Home Blog Page 45

Sega Pastikan Yakuza Kiwami 2 Dilengkapi Oleh Majima Saga

0
Sega Pastikan Yakuza Kiwami 2 Dilengkapi Oleh Majima Saga

Sega dan RGG Studio mengumumkan detail baru untuk Yakuza Kiwami 2. Informasi yang dibagikan adalah tentang kehadiran cerita tambahan Majima Saga.

Cerita Tambahan Majima Saga di Yakuza Kiwami 2

Majima Saga dalam Yakuza Kiwami 2 menempatkan pemain sebagai Goro Majima, karakter yang juga menjadi favorit fans. Kisahnya berlangsung di antara peristiwa Yakuza pertama dan Yakuza 2

Dua bulan setelah insiden sepuluh miliar yen. Yukio Terada, yang baru saja menjadi ketua kelima Tojo Clan, memulai rencana reformasi besar untuk membangkitkan kembali kejayaan organisasi tersebut.

Namun, perebutan posisi kapten baru memicu konflik panas. Di satu sisi, ada Goro Majima yang sukses besar dalam bisnis properti, sementara di sisi lain muncul Akinobu Uematsu, anggota muda ambisius dengan pengaruh yang semakin kuat.

Ketegangan memuncak saat kantor Majima Family diserang oleh kelompok yang diduga berasal dari pihak Uematsu. Dalam pencariannya akan kebenaran, Majima justru menemukan konspirasi besar yang mengubah nasibnya selamanya.

Majima dikenal memiliki kecepatan dan gaya bertarung yang tidak konvensional. Pemain dapat menggunakan Demonfire Dagger untuk memperluas jangkauan serangan dan menciptakan kekacauan di medan tempur. Sesuai dengan mottonya, “Bertarunglah dengan gaya kotor, yaitu cara Majima!”

Sebagai sekuel dari game pertama, Yakuza Kiwami 2 akan mempertemukan Kazuma Kiryu, sang Dragon of Dojima, dengan Ryuji Goda, Dragon of Kansai. Keduanya terlibat dalam perang besar antar klan yakuza.

Game ini dijadwalkan rilis di Nintendo Switch 2 pada 13 November 2025, dan menyusul ke PS5 serta Xbox Series pada 8 Desember 2025.

Trailer Gameplay Yakuza Kiwami 3 Perlihatkan Gaya Bertarung Baru

0
Trailer Gameplay Yakuza Kiwami 3 Perlihatkan Gaya Bertarung Baru

Sega dan RGG Studio telah merilis dua trailer gameplay Yakuza Kiwami 3. Video ini menyoroti bagian gameplay yaitu dari segi combat. Baik Kazuma Kiryu maupun Yoshitaka Mine.

Dua Karakter, Dua Gameplay Berbeda

Kazuma Kiryu, sang Dragon of Dojima, memiliki dua gaya bertarung. Pertama adalah Dragon of Dojima Style yang menonjolkan kekuatan dan kecepatan luar biasa. Sedangkan yang kedua adalah Ryukyu Style. Kiryu akan menggunakan senjata tradisional Okinawa untuk menciptakan variasi serangan mematikan.

Yoshitaka Mine menggunakan gaya bertarung seperti tinju untuk menghajar musuh-musuhnya. Ia juga memiliki kemampuan untuk mengaktifkan kegelapan dalam dirinya dengan menggunakan Dark Awakening. Ketika menggunakan tehnik spesial ini, gaya bertarung Mine akan menjadi lebih brutal daripada yang biasa.

Untuk detailnya bisa dilihat pada trailer gameplay Yakuza Kiwami 3 berikut:

Yakuza Kiwami 3 sendiri merupakan versi remake penuh dari Yakuza 3. Game ini menghadirkan peningkatan besar dalam grafis. Cerita masih akan berpusat pada perjuangan Kazuma Kiryu yang berusaha melindungi orang-orang yang ia cintai, namun kini dengan tambahan adegan dan misi sampingan baru yang memperdalam kisahnya.

Game ini juga akan memiliki cerita tambahan berjudul Dark Ties. Karakter utama dari cerita ini adalah Yoshitaka Mine yang kehilangan segalanya, dan memilih terjun ke dunia kriminal untuk mencari makna baru dalam kehidupannya.

Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties dijadwalkan rilis pada 12 Februari 2026 untuk PS4, PS5, Nintendo Switch 2, Xbox Series, dan PC (Steam).

Sega Ingin Setiap Tahun Ada Karakter Sonic Berbeda yang Disorot

0
Sega Ingin Setiap Tahun Ada Karakter Sonic Berbeda yang Disorot

Meski game Sonic berikutnya masih belum terlihat, fans sudah mendapatkan teaser seperti apa rencana Sega kedepannya. Bos dari Sonic Team, Takashi Iizuka rupanya memiliki keinginan untuk memberikan spotlight kepada karakter yang berbeda di franchise Sonic.

Siapa Karakter Sonic Berikutnya yang Akan Mendapat Sorotan?

Dalam wawancara terbarunya di Brazil Gameshow (Dikutip dari Nintendolife), Iizuka menjelaskan mereka ingin menjadikan setiap tahun sebagai momen khusus untuk menyoroti karakter berbeda dari dunia Sonic the Hedgehog.

“Kami mempromosikan Year of Shadow tahun lalu, dan saya ingin melanjutkan konsep ini dengan menyoroti karakter berbeda tiap tahunnya,” Ujarnya.

kampanye Year of Shadow yang dijalankan sepanjang tahun lalu mendapat sambutan positif dari fans Sonic di seluruh dunia. Keberhasilan itu terjadi bersamaan dengan peluncuran Sonic X Shadow Generations dan kemunculan Shadow the Hedgehog di film live-action Sonic. Strategi ini akan dijadikan sebagai tradisi di masa mendatang.

Jika melihat adegan post-credit di film Sonic the Hedgehog 3 untuk film keempat, sudah ada gambaran karakter mana yang kemungkinan akan mendapatkan spotlight selanjutnya. Mereka adalah Amy Rose dan Metal Sonic. Film Sonic the Hedgehog 4 juga sudah mendapatkan tanggal tayang, yaitu 19 Maret 2027

Inilah yang membuat fans mulai berspekulasi bahwa Sega akan mengadakan “Year of Amy” sebagai kampanye promosi besar berikutnya untuk menyambut film Sonic the Hedgehog 4.

Bagaimana menurut kalian?

Rumor Soal Resident Evil 0 Remake Muncul, Ungkap Detail Karakter dan Cerita

0
Rumor Soal Resident Evil 0 Remake Muncul, Ungkap Detail Karakter dan Cerita

Kabar soal Resident Evil 0 Remake sedang ramai dibicarakan di internet. Menurut kabar yang beredar, game ini sedang dalam tahap pengembangan dan dijadwalkan rilis pada tahun 2028.

Informasi ini berasal dari MP1st yang mengklaim mendapatkannya dari narasumber, bahwa proyek ini benar-benar ada dan pengembangannya telah berjalan selama beberapa tahun.

Untuk yang belujm tahu, game remake ini diadaptasi dari Resident Evil Zero yang pertama kali dirilis pada 2002 untuk Nintendo GameCube. Game ini merupakan prekuel dari Resident Evil pertama dan menceritakan peristiwa yang menimpa tim S.T.A.R.S. Bravo di Pegunungan Arklay. Game ini memiliki dua karakter utama, yaitu Rebecca Chambers, yang merupakan anggota tim S.T.A.R.S. Bravo, dan Billy Coen, seorang narapidana yang melarikan diri.

Detail Tentang Resident Evil 0 Remake

Resident Evil 0 Remake sudah digarap sejak beberapa tahun terakhir dengan nama sandi “Chamber”. Nama ini merupakan permainan kata yang merujuk pada nama belakang karakter utama game tersebut, Rebecca Chambers.

Proyek ini dikerjakan oleh Capcom bersama dengan Beyond Capture Studios, perusahaan motion capture yang juga berkontribusi dalam Resident Evil 4 Remake serta Street Fighter 6.

Salah satu aktor pemeran yang berpartisipasi adalah Jon McLaren. Pemeran Star Lord dalam game Guardians of the Galaxy ini diduga akan menjadi pemeran utama, yang kemungkinan besar adalah Billy Coen. Ia merupakan salah satu karakter vital karakter di Resident Evil Zero, dan juga rekan dari Rebecca Chambers.

Keterlibatan McLaren semakin diperkuat berdasarkan keterangan di portofolio sang aktor. Ia mencantumkan pernah berpartisipasi dalam “Project Chamber”, yang secara kebetulan sama dengan nama proyek dari game ini.

Apa yang Baru?

Sama seperti game remake Resident Evil lainnya, Resident Evil 0 Remake dikabarkan akan menghadirkan pembaruan visual dan juga penyesuaian cerita tanpa mengubah intinya.

Menurut laporan MP1st, Capcom akan memperluas beberapa bagian cerita, termasuk segmen di dalam kereta. Dalam versi aslinya, kondektur kereta hanya disebutkan secara sekilas dan tidak pernah muncul secara langsung. Namun dalam versi remake, karakter ini akan mendapatkan peran yang lebih besar dan berpengaruh terhadap alur cerita.

Bagaimana menurut kalian?

Bos Assassin’s Creed Buka Suara Soal Kepergiannya dari Ubisoft

0
Bos Assassin's Creed Buka Suara Soal Kepergiannya dari Ubisoft

Kabar mengejutkan untuk fans Assassin’s Creed. Sosok penting di balik kesuksesan franchise ini, Marc-Alexis Côté, baru-baru ini telah mengumumkan pengunduran dirinya dari Ubisoft. Namun, ternyata keputusan tersebut tidak berasal dari dirinya.

Klarifikasi Bos Assassin’s Creed: Saya Tidak Pergi Secara Sukarela

Melalui unggahan di akun LinkedIn, Côté menjelaskan bahwa ia bukan mundur secara sukarela, melainkan “diminta” oleh perusahaan.

Côté awalnya menyampaikan rasa terima kasih kepada rekan dan fans yang telah mendukungnya. Namun ia merasa perlu memberikan klarifikasi terkait keputusannya untuk mundur dari Ubisoft.

“Banyak yang terkejut saya memilih meninggalkan Assassin’s Creed, terutama karena saya masih memiliki passion besar terhadapnya. Kebenarannya sederhana: saya tidak membuat keputusan itu. Ubisoft memutuskan untuk memindahkan kepemimpinan franchise Assassin’s Creed kepada seseorang yang lebih sesuai dengan struktur organisasi baru.” Tulis Côté.

Ia juga mengungkap bahwa sempat ditawari posisi baru di perusahaan. Tapi menurutnya peran tersebut tidak memiliki ruang lingkup yang sama dengan tanggung jawabnya selama ini. Côté juga memastikan bahwa ia tidak menyimpan dendam terhadap apa yang dilakukan oleh Ubisoft kepadanya.

“Saya tidak meninggalkan proyek ini karena keinginan sendiri. Saya menghormati keputusan mereka, tetapi saya merasa penting untuk menjelaskan semuanya” Tulisnya.

Alasan Awal

Sebelumnya, VGC melaporkan berdasarkan email internal studio tentang pengunduran diri Côté dari Ubisoft. Email tersebut juga berisi pernyataan dari pimpinan studio baru Ubisoft, Vantage yang dipimpin oleh Charlie Guillemot dan Christophe Derennes.

Dalam email ditulis bahwa Côté sebenarnya telah ditawari posisi kepemimpinan di studio baru. Namun ia menolak tawaran itu karena merasa jabatan tersebut tidak sejalan dengan visi dan tanggung jawab yang ia pegang sebelumnya.

Vantage Studios sendiri merupakan anak perusahaan Ubisoft yang akan memegang beberapa franchise besar seperti Assassin’s Creed, Far Cry, dan Rainbow Six. Studio ini dibentuk sebagai bagian dari restrukturisasi internal setelah perusahaan teknologi Tencent menjadi pemegang saham mayoritas Ubisoft.

Klarifikasi yang diberikan oleh Marc-Alexis Côté membuka fakta baru di balik kepergiannya dari Ubisoft. Adanya restrukturisasi besar yang sedang dilakukan perusahaan, membuat masa depan franchise besar seperti Assassin’s Creed menjadi tidak jelas.

Karena dengan ada kepemimpinan yang baru, pasti akan terjadi juga perubahan di dalam yang akhirnya berdampak dengan produk akhir.

Bagaimana menurut kalian?

Marvel Rivals PVE Ajak Pemain Bertempur Melawan Zombie

0
Marvel Rivals PVE Ajak Pemain Bertempur Melawan Zombie

Marvel Games bekerjasama dengan Marvel Animation untuk membuat mode Marvel Rivals PVE, berjudul Marvel Zombies. Sesuai namanya, mode ini diadaptasi dari seri animasi Marvel Zombies yang sudah tayang di Disney+.

Mode baru ini bisa mulai dimainkan dari tanggal 23 Oktober 2025 di PC (melalui Steam dan Epic Games Store), PlayStation 5, serta Xbox Series, bertepatan dengan Halloween.

Kolaborasi Dalam Membuat Marvel Rivals PVE

Dalam pengumuman resminya, Brad Winderbaum, Head of Streaming, Television, and Animation dari Marvel Studios, bersama Danny Koo, Executive Producer Marvel Games, untuk menjelaskan kolaborasi besar ini.

Mode ini akan menghadirkan pengalaman penuh aksi di mana pemain harus bertahan dari gelombang zombie tanpa henti, sembari menghadapi boss menakutkan seperti Zombie Namor dan Queen of the Dead

Mode Marvel Rivals PVE juga menghadirkan jajaran karakter ikonik Marvel dengan kemampuan unik masing-masing untuk melawan pasukan undead. Pemain dapat menggunakan Thor, Blade, Magik, Jeff, dan Punisher, masing-masing dilengkapi kemampuan spesial yang dirancang khusus untuk mode ini.

Jeff dapat menerjang gerombolan zombie dengan kecepatan tinggi, Blade menebas musuh dengan Moon Blades yang memantul, Thor mampu menyetrum zombie dalam mode Awakened miliknya, sementara Magik bisa berubah ke bentuk Darkchild dengan kekuatan tanpa batas.

Bagaimana menurut kalian dengan kehadiran mode baru ini?

Ubisoft Bagikan Detail Konten Year 1 Pass Anno 117: Pax Romana

0
Ubisoft Bagikan Detail Konten Year 1 Pass Anno 117 Pax Romana

Ubisoft telah membagikan video baru untuk Anno 117: Pax Romana. Video ini menjelaskan secara detail seperti apa saja yang akan dilakukan oleh pemain dalam game ini. Selain itu, Ubisoft juga mengumumkan konten apa saja yang tersedia untuk Year 1 Pass.

Anno 117: Pax Romana akan dirilis secara global pada 13 November 2025 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, Amazon Luna, serta PC melalui Steam, Epic Games Store, dan Ubisoft Connect.

Dalam game ini, pemain akan menjadi seorang gubernur Romawi yang memulai perjalanan transformatif dalam karirnya. Mulai dari mengambil keputusan penting yang akan membentuk masa depan provinsi mereka dan menentukan arti sebenarnya dari perdamaian di bawah kekuasaan Romawi.

Detail Mode Campaign Anno 117: Pax Romana

Untuk pertama kalinya dalam sejarah seri Anno, pemain dalam Anno 117: Pax Romana dapat memilih karakter utama dan menentukan jalan cerita mereka sendiri. Ubisoft memperkenalkan dua tokoh utama yang dapat dipilih, masing-masing membawa pengalaman unik dalam memimpin dan membuat keputusan penting bagi kekaisaran.

Pemain dapat memilih Marcus, seorang pria muda yang menghadapi keraguan diri setelah ditunjuk secara tak terduga sebagai Gubernur Romawi. Melalui perannya, pemain harus membuktikan kemampuan kepemimpinan dan menentukan makna sejati menjadi seorang warga Romawi, termasuk memutuskan harga dari perdamaian yang dikehendaki.

Pemain juga dapat mengikuti kisah Marcia, seorang wanita yang menembus batas norma dalam kekaisaran yang didominasi laki-laki. Dengan latar kebangkitan misterius menuju kekuasaan, Marcia menawarkan sudut pandang baru terhadap kepemimpinan dan keadilan dalam dunia Anno.

Isi Konten Year 1 Pass

Konten Year 1 Pass untuk Anno 117: Pax Romana akan memperluas jangkauan kekaisaran dengan tantangan serta wilayah baru untuk dijelajahi. Ekspansi tahun pertama ini menambahkan tiga DLC besar:

  • DLC pertama, Prophecies of Ash, membawa pemain ke pulau terbesar dalam sejarah Anno, lengkap dengan gunung berapi dan dewa baru yang dapat disembah.
  • DLC kedua, The Hippodrome, memungkinkan pemain membangun monumen terbesar sepanjang sejarah Anno, terinspirasi oleh Circus Maximus. Pemain dapat menyelenggarakan lomba kereta perang untuk menghibur rakyat, serta memberikan akses untuk unit spesialis dari seluruh kekaisaran.
  • DLC ketiga, Dawn of the Delta, membawa pemain ke provinsi baru bernuansa Mesir dengan padang pasir luas dan sungai besar. Pemain akan menjumpai dewa-dewa asing serta budaya baru yang menantang, sambil memperluas pengaruh dan kejayaan Romawi di perbatasan selatan kekaisaran.

Bagaimana menurut kalian?

Forgame Resmi Berdiri, Wadah Untuk Jurnalis Game dan Esports

0
Forgame Resmi Berdiri, Wadah Untuk Jurnalis Game dan Esports

Setelah melalui tahap persiapan sejak tahun 2024, Forgame resmi diluncurkan sebagai forum kolaboratif yang menjadi wadah bagi pelaku industri gaming dan esports di Indonesia.

Acara peresmian Forgame digelar di Sentinel Cyber Arena, Jakarta Timur, pada Kamis, 16 Oktober 2025, dihadiri oleh berbagai perwakilan brand, developer game, dan media nasional. Acara ini menandai langkah besar dalam upaya memperkuat sinergi antara komunitas, media, serta industri dalam membangun ekosistem gaming Indonesia yang solid, profesional, dan produktif.

Forgame Hadir untuk Menyatukan Industri Gaming dan Esports

Sebagai forum yang lahir dari semangat kolaborasi, Forgame bertujuan menjadi jembatan bagi berbagai pihak yang terlibat di dunia gaming. Dalam acara peresmiannya, Ketua Umum Forgame, Chris Kurniawan, menyampaikan bahwa organisasi ini akan berfokus pada pengembangan program edukatif, kompetitif, dan kolaboratif yang dapat diikuti masyarakat luas.

“Forgame hadir untuk menyatukan berbagai pihak dalam satu visi: membangun ekosistem gaming yang sehat, terbuka, dan produktif,” ujar Chris dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan forum ini diharapkan dapat membuka peluang baru dalam pengembangan sumber daya manusia dan inovasi di industri kreatif digital Indonesia.

Struktur Kepengurusan Forgame

Forgame juga mengumumkan struktur kepengurusan yang terdiri dari individu berpengalaman di berbagai sektor. Chris Kurniawan menjabat sebagai Ketua Umum, dengan dukungan Michael Samuel sebagai Sekretaris Jenderal, serta Basitullah A. sebagai Sekretaris Umum. Posisi keuangan dipegang oleh Ica Juniyanti, sementara Valya Annisya bertugas sebagai Bendahara Umum.

Selain itu, terdapat nama-nama lain seperti Dicky Jatnika (Eksternal dan Kerjasama), Fajar Arifin (Event dan Aktivitas), Alfryan Irgie (Seminar dan Talkshow), Reza Novriansyah (Olahraga dan Esports), M. Akbar Priono (Administrasi dan Legal), Dimas Putra Ganta Sembrani Yanuar (Inovasi dan Pengembangan), serta Haris Firmansyah (Informasi dan Publikasi).

Acara ini juga mendapat dukungan dari Garena Indonesia, ASUS, Electronic Arts (EA), dan Sentinel Cyber Arena, serta mitra pendukung seperti Infinix, Logitech, AKG Entertainment, dan realme.

Visi ke Depan

Forgame akan menggelar berbagai kegiatan yang berfokus pada edukasi, kompetisi, dan inovasi di bidang game dan esports. Program ini diharapkan mampu memperkuat peran komunitas serta memperluas kesempatan bagi talenta muda Indonesia untuk berkembang di dunia digital dan olahraga elektronik.

Sebagai organisasi yang terbuka, Forgame juga berencana menjalin kerja sama lintas bidang, mulai dari pengembang game, publisher, media, hingga komunitas olahraga, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan industri secara menyeluruh.

Detail resminya bisa dilihat di sini.

Soundtrack Towa and the Guardians of the Sacred Tree Karya Hitoshi Sakimoto Kini Tersedia di Spotify dan Platform Streaming Dunia!

0

Kabar gembira buat para gamer sekaligus pencinta musik game! Bandai Namco Entertainment Asia resmi merilis soundtrack orisinal Towa and the Guardians of the Sacred Tree yang digarap oleh komposer legendaris Hitoshi Sakimoto — sosok di balik musik-musik ikonik seperti Final Fantasy Tactics, Valkyria Chronicles, dan Tactics Ogre.

Kini, lo bisa menikmati 54 lagu orisinal dari game roguelite penuh pesona ini di berbagai layanan musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan iTunes.
Dengarkan sekarang di tautan berikut: lnk.to/PQWpMOyD

Perpaduan Musik dan Dunia Mistis

Sebagai komposer veteran yang selalu dikenal dengan orkestrasi megah dan atmosfer sinematiknya, Hitoshi Sakimoto kembali menunjukkan kelasnya di Towa and the Guardians of the Sacred Tree.

Soundtrack ini menampilkan kombinasi nada-nada lembut bernuansa spiritual dengan dentuman intens yang mencerminkan pertarungan dan perjalanan epik Towa serta para Guardian-nya. Dari musik lembut desa Shinju hingga melodi heroik saat menghadapi Magatsu, setiap track seakan menghidupkan kembali emosi dan keindahan dunia yang digambar tangan dengan begitu indah oleh tim Brownies Inc.

Total ada 54 lagu dalam rilisan ini, menjadikannya salah satu OST terlengkap dari game Bandai Namco tahun ini. Bagi lo yang doyan mendengarkan musik game sambil bekerja, belajar, atau sekadar nostalgia dengan atmosfer Jepang kuno bercampur fantasi, album ini wajib banget masuk playlist.

Video Speed Paint dari Yurina Nakamura

Sebagai pelengkap perilisan OST ini, Bandai Namco juga menghadirkan video speed paint terbaru yang menampilkan Yurina Nakamura dari Brownies Inc., yang memperlihatkan proses pembuatan desain karakter Towa.

Video ini bukan cuma jadi suguhan visual yang memanjakan mata, tapi juga menunjukkan sentuhan artistik dan filosofi desain di balik dunia Towa and the Guardians of the Sacred Tree.

Tentang Towa and the Guardians of the Sacred Tree

Bagi yang belum sempat menjajalnya, Towa and the Guardians of the Sacred Tree adalah game action roguelite terbaru dari Bandai Namco Entertainment Asia, dikembangkan oleh Brownies Inc.

Game ini mengisahkan Towa, pendeta muda dari desa Shinju, yang harus bekerja sama dengan delapan Guardian untuk melawan kekuatan jahat bernama Magatsu yang mengancam dunia.
Gameplay-nya menggabungkan aksi cepat dengan sistem dua karakter:

  • Tsurugi (Attacker), sang pendekar yang fokus pada serangan jarak dekat, dan

  • Kagura (Supporter), karakter penyihir yang mampu memberikan dukungan dan serangan jarak jauh.

Setiap pasangan Guardian bisa dikustomisasi, sementara sistem crafting memungkinkan pemain menempa senjata dan memperkuat kemampuan karakter sesuai gaya bermain mereka.

Selain gameplay-nya yang menantang dan dunia yang terus berevolusi, visual hand-drawn bergaya Jepang klasik dan musik orisinal Sakimoto jadi dua elemen yang membuat game ini benar-benar berkesan.

Towa and the Guardians of the Sacred Tree sudah tersedia untuk PlayStation®5, Nintendo Switch™, Xbox Series X|S, dan PC via Steam®.

Detail Rilisan Soundtrack

  • Judul: Towa and the Guardians of the Sacred Tree Original Soundtrack

  • Jumlah Lagu: 54

  • Tanggal Rilis: 17 Oktober 2025

  • Format Distribusi: Streaming & Download Digital

  • Platform: Spotify, Apple Music, iTunes, dan berbagai layanan musik digital lainnya

  • Link Streaming: lnk.to/PQWpMOyD

Soundtrack Towa and the Guardians of the Sacred Tree adalah bukti nyata bagaimana musik bisa memperkuat jiwa sebuah game. Dengan sentuhan khas Hitoshi Sakimoto, setiap nada membawa pemain kembali ke dunia magis Shinju Village yang penuh emosi, aksi, dan keindahan visual.

Kalau lo pencinta musik game orisinal dengan kualitas sinematik, OST ini wajib lo dengerin.
Dan kalau lo belum main gamenya? Yaudah, ini saatnya lo berpetualang bareng Towa dan para Guardian, sambil menikmati iringan musik yang bakal bikin bulu kuduk merinding.

Towa and the Guardians of the Sacred Tree © Bandai Namco Entertainment Inc.
Musik oleh: Hitoshi Sakimoto
Developer: Brownies Inc.
Platform: PS5 | Nintendo Switch | Xbox Series X|S | PC (Steam)

Apa Itu Sword of Justice, MMORPG F2P Berlatar di China Abad Ke-12

0
Apa Itu Sword of Justice, MMORPG F2P Berlatar di China Abad Ke-12

NetEase Games bersama ZhuRong Studio resmi mengumumkan tanggal rilis global untuk MMORPG Sword of Justice. Game ini akan tersedia mulai dari tanggal 7 November 2025 di platform di Android, iOS, Steam, dan PC. Dengan dukungan cross-platform play, pemain dapat menjelajahi dunia fantasi bergaya Dinasti Song Utara secara bebas dan menciptakan kisah mereka sendiri dalam dunia penuh petualangan ini.

Apa Itu Sword of Justice?

Dalam Sword of Justice, pemain akan memasuki dunia fantasi open world yang mengambil latar abad ke-12 di China, tepatnya pada masa Dinasti Song Utara. Dunia ini dipenuhi dengan kota, lembah magis, dan juga rahasia tersembunyi yang menunggu untuk ditemukan. Pemain bebas memilih jalan hidupnya, apakah menjadi prajurit tangguh, petualang pemberani, pengrajin ahli, atau bahkan sosialita yang gemar berinteraksi.

Sword of Justice menggunakan NPC berbasis AI. Setiap NPC memiliki kepribadian dan memori unik, mampu mengingat interaksi sebelumnya dan merespons pemain secara dinamis. Dunia dalam game juga bereaksi terhadap setiap tindakan pemain, menciptakan pengalaman yang benar-benar personal.

gameplay Sword of Justice

Selain eksplorasi dan pertempuran, Sword of Justice juga menawarkan interaksi sosial. Pemain bisa menjalin persahabatan, persaudaraan, dan membentuk guild di game ini. Lebih dari 100 jam cerita single-player juga tersedia, lengkap dengan karakter pendukung unik yang membantu pemain membangun kisah mereka sendiri.

Sword of Justice dirancang sepenuhnya F2P tanpa elemen Pay-to-Win. Semua progres karakter didasarkan pada kemampuan bermain dan penguasaan skill. Game ini juga memiliki sistem progres Converging Path, yang memastikan semua pemain dapat memperoleh hadiah utama yang sama.

Event Cloud Face Edit: Hadiah Pra-Peluncuran Eksklusif untuk Asia Tenggara

Menjelang perilisan, Sword of Justice menghadirkan kembali event Cloud Face Edit khusus bagi pemain di Asia Tenggara. Melalui teknologi AI canggih, pemain dapat menciptakan karakter impian mereka hanya dengan menggunakan perintah teks atau gambar. Ada lebih dari 300 parameter kustomisasi, termasuk bentuk wajah, riasan, hingga proporsi tubuh, memungkinkan setiap karakter tampil unik.

Fitur ini bahkan mampu menampilkan ekspresi mikro, detail iris mata, dan simulasi rambut realistis, menciptakan visual yang mendalam dan autentik. Setelah hasil desain selesai, pemain dapat menyimpannya untuk digunakan pada versi rilis penuh nanti.

Bagaimana menurut kalian?