Xseed Games telah mengumumkan bakal merilis dua game Senran Kagura di PC. Kedua game ini adalah Senran Kagura Peach Ball dan Senran Kagura Reflexions. Keduanya akan dirilis melalui Steam.
Senran Kagura Peach Ball versi PC belum memiliki tanggal rilis resmi. Xseed hanya menyebut jika game ini akan rilis pada musim panas 2019. Selain versi PC, diumumkan pula tanggal perilisan game tersebut di Switch yaitu pada 9 Juli 2019.
Untuk Senran Kagura Reflexions, Xseed sudah menentukan tanggal pasti untuk vesi PC. Game ini bisa mulai dimainkan pada tanggal 24 Juni 2019.
Meski sama-sama mengusung franchise Senran Kagura, kedua game ini memiliki genre berbeda. Senran Kagura Peach Ball adalah game pinball dengan banyak karakter. Sedangkan Senran Kagura Reflexions adalah game yang fokus pada satu karakter saja yaitu Asuka. Hal yang sama dari kedua game ini adalah konten “nakal”.
Game dulu dan sekarang tidak hanya berbeda dari segi grafis, tapi juga durasi pemainan. Game sekarang biasanya lebih singkat, dan memiliki berbagai fitur yang mempermudah gameplay. Sedangkan game klasik lebih lama dan menantang. Jika pemain tidak bisa menguasainya, maka mustahil untuk menamatkan game tersebut.
Pada artikel ini terdapat 10 judul video game klasik yang menghabiskan banyak waktu orang yang memainkannya. Apa saja?
1. Sonic the Hedgehog
Landak berwarna biru yang memliki hobi berlari ini adalah salah satu ikon terkenal untuk video game klasik. Gameplay Sonic the Hedgehog meski sederhana, tapi memiliki keseruan tersendiri. Satu game Sonic biasanya terdiri dari beberapa level, tapi biasanya setelah tamat bakal diulang kembali. Biasanya alasan mengulang ini karena pemain ingin memperoleh chaos emerald.
2. Harvest Moon
Bertani, berternak dan menambang merupakan aktivitas utama di game Harvest Moon. Meski tergolong game lama, buktinya gamer masih menyukai game ini. Franchise Harvest Moon saat ini masih ada, mulai dari perangkat mobile sampai PC. Gameplay Harvest Moon membuat orang yang memainkannya merasa rileks. Padahal game ini sebetulnya memakan banyak waktu.
3. Pokemon
Sama seperti Harvest Moon, game Pokemon juga bisa dibilang langgeng. Seri game ini dimulai dari Pokemon Red dan Green untuk Game Boy. Sekarang Pokemon sudah ada di perangkat mobile dan yang terbatu di Nintendo Switch. Semua gameplay Pokemon sama, yaitu pemain yang menjadi seorang trainer dan menangkap berbagai jenis Pokemon. Untuk mendapatkan Pokemon terkuat membutuhkan waktu yang cukup lama. Inilah kenapa Pokemon masuk dalam kategori game klasik yang menghabiskan waktu lama.
4. Tetris
Game klasik satu ini bisa menjadi pilihan saat kamu jenuh dengan game yang berat. Jangan salah sangka, Tetris meski kelihatannya sederhana tapi justru menghabiskan banyak waktu. Untuk menguasai game ini pemain harus mengerti terlebih dahulu kombinasi baloknya.
5. Pac-Man
Pac-Man sama seperti Tetris, sederhana tapi menantang. Gameplay Pac-Man sangat sederhana, yaitu memakan biji-bijian sambil menghindari hantu yang mengejar. Jika berhasil memakan biji spesial, Pac-Man bisa berbalik mengejar. Hanya bermain sekali tidak akan membuat gamer ahli memainkan Pac-Man, tapi harus berkali-kali.
6. Battle City
Game bertema tank ini cukup menonjol dibandingkan game-game klasik yang lain. Alasannya adalah karena dalam game ini pemain akan mengendalikan tank. Selain itu pemain juga bisa membuat arena sendiri dengan menyusun batu bata, dinding tebal dan rerumputan. Adanya fitur ini membuat gamer gemar memainkan Battle City berkali-kali.
7. Crash Bandicoot
Crash Bandicoot adalah game klasik legendaris untuk konsol PSOne. Pada masanya dulu game ini benar-benar tidak ada tandingannya dalam hal grafis maupun tingkat kesulitan. Game Crash Bandicoot terkenal tingkat kesulitannya yang tidak main-main. Setiap level selalu dipenuhi oleh perangkap. Semakin tinggi levelnya, semakin gila perangkapnya. Selain harus jeli, pemain Crash Bandicoot juga dituntut untuk menghapal level.
