Konami Digital Entertainment Limited (KONAMI) telah resmi mengumumkan peluncuran update musim terbaru eFootball™, yang menghadirkan berbagai fitur baru, beragam hadiah, dan peningkatan gameplay untuk para penggemar di seluruh dunia.
Tonton program khusus berita dan update “eFootball™ Connect” lewat video di bawah ini:
Rayakan musim baru penuh hadiah!
Player bisa mendapatkan hadiah dalam game, termasuk eFootball™ Coins yang dapat digunakan untuk merekrut pemain baru, item pelatihan untuk pengembangan pemain, EXP, dan GP, melalui berbagai kampanye dalam game seperti Campaign Hub, Special Login Bonus, dan Campaign Achievement.
Tak hanya itu, sebagai manajer dengan fitur baru “Link-Up Play”, player dapat merekrut manajer Manchester United Ruben Amorim dan pemain yang dapat mengaktifkan skillnya.
Kartu Messi gratis untuk pemula eFootball™
Ketika player baru menyelesaikan tutorial dalam game, mereka akan mendapatkan kartu Show Time: Lionel Messi secara gratis.
Opsi Kustomisasi Stadion Baru
Player kini dapat menyesuaikan stadion kandang mereka dengan menggabungkan berbagai elemen seperti warna stadion, koreografi penonton, dan objek dekoratif untuk menciptakan desain unik yang dapat disesuaikan dengan gaya khas mereka!
Fitur Baru Manager “Link-Up Play” Kini Tersedia
“Link-Up Play” adalah fitur baru yang memungkinkan beberapa player melakukan kombinasi serangan khusus atau meningkatkan kemampuan mereka selama serangan tertentu saat kondisi tertentu terpenuhi.
Kemampuan “Link-Up Play” diaktifkan ketika dua pemain, yang disebut “Center Piece” dan “Key Man,” berada di posisi yang ditentukan dan memiliki gaya bermain spesifik.
Set Edisi Jose Mourinho hadir dengan “Link-Up Play” juga tersedia!
Manajer legendaris yang membawa Inter Milan meraih treble pada musim 2009-2010, José Mourinho, kini tersedia! Ia dengan skill Link-Up “Diagonal Long Pass A.”
“Epic & Show Time: Diagonal Long Pass A” akan tersedia mulai 15 Agustus, bersama dengan pemain Epic Wesley Sneijder dan Samuel Eto’o, yang dapat mengaktifkan skill “Link-Up Play” milik José Mourinho.
Edisi Ambassador dan paket untuk pemula kini tersedia!
Edisi Ambassador Pack yang menampilkan Lionel Messi dan Lamine Yamal, duta eFootball™, kini tersedia! Selain pemain kuat dan item latihan, dalam paket ini juga terdapat selektor desain kartu dan item yang diperlukan untuk menyesuaikan stadion mereka. Beli Edisi Ambassador dan ikuti keseruan eFootball™!
Fitur gameplay dan kontrol baru
Update terbaru ini membawa sejumlah peningkatan gameplay, termasuk kecepatan dan gerakan pemain yang lebih realistis, kontrol pertahanan yang ditingkatkan, serta perbaikan untuk perangkat mobile berupa kontrol baru untuk tendangan bebas dan fitur baru untuk membatalkan tendangan.
Acer menghadirkan gebrakan baru dengan merilis Acer Nitro V15 dengan NVIDIA GeForce RTX 5050. Peluncuran ini dalam rangka kampanye Acer Day 2025. Laptop ini ditujukan bagi gamer, pelajar STEM, hingga kreator muda yang membutuhkan laptop bertenaga, stylish, serta mendukung aktivitas gaming maupun multitasking sehari-hari.
Laptop gaming ini sudah dibekali teknologi AI 421 TOPS, DLSS 4, dan multi-frame generation. Kinerja grafisnya diklaim setara dengan RTX 4060 namun lebih efisien dalam menjalankan game populer. Didukung prosesor hingga Intel Core i7-13620H serta layar refresh rate 180Hz dengan 100% sRGB.
