Home Blog Page 430

7 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Umi, Simulacra Baru Tower of Fantasy

0

Umi, Simulacra SSR baru Tower of Fantasy akan rilis debut untuk menemani para Wanderers mulai tanggal 23 Februari 2023. Siapakah Umi sebenarnya? Mari kita berkenalan lebih lanjut dengan Simulacra pengguna elemen Grievous ini!

1. Seorang Pesulap yang Ceria dan Optimis

Umi adalah perempuan yang selalu optimis dan penuh semangat. Selain bertugas menjaga pos terdepan di Mirroria, Umi memiliki hobi bermain sulap dan bercita-cita menjadi seorang pesulap handal. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai ‘pesulap paling elegan dan paling hebat di seluruh Mirroria’.

2. Sering Mengalami Nasib Buruk

Malangnya, entah mengapa Umi sering kali mengalami nasib buruk, bahkan dari hal-hal kecil sekalipun. Sering kali ia tergelincir dan jatuh dari tangga. Beberapa kali ia kehilangan peralatan sulapnya, padahal ia sudah menyiapkannya di hari sebelumnya. Terkadang, kucing milik Umi menyerangnya seperti ia adalah orang asing. Duh, kasihan Umi!

3. Pengguna Elemen Grievous Bersenjatakan ‘Mobius’

Umi merupakan Simulacra tipe DPS dengan elemen Grievous. Ia menggunakan senjata cambuk andalannya yang ia namakan Mobius. Nama Mobius diambil dari istilah Möbius Strip, sebuah metode dalam matematika untuk menyatukan dua ujung lembar kertas dengan setengah putaran.

4. Dirasuki oleh Entitas Grayspace dan Menjadi Sosok Jahat

Pada trailer perkenalannya, Umi terlihat sedang menyendiri untuk berlatih sulap. Namun tanpa ia sangka, ia dirasuki oleh entitas yang disebut dengan Grayspace, yang membuat Umi menjadi sosok yang dingin dan jahat.

5. Sering Mengalami Hilang Ingatan Sejak Dirasuki Grayspace

Nampaknya, setelah kejadian Grayspace, Umi kembali menjadi dirinya yang sebenarnya. Namun sejak itu ia sering mengalami hilang ingatan dan menemukan memar di tubuh yang ia tidak ketahui asalnya. Hal ini membuat Umi takut, apakah sosok Grayspace itu masih ada di dalam tubuhnya? Apakah ia akan menjadi monster selamanya?

6. Rekomendasi Team Comp untuk Umi

Rekomendasi team comp pelengkap Umi adalah Lyra atau Shiro di posisi kedua dan Lin di posisi ketiga. Dalam susunan team comp ini, Lyra akan berperan sebagai support/healer, Shiro akan berperan sebagai sub-DPS, sedangkan Lin sebagai Off-field DPS dan Buffer.

7. Resource yang Diperlukan untuk Merekrut Umi ke dalam Tim-mu

Resource yang dibutuhkan untuk merekrut Umi adalah minimal 120 Red Nucleus untuk melakukan pull di Limited Time Banner. Bila Wanderer gagal mendapatkan Umi dari total pull tersebut, kaliandapat membelinya menggunakan Flame Gold melalui Weapon Store.

Itu tadi beberapa hal yang perlu kalian ketahui sebelum kamu memutuskan untuk merekrut Umi. Perlu diingat juga bahwa dalam waktu dekat banner Fenrir juga akan muncul! Jadi, kalian lebih pilih Umi atau Fenrir nih, ?

Developer Ryu Ga Gotoku Rilis Video Dokumenter Proses Pembuatan Like a Dragon 8

0

Developer Ryu Ga Gotoku telah merilis video behind the Scenes tentang proses pembuatan game Yakuza 8 atau Like a Dragon 8. Pada video ini kalian bisa melihat proses pengambilan gambar motion capture sampai proses recording suara.

Like a Dragon 9 adalah game selanjutnya yang dibuat oleh developer Ryu Ga Gotoku. Game ini akan menampilkan karakter Ichiban Kasuga yang muncul di game sebelumnya. Ia juga akan didampingi oleh Kazuma Kiryu, karakter utama dari franchise game Yakuza sebelumnya. Mengenai kapan game ini dirilis masih belum diketahui karena masih dalam tahap pengembangan.

Saat ini game terbaru Ryu Ga Gotoku yaitu Like a Dragon: Ishin! akan bisa dimainkan sebentar lagi. Buat kalian yang tertarik bisa membaca review Like a Dragon: Ishin! yang dibuat oleh Playcubic.

Mantan Creative Director Marvel’s Avengers Minta Maaf ke Fans

0

Marvel’s Avengers telah tamat! Baik publisher maupun developer tidak lagi mengerjakan game tersebut. Padahal rencananya Marvel’s Avengers adalah live service game yang seharusnya berumur panjang. Tidak lama setelah pengumuman itu, giliran mantan Creative Director Marvel’s Avengers Cezar Virtosu yang meminta maaf.

