Rockstar membuat klaim yang cukup menghebohkan, dengan menyebut GTA 6, sebagai peluncuran game terbesar dalam sejarah. Pernyataan yang berani ini sempat muncul di iklan lowongan kerja yang dipublikasikan di situs resmi perusahaan.
Meski hanya berupa iklan pekerjaan, pernyataan tersebut menjadi sorotan karena menandakan betapa seriusnya Rockstar dalam mempersiapkan kehadiran game yang paling ditunggu-tunggu oleh gamer di seluruh dunia. Kandidat yang terpilih nantinya akan bekerja dengan tim internal yang disebut berisi talenta terbaik di industri, dengan fokus pada pengembangan platform data berskala besar.
GTA 6 Disiapkan untuk Skala Global
Dikutip dari IGN, lowongan pekerjaan yang dipublikasikan oleh Rockstar ditujukan untuk posisi Lead Software Engineer. Tugasnya adalah memastikan infrastruktur teknologi mampu mendukung perilisan GTA 6 tahun depan.
Bagian iklan yang menarik adalah adanya kalimat “The largest game launch in history” atau peluncuran game terbesar dalam sejarah. Rockstar sepertinya sudah sangat yakin gamenya akan sukses melebihi apapun. Sayangnya pernyataan tersebut sudah dihapus. Untung ada netizen yang berhasil mengabadikannya.
Langkah penghapusan ini memunculkan spekulasi baru. Apakah Rockstar terlalu dini dalam mengumbar klaim atau sekadar ingin menjaga ekspektasi publik tetap realistis. Sebabnya peluncuran GTA 6 sempat diundur, yang awalnya tahun 2025 menjadi 26 Mei 2026.
Tapi, wajar juga jika Rockstar agak sesumbar. Berdasarkan pengalaman sebelumnya yaitu GTA V, game tersebut berhasil menjadi hits ketika rilis. GTA V berhasil meraup 800 juta dolar hanya dalam 24 jam saat rilis. Banyak yang meyakini GTA 6 berpotensi memecahkan rekor tersebut.
Rumor tentang game Venom sedang memanas. Setelah kabar tentang Marvel’s Wolverine yang digadang-gadang akan diperlihatkan di State of Play, kini giliran game Venom yang mencuri perhatian.
Eddie Brock Jadi Protagonis Utama
Dikerjakan oleh developer yang sama Insomniac Games, game Venom disebut sedang “dikerjakan”. Menurut laporan dari MP1st dari narasumber, proyek ini memang tengah digarap meskipun prioritas utama studio masih tertuju pada Wolverine. Bisa jadi tahap pengerjaannya masih berada di tahap awal atau pre-produksi.
Disebutkan juga karakter utama game ini adalah Eddie Brock. Menariknya, Eddie dalam game ini ditampilkan lebih mirip dengan versi komik dibandingkan versi film yang dibintangi oleh Tom Hardy.
Selain Eddie Brock, kabar lain yang tak kalah menarik adalah kehadiran Cletus Kasady alias Carnage sebagai antagonis utama. Tidak hanya itu, Anti-Venom juga akan muncul. Pemain akan melihat sosok Anti-Venom versi komik yang jauh lebih menyeramkan dan digunakan oleh Eddie Brock.
Tentunya rumor ini masih bersifat spekulasi. Belum ada keterangan resmi dari Insomniac untuk konfirmasi.
Sega telah mengumumkan akan tersedianya demo Sonic Racing: CrossWorlds. Demo gratis ini bisa mulai dicoba pada pada 17 September 2025. Demo ini bisa di-download gratis melalui PS5, Nintendo Switch, Xbox Series, dan PC (Steam dan Epic Games Store).
