Two Point Museum resmi berkolaborasi Angry Birds. Kolaborasi ini hadir dalam update gratis yang sudah tersedia sekarang di PC, Xbox Series, dan PS5, sementara versi Switch 2 menyusul nanti.
Kolaborasi Angry Birds Buka Rift Baru di Digiverse
Dalam update ini, Digiverse mendapatkan celah baru yang membawa pemain ke semesta Angry Birds. Di sana, Red dan kawan-kawan bisa dimanfaatkan untuk menghibur pengunjung, sekaligus membantu menghadapi Bad Piggies yang membuat kekacauan di area pameran. Salah satu lokasi utama yang dibuka adalah Piggy Island, tempat pemain dapat mengirim tim ekspedisi untuk menemukan berbagai artefak khas Angry Birds.
Bukan cuma itu, Kolaborasi Angry Birds juga menambahkan tiga Points of Interest baru yakni Cobalt Plateaus, Bamboo Forest, dan Pig City. Pemain juga dapat mengoleksi sembilan barang pameran baru termasuk display interaktif dan hewan liar. Suasana museum juga bisa diubah lewat dekorasi, wallpaper, lantai, hingga merchandise Angry Birds di toko suvenir.
Update Musim Semi
Selain konten crossover tersebut, Two Point Museum juga mendapat update musiman bertema musim semi. Pembaruan ini menghadirkan dua Points of Interest baru di Easter Isles yang tersembunyi di wilayah Scorched Earth. Dari sana, pemain bisa menemukan tiga barang pameran tambahan.
Pihak pengembang juga menambahkan berbagai elemen dekorasi agar museum terasa lebih segar. Ada pula Chocolate Cake Kiosks dan keranjang telur cokelat untuk menarik perhatian pengunjung baru.
Jika membahas perbandingan Samsung Galaxy akan menarik untuk membahas lini Galaxy S yang terus menunjukkan peningkatan performa dari generasi ke generasi. Mulai dari Galaxy S23, Galaxy S24, Galaxy S25, hingga Galaxy S26, selalu ada peningkatan dalam prosesor yang lebih cepat, kapasitas RAM dan penyimpanan yang lebih besar, layar yang semakin baik, serta baterai yang lebih efisien.
Pertanyaannya adalah manakah yang paling besar peningkatannya?
Perbandingan Samsung Galaxy Dari Prosesor dan Memori
Jika melihat dapur pacu, Galaxy S23 dibekali Snapdragon 8 Gen 2 for Galaxy yang masih sangat mumpuni untuk kebutuhan harian hingga game berat. Galaxy S24 kemudian hadir dengan Snapdragon 8 Gen 3 for Galaxy atau Exynos 2400, yang membawa peningkatan kecepatan sekaligus kemampuan AI yang lebih kuat untuk pengolahan foto dan fitur pintar lainnya.
Galaxy S25 melanjutkan peningkatan itu dengan chipset Snapdragon Elite yang lebih bertenaga, terutama untuk beban kerja berat dan performa grafis. Sementara Galaxy S26 tampil sebagai generasi terbaru dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy atau Exynos 2600. Chip ini membuat pemrosesan aplikasi, grafis, dan efisiensi energi menjadi lebih baik dibandingkan model sebelumnya.
Pada sektor memori, Galaxy S23 memulai dengan RAM 8GB dan penyimpanan 128GB. Galaxy S24 memang masih memakai konfigurasi serupa, tetapi mendapat dukungan pengelolaan memori yang lebih cepat. Galaxy S25 lalu mulai menawarkan RAM 12GB sebagai standar, sehingga lebih siap menangani multitasking berat. Galaxy S26 membawa peningkatan lebih jauh dengan penyimpanan dasar 256GB, RAM LPDDR5X, dan UFS 4.0 untuk kecepatan transfer data yang lebih tinggi.
Layar dan Baterai Semakin Matang
Bagian layar juga menunjukkan evolusi yang konsisten. Galaxy S23 memakai layar Dynamic AMOLED 6,1 inci dengan refresh rate 120Hz. Galaxy S24 meningkat ke 6,2 inci dengan tingkat kecerahan yang lebih baik untuk penggunaan luar ruangan. Galaxy S25 lalu menyempurnakan akurasi warna dan efisiensi panel, sehingga tampil makin optimal.
Galaxy S26 membawa panel AMOLED 6,3 inci yang lebih besar dan terang. Refresh rate 120Hz tetap dipertahankan untuk memastikan animasi dan scrolling terasa mulus.
Soal baterai, Galaxy S23 hadir dengan 3.900 mAh, lalu Galaxy S24 naik menjadi 4.000 mAh. Galaxy S25 mempertahankan kapasitas serupa tetapi lebih hemat daya berkat optimasi chipset dan software. Pada Galaxy S26, Samsung meningkatkan kapasitas menjadi 4.300 mAh dengan manajemen daya yang lebih baik.
Kesimpulannya perbandingan Samsung Galaxy lini S dari S23 hingga S26 menunjukkan arah yang jelas, yakni performa flagship yang semakin cepat, cerdas, dan efisien. Samsung Galaxy S26 adalah yang terbaik, karena mendapatkan semua peningkatan untuk menghadirkan pengalaman yang paling canggih dan bertenaga saat ini.
Steam Spring Sale telah resmi digelar. Salah satu publisher yang ikut serta adalah Sega dengan menghadirkan potongan harga untuk gamenya. Promo ini berlangsung sampai 26 Maret 2026.
Sorotan utama dalam Steam Spring Sale kali ini adalah Sonic Racing: CrossWorlds yang mendapat potongan harga 40 persen. Atlus juga ikut meramaikan promo dengan diskon 50 persen untuk Metaphor: ReFantazio, 60 persen untuk Persona 3 Reload yang merupakan harga terendah, dan 70 persen untuk Persona 5 Royal.
Selain judul-judul tersebut, Creative Assembly juga membawa penawaran khusus untuk waralaba Total War. Total War: Warhammer III, sejumlah DLCnya, serta Total War: Three Kingdoms ikut masuk dalam daftar game yang dipangkas harganya selama periode sale berlangsung.
Pada halaman event, ada lebih banyak judul selain yang disebutkan di sini. Misalnya Like a Dragon: Infinite Wealth, Shin Megami Tensei V: Vengeance, Sonic Frontiers, Judgment, hingga Lost Judgment. Beberapa di antaranya bahkan terlihat mendapat potongan harga yang cukup agresif
DLC baru Shinobi: Art of Vengeance yang berjudul Sega Villains Stage akan rilis pada tanggal 3 April 2026. Konten tambahan ini akan tersedia untuk pemilik base game di PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, Switch, dan PC. Sega juga merilis trailer promosi untuk DLC yang menampilkan Goro Majima, Death Adder, dan Dr. Eggman sebagai musuh.
DLC terbaru ini akan mengahdirkan lima stage crossover yang mempertemukan dunia Shinobi: Art of Vengeance dengan sejumlah seri terkenal milik SEGA. Tiga bos yang akan muncul adalah Goro Majima dari Like a Dragon dan Yakuza, Death Adder dari Golden Axe, serta Dr. Eggman dari Sonic the Hedgehog.
Selain stage dan bos baru, pemain juga akan mendapat dua mode Boss Rush yang berfokus pada musuh dari DLC, tiga Ninpo tambahan, tiga kostum baru, dan enam musik baru. Konten ini sudah termasuk dalam Digital Deluxe Edition serta Digital Deluxe Upgrade. Namun untuk mengaksesnya, pemain tetap harus memiliki base game lebih dulu.
SEGA juga menjelaskan bahwa stage DLC ini baru bisa dimainkan setelah pemain menuntaskan zona keempat di game utama, yang mencakup area The Desert, Mad Train, dan ENE Corp Laboratory.
Developer sekaligus publisher indie, Alloy Mushroom telah mengumumkan tanggal rilis Super Alloy Crush. Game ini akan meluncur ke Steam Early Access pada 8 April mendatang. Game yang terinspirasi dari Mega Man ini menawarkan aksi 2D roguelike brawler yang bisa dimainkan sendiri maupun co-op dengan tempo permainan yang cepat.
Konten Super Alloy Crush di Early Access
Pada saat Early Access dimulai, Super Alloy Crush sudah menghadirkan tiga chapter cerita, tujuh bos utama, lebih dari 100 skill pertarungan, local co-op, serta beberapa mode permainan. Kedepannya ada empat update besar gratis yang telah disiapkan oleh developer. Konten tambahan ini mencakup kelanjutan cerita Chapter 3, musuh jenis ghost, karakter baru, progress bar, dan masih banyak lagi.
Cerita game ini membawa pemain ke kapal luar angkasa Ranger, markas yang dipakai para karakter utama untuk menjelajahi planet-planet di jagat Super Alloy. Seluruh kru Ranger punya satu tujuan besar, yaitu menemukan harta karun kosmik bernama Planet AE-38.
Selama permainan, pemain akan menggunakan dua Cosmic Hunters, yakni Muu dan Kelly. Muu adalah petarung robot jarak dekat yang menggunakan cakar energi. Ia mengandalkan pergerakan lincah, serangan udara, dan combo panjang untuk menghasilkan damage besar. Sementara itu Kelly adalah manusia hasil buatan yang lebih teknis, dengan spesialisasi senjata api.
Shenmue III Enhanced telah mendapatkan kepastian platform rilis. Game ini nantinya akan tersedia untuk PC, PS5, Xbox Series, dan Switch 2. Khusus untuk versi Switch 2, game ini akan hadir dalam format fisik penuh. Untuk tanggal rilis gamenya akan diumumkan segera.
Shenmue III Enhanced juga akan mendapat Special Edition dan Collector’s Edition. Kedua versi tersebut sudah tersedia untuk pre-order mulai hari ini. Selain itu, dirilis juga trailer baru yang menampilkan pesan khusus dari sang kreator, Yu Suzuki.
Peningkatan di Shenmue III Enchanced
Dari segi teknis, game ini membawa sejumlah peningkatan yang cukup signifikan. Visualnya dibuat lebih tajam dengan tekstur yang ditingkatkan, detail lingkungan yang lebih kaya, waktu loading lebih cepat, dan performa gameplay yang lebih halus. Dukungan DLSS dan FSR juga hadir untuk menjaga kualitas grafis tetap tinggi tanpa mengorbankan performa.
Selain grafis, ada beberapa penyesuaian gameplay yang dibuat agar pengalaman bermain lebih nyaman. Kepadatan NPC ditingkatkan agar area Niaowu terasa lebih hidup. Lalu ada opsi Classic Camera Mode yang terinspirasi dari sudut kamera Shenmue I dan II.
Beberapa fitur kenyamanan lain juga ikut ditambahkan, seperti opsi skip cutscene, skip percakapan, serta jendela waktu QTE yang lebih longgar. Sistem stamina dan hambatan uang juga bisa diatur agar progres terasa lebih lancar. Meski begitu, pengembang menegaskan bahwa hampir semua perubahan besar di Shenmue III Enhanced bersifat opsional, sehingga pemain lama tetap bisa menikmati pengalaman yang mendekati versi aslinya.
Smartphone Galaxy S26 Ultra bisa menjadi andalan baru untuk membantu pengguna mengabadikan malam takbiran dengan hasil foto dan video yang lebih jernih. AI Phone ini mengusung peningkatan Nightography untuk menjawab tantangan pemotretan di malam hari.
Galaxy S26 Ultra Bawa Peningkatan Kamera untuk Malam Hari
Samsung Galaxy S26 Ultra mampu merekam suasana malam dengan pencahayaan minim. Salah satu peningkatannya ada pada aperture kamera yang kini menjadi f/1.4 dari sebelumnya f/1.7. Bukaan lensa yang lebih lebar ini membantu kamera menangkap lebih banyak cahaya, sekaligus menghasilkan efek depth of field yang lebih natural untuk foto portrait.
Peningkatan lain juga terlihat pada fitur Nightography dan sistem pengurangan noise yang lebih canggih. Hasilnya, video pawai takbiran diklaim bisa terlihat lebih tajam, terang, dan tetap natural. Samsung juga menambahkan pembaruan pada fitur Super Steady dengan opsi horizontal lock, sehingga video tetap stabil dan lurus meski ponsel dimiringkan atau diputar. Fitur ini cocok untuk membuat konten cinematic tanpa bantuan gimbal.
Selain sektor kamera, smartphone ini juga dibekali AI ISP dan ProVisual Engine yang bekerja secara real-time untuk menjaga detail, warna kulit, dan tekstur tetap natural. Pengguna juga bisa memanfaatkan Photo Assist berbasis Galaxy AI untuk menghapus objek, menambahkan elemen, atau menyesuaikan visual langsung dari galeri.
Audio Galaxy Buds4 Pro
Untuk urusan audio, Samsung memasangkan smartphone ini dengan Galaxy Buds4 Pro. Earbuds ini mendukung Active Noise Cancellation (ANC) dan Adaptive EQ berbasis AI agar suara takbir terdengar lebih jelas saat proses editing. Samsung juga menyebut pengguna bisa memakai Audio Eraser dari Galaxy AI untuk mengurangi suara yang tidak diinginkan.
Harga Galaxy S26 Ultra dan Galaxy Buds4 Pro
Mulai 18 Maret 2026, Galaxy S26 Series dan Galaxy Buds4 Series sudah tersedia di Indonesia.
Galaxy S26 Ultra dijual dalam tiga varian, yakni 12GB/256GB seharga Rp24.499.000, 12GB/512GB seharga Rp27.499.000, dan 16GB/1TB dengan harga Rp31.999.000. Selama 18–31 Maret 2026, tersedia benefit total hingga Rp3.000.000 termasuk trade-in cashback, cashback aksesori, serta extra cashback pembelian Galaxy Buds4 Series.
Sementara itu, Galaxy Buds4 Pro juga ditawarkan dengan cicilan mulai Rp300 ribuan per bulan, sehingga menjadi pelengkap menarik untuk pengguna Galaxy S26 Ultra.
Kabar terbaru datang dari dunia sepak bola anime! Bandai Namco Entertainment resmi merilis system trailer terbaru untuk game CAPTAIN TSUBASA 2: WORLD FIGHTERS, yang menampilkan berbagai peningkatan sistem gameplay dibandingkan seri sebelumnya.
Game ini sendiri dijadwalkan rilis pada tahun 2026 untuk berbagai platform, termasuk PlayStation 5, Nintendo Switch, Xbox Series X|S, dan PC melalui Steam.
Trailer terbaru ini bukan sekadar pamer visual, ini adalah sinyal bahwa game ini ingin naik kelas: lebih cepat, lebih taktis, tapi tetap ramah untuk semua pemain.
Evolusi Gameplay: Lebih Sederhana, Tapi Lebih Dalam
Satu hal yang langsung terasa dari system trailer adalah pendekatan gameplay yang berusaha menyeimbangkan dua dunia: aksesibilitas dan kedalaman strategi.
Dengan kontrol yang kini lebih sederhana—bahkan memungkinkan aksi dilakukan hanya dengan satu tombol, game ini tetap mempertahankan elemen taktis yang menentukan jalannya pertandingan.
Artinya, pemain baru bisa langsung masuk tanpa banyak ribet, sementara pemain lama tetap punya ruang untuk “bermain catur” di atas lapangan.
Chain System: Fitur Baru yang Jadi Game Changer
Sorotan utama dalam trailer ini adalah hadirnya fitur baru bernama Chain System.
Fitur ini memungkinkan pemain untuk:
Menghubungkan aksi secara beruntun
Menciptakan kombinasi serangan yang lebih kompleks
Mengatur ritme permainan secara dinamis
Bayangkan momen klasik Tsubasa Ozora menggiring bola melewati lawan, sekarang semua itu terasa lebih halus, lebih sinematik, dan lebih bisa dikontrol oleh pemain.
Chain System ini berpotensi jadi “jiwa baru” gameplay, membuat setiap serangan terasa lebih hidup dan penuh gaya.
Duel Taktis dan Aksi Ikonik Khas Captain Tsubasa
Selain Chain System, trailer juga menampilkan berbagai elemen gameplay lain yang tak kalah menarik:
Tactical Goalkeeper Battles
Duel antara penyerang dan kiper kini dibuat lebih dramatis dan strategis. Bukan sekadar menekan tombol, tapi membaca situasi dan memilih momen yang tepat.
Super Move
Aksi spesial khas Captain Tsubasa kembali hadir dengan animasi yang lebih bombastis. Tendangan super, lompatan akrobatik, semua tampil dengan gaya over-the-top yang jadi ciri khas seri ini.
Miracle Action
Fitur ini menghadirkan momen tak terduga yang bisa membalikkan keadaan pertandingan. Elemen ini menambah sensasi dramatis yang bikin setiap match terasa seperti episode anime.
Intensitas Sepak Bola Ala Anime yang Lebih Hidup
Kalau kita jujur game Captain Tsubasa bukan soal simulasi bola realistis ala FIFA. Ini soal emosi, gaya, dan momen epik.
Dan dari trailer ini, terlihat jelas bahwa CAPTAIN TSUBASA 2: WORLD FIGHTERS mencoba memperkuat identitas itu:
Animasi lebih halus
Aksi lebih eksplosif
Transisi gameplay lebih sinematik
Hasilnya? Setiap pertandingan terasa seperti adegan klimaks anime, bukan sekadar match biasa.
Game yang Mudah Dipelajari, Sulit Dikuasai
Ada satu filosofi lama di dunia game: easy to learn, hard to master.
Dan sepertinya itu yang ingin dicapai oleh Bandai Namco di sini.
Kontrol sederhana memungkinkan siapa saja langsung bermain. Tapi untuk benar-benar menguasai:
Timing Chain System
Penggunaan Super Move
Membaca strategi lawan
…itu butuh jam terbang.
Menuju 2026: Harapan Baru untuk Fans Captain Tsubasa
Sejak seri sebelumnya, banyak fans berharap ada peningkatan signifikan, terutama dari sisi gameplay dan kedalaman mekanik.
Dari system trailer ini, terlihat bahwa:
Gameplay lebih modern
Sistem lebih fleksibel
Intensitas pertandingan meningkat
Ini bukan sekadar sequel—ini seperti evolusi yang mencoba menghidupkan kembali semangat klasik dengan sentuhan modern.
Dengan hadirnya system trailer terbaru, CAPTAIN TSUBASA 2: WORLD FIGHTERS menunjukkan ambisinya untuk menjadi game sepak bola anime yang lebih matang dan menarik.
Seal M on CROSS telah resmi diluncurkan secara global hari ini oleh Nexus dan Playwith Korea untuk platform mobile dan PC. Melalui perilisan ini, pemain di berbagai negara termasuk Indonesia kini bisa masuk ke dunia Shiltz dalam satu server global yang terintegrasi.
Selain membuat interaksi antar pemain menjadi lebih luas, integrasi server ini juga membangkitkan jiwa kompetitif, karena pemain dapat bersaing dan mengejar pencapaian dalam ekosistem yang sama. Untuk detailnya bisa dilihat di sini.
Seal M on CROSS Bawa Banyak Fitur Baru
Seal M on CROSS akan menghadirkan sistem peringkat global, progres musiman, dan pencapaian yang berlaku untuk seluruh pemain dari berbagai wilayah.
Pembaruan lainnya yang cukup menonjol adalah integrasi dengan platform CROSS. Sistem ini memperkenalkan tokenomics bagi pemain yang tertarik dengan ekosistem blockchain. Dalam mekanisme tersebut, aktivitas di dalam game dapat menghasilkan Shiltz Crystal yang nantinya bisa dikonversi menjadi token utilitas SHILTZx untuk dipakai dalam ekosistem CROSS.
Meski begitu, Playwith Korea menegaskan bahwa fitur blockchain di game ini bukan elemen wajib. Fokus utama tetap ada pada pengalaman bermain MMORPG. Artinya, pemain tetap bisa menikmati seluruh konten tanpa harus ikut ke dalam sistem tokenomics.
Dari sisi konten, game ini masih mempertahankan identitas visual khas Seal lewat dunia yang penuh warna dan grafis. Untuk gameplay, pemain bisa memilih berbagai class klasik dengan kemampuan berbeda, memakai costume untuk mempercantik karakter, hingga mengkoleksi pet yang dapat membantu saat bertarung atau dijadikan mount.
Sistem combo khas Seal juga kembali hadir untuk menciptakan pertarungan yang lebih dinamis. Selain itu, pemain dapat menantang Field Boss demi hadiah menarik dan posisi di papan ranking global. Ada juga mini game Fishing bagi pemain yang ingin menikmati sisi santai dari Seal M on Cross.
Tertarik untuk mencoba gamenya? Kamu bisa langsung mendownload di sini.
Menjelang Idul Fitri 2026, Creative Studio di Galaxy S26 Series hadir di Indonesia untuk membantu pengguna membuat ucapan Lebaran yang lebih personal, menarik, dan praktis langsung dari ponsel.
Fitur ini diperkenalkan sebagai jawaban atas kebutuhan banyak orang yang ingin berbagi kartu ucapan digital, stiker, hingga visual kreatif tanpa harus memiliki kemampuan desain. Melalui dukungan Galaxy AI, pengguna cukup memakai foto, sketsa, atau teks untuk menghasilkan konten yang siap dibagikan saat momen silaturahmi.
Creative Studio di Galaxy S26 Series untuk ucapan Lebaran
Tren ucapan Lebaran kini tidak lagi sebatas pesan teks biasa. Banyak yang ingin membuat kartu ucapan yang lebih estetik dan personal, tetapi sering terkendala waktu dan proses desain yang terasa rumit. Karena itu, Creative Studio disematkan pada Galaxy S26 Series agar ide tersebut bisa langsung diolah menjadi visual kreatif dari perangkat.
Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, mengatakan: “Banyak orang ingin membuat ucapan Lebaran yang lebih personal, tetapi sering terhambat oleh proses desain yang terasa rumit. Melalui fitur ini, pengguna bisa memiliki ruang desain pribadi yang selalu ada di saku mereka.” Katanya.
Untuk mengaksesnya, pengguna bisa membuka Settings, masuk ke menu Galaxy AI, lalu mengaktifkan Creative Studio. Setelah itu, fitur dapat dibuka lewat Edge Panel.
Khusus Galaxy S26 Ultra, akses juga tersedia melalui ikon pensil saat S Pen dilepaskan. Dari sana, pengguna dapat memilih opsi pembuatan kartu ucapan dan memasukkan prompt seperti visual masjid bernuansa emas saat senja.
Cara Bikin Sticker dan Edit Foto Lebih Praktis
Selain kartu ucapan, Creative Studio juga mendukung pembuatan stiker dari foto di galeri. Pengguna hanya perlu memilih foto, menekan opsi Generate, lalu menambahkan elemen visual sesuai tema Idul Fitri. Hasilnya bisa disimpan sebagai Sticker Set dan langsung terhubung ke Samsung Keyboard untuk dipakai di aplikasi chat.
Galaxy S26 Series juga dibekali Photo Assist untuk merapikan foto keluarga saat Lebaran. Fitur ini membantu menghapus objek yang mengganggu, memperbaiki komposisi, serta menyempurnakan hasil foto lewat perintah sederhana. Fitur undo dan redo membuat proses edit terasa lebih fleksibel sehingga konten yang dibuat lewat Creative Studio dan Photo Assist bisa tampil lebih rapi.
Harga Galaxy S26 Series
Untuk harga Galaxy S26 Ultra varian 16GB/1TB dibanderol Rp31.999.000, sedangkan varian 12GB/512GB dijual dengan harga Rp27.499.000, dan untuk varian 12GB/256GB dijual dengan harga Rp24.499.000.
Untuk Galaxy S26+ harganya adalah Rp22.499.000 untuk varian 12GB/512GB, dan Rp19.499.000 untuk varian 12GB/256GB. Sementara Galaxy S26 dijual dengan harga Rp19.499.000 untuk varian 12GB/512GB, dan Rp16.499.000 untuk varian 12GB/256GB.