Tidak ada angin tidak ada hujan, mendadak game Fatal Frame baru diumumkan. Tapi game ini tidak seperti game Fatal Frame lainnya karena berupa pachislot. Buat kamu yang belum tahu, pachislot adalah mesin pachinko yang digabung dengan slot machine.
Dilansir dari Siliconera, Pachislot Fatal Frame ini dikerjakan oleh Yamada Next. Perusahaan ini sebelumnya juga pernah membuat pachislot yang terinspirasi dari game God Eater dan Tekken.
Berbicara mengenai Fatal Frame sendiri, game ini terakhir rilis pada tahun 2015. Berjudul Fatal Frame: Maiden of Black Water, game ini dirilis untuk konsol Wii U. Setelah game tersebut tidak ada lagi kabar mengenai Fatal Frame sampai hari ini dimana mesin pachislot game tersebut diumumkan.
Capcom mengumumkan telah merilis album original soundtrack Resident Evil Village hari ini tanggal 12 Mei 2021. Album ini berisi 25 lagu termasuk Yearning for Dark Shadows yang merupakan satu-satunya soundtrack Resident Evil Village yang memiliki vokal.
Soundtrack Yearning for Dark Shadows ditulis oleh Brian D’Olivera, musisi yang kerap menggunakan alat instrumental terinsipirasi dari etnis berbagai negara di dunia. Untuk vokal, soundtrack Yearning for Dark Shadows dinyanyikan oleh Aga Ujma.
Album Resident Evil Original Soundtrack bisa dibeli versi fisiknya di e-Capcom dan Amazon. Versi digital album ini juga dapat diunduh melalui iTunes, Amazon Music, dan Steam. Album ini juga bisa didengar melalui layanan berlangganan Apple Music, Amazon Music Limited, dan Spotify.
Capcom hari ini dengan bangga mengumumkan bahwa total pengapalan dan penjualan format digital dari game Resident Evil Village sudah melampaui angka tiga juta kopi.
FYI, Resident Evil Village dirilis secara serentak ke PlayStation 5, Xbox Series, PlayStation 4, Xbox One, PC (Steam), dan Stadia seluruh wilayah dunia pada tanggal 7 Mei 2021. Sebagai perbandingan, Resident Evil 7: biohazard dikapalkan sebanyak 2,5 juta kopi pada periode waktu yang sama. Hingga kini total pengapalan seri game Resident Evil sudah melampaui angka 100 juta kopi.
Berikut ini adalah pertanyaan resmi langsung dari Capcom terkait pencapaian Resident Evil Village : “Representing the eighth main entry in the series, the new Resident Evil Village is the sequel to Resident Evil 7 biohazard (which has gone on to ship a cumulative 8.5 million units as of December 31, 2020) and features a higher degree of action and even more expansive, highly-engaging gameplay. In the game, players take on the role of protagonist Ethan Winters as they delve into a new kind of survival horror set in a mysterious, icy village. Built with Capcom’s proprietary RE ENGINE, the game maximizes the potential of next-generation devices to deliver stunning, photorealistic visuals while utilizing cutting-edge audio technology. This, along with praise for the deeply immersive experience from fans following the game’s demo, resulted in worldwide shipments of the title surpassing three million units.”
Kalian bisa membaca review game Resident Evil Village dari Playcubic melalui link berikut ini.
Sambut Lebaran Point Blank hadirkan seri Mubarak, seri ini dibuat untuk merayakan Lebaran 2021, memiliki paduan warna kuning, hijau, dan putih Terdapat 5 jenis Main Weapon yang hadir dalam seri Mubarak kali ini. Berikut weapon seri Mubarak yang akan temani kamu selama lebaran kali ini.
Selanjutnya masih dalam suasana menyambut lebaran, Point Blank juga menghadirkan berbagai hadiah menarik dalam event bertajuk Koleksi Lebaran. Caranya mudah kalian hanya perlu mengumpulkan Beduk dan Ketupat dalam jumlah yang telah ditentukan maka kalian bisa mendapatkan hadiah spesial ini. Kalian bisa cek langsung di dalam gim.
Menemani Idul Fitri kalian, akan ada event Top Up Hari Raya atau THR. Nah, tentunya pada event Top Up ini tidak akan membuat dompet kalian langsung kosong karena akan ada Top Up bonus sebesar 50% untuk tiga kali transaksi. Event Ini berlaku mulai dari tanggal 13 Mei 2021 sampai dengan 16 Mei 2021, catat tanggalnya agar kalian tidak ketinggalan event ini.
Bersamaan dengan dimulainya beragam event menyambut lebaran kali ini maka berakhir sudah rangkaian event dari Parade Ramadan Point Blank. Terus ikuti media sosial Point Blank untuk mengetahui pengumuman pemenang hadiah utama berupa perangkat gim. Siapa tahu kalian bisa beruntung mendapatkan hadiahnya.
