Home Blog Page 2

Review ChainStaff (Nintendo Switch): Brutal, Nyentrik, dan Bikin Ketagihan

0

Ada satu masa di dunia game yang nggak pernah benar-benar mati, era di mana musik metal meraung, visualnya liar, dan gameplay-nya nggak kenal ampun. Nah, ChainStaff datang seperti kapsul waktu dari masa itu, tapi dibungkus dengan sentuhan modern yang cukup berani. Ini bukan sekadar game platformer biasa. Ini adalah pengalaman yang terasa seperti kaset VHS tua yang tiba-tiba hidup kembali, tapi kali ini dengan kontrol yang jauh lebih baik dan sistem yang lebih matang.

Oh iya, saya menjajal game ini di versi Nintendo Switch-nya ya. Selain di Nintendo Switch, ChainStaff juga tersedia di platform Xbox One dan Xbox Series, PS4 dan PS5, serta PC lewat Steam.

Dikembangkan oleh studio indie pemenang penghargaan Mommy’s Best Games, ChainStaff dipimpin oleh veteran developer Nathan Fouts yang sebelumnya terlibat dalam proyek-proyek seperti Insomniac Games dan Serious Sam Double D XXL.

Kesan Pertama: Gila, Ini Game Apa Sih?

Begitu pertama kali masuk ke dunia ChainStaff, satu hal langsung terasa game ini punya identitas kuat. Visualnya penuh warna kontras, desain musuhnya aneh, dan atmosfernya seperti gabungan antara album cover band metal tahun 80-an dan mimpi buruk saat demam di siang hari yang terlalu kreatif.

Kamu bermain sebagai karakter mutan dengan parasit alien nempel di kepala, yang terlihat sudah absurd dari awal. Tapi justru di situ daya tariknya. Game ini tidak berusaha jadi aman dalam pembuatan karakter utama.

Gameplay: Satu Tombol, Seribu Kemungkinan

Nah, ini bagian paling menarik dari ChainStaff adalah senjatanya.

Sesuai namanya, ChainStaff adalah senjata multifungsi yang bisa berubah jadi tombak untuk menyerang, grappling hook buat mobilitas dan Shield untuk bertahan. Dan yang bikin mind-blowing semua itu dikontrol dengan satu tombol utama.

Awalnya terasa aneh. Tapi setelah beberapa menit justru jadi sangat intuitif. Di sinilah game ini pintar, ChainStaff tidak mengajarkan gamer lewat tutorial panjang, tapi lewat eksperimen. Kalian jatuh, mati, coba lagi, dan pelan-pelan ngerti cara kerja dunia game ini.

Ada rasa “oh gitu-moment” yang jarang sata rasakan di game modern.

Untuk lebih jelasnya mengenai gameplay, kalian bisa menyimak bagaimana serunya saya menjajal ChainStaff pada video di bawah ini:

Level Design: Pendek namun Padat

ChainStaff punya sekitar 10 level utama dengan tambahan variasi tantangan dan boss fight. Durasinya memang nggak panjang sekitar 4-6 jam, tapi tiap level terasa handcrafted. Nggak ada filler. Nggak ada momen kosong.

Setiap level punya gimmick sendiri, memaksa kalian berpikir cepat dan seringkali bikin kalian mati berkali-kali. Tapi anehnya tidak bikin kesal secara berlebihan, karena kalian akan tahu dimana kesalahan sebelumnya. Ini desain klasik. Old-school dan itu justru kekuatannya.

Combat: Brutal Tapi Elegan

Combat di ChainStaff itu brutal, tapi bukan asal brutal. Ada ritme di dalamnya. Musuh datang dengan pola berbeda ada yang harus diserang dari jarak jauh, ada yang harus dipancing dulu, ada juga yang cuma bisa dikalahkan dengan timing presisi.

Bagaimana dengan boss fight? Nah… setiap boss seperti puzzle hidup. Kalian tidak cuma butuh refleks, tapi juga strategi. Kadang harus berpikir untuk hajar langsung atau memanfaatkan lingkungkan sekitar. Yah ini bukan game button-mashing, game ini mengajarkan gamer untuk menghargai setiap gerakan.

Sistem Upgrade

Ini salah satu fitur paling unik (dan agak disturbing). Di sepanjang game, kamu akan menemukan tentara yang terdampar. Nah, kamu punya pilihan menyelamatkan mereka atau memakan organ mereka.

Pilihan ini memengaruhi skill tree yang kamu buka, gaya bermain kamu dan ending yang kamu dapat. Ada dua jalur utama, lebih “manusiawi” atau lebih “monster”. Dan keduanya punya keuntungan masing-masing. Ini bukan cuma gimmick. Ini bikin replay value naik drastis.

Visual & Audio: Metal Banget

Secara visual, ChainStaff itu bukan realistis. Tapi justru itu yang bikin dia standout. Desain level seperti lukisan hidup, musuh terlihat aneh, menjijikkan, tapi keren. Animasi cukup halus, terutama di Nintendo Switch, cuma anehnya ada pilihan low, medium dan high di sisi grafis, yang sampai sekarang saya kurang tau gunanya apa karena ketiganya tidak terlalu terasa, kecuali pilihan 30 dan 60 fpsnya. Mungkin ini berbeda jika kalian memainkannya di platform lain.

Bagaimana dengan musiknya? Soundtrack dari Deon van Heerden (komposer Broforce) benar-benar nendang. Heavy metal yang bikin setiap pertempuran terasa epik. Kadang kalian tidak sadar sudah main lama, karena musiknya bikin terus “gas”.

Performa di Nintendo Switch: Solid, Tapi Ada Catatan

Di Nintendo Switch, performanya cukup stabil, frame rate relatif konsisten, loading cepat, kontrol responsif. Tapi ada beberapa momen sedikit drop saat banyak efek di layar dan visual agak turun dibanding versi console lain.

Tapi semua kekurangan itu tidak sampai mengganggu gameplay secara signifikan. Ini masih pengalaman yang nyaman dimainkan di handheld apalagi di docking.

Kesimpulan

ChainStaff itu kayak band indie yang main di garasi, tapi suaranya lebih kencang dari band besar di stadion. ChainStaff tidak sempurna. Jelas ada kekurangan. Tapi yang dia lakukan, dia lakukan dengan penuh karakter. Ini bukan game buat semua orang. Tapi buat kalian yang kangen game platformer klasik, suka tantangan dan ingin sesuatu yang beda dari arus utama. ChainStaff itu wajib dicoba.

Di dunia yang makin sibuk dengan grafis realistis dan open world luas, game ini datang dengan pesan sederhana bahwa kadang yang kalian butuh cuma gameplay solid, ide gila, dan keberanian buat beda, ChainStaff punya itu semua.

Kalian bisa mengunduh ChainStaff versi Nintendo Switch di sini : Download di sini.

Game platformer dengan aksi brutal bergaya sci-fi 80-an ini sudah tersedia mulai tanggal 8 April 2026 untuk PC dan konsol.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

Super Alloy Crush Sudah Tersedia di Steam Early Access

0
Inilah Game Indie yang Terinspirasi Mega-Man, Super Alloy Crush

Super Alloy Crush, game roguelike 2D yang terinspirasi dari Mega Man, kini sudah tersedia di Steam Early Access. Dibuat oleh developer indie, Alloy Mushroom, game ini menawarkan pengalaman aksi cepat dalam balutan grafis pixel yang bisa dimainkan sendiri atau secara co-op.

Dalam game ini, pemain akan memerankan dua karakter legendaris, Muu (No.2) dan Kelly, dua Cosmic Hunters yang berkelana dalam pencarian planet harta karun terbesar, AE-38.

Konten Early Access dan Update Mendatang

Pada Steam Early Access, Super Alloy Crush sudah menghadirkan tiga chapter cerita, tujuh bos utama yang menantang, dan lebih dari 100 skill pertarungan yang bisa digunakan untuk menghadapi musuh. Mode permainan lokal co-op juga disertakan, memungkinkan pemain untuk berbagi keseruan bersama teman.

Selain itu, untuk memberi nilai lebih kepada para pemain, Super Alloy Crush diluncurkan bersama dengan Super Alloy Ranger dan beberapa game indie lainnya seperti Virtua Unlimited Project, Berserk Boy, dan Gravity Circuit dalam satu bundel diskon spesial.

Kedepannya, developer sudah menyiapkan empat update besar yang akan datang secara gratis. Update tersebut akan meliputi kelanjutan cerita Chapter 3, penambahan musuh, karakter baru, dan masih banyak lagi.

Bagaimana menurutmu?

Mantan Artis Bilang Trailer GTA 6 Tidak Cerminkan Hasil Akhirnya

0
Mantan Artis Bilang Trailer GTA 6 Tidak Cerminkan Hasil Akhirnya

Sebutkan gamer mana yang tidak terkesan dengan trailer GTA 6? Meski gamenya terus diundur tanggal rilisnya, trailer ini sudah sukses membius fans, membuat mereka terkesima dengan kualitas visual yang memukau. Namun, bukan berarti apa yang ditampilkan dalam trailer akan mencerminkan hasil akhirnya.

Trailer GTA 6 Tidak Cerminkan Hasil Akhir

Mantan enviromental artist, David O’Reilly saat berbicara di podcast Kiwi Talkz (Dikutip dari Gamesradar) mengakui bahwa trailer GTA 6 yang dirilis sejauh ini tampak sangat halus dan dipoles dengan sempurna. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tidak ada salahnya untuk menahan ekspektasi hingga game sebenarnya rilis.

Ia menambahkan juga bahwa trailer dibuat dengan tujuan untuk menonjolkan kualitas visual terbaik dari bagian yang ingin ditampilkan, tetapi dunia di dalam game secara keseluruhan mungkin tidak akan terlihat seperti itu.

“Ketika membuat trailer, mereka melihat di mana posisi kamera, dan area itu akan dipoles dengan sangat halus. Sementara yang di luar pandangan kamera belum mendapat perhatian khusus,” Ujarnya.

Mengenai cerita dan detail lainnya, O’Rilley mengatakan bahwa dia tidak mengetahui apapun.

“Orang-orang bertanya tentang cerita GTA 6, dan saya hanya bisa bilang: saya tidak tahu, karena saya bekerja di bagian seni, dan saya tidak tahu apa-apa tentang ceritanya. Saya tahu ada dua karakter, itu saja,” Katanya.

GTA 6 akan dirilis 19 November 2026. Pada musim panas 2026 kabarnya akan ada materi promosi baru yang akan muncul. Pada saat ini kita seharusnya sudah bisa mendapatkan gambaran lebih jelas seperti hasil akhir GTA 6.

Review Infinix XBuds N5: TWS Entry-Level dengan ANC

0
Review Infinix XBuds N5: TWS Entry-Level dengan ANC

Sangat menarik melihat persaingan bran dalam memproduksi True Wireless Stereo (TWS) pada saat ini. Mulai dari yang kelas premium dengan harga jutaan sampai entry level berharga raturan ribu, semuanya ada di pasar. Perangkat yang kami coba adalah Infinix XBuds N5, TWS entry-level yang memiliki harga ramah di kantong, desain tak kalah dengan yang kelas premium, dan fitur lengkap.

Pertanyaannya adalah seberapa nyaman TWS ini untuk dipakai dalam aktivitas harian? Berikut adalah pengalaman yang kami rasakan selama menggunakan Infinix Xbuds N5.

Unboxing

Review Infinix XBuds N5 isi boks

Ketika boks penjualan Infinix XBuds N5 dibuka, kamu akan mendapatkan:

  • Unit Infinix Xbuds N5 & Charging case
  • Kabel USB Type-C untuk pengisian
  • Dua pasang Eartips
  • Buku manual dan garansi

Desain Sederhana Tapi Fungsional

Dari segi desain Infinix XBuds N5 lebih ke arah fungsional. Case terbuat dari bahan plastik yang ringkas, ringan, tapi tetap solid saat dipegang. Hal yang menarik adalah bagian penutup case yang memiliki tampilan yang glossy, membuat TWS ini tidak kalah dengan kelas premium. Perangkat ini juga sudah mendapatkan lisensi IP54 Waterproof sehingga tahan dengan percikan air dan debu.

Review Infinix XBuds N5 case

Untuk bagian earbuds, perangkat ini menggunakan desain in-ear dengan bagian eartips berbahan silikon. Desain ini juga mendukung fitur andalan dari Infinix Xbuds N5 yaitu ANC atau Active Noise Cancellation.

Dari segi kenyamanan penggunaan Infinix XBuds N5 tetap nyaman ketika dipakai dalam waktu lama, misalnya pada saat bekerja di kantor atau membuka media sosial saat commuting. Konfigurasi kontrol sentuhnya juga bisa dipahami dengan cepat dan tidak memerlukan waktu adaptasi lama. Misalnya menyentuh satu kali earbud kiri bisa menurunkan volume, sedangkan menyentuh satu kali earbud kanan untuk menaikkan volume. Jika ingin menghentikan video atau musik cukup disentuh dua kali bagian kanan atau kiri earbuds.

Review Infinix XBuds N5 case dibuka

Untuk konektivitas, Infinix XBuds N5 sudah menggunakan Bluetooth 6.0. Secara teknis, TWS ini akan lebih stabil dibandingkan generasi sebelumnya. Selama pemakaian, perangkat ini masih stabil hingga jarak sekitar 10 meter jika tidak ada penghalang.

Review Infinix XBuds N5: ANC dan ENC

Review Infinix XBuds N5 pemakaian

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, nilai jual utama Infinix XBuds N5 terletak pada fitur Adaptive Hybrid ANC. Fitur ini diklaim mampu meredam kebisingan hingga 45 dB, yang bisa dibilang impresif untuk kelas entry-level. Ditambah lagi pendekatan adaptif yang dipakai yang membuat perangkat mampu menyesuaikan dengan kondisi sekitar.

Dalam penggunaan sehari-hari, performa ANC ini berbeda-beda dalam setiap lingkungan. Untuk lingkungan dengan tingkat kebisingan yang kompleks seperti ruang publik, ANC tetap membantu menurunkan intensitas suara latar, tapi tidak sepenuhnya. Tapi jika intensitas kebisingannya rendah baru fitur ini bisa bekerja secara maksimal.

Review Infinix XBuds N5 earcups

Infinix XBuds N5 juga memakai konfigurasi empat mikrofon dengan dukungan fitur AI Environmental Noise Cancellation atau ENC. Teknologi ini membantu membuat kualitas suara yang dihasilkan oleh mikrofon lebih jelas ketika digunakan luar ruangan. Dalam uji coba, kualitas mikrofon terbukti stabil saat dipakai menelepon di luar ruangan, kebisingan di sekitar bisa ditekan walau tidak hilang sepenuhnya.

Ada juga fitur pengurangan noise akibat angin hingga kecepatan sekitar 14 m/s. Cukup membantu menjaga kualitas suara saat menerima panggilan di area terbuka.

Audio dan Daya Tahan Baterai

Untuk sektor audio, Infinix XBuds N5 dibekali dual driver 10 mm yang menghasilkan kualitas suara Hi-Fi. Pengalaman selama menggunakan suara yang dihasikan TWS ini cenderung stabil. Suara masih jelas ketika digunakan untuk mendengarkan lagu atau menonton video.

Untuk kostumisasi audio lebih lanjut bisa menggunakan aplikasi AI Mate. Melalui aplikasi ini kamu bisa mengatur kekuatan bass, treble, atau vocal, mengakses fitur Game Mode yang bisa menimalisir keterlambatan suara, dan Spatial Sound. Kamu juga bisa melihat sisa baterai melalui aplikasi ini.

Berbicara soal baterai, Infinix mengklaim total waktu penggunaan XBuds N5 hingga 40 jam.  Dalam uji coba pemakaian, earbuds bisa bertahan cukup lama, bahkan lebih dari cukup untuk satu hari dengan aktivitas penuh. Untuk pengisian daya karena sudah menggunakan teknologi fast charging hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit.

Kesimpulan Review Infinix XBuds N5

Kesimpulan kami setelah menggunakan versi review Infinix XBuds N5 adalah secara keseluruhan TWS ini sudah menawarkan paket fitur yang lengkap untuk kelas entry-level. Kehadiran ANC dan ENC merupakan keunggulan dari perangkat ini, memungkinkan pengguna mengakses fitur yang biasanya hanya terdapat di TWS premium.

Daya tahan baterai yang awet dan pengisian dengan menggunakan fast charging membuat TWS ini terasa lebih kompetitif dibandingkan entry-level yang lain. Untuk ukuran TWS dengan harga sekitar 300 ribuan, XBuds N5 sudah cocok bagi pengguna yang membutuhkan fitur lengkap tanpa perlu mengeluarkan uang banyak.

Infinix XBuds N5 sudah tersedia di Indonesia.

SQUARE ENIX SPRING SALE Part 2 Segera Hadir di PlayStation Store, Diskon Hingga 60%!

0

Kabar gembira buat kalian para pemburu diskon! Square Enix kembali menghadirkan promo spesial lewat SQUARE ENIX SPRING SALE Part 2 yang akan segera dimulai di PlayStation Store. Event ini menghadirkan potongan harga besar untuk berbagai game populer, mulai dari RPG legendaris hingga petualangan penuh emosi.

Kalau kalian selama ini cuma bisa melirik wishlist sambil nahan napas… sekarang mungkin saatnya eksekusi.

Diskon Game Unggulan, Dari Final Fantasy Hingga Kingdom Hearts

Dalam gelombang kedua Spring Sale ini, beberapa judul besar mendapat potongan harga yang cukup “sadis”, bahkan sampai 60%. Berikut daftar game yang wajib masuk radar kalian:

Final Fantasy VII Rebirth Digital Deluxe Edition – Diskon 40%

Salah satu RPG paling ambisius dari Square Enix kini hadir dengan harga lebih bersahabat. Versi Digital Deluxe menawarkan berbagai bonus ekstra yang memperkaya pengalaman bermain kalian.

PlayStation™Store: https://store.playstation.com/en-th/product/JP0082-PPSA08664_00-0978938405039882

Tactics Ogre Reborn – Diskon 50%

Game strategi klasik yang kembali bersinar dengan visual dan sistem yang diperbarui. Cocok buat kalian yang rindu gameplay taktis dengan cerita dalam.

PlayStation™Store: https://store.playstation.com/en-th/product/HP0082-PPSA03841_00-7632183882394199

Final Fantasy XVI Complete Edition – Diskon 50%

Petualangan epik penuh aksi dan drama kini bisa kalian nikmati dengan setengah harga. Edisi lengkap ini mencakup berbagai konten tambahan yang membuat perjalanan semakin padat.

PlayStation™Store: https://store.playstation.com/en-th/product/HP0082-PPSA10666_00-ASIA0000000000CE

Kingdom Hearts Melody of Memory – Diskon 60%

Game ritme dengan sentuhan nostalgia dari dunia Kingdom Hearts. Diskon terbesar di daftar ini, pas buat kalian yang ingin santai tapi tetap emosional.

PlayStation™Store: https://store.playstation.com/en-th/product/EP0082-CUSA18879_00-KHMOM00000000000

Saat yang Tepat untuk Menambah Koleksi

Spring Sale ini bukan sekadar potongan harga, ini semacam “ritual tahunan” bagi gamer untuk kembali menyelami dunia-dunia klasik yang mungkin sempat terlewat. Dari kisah penuh konflik di Final Fantasy, strategi kompleks di Tactics Ogre, hingga harmoni musik di Kingdom Hearts, semuanya hadir dalam satu momen.

Tapi ya, seperti biasa, diskon itu selalu punya dua sisi. Di satu sisi, dompet menjerit. Di sisi lain, hati gamer tersenyum.

