Home Blog Page 2

Sony Playstation Umumkan Program The Playerbase, Pinjam Wajah Fans Supaya Bisa Muncul di Dalam Game

0
Sony Playstation Umumkan Program The Playerbase, Pinjam Wajah Fans Supaya Bisa Muncul di Dalam Game

Ada-ada saja Sony PlayStation yang mengumumkan program bernama The Playerbase. Melalui program ini, fans mendapatkan kesempatan untuk muncul dalam game Gran Turismo 7 dengan cara meminjamkan wajahnya.

Cara Kerja The Playerbase Dimulai dari Gran Turismo 7

Dikutip dari PlayStation Blog, cara kerja The Playerbase adalah fans yang terpilih akan discan wajahnya. Data didapatkan lalu ditambahkan ke dalam game Gran Turismo 7.  Untuk bisa berpartisipasi, peminat harus lebih dulu mendaftarkan diri di sini.

Setelah ditinjau, sejumlah finalis akan dipilih untuk mengikuti wawancara video. Dari tahap ini akan terpilih satu orang beruntung yang bisa muncul di Gran Turismo 7 sebagai potret karakter di dalam game.

Proses ini akan berlangsung di studio Los Angeles dimana selain menjalani proses scanning, mereka yang beruntung akan bekerja sama dengan desainer untuk membuat logo fantasi dan corak kendaraan miliknya sendiri di Gran Turismo 7.

Rencananya program The Playerbase tidak akan berhenti di Gran Turismo 7. Sony mengatakan mereka ingin memperluas program ini seiring semakin banyak studio yang ikut berpartisipasi.

Bagaimana menurutmu?

Review KuloNiku: Bowl Up! (PC): Jualan Bakso Itu Tidak Mudah

0
Review KuloNiku Bowl Up thumbnail

Pada saat situasi yang tegang seperti sekarang, paling enak adalah memainkan game yang santai. KuloNiku: Bowl Up!, racikan terbaru dari developer Indonesia Gambir Studio bisa memenuhi permintaan tersebut. Game bergenre restaurant simulation ini memiliki tempo permainan yang santai, namun tetap menarik untuk dimainkan.

Melihat rekam jejak Gambir Studio, developer ini sudah tidak perlu dipertanyakan lagi dalam membuat game dengan elemen simulasi memasak dan manajemen restoran. Lihat saja contohnya Selera Nusantara: Chef Story. Semua formula ini disempurnakan dan hasilnya diimplementasi di KuloNiku: Bowl Up! yang tidak hanya tentang memasak saja, melainkan juga dibumbui dengan cerita slice of life ala game visual novel.

Kami mendapat kesempatan untuk memainkan versi review dari KuloNiku: Bowl Up! di Steam. Berikut adalah pengalaman yang kami rasakan selama menjadi chef dari restoran Bakuso di kota Kuloniku.

Suatu Hari di Kuloniku

Cerita dari KuloNiku: Bowl Up! adalah pemain sebagai protagonis yang mewarisi restoran bakso legendaris bernama Bakuso di kota Kuloniku. Tugas pemain adalah mengembalikan kejayaan dari restoran tersebut dan menjadikannya sebagai restoran nomor satu di kota.

Perjalanan ini tentunya tidak mudah. Pemain harus menghadapi persaingan dari restoran lain sambil terus membangun reputasi Bakuso. Cerita ini juga akan dibumbui dengan interaksi pemain dan para NPC yang tinggal di Kuloniku. Mereka tidak hanya datang ke Bakuso sebagai tamu. Beberapa akan memiliki hubungan yang lebih dalam dengan pemain, entah itu menjadi rival atau sebagai teman dekat.

Dari segi cerita, alur di KuloNiku: Bowl Up! sangat sederhana. Hal yang membuat menarik adalah interaksi dengan para NPC. Sama seperti di game visual novel, interaksi ini akan dibangun berdasarkan parameter hubungan antara pemain dengan NPC. Jika parameter ini sudah penuh, maka akan mentrigger momen hangout spesial antara pemain dengan NPC.

Review KuloNiku Bowl Up hangout spesial

Game ini juga dilengkapi dengan opsi pilihan jawaban yang memberikan kebebasan bagi pemain dalam memberikan respon. Sayangnya apapun jawaban yang dipilih tidak terlalu berdampak dengan cerita. Kamu paling hanya mendapatkan jawaban yang konyol jika memilih pilihan yang konyol juga, itu saja.

Kehadiran subtitle berbahasa Indonesia juga sangat membantu KuloNiku: Bowl Up! dalam menyampaikan cerita. Beberapa dialog dalam game akan menyertakan meme yang populer di Indonesia, dan dengan disampaikan dalam bahasa Indonesia akan membuatnya lebih mudah diterima.

Dunia dalam game dibangun dalam bentuk 3D. Meski kelihatannya sederhana, kami kagum dengan beragamnya animasi di dalam game. Setiap NPC akan memiliki desain dan animasi yang mencerminkan wataknya.

Review KuloNiku Bowl Up Stella

Misalnya Stella, wanita dengan gaya rambut berbentuk bintang yang kebetulan juga adalah seorang bintang sekaligus pemilik restoran rival Souper Starz. Dalam pertemuan pertama, Stella terkesan sombong dan menganggap remeh kemampuan pemain dan Bakuso. Namun setelah mengenal lebih dekat, ternyata ia memiliki watak Tsundere.

Saatnya Masak Mie Bakso

Review KuloNiku Bowl Up masak mie bakso

Apa menu utama restoran Bakuso? Jelas adalah mie bakso. Kamu akan menghabiskan sebagian besar memasak mie bakso yang memiliki berbagai macam resep. Ada yang dicampur dengan bihun, pakai ayam goreng, dan masih banyak lagi.

Gameplay dimulai saat pembeli memesan makanan yang ingin dimakan di kasir. Setelah mendapatkan ordernya, pemain akan dibawa ke dapur yang berisi beberapa bagian. Untuk yang pertama adalah meja bumbu, tempat pemain membumbui dan juga finishing makanan. Setelah itu ada panci rebus, tempai pemain untuk merebus bakso dan bahan lainnya. Seiring progress bagian dalam dapur ini akan bertambah dengan meja topping dan penggorengan.

Untuk bisa menguasai gameplay KuloNiku: Bowl Up!, pemain harus bisa lebih dulu mengerti fungsi dari bagian-bagian ini. Tapi bukan ini saja yang harus dikuasai.

Belajar Mengingat

Review KuloNiku Bowl Up resep

Tantangan utama saat memasak di KuloNiku: Bowl Up! adalah mengingat. Mulai dari ingat menu apa yang dipesan oleh pembeli, bagaimana komposisinya, cara masaknya, dan isi bumbunya. Pembeli yang iseng akan memperumit situasi dengan meminta tambahan tertentu yang diluar resep dimakanannya.

Misalnya pembeli ingin membeli Mie Bakso Klasik yang resepnya sebetulnya sederhana, yaitu dua bakso, satu mie, dan kecap manis. Namun mereka tidak ingin makanan ini manis, melainkan pedas. Nah tugas pemain adalah mencari komposisi yang tepat agar makanan tersebut masih dimasak sesuai resep, tetapi dengan tambahan yang diinginkan oleh pembeli.

Review KuloNiku Bowl Up pembeli yang banyak mau

Tidak hanya itu, gameplay ini juga dibuat menjadi lebih menantang dengan kehadiran durasi. Seperti pembeli betulan, pembeli di game KuloNiku: Bowl Up! juga akan protes jika makanan lama datangnya, apalagi kalau sampai salah order.

Kombinasi mekanisme inilah yang membuat gameplay KuloNiku: Bowl Up! menjadi menantang dan tidak membuat bosan. Untuk awalnya kami sempat agak kesal karena banyak mekanisme yang terkesan seperti tumpang tindih. Namun setelah memainkan game ini cukup lama dan akhirnya mengetahui cara kerjanya, mekanisme ini jadi menyenangkan dan menurut kami adalah daya tarik utama dari game.

Iron Chef dan Side Activity Dekorasi Restoran

Review KuloNiku Bowl Up meatball brawl

KuloNiku: Bowl Up! memiliki fitur lomba memasak seperti Iron Chef yang dikemas dalam Meatball Brawl. Pemain akan ditantang oleh chef lain untuk unjuk kebolehan memasak dan dites langsung oleh juri. Jika berhasil menang, reputasi restoran Bakuso akan naik, dimana tujuan pemain adalah menjadikannya sebagai restoran nomor satu di Kuloniku.

Mekanisme memasak di Meatball Brawl ini kurang lebih sama dengan yang biasa, namun akan lebih kompleks karena pemain juga harus membuat juri terkesan.

Review KuloNiku Bowl Up dekorasi restoran

Untuk side activity, pemain bisa mendekor penampilan restoran. Beberapa ornamen dan furnitur tidak hanya mempercantik penampilan, tetapi juga memberikan efek tambahan misalnya meningkatkan jumlah tips atau membuat pembeli mau menunggu lebih lama.

KuloNiku: Bowl Up! Dari Segi Teknis

Selama memainkan versi review KuloNiku: Bowl Up! di PC, kami tidak pernah mengalami masalah teknis. Spesifikasi game ini terbilang ramah dengan segala tipe PC, jadi kamu tidak perlu khawatir soal performa gamenya. Berikut adalah spesifikasi PC yang kami gunakan: CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB. Agak overkill yah sepertinya.

Kesimpulan Review KuloNiku: Bowl Up!

Kesimpulan yang kami dapat selama memainkan versi review KuloNiku: Bowl Up! adalah game ini cukup menantang untuk ukuran game santai, tentunya menantang ke arah yang baik. Game ini cocok untuk gamer casual yang hanya menginginkan hiburan dari game yang dimainkannya.

Mekanisme memasak di dalam game yang sebetulnya cukup kompleks, dikemas dalam animasi yang lucu. Ini membuat kami betah memasak di dapur Bakuso sambil mengasah daya ingat, agar masakan konyol yang dipesan oleh pembeli bisa diantar dalam waktu yang tepat.

KuloNiku: Bowl Up! sudah tersedia di PC.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

ChainStaff Resmi Rilis Hari Ini di Steam dan Konsol, Sajikan Aksi Brutal Bergaya Sci-Fi 80-an

0

Kabar segar buat kalian yang haus akan game aksi penuh gaya dan adrenalin tinggi. Developer indie Mommy’s Best Games akhirnya resmi merilis game terbarunya, ChainStaff, hari ini, 8 April 2026, untuk berbagai platform termasuk Nintendo Switch, PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series X|S, dan PC via Steam.

Game ini langsung meluncur dengan diskon 10% selama dua minggu pertama, jadi kalau kalian tipe gamer yang gak mau nunggu, ini momen yang pas buat langsung terjun ke medan perang alien yang brutal.

Harga dan Ketersediaan

ChainStaff sudah tersedia sekarang dengan harga:

  • €14.79 / £12.79 (diskon 10% selama 2 minggu pertama)

Dengan rilis yang sudah di depan mata, ChainStaff berpotensi jadi salah satu game indie paling menarik di tahun 2026.

Bikin Kaget, Steam Minta Maaf Soal IGRS

0
Bikin Kaget, Steam Minta Maaf Soal IGRS

Ending dari kontroversi IGRS, Kemkomdigi, dan Steam akhirnya terlihat, tapi mungkin hasilnyatidak seperti yang dikira. Selaku pemilik Steam, Valve secara resmi telah menyampaikan permintaan maaf dan mengakui adanya kesalahan sistem yang menyebabkan tampilan rating IGRS tidak sesuai.

Valve Akui Ada Bug dan Miskomunikasi

Dalam pernyataan resminya Valve menjelaskan penyebab terjadinya kesalahan pada tampilan IGRS di platformnya dari tanggal 2 – 5 April 2026.

Menurut mereka penyebabnya adalah bug di dalam sistem dan miskomunikasi yang akhirnya membuat rating yang ditampilkan menjadi tidak sesuai. Agar masalah ini tidak menjadi panjang, rating yang salah akhirnya diturunkan oleh Steam.

“Masih ada sejumlah tahapan yang harus dilalui sebelum kami siap sepenuhnya membuat dan menampilkan peringkat usia resmi IGRS kepada pelanggan di Indonesia. Kami memohon maaf atas kebingungan yang mungkin timbul akibat kekeliruan ini.” Tulis Valve.

Valve juga menjelaskan bahwa mereka sudah berkomunikasi dengan Kemkomdigi mengenai implementasi IGRS selama dua tahun. Tujuan dari sistem ini dibuat sama dengan yang diagendakan oleh Kemkomdigi, yaitu agar konsumen di Indonesia bisa mengetahui isi konten dari game yang dimainkan.

Akhirnya masalah IGRS ini clear, dan semoga kedepannya implementasinya akan lebih baik dan tidak lagi melalui drama.

Bagaimana menurutmu?

Another Eden Begins Siap Ramaikan Genre Game JRPG di 2026

0

Tahun ini gamer fans genre JRPG akan dihibur dengan game berjudul Another Eden Begins. Game RPG turn-based ini dipastikan meluncur pada tanggal 17 September 2026 untuk Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, dan PC.

Hal yang mengagetkan adalah game ini merupakan versi rework atau pengerjaan ulang dari game mobile berjudul Another Eden: The Cat Beyond Time and Space. Versi rework ini akan menghilangkan semua elemen gacha (Freemium) di dalam versi mobile, dimana semua konten bisa didapatkan cukup dengan membeli gamenya (Premium) saja. Perlakuan yang sama seperti Octopath Traveler 0 yang dibangun ulang dari Octopath Traveler: Champions of the Continent.

Another Eden Begins Dikerjakan Mantan Developer Chrono Trigger

salah satu karakter Another Eden Begins

Another Eden Begins dikerjakan oleh Studio Prisma yang didalamnya ada sutradara veteran Masato Kato yang dulu ikut juga mengerjakan Chrono Trigger, Xenogears, dan Chrono Cross. Tidak heran jika salah satu karakter di dalam game ini terlihat familiar.

Dalam versi baru ini, pemain akan mengikuti perjalanan sang protagonis Aldo melintasi waktu dari masa lalu, masa kini, dan masa depan sambil membangun hubungan dengan lebih dari 18 karakter pendamping. Developer juga memastikan adanya dukungan untuk voice over berbahasa Inggris.

gameplay Another Eden Begins

Dari sisi gameplay, Another Eden Begins tetap mengusung pertarungan turn-based. Pemain dapat menyusun party berdasarkan peran dan sinergi karakter. Ada pula fitur Another Force yang memungkinkan serangan dilancarkan secara beruntun untuk membalikkan keadaan. Game ini juga telah dipastikan memliki mode New Game+.

Bagaimana menurutmu?

Menanti Janji Kemkomdigi dan Steam Soal IGRS

0

Pekan lalu merupakan momen yang tak terlupakan oleh gamer Indonesia. Momen ini bukanlah momen yang membahagiakan atau membanggakan, melainkan memalukan. Sistem rating IGRS (Indonesia Game Rating System) yang dibuat Kementrian Komunikasi dan Digital atau Kemkomdigi tidak berjalan seperti yang diharapkan di platform Steam.

IGRS yang seharusnya menjadi pedoman bagi gamer untuk mengetahui isi dari konten game justru ngawur dalam memberikan rating. Game untuk orang dewasa dilabeli aman untuk anak-anak. Sebaliknya, game untuk anak-anak malah dilabeli rating 18+. Sontak netizen dan gamer seluruh Indonesia ramai-ramai memprotes kinerja dari sistem tersebut.

Sehari setelahnya, pihak Kemkomdigi merespon masalah tersebut. Mereka menjelaskan jika tampilan rating IGRS di Steam ternyata bukan hasil klasifikasi resmi yang telah diverifikasi oleh Kemkomdigi. Kemkomdigi mengklaim rating tersebut muncul karena mekanisme self-declare.

Tidak hanya itu, Kemkomdigi bahkan menyebut jika Steam berpotensi melanggar hukum karena menerbitkan informasi yang tidak benar. Platform milik Gabe Newell ini juga diminta untuk memberikan keterangan untuk menjelaskan penyebabnya.

Klaim Kemkomdigi Jika Steam Sudah Minta Maaf

Dilansir dari Kompas, Kemkomdigi mengklaim jika Steam sudah menyampaikan permintaan maaf atas masalah tampilan IGRS yang terjadi pekan lalu.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Sonny Hendra Sudaryana mengatakan bahwa pihaknya telah menerima email permintaan maaf dari Steam karena ada miskomunikasi terkait penerapan IGRS.

Ia menjelaskan jika seharusnya ada proses verifikasi lebih dulu dari pihak Steam kepada Kemkomdigi sebelum menampilkan rating IGRS di dalam websitenya. Jika sudah sesuai, maka Steam baru diizinkan untuk menampilkannya. Langkah ini disebut kelewatan dan akhirnya menyebabkan munculnya informasi yang salah.

Menurutnya saat ini status dari IGRS di Steam masih berupa uji coba. Kemkomdigi bahkan belum memiliki MoU dengan Steam sebagai bentuk legalitas kerjasama. Ia juga berjanji jika pihaknya akan melakukan meeting online dengan Steam pada hari Selasa ini untuk meminta klarifikasi lebih lanjut.

Nah sekarang yang harus ditunggu adalah hasil pertemuan antara Kemkomdigi dengan Steam. Pertemuan ini mungkin akan menjadi jawaban dari nasib IGRS ke depan.

Bagaimana menurutmu?

Little Nightmares II Enhanced Edition Resmi Hadir di Nintendo Switch 2 pada 29 Mei 2026

0

Kabar menarik datang untuk para pecinta game horor atmosferik. Bandai Namco Entertainment resmi mengumumkan bahwa Little Nightmares II Enhanced Edition akan meluncur di Nintendo Switch 2 pada 29 Mei 2026.

Pengumuman ini juga dibarengi dengan perilisan trailer terbaru yang memperlihatkan peningkatan kualitas visual serta nuansa mencekam yang semakin terasa intens dibanding versi sebelumnya.

Versi Enhanced dengan Visual Lebih Tajam

Sebagai versi peningkatan dari game original, Little Nightmares II Enhanced Edition hadir dengan sejumlah pembaruan penting, khususnya pada aspek teknis.

Pemain dapat menikmati:

  • Resolusi yang lebih tinggi
  • Efek visual yang lebih detail dan modern
  • Atmosfer horor yang lebih imersif

Upgrade ini membuat pengalaman bermain terasa lebih hidup, atau lebih tepatnya, lebih “menghantui”.

Kembali ke Dunia Gelap Bersama Mono dan Six

Dalam game ini, pemain akan kembali memasuki dunia kelam melalui sudut pandang seorang anak laki-laki bernama Mono. Ia terjebak dalam dunia yang telah terdistorsi oleh transmisi misterius dari sebuah menara bernama Signal Tower.

Dalam perjalanannya, Mono akan bertemu dengan Six, gadis ikonik dengan jas hujan kuning yang sudah dikenal para fans seri ini. Bersama, mereka harus:

  • Mengungkap rahasia gelap dunia tersebut
  • Menjelajahi lingkungan penuh bahaya
  • Menghadapi makhluk-makhluk mengerikan
  • Mencoba menyelamatkan Six dari takdir mengerikan

Cerita yang disajikan tetap mempertahankan kekuatan utama seri ini: narasi minim dialog namun penuh makna dan simbolisme.

Platform dan Ketersediaan

Selain kehadirannya di Nintendo Switch 2, Little Nightmares II Enhanced Edition juga sudah tersedia di berbagai platform lain, yaitu:

  • PlayStation 5
  • Xbox Series X|S
  • PC via Steam

Dengan demikian, pemain memiliki banyak opsi untuk menikmati petualangan horor ini sesuai preferensi platform masing-masing.

Trailer Terbaru Sudah Dirilis

Sebagai bagian dari pengumuman ini, trailer terbaru juga telah dirilis. Trailer tersebut menampilkan:

  • Visual yang lebih tajam
  • Atmosfer dunia yang lebih gelap
  • Cuplikan perjalanan Mono dan Six

Buat kalian yang belum pernah mencoba seri ini, trailer ini bisa jadi pintu masuk yang sempurna. Tapi hati-hati, sekali masuk, sulit keluar dari dunia yang penuh mimpi buruk ini.

Dengan hadirnya versi Enhanced di Nintendo Switch 2, Little Nightmares II Enhanced Edition kembali membuktikan bahwa game horor tidak selalu soal jumpscare murahan.

Kemkomdigi: Rating IGRS di Steam Bukan Hasil Klasifikasi Resmi

0
Kemkomdigi Rating IGRS di Steam Bukan Hasil Klasifikasi Resmi

Pemerintah melalui Kemkomdigi telah merespon soal kontroversi yang ditimbulkan oleh Indonesia Game Rating System (IGRS) yang meresahkan gamer.

Dalam keterangan resminya, Kemkomdigi menyatakan bahwa tampilan rating IGRS pada sejumlah game di Steam bukan merupakan hasil klasifikasi resmi yang telah diverifikasi oleh Kemkomdigi.

Pernyataan Resmi Kemkomdigi Soal Penerapan IGRS di Steam

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Sonny Hendra Sudaryana

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Sonny Hendra Sudaryana menyampaikan bahwa dari hasil pemantauan menunjukkan rating yang ditampilkan pada platform tersebut masih berasal dari mekanisme internal berbasis self-declare, dan belum melalui proses verifikasi resmi sesuai ketentuan di Indonesia.

“Rating yang beredar tersebut bukan merupakan hasil klasifikasi resmi IGRS. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik, terutama terkait kelayakan usia suatu game,” Ujarnya.

Tampilan rating IGRS di Steam yang tidak sesuai dengan isi kontennya dikritik oleh gamer di seluruh Indonesia. Misalnya seperti Nukitashi yang sebetulnya adalah game dewasa malah mendapatkan rating 3+ yang ditujukan untuk anak-anak. Sedangkan game Upin & Ipin Universe justru memiliki rating 18+ yang menurut deskripsi IGRS, rating ini menampilkan adegan merokok, minum minuman keras, dan kekerasan.

Berpotensi Langgar Hukum di Indonesia

Kemkomdigi juga menyatakan penyampaian informasi yang salah di Steam berpotensi melanggar hukum yang berlaku di Indonesia. Oleh karena itu, Kemkomdigi akan segera meminta klarifikasi resmi dari pihak Steam.

“Kami meminta platform untuk memastikan bahwa setiap informasi yang ditampilkan kepada publik akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga tanggung jawab dalam melindungi pengguna, khususnya anak-anak,” Tegasnya.

Dari pemantauan kami, beberapa game yang ramai diperbincangkan karena memiliki rating IGRS yang tidak sesuai, sekarang telah diperbarui tampilannya di Steam. Rating IGRS dihilangkan atau diganti dengan rating milik PEGI.

Bagaimana menurutmu?

IGRS Dikritik Netizen Karena Salah Kasih Rating Game di Steam

0
IGRS Dikritik Netizen Karena Salah Kasih Rating Game di Steam

Sistem rating game Indonesia atau IGRS yang dibuat oleh Kemkomdigi telah berlaku di Steam mulai dari bulan Maret kemarin. Namun implementasinya masih belum sempurna. Buktinya adalah beberapa game mendapatkan rating yang tidak sesuai dengan kontennya.

Rating IGRS di Steam Masih Belum Sesuai

Contoh penerapan IGRS yang salah di Steam

Contohnya game RPG Persona 5 Royal yang mendapatkan rating Not fit for distribution karena konten didalamnya dinilai tidak sesuai dengan ketentuan dari IGRS. Contoh lainnya adalah Clair Obscur: Expedition 33 yang juga mendapatkan rating sama.

Namun, ada juga game yang sudah mendapatkan rating dari IGRS sesuai. Contohnya adalah Resident Evil Requiem yang mendapatkan rating 18+ karena kontennya yang mengandung kekerasan.

Cara Kerjanya

Dalam keterangan resminya, Valve menjelaskan bahwa developer perlu memberikan sejumlah data sebelum mempublikasikan gamenya di Steam. Data ini nantinya akan digunakan oleh sistem untuk menentukan rating IGRS yang sesuai.

Bisa jadi masalah ini terjadi karena game-game yang sudah rilis sebelum peraturan IGRS ditetapkan, belum mendapatkan update dari developer atau publisher. Akibatnya rating yang didapatkan menjadi kurang tepat.

Lalu apakah dampak jika rating game dinyatakan tidak sesuai dengan kriteria di IGRS? Developer dan publisher bisa mendapatkan sanksi administratif atau bahkan pemblokiran total untuk gamenya di Indonesia.

Steam hanyalah salah satu platform yang menggunakan IGRS. Rencananya sistem rating ini akan berlaku di semua platform permainan interaktif elektronik yang beroperasi di Indonesia.

Sebelum rencana ini berjalan, sepertinya Kemkomdigi harus lebih dulu memastikan bagaimana caranya sistem ini bisa diterapkan dengan sesuai.

Bagaimana menurutmu?

Darwin’s Paradox! Resmi Dirilis, Sudah Bisa Dimainkan Hari Ini!

0

Konami Digital Entertainment Limited (KONAMI) hari ini mengumumkan peluncuran Darwin’s Paradox!, yang dikembangkan oleh studio gim asal Prancis ZDT. Gim ini kini tersedia secara digital di PlayStation®5, Xbox Series X|S, Epic Games Store, dan Steam (Steam Deck Verified) dengan harga eceran yang disarankan (SRP) sebesar HKD 198.

Tonton trailer peluncuran resmi:

terlempar ke dalam dunia kacau yang telah disusupi oleh UFOOD INC., tempat sebuah rencana licik untuk menguasai dunia mulai terungkap. Dipandu oleh rasa ingin tahu, kemampuan beradaptasi, serta sejumlah trik tak terduga, Darwin harus menjelajahi lingkungan yang dinamis sambil mengatasi berbagai rintangan di sepanjang perjalanannya. Setiap tahap dalam Darwin’s Paradox! menghadirkan gameplay yang inventif serta pertemuan dengan deretan karakter penuh warna, saat Darwin memanfaatkan kemampuan alaminya untuk bertahan hidup di dunia yang sama sekali tidak dirancang untuk seekor gurita.

Informasi Lebih Lanjut

Untuk mendapatkan pembaruan terbaru mengenai Darwin’s Paradox!, silakan kunjungi:

https://www.konami.com/games/darwins_paradox/asia/en