Detail Stranger Than Heaven akhirnya diungkap melalui acara livestream Xbox Presents: A Special Look at Stranger Than Heaven. Tidak hanya itu, developer Ryu Ga Gotoku Studio juga mengumumkan bahwa game action adventure ini dijadwalkan rilis pada musim dingin untuk PS5, Xbox Series, dan PC (Steam).
Diungkap juga jajaran para pemeran yang akan hadir di game. Dimulai dari Yu Shirota, Dean Fujioka, Snoop Dogg, Moeka Hoshi, Tori Kelly, Akio Otsuka, Tokuma Nishioka, Satoshi Fujihara dari OFFICIAL HIGE DANDISM, Cordell Broadus, Ado, hingga aktor legendaris Jepang Bunta Sugawara yang dibuat dengan menggunakan CG.
Detail Stranger Than Heaven: Berawal di San Fransisco
Cerita dibuka di San Francisco pada tahun 1915. Makoto diam-diam menyelinap ke sebuah kapal setelah kehilangan orang tuanya. Ia memilih pergi ke Jepang, tanah kelahiran ibunya, dengan harapan menemukan tempat yang bisa ia sebut rumah.
Namun, perjalanan itu tidak berjalan sesederhana seperti yang ia bayangkan. Pertemuan di atas kapal mengubah arah hidup Makoto dan membawanya ke dalam konflik panjang yang berlangsung lintas generasi.
Salah satu daya tarik utama game ini adalah latar ceritanya yang membentang di lima era berbeda.
Pada tahun 1915, pemain akan menjelajahi Kokura, Fukuoka, kota yang dikenal dengan kawasan industri baja besar dan kehidupan para pekerja keras. Lalu pada 1929, cerita bergerak ke Kure, Hiroshima, wilayah dengan galangan kapal angkatan laut besar yang berada di bawah pengaruh kuat dunia kriminal terorganisir.
Era berikutnya membawa pemain ke Osaka, Minami pada tahun 1943. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat hiburan terbesar di Jepang bagian barat, dengan latar ketegangan global. Setelah itu, cerita berlanjut ke Atami, Shizuoka pada tahun 1951, sebuah kawasan wisata pascaperang yang menjadi simbol kebangkitan pariwisata Jepang.
Terakhir, pemain akan dibawa ke Shinjuku, Tokyo pada 1965. Kota ini digambarkan hidup dengan kekacauan, dan atmosfer hiburan yang kuat.
Sistem Combat yang Brutal
Dari sisi gameplay, Stranger Than Heaven menawarkan sistem pertarungan yang brutal dan intens. Menariknya, sistem combat game ini memungkinkan pemain mengatur gerakan tangan kanan dan kiri Makoto secara fleksibel. Pemain bisa merangkai jab cepat, serangan berat, tackle, hingga menghajar musuh ketika mereka jatuh.
Makoto juga dapat menangkap serangan musuh dengan satu tangan dan melakukan counter. Mekanisme ini menuntut pemain membaca gerakan lawan untuk menciptakan celah serangan yang efektif. Selain tangan kosong, pemain juga bisa menggunakan dan meningkatkan berbagai senjata seperti pisau, palu, pedang, dan senjata lain yang sesuai dengan kerasnya tiap era.
Bisnis Hiburan
Bukan RGG Studio namanya juga tidak menyertakan mode tambahan di dalam gamenya. Stranger Than Heaven menghadirkan elemen show business yang membuat pengalaman bermainnya terasa berbeda.
Sebagai promotor pertunjukan, Makoto akan merekrut penyanyi dan musisi berbakat dari jalanan. Ia juga bisa mendapatkan inspirasi lagu dari berbagai suara di kota, mulai dari sapu, kereta, dengkuran, hewan, hingga keributan besar.
Pemain nantinya dapat menyusun setlist, membentuk band, memilih performer, hingga mengatur elemen produksi seperti pencahayaan. Setelah pertunjukan siap, Makoto bisa membawa show tersebut ke berbagai kota dan membangun reputasinya di industri hiburan.
ASUS ExpertBook Ultra telah resmi diperkenalkan di Indonesia sebagai laptop bisnis flagship untuk profesional modern, prosumer, hingga pemimpin perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja ringan namun tetap bertenaga.
ASUS merancang perangkat ini sebagai pusat produktivitas modern dengan dukungan prosesor terbaru, NPU canggih, desain ultra-portabel, serta fitur enterprise yang ditujukan untuk kebutuhan bisnis masa kini.
ASUS ExpertBook Ultra Tawarkan Standar Baru Laptop Bisnis Premium
Laptop ini menggunakan casis berbahan magnesium-aluminium AZ31B kelas kedirgantaraan dengan lapisan ASUS Nano Ceramic Technology. Material tersebut membuat bodinya tetap kokoh, tetapi bobotnya bisa ditekan hingga 0,99 kg untuk versi POLED dan 1,09 kg untuk versi Tandem OLED.