Performa dan Desain Acer Nitro V15
Selain performa, desain juga menjadi salah satu daya tarik utama dari Acer Nitro V15. Laptop ini tampil dengan cover bergaya “Path of Victory” serta keyboard Amber Glow yang menyala elegan. Laptop ini dibekali baterai besar 76Wh dan konektivitas Thunderbolt 4.0 yang memudahkan transfer data berkecepatan tinggi maupun produktivitas mobile.
Acer turut melengkapi laptop ini dengan sistem pendingin dual-fan berkonsep dual-intake dan dual-exhaust. Teknologi ini memungkinkan suhu tetap stabil meskipun laptop digunakan dalam sesi gaming intensif.
Fitur AI
Salah satu keunggulan Acer Nitro V15 adalah hadirnya fitur berbasis AI. Teknologi PurifiedVoice dan PurifiedView mampu memberikan pengalaman komunikasi lebih jernih. Sementara aplikasi Planet9 ProClip menghadirkan kemudahan dalam merekam highlight secara otomatis. Gamer juga dimanjakan dengan GIMP dan In-Game Overlay yang mempermudah pengolahan visual serta pengaturan saat bermain. Semua kontrol performa dapat diatur secara real time melalui NitroSense.
Tidak ketinggalan, Acer memberikan berbagai penawaran menarik dalam rangka Acer Day 2025. Setiap pembelian seri Nitro, konsumen akan mendapatkan voucher Adidas Rp 500 ribu. Selain itu, tersedia juga paket Office Home 2024 full license seumur hidup, garansi 3 tahun spare part dan servis, 1 tahun Acer Accidental Damage Protection, serta bonus langganan Adobe Express Premium dan Photography Plan selama 2 bulan.
Harga dan Ketersediaan
Mulai 14 Agustus 2025, Acer Nitro V15 RTX 5050 bisa dibeli di jaringan ritel maupun e-commerce resmi Acer. Ada dua varian yang tersedia di pasar Indonesia:
ASUS Republic of Gamers (ROG) secara resmi mengumumkan ketersediaan monitor gaming terbaru mereka, yaitu Strix OLED XG32U (XG32UCWMG dan XG32UCWG). Kedua monitor ini diklaim sebagai monitor gaming 4K WOLED pertama di dunia yang dilengkapi dengan lapisan TrueBlack Glossy. Lapisan ini dirancang khusus untuk secara signifikan mengurangi pantulan dari cahaya sekitar, memberikan pengalaman visual yang lebih jernih dan imersif.
Setiap monitor dalam seri Strix OLED XG32U ini juga dilengkapi dengan mode FHD sekali sentuh, memungkinkan kalian untuk beralih ke performa tinggi dengan cepat. Misalnya resolusi 480Hz yang menakjubkan pada model XG32UCWMG dan 330Hz pada model XG32UCWG.
Selain performa yang luar biasa, ASUS juga memikirkan ketahanan panel. Melalui fitur terintegrasi OLED Care Pro dan Neo Proximity Sensor, monitor ini dirancang untuk melindungi panel dari risiko burn-in yang sering menjadi kekhawatiran pada layar OLED.
Desainnya yang minimalis dan fungsional juga terlihat pada stand ultra-ringkas yang hemat tempat, memberikan ruang lebih luas di atas meja. Dengan berbagai inovasi ini, seri Strix OLED XG32U siap menjadi pilihan utama bagi para gamer profesional maupun kasual yang menginginkan kualitas terbaik.
Performa OLED yang Memukau di Segala Kondisi Cahaya
Salah satu keunggulan utama dari monitor Strix OLED XG32U adalah lapisan TrueBlack Glossy yang eksklusif untuk ROG. Lapisan ini memadukan film optik anti-buram dengan susunan anti-reflektif canggih, yang berhasil mengurangi pantulan cahaya sekitar hingga 38% dibandingkan panel WOLED generasi sebelumnya.
