Home Blog Page 2

Review Total War: Shogun 2 – Complete Edition: Versi yang Lengkap

0

Kami ingat Total War: Shogun 2 adalah entry level bagi kami untuk berkenalan dengan game bergenre strategi. Pada waktu itu kami masih memainkannya di desktop berlayar tabung yang menggunakan Windows 7. Kualitas grafis game ini membuat kami kaget, apalagi ketika sedang berada di medan perang. Memberikan perintah kepada ratusan Samurai untuk bertarung merupakan sensasi yang tidak bisa dilupakan.

Setelah 15 tahun sejak game orisinalnya keluar, developer Creative Assembly merilis ulang game tersebut dalam satu bundle bersama semua konten tambahan dan ekspansi, sekaligus peningkatan dari segi visual dan juga optimalisasi fitur yang sudah ada. Hasilnya adalah Total War: Shogun 2 – Complete Edition.

Bagi kami yang sekarang sudah merasakan seri Total War: Warhammer, bisa kembali lagi memainkan seri klasik Total War yang dulu menjadi favorit justru membuat kami merasa canggung. Total War: Warhammer telah membawa Total War ke level tertinggi, dan pastinya harapan untuk game berikutnya dari franchise ini sampai ke level yang sama itu ada. Apakah ekspektasi ini bisa tercapai di Total War: Shogun 2 – Complete Edition?

Inilah pengalaman yang kami rasakan selama memainkan versi review Total War: Shogun 2 – Complete Edition.

Edisi Lengkap

Review Total War Shogun 2 - Complete Edition edisi lengkap

Apa yang membuat Total War: Shogun 2 – Complete Edition berbeda dengan game orisinal? Dari main campaign, Total War: Shogun 2 – Complete Edition sudah mencakup base game sekaligus DLC Rise of Samurai dan Fall of Samurai.

Ketiga campaign ini bisa langsung dipilih dan dimainkan oleh pemain. Jika ingin mengetahui awal mula dari semuanya bisa dimulai dengan Rise of Samurai. Sedangkan untuk cerita utama game tentang persaingan para Daimyo di Jepang untuk menjadi pemimpin adalah Shogun 2.

Menurut kami yang paling menarik dari semuanya adalah Fall of Samurai. Cerita dari campaign ini terjadi pada era dimulainya modernisasi Jepang oleh budaya barat, yang menyebabkan terjadinya perang saudara antara pendukung Shogun dan pendukung kaisar. Pada campaign ini pemain bisa memilih menjadi salah satu klan dari kedua belah pihak, dan harus membawa pihaknya menjadi pemenang di perang saudara ini.

Fall of Samurai juga memiliki mekanisme yang menarik dari segi pembangunan. Pemain harus bisa menyesuaikan infrastruktur yang akan dibangun dengan keinginan rakyat. Jika rakyat masih belum bisa menerima modernisasi, maka pemain harus melakukan secara bertahap. Jika terlalu cepat bisa menurunkan public order dan memicu timbulnya pemberontakan.

Menariknya adalah pemain tidak cuma bisa memilih untuk menggunakan klan besar saja. Jika ingin lebih menantang, pemain bisa menggunakan klan kecil. Total jumlahnya ada 50 klan, dan tersebar di tiga campaign dalam game. Tidak cuma menjadi fooder, sekarang klan kecil juga bisa memiliki ceritanya sendiri. Bayangkan satu klan kecil yang tidak dikenal mendadak menjadi penguasa dari seluruh Jepang.

Menjadi Seorang Daimyo

Ketika sudah memilih campaign mana yang akan dimainkan, pemain akan dibawa ke world map yang merupakan miniatur dari benua Jepang. Di sini pemain akan diberikan kesempatan untuk menjalankan roda pemerintahan sebagai Daimyo.

Pemain bisa menentukan infrastruktur apa saja yang harus dibangun di wilayahnya. Apakah itu untuk memperkuat ekonomi atau justru mendukung perang. Caranya cukup dengan mengklik deretan menu taskbar yang ada di bagian kiri bawah layar. Dalam kondisi default, menurut kami UI bagian ini terlalu kecil sehingga agak sulit untuk dibaca. Untungnya UI ini bisa diatur ukurannya di bagian setting.

Berbeda dengan Total War: Warhammer yang memiliki beragam jenis infrasruktur, Total War: Shogun 2 – Complete Edition justru lebih sederhana dan streamline. Pastikan saja wilayah yang dikuasai memiliki bangunan farm dan port. Keduanya bisa dengan cepat mendatangkan uang setiap musimnya.

Membentuk jalur perdagangan juga tidak kalah penting. Caranya bisa dengan membuat perjanjian dengan klan lain yang memiliki hubungan baik, atau melalui jalur perdagangan laut. Jalur laut rawan disabotase, jadi pastikan membentuk armada laut untuk menjaga rute ini.

Jika bagian ekonomi sudah berjalan, ini saatnya memulai membangun infrastruktur untuk perang. Setiap infrastruktur memungkin pemain untuk bisa merekrut unit tempur yang berbeda. Semuanya diawali dari dojo atau miltary camp yang merupakan tempat untuk merekrut unit tempur dasar, sebelum bisa mengakses infrastruktur yang lebih kompleks dengan unit lebih canggih.

Pemain juga bisa membangun infrastruktur spesial untuk mendapatkan unit tipe officer. Unit ini tidak seperti unit tempur biasa yang datang dalam jumlah besar, melainkan hanya satu. Mereka juga memiliki fungsi yang berbeda yaitu sebagai support. Officer seperti Geisha misalnya bisa membuat loyalitas jenderal musuh menurun, dan sebaliknya membuat loyalitas jenderal pemain naik. Ada juga Ninja yang bisa digunakan untuk membunuh langsung officer milik musuh, atau merusak pertahanan sehingga lebih memudahkan saat invasi.

Berbicara soal loyalitas, pemain bisa memberikan berbagai macam gelar kepada jenderal yang melayani pemain. Selain memberikan bonus atribut, gelar ini juga membuat loyalitas jenderal kepada Daimyo bisa tetap terjaga. Total War: Shogun 2 – Complete Edition juga memiliki mekanik saudara dan keturunan. Anak atau saudara dari Daimyo akan lebih banyak mendapatkan privilege dibandingkan jenderal. Mereka juga berpontesi dapat menjadi pewaris Daimyo yang meninggal karena usia atau di medan perang.

Mekanisme ini cukup kompleks dan tidak bisa dikuasai secara sekejap. Bahkan untuk kami yang sudah bisa dibilang khatam dengan Total War: Warhammer agak kagok ketika memainkan Total War: Shogun 2 – Complete Edition. Mekanisme game ini bisa dibilang lebih mendekati kenyataan.

Untungnya selama permainan, pemain akan diberikan bantuan dan arahan oleh asisten, yang siap untuk menjelaskan berbagai fitur di Total War: Shogun 2 – Complete Edition. Asisten ini juga sudah dilengkapi oleh voice actor sehingga pemain cukup perlu mendengarkannya saja. Untuk keterangan yang lebih detail, pemain bisa membuka bagian Encylopedia. Bagian ini tidak menjelaskan fitur-fitur yang ada di dalam game, tapi juga sejarah Jepang.

Kami sangat menyarankan sebelum memulai campaign di Total War: Shogun 2 – Complete Edition, coba dulu bagian tutorial sebagai pengenalan. Meski tidak menjelaskan semua aspek di dalam game, tutorial ini sudah sangat membantu bagi pemain untuk mengerti cara kerja mekanik dasar.

Medan Perang di Total War: Shogun 2 – Complete Edition

Review Total War Shogun 2 - Complete Edition perang kolosal

Perang adalah bagian yang paling menyenangkan di semua game Total War, tidak terkecuali Total War: Shogun 2 – Complete Edition. Dalam bagian ini, pemain akan diposisikan sebagai seorang jenderal yang memimpin ratusan hingga ribuan tentara untuk mencapai satu tujuan, yaitu menang.

Perang di Total War: Shogun 2 – Complete Edition masih sama dengan versi orisinal, namun sudah mendapatkan berbagai macam peningkatan. Mulai dari visual, hingga optimalisasi fitur untuk pengalaman bermain yang lebih baik. Sekarang pemain bisa memutar sudut pandang, atau menjadikannya sebagai bird-view agar bisa melihat medan perang secara jelas.

Sebelum perang dimulai, pemain bisa mengatur penempatan unit tempur. Idealnya adalah pasukan pasukan melee berada di posisi depan, dengan pemanah berada di belakangnya. Sementara itu pasukan kuda atau cavalry bisa diletakkan agak jauh, sehingga siap untuk menabrak pemanah musuh yang berada di belakang. Setidaknya inilah formasi ideal kami berdasarkan pengalaman bermain Total War: Warhammer. Bagi yang tidak ingin ribet bisa juga menggunakan taktik otomatis yang sudah disediakan oleh game.

Review Total War Shogun 2 - Complete Edition cavalry vs spearman

Berbicara tentang unit tempur, secara variasi Total War: Shogun 2 – Complete Edition tidak memiliki jumlah unit sebanyak Total War: Warhammer. Semua unit hanya didasarkan pada tiga tipe saja, yaitu militia yang merupakan warga sipil bersenjata, samurai dan tentara yang adalah petarung terlatih, dan unit spesialis yang menggunakan senjata jarak jauh seperti Catapult dan Cannon. Dua tipe pertama bisa dipilih untuk menggunakan senjata jarak dekat dan jauh, sedangkan yang terakhir khusus jarak jauh.

Review Total War Shogun 2 - Complete Edition tentara modern jepang

Mengatur kombinasi dan komposisi unit tempur tipe apa yang akan direkrut juga memerlukan pemahaman. Tidak peduli sebesar apa jumlah pasukan yang dibawa, jika tidak ada sinerginya maka hasil yang diperoleh hanya kekalahan.