Meski hadir dengan bodi tipis dan ringan, ASUS tetap membekalinya dengan baterai 70Wh yang diklaim mampu bertahan hingga 26 jam. Laptop ini juga mendukung pengisian cepat hingga 50 persen dalam 30 menit, sehingga cocok untuk pengguna yang sering bekerja secara mobile.
Performa 50W dengan Dukungan Komputasi AI
Salah satu nilai jual utama ASUS ExpertBook Ultra ada pada performanya. Laptop ini ditenagai prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Series 3, dengan dukungan NPU hingga 50 TOPS dan total platform hingga 180 TOPS. Kombinasi tersebut dirancang untuk menjalankan berbagai tugas berbasis AI secara lokal, seperti transkripsi, penerjemahan real-time, pencarian dokumen berbasis AI, hingga pemrosesan generatif tanpa harus selalu bergantung pada cloud.
ASUS juga membekali laptop ini dengan teknologi termal ASUS ExpertCool Pro. Sistem pendingin tersebut diklaim mampu menjaga performa CPU di angka 50W secara stabil tanpa throttling. Hal ini menjadi poin penting karena banyak laptop tipis biasanya harus mengorbankan performa demi menjaga suhu tetap aman.
Untuk grafis, ASUS ExpertBook Ultra menggunakan Intel Arc B390 terintegrasi. ASUS mengklaim performanya mampu melampaui NVIDIA RTX 4050 pada TGP 30W dalam pengujian tertentu. Laptop ini juga mendukung RAM hingga 64GB LPDDR5x 9600 MT/s dan SSD M.2 PCIe Gen 5.0 x4 NVMe hingga 2TB dengan kecepatan baca yang sangat tinggi.
Layar OLED 3K dan Audio Dolby Atmos
Dari sisi visual, laptop ini hadir dengan opsi layar 14 inci 16:10 beresolusi 3K. Untuk varian Tandem OLED, ASUS menyematkan layar sentuh 120Hz dengan Variable Refresh Rate 30–120Hz, kecerahan puncak HDR hingga 1400 nits, cakupan warna 100% DCI-P3, serta sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 1000.
Layar tersebut juga dilindungi Corning Gorilla Glass Victus dan Gorilla Glass Matte yang dirancang untuk mengurangi pantulan cahaya. ASUS mengklaim teknologi ini mampu mengurangi silau hingga 80 persen, sehingga lebih nyaman digunakan dalam sesi kerja panjang.
Pengalaman multimedia juga diperkuat dengan sistem audio 6-speaker berteknologi Dolby Atmos. Laptop ini menggunakan kombinasi woofer, tweeter, smart amplifier, dan DAC untuk menghasilkan suara yang lebih bertenaga. Fitur AI Noise-Canceling berbasis VoicePrint turut disiapkan agar pengguna tetap nyaman melakukan meeting online di tempat ramai.
Fitur Input Lengkap ASUS ExpertBook Ultra
ASUS ExpertBook Ultra juga menawarkan pengalaman input yang dibuat lebih serius. Keyboard laptop memiliki key travel 1,5 mm, backlit, serta desain tahan tumpahan air. ASUS juga menyertakan lapisan UV khusus agar permukaan tombol tetap nyaman digunakan dan tidak mudah meninggalkan noda.
Bagian touchpad menggunakan desain glass haptic berukuran besar dengan enam sensor gaya independen. Berbeda dari touchpad mekanis biasa, teknologi haptic ini memberikan respons tekanan yang lebih merata dan senyap di berbagai area sentuhan.
Untuk konektivitas, laptop ini tetap membawa port yang cukup lengkap. ASUS menyematkan Thunderbolt 4, USB-A 3.2 Gen2, HDMI 2.1, dan audio jack. Menariknya, port USB-C dan USB-A tersedia di kedua sisi perangkat, sehingga pengguna lebih fleksibel saat menghubungkan aksesori kerja.
Keamanan Jadi Fokus Utama
Sebagai laptop bisnis premium, ASUS ExpertBook Ultra juga menempatkan keamanan sebagai salah satu pilar utama. Perangkat ini dilengkapi ASUS ExpertGuardian, standar NIST SP 800-193, Dual Self-healing BIOS ROM, Discrete TPM 2.0, Microsoft Pluton, sensor sidik jari Match-on-Chip, Windows Hello IR, physical webcam shield, hingga chassis intrusion alert.
Fitur tersebut membuat laptop ini relevan untuk pengguna enterprise yang menangani data sensitif. ASUS juga menyertakan suite MyExpert AI bebas langganan, termasuk AI ExpertMeet dan Knowledge Hub lokal, untuk membantu produktivitas berbasis AI tanpa mengorbankan privasi data perusahaan.
Harga dan Ketersediaan
ASUS ExpertBook Ultra dijual di Indonesia mulai dari harga Rp38.499.000 untuk varian RAM 16GB. Sedangkan varian 32GB dengan Windows Home dijual Rp52.999.000, dan untuk yang menggunakan Windows Pro dijual Rp54.999.000. Untuk varian tertinggi dengan RAM 64GB dijual dengan harga Rp82.499.000.
Kolaborasi Crystal of Atlan x NieR:Automata telah diumumkan. Kolaborasi ini merupakan selebrasi untuk anniversary pertama game tersebut yang akan dimulai setelah maintenance pada 21 Mei 2026, dan berlangsung hingga 18 Juni 2026.
Melalui kolaborasi berjudul YoRHa Visitor, pemain bisa menikmati berbagai konten menarik, mulai dari boss kolaborasi, mini-game, pet, mount, kostum weapon, hingga hadiah anniversary.
Event YoRHa Visitor di Kolaborasi Crystal of Atlan x NieR:Automata
Selama event berjalan, pemain dapat mengikuti event login berjudul Kejayaan Abadi. Melalui event ini, pemain yang login berturut-turut selama delapan hari berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik.
Selain itu, boss kolaborasi Grun juga akan hadir dalam event World Boss Battle of Grun. Boss ini merupakan Machine Lifeform dari semesta NieR:Automata yang akan muncul setiap hari Jumat dan Minggu pukul 20:30.
Tidak hanya pertarungan boss, pemain juga bisa menikmati mini-game Hacking Operation. Pemain juga dapat mengumpulkan Chip dari event, lalu menggunakannya untuk meningkatkan level di Suplai Sumber Daya YoRHa. Chip tersebut juga bisa ditukar dengan berbagai item terbatas melalui Toko Kelontong Emil.
Item Limited Crystal of Atlan x NieR:Automata
Event Crystal of Atlan x NieR:Automata juga menghadirkan sejumlah item eksklusif yang bisa dikoleksi oleh pemain. Pet terbatas POD042 akan tersedia dan bisa diperoleh melalui YoRHa’s Oath.
Sementara itu, mount kolaborasi Ho229 – Tipe B dan Ho229 – Tipe S juga hadir sebagai bagian dari konten terbatas. Kedua mount tersebut bisa didapatkan melalui YoRHa’s Medal.
Pemain juga bisa mendapatkan kostum weapon kolaborasi Silent Glorious Pact, title Kejayaan Umat Manusia Abadi, serta enam jenis emoji khusus.
Profesi Baru Karmaslayer
Bersamaan dengan kolaborasi ini, Crystal of Atlan juga memperkenalkan profesi baru bernama Karmaslayer. Karakter ini digambarkan sebagai swordsman misterius yang dingin dan penuh dendam setelah mengalami luka parah serta kehilangan temannya.
Karmaslayer memiliki gaya bertarung unik bernama Perpaduan Es dan Api. Ia dapat menggunakan Dual Blades berelemen es dan api, serta memanggil Sword Ghost untuk menyerang lawan. Sistem energinya juga memiliki dua jalur, yaitu Energi Karmaslayer dan Energi Erosi. Setelah mencapai Awakening Sekunder, Karmaslayer dapat menggunakan kedua energi tersebut untuk menghasilkan damage atribut ganda es dan api.
Event Anniversary Lainnya
Perayaan anniversary pertama Crystal of Atlan tidak hanya berfokus pada kolaborasi. Pemain juga bisa mengikuti event Suplai Pertumbuhan untuk mendapatkan hadiah seperti Pilihan Pet Jingga, Tas Hadiah Kostum, dan Voucer Enhancement +14 Lv.70, selama ada karakter dalam akun yang mencapai level tertentu.
Ada juga event puzzle Memori Perjalanan. Dalam event ini, pemain dapat mengonsumsi Energy Akun untuk mendapatkan Keping Puzzle. Setiap 20 poin Energy Akun yang digunakan akan memberikan satu Keping Puzzle, dengan batas maksimal 15 Keping per hari. Keping tersebut bisa dipakai untuk mengisi Modul Puzzle dan membuka berbagai hadiah.
Sebagai penutup, Crystal of Atlan juga menggelar COA SUPER SHOWMATCH – ANNIVERSARY EDITION pada 7 Mei hingga 31 Mei. Turnamen inter-regional ini menghadirkan KOL dari Taiwan, Thailand, Indonesia, dan Filipina untuk memimpin squad KOC masing-masing. Mereka akan bersaing memperebutkan gelar terkuat antarwilayah serta total hadiah final senilai USD8.000.
Ada juga event posting video pendek kreasi ulang game atau ikuti peringkat livestream untuk berbagi total hadiah uang tunai sebesar US8.000. Untuk berpartisipasi dalam event video pendek, bisa dengan mengisi kuesioner registrasi di sini.
Untuk detail dari event anniversary Crystal of Atlan bisa dilihat di sini.
Konami Digital Entertainment Limited (KONAMI) hari ini mengumumkan update baru untuk Darwin’s Paradox! versi Steam®, update bernama Community Patch ini menambahkan perbaikan quality-of-life dan juga pembenaran bug lain berdasarkan masukan pemain, memberikan dukungan pasca rilis untuk game ini.
“Kami sungguh senang atas banyaknya dukungan dan komentar baik tentang Darwin’s Paradox! Kami juga sudah mendengarkan semua masukan para pemain – dan hari ini kami meluncurkan update Community Patch, berfokus untuk memberikan pengalaman yang lebih lancar, seimbang, dan lebih mudah dipahami,” kata pernyataan tim development ZDT Studio.
Community Patch tersebut juga akan hadir di game versi PlayStation®5, Nintendo Switch™ 2, Xbox Series X|S, Epic Games Store, dan Microsoft Store dalam waktu dekat.
Perbaikan utama Community Patch:
Visibilitas lebih baik untuk bahaya tertentu
Penyesuaian gerak-gerik musuh dan pola patroli
Perubahan sudut kamera untuk membantu mengantisipasi yang ada di depan
Perbaikan pencahayaan di beberapa area
Perbaikan pengendalian robot di babak “Suiting Up!”
Membenarkan beberapa bagian yang bisa menyebabkan situasi “soft-lock” (terjebak)
Penyesuaian penempatan checkpoint
Waktu respawn lebih cepat untuk memperbaiki laju gameplay
Perbaikan teka-teki dengan petunjuk yang lebih jelas
Mengurangi frekuensi Help System prompts
Optimasi performa
Pembenaran Bugs
Selain itu, Community Patch juga membawakan opsi kustomisasi visual baru bagi pemain untuk mengoptimalkan pengalaman gameplay mereka.
Pengaturan efek sinematik baru:
Motion Blur
Sharpen
Grain
Vignetting
Chromatic Aberration
Tim development ZDT Studio sedang mengerjakan update untuk Darwin’s Paradox! versi Nintendo Switch™ 2 yang memperkenalkan dukungan Bahasa Mandarin Sederhana dan Tradisional. Tim ini juga akan merilis hotfix untuk versi PlayStation®5 pada 5 Mei yang memperbaiki system crashes dan bonus skin DLC.
Darwin’s Paradox! adalah game platformer aksi-petualangan baru yang sekarang tersedia di PlayStation®5, Xbox Series X|S, Nintendo® Switch 2, Steam®, Microsoft Store, dan Epic Games Store.
Tonton trailer terbarunya :
Untuk info lebih lanjut tentang Darwin’s Paradox!, kunjungi
ASUS Zenbook DUO resmi diperkenalkan di Indonesia sebagai salah satu perangkat utama dari jajaran laptop AI terbaru ASUS. Laptop ini hadir untuk pengguna profesional, kreator, dan pekerja multitasking yang membutuhkan dua layar OLED dalam satu perangkat.
ASUS menempatkan ASUS Zenbook DUO UX8407AA sebagai “The Most Advanced Dual Screen AI Laptop”. Dibandingkan generasi sebelumnya, versi 2026 membawa sejumlah peningkatan penting. Celah antar layar kini berkurang hingga 70 persen, sementara bezel dibuat lebih tipis sekitar 22 sampai 37 persen. Desain 180° lay-flat juga membuat dua layarnya terasa lebih menyatu saat digunakan untuk bekerja, mengedit konten, membaca dokumen, atau membuka banyak aplikasi secara bersamaan.
Laptop ini menggunakan material Ceraluminum pada seluruh bagian chassis. ASUS mengklaim material tersebut tiga kali lebih kuat dan 30 persen lebih ringan dibandingkan material konvensional. Kombinasi desain premium dan dua layar membuat perangkat ini menyasar pengguna yang menginginkan produktivitas tinggi tanpa perlu membawa monitor tambahan.
Laptop ini juga dilengkapi sistem AI lokal melalui Omni Virtual Assistant. Sistem ini memungkinkan pengguna memakai fitur AI langsung dari perangkat, bahkan secara offline.
Spesifikasi ASUS Zenbook DUO 2026
ASUS Zenbook DUO 2026 menggunakan dua layar sentuh ASUS Lumina Pro OLED 14 inci beresolusi 3K 2880 x 1800 piksel, rasio 16:10, refresh rate 144Hz, response time 0,2ms, kecerahan hingga 1.000 nits, 100% DCI-P3, PANTONE Validated, dan VESA DisplayHDR True Black 1000. Layarnya juga mendukung fitur anti-reflection dan diklaim memiliki paparan cahaya biru berbahaya 70 persen lebih rendah.
Untuk performa laptop ini ditopang oleh Intel Core Ultra 9 Processor 386H dengan 16 core, 16 thread, cache 18MB, clock hingga 4,9GHz, serta Intel NPU hingga 50 TOPS. ASUS juga menyebut total performa AI perangkat ini dapat mencapai 180 platform TOPS. Untuk memorinya, tersedia RAM 32GB LPDDR5X onboard dan penyimpanan 1TB M.2 NVMe PCIe 4.0 SSD.
Kerja kamu bakal lebih fleksibel pakai ASUS Zenbook DUO! Pilih Laptop Mode buat mengetik cepat atau Sharing Mode buat diskusi seru bareng klien. Semua aktivitas berjalan lancar berkat dorongan daya dari Series 3 Intel® Core™ Ultra 9 processor 386H #asuszenbookduo#letsduoit#dualscreenai
Konektivitasnya mencakup Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, satu USB 3.2 Gen 2 Type-A, dua Thunderbolt 4, HDMI 2.1 FRL, dan jack audio 3,5mm. Laptop ini juga membawa kamera FHD IR untuk Windows Hello, enam speaker Dolby Atmos, baterai 99Wh, serta bobot 1,65 kg.
ASUS Zenbook DUO 2026 dijual dengan harga Rp54.999.000. Masa pre-order dibuka mulai 6 Mei 2026 melalui ASUS Official Online Store. Pembeli mendapatkan 3 Tahun Garansi Internasional, 3 Tahun ASUS VIP Perfect Warranty, serta ASUS Premium Service yang mencakup pengiriman dua arah, Laptop Spa, dan FastLane Priority Handling.
ASUS Juga Bawa Zenbook S, Zenbook 14 OLED, dan Vivobook
Selain ASUS Zenbook DUO, ASUS juga turut memperkenalkan Zenbook S14 OLED dan Zenbook S16 OLED. Keduanya menyasar pengguna yang mengutamakan desain tipis dan pengalaman visual sinematik. Zenbook S14 OLED memakai Intel Core Ultra 9 386H, sedangkan Zenbook S16 OLED hadir dengan AMD Ryzen AI 9 465. Keduanya memiliki layar ASUS Lumina OLED 3K 120Hz, material Ceraluminum, serta baterai besar 77Wh untuk S14 dan 83Wh untuk S16.
ASUS juga membawa Zenbook 14 OLED UM3406GA untuk pengguna yang membutuhkan laptop ringan dengan daya tahan panjang. Bobotnya hanya 1,2 kg dan baterainya diklaim mampu bertahan lebih dari 20 jam berkat kapasitas 75Wh. Laptop ini ditenagai AMD Ryzen AI 7 445 dengan performa AI hingga 50 TOPS NPU.
Untuk lini Vivobook, ASUS memperkenalkan Vivobook S14 dalam varian Intel Core Ultra 7 355 dan AMD Ryzen AI 7 445. Keduanya sudah masuk kategori Copilot+ PC dengan NPU hingga 49 TOPS dan baterai lebih dari 20 jam. Ada juga Vivobook 14 Flip OLED dengan engsel 360°, dukungan ASUS Pen 3.0, layar sentuh OLED 2K, serta prosesor Intel Core Ultra 7 355.
Dead as Disco adalah salah satu game early access yang mencuri perhatian di bulan Mei. Game bergenre Rhythm Beat’em Up ini dibuat oleh developer indie Brain Jar Games. Memainkan Dead as Disco mengingatkan kami dengan Hi-Fi Rush, yaitu kepuasan ketika menghantam musuh sambil mengikuti irama musik.
Berikut adalah pengalaman dan kesan yang kami dapatkan selama memainkan versi review Dead as Disco di PC. Game ini akan dirilis dalam bentuk Early Access.
Kembali Dari Kematian
Dead as Disco menceritakan tentang musisi bernama Charlie Disco yang secara misterius telah kembali dari kematiannya. Bersama dengan partnernya yang berbentuk tengkorak bernama Vica, Charlie mencari kembali mantan anggota bandnya yang telah berpencar sejak kematiannya.
Salah satu dari mereka mungkin adalah yang bertanggung jawab atas kematian Charlie. Pertanyaannya adalah siapa pelakunya?
Cerita dari Dead as Disco sangat sederhana. Hal yang menarik adalah setiap mantan anggota band Charlie memiliki gaya musik berbeda. Misalnya Hemlock yang posisinya adalah basis memiliki gaya musik rock’n roll. Sedangkan Arora yang menjadi vokalis terinspirasi oleh K-Pop.
Ketika menjalani stage miliki Arora, pemain akan disajikan visual planet dan juga galaksi, dimana ia menjadi pusat dari segalanya. Berbeda dengan Arora, stage milik Hemlock justru terasa seperti venue konser band rock, lengkap dengan semburan kembang api.
Ada juga environmental hazard seperti seragan AOE atau menghindar dari ditabrak mobil dan kereta. Setiap stage juga memiliki beragam visual effect cahaya, diiringi dengan musik yang catchy.
Sayangnya karena masih berstatus Early Access, stage yang tersedia saat ini hanya ada empat ditambah satu stage untuk Infinite Disco. Setiap stage bisa diselesaikan dengan cepat, apalagi jika pemain sudah terbiasa dengan gaya bermain Death as Disco.
Bertarung Mengikuti Irama
Gameplay merupakan daya tarik utama dari Death as Disco. Jika kamu pernah memainkan Hi-Fi Rush dan suka dengan game seperti ini, maka kemungkinan besar kamu juga akan menyukai Death as Disco.
Setiap pukulan dan tendangan yang dilakukan oleh Charlie akan menghasilkan beat yang disesuaikan dengan musik yang diputar. Mekanisme ini juga berhubungan dengan Combo. Jika serangan yang dilakukan oleh Charlie tidak terputus, maka nilai Combo juga akan akan semakin tinggi. Tetapi jika terputus tengah jalan, nilai combo akan kena reset dan diulang kembali dari 0. Jika yang diincar adalah skor tertinggi, maka hal ini perlu dijadikan perhatian.
Meski senada dengan Hi-Fi Rush dari segi mekanik, kami merasa sistem combat Death as Disco tidak terlalu rumit. Bahkan menurut kami lebih mudah untuk dipahami. Asalkan pemain waspada dengan tindakan yang dilakukan musuh.
Death as Disco juga memasukkan elemen gameplay dari game Batman Arkham. Ketika musuh yang desainnya seperti Groupie ingin menyerang Charlie, maka akan muncul ikon dari tombol untuk melakukan Counter. Jika tombol ini ditekan tepat waktu, Charlie bisa melakukan Counter Attack dan membuat musuh Stun, lalu bisa dihabisi dengan serangan combo yang Stylish.
Masih banyak Action lain yang dilakukan pada saat combat. Misalnya untuk menghindari tubrukan dari musuh yang berbentuk seperti anak punk, pemain bisa membuat Charlie melakukan dodge sebelum melakukan counter attack.
Untuk jenis musuh yang lebih alot, pemain bisa menggunakan Finisher agar musuh itu bisa langsung KO. Tapi skill ini tidak bisa digunakan setiap saat karena mengkonsumsi energi dan harus diisi ulang.
Semua mekanik ini juga berlaku saat Boss Fight. Berbeda dengan musuh biasa, Boss memiliki HP yang lebih banyak dan juga memiliki fase yang harus dilewati. Pada setiap fase, Charlie dan Boss akan saling berinteraksi, memberikan informasi tentang bagaimana hubungan mereka sebelumnya. Boss yang bernama Prophet malah memiliki fase yang menarik, dimana Charlie harus menangkis serangan lirik rap berbentuk fisik.
Karena terus berulang, mekanik ini lama kelamaan jadi mudah ditebak. Jika ingin tantangan yang lebih, game ini juga menyediakan tingkat kesulitan Hard. Sayangnya tingkat kesulitan ini masih terkunci. Rencananya tingkat kesulitan ini baru akan ditambahkan ke dalam game bersama dengan konten baru lainnya dalam update selanjutnya.
Fitur Kustomisasi
Untuk Progression, pemain bisa membuat Charlie mendapatkan berbagai macam skill baru dengan membelanjakan poin yang didapat dari menyelesaikan story atau mode Infinite Disco. Beberapa skill baru bisa dibuka setelah mengalahkan boss. Misalnya skill tambahan yang bernama Rush Down, dimana Skill ini merupakan kemampuan vital yang diperlukan untuk mempertahankan nilai Combo saat bertarung.
Selain dibelanjakan untuk skill baru, pemain juga bisa menggunakan poin untuk melakukan kustomisasi. Pemain bisa mendandani Charlie dengan aksesori atau kostum yang berbeda. Bar yang dijadikan sebagai Town Hub juga bisa dikustomisasi dengan menambahkan berbagai ornamen baru, seperti lampu dan lantai disco.
Atau jika pemain tertantang untuk adu skor dengan pemain lain, maka bisa memainkan mode Infinite Disco. Mode ini berisi Leaderboard dan juga berbagai macam Challenge. Pemain bahkan bisa menggunakan musik kesukaannya ketika bermain di mode ini dalam My Music. Untuk catatan, tidak semua item untuk kustomisasi tersedia di Early Access.
Review Death as Disco Dari Segi Teknis
Kami memainkan Death as Disco dengan PC yang spesifikasinya adalah CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB. Selama bermain, kami tidak pernah mengalami masalah teknis dan game berjalan dengan sempurna.
Untuk ukuran game Early Access, Death as Disco memiliki pilihan setting grafis yang cukup banyak. Game ini bahkan sudah dilengkapi dengan fitur Upscaling dan Frame Generation.
Kesimpulan Review Death as Disco
Kesimpulan kami setelah memainkan versi review Death as Disco adalah game ini menyenangkan dan menghibur. Namun, ukuran konten yang terbatas karena masih berstatus Early Access jujur saja membuat kami jengkel. Memotong cerita utama ditengah-tengah dan menunggu sampai update berikutnya tiba adalah cara yang mengesalkan menurut kami.
Mekanisme combat yang merupakan daya tarik utama game telah dipoles secara baik dan berjalan dengan smooth. Kami juga senang game ini tidak mencoba untuk lebih rumit dari Hi-Fi Rush, melainkan lebih streamline dan mudah dimengerti.
Pilihan genre musik yang ada di dalam game juga bervariasi, mulai dari rock’n roll, rap, bahkan pop. Kami tidak pernah bosan mengulang-ulang stage yang sudah kami selesaikan, hanya karena ingin mendengarkan alunan musiknya. Merasakan Beat bersamaan dengan Charlie serangan tanpa henti dengan nilai combo yang terus naik, memberikan rasa puas tersendiri.
Jika kamu menyukai game beat’em up dengan sentuhan musik, Death as Disco wajib masuk dalam daftar wishlist.
Death as Disco tersedia dalam bentuk Early Access dan sudah tersedia di PC.
*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer
Influencer game disebut memiliki pengaruh besar terhadap cara studio merancang sebuah game. Hal ini disampaikan oleh Tim Cain, developer veteran yang juga merupakan desainer dari game Fallout.
Dalam video yang ia buat, Cain menilai tren tersebut muncul karena developer lebih memikirkan bagaimana gamenya terlihat menarik saat dimainkan oleh content creator dan influencer. Akibatnya, pengalaman bermain yang seharusnya menjadi fokus utama tergeser oleh keharusan untuk memenuhi kebutuhan itu.
Influencer Game Jadi Pertimbangan Besar Developer
Cain menjelaskan bahwa developer sekarang justru lebih memikirkan daya tarik game dari mata content creator dan influencer sejak proses desain. Menurutnya, banyak keputusan dibuat agar adegan tertentu terlihat bagus saat muncul dalam livestream atau rekaman video.
“Kami sering berpikir, bagaimana sebuah event atau momen di dalam game bisa terlihat menarik ketika seseorang memainkannya secara livestream, atau merekam footage dirinya ketika sedang memainkan game kami. Karena kami ingin itu terlihat sangat bagus di video.” Ujarnya
Pernyataan ini menunjukkan perubahan besar dalam industri game secara keseluruhan. Dulu fokus utama developer adalah membuat permainan yang menyenangkan untuk gamer. Kini justru unsur viralitas yang diutamakan.
Gamer Zaman Sekarang Tidak Lagi Punya Opini
Cain juga menyoroti perubahan perilaku gamer masa kini. Menurutnya, gamer sekarang justru menjadikan opini dari content creator atau influencer game favoritnya sebagai panduan untuk menentukan cara berpikir terhadap sebuah game.
Kondisi ini bisa membuat gamer memiliki opini yang kuat terhadap game yang bahkan belum mereka mainkan. Namun pandangan ini bukan dari pemikiran mereka sendiri, melainkan penilaian dari influencer mereka ikuti.
Sisi Positif dan Negatif
Meski begitu, Cain tidak sepenuhnya khawatir dengan peran influencer game. Ia mengakui ada sisi positif ketika gamer menemukan reviewer yang seleranya mirip. Dengan begitu, gamer bisa lebih mudah mencari rekomendasi game baru yang sesuai preferensi mereka.
Namun, sisi negatifnya adalah semakin banyak orang yang tidak ingin memiliki penilaian sendiri dan memilih mengikuti pendapat orang lain. Kedepannya tren influencer game bisa menjadi tantangan besar bagi industri game.
Terungkap alasan Take-Two dan Rockstar untuk melewati perilisan GTA 6 PC, dan memilih untuk lebih dulu diluncurkan di konsol. Take-Two menjelaskan bahwa Rockstar memilih konsol lebih dulu karena platform tersebut dianggap sebagai basis utama konsumennya.
Game terbaru Rockstar itu dijadwalkan rilis pada 19 November 2026 untuk konsol, sementara versi PC belum mendapat konfirmasi resmi. Keputusan ini kembali memicu pertanyaan besar dari pemain PC, terutama karena GTA 6 disebut sebagai salah satu perilisan game terbesar dalam sejarah. Take-Two kemudian menjelaskan bahwa Rockstar memilih konsol lebih dulu karena platform tersebut dianggap sebagai basis utama konsumennya.
Alasan GTA 6 PC Tidak Jadi Prioritas Saat Peluncuran
Dalam wawancara dengan Bloomberg, CEO Take-Two Strauss Zelnick menjelaskan alasan GTA 6 tidak langsung hadir di PC saat dirilis.
“Rockstar selalu memulai dari konsol karena menurut saya mereka milih untuk melayani konsumen inti dulu,” ujar Zelnick.
“Jika konsumen utama anda tidak diutamakan dan dilayani dengan baik, maka anda akan mengalami kesulitan dalam menjangkau konsumen lainnya.” Tambahnya.
Zelnick juga menegaskan bahwa absennya GTA 6 PC saat peluncuran bukan karena kesepakatan dengan Sony dan PlayStation.
Meski belum ada pengumuman resmi untuk versi PC, kedatangan GTA 6 di PC telah dipastikan. Rockstar selalu merilis gamenya lebih dulu di konsol sebelum akhirnya merilis versi PC. Masalahnya ada jeda antara peluncuran di konsol dan PC cukup lama, sehingga gamer harus bersabar.
GTA 6 dijadwalkan rilis pada tanggal 19 November 2026 di PS5 dan Xbox Series, asalkan tidak ada penundaan lagi seperti sebelumnya.
Konami Digital Entertainment Limited (KONAMI) hari ini mengumumkan kolaborasi spesial waktu terbatas antara eFootball™ dan serial anime terkenal NARUTO SHIPPUDEN. Kolaborasi ini memfiturkan partner duo spesial, seperti Naruto Uzumaki × Neymar Jr. dan Sasuke Uchiha × Takefusa Kubo, menggabungkan dunia anime dan sepak bola.
Trailer kolaborasi NARUTO SHIPPUDEN sekarang bisa ditonton, memfiturkan bintang sepak bola dunia seperti Neymar Jr. dan Robert Lewandowski, yang hadir di kolaborasi bersamaan dengan karakter dari NARUTO SHIPPUDEN.
Selama kampanye berlangsung dari 30 April hingga 14 Mei 2026, para pemain bisa berpartisipasi di event dalam game untuk memperoleh item dan kartu kolaborasi spesial secara gratis. Konten tambahan bertema NARUTO SHIPPUDEN, termasuk dekorasi stadium dan perayaan gol juga akan tersedia.
Keluarkan tendangan hebat yang terinspirasi oleh teknik ninja ikonik!
Pilih kartu pemain kolaborasi Naruto Uzumaki × Neymar Jr. dan Sasuke Uchiha × Takefusa Kubo untuk memicu efek visual unik saat melakukan Stunning Shots, mereplikasikan gerakan ninjutsu khas dari serial NARUTO, termasuk Wind Style: Rasen Shuriken dan Chidori. Ditambah lagi, mencetak gol akan mengaktifkan perayaan eksklusif kolaborasi, menghidupkan crossover ini di lapangan.
Bandai Namco Entertainment Asia mengundang para penggemar dan pemain untuk melangkah ke dunia DRAGON BALL yang sepenuhnya baru. Karya Akira Toriyama menunggumu di DRAGON BALL XENOVERSE 3. Kini akan hadir setelah 10 tahun sejak game terakhir dari seri ini rilis, DRAGON BALL XENOVERSE 3 sempat diperkenalkan pada awal tahun ini melalui trailer yang memperlihatkan sekilas latar baru “AGE 1000” dan diumumkan secara resmi pada Dragon Ball Games Battle Hour 2026, ajang utama yang paling dinantikan penggemar DRAGON BALL di seluruh dunia.
DRAGON BALL XENOVERSE 3 melanjutkan legasi dari seri ini dengan pengalaman DRAGON BALL yang sepenuhnya baru. Pemain pun dapat memilih sosok pahlawan yang mereka inginkan di dunia DRAGON BALL yang belum pernah dijelajahi sebelumnya dan dihadirkan oleh sang penulis asli, Akira Toriyama. DRAGON BALL XENOVERSE 3 akan hadir di PlayStation®5, Xbox Series X|S, dan PC via Steam® pada 2027.
Bersama pengumuman ini, trailer baru juga telah dirilis. Silakan tonton di sini:
Seperti yang diperlihatkan pada trailer pengumuman DRAGON BALL XENOVERSE 3, pemain dapat menjelajahi dan mengungkap kisah baru yang menarik di West City, sebuah dunia penuh warna di AGE 1000. Dengan diarahkan untuk menjadi bagian dari barisan Great Saiyan Squad, kamu akan bertarung bersama rekan-rekanmu seiring terjadinya berbagai peristiwa di sana.
Game ini menggabungkan pengalaman RPG Story-Driven seru yang akan membawa penggemar DRAGON BALL ke petualangan penuh aksi yang tak terlupakan ke dunia baru ini dengan semua karakter yang ada.
Detail menarik lainnya tentang judul terbaru ini dari seri DRAGON BALL XENOVERSE akan diumumkan dalam beberapa bulan ke depan.