Square Enix resmi meluncurkan FINAL FANTASY X | X-2 HD Remaster untuk Nintendo Switch 2. Kehadiran game ini menjadi momen spesial karena untuk pertama kalinya FINAL FANTASY X dan FINAL FANTASY X-2 dapat dimainkan secara native di konsol terbaru Nintendo dengan peningkatan kualitas grafis.
Versi Nintendo Switch 2 menawarkan pengalaman bermain yang lebih optimal, baik saat dimainkan di rumah maupun dalam mode handheld. Dengan visual yang lebih tajam, para penggemar lama maupun pemain baru kini dapat kembali menikmati dua RPG klasik paling ikonik dalam sejarah franchise Final Fantasy.
Rayakan 25 Tahun FINAL FANTASY X
Peluncuran versi Nintendo Switch 2 ini juga bertepatan dengan peringatan 25 tahun sejak FINAL FANTASY X pertama kali dirilis di Jepang.
Seperempat abad setelah debutnya, game ini masih dikenang sebagai salah satu seri Final Fantasy terbaik berkat cerita emosional, karakter yang kuat, serta dunia fantasi yang begitu berkesan.
Kehadiran versi terbaru di Nintendo Switch 2 menjadi kesempatan ideal bagi pemain yang ingin bernostalgia maupun bagi generasi baru yang belum pernah merasakan perjalanan epik di dunia Spira.
Ikuti Perjalanan Tidus dan Yuna Menyelamatkan Spira
FINAL FANTASY X mengisahkan perjalanan Tidus, seorang atlet blitzball terkenal yang tiba-tiba terlempar ke dunia misterius bernama Spira.
Di sana, ia bertemu dengan Yuna, seorang Summoner muda yang sedang menjalani perjalanan suci untuk mengalahkan makhluk penghancur bernama Sin.
Petualangan mereka berkembang menjadi kisah penuh persahabatan, pengorbanan, cinta, serta pencarian makna kehidupan yang hingga kini masih dianggap sebagai salah satu cerita terbaik dalam seri Final Fantasy.
Tak hanya dikenal karena narasinya yang emosional, FINAL FANTASY X juga memperkenalkan sistem pertarungan Conditional Turn-Based Battle (CTB) yang memberikan kebebasan kepada pemain untuk menyusun strategi tanpa tekanan waktu.
Lanjutkan Kisah di FINAL FANTASY X-2
Paket HD Remaster ini juga mencakup FINAL FANTASY X-2, sekuel langsung yang mengambil latar dua tahun setelah berakhirnya kisah FINAL FANTASY X.
Kali ini pemain akan mengikuti petualangan Yuna, bersama Rikku dan Paine, dalam upaya mengungkap berbagai misteri kuno yang masih tersisa di dunia Spira.
Berbeda dari pendahulunya, FINAL FANTASY X-2 menawarkan nuansa yang lebih ceria dengan sistem pertarungan yang lebih cepat dan dinamis.
Salah satu fitur paling ikonik dalam game ini adalah Dressphere System, yang memungkinkan karakter berganti job di tengah pertempuran untuk menciptakan berbagai kombinasi strategi.
Grafis Lebih Tajam di Nintendo Switch 2
Sebagai versi HD Remaster yang hadir secara native di Nintendo Switch 2, pemain dapat menikmati peningkatan kualitas visual dibandingkan versi sebelumnya.
Model karakter tampil lebih detail, tekstur lingkungan terlihat lebih bersih, serta efek pencahayaan yang lebih baik membuat dunia Spira semakin hidup.
Kehadiran game ini di Nintendo Switch 2 juga memungkinkan pemain menikmati petualangan RPG legendaris tersebut dengan kenyamanan lebih baik, baik saat bermain secara portabel maupun ketika terhubung ke televisi.
Trailer Terbaru Turut Dirilis
Bersamaan dengan peluncuran game, Square Enix juga merilis trailer terbaru yang memperlihatkan kembali berbagai adegan ikonik dari FINAL FANTASY X dan FINAL FANTASY X-2 dalam kualitas HD.
Trailer tersebut menampilkan cuplikan perjalanan Tidus dan Yuna, berbagai pertarungan melawan monster, hingga momen emosional yang membuat kedua game ini begitu dicintai para penggemar selama bertahun-tahun.
Salah Satu Paket RPG Terbaik Kini Hadir di Nintendo Switch 2
Hingga saat ini, FINAL FANTASY X | X-2 HD Remaster masih dianggap sebagai salah satu paket RPG terbaik yang pernah dirilis oleh Square Enix.
Dengan menghadirkan dua game sekaligus, pemain dapat menikmati kisah lengkap perjalanan Yuna, mulai dari perjuangannya menyelamatkan dunia hingga petualangan baru setelah berakhirnya ancaman Sin.
Bagi penggemar lama, kehadiran versi Nintendo Switch 2 menjadi kesempatan sempurna untuk kembali mengunjungi dunia Spira dengan kualitas visual yang lebih baik. Sementara bagi pemain baru, ini merupakan waktu yang tepat untuk merasakan sendiri mengapa FINAL FANTASY X dan FINAL FANTASY X-2 terus dikenang sebagai dua judul paling berpengaruh dalam sejarah franchise Final Fantasy.
Pengelolaan biaya beli game menjadi semakin penting bagi gamer menjelang padatnya jadwal peluncuran game, terutama pada September hingga November 2026. Dalam periode tersebut, sejumlah judul besar akan hadir di berbagai platform dan berpotensi mendorong pengeluaran impulsif. Marvel’s Wolverine dijadwalkan meluncur di PlayStation 5 pada 15 September, disusul Ace Combat 8: Wings of Theve pada 2 Oktober, serta Grand Theft Auto VI pada 19 November 2026.
Kondisi ini membuat gamer perlu menentukan prioritas pembelian agar hobi tetap berjalan tanpa mengganggu kebutuhan finansial sehari-hari.
Pengelolaan Biaya Beli Game Perlu Dimulai
Keinginan untuk memainkan semua game terbaru merupakan hal yang wajar. Setiap judul menawarkan pengalaman, cerita, dan sistem permainan yang berbeda. Masalah mulai muncul ketika pembelian dilakukan tanpa melihat kondisi keuangan dan waktu yang tersedia untuk menyelesaikan game tersebut.
Gamer dapat memulai perencanaan dengan membuat daftar judul berdasarkan tingkat ketertarikan. Game yang benar-benar ingin dimainkan sejak hari pertama bisa ditempatkan sebagai prioritas utama. Sementara itu, judul lain dapat menunggu ulasan pemain, potongan harga, atau edisi dengan harga lebih terjangkau.
Layanan berlangganan seperti Xbox Game Pass juga dapat menjadi alternatif bagi gamer yang ingin mengakses banyak permainan tanpa membelinya satu per satu. Namun, layanan ini tidak otomatis menyediakan semua game yang sedang diinginkan.
Jumlah, fitur, dan ketersediaan game dalam katalog Game Pass dapat berubah berdasarkan waktu, wilayah, paket berlangganan, serta platform yang digunakan. Artinya, gamer tetap harus memeriksa katalog sebelum berlangganan agar tidak mengeluarkan biaya untuk layanan yang jarang dimainkan.
Bisa Dibantu dengan Digital Banking
Perkembangan layanan perbankan digital membuat pencatatan pengeluaran menjadi lebih praktis. Gamer dapat melihat riwayat transaksi, memeriksa arus kas, dan memisahkan dana hobi dari kebutuhan rutin melalui satu aplikasi.
Aplikasi blu by BCA Digital memiliki fitur Tracker yang memberikan gambaran mengenai pemasukan dan pengeluaran bulanan. Fitur Analisis juga dapat mengelompokkan transaksi ke dalam kategori secara otomatis agar pengguna lebih mudah mengevaluasi kondisi keuangan.
Pengguna juga dapat memanfaatkan bluSaving untuk membuat pos tabungan berdasarkan tujuan tertentu. Dana pembelian game dapat dikumpulkan secara bertahap tanpa tercampur dengan saldo transaksi harian. BluSaving mendukung penetapan target nominal, jangka waktu, dan setoran otomatis melalui autodebit.
Melalui perencanaan ini, gamer tetao bisa menikmati hobi mereka sesuai dengan kemampuan, sekaligus menjaga keuangannya.
ROG Homecoming adalah perayaan khusus untuk menandai perjalanan 20 tahun Republic of Gamers di industri gaming global. Acara ini berlangsung di Taiwan tanggal 31 Mei hingga 5 Juni 2026 dengan menghadirkan 70 penggemar loyal dari Asia, Eropa, dan Amerika. Program ini merupakan bentuk apresiasi kepada komunitas melalui kunjungan eksklusif ke Computex, kantor pusat ASUS, dan fasilitas pengembangan produk perusahaan.
Indonesia turut mengirimkan dua perwakilan dalam perayaan tersebut. Mereka adalah Rahmanta Adi Putra dan Nico Setiawan yang terpilih melalui proses kurasi global di berbagai wilayah.
Proses tersebut mencari pengguna dengan dedikasi tinggi terhadap ekosistem ROG. Para peserta bukan hanya pengguna setia, tetapi juga kolektor perangkat yang telah mendukung perkembangan merek gaming tersebut selama bertahun-tahun.
Pengalaman Eksklusif di Taiwan
Selama berada di Taiwan, seluruh peserta mendapatkan akses ke sejumlah kegiatan yang jarang tersedia bagi masyarakat umum. Mereka mengunjungi pameran Computex untuk melihat langsung berbagai perangkat edisi khusus 20th Anniversary yang diperkenalkan ROG.
Perjalanan kemudian berlanjut ke ASUS Headquarters. Di lokasi tersebut, para penggemar dapat melihat proses pengembangan perangkat melalui kunjungan ke ROG Design Lab. Mereka juga mengikuti lokakarya produk dan berdiskusi langsung dengan engineer serta jajaran eksekutif perusahaan.
Kegiatan ditutup dengan jamuan makan malam bersama pimpinan ASUS dan Republic of Gamers. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perusahaan ingin menempatkan komunitas sebagai bagian penting dalam perjalanan inovasinya.
ROG juga menggunakan masukan dari para gamer untuk mengembangkan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pendekatan ini diterapkan pada beragam kategori produk seperti motherboard, laptop gaming, kartu grafis, monitor, dan perangkat pendukung lainnya.
Pengalaman Perwakilan Indonesia
Rahmanta Adi Putra telah menggunakan produk ROG selama sekitar 13 tahun. Perangkat pertamanya adalah ROG Maximus V Gene yang menjadi awal perjalanannya bersama ekosistem Republic of Gamers.
Menurut Adi, performa tinggi, desain khas, dan fitur yang selalu berkembang menjadi alasan utama dirinya tetap menggunakan produk ROG. Ia juga merasa terkesan dengan sambutan panitia dan rangkaian kegiatan yang telah disiapkan selama berada di Taiwan.
Adi menilai produk edisi 20th Anniversary yang diperlihatkan dalam acara tersebut berhasil melampaui ekspektasinya. Kesempatan mengunjungi Design Lab, mengikuti lokakarya produk, dan berdiskusi bersama eksekutif menjadi pengalaman yang paling berkesan baginya.
Sementara itu, Nico Setiawan telah menjadi pengguna ROG sejak 2011. Produk pertamanya adalah ROG G73JW 3D, laptop gaming yang pada masanya dibekali teknologi NVIDIA 3D Vision.
Nico memilih bertahan dengan ekosistem ROG karena kombinasi performa kelas atas, desain premium, dan dukungan perangkat lunak. Ia menyebut perayaan di Taiwan sebagai salah satu acara terbaik yang pernah dihadirinya.
Dalam kunjungan tersebut, Nico berkesempatan bertemu Chairman ASUS dan pendiri ROG. Ia juga mengikuti makan malam bersama para eksekutif, bertemu mitra global, serta mengunjungi kantor pusat ASUS. Bagi Nico sebagai seorang ROG Superfan, pengalaman tersebut menjadi momen yang sebelumnya hanya dapat ia bayangkan.
Memasuki dekade berikutnya, ASUS ROG menyatakan akan terus mengembangkan teknologi gaming sekaligus memperkuat hubungannya dengan komunitas global. Dukungan para penggemar tetap menjadi bagian penting dalam setiap langkah engembangan Republic of Gamers.
ROG Nebula menjadi teknologi layar andalan ASUS ROG untuk meningkatkan pengalaman bermain dan membuat konten pada jajaran laptop gaming keluaran 2026. Teknologi ini dibagi menjadi tiga, yaitu Nebula HDR, Extreme Low Motion Blur (ELMB), serta Anti-Glare, Low-Reflection (AGLR). Kombinasi ini dirancang agar warna terlihat lebih akurat, gerakan cepat tetap tajam, dan pantulan cahaya tidak mengganggu pengguna saat berada di ruangan terang.
Teknologi ROG Nebula HDR Tidak Hanya Mengandalkan Kecerahan
Layar laptop dengan tingkat kecerahan hingga 1.600 nits serta panel Mini LED 4K 240Hz memang terdengar menjanjikan. Namun, angka spesifikasi saja belum tentu menghasilkan kualitas gambar terbaik. ASUS ROG mengembangkan Nebula HDR Engine untuk mengatur tampilan secara otomatis berdasarkan konten yang sedang ditampilkan.
Engine tersebut telah dikembangkan menggunakan ribuan foto dan video HDR. Sistemnya dapat mengatur kecerahan serta kontras secara real-time. Area terang tetap terlihat jelas tanpa terasa terlalu menyilaukan. Sementara itu, detail di bagian gelap tetap dipertahankan agar gambar tidak kehilangan kedalaman.
Pada layar Mini LED seperti yang digunakan ROG Strix SCAR 18, teknologi ini diklaim mampu mengurangi efek blooming atau kebocoran cahaya di sekitar objek terang hingga 25 persen. Hasilnya, warna hitam dapat terlihat lebih pekat dan kontras gambar menjadi lebih tajam.
ASUS ROG juga melakukan kalibrasi warna pada setiap laptop Zephyrus dan Strix SCAR sebelum produk dikirim kepada pengguna. Proses ini menjaga konsistensi warna dalam mode SDR maupun HDR. Akurasi tersebut penting bagi gamer yang ingin menikmati visual sesuai rancangan pengembang. Fitur ini juga membantu kreator ketika melakukan penyuntingan warna untuk video atau konten digital.
ELMB Membuat Gerakan Cepat Terlihat Lebih Jelas
Gerakan kamera yang cepat sering membuat gambar terasa buram. Kondisi ini dapat terjadi saat pemain melakukan flick shot, menggerakkan kamera dalam game MOBA, atau melaju dengan kecepatan tinggi di game balap.
ASUS ROG mengatasinya melalui Extreme Low Motion Blur. Teknologi tersebut bekerja dengan menyalakan dan mematikan backlight secara cepat di antara setiap frame. Pada ROG Strix SCAR 2026, sistem ini memanfaatkan zona Mini LED agar ketajaman gerakan dapat dipertahankan tanpa membuat layar kehilangan terlalu banyak kecerahan.
Berbeda dari sistem global strobing yang menyalakan seluruh lampu latar secara bersamaan, Nebula ELMB menggunakan sistem multizona. Setiap zona Mini LED menyala secara bergantian mengikuti pola pemindaian layar.
Metode tersebut membantu mengurangi jejak gambar atau crosstalk yang sering muncul pada teknologi lama. Seluruh proses dikendalikan langsung oleh timing controller di dalam panel. Sistemnya juga tidak bergantung pada pengaturan game maupun driver GPU.
ASUS ROG menyebut teknologi tersebut mampu memangkas durasi nyala backlight dan waktu tampilan gambar hingga seperenam belasnya. Secara teori, hasilnya dapat menghadirkan kejernihan gerakan hingga 16 kali lebih tinggi dibandingkan layar biasa.
Lapisan AGLR Mengurangi Pantulan Cahaya
Pantulan cahaya sering menjadi masalah saat laptop digunakan di dekat jendela, dalam perjalanan, atau di arena turnamen dengan pencahayaan kuat. ASUS ROG menggabungkan teknologi anti-glare dan anti-reflection untuk menjaga layar tetap nyaman dilihat.
Lapisan anti-glare bekerja dengan menyebarkan cahaya yang mengenai permukaan layar. Cara ini dapat mengurangi silau, tetapi berpotensi membuat gambar sedikit kurang tajam. Sementara itu, lapisan anti-reflection meredam pantulan dari sumbernya sehingga warna, kontras, dan detail tetap terjaga.
Teknologi AGLR memadukan keunggulan keduanya. Lapisan tersebut menekan pantulan tanpa mengorbankan terlalu banyak kualitas gambar. Teknologi ini cocok untuk gaming kompetitif dan pekerjaan kreatif yang membutuhkan ketajaman serta akurasi warna.
ROG Zephyrus dan ROG Flow Z13 menggunakan Corning Gorilla Glass DXC Anti-Reflection. Lapisan ini diklaim mampu mengurangi pantulan hingga 65 persen dan meningkatkan rasio kontras di bawah cahaya sekitar hingga 4,5 kali.
Sementara itu, laptop ROG Strix menggunakan teknologi AGLR yang dapat memangkas pantulan hingga 55 persen. Layar juga tetap terlihat jelas dari sudut pandang hampir 180 derajat. Hal ini membantu gamer melihat target dan lingkungan permainan dengan lebih jelas di bawah pencahayaan arena yang terang.
Teknologi layar ini tersedia pada sejumlah laptop ASUS ROG keluaran 2026.
Konsep yang ditawarkan oleh Echoes of Aincrad cukup menarik. Bayangkan game Sword Art Online tetapi tidak mengikuti perjalanan Kirito, melainkan karakternya original. Ceritanya sendiri masih berlatar di Aincrad, arc pertama sekaligus bagian yang paling ikonik dalam franchise Sword Art Online.
Sayangnya, struktur dunia semi open-world yang disajikan terasa kosong. Beruntung, sistem combat Echoes of Aincrad mampu menjaga permainan agar tetap menghibur. Itulah sepotong dari keseluruhan pengalaman yang kami rasakan selama memainkan versi review Echoes of Aincrad di PC.
Satu hal lagi yang kami sayangkan adalah game ini rilis pada minggu yang sibuk. Selain harus berhadapan dengan Assassin’s Creed Black Flag Resynced, ada ekspansi Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok yang mirip.
Selamat Datang di Aincrad
Alih-alih sekadar menceritakan ulang perjalanan Kirito, Echoes of Aincrad menempatkan pemain dalam cerita yang berbeda. Diawali dari Akihiko Kayaba yang sengaja mengurung 10.000 pemain di dalam game, dengan ancaman mati permanen jika HP mereka menjadi 0 atau meninggalkan permainan secara paksa.
Berbeda dengan Kirito yang berusaha menaklukan 100 level dari Aincrad, pemain justru mendapatkan misi yang berbeda. Pemain memiliki pengelihatan tentang peristiwa kehancuran besar. Kehancuran ini juga akan berdampak kepada semua pemain yang terjebak di dalam game, sehingga harus dicegah.
Cerita baru ini tidak mengurangi nilai narasi, melainkan menjadi pelengkap yang memberikan sudut pandang berbeda terhadap insiden Aincrad. Bagi fans Sword Art Online, Echoes of Aincrad, cerita ini bisa menjadi pelengkap pengalaman mereka dalam menikmati Sword Art Online. Tapi tidak masalah juga jika seandainya yang memainkan masih baru dengan franchise ini karena lebih mudah dicerna.
Sayangnya, cerita membutuhkan waktu cukup lama untuk benar-benar menemukan ritmenya.
Hal yang menarik adalah bagian prolog secara cerdas dikemas seperti masa beta dari game betulan. Tutorial mengenai sistem permainan diperkenalkan seolah-olah pemain memang sedang mencoba MMORPG sungguhan. Prolog ini juga bisa dinikmati secara gratis dalam versi demo.
Dunia Agak Hambar
Meski dari grafis sudah cukup baik, dunia semi open-world yang disajikan terlalu hambar, seakan ada yang kurang dalam membuatnya menjadi hidup.
Dunia dalam game dibagi ke dalam area berukuran besar. Lucunya, pemain tidak bisa dengan bebas menjelajahi area tersebut. Hanya satu cara saja untuk mengaksesnya yaitu melalui misi utama atau side quest.
Total ada empat Biome yang menjadi latar. Ada padang rumput, hutan, rawa-rawa, dan padang pasir. Tapi, justru yang menarik adalah desain dari Dungeon. Zona ini berada di dalam gua. Pemain akan disajikan visual unik dari susunan stalagmite dan kristal, atau tempat pemukiman ras demi-human.
Setiap area juga sudah memiliki batas yang sudah ditentukan. Ketika mencoba meninggalkan batas tersebut, karakter pemain akan langsung diarahkan kembali. Pada satu sisi, ini bagus untuk memastikan agar pemain tetap fokus dengan yang sedang dikerjakan.
Sepanjang perjalanan, pemain dapat mengaktifkan Safe Zone yang fungsinya untuk membuka bagian map tertutup. Fitur ini juga punya fungsi sama dengan yang ada di game Soulslike, membuat respawn musuh yang sudah dikalahkan.
Tidak ada mekanisme yang bisa mempercepat perjalanan, kecuali Teleport antar Safe Zone. Eksplorasi juga dilakukan hanya karena untuk menemukan peti harta karun atau mungkin landmark.
Musuh Sama dengan Skin Berbeda
Minimnya keragaman tidak hanya terlihat pada lingkungan saja, tetapi juga pada desain musuh. Baik musuh biasa dan Boss sering menggunakan model yang sama, tapi dengan perubahan warna atau sedikit desain yang berbeda. Mungkin sudah sampai ratusan kali kami berhadapan dengan babi hutan, serigala, beruang, dan kobold, dengan variasi yang bermacam-macam.
Penggunaan musuh yang terlalu repetitif membuat Echoes of Aincrad jadi membosankan. Ditambah dengan lingkungan di luar kota atau desa yang terasa sepi, kurang dipenuhi oleh aktivitas. Seharusnya game ini memiliki beragam jenis monster, dan pemandangan alam yang menarik untuk membuat pemain betah memainkannya. Sayangnya, Echoes of Aincrad tidak memiliki itu.
Review Echoes of Aincrad: Diselamatkan Oleh Sistem Combat
Echoes of Aincead mengingatkan kami dengan game Bandai Namco di awal tahun 2026, Code Vein 2. Kedua game memiliki kelemahan yang sama, tapi diselamatkan oleh sistem combat.
Layaknya game action RPG, Echoes of Aincrad memiliki dua tipe serangan utama, yaitu light attack dan heavy attack. Keduanya bisa dikombinasikan atau digunakan masing-masing dalam momen tertentu.
Echoes of Aincrad juga memiliki mekanisme dodge dan parry, yang jika dieksekusi dengan tepat akan memberikan punish yang luar biasa ke musuh. Momen ini bisa dilakukan ketika ada cahaya biru yang muncul saat parry berhasil dieksekusi dengan sempurna. Nantinya pemain dapat melakukan serangan balasan yang stylish bersama partner. Serangan ini tidak hanya menghasilkan kerusakan besar, tetapi juga membuat musuh rentan dengan stagger.
Mekanisme counter ini menarik, tapi sulit untuk dieksekusi. Selama bermain, kami hanya bisa melakukannya ketika menggunakan senjata sword dan shield. Sedangkan untuk sisanya jarang berhasil.
Berbicara soal partner, pemain dapat membawa satu karakter sebagai pendamping ketika menjalankan misi. Partner meski digerakkan oleh AI, akan memberikan pengaruh nyata terhadap strategi. Jika ingin bermain aman, pemain dapat memilih Iori karena memiliki skill area healing. Untuk berburu monster dan harta karun, bisa memilih Argo yang bisa mendeteksi lokasi harta karun dan monster.
Enam Senjata dengan Gaya Bermain Berbeda
Tersedia enam jenis senjata berbeda yang bisa dipilih pemain, mulai dari sword, rapier, dagger, mace, two handed sword, dan two handed axe.
Setiap senjata mempunyai karakteristik dan daya rusak yang berbeda. Senjata dua tangan yang berat dapat menghasilkan serangan dengan damage besar. Sedang dagger dapat membuat penggunanya bisa bergerak cepat. Untuk pemain baru kami sarankan memilih sword karena bisa dikombansikan dengan shield untuk bertahan.
Pemain juga dapat mempelajari Sword Skills, yaitu serangan spesial yang mengkonsumsi SP. Setiap kemampuan akan memiliki efek khusus. Misalnya Cascade dari two handed sword bisa ditahan untuk memberikan damage besar, sekaligus memotong bagian tubuh musuh. Ya, kami tidak bercanda. Echoes of Aincrad mengizinkan pemain untuk memotong tubuh musuh jika HP mereka dihabisi dengan heavy attack. Untuk Boss, Teknik ini akan membuat mereka kehilangan salah satu bagian tubuhnya, dan tidak bisa melakukan skill tertentu.
Pemain hanya bisa memasang tiga Sword Skills. Jadi pemain harus memilih skill mana yang diperlukan dan sesuai dengan gaya bermain. Batasan ini membuat combat menjadi lebih strategis dan mendorong eksperimen untuk berbagai kombinasi build.
Progression dan Modifikasi Senjata
Dengan senang hati kami menyampaikan bahwa sistem progression di game ini sangat sederhana, simple, dan tidak njelimet.
Setiap karakter pemain naik level, akan mendapatkan sejumlah poin yang dapat dialokasikan ke atribut. Dari deskripsi ini mungkin kelihatannya agak mengintimidasi, tapi nyatanya sangat mudah dipahami.
Setiap atribut akan memiliki penjelasan efek apa yang didapat jika dinaikkan ke nilai tertentu. Ini memudahkan pemain untuk mengetahui seperti apa build yang sedang mereka bangun. Mencapai nilai tertentu juga dapat membuka bonus tambahan, seperti peningkatan kecepatan serangan atau attack.
Hal yang sama juga berlaku kepada senjata. Setiap senjata akan memiliki empat slot yang bisa diisi oleh skill pasif. Untuk mengisinya, pemain hanya tinggal melakukan Synthesis di blacksmith. Satu fungsi lagi adalah upgrade yaitu memperkuat senjata dengan mengorbankan senjata yang lain.
Musuh akan banya menjatuhkan banyak senjata, jadi jangan khawatir kehabisan senjata untuk Synthesis atau Upgrade. Fitur ini juga memungkinkan pemain untuk terus menggunakan satu senjata yang sama selama permainan. Cocok bagi pemain yang memiliki rasa sentimental dengan equipment yang digunakan.
Review Echoes of Aincrad Dari Segi Teknis
Kami memainkan Echoes of Aincrad dengan PC yang memiliki spesifikasi CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB. Secara grafis, game ini tidak se”wah” seperti yang diharapkan, bahkan malah kelihatan seperti game konsol era PS4 dan Xbox One.
Konfigurasi setting juga tidak selengkap game modern. Tidak ada tambahan special effect seperti ray tracing dan juga optimasi dengan teknologi upscaling. Semuanya pilihan grafis seperti di konsol, padahal ini versi PC yang kami mainkan.
Untuk masalah teknis kami tidak pernah mengalami masalah saat memainkan gamenya. Kendala yang kami rasakan hanya satu, yaitu tidak bisa menemukan cara keluar dari game. Jelas, karena ini adalah Sword Art Online. Bercanda, tombol untuk keluar bisa ditemukan di dalam bagian option.
Kesimpulan Review Echoes of Aincrad
Kesimpulan kami untuk review Echoes of Aincrad adalah game ini akan meninggalkan dua kesan yang bertolak belakang. Pada satu sisi, sistem combat yang tersedia cukup menyenangkan, dan mudah untuk dipahami. Jumlah variasi senjata juga pas, namun menjadi dalam karena adanya fitur Synthesis dan Upgrade. Mekanisme serangan counter attack juga menantang untuk bisa dikuasai.
Pada sisi lain, dunia semi open-world yang disajikan terlihat terlalu kosong dan datar. Developer sudah berusaha dengan memberikan tema yang bervariasi, namun ini terganggu dengan desain musuh yang minim. Bayangkan mendadak muncul serigala dalam gua bawah tanah.
Cerita yang disajikan sebetulnya menawarkan sesuatu yang baru, tapi itu juga tersandung dengan desain dunia yang hambar. Kekurangan dari game ini bisa dijadikan sebagai pertimbangan sebelum memutuskan untuk membeli atau tidak. Paling tidak coba dulu versi demonya, karena konten yang ada di dalam demo adalah yang akan ditemukan dalam full game.
Echoes of Aincrad tersedia di PS5, Xbox Series, dan PC.
*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer
ASIED atau American Spaces Indonesia Esports Development telah mencapai puncak penyelenggaraannya melalui babak final kejuaraan nasional Esports Indonesia American Spaces di @america, Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta menggelar acara ini bersama Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), Yayasan Odong Prestasi Indonesia, dan Akademi Garudaku untuk mengembangkan kemampuan digital anak muda melalui pelatihan, aktivasi komunitas, serta kompetisi esports berskala nasional. Kegiatan tersebut juga bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat dan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026.
ASIED Jangkau Ribuan Anak Muda
American Spaces Indonesia Esports Development merupakan program pengembangan talenta yang menempatkan esports sebagai sarana pembelajaran dan kolaborasi. Program ini tidak hanya berfokus pada kemampuan bermain game secara kompetitif, tetapi juga memperkenalkan berbagai profesi dan keterampilan yang dibutuhkan dalam industri.
Rangkaian kegiatannya berlangsung selama lebih dari tujuh bulan di Padang, Pontianak, Semarang, Yogyakarta, Malang, Makassar, dan Ambon. Pelaksanaannya melibatkan jaringan American Corners di berbagai wilayah Indonesia serta berhasil menjangkau lebih dari 1.750 anak muda.
Program tersebut juga mendorong aktivasi lebih dari 50 komunitas esports. Para peserta mengikuti lokakarya yang membahas manajemen penyelenggaraan acara, operasional liga, produksi siaran, desain grafis, pembuatan konten, dan profesi komentator pertandingan.
Setelah menyelesaikan pelatihan dasar, peserta melanjutkan kegiatannya melalui aktivasi komunitas dan babak kualifikasi regional. Perjalanan tersebut kemudian mempertemukan peserta terbaik dalam acara final yang digelar di Jakarta.
Penjabat Urusan Publik Kedutaan Besar AS di Jakarta, Abraham Lee, menilai esports memiliki kemampuan besar untuk menghubungkan anak muda dari latar belakang budaya dan negara yang berbeda. Menurutnya, kesamaan minat terhadap game dapat membuka ruang persahabatan, meningkatkan keahlian, serta menciptakan peluang baru bagi generasi muda Indonesia.
Pertandingkan EA SPORTS FC 26 dan FC Mobile
Babak final menghadirkan pertandingan kompetitif dalam EA SPORTS FC 26 dan EA SPORTS FC Mobile. Selain kompetisi utama, penyelenggara juga menggelar Shoutcaster Hunt sebagai ajang pencarian talenta komentator pertandingan esports.
Kompetisi shoutcaster tersebut dinilai oleh komentator profesional Aqwam dan Sanskuyy. Peserta mendapatkan kesempatan menunjukkan kemampuan membawakan pertandingan, menyampaikan analisis, serta membangun suasana kompetisi agar lebih menarik bagi penonton.
Acara juga menghadirkan pertandingan eksibisi bersama sejumlah kreator konten dan Turnamen Esports Komunitas yang mempertemukan penggemar gim kompetitif di Jakarta. Secara keseluruhan, rangkaian final menjaring lebih dari 300 peserta dan pengunjung.
Program bertajuk “More than a Game” bersama Kementerian Ekonomi Kreatif Indonesia membahas perkembangan esports sebagai penggerak industri kreatif. Ekosistem ini memiliki ruang yang luas karena melibatkan penyelenggara turnamen, pemain profesional, kreator konten, desainer, komentator, tim produksi, hingga pengelola komunitas.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya berharap kolaborasi dengan Amerika Serikat dapat diperkuat melalui kehadiran American Corner di berbagai Creative Hub. Kerja sama tersebut diharapkan membantu mengaktifkan ruang kreatif sekaligus membuka lebih banyak pertukaran pengalaman antara pelaku ekonomi kreatif Amerika Serikat dan Indonesia.
ASIED menutup program nasionalnya dengan mempertemukan pelatihan, kompetisi, pengembangan komunitas, dan eksplorasi karier dalam satu ekosistem. Program ini diharapkan dapat menciptakan jalur pengembangan yang lebih jelas bagi talenta muda sekaligus mendukung pertumbuhan industri gaming Indonesia untuk generasi berikutnya.
Musim panas tahun ini kedatangan satu game indie yang tampil beda dari yang lain. Fireshine Games bersama Undercoders resmi meluncurkan Denshattack! untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch 2, dan PC melalui Steam.
Game ini langsung mencuri perhatian berkat konsepnya yang benar-benar nyeleneh. Alih-alih mengendarai kereta secara normal, pemain diajak melakukan berbagai aksi akrobatik ekstrem, mulai dari melompat, melakukan trik layaknya skateboard, hingga bertarung melawan rival demi menjadi pengemudi kereta terbaik di Jepang.
Denshattack! sudah tersedia dengan harga US$19,99, sementara pemain Steam dapat menikmati diskon peluncuran sebesar 10 persen dalam waktu terbatas. Pemain konsol juga memperoleh bonus berupa Seasonal Train Skin Pack serta skin eksklusif yang berbeda di setiap platform selama dua minggu pertama peluncuran.
Mengendarai Kereta dengan Gaya Skateboard
Jika selama ini kereta identik dengan transportasi yang melaju di atas rel, Denshattack! justru mengubah konsep tersebut menjadi sesuatu yang penuh aksi dan kreativitas.
Sepanjang permainan, pemain akan mengendalikan kereta yang mampu melakukan berbagai trik akrobatik layaknya seorang skateboarder profesional. Setiap aksi tidak hanya berguna untuk bergaya, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan yang tersebar di lebih dari 60 stage.
Mulai dari balapan berkecepatan tinggi, menyelesaikan trik-trik ekstrem, hingga menghadapi pertarungan melawan bos, setiap level menawarkan pengalaman bermain yang berbeda dan penuh kejutan.
Dunia Distopia dengan Sentuhan Budaya Jepang
Denshattack! mengambil latar di Jepang pada masa depan yang suram.
Dalam dunia tersebut, kaum super kaya hidup nyaman di balik kubah raksasa yang mampu menyaring udara bersih, sementara masyarakat lainnya bertahan hidup di wilayah kumuh yang dikuasai berbagai kelompok geng.
Di tengah kekacauan tersebut, pemain harus membangun reputasi, menghadapi geng-geng rival, mengumpulkan berbagai upgrade, dan terus mendaki peringkat hingga menjadi pengemudi kereta paling hebat di Jepang.
Meski mengusung latar distopia, game ini tetap mempertahankan nuansa budaya Jepang melalui desain kota, karakter, hingga gaya visual yang penuh warna.
Terinspirasi Jet Set Radio, One Piece, dan JoJo’s Bizarre Adventure
Menurut David Jaumandreu, selaku Game Director Denshattack!, proyek ini lahir dari kecintaannya terhadap tiga hal: skateboard, kereta api, dan Jepang.
Ia juga mengungkapkan bahwa gaya visual serta desain karakter Denshattack! banyak terinspirasi oleh game dan anime legendaris era 2000-an seperti Jet Set Radio, One Piece, dan JoJo’s Bizarre Adventure.
Inspirasi tersebut terlihat jelas dari penggunaan warna-warna cerah, karakter yang ekspresif, hingga animasi yang penuh energi sepanjang permainan.
Soundtrack Garapan Komposer Ternama
Tak hanya menawarkan gameplay yang unik, Denshattack! juga menghadirkan soundtrack yang digarap oleh sejumlah nama besar di industri game.
Deretan komposer yang terlibat antara lain:
Tee Lopes (Sonic Mania, Teenage Mutant Ninja Turtles: Shredder’s Revenge)
Ryo Nagamatsu (Splatoon, Mario Kart)
Richard Jacques (Jet Set Radio, Marvel’s Guardians of the Galaxy)
Takenobu Mitsuyoshi (Daytona USA, Sega Rally Championship)
Seluruh musik dalam game ini diterbitkan oleh label Kid Katana, yang dikenal sering menghadirkan soundtrack berkualitas tinggi untuk berbagai judul game.
Bersamaan dengan peluncuran game, album soundtrack resmi Denshattack! juga sudah tersedia di berbagai layanan streaming musik.
Fitur Utama Denshattack!
Beberapa fitur menarik yang ditawarkan Denshattack! meliputi:
Lebih dari 60 level dengan berbagai misi berbeda.
Gameplay unik yang memadukan aksi skateboard dan kereta api.
Pertarungan melawan bos serta geng rival.
Dunia bergaya Jepang futuristis dengan nuansa distopia.
Visual penuh warna yang terinspirasi anime dan game era Y2K.
Soundtrack dari komposer-komposer ternama industri game.
Beragam upgrade dan kostumisasi untuk memperkuat kereta.
Salah Satu Game Indie Paling Unik Tahun Ini
Di tengah banyaknya game aksi yang hadir dengan konsep serupa, Denshattack! tampil sebagai sesuatu yang benar-benar berbeda. Perpaduan gameplay bergaya arcade, aksi skateboard, budaya Jepang, dan kereta api menciptakan pengalaman bermain yang terasa segar sekaligus penuh gaya.
Dengan visual yang mencolok, soundtrack berkualitas tinggi, serta konsep yang berani keluar dari pakem, Denshattack! berpotensi menjadi salah satu game indie paling menarik yang hadir pada tahun 2026.
Bagi pemain yang mencari pengalaman bermain penuh aksi, humor, dan kreativitas tanpa batas, petualangan mengendarai kereta sambil melakukan kickflip di Denshattack! layak masuk dalam daftar game yang wajib dicoba.
Bandai Namco Entertainment Asia resmi mengumumkan bahwa Once Upon A KATAMARI akan meluncur untuk Nintendo Switch 2 pada 8 Oktober 2026. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Bandai Namco juga merilis trailer terbaru yang memperlihatkan berbagai peningkatan eksklusif untuk konsol terbaru Nintendo.
Tak sekadar menghadirkan versi baru, perilisan ini juga memperkenalkan Once Upon A KATAMARI Rolling LIVE Highlights Edition, edisi khusus yang menyertakan konten tambahan berupa Rolling LIVE Highlights DLC dengan stage, musik, dan berbagai fitur baru.
Petualangan Menggelinding Melintasi Berbagai Zaman
Sebagai seri terbaru Katamari Damacy setelah penantian selama 14 tahun, Once Upon A KATAMARI kembali mengusung gameplay khas menggulung berbagai benda menjadi bola raksasa atau Katamari.
Ceritanya dimulai ketika The King of All Cosmos secara tidak sengaja menghancurkan bumi dan seluruh bintang setelah bermain-main dengan sebuah gulungan misterius. Akibat insiden tersebut, The Prince harus melakukan perjalanan melintasi waktu untuk mengembalikan langit malam seperti semula.
Pemain akan menjelajahi berbagai era sejarah, mulai dari Zaman Jurassic, Zaman Es, Jepang Kuno, hingga berbagai lokasi unik lainnya sambil terus memperbesar Katamari dengan mengumpulkan benda-benda di sekitar.
Versi Nintendo Switch 2 Hadirkan Kontrol Mouse dan Visual Lebih Halus
Versi Nintendo Switch 2 menawarkan sejumlah peningkatan eksklusif dibandingkan versi sebelumnya.
Salah satu fitur terbarunya adalah dukungan mouse control yang memanfaatkan kemampuan unik Joy-Con Nintendo Switch 2. Sistem kontrol ini menghadirkan sensasi menggulung Katamari dengan cara yang lebih intuitif.
Selain itu, pemain juga akan menikmati:
Frame rate yang lebih mulus.
Peningkatan kualitas grafis.
Pengalaman bermain yang lebih responsif selama menjelajahi setiap level.
Bagi pemilik versi Nintendo Switch, Bandai Namco juga memberikan update gratis untuk membuka fitur mouse control saat memainkan game di Nintendo Switch 2. Bahkan, data penyimpanan (save data) dari Nintendo Switch dapat dipindahkan ke Nintendo Switch 2, selama belum ada data permainan pada konsol baru tersebut.
Rolling LIVE Highlights DLC Hadirkan Konten Baru
Daya tarik utama versi Nintendo Switch 2 adalah kehadiran Rolling LIVE Highlights DLC.
Konten tambahan ini menghadirkan 10 quest baru yang diadaptasi dari game mobile Katamari Damacy Rolling LIVE, lengkap dengan soundtrack ikonik yang sebelumnya hanya tersedia di versi mobile.
Dalam DLC ini, pemain akan membantu para streamer di Bumi mengembangkan siaran langsung mereka dengan terus memperbesar Katamari. Tujuannya tentu saja agar The King of All Cosmos tetap menjadi sosok paling populer dan tidak kehilangan perhatian para penggemarnya.
Bandai Namco juga mengonfirmasi bahwa beberapa konten telah disesuaikan dari versi mobile yang dirilis pada 2025.
Pilih Salah Satu dari 68 Cousins atau Buat Karakter Sendiri
Selain The Prince, pemain juga dapat memilih lebih dari 68 karakter Cousins yang memiliki penampilan unik.
Menariknya lagi, Once Upon A KATAMARI kini menghadirkan fitur kustomisasi karakter yang memungkinkan pemain menciptakan avatar mereka sendiri sebelum bertanding di mode multiplayer online KatamariBall.
Fitur ini memberikan kebebasan lebih besar bagi pemain untuk tampil berbeda saat bermain secara daring.
Magnet Jadi Power-Up Baru
Bandai Namco juga memperkenalkan beberapa elemen gameplay baru yang membuat proses menggulung objek menjadi semakin menyenangkan.
Salah satunya adalah Magnet, power-up baru yang memungkinkan Katamari menarik berbagai benda di sekitar secara otomatis. Fitur ini membuat proses mengumpulkan objek menjadi lebih cepat sekaligus menambah variasi strategi dalam setiap level.
Selain itu, game ini juga menghadirkan berbagai stage baru, item baru, serta deretan lagu baru yang semakin memperkuat identitas khas seri Katamari.
Tersedia Beragam Edisi
Selain edisi standar, pemain juga dapat memilih beberapa edisi khusus.
Once Upon A KATAMARI Rolling LIVE Highlights Edition
Edisi ini berisi:
Base Game
Rolling LIVE Highlights DLC
Once Upon A KATAMARI Royal Sound Edition
Bagi penggemar musik khas Katamari, tersedia pula Royal Sound Edition yang mencakup:
Base Game
Rolling LIVE Highlights DLC
Katamari Damacy Series Songs Side A
Katamari Damacy Series Songs Side B
Katamari Damacy Series Neo Remixes
Katamari Damacy Series Dance Dance Remixes
Bandai Namco juga mengumumkan bahwa King of Sound Edition akan dihentikan penjualannya mulai 7 Oktober 2026 dan digantikan oleh Royal Sound Edition.
Sementara itu, Rolling LIVE Highlights DLC juga akan tersedia sebagai pembelian terpisah di seluruh platform tempat Once Upon A KATAMARI dirilis.
Sudah Tersedia di Berbagai Platform
Selain Nintendo Switch 2 yang akan menyusul pada 8 Oktober 2026, Once Upon A KATAMARI saat ini telah tersedia di:
PlayStation 5
Nintendo Switch
Xbox Series X|S
PC melalui Steam
Dengan tambahan DLC baru, fitur mouse control eksklusif, visual yang lebih baik, serta berbagai peningkatan gameplay, Once Upon A KATAMARI di Nintendo Switch 2 menjadi versi paling lengkap untuk menikmati petualangan unik menggulung berbagai benda melintasi ruang dan waktu. Bagi para penggemar seri Katamari maupun pemain baru yang penasaran dengan gameplay ikoniknya, versi ini menjadi pilihan yang layak untuk dinantikan saat peluncurannya pada Oktober mendatang.
Penantian akhirnya berakhir! Setelah disambut dengan antusiasme luar biasa dari para fans di festival Carnival pada 5 Juli, Ragnarok: The New World kini siap membuka gerbang menuju dunia baru yang dapat dijelajahi sepenuhnya oleh para pemain! Bersiaplah memasuki era baru RO bersama, dengan hadirnya class terbaru Druid yang memulai debutnya bersama seluruh 8 job class dasar, serta perayaan pembukaan server yang dipenuhi dengan berbagai hadiah item menarik.
BABYMONSTER Membakar Panggung, Mengangkat Antusiasme Carnival ke Puncaknya Menjelang Peluncuran
Suasana festival Carnival pada 5 Juli begitu meriah, dengan pertunjukan fashion show spektakuler yang dibawakan oleh deretan cosplayer sebagai acara utama. Keseruannya tidak berhenti di situ, acara ini juga menghadirkan band favorit Three Man Down serta lima anggota boy group Perses yang tampil penuh energi dan menghidupkan panggung. Puncak malam ditutup dengan penampilan kejutan spesial dari girl group global ternama BABYMONSTER, yang memicu antusiasme luar biasa dan menciptakan momen tak terlupakan bagi para penggemar yang menantikan peluncuran resmi pada 16 Juli.
Grand Opening Server! Hadiah Item Langka Menyambut Para Petualang dari Seluruh Dunia
Dalam perilisan resmi Ragnarok: The New World, tim telah menyiapkan berbagai hadiah pembukaan server sebagai bentuk apresiasi tulus bagi seluruh petualang. Pemain hanya perlu login untuk klaim [Kafra VIP] secara gratis, yang secara permanen membuka fitur Offline AFK, Daily Task Reward Recovery, Skill Reset gratis, serta berbagai benefit lainnya yang secara signifikan menurunkan hambatan dalam perkembangan karakter dan membuat petualangan menjadi lebih lancar serta menyenangkan. Pada saat yang sama, pemain juga dapat memperoleh headwear kustom edisi terbatas [DJ Poring], set kostum edisi terbatas [Monster Ruang Waktu] yang secara khusus dihadiahkan oleh brand ambassador global BABYMONSTER, serta avatar frame edisi terbatas [Sailsong Tidewalker], untuk menciptakan tampilan RO baru yang benar-benar menjadi ciri khas mereka sendiri.
Selain hadiah login, tim developer juga telah menghadirkan event terbatas “Bargain Battle”. Pemain dapat mengundang teman untuk ikut serta dan menawar harga kostum musim panas edisi terbatas hingga hanya 2% dari harga aslinya, sehingga bisa mendapatkan hadiah penampilan eksklusif dengan nilai yang luar biasa serta menambah keseruan petualangan di musim panas ini. Selama perayaan pembukaan server, berpartisipasi dalam event tertentu di dalam game juga memberikan kesempatan untuk memenangkan merchandise berharga, seperti satu set lengkap photocard edisi terbatas BABYMONSTER. Sementara itu, dengan mengikuti berbagai aktivitas di komunitas resmi, pemain juga berkesempatan memenangkan hadiah utama yang menarik, seperti smartphone, gift card game, tiket pesawat pulang-pergi internasional, dan berbagai hadiah menarik lainnya untuk bersama-sama merayakan peluncuran resmi RO New World dengan para petualang di seluruh dunia.
Dunia game akan semakin memanas dengan pembaruan besar yang mengubah berbagai aturan lama, dipimpin oleh debut class terbaru Druid yang siap dimainkan oleh para pemain sejak hari pertama. Keunggulan utamanya adalah kemampuan untuk berganti di antara tiga wujud yang berbeda, yaitu Wild Beast Form, Bird of Prey Form, dan Human Form.
Yang terpenting, ini merupakan pembaruan nyata terhadap pengalaman bermain yang berfokus pada keterampilan, tanpa menitikberatkan pada pengeluaran. ROW telah menghapus sepenuhnya sistem Combat Power (CP) tradisional — saatnya mengucapkan selamat tinggal pada penggunaan angka kekuatan untuk mengintimidasi lawan. Kini, kemenangan ditentukan oleh pemahaman yang mendalam terhadap karakter, kombinasi skill, serta pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, sehingga menghadirkan medan pertempuran yang lebih menantang bagi para pemain yang benar-benar mengandalkan kemampuan.
Salah satu daya tarik utama game ini adalah kebebasan dalam berkembang, yang memberikan pemain keleluasaan untuk menentukan sendiri jalur petualangan mereka, baik sebagai pedagang, pemain guild, penjelajah, maupun spesialis build karakter. Setiap gaya bermain memiliki peran dan keseruannya masing-masing, membuka kesempatan bagi pemain untuk menikmati petualangan di dunia terbuka yang luas dengan bebas, sesuai ritme yang mereka inginkan.
Melengkapi seluruh keseruan tersebut, berbagai event perayaan pembukaan server yang penuh dengan hadiah telah disiapkan untuk menyambut setiap pemain memulai petualangan mereka. Dalam rangka merayakan peluncuran resmi, tim telah menyiapkan beragam aktivitas menarik beserta berbagai hadiah yang akan hadir secara bergantian dan dapat dinikmati sepanjang hari.
Informasi lebih lanjut silakan kunjungi website dan tautan resmi game:
Square Enix resmi membuka pre-order FINAL FANTASY RESONANCE, game terbaru yang menjadi judul pertama dalam franchise Final Fantasy yang mengusung visual HD-2D. Pengumuman ini sekaligus dibarengi dengan perilisan trailer terbaru bertajuk Pixel Trailer, yang memperlihatkan perpaduan visual pixel art klasik dengan efek grafis modern khas teknologi HD-2D.
Pre-order kini telah tersedia melalui Nintendo Store, Nintendo eShop, PlayStation Store, Steam, serta Microsoft Store. Game ini akan hadir di Nintendo Switch 2, Nintendo Switch, PlayStation 5, Xbox Series X|S, Microsoft Store untuk Windows, dan PC melalui Steam. Khusus versi Steam, game dijadwalkan meluncur pada 23 Oktober 2026, sehari setelah peluncuran di platform lainnya yang berlangsung pada 22 Oktober 2026.
Final Fantasy Klasik Lahir Kembali dengan Sentuhan HD-2D
FINAL FANTASY RESONANCE menjadi tonggak baru bagi franchise legendaris ini. Untuk pertama kalinya, Square Enix menggabungkan estetika pixel art klasik dengan teknologi HD-2D, menghasilkan dunia yang tetap mempertahankan nuansa nostalgia sekaligus tampil lebih hidup berkat pencahayaan, efek visual, dan lingkungan tiga dimensi yang detail.
Square Enix menggambarkan proyek ini sebagai jawaban atas pertanyaan sederhana: “Bagaimana jika Final Fantasy terus mengembangkan seni pixel hingga era modern?” Hasilnya adalah sebuah RPG yang memadukan identitas klasik seri dengan presentasi visual yang sepenuhnya baru.
Kisah Baru di Dunia yang Dipenuhi Kristal
Petualangan FINAL FANTASY RESONANCE berlangsung di dunia yang dibangun di atas kekuatan kristal, elemen yang telah menjadi ciri khas seri Final Fantasy sejak awal.
Pemain akan menjelajahi berbagai wilayah unik, termasuk Dilmagia, kota para insinyur yang menjadi tempat lahirnya teknologi kapal udara (airship), serta Olderion, kota air yang selama bertahun-tahun dilindungi oleh para Wardens of the Waters dan kekuatan kristal suci. Masing-masing wilayah memiliki sejarah, budaya, dan konflik yang menjadi bagian penting dari perjalanan pemain.
Karakter Baru Ditemani Wajah-Wajah Ikonik Final Fantasy
Cerita utama memperkenalkan sejumlah karakter baru, termasuk Lid, seorang mekanik muda berbakat yang bercita-cita menjadi penerus gelar Cid. Ia bertarung bersama Mechabo, chocobo mekanis hasil ciptaannya sendiri yang dapat berkembang lebih kuat seiring berjalannya permainan.
Pemain juga akan bertemu Nichol, ahli strategi dari Olderion Federation yang dikenal tenang, cerdas, dan selalu mengutamakan keselamatan tanah kelahirannya.
Sebagai lawan, hadir pula anggota Sworn Six seperti Veritas of the Heavens dan Veritas of the Waters, dua sosok misterius yang memiliki tujuan menghancurkan seluruh Crystal dengan kekuatan luar biasa.
Sistem Visions Hadirkan Pahlawan Legendaris Seri Final Fantasy
Salah satu fitur paling menarik dalam FINAL FANTASY RESONANCE adalah Vision System.
Melalui sistem ini, pemain dapat memanggil kristal yang berisi kekuatan para pahlawan legendaris dari berbagai seri Final Fantasy. Semakin erat hubungan pemain dengan Vision yang digunakan, semakin banyak kemampuan yang dapat dibuka.
Jika berhasil membuat seluruh musuh berada dalam kondisi stagger dalam satu giliran, pemain dapat memicu serangan spesial Resonance, sebuah teknik dahsyat yang melibatkan Vision untuk menghasilkan damage besar.
Beberapa karakter ikonik yang kembali hadir sebagai Vision antara lain:
Cecil dari Final Fantasy IV
Bartz dari Final Fantasy V
Squall Leonhart dari Final Fantasy VIII
Zidane Tribal dari Final Fantasy IX
Tidus dari Final Fantasy X
Masing-masing Vision memiliki kemampuan unik yang dapat memperkaya strategi dalam pertarungan.
Esper Klasik Kembali Mengguncang Medan Pertempuran
Tak lengkap rasanya sebuah Final Fantasy tanpa kehadiran Esper legendaris.
Dalam FINAL FANTASY RESONANCE, pemain dapat memanggil Ifrit, Shiva, hingga Titan. Ketiga Esper tersebut akan membantu party selama beberapa giliran sebelum mengeluarkan serangan pamungkas dengan kekuatan penghancur yang sangat besar.
Banyak Konten untuk Pecinta Completionist
Square Enix juga menyiapkan beragam aktivitas tambahan bagi pemain yang gemar menyelesaikan seluruh konten permainan.
Mulai dari mengumpulkan tablet shards, mengikuti berbagai mini-game seperti lompat tali dan Mog Tag, bertarung di Colosseum melawan musuh-musuh tangguh, hingga berburu Twelve Legendary Arms, senjata legendaris terkuat yang hanya bisa diperoleh setelah mengalahkan monster-monster paling mematikan dalam game.
Digital Deluxe Edition dan Collector’s Edition Siap Memanjakan Penggemar
Selain edisi standar, FINAL FANTASY RESONANCE juga akan tersedia dalam Digital Deluxe Edition yang berisi berbagai item eksklusif, termasuk Magitek Armor Key, Archwitch’s Grimoire, aksesori khusus, serta sejumlah item pendukung untuk mempermudah petualangan di awal permainan.
Bagi kolektor, Square Enix turut menghadirkan Collector’s Edition yang berisi:
Game fisik FINAL FANTASY RESONANCE
Acrylic Block Set
Pixel Art Book eksklusif
Original Soundtrack CD berisi 120 lagu
Kartu promosi FINAL FANTASY Trading Card Game edisi khusus
Paket kolektor ini ditujukan bagi penggemar yang ingin memiliki berbagai koleksi eksklusif dari game terbaru tersebut.
Bonus Pre-Order dan Early Purchase
Pemain yang melakukan pre-order akan memperoleh Magitek Airship & Squire Starter Pack, yang berisi tampilan kapal udara bertema Magitek, senjata, armor, serta berbagai item pendukung untuk membantu perjalanan sejak awal permainan.
Sementara itu, pembeli pada periode awal peluncuran juga akan mendapatkan Squire Kickstart Pack, yang menghadirkan armor khusus untuk meningkatkan perolehan gil serta item pemulih MP bagi seluruh anggota party.
Siap Menjadi Babak Baru dalam Sejarah Final Fantasy
Dengan visual HD-2D yang memukau, sistem pertarungan turn-based modern, kehadiran karakter-karakter legendaris dari berbagai seri Final Fantasy, serta dunia baru yang dipenuhi misteri kristal, FINAL FANTASY RESONANCE menjadi salah satu RPG yang paling dinantikan tahun ini.
Bagi penggemar lama, game ini menawarkan nostalgia dalam balutan teknologi modern. Sementara bagi pemain baru, FINAL FANTASY RESONANCE berpotensi menjadi pintu masuk yang sempurna untuk menikmati pesona franchise Final Fantasy melalui petualangan baru yang tetap mempertahankan identitas klasik seri ini.