EA telah mengumumkan bahwa Battlefield 6 menjadi peluncuran tersukses dalam sejarah franchise ini. Game perang skala besar tersebut mencatat rekor penjualan tertinggi sepanjang masa untuk seri Battlefield.
Rekor Baru
Battlefield 6 mencatat angka penjualan lebih dari 7 juta kopi hanya dalam tiga hari pertama sejak dirilis pada 10 Oktober 2025. Game ini juga menembus rekor jumlah pemain aktif dengan 747.440 pemain di Steam, tertinggi sepanjang sejarah seri tersebut.
Byron Beede, General Manager dari Battlefield, menyampaikan rasa terima kasih kepada komunitas pemain yang telah mendukung penuh proses pengembangan game ini. Menurutnya, game ini dibangun berdasarkan masukan pemain, mulai dari tahap konsep awal hingga pelaksanaan Open Beta. Ia menegaskan bahwa peluncuran besar ini hanyalah permulaan dari perjalanan panjang Battlefield 6.
Vince Zampella, Executive Vice President di Electronic Arts, juga menyampaikan apresiasi kepada Battlefield Studios dan komunitas global yang berperan besar dalam keberhasilan ini. Ia menekankan bahwa kesuksesan game ini merupakan hasil kerja keras ribuan kreator dan antusiasme pemain di seluruh dunia.
Season 1 Battlefield 6
EA memastikan bahwa Season 1 akan segera dimulai pada 28 Oktober 2025 dengan tema Rogue Ops. Musim pertama ini menghadirkan map baru bernama Blackwell Fields, yang dirancang khusus untuk menghadirkan kekacauan khas pertempuran skala besar, serta mode baru 4v4.
Sega telah membagikan informasi baru untuk Football Manager 26. Game simulasi manajemen sepak bola yang dibuat oleh Sports Interactive ini membawa tampilan UI yang diperbarui, debut sepak bola wanita, hingga taktik baru yang lebih mendalam.
Game ini akan diluncurkan pada 5 November 2025 di berbagai platform, termasuk PS5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch, Steam, Epic Games Store, Windows, Mac, Netflix, dan Apple Arcade.
UI Baru di Football Manager 26
Football Manager 26 memperkenalkan navigasi bar baru di bagian atas layar, menggantikan sidebar klasik yang selama ini menjadi ciri khas seri tersebut. Perubahan ini menawarkan akses yang lebih cepat ke berbagai fitur penting seperti rekrutmen pemain, pengaturan taktik, serta persiapan sebelum pertandingan.
Fitur baru bernama Portal juga hadir sebagai pusat kendali klub, memungkinkan pemain untuk memeriksa berita, pesan, hasil pertandingan, kalender, dan banyak lagi dalam satu tempat.
Selain itu, sistem pencarian dalam game kini jauh lebih efisien berkat pembaruan besar yang memungkinkan akses cepat ke data pemain, klub, pelatih, serta panduan strategi melalui fitur baru FMPedia.
Debut Sepak Bola Wanita
Salah satu terobosan paling menarik dari Football Manager 26 adalah hadirnya sepak bola wanita untuk pertama kalinya dalam sejarah seri ini. Game ini menampilkan 14 liga di 11 negara dan 3 benua, menjadikannya salah satu basis data sepak bola wanita terbesar yang pernah dibuat.
Setiap aspek permainan direpresentasikan dengan detail tinggi, mulai dari pasar transfer, kontrak, hingga pola cedera. Animasi yang dihasilkan dari motion capture pemain asli memberikan pengalaman realistis dalam setiap gaya bermain, baik dalam menyerang maupun bertahan.
Sistem Taktik Lebih Fleksibel
Taktik menjadi fokus utama dalam Football Manager 26. Pemain kini dapat menetapkan formasi terpisah antara In Possession dan Out of Possession, memberikan kendali lebih rinci terhadap posisi dan peran pemain di lapangan.
Fitur baru bernama Visualiser menampilkan bagaimana tim bergerak di lini pertahanan, tengah, dan serangan secara visual, membantu manajer memahami strategi mereka secara lebih mendalam. Selain itu, transisi menyerang dan bertahan kini ditempatkan pada area yang lebih sesuai dengan sistem formasi baru.
Uji coba Bleach: Soul Resonance resmi dimulai hari ini oleh Nuverse selaku pengembang resmi. Melalui program Resonance Prelude Test atau Tes Dengung Pedang, pemain Indonesia kini dapat merasakan langsung pengalaman bermain sebagai Shinigami.
Uji coba closed beta ini akan berlangsung selama satu minggu penuh. Tes akan mencakup beberapa wilayah, termasuk Korea, Thailand, Indonesia, serta HongKong-Macau-Taiwan.
