Ada yang spesial antara hubungan EA atau Electronic Arts dengan Josef Fares, pendiri Hazelight Studios yang membuat game It Takes Two dan Split Fiction. Ia sepertinya selalu berusaha membela hubungannya dengan EA jika ada yang menyerang perusahaan itu.
Padahal di mata gamer, EA selalu terlihat sebagai developer sekaligus publisher yang kerap dikaitkan dengan praktik monetisasi agresif.
EA Menurut Josef Fares: Mereka Menghormati Cara Kami Bekerja
Dalam wawancara terbarunya dengan The Game Business, Fares menyampaikan pembelaannya ketika membahas kerja sama antara Hazelight dan EA
Fares menekankan bahwa pengalaman Hazelight sebagai developer justru berjalan mulus karena EA memahami cara kerja kreatif studio. Ia menyebut ada banyak orang hebat disana, dan tidak mengganggu visi yang sudah ditetapkan oleh ia dan timnya.
Fares juga menyoroti persepsi publik yang menurutnya tidak seimbang. Fares memberi contoh Nintendo, Microsoft, dan Sony juga pernah melakukan hal yang kurang ideal. Namun entah kenapa, justru EA yang mendapat lebih banyak hujatan dibandingkan pihak lain.
Pembelaan Fares sepertinya bisa dibuktikan dalam beberapa waktu kedepan. Seperti yang sudah kalian ketahui, EA telah diakuisi oleh Arab Saudi dan partnernya dalam transaksi bernilai sekitar USD55 miliar.
Pada 22 Desember 2025, laporan menyebut para pemegang saham telah menyetujui penjualan tersebut. Namun, prosesnya masih menunggu persetujuan regulator dan ditargetkan selesai pada kuartal pertama fiskal 2027.
ARC Raiders mencatat pencapaian besar. Sang developer Embark Studios mengumumkan game extraction shooter ini sudah melampaui 12 juta pemain di semua platform pada Januari 2026.
Pencapaian ARC Raiders
Dalam pernyataan resminya, Embark menegaskan bahwa angka 12 juta ini sepenuhnya berkat para pemain, serta komunitas yang terus memberi masukan kepada developer. Sebagai bentuk ucapan terima kasih, Embark membagikan hadiah bagi para pemain yaitu Gilded Pickaxe yang bisa didapatkan dalam periode terbatas.
Untuk klaim hadiah, pemain minimal sudah pernah login sekali sejak ARC Raiders rilis untuk bisa menerima hadiah tersebut melalui inbox in-game pada 13 Januari (Waktu setempat).
Buat yang belum pernah mencoba game ini, ARC Raiders rilis pada 30 Oktober 2025 untuk PC dan konsol PS5 serta Xbox Series. Game Extraction Shooter ini berhasil menjadi hits, sekaligus sudah mendukung cross-play dan cross-progression.
Sonic Racing: CrossWorlds versi Nintendo Switch 2 dapat tanggal rilis. Game ini dijadwalkan rilis pada 26 Maret 2026. Game balap terbaru Sega ini juga bisa dipesan mulai hari ini melalui pre-order. Pemain yang melakukan pre-order akan mendapatkan Werehog Pack sebagai bonus.
Peningkatan Performa Sonic Racing: CrossWorlds di Switch 2
Untuk versi Nintendo Switch 2, Sega menekankan adanya peningkatan performa yang terasa saat berada di lintasan. Visual dibuat lebih tajam, animasi terasa lebih responsif, dan frame rate yang lebih tinggi membantu balapan tetap stabil saat aksi di layar makin ramai.
Kabar baiknya, pemain yang sudah memiliki Sonic Racing: CrossWorlds versi Nintendo Switch tidak perlu membeli lagi versi Switch 2. Sega menyiapkan opsi peningkatan ke Nintendo Switch 2 Edition melalui pembelian Upgrade Pack. Skema ini memungkinkan pemain lama ikut menikmati peningkatan grafis dan performa tanpa harus berpindah produk sepenuhnya.
Bersamaan dengan pengumuman rilis, Sega juga membagikan konten tambahan gratis yang bisa langsung didownload pemilik Sonic Racing: CrossWorlds. Konten baru ini adalah DLC Blue Star Extreme Gear yang kini tersedia gratis di semua platform. Kendaraan bernama Blue Star ini diklaim dapat membantu pemain melesat lebih cepat dan meninggalkan lawan di belakang.
Ada kabar kurang baik dari industri game. Ubisoft telah mengumumkan rencana untuk melakukan PHK kepada Massive Entertainment dan Ubisoft Stockholm, dua studio yang memproduksi seri game The Division, Avatar: Frontiers of Pandora, dan Star Wars Outlaws.
Rencana PHK Ubisoft
Dikutip dari IGN, ada 55 pekerjaan yang akan dihilangkan dari kedua studio tersebut. Kebijakan ini merupakan lanjutan dari Voluntary Leave Program di 2025, yang diharapkan oleh Ubisoft dapat memberikan gambaran lebih baik untuk struktur dan kapasitas dalam mendukung kedua studio secara berkelanjutan.
“Rencana ini murni struktural, bukan berdasarkan performa dari individu, atau hasil yang diberikan oleh tim.”
Meski mengalami pengurangan pekerjaan, Ubisoft menjanjikan kedua studio akan tetap berkomitmen dalam mengembangkan franchise The Division dan juga Snowdrop Engine.
PHK ini adalah yang kedua dilakukan oleh Ubisoft di 2026. Seminggu sebelumnya, Ubisoft telah menutup studio mereka di Halifax. Akibat kebijakan ini, 77 orang kehilangan pekerjaannya. Ubisoft beralasan penutupan ini perlu untuk strukturisasi perusahaan agar bisa lebih efisien.
Ketika berbicara soal ASUS apalagi ROG, yang ada dipikiran adalah perangkat dengan desain futuristik yang memiliki fitur out-of-the-box. Tapi apa yang didapat dari headset gaming wireless ROG Pelta adalah sebaliknya.
Bisa dibilang headset ini terlihat kalem dan tidak berusaha tampil mencolok. Headset ini juga bukan tipe yang penuh dengan fitur sampai membuat penggunanya kebingungan. ROG Pelta menurut kami justru sederhana dan fokus ke pengalaman pemakaiannya sehari-hari.
Inilah pengalaman yang kami rasakan selama menggunakan versi review ASUS ROG Pelta, headset yang enak dipakai tanpa banyak drama.
Unboxing
Kemasan box dari ASUS ROG Pelta tidak berbeda dengan headset dari bran lain. Isinya standar untuk keperluan headset gaming masa kini. Ada boom mic dan wind jammer yang dapat dilepas, buku manual dan garansi, kabel USB Type-C yang bisa digunakan untuk mengisi daya, dongle Supernova 2.4 GHz dengan konektor USB Type-C.
ASUS ROG Pelta Dari Segi Desain
ASUS ROG Pelta terbuat dari bahan plastik yang bagian antar sambungannya tersusun rapi dan ketat. Headset ini memiliki dua warna yaitu hitam dan putih. Kebetulan kami mendapatkan warna putih yang memang terlihat bersih, tapi bisa cepat kotor.
Catatan penting: bahan headset ini mudah tergores. Jadi kami menyarankan untuk selalu memasukkan headset ke backpack jika tidak digunakan atau dibawa berpergian dengan menggunakan tas. Backpack ini sudah disediakan oleh ASUS gratis, jadi anda tidak perlu membelinya lagi.
Bagian earpad menggunakan bahan mesh yang terasa nyaman dan breathable, cocok untuk kondisi panas dan lembap. Pada bagian atas kepala, ROG Pelta memiliki headband dilapisi dengan padding yang empuk. Desain ini membuat kontak ke kepala terasa nyaman dan lembut, apalagi saat dipakai lama.
Semua kontrol fisik ditempatkan di sisi kiri earpad, yang terasa logis karena tangan kanan biasanya sibuk di mouse. Kontrolnya dibuat gampang dibedakan hanya dari rabaan, dan ini menurut kami adalah nilai plus. Tombol untuk volume berbentuk dial khusus, lalu dua tombol di atas-bawahnya bisa menerima respon sentuhan single tap maupun double tap.
Khusus tombol paling atas bisa digunakan untuk menyalakan atau mematikan RGB, sekaligus untuk mute dan unmute mic. Tombol dibawah volume digunakan untuk function atau mereset ulang koneksi Bluetooth. Tombol paling bawah digunakan untuk pemilihan mode: Bluetooth, menggunakan kabel USB Type-C, atau wireless dengan koneksi 2.4 GHz.
Kenyamanan Saat Dipakai
Kenyamanan merupakan nilai jual utama ASUS ROG Pelta. Dari pengalaman kami selama menggunakan, headset ini bisa dipakai berjam-jam dan terasa seperti awan di telinga. Bahan ,esh di bagian earpad terasa empuk di telinga dan membuat tidak cepat panas. ROG Pelta juga memiliki bukaan earpad yang lebar dan seharusnya cocok untuk banyak ukuran telinga.
Kekurangan yang kami rasakan adalah headset ini kurang menekan kepala terlalu kuat. Dampaknya, headset jadi terasa longgar jika penggunanya banyak gerak. Kalau kepala sering bergoyang atau dipakai untuk kegiatan seperti berolahraga, headset ini bisa dengan mudah lepas.
Kalian bisa mengakali ini dengan memasang headband berbahan elastis tambahan yang disediakan gratis oleh ASUS di boks ROG Pelta. Karena bahannya yang elastis, headband ini bisa menyesuaikan bentuk kepala sehingga anda tidak perlu khawatir cengkraman menjadi terlalu ketat.
Daya tahan ROG Pelta juga sudah memuaskan. Melalui pengujian dengan mode 2.4 GHz, headset ini bisa bertahan hingga lebih dari 40 jam. Sedangkan ketika menggunakan Bluetooth bisa melewati 60 jam. Anda tidak perlu khawatir soal daya untuk headset ini.
Untuk urusan audio, ROG Pelta memiliki bass dan treble yang baik, sekaligus terasa rapi. Desain earcup yang rapat juga memastikan tidak ada suara dari luar yang masuk ketika digunakan. Kemampuan spatial bawaan atau arah suara headset ini cukup kuat, sehingga efek seperti footsteps dan tembakan terasa memiliki posisi yang jelas di sekitar ruang kepala.
Untuk uji jarak Bluetooth di luar ruangan, hasilnya cukup bagus sampai titik tertentu. Untuk jarak sampai dengan 7 meter dengan perangkat yang masih terlihat, sinyal headset masih stabil seperti yang diharapkan. Kondisi ini berubah ketika mulai ada penghalang antara perangkat dengan headset. Kadang performa sinyal bisa berubah drastis. Dari bagus lalu tiba-tiba drop menjadi hampir tidak bisa digunakan, dan kembali lagi seperti semula.
Keterbatasan Software
ASUS ROG Pelta seperti perangkat ROG lainnya bisa dikustomisasi lebih lanjut dengan menggunakan aplikasi Armoury Crate. Kalian bisa mengatur tingkatan suara yang terdengar, efek RGB, mengatur konsumsi daya baterai, dan masih banyak lagi.
Sayangnya, ROG Pelta belum bisa tersambung dengan website Gear Link, yang ditujukan sebagai alternatif pengganti aplikasi Armoury Crate. Bagi kami yang lebih menyukai penggunaan website dibandingkan menginstall aplikasi, kekurangan ini jelas terasa.
Kesimpulan Review ASUS ROG Pelta
Kesimpulan kami selama menggunakan review ASUS ROG Pelta adalah headset berkualitas dan sesuai dengan harga yang dipatok. Dari segi kenyaman headset ini tidak perlu dipertanyakan lagi, baterai yang awet, sistem kontrol yang ergonomis, dan kualitas suara yang sudah mumpuni.
Kekurangan yang kami rasakan hanya pada kekuatan clamp headset yang terkesan longgar, sehingga kurang nyaman digunakan saat dalam situasi mobile.
Jika prioritas kalian adalah kenyamanan dan pengalaman wireless yang simpel serta solid, ROG Pelta layak masuk daftar pertimbangan.
Konami telah mengumumkan event Ulang Tahun Yu-Gi-Oh! Duel Links ke-9. Event in-game ini telah dimulai dari tanggal 12 Januari 2026, dan bisa diikuti oleh para pemain di mobile dan PC.
Konami telah menyiapkan hadiah utama yang menarik bagi pemain yang berpartisipasi dalam event, yaitu kartu Monster Red-Eyes Dark Dragoon (Speed). Tidak hanya itu, pemain juga bisa mendapatkan efek kosmetik “Surface Processing: Animated” untuk membuat kartu tersebut tampil lebih menarik.
Hadiah Ulang Tahun Yu-Gi-Oh! Duel Links
Selain Red-Eyes Dark Dragoon versi Speed, Konami juga akan membagikan bonus lain untuk format Rush Duel. Pemain berkesempatan mendapatkan OR-style Red-Eyes Black Dragon (Rush) serta Dimension Linker (Rush) yang disebut sebagai kartu spesial perayaan ulang tahun ke-9.
Konami juga memberikan Structure Deck “Red Eyes Inferno” secara gratis. Cocok bagi pemain yang ingin memperkuat deck bertema Red-Eyes tanpa harus menguras resource.
Misi Bingo dan Login Reward
Perayaan ini juga turut menghadirkan misi spesial Bingo Ulang Tahun ke-9. Pemain yang menyelesaikan rangkaian misinya akan memperoleh hadiah tambahan dalam jumlah besar.
Konami menyiapkan hadiah log-in harian selama 10 hari. Rinciannya mencakup Dimension Linker (Rush) di hari pertama, berbagai SR/UR Choice Ticket dan Dream Ticket untuk Speed maupun Rush dengan varian Glossy atau Prismatic, hingga hadiah kosmetik Name Colour: Red pada hari ke-10.
Buat kalian yang belum tahu, Yu-Gi-Oh! Duel Links adalah adaptasi dari Yu-Gi-Oh! TCG yang membawa pertarungan kartu ke perangkat mobile dan PC. Game ini bisa dimainkan secara gratis.
Pencipta dari game Fable, Peter Molyneux bersama dengan 22cans telah mengumumkan game barunya yang berjudul Masters of Albion. Game ini akan resmi meluncur pada tanggal 22 April 2026 eksklusif untuk PC lewat Steam.
Molyneux menyebut Masters of Albion terinspirasi dari karya-karya lamanya, namun dirancang menjadi sesuatu yang terasa segar dan relevan bagi pemain modern.
Masters of Albion Dibangun Oleh Tim Veteran
Selain Peter Molyneux, 22cans menggandeng nama-nama besar seperti Mark Healey, Russell Shaw, Iain Wright, dan Kareem Ettouney. Mereka pernah terlibat dalam pengembangan Dungeon Keeper, Black & White, hingga Fable. Hasilnya adalah sebuah “God Game” yang dibangun ulang untuk era sekarang, memadukan strategi, simulasi, manajemen kota, dan pertahanan real-time dalam satu pengalaman yang bebas.
Jadi God Hand dan Bangun Kota Tanpa Batas
Pada siang hari, pemain akan berperan sebagai dewa yang membentuk Albion sesuai keinginan. Pemain bisa merancang setiap bangunan, merekrut dan mengatur tenaga kerja, serta menyesuaikan tampilan kota lewat cat, pola, dan ornamen. Uniknya, tidak ada sistem menunggu atau timer. Semua bisa dibangun instan sehingga pemain bebas bereksperimen dan mengulang desain kapan saja.
Melalui “God Hand”, pemain bisa memindahkan objek, merasuki makhluk hidup, memberi hadiah atau hukuman, dan masih banyak lagi. Namun tantangan terbesar datang saat malam tiba, ketika makhluk jahat keluar dari kegelapan dan menyerang tanpa ampun.
Pemain harus menyiapkan turret, membangun tembok, membuat choke point, dan merekrut pahlawan untuk bertarung langsung secara real-time. Melalui mekanisme siang-malam yang kontras, Masters of Albion akan memiliki kombinasi kreasi santai dengan survival yang menegangkan.
ROG Cetra Open Wireless, earbud open-ear yang ditujukan untuk gaming, musik, dan gaya hidup aktif, telah diperkenalkan oleh ASUS. Produk ini ditujukan bagi pengguna yang ingin audio responsif saat bermain game dan tetap nyaman dipakai seharian.
ROG Cetra Open Wireless Andalkan Dual Mode
Dari sisi konektivitas, ROG Cetra Open Wireless menawarkan dua pilihan: Bluetooth untuk pemakaian harian dan ROG SpeedNova 2.4GHz untuk kebutuhan latensi sangat rendah. Mode 2.4GHz ini ditujukan agar audio dan visual tetap sinkron ketika bermain game, sehingga respons suara lebih selaras dengan aksi di layar.
ASUS juga menyematkan dongle USB-C 2.4GHz pertama dari ROG yang mendukung pengisian daya satu arah, sehingga perangkat dapat tetap diisi daya saat earbud sedang tersambung.
Pada sektor audio, earbud ini menggunakan driver 14,2 mm dengan diafragma berlapis DLC. Rancangannya ditujukan untuk menghasilkan audio beresolusi tinggi dengan distorsi rendah, sekaligus menjaga detail di nada tinggi dan menghadirkan bass yang terasa lebih dalam.
Untuk penyesuaian karakter suara, tersedia mode audio bawaan. Mode Phantom Bass difokuskan untuk meningkatkan persepsi frekuensi rendah, sedangkan mode Immersion ditujukan untuk membantu meredam kebisingan latar belakang saat mendengarkan.
Desain Ergonomis Untuk Aktivitas Outdoor
ROG Cetra Open Wireless mengusung ear hook ergonomis berbahan liquid silicone agar tetap stabil saat dipakai bergerak. ROG juga menambahkan gantungan leher reflektif yang bisa dilepas-pasang untuk memastikan pemasangan lebih pas sesuai kebutuhan pengguna.
Demi respons kontrol yang lebih akurat, earbud ini memakai tombol fisik. Keunggulannya, tombol tetap bisa diandalkan saat hujan atau ketika pengguna berkeringat, sekaligus mengurangi risiko perintah tidak disengaja yang sering terjadi pada kontrol sentuh.
Untuk pemakaian di luar ruangan, earbud ini memiliki ketahanan cipratan air dengan sertifikasi IPX5. ROG menyebut ketahanan ini cocok untuk aktivitas seperti berlari atau kegiatan outdoor lain, termasuk saat kondisi gerimis.
Dari sisi daya, dalam kondisi baterai penuh, pemakaian bisa mencapai hingga 16 jam melalui mode Bluetooth dengan mode audio dan pencahayaan RGB bawaan dimatikan serta mikrofon dalam kondisi mute. Jika butuh isi daya singkat, pengisian cepat 15 menit diklaim dapat memberi waktu dengar hingga 3 jam.
Melalui kombinasi desain open-ear, konektivitas fleksibel, dan fitur yang mendukung mobilitas, ROG Cetra Open Wireless tidak hanya nyaman untuk aktivitas harian, tapi juga responsif untuk gaming.
ROG Kithara resmi diumumkan oleh ASUS sebagai headset gaming planar magnetic high-fidelity pertama dari lini ROG. Headset ini dikembangkan bersama HIFIMAN untuk menghadirkan pengalaman audio imersif berkelas audiophile.
Fitur ROG Kithara: Driver Planar Magnetic 100mm
Fokus utama ROG Kithara ada pada kombinasi driver planar magnetic besar dan rancangan open-back. Driver ini bekerja dengan gerakan serempak, berbeda dari driver konvensional yang sering terasa seperti sumber suara dari satu titik. Pendekatan ini ditujukan untuk menghasilkan audio lebih jernih, minim resonansi, serta menjaga distorsi rendah.
ROG juga menyebut respons frekuensi headset ini berada di kisaran 8Hz hingga 55kHz, memberi ruang lebih luas untuk menangkap detail halus di kedua ujung spektrum suara.
Desain open-back menjadi elemen penting lain. Karena gelombang suara bisa mengalir bebas melalui earcup, pemisahan bass, mid, dan treble dibuat lebih rapi dan seimbang. Hasilnya, soundstage terasa lebih luas dan dimensional, sekaligus membantu gamer membaca posisi suara dengan lebih akurat.
Untuk menjaga konsistensi, ROG menerapkan penyesuaian driver ketat dengan memasangkan driver berdasarkan respons frekuensi yang mirip, sehingga pencocokan kanal kiri dan kanan lebih presisi.
Mikrofon MEMS Full-Band dan Konektivitas Fleksibel
ROG Kithara membawa mikrofon boom full-band berbasis MEMS yang terintegrasi pada kabel. Rentang responsnya adalah ultrawide 20Hz–20kHz agar suara terdengar alami dan detail.
ROG juga menyoroti masalah umum headset analog, yaitu crosstalk pada kabel TRRS 3.5mm saat audio dan mikrofon berbagi saluran. Untuk mengatasinya, kabel boom mic Kithara memisahkan jalur sinyal sehingga komunikasi suara tetap jernih dan distorsi berkurang. Ditambah rasio SNR yang tinggi, suara latar belakang diupayakan tetap rendah saat dipakai komunikasi.
Untuk koneksi, headset ini mengusung kabel berkualitas berbahan OFC balanced dengan konektor lepas-pasang 3-in-1. Pengguna mendapatkan opsi 4.4mm balanced untuk menekan kebisingan, serta konektor 3.5mm dan 6.3mm single-ended agar kompatibel dengan beragam DAC, amplifier, PC, Mac, perangkat seluler, dan konsol.
ROG juga menambahkan adaptor USB-C-to-dual-3.5mm untuk pengguna laptop dan perangkat mobile yang membutuhkan fleksibilitas lebih tinggi.
Material Premium dan Rancangan Ergonomis
ROG Kithara juga menekankan sisi kenyamanan. Struktur rangka logam dan engsel yang kuat ditujukan untuk durabilitas, sementara headband dapat disesuaikan 8 arah agar pas di berbagai bentuk kepala. Bantalan busa empuk dari kulit sintetis membantu mengurangi tekanan saat dipakai lama.
Untuk sentuhan akhir, headset ini dipasangkan dengan material kulit sintetis berlapis kain, serta earcup velour yang menargetkan rasa nyaman dan fit yang lebih baik.
Melalui spesifikasi yang dimiliki ini, ROG Kithara ditujukan opsi bagi gamer yang ingin mendengar detail lebih tajam sekaligus menikmati karakter suara yang lebih natural.
Biwin menghadirkan kartu SD, microSD, dan card reader untuk kreator yang bekerja dalam siklus cepat merekam, mengedit, lalu mengunggah ulang. Produk ini relevan untuk fotografer, videografer, hingga pembuat film mobile yang menuntut penyimpanan cepat dan stabil.
Biwin Dorong Perekaman Stabil untuk Produksi 4K
Tahap paling krusial bagi kreator sering terjadi sebelum editing dimulai, yaitu perekaman. Pada resolusi tinggi, media penyimpanan perlu menjaga kecepatan tulis yang konsisten supaya frame terekam rapi dan data tidak bermasalah saat proses panjang. Untuk kebutuhan tersebut, Biwin menawarkan SD160 yang menyasar pengguna kamera DSLR, mirrorless, dan camcorder.
SD160 diklaim punya kecepatan baca hingga 160 MB/s dan tulis hingga 120 MB/s. Kombinasi antarmuka UHS-I dan sertifikasi kelas kecepatan V30 membuatnya cocok untuk perekaman video 4K Ultra HD serta pemotretan beruntun. Fokusnya ada pada kestabilan performa saat produksi intensif, termasuk skenario fotografi RAW dan perekaman 4K yang menuntut.
Kartu microSD untuk Kerja Mobile dan Perangkat Ekstrem
Bagi kreator yang lebih sering bergerak, Biwin juga membawa MS160 microSD yang dirancang untuk perangkat seperti drone, action camera, smartphone, hingga gimbal genggam. Performanya berada di kelas yang sama, dengan klaim baca hingga 160 MB/s dan tulis hingga 120 MB/s agar perekaman 4K UHD dan RAW tetap mulus di perangkat berukuran ringkas.
MS160 mengantongi sertifikasi U3, V30, dan A2. Artinya, kartu ini tidak hanya mengejar perekaman video, tetapi juga respons aplikasi dan akses file yang cepat untuk kebutuhan multitasking di perangkat mobile. Dari sisi durabilitas, MS160 disebut tahan air, suhu ekstrem, guncangan, dan paparan sinar-X, sehingga cocok untuk pemakaian di berbagai kondisi lapangan.
Opsi Untuk Harian
Jika kebutuhannya harian, Biwin menyiapkan MS100 microSD. Kartu ini diklaim memiliki kecepatan baca sampai 100 MB/s dengan sertifikasi UHS-I U3/V30 untuk perekaman HD dan Full HD yang stabil, sekaligus transfer file yang efisien. MS100 ditujukan untuk smartphone, tablet, dash cam, hingga sistem keamanan rumah, dengan kapasitas tersedia hingga 256 GB dan konstruksi yang tetap menekankan perlindungan dari guncangan, debu, sinar-X, serta suhu ekstrem.
Di sisi pascaproduksi, Biwin RC210 SD/microSD Card Reader menjadi penghubung penting dari kartu ke perangkat kerja. Reader dua slot ini mendukung transfer simultan SD dan microSD melalui USB 3.2 Gen 1, dengan klaim throughput hingga 5 Gbps, kecepatan baca sampai 210 MB/s, dan tulis hingga 170 MB/s. RC210 mengusung desain ringkas dan plug-and-play, kompatibel dengan Windows, macOS, serta Android.
Bagi kreator yang mengelola banyak kartu sekaligus, kombinasi perangkat berkecepatan tinggi dan reader seperti ini bisa membantu mempercepat proses pemindahan footage dan menjaga ritme produksi tetap berjalan.