Dalam wawancara dengan majalah Edge (Dikutip oleh Gamesradar), Virtosu awalnya membicarakan mengenai proyeknya yang baru yaitu versi reboot The Lords of the Fallen. Ia sendiri sudah tidak lagi bekerja di studio yang membuat Marvel’s Avengers.

Ucapan minta maaf ini muncul ketika ia ditanya mengenai game-game sebelumnya yang pernah ia kembangkan salah satunya adalah Marvel’s Avengers. Virtosu mengatakan bahwa ia meminta maaf atas performa game tersebut yang kurang memiaskan. Menurutnya proses produksi Marvel’s Avengers sangat menantang. Namun ia tidak menjelaskan lebih jauh apa maksud dari sangat menantang tersebut.

Marvel’s Avengers akan berhenti beroperasi pada tanggal 30 September tahun ini. Konten terakhir yang akan digulirkan oleh developer adalah pada tanggal 31 Maret 2023. Setelah itu kemungkinan game ini tidak lagi mendapat dukungan apa-apa sampai masa penutupannya.

Trailer Tekken 8 Perlihatkan Kazuya Mishima

0

Bandai Namco telah membagikan trailer baru untuk game Tekken 8. Video ini memperlihatkan Kazuya Mishima, ayah dari Jin Kazama. Kalian bisa melihat bagaimana Kazuya bertarung melawan Jin dalam trailer. Ia juga dapat menggunakan wujud Devil Form.

Pada trailer sebelumnya Bandai Namco mengungkap Nina Williams. Kembaran dari Anna Williams ini dipastikan hadir di Tekken 8. Mengenai Tekken 8, game ini masih dalam tahap pengembangan saat ini. Masih belum diketahui kapan game ini dirilis. Untuk platform yang dituju, Tekken 8 akan tersedia di PS5, Xbox Series, dan PC.

Review Theatrhythm Final Bar Line : Game Rhythm Sempurna Bagi Fans Square Enix

0

Pada review kali ini saya mendapatkan kesempatan untuk mengulas game rhythm action terbaru besutan Square Enix, Theatrhythm Final Bar Line. Game ini sudah bisa kalian beli mulai tanggal 16 Februari 2023 di konsol Nintendo Switch dan juga PS4. Versi game yang saya ulas saat ini adalah versi Nintendo Switch-nya. Saya menjajal game di kedua versi Nintendo Switch, yaitu regular dan juga lite.

Tidak ada masalah sama sekali saat mencoba game ini di Switch regular maupun di lite. Suara dan juga grafis game berjalan sangat baik dikedua tipe konsol. Hanya saja saya merasa memainkan game ini di Switch lite terasa lebih nyaman, karena Switch lite lebih ringan dan desain yang kompak, apalagi kalian memerlukan akurasi penggunaan tombol yang baik saat memainkan game ini, tombol dan layar konsol yang menyatu di Switch lite menjadi nilai positif untuk faktor kenyamanan mode handheld. Selain itu dengan menggunakan Switch lite maka kalian bisa membawa game kemana-mana dengan bobot yang lebih ringan dan ringkas. Namun ini hanya masalah kenyamanan pribadi saja, mungkin diantara kalian malah ada yang suka memainkan game ini di Switch regular menggunakan mode docking ke TV.

Jika boleh jujur, rhythm action game adalah salah satu genre kesukaan saya. Karena genre ini bisa dibilang tidak perlu ribet saat memainkannya dan tidak perlu pusing-pusing memikirkan teki-teki atau quest seperti yang biasa kita temui pada game bergenre RPG. Saya jadi ingat, game rhythm action pertama yang saya mainkan adalah Perfect Performer – The Yellow Monkey di PS1, nah sejak memainkan game ini saya menjadi ketagihan bermain game rhythm action. Ketika diberikan kesempatan mengulas sembari memainkan Theatrhythm Final Bar Line, saya merasa inilah jalan ninja saya, hehe. Game rhythm action sangat cocok bagi kalian yang menyukai musik, lebih-lebih jika kalian juga menyukai game, jadi game rhythm action yang menghadirkan lagu-lagu dari seri game favorit  seperti sebuah makanan paket lengkap.

Dalam game ini, tingkat kesulitan terbagi mulai dari Basic, Expert, Ultimate sampai Supreme. Untuk pemanasan sekaligus memperlancar jari-jari kita memencet tombol, silakan mengulang-ulang tutorial atau bermain di mode basic sebelum maju ke mode ultimate atau supreme. Untuk yang tidak terlalu pemula kalian bisa langsung menjajal mode Expert karena kombinasi tombol cukup menantang, bisa dibilang tidak terlalu susah namun juga tidak terlalu gampang.