Detail Uji Coba
Uji coba Bleach: Soul Resonance dijadwalkan berlangsung mulai dari tanggal 16 Oktober pukul 10:00 hingga 23 Oktober pukul 17:00. Tes ini bersifat terbatas dan berbayar, dengan seluruh data pemain akan dihapus setelah periode berakhir. Platform uji coba difokuskan pada perangkat Android.
Pemain yang belum berpartisipasi masih memiliki kesempatan untuk ikut melalui dua cara, yaitu dengan mencari Bleach: Soul Resonance di Google Play atau mengunduh langsung dari website resmi.
Nantinya paket tes dapat diunduh secara langsung pada 16 Oktober. Namun, slot akses sangat terbatas sehingga hanya pemain tercepat yang bisa bergabung.
Apa itu Bleach: Soul Resonance?
Bleach: Soul Resonance menghadirkan sensasi pertarungan cepat dan penuh aksi khas dunia Bleach. Pemain akan merasakan pertempuran bersama Zanpakuto secara real-time dengan sistem kontrol responsif dan animasi yang halus. Setiap duel berlangsung dalam hitungan detik, menuntut strategi dan refleks cepat seperti yang terlihat dalam anime-nya.
Game ini juga akan menghadirkan karakter-karakter populer seperti Ichigo Kurosaki, Rukia Kuchiki, dan Byakuya Kuchiki. Ada pula sistem rate-up menarik yang menjamin pemain bisa memperoleh karakter favorit dalam maksimal 80 undian. Fitur ini memberikan peluang besar bagi para penggemar untuk melengkapi koleksi karakter ikonik mereka dengan lebih mudah.
Game Bleach: Soul Resonance rencananya akan dirilis secara global pada 21 November 2025. Pemain yang melakukan pra-registrasi lebih awal akan mendapatkan berbagai benefit spesial seperti item eksklusif, bonus karakter, dan hadiah in-game saat perilisan resmi berlangsung.
ASUS ROG Xbox Ally series resmi mendarat di Indonesia. Kami mendapatkan kesempatan untuk mencoba perangkatnya di acara Media Hands On yang berlangsung di kantor ASUS Indonesia, The Kensington Office Tower, Jakarta.
Ditenagai prosesor AMD Ryzen AI Z2 Extreme yang memiliki kemampuan hingga 50 TOPS, handheld gaming PC ini diklaim mampu memberikan pengalaman bermain tanpa batas, baik secara portabel maupun saat terhubung ke layar eksternal.
Berikut adalah video ketika tim Playcubic melakukan hands-on:
ASUS ROG Xbox Ally hadir dalam dua varian utama yaitu ROG Xbox Ally dan ROG Xbox Ally X. Untuk detail perbedaan spesifikasinya, bisa dilihat di sini. Keduanya menampilkan desain ringan dan compact yang siap mendefinisikan ulang pengalaman handheld gaming masa kini.
Lenny Lin, Country Manager ASUS Indonesia, mengungkap pengiriman pertama ASUS ROG Xbox Ally sudah dimulai untuk pelanggan yang melakukan pre-order. Sebanyak lebih dari 1.700 unit sudah mendarat di Indonesia dan sebagian besar telah dibeli oleh gamer tanah air. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan peluncuran seri sebelumnya di tahun 2024.
Pengalaman Gaming AI
ASUS menggandeng Xbox untuk menghadirkan pengalaman bermain yang semakin intuitif. Pengguna akan langsung disambut antarmuka Xbox Fullscreen Experience yang menampilkan semua game dan layanan dalam satu tampilan. Pengguna dapat dengan mudah mengakses Game Pass, Xbox App, maupun aplikasi seperti Steam, Epic Games Store, dan platform lainnya tanpa perlu keluar dari mode fullscreen.
ASUS juga memperbarui Armoury Crate Special Edition yang memudahkan penyesuaian pengaturan daya, joystick, serta tombol grip. Semua pengaturan disimpan di cloud, memungkinkan transisi cepat antara mode casual dan performance.
Tidak hanya itu, perangkat ini juga menjadi bagian dari program Xbox Handheld Compatibility, di mana ribuan game telah diuji dan dioptimalkan untuk format handheld.
Peningkatan Performa dan Efisiensi ASUS ROG Xbox Ally
Baik ROG Xbox Ally series versi 2025 hadir dengan peningkatan besar dalam performa dan efisiensi energi. Seri X dibekali prosesor AMD Ryzen AI Z2 Extreme berbasis arsitektur Zen 5 dengan GPU RDNA 3.5, memberikan peningkatan kinerja grafis hingga 20% dibanding generasi sebelumnya.
