Home Blog Page 2

Xbox Ditinggal Dua Pucuk Pimpinannya

0
Xbox Ditinggal Dua Pemimpinnya

Xbox sedang mengalami perombakan besar di tingkat manajemen. Pucuk pimpinan dari tim Xbox, Phil Spencer telah memutuskan pensiun. Ia dijadwalkan mundur secara resmi dari posisi CEO Microsoft Gaming pada Senin, 23 Februari.

Posisi Spencer akan diisi oleh Asha Sharma, eksekutif yang bergabung ke Microsoft pada tahun 2024 sebagai presiden produk CoreAI.

Tidak cuma itu, Sarah Bond yang sebelumnya dianggap akan menggantikan peran Spencer justru mengundurkan diri dari posisinya sebagai President dan COO Microsoft Gaming. Kekosongan posisi ini akan diisi oleh Kepala Xbox Game Studios, Matt Booty yang akan bekerja berdampingan dengan Sharma.

Perubahan Besar di Dalam Xbox

Peralihan kepemimpinan ini disebut sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Dikutip dari VGC, Spencer menyampaikan kepada staf Microsoft melalui email internal bahwa ia sudah menyampaikan rencana ini kepada CEO Microsoft Satya Nadella sejak musim gugur tahun lalu.

“Musim gugur lalu, saya berbicara dengan Satya Nadella tentang pemikiran untuk mundur dan memulai babak berikutnya dalam hidup saya,” tulis Spencer.

Ia menambahkan bahwa proses transisi ini sudah disusun untuk menjaga stabilitas fondasi yang sudah dibangun.

Spencer juga menekankan Xbox bukan sekadar unit bisnis. “Xbox selalu lebih dari sekadar bisnis. Ini adalah komunitas yang hidup dari para pemain, kreator, dan tim yang sangat peduli dengan apa yang kami bangun dan bagaimana kami membangunnya,” Tulisnya.

Penunjukan CEO Baru dan AI

Penunjukan Asha Sharma memunculkan pertanyaan karena rekam jejaknya di bidang AI. Latar belakang ini memunculkan pertanyaan seberapa besar AI generatif akan masuk ke ekosistem Xbox ke depan.

Namun, Sharma menepis kekhawatiran itu. Kepada Variety, ia menegaskan dirinya tidak mentoleransi AI yang buruk. “Kami tidak akan mengejar efisiensi jangka pendek atau membanjiri ekosistem kami dengan ‘AI murahan tanpa jiwa’,” kata Sharma.

Menurutnya game adalah dan akan selalu menjadi hasil karya seni yang dibuat oleh manusia.

Rangkaian perubahan dalam struktur kepemimpinan ini pastinya akan menimbulkan efek ke seluruh sistem organisasi Xbox. Harapannya dengan dimulainya era baru ini, divisi gaming milik Microsoft bisa lebih memberikan dampak ke industri game.

Bagaimana menurut kalian?

Sony Tutup Studio Spesialis Game Remake

0
Sony Tutup Studio Spesialis Game Remake

Sony tutup studio Bluepoint Games. Studio ini adalah salah satu anak perusahaan PlayStation yang dikenal sebagai spesialis dalam membuat remake. Sony beralasan penutupan ini dilakukan setelah proses evaluasi bisnis terbaru.

Alasan Sony Tutup Studio Bluepoint Games

Berbicara kepada Bloomberg, juru bicara PlayStation memberikan estimasi sekitar 70 karyawan akan kehilangan pekerjaan seiring penutupan Bluepoint Games. Studio yang berbasis di Austin, Amerika Serikat ini akan resmi ditutup pada Maret 2026.

Alasan yang lebih luas ikut disampaikan oleh bos PlayStation Studios, Hermen Hulst, melalui pesan yang dibagikan oleh user Resetera, Hulst menyoroti lingkungan industri yang kian menantang, mulai dari biaya pengembangan yang naik, pertumbuhan industri yang melambat, hingga perubahan perilaku pemain dan tekanan ekonomi yang membuat produksi game lebih sulit dijalankan secara berkelanjutan.

Dalam konteks ini, Hulst menilai perusahaan perlu terus beradaptasi agar tetap relevan dan siap menghadapi masa depan.

Jejak Bluepoint Games

Bluepoint Games berdiri pada 2006 dan membangun reputasi mereka lewat berbagai proyek remake untuk platform modern. Beberapa contohnya adalah Shadow of the Colossus dan Demon’s Souls untuk PS5.

Sony mengakuisisi Bluepoint pada 2021. Setelah bergabung, studio ini ikut menangani pengembangan God of War Ragnarok. Seusai proyek itu, studio ini sempat mengerjakan game God of War live-service, tetapi proyek tersebut dilaporkan batal pada Januari 2025.

Bagaimana menurut kalian?