Untuk info lebih lengkap mengenai update Point Blank minggu ini, kalian bisa di sini. Tunggu apa lagi, jangan sampai ketinggalan! Tonton juga Live Streamingnya dan mainkan Point Blank Beyond Limits!
Perilisan Resident Evil Village baru-baru ini tidak hanya menuai sukses, tapi juga kontroversi. Seorang pembuat film bernama Richard Raaphorst menuding Capcom telah menjiplak monster yang ada di dalam filmnya tanpa izin untuk dimunculkan di Resident Evil Village. Monster yang menjadi kontroversi ini adalah Sturm. Monster ini menggunakan baling-baling pesawat di bagian pundak dan kepalanya.
Berita soal plagiarisme ini kemudian menjadi viral setelah netizen bernama @ClonKorp mengunggah gambar persamaan antar monster buatan Richard Raaphorst dengan Resident Evil Village.
Making a mini thread of how weirdly similar some of the monster designs are in @RE_Games Resident evil: Village & @RichRaaphorst's Frankenstein's Army (2013)
Selain Sturm, ia juga mengunggah gambar dari monster lain dari Resident Evil yang diduga memiliki kemiripan. Richard Raaphorst sendiri telah membuat film berjudul Frankestein’s Army yang menampilkan monster-monster tersebut.
Bagaimana menurut kamu? Apakah kedua desain monster ini memang mirip?
Apa jadinya jika Lady Dimitrescu dan Nemesis saling bertemu? Apakah kedua raksasa ini bertarung habis-habisan atau malah dating? Modder dengan nama Raq telah mod khusus dimana karakter Jill Valentine di Resident Evil 3 Remake dapat diganti menjadi Lady Dimitrescu. Berikut adalah penampakannya:
Mod ini tersedia di website Nexsusmod. Perhatian! Karena mod ini merupakan buatan pihak ketiga, ada kemungkinan mod ini bisa merusak data atau malah merusak PC. Jadi gunakan dengan hati-hati.
Capcom telah merilis data dari laporan keuangan mereka. Laporan tersebut mengungkap bahwa Capcom sukses dalam hal penjualan dua game flagship mereka, Monster Hunter dan Resident Evil.
Dilaporkan oleh 4Gamer (Diterjemahkan oleh Siliconera), penjualan Monster Hunter Rise telah melebihi 4 juta unit sejak dirilis bulan April lalu. Tidak hanya itu, Resident Evil 3 Remake juga mendorong keuntungan Capcom sebanyak 16,8 persen pada tahun fiskal kemarin. Untuk rencana kedepannya, Capcom berniat untuk lebih mengembangkan lagi IP milik mereka dan juga memaksimalkan turnamen online untuk eSport.
Sementara itu game terbaru Capcom, Resident Evil Village juga terbilang sukses. Game ini memecahkan rekor di Steam ketika rilis dengan jumlah concurrent player lebih dari 100.000 pemain. Jumlah tersebut adalah yang terbanyak dari semua game Resident Evil.
Ingat dengan senjata milik Yondu di film Guardians of the Galaxy? Rupanya senjata sejenis ada di dalam game Shadow Warrior 3. Game ini berbentuk shuriken dengan bola mata. Sama seperti milik Yondu, senjata ini akan mengejar targetnya otomatis tanpa harus dikendalikan.
Shadow Warrior 3 yang dibuat oleh Flying Hog Studios dan Devolver Digital akan dirilis pada tahun 2021 di PS4, Xbox One, dan PC. Masih melanjutkan game sebelumnya, karakter utama dari Shadow Warrior 3 Lo Wang.
Kelangkaan PS5 sepertinya bakal terus berlanjut sampai tahun 2022. Sony selaku produsen dari PS5 ternyata mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan konsumennya. Salah satu alasannya adalah karena keterbatasan komponen untuk pembuatan PS5 sendiri.
Dilansir dari Bloomberg, CFO Sony Hiroki Totoki menjelaskan kepada analis bahwa ia tidak yakin jika stok PS5 bisa memenuhi permintaan yang ada. Oleh karena itu Totoki mewanti-wanti bahwa kelangkaan PS5 akan terus terjadi sampai tahun 2022. Masalah produksi ini juga akan berdampak dengan target penjualan PS5.
Sony sendiri sudah menjual PS5 sebanyak 7,8 juta unit dari 12 November 2020 sampai dengan 31 Maret 2021. Target Sony berikutnya adalah menjual 14.8 juta unit sampai dengan 31 Maret 2022. Jika produksi PS5 tidak ditingkatkan, maka target tersebut akan sulit untuk direalisasikan.