Saat ingin mulai bermain kalian bisa memilih dulu siapa saja karakter yang akan diajak ke arena pertarungan musik. Kalian juga bisa lebih dulu memilih item apa saja yang akan dibawa kedalam permainan, bahkan kalian juga bisa masuk ke menu opsi untuk mengatur tempo permainan sebelum meluncur ke permainan. Oh iya, kalian yang penasaran seperti apa Theatrhythm Final Bar Line berjalan di Nintendo Switch regular dan Nintendo Switch lite, bisa manyaksikan video-nya dibawah ini :

 

Kalian masih ragu untuk memulai permainan bisa memilih menu auto atau practice terlebih dahulu. Dengan memilih mode auto maka permainan akan berjalan secara otomatis, kalian tinggal menikmati lagu saja sambil mengamati pola tombol seperti apa yang akan kalian hadapi nanti. Aneh memang opsi auto dihadirkan dalam game ini, mode auto  mengingatkan saya pada beberapa judul game di platform smartphone yang memberikan kesempatan kepada pemainnya untuk bermain tanpa harus “bermain”. Namun untungnya mode auto tidak akan memberikan keuntungan apapun kepada pemain selain untuk menikmati lagu sambil mengamati pola tombol yang akan dihadapi. Nah pada menu practice kalian bisa menjajal langsung pola tombol, bahkan kalian bisa memajukan lagu selama 5 detik atau memundurkan lagu selama 5 detik. Ini tentu membantu, apalagi jika kalian memilih tingkat kesulitan di atas Expert.

Tips penting dari saya agar bisa lebih menikmati game ini adalah gunakan earphone atau headset. Yep ini adalah game musik, gunakan perangkat musik mahal kalian jika ada untuk lebih merasakan nikmatnya game ini. Dengan menggunakan earphone atau headset kalian bisa mendengar lebih jernih dan juga detil dari setiap lagu yang diputar, namun gunakan earphone atau headset yang kualitasnya cukup baik ya.

Banyak sekali lagu yang bisa kalian nikmati dalam game ini. Lagu yang dihadirkan adalah lagu lagu dari game besutan Square Enix, diantaranya ada dari seri game NieR, seri game Chrono Trigger, Chrono Cross dan Xenogears, namun mayoritas adalah dari seri game Final Fantasy. Theatrhythm Final Bar Line memiliki 385 lagu yang dikompilasi dari seluruh game Final Fantasy. Jumlah ini adalah yang terbanyak dibandingkan seri sebelumnya. Namun jumlah tersebut akan terus bertambah lantaran adanya Digital Deluxe Edition dan DLC. Jika ditotal jumlah semuanya ada sekitar 502 lagu. Namun yang paling terasa dihati saat memainkan game ini adalah lagu Eyes on Me dari seri FFVIII karena ini adalah seri game Final Fantasy yang paling saya sukai (bisa kalian dapatkan di DLC Digital Deluxe).

Ada tiga jenis stage lagu yang bisa dipilih dalam Theatrhythm Final Bar Line, yaitu BMS (Battle Music Stage), FMS (Field Music Stage), dan EMS (Event Music Stage). Perlu diingat bahwa setiap lagu memiliki tempo yang berbeda-beda. Game ini juga memiliki beberapa mode permainan mulai dari Series Quest, Music Stages, Multi Battle dan Museum. Setiap menyelesaikan mode permainan, pemain akan mendapat kesempatan untuk membuka karakter baru. Ada 104 karakter Final Fantasy yang disediakan. Game ini juga menyediakan mode multiplayer. Sebagai game rhytm action, gameplay Theatrhythm Final Bar Line cukup mudah untuk dimengerti, tapi belum tentu mudah untuk dimainkan ya, hehe, kalian harus lihai-lihai melihat tombol yang mengalun. Singkat kata pemain hanya tinggal menekan tombol yang sesuai sambil mendengarkan alunan lagu.

Di mode multiplayer offline dua orang pemain bisa bermain langsung di satu layar, kalian juga bisa memainkan game ini secara multiplayer online sampai dengan 4 orang pemain. FYI, tidak hanya edisi standar, Theatrhythm Final Bar Line juga dijual dalam versi Digital Deluxe Edition dan Premium Digital Deluxe Edition. Edisi standar berisi 385 lagu, Digital Deluxe Edition berisi 442 lagu, Premium Digital Deluxe Edition berisi 502 lagu. Selain itu akan dihadirkan pula 3 Season Pass, masing-masing season pass ini berisi 5 music packs (total 30 lagu).

Kesimpulan :

Theatrhythm Final Bar Line adalah game dengan gameplay yang sederhana namun tidak mudah untuk ditaklukkan. Apalagi jika kalian belum terbiasa bermain genre rhythm action dan langsung menjajal mode Ultimate atau Supreme, kalian nampaknya perlu waktu yang cukup lama untuk bisa menyelesaikan satu lagu saja. Pecinta seri game besutan Square Enix dan juga menyukai soundtrack game nampaknya tidak boleh melewatkan game ini. Kalian bisa mendapatkan dua poin penting dari Theatrhythm Final Bar Line, pertama lagu-lagu seri game Square Enix yang penuh nostalgia, dan yang ke dua adalah gameplay yang asyik.

Kalian bisa membeli Theatrhythm Final Bar Line sekitar IDR 570.000 untuk game versi Nintendo Switch berformat fisik di toko online Indonesia. Jika malas mengoleksi fisik, kalian bisa membeli versi digital-nya di eShop Nintendo Switch. Oh iya, gamer PS4 bisa membeli Theatrhythm Final Bar Line versi fisik sekitar IDR 565.000 di toko online Indonesia. Seperti biasa, versi digitalnya (PS4) bisa kalian cari di PlayStation Store.