Satu hal lagi yang perlu diperhatian adalah perubahan musim. Setiap musim akan memberikan efek yang berbeda di medan tempur. Misalnya ketika dalam kondisi hujan, semua senjata dengan mesiu akan kehilangan efektivitasnya. Sedangkan salju akan membuat tentara menjadi lebih cepat lelah.

Perang di Darat dan Laut

Medan perang Total War: Shogun 2 – Complete Edition bisa berada di darat dan juga di laut. Untuk yang di darat selain di ladang terbuka, pemain juga bisa memimpin pasukan untuk menyerbu istana. Berbeda dengan perang di ladang terbuka, perang di istana hanya memiliki satu tujuan yaitu menguasai bagian Keep. Jika bagian ini jatuh, secara otomatis pihak yang bertahan akan kalah.

Perang dalam kondisi ini bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu pertama secara konvensional dengan mengirim semua pasukan untuk memanjat dinding pertahanan istana. Cara ini akan mengakibatkan banyak korban dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk recovery.

Sedangkan cara kedua yang paling efisien adalah dengan mengirim unit ninja untuk melakukan infiltrasi ke dalam kastil. Mereka bisa menyabotase menara agar tidak menembaki pasukan yang sedang mendekat, atau mengalihkan perhatian pasukan yang sedang bertahan.

Review Total War Shogun 2 - Complete Edition perang laut

Justru perang di laut yang menurut kami lebih seru. Sebabnya perang ini tidak hanya ditentukan dari adu pukul dan tembak saja, melainkan juga dengan menguasai pergerakan air. Kapal yang dinaiki harus disesuaikan dengan posisi dan manuver tertentu agar lebih efektif dalam pertempuran.

Misalnya kapal yang berisi pemanah harus selalu berada di luar jangkauan serangan musuh. Sebabnya jika kapal musuh berhasil mendekat dan melakukan boarding, selesai sudah. Sebaliknya, kapal dengan pasukan tipe jarak dekat yang merupakan spesialis untuk boarding harus bisa memanfaatkan momentum. Sebisa mungkin lapal mereka tidak boleh ditembaki oleh pemanah apalagi jika menggunakan panah api.

Untuk informasi, jika hanya ingin menikmati segmen perangnya saja, pemain bisa mengakses Battle Simulator. Pada mode ini pemain bisa langsung memilih pasukan apa saja yang dibawa, lokasi medan perangnya, serta musuh apa yang akan dilawan.

Review Total War: Shogun 2 – Complete Edition Dari Segi Teknis

Total War: Shogun 2 – Complete Edition untungnya tidak sebesar dan tidak seberat Total War: Warhammer. Spesifikasi PC yang kami pakai adalah CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB. Dengan spesifikasi ini kami bisa memainkan Total War: Shogun 2 – Complete Edition pada setting grafis high.

Kesimpulan Review Total War: Shogun 2 – Complete Edition

Kesimpulan dari pengalaman yang didapat setelah memainkan versi review Total War: Shogun 2 – Complete Edition di PC adalah game strategi ini tidak hanya menyajikan pengalaman yang lengkap dalam satu game, tetapi juga meningkatkan kualitas grafis dan juga optimalisasi fitur yang sudah ada.

Mengingat versi orisinalnya dulu sempat dinobatkan sebagai salah satu seri Total War terbaik, Total War: Shogun 2 – Complete Edition adalah versi sempurnanya. Cocok bagi fans yang ingin kembali merasakan serunya beradu strategi dengan latar historis Jepang.

Kami juga harus memberikan pujian untuk bagian audio Total War: Shogun 2 – Complete Edition. Saat perang sambil mendengarkan bunyi tabuhan Taiko, dan voice over otentik berbahasa Jepang dari setiap unit yang digerakkan menjadi nilai plus untuk bagian imersif game.

Total War: Shogun 2 – Complete Edition tersedia di PC.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

Demo Working with Montabi Telah Tersedia

0
Demo Working with Montabi Telah Tersedia

Demo Working with Montabi yelah tersedia di Steam. Game desktop companion ini memungkinkan pemain ditemani berbagai monster menggemaskan saat bekerja atau beraktivitas di komputer.

Kehadiran demo ini menjadi kesempatan bagi pemain untuk mengenal pengalaman berbeda yang ditawarkan Working with Montabi. Berbeda dari game monster pada umumnya, judul ini mengutamakan interaksi santai antara pemain dan makhluk virtual yang disebut Montabi.

Monster-monster tersebut dapat mengunjungi ruangan virtual pemain selama mereka bekerja, bermain game, atau menjalankan aktivitas lainnya di depan layar. Pemain juga dapat mengundang Montabi menggunakan barang-barang yang disukai setiap monster.

Crossover di Demo Working with Montabi

Salah satu daya tarik utama dalam versi demo ini adalah kehadiran sejumlah karakter crossover. Setelah sebelumnya mengumumkan kolaborasi dengan Rain World, pengembang kini menghadirkan dua karakter tambahan dari game indie lainnya.

Karakter pertama adalah Teto dari KuloNiku: Bowl Up!, game simulasi memasak bakso karya Gambir Studio dan Raw Fury. Sementara itu, karakter kedua adalah Nyanus dari Kumitantei: Old School Slaughter, game petualangan yang menggabungkan elemen misteri dengan pertarungan kartu.

Halloween Update

Tidak hanya memperkenalkan Demo Working with Montabi, developer Mankibo juga telah menyiapkan update khusus Halloween untuk memperluas konten dalam dunia Montabi.

Pembaruan yang dijadwalkan hadir pada 26 Oktober 2026 tersebut akan memperkenalkan Montabi bertema vampir. Monster baru ini direncanakan tersedia untuk Montabi maupun Working with Montabi.

Sementara itu, game utama Montabi akan mendapatkan pembaruan versi 1.1 yang mencakup sejumlah fitur tambahan, penyesuaian keseimbangan permainan, serta berbagai peningkatan lainnya.

ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE Tembus 1 Juta Unit, Catat Rekor Penjualan Tercepat dalam Sejarah Seri

0

Bandai Namco Entertainment Asia mengumumkan ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE telah terjual sebanyak 1 juta unit di seluruh dunia. Pencapaian ini menjadikannya game dengan penjualan tercepat sepanjang sejarah franchise ACE COMBAT.

Kabar gembira datang dari dunia game simulasi pertempuran udara. ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE berhasil menembus angka penjualan 1 juta unit di seluruh dunia, sekaligus mencatatkan rekor sebagai game dengan penjualan tercepat dalam sejarah seri tersebut.

Pengumuman ini disampaikan oleh Bandai Namco Entertainment Asia pada 12 Oktober 2026. Sebagai seri utama pertama dalam tujuh tahun terakhir, pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi franchise ACE COMBAT yang telah menemani penggemar game pertempuran udara selama puluhan tahun.

Tidak hanya mencatatkan penjualan yang kuat pada akhir pekan peluncurannya, ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE juga mendapatkan respons positif dari kritikus. Berdasarkan peringkat skor kritikus yang tercantum di situs agregator ulasan game, judul terbaru ini menempati posisi kedua di antara game-game dalam seri ACE COMBAT, tepat di bawah ACE COMBAT 04: Shattered Skies yang dirilis untuk PlayStation 2 pada 2001.

ACE COMBAT 8 Jadi Game dengan Penjualan Tercepat dalam Seri

Keberhasilan mencapai 1 juta unit menjadi pencapaian tersendiri bagi ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE. Bandai Namco menyebut game ini sebagai judul dengan laju penjualan tercepat dalam sejarah franchise, yang terus berkembang sejak pertama kali diperkenalkan.

Seri ACE COMBAT sendiri merayakan ulang tahun ke-30 pada Juni 2025. Selama perjalanannya, franchise ini dikenal melalui perpaduan aksi pertempuran udara bergaya arcade, pesawat tempur yang terinspirasi dari dunia nyata, serta pertarungan berkecepatan tinggi di berbagai medan perang.

Kehadiran ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE menjadi kelanjutan dari warisan tersebut. Game ini membawa peningkatan visual generasi terbaru, lingkungan yang dirancang lebih mendetail, serta pengalaman pertempuran udara yang tetap berfokus pada aksi intens.

Respons positif juga datang dari pengalaman Campaign Mode yang sinematik. Mode ini menempatkan pemain sebagai seorang pilot andal di tengah konflik dalam dunia fiksi yang sedang dilanda peperangan. Pendekatan tersebut menjadi salah satu daya tarik utama bagi pemain maupun kritikus.

Campaign Mode Sinematik dan Pertempuran Udara yang Intens

Salah satu aspek yang disorot Bandai Namco adalah Campaign Mode yang menawarkan pengalaman cerita sinematik. Pemain akan mengambil peran sebagai pilot ace dan menjalani berbagai pertempuran di tengah dunia fiksi yang dilanda perang.

ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE tetap mempertahankan identitas seri sebagai game aksi pertempuran udara dengan pendekatan arcade. Pemain dapat menerbangkan beragam pesawat tempur yang terinspirasi dari model dunia nyata, kemudian terlibat dalam pertempuran udara dengan tempo cepat.

Pengalaman tersebut didukung oleh visual generasi terbaru yang menghadirkan lanskap luas, detail medan yang lebih halus, serta bentang awan yang dirancang realistis. Kondisi cuaca buruk juga menjadi tantangan tambahan yang harus dihadapi pemain ketika mengendalikan pesawat di medan pertempuran.

Selain aksi di dalam kokpit, game ini turut menyajikan adegan sinematik yang dapat dinikmati dari sudut pandang orang pertama. Pendekatan tersebut dirancang untuk meningkatkan imersi pemain, terutama ketika mengikuti perkembangan cerita dan menghadapi situasi pertempuran yang menegangkan.

Perpaduan antara aksi arcade, visual modern, dan penyajian cerita sinematik menjadi bagian penting dari identitas ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE.

