Game John Wick telah resmi diumumkan pada acara State of Play. Dikembangkan oleh Lionsgate dan Saber Interactive, game ini dikonfirmasi sebagai game AAA yang diadaptasi langsung dari franchise John Wick. Judul game masih belum ditetapkan, tapi untuk platform telah dipastikan yaitu PS5, Xbox Series, dan PC.
Detail Game John Wick
Game ini akan berlatar langsung dalam timeline cerita John Wick, bertahun-tahun sebelum peristiwa The Impossible Task yang menjadi titik penting dalam legenda sang pembunuh. Format yang digunakan adalah singleplayer third-person action, dimana Keanu Reeves sendiri yang akan kembali menghidupkan sosok karakter inilewat tampilan, suara dan penampilannya.
Developer menjanjikan ciri khas franchise akan tetap ada dalam game ini. Sistem combat akan mengimplementasi gaya gun-fu seperti dalam film yang memadukan tembak-menembak jarak dekat dengan gerakan taktis. Pengalaman berkendara juga disebut akan menjadi bagian penting dalam game.
Tidak kalah penting, game ini juga akan menampilkan pengambilan gambar yang sinematik dan dramatis, dipadu dengan elemen storytelling. Dari deskirpsi resminya, developer terlihat sangat ingin menampilkan apa yang disaksikan dalam film ke dalam game.
Karakter Super Monkey Ball, AiAi resmi bergabung di Sonic Racing: CrossWorlds lewat update gratis hari ini. Kolaborasi ini sekaligus menambah event terbatas Super Monkey Ball Festival yang dimulai pada 13 Februari 2026.
Update Gratis AiAi
Dalam kolaborasi ini, AiAi hadir sebagai racer yang bisa langsung digunakan tanpa DLC berbayar, lengkap dengan Banana Cruiser sebagai kendaraan andalannya. Tidak berhenti di karakter tersebut, update ini juga menambahkan empat lagu dari seri Super Monkey Ball untuk dipakai sebagai musik latar balapan lewat fitur Jukebox. Daftarnya mencakup “Race”, “Menu Theme” (khusus Jukebox), “Jingle from Super Monkey Ball Banana Rumble” (khusus Jukebox), dan “Banana Farm”.
Super Monkey Ball Festival
Super Monkey Ball Festival akan menjadi event kolaborasi waktu terbatas. Pemain diminta memilih satu dari tiga tim lalu bertanding mengumpulkan poin sebanyak mungkin lewat objektif yang berbeda di tiap balapan. Tantangannya bisa berupa mengejar jumlah Touch Boost terbanyak atau memenuhi misi khusus lainnya.
Festival Point yang terkumpul dapat ditukar menjadi item in-game eksklusif seperti decal dan horn, dengan catatan sebagian reward event juga disebut bisa hadir lagi di update berikutnya.
Yakuza Kiwami 3 resmi rilis hari ini dalam satu paket, Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties di PS5, PS4, Nintendo Switch 2, Xbox Series, dan PC. Game membawa dua cerita sekaligus: remake dari Yakuza 3 (2009) dan cerita baru berjudul Dark Ties.
Yakuza Kiwami 3 Hadirkan Remake dan Cerita Baru
Dalam game ini, Kazuma Kiryu kembali turun tangan untuk melindungi orang-orang yang ia sayangi. Versi reimagined dari game klasik 2009 ini menonjolkan pertarungan yang dibuat lebih intens, visual yang lebih memukau di Tokyo dan Okinawa, serta tambahan cutscene yang memberi bobot lebih pada alur cerita.
Sementara itu, Dark Ties menjadi nilai jual utama bagi yang mengincar konten baru. Mode ini menempatkan Yoshitaka Mine sebagai pusat cerita, menyorot perjalanannya dari pengusaha startup hingga menjadi sosok yakuza yang keras.
DLC dan Deluxe Edition
Sega dan developer RGG Studio juga turut merilis beragam add-on untuk mendandani pengalaman bermain. Isinya mencakup kostum tambahan, anggota kru Bad Boy Dragon ekstra, opsi kustomisasi ponsel, hingga CD yang memungkinkan lagu karaoke favorit dari seri-seri sebelumnya diputar sebagai musik latar.
Bagi yang mereka yang ing langsung memiliki versi lengkap, Deluxe Edition menawarkan versi digital game beserta DLC dalam satu paket yang diklaim lebih hemat.
Kami sudah mereview game ini dengan kesimpulan sebagai pelengkap atau justru versi alternatif versi originalnya.
Developer Lords of the Fallen II, CI Games telah merilis video dev diary berjudul Lifting the Veil. Video ini menyoroti sistem combat dalam game yang lebih brutal dibandingkan seri sebelumnya. Tim pengembang seperti Game Director James Lowe dan Lead System Designer Daniel Regan ikut tampil dalam video tersebut.
Evolusi Combat Lords of the Fallen II
Dalam video terbaru ini, CI Games menampilkan gameplay yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya. Fokus utamanya ada pada peningkatan rasa cepat dan lincah saat bertarung. Lampbearer kini bisa menerobos kerumunan musuh dengan lebih agresif, sementara area kendali yang harus dikelola pemain juga dibuat lebih luas. Hasilnya, duel terasa lebih intens dan menuntut reaksi yang lebih cepat, bukan sekadar mengandalkan hafalan pola serangan.
Selain tempo yang meningkat, variasi pilihan saat bertarung juga diperlebar. Pemain dapat berpindah secara mulus antara serangan melee, ranged, hingga magic. Pendekatan ini mendorong taktik yang lebih fleksibel, karena satu situasi bisa diselesaikan dengan gaya berbeda. CI Games juga menekankan heavy attack tidak lagi sekadar damage lebih besar. Pemain harus membaca momentum dan memilih momen tepat, karena keputusan yang terlalu memaksa bisa berujung kepada punishment.
Agar semakin berdarah, Lords of the Fallen II menghadirkan fitur dismemberment yang memungkinkan musuh dipotong bagian tubuhnya. Ditambah eksekusi baru yang membuat tiap kemenangan terasa lebih sadis.
Dari sisi cerita, Lords of the Fallen II berlatar seribu tahun setelah tumbangnya dewa gelap Adyr, sebuah kerajaan berdiri sebagai benteng terakhir melawan ancaman dari Umbral. Game ini jadwalkan rilis pada 2026 untuk PS5, Xbox Series, serta PC via Epic Games Store.
Playwith Korea telah mengumumkan Seal M on Cross yang merupakan versi global baru dari RPG Seal M. Game ini akan dirilis secara global pada Maret 2026 dan sudah memasuki masa pra-registrasi.
Seal M on Cross dirancang untuk mempertemukan pemain dari berbagai negara dalam satu lingkungan permainan yang sama. Pengumuman ini juga menekankan perubahan besar, yaitu tidak ada lagi pemisahan server regional, sehingga pemain dapat berkompetisi lintas wilayah dengan sistem peringkat, progres musiman, dan pencapaian utama yang dibagikan secara global melalui satu versi build.
Seal M on Cross Satu Ekosistem dengan Nexus CROSS
Berbeda dari rilisan regional sebelumnya, Seal M on Cross tergabung dalam ekosistem Nexus CROSS dengan konsep single global build. Artinya, semua pemain memulai dan berkembang di satu dunia yang sama, tanpa batasan lokasi.
Peringkat global menjadi pusat pengalaman kompetitifnya karena performa pemain di seluruh dunia akan tercermin dalam leaderboard yang sama. Meski skalanya diperbesar, game ini tetap mempertahankan ciri khas franchise Seal, yaitu nuansa fantasi, karakter ekspresif, dan sistem RPG yang mudah diakses.
Petualangan dimulai di Shiltz, dunia pusat yang menjadi titik temu pemain. Aktivitas seperti tantangan dungeon, pertarungan field boss, misi musiman, hingga event khusus akan berkontribusi pada peringkat global.
Fokus Gameplay Dulu, Fitur Blockchain Opsional
Playwith Korea menekankan filosofi “permainan adalah yang utama”. Semua progres dan hadiah bisa diraih lewat gameplay, tanpa keuntungan khusus berdasarkan wilayah atau platform. Elemen blockchain di Seal M on Cross diposisikan sebagai ekstensi opsional. Pemain tetap bisa menikmati RPG sepenuhnya tanpa kewajiban terlibat dengan fitur Web3.
Sistem token dibuat sebagai pelengkap. Aktivitas pemain akan memengaruhi peringkat musiman yang menentukan distribusi Shiltz Crystal, sumber daya dalam game yang merepresentasikan akumulasi permainan. Bagi pemain yang memilih berpartisipasi, Shiltz Crystal dapat dikonversi menjadi SHILTZx, token utilitas di ekosistem CROSS untuk kebutuhan item tertentu.
Bagaimana menurut kalian? Pra-registrasi bisa dilakukan di sini.
Telkomsel bersama Indonesia Artificial Intelligence (INA AI/ PT Teknologi Cerdas Berdaulat Indonesia) telah meresmikan bundel Sacred Octagon sebagai layanan edu-games matematika interaktif untuk anak. Paket ini akan tersedia mulai dari tanggal 13 Februari 2026 dan dapat dibeli pelanggan di seluruh Indonesia melalui aplikasi MyTelkomsel.
Tujuan dari aplikasi ini adalah membuat belajar numerasi terasa lebih seru, tidak menakutkan, serta lebih mudah diakses keluarga karena sudah termasuk kuota internet. Layanan yang didapat berupa All Zone Pass yang bisa dipakai di website dan aplikasi Sacred Octagon, ditambah kuota di jaringan Telkomsel.
Alasan Kenapa Harus Memilih Sacred Octagon
Dalam konsepnya, Sacred Octagon mengubah matematika menjadi rangkaian misi dan tantangan bertahap. Anak diajak belajar sambil bermain, sehingga lebih berani mencoba dan tidak cepat menyerah.
Aplikasi ini juga memanfaatkan dukungan AI untuk menyesuaikan pengalaman belajar, sekaligus mengadaptasi pendekatan GASING (Gampang, Asik, Menyenangkan) yang dikembangkan bersama Prof. Yohanes Surya. Melalui penyajian konsep yang sederhana dan sistematis, orang tua diharapkan lebih mudah mendampingi tanpa membuat anak merasa tertekan.
Pantro Pander Silitonga, Direktur Eksekutif Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Pembina INA AI, menilai banyak orang tua khawatir ketika anak mulai menjauh dari matematika karena dianggap sulit. Ia menyebut pendekatan seperti permainan membuat anak menikmati proses, lalu perlahan memahami dasar-dasar penting, apalagi aksesnya kini lebih terjangkau lewat kolaborasi ini.
Harga Paket Bundling
Paket bundling ini menyediakan beberapa pilihan durasi berlangganan All Zone Pass plus kuota 4G/5G:
3 hari Rp12.500 (100 MB)
10 hari Rp25.000 (300 MB)
30 hari Rp50.000 (1 GB),
365 hari Rp500.000 (12 GB).
Semua bundling bisa dibeli langsung di MyTelkomsel tanpa pendaftaran terpisah.
Cara belinya juga gampang. Cukup masuk ke menu “Beli Paket”, pilih paket Sacred Octagon sesuai durasi, lalu tentukan sekali beli atau langganan otomatis lewat toggle “Subscribe”. Setelah meninjau detail, pengguna tinggal menekan tombol “Subscribe/Beli” untuk menyelesaikan pembayaran.
Selain praktis, paket ini juga menawarkan konektivitas andal dan harga yang ramah keluarga, sehingga Sacred Octagon bisa diakses lebih luas.
Event ulang tahun Monster Hunter Wilds pertama akan segera tiba! Capcom akan menghadirkan event ini lewat update Ver.1.041 yang akan tersedia mulai dari 18 Februari 2026. Event ini akan berjalan kurang lebih selama satu bulan hingga 19 Maret 2026, dan berisi berbagai macam rangkaian event in-game.
Detail Event Ulang Tahun Monster Hunter Wilds
Selama periode 18 Februari sampai 19 Maret 2026, pemain bisa mendapatkan “Hunter Appreciation Pack” sebagai suplai spesial. Paket item ini hanya dapat diklaim satu kali, jadi pemain disarankan segera login saat periode dimulai. Selain itu, Capcom juga membagikan Character Edit Voucher dan Palico Edit Voucher secara gratis.
Serangkaian “Festivals of Accord” dari musim-musim sebelumnya juga akan kembali dengan rotasi mingguan. Ini memberi kesempatan kedua bagi pemain untuk mengoleksi konten terbatas, termasuk perlengkapan spesial yang dulu hadir lewat bonus login dan hadiah event musiman.
Sorotan utama update ini adalah kemunculan Arch-tempered Arkveld dalam event quest permanen yang tersedia mulai 18 Februari. Monster ini juga akan hadir di challenge quest gratis pada 19 Maret. Mereka yang berhasil memburu monster ini bisa mendapatkan Timeworn Charms, serta Battle-tempered Emblems untuk memperkuat senjata Gogma Artian. Para predator puncak Forbidden Land juga mendapat perlakuan quest bintang 10.
Kolaborasi dengan Monster Hunter Stories 3
Perayaan Ulang Tahun Monster Hunter Wilds juga dibarengi kolaborasi Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection pada 18 Februari 2026. Pemain bisa menjalankan side mission bersama Rudy untuk mendapatkan equipment Palico bertema Rudy dan pendant Monstie. Syaratnya, Hunter Rank harus minimal HR 9 dan menemui NPC bernama Sole di base camp Scarlet Forest.
Capcom juga menegaskan pada update Ver.1.041 developer akan tetap memperbaiki kualitas game tersebut untuk lintas platform. Selain itu, diumumkan juga bahwa mereka sedang mempersiapkan ekspansi dari Monster Hunter Wilds yang detailnya akan dibagikan pada musim panas nanti.
GOGOGO School Championship resmi menobatkan SMAS Bunda Mulia sebagai Juara Nasional. Turnamen ini ditutup dengan babak Grand Final Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) tingkat SMA/sederajat yang digelar secara offline di Jakarta, Minggu 8 Februari 2026.
Gelar ini diraih usai mereka melewati rangkaian pertandingan panjang dari kualifikasi online hingga partai puncak. Ajang ini juga menjadi panggung nasional bagi ribuan pelajar dari berbagai daerah untuk membawa nama sekolahnya bersaing secara adil.
GOGOGO School Championship Jadi Panggung Nasional Pelajar
Kompetisi ini diselenggarakan oleh GOGOGO.id, platform top-up game yang menyediakan pembelian voucher dan item in-game. Turnamen MLBB berskala nasional tersebut menawarkan total hadiah hingga Rp100 juta dan dirancang agar pelajar dari beragam latar belakang sekolah dan daerah dapat ikut serta. Formatnya dimulai dari Nation Qualifier secara online, lalu berlanjut ke babak final yang berlangsung offline di Jakarta.
Rizqi Eka Maulana, Head of Gaming Business GOGOGO, menyebut sejak awal GOGOGO School Championship disiapkan sebagai wadah yang inklusif. Menurutnya, kompetisi ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi pelajar yang punya minat dan potensi di esports, sekaligus ruang untuk menumbuhkan sportivitas dan kebanggaan terhadap sekolah.
SMAS Bunda Mulia Tampil Tanpa Cela
Babak final mempertemukan empat sekolah dari berbagai wilayah, yakni SMA Negeri 1 Negara (Bali), SMKN 6 Jakarta, SMAN 8 Banjarmasin, dan SMAS Bunda Mulia Jakarta. Dari persaingan tersebut, SMAS Bunda Mulia keluar sebagai juara nasional dengan catatan tidak terkalahkan sejak fase penyisihan.
Sebagai pemenang, mereka membawa pulang uang tunai Rp20 juta, voucher GOGOGO untuk enam orang selama satu tahun senilai Rp8 juta, serta kesempatan coaching bersama tim esports profesional.
Dari Bali Sampai Banjarmasin
GOGOGO School Championship juga menjadi momen pembuktian bagi sekolah dari luar kota besar. Kapten SMA Negeri 1 Negara, Gus, mengaku bangga bisa berangkat dari Jembrana, Bali, hingga tampil di Jakarta di depan penonton. Ia menyebut pengalaman ini mengajarkan disiplin latihan dan kerja sama tim sambil membawa nama baik sekolah.
Melalui lisensi resmi dari PBESI, GOGOGO School Championship tidak hanya menjadi turnamen, tetapi juga jalur awal untuk scouting, pembentukan mental tanding, dan regenerasi talenta esports muda Indonesia.
Sega dan RGG Studio kembali melanjutkan tradisi dengan merilis Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties. Menyandang nama Kiwami, game ini tidak hanya sekedar dipoles ulang seperti game remaster. Sama seperti semua seri Yakuza yang mendapatkan embel-embel Kiwami, game ini dibangun ulang dengan berbagai hal baru tanpa menghilangkan identitas aslinya.
Apa yang membuat Yakuza Kiwami 3 berbeda? Jelas tambahan konten cerita dari Dark Ties yang menjadi daging dari game ini. Ditambah dengan fitur-fitur baru yang tidak ada di versi original maupun remaster menjadi saos pelengkap. Pertanyaannya adalah apakah racikan ini bersinergi seperti yang diharapkan?
Inilah kesan dan pengalaman yang kami dapatkan selama memainkan versi review Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties di PS5.
Cerita Kazuma Kiryu
Yakuza Kiwami 3 memiliki dua cerita yang menjadi pembeda dari versi original dan remaster. Pada sisi pertama adalah cerita dari Kazuma Kiryu yang membuka panti asuhan di Okinawa bersama dengan putri angkatnya, Haruka.
Kiryu yang lelah dengan kehidupannya sebagai Yakuza memutuskan untuk pensiun bersama dengan Haruka. Keduanya memilih untuk tinggal di Okinawa dan membuka panti asuhan, mengikuti apa yang dilakukan oleh ayah angkatnya, Shintaro Kazama. Sayangnya rencana Kiryu untuk menghabiskan masa tuanya dengan damai terganggu dengan perebutan kekuasaan yang terjadi di klan Tojo. Ditambah lagi perselisihan ini juga membuat panti asuhan miliknya terancam digusur.
Selama berada di Okinawa, pemain sebagai Kiryu bisa dengan bebas menjelajah. Salah satunya lokasi yang bisa didatangi dan dijelajahi adalah panti asuhan. Pada lokasi ini, pemain bisa melakukan aktivitas Side Quest: menjadikan Kiryu sebagai sosok ayah yang sempurna bagi anak-anak asuhnya. Jika memainkan Mini-Game tertentu, maka hubungan Kiryu dengan anak-anak asuhnya akan meningkat.
Pemain juga bisa mendatangi wilayah kota atau Downtown Kyushu. Atmosfir dari kota ini mirip dengan Hawaii di Like a Dragon: Infinite Wealth, namun skalanya lebih kecil.
Dari segi visual Okinawa di Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties tampil lebih cerah dibandingkan versi original dan remaster, dengan permainan lighting dan shadow yang lebih kentara. Tekstur dari bangunan juga lebih rapih, objek diperbanyak, begitu juga dengan animasi yang lebih smooth.
Kualitas cutscene juga mendapatkan Treatment Kiwami, yaitu dibangun ulang dengan mimik muka karakter yang lebih nyata, memberikan rasa imersi lebih baik.
Downtown Ryukyu juga mendapatkan lokasi baru yaitu Dojo tempat Kiryu mempelajari gaya bertarung khas Okinawa, Ryukyu Style. Hal seperti ini baru dan tidak ada di versi remaster dan originalnya.
Hal baru lainnya adalah kehadiran geng motor atau Haisai Girl. Karena terdesak dengan kehadiran rival geng dari Tokyo, Haisai Girl merekrut Kiryu sebagai “Tamu Kehormatan” untuk membantu mereka. Side Quest ini memiliki mekanisme manajemen, dimana pemain harus mengatur komposisi tim dari Haisai Girl, memastikan mereka menggunakan equipment terbaik, membantu memukuli musuh saat perang geng, sampai dengan merekrut anggota baru.
Menurut kami fitur ini juga memiliki Cutscene yang menarik ketika Kiryu dan Haisai Girl akan berangkat bertarung. Kiryu dan para pemimpin regu akan mengendarai motor lengkap dengan atribut bendera, sementara anggota lainnya menaiki truk barang. Momen ini juga dilengkapi oleh suara mesin motor yang bergema karena melewati terowongan. Kombinasi keduanya membuat cutscene ini terlihat badass.
Tapi jika boleh membandingkan, kami lebih menyukai Side Quest Sujimon League di Like a Dragon: Infinite Wealth yang lebih kompleks. Mekanik Haisasi Girl yang terus berulang membuatnya menjadi membosankan.
Cerita Yoshitaka Mine
Cerita kedua adalah cerita dari Yoshitaka Mine yang diberi judul Dark Ties. Karakter antagonis di Yakuza 3 ini dibuatkan game selingan sendiri yang menempel dengan Yakuza 3 Kiwami. Game ini menceritakan bagaimana Mine yang awalnya adalah seorang pemimpin dari Startup yang sukses, lalu beralih profesi menjadi anggota Yakuza.
Mine tidak sendiri dalam cerita ini. Ia akan ditemani oleh Tsuyoshi Kanda, saudara angkatnya yang menjadi jembatan untuk memasuki dunia Yakuza. Hubungan Mine dan Kanda seperti dua saudara yang akrab, tapi hanya dari luarnya saja. Perilaku Kanda yang grasak-grusuk dan gampang “birahi” membuat Mine sebetulnya merasa jijik, tapi ia tidak memiliki pilihan lain.
Lokasi cerita Mine adalah Kamurocho, tempat yang sudah sering diekploitasi oleh RGG Studio. Kiryu juga nantinya bisa mendatangi Kamurocho dan Okinawa, lebih fleksibel dibandingkan Mine.
Cerita dari Mine akan berjalan bersamaan dengan Side Quest Kanda Damage Control, semacam operasi PR (Public Relation) untuk memulihkan reputasi Kanda yang buruk di Kamurocho. Setiap kali melewati threshold tertentu, kalian akan disajikan cutscene bonding antara Mine dan Kanda. Adegan ini menarik untuk disimak karena memperlihatkan sisi sensitif dari Kanda. Mine selalu berusaha memaksanya untuk menampilkan citra tersebut ke publik, namun pasti ditolak dengan berbagai alasan.
Kehadiran Dark Ties sebetulnya memperdalam cerita dari Yakuza 3. Pemain bisa melihat cerita dari sudut pandang Mine, bagaimana ia dan Kanda akhirnya bisa menjadi pemimpin dari keluarga Yakuza di bawah klan Tojo, dan juga koneksinya dengan cerita utama Yakuza 3. Inilah yang menghilang dari game originalnya dan dijelaskan dengan baik di game ini.
Review Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties: Membahas Gameplay
Kazuma Kiryu akan memiliki gaya bertarung baru di Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties. Sesuai dengan alur ceritanya, Kiryu dapat menggunakan seni bertarung Ryukyu Style, dimana gaya utamnya menggunakan senjata seperti tombak kecil dan perisai seperti yang digunakan oleh Usui di Samurai X.
Ryukyu Style ini unik karena tidak hanya mengandalkan satu jenis senjata saja, tapi beberapa. Setiap senjata juga memiliki fungsi yang berbeda-beda, misalnya tombak bisa membuat musuh mengalami bleeding, dan tonfa yang bisa menyebabkan stun. Dibandingkan dengan gaya original Kiryu, Ryukyu Style adalah yang paling banyak memiliki kombinasi serangan dan sulit untuk dihapal.
Jika pemain baru maupun yang lama akan cukup terhibur dengan gameplay milik Kiryu, untuk Mine justru sebaliknya. Ia hanya memiliki satu gaya bertarung. Pada awalnya kami terkesan dengan gaya bertarung boxing jalanannya yang stylish, tapi lama kelamaan jadi membosankan. Ketika pemain sudah menguasai semua kemampuan di skill tree, maka tidak ada lagi yang bisa dipelajari.
Entah kenapa developer tidak mengizinkan Mine untuk menggunakan barang-barang disekitarnya sebagai senjata. Keterbatasan ini membuat Mine minim variasi saat combat. Pada akhirnya pemain hanya menggunakan pola serangan itu-itu saja. Untungnya Mine seperti Kiryu masih memiliki Heat Move yang sinematik.
Keduanya juga memiliki finisher, yaitu Kiryu dengan Dragon Awakening, dan Mine melalui Dark Awakening. Finisher ini bisa dipakai sebagai senjata pamungkas atau untuk menghabisi musuh dengan stylish. Bedanya adalah Dark Awakening miliki Mine bisa diatur seberapa banyak akan digunakan. Untuk memaksimalkan efeknya, pemain harus terlebih dahulu mengaktifkan skill terakhir di bagian skill tree milik Mine.
Kembalinya Side Story dan Mini Game Absurd
Seperti tradisi game Yakuza yang lain, Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties juga berisi beragam mini-game dan side story. Pemain bisa membuat Kiryu memancing, karaoke (Jangan lewatkan Mine menyanyi Baka Mitai), bermain Mahjong, dan masih banyak lagi. Ada juga mini-game baru dimana Kiryu harus menggunakan aplikasi HP untuk berteman dengan pengguna lain di Okinawa dan Kamurocho. Mekaniknya mirip seperti yang ada di Like a Dragon: Infinite Wealth.
Side story absurd juga kembali hadir menemani petualangan Kiryu. Salah satunya yang berhasil membuat kami ngakak adalah Kiryu harus mengantarkan es krim ke anak-anak sambil menghindari sekelompok pesumo dan pegulat yang mendadak berlatih di pinggir jalan. Pada akhir cerita, Kiryu justru yang ketakutan karena ibu anak-anak ini malah menganggapnya sebagai calon suami ideal.
Menjalankan side story yang absurd ini akan semakin menarik jika pemain mendandani Kiryu dengan pakaian unik. Fitur kustomisasi yang tersedia mulai dari pakaian, celana, bahkan sampai wajah Kiryu. Selain itu, HP milik Kiryu juga bisa diberikan ornament yang uniknya juga memberikan buff.
Untuk Mine, side story yang tersedia justru mempertanyakan moralitasnya. Meski ia menolong orang lain, Mine melakukannya dengan cara yang tidak biasa dan sadis ketika menghukum pelakunya. Ia juga bisa berpartisipasi dalam Hell’s Arena, semacam klub pertarungan bawah tanah. Ada dua mode yang bisa dimainkan. Pertama adalah duel satu lawan satu, sedangkan yang kedua adalah semacam Time Attack dimana pemain harus mengeluarkan Mine dari labirin dengan melawan boss yang berada di ujung jalan dalam durasi waktu tertentu.
Kesimpulan Review Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties
Kesimpulan yang kami dapat setelah memainkan versi review Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties adalah RGG Studio lagi-lagi berhasil dalam membuat versi Kiwami dari seri Yakuza. Game ini telah dirombak ulang bukan cuma demi estetika, tapi juga agar tetap relevan dengan kualitas yang diinginkan oleh gamer zaman sekarang.
Bagi yang sudah memainkan versi remastered atau original, game ini bisa dianggap sebagai pelengkap dari apa yang tidak ada di sebelumnya. Terutama cerita dari Yoshitaka Mine mensinkronkan cerita game yang di versi sebelumnya kurang nyambung. Untuk selebihnya meski banyak konten baru yang ditawarkan, secara konsep sebetulnya tidak ada yang berubah sehingga membuat jenuh.
Untuk gamer yang baru mengenal franchise Yakuza dan hanya memainkan versi Kiwami saja, Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties akan melanjutkan cerita dari seri Kiwami sebelumnya dengan cara yang macho dan cool seperti Kazuma Kiryu.
Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties telah tersedia untuk PS4, PS5, Nintendo Switch 2, Xbox Series, dan PC.
*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer
Garena Game Jam 3 resmi ditutup setelah berlangsung selama 48 jam penuh pada 6–8 Februari 2026 di BINUS University, Kemanggisan, Jakarta. Ajang ini mempertemukan 150 talenta muda Indonesia dalam kompetisi pembuatan game intensif berbasis kolaborasi, kreativitas, dan pemecahan masalah.
Garena Game Jam 3 Dorong Kreativitas Lewat Tema Tak Biasa
Dalam Garena Game Jam 3, peserta ditantang untuk merancang dan mempresentasikan game yang dapat dimainkan secara utuh dalam waktu terbatas. Mulai dari konsep gameplay, aset visual, hingga desain karakter harus diselesaikan hanya dalam dua hari. Tahun ini, tema “Nothing Works as Expected” dipilih untuk mendorong peserta keluar dari pola konvensional pengembangan game. Tema tersebut menantang peserta untuk mematahkan aturan yang lazim dan menciptakan pengalaman bermain yang tidak terduga.
Hasilnya, sebanyak 37 game unik berhasil dikembangkan dan dipresentasikan kepada dewan juri yang terdiri dari tim Garena serta perwakilan mitra dan pemerintah. Seluruh karya dinilai mampu menghadirkan ide segar yang mengejutkan, sesuai dengan tema yang diusung.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, memberikan apresiasi terhadap Garena Game Jam 3 sebagai inisiatif strategis yang melampaui sekadar kompetisi. Ia menilai sesi mentoring dan checkpoint bersama tim Garena dari dalam dan luar negeri menjadi nilai tambah penting bagi peserta.
Menurutnya, industri game merupakan ekosistem luas yang melibatkan banyak peran, sehingga kolaborasi lintas keahlian seperti yang terjadi di Garena Game Jam 3 sangat krusial untuk mendorong pertumbuhan industri game nasional secara berkelanjutan.
Let Meow Out! Jadi Game Terbaik Garena Game Jam 3
Dari puluhan game yang dihasilkan, Let Meow Out! terpilih sebagai game terbaik. Game bergenre puzzle platformer ini dikembangkan oleh tim Lelesasa dari Universitas Indonesia. Karya tersebut dinilai paling merepresentasikan tema “Nothing Works as Expected” melalui gameplay penuh kejutan yang terinspirasi dari berbagai game klasik.
Posisi juara kedua dan ketiga masing-masing diraih oleh tim Potentially Functional dari Universitas Indonesia dengan game Fall Through dan tim Barista dari Institut Teknologi Bandung dengan game Get Flagged!. Sementara itu, penghargaan Most Creative Team diberikan kepada Muhammad Daannii dari Politeknik Negeri Malang yang berpartisipasi sebagai solo developer.
Seluruh game hasil Garena Game Jam 3 kini dapat diakses publik melalui halaman resmi Garena Game Jam 3 di Itch.io.