Home Blog Page 710

Sony Interactive Entertainment Pikirkan Kemungkinan Mengakuisisi Perusahaan Game

0

Pada sesi wawancara terbaru dengan Nihon Keizai Shimbun, presiden sekaligus CEO Sony Interactive Entertainment, Jim Ryan, mengatakan bahwa perusahaan yang dipimpinnya ini sedang memikirkan kemungkinan untuk melakukan merger dan mengakuisisi perusahaan pengembang game.

Ryan juga mengatakan bahwa perusahaan seperti Google kini sudah masuk ke industri game, dan kini “konten menjadi sangat penting dibandingkan sebelumnya. Perusahaan game yang baru saja masuk ke industri ini dan hadir dengan penuh harapan terhadap pasar industri game akan kami terima dengan tangan terbuka.” kata Ryan. Ryan juga sangat percaya diri mengatakan bahwa Sony Interactive Entertainment sudah berusia 25 tahun di industri game dan memiliki aset yang besar.

Nah, kira-kira perusahaan game mana ya yang sedang “diincar” Sony?

10 Film Adaptasi Video Game yang Tidak Sesuai Ekspektasi

0

Video game terkenal dan populer biasanya hanya tinggal menunggu waktu sampai diadaptasi menjadi film layar lebar. Tak sedikit jumlah video game yang telah diadaptasi menjadi film. Sayangnya saat ditayangkan film tersebut tidak sesuai ekspektasi alias gagal dan malah mengecewakan fans.

Banyak hal yang menjadi persoalan dalam film hasil adaptasi video game. Dari jalan cerita yang tidak sinkron dan terburu-buru, pemeran utama yang tidak sesuai dengan karakter dalam video game. Berikut adalah 10 film adaptasi video game yang gagal

1. BloodRayne

Sutradara Uwe Boll dirasa kurang dalam menghidupkan karakter video game dalam sebuah film. Pasalnya akrtis Kristanna Loken yang berperan Rayne sebagai BloodRayne sangat kurang dalam membawakan perannya. Padahal ia tampil gemilang saat bermain dalam film Terminator 3: Rise of the Machines sebagai T-X.

2. Warcraft

Dari segi visual, film Warcraft jelas memukau. Teknologi Computer Generated Imagery (CGI) yang digunakan dalam film ini sangat halus. Karakter Orc dalam film terlihat nyata. Sayangnya dari cerita, game Warcraft malah mengecewakan. Jalan cerita dari film ini sangat singkat seakan dipotong dengan sengaja. Akhirnya banyak adegan menjadi tidak masuk akal dan kelihatan tergesa-gesa.

3. Hitman

Film Hitman sudah dibuat dua kali oleh Hollywood dan keduanya gagal memenuhi ekspektasi. Aktor Timothy Olyphant dan Rupert Friend gagal berperan sebagai Agent 47. Dalam game, Agent 47 dikenal sebagai pembunuh berdarah dingin yang membunuh targetnya secara diam-diam. Dalam film, Agent 47 justru banyak melakukan adegan action.

4. Lara Croft Tomb Raider: Cradle of Life

Film Tomb Raider yang diperankan oleh Angelina Jolie tidak semuanya sukses. Meski berhasil pada film pertama, pada film kedua yang berjudul Lara Croft Tomb Raider: Cradle of Life Angelina Jolie kurang dalam membawakan perannya. didalam seri yang kedua. Sekarang film Tomb Raider dibuat ulang. Pada 2015 diluncurkan film Tomb Raider yang dibintangi oleh Alicia Vikander sebagai Lara Croft.

5. Street Fighter: Legend of Chun Li

kamu mengira jika film Street Fighter yang dibintangi Jean-Claude Van Damme buruk? Tunggu sampai kamu melihat film Street Fighter: Legend of Chun Li. Sesuai judulnya film ini menceritakan kisah dari Chun-Li yang diperankan oleh Kristin Kreuk. Alur cerita film ini dikritik lemah serta pemilihan aktor juga tidak sesuai dengan filmnya.

6. Tekken

Tekken adalah film adaptasi video game pertama yang dikritik langsung oleh penciptanya. Katsuhiro Harada secara langsung mengatakan jika film Tekken buatan Hollywood ini buruk. Film Tekken menceritakan kisah dari Jin yang diperankan oleh Jon Foo. Film ini memiliki prequel yang berjudul Tekken 2: Kazuya’s Revenge.

