Home Blog Page 50

Kreator Call of Duty Vince Zampella Meninggal Dunia Karena Kecelakaan

0
Kreator Call of Duty Vince Zampella Meninggal Dunia Karena Kecelakaan

Vince Zampella, kreator dari franchise Call of Duty sekaligus pimpinan dari DICE telah meninggal dunia. Penyebabnya adalah akibat kecelakaan mobil fatal di Los Angeles, Amerika Serikat pada hari Minggu (21/12) waktu setempat. Kepergian Vince meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi industri game, tetapi juga bagi gamer di seluruh dunia

Kronologi Tragedi Vince Zampella

Dikutip dari Republika, kepolisian setempat telah menerbitkan laporan dari kecelakaan naas yang menimpa Vince Zampella. Tragedi ini terjadi ketika Vince sedang mengemudikan Ferrari 296 GTS keluaran 2026 berwarna merah. Mendadak ia kehilangan kendali setelah keluar dari terowongan. Mobil tersebut lalu menghantam pembatas beton dengan keras, dan terbakar.

Vince langsung dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara seorang penumpang lain sempat dilarikan ke rumah sakit namun tidak selamat.

Perjalanan Karier

Perjalanan karier Zampella dimulai pada 2002, ketika ia mendirikan Infinity Ward dan melahirkan Call of Duty. Setelah berselisih dengan Activision, ia lalu keluar dan mendirikan Respawn Entertainment pada 2010, menghasilkan Titanfall, Apex Legends, dan Star Wars Jedi: Fallen Order.

Ketika EA mengakuisisi Respawn, Vince lalu dipindahtugaskan untuk memimpin DICE sekaligus menjadi kepala dari pengembangan Battlefield.

Bagaimana menurut kalian?

Cara Daftar NTE CBT, Cukup Isi Data dan Kuesioner

0
Cara Daftar NTE CBT, Cukup Isi Data dan Kuesioner

Hotta Studio telah mengumumkan dibukanya pendaftaran untuk mengikuti NTE CBT. Tes berjudul Co-Ex (Co-Existence) Test ini akan hadir di Mobile, PC, dan juga PS5. Seperti tes yang sebelumnya, pemain yang beruntung terpilih secara acak akan bisa mengikuti tes, dimana nanti developer akan meminta masukan untuk menyempurnakan game NTE atau Neverness To Everness.

Cara Mendaftar NTE CBT

Untuk ikut serta dalam NTE CBT, pemain wajib membuat akun di website resmi dan mengisi data serta kuesioner pendaftaran. Pemain yang beruntung nantinya akan dihubungi oleh developer melalui email.

Satu syarat lagi yang harus diikuti adalah mengikuti spesifikasi yang diminta. Untuk perangkat PC, NTE CBT membutuhkan sistem operasi Windows 10 64-bit atau versi lebih baru. Spesifikasi minimum mencakup prosesor Intel Core i7-10700 generasi ke-10, kartu grafis NVIDIA GeForce GTX 1660 atau setara, serta RAM 16GB. Sementara itu, rekomendasi terbaik adalah menggunakan prosesor Intel Core i7-12700 generasi ke-12 atau lebih tinggi, kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 3060 ke atas, dan RAM minimal 16GB atau lebih besar untuk pengalaman bermain yang lebih lancar.

Untuk perangkat Android, spesifikasi minimum yang dibutuhkan adalah prosesor Snapdragon 855 atau chip MediaTek dengan performa setara, RAM 6GB, serta sistem operasi Android 10.0 atau lebih baru. Untuk rekomendasi, game ini akan berjalan lebih optimal dengan prosesor Snapdragon Gen2 atau Gen3, atau chip MediaTek dengan performa sekelas, tetap dengan RAM 6GB ke atas dan sistem operasi Android 10.0 atau lebih tinggi.

Sedangkan untuk perangkat iOS, syarat minimum adalah iPhone 12 Pro Max dengan RAM 6GB dan sistem operasi iOS 15.0. Rekomendasi perangkat yang lebih ideal adalah iPhone 14 Pro atau model yang lebih canggih, dengan RAM 6GB ke atas dan sistem operasi iOS 16.0 atau versi lebih baru.

Dalam NTE CBT, developer akan membuka fitur cross-play dengan cross-platform yang dapat disinkronkan antara PC, mobile, dan konsol. Game ini mendukung sembilan bahasa, termasuk Inggris, Spanyol, dan Prancis, dengan empat bahasa utama yang dilengkapi voice over.

Untuk informasi, progress selama tes nantinya akan dihapus setelah periode tes berakhir dan fitur pembelian dalam game juga tidak tersedia pada fase ini.

Neverness To Everness masih belum memiliki tanggal rilis resmi.

PATAPON 1+2 REPLAY Dapat Update Gratis, Hadirkan Mode Boss Rush Challenge yang Lebih Menantang

0

Bandai Namco Entertainment Asia resmi mengumumkan update gratis terbaru untuk PATAPON 1+2 REPLAY, paket remaster dari dua game ritme legendaris PATAPON dan PATAPON 2. Update ini menghadirkan konten baru berupa Boss Rush Challenge Mode, memberikan tantangan segar bagi para pemain yang ingin menguji kemampuan dan strategi mereka memimpin pasukan Patapon.

Update gratis ini sudah tersedia sekarang juga di PlayStation®5, Nintendo Switch™, dan PC melalui Steam®. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Bandai Namco juga merilis trailer terbaru yang memperlihatkan sekilas gameplay Boss Rush Challenge dan intensitas pertarungan melawan deretan bos ikonik.

Boss Rush Challenge: Uji Ritme dan Strategi di Level Tertinggi

Mode Boss Rush Challenge memungkinkan pemain menghadapi serangkaian bos secara beruntun tanpa jeda panjang, menuntut konsistensi ritme, ketepatan komando, serta pemilihan komposisi Patapon yang tepat. Mode ini dirancang khusus untuk pemain berpengalaman yang ingin menguji sejauh mana pemahaman mereka terhadap sistem ritme dan strategi unik PATAPON.

Setiap bos memiliki pola serangan berbeda, sehingga pemain harus benar-benar menguasai tempo pukulan drum dan menyesuaikan formasi pasukan secara cepat. Boss Rush menjadi tambahan yang sangat pas untuk meningkatkan replay value, sekaligus memperpanjang umur permainan bagi para penggemar lama.

Diskon Spesial Akhir Tahun untuk PATAPON 1+2 REPLAY

Selain update gratis, Bandai Namco juga mengumumkan diskon spesial di berbagai platform digital. Ini menjadi momen ideal bagi pemain baru yang ingin menjajal petualangan ritmis Patapon.

  • Nintendo eShop: 17 Desember 2025 – 11 Januari 2026 (Diskon 20%)

  • Steam®: 18 Desember 2025 – 5 Januari 2026 (Diskon 34%)

  • PlayStation™ Store: 22 Desember 2025 – 5 Januari 2026 (Diskon 20%)

Dengan potongan harga ini, pemain bisa langsung bergabung dalam perjalanan epik memimpin Patapons menuju Earthend, tujuan legendaris yang menjadi inti kisah seri ini.

Apa Itu PATAPON 1+2 REPLAY?

PATAPON 1+2 REPLAY adalah paket remaster dari dua game klasik yang pertama kali dirilis pada 2007 dan 2008. Game ini dikenal sebagai salah satu judul paling unik di era PlayStation Portable berkat perpaduan ritme musik dan strategi real-time yang ikonik.

Pemain berperan sebagai The Mighty One, sosok dewa yang memimpin makhluk bermata satu bernama Patapons menggunakan irama empat drum. Setiap kombinasi pukulan drum akan memicu perintah berbeda, mulai dari bergerak, menyerang, bertahan, hingga mengaktifkan kemampuan khusus.

Beragam Kelas Patapon dengan Peran Unik

Dalam petualangannya, pemain dapat merekrut berbagai kelas Patapon, masing-masing dengan peran dan gaya bertarung berbeda, seperti:

  • Hatapon – Pemimpin pasukan yang membawa bendera dan menjaga semangat tim

  • Tatepon – Patapon bertameng yang melindungi barisan depan

  • Yumipon – Penyerang jarak jauh dengan busur panah

Mengombinasikan berbagai kelas ini menjadi kunci utama untuk menaklukkan setiap stage dan menghadapi musuh yang semakin menantang.

Kontrol Sederhana, Strategi yang Dalam

Salah satu kekuatan utama PATAPON adalah kontrolnya yang sangat mudah dipelajari, namun menawarkan kedalaman strategi yang memuaskan. Pemain hanya perlu menjaga ritme pukulan drum, namun tetap harus berpikir cepat untuk menyesuaikan perintah sesuai situasi pertempuran.

Setiap keputusan—kapan menyerang, bertahan, atau mundur—ditentukan oleh tempo dan konsistensi irama, menjadikan PATAPON pengalaman bermain yang unik dan adiktif.

Replayability Tinggi dengan Sistem Crafting yang Luas

PATAPON 1+2 REPLAY juga dibekali sistem crafting dan pengembangan pasukan yang mendalam. Pemain dapat mengumpulkan material langka dari stage dan mini-game untuk menciptakan Patapon baru serta meningkatkan kemampuan mereka.

Tersedia lebih dari 400 jenis senjata dan perlengkapan, memungkinkan pemain membangun pasukan Patapon sesuai gaya bermain masing-masing dan menghadapi berbagai tantangan serta musuh kuat.

Fitur Pendukung Baru yang Lebih Ramah Pemain

Versi remaster ini menghadirkan sejumlah fitur pendukung modern, seperti:

  • Tiga tingkat kesulitan (Easy, Normal, Hard)

  • Penyesuaian timing untuk ritme drum

  • Tampilan perintah yang selalu aktif

Fitur-fitur ini dirancang untuk menjaga keaslian pengalaman PATAPON, sekaligus membuatnya lebih mudah diakses oleh pemain baru tanpa mengurangi tantangan bagi veteran.

Dengan hadirnya Boss Rush Challenge Mode, update gratis ini membuat PATAPON 1+2 REPLAY semakin kaya konten dan layak dimainkan kembali. Ditambah dengan diskon besar di berbagai platform, ini adalah waktu yang tepat untuk kembali memukul drum, memicu Fever, dan memimpin Patapons dalam perjalanan epik menuju Earthend.

Review ASUS ROG Harpe II Ace: Meneruskan Tradisi yang Sudah Ada

0
Review ASUS ROG Harpe II Ace thumbnail

Menghabiskan selama beberapa minggu dengan ASUS ROG Harpe II Ace membuat kami merasakan pengalaman yang cukup beragam. Secara mayoritas kami puas dengan apa yang disajikan oleh mouse ini. Meski sebetulnya sebagai lanjutan dari lini Harpe, mouse ini terlalu berbeda dengan pendahulunya.

Tapi bukan berarti tidak ada pembaruan di mouse ini. Ada sejumlah penyempurnaan dan optimalisasi yang ditujukan untuk gamer kompetitif.

Berikut adalah pengalaman yang kami rasakan selama menggunakan versi review ASUS ROG Harpe II Ace.

Unboxing

Review ASUS ROG Harpe II Ace unboxing

Isi dari paket penjualan mouse ini kurang lebih sama dengan mouse gaming ASUS ROG yang lain. Selain unit mouse, ada kabel USB-Type C ke Type A untuk charging, extender receiver, sticker ROG, cadangan mouse feet berbahan PTFE, serta grip tape atau anti slip tambahan.

Kebetulan unit yang kami gunakan memiliki warna putih, meski sebetulnya kami lebih menyukai warna hitam karena tidak cepat kotor.

Dari Segi Desain

Review ASUS ROG Harpe II Ace desain

Berbicara soal bobot, ASUS ROG Harpe II Ace memiliki berat 48 gram. Bobot ini masuk dalam kategori ringan untuk standar mouse gaming saat ini. Desain mousenya sederhana dan pastinya ergonomis, masih meneruskan tradisi dari lini Harpe Ace. Jika kalian suka mouse gaming yang low profile, mouse ini mungkin cocok dengan selera kalian.

Selama mencoba kami tidak terlalu merasakan perbedaan dengan lini sebelumnya. Tapi ada beberapa perubahan kecil seperti bentuk tombol atas yang sedikit berbeda, tombol samping lebih tipis dengan lengkungan lebih dalam, hump yang lebih rendah, serta permukaan PTFE yang lebih luas. Fitur RGB juga tersedia khusus di bagian tombol scroll.

Review ASUS ROG Harpe II Ace tombol depan atas

Mouse ini hanya memiliki dua tombol samping. Untuk bagian bawah kalian bisa menemukan fitur pengaturan DPI secara manual, pairing, serta pengaturan konektivitas. Mouse ini sendiri mendukung tiga tipe konektivitas, yaitu dengan kabel, Bluetooth, atau dengan 2.4 GHz RF.

Review ASUS ROG Harpe II Ace bagian belakang

Kalian juga bisa menemukan slot untuk dongle wireless di bagian bawah. Namun kali ini ASUS sudah mengatur keletakannya untuk memberikan ruang lebih besar PTFE.

Review ASUS ROG Harpe II Ace Dari Segi Performa

Dalam penggunaan sehari-hari, ASUS ROG Harpe II Ace terasa nyaman. Selain bobotnya yang ringan, mouse ini juga cocok untuk berbagai gaya grip, mulai dari claw, palm, maupun fingertip. Ukuran mouse juga terasa pas di telapak tangan.

Dari segi sensitivitas, Harpe II Ace tetap terasa cepat dan responsif berkat sensor AimPoint Pro dan teknologi ROG SpeedNova 8K. Polling rate mouse juga bisa didorong menjadi 8000Hz tanpa menggunakan booster tambahan.

Caranya adalah dengan mengaktifkan fitur Zone. Cukup dengan menekan kedua tombol samping dan tombol DPI selama tiga detik, mouse akan secara otomatis berubah ke dalam mode Zone. Dalam mode ini mouse akan memaksimalkan performa dengan mematikan RGB, mengaktifkan polling rate tertinggi yaitu sampai 8000Hz, dan mengubah sensor ke mode always-on. Fitur ini jelas ditujukan bagi gamer kompetitif yang ingin performanya maksimal tanpa kompromi.

Performa tracking mouse juga sangat baik. Harpe II Ace tetap mampu melaju dan merespon secara cepat di berbagai permukaan, mulai dari kain, kayu, hingga kaca.

Dari sisi daya tahan baterai, ASUS mengklaim mouse ini mampu bertahan hingga 101 jam pada polling rate 1000Hz. Dalam pengujian kami mencoba menggunakan mode Zone, mouse ini bisa bertahan selama 78 jam penggunaan (Rata-rata 6 jam per hari). Hasil ini tetap tergolong baik.

Hal yang lebih menyenangkan adalah sama seperti ASUS ROG Azoth X, kalian tidak perlu menginstal Armory Crate untuk kustomisasi mouse. Semua pengaturan bisa dilakukan dengan website melalui Gear Link, mulai dari mengatur DPI, polling rate, kontrol RGB, hingga optimasi baterai.

Kesimpulan Review ASUS ROG Harpe II Ace

Kesimpulan kami dari review ASUS ROG Harpe II Ace adalah mouse ini merupakan mouse gaming yang cepat, ringan, dan bertenaga. Desainnya ergonomis dan cocok untuk semua tipe. Sebuah pilihan yang solid bagi gamer kompetitif.

Tambahan mode Zone juga sangat mendukung bagi gamer yang ingin lebih mengedepankan performa, dibandingkan visual. Ditambah daya tahan baterai yang awet.

Kekurangan mouse ini menurut kami adalah sebagai penerus dari lini Harpe adalah masih minimnya inovasi. Jika lini baru dan yang lama tidak berbeda jauh keunggulannya, untuk apa ganti ke versi terbaru?

Game Vin Diesel Ark 2 Ditunda Rilisnya Sampai 2028

0
Game Vin Diesel Ark 2 Ditunda Rilisnya Sampai 2028

Masih ingat dengan sekuel dari game Ark: Survival Evolved, Ark 2? Tanggal rilis gamenya diumumkan akan kembali sampai dengan tahun 2028. Padahal Studio Wildcard yang merupakan developer dari game ini sudah beberapa kali menunda tanggal rilis.

Sejak diumumkan pertama kali, game ini sudah mengalami tiga kali penundaan. Dari target awal 2023, bergeser ke akhir 2024. Sekarang di penundaan ketiga, tanggal rilis game malah mundur jauh ke 2028. Developer sendiri juga cukup tertutup soal detail pengembangan, sehingga membuat komunitas cemas akan kepastian lebih lanjut.

Vin Diesel dan Ark 2

Ark 2 diumumkan pertama kali pada tahun 2020, dan game ini menarik perhatian karena melibatkan aktor Vin Diesel. Pemeran utama Fast and Furious ini tidak hanya menjadi Meski begitu, Jeremy Stieglitz, co-founder Studio Wildcard, menegaskan bahwa perkembangan narasi game sangat bergantung pada seberapa besar keterlibatan Diesel.

Dalam wawancara dengan Epic Games, Stieglitz menyebut keterlibatan Diesel masih menjadi tanda tanya. Ia menekankan bahwa durasi waktu yang bisa diberikan Diesel akan menentukan arah cerita. Jika Diesel banyak terlibat, narasi akan lebih luas. Jika hanya sedikit, maka cerita akan disesuaikan.

Bagaimana menurut kalian?

Gagalnya Clair Obscur: Expedition 33 GOTY Gara-Gara Penggunaan AI

0
Gagalnya Clair Obscur: Expedition 33 GOTY Gara-Gara Penggunaan AI

Penghargaan Clair Obscur: Expedition 33 GOTY dan Debut Game di ajang Indie Game Awards 2025 telah resmi dicabut. Penyebabnya adalah game buatan Sandfall Interactive dan Kepler Interactive ini sempat menggunakan aset generatif AI saat peluncuran, meski kemudian diganti dalam update selanjutnya.

Padahal Clair Obscur: Expedition 33 baru menerima penghargaan ini Kamis lalu. Namun, pada hari Sabtu, penghargaan ini dicabut berdasarkan keputusan dari pihak penyelenggara acara.

Gelar Clair Obscur: Expedition 33 GOTY Dicabut Karena AI

Dikutip dari halaman resminya, Indie Game Awards menjelaskan bahwa Sandfall Interactive sebelumnya menyatakan tidak menggunakan AI dalam pengembangan Clair Obscur: Expedition 33. Namun, pada hari peluncuran, studio ini justru mengkonfirmasi adanya aset AI yang dipakai dalam produksi.

Lima hari setelah gamenya rilis, developer lalu mengganti aset tersebut dengan tekstur buatan dalam update. Meski perbaikan dilakukan dengan cepat, hal itu tidak cukup untuk menghindari diskualifikasi dan penghargaan yang sudah diberikan ditarik kembali.

Dicabutnya gelar Game of the Year dan Debut Game dari Clair Obscur: Expedition 33 membuat dua posisi ini menjadi kosong. Sebagai gantinya, Indie Game Awards memberikan kedua penghargaan tersebut ke game lain. Untuk Debut Game diberikan kepada Sorry We’re Closed. Sementara gelar Game of the Year jatuh kepada Blue Prince.

Bagaimana menurut kalian?

HoYoverse Bagi-Bagi Hadiah di Update 2.5 Zenless Zone Zero

0
HoYoverse Bagi-Bagi Hadiah di Update 2.5 Zenless Zone Zero

Update 2.5 Zenless Zone Zero resmi diumumkan dan akan rilis pada 30 Desember 2025. Berjudul To Be Fuel for the Night, update ini membawa pemain ke babak puncak Season 2 dengan menghadirkan karakter baru Void Hunter Ye Shunguang, Agent Zhao, berbagai event menarik.

Update 2.5 Zenless Zone Zero: Hadiah Tahun Baru

Sebagai bentuk apresiasi, HoYoverse akan memberikan sejumlah hadiah gratis di update ini. Pemain akan mendapatkan Agent S-Rank Zhao secara gratis, 1.000 Polychromes, kostum baru untuk Jane Doe, serta bonus tambahan lainnya. Kostum Jane yang berjudul Nocturne of Light bisa didapatkan secara gratis.

Ye Shunguang, Void Hunter dengan Dua Wujud

Update 2.5 Zenless Zone Zero Ye Shunguang

Karakter baru Ye Shunguang merupakan Void Hunter pertama dengan dua bentuk. Murid senior dari Yunkui Summit ini memiliki atribut unik bernama Honed Edge. Dengan kemampuan tersebut, ia bisa memasuki kondisi Enlightened Mind dan mengaktifkan Ether Veil untuk menghasilkan serangan besar sekaligus melemahkan musuh. Ye Shunguang akan ditemani oleh sidekick Bangboo Sprout yang bisa menyerang dengan hujan pedang terbang.

Selain Ye Shunguang, update kali ini juga menghadirkan Zhao, Agent S-Rank dengan kemampuan pertahanan es. Zhao dikenal sebagai legenda Krampus yang tidak terkalahkan, dan menariknya, ia bisa diperoleh secara gratis oleh semua pemain.

Update 2.5 Zenless Zone Zero Zhao

Update ini tidak hanya fokus pada karakter baru, tetapi juga menghadirkan Quality-of-Life dan optimalisasi. Agen lama seperti Soldier 11, Grace, Soldier 0 – Anby, Ellen, dan Burnice akan mendapatkan pembaruan mekanik serta peningkatan performa.

Bagaimana menurut kalian?

Detail Haisai Girls dan Hell’s Arena di Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties

0
Detail Haisai Girls dan Hell's Arena di Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties 2

Sega telah membagikan informasi baru untuk Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties. Informasi ini adalah tentang side quest, dimana Kazuma Kiryu menjadi pemimpin gang Haisai Girls di Okinawa, sekaligus mode pertarungan di Hell’s Arena yang bisa diikuti oleh Yoshitaka Mine.

Petualangan Bersama Haisai Girls di Yakuza Kiwami 3

Detail Haisai Girls di Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties 1

Dalam Yakuza Kiwami 3, Kazuma Kiryu harus melindungi Okinawa dari ancaman Tokyo Night Terrors dengan memimpin Haisai Girls. Pemain dapat merekrut anggota baru dengan menjelajahi kota, menyelesaikan substories, dan memainkan minigame. Karakter ikonik dari seri sebelumnya, termasuk Gondawara sang “man-baby patriarch,” juga bisa bergabung sebagai sekutu.

Selama menjadi pemimpin Haisai Girls, pemain bisa memainkan mode Baddies Battles, di mana pemain bisa bertarung bersama lima anggota Haisai Girls melawan Tokyo Night Terrors.

Ada juga mode Rumbles yang memungkinkan hingga 20 anggota gang melawan lebih dari 100 musuh sekaligus. Rumbles hadir dalam dua format: Total Annihilation, pertarungan habis-habisan antar gang, dan Turf War, di mana setiap skuad menyerang markas musuh melalui jalur berbeda.

Dalam Turf War, pemain bisa melakukan drifting dan stunt di medan tempur untuk merebut markas musuh. Setiap skuad terdiri dari seorang pemimpin dan empat anggota, dan akan mundur jika pemimpin mereka kalah. Pemain juga bisa memperkuat tim dengan membeli senjata dan equipment baru, serta memodifikasi motor agar lebih tangguh.

Ada juga mode Bad Boy Dragon yang menghadirkan pertempuran dengan empat skuad sekaligus, di mana skuad utama bertugas melindungi Tsubasa, bos Haisai Girls.

Hell’s Arena dan Survival Hell

Detail Hell's Arena di Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties 2

Sementara itu, Yoshitaka Mine akan berpartisipasi di Hell’s Arena Kamurocho, Fight Club bawah tanah yang brutal. Pemain bisa mengikuti Hellish Brawls, yaitu pertarungan satu lawan satu dengan batas waktu, atau Survival Hell, mode dungeon yang menantang pemain bertahan dari kejaran para hunter.

Survival Hell menawarkan berbagai harta karun seperti Gospels untuk meningkatkan kemampuan, senjata khusus, hingga Mercenaries yang bisa direkrut sebagai sekutu. Setiap dungeon berakhir dengan pertarungan melawan Master Keeper, tujuh hunter elit dengan teknik mematikan.

Detail Hell's Arena di Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties 1

Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties akan rilis tanggal 12 Februari 2026 untuk PS4, PS5, Nintendo Switch 2, Xbox Series, dan PC (Steam).

Steam Winter Sale Dimulai, Metaphor Re:Fantazio Dapat Harga Promo

0
Dapatkan RPG Terbaik 2024 Metaphor: ReFantazio Setengah Harga!

Steam Winter Sale 2025 telah resmi dimulai! Ribuan judul game di Steam telah mendapatkan harga diskon spesial. Promo tahunan ini akan berlangsung hingga 6 Januari 2026. Banyak waktu bagi gamer PC untuk mendapatkan game yang disukainya dengan potongan harga signifikan.

Diskon Besar Sega di Steam Winter Sale 2025

Sejumlah penerbit besar ikut meramaikan Steam Winter Sale 2025. Salah satunya adalah Sega. Beberapa game unggulan Sega dijual dengan harga promo, antara lain Football Manager 26 dengan potongan 10%, Virtua Fighter 5 R.E.V.O. World Stage yang mendukung crossplay dan rollback netcode mendapatkan diskon 30%, serta Sonic Racing: CrossWorlds yang juga turun harga 30%. Tidak ketinggalan, Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii mendapat potongan hingga 60%.

Selain itu, gamer juga bisa menikmati diskon 30% untuk Shinobi: Art of Vengeance dan 50% untuk Metaphor: ReFantazio. Detailnya bisa dilihat di sini.

Dengan ribuan game yang ditawarkan, Steam Winter Sale 2025 kembali menjadi tradisi akhir tahun yang dinantikan gamer PC global.

Bagaimana menurut kalian?

Drama Sony VS Tencent Selesai, Light of Motiram Menghilang

0
Drama Sony VS Tencent Selesai, Light of Motiram Menghilang

Light of Motiram, game open-world survival milik Tencent, mendadak hilang dari Steam dan Epic Games Store. Momen ini terjadi bersamaan dengan berakhirnya gugatan hukum antara Tencent dan Sony, yang sebelumnya menuduh game tersebut sebagai tiruan dari seri Horizon milik Guerrilla Games.

Apa yang Terjadi dengan Kasus Hukum Light of Motiram

Dikutip dari The Game Post, pengadilan telah memutuskan bahwa kasus antara Tencent dan Sony telah dihentikan setelah tercapainya penyelesaian antar semua pihak. Gugatan tersebut juga dinyatakan sebagai “Dismissed with Prejudice,” artinya tidak bisa dibuka kembali di masa depan.

Bersamaan dengan keputusan tersebut, halaman Light of Motiram kini sudah tidak bisa lagi diakses di Steam maupun Epic Games Store. Link menuju halaman game justru diarahkan kembali ke beranda atau menampilkan error 404.

Belum ada pernyataan resmi dari Tencent maupun sang developer, Aurora Game Studio terkait status proyek tersebut. Namun, spekulasi berkembang bahwa game ini mungkin dibatalkan atau sedang mengalami perubahan besar.

Game Light of Motiram diumumkan pada November 2024 oleh Aurora Game Studio, developer asal Prancis di bawah Polaris Quest, anak perusahaan Tencent Games. Sejak awal diumumkan, game ini menuai kritik karena dianggap menjiplak konsep, karakter, hingga desain monster di dalam game.

Kekhawatiran fans ini lalu sampai ke telinga Sony selaku pemilik IP Horizon. Tidak perlu menunggu lama, Sony menindaklanjutinya dengan gugatan resmi yang dilayangkan pada Juli 2025. Sony menuduh adanya pelanggaran hak cipta dan merek dagang terhadap Light of Motiram yang dikembangkan oleh Aurora Game Studio.

Bagaimana menurut kalian?