World ke platform iOS dan Android dan dijadwalkan akan meluncur pada musim panas tahun ini.
Dr. Mario World bisa gamer dapatkan secara “free to download with optional in-app purchases” alias gratis diunduh tapi ada juga yang versi berbayar. Sampai berita ini diturunkan, masih belum ada keterangan detail apa perbedaaan dari dua versi ini. Game ini sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Nintendo, Line dan NHN Entertainment.
Nintendo lebih lanjut mengatakan bahwa game puzzle tersebut akan tersedia untuk 60 negara di seluruh dunia.
Untuk diketahui, Dr. Mario World versi asli dirilis untuk konsol NES pada tahun 1990. Kemudian perusahaan game raksasa asal jepang tersebut memporting game ke beberapa platform dan merilis beberapa sekuel selama bertahun-tahun, termasuk Dr. Mario 64 untuk Nintendo 64, Dr. Luigi untuk Wii U, dan Dr. Mario : Miracle Cure untuk Nintendo 3DS.
Dikutip dari Game Informer, THQ Nordic telah mengkonfirmasi bahwa Darksiders Warmastered Edition akan hadir untuk Switch. Perusahaan game tersebut juga telah menjadwalkan tanggal rilisnya yaitu 2 April tahun ini. Game ini akan tersedia baik secara fisik maupun digital dengan harga 30 Dolar AS atau sekitar 420 ribu Rupiah.
The Darksiders versi asli dirilis pada 2010 dan disambut dengan berbagai pujian. Edisi Warmastered ini nantinya akan meningkatkan grafik dan resolusi tekstur yaitu 60 frame per detik.
Sepertinya, setelah ini fans sudah bisa berharap Darksiders Darksiders II: Deathinitive juga akan segera hadir.
Kano, karakter yang memiliki laatr belakang cerita sebagai tentara bayaran dengan kekuatan mata laser cybernetic, dipastikan akan hadir dalam Mortal Kombat 11 (MK 11).
Melalui sebuah cuitan di Twitter, akun resmi MK 11 menampilkan sosok Kano dengan tampilan khasnya yaitu bertelanjang dada sambil mengacungkan pisau. Kehadiran karakter ini memang tidak terlalu mengejutkan, karena ia adalah karakter yang nyaris selalu hadir dalam seri game tersebut.
Kano selama ini digambarkan sebagai sosok antagonis yang merupakan musuh bebuyutan Sonya Blade dan Jax Briggs karena sama-sama berasal dari militer.
Padahal baru Januari, sudah tersaji game bagus yang telah dinanti sejak lama. Game yang saya maksud adalah Resident Evil 2 Remake. Game ini merupakan jawaban Capcom bagi para fans yang memang menginginkan seri tersebut dbuat ulang dengan teknologi terkini.
Kenapa saya bilang game ini sudah dinanti sejak lama? Jauh sebelum Capcom merilis trailer Resident Evil 2 Remake di E3 2018, fans malah sudah membuat sendiri gamenya. Pembuatan versi fanmade ini bahkan sampai harus dihentikan oleh Capcom. Ini membuktikan jika fans memang kangen dengan Resident Evil 2.
Ketika akhirnya Capcom mengumumkan Resident Evil 2 Remake, para fans gembira karena mimpinya terkabulkan. Gamer yang baru mengenal Resident Evil juga bisa mencoba game legendaris ini tanpa khawatir sakit mata.
Dengan hype yang tinggi seperti itu, apakah Resident Evil 2 Remake ini berhasil? Menurut saya jawabannya ada “iya”. Game ini sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan.
Lama Tapi Baru
Dari segi cerita, tidak ada yang baru dari Resident Evil 2 Remake. Capcom masih menggunakan alur cerita yang sama. Mulai dari pertemuan takdir Leon dan Claire di stasiun pompa bensin, lalu menelusuri Raccoon Police Departement yang dipenuhi zombie, dan berakhir dengan terungkapnya Umbrella Corporation sebagai dalang dibalik semuanya.
Gameplay di Resident Evil 2 Remake akan dibagi dua, yaitu jalan cerita Leon dan Claire. Pada bagian awal cerita keduanya akan sama. Pada pertengahan cerita Leon dan Claire baru berbeda. Claire akan ditemani oleh Sherry, sedangkan Leon bersama Ada Wong.