Resident Evil Village bukan sembarang game Resident Evil. Game ini bisa memberikan pemainnya beberapa rasa sekaligus. Rasa takut karena teror dari kegelapan ada. Merasa bersemangat karena laga action pun ada. Resident Evil Village ibarat sebuah permen yang memiliki beragam rasa. Tapi rasanya tetap enak.
Perhatian! Akan ada sedikit spoiler dalam review ini. Tapi saya berjanji tidak akan mengungkap semuanya.
Lagi-Lagi Ethan
Cerita dari Resident Evil Village masih seputar Ethan Winters, jagoan dari game Resident Evil 7. Kali ini Ethan harus menolong putrinya, Rosemary yang diculik. Dalam pencariannya, Ethan tersesat di suatu desa misterius. Desa tersebut ternyata dihuni oleh monster, dimana salah satunya ternyata adalah penculik Rosemary.
Resident Evil Village juga menghadirkan karakter paling ikonik dari universe Resident Evil, Chris Redfield. Tapi pesona Chris rupanya tidak cukup membuat developer terkesan. Buktinya mereka lebih memilih Ethan sebagai karakter utama Resident Evil Village.
Apa alasannya? Karena di game ini kamu akan diajak untuk lebih mengenai siapa Ethan Winters sebetulnya. Ia bukan hanya sekedar protagonis tanpa wajah. Ethan sama seperti orangtua biasa, dimana mereka akan berjuang mati-matian demi anaknya.
Selama permainan kamu akan melihat bagaimana frustrasinya Ethan karena tidak bisa menemukan putrinya. Ia akan jatuh dan selalu bangkit kembali demi Rosemary. Game ini juga akan mengungkap alasan kenapa Ethan bisa memiliki “ilmu kebal”. Ingin tahu kenapa? Silahkan mainkan gamenya.
Menurut saya kekurangan dari tokoh Ethan Winters ini adalah wajahnya yang tidak pernah terlihat. Entah apa alasan Capcom dan developer sampai tidak mau memperlihatkan wajah Ethan Winters. Padahal di Resident Evil Village Ethan memiliki backstory yang solid. Kurang pas rasanya jika pemain tidak bisa melihat Ethan secara utuh.
Para Monster yang Berasal dari Mitos
Lawan Ethan bisa dibilang adalah monster dari mitos. Lycan adalah manusia serigala. Lalu ada vampire juga yang diwakili oleh Lady Dimitrescu dan para putrinya. Zombie pun ternyata muncul di game ini. Jika kamu pernah nonton film Van Helsing yang diperankan oleh Hugh Jackman, seperti itulah Resident Evil Village. Ethan adalah Van Helsingnya.
Berbicara mengenai Lady Dimitrescu, ia bukan satu-satunya villain di game ini. Ada Salvatore Moreau, Donna Beneviento, Karl Heisenberg, dan Mother Miranda. Satu hal dari Capcom yang patut diacungi jempol adalah bagaimana mereka menjual Lady Dimitrescu. Vampire wanita ini selalu muncul dalam promosi Resident Evil Village, seakan ia memiliki peran penting. Padahal sebetulnya tidak. Fans Lady Dimitrescu pasti akan kecewa jika melihat apa yang terjadi dengannya di dalam game.
Karena Resident Evil Village tidak hanya memiliki satu villain, developer harus membagi porsinya. Suka tidak suka, karakter villain yang muncul tidak akan bisa seratus persen karena harus berbagi dengan yang lain. Akibatnya ada villain yang kekurangan porsi untuk tampil padahal cukup menarik seperti Lady Dimitrescu dan kesukaan saya, Donna Beneviento.
Ketika berhadapan dengan Donna Beneviento, Ethan harus masuk ke dalam rumah hantu. Menurut saya ini adalah bagian yang paling seru dari Resident Evil Village karena menonjolkan sisi horor. Sayang bagian ini hanya sebentar.
Gameplay Masih Setia dengan First Person
Secara gameplay, Resident Evil Village tidak berbeda dengan Resident Evil 7. Gaya first person masih menjadi andalan. Saya sendiri tidak keberatan dengan gaya ini. Justru gaya seperti ini membuat game menjadi semakin intens. Apalagi pada momen-momen genting. Gaya first person juga membuat saya lebih bisa menikmati tampilan visual dan grafis yang disajikan dalam game ini.
Screenshot istana (Diambil dengan photo mode)
Screenshot pabrik (Diambil dengan photo mode)
Dibuat untuk konsol next-gen, Resident Evil Village tidak tanggung-tanggung untuk visual dan grafis. Menu bagian display Resident Evil Village berisi berbagai macam fitur kekinian seperti bloom dan ray tracing. Jika kamu menggunakan konsol next-gen atau PC high end, saya sarankan untuk memaksimalkan fitur-fitur tersebut. Bukan cuma untuk membuat pemandangan dalam game menjadi lebih indah. Tapi juga agar ketika adegan action muncul, kamu akan lebih deg-degan.
Ya, Resident Evil Village tidak pernah sepi dari adegan action. Jika bisa dibandingkan, adegan actionnya mirip seperti di Resident Evil 4 dan Resident Evil 5. Ada adegan dimana Ethan harus bertahan dari serangan gelombang para Lycan. Mereka tidak bodoh seperti zombie. Lycan menggunakan senjata seperti kapak dan panah. Bagian ini mengingatkan saya saat berhadapan dengan Ganado dan Majini.
Ethan vs Lycan
Ethan vs Big Mama
Ada juga momen absurd dimana Ethan harus berhadapan one-by-one dengan monster mirip Transformer. Untuk melawan monster tersebut, Ethan mengendarai tank rakitan dengan senjata meriam dan gergaji mesin. Intinya Resident Evil Village tidak kekurangan momen penuh aksi.
The Duke dan Variasi Senjata yang Banyak
Ada banyak senjata yang bisa digunakan di Resident Evil Village. Mulai dari handgun, shotgun, sniper rifle, automatic rifle, magnum, dan grenade launcher. Belum ditambah senjata sampingan seperti stick bomb dan mine. Saking banyaknya, senjata inilah yang justru memakan banyak tempat di kolom inventory. Saran saya jual senjata yang lama jika mendapat senjata baru untuk mengurangi slot di inventory.
Semua senjata dapat di-upgrade dengan menggunakan jasa The Duke. Saran saya rajin-rajinlah menaikkan fire power senjata karena ini yang paling berguna. Selain untuk upgrade senjata, The Duke juga menjual berbagai macam item seperti peluru dan health potion. Tapi kamu juga bisa mendapatkan peluru dan health potion gratis dengan cara crafting.
Daftar item yang bisa dibeli
Upgrade senjata
Setiap transaksi dengan The Duke membutuhkan mata uang yang bernama Lei. Cara mendapatkan Lei adalah dengan membunuh musuh atau menjual treasure. Peringatan dari saya, ada beberapa treasure yang harus dikombinasi dulu agar harganya semakin mahal saat dijual. Developer kelihatannya terinspirasi dari Resident Evil 4 ketika membuat sistem ini.
Harta karun yang bisa djual
Order masakan
The Duke juga menyediakan jasa masak makanan. Kamu hanya perlu berburu hewan lalu serahkan bagian dari hewan yang diburu ke The Duke untuk dimasak. Makanan ini nantinya menjadi buff permanen untuk Ethan. Fitur ini baru pertama kali diimplementasi di Resident Evil Village dan saya menyukainya. Mungkin untuk selanjutnya developer bisa memperlihatkan bentuk visual dari makanannya.
Puzzle Tetap Ada
Resident Evil Village masih memiliki puzzle yang menjadi ciri khas game Resident Evil. Saya bisa menjamin jika puzzle di Resident Evil Village masih dalam batas masuk akal. Hanya ada beberapa puzzle saja yang membutuhkan pengamatan jeli. Namun ada juga yang mengesalkan, misalnya menyalakan obor. Entah kenapa developer membuat Ethan tidak bisa “memegang” obor.
Apakah Resident Evil Village Punya Reply Value?
Jawabannya ada. Setelah menamatkan game, kamu bisa mengulang kembali game dengan item dan senjata yang sudah kamu dapatkan. Jika ingin tantangan, kamu bisa mengulang game dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi yaitu Hardcore dan Village of Shadows (Baru terbuka setelah kamu tamatkan game sekali).
Fitur lainnya yang baru terbuka setelah menamatkan game adalah The Mercenaries. Mode ini ibarat challenge dimana pemain harus membunuh sejumlah musuh dalam waktu yang ditentukan. Capcom telah menyiapkan online rank untuk The Mercenaries. Untuk yang kompetitif, The Mercenaries bisa menjadi ajang untuk membuktikan betapa hebatnya kamu.
Kesimpulannya
Resident Evil Village adalah game Resident Evil yang sempurna. Game ini mempunyai segalanya dari action sampai horor. Menurut saya yang agak disayangkan adalah adegan horor di Resident Evil Village tidak sebanyak Resident Evil 7.
Dari segi alur cerita, Ethan Winters sebagai tokoh utama juga tidak mengecewakan. Sayangnya Ethan masih malu-malu untuk memperlihatkan wajahnya. Padahal Resident Evil Village sudah didukung dengan kualitas grafis dan visual yang luar biasa,
Jika kamu adalah fans Resident Evil, maka kamu wajib memainkan Resident Evil Village!