Mode Multiplayer Online Hadir dengan Cross-Play

Selain Campaign Mode, ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE juga menawarkan pengalaman multiplayer online yang disebut sebagai yang paling luas dalam sejarah seri ini.

Salah satu fitur utamanya adalah dukungan cross-play, yang memungkinkan pilot dari berbagai platform bermain bersama. Dengan fitur tersebut, pemain dapat terhubung dengan komunitas dari seluruh dunia tanpa harus menggunakan platform yang sama.

Mode multiplayer menghadirkan beragam pilihan permainan, termasuk PvE (Player versus Environment) dan PvP (Player versus Player). Kedua pendekatan ini memberikan variasi tantangan bagi pemain yang ingin menghadapi musuh dalam berbagai skenario pertempuran.

Fitur lain yang menjadi sorotan adalah Air Base, sebuah lobi virtual yang mampu menampung hingga 100 pemain sekaligus. Area ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul sebelum menjalankan misi, tetapi juga menyediakan sejumlah aktivitas tambahan.

Di Air Base, pemain dapat menyesuaikan karakter online, mengembangkan progres permainan, berlatih, serta memantau hadiah yang bisa diperoleh. Pemain juga dapat menikmati aktivitas hiburan berupa permainan arcade klasik Bandai Namco sebelum membentuk kelompok dan berangkat menjalankan misi.

Dengan berbagai fitur tersebut, pengalaman multiplayer ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE tidak hanya berpusat pada pertempuran udara. Air Base turut menjadi ruang sosial bagi komunitas untuk berinteraksi, melakukan persiapan, dan menikmati aktivitas lain di luar misi.

Premium Ace Pass Hadir dengan Bonus Pesawat ADFX-02 MORGAN –PIXY

Bandai Namco juga menawarkan Premium Ace Pass untuk ACE COMBAT ONLINE. Konten tambahan ini tersedia untuk dibeli secara terpisah dan turut disertakan melalui voucher Premium Ace Pass Plus dalam Deluxe Edition.

Voucher tersebut memberikan akses Premium Ace Pass untuk satu musim setelah peluncuran. Sementara itu, Premium Ace Pass Plus menawarkan keuntungan berupa pembukaan langsung 30 level Ace Pass, sehingga pemain bisa langsung mengklaim hadiah dari 30 tingkatan pertama dalam sistem hadiah musiman.

Selain itu, pemain juga dapat memperoleh berbagai bonus sepanjang musim, termasuk skin pesawat, kostum avatar, serta pesawat tambahan yang dapat dimainkan, yaitu ADFX-02 MORGAN –PIXY.

Kehadiran Ace Pass memberikan pilihan tambahan bagi pemain yang ingin mengembangkan koleksi kosmetik dan memperoleh konten musiman di ACE COMBAT ONLINE. Namun, Premium Ace Pass dijual terpisah bagi pemain yang tidak mendapatkannya melalui paket Deluxe Edition.

ACE COMBAT 8 Tersedia untuk PS5, Xbox Series X|S, dan PC

Bagi pemain yang tertarik menjajal game terbaru ini, ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE sudah tersedia dalam Standard Edition dan Deluxe Edition.

Game tersebut dapat dimainkan melalui tiga platform, yaitu PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC melalui Steam.

Dengan penjualan yang telah mencapai 1 juta unit dan posisi kedua berdasarkan skor kritikus di antara game-game ACE COMBAT, WINGS OF THEVE menunjukkan awal yang kuat bagi kelanjutan franchise tersebut. Perpaduan Campaign Mode sinematik, visual generasi terbaru, serta multiplayer lintas platform menjadi bagian dari upaya Bandai Namco untuk membawa pengalaman pertempuran udara ke level berikutnya.

Pencapaian ini juga menandai babak baru bagi seri yang telah berusia lebih dari tiga dekade. Bagi penggemar lama maupun pemain baru, ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE kini menjadi salah satu entri penting yang patut diperhatikan dalam sejarah franchise ACE COMBAT.

Review Valor Mortis (PC): Inovasi untuk Game Soulslike?

0
Review Valor Mortis thumbnail

Developer One More Level berhasil mengejutkan kami ketika mengumumkan Valor Mortis, game Soulslike dengan sudut pandang first-person. Konsep ini sudah menentang formula standar dari game dengan genre ini yaitu sudut pandang third-person.

Agar lebih menarik, cerita game ini dibumbui dengan elemen sejarah nyata, yaitu era dimana Napoleon Bonaparte dinobatkan sebagai Emperor dan menyalakan api perang di benua Eropa. Developer beralasan tema ini dipilih karena masih sangat jarang digunakan sebagai latar dalam game apapun. Kita semua tahu jika daya tarik utama Soulslike adalah gameplay, tapi apakah racikan ini akan berjalan seperti yang diharapkan oleh developer?

Inilah pengalaman dan kesan yang kami dapatkan selama memainkan versi review Valor Mortis di PC.

Eropa yang Terbakar

Cerita dari Valor Mortis berlatar sejarah alternatif awal abad 19. Pada masa ini benua Eropa terbakar karena perang yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte. Diceritakan bahwa Napoleon sangat dicintai oleh pasukannya, sampai mereka rela mati demi dirinya. Bahkan konon pasukan yang sudah luka parah akan tetap kembali ke medan pertempuran demi Napoleon.

Dalam game ini pemain akan menjadi pasukan relawan Inggris bernama William Dowsett. Ia bergabung dengan pasukan Napoleon sebagai legiun asing. Cerita game ini diawali dari William yang tiba-tiba terbangun seorang diri di antara mayat teman-temannya. Ia pun kehilangan ingatan sebelumnya.

Di sini perjalanan pemain sebagai William dimulai. Dibimbing oleh suara dari Napoleon (Vincent Cassel), pemain akan melintasi ladang pertempuran yang dipenuhi oleh mayat dari pasukan Napoleon. Namun tidak semuanya mati. Beberapa hidup kembali dan bukan lagi manusia biasa.

Desain dari “zombie” yang akan menjadi lawan pemain mayoritas didominasi oleh bentuk manusia. Ada yang masih menyerupai manusia lengkap dengan seragamnya, tapi ada benjolan besar berwarna kuning yang muncul di dada atau kepala. Ada juga yang sudah berupa monster, mulai dari gumpalan terbentuk dari banyak mayat menjadi satu, atau monster berbentuk dua manusia menjadi satu, yang suka melempari bom (Kami benci sama monster satu ini!), sampai dengan sosok Jenderal tinggi besar yang kakinya tersusun dari badan prajuritnya. Seperti yang diharapkan oleh game soulslike, desain musuh di game ini terkesan gelap dan sesekali terlihat menjijikkan.

Review Valor Mortis grenadier

Dari segi cerita rasanya tidak terlalu penting untuk menyimak secara serius. Cerita di Valor Mortis hanya menjadi alasan bagi protagonis untuk menjelajah dari satu tempat ke tempat yang lain. Kehadiran voice actor jempolan seperti William Alexander yang mengisi suara dari William, lalu Jennifer English yang menyuarakan sosok bernama Shrike, memang membuat bagian cutscene menjadi menarik. Namun, sulit rasanya fokus ke cerita jika karaktermu terus dijadikan samsak oleh musuh.

Get Good!

Review Valor Mortis parry

Valor Mortis adalah game soulslike, dan elemen utama dari genre ini adalah “Get Good!”. Kami sudah tidak bisa menghitung berapa kali William mati, lalu hidup lagi, dan mati lagi, hidup lagi, dan seterusnya. Jangan mengharapkan kemudahan di game ini, karena semua musuh di Valor Mortis sangat brutal.

Gameplay menjadi semakin menantang berkat sudut pandang first-person yang menjadi ciri khas dari game ini. Mekanisme ini berhasil memberikan dimensi baru untuk game Soulslike yang selama ini didominasi oleh sudut pandang third-person.

Ketika memainkan Elden Ring atau Dark Souls, pemain akan merasa mobilitas karakternya terasa responsif. Sebaliknya, pada Valor Mortis pemain akan merasa gerakan William sangat terbatas. Apalagi ketika sedang dalam tekanan, misalnya saat dipojokkan oleh boss. Sudut pandang kamera juga kadang menjadi lawan kedua pemain.

Developer juga telah belajar banyak dari game Soulslike lain, dan mengimplementasi mekaniknya ke dalam Valor Mortis. Mekanik parry yang ada di game ini mengingatkan dengan cara bermain dari Sekiro: Shadows Die Twice. Setiap kali serangan musuh berhasil ditangkis, energy bar di bawah health point musuh akan terisi. Jika sudah penuh, maka musuh akan stagger, dan memberikan kesempatan kepada pemain untuk memberikan deathblow dengan damage besar.

Mekanisme ini juga membantu efek punishment dari skill guard. Hanya bertahan dari serangan musuh akan mengurangi health point William secara perlahan. Inilah yang awalnya sempat membuat kami bingung. Semua serangan musuh berhasi kami tangkis, tapi health William malah turun terus. Ternyata oh ternyata karena sistem ini.

William juga akan dilengkapi oleh skill dodge, cocok untuk menghindari tembakan musuh. Dodge juga bisa menjadi perfect dodge jika digunakan tepat waktu ketika musuh menggunakan unblockable attack, biasanya ditandai dengan munculnya warna merah.

Jika tidak ingin repot, pemain bisa menggunakan stealth attack. Tapi tidak semua musuh akan instant kill jika diserang dengan teknik ini. Jangan lupa juga, semua serangan yang dilakukan oleh William, parry, dodge, akan mengkonsumsi stamina. Jika ini habis, pemain hanya tinggal menunggu dipukul oleh musuh.

Bukan cuma musuh, environment juga bisa membunuh William. Ada ranjau yang tidak terlihat karena tertutup mayat, atau bahkan tong mesiu yang bisa meledak. Beberapa level juga akan menantang pemain untuk melakukan platforming. Agar lebih sulit, musuh akan menembaki William dan bisa membuatnya terjatuh.

Pedang dan Sihir

Review Valor Mortis transmutation

Untuk bagian combat, Valor Mortis akan menyediakan berbagai jenis senjata. Untuk senjata jarak dekat ada saber, pedang melengkung yang merupakan senjata ikonik pasukan Napoleon dan akan mendampingi pemain dari awal permainan. Seiring perjalanan, pemain bisa menemukan senjata tipe lain. Ada rapier, pedang kecil yang lebih mengedepankan parry, sampai senjata jarak jauh yaitu handgun dan blunderbuss.

Semua senjata ini bisa diupgrade dengan menggunakan material yang bisa ditemukan dari peti harta karun, atau dijatuhkan musuh. Semuanya juga memiliki kelebihan sendiri yang bisa disesuaikan dengan gaya bermain.

Selain senjata buatan manusia, ada juga senjata supernatural. Senjata ini berupa Transmutation yang didapat oleh William dalam ritual yang bikin merinding. Transmutation memungkinkan William menembakkan berbagai macam sihir dengan tangan kirinya.

Kemampuan pertama dari Transmutation yang akan didapatkan oleh William adalah Pyro, yang fungsinya adalah membakar musuh atau membuka jalan yang tertutup. Lalu berikutnya ada kemampuan seperti grappling hook yang bisa digunakan untuk berayun dari satu ke tempat yang lain. Kemampuan ini mendorong pemain untuk melakukan backtrack, karena selalu ada lokasi yang sebelumnya tidak bisa diakses tanpa kemampuan tertentu.

Semua senjata dan Transmutation bisa langsung diganti secara instan saat bertarung, tidak perlu dengan membuka menu.

Lentera Kehidupan

Review Valor save point

Valor Mortis juga memiliki tempat untuk menyimpan progress, sekaligus me-restart semua musuh (Kecuali boss) agar bisa spawn kembali. Tempat ini biasanya ditandai dengan kehadiran semacam lentera yang menyala terang.

Ketika berada di tempat ini, pemain bisa membelanjakan Catalyst (Poin yang didapat setelah mengalahkan musuh atau dari item) untuk membuka skill pasif baru. Sistem skill tree Valor Mortis tidak terlalu kompleks dan mudah dipahami. Jika pun sampai salah, pemain bisa me-reset ulang semuanya dan memulai dari awal.

Tempat ini juga berfungsi sebagai checkpoint. Jika William tewas dalam pertarungan, ia akan respawn kembali di titik ini, tapi semua Catalyst yang sudah didapat akan hilang. Untuk mendapatkannya kembali, pemain cukup kembali ke tempat William tewas sebelumnya. Prosedur standar untuk game Soulslike.

Jika diperhatikan, semua level di dalam game sebetulnya berpusat kepada lentera ini. Hanya saja akses jalannya tertutup dan harus dibuka terlebih dahulu. Jadi pemain tidak perlu memutar jauh untuk kembali ke tempat William tewas. Kunci utama di game ini adalah sabar dan jangan terburu-buru. Jika tidak yakin datang ke lokasi baru dengan membawa banyak Catalyst, sebaiknya belanjakan dulu agar tidak menyesal kemudian.

Review Valor Mortis Dari Segi Teknis

Selama memainkan versi review Valor Mortis di PC, kami hanya mengalami satu kali masalah teknis. Ketika berhasil melakukan perfect dodge, mendadak semuanya terasa seperti dalam slow motion. Untuk bisa menghilangkannya kami harus keluar dari permainan, kembali ke menu utama, dan memulai lagi. Semoga masalah ini bisa dibenahi ketika gamenya rilis.

Spesifikasi PC yang kami pakai adalah CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB. Setting grafis yang kami gunakan adalah High, dan game ini sudah mendukung teknologi DLSS. Ukuran gamenya juga tidak terlalu besar, membuat Valor Mortis cukup ramah untuk semua jenis PC.

Game ini juga sudah mendukung sistem controller untuk keyboard dan mouse serta controller. Kami sangat menyarankan untuk memainkan game ini di PC dengan keyboard dan mouse, yang menurut kami lebih responsif ketimbang controller.

Kesimpulan Review Valor Mortis

Kesimpulan kami untuk review Valor Mortis adalah game soulslike ini telah memberikan inovasi baru untuk genre Soulslike dengan sudut pandang first-person. Momen saat bertarung dengan tentara yang hidup kembali, atau monster menjijikkan, menjadi lebih intens.

Gaya sudut pandang ini membuat pemain menjadi lebih taktis saat bertarung, tidak bisa sembarangan masuk begitu saja. Bahkan dalam beberapa situasi, pemain bisa memilih untuk melakukan stealth attack. Menghabisi satu persatu musuh sebelum menantang target utama yang lebih berbahaya. Namun pada sisi lain, pemain yang sudah terbiasa bermain game soulslike akan merasa Valor Mortis memiliki tempo yang lamban.

Kedepannya developer juga berencana untuk menambahkan mode New Game+, memberikan kesempatan bagi pemain yang ingin mengulang gamenya dengan progress yang bisa dibawa dan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Mode ini direncanakan rilis di Q4 tahun 2026.

Jangan berharap banyak dengan alur cerita yang disuguhkan, karena fungsinya hanya sekedar backdrop. Meski melihat penggambaran medan perang dan desa misterius yang vibe-nya seperti Resident Evil Requiem cukup menarik untuk disimak, daya tarik utama game ini sama seperti Soulslike lainnya, yaitu gameplay yang menantang pemain untuk jadi lebih baik dari sebelumnya.

Valor Mortis tersedia di PS5, Xbox Series, dan PC.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

The Crew Motorfest Nintendo Switch 2 Rilis, Bersamaan dengan Season 11

0
The Crew Motorfest Nintendo Switch 2 Rilis, Bersamaan dengan Season 11

The Crew Motorfest Nintendo Switch 2 telah tersedia. Kehadiran game balap open-world ini di platform Nintendo turut membawa pembaruan Season 11: Expeditions yang menghadirkan pulau baru, kendaraan tambahan, serta kolaborasi dengan Tomb Raider. Versi Nintendo Switch 2 juga telah mendapatkan optimalisasi khusus.

Salah satu konten utama Season 11 adalah kolaborasi Ubisoft dengan Crystal Dynamics melalui DLC premium bertajuk Tomb Raider: Secrets of Ni’ihau. Ekspansi ini menghadirkan petualangan baru bersama Lara Croft yang berlangsung di sebuah pulau misterius.

Dalam cerita tersebut, Lara sedang mencari temannya yang menghilang setelah berusaha menemukan sebuah artefak berkekuatan besar. Pemain akan membantu penyelidikan dengan menjelajahi hutan yang dilanda badai, menemukan reruntuhan kuno, serta menghadapi berbagai predator berbahaya.

Lara akan memberikan arahan dari jarak jauh sepanjang petualangan. Karakter tersebut menggunakan pengisi suara bahasa Inggris Alix Wilton Regan yang juga menjadi pengisi suara resmi baru Lara Croft.

Selain menghadirkan cerita khusus, DLC ini memperkenalkan pulau Ni’ihau, playlist baru, dan lima kendaraan eksklusif. Pemain dapat menikmati pengalaman eksplorasi yang memadukan elemen petualangan Tomb Raider dengan mekanisme berkendara khas The Crew Motorfest.

Konten Tomb Raider: Secrets of Ni’ihau merupakan ekspansi berbayar yang tersedia secara terpisah dari konten gratis Season 11.

Pulau Kauai dan Fitur Eksplorasi Baru di Season 11

Pada season 11, pemain The Crew Motorfest mendapatkan akses ke pulau Kauai secara gratis. Kawasan ini menawarkan jalur berkendara yang melintasi pesisir pantai, tebing, serta berbagai medan alam yang menantang.

Pulau baru tersebut dapat dijelajahi melalui Kauai Expeditions Playlist yang menghadirkan delapan event utama. Pemain juga dapat menemukan dan memotret sekitar 40 jenis satwa liar yang tersebar di lingkungan permainan.

Ubisoft turut memperkenalkan fitur Road Discovery yang mendorong pemain menjelajahi berbagai jalan dan rute tersembunyi. Semakin banyak wilayah yang ditemukan, semakin luas bagian peta yang terbuka dan semakin banyak hadiah yang bisa diperoleh.

Fitur baru lainnya adalah winch & towing yang memungkinkan kendaraan tertentu menggunakan alat penarik untuk menyelesaikan berbagai tantangan.

Melalui fitur ini, pemain dapat menarik puing yang menghalangi jalan, memecahkan teka-teki lingkungan, membuka jalur eksplorasi, hingga membantu kendaraan lain yang mengalami kesulitan.

Beberapa kendaraan yang mendukung aktivitas tersebut mencakup Hyundai Crater Concept, Suzuki Jimny Winch Edition, dan Mercedes-Benz G 63 AMG 6×6.

Peluncuran The Crew Motorfest Nintendo Switch 2 juga menjadi kesempatan bagi pemain untuk menikmati deretan kendaraan baru yang diperkenalkan melalui Season 11.

Ubisoft menyiapkan 20 kendaraan tambahan yang akan dirilis secara bertahap sepanjang musim. Salah satu yang paling menarik adalah Bugatti Tourbillon yang untuk pertama kalinya hadir dalam sebuah video game.

Kendaraan lain yang turut diumumkan antara lain Suzuki Jimny (2018) Special Edition, Cadillac CT5-V Blackwing (2025) Street Tier 2, Automobili Pininfarina Battista (2020) Hypercar, serta Italdesign Zerouno (2017) Hypercar.

Mode Baru KuloNiku: Bowl Up! Hadirkan Tantangan Masak Tanpa Henti

0
Mode Baru KuloNiku Bowl Up! Hadirkan Tantangan Masak Tanpa Henti

Mode Baru KuloNiku: Bowl Up! resmi diperkenalkan oleh Gambir Studio. Update ini hadir dalam bentuk mode Cook-All-Day atau Masak Seharian yang sudah bisa dimainkan sekarang.

Pembaruan untuk KuloNiku: Bowl Up! ini menghadirkan Mode Nonstop yang memungkinkan pemain menguji kemampuan memasak bakso tanpa harus mengikuti alur cerita utama.

KuloNiku: Bowl Up! merupakan game simulasi memasak yang mengajak pemain mengelola sebuah restoran bakso legendaris di kota kecil bernama Kuloniku. Dalam perjalanan mengembangkan bisnis kuliner tersebut, pemain akan menghadapi berbagai permintaan unik dari penduduk setempat. Pemain juga harus bersaing dengan Souper Starz, restoran populer yang dipimpin Stella, seorang chef dengan kepribadian layaknya bintang rock.

Review lengkapnya untuk KuloNiku: Bowl Up! bisa dilihat di sini.

Mode Baru KuloNiku: Bowl Up! Tawarkan Tantangan Memasak Setiap Hari

Melalui mode Nonstop, Gambir Studio menghadirkan pengalaman bermain yang lebih berfokus pada aktivitas memasak. Pemain dapat menjalankan restoran selama beberapa hari permainan secara berkelanjutan tanpa perlu mengikuti perkembangan cerita atau berinteraksi dengan karakter untuk menyelesaikan misi naratif.

Salah satu fitur utama dalam mode ini adalah Tantangan Harian. Setiap hari permainan akan menghadirkan tantangan tambahan yang membuat aktivitas memasak semakin bervariasi. Pemain perlu menyesuaikan strategi agar tetap mampu melayani pesanan pelanggan dengan baik.

Untuk membantu menghadapi berbagai tantangan tersebut, pengembang juga menyediakan fitur Promo Harian. Pemain dapat memilih bantuan yang tersedia setiap hari untuk mendukung aktivitas memasak dan meningkatkan peluang keberhasilan dalam melayani pelanggan.

Peralatan dan Resep Bisa Dibeli Menggunakan Uang Tips

Berbeda dengan mode cerita, Mode Nonstop menggunakan sistem perkembangan yang mengandalkan uang tips dari pelanggan. Setiap pesanan yang berhasil disajikan akan memberikan pemasukan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan fasilitas restoran.

Uang tips tersebut bisa digunakan untuk membeli berbagai peralatan memasak, membuka resep baru, serta mendapatkan upgrade melalui toko dalam game.

Selain memperkenalkan Mode Nonstop, pembaruan Cook-All-Day turut menghadirkan koleksi dekorasi restoran dengan tema Halloween. Berbagai ornamen baru tersebut memungkinkan pemain memberikan sentuhan menyeramkan pada tampilan restoran bakso mereka.

Vaultbreakers Rilis Demo Gratis di Steam, Tawarkan Aksi Extraction Action-RPG yang Bisa Dimainkan Bareng Teman

0

Penggemar game action-RPG kini punya pilihan baru untuk dicoba. BetaDwarf bersama SQUARE ENIX COLLECTIVE resmi mengumumkan kehadiran demo gratis Vaultbreakers, sebuah game extraction action-RPG dengan sudut pandang top-down yang menggabungkan pertarungan intens, eksplorasi, serta tantangan untuk mengumpulkan artefak berharga dan melarikan diri dengan selamat.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara Triple-i Initiative pada 9 Oktober 2026. Bersamaan dengan pengumuman ini, kedua pihak turut memperkenalkan trailer terbaru yang menampilkan gambaran permainan sekaligus mengonfirmasi bahwa demo gratis Vaultbreakers sudah tersedia melalui Steam.

Melalui demo tersebut, pemain dapat mencicipi sebagian area dari peta pertama, mengikuti rangkaian misi, memilih karakter dengan gaya bertarung berbeda, hingga menghadapi pertarungan bos yang menjadi puncak petualangan.

Demo Vaultbreakers Bisa Dimainkan hingga Tujuh Jam

Salah satu daya tarik utama demo Vaultbreakers adalah jumlah konten yang ditawarkan. Pemain dapat menikmati hingga tujuh jam permainan, baik secara solo maupun melalui mode co-op bersama maksimal dua pemain lainnya.

Demo ini menyediakan dua tingkat kesulitan dalam mode PvE (Player versus Environment). Dengan begitu, pemain bisa menghadapi tantangan melawan musuh yang dikendalikan permainan tanpa harus berhadapan dengan pemain lain.

Dalam versi demo, tersedia dua karakter yang dapat dimainkan, yaitu Nymera dan Bjornir. Keduanya memiliki karakteristik serta pendekatan pertempuran yang berbeda, sehingga pemain dapat mencoba gaya bermain yang paling sesuai dengan preferensi masing-masing.

Nymera merupakan seorang elf ranger yang berfokus pada pertarungan jarak jauh. Karakter ini cocok bagi pemain yang ingin menjaga jarak dari musuh dan mengandalkan serangan dari kejauhan.

Sementara itu, Bjornir adalah prajurit tangguh yang mengandalkan serangan berbasis es serta daya tahan tinggi. Berbeda dari Nymera, Bjornir menawarkan pendekatan pertempuran yang lebih mengutamakan ketahanan ketika menghadapi ancaman.

Perbedaan kemampuan kedua karakter tersebut memberikan gambaran awal mengenai variasi gaya bermain yang ditawarkan Vaultbreakers. Pemain dapat mengeksplorasi kemampuan masing-masing sambil mempelajari tantangan yang menanti di dalam permainan.

Mengumpulkan Artefak dari Vault dan Menghadapi Bos Tangguh

Dalam Vaultbreakers, pemain berperan sebagai salah satu Champion yang memiliki tugas penting: mengambil Artefak legendaris dari berbagai Vault yang jatuh dari Dragonvault, sebuah pulau misterius yang melayang di angkasa.

Artefak tersebut bukan sekadar benda berharga. Menurut latar cerita yang diperkenalkan dalam siaran pers, mengumpulkan Artefak merupakan satu-satunya cara untuk membuka portal dan menyusup ke pulau Dragonvault itu sendiri.

Demo gratis akan membawa pemain mengikuti rangkaian misi yang mengarahkan mereka menuju Vault pertama. Perjalanan tersebut menjadi pengenalan terhadap dunia permainan, sekaligus memberikan gambaran mengenai tugas yang harus diselesaikan para Vaultbreakers.

Namun, mengambil Artefak bukanlah perkara mudah. Pemain harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk pertarungan melawan bos yang kuat. Rangkaian misi dalam demo akan mencapai puncaknya ketika pemain berhadapan dengan bos yang harus dikalahkan untuk membuka Vault.

Konsep tersebut menjadi bagian penting dari identitas Vaultbreakers sebagai game extraction action-RPG. Pemain tidak hanya berfokus pada pertarungan, tetapi juga harus menjalankan misi untuk mendapatkan kembali peninggalan berharga dan menyelesaikan tujuan petualangan.

Dengan pendekatan ini, setiap perjalanan menawarkan kombinasi eksplorasi, pertarungan, serta upaya untuk mencapai tujuan. Pemain dapat menjajalnya sendiri atau bekerja sama dengan teman dalam mode co-op.

Vaultbreakers Menggabungkan PvE dan PvPvE

Selain menawarkan pengalaman bermain melawan musuh yang dikendalikan permainan, Vaultbreakers juga dirancang untuk menghadirkan mode PvPvE (Player versus Player versus Environment).

Dalam mode PvPvE, pengalaman bermain melibatkan unsur pertarungan melawan lingkungan sekaligus pemain lain. Fitur ini akan menjadi bagian dari versi penuh Vaultbreakers, sehingga pengalaman yang ditawarkan nantinya tidak terbatas pada mode PvE seperti yang tersedia dalam demo.

Kehadiran kedua pendekatan tersebut membuka ruang bagi pengalaman bermain yang berbeda. Pemain yang ingin berfokus pada petualangan bersama teman dapat mencoba mode PvE, sedangkan mereka yang tertarik pada tantangan dengan unsur persaingan antarpemain bisa menantikan mode PvPvE.

Versi penuh Vaultbreakers juga akan menghadirkan total lima hero yang dapat dimainkan. Artinya, selain Nymera dan Bjornir yang tersedia dalam demo, akan ada tiga karakter tambahan untuk melengkapi pilihan hero.

Ketiga karakter yang belum tersedia dalam demo tersebut dijadwalkan dapat dicoba melalui Alpha PvPvE Playtest pada 15 Oktober 2026. Pengujian ini menjadi kesempatan untuk melihat lebih jauh bagaimana Vaultbreakers mengembangkan pengalaman bermain dengan unsur PvPvE.

Meski demikian, informasi dalam siaran pers belum merinci kemampuan ketiga karakter tambahan tersebut ataupun detail lebih lanjut mengenai jadwal dan mekanisme partisipasi playtest.

Kolaborasi BetaDwarf dan SQUARE ENIX COLLECTIVE

Peluncuran demo Vaultbreakers juga menandai kembalinya SQUARE ENIX COLLECTIVE melalui kemitraan penerbitan bersama BetaDwarf.

SQUARE ENIX COLLECTIVE merupakan divisi global dari Square Enix Ltd. yang menyediakan dukungan pendanaan, investasi, dan penerbitan bagi pengembang game independen. Program ini juga membuka kesempatan bagi studio dari berbagai skala untuk mengajukan proposal proyek game dari beragam genre.

Melalui inisiatif tersebut, SQUARE ENIX COLLECTIVE menekankan pentingnya membangun kemitraan jangka panjang yang berkelanjutan dengan para pengembang. Salah satu prinsip yang diusung adalah memberikan dukungan kepada studio tanpa mengambil kendali kreatif atas game yang mereka kembangkan.

Kemitraan dengan BetaDwarf melalui Vaultbreakers menjadi salah satu proyek yang diperkenalkan seiring dengan kembalinya SQUARE ENIX COLLECTIVE.

Di sisi pengembang, BetaDwarf merupakan studio asal Denmark yang didirikan pada 2012. Studio ini sebelumnya mengembangkan sejumlah game, termasuk Forced, Forced: Showdown, serta Minion Masters, sebuah game multiplayer yang menurut siaran pers telah diunduh lebih dari empat juta kali dan memperoleh 89 persen ulasan positif di Steam.

BetaDwarf dikenal memiliki fokus pada pengalaman bermain co-op. Melalui Vaultbreakers, studio tersebut kembali mengembangkan permainan yang memungkinkan pemain berpetualang bersama teman, menghadapi tantangan, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan.

Kolaborasi ini mempertemukan pengalaman BetaDwarf dalam mengembangkan game dengan dukungan penerbitan dari SQUARE ENIX COLLECTIVE.

Cara Mencoba Demo Gratis Vaultbreakers

Pemain PC yang tertarik mencoba Vaultbreakers kini sudah dapat mengakses demo gratisnya melalui Steam. Demo ini mencakup sebagian area dari peta pertama, rangkaian misi pengenalan, dua karakter yang bisa dimainkan, serta pertarungan bos sebagai bagian dari progres petualangan.

Pemain dapat memilih untuk bermain sendiri atau membentuk kelompok co-op dengan maksimal dua pemain lainnya. Demo juga menyediakan dua tingkat kesulitan PvE yang dapat dipilih sesuai preferensi.

Pemain dapat mengunjungi halaman Steam resmi Vaultbreakers untuk mendapatkan demo dan melihat informasi terbaru mengenai game tersebut.

Halaman Steam: https://store.steampowered.com/app/306910/Vaultbreakers/

Review Ace Combat 8: Wings of Theve (PC): Pertempuran Udara Yang Spektakuler

0

Ace Combat 8: Wings of Theve menjadi babak baru bagi salah satu seri game pertempuran udara paling ikonis. Dikembangkan oleh Project Aces dan diterbitkan oleh Bandai Namco, game ini resmi dirilis pada 2 Oktober 2026 untuk PC melalui Steam, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S. Setelah kesuksesan Ace Combat 7: Skies Unknown, seri ini kembali dengan pendekatan sinematik yang lebih kuat, variasi misi yang luas, serta sistem pertempuran udara yang tetap mengandalkan keseimbangan antara aksi arcade dan nuansa realistis.

Bagi penggemar lama, Ace Combat 8: Wings of Theve terasa seperti surat cinta untuk para pilot virtual yang telah mengikuti seri ini sejak era PlayStation pertama. Sementara itu, pemain baru juga mendapatkan kesempatan untuk menikmati pertempuran udara yang intens tanpa harus memiliki pengalaman mendalam dengan seri sebelumnya.

Namun, bukan berarti game ini hadir tanpa masalah. Di balik visual yang mengesankan, musik yang menggugah, dan kampanye yang memuaskan, masih terdapat sejumlah kekurangan, terutama pada optimalisasi PC dan pengalaman multiplayer.

Lantas, apakah Ace Combat 8: Wings of Theve layak dimainkan? Berikut ulasan lengkapnya.

Cerita Lebih Sinematik dan Emosional

Salah satu perubahan paling menarik dalam Ace Combat 8: Wings of Theve adalah cara game ini menyampaikan ceritanya. Alih-alih hanya mengandalkan rangkaian adegan sinematik yang terpisah dari gameplay, pemain diajak melihat konflik melalui sudut pandang orang pertama, baik ketika berada di dalam pesawat maupun saat menjalani kehidupan di kapal induk dan pangkalan militer.

Latar ceritanya kembali membawa pemain ke dunia fiksi Strangereal. Federation of Central Usea (FCU) sedang berada dalam situasi sulit setelah wilayahnya diserbu oleh Republic of Sotoa. Di tengah konflik tersebut, muncul sosok Jan Cope dengan callsign Rex, pilot yang dikenal sebagai Wings of Theve dan dijadikan simbol harapan untuk membangkitkan moral pasukan FCU.

Namun, reputasi Rex ternyata tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan. Setelah sebuah pertempuran yang berujung tragis, protagonis yang dikendalikan pemain harus mengambil alih identitas dan callsign tersebut demi mempertahankan harapan pasukan serta melanjutkan perjuangan melawan Sotoa.

Dari sinilah perjalanan bersama Joker Flight dimulai. Skuadron ini terdiri dari sejumlah karakter dengan kepribadian dan latar belakang berbeda, termasuk Baxter, Tasha, dan Coster. Mereka bukan sekadar rekan yang muncul ketika pemain membutuhkan bantuan di udara. Seiring perkembangan cerita, interaksi antarkarakter membantu membangun hubungan emosional yang membuat konflik terasa lebih personal.

Penggunaan sudut pandang orang pertama menjadi salah satu kekuatan terbesar game ini. Pemain tidak hanya menyaksikan peperangan dari kejauhan, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai bagaimana konflik memengaruhi para pilot, personel militer, dan orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Kehadiran Rex sebagai suara yang terus membimbing protagonis juga memberikan dimensi tambahan pada narasi. Meskipun sosoknya telah tiada, pengaruh dan reputasinya tetap menjadi bagian penting dari perjalanan pemain.

Meski demikian, ceritanya tidak selalu sempurna. Beberapa dialog terasa klise dan tempo penceritaan terkadang kurang konsisten. Namun, secara keseluruhan, pendekatan yang lebih membumi berhasil membuat perjalanan Joker Flight terasa lebih emosional dibandingkan sekadar cerita tentang siapa yang mampu menembak jatuh pesawat musuh paling banyak.

Gameplay Memuaskan

Pada dasarnya, Ace Combat 8: Wings of Theve tidak berusaha mengubah formula utama yang telah menjadi identitas seri ini. Pemain tetap menerbangkan pesawat tempur, mengunci target, menghindari rudal, dan menyelesaikan berbagai misi dengan persenjataan yang dapat disesuaikan.

Akan tetapi, ada peningkatan pada sensasi menerbangkan pesawat. Gerakan pesawat terasa memiliki bobot yang lebih meyakinkan, sehingga permainan mampu mempertahankan karakter arcade khas Ace Combat tanpa menghilangkan kesan bahwa pemain sedang mengendalikan mesin tempur yang kompleks.

Hasilnya adalah gameplay yang relatif mudah dipahami, tetapi tetap menyediakan ruang bagi pemain untuk mengembangkan kemampuan. Pemain baru dapat menikmati pertempuran dengan mempelajari dasar-dasar penerbangan, sedangkan veteran bisa mengeksplorasi manuver yang lebih rumit untuk mengungguli lawan.

Game ini juga menyediakan dua skema kontrol, yaitu Standard dan Expert. Standard Control cocok bagi pemain yang menginginkan pengendalian lebih sederhana, sedangkan Expert Control memberikan pendekatan berbasis roll dan pitch untuk manuver yang lebih presisi.

Tersedia pula tiga sudut pandang kamera, yakni Third Person View, HUD View, dan Cockpit View. Fleksibilitas ini memungkinkan pemain memilih cara menikmati pertempuran, mulai dari sudut pandang yang lebih sinematik hingga tampilan kokpit yang terasa lebih imersif.

Satu hal yang patut diapresiasi adalah bagaimana game ini membuat pemain merasa benar-benar menjadi pilot andalan. Dalam sejumlah misi, pemain harus menghadapi situasi yang tampaknya mustahil, termasuk melawan kelompok pesawat musuh dalam kondisi kalah jumlah.

Tingkat kesulitannya dapat menantang, terutama ketika musuh menggunakan manuver agresif untuk menghindari rudal. Namun, pertempuran seperti ini terasa memuaskan ketika pemain berhasil menemukan celah pertahanan lawan dan mengubah situasi yang awalnya tidak menguntungkan menjadi kemenangan.

Sayangnya, tidak semua tantangan terasa ideal. AI rekan satu skuadron terkadang kurang membantu ketika situasi menjadi genting. Pemain masih harus menangani sebagian besar ancaman sendiri, bahkan ketika rekan setim seharusnya dapat membantu mengurangi tekanan. Akibatnya, beberapa dogfight dan misi pengawalan bisa terasa lebih sulit daripada yang semestinya.

Misi Banyak dan Variatif

Kampanye Ace Combat 8: Wings of Theve menawarkan sekitar 30 misi dengan durasi penyelesaian kurang lebih 15–20 jam. Jumlah tersebut memberikan ruang yang cukup bagi game untuk menghadirkan berbagai situasi pertempuran tanpa harus bergantung pada satu jenis objektif secara terus-menerus.

Pemain akan menghadapi beragam tugas, mulai dari pertempuran udara, pengawalan, hingga penghancuran target penting di darat. Beberapa misi juga mengubah objektif di tengah permainan, sehingga pemain perlu menyesuaikan strategi dan persenjataan sesuai perkembangan situasi.

Variasi tersebut menjadi alasan mengapa kampanye terasa menarik hingga akhir. Pemain tidak sekadar mengulangi pola yang sama dalam lingkungan berbeda, tetapi dituntut untuk memahami kondisi misi dan memilih pesawat yang sesuai.

Sistem pemilihan pesawat juga berperan penting. Setiap misi dapat menuntut kemampuan yang berbeda, sehingga memilih pesawat dengan persenjataan yang tepat menjadi bagian dari strategi. Susunan skuadron pun perlu diperhatikan agar kemampuan tim dapat mendukung kebutuhan operasi.

Setelah kampanye selesai, pemain masih memiliki alasan untuk kembali terbang melalui fitur Game+. Fitur ini memungkinkan progres yang telah diperoleh dibawa ke kampanye baru, sehingga pemain bisa mencoba menyelesaikan misi menggunakan pesawat yang sebelumnya belum tersedia atau bereksperimen dengan susunan armada berbeda.

Bagi penggemar yang senang mengulang misi untuk mendapatkan pengalaman baru, fitur tersebut menambah nilai replayability yang cukup berarti.

Kustomisasi Pesawat Cukup Mendalam

Perkembangan pesawat menjadi bagian penting dari pengalaman bermain. Melalui Aircraft Tree, pemain dapat menggunakan Military Result Points (MRP) yang diperoleh selama Campaign Mode untuk membuka pesawat baru, mendapatkan senjata khusus, dan meningkatkan performa armada.

Sistem upgrade dibagi ke dalam beberapa kategori. BODY berfokus pada aspek seperti kecepatan dan stabilitas manuver, ARMS meningkatkan efektivitas persenjataan, sedangkan MISC menyediakan berbagai kemampuan tambahan, termasuk dukungan untuk mendeteksi pesawat siluman dan mengurangi efek pembekuan.

Pilihan peningkatan tersebut memberikan pengaruh terhadap cara pemain menghadapi misi. Pesawat yang unggul dalam pertempuran udara belum tentu menjadi pilihan paling efektif untuk menghancurkan target di darat. Karena itu, pemain perlu mempertimbangkan kebutuhan operasi sebelum menentukan konfigurasi pesawat.

Daftar pesawat yang tersedia juga mencakup beragam model ikonis, seperti F-14D Super Tomcat, F-15C Eagle, Su-57 Felon, MiG-31B Foxhound, F-35C Lightning II, A-10C Thunderbolt II, dan EA-18G Growler.

Selain kemampuan tempur, pemain dapat membuka skin dan emblem untuk mempercantik pesawat setelah menyelesaikan kampanye. Fitur kustomisasi ini tersedia sejak awal dalam mode online, sehingga pemain bisa menampilkan identitas pilot masing-masing ketika bertanding melawan pengguna lain.

Kombinasi progresi, pilihan pesawat, dan peningkatan komponen membuat aktivitas di hanggar menjadi lebih dari sekadar persiapan sebelum misi. Ada kepuasan tersendiri ketika pesawat yang sebelumnya terasa kurang memadai akhirnya mampu menghadapi tantangan berkat peningkatan yang tepat.

Visual dan Sistem Awan

Dari sisi presentasi, Ace Combat 8: Wings of Theve merupakan peningkatan yang terasa jelas. Game ini menggunakan Unreal Engine 5 bersama teknologi internal Bandai Namco untuk menghadirkan pertempuran udara dengan visual yang lebih mendetail.

Salah satu sorotan utamanya adalah teknologi Cloudly, middleware yang digunakan untuk membangun sistem awan dan atmosfer. Pemain dapat menyaksikan lautan awan, koridor awan yang dinamis, serta cahaya matahari yang menembus lapisan awan. Efek atmosfer seperti Brocken Spectre dan pantulan pada kanopi kokpit turut memperkuat kesan realistis ketika pesawat melintasi langit.

Menariknya, elemen visual tersebut bukan hanya pemanis. Kondisi atmosfer dan efek di sekitar pesawat juga dapat memberikan petunjuk selama pertempuran. Jejak asap, contrail, dan pantulan cahaya membantu pemain membaca situasi serta memperhatikan pergerakan lawan.

Pendekatan ini membuat langit terasa sebagai bagian aktif dari gameplay, bukan sekadar latar belakang. Saat melesat di antara lapisan awan atau mengejar lawan dalam kondisi cuaca tertentu, pengalaman bermain terasa lebih dinamis dan imersif.

Meski demikian, kualitas visual yang mengesankan tersebut belum sepenuhnya diimbangi oleh optimalisasi PC yang matang. Berdasarkan pengalaman yang tercantum dalam materi review, performa versi PC masih membutuhkan pembaruan lanjutan. Ini menjadi catatan penting bagi pemain yang berharap mendapatkan pengalaman teknis yang mulus sejak hari pertama.

Musik dan Audio

Musik selalu menjadi elemen penting dalam seri Ace Combat, dan Ace Combat 8: Wings of Theve kembali menunjukkan betapa besar pengaruh soundtrack terhadap pengalaman bermain.

Musik tidak hanya hadir sebagai pengiring aksi. Tema tertentu juga digunakan untuk memperkuat identitas karakter dan kelompok musuh. Salah satu contohnya adalah motif musik skuadron Lux Lunae, kelompok elite Sotoa yang dikenal sebagai Shadows oleh pihak FCU.

Motif tersebut muncul kembali dalam konteks yang berbeda seiring perkembangan cerita. Pada awalnya, musik itu menegaskan ancaman yang dibawa musuh. Namun, ketika protagonis mulai mengambil kendali dan menghadapi mereka secara langsung, penggunaan musik tersebut turut memperkuat perubahan posisi Joker Flight dalam konflik.

Pendekatan ini membuat momen-momen penting dalam kampanye terasa lebih berkesan. Ketika objektif terakhir sebuah misi muncul atau pertempuran mencapai puncaknya, musik dan efek suara membantu membangun ketegangan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada dialog.

Desain audio juga memperhatikan lingkungan sekitar dan tindakan pemain. Suara mesin, persenjataan, serta atmosfer pertempuran mendukung sensasi berada di tengah operasi militer berskala besar.

Bagi game yang sebagian besar waktunya dihabiskan di udara, kualitas audio seperti ini sangat penting. Musik yang tepat mampu mengubah dogfight biasa menjadi momen yang terasa heroik dan sulit dilupakan.

Multiplayer Seru, Masih Memiliki Masalah

Di luar kampanye, Ace Combat 8: Wings of Theve menghadirkan mode multiplayer yang lebih luas dibandingkan pendahulunya. Pemain dapat membuat pilot mercenary sendiri dan berkumpul di Air Base, sebuah lobi virtual yang mendukung hingga 100 pemain. Dukungan cross-play juga memungkinkan pengguna dari berbagai platform bermain dalam ekosistem online yang sama.

Mode yang tersedia mencakup Co-Op Assault, Co-Op Warfare, misi darurat berbatas waktu, serta berbagai event PvP. Sistem progresi, hadiah, latihan, dan aktivitas tambahan turut melengkapi pengalaman online.

Dalam pengalaman yang tercantum pada materi review, matchmaking untuk beberapa mode masih relatif mudah ditemukan. Namun, ada mode tertentu yang lebih sulit mendapatkan pertandingan. Artinya, kelancaran mencari lawan atau rekan bermain belum tentu sama untuk seluruh aktivitas online.

Materi review lainnya juga menyoroti masalah kestabilan server yang dapat mengganggu sesi permainan. Progresi multiplayer turut terasa cukup menuntut, sementara sistem Ace Pass mendapat kritik karena berfokus pada mode online dan menawarkan kosmetik musiman yang dapat memanfaatkan rasa takut pemain kehilangan kesempatan mendapatkan item tertentu.

Keputusan untuk membatasi progres Ace Pass pada multiplayer juga terasa kurang ideal. Kampanye single-player yang menjadi salah satu kekuatan terbesar game ini tidak memberikan jalur progresi yang sama untuk sistem tersebut.

Karena itu, meskipun multiplayer memiliki potensi dan menawarkan variasi aktivitas, pengalaman online belum sekuat kampanye utamanya. Pemain yang tertarik pada aspek kompetitif sebaiknya mempertimbangkan catatan mengenai server, progresi, dan ketersediaan matchmaking sebelum menghabiskan banyak waktu di dalamnya.

Kesimpulan

Ace Combat 8: Wings of Theve berhasil mempertahankan formula utama seri ini sambil memperkuat aspek yang membuatnya istimewa. Kampanye dengan 30 misi, cerita yang lebih emosional, sistem kustomisasi pesawat yang mendalam, visual atmosfer yang mengesankan, serta soundtrack yang kuat menjadikannya pengalaman pertempuran udara yang memuaskan.

Kelemahan seperti AI rekan satu skuadron yang belum selalu membantu, masalah multiplayer, sistem Ace Pass, dan optimalisasi PC yang masih membutuhkan pembaruan memang patut diperhatikan. Namun, kekurangan tersebut tidak menghapus kualitas kampanye single-player yang menjadi daya tarik utama game ini.

Bagi penggemar lama Ace Combat, game ini merupakan kelanjutan yang menawarkan banyak alasan untuk kembali ke kokpit. Bagi pemain baru, pilihan kontrol dan variasi misi juga membuatnya cukup ramah untuk dipelajari, meskipun tetap menantang ketika pertempuran mencapai intensitas tertinggi.

Jika tujuan utama kalian adalah menikmati kampanye pertempuran udara dengan cerita sinematik, musik yang berkesan, dan pertarungan yang memacu adrenalin, Ace Combat 8: Wings of Theve layak masuk dalam daftar game yang patut dipertimbangkan. Namun, untuk versi PC, ada baiknya memperhatikan pembaruan optimalisasi yang dirilis setelah peluncuran.

Ace Combat 8: Wings of Theve tersedia di PC melalui Steam, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

KINGDOM HEARTS Collection [I–III] Resmi Dirilis, Subtitle Bahasa Mandarin dan Korea Hadir pada 2027

0

SQUARE ENIX resmi merilis KINGDOM HEARTS Collection [I–III] pada 8 Oktober 2026 untuk Nintendo Switch 2, PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan Xbox on PC. Koleksi ini menghadirkan tiga judul dari seri RPG KINGDOM HEARTS dalam satu paket, sementara dukungan subtitle Bahasa Mandarin Tradisional, Mandarin Sederhana, dan Korea dijadwalkan hadir pada awal musim panas 2027.

Pengumuman tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju perayaan ulang tahun ke-25 seri KINGDOM HEARTS pada 2027. Menurut SQUARE ENIX, edisi koleksi ini tersedia dalam bentuk bundel digital dan fisik, sedangkan setiap judul juga dapat dibeli secara digital secara terpisah.

Tiga Game KINGDOM HEARTS dalam Satu Koleksi

KINGDOM HEARTS Collection [I–III] mencakup tiga judul utama berikut:

  • KINGDOM HEARTS -HD 1.5+2.5 ReMIX-
  • KINGDOM HEARTS HD 2.8 Final Chapter Prologue
  • KINGDOM HEARTS III + Re Mind (DLC)

Ketiga judul tersebut tersedia untuk Nintendo Switch 2, PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan Xbox on PC. Koleksi ini juga tersedia melalui Steam, sementara versi Epic Games Store dijadwalkan menyusul pada 9 Oktober 2026.

Khusus KINGDOM HEARTS -HD 1.5+2.5 ReMIX-, game tersebut juga tersedia di Nintendo Switch. SQUARE ENIX menyebutkan bahwa harga setiap judul maupun paket koleksi dapat dilihat melalui toko digital di wilayah masing-masing.

Untuk edisi fisik KINGDOM HEARTS Collection [I–III], pemain memerlukan koneksi internet guna mengunduh data tambahan sebelum dapat memainkan game.

Subtitle Bahasa Mandarin dan Korea Hadir pada 2027

Salah satu pengumuman penting dari SQUARE ENIX adalah penambahan subtitle Bahasa Mandarin Tradisional, Mandarin Sederhana, dan Korea yang direncanakan tersedia pada awal musim panas 2027.

Pembaruan subtitle ini akan mencakup tiga judul dalam koleksi, yaitu KINGDOM HEARTS -HD 1.5+2.5 ReMIX-, KINGDOM HEARTS HD 2.8 Final Chapter Prologue, serta KINGDOM HEARTS III + Re Mind. Untuk judul terakhir, subtitle Mandarin Sederhana juga akan ditambahkan sebagai dukungan baru.

Namun, ketersediaan dan cara mengakses subtitle tersebut berbeda-beda menurut platform. Pada Nintendo Switch 2 dan PlayStation 5, subtitle tambahan hanya akan ditambahkan ke versi Jepang. Sementara itu, pada Xbox Series X|S, Xbox on PC, dan Steam, pemain dapat memilih subtitle tersebut saat menjalankan versi Jepang.

Setelah pembaruan, versi Jepang akan diluncurkan secara otomatis jika pengaturan bahasa sistem atau klien diatur ke Bahasa Mandarin Tradisional, Mandarin Sederhana, atau Korea, sesuai dengan platform yang digunakan.

Ada satu hal yang perlu diperhatikan pemain: save data dari versi bahasa Inggris tidak dapat dipindahkan ke versi Jepang pada Nintendo Switch 2, PlayStation 5, Xbox Series X|S, Xbox on PC, dan Steam. Untuk Steam, transfer save data hanya didukung untuk KINGDOM HEARTS III.

Sementara itu, pada Epic Games Store, subtitle bahasa Asia hanya akan tersedia untuk produk yang dibeli menggunakan akun Epic Games yang terdaftar di luar Jepang. Ketentuan transfer save data pada platform ini juga mengikuti aturan tersendiri.

SQUARE ENIX menyatakan bahwa informasi lebih terperinci mengenai penambahan subtitle untuk setiap platform akan diumumkan kemudian.

Bonus Senjata Eksklusif untuk Setiap Platform

Pemain yang membeli KINGDOM HEARTS III + Re Mind atau KINGDOM HEARTS Collection [I–III] juga bisa mendapatkan bonus senjata dalam game yang berbeda berdasarkan platform.

Berikut daftar bonus yang diumumkan:

  • Nintendo Switch 2: Long Night
  • PlayStation 5: Midnight Blue
  • Xbox Series X|S dan Windows: Phantom Green

Bonus tersebut merupakan senjata yang dapat digunakan dalam KINGDOM HEARTS III.

Pemilik Versi Cloud Nintendo Switch Mendapatkan Harga Khusus

SQUARE ENIX juga menyediakan harga diskon bagi pemilik versi digital KINGDOM HEARTS untuk Nintendo Switch Cloud Version, PlayStation 4, dan Xbox One. Namun, save data dari versi-versi tersebut tidak dapat dipindahkan ke versi baru yang ditawarkan melalui program ini.

Khusus pemilik Nintendo Switch Cloud Version, mereka dapat membeli versi digital Nintendo Switch 2 yang sesuai melalui Nintendo eShop dengan harga khusus. Penawaran ini juga mencakup versi Nintendo Switch untuk KINGDOM HEARTS -HD 1.5+2.5 ReMIX-.

Berbeda dengan ketentuan untuk beberapa versi lama lainnya, pemilik Nintendo Switch Cloud Version juga dapat mentransfer save data mereka ke versi digital yang sesuai.

Pemain dapat memeriksa toko digital masing-masing untuk mengetahui harga dan ketersediaan produk di wilayah mereka.

KINGDOM HEARTS Telah Terjual Lebih dari 39 Juta Unit

Seri KINGDOM HEARTS merupakan hasil kolaborasi Disney dan SQUARE ENIX yang memadukan karakter serta dunia Disney dengan petualangan RPG. Game pertamanya dirilis pada Maret 2002 untuk PlayStation 2.

Hingga akhir Maret 2026, seri ini telah mencatat penjualan dan pengiriman lebih dari 39 juta unit di seluruh dunia. Dengan perayaan ulang tahun ke-25 yang akan berlangsung pada 2027, kehadiran KINGDOM HEARTS Collection [I–III] menjadi kesempatan bagi pemain untuk menikmati sejumlah judul dari seri tersebut melalui platform yang lebih baru.

Pemain dapat menyaksikan trailer koleksi ini melalui YouTube dan mengunjungi situs resmi SQUARE ENIX Asia untuk informasi lebih lanjut.

Once Upon A KATAMARI Kini Hadir di Nintendo Switch 2, DLC Rolling LIVE Highlights Juga Dirilis

0

Bandai Namco Entertainment Asia mengumumkan bahwa Once Upon A KATAMARI kini telah tersedia untuk Nintendo Switch 2. Bersamaan dengan peluncuran tersebut, DLC berbayar bertajuk Rolling LIVE Highlights juga resmi dirilis untuk Nintendo Switch 2, Nintendo Switch, PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC melalui Steam.

DLC Rolling LIVE Highlights menghadirkan konten yang terinspirasi dari Katamari Damacy Rolling LIVE. Pemain bisa menikmati 10 misi baru, 6 Cousins, 12 lagu, dan 18 aksesori untuk menambah variasi pengalaman bermain.

Once Upon A KATAMARI Hadir dengan Kontrol Mouse di Switch 2

Sebagai seri terbaru Katamari Damacy setelah 14 tahun, Once Upon A KATAMARI membawa kembali aksi menggulirkan Katamari untuk mengumpulkan berbagai benda. Kali ini, petualangan berlangsung melintasi beragam era, mulai dari zaman prasejarah, Zaman Es, hingga Jepang pada masa lampau.

Cerita bermula ketika King of All Cosmos secara tidak sengaja menghancurkan Bumi, Bulan, dan banyak bintang akibat sebuah insiden saat membersihkan kastil. Berbekal gulungan misterius, The Prince bersama para Cousins harus menjelajahi waktu dan mengumpulkan berbagai benda untuk membangun kembali langit malam yang dipenuhi bintang.

Versi Nintendo Switch 2 menghadirkan kontrol mouse baru, yang menawarkan cara bermain berbeda saat menggulirkan Katamari. Versi ini juga dilengkapi peningkatan visual dan frame rate yang lebih mulus.

Sementara itu, pemain akan menemukan berbagai tahapan baru, musik tambahan, serta benda-benda unik yang dapat dikumpulkan, termasuk magnet. Pemain juga dapat memilih The Prince atau salah satu dari 68 Cousins sebagai karakter yang dimainkan.

Sistem kustomisasi karakter turut tersedia bagi pemain yang ingin menciptakan penampilan sendiri. Karakter tersebut dapat digunakan untuk tampil berbeda dalam mode multipemain daring KatamariBall.

DLC Rolling LIVE Highlights Hadirkan 10 Misi Baru

Melalui Rolling LIVE Highlights, pemain akan menjelajahi konten yang terinspirasi dari dunia siaran langsung. Mereka harus membantu King of All Cosmos meningkatkan popularitasnya sekaligus memikat penonton di seluruh penjuru kosmos.

DLC berbayar ini menghadirkan sejumlah konten tambahan, meliputi:

  • 10 misi baru untuk dimainkan.
  • 6 Cousins sebagai tambahan karakter.
  • 12 lagu untuk menemani petualangan.
  • 18 aksesori untuk melengkapi pengalaman bermain.

DLC Rolling LIVE Highlights tersedia di Nintendo Switch 2, Nintendo Switch, PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC melalui Steam.

Diskon Peluncuran dan Transfer Save Data ke Switch 2

Untuk merayakan peluncuran Once Upon A KATAMARI di Nintendo Switch 2 sekaligus perilisan DLC Rolling LIVE Highlights, Bandai Namco juga mengadakan kampanye diskon peluncuran dalam waktu terbatas.

Harga promosi tersedia di platform yang berpartisipasi. Pemain disarankan memeriksa toko digital masing-masing untuk mengetahui harga, periode promosi, dan ketersediaan diskon secara lengkap.

Ada pula kabar baik bagi pemain yang sebelumnya memainkan versi Nintendo Switch. Save data dari Nintendo Switch dapat ditransfer ke Nintendo Switch 2, dengan syarat belum terdapat save data Once Upon A KATAMARI di konsol baru tersebut.

Selain itu, pemilik versi Nintendo Switch yang memainkan game ini di Nintendo Switch 2 akan mendapatkan pembaruan gratis. Pembaruan tersebut meningkatkan performa permainan sekaligus membuka dukungan kontrol mouse.

Dengan tambahan kontrol baru, peningkatan performa di Nintendo Switch 2, serta DLC yang membawa misi dan konten tambahan, Once Upon A KATAMARI menawarkan pengalaman menggulirkan Katamari yang diperluas untuk pemain lama maupun pendatang baru.