Teknologi ini sangat efektif, membuat warna hitam terlihat sangat pekat bahkan saat digunakan di bawah lampu sorot atau pencahayaan ruangan yang terang, sekaligus mengurangi kelelahan mata saat menatap layar dalam waktu yang lama.
Selain itu, ASUS juga menyematkan algoritma ASUS Clear Pixel Edge yang berfungsi menghilangkan pinggiran berwarna merah-hijau serta garis-garis halus pada teks. Hal ini membuat teks pada spreadsheet, kode program, dan timeline kreatif terlihat sangat tajam dan jelas, menjadikan monitor ini tidak hanya ideal untuk gaming tetapi juga untuk kebutuhan profesional.
Fitur Dual-Mode ASUS ROG Strix OLED XG32U
ASUS ROG menghadirkan fitur Dual-mode pada seri Strix OLED XG32U. Melalui tombol toggle di layar (Onscreen toggle), kalian bisa dengan mudah beralih antara visual 4K yang jernih dan performa super mulus level esports. Fitur Dual-mode ini memungkinkan model XG32UCWMG menyajikan resolusi FHD 480Hz, sementara model XG32UCWG menawarkan FHD 330Hz.
Menariknya, bahkan dengan variable-refresh-rate yang aktif, teknologi Extreme Low Motion Blur dan OLED Anti-Flicker 2.0 memastikan kualitas gambar tetap halus dan stabil, sehingga sesi gaming maraton tidak akan mengganggu mata. Fitur bawaan Aspect-Ratio Control juga memberikan opsi ukuran jendela 24 dan 27 inci dengan resolusi yang dioptimalkan untuk game FPS yang kompetitif.
Untuk memastikan keandalan jangka panjang, monitor ini dibekali dengan rangkaian OLED Care Pro terbaru yang berfungsi melindungi panel dengan melakukan refresh piksel dan image shifting secara berkala. Fitur ini juga membatasi tingkat kecerahan logo untuk mencegah burn-in.
Ditambah lagi, Neo Proximity Sensor terbaru mendeteksi ketika pengguna menjauh dari monitor dan secara otomatis meredupkan layar untuk melindungi panel, lalu akan aktif kembali saat pengguna kembali. Jarak deteksi sensor ini pun dapat disesuaikan melalui onscreen display.
Setiap monitor Strix OLED XG32U juga dilindungi oleh garansi komprehensif selama tiga tahun.
Infinix secara resmi mengumumkan kehadiran Infinix HOT 60 Pro+, smartphone yang diklaim sebagai tertipis di dunia dengan layar 3D Curved.
Mengusung tagline ‘Beautiful Beast, Tipis Tapi Sadis’, smartphone ini memadukan desain ultra-tipis, layar jernih, dan integrasi kecerdasan buatan (AI) yang dioptimalkan untuk performa gaming, fotografi, dan produktivitas.
Smartphone ini akan resmi diluncurkan pada 20 Agustus 2025 dan sudah dapat dibeli secara online melalui program flash sale yang akan diadakan pada 21 Agustus 2025.
Sergio Ticoalu, selaku Head of Marketing Infinix Indonesia, menyatakan antusiasmenya menyambut peluncuran ini.
“Dengan inovasi desain dan umpan balik positif dari seri HOT 60 sebelumnya, smartphone ini menjadi salah satu produk Infinix yang sangat ditunggu kehadirannya sejak pengumuman global bulan lalu,” ujar Sergio.
Ia menambahkan bahwa Infinix telah menyiapkan berbagai kolaborasi menarik untuk menyambut peluncuran Infinix HOT 60 Pro+ di Indonesia.