PHK di Ubisoft Terjadi Lagi, Salah Satu Studio Terbesar Jadi Korban

0
PHK di Ubisoft Terjadi Lagi, Kali Ini Terjadi di Salah Satu Studio Terbesar

PHK di Ubisoft kembali terjadi! Kali ini korbannya adalah sekitar 40 karyawan atau kurang lebih 8% dari total pekerja di Ubisoft Toronto. Studio ini merupakan salah satu studio terbesar milik Ubisoft yang mengerjakan Watch Dogs: Legion dan Far Cry 6.

Alasan PHK di Ubisoft Toronto

Dikutip dari VGC, langkah ini merupakan bagian dari penyesuaian internal. Klaim Ubisoft adalah keputusan ini tidak diambil dengan mudah dan tidak mencerminkan kualitas maupun kontribusi individu yang terkena dampak. Saat ini fokus perusahaan, menurut adalah membantu para karyawan melewati masa transisi lewat paket pesangon yang komprehensif dan bantuan karier.

Meski mengalami pengurangan tenaga kerja, Ubisoft Toronto masih dipercaya untuk mengerjakan proyek remake Splinter Cell. Proyek ini pertama kali diumumkan pada tahun 2021.

Lanjutan Dari Restrukturisasi Besar-Besaran

Pemangkasan di studio Toronto ini merupakan lanjutan dari langkah Ubisoft dalam melakukan “major reset” di perusahaan. Dalam rencana tersebut, tim kreatif akan direstrukturisasi secara besar-besaran menjadi unit yang lebih otonom. Bersamaan dengan itu, perusahaan juga menjalankan inisiatif efisiensi biaya.

Imbasnya, Ubisoft telah menghentikan enam proyek yang dinilai tidak memenuhi standar baru. Salah satu yang paling disorot adalah Prince of Persia Remake yang disebut batal, sementara judul lain tidak diungkapkan secara rinci. Ubisoft juga memilih menunda tujuh game demi memastikan patokan kualitas terpenuhi, termasuk satu judul yang awalnya ditargetkan rilis pada tahun fiskal 2026 namun kini mundur ke tahun fiskal 2027.

Daftar baru PHK di Ubisoft menambah daftar tekanan yang sedang dihadapi oleh perusahaan, sekaligus membuat fans kebingungan dengan kepastian arah dari publisher besar asal Perancis ini.

PGL 2026 Gandeng ASUS ROG, Siapkan Monitor dan PC Gaming Setahun Penuh

0
PGL 2026 Gandeng ASUS ROG, Siapkan Monitor dan PC Gaming Setahun Penuh

PGL 2026 akan berjalan dengan dukungan penuh dari ASUS Republic of Gamers (ROG) setelah keduanya mengumumkan kerja sama ekstensif untuk musim kompetisi tahun ini. ROG ditunjuk sebagai mitra resmi penyedia monitor, PC, dan periferal yang digunakan di pertandingan PGL, baik untuk event arena seperti PGL Cluj-Napoca maupun produksi di studio Bucharest serta penyelenggaraan global lainnya.

PGL 2026 Pakai Monitor ROG 610Hz di Semua Arena

Salah satu sorotan utama kolaborasi ini adalah penggunaan ROG Strix XG248QSG Ace sebagai monitor resmi di seluruh arena pertandingan. Monitor 24,1 inci ini mengusung panel FHD Super-TN dengan refresh rate hingga 610Hz (overclock). ROG juga menyematkan teknologi Extreme Low Motion Blur 2 untuk menajamkan pergerakan di layar, yang penting untuk game kompetitif berintensitas tinggi. Hasilnya, pemain bisa mengandalkan visual yang halus tanpa mengorbankan respons.

Periferal ROG Ace untuk Input Super Presisi

Selain monitor, atlet yang tampil di PGL 2026 juga mendapat dukungan dari lini ROG Ace esports yang dikembangkan berdasarkan masukan pemain profesional. Pada kategori mouse, ROG Harpe II Ace tampil sebagai perangkat ultra-ringan 48 gram dengan sensor optik ROG AimPoint Pro 42.000 dpi. Mouse ini memakai ROG Optical Micro Switches dan teknologi nirkabel SpeedNova 8K dengan polling rate nirkabel 8.000Hz untuk respons yang konsisten.

Untuk keyboard, ROG Falchion Ace 75 HE membawa layout 75% serta switch magnetik HFX V2/V2X dan sensor Hall terbaru. Fitur seperti Rapid Trigger, touch panel, tombol multifungsi, dan polling 8.000Hz disiapkan untuk keystroke yang cepat dan presisi. Sementara itu, ROG Delta II melengkapi sisi audio dengan koneksi nirkabel tri-mode, driver 50mm, mikrofon boom 10mm, dan baterai hingga 110 jam.