Konten dalam Demo Sonic Racing
Versi demo Sonic Racing: CrossWorlds memberikan kesempatan untuk mencoba berbagai fitur utama. Pemain dapat menggunakan 4 karakter (Sonic, Tails, Knuckles, dan Amy), menguji kemampuan di 8 lintasan balap (3 main course dan 5 CrossWorlds), serta menjajal 12 mesin dengan 20 gadget yang bisa dikombinasikan.
Fitur kustomisasi adalah salah satu daya tarik utama game, karena pemain bisa membangun kendaraan dengan lebih dari 70 jenis gadget yang masing-masing memiliki efek berbeda, mulai dari peningkatan kecepatan hingga pertahanan dari serangan lawan.
Selain gadget, hampir seluruh komponen kendaraan dapat diubah. Bagian depan, belakang, ban, warna, stiker, hingga tekstur bisa disesuaikan untuk menciptakan mesin balap unik. Dengan lebih dari 70.000 kemungkinan kombinasi, setiap pemain bisa menghadirkan identitas balapnya sendiri di lintasan.
Roster Karakter Terbesar
Sonic Racing: CrossWorlds juga menghadirkan roster karakter terbesar dalam sejarah seri ini. Total ada 23 karakter dari semesta Sonic yang bisa dimainkan di versi penuh. Lebih serunya lagi, game ini akan menghadirkan karakter lintas dunia sebagai DLC, mulai dari Hatsune Miku, Joker dari Persona 5 Royal, Ichiban Kasuga dari Like a Dragon, Steve dari Minecraft, hingga SpongeBob.
Game ini akan tersedia mulai dari tanggal 25 September 2025 di berbagai platform. Mulai dari PS5, PS4, Xbox One, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC (Via Steam dan Epic Games Store).
Koei Tecmo bersama developer Team NINJA membuat kejutan mengumumkan remake dari Fatal Frame II: Crimson Butterfly. Game horor ikonik ini dijadwalkan rilis pada awal 2026, untuk platform PS5, Nintendo Switch 2, Xbox Series, serta PC melalui Steam.
Atmosfer Horor Baru Fatal Frame II
Remake ini merupakan versi modern dari Fatal Frame II: Crimson Butterfly yang rilis pada tahun 2003 di PlayStation 2. Versi terbaru ini menghadirkan perombakan penuh, termasuk peningkatan grafis, audio, hingga sistem gameplay dan kontrol yang lebih responsif.
Salah satu fitur utama yang kembali adalah Camera Obscura, mekanisme ikonik dalam seri Fatal Frame. Kamera ini memungkinkan pemain menangkap serta menyegel roh jahat. Mekanisme ini nantinya akan ditingkatkan dalam versi remake.
Cerita akan tetap mengikuti game originalnya, di mana saudari kembar Mio dan Mayu Amakura terjebak di sebuah desa misterius yang telah lenyap dari peta. Mereka berusaha mengungkap fenomena supranatural sekaligus melarikan diri dari ritual gelap yang mengancam nyawa mereka. Saat terpisah dari Mayu, Mio hanya berbekal Camera Obscura untuk bertahan hidup dan mencari jalan keluar.
Capcom resmi mengumumkan tanggal rilis Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection. Game ini akan tersedia mulai dari tanggal 13 Maret 2026. Platform yang dituju adalah Nintendo Switch 2, PS5, Xbox Series, serta PC melalui Steam.
Fitur Monster Hunter Stories 3
Sama seperti seri sebelumnya, pemain dapat membangun tim berisikan monster (Monstie) ikonik dari franchise Monster Hunter. Para monster ini bisa dibesar, sambil membangun ikatan khusus.
Sistem combat juga akan tetap sama, yaitu menggunakan sistem turn-based. Pemain sebagai Rider bersama Monstie harus bekerja sama menghadapi berbagai ancaman yang muncul sepanjang perjalanan. Dunia yang disajikan juga akan terasa lebih hidup dengan visual 3D bergaya khas yang ditingkatkan.
Game ini berlatar di dua kerajaan, Azuria dan Vermeil, yang kini berada di ambang kehancuran. Dunia perlahan diselimuti kristal misterius yang merusak ekosistem dan mengancam kepunahan para monster.
Pemain akan berperan sebagai pewaris kerajaan Azuria, seorang pemimpin Ranger sekaligus satu-satunya Rider Rathalos di wilayah tersebut. Bersama Monstie andalannya, Skyscale Rathalos bernama Ratha, pemain harus menyelidiki fenomena aneh terkait “egg quartz” yang muncul di berbagai penjuru dunia.
Capcom mengumumkan kabar gembira bagi yang menyukai game klasik. Seri Mega Man Star Force akan hadir kembali melalui Legacy Collection pada tahun 2026. Game ini nantinya akan tersedia di berbagai platform mulai dari Nintendo Switch, PlayStation 5, PlayStation 4, Xbox Series X|S, Xbox One, hingga PC melalui Steam.
Daftar Lengkap Game
Total akan ada 7 game Mega Man Star Force yang termasuk di dalam Legacy Collection:
Mega Man Star Force Pegasus
Mega Man Star Force Leo
Mega Man Star Force Dragon
Mega Man Star Force 2 Zerker × Ninja
Mega Man Star Force 2 Zerker × Saurian
Mega Man Star Force 3 Black Ace
Mega Man Star Force 3 Red Joker
Legacy Collection akan menawarkan berbagai mode tambahan dan fitur kenyamanan baru. Developer berusaha menghadirkan pengalaman yang lebih modern tanpa menghilangkan identitas klasik dari seri ini.
Sekilas Tentang Seri Mega Man Star Force
Mega Man Star Force pertama kali dirilis pada tahun 2006 sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-20 franchise Mega Man. Game ini menggabungkan elemen action RPG dengan strategi card-battle yang terinspirasi dari seri Mega Man Battle Network, namun dikemas dalam gameplay yang lebih cepat dan dinamis.
Capcom resmi mengumumkan kehadiran tiga game Resident Evil di Nintendo Switch 2. Ketiga game ini adalah Resident Evil Requiem, Resident Evil 7 Biohazard, dan Resident Evil Village.
Tiga game Resident Evil di Nintendo Switch 2 ini akan rilis secara bersamaan pada tanggal 27 Februari 2026, tanggal yang sama dengan peluncuran Resident Evil Requiem di PS5, Xbox Series, dan PC (Steam).
Gameplay Resident Evil di Nintendo Switch 2
Capcom juga telah merilis trailer khusus yang menampilkan cuplikan gameplay Resident Evil Requiem langsung di Nintendo Switch 2. Video tersebut memperlihatkan bagaimana atmosfer mencekam dan kualitas grafis tetap terjaga meskipun dijalankan di perangkat hybrid terbaru Nintendo.
Detail Baru Tentang Resident Evil Requiem
Selain itu, Capcom juga membagikan detail mengenai karakter Alissa Ashcroft di Resident Evil Requiem. Ia adalah seorang penyintas dari insiden Raccoon City, dan sekaligus ibu dari Grace yang merupakan karakter utama game ini. Alissa digambarkan sebagai sosok jurnalis tangguh yang tetap berjuang mencari kebenaran meski bayang-bayang Umbrella terus menghantui.
Trailer baru Resident Evil Requiem juga menyinggung kemunculan musuh baru, yang memberi petunjuk bahwa Umbrella Corporation kemungkinan besar akan kembali. Atau mungkin Grace secara tidak sengaja akan menemukan simbol organisasi tersebut di reruntuhan kota Raccoon City.
Square Enix telah mengumumkan langkah besar dengan membawa trilogi Final Fantasy VII Remake ke lebih banyak platform. Dimulai dari Final Fantasy VII Remake Intergrade yang akan debut pada tanggal 22 Januari 2026 di Nintendo Switch 2, Xbox Series, serta PC dengan dukungan Xbox Play Anywhere. Pre-order untuk Nintendo Switch 2 dan Xbox Series sudah dibuka mulai hari ini.
Pengumuman ini juga mengungkap bahwa game ketiga dari Final Fantasy VII Remake nantinya tidak hanya tersedia eksklusif di PS5. Game ini mungkin akan muncul lebih dulu di PS5 saat rilis dalam durasi waktu tertentu, sebelum akhirnya juga tersedia di platform lain. Artinya semua trilogi Final Fantasy VII Remake bisa dimainkan tanpa harus memiliki PS5.
Strategi multi-platform Square Enix ini merupakan bukti bahwa perusahaan tersebut tidak lagi mengandalkan eksklusivitas, dan memilih untuk memperluas jangkauannya.
Fitur Eksklusif di Final Fantasy VII Remake Intergrade Switch dan Xbox
Khusus untuk pemain di Nintendo Switch 2 dan Xbox, Square Enix memperkenalkan fitur baru bernama Streamlined Progression. Fitur ini dirancang untuk memudahkan pemain dalam menelusuri cerita tanpa harus terlalu lama terjebak dalam tantangan teknis.
Beberapa kemudahan yang ditawarkan antara lain unlimited HP dan MP, limit break tanpa batas, ATB gauge selalu penuh, hingga damage hingga 9.999 poin. Selain itu, penguasaan kemampuan senjata juga bisa dilakukan lebih mudah, membuat pemain bisa fokus pada narasi dan sistem pertarungan hybrid yang menjadi ciri khas seri remake ini.
Untuk informasi, Final Fantasy VII Remake Intergrade menghadirkan kisah Cloud Strife, mantan anggota SOLDIER yang menjadi tentara bayaran, saat membantu kelompok pemberontak Avalanche melawan perusahaan Shinra di kota Midgar. Selain cerita utama, versi Intergrade juga menyertakan episode khusus berjudul FF7R Episode Intermission, yang menampilkan Yuffie Kisaragi dalam misi rahasia untuk menyusup ke Midgar.
Square Enix resmi mengumumkan Dragon Quest VII Reimagined, versi baru dari judul klasik Dragon Quest VII: Fragments of the Forgotten Past. Game ini dijadwalkan meluncur pada 5 Februari 2026 untuk Nintendo Switch 2, Nintendo Switch, PS5, Xbox Series, serta PC (Microsoft Store). Versi Steam akan menyusul sehari setelahnya, yaitu 6 Februari 2026. Pre-order telah dibuka mulai hari ini.
Mengusung visual baru dengan gaya 3DCG buatan tangan, game ini menghadirkan kembali kisah dari seri yang pertama kali dirilis pada tahun 2000 dalam visual baru.
Perjalanan Baru di Dunia Dragon Quest VII Reimagined
Cerita dimulai dari Estard, sebuah pulau kecil tempat seorang anak nelayan memulai petualangannya. Rasa penasaran tentang dunia di luar pulau membawa karakter utama dan teman masa kecilnya menemukan Shrine of Mysteries. Dari sinilah mereka terbawa ke masa lalu dan menemukan kenyataan mengejutkan bahwa daratan-daratan telah tersegel oleh kekuatan jahat.
Dibuat dengan visual baru yang memadukan gaya diorama penuh warna serta sentuhan khas desain karakter Akira Toriyama, game ini menjanjikan petualangan penuh warna di hutan, kota, reruntuhan kuno, hingga menghadapi monster ikonik.
Evolusi Sistem Combat
Salah satu daya tarik utama dari Dragon Quest VII Reimagined adalah pembaruan besar pada sistem combat. Kini pemain bisa memanfaatkan berbagai vocational perks dengan kemampuan unik, mulai dari serangan agresif hingga dukungan bagi rekan satu tim.
Fitur baru lain termasuk auto-battle, kecepatan pertarungan yang bisa diatur, serta kemampuan menyerang monster di map untuk mengalahkan musuh lemah secara seketika.
Developer juga memperkenalkan mekanik Moonlighting, yang memungkinkan pemain menggunakan dua vocation sekaligus. Melalui mekanisme ini, karakter dapat mengakses skill, magic, dan keistimewaan lainnya dari dua jalur berbeda. Sistem ini menghadirkan peluang kustomisasi lebih luas bagi pemain untuk menciptakan gaya bermain masing-masing.
Dengan kombinasi visual modern, dan sistem yang diperbarui, Dragon Quest VII Reimagined diposisikan sebagai salah satu rilis JRPG besar di tahun 2026. Game ini bukan sekadar nostalgia, tetapi juga evolusi dari salah satu seri klasik milik Square Enix.
Golf itu identik dengan olahraga elegan, penuh konsentrasi, dan biasanya dimainkan di lapangan hijau luas yang jarang bisa kita akses. Tapi untungnya, dunia game selalu punya cara untuk menghadirkan sensasi olahraga premium ini ke ruang tamu kita. Kali ini, giliran Everybody’s Golf Hot Shots, game terbaru dari franchise golf legendaris, yang sukses bikin saya betah nongkrong di Nintendo Switch berjam-jam.
Game ini dikembangkan oleh HYDE dan dipublikasikan oleh Bandai Namco Entertainment Asia. Versinya tersedia untuk PlayStation 5, Nintendo Switch, dan juga di PC via Steam. Saya mencoba game ini di Nintendo Switch V1 dan Nintendo Switch OLED, dan bisa dibilang, pengalaman bermain di kedua perangkat ini cukup berbeda terutama dibagian layarnya, tapi sama-sama menyenangkan. Oh iya, sebelumnya saya juga mau mengucapkan terima kasih kepada Bandai Namco Entertainment Asia yang sudah kasih kesempatan buat nyobain game ini.
Gameplay Klasik dengan Sentuhan Modern
Seperti seri Everybody’s Golf sebelumnya (atau Hot Shots Golf kalau kamu familiar dengan versi Amerika), mekanik utamanya masih setia pada sistem three-button shot. Simpelnya, kamu tinggal pencet tombol tiga kali dengan timing pas: pertama buat ngarahin, kedua buat power, ketiga buat akurasi. Kedengarannya gampang? Iya, tapi menguasainya jelas butuh latihan.
Inilah keindahan Everybody’s Golf Hot Shots—mudah dipelajari, tapi susah dikuasai. Pemain baru bisa langsung nyemplung dan main tanpa pusing, sementara pemain veteran bakal nemuin kedalaman strategi lewat spin shot, homing shot, dan special shot yang bikin gameplay lebih menantang.
Selain itu, game ini juga menghadirkan beberapa sistem pukulan lain seperti gauge shot system dan advanced shot system. Tapi menurut saya, sistem klasik tetap yang paling balance. Rasanya satisfying banget saat bola terbang mulus ke green, apalagi kalau berhasil dapetin birdie atau bahkan eagle.
Belum tau istilah-istilah Golf? Tenang saja…
Buat yang belum akrab dengan istilah golf, game ini juga jadi media belajar yang asik. Misalnya, ada istilah par yang berarti jumlah pukulan standar untuk menyelesaikan satu hole. Kalau par 4, artinya idealnya diselesaikan dengan 4 pukulan.
Nah, kalau kamu butuh 1 pukulan lebih banyak dari par, itu namanya bogey. Jadi misalnya par 4 tapi kamu selesain dengan 5 pukulan, hasilnya bogey. Ada juga double bogey (2 pukulan lebih banyak), triple bogey, dan seterusnya. Sebaliknya, kalau lebih sedikit dari par, ada birdie (–1), eagle (–2), bahkan albatross (–3) yang super langka.
Saya sendiri lumayan sering kena bogey, tapi justru itu yang bikin permainan golf digital ini terasa realistis dan menantang. Antara skill dan keberuntungan, hasil akhirnya selalu bikin penasaran.
Fitur Melimpah dan Karakter yang Bikin Betah
Salah satu daya tarik utama game ini ada di kustomisasi karakter. Kamu bisa ngatur statistik, memilih stik golf, bola, bahkan outfit buat bikin karaktermu makin unik. Dari sekian banyak game golf digital yang pernah aku coba, sistem kustomisasi di sini termasuk salah satu yang paling lengkap.
Selain itu, ada juga caddie yang nemenin kamu di lapangan. Jangan salah, peran caddie di sini penting banget. Mereka kasih tips, dukungan, bahkan skill tambahan yang bisa bikin performa kamu makin maksimal.
Game ini juga punya roster karakter terbesar dalam sejarah seri Everybody’s Golf, lebih dari 25 karakter, termasuk karakter spesial. Yang bikin nostalgia makin kenceng, PAC-MAN bisa kamu unlock sebagai karakter bonus!
Mode Permainan Lengkap
Kalau ngomongin mode permainan, Everybody’s Golf Hot Shots benar-benar all out karena ada:
Challenge Mode – mode klasik buat buka karakter baru, kursus, dan kompetisi yang lebih besar.
World Tour – jelajahi 10 region berbeda dengan interaksi unik tiap wilayah.
Wacky Golf Mode – mode baru yang penuh kejutan. Ada Colorful Golf, Survival Golf, Scramble, sampai Boom Golf dengan jebakan ledakan di fairway. Rasanya kayak main golf di ladang ranjau!
Multiplayer Online – nah ini yang paling wajib dicoba. Saya sempet main online dan sering banget ketemu pemain dari Jepang, padahal akun yang aku pakai akun Amerika Utara. Koneksi di Switch juga stabil, jadi main online tetap smooth tanpa lag yang berarti. Oh iya, jangan lupa langganan NSO ya buat menjajal mode online game ini di Nintendo Switch. Mode online saya rasa yang membuat game ini terasa lebih hidup karena kamu bisa berinteraksi langsung dengan gamer lain dari seluruh dunia. Rasanya seru banget bisa adu skill sekaligus gaya dengan karakter yang udah kamu kustomisasi.
Nikmati Visual Cerah dan Yang Musik Tenang
Secara visual, game ini tampil dengan warna cerah, desain karakter imut, dan lapangan golf yang variatif mulai dari lapangan yang subur sampai layout unik yang whimsical. Di Switch OLED, tampilannya makin bold dengan animasi yang halus. Walau begitu, di Switch V1 untuk ukuran warna memang masih kurang, tp kalau kamu main di mode docking semua ya jadi bagus-bagus saja. Tapi jujur aja hal-hal itu nggak sampai ganggu pengalaman main.
Dari sisi audio, musiknya asik dan bikin tenang. Cocok banget dimainkan setelah pulang kerja atau belajar. Memang ada beberapa suara karakter yang agak repetitif, tapi yah masih bisa diterima kuping lah.
Kesimpulan
Main Everybody’s Golf Hot Shots di Switch itu rasanya campuran antara santai dan kompetitif. Santai karena musiknya relaxing dan mekaniknya gampang dipelajari. Kompetitif karena mode online dan sistem skornya bikin kamu pengen terus improve biar nggak kalah dari pemain lain.
Saya paling suka fitur kustomisasi karakter. Ditambah lagi, sensasi ketemu pemain Jepang secara random di online mode itu kayak reminder bahwa game ini udah jadi ruang pertemuan global buat para pecinta golf digital.
Everybody’s Golf Hot Shots adalah paket lengkap: gameplay klasik yang satisfying, fitur kustomisasi yang dalam, musik yang bikin rileks, sampai mode gila-gilaan yang bikin ketawa. Game ini bukan cuma nostalgia, tapi juga bukti kalau golf digital bisa tetap relevan, seru, dan modern di tahun 2025.