Untuk tingkat kesulitan, Resident Evil 2 Remake tetap seperti versi originalnya. Pemain akan dipaksa untuk bertahan hidup dengan amunisi yang terbatas. Belum lagi monster di game ini jauh lebih kuat dibandingkan versi originalnya. Bayangkan untuk membunuh zombie dengan headshot saja memerlukan 5-7 peluru bahkan kadang lebih.
Cara lain untuk mendapatkan peluru: combine gunpowder
Pembaruan dari Resident Evil 2 Remake jelas dari segi visualnya. Digarap dengan RE engine, dunia Resident Evil 2 berubah total. Tidak ada lagi gambar kotak-kotak. Sekarang wajah Claire dan Leon bisa dilihat secara jelas. Ada satu hal yang ingin saya kritik pada tampilan wajah Leon dan Claier. Menurut saya, wajah keduanya terlalu babyface terutama Claire. Tapi ini mungkin karena pada saat kejadian Resident Evil 2 keduanya masih muda.
Bagaimana menurut kamu?
Gameplay juga mengalami perubahan total. Resident Evil 2 Remake tidak lagi menggunakan fixed camera. Game ini justru menggunakan gaya Resident Evil 4 yaitu over-the-shoulder camera. Pemain tidak perlu lagi khawatir dengan masalah sudut pandang dengan gaya ini.
Over-the-shoulder memang lebih cocok untuk Resident Evil
Fitur baru lain yang diperkenalkan di Resident Evil 2 Remake adalah secondary weapon. Ada tiga tipe secondary weapon, yaitu pisau, granat flashbang, dan granat ledak. Ketiga senjata ini bisa digunakan langsung atau pada saat meng-counter serangan musuh.
Maksud counter ini adalah di Resident Evil 2 Remake, musuh seperti zombie bisa menangkap Leon/Claire. Jika tertangkap Leon/Claire bisa menyerang balik. Syaratnya Leon/Claire harus menggunakan secondary weapon. Jika tidak ada secondary weapon yang dipakai musuh bisa langsung menyerang. Ada beberapa musuh yang bisa langsung membunuh Leon/Claire. Jadi secondary weapon ini penting dan harus selalu dipakai untuk jaga-jaga.
Memilih secondary weapon
Opsi counter attack dengan secondary weapon
Kombinasi antara yang lama dengan yang baru di Resident Evil 2 Remake ini berjalan seperti yang diharapkan. Gamer yang dulu sudah memainkan versi originalnya masih bisa menikmati kesan klasik dengan tampilan baru yang “wah”. Sebagai fans, saya puas dengan kombinasi ini.
Kembalinya Puzzle dan Backtracking
Ciri khas Resident Evil selain zombie adalah puzzle. Franchise ini terkenal karena memiliki puzzle yang sulit. Namun belakangan puzzle di game Resident Evil semakin menghilang terutama di seri baru. Puzzle tidak lagi membuat kepala pusing dan bisa dengan cepat diselesaikan.
Pada Resident Evil 2 Remake, puzzle masih ada. Untungnya puzzle di game ini tidak semuanya rumit. Kebanyakan puzzle di game ini bisa dengan cepat diselesaikan. Kuncinya hanya satu, yaitu cermat. Namun ada juga puzzle yang sangat rumit sampai-sampai saya terpaksa membuka guide untuk menyelesaikannya.
Satu hal yang kurang saya sukai adalah backtracking. Pada bagian pertama game, hampir sebagian waktu saya habiskan untuk backtracking. Untuk membuka pintu di ruang A, saya harus mengambil kunci B yang ada di ruangan C. Setelah saya mendapat kuncinya di ruang C, saya harus kembali ke ruang A dan membuka pintunya, buang-buang waktu.
Sebagai fans, saya masih maklum dengan backtracking ini. Bayangkan jika yang saya adalah gamer awam yang baru mengenal Resident Evil. Pasti bakal bosan.
Seandainya saja developer lebih memilih untuk mengembangkan map baru daripada memaksa pemain untuk backtracking. Misalnya lokasi Orphanage yang menjadi map tambahan di story milik Claire. Seharusnya lokasi baru seperti ini jumlahnya ditambah.
Visual yang Luar Biasa “Mengerikan”
Daya tarik utama dari Resident Evil 2 Remake adalah visual. Game ini begitu indah, namun tetap memiliki atmosfir horor yang menyeramkan. Pemain harus berjalan di lorong yang gelap dan hanya bermodalkan senter untuk penerangan. Ditambah ada suara-suara aneh yang membuat suasana menjadi semakin mencekam.
Monster di Resident Evil 2 Remake diperlihatkan dengan visual yang sangat mendetail. Zombie tidak lagi hanya memiliki wajah pucat dan mata putih. Sekarang kamu bisa melihat kulit wajah yang terkelupas, tangan atau kaki yang putus, setiap bagian tubuh yang ditembak akan terlihat hancur dan berdarah. Sayangnya developer tidak membuat AI dari monster-monster ini pintar karena mereka masih bisa dibodohi.
Berhubung Resident Evil 2 Remake yang saya mainkan adalah versi PC, saya akan singgung sedikit performa game di PC. Kartu grafis yang digunakan PC saya adalah GTX 1060 dengan virtual RAM 3GB.
Isi menu graphics di Resident Evil 2 Remake
Dalam menu option saya telah mendapat peringatan jika virtual RAM kartu grafis saya tidak sesuai spesifikasi. Opsi graphic lalu saya turunkan ke medium dan hasilnya game bisa jalan dan tetap halus. Karena dimainkan dengan tingkat graphic di bawah standar, ada beberapa hal yang terlihat “kurang sreg”. Ada juga fitur-fitur yang terpaksa saya kurangi misalnya shadow.
Jika dilihat dengan cermat, cahaya dari kaca teksturnya tidak mulus
Replay Value
Untuk membicarakan replay value, saya akan membandingkan Resident Evil 2 Remake dengan Resident Evil 7. Kekurangan utama dari game Resident Evil 7 kemarin adalah game tersebut tidak memiliki replay value. Begitu tamat, pemain kemungkinan ogah untuk memainkannya lagi meski ada branching saat memilih menyelamatkan Zoe atau Mia.
Pada Resident Evil 2 Remake, kesalahan ini berhasil diperbaiki oleh Capcom. Sedikit spoiler, Resident Evil 2 Remake memiliki 2 ending untuk Leon dan Claire. Ending pertama adalah standard, sedangkan ending kedua adalah true ending. Belum lagi mode 4th survivor dimana pemain bisa memainkan Hunk dan TOFU.
Alasan kenapa Resident Evil 2 Remake harus dimainkan lebih dari sekali
Kesimpulannya
Secara garis besar, Resident Evil 2 Remake adalah game yang bagus dan wajib untuk dicoba, tidak hanya bagi fans saja tapi untuk semuanya. Adanya fitur baru serta tampilan visual yang luar biasa dibalut dengan elemen klasik membuat game ini sangat berkesan.
*Resident Evil 2 Remake yang direview adalah versi PC
Setelah sukses menyelenggarakan final dunia festival e-Sports globalnya di tahun lalu, Summoners War World Arena Championship 2018, pada 13 Oktober 2018 di Seoul, Korea Selatan dengan jumlah lebih dari 1.300 penonton berkumpul di lokasi dan memenuhi stadion utama.
Com2us kali ini mengumumkan tahap registrasi turnamen regional Summoners War untuk semua summoners di Asia Tenggara agar bisa mengikuti kompetisi yang menentukan juara turnamen pertama di tahun 2019!
Turnamen ini akan menjadi kompetisi antara empat daerah utama di Asia Tenggara: Thailand, Indonesia, Vietnam dan negara yang berbahasa Inggris di Asia Tenggara. Penyisihan akan berlangsung di masing-masing negara sebelum memasuki final regional pada tanggal 9 Maret. Agar bisa menjadi salah satu dari 10 pemain yang mewakili negaranya, para pemain harus mencapai peringkat yang tinggi di World Arena Musim 8 (per 31 Januari). Babak penyisihan akan berlangsung pada 16, 17, 23 dan 24 Januari. Setelah babak penyisihan, dua pemain dengan skor tertinggi dari tiap negara (total 8 pemain) akan melaju ke final regional dan bertanding pada turnamen untuk menentukan juara Asia Tenggara.
Dengan hadiah total 6,400 USD dan hadiah in-game yang menarik, turnamen ini akan menjadi ajang pemanasan untuk turnamen global tahunan Summoners War. Sejak transisinya menjadi esports, Summoners War sering mengadakan turnamen dengan skala gobal dan kontinental sehingga pemainnya bisa terus saling bersaing dan berinteraksi.
Turnamen Asia Tenggara ini akan disiarkan secara live di Youtube Summoners War Esports (https://www.youtube.com/c/summonerswaresports). Sebagai tambahan, Summoners War juga menyediakan berbagai hadiah menarik untuk para pemain yang menonton pertandingan seru di turnamen ini!
Sony Interactive Entertainment Hong Kong Limited Singapore Branch (SIES) hari ini mengumumkan sebuah event promo bertajuk “PlayStation Store Lunar New Year 2019” yang menghadirkan penawaran eksklusif dan menarik bagi gamer di tanah air mulai dari tanggal 31 Januari 2019 hingga 13 Februari 2019.
Berikut ini adalah informasi detilnya :
1. Diskon sampai dengan 80 persen untuk beberapa judul game di PS Store!
Selama masa promo ini gamer bisa menikmati potongan harga game sampai dengan 80 persen! Jika kalian merupakan member PS Plus, maka diskon akan ditambahkan lagi. Beberapa judul game yang di pangkas harganya pada event PlayStation Store Lunar New Year 2019 ini antara lain adalah God of War™ III Remastered” (80% off, extra 10% off for PS Plus member), “Assassin’s Creed The Ezio Collection” (80% off), dan “PLAYERUNKNOWN’S BATTLEGROUNDS” (30% off).
2. Beli Keanggotaan PS Plus 12 Bulan, gratis tambahan 3 bulan
Selama masa promo ini, kalian bisa membeli keanggotaan PS Plus 12 bulan dengan bonus 3 bulan masa keanggotaan PS Plus. Dengan PS Plus tentu saja kalian bisa bermain mode online bersama teman-teman, mendapatkan penawaran menarik tiap bulannya dan tentu saja mendapatkan game gratis tiap bulannya yang bisa diunduh dan dimainkan selama masih menjadi anggota PS Plus.
3. Game gratis bagi member PS Plus bulan ini keren-keren
Mulai tanggal 7 Februari 2019 hingga 6 Maret 2019, gamer yang berlangganan keanggotaan PS Plus bisa mengunduh beberapa judul game keren gratis seperti For Honor (PS4), HITMAN™ – THE COMPLETE FIRST SEASON (PS4), Hand of Fate (PS4), ditambah theme PS4 gratis yaitu TORO PS4 Feb Theme (PS4), dan “KINGDOM HEARTS III” Avatars (PS4).
4. PS Plus 2019 Lunar New Year Contest
PS Plus 2019 Lunar New Year Contest kan digelar lewat halaman resmi Facebook PlayStation Asia (@PlayStation Asia) hari ini, tanggal 31 Januari 2019. Kontes ini akan dimulai pada jam 12 malam dan kalian hanya perlu mengikuti apa yang dijelaskan dalam posting-an halaman Facebook tersebut untuk memenangkan hadiah keren. Ada 160 hadiah yang sudah disiapkan Sony, diantara adalah PS4, PS VR, Wireless Headset-3D Surround Audio dan PSN money vouchers yang akan diberikan bagi anggota PS Plus. Semua yang ikut berpartisipasi dalam event ini akan mendapatkan kode untuk mengunduh “PlayStation 4 Toro Lunar New Year Theme”.
5. Terakhir, penjualan bundel konsol PS4 spesial selama event Lunar New Year 2019 Sale berlangsung
Mulai tanggal 1 Februari sampai 10 Februari 2019, toko konsol PlayStation yang sudah ditunjuk resmi akan memberikan diskon spesial (IDR 1,000,000) untuk produk PlayStation seperti :
♥PlayStation 4 Party Bundle – IDR 4,699,000 (normal SRP: IDR 5,699,000), termasuk Purchase with Purchase IDR10,000 untuk DUALSHOCK®4 Wireless Controller
♥PlayStation 4 HITS Bundle – IDR 4,199,000 (normal SRP: IDR 5,199,000)
♥PlayStation 4 Pro God of War Bundle (1 TB) – IDR 5,999,000 (normal SRP: IDR 6,999,000)
♥ PlayStation VR with PlayStation Camera – IDR 4,499,000 (normal SRP: IDR 5,499,000)
Oke broh! Selamat mengikuti event spesial dari Sony!
Video game bukan hanya memiliki fungsi sebagai sarana hiburan bagi individu saja. Seiring perkembangannya, juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan bisnis sebuah perusahaan. Misalnya sebagai metode pembelajaran dan pelatihan untuk karyawan, penilaian saat rekrutmen, hingga fungsi advertising. Hal ini dinamakan gamification.
Gamification bekerja dengan menggunakan elemen-elemen yang ada di dalam game, seperti poin, badge, leaderboard, level dan achievement.
Pengembang game Agate melihat ini sebagai peluang yang potensial, dan pada hari Rabu (30/01) resmi meluncurkan Agate Level Up. Ini merupakan brand baru mereka yang lini bisnisnya fokus pada layanan gamification untuk perusahaan atau business to business (B2B).
Layanan Agate Level Up ini terdiri dari gamification untuk pembelajaran (custom gamified learning), untuk penilaian (custom gamified assessment), dan untuk periklanan (custom gamified advertising).
VP of Enterprise Business Agathe Level Up, Shieny Aprilia
Chief Marketing Officer dan VP of Enterprise Business Shieny Aprilia mengungkapkan bahwa perkembangan gamification di Indonesia menujukkan tren positif. Dengan perkembangan teknologi yang ada sekarang, sangat mungkin bagi perusahaan untuk memanfaatkan video game guna melakukan training, penilaian dan rekrutmen karyawan secara lebih efisien. Terbukti ada lebih dari 150 klien Agate dari berbagai sektor sudah merasakan manfaat dari metode ini.
Contoh Implementasi Gamification Bagi Perusahaan
Pada acara peluncuran tersebut, Agate memperkenalkan contoh game yang mereka buat untuk beberapa klien mereka. Beberapa diantaranya bahkan bisa dicoba sendiri oleh perwakilan media yang hadir.
Ada game berjudul Sky Cage yang dipakai oleh sebuah perusahaan BUMN. Game VR ini untuk dimainkan oleh pengunjung di booth pameran. Gameplay-nya, pemain seolah-olah dikurung di dalam kotak transparan yg ditaruh di ketinggian. Lalu dituntut mencari kunci dengan cara memecahkan balon-balon yg ada. Jika berhasil mendapatkan kunci tersebut, bisa membuka gembok dan berhasil lepas.
Tapi jika gagal dan waktu habis makan pemain akan merasakan sensasi diterjunkan dari ketinggian yang bisa-bisa membuat pemain berteriak. Teriakan ini diharapkan efeknya bisa menarik perhatian pengunjung lain yang datang ke pameran tersebut dan akhirnya bisa mengunjungi booth secara sukarela.
Hadirin diajak untuk merasakan sendiri beberapa game besutan Agate
Ada juga game mobile berjudul Underwater Maze yang dipakai oleh Astra Group untuk keperluan rekrutmen karyawan. Calon karyawan bisa dinilai kesabarannya hanya dengan memainkan game ini.
Selain itu, ada game untuk Warung Upnormal. Dimana berisi konten-konten yang merupakan materi pembelajaran bagi Chef supaya bisa memasak dam meracik menu makanan secara tepat.
Untuk lengkapnya, kamu bsia melihat portofilo Agate Level Up di website resminya.
Lalu apakah layanan B2B ini akan membuat pengembangan game Agate lain yang sifatnya Business to Customer (B2C) menjadi terhambat? Chief Finance Officer Lee Marvin menegaskan tidak akan berpengaruh sama sekali. Keduanya, baik B2B maupun B2C sama pentingnya bagi pengembang Valthirian Arc tersebut.
Terlebih Agate sudah memasuki bisnis penggunaan game untuk sektor bisnis formal sejak 2010. Plus baru saja mengakuisisi Ekuator Games yang pastinya akan menambah kekuatan mereka dalam menhasilkan game-game berkualitas.