PC Turnamen “Powered by ASUS”

PGL Esports Station berlabel Powered by ASUS akan menjadi standar perangkat turnamen di musim ini. ROG menyiapkan rakitan berbasis ASUS Prime GeForce RTX 5080, motherboard TUF Gaming X870E-Plus WiFi 7, PSU TUF Gaming 1000W Gold, serta prosesor AMD Ryzen 7 9800X3D untuk performa stabil dalam sesi pertandingan panjang.

Bagaimana menurut kalian?

Jadwal Acara Resident Evil Requiem Launch Event di Gandaria City

0
Resident Evil Requiem Launch Event Jakarta

Resident Evil Requiem Launch Event siap menyambangi Jakarta selama dua hari tanggal 28 Februari–1 Maret 2026 di Mini Atrium (LG), Gandaria City. Acara ini akan diramaikan oleh rangkaian aktivitas dan juga merchandise resmi yang ditujukan khusus bagi fans Resident Evil Indonesia.

Ragam Aktivitas di Resident Evil Requiem Launch Event

Pada area booth, pengunjung bisa menjajal demo Resident Evil Requiem melalui kios playable yang tersedia sepanjang acara. Setelah menyelesaikan sesi bermain, peserta akan mendapatkan Resident Evil Requiem Sticker Set sebagai bonus.

Capcom juga menghadirkan mini game Zombie Hunting Ground, yaitu arena tembak-tembakan bertema yang menantang pemain mengalahkan zombie dan mengumpulkan skor setinggi mungkin untuk memperebutkan hadiah eksklusif.

Deretan hadiah yang disiapkan antara lain Umbrella Corporation Enamel Pin, Raccoon City Welcome Sign Acrylic Keychain, dan Resident Evil Requiem Edition Lanyard. Kalian juga bisa mampir ke Raccoon City Photo Spot untuk foto dan video di sudut kota ikonik yang dibuat ulang. Bagikan konten dengan tagar #RE9LaunchJakarta2026 serta menandai akun @capcomsg untuk memperoleh Resident Evil Requiem Sticker Set.

Bagi yang ingin berbelanja, Resident Evil Requiem Launch Event menyediakan booth penjualan edisi game dan merchandise resmi, termasuk item bertema 30th Anniversary, Resident Evil Requiem, serta beberapa merchandise Capcom pilihan lain selama stok masih tersedia.

Jadwal Panggung

Berikut adalah susunan jadwal acara tanggal 28 Februari dan 1 Maret 2026:

Sabtu, 28 Februari 2026

  • 13:20 – 13:50: RE Requiem Quiz

  • 14:00 – 14:15: Opening for Live Stage

  • 14:15 – 15:00: Let’s Play Resident Evil Requiem with RESILOREID (Part 1)

  • 15:10 – 15:40: RE Series Cosplay Walk (Part 1)

  • 16:00 – 16:45: Let’s Play Resident Evil Requiem with RESILOREID (Part 2)

  • 17:00 – 17:30: RE Series Cosplay Walk (Part 2)

Minggu, 1 Maret 2026

  • 13:00 – 13:20: Stage Opening

  • 13:30 – 14:00: RE Requiem Quiz

  • 16:00 – 16:45: Let’s Play Resident Evil Requiem with RESILOREID – Deep Dive

Acara di panggung akan dipandu oleh Aldo (The Lazy Monday) dan Yudha (RESILOREID) di kedua hari. Bagi yang yang tidak bisa datang langsung, sebagian segmen panggung hari Sabtu juga akan tayang melalui livestream di YouTube Capcom Asia dan The Lazy Monday.

Infinix Note 60 Resmi Meluncur di Indonesia, Gandeng MLBB

0
Infinix Note 60 Resmi Meluncur di Indonesia, Gandeng MLBB

Infinix Note 60 Series resmi hadir di Indonesia bersama dengan Note 60 Pro dan Note 60 Ultra. Lewat kampanye “It’s NOTE What You Think”, Infinix menegaskan langkah naik kelas dengan lonjakan spesifikasi besar. Infinix juga menggandeng mitra global seperti Snapdragon, Pininfarina, serta SOUND BY JBL agar seri Note terbaru lebih siap bersaing di level yang lebih tinggi, khususnya untuk kebutuhan gaming, hiburan, dan produktivitas.

Infinix juga mengumumkan kemitraan strategis sebagai sponsor smartphone utama Mobile Legends: Bang Bang Professional League (MPL) Indonesia dan Mobile Legends: Bang Bang Development League (MDL) Indonesia. Kolaborasi ini berlangsung selama empat musim berturut-turut atau dua tahun ke depan, menandai dukungan jangka panjang Infinix untuk pertumbuhan esports Indonesia.