*Game untuk review disediakan oleh publisher

Lies of P Rilis Bulan Agustus 2023, Tersedia Juga di Xbox Game Pass

0

Dalam acara IGN Fan fest, publisher Neowiz dan developer Round8 Studio telah mengumumkan kapan Lies of P dirilis. Game ini dijadwalkan rilis pada bulan Agustus 2023. Platform yang dituju adalah PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, dan PC (Steam). Game ini juga akan dirilis di Xbox Game Pass.

Sesuai judulnya Lies of P terinspirasi dari cerita Pinokio. Dalam game ini pemain akan menjadi Pinokio yang mencari Gepetto. Namun pencarian ini dilakukan bukan karena Pinnochio ingin bertemu Gepetto, melainkan untuk mencari jawaban mengenai jati dirinya.

Buat kalian yang ingin melihat spesifikasi PC dari Lies of P bisa melihatnya di Steam.

Battlefield 2042 Season 4 Hadirkan Map dan Specialist Baru

0

EA dan DICE telah mengumumkan tanggal rilis dari season 4 game Battlefield 2042 yang berjudul Eleventh Hour. Update ini akan rilis pada tanggal 28 Februari 2023.

Season 4: Eleventh Hour akan menghadirkan berbagai macam konten baru. Akan ada map baru bernama Flashpoint yang berupa kompleks terbengkalai di negara Afrika Sel;atan. Ada juga specialist baru bernama Blasco yang ahli menyusup. Blasco membawa berbagai macam gadget canggih misalnya X6 Infiltration yang bisa digunakan oleh anggota tim kalian untuk bergerak tanpa terdeteksi oleh musuh.

Untuk senjata dan kendaran baru yang akan hadir di season 4: Eleventh Hour adalah:

  • Super 500 shotgun
  • RM68 assault rifle
  • AC9 SMG
  • RPT-31 LMG
  • CAV-Brawler

Detail lebih lanjut tentang Battlefield season 4: Eleventh Hour bisa dilihat di sini.

Hanya Rp3 Jutaan, Infinix Zero 5G 2023 Hadir di Indonesia

0

Infinix, hadir dengan senjata terbarunya. Hari ini, Infinix merilis model terbaru dari seri premium Zero, yakni Infinix Zero 5G 2023.

Infinix Zero 2023 adalah milestone terbaru Infinix yang senantiasa mencoba untuk menghadirkan teknologi terbaik kepada masyarakat. Smartphone ini dipersenjatai oleh chipset 5G Dimensity 920 5G, storage luas 256GB, dan baterai jumbo 5000mAh yang diperkuat teknologi pengisian cepat.

“Tim R&D Infinix mencurahkan waktu dan tenaga untuk menciptakan salah satu mahakarya ini. Infinix Zero 5G 2023 hadir untuk membawa performa khas seri Zero yang dikenal maksimal namun tetap value for money. Smartphone ini menghasilkan performa gahar gak wajar yang belum pernah ada di smartphone di pasar dalam rentang harga yang sama” ucap Sergio Ticoalu sebagai Regional Integrated Marketing Manager Infinix South East Asia.

Performa Makin Gahar untuk Berbagai Kebutuhan

Infinix mencoba untuk menembus batas industri smartphone lewat Zero 5G 2023. Smartphone ini membawa peningkatan dari versi sebelumnya dengan menyematkan chipset MediaTek Dimensity 920 6nm 5G yang memungkinkan pengguna untuk merasakan performa dan efisiensi yang lebih baik. Ada juga chip grafis Arm Mali-G68 yang dioptimalkan untuk efisiensi daya. Sangat cocok bagi pengguna yang suka multitasking hingga bermain game berat.

Infinix Zero 5G 2023 menyediakan storage yang lapang hingga 256 GB dengan RAM hingga 13GB (8GB plus 5GB Extended RAM). Performa juga ditingkatkan lewat integrasi RAM ke ROM, meningkatkan kecepatan pemrosesan dan mempercepat kinerja. Kombinasi ini memungkinkan pengguna untuk membuka banyak aplikasi secara bersamaan.

Baterai Besar dengan Pengisian Daya Cepat

Butuh smartphone berdaya besar untuk mendukung kebutuhan sehari-hari? Infinix menjawab kebutuhan tersebut dengan kehadiran baterai berdaya 5000mAh yang Infinix ZERO 5G 2023 mendukung aktivitas harian pengguna.

Baterai 5000mAh juga dipasangkan dengan pengisian cepat 33W. Dengan teknologi ini, daya sebesar 50% dapat terisi  hanya dalam 30 menit. Teknologi pengisian cepat di Infinix Zero 5G 2023 memungkinkan pengguna untuk bermain game, bekerja, atau menikmati konten multimedia secara bersamaan.

Layar Super Smooth

Infinix Zero 5G 2023 mengutamakan keunggulan imersif untuk pengalaman visual yang benar-benar dinamis. Layar besar 6,78” FHD menawarkan peningkatan warna yang berani dengan kecerahan puncak 500 nits. Layarnya juga menampilkan Kecepatan Refresh Rate 120Hz yang akan membantu pengguna saat bermain game kelas berat atau sekadar browsing web.

Yang menarik adalah pengguna dapat memanfaatkan opsi refresh rate untuk beragam kebutuhan. Misalnya, pengguna dapat beralih ke 120Hz saat menjelajah web, dan beralih kembali ke 60Hz selama pemutaran video dan panggilan video untuk lebih menghemat daya. Namun, pengguna juga dapat menyerahkan tugas ini ke smartphone untuk dilakukan di latar belakang lewat pengaturan Auto-Switch Refresh Rate.

Desain Stylish nan Ergonomis

Infinix juga turut menampilkan sisi estetik yang revolusioner di Infinix Zero 5G 2023. Desain uni-curve klasik terinspirasi oleh generasi Zero sebelumnya. Desain Infinix Zero 5G 2023 yang solid  dan juga ringan  (201 gram) akan memudahkan genggaman pengguna sambil tetap terlihat stylish.

Bodi belakang Infinix Zero 5G 2023 menampilkan kesan modern dan durabilitas yang akan melindungi perangkat di hampir semua skenario penggunaan standar. Infinix Zero 5G 2023 hadir dalam tiga warna: Pearly White, Coral Orange, dan Submariner Black.

Kemampuan Membidik Foto yang Maksimal

Infinix Zero 5G 2023 memungkinkan pengguna mengabadikan setiap momen dengan sempurna. Ponsel ini dilengkapi dengan lensa AI 50MP, lensa depth 2MP, dan lensa mikro 2MP. Teknologi kamera canggih menghasilkan foto yang jelas baik memotret lanskap, bangunan, atau potret. Peningkatan warna bawaan menghasilkan warna yang lebih tajam secara otomatis dengan bantuan Auto Scene Detection, memastikan langit yang lebih biru dan dedaunan yang lebih hidup.

Fotografi malam tidak pernah sejelas ini dengan fitur Super Night Mode dan Night Filter Infinix. Perangkat lunak inovatif ini menangkap potret dan garis luar yang tajam dalam cahaya redup, sembari mempertahankan detail di malam hari, dan menangkap berbagai jenis foto malam di lingkungan yang sama dengan berbagai filter malam yang berbeda.

Ketersediaan

Bagi Anda yang penasaran dengan kehebatan Infinix Zero 5G 2023 dan ingin merasakan langsung performanya, smartphone ini bisa didapatkan di Shopee pada sesi first sale. Jangan lupa untuk ikut sesi ini pada 21 Februari 2023 dan konsumen akan mendapatkan Infinix Zero 5G 2023 dengan harga first sale Rp 3.499.000 dari harga normal Rp 3.699.000. Konsumen yang membeli Infinix Zero 5G 2023 dalam sesi first sale ini berkesempatan untuk mendapatkan penawaran cicilan 0% dan gratis ongkir keseluruh Indonesia.

eFootball 2023 Hadirkan Berbagai Macam Event Baru

0

Konami akan mengadakan berbagai macam campaign dan event seru bersamaan dengan update terbaru untuk game free-to-play eFootball 2023 yang bisa dimainkan di konsol dan juga ponsel.

Pada Carnival Campaign yang bertepatan dengan Karnival Rio yang diadakan di Brazil, pemain bisa mendapatkan”lottery contract rights” (undian kontrak) untuk memenangkan pemain legendaris berkebangsaan Brazil dan juga eFootball Coins hanya dengan log in.

Selain itu, dalam merayakan pembukaan musim J. League terbaru, yang menandakan ulang tahun ke 30-nya tahun ini, kalian bisa membuat tim di mode “Dream Team”, dan pemain Jepang paling terkenal akan muncul sebagai kartu Epik sama seperti di J. League! Dan juga, pemain yang kembali ke J-League akan muncul sama seperti saat mereka masih bermain untuk klub sepak bola besar!

Dengan update hari ini, ada total 97 klub termasuk empat liga besar Eropa (Inggris, Spanyol, Italia dan Prancis), sekarang tersedia di mode Trial Match, di sini pemain bisa bermain melawan tim sungguhan. Klub Nasional juga mendapatkan fitur baru Friend Match yang memungkinkan para pemain untuk bertanding online sama bersama teman kalian memakai klub asli. Nikmati eFootball 2023 dengan pertandingan sepak bola asli yang lagi seru-serunya!

Berbagai Macam Event Diadakan Bertepatan dengan Karnival di Brasil dan Pembukaan J-League!

Carnival Campaign: Event dalam game yang bertepatan dengan Karnival! Ikuti bonus login dan kamu bisa memenangkan pemain legendaris Brazil! Menangkan undian kontrak dan eFootball coins:

  • AFC Champions League 2022 Campaign
  • AFC Champions League 2022 untuk memperingati laga ini

Challenge Tour Event: Ikuti event ini untuk memenangkan undian kontrak pemain dan hingga 40.000 GP. Dapatkan bonus login spesial untuk kesempatan memenangkan total 70.000 Exp!

Legenda dan pemain terkini yang merepresentasikan Jepang yaitu Epik Jepang! Epik Jepang tersedia bersamaan dengan dimulainya musim baru J-League! Pemain kelas dunia dalam masa-masa kejayaannya di J-League!

  • Kamis, 16 Februari – Shunsuke Nakamura, Junya Ito, Junichi Inamoto
  • Kamis, 23 Februari – Kazuyoshi Miura, Shinji Ono, Hidetoshi Nakata

Campaign Facebook resmi sedang berlangsung! Akses laman Facebook resmi dan ikuti campaignnya. Kamu bisa mendapatkan poin eFootball ekstra secara gratis! (hingga 2 Maret, 9.00 WIB).

Empat liga besar Eropa di Trial Match!

Kalian juga bisa bermain melawan teman-temanmu di Friend Match! Tim Trial Match sekarang ada 97 klub! Di dalam mode trial match, tim asli bisa saling bertanding melawan satu sama lain termasuk tim-tim di liga besar Eropa yaitu Italia, Inggris, Spanyol, dan Prancis, total ada 97 klub yang sekarang tersedia! Mainkan klub favorit kamu dalam pertandingan melawan AI!

Friend match untuk adu kemampuan! Friend Match (pertandingan persahabatan), dalam mode ini kalian bisa bermain melawan teman-temanmu secara online. Klub Nasional juga tersedia dalam mode ini. Kamu sekarang bisa adu skill sama temantemanmu menggunakan klub Eropa favorit kalian! Selamat bersenang-senang!

Dapatkan dan Latih Pemain untuk Membuat Tim Impianmu!

Manager Pack Guardiola, jenderal Spanyol terhebat, hadir di Manager Pack terbaru! Johan Kleif dan Fabio Cannavaro juga tersedia di pack ini. Selain dari meningkatkan exp pemain di posisi khusus sebanyak 400%, program pelatihan juga dimasukkan ke dalam set ini. Dapatkan pelatih sesuai dengan posisi pemain yang ingin kamu tingkatkan, dan latihlah pemain dengan efisien.

jenis produk paling umum yang bisa digunakan di market: Kembali ke Klub: Transfer Pemain Pemain unggulan untuk Transfer Musim Dingin sudah tiba! Tentukan nilai kemampuan pemain dan aktifkan tim impianmu.

Epik: Manchester United FC. Selain dari Shinji Kagawa dan Diego Forlan, yang telah aktif di J-League, Dennis Law juga akan muncul di kartu “Epik”. Perkuat tim kamu dengan mendapatkan pemain-pemain favoritmu.

eFootball Championship Pro Club Selection sekarang tersedia! eFootball Championship Pro2023, event di mana pemain eSports profesional bersaing untuk mendapat penghargaan, akan diadakan pada 11 Februari, dan untuk memperingati event ini, “Pro Club Selection” akan tersedia! Total 16 pemain, 2 pemain dari setiap 8 klub yang berpartisipasi dalam turnamen ini, FC Barcelona, Manchester United FC, FC Bayern Munich, Arsenal FC, AS Monaco, AS Roma, AC Milan, dan Internazionale Milano, akan tersedia! Tambahkan pemain-pemain dari klub unggulan tersebut ke “Dream Team” kALIAN dan
gunakan mereka di eFootball Championship Open 2023, yang bisa diikuti siapa saja langsung dari dalam game!

Periode:

  • Periode I : Senin, 27 Februari 2023 – Minggu, 26 Maret 2023
  • Periode 2 : Senin, 27 Maret 2023 – Minggu, 23 April 2023
  • Periode 3 : Senin, 24 April 2023 – Minggu, 21 Mei 2023

Untuk informasi lebih lanjut bisa dilihat di sini.

Review Like a Dragon: Ishin: Cerita Kazuma Kiryu di Era Jepang Klasik

0

Apa jadinya jika Kazuma Kiryu, tokoh utama game Yakuza diteleportasi ke Jepang era dulu? Inilah cerita yang ditawarkan oleh Like a Dragon: Ishin! buatan Ryu Ga Gotoku atau RGG Studio. Game ini sendiri merupakan versi remake dari Ryu Ga Gotoku Ishin yang dulu rilis pada 2014 di PS3 dan PS4 khusus di Jepang saja.

Saya kebetulan mendapat kesempatan dari Sega untuk mencoba game remake ini di PC. Saya sendiri sudah tidak asing dengan franchise Yakuza. Game ini memiliki alur cerita dan karakter menarik, gameplay seru, dan pastinya mini game absurd. Apakah hal-hal tersebut masih dijumpai di Like a Dragon: Isihin? Simak review saya berikut:

Pertanyaan, Remake Atau Remaster?

Jika dilihat dari kualitas grafisnya, saya agak bingung apakah game ini memang betul remake atau hanya remaster. Karena ketika membandingkan kualitas grafis Like a Dragon: Ishin! dengan Ryu Ga Gotoku Ishin tidak terlihat perbedaan yang kentara. Perubahan yang menurut saya terlihat kentara hanya dari tekstur game yang lebih halus dan detail serta efek lighting dan warna yang lebih terang.

Ya setidaknya gamer di luar Jepang sekarang bisa menikmati game klasik ini yang sudah dipoles ulang.

Belajar Sejarah Jepang dari Cerita Like a Dragon: Ishin!