Selain itu, integrasi NPU berkapasitas 50 TOPS memungkinkan pemrosesan AI secara real-time untuk penghematan daya dan peningkatan performa visual. Baterai 80WHr dan desain pendinginan Zero Gravity Thermal memastikan perangkat tetap dingin dalam berbagai posisi bermain. Ditambah bobot hanya 715 gram, ASUS ROG Xbox Ally X tetap nyaman digunakan sepanjang hari.
Sementara itu, varian standar ROG Xbox Ally 2025 hadir lebih ringan dengan bobot 670 gram, dilengkapi baterai 60WHr, prosesor AMD Ryzen Z2 A, RAM 16GB LPDDR5, serta SSD 512GB PCIe 4.0 NVMe.
ASUS Gelar Exhibition Eksklusif ROG CHAMP10N di Jakarta
Untuk memperkenalkan lebih dekat produk ini kepada publik, ASUS menggelar pameran ROG CHAMP10N Exhibition di Central Park Mall, Jakarta Barat pada 20–26 Oktober 2025. Dalam acara ini, pengunjung dapat menjajal langsung ASUS ROG Xbox Ally dan ROG Xbox Ally X melalui berbagai game AAA maupun indie.
Selain area uji coba, pameran ini menghadirkan zona interaktif, program trade-in, diskon hingga Rp6 juta, serta kesempatan memenangkan ROG Xbox Ally X melalui Lucky Draw.
NetEase Games, divisi online games dari NetEase, Inc. (NASDAQ: NTES, HKEX: 9999), dan ZhuRong Studio telah mengumumkan tanggal rilis global untuk Sword of Justice pada 7 November, sebuah MMORPG open world gratis yang memungkinkan pemain untuk menciptakan kisah mereka sendiri di dunia yang terinspirasi oleh budaya Timur. Game ini akan tersedia di perangkat Android dan iOS, serta PC melalui Steam dan Windows, dengan dukungan cross-platform.
Sword of Justice adalah game MMORPG fantasi dengan latar dunia yang terinspirasi dari Dinasti Song Utara pada abad ke-12 di Tiongkok. Dalam Sword of Justice, pemain dapat merasakan petualangan epik di Negeri Tirai Bambu. Kamu bisa jadi siapa pun, mulai dari seorang prajurit tangguh, petualang pemberani, pengrajin terampil, atau seorang sosialita yang suka bermain peran dengan pemain lain. Legendamu milikmu, bentuk dan ciptakan sesuai keinginanmu sendiri!
Nantikan perilisannya dan masuki dunia fantasi bergaya Timur yang megah ini yang semakin dekat, karena Sword of Justice akan diluncurkan secara global pada 7 November 2025 di perangkat Android dan iOS, serta PC melalui Steam dan Windows.
Hadiah Pra-Peluncuran untuk Asia Tenggara: Event Cloud Face Edit dengan AI Kembali
Pemain di negara Asia Tenggara yang ingin mendesain protagonis impian mereka sebelum peluncuran dapat memanfaatkan kembali event Cloud Face Edit di Sword of Justice. Dengan memanfaatkan teknologi AI canggih, pemain dapat mengedit penampilan karakter mereka hanya dengan perintah berupa teks atau gambar. Setelah puas dengan hasilnya, mereka dapat menyimpannya untuk digunakan ke versi rilis penuh Sword of Justice.
Dengan lebih dari 300 parameter yang dapat dikustomisasi untuk pemain eksplorasi, termasuk kontur wajah, riasan, dan bentuk tubuh. Sehingga pemain dapat menciptakan penampilan yang benar-benar unik. Teknologi canggih ini juga mampu menampilkan ekspresi mikro, iris mata yang realistis, dan simulasi rambut yang realistis, menghasilkan desain karakter yang sangat detail dan kaya.
Free-to-Play dengan Sistem Progresi Berbasis Skill dan Fleksibel
Sword of Justice bukan game yang hanya kamu mainkan di waktu luang. Sword of Justice sepenuhnya Free-to-Play, dengan progres karakter yang berfokus pada skill gameplay, hal ini dikarenakan ada batas atribut yang ketat dan reset musiman. Di Sword of Justice, perkembangan karakter terhubung dengan sistem Converging Path, sehingga pemain akan selalu mendapatkan hadiah utama yang sama, baik pemain kasual maupun yang main saat luang atau juara PvP yang fanatik. Tidak ada mekanisme Pay-to-Win dalam game ini! Di Sword of Justice, pemain tidak perlu mengeluarkan uang untuk menikmati seluruh fitur utama dalam game ini.
