FX akan membuat film seri Far Cry yang diadaptasi dari game Far Cry kepunyaan Ubisoft. Proyek ini akan dikerjakan oleh Noah Hawley, kreator dari Fargo dan juga Alien: Earth, bersama Rob Mac, yang juga akan membintangi serial tersebut.
Film seri ini nantinya akan tayang di Hulu untuk wilayah Amerika Serikat dan Disney+ secara internasional.
Format Film Seri Far Cry
Seperti gamenya, film seri Far Cry akan mengusung format antologi. Setiap musim menghadirkan cerita yang berdiri sendiri, dengan latar berbeda dan deretan karakter baru.
Hawley melihat Far Cry sebagai sebuah kesempatan untuk membuat serial aksi berskala besar yang bisa berubah dari tahun ke tahun, namun tetap mempertahankan benang merah tematiknya. Melalui gaya penceritaan yang ambisius dan cenderung “nyeleneh”, ia dan Rob Mac berupaya membawa ciri khas mereka ke dalam adaptasi ini, tanpa kehilangan identitas Far Cry yang selalu memiliki elemen tidak terduga.
Sejak 2004, seri game Far Cry terkenal tidak hanya karena gameplay saja, tapi juga cerita unik dari para karakter antagonis yang karismatik sekaligus mengancam. Misalnya Far Cry 6 menghadirkan Giancarlo Esposito sebagai diktator Anton Castillo.
Tidak hanya itu, game Far Cry juga berlatar di berbagai penjuru dunia, dimulai dari pedalaman Amerika sampai kepulauan di Asia Tenggara. Latar ini jika diadaptasi sebagai film akan membuat Far Cry berwarna, dengan beragam latar yang selalu berbeda setiap season.
Mantan developer Telltale Games membuktikan bahwa game dengan genre story telling belum selesai. Melalui studio baru yaitu AdHoc Games, mereka justru comeback melalui Dispatch, game story telling bertema superhero yang dikemas dengan gaya episodic.
Bekerjasama dengan Critical Role, Dispatch bukan hanya sekedar game yang mendopleng kepopuleran superhero. Game ini lebih dari itu, dengan memperlihatkan sisi manusia tidak hanya dari hero, tapi juga villain ketika mereka dihadapkan dengan situasi di kantor.
Inilah pengalaman yang kami dapat selama memainkan delapan episode dari review Dispatch di PC.
Superhero is Back!
Dispatch berlatar di Los Angeles “khayalan”, di mana manusia super, alien, bahkan Demon hidup berdampingan dengan manusia biasa. Namun, tidak semua yang memiliki kekuatan super memilih jalan hidup yang lurus. Banyak juga yang hidup sebagai kriminal, memanfaatkan kekuatannya untuk merugikan yang lain, entah karena memang suka, atau karena keadaan tertentu.
Untuk mengendalikan situasi ini, muncul organisasi bernama SDN (Superhero Dispatch Network). Melalui SDN, manusia biasa bisa mendapatkan perlindungan dari superhero cukup dengan membayar. Dari sini saja kita bisa melihat kekuatan kapitalisme yang bisa membuat superhero menjadi orang suruhan.
Berada di tengah semua itu adalah Robert Robertson III. Ia juga seorang superhero yang uniknya tidak memiliki kekuatan super. Ia mengendarai semacam baju tempur yang membuatnya mendapat julukan Mecha Man. Jika semesta Marvel punya Iron Man, Dispatch punya Robert.
Karena suatu peristiwa, baju tempur Robert rusak dan tidak bisa dipakai. Tanpa baju tersebut, Robert meragukan dirinya bisa kembali beraksi sebaga superhero. Pada saat itulah ia mendadak didatangi oleh Blonde Blazer yang menawarkan pekerjaan sebagai operator di salah satu kantor cabang SDN.
Premis “mantan superhero menjadi staf kantoran” sebetulnya bukan suatu hal baru. Tema ini sudah banyak digunakan, salah satunya di film kartun The Incredibles. Tapi apa yang ditawarkan oleh Dispatch berbeda, karena lebih mengulik sisi manusia dari hero dan villain.
Tidak hanya itu, nuansa komedi dan drama juga menjadi pelengkap yang sempurna untuk menceritakan cerita. Ada momen lucu dimana kami melihat Robert kaget mendengar suara dari Sonar, lalu pada momen selanjutnya kami melihat bagaimana Invisigal yang kelihatannya cuek dan tombol, ternyata memiliki sisi yang lemah.
Selamat Datang di Z-Team
Ketika bekerja di SDN, Robert ditugaskan untuk mengelola sekelompok villain yang sedang menjalani rehabilitasi. Tim yang diberi nama Z-team ini berisi orang-orang yang bermasalah, mulai dari sikapnya hingga ego. Mereka sinis, kadang kekanak-kanakan, dan sering membuat situasi menjadi runyam.
Inilah kekuatan utama Dispatch. Game ini tidak sekadar menjadikan Z-team sebagai bahan lelucon, tapi juga menggambarkan mereka sebagai manusia yang memiliki sifat emosional, dan mengalami konflik jati diri untuk menjadi superhero. Mereka lebih seperti orang yang sedang kehilangan arah, bukan sekedar monster satu dimensi yang tidak memiliki hati dan perasaan.
Ada momen ketika mereka benar-benar menyebalkan, tapi ada juga bagian dimana kami ingin membela mereka tidak peduli separah apa situasinya. Karena pada dasarnya semua orang layak untuk mendapatkan kesempatan kedua, kecuali jika tindakan yang mereka lakukan sudah tidak bisa dimaafkan.
Sebagai supervisor, Robert akan banyak mendapat kesempatan untuk berbicara dengan mereka. Sesuai tradisi game Telltale, pemain akan diberikan pilihan dialog, mulai dari yang menantang, membela, atau justru terkesan acuh. Tentunya akan ada timer yang memaksa pemain untuk membuat keputusan.
Pilihan dialog ini bukan hanya sekedar ilusi. Kadang ada pilihan yang bisa membuka alur cerita baru, mengubah cara pandang pemain terhadap karakter tertentu, bahkan mempengaruhi ending yang akan diterima.
Voice Actor Kelas Atas
Semua drama di dalam Dispatch akan terasa datar tanpa audio yang tepat. Menyadari pentingnya elemen ini, developer menggunakan Voice Actor beralenta untuk menjadi tulang punggung game. Berkat mereka semua karakter menjadi hidup.
Ambil contoh Laura Bailey sebagai Invisigal, yang lihai dalam berpindah antar nada suara, mulai dari manja, menyebalkan, hingga tulus. Gaya bicaranya sering kali menggoda pemain untuk melanggar aturan. Sedangkan lawannya yaitu Erin Yvette sebagai Blonde Blazer memiliki intonasi dan gaya bahasa yang heroik, tapi nerdy. Inilah yang membuat kami sulit berpaling darinya.
Aaron Paul sebagai Robert juga patut diacungi jempol. Ia bukan sekadar nama besar Hollywood yang hanya ditempel agar Dispatch laris. Meski hampir dalam semua episode Robert terkesan seperti orang yang bosan dengan hidupnya, tapi ada momen dimana sifat pahlawannya yang penuh dengan optimisme muncul.
Robert adalah pria yang sedang mencoba berdamai dengan situasi hidupnya. Faktanya adalah ia bukan lagi Mecha Man yang gagah berani, melainkan hanya pria biasa dengan headset di call center.
Review Dispatch: Tidak Cuma Menyimak Cutscene Saja
Secara struktur, gameplay Dispatch akan dibagi menjadi dua bagian. Pada satu sisi, pemain akan menghabiskan banyak waktu di bagian naratif, yaitu mengobrol lewat cutscene, memilih opsi dialog, dan menjalani interaksi dengan para anggota Z-team maupun karakter lain.
Cutscene dalam Dispatch dianimasikan dengan sangat baik dan indah. Rasanya seperti sedang menonton film seri superhero di Netflix. Kalian juga bisa memperlakukan Dispatch seperti film. Caranya adalah jangan membuat pilihan, biarkan game yang melakukannya secara otomatis.
Cara karakter untuk bereaksi terhadap pilihan pemain (Muncul notifikasi “X remembered that”) juga ikut andil memperkuat atmosfer di dalam game. Jika pilihannya membantu maka akan membuat suasana menjadi bersahabat. Tapi jika pilihannya adalah against maka akan menjadi intens bahkan menakutkan.
Pada sisi yang lain, pemain akan bekerja sebagai operator di SDN. Tugas pemain adalah mengirim Z-team ke berbagai misi di kota dengan melihat map, membaca deskripsi dari masalah yang muncul, lalu menugaskan hero yang paling cocok berdasarkan atributnya.
Setiap hero akan memiliki stastik yang condong ke atribut tertentu. Sama seperti di game RPG, akan ada atribut strength, intelligence, agility, dan masih banyak lagi. Pemain hanya tinggal mencocokkan apakah atribut itu sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan dalam misi.
Hal yang menarik adalah setiap misi akan memberikan deskripsi secara verbal untuk atribut yang diperlukan. Pemain akan diajak berpikir untuk menentukan atau setidaknya mengira-ngira apakah deskripsi yang diberikan sudah sesuai dengan hero yang dipilih. Misalnya untuk menyelesaikan misi B, dibutuhkan superhero yang ahli untuk menangkap piring, yang secara tidak langsung adalah agility.
Keputusan ini juga akan berdampak dengan hasil akhir misi. Jika hero yang dipilih bekerja dengan baik, maka experience point cukup untuk membuatnya naik level, dan memberikan pemain kesempatan untuk meningkatkan statistik dari sang hero. Tapi jika misi gagal, mereka bisa terluka dan tidak bisa dipakai sementara waktu.
Beberapa hero juga memiliki skill khusus. Misalnya Prism yang bisa menduplikasi diri jika dikirim ke misi yang membutuhkan lebih dari satu hero. Invisigal yang introvert akan jadi lebih efisien jika menjalankan misi sendirian. Ada juga mekanisme Synergy, dimana jika tim hero yang dipilih sesuai satu sama lain akan memberikan kontribusi yang lebih.
Kombinasi ini membuat kerja pemain sebagai Robert di call center menjadi lebih menarik. Pastinya pemain ingin performa Z-team terus meningkat dengan memaksimalkan mekanik-mekanik tersebut.
Sebagai selingan, ada juga minigame berbentuk hacking. Dalam minigame ini Robert ditantang untuk menggunakan satu-satunya kemampuan terakhir yang dimilikinya yaitu otaknya, untuk mengakses program komputer. Minigame ini divisualisasikan dalam bentuk labirin digital, dimana Robert harus menggelindingkan bola sambil membuka akses yang terkunci, atau menghindari kejaran software anti-virus.
Minigame ini juga diintegrasikan secara sempurna dengan alur cerita. Contohnya ketika Robert harus membantu Invisigal dengan membobol sistem untuk menyalakan sprinkler sebagai pengalih perhatian. Tentunya itu semua dilakukan dengan durasi waktu sambil mendengarkan suara Invisigal yang khawatir.
Dispatch Dari Segi Teknis
Kami memainkan review Dispatch di PC dengan spesifikasi CPU i5-14400F, GPU RTX 3060, RAM 32GB, dan SSD . Untuk game seperti ini, jujur saja spesifikasinya sudah overkill. Saran kami adalah gunakan headset atau headphone ketika memainkan Dispatch untuk merasakan bagaimana hebatnya para voice actor di dalam game.
Kesimpulan Review Dispatch
Kesimpulan kami dari review Dispatch adalah game ini berhasil membuat tren superhero yang mulai menurun kembali naik berkat karakter yang kompleks, pengisi suara jempolan, dan animasi berkelas. Kombinasi antara tema superhero, drama di tempat kerja, dengan bumbu komedi (Banyak dark joke) berhasil membuat Dispatch menjadi salah satu game yang menarik di 2025. Wajib dimainkan oleh gamer yang menyukai genre story telling.
Alih-alih menempatkan pemain di medan pertempuran, game ini justru membuat pemain berada di belakang layar. Tapi justru inilah yang menyadarkan bahwa pahlawan tidak selalu berada di depan. Ada juga pahlawan yang tugasnya menjadi pendukung di belakang agar misi apapun yang dilakukan berhasil dijalankan.
Pokemon PLAY LAB kembali digelar di Indonesia dan akan hadir di 23 Paskal Shopping Center, Bandung selama tiga pekan, mulai dari 28 November hingga 14 Desember 2025.
Event pop-up store ini menghadirkan berbagai merchandise dan produk resmi Pokemon, serta menjadi destinasi baru bagi para penggemar untuk menikmati aktivitas bertema Pokémon dalam suasana interaktif dan ramah keluarga.
Bandung Jadi Lokasi Ketiga
Menurut Christina Lim, General Manager AKG Entertainment, pemilihan Bandung sebagai lokasi ketiga Pokemon PLAY LAB didorong oleh pertumbuhan komunitas penggemar Pokemon di kota tersebut serta tingginya jumlah wisatawan. Tercatat lebih dari 250 pemain aktif Pokemon Game Kartu Koleksi di portal asia.pokemon-card.com dan empat Pokémon GYM yang menjadi pusat komunitas di Bandung.
Sebelumnya, event ini juga diselenggarakan di Jakarta (April–Juni 2024) dan Surabaya (Juli–September 2025).
Merchandise Eksklusif dan Aktivitas Tematik
Di Pokemon PLAY LAB, pengunjung bisa mendapatkan berbagai produk resmi Pokemon yang belum tersedia di toko atau event lain. Selain berburu merchandise, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas seru seperti:
New Trainer Journey, program pengenalan dan pelatihan Pokémon Game Kartu Koleksi
Parade Pikachu pada hari pembukaan dan penutupan
Meet & Greet bersama Pikachu setiap akhir pekan
Pokemon Coloring untuk anak usia 7 tahun ke bawah
Tantangan keberuntungan di Pokémon Treasure Vault
Bermain Pokemon Mezastar, game interaktif untuk merasakan pengalaman menangkap dan bertanding Pokémon
Predator Triton 14 AI resmi diperkenalkan oleh Acer dan akan tersedia mulai tanggal 24 November 2025. Laptop gaming 14,5 inci ini menggabungkan performa AI generasi terbaru, layar OLED sentuh, dan sistem pendinginan berbasis graphene pertama di dunia.
Spesifikasi Predator Triton 14 AI
Acer menyebut Predator Triton 14 AI sebagai laptop gaming paling tipis di kelasnya dengan ketebalan hanya 1,1 cm dan bobot 1,6 kg. Ditenagai prosesor Intel Core Ultra 9 288V dan GPU NVIDIA GeForce RTX 5070 8GB (798 AI TOPS), laptop ini tidak hanya tangguh menjalankan game AAA, tetapi juga mampu menangani software profesional seperti Adobe Suite dan Blender tanpa hambatan.
Salah satu keunggulan laptop ini adalah layar OLED WQXGA+ 14,5 inci beresolusi 2880×1800 dengan refresh rate 120Hz. Layar ini menawarkan warna akurat dengan cakupan 100% DCI-P3 dan sertifikasi Calman Verified. Dukungan stylus dan fitur layar sentuh memberikan pengalaman mirip tablet profesional, memungkinkan pengguna membuat sketsa, retouch, hingga berinteraksi langsung dengan konten. Haptic touchpad berbahan Corning Gorilla Glass menambah kenyamanan navigasi dengan respons sentuhan yang presisi dan daya tahan tinggi.
Laptop ini juga akan menjadi pertama yang menggunakan teknologi Graphene Thermal Interface Material (TIM) sebagai pengganti thermal grease tradisional. Teknologi ini meningkatkan efisiensi pembuangan panas hingga 14,5%, memastikan performa tetap stabil meski digunakan untuk gaming atau rendering berat. Sistem pendingin dikombinasikan dengan 6th Gen AeroBlade™ 3D Metal Fan, Vapor Chamber, dan Vortex Flow Technology untuk menjaga suhu tetap terkendali dalam kondisi kerja ekstrem.
Harga dan Ketersediaan
Predator Triton 14 AI tersedia mulai 24 November 2025 di jaringan resmi Acer, eStore, dan marketplace partner dengan harga Rp44.999.000. Laptop ini sudah dilengkapi Windows 11 Home, Microsoft Office Home 2024, serta garansi 3 tahun (on-site service, sparepart, servis) dan tambahan 1 tahun Accidental Damage Protection (ADP).
HoYoverse telah mengumumkan update Genshin Impact Version Luna III, Song of the Welkin Moon: Interlude — “A Nocturne of the Far North”, akan dirilis pada tanggal 3 Desember 2025. Update ini melanjutkan kisah Nod-Krai yang tengah bersiap menyambut Moon-Prayer Night, sebuah festival besar yang sekaligus menjadi malam terakhir sang Dameselette sebelum memulai perjalanannya ke bulan.
Moon-Prayer Night di Update Genshin Impact Version Luna III
Setelah Rächer of Solnari dikalahkan, Nasha Town kembali hidup dengan lampu-lampu festival dan keramaian Moon-Prayer Night. Momen ini bukan sekadar pesta, tetapi juga perpisahan emosional sebelum Dameselette meninggalkan dunia menuju bulan. Di tengah kembang api dan musik, para pemain dapat berkeliling kota, berinteraksi dengan NPC, serta menuntaskan aktivitas sampingan lewat buku stempel yang menyimpan memori Moon-Prayer Night.
Namun kedamaian itu tidak bertahan lama. Rombongan Hexenzirkel tiba sebagai tamu tidak terduga. Alice, ibu Klee, muncul bersama Nicole Reeyn yang sebelumnya membantu mengurai ramalan Fontaine. Mereka membawa kabar mengkhawatirkan: Teyvat mulai tidak stabil dan “Phantom” aneh bermunculan di seluruh Nod-Krai. Bersama Albedo, Durin, dan Wanderer, pemain akan menyelidiki asal-usul fenomena ini lewat rangkaian quest baru.
Durin, Jahoda, dan Sistem Hexerei Characters
Durin adalah salah satu karakter baru bintang 5 pengguna Sword dengan elemen Pyro. Ia memiliki dua gaya bertarung berbeda. Pertama adalah wujud yang mencerminkan jiwa murni Simulanka yang fokus mendukung tim dengan mengurangi Elemental Resistance musuh dan memberikan AoE Pyro DMG. Sementara bentuk kedua yang terinfeksi energi Abyssal akan lebih agresif, mengutamakan serangan satu target dengan reaksi Vaporize dan Melt, sekaligus memperkuat dirinya sendiri.
Jahoda hadir sebagai karakter bintang 4 pengguna Bow dengan elemen Anemo. Ia berperan sebagai healer yang mampu menyerap elemen tertentu untuk mengubah serangannya menjadi DMG dengan elemen yang sesuai.
Melalui pembaruan di Genshin Impact Version Luna III ini, HoYoverse juga memperkenalkan sistem “Hexerei characters”. Melalui quest Alice yang berjudul “Witch’s Homework”, beberapa karakter seperti Durin, Venti, Klee, Albedo, Mona, Razor, Fischl, dan Sucrose akan mendapat kemampuan spesial baru, serta perubahan efek Constellation.
Bagi pemain yang gemar membuat konten dalam game, UGC Miliastra Wonderland juga menerima pembaruan penting. Fitur “Wonderland Resource Center” memungkinkan para Craftspeople berbagi dan mendapatkan berbagai resource, desain, hingga konten kreatif yang dibuat komunitas.
Promo Black Friday Sega saat ini sedang berlangsung di PlayStation Store dan Steam, menawarkan potongan harga besar hingga 65% untuk berbagai judul game populer.
Promo Black Friday Sega di PlayStation Store
Dalam rangka Promo Black Friday, beberapa judul menarik mendapatkan potongan harga di PlayStation Store.
Sonic Racing: CrossWorlds Digital Deluxe Edition mendapatkan promo 30%, sedangkan Shinobi: Art of Vengeance, game platformer bertema ninja juga mendapatkan potongan 30%.
Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii edisi Deluxe hadir dengan diskon 49%, sementara Metaphor: ReFantazio, pemenang Grand Award di Japan Game Awards 2025, didiskon 50%. Tidak ketinggalan, Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles 2 tersedia dengan diskon 30%.
Promo Black Friday Sega di Steam
Pada platform Steam, Promo Black Friday turut menawarkan potongan menarik hingga 65%. Pemain dapat memperoleh SonIc X Shadow Generations dengan diskon 50% dan Puyo Puyo Tetris 2 dengan potongan 24%.
Dari lini Atlus, Persona 5 Royal mendapat diskon terbesar hingga 65%, sementara Metaphor: ReFantazio kembali hadir dengan potongan 50%. Game Shinobia: Art of Vengeance serta Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles 2 juga tersedia dengan diskon 30%.
Periode Promo
Promo Black Friday di PlayStation Store berlangsung hingga 1 Desember 2025, sedangkan versi Steam berlaku hingga 4 Desember 2025.
Promo Black Friday Square Enix telah berlangsung hingga awal Desember 2025 di PlayStation Store dan Steam. Dalam promo ini, Square Enix menawarkan diskon digital hingga 60% untuk sejumlah judul game populernya.
Promo Black Friday Square Enix adalah kesempatan kalian untuk mendapatkan Final Fantasy VII Rebirth dan Final Fantasy VII Remake & Rebirth Twin Pack dengan potongan harga 50% di PS5 dan Steam. Octopath Traveler 2 serta NieR: Automata Game of the YoRHa Edition juga hadir dengan diskon menarik mencapai 60%. Sedangkan Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven mendapatkan potongan 40%.
Selain itu Final Fantasy X/X-2 HD Remaster, Dragon Quest XI S: Echoes of an Elusive Age, hingga Final Fantasy VII Remake Intergrade juga akan mendapatkan harga spesial dengan diskon sampai 60%.
Promo ini berlangsung hingga 2 Desember 2025 untuk Steamm, sementara di PlayStation Store berlaku hingga 1 Desember 2025.
Ubisoft telah merilis video gameplay untuk ekspansi Avatar: Frontiers of Pandora: From the Ashes. Ekspansi ini akan dirilis pada tanggal 19 Desember di Ubisoft+, Xbox Series, PS5, Amazon Luna, serta PC via Ubisoft Connect, Steam, dan Epic Games Store.
Cerita Ekspansi Avatar: Frontiers of Pandora
Ekspansi ini menceritakan perjalanan So’lek, seorang prajurit Na’vi berpengalaman yang menyusup ke Arahane Hometree di Kinglor Forest yang terbengkalai dan telah dikuasai RDA dan klan Ash.
So’lek akan menggunakan busur, pisau, serta kemampuan stealth. Ia juga memiliki Warrior Senses untuk meningkatkan kekuatan serangan. Lawan dari So’lek adalah RDA yang membawa teknologi terbaru seperti AMP, Skel suits, dan Hellhounds. Ia juga harus menghadapi Mangkwan Warband, klan Na’Vi musuh yang dipimpin Wukula.
Setiap berhasil menang dari combat, So’lek akan mendapatkan experience berupa Dog Tags yang digunakan untuk mengembangkan kemampuan tempur dan stealth melalui sistem progresi yang lebih efisien.
Konami Digital Entertainment Limited (KONAMI) hari ini mengumumkan SILENT HILL 2, remake dari game horor psikologis terkenal yang awalnya dirilis di tahun 2001, sekarang hadir di Xbox Series X|S. Untuk menandakan perilisannya, para pemain pengguna Xbox dan Windows PC bisa masuk ke dalam dunia penuh kabut SILENT HILL 2 dengan diskon hingga 50%.
Selain itu, bundle spesial waktu terbatas tersedia bersama SILENT HILL f – dinominasi tahun ini dalam tiga kategori besar untuk The Game Awards yang juga diskon hingga 20%. Kedua game SILENT HILL yang ikonik ini bisa dimainkan di PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC via Steam, Windows, GOG, dan Epic.
Diskon Black Friday:
20 Nov.- SILENT HILL f sekarang diskon 20% di Xbox Stores untuk pertama kalinya
21 Nov.- SILENT HILL f sekarang diskon 20% di PlayStation Stores untuk pertama kalinya
25 Nov.- SILENT HILL f diskon 20% di Steam, Epic, dan GOG
25 Nov.- SILENT HILL 2 diskon hingga 50% di semua platform untuk pertama kalinya
Untuk informasi lebih lanjut tentang Penjualan Black Friday, silakan kunjungi:
Update SILENT HILL f, patch 1.10, dirilis 13 Nov. dan memperkenalkan tingkat kesulitan baru yang menyediakan gameplay kasual bagi para pemain. Update ini juga termasuk stage yang bisa dilewatkan di New Game + untuk mereka yang ingin mengulang game setelah menamatkannya dan berbagai macam bug fixes.
Untuk info terbaru mengenai SILENT HILL ikuti channel resmi KONAMI di:
Zoopunk telah diumumkan oleh TiGames dalam acara Xbox Partner Preview Showcase. Game action terbaru ini sedang dikembangkan untuk PS5, Xbox Series, serta PC.
Hal yang menarik dari Zoopunk adalah karakter di dalam game adalah hewan, yang lebih tepatnya adalah herbivora. Merasa familiar dengan gayanya? Wajar karena game ini masih satu semesta dengan F.I.S.T.: Forged in Shadow Torch yang juga dibuat oleh TiGames.’
Berlatar beberapa dekade sebelum F.I.S.T.: Forged in Shadow Torch, mengisahkan asal-usul Torch City dan awal konflik besar yang disebut First Torch War. Gameplay berfokus pada pertarungan intens dengan karakter hewan yang memiliki gaya bertarung berbeda.
Mesin Berkuasa di Zoopunk
Zoopunk berlatar beberapa dekade sebelum F.I.S.T.: Forged in Shadow Torch, menceritakan tenatng asal-usul Torch City dan awal konflik besar yang disebut First Torch War.
Penemuan energi fire seed memicu kemajuan teknologi cepat, tetapi juga menyebabkan kekacauan besar. Energi tersebut membuat mesin memiliki kesadaran. Mesin yang awalnya diciptakan untuk membantu, mqlqh justru berbalik menyerang dan membangun kekaisarannya sendiri.
Sistem combat dalam Zoopunk didesain berdasarkan karakteristik ketiga karakternya. Braton si Badak yang bertenaga akan menggunakan pedang api besar. Sedangkan Rayton si Kelinci mengandal kecepatan dan kelincahannya. Terakhir, Trixie si Tupai menggunakan strategi hit-and-run dan juga akrobatik.