Saya belajar banyak mengenai sejarah Jepang ketika memainkan Like a Dragon: Ishin. Latar game ini terjadi pada periode Bakumatsu (1860) dimana negara Jepang sedang guncang akibat kedatangan bangsa barat.

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, karakter utama Like a Dragon: Ishin adalah Kazuma Kiryu yang menjadi seorang Ronin bernama Sakamoto Ryoma, Ia sendiri adalah karakter historis yang berperan penting dalam periode Bakumatsu di Jepang.

Selain Sakamoto Ryoma, Like a Dragon: Ishin! juga menampilkan tokoh-tokoh historis Jepang yang lain. Misalnya kelompok Shinsengumi juga akan muncul di game termasuk salah satu kaptennya yang diberi gelar samurai terbaik, Okita Soji.

Cerita Like a Dragon: Ishin! berawal Ryoma yang baru pulang ke kampung halamannya di Tosa. Ia lalu diajak oleh ayah angkatnya Yoshida Toyo untuk bergabung dengan kelompok Tosa Loyalist Party yang dipimpin oleh saudaranya, Takechi Hanpeita. Tujuan dari kelompok tersebut adalah menghilangkan sistem kasta yang digunakan di wilayah Tosa. Namun mendadak seorang assassin membunuh Toyo. Ryoma akhirnya memutuskan pergi dan Tosa untuk memburu pembunuh ayah angkatnya.

Aktor pengisi suara Kazuma Kiryu, Takaya Kuroda juga masih ikut berperan sebagai pengisi suara dari Sakamoto Ryoma. Jadi selama permainan kalian masih akan merasakan atmosfir Yakuza. Pengisi suara karakter yang lain juga patut diacungi jempol karena begitu mendalami perannya.

Saya sangat menikmati alur cerita yang disajikan game Like a Dragon: Ishin. Drama yang dipertontonkan membuat saya seakan menonton film samurai lawas Jepang. Like a Dragon: Ishin! juga menyediakan fitur filter ala film 80an untuk mereka yang ingin lebih menjiwai gamenya.

Side Quest dan Mini Game yang Menarik

Selain cerita utamanya, game Yakuza juga terkenal dengan side quest dan mini game yang beragam. Bahkan beberapa side quest dan mini game juga dilengkapi oleh voice actor. Cerita dari side quest juga banyak yang menarik untuk disimak. Tapi bukan RGG Studio namanya jika tidak menghadirkan side quest yang lucu.

Contohnya ada side quest dimana Ryoma harus menemani seorang wanita yang doyan ngegosip. Ryoma harus mendengarkan celotehan si wanita dari awal sampai selesai dan tidak bisa diskip. Ketika selesai berbicara, wanita ini akan memberikan tes kepada Ryoma untuk menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan topik yang ia bicarakan. Absurd bukan!

Sama halnya dengan side quest, mini game di Like a Dragon: Ishin! juga bervariasi. Kalian bisa melakukan mini game mancing, memotong kayu, dan masih banyak lagi. Mini game karaoke juga dipastikan kembali hadir di Like a Dragon: Ishin. Bersiaplah untuk tertawa mendengar suara Ryoma yang powerfull sambil berusaha tetap fokus untuk menekan tombol yang sesuai.

Setelah menjalankan side quest dan beberapa mini game, Ryoma akan mendapat Virtue atau pahala. Nah pahala ini bisa ditukarkan dengan hadiah di Shrine. Jadi tidak ada alasan untuk tidak menjalan side quest atau mini game.

Ketika merasa bosan menjalankan misi utama, cobalah menjajal side quest dan mini game yang tersedia. Dijamin rasa bosan kalian akan hilang dan kembali fresh. Jika ingin sesuatu yang lain maka kalian bisa mencoba Another Life. Disini Ryoma akan hidup seperti dalam game Harvest Moon dimana ia memiliki rumah dan bisa menanam sayur untuk dimasak atau dijual.

Gameplay Action dengan Empat Variasi Gaya Bertarung

Gameplay yang ditawarkan oleh Like a Dragon: Ishin! tidak berbeda dengan game Yakuza lain. Gaya action beat’em up dimana kalian bisa menghajar musuh habis-habisan secara brutal masih menjadi unggulan.

Ryoma akan memiliki empat stance atau gaya bertarung yaitu Swordsman, Gunman, Wild Dancer, dan Brawler. Keempat gaya bertarung ini bisa diganti-ganti saat melawan musuh sehingga kalian bisa menyesuaikan dengan taktik yang digunakan.

Untuk 1vs1 stance paling enak adalah Swordsman karena memiliki serangan terfokus. Sebaliknya jika kalian dalam posisi dikeroyok bisa menggunakan Wild Dancer dimana Ryoma akan menggunakan pedang katana dan pistol sekaligus. Serangan dari Wild Dancer mengkombinasikan gerakan menghindar dan serangan AOE (Area of Effect).

Jika jarak kalian dengan musuh jauh maka bisa menggunakan pistol milik gaya bertarung Gunman. Kalian juga bisa memilih jenis peluru yang digunakan, misalnya peluru api bisa membakar musuh.

Nah jika kalian ingin Ryoma seperti Kazuma Kiryu, maka kalian bisa menggunakan gaya brawler alias tangan kosong. Gaya bertarung ini memiliki defense yang payah, tapi dari segi speed paling cepat.

Setiap stance memiliki finisher atau Heat Moves. Skill ini tidak bisa dikeluarkan sembarangan melainkan menggunakan bar dari Heat Bar. Heat Moves dieksekusi dengan cara yang berbeda-beda. Ada Heat Moves yang baru bisa digunakan ketika musuh terjatuh, bisa juga saat dalam posisi grapple, atau ketika berada di dekat objek tertentu. Animasi dari Heat Moves menarik untuk dilihat. Ada yang sadis seperti menusuk pedang ke perut musuh sampai yang lucu seperti memasukkan jeruk ke mulut musuh.

Untuk memperkuat serangan atau mendapatkan skill baru, kalian harus menaikkan level stance dengan experience point. Selain skill baru, menaikkan level Stance juga membuat Ryoma bisa menggunakan beberapa jenis senjata spesial. Misalnya gaya bertarung Swordsman bisa mengajarkan Ryoma cara menggunakan Nodachi atau pedang katana raksasa.

Setiap selesai bertarung, Ryoma akan menerima grade. Semakin tinggi grade yang didapat maka semakin besar pula experiences point yang didapat oleh Ryoma. Untuk meningkatkan grade, kalian harus betul-betul menguasai gaya bertarung yang digunakan.

Pada awal permainan mungkin kalian akan merasa dibatasi karena tidak bisa langsung mengakses skill yang bagus pada setiap Stance. Kalian perlu grinding lebih dulu untuk mendapatkan experience point. Tapi setelah kalian bisa menguasai stance kesukaan kalian, saya jamin permainan akan menjadi lebih asyik.

Crafting dan Trooper

Like a Dragon: Ishin memiliki sistem crafting untuk membuat senjata dan armor. Sistem ini cukup menarik karena setiap senjata dan armor yang dibuat memiliki jalur masing-masing. Kalian juga bisa menentukan rarity dari senjata dan armor yang dibuat. Semakin tinggi raritynya, semakin kuat pula senjata dan armor tersebut.

Senjata dan armor selain bisa dicrafting, bisa juga dibeli atau didapatkan dari dungeon. Nah untuk dungeon baru bisa diakses jika kalian sudah sampai pertengahan cerita. Ketika masuk ke dalam dungeon, kalian dapat mengakses fitur Trooper. Fitur ini juga bisa dipakai di luar dungeon

Trooper bisa dibilang mirip summon yang dikombinasi dengan kartu. Ryoma nantinya dapat membawa setidaknya 12 kartu Trooper, masing-masing tiga untuk setiap stance. Setiap kartu akan memberikan efek bonus ke Ryoma, bisa itu berupa efek pasif maupun aktif. Ada juga kartu khusus yang bisa membuat Ryoma mengeluarkan skill spesial seperti summon.

Fitur Trooper ini menurut saya cukup kompleks. Saya sendiri kurang memperhatikan fitur ini. Karena menurut saya tanpa memakai Trooper pun kalian tetap bisa mengalahkan musuh. Mungkin baru ketika masuk ke dalam dungeon, fitur ini bisa berguna.

Like a Dragon: Ishin! dari Segi Teknis

Saya menggunakan PC dengan spesifikasi i5-9400F, GeForce RTX 2060, dan RAM 16GB untuk memainkan Like a Dragon: Ishin!. Hasilnya saya bisa memainkan game ini dengan tingkat grafis custom (Antara high dan medium). Like a Dragon: Ishin! juga sudah didukung oleh fitur upscaling AMD Fidelity sehingga sangat menolong dari segi performa.

Saya sarankan kalian menggunakan controller saat memainkan Like a Dragon: Ishin! di PC. Kenapa? Karena layout tombol di contoller lebih nyaman konfigurasinya dibandingkan memakai keyboard dan mouse.  

Kesimpulan

Like a Dragon: Ishin! adalah game Yakuza yang menurut saya bisa memuaskan ekspektasi fansnya. Setelah seri sebelumnya yang lebih ke arah turn-based RPG, Like a Dragon: Ishin! kembali ke akarnya yaitu action beat’em up. Menghajar musuh dengan skill yang bervariasi dan brutal membuat saya sangat puas dari segi gameplay.

Alur cerita yang disajikan oleh Like a Dragon: Ishin! juga menarik untuk disimak. Mengungkap misteri tentang siapa yang membunuh ayah Sakamoto Ryoma berhasil membuat saya penasaran dan mau mengikuti terus alur cerita game ini. Belum lagi ditambah side quest dan mini game yang bervariasi membuat saya tidak bosan-bosan memainkannya.

Meski hanya berstatus filler untuk menunggu Like a Dragon: Gaiden, Like a Dragon: Ishin! sudah cukup memuaskan fans Yakuza yang kangen melihat kembali aksi dari Kazuma Kiryu.

Like a Dragon: Ishin! bisa kalian beli di PlayStation, Xbox, PC (Steam).

*Game untuk review disediakan oleh publisher