Performa Gahar Infinix HOT 60 Pro+
Sebagai varian tertinggi dari lini HOT 60 Series, Infinix HOT 60 Pro+ menghadirkan terobosan desain yang menggabungkan bodi sangat tipis, hanya 5.9mm, dengan bobot yang ringan, 155 gram. Smartphone ini terasa sangat ergonomis dan nyaman digenggam.
Smartphone ini dibekali dengan layar 3D Curved AMOLED 6,78 inci yang memiliki resolusi 1.5K (via upscaling) dan refresh rate hingga 144Hz. Layar ini menjanjikan pengalaman visual yang jernih, mulus, dan imersif, serta dilindungi oleh Corning Gorilla Glass 7i untuk ketahanan optimal.
Performa “sadis” juga didukung oleh chipset gaming terbaru, MediaTek Helio G200, yang dibangun di atas fabrikasi 6nm. Performa ini disempurnakan dengan baterai berkapasitas besar 5160mAh dan teknologi 45W Fast Charge yang memastikan pengisian daya cepat untuk penggunaan aktif sepanjang hari.
Selain itu, smartphone ini juga menjadi seri HOT pertama yang dilengkapi sensor SONY IMX882 pada kamera utama 50MP. Fitur ini memberikan pengalaman fotografi mobile yang jauh lebih optimal.
Kolaborasi Beautiful Beast
Untuk peluncuran kali ini, Infinix kembali berkolaborasi dengan idol group JKT48. Namun, ada sentuhan baru dengan turut hadirnya band metal kenamaan, Deadsquad. Perpaduan dua genre musik yang kontras ini menjadi simbol kuat dari filosofi ‘Beautiful Beast’ yang diusung oleh Infinix HOT 60 Pro+, mencerminkan harmoni antara sisi elegan dan kekuatan ekstrem yang tersembunyi di dalamnya.
Sebelum peluncuran resmi, Infinix telah memberikan pengalaman perdana menggunakan smartphone ini di acara The Sounds Project 2025, di mana mereka menjadi Official Beast Smartphone Partner. Pada acara tersebut, kolaborasi JKT48 dan Deadsquad tampil di satu panggung, memberikan momen ikonik sekaligus kesempatan bagi para pengunjung festival untuk merasakan langsung teknologi dari smartphone terbaru ini.
Pengumuman yang pastinya kurang bisa diterima oleh fans Metal Gear Solid Delta: Snake Eater telah dibagikan oleh Konami.
Melalui akun media sosial mereka, Konami mengkonfirmasi bahwa mode multiplayer yang dijanjikan, Fox Hunt, tidak akan mendukung fitur cross-play. Ini berarti para pemain di PC (Steam), PlayStation 5, dan Xbox Series X/S tidak bisa bermain bersama.
Kabar ini langsung disambut dengan kekecewaan oleh fans. Banyak yang menganggap keputusan ini sangat mengecewakan dan khawatir bahwa ketiadaan cross-play akan mempengaruhi umur game.
Fox Hunt: Mode Multiplayer Metal Gear Solid Delta yang Unik
Mode Fox Hunt sendiri pertama kali diumumkan pada bulan Juni lalu. Konami menjanjikan pengalaman multiplayer yang berbeda, dengan fokus pada elemen stealth dan survival.
Fans yang sudah menantikan mode multiplayer ini harus lebih bersabar. Selain fitur cross-play yang dipastikan absen, Fox Hunt juga tidak akan rilis bersamaan dengan Metal Gear Solid Delta: Snake Eater. Mode ini masuk dalam post-launch update, yang dijadwalkan pada musim gugur.
Ini bukanlah kali pertama franchise Metal Gear Solid mencoba menghadirkan mode multiplayer. Sebelumnya ada Metal Gear Online yang dibundel bersama dengan Metal Gear Solid 4: Guns of the Patriots. Layanan ini bertahan selama empat tahun sebelum akhirnya dimatikan pada tahun 2012.
Bagaimana menurut kalian? Apakah Fox Hunt bisa bertahan lebih lama dibandingkan Metal Gear Online?
CyberAgent, induk perusahaan Cygames baru-baru ini mengumumkan laporan keuangan kuartal ketiga tahun fiskal 2025. Telah terjadi peningkatan pendapatan dan keuntungan. Bisnis game mereka menjadi motor utama di balik kesuksesan ini, dan salah satunya adalah versi global dari Umamusume: Pretty Derby.
Umamusume: Pretty Derby Sumbang Pendapatan Terbesar Ketiga
Dalam laporan keuangan yang dirilis pada 8 Agustus 2025 (Dikutip dari Automaton) menunjukkan peningkatan penjualan sebesar 10,9% year-on-year dan lonjakan laba operasional sebesar 138,3%. Bisnis game CyberAgent menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Penjualan melonjak 30,4%, laba bersih naik 46,6%, dan laba operasional meroket 320%. Angka-angka ini setara dengan penjualan sekitar $341 juta, laba bersih $55 juta, dan laba operasional $111 juta.
Presiden perusahaan, Susumu Fujita, menyebutkan tiga game yang menjadi kontributor terbesar. Pertama adalah SD Gundam G Generation ETERNAL, kedua, Shadowverse: Worlds Beyond, yang pada Juni 2025, dan yang ketiga, adalah versi global dari Umamusume: Pretty Derby.
Popularitas game bertema anime ini memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Sebelum rilis global, game ini telah lebih dulu menjadi fenomena di Jepang dan Asia. Sejak Februari 2021 hingga Mei 2024, game ini telah meraup keuntungan lebih dari $2.4 miliar.
Momentum ini diprediksi akan terus berlanjut. Kedepannya game ini bisa mengukuhkan posisinya sebagai salah satu game paling menguntungkan bagi CyberAgent dan Cygames.
Game simulasi manajemen sepak bola Football Manager 26 telah diumumkan oleh Sports Interactive dan Sega. Belum ada keterangan kapan game ini akan dirilis
Football Manager 26 akan membawa pemain kembali ke kursi pelatih klub, mulai dari tim semi-profesional hingga raksasa sepak bola dunia. Misi utamanya adalah membawa tim menuju puncak kejayaan. Seri terbaru ini menjanjikan pengalaman yang lebih realistis dan imersif dibandingkan pendahulunya.
Evolusi Visual Football Manager 26
Salah satu sorotan utama game ini adalah peningkatan grafis yang signifikan. Untuk pertama kalinya, seri ini beralih menggunakan Unity engine, yang menghadirkan tampilan User Interface yang jauh lebih detail. Perubahan ini tidak hanya membuat permainan menjadi terasa lebih modern, tetapi juga mempermudah navigasi bagi para manajer virtual yang ingin mengatur strategi dengan cepat dan efektif.
Pengalaman Match Day Resmi Premier League
Tidak hanya pada aspek visual, game ini juga menggebrak lewat fitur baru Match Day. Adanya lisensi resmi Premier League, membuat pemain kini bisa merasakan atmosfer pertandingan yang lebih autentik. Detail stadion, perlengkapan tim, hingga suasana pendukung dibuat sedekat mungkin dengan kenyataan, menghadirkan nuansa seperti sedang menonton laga langsung di Inggris.
Sebelumnya, Football Manager 25 yang direncanakan rilis tahun ini dibatalkan oleh Sports Interactive dan Sega. Mereka beralasan bahwa game tersebut kurang sempurna bagi fans. Tapi, hasil pengembangan tersebut tidak lantas dihentikan begitu saja. Developer menggunakannya sebagai dasar dari pengembangan untuk Football Manager 26 yang baru saja diumumkan.
Whisper Mountain Outbreak, ini adalah salah satu game Indonesia yang kami paling tunggu kehadirannya. Toge Productions pintar dalam meracik game ini. Gaya Isometric dikombinasikan dengan elemen survival horror ala Resident Evil, ditambah mode multiplayer terlalu mengoda untuk kami lewatkan.
