Masa depan game Digimon Survive semakin tidak menentu. Game untuk PS4, Xbox One, Nintendo Switch, dan PC ini ditunda rilisnya sampai dengan tahun 2022.
Diundurnya tanggal rilis Digimon Survive terungkap lewat laporan finansial Toei (Diterjemahkan oleh Siliconera). Namun tidak ada penjelasan lebih lanjut kenapa game tersebut lagi-lagi ditunda rilisnya.
Sejak diumumkan pada tahun 2018, Digimon Survive sudah ditunda berkali-kali. Awalnya game ini ditargetkan rilis pada tahun 2019, lalu diundur 2020, diundur lagi menjadi 2021, dan sekarang ditunda lagi sampai 2022.
Nuverse mengumumkan bahwa Ragnarok X: Next Generation, game mobile MMORPG 3D dari franchise RO tercinta, meluncurkan update Guild versus Guild (GvG) yang paling ditunggu-tunggu pada akhir pekan mendatang. Guild yang telah dibuat oleh pemain akan dapat menguji keberanian dan persatuan mereka satu sama lain dalam pertempuran PvP berskala besar yang epik. Raih kemenangan dalam GvG untuk menunjukkan bahwa Guildmu pantas memperoleh penghargaan dari Odin!
GvG akan berlangsung setiap hari Sabtu pukul 21:00-21:45 waktu setempat, di semua server dengan World Level di atas 55, dan akan terbuka untuk semua pemain dengan Base Level di atas 35 yang tergabung dalam Guild. Ada 5 castle untuk ditaklukkan dan dipertahankan oleh Guild, terletak di Geffen, Alberta, Morroc, Pulau Izlude, dan Payon.
Melanjutkan Kejayaan yang Pernah Bersinar: Memperkenalkan Sistem GvG Baru
Seperti yang dapat dibuktikan oleh penggemar veteran dari MMORPG klasik Ragnarok Online, medan perang Guild yang disucikan merupakan ujian kekuatan tersulit bagi semua petualang di Midgard. Di Ragnarok X: Next Generation, fungsi Sistem GvG sangat mirip dengan aslinya, beberapa Guild akan berjuang untuk menduduki castle dari berbagai kota besar di Midgard dengan menghancurkan Emperium yang terletak di dalamnya. Guild yang berhasil menghancurkan Emperium terlebih dahulu, akan menjadi pelindung castle dan harus menangkal serangan dari Guild lain yang ingin mengklaim castle itu sebagai milik mereka.
Event ini akan dibagi menjadi 3 tahap utama: pertama tahap Siege War, di mana pemain harus bertarung melawan monster untuk menguasai markas netral. Setelah markas diklaim, permainan pindah ke tahap Clash of Champions, di mana para pelindung harus mempertahankannya dari Guild lain selama 15 menit untuk menjadi pelindung castle di mode Defensive War selama minggu-minggu berikutnya. Bila berhasil mempertahankan base selama 45 menit dalam mode tersebut, dan Guild kamu akan mendapatkan pemilikan hunian seluruh kota, dengan banyak hadiah eksklusif yang sudah menunggu untuk 5 Guild yang berhasil mengklaim setiap castle di kota besar di Midgard.
Soal hadiah, dengan hanya berpartisipasi dalam GvG akan memberikan kamu kesempatan untuk mendapatkan Participation Chest GvG berdasarkan aksi seperti mengalahkan anggota Guild musuh, atau menghidupkan kembali rekan guild yang kalah di medan perang. Guild yang menang akan mendapatkan City Owner Chest eksklusif yang berisi Guild Contribution dan material Shadow Equipment.
Selain City Owner Chest, Guild pemenang juga akan memiliki akses ke Abyssal Arcade, medan pertempuran PvP khusus di mana kelima Guild pemenang harus mengalahkan bos MVP khusus yang menjatuhkan beberapa equipment permainan yang paling langka dan kuat, serta tempat pengumpulan yang menyediakan bahan Shadow Equipment tingkat tinggi. Kemuliaan dan kekayaan telah menunggu para pemenang GvG yang berani!
Sekitar satu bulan sejak diluncurkan di Asia Tenggara, Ragnarok X: Next Generation telah berhasil di-download lebih dari 6.000.000 kali, dengan lebih dari 1.000.000 pemain turun ke Midgard bersama teman-teman mereka setiap hari. Dengan Sistem GvG yang sudah di depan mata, game ini memiliki banyak konten menarik untuk dinantikan! Kamu tidak ingin melewatkan hadiah menarik yang ditawarkan, jadi download Ragnarok X: Next Generation di iOS atau Android hari ini dan bergabunglah dengan komunitas petualang global yang bersemangat!
Kejutan Akhir Bulan! Tim Angel Squad Mobile Indonesia tidak berhenti memberikan yang terbaik untuk para Playernya. Tepat hari ini ada Dua Angel yang siap menemani para kapten mengalahkan musuh-musuhnya.
Dua Angel ‘Kawaii’ ini bernama Galil Ace dan Famas. Selama periode event 27 Juli – 15 Agustus 2021, Kapten berkesempatan lebih tinggi pada Gacha untuk mendapatkan kedua Angel yang lucu ini
Jadi gimana? Langsung aja buruan ikutan Download dan Mainkan Angel Squad Indonesia serta dapatkan Angel yang kalian inginkan !
Setelah maintenance ada Step Up mode yang hadir kembali untuk untuk menguji kemampuan bertempur kalian. Mode Step Up kali ini hadir dengan tema World War 2 yang akan membuat pertempuran kalian semakin seru. Pada mode ini kalian akan menggunakan berbagai weapon yang akan berganti secara random saat kalian berhasil mencapai target. Tema weapon kali ini adalah World War 2 seperti Bambu Runcing, M1918 TrenchKnife, Luger P08, Colt 45, SKS, Kar98k, M1928 Thompson, AK-47, STG-44. Ada hadiah yang bisa kalian dapatkan saat mencapai Top Rank dan bonus EXP Boost 100% saat kalian bermain pada pode ini. Step Up Mode ini hanya berlangsung mulai dari 27 Juli sampai 2 Agustus 2021.
Selain Step Up Mode ada juga skin terbaru yaitu Ongame yang hadir dalam Main Weapon, Secondary Weapon, Melee Weapon, dan Mask. Seri Ongame ini dibuat untuk merayakan hadirnya layanan Ongame yang ada di Brasil yang menonjolkan logo Ongame sebagai poin desain skin kali ini.
ASUS Republic of Gamers (ROG) hari ini mengumumkan ketersediaan keyboard gaming ROG Claymore II dan mouse gaming series ROG Gladius III. Diperkenalkan di CES® 2021, periferal canggih ini dirancang untuk keunggulan kontrol dalam game dan taktis dalam game online dan esports. Kedua produk tersebut memenangkan penghargaan Red Dot 2021 untuk kategori Komputer dan Teknologi Informasi.
Keyboard gaming ROG Claymore II memberi para gamer cara baru yang menarik untuk bermain, memungkinkan mereka membuat pengaturan game yang ideal dengan menempatkan numpad yang dapat dilepas di kedua sisi keyboard tenkeyless (TKL). ROG Claymore II dapat digunakan dalam mode kabel atau nirkabel, dan mendukung pencahayaan Aura Sync yang dapat disesuaikan serta dapat disinkronkan dengan komponen dan periferal lain yang kompatibel dengan Aura.
ROG Gladius III dan ROG Gladius III Wireless adalah mouse gaming ergonomis yang memiliki fitur sensor optik 19.000 dpi (disetel hingga 26.000 dpi) untuk kontrol kursor yang cepat dan presisi dengan latensi mendekati nol. Setiap model memiliki desain Push Fit Switch Socket II yang unik yang kompatibel dengan saklar mikro optik mekanik dan Omron, serta menawarkan penggerak tombol instan tanpa klik yang tidak diinginkan. Selain itu, ROG Paracord yang fleksibel dan kaki mouse 100% TPFE dengan tepian bulat memastikan gerakan meluncur yang sangat mulus. Secara estetika, desain asimetris klasik dari kedua mouse gaming ini sangat cocok untuk berbagai gaya pegangan tangan kanan, dan masing-masing menampilkan panel samping bertekstur anti selip lengkap dengan tanda ROG yang diukir laser dan pencahayaan RGB.
Keyboard gaming ROG Claymore II elite
ROG Claymore II dapat digunakan sebagai keyboard TKL 80% mandiri atau sebagai keyboard ukuran penuh 100% dengan numpad pada bagian kanan atau kiri, menyesuaikan preferensi masing-masing. Dibandingkan dengan model sebelumnya, ROG Claymore II mengadopsi desain slot baru untuk memberikan numpad yang dapat dilepas, sambungan yang lebih aman dan kuat ke keyboard. Ini juga mencakup kemudahan seperti tombol yang dapat disesuaikan, roda pengatur volume, dan sandaran tangan yang dapat dilepas untuk mengetik lebih nyaman.
ROG Claymore II dapat ditentukan dengan switch mekanis optik ROG RX Blue atau RX Red. Pertama kali terlihat pada keyboard gaming ROG Strix Scope RX, switch premium ini menampilkan desain batang persegi berlubang dengan LED RGB yang disematkan untuk memberikan pencahayaan menyeluruh, per tombol yang kompatibel dengan teknologi nirkabel Aura Sync. Desainnya juga memastikan penundaan pantulan mendekati nol untuk memastikan aktivasi seketika saat tombol ditekan. Batang persegi berlubang dan mekanisme X-stabilizerbekerja bersama-sama untuk memberikan penekanan tombol bebas goyangan yang konsisten dan daya tahan yang luar biasa hingga 100 juta masa tekan tombol.
ROG Claymore II menawarkan waktu respons 1 ms dalam mode RF 2,4 GHz berkabel dan nirkabel, dengan kabel USB C® yang dibundel dan adaptor USB C ke USB Tipe A. Bandwidth USB C yang lebar memungkinkan pengguna untuk mengisi daya keyboard dengan cepat atau terhubung ke perangkat lain melalui port passthrough di bagian belakang keyboard.
Mouse gaming ROG Gladius III Wireless dan ROG Gladius III
ROG Gladius III Wireless memiliki fitur konektivitas tri mode melalui RF 2,4 GHz ultra cepat, Bluetooth® LE yang hemat energi, atau USB kabel. Ini memberi pengguna fleksibilitas untuk memilih mode yang paling sesuai dengan situasi. Teknologi pemasangan cepat Bluetooth memungkinkan pengguna untuk beralih di antara tiga perangkat dengan menekan tombol Pair.
Sensor optik kelas atas dari seri ROG Gladius III menawarkan akurasi dan presisi yang tak tertandingi, dengan rentang 100 – 26.000 dpi dengan deviasi 1% terdepan di kelasnya, memungkinkan mouse untuk melacak dengan sempurna hingga 400 inci per detik (ips) pada 50 g percepatan. Sensor optik juga menyediakan polling rate 1000 Hz dalam mode nirkabel dan kabel 2,4 GHz untuk respons bebas jeda. Pengguna dapat menyimpan hingga lima pengaturan profil pada memori onboard-nya.
Switch mekanis menggunakan pantulan untuk pengaktifan tombol, yang biasanya menghasilkan latensi klik. ROG Gladius III memiliki desain tombol berporos yang unik dengan celah nol antara tombol mouse dan switch untuk memastikan penggerak seketika. Selain itu, firmware yang disetel menyaring klik mouse yang tidak disengaja untuk switch mikro mekanis dan optik untuk memberi gamer keunggulan dalam permainan kompetitif.
Desain Push Fit Switch Socket II memungkinkan pengguna untuk melakukan hot-swap sakelar mekanis 3 pin tradisional dan sakelar mikro optik Omron® 5 pin terbaru. Dengan sakelar yang bervariasi dalam nuansa dan karakteristik, desain soket yang inovatif memberi pengguna fleksibilitas untuk memilih sakelar yang paling sesuai dengan gaya permainan masing-masing. Soket yang diperkuat juga mengurangi guncangan untuk menghasilkan klik tombol yang konsisten.
ROG Gladius III memiliki tanda ROG berukir laser bercahaya RGB di bagian sisinya, dan dilengkapi dengan ROG Paracord dan kaki mouse bermata bundar 100% PTFE untuk memastikan luncuran yang cepat dan mulus.
KETERSEDIAAN & HARGA
Produk Keyboard Gaming ASUS ROG Claymore II dan Mouse Gaming ROGGladius III Series telah tersedia di Indonesia dan dipasarkan dengan SRP (suggested retail price) sebagai berikut:
Xbox Australia & New Zealand telah mengungkap produk kolaborasi mereka dengan perusahaan koper. Hasil kolaborasi ini adalah tas koper dengan desain Xbox Series S. Secara sekilas koper berwarna putih ini terlihat mirip dengan konsol Xbox Series S karena memiliki lubang sirkulasi.
Ketika dibuka tas koper ini ternyata berisi konsol Xbox Series S lengkap dengan stick controllernya. Tas koper Xbox Series S ini rupanya adalah barang promosi dan tidak dijual. Beberapa dari produk ini dikirimkan ke influencer di Australia untuk mempromosikan Microsoft Flight Simulator yang rilis hari ini. Sementara itu satu produk dibagikan secara cuma-cuma kepada fans lewat Twitter.
Capcom telah mengungkap event kolaborasi Monster Hunter Rise terbaru. Event ini akan menghadirkan Ammy Costume untuk Palamute. Jika digunakan maka Palamute akan menjadi Amaterasu dari game Okami. Event ini rencananya akan mulai berjalan pada tanggal 30 Juli 2021 mendatang.
Pada video di atas kamu bisa melihat adanya tiga event kolaborasi Monster Hunter Rise dengan Capcom. Event pertama akan berlangsung pada bulan Agustus. Sementara itu dua event kolaborasi yang lain baru berjalan pada musim gugur.
Producer Naoki Yoshida telah membagikan informasi baru soal pengembangan game Final Fantasy XVI. Rupanya game ini akan dikerjakan lebih dulu versi bahasa Inggrisnya, baru setelah itu menyusul versi bahasa Jepangnya.
Dalam acara live-streaming Washanaga (Diterjemahkan oleh Siliconera), Yoshida menjelaskan alasan kenapa mereka lebih dulu mengerjakan versi bahasa Inggris Final Fantasy XVI. Sebabnya semua cutscene dalam game Final Fantasy XVI akan dibuat dengan menggunakan teknologi facial mocap. Kebetulan aktor yang akan menjadi pemeran facial mocap di Final Fantasy XVI adalah aktor Inggris. Oleh karena itu dialog para aktor dalam bahasa Inggris juga akan direkam lebih dulu. Setelah pengerjaan ini selesai, barulah mereka akan mengerjakan versi bahasa Jepangnya.
Final Fantasy XVI akan rilis di PS5. Mengenai kapan game ini rilis masih belum diketahui.
Pertanyaan soal angka penjualan game Death Stranding akhirnya terungkap. Informasi ini diungkap oleh head of publishing Kojima Productions, Jay Boor kepada gamesindustry.biz. Ia mengungkap bahwa Death Stranding sudah terjual sebanyak 5 juta kopi di PS4 dan PC sampai dengan Maret 2021.
Sebagai game pertama Kojima Productions, Jay Boor mengatakan bahwa performa Death Stranding ‘quite well’ atau cukup baik. Ia merasa optimis jika penjualan akan kembali meningkat ketika versi Director’s Cut Death Stranding rilis pada bulan September mendatang di PS5.
Death Stranding – Director’s Cut akan mengalami peningkatan dari segi grafis karena dimainkan di konsol next-gen. Game ini juga akan memiliki berbagai macam fitur seperti alur cerita, senjata, kendaraan, dan mode baru yang sebelumnya tidak ada di game originalnya. Selain itu dalam Death Stranding – Director’s Cut fitur social strand juga akan ditingkatkan.
Ada kabar baru seputar film Pokemon. Netflix dikabarkan sedang mengerjakan film seri live-action Pokemon. Informasi ini diungkap oleh Variety.
Menurut narasumber Variety, film seri live-action Pokemon kepunyaan Netflix ini masih dalam tahap awal pembuatan. Belum informasi soal alur cerita dari film tersebut. Namun narasumber ini mengatakan bahwa film Pokemon Netflix akan mirip dengan film Detective Pikachu yang rilis pada tahun 2019.
Untuk pengerjaan film seri live-action Pokemon, Netflix kabarnya telah menunjuk Joe Handerson sebagai executive producer. Joe Handerson juga merupakan executive producer dari serial film Netflix Lucifer.