8. Tennis
Game jadul Tennis yang dirilis di konsol Nintendo juga termasuk dalam game yang menghabiskan banyak waktu. Kesulitannya bukan hanya karena gameplay saja, tapi juga dari desain game itu sendiri. Meski begitu Tennis tetap seru saat dimainkan, apalagi jika dimainkan oleh dua orang.
9. Kirby
Dari segi gameplay, game Kirby mirip Super Mario Bros. Game ini juga telah dibuat sejak kemunculan Game Boy. Jika Mario menggunakan jamur, maka kemampuan Kirby tergantung dari benda yang dimakan. Sebagai game platformer, Kirby memiliki beragam jenis stage yang harus dilewati.
10. Duck Hunt
Duck Hunt adalah game klasik Nintendo yang bikin kangen sekaligus menyebalkan. Tujuan pemain di game ini sangat mudah, yaitu menembak bebek-bebek yang terbang dengan NES Zapper. Meski kelihatannya mudah, menembak dengan NES Zapper tidaklah gampang. Sekali mencoba Duck Hunt dijamin bakal ketagihan untuk mencoba lagi.
Itulah game-game klasik yang menghabiskan banyak waktu buat pemainnya. Bagaimana menurut kamu?
Harga yang dibanderol untuk game format fisik Standard Edition IDR 829.000, Special Edition IDR 1.039.000. Sedangkan harga yang dibanderol untuk game format digital Standard Edition IDR 829.000, Digital Deluxe Edition IDR 1.139.000. Kalian sudah bisa melakukan PO game mulai tanggal 30 Mei 2019.
(Pre-Order) DEATH STRANDING Standard Digital Edition klik :
People have created “Walls” and become accustomed to living in isolation.
“DEATH STRANDING” is a completely new type of action game, where the goal of the player is to reconnect isolated cities and a fragmented society. It is created so that all elements, including the story and gameplay, are bound together by the theme of the “Strand” or connection.
As Sam Porter Bridges, you will attempt to bridge the divides in society, and in doing create new bonds or “Strands” with other players around the globe. Through your experience playing the game, I hope you’ll come to understand the true importance of forging connections with others.
Informasi lebih jelas mengenai bonus yang akan kalian dapatkan jika membeli game Death Stranding silahkan simak gambar di bawah.
Berita sebelumnya
Hari ini Kojima Productions dan Sony Interactive Entertainment meluncurkan trailer terbaru Death Stranding, dan kini semuanya semakin jelas.
Satu hal yang tidak kalah penting selain trailer terbaru, jadwal rilis game eksklusif PS4 ini juga sudah diungkap yaitu akhir tahun 2019, tepatnya 8 November 2019. Nah kalian yang penasaran, silahkan simak sendiri trailer game lewat video di atas.
NetEase telah mengumumkan judul dari game mobile terbarunya. Game ini berjudul Marvel Super War dan akan menampilkan para superhero Marvel yang bertarung dalam arena MOBA. Game ini sudah bisa dicoba mulai hari ini karena sedang dalam masa closed beta.
Gameplay Marvel Super War yang diperlihatkan pada trailer di atas adalah standar game MOBA zaman sekarang, yaitu 5 vs 5 dimana setiap tim saling menghancurkan base musuh. Karakter superhero Marvel yang muncul dalam game ini juga tidak terbatas hanya dari The Avengers, tapi juga dari X-Men. Karena masih dalam tahap closed beta, masih ada fitur dalam game ini yang belum aktif.
Tahap closed beta Marvel Super War tersedia di beberapa negara tertentu saja. Salah satu dari negara ini adalah Indonesia. Kamu bisa langsung mencoba game ini dengan menguduhnya dari Google Play Store atau AppStore. Jangan lupa, setelah tahap closed beta selesai maka semua data akan dihapus.
Demi lebih memanjakan fansnya, The Pokemon Company mengumumkan dua fitur baru. Kedua fitur ini tidak hanya lebih mendekatkan fans dengan Pokemon, tapi juga menjadi terobosan dalam bermain Pokemon.
Fitur baru pertama adalah Pokemon Home. Fitur ini merupakan layanan cloud yang berfungsi untuk menyimpan Pokemon yang sudah didapat. Layanan ini nantinya tersambung ke berbagai platform, dari Switch, iOS, sampai, Android. Pokemon yang disimpan dalam layanan ini nantinya bisa digunakan pada game Pokemon di berbagai platform. Pokemon trading juga termasuk dalam fitur ini.
Welcome home, Trainers.
Introducing Pokémon HOME, a cloud service that will work with Nintendo Switch and iOS and Android devices, allowing you to bring over the Pokémon that you’ve shared adventures with throughout your journey. #PokemonHOMEpic.twitter.com/fAlodMrRzh
Fitur baru kedua adalah Pokemon Sleep. Fitur ini adalah inovasi terbaru dalam bermain Pokemon karena dapat mendeteksi waktu tidur penggunanya. Data ini lalu akan berdampak pada gameplay. Sayangnya belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai gameplay yang dimaksud.
We’re pleased to announce the development of Pokémon Sleep, a new app from @Pokemon_cojp that tracks a user’s time sleeping and brings a gameplay experience unlike any other!
Berbekal kesuksesan filmnya, The Pokemon Company telah mengumumkan bakal membuat sekuel dari game Detective Pikachu. Game ini nantinya akan dirilis untuk Switch. Game ini akan menjadi pamungkas dari game Detective Pikachu sebelumnya yang ada di 3DS.
Announcement 1⃣
Can’t wait to keep sleuthing with #DetectivePikachu? Plans are under way to bring this crime-solving Pikachu to Nintendo Switch!
The details of this game are still a mystery…so keep checking back here for more clues. 🔎⚡️ pic.twitter.com/286PFCGYaR
Game Detective Pikachu dibuat oleh developer Creatures Inc. Versi 3DS game ini adalah yang pertama. Game ini dirilis pada Maret 2018 lalu. Selanjutnya Detective Pikachu diadaptasi menjadi film layar lebar pada 2019. Film Detective Pikachu yang dibintangi oleh aktor Ryan Reynolds ini sukses besar. Kesuksesan inilah yang mendorong munculnya sekuel.
Kapan pastinya sekuel Detective Pikachu dirilis masih belum diketahui.
Game Freak dan The Pokemon Company akhirnya mengumumkan judul game mobile Pokemon yang sedangkan dikembangkan DeNA. Game ini berjudul Pokemon Masters dan rencananya akan rilis tahun 2019 untuk perangkat iOS dan Android.
Announcement 4⃣
Dreaming of becoming a Pokémon master? This is your time!
Get ready for Pokémon Masters, a new game that allows you to battle alongside your favorite Pokémon Trainers from the main series RPGs. #PokemonMasterspic.twitter.com/RNFxswsDFp
Untuk saat ini belum ada penjelasan mengenai Pokemon Masters, melainkan hanya berupa deskripsi singkat saja. Dari screenshot yang ada, game ini sepertinya akan menghadirkan para trainer dari berbagai judul game Pokemon. Kamu bisa melihat Red dan Brock pada screenshot tersebut.
Detail lebih lanjut mengenai game ini akan diungkap pada bulan Juni mendatang.
Belum lama ini saya berkunjung ke rumah teman di kawasan Pasar Minggu. Kebetulan ia punya hobi main game, sama dengan saya. Koleksi game di PS4nya cukup lengkap, dari God of War sampai Kingdom Hearts 3, tapi baru sedikit yang sudah tamat (Maklum pegawai kantoran yang katanya sibuk 24/7). Disinilah muncul percakapan yang menarik.
Ketika browsing library PS4nya, saya kaget melihat game Monster Hunter World. Kenapa kaget? Karena Monster Hunter World adalah game grinding, sedangkan teman saya tidak punya banyak waktu untuk bermain game.
Karakter teman saya di Monster Hunter World masih menggunakan armor Anjanath. Main story pun belum rampung. Ketika ditanya kenapa tidak dilanjutkan progress-nya, ia mengaku malas main sendiri. Loh padahal Monster Hunter World bisa mode multiplayer online? Maksudnya bukan “malas” karena itu, tapi “malas” karena tidak ada yang kenal.
Saya sebetulnya ingin main bareng teman saya ini, tapi itu tidak mungkin. Game Monster Hunter World milik teman saya ada di PS4, sedangkan saya di PC. Karena tidak mempunyai fitur cross-play, kami berdua jadi tidak bisa bermain bersama.
Itulah sedikit curhatan saya soal cross play, terutama di PS4. Masalah ini sempat menjadi perhatian ketika sedang hangat-hangatnya kasus Fortnite. Sony dituding egois karena tidak mengizinkan gamer Fornite PS4 bermain bersama dengan gamer dari platform lainnya.
Sony dan Sikapnya Soal Cross-Play
Beberapa waktu lalu saya sempat ngobrol dengan PR and Developer Relations Sony Interactive Entertainment Singapore (SIES), Ian Purnomo soal cross play. Ia menjelaskan jika mengimplementasi fitur cross-play tidaklah semudah yang dibayangkan. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan untuk memastikan cross play bisa berjalan dengan baik dan tidak menjadi bencana.
“Banyak orang yang menganggap jika membuat fitur cross-play adalah hal yang mudah, itu salah. Sebetulnya itu sulit. Selain publisher, pihak developerlah yang paling penting karena harus bisa membuat game buatannya memenuhi syarat untuk cross-play,” tuturnya.
Saat ini baru dua game yang sudah mendukung fitur cross-play PS4, yaitu Fortnite dan Rocket League. Kedua game ini memungkinkan gamer PS4 bermain bersama gamer dari Xbox One, Switch, dan PC.
Menurut Ian, alasan kenapa Fortnite dan Rocket League bisa mendukung fitur cross-play adalah karena engine yang digunakan. Baik Fortnite dan Rocket League sama-sama menggunakan Unreal Engine yang menurut Ian lebih mudah dikonfigurasi. Artinya faktor teknis memiliki pengaruh besar dalam menentukan apakah game tersebut bisa mendukung fitur cross-play atau tidak.
Mengambil contoh Monster Hunter World, game ini adalah yang paling sukses dari semua game yang pernah dibuat Capcom. Monster Hunter World juga tersebar di berbagai platform, dari PS4, Xbox One, dan PC. Pertanyaannya kenapa sampai sekarang belum ada fitur cross-play?
Menurut Ian hal tersebut kembali kepada Capcom sebagai developer. “Capcom harus memastikan dulu apakah Monster Hunter Worldcompatible dengan fitur cross-play atau tidak. Jika itu sudah pasti barulah kami (Sony) sebagai publisher siap untuk membantu,” katanya.
Capcom Tolong Contohlah Dauntless
Jika Capcom kelihatannya puas dengan mengkotak-kotakkan Monster Hunter World, pesaingnya Dauntless justru membuka batasan tersebut. Sejak lepas dari tahap beta pada tanggal 21 Mei kemarin, jumlah pemain Dauntless menanjak. Dilaporkan oleh VG247, jumlah pemain game ini sudah mencapai lebih dari 5 juta pemain. Bisa jadi jumlah tersebut akan terus bertambah setiap harinya.
Buat kamu yang belum tahu, gameplay Dauntless bisa dibilang mirip dengan Monster Hunter. Kamu bisa membuar karakter sendiri lalu memburu monster raksasa demi mendapatkan material untuk membuat armor dan senjata. Ada beberapa fitur yang membuat game ini berbeda dengan Monster Hunter, misalnya jenis senjata.
Ada dua hal yang membuat game Phoenix Labs ini sukses, yaitu free to play (Siapa yang tidak suka gratisan) dan cross play. Pemain Dauntless bisa bermain bersama dari plaftorm yang berbeda, entah itu dari konsol (PS4 atau Xbox One) atau PC.
Saya setuju jika Monster Hunter World tetap buy to play, tapi game ini sebaiknya mencontoh Dauntless soal cross-play. Jika Dauntless saja sudah memiliki cross-play kenapa Monster Hunter World tidak?
*Artikel ini hanya merefleksikan pendapat penulis saja*
Koei Tecmo hari ini merilis trailer terbaru (ke-2) untuk mempromosikan skaligus mengingatkan kepada gamers akan kehadiran game Attack on Titan 2: Final Battle yang meluncur tidak lama lagi ke konsol dan PC.
Attack on Titan 2: Final Battle dijadwalkan rilis ke PS4, Xbox One, Nintendo Switch dan PC wilayah Jepang pada tanggal 4 Juli 2019, dan esok harinya ke wilayah Barat. Selamat menyaksikan trailer di atas.
Nippon Ichi Software baru saja merilis teaser trailer untuk mempromosikan game Labyrinth of Galleria: Coven of Dusk.
Labyrinth of Galleria: Coven of Dusk sendiri rencananya akan dirilis ke PS4 dan PS Vita wilayah Jepang pada musim semi 2020. Selamat menyaksikan trailer di atas.