Apalagi game ini terbilang ramah untuk gamer Indonesia yang mayoritas mindset-nya masih F2P. Hanya perlu satu orang yang memiliki game ini. Sedangkan lainnya cukup menggunakan mode Friend’s Pass yang gratisan, dan join ke dalam room orang yang memiliki gamenya. Kurang apa lagi?
Kami mendapat kesempatan untuk memainkan versi review Whisper Mountain Outbreak yang masih berstatus Early Access. Ternyata game ini memiliki satu kelemahan besar yang tidak kami sangka. Berikut adalah review lengkapnya.
Misteri Gunung Bisik
Cerita dari Whisper Mountain Outbreak berlatar di Gunung Bisik. Sebuah fenomena misterius terjadi dan menyebabkan tempat tersebut dipenuhi oleh monster mengerikan.
Kalian akan menjadi salah satu anggota dari tim Bureau of Research & Investigation of Metaphysics atau BRIM, yang dikirim untuk menyelidiki fenomena di Gunung Bisik. Seperti cerita-cerita dalam game atau film horor, tim yang dikirim sebelumnya gagal memenuhi tugas. Kalianlah harapan terakhir untuk memastikan tugas yang diminta dapat berhasil.
Developer mencoba untuk membuat cerita menjadi lebih imersif, dengan menambahkan informasi yang bisa ditemukan di dalam game. Selama permainan, kalian akan menemukan dokumen dan koran yang memperdalam cerita. Misalnya tentang bagaimana dokter di Gunung Bisik menemukan penyakit aneh di pasiennya, atau bagaimana peristiwa misterius ini juga bertalian dengan Jakarta.
Sederhana dan Gelap
Dari segi visual Whisper Mountain Outbreak bisa dibilang sederhana. Game ini menggunakan gaya Isometric dengan setelan grafis 2.5D, yang mirip-mirip dengan game klasik. Sudut pandang tidak fixed dan bisa diputar-putar menyesuaikan keperluan dari pemain.
Kalian juga harus menyesuaikan dengan lighting di dalam game. Pencahayaan yang remang-remang membuat atmosfir horor menjadi terasa. Namun, pada momen tertentu malah mengganggu. Misalnya kami sering kelewatan item yang terjatuh di tanah karena terlalu gelap. Font deskripsi item yang bisa menjadi penanda juga kurang tegas.
Soundtrack game sudah diaransemen dengan baik. Terutama ketika pada bagian Horde Mode yang merupakan momen favorit kami. Musik horor yang dipadu dengan suara tarian Kecak membuat suasana menjadi semakin intens.
Kami perlu memberikan acungan jempol untuk desain monster di Whisper Mountain Outbreak. Awalnya kami mengira game ini hanya memiiliki satu jenis musuh saja, yaitu zombie. Ternyata masih ada jenis musuh yang lain. Misalnya monster merangkak yang suaranya mirip Kuntilanak, sampai pocong yang bisa menyemburkan racun.
Gameplay Mengingatkan dengan Resident Evil
Dari segi gameplay, Whisper Mountain Outbreak sangat mengingatkan kami dengan game Resident Evil Outbreak. Developer Toge Productions banyak mengambil inspirasi dari game Resident Evil untuk diadaptasikan ke dalam gamenya.
Outline dari alur cerita game akan dibagi ke dalam bentuk skenario. Setelah satu skenario selesai, kalian bisa memilih skenario baru. Bedanya adalah jika skenario di Resident Evil Outbreak memiliki objective yang berbeda-beda, di Whisper Mountain Outbreak semuanya sama. Tugas kalian hanya mengambil sebuah paket dan melarikan diri dari kejaran zombie dengan menggunakan mobil.
Tugas ini akan terus berulang dan berulang, sampai menjelang skenario terakhir. Barulah pada momen tersebut, game menghadirkan sesuatu yang baru. Mungkin karena masih berstatus Early Access, sehingga pemilihan skenario masih terbatas. Kami hanya berharap jika kedepannya akan ada lebih banyak skenario yang bisa dipilih di game ini.
Hal lainnya yang mengingatkan saya dengan Resident Evil di game ini adalah elemen puzzle. Level puzzlenya juga lumayan membingungkan. Ada puzzle yang menurut kami sangat identik dengan Resident eVIL. Misalnya ketika membuka pintu yang terkunci dengan Lockpick atau mengatur tekanan dengan menyamakan indikator.
Bahkan ada Green Herb yang bisa dikombinasi sampai tiga kali untuk memaksimalkan efeknya. Lalu ada juga crafting peluru buat kalian yang mungkin malas mengumpulkan boks amunisi saat bermain.
Kami juga menyarankan kalian untuk memainkan game ini secara Multiplayer. Mode ini sudah sangat sesuai, dan akan sangat membantu ketika sedang berhadapan dengan puzzle.
Mekanisme Progression
Whisper Mountain Outbreak memiliki sistem Character Progression. Setiap menyelesaikan skenario, kalian akan mendapatkan Skill Poin yang bisa dibelanjakan untuk meningkatkan kekuatan karakter.
Ada tiga Talent yang bisa dipilih, dari meningkatkan kemampuan serangan jarak jauh, jarak dekat, dan terakhir Health Point karakter. Kalian tinggal menyesuaikan dengan gaya bermain yang disukai.
Beberapa Talent juga menyediakan akses untuk crafting senjata spesial. Misalnya Talent untuk serangan jarak dekat jika dipelajari lebih lanjut, bisa membuat pemain dapat menciptakan Spike Bat. Tidak cuma senjata, kalian juga bisa crafting untuk memperluas slot inventory, sama seperti di game Resident Evil.
Sayangnya sistem Progression ini akan hangus ketika kalian selesai bermain. Pengembangan karakter, skenario yang sudah terbuka, sampai item yang susah-susah didapatkan bakal menghilang alias kena reset ulang. Tidak ada sistem save untuk menyimpan progression.
Jika ini berlaku bagi gamer F2P, maka kami paham alasannya. Tapi jika ini juga berlaku bagi mereka yang membeli gamenya, rasanya agak keterlaluan. Kedepannya developer sudah berjanji untuk mengimplementasikan sistem save di dalam game.
Whisper Mountain Outbreak Dari Segi Teknis
Kami memainkan review Whisper Mountain Outbreak di PC. Spesifikasi PC yang kami gunakan adalah CPU i5-14400F, GPU RTX 3060, RAM 32GB, dan SSD. Jujur saja, spesifikasi PC kami agak overkill. Game ini sendiri bisa dibilang ringan dan bisa dijalankan di PC seperti apapun.
Kesimpulan Review Whisper Mountain Outbreak
Kesimpulan kami dari review Whisper Mountain Outbreak adalah game harus kami akui, memiliki konsep yang menarik. Developer jeli melihat kesempatan, dimana fans sedang dighosting oleh Capcom tentang kepastian Resident Evil Outbreak.
Karena masih berstatus Early Access, kami juga paham jika game ini masih belum sempurna. Salah satu yang harus secepatnya diperbaiki adalah sistem save. Karena bagi mereka yang sudah membayar gamenya, tetapi harus mengulang dari awal setiap selesai bermain, ini jelas tidak adil.
Early Access Whisper Mountain Outbreak sudah tersedia di Steam.
Capcom memastikan bahwa Monster Hunter Wilds PC akan terus mendapatkan pembaruan untuk mengatasi masalah performa. Meski sempat mencatat hampir 1,4 juta concurent players di Steam saat peluncuran, jumlah pemain kini mengalami penurunan signifikan. Salah satu penyebabnya adalah berbagai masalah teknis yang pengalaman bermain.
Dalam Director’s Letter, Yuya Tokuda, mengungkap bahwa developer sudah memiliki rencana untuk menghadirkan perbaikan performa PC dalam beberapa pembaruan mendatang. Ia juga mengklaim bahwa beberapa masalah telah berhasil diatasi lewat pembaruan Title Update 2 di bukan Juni lalu.
Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi oleh developer sekarang terletak pada pengurangan beban CPU tanpa membuat performa menjadi lebih buruk lagi.
Rencana Perbaikan Performa Monster Hunter Wilds PC
Tokuda menyebutkan bahwa sebagian pemain khawatir terhadap beban CPU, terutama bagi mereka yang menggunakan prosesor dengan catatan stabilitas yang rendah. Sebagai solusi, developer akan melakukan pengurangan beban CPU secara signifikan pada Title Update 4 yang dijadwalkan rilis pada musim dingin tahun ini. Setelah tahap ini selesai, proses perbaikan akan terus berlanjut untuk mitigasi lainnya.
Melalui komitmen ini, Capcom berharap Monster Hunter Wilds PC bisa dimainkan lebih stabil oleh pemainnya.
“Kami akan terus bekerja meningkatkan stabilitas game agar lebih banyak pemain bisa menikmatinya di PC dengan tenang,” Ujarnya.
Update Ver. 1.021 Tiba
Selain fokus pada optimasi versi PC, Capcom juga merilis update Ver. 1.021 mulai hari ini. Update ini akan membawa konten end-game, penyesuaian senjata, serta berbagai perbaikan lain.
Menariknya, sebagian dari konten ini awalnya dijadwalkan hadir di Title Update 3 pada akhir September. Namun, developer justru memutuskan untuk memajukannya ke bulan Agustus. Mungkin alasannya adalah supaya gamer PC bisa tetap bersabar sambil menunggu perbaikan yang datang secara bertahap.
Tanggal rilis GTA 6 meski sudah diumumkan, tetap diragukan kepastiannya. Apalagi para fans yang menganggap bisa saja Rockstar memutuskan untuk menunda lagi.
Keraguan ini bisa ditepis setelah pernyataan CEO induk perusahaan Rockstar, Take-Two, Strauss Zelnick, dalam wawancara terbaru dengan CNBC (Dikutip dari Kotaku). Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa game ini akan meluncur sesuai jadwal, yaitu pada 26 Mei 2026 sangat tinggi.
Keyakinan Sang Bos dengan Tanggal Rilis GTA 6
Pewawancara dari CNBC secara spesifik menanyakan “level of conviction” atau seberapa besar kepastian jadwal peluncuran GTA 6. Zelnick pun menjawab tanpa ragu.
“Level keyakinan saya sangat, sangat tinggi.” Ujarnya.
Meski optimis, ia mengingatkan bahwa pihaknya tidak ingin memompa ekspektasi secara berlebihan. Ia menegaskan bahwa kekuatan Rockstar justru terletak pada kemampuannya untuk menciptakan ekspektasi luar biasa dan kemudian melampauinya.
“Saya tahu tujuan mereka. Saya tahu ini akan menjadi game yang luar biasa,” Tambahnya.
Namun yang perlu diingat oleh kita semua adalah Grand Theft Auto 6 adalah proyek game besar. Sama seperti proyek game besar lainnya, proses pengembangan sering kali penuh dengan ketidakpastian.
Zelnick adalah puncak dari ekskutif yang tugasnya adalah meyakinkan masyarakat akan suatu kepastian. Realitanya hanya tim pengembang inti saja yang benar-benar mengetahui sejauh mana proyek yang dikerjakan sudah siap untuk diluncurkan atau belum.
Grand Theft Auto 6 rencananya akan rilis tanggal 26 Mei 2026 di PS5 dan Xbox Series. Apakah versi PC akan rilis di waktu yang sama atau berbeda masih belum diketahui.