Sword of Justice adalah game yang ideal untuk dimainkan saat bepergian. Ingin menjadi master bela diri yang menantang semua lawan dalam pertarungan brutal, atau memilih gaya hidup yang lebih santai sebagai petani, nelayan, seniman kaligrafi, atau arkeolog? Pemain bisa menjadi semua itu. Mainkan Sword of Justice sesuai gayamu, tanpa perlu mengeluarkan uang sepeser pun.
Open World yang Hidup: NPC Berbasis AI & Cerita yang Dibentuk oleh Pemain
Sword of Justice menawarkan dunia yang luas dan terbuka, dipenuhi dengan musuh untuk dikalahkan dan rahasia untuk diungkap. Ada kota-kota ramai yang dipenuhi dengan pemain dan NPC yang saling berinteraksi. NPC-NPC ini didukung oleh teknologi kecerdasan buatan (AI), memberikan mereka kepribadian dan memori unik, sehingga mereka dapat mengingat interaksi sebelumnya dan merespons secara real-time. Ucapkan selamat tinggal pada rutinitas yang kaku dan membosankan, karena dunia Sword of Justice bereaksi terhadap semua pemain, memungkinkan pemain untuk membentuk cerita sendiri di dunia bela diri.
Bagi mereka yang ingin menjalin hubungan di dunia indah Sword of Justice, ada banyak cara untuk melakukannya, karena game ini menawarkan berbagai pengalaman sosial yang santai dan terbuka. Pemain dapat menjalin ikatan melalui mentoring orang lain, bersumpah persaudaraan sebagai petualang, membentuk guild, dan bahkan jatuh cinta. Ada lebih dari 100 jam cerita single-player yang bisa dieksplorasi, dengan teman-teman unik yang akan membantu pemain menciptakan cerita mereka sendiri. Dunia Sword of Justice menawarkan pengalaman yang kaya bagi para pemain yang suka bersosialisasi dan menikmati permainan bersama orang lain, serta pemain solo yang lebih suka bermain secara fokus.
Sword of Justice menawarkan pengalaman epik yang tak tertandingi, dengan ratusan jam gameplay menanti para pemain yang menjelajahi dunia indah dan isinya. Game ini adalah tentang pertarungan epik dan gua-gua berbahaya, membuat senjata dan mengumpulkan harta karun, tentang cinta yang hadir dan persaingan yang berbahaya. Segala keputusan ada ada di tangan para pemain. Jadi jangan lewatkan Sword of Justice saat diluncurkan di mobile dan PC pada 7 November, dan ikuti saluran media sosial game resminya untuk mendapatkan informasi terbaru.
Untuk info lebih lanjut tentang Sword of Justice, kunjungi:
Jika berbicara tentang game yang mampu bertahan di hati fansnya selama puluhan tahun, maka Final Fantasy Tactics adalah salah satunya. Dirilis pada era konsol PlayStation tahun 90-an, game ini berhasil memikat gamer dengan sistem job yang kompleks, karakter yang berkesan, serta kisah bertema moralitas dan kekuasaan.
Meski tidak sepopuler saudara dan saudarinya, Final Fantasy Tactics tidak selesai hanya dengan satu game saja. Pada 2003 ada Final Fantasy Tactics Advance dan berlanjut dengan sekuel Grimoire of the Rift. Lalu di 2007 dibuatlah Final Fantasy Tactics: The War of Lions yang merupakan versi terupdate Final Fantasy Tactics.
Kini, Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles hadir sebagai versi modern dari Final Fantasy Tactics. Secara keseluruhan game ini tidak berubah, melainkan hanya dipoles ulang agar sesuai dengan ekspektasi gamer masa kini.
Konsep tersebut bisa kami mengerti setelah memainkan versi review Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles di PC selama lebih dari 10 jam. Kami yang dulu pernah memainkan game originalnya di PSOne, sekarang bisa memainkannya lagi di platform baru.
Inilah pengalaman yang kami rasakan selama memainkan gamenya.
Kembali ke Negeri Ivalice
Dari cerita Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles sama sekali tidak mengalami perubahan. Narasi masih disampaikan oleh seorang sejarawan di masa depan, yang menceritakan tentang fakta yang tersembunyi di balik perang, yaitu tentang sang tokoh utama Ramza Beoulve. Sejatinya ia adalah seorang pahlawan, namun justru dikenang sebagai penjahat dan penganut aliran sesat.
Cerita dari Final Fantasy Tactics sendiri akan dibagi menjadi 3 chapter. Dimulai dari awal ketika Ramza masih remaja dan masih menjadi seorang Squire, lalu ketika ia sudah dewasa dan bergabung dengan tentara bayaran, dan yang terakhir ketika ia dicap sebagai heretic.
Pada awalnya, cerita yang disajikan terkesan sederhana. Namun seiring waktu berkembang menjadi cerita yang penuh intrik. Tema politik, pengkhianatan, dan moralitas, terutama tentang kasta yang melibatkan bangsawan, pendeta dan rakyat biasa, hingga kekuatan supranatural, disajikan secara baik dalam game ini.
Kalian tidak perlu takut terintimidasi dengan ceritanya. Karena developer berhasil merajut semua elemen tersebut dalam satu alur cerita yang enak untuk diikuti. Dalam versi modern juga sudah diimplementasi fitur State of the Realm. Fungsi dari fitur ini adalah agar pemain bisa terus terupdate dengan situasi politik di Ivalice yang terus berubah. Untuk mengaksesnya kalian tidak perlu sampai membongkar bagian option, karena fitur ini mudah untuk ditemukan.
Pengisi Suara Mengubah Segalanya
Dulu di game originalnya, kami hanya bisa merasakan bagaimana kehidupan di Ivalice dengan membaca teks dialog. Pada versi modern pesan yang disampaikan menjadi dua arah, dari teks dan juga dialog lengkap dengan suara. Oleh karena itu, penambahan voice actor dalam game ini menurut kami adalah terobosan yang paling berpengaruh.
Setiap karakter di dalam game akan memiliki aksen masing-masing. Rakyat biasa dan tentara akan berbicara dengan logat yang agak kasar, sementara kaum bangsawan memiliki tutur yang elegan. Fitur baru ini tidak hanya membuat game jadi lebih imersif, tetapi juga memberi kedalaman emosional yang tak mungkin dicapai dengan teks semata.
Berbicara tentang dialog, developer juga sudah menyesuaikan teks agar lebih relevan dan tidak menyimpang. Ketika dulu memainkan versi originalnya, banyak kata-kata yang terkesan tidak tepat dan aneh karena disebabkan oleh lokalisasi bahasa yang kurang. Sekarang masalah ini sudah tidak ada lagi.
Visual dengan Polesan Baru
Secara visual, kami menyimpulkan Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles tampil lebih tajam dibandingkan game originalnya. Warna menjadi lebih hidup dengan penambahan special effect di visual seperti blur. Semua perubahan ini ditambahkan tanpa menghilangkan nuansa isometrik retro khas game ini.
Sebelum memulai permainan, pemain lebih dulu akan disuguhkan oleh dua pilihan dari segi visual. Bagi yang ingin merasakan nostalgia dengan tampilan lawas bisa memilih versi klasik. Sedangkan pilihan satu lagi adalah versi modern dengan visual dan konten yang sudah dipoles ulang. Kesempatan untuk memilih memainkan game legendaris dengan dua style ini sebetulnya adalah sebuah bentuk penghormatan, tidak hanya untuk gamenya tapi juga para puris yang ingin merasakan pengalaman klasik sepenuhnya.
Perubahan secara signifikan juga terjadi pada desain UI. Tampilan Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles didesain semodern mungkin, yang tidak hanya enak dilihat tetapi juga efisien.
Saat battle misalnya, pemain sekarang bisa melihat urutan giliran di sisi layar, tampilan Job Point dan Experience Point yang terlihat secara real-time, mengubah tampilan menjadi vertikal sementara waktu, dan juga opsi menampilkan atau menyembunyikan bar HP dan nama karakter.
Kini pemain juga bisa meninjau ulang formasi pasukan langsung di medan perang, bukan di ruang abstrak seperti dulu. Bahkan random encounter kini bisa dihindari. Jika secara tidak sengaja pemain masuk dalam random encounter dan ingin keluar secara instan juga bisa.
Mekanisme Gameplay yang Sudah Dua Abad Tapi Tidak Pernah Membosankan
Keseruan sistem combat turn-based strategy di Final Fantasy Tactics tidak pernah pudar meski sudah dimakan waktu. Apa yang kami rasakan dulu pada tahun 1997, masih terasa di tahun 2025.
Sekali lagi kami dibawa ke medan pertempuran berbentuk persegi panjang yang memiliki desain bentang alam bermacam-macam. Dimana setiap langkah Ramza dan pasukannya diwakili oleh CT (Charge Time) serta persegi penanda lokasi karakter. Semakin cepat CT terisi, semakin cepat pula giliran karakter untuk bergerak tiba, entah itu musuh atau tim Ramza.
Tugas kami hanya satu, yaitu memenuhi objective yang diminta untuk menyelesaikan battle. Bisa itu mengalahkan semua musuh, melindungi karakter tertentu, atau menghabisi satu target utama. Apapun misinya, kami tidak bisa hanya sekedar menjalankan karakter tanpa strategi. Salah langkah sedikit saja, battle akan berakhir dengan kemenangan bagi musuh.
Sistem battle seperti ini membutuhkan waktu untuk dimengerti. Seandainya kalian seperti kami yang sudah veteran, maka PRnya hanya cukup mengingat kembali. Tapi bagi pemain baru sistem ini bisa mengintimidasi. Developer menyadari hal tersebut dengan memberikan pilihan tingkat kesulitan. Jika ingin tantangan, kami menyarankan kalian untuk memilih tingkat kesulitan tertinggi.
Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles masih memiliki sistem job ikoniknya yang terdiri dari sekitar 20 kelas. Mulai dari Squire, Knight, Black Mage, hingga Arithmetician yang dulu bernama Calculator. Setiap kelas memiliki keunikannya sendiri, dengan beragam skill untuk action, reaction, support, dan juga movement.
Misalnya kelas Geomancer yang memanipulasi tipe permukaan tanah sebagai serangan, Arithmetician yang mampu menggunakan berbagai tipe sihir secara instan tanpa mengkonsumsi MP, tapi berdasarkan kalkulasi seperti, tipe bilangan, level, atau ketinggian karakter. Kalian juga bisa merekrut musuh on-the-go menjadi anggota tim memakai Mediator, atau mungkin malah menjadi Super Squire?
Semua skill yang dimiki oleh masing-masing kelas juga dapat dikombinasikan sesuka hati. Beberapa bisa menciptakan sinergi yang luar biasa, menjadikan karakter yang menggunakannya broken alias IMBA. Inilah fokus utama sekaligu sumber kekuatan dari gameplay Final Fantasy Tactis, yaitu kebebasan dan fleksibilitas dalam menciptakan unit sesuai dengan kemauan.
Review Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles: Grinding, Grinding, dan Grinding
Kekurangan semua game RPG adalah grinding yang tiada akhir. Keharusan inilah yang membuat tidak semua gamer bisa menyukai game dengan genre tersebut, tidak terkecuali pada Final Fantasy Tactics.
Kami dengan berat hati menyampaikan bahwa elemen grinding ini masih ada di versi modern gamenya. Grinding ini juga penting tidak hanya untuk menaikkan level karakter, tapi juga memperkuat kelas yang dipakai sekaligus membuka yang baru. Setidaknya sekarang pemain bisa mempercepat waktu battle dengan fitur fast-forward.
Kami juga perlu menyoroti sistem progression di game ini yang sebetulnya mencoba untuk mengeliminasi grinding. Setiap tindakan yang dilakukan oleh karakter saat battle akan memberikan reward secara langsung dalam bentuk experience point atau job point. Experience ditujukan untuk menaikkan level karakter, dan job point untuk menaikkan level kelas sekaligus mata uang untuk mendapatkan skill baru.
Jadi alih-alih menunggu battle selesai untuk mendapatkan reward, kalian bisa memilih untuk berlama-lama demi memaksimalkan kemampuan setiap anggota tim. Cukup dengan satu battle saja kalian bisa membuat level Ramza dan timnya naik 10 sampai dengan 20 level. Sehingga pada battle-battle selanjutnya kalian tidak perlu lagi grinding.
Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles Dari Segi Teknis
Selama memainkan versi review Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles, kami menggunakan PC dengan spesifikasi CPU i5-14400F, GPU RTX 3060, RAM 32GB, dan SSD. Karena gamenya sendiri yang bisa dibilang enteng, kami tidak pernah mengalami masalah teknis atau bug selama memainkan gamenya.
Kesimpulan Review Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles
Kesimpulan kami dari review Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles adalah game ini merupakan bukti bahwa karya besar tak pernah lekang oleh waktu. Game ini sebetulnya tidak membutuhkan remaster karena memang sudah bagus apa adanya. Pembaruan dan polesan ulang hanya membuat game ini menjadi lebih sempurna.
Alur cerita yang penuh Intrik dan pengkhianatan, serta sistem job yang luar biasa masih menjadi pondasi utama Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles. Apalagi ditambah dengan optimalisasi UI, fitur modern, serta perubahan yang menurut kami adalah gamechanger yaitu kehadiran pengisi suara.
Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles berhasil membawa salah satu RPG strategi terbaik sepanjang masa ke generasi baru tanpa kehilangan jiwanya.
Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles sudah tersedia di PS5, PS4, Xbox Series, Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, dan PC.
Menjelang perilisan game Pokemon Legends: Z-A, mendadak bocoran data internal Game Freak beredar luas di internet. Netizen dibeberkan oleh beragam data yang seharusnya tidak diketahui oleh umum. Salah satunya adalah timeline dari produksi game, dimana salah satunya ternyata mengambil inspirasi dari Indonesia.
Bocoran Game Pokemon Terinspirasi Indonesia
Menurut akun bernama Centro LEAKS yang membocorkan dokumen-dokumen Game Freaks di media sosial, game besar berikutnya dalam seri utama akan berjudul Pokemon Wind and Waves, dan dijadwalkan rilis pada tahun 2026.
Bocoran tersebut menyebutkan bahwa game ini akan mengadaptasi pulau-pulau dengan desain lingkungan alam tropis khas Indonesia dan Asia Tenggara. Konsep ini berbeda dari pola tradisional seri Pokemon sebelumnya yang biasanya mengadaptasi wilayah urban.
Lebih menarik lagi, bocoran data juga menyebut adanya unsur survival akan menjadi fokus utama permainan. Pemain akan dapat menjelajahi hutan, lautan, dan daerah bawah air, dengan sistem cuaca yang berperan penting. Tema cuaca juga akan menjadi dasar desain Pokemon legendaris dalam game ini. Selain itu, ada jenis makhluk baru yang disebut “Seed Pokemon”, yang belum ada penjelasan resmi mengenai fungsinya.
Uniknya lagi, musuh utama dalam Pokemon Wind and Waves bukanlah organisasi kriminal seperti Team Rocket, melainkan kelompok yang terlibat dalam pembangunan lahan. Tema ini menyoroti konflik antara eksploitasi lingkungan dengan alam seperti yang terjadi di dunia nyata.
Proyek Pokemon Lainnya
Selain Pokemon Wind and Waves, dokumen yang dibagikan oleh Centro LEAKS juga menyebut beberapa proyek lain yang dikerjakan oleh Game Freaks. Salah satunya adalah game Pokemon Legends baru yang akan berlatar di wilayah Galar, dan dijadwalkan rilis sekitar 2027.
Kemudian ada proyek misterius bernama Project Seed, yang disebut sebagai remake multi-region dan diperkirakan rilis pada 2028. Menariknya, Project Seed akan menghadirkan fitur multiplayer online serta memungkinkan pemain berpindah antarwilayah dari game Pokemon sebelumnya.
Penting diingat bahwa semua informasi ini masih berstatus rumor, dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh Game Freak maupun Nintendo. Dalam dunia pengembangan game, rencana bisa berubah sewaktu-waktu.
Warner Bros. dan New Line membuat kejutan besar dengan mengumumkan bahwa film Mortal Kombat 3 telah resmi mendapatkan lampu hijau. Padahal film Mortal Kombat 2 belum tayang di bioskop karena ditunda.
Film Mortal Kombat 2 semula dijadwalkan tayang pada 24 Oktober 2025, kini diundur menjadi 15 Mei 2026.
Pengakuan Sang Penulis Naskah Soal Film Mortal Kombat 3
Dikutip dari IGN, kabar ini disampaikan langsung oleh Jeremy Slater, penulis naskah Mortal Kombat 2, dalam ajang New York Comic Con 2025 beberapa waktu lalu.
Menurutnya, baik Warner Bros. maupun New Line percaya bahwa Mortal Kombat 2 akan memiliki penonton yang sangat besar saat penayangan perdananya. Keyakinan inilah yang membuat keduanya tidak ragu untuk langsung mempersiapkan kelanjutan cerita di film ketiga.
Slater juga memastikan bahwa ia akan kembali menulis naskah untuk film Mortal Kombat 3.
Franchise Mortal Kombat terbukti masih kuat di pasar global. Film pertamanya yang dirilis pada tahun 2021 berhasil meraup pendapatan lebih dari 84 juta dolar AS di seluruh dunia. Berbekal kesuksesan tersebut, Warner Bros. dan New Line lalu membuat film Mortal Kombat 2
Film ini akan dibintangi oleh Karl Urban yang akan berperan sebagai Johnny Cage. Film ini juga akan memberi ruang bagi beberapa aktor dari film pertama untuk kembali, seperti Jessica McNamee yang akan tampil kembali sebagai Sonya Blade dan Josh Lawson sebagai Kano.
Minggu lalu desainer PlayStation Mark Cerny telah memberikan sedikit teaser tentang PS6. Selain dipastikan bakal bekerjsama lagi dengan AMD, konsol baru ini disebut oleh Cerny akan siap dalam waktu beberapa tahun lagi.
Pernyataan mengawang tersebut langsung menjadi bahan pembicaraan netizen. Namun menurut informasi dari seseorang bernama KeplerL2, PS6 ternyata sudah dijadwalkan muncul pada tahun 2027.
PS6 Hadir di 2027?
Semuanya berawal dari salah satu thread diskusi di NeoGaf mengenai video Sony dan AMD yang membahas teknologi masa depan. Seorang pengguna forum mencoba menafsirkan bahwa pernyataan di dalam video, jika konsol baru PlayStation akan hadir paling cepat tahun 2028. Pernyataan itu langsung direspon oleh KeplerL2 yang menegaskan bahwa tahun 2027 adalah target rilis yang sedang direncanakan oleh Sony
Sosok KeplerL2 juga bukan orang biasa. Sebelumnya ia pernah membocorkan secara akurat detail dari hardware AMD di masa lalu.
Jika kabar ini benar, maka jarak antara PS5 dan PS6 akan menjadi sekitar tujuh tahun, mengikuti pola perilisan yang digunakan oleh Sony.
Microsoft dan Konsol Xbox Selanjutnya
Menariknya, kabar tentang konsol baru juga datang dari Microsoft. Pada hari yang sama, Moore’s Law is Dead (MLID) yang juga memiliki reputasi sebagai pembocor informasi baru dari dunia teknologi, merilis video yang menampilkan prosesor AMD Magnus. Prosesor ini diduga akan menjadi otak dari konsol Xbox generasi berikutnya.
Dalam videonya, MLID berulang kali menegaskan bahwa konsol baru Xbox juga ditargetkan meluncur pada tahun 2027. Ia bahkan menyebut bahwa Microsoft sudah mulai berbicara dengan para mitra untuk persiapan peluncuran.
Lebih lanjut, MLID menyebut bahwa Xbox berikutnya kemungkinan akan mengusung konsep hybrid antara PC dan konsol. Perangkat tersebut tidak hanya akan berfungsi sebagai konsol gaming, tetapi juga mampu menjalankan fungsi seperti PC.
Jika spekulasi ini betul, dimana kedua perusahaan benar-benar menargetkan tahun 2027 untuk meluncurkan konsol generasi barunya, maka tahun tersebut akan menjadi tahun yang panas bagi industri game. Paling tidak di tahun 2026 juga sudah akan mulai terlihat tanda-tandanya.
HoYoverse telah mengumumkan tanggal rilis untuk mode Roblox di Genshin Impact, Miliastra Wonderland. Sistem UGC (User Generated Content) ini akan tersedia di dalam game bersamaan dengan peluncuran update Luna II yang akan rilis pada tanggal 22 Oktober 2025.
terbaru yang telah lama dinantikan oleh para pemain. Dunia baru ini menghadirkan ratusan Stage unik yang mendorong kreativitas dan eksplorasi, menjadikannya salah satu pembaruan paling ambisius dalam sejarah permainan tersebut. Melalui Miliastra Wonderland, pemain dapat merasakan pengalaman bermain yang lebih bebas, interaktif, dan penuh imajinasi — mulai dari mode petualangan, permainan kasual, hingga pertempuran PvP yang menantang.
Kebebasan Bermain Tanpa Batas di Miliastra Wonderland
Untuk mengakses Miliastra Wonderland, pemain diharuskan untuk menyelesaikan Act I dari Archon Quest Prologue “The Outlander Who Caught the Wind”
Setiap stage dalam mode ini akan berisi tantangan dan aktivitas berbeda, seperti simulasi manajemen, permainan pesta, hingga teka-teki yang mengasah logika. Mode ini bisa dimainkan sendiri atau multiplayer, serta juga memiliki sistem achievement, leaderboard, dan ranking.
Bagi pemain yang gemar berkreasi, sistem Miliastra Wonderland menyediakan alat khusus bernama Miliastra Sandbox. Fitur ini memungkinkan setiap orang menjadi Craftsperson yang mampu merancang stage buatan sendiri dengan berbagai modul permainan. Dari pengaturan medan dan objek hingga kemampuan karakter, semuanya bisa disesuaikan.
Kustomisasi Avatar
Salah satu daya tarik utama Miliastra Wonderland adalah fitur kustomisasi penuh untuk karakter avatar yang disebut Manekin. Pemain dapat menyesuaikan penampilan mulai dari rambut, wajah, aksesori, hingga pakaian. Outfit Components bisa dicampur sesuai selera atau dipilih dari set pakaian preset yang tersedia.
Koalisi Nod Krai
Selain Miliastra Wonderland, update Luna II juga menghadirkan cerita baru di dalam Genhsin Impact. Update ini mendatangkan beberapa karakter penting seperti Varka dan Arlecchino, yang sekarang akan membantu pemain menghadapi ancaman baru dari “Rächer of Solnari,” Rerir.
Pemain juga akan dibantu oleh The Damselette dan Nefer dari Curatorium of Secrets untuk mengungkap misteri di balik sosok Rerir. Nefer juga karakter baru bintang lima baru dengan elemen Dendro dan senjata Catalyst. Ia membawa mekanisme serangan baru bernama Lunar-Bloom yang memanfaatkan kekuatan Verdant Dew.