Dalam kerja sama ini, Infinix dan MPL Indonesia juga memperkenalkan gelar baru bagi tim terbaik, yaitu “Kingfinix”. Julukan eksklusif tersebut akan disematkan kepada tim juara MPL Indonesia sebagai simbol supremasi dan semangat mendobrak batas.

Spesifikasi Infinix Note 60 Series

Untuk Infinix Note 60, Infinix mempertahankan kesan premium lewat metal frame dan layar 1.5K Ultra HDR 144Hz. Smartpone ini memakai MediaTek Dimensity 7400 Ultimate 5G, membawa fitur Active Halo untuk notifikasi, sistem pendingin 3D IceCore Vapor Chamber, serta kamera 50MP OIS dengan mode Live Photo.

Pada Note 60 Pro, Infinix memperkenalkan Snapdragon 7s Gen 4 yang diklaim mampu menghadirkan peningkatan kinerja signifikan dan mendukung game seperti Mobile Legends: Bang Bang hingga 120 FPS. Untuk menjaga kestabilan, perangkat ini dibekali sistem pendingin 3D IceCore Vapor Chamber yang ditingkatkan agar suhu tetap optimal ketika dipakai intensif.

Pada sisi hiburan, Infinix Note 60 dan Note 60 Pro sama-sama mengusung SOUND BY JBL dengan sistem audio stereo yang disetel khusus. Kombinasi ini dipadukan dengan layar 1.5K Ultra HDR Cinematic Display 144Hz, sehingga pengalaman menonton, scrolling, dan gaming terasa lebih mulus serta imersif.

Untuk kamera, Note 60 Pro dibekali kamera utama 50MP OIS Night Master Camera, dilengkapi Ultra HDR, 2x lossless portrait zoom, serta perekaman 4K ultra-steady. Infinix juga menghadirkan AI Studio agar proses editing foto dan video lebih cepat dan praktis.

Infinix juga menyediakan model Note 60 Ultra, sebagai langkah paling ambisius dalam perjalanan menuju segmen flagship.

Harga dan Ketersediaan

Dari sisi harga, Infinix Note 60 varian 8GB/256GB dijual dengan harga Rp4.999.000, dengan promo First Sale Rp4.099.000 dalam waktu terbatas. Pembeli juga bisa mendapatkan bundling Smartfren berupa kuota hingga 48GB selama satu tahun. Pilihan warna yang tersedia meliputi Mist Titanium, Midnight Black, Fizz Blue, Mocha Brown, dan Rose Gold.

Sementara itu, Note 60 Pro hadir dalam warna Mist Titanium, Solar Orange, Deep Ocean Blue, dan Mocha Brown. Harganya Rp5.499.000 untuk varian 8GB/256GB, dengan promo First Sale Rp5.399.000 di platform online maupun offline resmi Infinix. Ada juga varian 12GB/256GB seharga Rp5.999.000 dengan promo First Sale Rp5.899.000, eksklusif dijual di Shopee. Khusus pembelian Note 60 Pro, tersedia bundling AXIS berupa kuota gratis hingga 300GB selama satu tahun, serta gratis panggilan telepon ke sesama AXIS, XL, dan Smartfren.

Ekosistem IoT

Selain smartphone, Infinix memperluas ekosistemnya lewat XPAD 30E, tablet 11 inci FHD+ bersertifikasi TÜV Rheinland, konektivitas 4G + Wi-Fi, serta AI Tutor untuk bantuan belajar. XPAD 30E dijual dengan harga Rp2.399.000 dengan promo First Sale Rp2.299.000, termasuk akses 120K premium educational resources dan voucher 20% English Academy by Ruangguru.

Infinix juga merilis AI Glasses dengan real-time translation hingga 162 bahasa, one-click audio record, serta ENC untuk panggilan telepon, dibanderol dengan harga Rp1.999.000.

Untuk aksesori, ada MagPower Turbo 20W wireless charging Rp289.000 (First Sale Rp249.000), XBUDS N5 dengan Adaptive Hybrid ANC Rp399.000 (First Sale Rp349.000), dan XWATCH H5 Pro berlayar 2,06 inci AMOLED dengan baterai hingga dua minggu Rp349.000 (First Sale Rp299.000).

Bagaimana menurut kalian?

PARANORMASIGHT: The Mermaid’s Curse Resmi Rilis, Misteri Kutukan Putri Duyung Siap Menghantui Gamer

0

Kabar gembira untuk penggemar game misteri dan horor berbasis cerita. Square Enix resmi merilis PARANORMASIGHT: The Mermaid’s Curse, sekuel yang sangat dinantikan dari PARANORMASIGHT: The Seven Mysteries of Honjo. Game ini kini sudah tersedia di Nintendo Switch, PC via Steam, serta perangkat iOS dan Android.

