Home Blog Page 2

KINGDOM HEARTS Collection [I–III] Rilis 8 Oktober 2026, Edisi Fisik Hadir di Asia Tenggara

0

Penggemar Kingdom Hearts akhirnya mendapatkan kabar yang ditunggu-tunggu. Bandai Namco Entertainment Asia dan SQUARE ENIX mengumumkan bahwa KINGDOM HEARTS Collection [I–III] akan resmi dirilis pada 8 Oktober 2026.

Koleksi ini akan tersedia untuk Nintendo Switch 2, PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan Xbox on PC, sementara versi fisik untuk Nintendo Switch 2 dan PlayStation 5 juga akan dijual di wilayah Asia Tenggara pada tanggal yang sama. Pre-order versi digital kini telah dibuka di seluruh platform yang mendukungnya.

Menariknya, pemain Nintendo Switch 2 juga sudah dapat mencoba demo gratis KINGDOM HEARTS III + Re Mind sebelum memutuskan untuk membeli versi lengkapnya.

Satu Koleksi untuk Menikmati Kisah Kingdom Hearts dari Awal

KINGDOM HEARTS Collection [I–III] dirancang sebagai paket lengkap yang menggabungkan tiga koleksi utama dalam satu bundle.

Isinya mencakup:

  • KINGDOM HEARTS -HD 1.5+2.5 ReMIX-
  • KINGDOM HEARTS HD 2.8 Final Chapter Prologue
  • KINGDOM HEARTS III + Re Mind DLC

Seluruh game dalam koleksi tersebut tersedia secara native atau non-cloud untuk konsol generasi saat ini. Dengan demikian, koleksi ini menghadirkan perjalanan Sora dan kawan-kawan dalam satu paket yang lebih praktis.

Pemain akan kembali mengikuti petualangan Sora, Donald Duck, dan Goofy ketika mereka menjelajahi berbagai dunia Disney dan Pixar. Dengan Keyblade di tangan, ketiganya berusaha menghadapi Darkness sekaligus bertemu dengan beragam karakter dari dunia Disney dan Pixar.

Selain menawarkan cerita yang berfokus pada persahabatan, koleksi ini juga membawa sistem pertarungan real-time dengan mekanisme yang berkembang sepanjang seri dan telah dioptimalkan untuk konsol modern.

Isi KINGDOM HEARTS -HD 1.5+2.5 ReMIX-

Bagian pertama dari koleksi menghadirkan sejumlah game yang menjadi fondasi perjalanan Kingdom Hearts.

Berikut isinya:

  • KINGDOM HEARTS FINAL MIX
  • KINGDOM HEARTS Re:Chain of Memories
  • KINGDOM HEARTS II FINAL MIX
  • KINGDOM HEARTS 358/2 Days dalam bentuk kompilasi cutscene HD
  • KINGDOM HEARTS Birth by Sleep FINAL MIX
  • KINGDOM HEARTS Re:coded dalam bentuk kompilasi cutscene HD

Selain menjadi bagian dari KINGDOM HEARTS Collection [I–III], KINGDOM HEARTS -HD 1.5+2.5 ReMIX- juga akan tersedia secara native untuk Nintendo Switch.

Kingdom Hearts HD 2.8 dan Kingdom Hearts III Turut Lengkap

Perjalanan kemudian berlanjut melalui KINGDOM HEARTS HD 2.8 Final Chapter Prologue.

Koleksi ini berisi:

  • KINGDOM HEARTS Dream Drop Distance HD
  • KINGDOM HEARTS χ Back Cover dalam bentuk film
  • KINGDOM HEARTS 0.2 Birth By Sleep

Sementara itu, bagian terakhir menghadirkan KINGDOM HEARTS III bersama ekspansi Re Mind DLC.

Dengan ketiga paket tersebut, KINGDOM HEARTS Collection [I–III] menyatukan seluruh game yang tercantum dalam HD 1.5+2.5 ReMIX, HD 2.8 Final Chapter Prologue, serta KINGDOM HEARTS III + Re Mind ke dalam satu koleksi.

Demo Gratis Kingdom Hearts III Tersedia di Nintendo Switch 2

Salah satu kabar menarik dalam pengumuman ini adalah tersedianya demo gratis KINGDOM HEARTS III + Re Mind untuk Nintendo Switch 2.

Demo tersebut terbagi menjadi dua bagian.

Bagian pertama memungkinkan pemain memainkan awal permainan hingga tahap awal Olympus, dunia yang terinspirasi dari Hercules milik Disney. Save data dari bagian ini dapat dibawa ke versi penuh ketika game dirilis.

Sementara bagian kedua memungkinkan pemain bermain dari awal hingga bagian pertengahan Toy Box, dunia yang terinspirasi dari Toy Story milik Disney dan Pixar. Namun, save data dari bagian ini tidak dapat dibawa ke versi penuh saat peluncuran.

Bagi pemilik Nintendo Switch 2 yang masih penasaran dengan performa dan pengalaman bermain Kingdom Hearts III, keberadaan demo ini memberikan kesempatan untuk mencobanya terlebih dahulu.

Edisi Fisik PS5 dan Switch 2 Hadir di Asia Tenggara

Hal yang juga cukup menarik bagi kolektor adalah konfirmasi bahwa versi fisik KINGDOM HEARTS Collection [I–III] akan tersedia untuk PlayStation 5 dan Nintendo Switch 2 di Asia Tenggara.

Versi fisik tersebut dijadwalkan hadir pada 8 Oktober 2026, bersamaan dengan perilisan game secara global di platform yang telah diumumkan.

Namun, ada satu catatan penting. Untuk memainkan versi fisik KINGDOM HEARTS Collection [I–III], pemain membutuhkan koneksi internet untuk mengunduh data tambahan.

Jadi, meskipun tersedia dalam bentuk fisik, pemain tetap perlu menyediakan koneksi internet ketika pertama kali menyiapkan game.

Ada Keyblade Eksklusif Berdasarkan Platform

Bandai Namco dan SQUARE ENIX juga menyiapkan bonus in-game berupa Keyblade eksklusif platform untuk pembelian tertentu.

Pemilik Nintendo Switch 2 yang membeli versi digital atau fisik KINGDOM HEARTS Collection [I–III], atau versi digital KINGDOM HEARTS III + Re Mind, akan mendapatkan Long Night Keyblade.

Sementara pembelian yang memenuhi syarat di PlayStation 5 akan memberikan Midnight Blue Keyblade.

Untuk Xbox Series X|S, pemain akan mendapatkan Phantom Green Keyblade melalui pembelian digital yang memenuhi syarat.

Pre-Order PS5 dan Xbox Mendapat Early Access

Ada pula keuntungan khusus bagi pemain yang melakukan pre-order digital di PlayStation 5 dan Xbox Series X|S.

Pre-order digital di kedua platform tersebut akan memberikan akses 48 jam lebih awal untuk KINGDOM HEARTS Collection [I–III] dan KINGDOM HEARTS III + Re Mind DLC.

Sementara itu, pemain yang sebelumnya sudah memiliki versi digital game tertentu di Nintendo Switch (Cloud Version), PlayStation 4, atau Xbox One berhak mendapatkan diskon untuk pre-order digital maupun pembelian digital setelah game diluncurkan di Nintendo Switch 2, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S.

Khusus pemilik Kingdom Hearts versi Nintendo Switch Cloud, data save juga dapat ditransfer ke Nintendo Switch 2. Namun, transfer save data tersebut tidak didukung untuk platform lainnya.

Kingdom Hearts Collection [I–III] Siap Hadir Oktober

Dengan hadirnya KINGDOM HEARTS Collection [I–III], SQUARE ENIX dan Bandai Namco Entertainment Asia menawarkan cara yang lebih praktis bagi penggemar lama maupun pemain baru untuk menikmati perjalanan Sora dan kawan-kawan.

Koleksi ini akan dirilis pada 8 Oktober 2026 untuk Nintendo Switch 2, PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan Xbox on PC, dengan edisi fisik Nintendo Switch 2 dan PlayStation 5 tersedia di Asia Tenggara pada tanggal yang sama.

Sementara itu, pemilik Nintendo Switch 2 sudah dapat mencoba demo gratis KINGDOM HEARTS III + Re Mind untuk melihat bagian awal Kingdom Hearts III sebelum menentukan pilihan.

Dengan jumlah game dan konten yang dibawa dalam satu paket, KINGDOM HEARTS Collection [I–III] menjadi rilisan yang patut diperhatikan, khususnya bagi pemain yang ingin mengikuti perjalanan Kingdom Hearts dalam satu koleksi tanpa harus membeli setiap bagian secara terpisah.

Crazy Taxi: World Tour Pamer Map Jepang, Hadirkan Shibuya hingga Gunung Fuji

0
Crazy Taxi: World Tour Pamer Map Jepang, Hadirkan Shibuya hingga Fuji

Sega telah membagikan informasi baru untuk Crazy Taxi: World Tour. Dalam trailer terbarunya telah diperlihatkan map Jepang yang membawa pemain melintasi sejumlah lokasi ikonik Negeri Sakura.

Map Jepang akan menawarkan perpaduan kawasan metropolitan dengan landmark yang mudah dikenali. Salah satu lokasi yang diperlihatkan dalam trailer terbaru Crazy Taxi adalah Shibuya Crossing. Persimpangan terkenal di Tokyo tersebut menjadi bagian dari rute yang dapat dilalui pemain ketika menjalankan tugas sebagai pengemudi taksi.

Sega juga memasukkan beberapa landmark besar Jepang. Pemain dapat melaju di sekitar Tokyo Tower dan Tokyo Skytree sebelum perjalanan membawa mereka menuju pemandangan Gunung Fuji.

Tidak hanya landmark, sejumlah lokasi komersial terkenal ikut hadir di dalam game. Pemain dapat menemukan restoran ramen ICHIRAN, Kani Doraku, hingga SHIBUYA109 Shibuya Store ketika menjelajahi map.

Crazy Taxi: World Tour dijadwalkan meluncur pada 2027 untuk Xbox Series, PC, PS5, dan Nintendo Switch 2. Peluncuran ini juga akan diramaikan dengan film dari game tersebut yang sedang dibuat oleh Netflix.

Bagaimana menurutmu?

Control Resonant Tetap Miliki Unsur Surreal Khas Remedy

0
Control Resonant Tetap Miliki Unsur Surreal Khas Remedy

Remedy Entertainment telah merilis trailer baru untuk Control Resonant, game terbaru dari seri Control yang akan segera rilis. Trailer baru ini menampilkan Dylan Faden sebagai protagonis utama, sekaligus memperlihatkan berbagai kekuatan paranatural yang bisa digunakannya. Diiring dengan lagu My Favourite Game dari The Cardigans.

Berbeda dari game pertama yang menempatkan Jesse Faden sebagai protagonis, Control Resonant mengajak pemain mengikuti perjalanan Dylan. Ia bisa melepaskan berbagai kekuatan paranatural untuk menghadapi musuh dalam pertempuran yang lebih agresif.

Salah satu elemen penting dalam sistem pertarungannya adalah Aberrant. Dylan dapat menguasai beragam bentuk Aberrant dan memanfaatkannya sesuai situasi. Kemampuan tersebut akan menjadi senjata penting ketika pemain menghadapi kelompok musuh dalam jumlah besar maupun boss dengan ukuran monumental.

Ciri khas dari Remedy Entertainment, yaitu lingkungan yang surreal, fenomena supernatural, serta realitas yang dapat berubah akan menjadi bagian penting dari pengalaman bermain.

Control Resonant dijadwalkan meluncur secara global pada 24 September 2026 di PS5, Xbox Series X|S, dan PC. Khusus untuk edisi fisik game ini baru tersedia di PS5 dan Xbox Series tanggal 15 Oktober 2026. Masa pre-order sudah dibuka dengan berbagai bonus, termasuk akses lebih dulu 48 jam bagi pembeli edisi Digital Deluxe Edition untuk PS5.

Physint Gaet Bill Skarsgård Jadi Karakter Utama

0
Physint Gaet Bill Skarsgård Jadi Karakter Utama

Physint telah mendapatkan informasi baru, langsung dari sang penciptanya Hideo Kojima dalam presentasi Xbox di Tokyo Game Show 2026. Kreator Metal Gear Solid ini langsung mengumumkan sosok yang akan menjadi protagonis dalam proyek ambisiusnya. Ia adalah aktor Bill Skarsgård.

Skarsgård dikenal melalui perannya yang ikonik sebagai badut setan Pennywise dalam It dan It: Chapter Two. Setelah itu ia beradu akting dengan Keanu Reeves dalam film John Wick Chapter 4 sebagai Marquis de Gramont.

Physint Diisi Deretan Aktor Terkenal

Kolaborasinya Hideo Kojima dengan Bill Skarsgård berawal dari ketertarikan keduanya terhadap karya masing-masing. Kojima mengatakan bahwa dirinya dan Skarsgård sudah lama menjadi penggemar karya satu sama lain. Inilah yang membawa keduanya untuk memulai proyek baru bersama melalui Physint,

Kehadiran Bill Skarsgård semakin memperkuat daftar aktor yang sebelumnya telah diumumkan untuk Physint. Ia akan bergabung bersama dengan Charlee Fraser (Furiosa: A Mad Max Saga), Don Lee (Train to Busan), serta Minami Hamabe (Godzilla Minus One).

Menurut Kojima, Physint memiliki arti besar dalam perjalanan kariernya sebagai kreator video game selama lebih dari 40 tahun. Ia ingin menghadirkan sebuah pengalaman action-espionage yang tidak terpaku pada batasan genre hiburan digital yang sudah ada.

Perjalanan pengembangannya sendiri sempat mengalami perubahan besar. Minggu lalu, Sony dan PlayStation memutuskan untuk membatalkan kerjasama untuk pengembangan Physint. Kojima kemudian mencari partner baru agar pengembangan game tetap berjalan, yang akhirnya jatuh kepada Xbox dan Microsoft.

Bagaimana menurutmu?

Bayonetta Jadi Tamu Crossover Berikutnya di Sonic Racing: CrossWorlds

0
Bayonetta Jadi Tamu Crossover Berikutnya di Sonic Racing CrossWorlds

Bayonetta resmi bergabung ke dalam roster Sonic Racing: CrossWorlds. Kehadiran penyihir seksi ini adalah bagian dari perayaan satu tahun game tersebut. Ia akan menjadi salah satu konten gratis ketika Season 2 dimulai pada musim gugur 2026.

Bayonetta Hadir Bersama Butterfly Witch

Masuknya Bayonetta akan membawa gaya khas sang Umbra Witch ke lintasan Sonic Racing: CrossWorlds. Tidak datang sendirian, ia akan menggunakan kendaraan khusus bernama Butterfly Witch. Mesin tersebut dibuat sebagai kendaraan khasnya ketika berkompetisi di berbagai lintasan CrossWorlds.

SEGA menjadikan kehadiran karakter ini sebagai pembuka untuk rangkaian pembaruan konten gratis di Season 2. Informasi lebih lengkap mengenai musim terbaru tersebut dijadwalkan diumumkan pada 10 Oktober 2026.

Kehadiran Bayonetta bukan satu-satunya tambahan besar yang dipersiapkan untuk musim kedua. Sega juga akan meluncurkan Season Pass 2 pada musim gugur 2026 dengan total enam DLC pack tambahan.

Kolaborasi pertama dalam Season Pass 2 akan menghadirkan Godzilla. Setelah itu, Evangelion menjadi crossover berikutnya yang masuk melalui DLC pack kedua.

Empat paket crossover lainnya belum diumumkan. Artinya, SEGA masih menyimpan sejumlah karakter atau franchise tambahan yang nantinya akan bergabung ke dalam game.

Detail lengkap Season 2 dan rencana konten berikutnya akan diungkap pada 10 Oktober 2026.

Total War: Shogun 2 – Complete Edition Akan Rilis Tahun ini

0
Total War: Shogun 2 - Complete Edition

Total War: Shogun 2 – Complete Edition telah resmi diumumkan oleh Creative Assembly dan Sega. Game ini dijadwalkan rilis pada tanggal 13 Oktober 2026. Game ini merupakan paket definitif yang menggabungkan game strategi klasik tersebut dengan berbagai konten tambahan sekaligus peningkatan untuk hardware modern.

Total War: Shogun 2 Complete Edition Bawa Tiga Campaign

Total War: Shogun 2 – Complete Edition akan memiliki tiga campaign mandiri yang menggambarkan periode berbeda dalam sejarah Jepang.

Campaign utama Shogun 2 membawa pemain ke era Sengoku Jidai. Pemain harus mengembangkan sebuah klan dari kekuatan regional menjadi penguasa Jepang melalui diplomasi, pengkhianatan, dan penaklukan hingga akhirnya meraih posisi Shogun.

Campaign Rise of the Samurai mengambil latar Perang Genpei pada 1175. Pemain dapat memimpin klan-klan besar yang saling berebut pengaruh dan kekuasaan dalam konflik yang ikut membentuk masa depan Jepang.

Sementara itu, Fall of the Samurai membawa permainan menuju periode Boshin War. Konfliknya berfokus pada benturan tradisi dan industrialisasi saat Jepang mulai memasuki era perang modern.

Ketiganya mempertahankan perpaduan strategi berbasis giliran di peta campaign dengan pertempuran real-time berskala besar yang menjadi ciri khas seri Total War.

Optimalisasi dan Pembaruan untuk Hardware Modern

Selain menggabungkan berbagai ekspansi, faction pack, serta pembaruan konten, Total War: Shogun 2 Complete Edition juga mendapatkan sejumlah peningkatan teknis.

Baik visual, pencahayaan, dan bayangan telah ditingkatkan agar tampilannya lebih sesuai dengan perangkat masa kini. Dukungan scaling antarmuka untuk resolusi 1440p serta 4K juga tersedia untuk membuat menu dan informasi permainan lebih nyaman dibaca pada layar resolusi tinggi.

Kontrol permainan juga turut dimodernisasi. Versi terbaru ini sudah menggunakan arsitektur 64-bit dan mendukung monitor ultrawide.

Pemain juga akan mendapatkan lebih dari 50 faction baru yang dapat dimainkan. Dukungan Mod.io terintegrasi disediakan untuk mempermudah penggunaan konten modifikasi komunitas.

Dari sisi aksesibilitas, Creative Assembly menyediakan pilihan khusus untuk pemain buta warna. Dukungan suara dan teks dalam bahasa Jepang serta Mandarin juga menjadi bagian dari pembaruan Complete Edition.

Pemilik Versi Lama Dapat Diskon Spesial

Pemilik Total War: Shogun 2 versi original akan mendapatkan keuntungan. Pemain yang sudah memiliki game tersebut akan mendapatkan seluruh DLC original secara gratis. Selain itu, pemilik lama memenuhi syarat untuk memperoleh diskon loyalitas sebesar 75 persen dalam periode terbatas ketika membeli Complete Edition.

Bagaimana menurutmu?

ONE PIECE: Grand Gourmet Rilis Gameplay Overview Trailer, Siap Ajak Pemain Kelola Restoran Baratie

0

Bandai Namco Entertainment Asia resmi merilis Gameplay Overview Trailer untuk ONE PIECE: Grand Gourmet, game simulasi manajemen restoran terbaru yang dikembangkan bersama Kairosoft Co., Ltd. Game ini akan mengajak pemain mengelola restoran, menciptakan berbagai hidangan, mendekorasi tempat makan, hingga membangun reputasi sebagai destinasi kuliner paling terkenal di lautan.

ONE PIECE: Grand Gourmet dijadwalkan meluncur pada 22 Oktober 2026 untuk Nintendo Switch 2 dan Nintendo Switch, kemudian menyusul pada 23 Oktober 2026 untuk PC melalui Steam, App Store, dan Google Play.

Trailer terbaru tersebut memberikan gambaran lebih lengkap mengenai berbagai aktivitas yang dapat dilakukan pemain selama menjalankan restoran dalam dunia ONE PIECE.

Menjadi Staf Pemula di Baratie Number Two

Dalam ONE PIECE: Grand Gourmet, pemain akan memulai perjalanan sebagai seorang staf restoran pemula yang bekerja di Baratie Number Two. Dari sinilah petualangan kuliner dimulai.

Pemain tidak sekadar bertugas melayani pelanggan. Seiring permainan berlangsung, pemain dapat mengembangkan menu baru bersama Sanji, menghias restoran dengan berbagai perabot, melayani pelanggan, serta membangun basis penggemar restoran.

Konsep tersebut memadukan elemen simulasi manajemen khas Kairosoft dengan dunia ONE PIECE, sehingga berbagai karakter dan elemen ikonik dari serial tersebut hadir dalam aktivitas pengelolaan restoran.

Ciptakan Hidangan Baru Bersama Sanji

Salah satu fitur utama ONE PIECE: Grand Gourmet adalah sistem pengembangan menu. Pemain dapat menemukan bahan-bahan baru dan menggunakannya untuk memperluas koleksi hidangan yang tersedia di restoran.

Game ini juga menghadirkan sejumlah resep yang terinspirasi langsung dari serial ONE PIECE, termasuk “Water-Water Meat BBQ” dan “Sea King Penne Gorgonzola”.

Tidak berhenti pada resep yang sudah tersedia, pemain juga dapat menggabungkan makanan yang telah dibuat dan mengatur penyajiannya untuk menciptakan set menu original.

Menariknya, terdapat pula hidangan khusus yang terinspirasi dari kemampuan Devil Fruit. Kehadiran fitur tersebut tentunya memberikan sentuhan khas ONE PIECE ke dalam sistem kuliner game.

Bebaskan Kreativitas untuk Mendesain Restoran

Selain mengurus makanan dan pelanggan, pemain juga memiliki kebebasan untuk menentukan seperti apa restoran mereka.

ONE PIECE: Grand Gourmet menyediakan lebih dari 200 jenis furnitur, bangunan, serta dekorasi interior yang dapat digunakan untuk menata restoran. Pemain dapat menyusun berbagai elemen tersebut sesuai dengan konsep restoran yang diinginkan.

Dekorasi yang tersedia juga tidak hanya berupa perabot umum. Beberapa di antaranya mengambil inspirasi dari lokasi-lokasi ikonik dalam dunia ONE PIECE.

Misalnya, pemain dapat menggunakan dekorasi bertema makanan manis yang terinspirasi dari Whole Cake Island, atau menghadirkan nuansa futuristis yang mengambil inspirasi dari Egghead.

Dengan berbagai pilihan tersebut, setiap pemain dapat menciptakan restoran dengan tampilan yang berbeda.

Karakter ONE PIECE Akan Berdatangan ke Restoran

Salah satu daya tarik terbesar ONE PIECE: Grand Gourmet adalah jumlah karakter yang akan muncul.

Bandai Namco mengungkapkan bahwa game ini akan menghadirkan lebih dari 400 karakter. Tentu saja, anggota Straw Hat Crew akan menjadi bagian dari jajaran karakter tersebut bersama berbagai wajah familiar lainnya dari anime ONE PIECE.

Pemain dapat berusaha membuat para karakter tersebut terkesan melalui kualitas makanan dan suasana restoran. Jika mereka menyukai restoran yang dibangun pemain, karakter-karakter tersebut bahkan dapat menjadi pelanggan tetap.

Selain itu, terdapat pula event karakter eksklusif serta interaksi unik antarkarakter yang hanya dapat ditemukan dalam game ini.

Fitur tersebut membuat restoran bukan sekadar tempat untuk mengumpulkan uang atau mengembangkan menu, tetapi juga menjadi ruang untuk bertemu berbagai karakter dari dunia ONE PIECE.

Perpaduan ONE PIECE dan Simulasi Khas Kairosoft

Kolaborasi antara ONE PIECE dan Kairosoft menjadi salah satu aspek yang membuat Grand Gourmet cukup berbeda dibandingkan game ONE PIECE lainnya.

Alih-alih menghadirkan pertarungan sebagai fokus utama, game ini membawa pemain ke sisi kehidupan yang lebih santai. Pemain akan berfokus pada mengelola restoran, mengembangkan menu, mendekorasi tempat, melayani pelanggan, dan memperluas popularitas restoran.

Seluruhnya dikemas menggunakan pendekatan pixel art yang menjadi salah satu ciri khas Kairosoft.

Konsep tersebut juga membuat ONE PIECE: Grand Gourmet terasa seperti interpretasi baru terhadap dunia ONE PIECE. Para karakter yang biasanya sibuk berpetualang dan bertarung kini dapat ditemui sebagai pelanggan restoran yang datang untuk menikmati berbagai hidangan.

Jadwal Rilis ONE PIECE: Grand Gourmet

ONE PIECE: Grand Gourmet akan dirilis secara bertahap berdasarkan platform.

Untuk Nintendo Switch 2 dan Nintendo Switch, game ini akan tersedia pada:

22 Oktober 2026

Sementara versi PC melalui Steam, App Store, dan Google Play akan dirilis pada:

23 Oktober 2026

Dengan demikian, para penggemar ONE PIECE akan mendapatkan kesempatan untuk mencoba pengalaman mengelola restoran mereka sendiri di dunia bajak laut tersebut mulai Oktober mendatang.

Melalui gameplay overview trailer terbarunya, Bandai Namco memperlihatkan bahwa ONE PIECE: Grand Gourmet menawarkan pengalaman yang cukup berbeda dari game ONE PIECE pada umumnya. Pemain tidak dituntut untuk menjadi petarung terkuat, melainkan membangun restoran terbaik, menemukan resep baru, menarik pelanggan, dan membuat sebanyak mungkin karakter jatuh hati pada restoran yang mereka kelola.

Dengan kombinasi simulasi manajemen, pixel art khas Kairosoft, ratusan karakter ONE PIECE, serta berbagai hidangan dan dekorasi yang terinspirasi dari serialnya, ONE PIECE: Grand Gourmet siap menjadi salah satu game ONE PIECE dengan pendekatan paling unik ketika dirilis pada Oktober 2026.

Rayman Legends Retold Ditunda Tanggal Perilisannya

0
Rayman Legends Retold diumumkan ubisoft

Rayman Legends Retold dipastikan tidak lagi meluncur pada tanggal 1 Oktober 2026. Ubisoft memutuskan untuk menggeser jadwal rilis game tersebut menjadi 3 Desember 2026.

Rayman Legends Retold Sudah Berstatus Gold

Ubisoft menjelaskan bahwa keputusan menunda peluncuran bukan disebabkan game yang belum selesai. Sebaliknya, game ini sudah mencapai status gold, yang biasanya menandakan proses pengembangan utama telah rampung dan siap menuju produksi.

Namun, tim pengembang memilih mengambil waktu tambahan sekitar dua bulan untuk memberikan perhatian lebih terhadap berbagai detail dalam game.

Sebelum perilisan, Ubisoft juga akan memperlihatkan lebih banyak informasi mengenai game ini pada 22 September mendatang.

Remake Game 2013

Game ini merupakan remake dari Rayman Legends yang rilis pada 2013. Ubisoft Montpellier dan Ubisoft Milan membawa kembali Rayman bersama Globox, Barbara, Grand Minimus, dan Murphy dalam petualangan untuk menyelamatkan Glade of Dreams dari sosok penjahat misterius.

Pemain dapat menjalani petualangan seorang diri maupun bermain bersama hingga empat pemain melalui mode couch co-op.

Tidak sekadar mengulang konten lama, Rayman Legends Retold juga menghadirkan berbagai level klasik yang dibangun ulang menggunakan desain baru. Glade of Dreams akan diisi sejumlah kejutan serta interaksi karakter tambahan selama permainan.

Beberapa tantangan juga akan tersedia, termasuk Cave of Trials hingga kesempatan menaiki naga. Ubisoft turut menambahkan empat stage musik baru yang memperluas konten dari versi aslinya.

Mode Kung Foot juga kembali menjadi salah satu bagian permainan. Kali ini Ubisoft memberikan kontrol yang lebih halus serta menambahkan power-up dan pilihan kustomisasi.

Rayman Legends Retold nantinya tersedia di PS5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan PC.

Netflix Akan Buat Tiga Film Adaptasi Game Sega

0
Netlix Akan Buat Tiga Film Adaptasi Game Sega

Netfllix lagi-lagi akan membuat film adaptasi game. Kali perusahaan game yang diajak bekerjasama adalah Sega. Ada tiga game yang dijadikan sebagai film dalam kolaborasi ini yaitu Crazy Taxi, Sonic, dan Stranger Than Heaven.

Film Adaptasi Game Crazy Taxi Jadi Proyek Pertama

Proyek pertama dari kerja sama ini adalah film Crazy Taxi. Dan Gregor dan Doug Mand dipercaya menulis naskahnya.

Sementara itu, Neal H. Moritz, Toby Ascher, dan Toru Nakahara bergabung sebagai produser. Moritz dan Ascher sebelumnya terlibat dalam pengembangan waralaba film Sonic the Hedgehog, sedangkan Nakahara merupakan Head Producer di SEGA.

Melihat gamenya, Crazy Taxi yang pertama kali hadir di arcade pada 1999, menceritakan tentang pengemudi taksi yang harus membawa penumpang menuju tujuan secepat mungkin. Bisa jadi hasil adaptasinya berupa film komedi, karena juga sesuai dengan energi musik punk rock yang menjadi salah satu identitas utama game ini.

Sonic dan Stranger Than Heaven

Selain proyek film adaptasi game Crazy Taxi, kerja sama ini juga mencakup pengembangan serial animasi baru dari Sonic. Serial tersebut sedang dikembangkan bersama Carlos Stevens dan Toru Nakahara. Proyek ini sendiri ditujukan bagi kalangan penonton usia pra-sekolah tingkat atas.

Sedangkan untuk Stranger Than Heaven, game ini rencananya akan diadaptasi menjadi film live-action. Bisa jadi kemasannya akan sama dengan versi live-action game Yakuza yang dikerjakan oleh Amazon dua tahun lalu.

Gimana menurutmu?

Review: The Blood of Dawnwalker (PC): Game Vampire Berkualitas

0
Review The Blood of Dawnwalker parry

Game RPG tapi temanya adalah vampire. Sudah lama gamer tidak disajikan oleh game dengan genre ini. Paling yang ada saat ini dan masih berjalan adalah Vampire: The Masquerade. Kekosongan ini dilihat oleh developer Rebel Wolves yang menggunakannya sebagai momen untuk memulai debut dengan The Blood of Dawnwalker.

Dari pengalaman mereka saat mengerjakan The Witcher 3: Wild Hunt, Rebel Wolves telah meracik game fantasi baru. Kami berbohong jika mengatakan tidak merasakan DNA dari The Witcher di game ini, yang dibalut dengan kemasan baru bertema vampire. Tidak hanya mampu mengintegrasikannya secara baik, developer juga berhasil menjadikan makhluk pengisap darah bukan sekedar tempelan, tapi juga sebagai bagian penting dari gameplay.

Inilah pengalaman dan kesan yang kami rasakan selama memainkan versi review The Blood of Dawnwalker di PC.

Kisah Balas Dendam di Veil Sangora

Review The Blood of Dawnwalker Brecis cs

Pemain berperan sebagai Coen, seorang pria yang hidupnya berubah setelah desanya dikuasai oleh vampire. Dalam rangkaian kejadian yang bisa dibilang apes, Coen terinfeksi dengan kutukan yang diberikan oleh Brencis, pemimpin dari kelompok vampire yang berkuasa. Ia berubah menjadi setengah manusia, setengah penghisap darah yang bisa kebal dengan sinar matahari (Seperti Blade).

Tidak hanya itu, Brencis juga membawa keluarga Coen untuk dijadikan sebagai tumbal dalam ritual untuk koronasi. Sekarang semuanya tergantung kepada Coen dan kemampuan barunya. Ia hanya diberikan waktu sekitar 30 hari untuk menolong keluarganya, sambil berusaha menyelamatkan Veil Sangora dari cengkraman Brencis.

Alur cerita utama sebetulnya tidak rumit. Namun yang membuat menarik adalah bagaimana pemain sebagai Coen bisa mencapai tujuan itu. The Blood of Dawnwalker tidak akan menggandeng pemain sepanjang jalan. Sebaliknya, game ini seakan-akan membuang pemain, memberikan kebebasan penuh untuk melakukan apa saja dan dengan segala cara untuk bisa mencapai tujuan utama dalam waktu 30 hari.

Salah satu cara yang masuk akal adalah dengan bersekutu dengan kelompok-kelompok yang ingin menjatuhkan Brencis, yaitu kelompok pemberontak yang dipimpin oleh Craig. Untuk bergabung juga tidaklah mudah. Coen harus lebih dulu membuktikan jika dirinya pantas bergabung dengan menggoyang kestabilan kekuasaan Brencis di Vale Sangora.

Semakin banyak kekacauan yang ditimbulkan pemain, semakin rentan pula penjagaan Brencis dan sekutunya. Coen lalu bisa menghabisi mereka satu per satu, atau jika ingin jalur yang lebih frontal, pemain bisa langsung mendatangi istana Brencis dan menantangnya bertarung satu lawan satu.

Ada banyak jalan di The Blood of Dawnwalker, dan pemain tidak bisa mengambil semuanya dalam satu playthrough. Untuk menemukan jalan yang lain, pemain harus mengulang lagi dari awal. Bisa juga dengan menggunakan save data Cadangan, karena game ini memberikan banyak slot. Inilah yang membuat replay value jadi sangat tinggi.

Kedalaman Karakter yang Luar Biasa

Review The Blood of Dawnwalker NPC

Rebel Wolves meracik semua karakter NPC di The Blood of Dawnwalker dengan kedalaman yang luar biasa. Bahkan NPC biasa pun kadang memiliki cerita yang menarik untuk diikuti.

Kami tidak menyangka NPC yang seharusnya hanya berfungsi sebagai Blacksmith ternyata memiliki side quest yang menarik untuk diikuti. Ia meminta Coen untuk mencari putrinya yang menghilang secara misterius dengan pacarnya. Coen akhirnya menemukan jenazahnya dan mengetahui jika putri dari Blacksmith ini ternyata adalah salah satu anggota pemberontak. Ketika kembali ke ayahnya, pemain bisa memilih untuk memberitahukan kebenaran atau malah berbohong.

Cerita kompleks seperti ini akan banyak ditemukan saat pemain menjelajahi Vale Sangora. Wilayah yang bisa dieksplorasi di game ini sangat besar dan luas. Bentang alamnya juga berbeda-beda, mulai dari wilayah perbukitan sampai rawa-rawa yang dihuni oleh monster berbahaya. Ibu kota dari Vale Sangora, Svartrau juga terlihat megah dengan istana raksasa yang merupakan pusat dari kekuasaan Brencis.

Bahkan menolong NPC random yang sedang diserang oleh bandit atau monster bisa berdampak dengan popularitas Coen sebagai seorang pahlawan. Pemain juga bisa menjadikan Coen sebagai vampire buas dengan menyerang dan menghisap darah secara membabi buta. Jangan salah, bahkan NPC penting sekalipun bisa menjadi korban Coen yang sedang haus darah.

Tidak cuma untuk interaksi, ada beberapa NPC yang bisa dirayu oleh Coen. Beberapa harus dicari terlebih dahulu, tapi ada juga yang sudah didepan mata. Tugas pemain hanya memastikan tidak salah memilih jawaban agar chemistry keduanya bisa berujung menjadi cinta. Jika pemain lebih memilih waktu 30 hari sebagai seorang vampire Don Juan, itu juga bisa dilakukan.

Review The Blood of Dawnwalker: Dua Wujud, Dua Cara Bermain

Review The Blood of Dawnwalker manusia dan vampire

The Blood of Dawn Walker memiliki dua gaya bermain, yaitu pergantian antara wujud manusia dan vampire. Perubahan ini bukan hanya sekedar kosmetik, tetapi berdampak langsung dengan gaya bermain.

Pada siang hari, Coen akan menggunakan wujud manusia. Saat dalam wujud ini pemain dapat membuat Coen untuk memakan makanan atau meminum obat. Pergerakan Coen juga terbatas seperti manusia biasa. Ia juga akan bertarung menggunakan senjata.

Ketika malam tiba Coen berubah menjadi vampire, dan situasinya berubah drastis. Makanan dan obat tidak lagi berguna bagi Coen. Satu sumber yang bisa menyembuhkan Coen adalah darah. Ketika dalam wujud vampire, Coen juga akan mengalami perubahan saat berinteraksi dengan NPC. Jika health Coen rendah, maka ia akan haus darah dan bisa membunuh NPC itu.

Saat bertarung sebagai vampire, Coen akan lebih banyak mengandalkan cakar dan kemampuan supernatural. Mobilitas juga menjadi lebih ekstrem, seperti berpindah tempat dalam bentuk asap, berjalan di langit-langit, hingga menjadi serigala.

Kemampuan mobilitas milik wujud vampire ini juga diperlukan untuk mengakses lokasi tertentu. Misalnya mencapai bagian atas menara untuk membuka Vale Sangora, menandai lokasi tertentu di peta.

Pilihan dua wujud ini akan sangat berdampak kepada permainan. Misalnya untuk misi yang sulit seperti menyerang pos pertahanan musuh akan lebih mudah dilakukan saat malam hari ketika Coen menjadi vampire. Namun konsekuensinya adalah Coen bisa salah membunuh jika sedang haus darah.

Jika dilakukan pada siang hari dengan wujud manusia, misi ini jauh lebih sulit untuk dilakukan, tetapi bukan berarti mustahil. Senjata dan armor yang digunakan oleh Coen akan menjadi pembeda. Begitu juga dengan kemampuan sihir atau Witchcraft yang hanya bisa digunakan saat dalam wujud manusia.

Jangan salah, Witchcraft tidak kalah kuat dengan kemampuan supernatural milik vampire. Melalui sihir, Coen bahkan bisa menghidupkan kembali mayat meski hanya sejenak untuk mendapatkan informasi. Hanya saja kami lebih menyukai Coen saat menjadi vampire karena adanya konflik moralitas.

Contohnya ketika berhasil memojokkan pemimpin yang suka menyiksa tawanan bahkan anak buahnya sendiri, kami diberikan pilihan untuk melepaskannya karena ia mengaku telah diperintah langsung oleh Brencis untuk berbuat kejam. Pilihan kedua adalah mengatakan jika karma telah datang, dan menghisap habis darahnya. Tentu saja kami memilih yang kedua.

Sistem Combat Tidak Semudah yang Dibayangkan

Review The Blood of Dawnwalker parry

Satu hal yang kami rasakan dari The Witcher adalah betapa sulitnya mekanisme combat untuk dikuasai. Ada strategi yang harus digunakan dan baru efektif untuk lawan tertentu. Untuk The Blood of Dawnwalker untungnya tidak sekompleks itu.

Game ini sangat mengedepankan mekanisme parry, namun diracik lagi supaya menjadi lebih menantang. Menggunakan mekanisme directional parry, pemain perlu menyesuaikan arah tangkisan dengan arah serangan musuh.

Mekanisme ini pada satu sisi membutuhkan waktu untuk bisa dikuasai. Pada sisi lain juga menjadi monoton. Tidak peduli saat melawan penjaga manusia, vampire lain, atau bahkan roh penasaran, Coen selalu dituntu untuk melakukan directional parry.

Combat di Blood of the Dawnwalker juga akan intens. Biasanya Coen selalu berada dalam keadaan dikeroyok oleh musuh. Ketika pemain sedang sibuk melakukan parry pada satu musuh, musuh yang lain akan memanfaatkan celah. Belum lagi damage yang diterima oleh Coen dari musuh di game ini lumayan besar. Akan perlu waktu untuk bisa memahami dan menguasai cara bertarung ini.

Selain parry, Coen juga memiliki serangan standar, kemampuan khusus berdasarkan senjata, serta berbagai skill dengan sistem cooldown.

Kami juga sedikit mengalami masalah dengan fitur lock-on. Kamera terkadang berada pada posisi yang kurang ideal, membuat pandangan justru terhalangi. Bukan masalah yang besar karena juga diderita oleh game lain.

Review The Blood of Dawnwalker: Game Vampire BerkualitasJangan Membuang Waktu

Review The Blood of Dawnwalker siang malam

Konsep menarik lain pada The Blood of Dawnwalker adalah bagaimana game ini memperlakukan waktu sebagai sumber daya. Waktu bukan hanya sekedar jam yang berjalan dari siang ke malam dan seterusnya. Waktu merupakan penentu apakah pemain bisa menyelesaikan misi utama game atau tidak, dan akan berkurang ketika pemain menjalankan aktivitas tertentu.

Misalnya ketika menjalankan side quest atau cerita utama, pemain akan diminta untuk membuat keputusan yang akan memakan waktu. Begitu juga ketika pemain sedang masuk ke dalam menu skill tree, dan membelanjakan poin hasil level up untuk meningkatkan skill tertentu. Seakan game ini membatasi pemain hanya untuk memilih skill yang sesuai dengan gaya bermain, tidak semuanya.

Mekanisme ini sebetulnya mirip penerapannya seperti yang ada di dalam game Persona. Pilihan menghabiskan waktu akan membawa konsekuensi. Namun untuk game dengan genre seperti The Blood of Dawnwalker, mungkin baru game ini yang satu-satunya memilikinya. Mekanik ini juga membuat The Blood of Dawn Walker terasa sangat cocok untuk dimainkan lebih dari sekali.

Review The Blood of Dawnwalker Dari Segi Teknis

Kami beberapa kali mengalami masalah teknis saat memainkan versi review The Blood of Dawnwalker di PC. Masalah teknis ini lebih mirip bug seperti layar yang mendadak jadi hitam atau dialog yang seperti tertinggal dan tidak lengkap. Untungnya game ini cukup royal dalam memberikan slot untuk save. Ada manual, quicksave, dan juga autosave. Jadi seandainya jika mengalami apa-apa tidak perlu mengulang terlalu jauh.

Untuk spesifikasi, The Blood of Dawnwalker tergolong cukup berat karena memiliki dunia yang seamless. Variasi setting grafis di bagian menu juga bervariasi dan sudah dilengkapi dengan teknologi efek terbaru. Jika PC kalian cukup kuat, kamu bisa menggunakan setting grafis high atau bahkan ultra, untuk mendapatkan keindahan sekaligus kengerian dari Vale Sangora.

Kami menggunakan PC dengan spesifikasi CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB.

Kesimpulan Review The Blood of Dawnwalker

Kesimpulan kami untuk review The Blood of Dawn Walker adalah untuk sebuah debut dari studio baru, game ini telah menyajikan sebuah konsep yang menarik dan penerapannya pun berhasil. The Blood of Dawn Walker tidak hanya tentang bertarung sebagai vampire, tetapi juga bagaimana cara melihat dunia dari sudut pandang mahluk penghisap darah ini.

Game ini dipenuhi dengan konflik moralitas yang bisa dirasakan oleh pemain. Pilihan jawaban selalu membuat kami berpikir ulang apakah sebaiknya memilih A atau memilih B. Malah kadang Coen mengambil keputusannya sendiri yang membuat kami menyesal.

Bertarung sebagai vampire di game ini juga merupakan yang terbaik dari semua game vampire yang pernah kami mainkan. Dulu kami menganggap Vampyr adalah game vampire terbaik, sampai The Blood of Dawnwalker datang. Pergantian siang dan malam juga tidak hanya sebatas berganti hari, tetapi juga berdampak banyak kepada permainan.

Sistem directional parry yang menjadi inti dari pertarungan di game sangat menantang untuk dikuasai. Namun mekanik ini juga menjadi monoton karena terlalu sering digunakan. Masalah lock-on juga patut diwaspadai karena bisa menimbulkan masalah sendiri.

Ketika semua aspek ini mulai dipahami, pemain baru bisa merasakan betapa besar dan megahnya The Blood of Dawnwalker.

The Blood of Dawnwalker tersedia di PS5, Xbox Series, dan PC.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer