Sega telah merilis informasi baru untuk game strategi Unicorn Overlord. Informasi yang diungkap adalah mengenai berbagai macam mekanik yang ada di dalam game. Dimulai dari membebaskan kota yang dikuasai oleh pasukan Imperial. Setelah kota tersebut bebas, pemain bisa mengakses toko dan fasilitas lainnya. Pemain juga bisa membangun ulang kota tersebut dan merekrut penjaga.
Mekanik lainnya adalah membangun benteng dimana pemain bisa melakukan mock battle dengan unit yang sudah disusun. Untuk membiayai benteng, pemain harus menggunakan Honor yang bisa didapat dari menyelesaikan quest, menang dalam pertarungan, dan masih banyak lagi. Semakin besar bentengnya, semakin besar pula popularitas pemain sehingga dapat merekrut tentara bayaran.
Selain bertempur dan mengurus kota, pemain juga bisa bercocok tanam atau menambang. Sumber daya yang didapat bisa digunakan untuk mengembangkan kota.
Unicorn Overlord akan menggabungkan unsur-unsur baru dengan elemen klasik game 16-bit untuk menciptakan game yang unik. Cerita dari Unicorn Overlord terjadi di Fevrith yang menjadi rumah bagi lima negara: Kingdom of Cornia, Drakenhold, Elheim, Bastorias, dan Holy Kingdom of Albion. Pemberontakan dipimpin oleh Jenderal Valmore terjadi di Kingdom of Cornia dan menciptakan perang. Karakter utama dari Unicorn Overlord adalah Alain, adalah pangeran dari Cornia yang selamat dan pemberontakan dan memimpin Liberation Army.
Unicorn Overlord akan rilis pada tanggal 8 Maret 2023 di PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, dan Nintendo Switch.
Sega dan Cygames telah merilis informasi baru untuk game RPG Granblue Fantasy: Relink. Salah satu informasi baru yang diungkap adalah tentang karakter utama.
Pemain bisa memilih untuk menggunakan karakter utama pria bernama Gran atau karakter utama wanita bernama Djeeta. Selain itu diungkap juga dua karakter pendampung yaitu naga kecil bernama Vyrn dan Lyria, seorang gadis misterius yang memiliki kemampuan untuk menjinakkan primal beast.
Granblue Fantasy: Relink merupakah mahakarya seni dari Cygames dan CyDesignation yang merubah format 2D ke dalam bentuk 3D. Mulai dari lanskap, karakter, hingga objek yang dibuat dengan sedetil mungkin. Untuk desain karakter tim developer telah mengimplementasi fitur-fitur seperti lighting dan shading. Bagian ekspresi wajah juga akan ditingkatkan agar karakter terlihat lebih hidup.
Selain itu diungkap juga mekanik gameplay yang ada di Granblue Fantasy: Relink. Karakter kalian bisa menggunakan serangan jarak dekat maupun jauh dan juga magic. Ada juga mekanik Skybound Arts, serangan combo, dan fitur auto battle. Game ini juga memiliki lebih dari 100 side quest yang bisa dikerjakan sendiri atau bersama pemain lain dalam mode online multiplayer.
Granblue Fantasy: Relink akan rilis pada tanggal 1 Februari 2024 di PS5, PS4, dan PC.
EA dan gamenya The Sims harus berhati-hati. Sebabnya semakin banyak publisher dan developer yang tertarik untuk membuat game dengan genre sama seperti The Sims. Salah satunya adalah Krafton yang saat ini sedang mengembangkan game simulasi berjudul inZOI. Game ini diumumkan menjelang acara G-STAR 2023 yang diselenggarakan di Korea Selatan.
Video ini diambil pada masa awal pengembangan game sehingga terlihat masih kasar, namun secara kualitas sudah lebih baik dari The Sims. Dari gameplay bisa dilihat inZOI kurang lebih sama dengan The Sims. Game ini dikembangkan dengan menggunakan Unreal Engine 5. Belum ada pengumuman kapan game ini dirilis dan platform mana saja yang akan dituju.
Masih ingat dengan game third person shooter kepunyaan NCSoft yang diberi kode nama Project LLL? Semenjak pengumumannya pada tahun 2022, Project LLL lalu menghilang tanpa kabar. Barulah pada event G-Star 2023 yang berlangsung sekarang di Korea Selatan, NCSoft telah merilis trailer baru untuk game tersebut. Sayangnya masih belum ada keterangan kapan game tersebut akan dirilis.
Project LLL adalah game MMO Shooter dengan konsep Open World. NCSoft mengklaim bahwa dunia Open World di Project LLL akan sangat luas tanpa dibatasi oleh waktu loading. Dunia yang ada di game tersebut juga berbeda waktu. Mulai dari kota Seoul yang sudah hancur sampai dengan masa Byzantine Empire pada abad ke-10. Project LLL dibuat dengan menggunakan Unreal Engine 5.
Keberhasilan mengadaptasi Sonic dari game menjadi film layar lebar rupanya membuat Sega semakin percaya diri. Kedepannya tidak menutup kemungkinan jika akan ada IP lain dari Sega yang akan mengikuti jejak Sonic dan tidak terbatas hanya untuk film saja, melainkan bisa juga dalam bentuk yang lain.
Informasi ini diungkap oleh CNBC saat mewawancarai Sega Chief Operating Officer Shunji Ustumi. Ia mengakui bahwa saat ini Sonic sudah kembali berkat banyak kolaborasi yang dilakukan oleh Sega. Mulai dari film sampai dengan bekerjasama dengan platform yang lain. Ia juga menambahkan bahwa Sega masih memiliki banyak IP dan beberapa mungkin akan mendapatkan perlakukan yang sama seperti Sonic.
Dalam wawancara ini Ustumi juga sedikit membicarakan tentang bocoran tentang game baru yang sedang dipersiapkan oleh Sega untuk 2024. Ia mengatakan bahwa ada satu game Yakuza dan dua game Persona yang akan dirilis pada tahun 2024. Game Yakuza yang dimaksudnya ini jelas adalah Like a Dragon: Infinite Wealth. Sedangkan dua game Persona yang ia maksud salah satunya adalah Persona 3 Reload. Sedangkan satunya lagi masih belum diketahui. Apakah yang dimaksud oleh Utsui adalah Persona 6?
WB Games dan Rocksteady telah merilis video developer dairy untuk game Suicide Squad: Kill the Justice League. Pada video pertama, tema yang diangkat adalah mengenai latar cerita dari game tersebut sekaligus cuplikan dari gameplay. Kalian bisa melihat bagaimana Harley Quinn, Captain Boomerang, Deadshot, dan King Shark memperoleh gadgetnya masing-masing.
Informasi lainnya yang diungkap adalah mengenai spesifikasi dari game tersebut di PC. Berikut adalah spesifikasinya yang diambil dari Steam:
MINIMUM:
OS: Win 10 (64 bit)
Processor: Intel i5-8400 or AMD Ryzen 5 1600 3.20 GHz
Graphics: NVIDIA GTX 1070 or AMD Radeon RX Vega 56
DirectX: Version 12
Storage: 65 GB available space
Additional Notes: RAM: 16 GB (2×8)
RECOMMENDED:
OS: Win 10 (64 bit)
Processor: Intel i7-10700K or AMD Ryzen 7 5800 X3D
Graphics: NVIDIA RTX 2080 or AMD RX 6800-XT (16GiB)
DirectX: Version 12
Storage: 65 GB available space
Additional Notes: RAM: 16 GB (2×8)
Suicide Squad: Kill the Justice League rencananya akan dirilis pada tanggal 2 Februati 2024 di PS5, Xbox Series, dan PC.
“Apakah anda adalah Kazuma Kiryu?”, “Kiryu? kamu masih hidup?”, “Ayo ungkap jati dirimu yang sebenarnya Kiryu sang Naga!”. Sepanjang permainan kalian akan terus dibombardir oleh pertanyaan itu.
Inilah yang bakal kalian sering temui ketika memainkan Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name. Gameplay beat’em up yang disajikan dalam game ini patut diacungi jempol. Bahkan jika dibandingkan dengan game sebelumnya yaitu Like a Dragon: Ishin! yang menggunakan gaya sama, saya lebih menyukai yang ini.
Setelah memainkan Like a Dragon Gaiden versi PC lebih dari 10 jam, saya bisa menyimpulkan bahwa game ini sudah tepat untuk menjadi awal dari akhir cerita Kazuma Kiryu di game Yakuza.
Anda Kiryu atau Joryu?
Cerita Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name dimulai dari ending Yakuza 6: The Song of Life. Pada waktu itu Kazuma Kiryu dinyatakan meninggal dunia setelah tertembak. Ternyata itu semua adalah kebohongan belaka. Kazuma Kiryu masih hidup dan ia memalsukan kematiannya sendiri.
Agar kebohongan tersebut bisa dipercaya, Kiryu bekerjasama dengan organisasi bernama Daidoji. Sebagai ganti sudah menyembunyikan rahasainya, Kiryu harus bekerja dengan Daidoji sebagai salah satu agen lapangan. Ia juga mengubah namanya menjadi Joryu.
Meski sudah berusaha menjauh dari dunia Yakuza, keberadaan Kiryu dapat kembali tercium. Pada akhirnya ia kembali tertarik ke dalam dunia gelap yang sudah ia tinggalkan. Begitulah alur cerita dari Like a Dragon Gaiden.
Agak lucu rasanya melihat Kiryu yang selalu denial ketika identitas aslinya dibongkar oleh musuh. Ia selalu mengklaim bahwa mereka salah orang dan namanya bukan Kazuma Kiryu, tetapi Joryu. Seandainya saja ia mau lebih totalitas dalam menyembunyikan identitasnya dan tidak hanya sekedar memakai kacamata hitam, pasti tidak bakal ketahuan.
Seperti cerita di game-game Yakuza yang lain, cerita Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name mirip seperti sinetron. Ada momen yang seharusnya bisa selesai dengan cepat, tapi malah diperpanjang. Bagian klimaks sengaja ditunda-tunda supaya ada alasan untuk memperpanjang durasi permainan. Untungnya para pengisi suara di Like a Dragon Gaiden tampil dengan totalitas penuh dan sangat menjiwai karakternya masing-masing.
Takaya Kuroda, pengisi suara dari Kazuma Kiryu kembali memperlihatkan kualitasnya bahwa tidak ada yang bisa menyuarakan karaker itu selain dirinya. Selain Kuroda, saya juga menyukai peran dari Summer Uika yang menjadi Akame. Ia adalah seorang informan wanita di Osaka dan akan mendampingi Kiryu dalam cerita.
Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name juga menyediakan suara dengan bahasa Inggris. Tapi saran saya sebaiknya tetap gunakan suara dengan voice actor Jepang supaya tidak cringe.
Kembali ke Dua Lokasi Lama
Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name akan mengunjungi kembali dua lokasi lama. Pada bagian awal cerita Kazuma Kiryu eh maksudnya Joryu akan mendatangi Yokohama yang juga merupakan lokasi dari game sebelumnya Yakuza: Like a Dragon. Sisanya sampai tamat berlokasi di daerah Sotenbori yang berada di Osaka.
Developer RGG Studios masih menggunakan aset yang lama untuk kedua lokasi ini. Malahan ruang lingkupnya lebih terbatas karena ada beberapa zona yang tidak bisa dimasuki. Saya awalnya berharap ada lokasi baru di Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name. Tapi berhubung game ini hanyalah filler untuk menyambungkan game Yakuza dengan Like a Dragon yang baru, suka tidak suka pemain harus tetap bisa menerimanya.
Grafis yang Sangat Detail
Untuk mengerjakan Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name, RGG Studios menggunakan Dragon Engine. Padahal untuk Like a Dragon: Ishin! mereka menggunakan Unreal Engine 4. Jika dilihat dari kualitasnya saya lebih menyukai Like a Dragon Gaiden yang menggunakan Dragon Engine. Bagian cutscene terlihat sangat detail. Bahkan ekspresi sampai dengan pori-pori wajah karakter bisa terlihat dengan jelas.
Pemandangan kota pada saat malam hari juga patut jadi nilai plus. Sotenbori pada malam hari terlihat lebih hidup dengan lampu-lampu neon yang menyinari toko dan tempat hiburan. Tapi tidak ada yang bisa menanding terang benderangnya The Castle.
Tempat ini merupakan lokasi baru di Like a Dragon Gaiden dan merupakan pusat hiburan bagi orang dewasa. The Castle diapit oleh kasino mewah pada bagian kiri dan kanannya. Tepat di bagian tengah terdapat replika dari kastil Osaka sekaligus arena untuk duel.
Pemain bisa mengabadikan pemandangan-pemandangan indah di Like a Dragon Gaiden dengan selfie. Game ini menyediakan fitur kamera dimana Kiryu akan menggunakan handphonenya untuk mengambil foto. Fitur ini juga dilengkapi dengan filter dan sticker.
Gameplay Penuh Baku Hantam
Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name sangat cocok dimainkan ketika kalian sedang stress atau kesal. Daripada mencari perkara, lebih baik disalurkan dengan memukuli musuh yang ada di dalam game ini. Sensasinya sangat luar biasa. Mungkin ini disebabkan oleh kembalinya gaya beat’em up. Karena pada sebelumnya yaitu Yakuza: Like a Dragon lebih ke arah RPG dengan sistem turn-based.
Joryu bisa menggunakan dua style saat bertarung yaitu Agent atau Yakuza. Ketika menggunakan Agent, Joryu akan memakai berbagai macam gadget saat bertarung. Contohnya Spider yang berbentuk tali dan bisa menjerat musuh. Lalu ada Firefly, bom berukuran mini yang berbentuk rokok, absurd!
Berkelahi melawan musuh dengan menggunakan style Agent membuat Joryu seperti James Bond dan menawarkan gameplay baru yang fresh. Meski pada akhirnya ia masih tetap menggunakan tinjunya untuk membuat KO musuh.
Style Yakuza adalah gaya bertarung tradisional Joryu. Ia tidak bergantung kepada alat, melainkan hanya dengan tinju dan semangat untuk menghajar musuh dengan brutal. Style ini sangat straightforward, tanpa gimmick seperti Agent, ditambah damagenya juga lebih besar. Gaya ini cocok digunakan untuk menghabisi musuh kelas berat seperti boss.
Skill Heat Move juga kembali di Like a Dragon Gaiden. Heat Move bisa digunakan sebagai serangan pamungkas untuk melakukan one-hit-kill bagi musuh yang merepotkan. Variasi Heat Move di Like a Dragon Gaiden tidak sebanyak game sebelumnya. Jujur saja saya lebih suka dengan yang sekarang. Karena terlalu banyak Heat Move menurut saya justru mubazir dan malah membuat bingung.
Kekurangan dari gameplay Like a Dragon Gaiden ada pada sistem lock. Tidak ada fungsi agar pemain bisa memilih target mana yang ingin dilock atau mengganti dari satu target ke target yang lain. Ini sangat menganggu apalagi jika sedang dalam situasi dikeroyok.
Cabaret Club yang Semakin “Nakal”
Mini game yang sangat menarik perhatian di Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name adalah Cabaret Club. Karena di game para hostes tidak lagi menggunakan karakter game, tetapi langsung live-action dengan wanita asli. Tugas dari kalian adalah merayu mereka dengan memberikan pertanyaan dan jawaban yang tepat atau memberikan hadiah. Jika level affection sudah maksimum, kalian akan mendapatkan cutscene special yang bisa dibilang “wah”.
Selain Cabaret Club, masih banyak mini game lain yang bisa dimainkan di Like a Dragon Gaiden. Ada permainan kartu, shogi, biliar, melempar dart, golf, lomba tamiya, dan lain-lain. Jika ingin mendengar suara Joryu, kalian bisa membuatnya bernyanyi di mini game karaoke. Akan ada beberapa cutscene absurd dan juga nostalgia pada saat karaoke yang wajib kalian lihat.
Like a Dragon Gaiden juga memiliki berbagai macam side quest. Kalian bisa memulainya setelah membuka fitur Akame Network. Saya merekemondasikan untuk memainkan side quest ini karena selain ceritanya, menjalankan side quest juga akan memberikan kalian Akame Point. Mata uang ini bisa digunakan untuk membuka skill baru Joryu atau membeli item-item khusus yang hanya dijual oleh Akame.
Aktivitas lainnya yang bisa kalian lakukan di Like a Dragon Gaiden adalah mengunjungi coliseum di The Castle. Di arena ini kalian bisa bertarung sepuasnya. Keunikan dari coliseum kalian bisa bermain sebagai joryu yang didampingi oleh NPC, atau justru menggerakkan NPC tersebut.
Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name dari Segi Teknis
Untuk mereview Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name saya menggunakan PC dengan spesifikasi CPU Ryzen 7 2700X, VGA GeForce RTX 4070 Ti, RAM 32GB dan SSD. Untuk setting grafis saya menggunakan high ditambah fitur NVIDIA DLSS untuk quality. Selama bermain saya tidak pernah mengalami ganggungan teknis seperti crash, frame rate drop, maupun glitch atau bug.
Kesimpulan
Seperti game Yakuza yang lain, Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name dari segi cerita maupun gameplay tidak mengecewakan. Alur cerita yang seperti drama dalam sinetron menarik untuk ditonton. Itu lalu dikombinasi dengan gameplay beat’em up yang pastinya memuaskan rasa kangen fans Yakuza. Karena pada game selanjutnya yaitu Like a Dragon: Infinite Wealth akan kembali ke format RPG turn-based.
Like a Dragon Gaiden bisa diibaratkan sebagai filler untuk mengisi kekosongan sebelum Like a Dragon: Infinite Wealth rilis. Game ini menjadi awal bagi Joryu alias Kazuma Kiryu untuk memberikan tongkat estafet franchise ke penerusnya, Ichiban Kasuga. Jika kalian penggemar game Yakuza pasti tidak akan kecewa dengan Like a Dragon Gaiden.
ASUS Republic of Gamers (ROG) mengumumkan kehadiran empat motherboard Intel ® Z790 terbaru, yaitu: ROG Maximus Z790 Formula, ROG MAXIMUS Z790 Apex Encore, ROG Strix Z790-E Gaming WiFi II, dan ROG STRIX Z790-F Gaming WiFi II. Motherboard tersebut melengkapi tiga model motherboard Z790 sebelumnya yang diumumkan di Gamescom, yaitu: ROG Maximus Z790 Dark Hero, ROG STRIX Z790-A Gaming WiFi II, dan TUF Gaming Z790-Pro WiFi. Tujuh motherboard ini mendukung prosesor Intel ® Core™ Generasi ke-14, Generasi ke-13, dan Generasi ke-12. Setiap motherboard dibekali dengan PCIe ® 5.0, dukungan memori DDR5, peningkatan konektivitas, kemampuan penyesuaian kinerja, solusi pendinginan yang efisien, fitur DIY-friendly, dan berbagai fitur lainnya.
Soket CPU Intel LGA 1700
Prosesor Intel Core generasi ke-12 dan ke-13 telah dikenal dapat dipasang pada soket LGA 1700. Dengan soket LGA 1700, pengguna dapat merakit PC dengan leluasa menggunakan motherboard Z690 atau Z790 sekaligus memilih berbagai opsi CPU.
Kemampuan LGA 1700 tidak hanya terbatas pada prosesor Intel Core generasi ke-13, sehingga dapat dikatakan era LGA 1700 belum berakhir. Soket LGA 1700 juga akan kompatibel dengan prosesor Intel Core Generasi ke-14. Artinya, pengguna akan memiliki banyak opsi ketika berencana untuk merakit PC terbaru atau memperbarui rakitan PC yang sudah ada. Pengguna dapat meningkatkan motherboard yang mereka miliki untuk mendapatkan jaringan berkinerja tinggi, konektivitas yang melimpah, dan optimasi solusi daya dengan motherboard ASUS Z790 terbaru. Selain itu, pengguna juga tetap dapat menggunakan motherboard Z690 atau Z790 yang teruji tangguh saat menggunakan prosesor Intel Gen ke-14. Mereka hanya perlu memperbarui BIOS motherboard tersebut agar dapat menikmati kompatibilitas prosesor Intel mendatang secara penuh.
Bandwidth tingkat lanjut dengan WiFi 7
Empat motherboard ROG Z790 terbaru ini dilengkapi Intel WiFi 7 agar pengguna dapat memanfaatkan potensi standar nirkabel terbaru secara penuh ketika dipasangkan dengan router WiFi 7.
ASUS juga memperkenalkan WiFi Q-Antenna agar pengguna mendapatkan koneksi WiFi 7 yang maksimal. WiFi Q-Antenna hadir dengan desain hardware terbaru seperti optimasi sirkuit ke PCB serta peningkatan konektor pin bagian dalam untuk meningkatkan throughput sinyal pada band 5 GHz dan 6 GHz. Desain satu langkah pengaturan mempermudah pengguna ketika ingin menghubungkan perangkat tanpa harus melakukan apa pun. Karena WiFi Q-Antenna ini adalah directional antenna, kami membekalinya dengan tool di aplikasi Armoury Crate untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan sinyal dengan cara menyesuaikan posisinya yang mudah. Direction Finder adalah tool untuk mendeteksi kekuatan sinyal dan mengidentifikasi posisi ideal antena hanya dalam beberapa langkah, sedangkan Fast Check adalah tool untuk memeriksa kekuatan sinyal dan memastikan koneksi terbaik dengan cepat.
DIMM Flex maksimalkan kinerja dan stabilitas memori.
Motherboard Z790 terbaru dari ROG Maximus dan ROG Strix menghadirkan upaya optimasi memori yang lebih baik melalui DIMM Flex. Sama halnya seperti CPU dan GPU, modul memori DDR5 juga mengeluarkan panas ketika berada di bawah beban terutama ketika di-overclock. Pengguna bisa saja tidak mendapatkan kinerja penuh dari RAM DDR5 jika panas tersebut tidak ditangani secara efektif. Oleh karena itu, DIMM Flex akan menyesuaikan kontroler memori berdasarkan suhu memori terkini secara dinamis untuk mengoptimalkan kinerja sekaligus memastikan stabilitas.
DIMM Flex akan menggunakan data suhu secara real-time dari sensor termal terintegrasi yang terletak di dekat slot memori untuk melakukan penyesuaian frekuensi.
DIMM Flex memiliki dampak yang besar pada aplikasi yang sangat membutuhkan memori. Pada game Metro Exodus misalnya, ASUS menemukan bahwa DIMM Flex meningkatkan FPS rata-rata sebesar 16% dibandingkan pengaturan dasar dari XMP. DIMM Flex dapat diatur dengan sangat mudah — klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut tentang cara memulai DIMM Flex.
Kemudahan Optimasi Memori dengan AEMP II
Beberapa waktu yang lalu, para perakit PC memperdebatkan apakah lebih baik memilih RAM DDR4 yang terjangkau atau RAM DDR5 yang berkinerja tinggi untuk dipakai di sistem mereka. Kini, setelah pasar DDR5 berkembang dan berbagai kit memori tersedia dengan harga yang semakin menarik, pengguna semakin sulit untuk mengabaikan potensi kinerja memori generasi berikutnya. Kreator konten, gamer, engineer yang bekerja dengan dataset besar, serta multitasker akan merasakan manfaat dari CPU dengan jumlah core tinggi sekaligus memiliki kinerja multi-threaded yang luar biasa. Selain itu, DDR5 juga lebih cocok dipasang untuk prosesor Intel Core Generasi-14 dibanding DDR4.
Untuk mempermudah pengguna dalam mendapatkan kit memori dengan kecepatan tinggi, semua motherboard ASUS Z790 yang memiliki dukungan DDR5 dibekali dengan akses profil AEMP II. Dibangun melalui metode pelatihan yang fleksibel, profil AEMP II ini memudahkan pengguna untuk mengatur memori mereka di atas pengaturan dasar dengan tetap mempertahankan operasi sistem yang stabil. Dengan AEMP II, pengaturan optimasi memori dapat dilakukan hanya dengan sekali klik, baik untuk memaksimalkan modul entry-level atau menyiapkan kit berkecepatan tinggi untuk mendapatkan kinerja terbaik.
Sekarang, AEMP II menawarkan lebih banyak fleksibilitas. Dengan pembaruan firmware terbaru, AEMP II memungkinkan pengguna untuk mengoptimalkan kinerja konfigurasi RAM DDR5 empat DIMM, bahkan dengan kombinasi berbagai merek dan bentuk. Pengguna juga dapat meningkatkan kapasitas memori dengan menambahkan DIMM tambahan dengan lebih mudah. Dengan AEMP II, pengguna dapat memperoleh kinerja memori yang optimal meskipun menggunakan modul memori yang berbeda.
Fitur DIY-friendly mempermudah perakitan PC
Ketika merancang komponen PC, kami berusaha untuk membuat proses perakitan PC menjadi lebih mudah. Inovasi ASUS Q-Design eksklusif di seluruh lini produk ASUS Z790 menyederhanakan dan mempersingkat proses perakitan dan pembaruan PC.
Kartu grafis canggih yang ada saat ini sering kali memiliki solusi pendinginan yang tangguh dan backplate yang kokoh. Sebetulnya dua hal tersebut bagus untuk kinerja, tetapi, di sisi lain keduanya dapat menghalangi pelepasan pengunci PCIe®. Tombol ASUS PCIe Slot Q-Release memudahkan pengguna dalam melepaskan kartu grafis dari slot dengan sekali tekan. ASUS pertama kali meluncurkan fitur ini pada motherboard Z690 kelas atas dan dengan bangga memasangkannya pada model TUF Gaming mainstream.
Senada dengan hal di atas, desain slot DIMM tradisional mengharuskan pengguna untuk mengunci kedua sisi memori. Pengguna yang memiliki jari cukup besar seringkali merasa kesulitan untuk membuka pengait yang sangat dekat dengan kartu grafis. Oleh karena itu, ASUS juga telah menyertakan desain satu pengait Q-DIMM di berbagai motherboard Z790-nya. Dengan fitur ini, pengguna tidak perlu bersusah payah melepas kait yang mungkin terlalu dekat dengan kartu grafis mereka. Hanya perlu satu kait di sisi yang paling mudah dijangkau pada slot DIMM untuk menahan modul memori dengan kuat di tempatnya. Sekarang, memasang modul — dan meningkatkannya — jauh lebih mudah.
Motherboard ASUS Z790 terbaru bahkan membantu pengguna yang tidak dapat memasang modul memori dengan benar dengan menghadirkan Indikator Q-LED. Indikator Q-LED akan menyala — bahkan sebelum booting — untuk memberi tahu pengguna bahwa modul memori tidak terpasang dengan benar.
ASUS juga telah menyederhanakan proses pemasangan drive M.2 dengan menghadirkan M.2 Q-Latch. M.2 Q-Latch memberikan kenyamanan kepada pengguna karena mereka tidak perlu berurusan dengan baut M.2 yang kecil dan mudah hilang. Sekarang, mereka dapat mengencangkan atau melonggarkan drive M.2 hanya dengan ujung jari mereka. Pengguna akan menemukan M.2 Q-Latch di setiap motherboard ROG Maximus, ROG Strix, dan TUF Gaming Z790.
Keunggulan pendingin air: ROG Maximus Z790 Formula
Pengguna yang berencana merakit PC dengan pendingin cair khusus atau mempertimbangkan merakit komponen bertema putih wajib rasanya untuk melihat ROG Maximus Z790 Formula. Permukaan berwarna putih polos di seluruh heatsink dan shroud I/O terintegrasi memberikan tampilan menawan dengan aksen dari tampilan layar OLED di heatsink yang dapat disesuaikan untuk slot M.2 pusat. VRM HybridChill terbaru yang terbuat dari tembaga menawarkan pendinginan pasif yang memukau sekaligus dapat disambungkan ke sistem pendingin khusus untuk mendapatkan daya pendinginan yang lebih besar.
Sebagai motherboard ROG Maximus, ROG MAXIMUS Z790 Formula menghadirkan serangkaian fitur yang sangat menarik. Pengguna dapat menemukan sepasang port Thunderbolt™ 4 dan sejumlah port USB berkecepatan tinggi di rear panel. WiFi 7 dan port Ethernet 5 Gbps juga dihadirkan untuk memberikan jaringan dengan bandwidth tinggi yang kuat. Terakhir, solusi audio ROG SupremeFX menghasilkan suara yang jernih untuk memberikan pengalaman gaming yang memuaskan.
Memory Overclocking Powerhouse : ROG Maximus Z790 Apex Encore
Saat overclocker profesional mencari motherboard sebagai platform untuk memaksimalkan kinerja memori yang memecahkan rekor, mereka sering kali memilih motherboard ROG Maximus Apex . ROG Maximus Z790 Apex telah membantu tim overclocking ASUS Republic of Gamers mendorong CPU Intel melewati batasan 9 GHz. Kini, ASUS bersiap mengikuti putaran kedua menggunakan ROG Maximus Z790 Apex Encore.
Solusi daya yang kuat dari motherboard ini menyediakan platform kelas atas untuk menyuguhkan kinerja yang luar biasa. Daya akan masuk ke board melalui konektor daya 8+8 ProCool II. Pin kokoh pada konektor ini menawarkan kontak yang lebih baik dengan colokan power supply, pembuangan panas yang lebih baik, serta lebih andal dibanding hardware biasa. 24-phase Vcore dan 2-phase VCCAUX teamed power stage yang dinilai hingga 105 ampere memberikan daya yang stabil ke CPU, sedangkan heatsink VRM yang kokoh menjaga sirkuit tetap dingin saat bekerja di bawah tekanan.
Melalui ROG Maximus Z790 Apex Encore, ASUS memperkenalkan cara baru untuk mengeluarkan kinerja penuh dari hardware PC pengguna. ASUS menghadirkan ROG DDR5 Fan Kit agar pengguna dapat mempertahankan suhu memori tetap rendah dengan kipas berkinerja tinggi yang diarahkan ke seluruh slot memori. Solusi pendingin ini meningkatkan stabilitas DDR5 untuk mengeluarkan potensi overclocking memori. Dengan kit yang tepat, pengguna dapat memperoleh kecepatan hingga 8400+ MT/s.
ASUS juga menghadirkan ROG Water Cooling Zone untuk memanjakan perakit PC yang menggunakan pendingin cair untuk mendinginkan suhu PC. Header suhu air ganda dan header laju aliran pada ROG Water-Cooling Zone memberikan informasi langsung ke utilitas Fan Xpert 4 ROG yang intuitif sehingga pengguna tetap memiliki kendali terhadap panas dan tetap tenang di setiap pertandingan.
Di sisi lain, fitur intelligent control eksklusif dari ASUS memudahkan pengguna dalam mengoptimalkan pengalaman komputasi mereka. AI Overclocking melakukan penyesuaian CPU untuk menghasilkan kinerja kelas atas hanya dengan beberapa klik saja. Fitur ini menggunakan kontroler mikro onboard khusus untuk melacak suhu dan telemetri frekuensi, kemudian mmproses data tersebut melalui algoritma canggih yang dirancang oleh para ahli untuk melakukan overclock sistem. Fitur AI Cooling II juga dihadirkan untuk memantau CPU dan menggunakan data dari stress test untuk menghitung kecepatan kipas terendah yang diperlukan untuk mendinginkan sistem secara efektif. Untuk memastikan bahwa pengguna memiliki semua tool yang dibutuhkan untuk menguji dan memantau memori mereka, ASUS membekalinya dengan langganan 1 tahun AIDA64 Extreme serta Memtest86 yang sudah diinstal di ROG UEFI (BIOS).
Standar gaming baru: ROG STRIX Z790-E Gaming WiFi II
Motherboard ROG Strix mengambil DNA inti dari seri ROG Maximus yang diubah ke dalam desain yang lebih sederhana dengan performa gaming yang luar biasa dan gaya yang menonjol. ROG STRIX Z790-E Gaming WiFi II adalah model dengan kinerja tertinggi dalam jajaran ini.
Dengan slot PCIe 5.0 x16 dan slot PCIe 5.0 M.2 onboard, ROG STRIX Z790-E Gaming WiFi II adalah motherboard ROG Strix yang wajib dimiliki jika pengguna menginginkan kartu grafis dan SSD terbaik saat ini dan di masa mendatang. Motherboard ini menawarkan solusi daya yang tangguh untuk overclocking, WiFi 7, dan konektor front panel berkecepatan tinggi menggunakan port USB Type-C ® dengan Power Delivery 30 W dan pengisian daya cepat.
Perpaduan gaya dan kinerja yang tangguh: ROG STRIX Z790-F Gaming WiFi II
Pengguna yang tertarik dengan gaya ROG Strix Z790-E Gaming WiFi II tetapi tidak membutuhkan slot PCIe 5.0 M.2 dapat mempertimbangkan ROG Strix Z790-F Gaming WiFi II.
Dalam banyak hal, ROG Strix Z790-F Gaming WiFi II sangat mirip dengan pendahulunya. Motherboard ini menawarkan slot PCIe 5.0 x16 generasi terbaru, WiFi 7, solusi audio ROG SupremeFX premium, dan total lima slot M.2 onboard. Beberapa perubahan yang membedakan motherboard ini dari ROG Strix Z790-E Gaming WiFi II adalah semua slot M.2-nya menggunakan kabel untuk menghadirkan kecepatan PCIe 4.0, VRM-nya tidak memiliki banyak power stage seperti ROG Strix Z790-E Gaming WiFi II, dan port USB 10 Gbps di rear panel-nya tidak sebanyak pada ROG Strix Z790-E Gaming WiFi II. Namun, dengan harga yang lebih murah, fitur-fitur tersebut menjadi pilihan menarik bagi perakit PC yang menginginkan kemewahan dengan fitur yang cukup.
Gambar dan detail lebih lanjut tentang spesifikasi motherboard ASUS Z790 terbaru dapat ditemukan di Panduan Pembelian Edge Up, atau kunjungi halaman website ASUS 700 untuk melihat video tampilan dari setiap seri.
Konami Digital Entertainment Limited (KONAMI) mengumumkan bahwa rangkaian produk dari Yu-Gi-Oh! Official Card Game (OCG) English Edition for Asia telah resmi diluncurkan hari ini (11 November). Yu-Gi-Oh! OCG English Edition for Asia tersedia di Thailand, Singapura, Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Filipina, dan Indonesia. Daftar lengkap distributor resmi produk baru juga tersedia di website resmi Yu-Gi-Oh! OCG.
Melalui peluncuran Yu-Gi-Oh! OCG English Edition for Asia, KONAMI berharap dapat memberikan pilihan bahasa lain bagi para pemain untuk menikmati Yu-Gi-Oh! OCG. Selain itu, tidak peduli bahasa mereka, semua kartu Yu-Gi-Oh! OCG yang dirilis di Asia dapat digunakan dalam semua turnamen resmi di Asia, sehingga pemain dapat menggunakan kartu Edisi Jepang yang mereka miliki bersama dengan kartu baru. Berbagai kampanye juga telah direncanakan di seluruh wilayah Asia, sehingga para pemain Asia dapat menikmati Yu-Gi-Oh! OCG lebih dari sebelumnya!
Yu-Gi-Oh! OCG English Edition for Asia diluncurkan hari ini pada 11 November (Sabtu) dengan 2 Structure Deck yang menampilkan 2 monster paling ikonik dari seri Yu-Gi-Oh!: “Blue-Eyes White Dragon” dan “Dark Magician”, siap dimainkan langsung setelah dikeluarkan dari dalam kotak!
Yu-Gi-Oh! Official Card Game Duel Monsters STRUCTURE DECK RISE OF THE BLUE-EYES
Yu-Gi-Oh! Official Card Game Duel Monsters STRUCTURE DECK ILLUSION OF THE DARK MAGICIANS
Booster Pack yang mampu memperkuat Deck akan diluncurkan pada 25 November (Sabtu) dan 16 Desember (Sabtu).
Yu-Gi-Oh! Official Card Game Duel Monsters Creation Pack 01
Yu-Gi-Oh! Official Card Game Duel Monsters Duelist Nexus
Tanggal Rilis
Nama Produk
Deskripsi
11 November
Yu-Gi-Oh! Official Card Game Duel Monsters
STRUCTURE DECK RISE OF THE BLUE-EYES
Produk English Edition for Asia mengambil motif dari monster ikonik, “Blue-Eyes White Dragon” dan “Dark Magician”.
11 November
Yu-Gi-Oh! Official Card Game Duel Monsters
STRUCTURE DECK ILLUSION OF THE DARK MAGICIANS
25 November
Yu-Gi-Oh! Official Card Game Duel Monsters
Creation Pack 01
Produk English Edition for Asia mencakup banyak kartu kuat yang terkait dengan produk mendatang “DUELIST NEXUS”!
16 Desember
Yu-Gi-Oh! Official Card Game Duel Monsters
DUELIST NEXUS
Booster Pack “DUELIST NEXUS” yang dirilis pada April 2023 dalam bahasa Jepang, akan dirilis sebagai produk English Edition for Asia.
Sebagai perayaan peluncuran produk, kampanye promosi akan diselenggarakan di wilayah Asia. Dengan membeli produk English Edition for Asia senilai USD 10 atau lebih, pemain akan menerima kotak kartu kenang-kenangan eksklusif secara acak (total 2 jenis) atau set Card Protector secara acak (total 4 jenis), selama persediaan masih ada!
Lebih lanjut lagi, KONAMI akan mengadakan turnamen persahabatan di toko-toko resmi KONAMI. Dengan membeli English Edition for Asia dalam jumlah tertentu, para pemain dapat berpartisipasi dalam turnamen dan menerima set Card Protector kenang-kenangan khusus, sedangkan pemenang akan menerima tambahan Duel Field kenang-kenangan khusus.
Selain itu, mulai bulan November, KONAMI akan mengadakan serangkaian acara tutorial secara bersamaan di pasar Asia untuk membantu pemula untuk mulai bermain, kemudian diikuti oleh ranking tournament yang dimulai pada Januari 2024 dalam rangka mempromosikan English Edition for Asia. Pemain teratas dalam turnamen akan mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi sebagai pemain terpilih pada turnamen berskala besar seperti DUELIST CUP 2023 dan bersaing pada babak-babak selanjutnya untuk mendapatkan kehormatan tertinggi. Pengumuman mengenai detailnya akan menyusul kemudian.
Silakan kunjungi website dan Facebook resmi Yu-Gi-Oh! untuk informasi lebih lanjut mengenai acara tutorial dan turnamen English Edition for Asia:
Events | Yu-Gi-Oh! OCG Duel Monsters Card Game Asia (yugioh-card.com)
Bandai Namco telah memperkenalkan petarung baru yang akan hadir di Tekken 8. Ia adalah Reina, seorang petarung wanita yang nantinya akan berperan besar dalam alur cerita di Tekken 8.
Dilansir dari PlayStation Blog, Reina rupanya sudah didesain sejak game Tekken 7. Reina memiliki karakter yang menarik, fashionable, dan juga karismatik. Gaya bertarung yang digunakan oleh Reina bernama Taido dimana ia memakai tangannya seperti pisau untuk melakukan serangan cepat dan brutal.
Tekken 8 akan rilis pada tanggal 26 Januari 2024 di PS5, Xbox Series, dan PC.