Versi Steam dijadwalkan rilis pada 20 Februari (waktu dapat berbeda tergantung wilayah), sementara platform lainnya sudah bisa dimainkan mulai 19 Februari 2025.

Bagi kalian yang menyukai misteri urban legend Jepang dengan sentuhan supranatural yang kental, inilah salah satu rilisan yang wajib masuk radar.

Misteri Baru di Era Showa Jepang

Masih mempertahankan identitas seri sebelumnya, The Mermaid’s Curse mengambil latar era Showa di Jepang. Namun kali ini, kisahnya berdiri sendiri dengan cerita, karakter, dan lokasi baru.

Jika seri sebelumnya berfokus pada “Tujuh Misteri Honjo”, kini pemain diajak menyelami misteri baru yang berpusat pada legenda putri duyung yang konon memiliki kekuatan untuk memberikan keabadian. Sebuah kutukan baru pun lahir dari legenda tersebut.

Dengan pendekatan multi-perspektif, pemain akan mengikuti berbagai sudut pandang karakter yang terlibat dalam pusaran misteri ini. Struktur narasi bercabang menjadi kekuatan utama game ini, di mana setiap keputusan dan informasi yang diperoleh dapat mengubah arah cerita.

Menggabungkan Lokasi Nyata dan Legenda Urban

Salah satu daya tarik utama PARANORMASIGHT adalah kemampuannya memadukan lokasi dunia nyata dengan legenda urban yang autentik. Pendekatan ini menciptakan atmosfer yang terasa membumi sekaligus mencekam.

Nuansa era Showa menghadirkan sensasi nostalgia klasik Jepang—mulai dari desain lingkungan hingga nuansa sosial pada masanya. Elemen okultisme dan cerita rakyat yang kental memperkuat imersi, membuat pemain benar-benar merasa sedang membongkar misteri yang “pernah terjadi”.

Bagi penggemar visual novel misteri dengan sentuhan horor psikologis, formula ini terasa matang dan lebih percaya diri dibanding pendahulunya.

Dikembangkan oleh Tim Asli

Menariknya, game ini dikembangkan oleh tim kreator yang sama di balik kesuksesan seri pertamanya pada 2023. Keputusan mempertahankan tim inti menunjukkan komitmen untuk menjaga kualitas penulisan cerita, atmosfer, dan struktur misteri yang menjadi kekuatan utama seri ini.

Sekuel ini bukan sekadar kelanjutan nama, tetapi evolusi konsep.

Dengan cerita yang berdiri sendiri, pemain baru tetap bisa menikmati pengalaman tanpa harus memainkan game sebelumnya. Namun bagi yang sudah menyelesaikan The Seven Mysteries of Honjo, kalian akan menemukan konsistensi gaya penceritaan dan kedalaman misteri yang khas.

Tersedia di Berbagai Platform

Berikut platform resmi untuk memainkan PARANORMASIGHT: The Mermaid’s Curse:

  • Nintendo Switch

  • PC via Steam

  • iOS

  • Android

Dengan ketersediaan lintas platform ini, pemain dapat menikmati pengalaman misteri kapan saja—baik di konsol, PC, maupun perangkat mobile.

Hal ini memperluas aksesibilitas game, sekaligus mempertegas bahwa Square Enix melihat seri ini sebagai IP yang memiliki potensi jangka panjang.

Mengapa PARANORMASIGHT: The Mermaid’s Curse Layak Dicoba?

Berikut beberapa alasan kenapa game ini patut masuk wishlist kalian:

  • Cerita misteri berbasis legenda Jepang yang autentik

  • Latar era Showa yang jarang diangkat secara mendalam

  • Struktur multi-perspektif dengan narasi bercabang

  • Atmosfer horor psikologis yang imersif

  • Tersedia di Nintendo Switch, PC, dan mobile

Bagi pencinta visual novel misteri, urban legend Jepang, dan cerita dengan tema kutukan serta keabadian, game ini menawarkan pengalaman yang unik dan atmosferik.

PARANORMASIGHT: The Mermaid’s Curse bukan sekadar sekuel, melainkan babak baru yang memperluas dunia misteri supranatural era Showa dengan pendekatan yang lebih matang dan imersif.

Dengan kombinasi legenda putri duyung, kutukan keabadian, dan struktur cerita multi-perspektif, Square Enix kembali menghadirkan pengalaman misteri yang menegangkan sekaligus emosional.

Jika kalian mencari game misteri Jepang dengan elemen okultisme yang kuat dan cerita yang serius, ini adalah salah satu rilisan paling menarik di awal 2025.

Agar Harga PS5 Tidak Naik, Sony Siapkan Strategi Pemasaran Baru

0
Agar Harga PS5 Tidak Naik, Sony Siapkan Strategi Pemasaran Baru

Melihat kondisi sekarang dimana harga komponen dan juga kelangkaan memory sedang melanda industri elektronik, Sony telah mempersiapkan berbagai macam strategi agar harga PS5 tidak naik.

Dalam laporan keuangan terbaru (Dikutip dari MP1st), CFO Sony Lin Tao menjelaskan bahwa kenaikan harga komponen yang dipicu masalah pasokan serta tingginya permintaan pasar bisa berdampak ke strategi pemasaran dan produksi PS5. Sony kini dihadapkan pada pilihan sulit, menanggung biaya tambahan sendiri atau meneruskan beban itu ke konsumen lewat penyesuaian harga.

Cara Sony Agar Harga PS5 Tidak Naik

Dalam penjelasannya, Lin Tao menekankan bahwa lonjakan biaya tersebut bisa memengaruhi keputusan perusahaan terkait Harga PS5. Walau tidak menyebut angka spesifik, pernyataan ini menunjukkan Sony sedang mempertimbangkan opsi penyesuaian agar margin bisnis tetap aman.

Ia menjelaskan bahwa Sony sudah mempersiapkan stok minimum memori yang dibutuhkan untuk sepanjang tahun 2026. Perusahaan juga akan berusaha menekan harga memori yang tinggi dengan cara meningkatkan pemasukan dari penjualan software dan jaringan kepada user yang sudah ada.

Pendekatan seperti ini umum dipakai di industri konsol. Produsen mengejar jumlah pengguna lebih dulu karena keuntungan jangka panjang banyak datang dari ekosistem. Pemasukan ini bisa berupa transaksi digital, biaya langganan, dan konten tambahan.

Apakah strategi ini akan berhasil? Kita hanya bisa menunggu yang terjadi ke depan. Sementara Sony sedang bingung memikirkan strategi agar harga PS5 tidak naik, kabar tentang ditundanya perilisan PS6 ke 2028 atau 2029 akan semakin membuat pusing perushaan.

Bagaimana menurut kalian?

Website Tidak Bisa Diakses, Developer Highguard Akhirnya Buka Suara

0
Website Tidak Bisa Diakses, Developer Highguard Akhirnya Buka Suara

Highguard membuat fansnya ketakutan setelah website resmi game tersebut mendadak tidak bisa diakses. Fans khawatir jika game shooter tersebut bakal tutup, karena salah satu indikasi pertama dari game yang akan ditutup adalah website tidak lagi aktif.

Developer sekaligus publisher Wildlight Entertainment akhirnya buka suara. Mereka memastikan bahwa Highguard masih akan mendapat update dan konten baru. Akses ke website juga nantinya akan kembali seperti biasa.

Respon Resmi Developer Highguard

Menjawab pertanyaan penggemar, admin sekaligus moderator Discord bernama WL_Coronach (Menurut screenshot dari CharlieIntel) memastikan bahwa website akan dipulihkan.

Menurutnya proses pemindahan dan penyederhanaan website akan memakan waktu. Ditambah lagi, perbaikan website berstatus low priority bagi developer. Prioritas mereka saat ini mengimplementasikan update dan konten baru untuk meningkatkan kualitas permainan.

Perjalanan Highguard memang tidak mulus sejak awal rilis. Berawal dari pengumuman bombastis di The Game Awards 2025, yang sempat memicu kebingungan. Setelah itu, minimnya komunikasi developer melalui keterangan resmi dan media sosial menciptakan persepsi game tersebut tidak jadi rilis.

Kekhawatiran ini sempat terbantah ketika Highguard rilis. Game ini sempat mendapatkan angka jumlah pemain yang tinggi, dibarengi dengan gelombang review negatif. Sekarang game ini justru mengalami kesulitan untuk menembus jumlah 1.000 pemain harian.

Situasi Wildlight semakin sulit usai munculnya laporan dari Game File yang mengatakan Tencent diduga ikut mendanai pengembangan Highguard secara diam-diam. Kedua pihak masih belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.

Review Dragon Quest VII Reimagined (PS5): RPG dengan Visual Terunik?

0
Review Dragon Quest VII Reimagined Thumbnail

Berbicara tentang game JRPG buatan Square Enix, semua gamer pasti kenal dengan franchise Final Fantasy. Tapi bagaimana dengan Dragon Quest? Padahal dari segi umur, Dragon Quest juga tidak kalah sepuh dengan Final Fantasy. Namun dari segi popularitas, franchise ini masih kalah populer. Mungkin karena Dragon Quest jarang dirilis di luar Jepang sehingga tidak banyak gamer yang tahu.

Dragon Quest VII Reimagined adalah salah satu dari hasil proyek remake franchise Dragon Quest. Game ini pertama kali dirilis konsol PSOne pada tahun 2000, dan setelah itu mendapatkan remake pertama di 2013 untuk Nintendo DS. Pada 2026, Square Enix memutuskan untuk meremake kedua kalinya game ini menjadi Dragon Quest VII Reimagined.

@solusiradikal

Happy New Year 2026 🍻 Baru awal tahun udah ada Dragon Quest VI Reimagined (Meski cm demo..) yang demonya bisa dicoba sekarang di konsol dan PC. Grafis sama visualnya keren dan enak dilihat 👍 beda gitu sama game DQ yang lain. #FYP #GamingOnTiktok #GamerIndonesia #DragonQuestVIIReimagined #RPG

♬ Storytelling – Adriel

Selain sudah mendapatkan optimalisasi untuk menyesuaikan selera gamer modern, game ini juga mendapatkan peningkatan besar dari segi visual dan grafis. Dunia Dragon Quest VII akan diperlihatkan dengan gaya diorama. Inilah yang membuat game ini langsung menarik perhatian kami ketika pertama kali diumumkan.

Berikut adalah pengalaman yang kami rasakan selama memainkan versi review Dragon Quest VII Reimagined di PS5 dengan durasi waktu permainan lebih dari 10 jam.

Dunia Dalam Puzzle

Review Dragon Quest VII Reimagined Protagonis

Dragon Quest VII Reimagined menceritakan tentang dunia yang diselimuti oleh sihir misterius, dimana pulau-pulau yang berada di dalamnya terpisah antara satu dengan yang lainnya dalam bentuk kepingan puzzle. Misteri ini mulai terungkap ketika karakter protagonis (The Hero) yang memiliki jiwa petualang secara perlahan mengumpulkan puzzle satu demi satu dan menyatukan kembali semuanya.

Dalam petualangan ini ia tidak sendirian. Protagonis ditemani oleh teman-temannya. Diawali dengan Kiefer, putra mahkota dari Kerajaan Estard, dan Maribel, putri dari Walikota Pichard Bay. Keduanya bersama dengan The Hero memulai petualangan ini dengan tidak sengaja menemukan kuil misterius, menyusun puzzle didalamnya, lalu terhisap terowongan waktu yang membawa mereka ke pulau lain di masa lalu.

Bukan cuma mereka bertiga saja, masih ada tiga karakter lain yang bergabung ke dalam tim. Seiring cerita berjalan, grup ini kedatangan si bocah serigala Ruff, Aishe sang penari, dan kestaria Sir Mervyn. Developer juga menambahkan plot cerita baru untuk Keifer, memberikan kejelasan akan perannya di dalam game.

Setiap kali mereka menyelesaikan masalah di masa lalu, pulau yang awalnya tersembunyi mendadak muncul di masa sekarang tempat protagonis dan teman-temannya berada. Secara garis besar, inilah yang akan pemain lakukan sepanjang game. Kembali ke masa lalu, menyelesaikan masalah, menemukan kepingan puzzle baru, dan mengulangi lagi hal yang sama.

Developer juga mengimplementasikan konsep Time Paradox untuk membuat cerita menjadi lebih menarik. Contohnya salah satu pulau di dalam game terancam hancur akibat bencana gunung berapi. Namun karena pemain berhasil menghentikan bencana itu di masa lalu, pulau ini tetap ada di masa depan bahkan berubah menjadi destinasi turis. Ada beberapa Time Paradox yang mindblowing dan menurut kami sangat bagus dalam membuat cerita tetap engaging.

Agar lebih imersif, Dragon Quest VII Reimagined sudah menggunakan voice acting. Tidak semua adegan dilengkap voice acting, melainkan yang penting saja. Uniknya ketika menggunakan voice acting bahasa Inggris, logat dari NPC untuk setiap pulau berbeda-beda. Ada yang menggunakan aksen bahasa Inggris kuno, bahasa Jerman, sampai dengan bahasa Italia.

Review Dragon Quest VII Reimagined: RPG dengan Visual Terunik di 2026?

Review Dragon Quest VII Reimagined Gaya Diorama

Kami harus mengakui bahwa Dragon Quest VII Reimagined adalah game RPG dengan visual yang paling unik di 2026. Developer menampilkan ulang dunia Dragon Quest VII dengan gaya 3D Diorama, dimana setiap pulau dan kota terlihat seperti miniatur buatan tangan. Sangat artistik.

Setiap pulau akan memiliki dua zona. Dimulai dari world map yang luas tapi cukup terbatas dari variasi objek yang ada, dan bagian dalam kota atau dungeon yang biasanya lebih berwarna.

Desain karakter juga tidak menggunakan sistem cel-shading seperti game pada kebanyakan. Baik karakter pemain, NPC, maupun musuh dibuat berdasarkan hasil scan dari boneka asli. Kalian bisa melihat keunikan ini paling jelas saat sedang combat, karena cutscene di game ini terbatas. Untuk karakter seperti protagonis misalnya, desain dengan gaya ini membuat pakaian yang dikenakan terlihat lebih detail.

Review Dragon Quest VII Reimagined Desain Musuh

Menurut kami, visual ini merupakan daya tarik utama Dragon Quest VII Reimagined. Langkah Square Enix dengan mengimplementasi gaya ini ke dalam game sangat tepat. Sebabnya rasa kagum dengan visual dalam game bisa membantu menghilangkan rasa bosan dari sistem gameplay khas game JRPG klasik.

Tidak Bisa Lari Dari Tradisi

Review Dragon Quest VII Reimagined Auto Combat

Meski sudah mendapatkan fitur-fitur untuk mempermudah dan mempercepat, Dragon Quest VII Reimagined tetap tidak bisa lari dari sistem RPG turn-based yang membosankan. Pemain sekarang bisa mempercepat tempo permainan atau menyerahkan combat sepenuhnya kepada AI. Namun tetap saja akan membosankan pada akhirnya.

Mekanisme saat combat juga tidak berbeda dengan game RPG kebanyakan. Setiap musuh akan memiliki kelemahan dengan elemen tertentu yang diberi tanda dengan ikon jempol. Jika jempolnya turun maka tidak efektif dan jika tandanya adalah X maka lupakan saja karena tidak ada efeknya. Satu hal yang mungkin tidak terlalu penting, sekarang shield dan senjata yang dipakai oleh karakter bisa terlihat saat combat.

Dragon Quest VII Reimagined sudah tidak menggunakan sistem random encounter. Pemain bisa melihat musuh di map dan memutuskan untuk melawan mereka atau tidak. Pemain juga bisa menyerang musuh secara langsung di map. Jika level musuh dan pemain tidak berbeda jauh, maka pemain bisa mendapatkan giliran pertama saat combat dimulai. Tapi jika level pemain lebih besar, maka musuh langsung mati dan pemain bisa mendapatkan experience point tanpa harus adu jotos, efisien ketika digunakan untuk grinding atau mencari item tertentu.

Fitur Vocation Jadi Gamechanger

Sistem Vocation atau job mendapatkan overhaul di Dragon Quest VII Reimagined. Pemain masih bisa memilih beragam job seperti di game originalnya, mulai dari petarung jarak dekat seperti Warrior, sampai dengan tukang heal Priest untuk yang tipe vocation basic.

Setelah job di kelas ini dikuasai, pemain bisa membuka tingkatan baru yaitu Intermediate dan Advance. Salah satu job dari tingkatan ini adalah Monster Master yang cara bermainnya seperti Summoner, dan job Hero yang sesuai dengan namanya adalah job seorang pahlawan.

Review Dragon Quest VII Reimagined Magic Attack

Perbedaan Vocation di Dragon Quest VII Reimagined selain jumlahnya yang lebih banyak adalah adanya fitur Moonlighting. Melalui fitur ini pemain bisa menggunakan dua vocation sekaligus. Cara kerjanya adalah pemain bisa membawa beberapa skill andalan dari Vocation lama ke yang baru. Namun tidak semua skill bisa dibawa.

Kehadiran Moonlighting ini membuat gameplay menjadi semakin bervariasi karena pemain bisa membentuk build ideal untuk karakternya. Namun untuk mengakses Vocation perlu kesabaran tinggi. Mekanisme ini baru terbuka di pertengahan cerita, atau sekitar 30 persen dari progress cerita utama. Paling tidak dibutuhkan waktu setidaknya 10 jam untuk sampai di tahap ini. Sebelum sampai di tahap ini, suka tidak suka pemain harus sabar menggunakan mekanisme default yang sudah tersedia. Seandainya saja tersedia lebih cepat.

Kesimpulan Review Dragon Quest VII Reimagined

Kesimpulan kami setelah memainkan versi review Dragon Quest VII Reimagined di PS5 adalah dari semua seri Dragon Quest klasik yang mendapatkan perlakukan remake, hanya Dragon Quest VII Reimagined yang paling menarik dan unik visualnya.

Penggunaan gaya Diorama dan juga desain karakter berdasarkan hasil scan dari boneka asli memberikan game ini daya tarik baru, bukan sekedar hanya untuk nostalgia saja. Dragon Quest VII Reimagined bisa dinikmati tidak hanya oleh pemain lama maupun baru. Sayangnya keunikan kurang didukung dari segi cerita yang lambat temponya. Ditambah sistem turn-based RPG tradisional yang menjadi pondasi utama di bagian gameplay minim akan inovasi.

Kehadiran Vocation yang hanya bisa diakses di pertengahan game menurut kami juga agak terlambat sebagai hook. Pemain yang baru mengenal Dragon Quest bisa kabur duluan sebelum sampai ke tahap tersebut.

Dragon Quest VII Reimagined sudah tersedia di PS5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, Nintendo Switch, dan PC.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer