Home Blog Page 534

Senjata Gratis Genshin Impact di Ver 2.3, Cinnabar Spindle

0

Update versi 2.3 Genshin Impact yang diluncurkan pada tanggal 24 November 2021 akan menghadirkan senjata gratis. Senjata ini adalah Cinnabar Spindle (Sword) yang bisa diperoleh dengan menyelesaikan event boneka salju yang ada di update tersebut. Senjata ini adalah senjata bintang 4.

Cinnabar Spindle memiliki Secondary Stat Def dengan ability bernama Spotless Heart. Abilty ini dapat meningkatkan serangan elemental damage yang diambil 40% dari Def. Efek ini bisa terpicu setiap 1,5 detik dan menghilang setelah elemental skill menyebabkan damage. Senjata ini akan menguntungkan bagi Albedo dan karakter lain yang menggunakan stat Def untuk meningkatkan damage serangan.

Selain mendapatkan Cinnabar Spindle, pemain juga bisa mendapatkan item untuk refine senjata tersebut dengan menyelesaikan event. Hadiah lainnya yang bisa diperoleh adalah primogem, Crown of Insight, Hero’s Wit, Mystic Enhancement Ore, Mora, dan masih banyak lagi.

Pada update Genshin Impact versi 2.3, miHoYo juga memperkenalkan dua artifact baru. Namanya adalag Husk of Opulent Dreams dan Ocean-Hued Clam.

Kojima Productions Bakal Rambah Industri Musik, TV, dan Film

0

Studio Kojima Productions dipastikan bakal bertambah besar kedepannya. Developer game Death Stranding ini bakal memperluas divisinya dengan merambah musik, TV, dan film. Divisi baru Kojima Productions ini akan berdiri di Los Angeles, California.

Dilansir dari Gamesindustry.biz, Riley Russell yang merupakan perwakilan dari divisi baru Kojima Productions menjelaskan misinya. Divisi ini nantinya bertugas untuk memperluas cakupan dari IP yang dimiliki oleh Kojima Productions. Selain itu mereka juga akan bekerjasama dengan para profesional lain yang bergerak dalam industri musik, TV, film, dan juga industri game sendiri. Kelihatannya divisi ini merupakan hasil realisasi dari keinginan Hideo Kojima yang memang bercita-cita ingin menjadi producer film.

Death Stranding, game besutan Kojima Productions bisa dibilang game yang menyerupai film. Game ini menampilkan para bintang Hollywood sebagai karakter. Cutscene yang ditampilkan juga bisa dianggap sekelas dengan film. Karena sudah memiliki divisi film, bukan tidak mungkin untuk game selanjutnya nanti Hideo Kojima akan betul-betul mengintegrasikan antara game dengan film.

Nexon Pamerkan Game Fighting Buatan Arc System Works, DNF Duel

0

Proyek selanjutnya developer Guilt Gear, Arc System Works telah dipamerkan. Bekerjasama dengan Neople, Eighting, dan juga raksasa Nexon, trailer perdana DNF Duel akhirnya dirilis. Game ini diadaptasi dari franchise game online Dungeon Fighter.

Style 2.5D yang merupakan ciri khas dari Arc System Works sangat kentara di game ini. Belum ada pengumuman resmi mengenai kapan game ini dirilis dan platform mana yang akan dituju.

Dua Karakter Baru Genshin Impact Yun Jin dan Shenhe Diumumkan

0

Genshin Impact bakal kedatangan dua karakter baru di update versi selanjutnya. Melalui media sosial, miHoYo telah mengumumkan identitas kedua karakter baru ini yaitu Yun Jin dan Shenhe. Kedua karakter memiliki elemen yang berbeda. Yun Jin adalah karakter Geo sedangkan Shenhe adalah karakter Cryo.

Shenhe dideskripsikan sebagai seorang wanita yang dibesarkan oleh Adepti Liyue, Cloud Retainer. Karena hidup bersama dengan Adepti, Shenhe memiliki kebiasaan yang berbeda dengan manusia biasa. Sedangkan Yun Jin adalah pemimpin dari grup opera bernama Yun-Han. Performa Yun Jin selalu menarik karena ia selalu tampi dengan suara khas dan kostum yang menarik. Detail lainnya seperti gameplay untuk kedua karakter belum diperlihatkan oleh miHoYo.

Sementara itu update terbaru Genshin Impact yaitu versi 2.3 akan rilis pada tanggal 24 November 2021. Berjudul “Shadows Amidst Snowstorms”, update ini akan menghadirkan kembali dua karakter bintang lima yaitu Eula dan Albedo.

Battlefield 2042 Dihujani Review Negatif di Steam

0

Kelihatannya gamer PC di Steam kurang menyukai Battlefield 2042. Game first-person shooter kepunyaan EA ini dihujani oleh review negatif. Bahkan rating game ini Steam adalah mostly negative. Padahal dua game sebelumnya yaitu Battlefield V dan Battlefield 4 mendapat review yang bagus di Steam.

Kebanyakan kritik ditujukan kondisi game yang belum sempurna dan masih memiliki bug serta glitch. Implementasi sistem Specialist juga dikritik. Rupanya fans Battlefield lebih menyukai sistem Class yang ada di game sebelumnya karena menawarkan lebih banyak kebebasan dalam bermain. Selain itu fans Battlefield juga menyoroti soal tidak adanya mode singleplayer di game tersebut.

Ketidaksukaan fans dengan Battlefield 2042 berujung dengan dibuatnya surat protes. User bernama marmite22 membuat pernyataan di Reddit yang ditujukan kepada developer Battlefield 2042 yaitu DICE. Mewakili fans Battlefield, marmite22 memohon agar DICE segera memperbaiki game tersebut. Ia juga memohon kepada developer untuk mulai mendengarkan suara dari fans, bukan malah mengikuti pihak yang hanya mencari keuntungan saja.

Akankah Battlefield 2042 comeback? Kita lihat saja nanti.

Rockstar Minta Maaf Atas Performa Buruk Grand Theft Auto: The Trilogy

0

Rockstar akhirnya mempublikasi pernyataan minta maaf atas buruknya Grand Theft Auto: The Trilogy -The Definitive Edition. Rockstar mengakui bahwa game tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan oleh fans. Oleh karena itu Rockstar berjanji untuk memperbaikinya dalam jangka berkala.

Rockstar mengatakan bahwa mereka sudah memiliki rencana untuk update Grand Theft Auto: The Trilogy -The Definitive Edition. Update ini diharapkan dapat memperbaiki kekurangan yang ada Grand Theft Auto: The Trilogy -The Definitive Edition agar bisa menjadi game yang sesuai dengan harapan fans. Rockstar berjanji akan memberikan pengumuman jika update ini sudah siap. Detailnya bisa dibaca di sini.

Selain itu Rockstar juga kembali memunculkan versi PC Grand Theft Auto III, Grand Theft Auto: Vice City, dan Grand Theft Auto: San Andreas di Rockstar Store dalam bentuk bundle. Ketiga game ini sempat hilang ketika Grand Theft Auto: The Trilogy -The Definitive Edition rilis. Selain itu mereka yang membeli Grand Theft Auto: The Trilogy -The Definitive Edition lewat Rockstar Store sampai dengan tanggal 30 Juni 2022 akan mendapat ketiga game tersebut secara gratis.

Meski bermasalah, Grand Theft Auto: The Trilogy -The Definitive Edition memiliki inovasi yang tidak dimiliki oleh versi originalnya. Misalnya seperti pemutakhiran pemilihan senjata dengan wheel mode dan sistem aim assist.

Trailer Penundaan Rilis Pragmata Undang Simpati Netizen

0

Bagaimana cara menahan amarah gamer karena game yang mereka tunggu ditunda rilisnya? Lakukan saja cara yang dilakukan oleh Capcom ketika mengumumkan penundaan rilis gamenya yang berjudul Pragmata.

Capcom mengunggah sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah wanita. Bocah ini terlihat malu-malu sambil memperlihatkan poster penundaan rilis Pragmata dari 2022 menjadi 2033.

Cara tersebut rupanya berhasil. Netizen justru merasa bersimpati dan tidak mempermasalahkan penundaan game tersebut. Saat berita ini dibuat trailer penundaan rilis Pragmata sudah memiliki 5.000 like dan hanya 99 dislike.

Pragmata diumumkan pertama kali pada tahun 2020. Trailer perdana game ini terkesan aneh dan tidak menjelaskan apa-apa. Capcom hanya memperlihatkan kota New York yang kosong, seseorang dengan kostum astronot, dan bocah wanita yang memandangi bulan. Game ini rencananya akan dirilis di konsol next-gen dan PC.

Epic Games Bagi-Bagi 3 Game Gratis

0

Ada tiga game gratis yang dibagikan oleh Epic Games Store di bulan November ini. Ketiga game ini adalah Guild of Dungeoneering, Kid A Mnesia Exhibition, dan Never Alone. Ketiga game ini sudah dapat diambil sekarang. Ingat, promo ini terbatas sampai dengan tanggal 25 November 2021.

Guild of Dungeoneering adalah game turn-based yang dikombinasi dengan dungeon-crawling dan card-battler. Tugasmu adalah mendesain sebuah dungeon lengkap dengan jebakan, monster, dan juga harta karun. Sedangkan Kid A Mnesia Exhibition adalah game yang terinspirasi dari grup musik Radiohead.

Game gratis Epic Games yang menarik adalah Never Alone. Game platformer ini menceritakan petualangan Nuna dan rubah sahabatnya di alam liar Alaska.

Review: Grand Theft Auto: The Trilogy – The Definitive Edition, Nostalgia Yang Sempat Tertunda

0

Tepat di hari peluncur Grand Theft Auto: The Trilogy – The Definitive Edition ke berbagai platform game masa kini (konsol dan PC), ternyata ada sebagian gamer yang sedih karena tidak bisa langsung memainkannya meskipun telah membelinya, gamer manakah itu ? Yes, gamer PC.

Rockstar Games Launcher yang menjadi “rumah” bagi gamer PC untuk bisa memainkan Grand Theft Auto: The Trilogy – The Definitive Edition ternyata down alias lumpuh lebih dari 15 jam! Ini tentu saja membuat fans GTA geram, terutama yang sudah membeli game. Jadi yah, sabar adalah kunci utama pada saat itu.

Ok setelah bersabar, saya yang juga kebetulan memainkan game ini di PC akhirnya bisa memulai petualangan dimulai dari game Grand Theft Auto: San Andreas – The Definitive Edition.

                                                                                   Jalan rame-rame

Rasanya saya tidak perlu menceritakan seperti apa jalan cerita dari game ini. Fans GTA sudah pasti sangat akrab dengan CJ serta geng hijau-hijaunya. Yang ingin saya bahas lebih banyak mungkin adalah feel bermain game ini serta optimalisasi grafis dalam game ini. FYI, saya menggunakan setingan PC kentang, yaitu  hanya menggunakan GTX 750 Ti, ram 8gb dan Procesor dari tetangganya intel. Saya mencoba mengutak-atik setingan grafis mulai dari low, medium, high dan ultra dengan tetap mematok 60 fps. Hasilnya? Game berjalan baik-baik dengan frame rate yang tidak nyungsep.

Setelah mencoba semua setingan akhirnya saya menetapkan bermain di resolusi 1366×768, dengan settingan grafis high, game pun berjalan dengan sangat lancar.  Ok, setelah mencoba bermain cukup lama, hal ke dua selain grafis yang “enak” dari game ini adalah kontrolnya. Mengendalikan dengan keyboard + mouse apalagi gamepad sama-sama asiknya, tidak ada canggung sama sekali. Apalagi bagi kalian yang sering bermain GTA V, yah rasanya menurut saya jadi 11-12 alias mirip. Ini sedikit berbeda dari control game versi asli. Ini menurut saya dan beberapa teman saya yang sudah mencobanya ya, jadi please jangan di bully jika pendapat kalian berbeda.

                                                              Cahaya lampu kendaraannya sedap

Musik dan suara aktor menurut saya juga semakin sip. Mungkin kalian yang kupingnya “tajam” bisa membedakan lebih detil lagi, tapi saya yang mempunyai pendengaran biasa-biasa saya cukup kagum dengan bagian sound dalam game, rasanya lebih bold.

Gambar di klik bisa jadi besar

Nah, bug yang dahulu terdapat di dalam GTA SA original ternyata juga masih ada dalam versi The Definitive Edition. Bug mobil terbang dengan monster truk, bug gas air mata, bug berjalan/menggunakan kendaraan di laut, bug di gym, bug misi pertama dimana jika kalian membunuh anggota ballas kalian tidak akan dikejar lagi oleh mobil merah, dan banyak lagi bug fenomenal lainnya masih bisa kalian “nikmati” di sini. Ini sepertinya sudah jadi “fitur” ya, bukan lagi bug, hehehe.

                                                                        Mejeng di mobil hasil ngembat

Okelah tidak banyak yang bisa diceritakan lagi mengenai Grand Theft Auto: San Andreas – The Definitive Edition, mungkin bagi kalian yang ingin nostalgia dengan “sedikit” memanjakan mata dan jari jemari, layak untuk menjajal game ini. Tapi jangan terlalu berlebihan dalam berharap ya. Takutnya harapan kalian terlalu besar sehingga melampaui apa yang sebenarnya ingin disajikan Rockstar Games dalam game ini kepada fans GTA.

                                                                                     om om tampan

Selanjutnya saya lanjut menjajal game Grand Theft Auto: Vice City. Agak aneh saat saya memainkan game ini karena Kadang terjadi shuttering. Entah karena hardware yang digunakan atau memang masih ada bug. Namun perlu di ketahui bahwa GTA San Andreas tidak pernah terjadi shuttering dengan PC yang sama spesifikasinya.

                                                                              Tampan dan berani

Kontrol saat mengendalikan kendaraan, misalnya mobil tidaklah terlalu smooth seperti di GTA San Andreas. Mungkin ini memang “disengaja” supaya terasa ke-retro-annya. Oh iya NPC dalam game ini tetap kocak ya, alias tidak takut saat akan kita lukai. Kota dalam game juga tetap terasa sepi, persis seperti game versi aslinya.

                                                                                  Kota yang “bersih”

Namun grafisnya yah cukup enak saja dimata, tidak ada yang spesial. Jika GTA Vice City boleh digambarkan sebagai makanan, mungkin saya akan menggambarkannya sebagai keripik kentang. Enak dimakan, tapi kurang mengenyangkan.

Gambar di klik bisa jadi besar

Nah selanjutanya game yang saya jajal adalah Grand Theft Auto III. Mungkin ini game yang paling ringan karena memang ukurannya juga paling kecil. Hanya sekitar 4GB. Namun sekali lagi hal aneh terjadi yaitu stuttering yang kadang masih juga kadang terjadi. Apakah mungkin game hanya dimaksimalkan untuk GTA San Andreas saja untuk saat ini? Semoga saja kedepannya ada update besar yang membuat keseluruhan game dalam paket The Definitive Edition ini menjadi lebih baik.

                                                                             Sangar bener mukanya

Kontrol dalam GTA III ini feel-nya mirip dengan GTA Vice City. Jujur di awal video game saya sangat lupa dengan aksi kejahatan yang dilakukan tokoh utama bernama Claude ini. Namun yang saya ingat dalam GTA III ini adalah lingkungan kota yang lengang, mirip seperti GTA Vice City. Untuk GTA III, bisa saya katakan bahwa sebagian besar aspek dalam game benar-benar biasa saja. Wajah karakter game juga biasa saja. Hm… sepertinya akan banyak yang mengkritik GTA III The Definitive Edition ini jika sudah mencobanya sendiri. Oh iya AI dalam game juga tidak berubah alias sama saja, sama-sama masih tidak pintar.

Gambar di klik bisa jadi besar

Rockstar Games pernah mengatakan diawal kehadiran Grand Theft Auto: The Trilogy – The Definitive Edition bahwa game ini dari segi grafis akan mengalami peningkatan yang disesuaikan dengan teknologi masa kini. Namun akan tetap mempertahankan unsur klasiknya. Nah jika itu memang maksudnya, ya inilah hasilnya.

                                                                     Kayak banyak pikiran

Akhirnya kata semua penilaian saya serahkan sepenuhnya kepada fans GTA, terutama yang sudah sangat kawakan memainkan game ini dan sudah tamat berulang-ulang memainkannya sambil mengulik bug serta rahasia yang sangat banyak dalam tiap game. Namun jika harus memberikan nilai, nampaknya nilai 3,5 dari 5 bintang cukup untuk mewakili kenikmatan saya saat memainkan game ini kembali.

Gambar di klik bisa jadi besar

Oh iya, selain ke PC, Grand Theft Auto: The Trilogy – The Definitive Edition juga sudah tersedia di PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, Nintendo Switch. Tak lupa pula game ini akan hadir di mobile (iOS dan Android) pada awal tahun 2022 mendatang.

Baiklah, sampai jumpa lagi di ulasan playcubic selanjutnya. Selamat bermain!

Warner Bros. Umumkan Game Fighting MultiVersus

0

Apa jadi jika karakter dari franchise milik Warner Bros. berkumpul dan bertarung satu sama lainnya? MultiVersus adalah game fighting terbaru milik Warner Bros. Games. Game ini unik karena menghadirkan karakter terkenal dari Warner Bros. seperti Batman, Superman, Harley Quinn, Bugs Bunny, Arya Stark, dan masih banyak lagi.

Dari segi gameplay MultiVersus mirip dengan Smash Bros. Pemain akan bertarung dalam arena 2D dimana pada setiap bagian ujung terdapat jurang untuk mengeliminasi pemain lain. MultiVerse bisa dimainkan oleh 4 pemain dengan mode 2vs2, 1vs1, bahkan free for all. MultiVerse juga memiliki ranked match, pilihan untuk online atau local play, dan juga dukungan untuk cross-platform. Detailnya bisa dilihat di sini.

MultiVersus akan dirilis pada tahun 2022 secara F2P di platform PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, dan PC.