7. Resident Evil

Resident Evil adalah film adaptasi video game yang gagal tapi sukses dari segi pendapatan. Film Resident Evil sudah memiliki 6 seri. Semuanya menampilkan karakter Alice yang diperankan oleh Milla Jovovich. Hal yang membuat film ini tidak sreg bagi gamer yang memainkan video game Resident Evil adalah terlalu banyak unsur action. Padahal dalam filmnya yang dikedepankan adalah unsur survival horror.

8. House of The Dead

Padahal setia dengan tema video gamenya, House of The Dead malah mengecewakan. Lagi-lagi film ini dibuat oleh sutradara Uwe Boll. Jalan cerita yang berantakan dan tidak adanya plot twist membuat film ini dicemooh oleh kritikus dan fans. Kegagalan House of The Dead disusul sekuelnya yang dirilis pada 2005.

9. Need for Speed

Meski dibintangi oleh Aaron Paul yang karirnya sedang menanjak, Need for Speed yang dirilis pada tahun 2014 tetap gagal. Alur cerita yang diangkat film ini kurang menggigit dan malah membuat bosan. Genre balap mobil liar di Need for Speed juga dianggap mencontek Fast and Furious yang sayang sudah tidak semenarik dulu.

10. Super Mario Bros.

Saking gagalnya, film Super Mario Bros. tidak dapat menutupi modal yang telah dikeluarkan untuk proses pembuatan film. untuk pembuatannya saja film ini sudah menelan 48 juta USD sedangkan keuntungan hanya 20 juta USD saja. Ingin tampil berbeda, film Super Mario Bros. ini mengkombinasikan unsur komedi dalam kartun dengan kondisi dunia nyata. Hasilnya ternyata tak sesuai ekspektasi.

Bagaimana menurut kamu? Apakah dari daftar di atas sudah ada yang pernah kamu tonton?

Developer Pastikan Game Ni no Kuni Bakal Berlanjut

0

Level-5 telah memastikan jika game Ni no Kuni akan berlanjut. Informasi ini diutarakan langsung oleh President Level-5, Akihiro Hino saat diwawancarai oleh Nikkei.

Dilansir dari Dualshockers, Hino mengatakan jika game baru Ni no Kuni akan dirilis setelah film Ni no Kuni tayang. Film ini akan mulai ditayangkan pada tanggal 29 Agustus 2019 di Jepang. Mengenai cerita, gameplay, maupun platform dari game Ni no Kuni ini masih belum diungkap.

Selain game Ni no Kuni baru, Level-5 juga berencana untuk merilis porting dari game lawasnya. Ni no Kuni: Wrath of the White Witch dipastikan bakal rilis di PS4, Switch, dan PC pada tanggal 20 September 20019.

Ni no Kuni: Wrath of the White Witch adalah game pertama dari seri Ni no Kuni. Game ini dirilis di PS3 pada 2011. Karakter utama dari Ni no Kuni: Wrath of the White Witch adalah seorang bocah laki-laki bernama Oliver. Ia berpindah ke dunia lain demi menyelamatkan demi menyelamatkan ibunya.

Game Tetris Battle Royale Versi Mobile Sedang Dibuat

0

Sukses dengan game Tetris 99 di Nintendo Switch, The Tetris Company langsung mengerjakan versi mobilenya. Game berjudul Tetris Royale ini akan dirilis di Android dan iOS. Pengembangan game akan dilakukan oleh developer N3TWORK. Kapan Tetris Royale dirilis masih belum diketahui. Tahap testing kabarnya akan dilakukan tahun ini.

Dilansir dari IGN, gameplay Tetris Royale mirip dengan Tetris 99. Pemain bisa bermain bersama dengan pemain lainnya dalam mode multiplayer yang beragam. Setidaknya ada 100 mode battle royale di game ini yang bisa dimainkan. Game ini juga memiliki solo mode untuk pemain baru berlatih.

Versi Switch yaitu Tetris 99 dirilis pada awal tahun ini. Game ini bisa dimainkan secara gratis oleh para pengguna layanan Nintendo Switch Online. Meski gameplaynya sederhana, Tetris 99 sukses dan digemari oleh gamer. Keseruan game ini disebabkan oleh mode multiplayer atau battle royale. Inilah yang membuat Nintendo dan The Tetris Company memutuskan untuk memporting game tersebut ke mobile.

Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu pernah mencoba Tetris 99 atau mungkin malah memainkan versi klasiknya di Game Boy?

PLAYPAY ID dan Biru Orange Production Siap Gelar “PLAYPAY eSport Tournament” Mulai Agustus 2019

0

eSport bukannya hal yang asing lagi, cabang olah raga yang di gemari lebih dari 35 juta penduduk di Indonesia dan lebih dari 150 juta penduduk di Asia Tenggara ini merupakan cabang olah raga dengan jumlah gamer terbesar di seluruh dunia.

Cabang olah raga yang satu ini juga akan menjadi cabang baru yang di pertandingkan di kompetisi bergengsi seperti di Asian Games 2022 di China. Perkembangan yang pesat ini juga perlu di dukung dengan sarana yang ada.

Oleh karena itu PlayPay.Id hadir untuk memfasilitasi kebutuhan eSport di Indonesia, dimulai dengan sarana pertandingan yang seru dan sehat, platform komunitas untuk bertukar informasi, sarana pembelian karakter permainan di games, dan lain-lain.

PlayPay.id bekerjasama dengan Biru Orange dalam membuat even kompetisi PlayPay E-Sport Tournament yang akan dijalankan di 3 mal (AEON, Lippo Mal Puri dan MargoCity) di bulan Agustus, October dan Desember untuk tingkat amatir dan semi-pro. Kegiatan ini pun didukung dengan beberapa sponsor seperti DFSK , SADES INDONESIA, dan beberapa sponsor lainnya yang akan segera menyusul.

Tujuan dari event ini adalah untuk membangun tingkat solidaritas antar pemain games di Indonesia, juga sebagai sarana untuk mengembangkan pemain-pemain berbakat yang nantinya diharapkan dapat mewakili  Indonesia di ajang kompetisi international.

Acara ini juga akan di meriahkan oleh beberapa Key Opinion Leader di dunia gamers untuk ikut membangun pertumbuhan eSportdi Indonesia.PLAYPAY eSport TournamentPLAYPAY eSport Tournament

Sebagai platform komunitas gamer di Indonesia, Playpay.id memiliki VISI menjadi satu platform yang dapat menaungi dan menjadi solusi atas kebutuhan para gamer dari tingkat amatir, atlit professional , komunitas dan  profesional eSport management, untuk mencapai hal itu tentunya kegiatan PlayPay eSport Tournamen akan terus dijalankan secara berkala, dengan berbagai skema pertandingan yang menarik, maupun bentuk kolaborasi dengan gamer lain di dunia games.

Terlepas dari sarana event kompetisi yang akan diadakan secara berkala di kota-kota besar di Indonesia, PlayPay.id juga akan terus mengembangkan platform yang berbasis aplikasi dengan fitur-fitur yang dapat menjadi solusi para gamer, seperti social media gamer, pembinaan dan kerjasama dengan beberapa instansi .

Informasi lebih detil tentang PlayPay dapat disimak di sini www.playpay.id.

Square Enix Siapkan Game Dragon Quest Selanjutnya

0

Salah satu franchise RPG milik Square Enix yang awet adalah Dragon Quest. Setelah merilis Dragon Quest XI: Echoes of an Elusive Age, Square Enix ternyata sudah mempersiapkan game Dragon Quest berikutnya. Game ini nantinya akan dirilis di platform next gen.

Informasi ini diperoleh dari pengumuman developer Square Enix tentang lowongan kerja bagi planner, designer, dan technical artist. Nantinya mereka akan bekerja di bawah para developer veteran yang pernah terlibat dalam pembuatan game Dragon Quest, seperti Takeshi Uchikawa dan Yuji Horii.

Iklan lowongan pekerjaan ini juga membocorkan sedikit mengenai fase pengembangan game tersebut. Dikatakan jika developer telah menyelesaikan tahap konseptual dan akan menyempurnakan kualitas dari game tersebut.

Sebelumnya producer Yu Miyake juga sempat membicarakan mengenai game Dragon Quest baru di acara konferensi pers Square Enix. Ia mengatakan jika game tersebut akan menjadi seri ke-12. Ia dan Yuji Horii dipastikan bakal terlibat dalam proses pembuatan.

Bagaimana menurut kamu? Apakah seri Dragon Quest sebaiknya berlanjut?

Thanks Siliconera

Bandai Namco Buat Game Online RPG Khusus PC Berjudul Blue Protocol

0

Bandai Namco mengumumkan game online RPG baru. Game ini berjudul Blue Protocol dan rencananya akan rilis di PC. Game ini dikerjakan oleh studio internal, Bandai Namco Studio dan Bandai Namco Online yang tergabung dalam proyek Project Sky Blue.

Dilansir dari Siliconera, Blue Protocol akan memiliki tampilan grafis dan visual high-end, yang bahkan setara dengan anime. Untuk gameplay, Blue Protocol akan menggunakan karakteristik gameplay action yang biasa digunakan di game online.  Game ini sendiri dikembangkan dengan Unreal Engine 4.

Cerita yang diangkat oleh Blue Protocol adalah dunia yang sedang diambang kehancuran. Pemain game ini harus bergabung bersama untuk mengalahkan musuh yang akan menyebabkan kehancuran tersebut.

Karena masih dalam tahap pengembangan, informasi mengenai Blue Protocol masih terbatas. Kapan pastinya game ini siap untuk dirilis masih belum diketahui.

Final Fantasy XIV akan Diadaptasi Jadi Serial Televisi Live Action

0

Kejutan bagi fans Final Fantasy XIV. Game MMORPG ini tidak hanya kedatangan ekspansi baru Shadowbringers, tapi juga akan diangkat jadi serial televisi live action.

Dilansir dari IGN, serial televisi live action ini merupakan hasil kolaborasi Square Enix dengan Sony Pictures Television dan Hivemind. Alur cerita dari serial televisi ini akan diadaptasi dari game Final Fantasy XIV. Tema yang diangkat adalah mengenai perselisihan antara sihir dan teknologi di dunia Eorzea. Telah dipastikan jika beastmen, chocobo, dan Cid akan hadir. Kapan dan dimana serial televisi ini akan ditayangkan masih belum diumumkan.

Sekedar informasi, Hivemind juga ikut memproduksi film The Witcher yang diperankan oleh Henry Cavill. Jadi wajar saja jika Square Enix dan Sony percaya kepada Hivemind untuk mengerjakan serial televisi live action Final Fantasy XIV.

Bagaimana menurut kamu? Apakah serial televisi Final Fantasy XIV ini menjanjikan?

Lewat Trailer Baru, DeNa Jelaskan Gameplay Pokemon Masters

0

Developer DeNa menjelaskan seperti apa gameplay dari Pokemon Masters. Game mobile ini akan menghadirkan team battle 3vs3. Pemain bisa merekrut trainer dari game Pokemon yang lain untuk menjadi rekan tim.

Gameplay dari Pokemon Masters bisa kamu lihat pada trailer berikut ini. Trailer tersebut juga menampilkan animasi yang menampilkan karakter utama Pokemon Masters bersama dengan trainer ikonik, seperti Iris dan Red.

Setting dari Pokemon Masters adalah pulau bernama Pasio. Para trainer dari seluruh dunia datang ke pulau ini bertanding dalam turnamen Pokemon Masters.

Pertarungan antar Pokemon di game ini akan menggunakan sistem RPG tapi secara real time. Setiap skill memiliki jumlah move gauge tertentu. Jika move gauge tidak sesuai, maka skill tidak bisa dilakukan. Selain itu ada juga skill yang dinamakan sync move dan trainer move. Jika menggunakan trainer move maka trainerlah yang akan menggunakan skill.

Informasi terakhir yang diungkap dalam video tersebut adalah tanggal rilis dari Pokemon Masters. Game mobile ini akan rilis pada musim tahun 2019. Artinya game ini akan rilis dalam waktu dekat.

Bagaimana menurut? Tertarik untuk mencoba Pokemon Masters?

Mantan Co-Founder Blizzard Akui Heroes of the Storm Gagal karena Terlambat

0

Heroes of the Storm adalah salah satu game ambisius milik Blizzard. Game ini dimaksudkan sebagai DOTA resmi milik Blizzard. Sayang game tersebut ternyata malah gagal. Mantan Co-Founder Blizzard, Mike Morhaime angkat bicara kenapa Heroes of the Storm gagal.

Diwawancarai oleh VG247, Morhaime mengakui jika kegagalan Heroes of the Storm adalah karena Blizzard terlambat. Ia menyesal karena pada waktu DOTA masih populer, Blizzard justru fokus mengerjakan World of Warcraft 3. Menurutnya dukungan fans terhadap World of Warcraft 3 sangat kuat sampai mereka lupa dengan DOTA.

DOTA sendiri awalnya adalah mod khusus pada World of Warcraft 3. Karena gameplay yang menarik, DOTA akhirnya menjadi populer dan melahirkan genre baru, yaitu MOBA.

“Jika saya bisa kembali ke waktu itu saya bisa melakukan sesuatu dengan DOTA. Misalnya dengan membentuk tim kecil untuk melakukan sesuatu dengan DOTA, atau mengikutsertakan DOTA dalam peluncuran StarCraft 2. Saat Heroes of the Storm muncul itu semua sudah terlambat,” Kata Morhaime.

Pada akhir tahun 2018 Blizzard mengumumkan telah berhenti mendukung perkembangan eSport Heroes of the Storm. Meski begitu Blizzard masih memberikan update baru. Mungkin langkah Heroes of the Storm di kancah eSports sudah berhenti, tapi bukan berarti game tersebut habis.

Bagaimana menurut kamu?