Catatan Penting

  • Harga diskon dapat berbeda tergantung wilayah dan store.
  • Pastikan harga yang tertera sudah termasuk potongan sebelum melakukan pembelian.
  • Promo hanya tersedia untuk waktu terbatas, jadi jangan terlalu lama mikir.

Gravity Game Link Umumkan Dragonica Origin Chapter 4 Resmi Dirilis 22 April 2026

0

Gravity Game Link, anak perusahaan dari GRAVITY Co., Ltd., secara resmi mengumumkan perilisan Dragonica Chapter 4.0 – The Awakening of Darkness Dragon Elga Unleashed untuk Dragonica Origin. Pembaruan besar ini memperkenalkan perluasan level cap, kota baru, boss baru, patch origin baru dengan pengalaman yang baru dan menyenangkan, serta rangkaian event kompetitif dengan hadiah eksklusif.

UPDATE UTAMA CHAPTER 4.0

Level Cap Increase: 70 → 80

Perluasan level maksimum memberikan kesempatan bagi para pemain untuk memperkuat karakter, membuka skill baru, dan menghadapi konten lebih sulit di area Black Claw Nest dan sekitarnya.

New City: Kazeura Village

Pemain bisa menjelajahi Desa Kazeura. Desa ini merupakan mahakarya lanskap yang tenang dan kuil-kuil oriental yang megah, berfungsi sebagai tempat perlindungan leluhur bagi ras Dragonkin. Setiap sudut Kazeura membisikkan kisah tentang kekuatan naga, menunggu pahlawan baru untuk mengklaimnya.

New Main Boss: Darkness Dragon Elga

Taklukan Darkness Dragon Elga! Salah satu dari lima naga penjaga yang agung, simbol kekuatan dan pelindung keseimbangan di dunia. Namun, Elga haus akan kekuasaan yang tak terbatas dan rasa iri, memilih jalan terlarang, dan memicu Perang Naga.

Update new patch origin

Setiap bagian patch origin yang baru hadir dengan pengalaman yang unik, progres cerita baru, serta mekanik permainan baru yang semakin memperdalam pengalaman bermain.

  1. Improve mission mode meliputi mode arcade, chaos, hero Mode.
  2. Fellowship sistem, pengalaman bermain skala besar untuk mengalahkan boss.
  3. Attribut sistem dan Elemental Dungeon, meliputi elmen Fire, Ice, Dark, dan Nature.
  4. Chain combo untuk semua job menggunakan kombinasi yang mematikan.
  5. Profession sistem, membantu pemain untuk memperkuat diri dengan item buatan sendiri.
  6. Fitur baru seperti pet yang bisa dikendarai, tampilan map baru, dan tampilan UI yang lebih keren.

Pemain kini dapat merasakan pengalaman bermain yang semakin menantang dengan peningkatan level cap, konten eksplorasi baru, dan patch origin yang menyediakan pengalaman yang lebih baru dan menantang di dunia El Grego & Angrakka.

Dapatkan informasi terbaru seputar pengumuman, event, dan aktivitas komunitas melalui kanal resmi berikut:

Website: dragonicaorigin.com

Valve Kabarnya Sedang Membuat Alat Estimasi FPS Untuk Steam

0
Valve Kabarnya Sedang Membuat Alat Estimasi FPS Untuk Steam

FPS atau Frames Per Second merupakan salah satu indikator penting bagi gamer PC. Melalui angka yang didapat dapat diketahui apakah game yang dimainkan punya performa yang baik atau tidak. Pada awalnya indikator ini hanya digunakan oleh mereka yang memang mengerti betul PC. Namun saat ini, frame rate sudah menjadi sesuatu yang umum dan digunakan oleh semua orang.

Menyadari pentingnya FPS, Valve dilaporkan sedang menyiapkan fitur baru berupa alat untuk menghitung estimasi frame rate dari game di PC pengguna. Jika ini benar, fitur ini berpotensi membantu pemain mengambil keputusan sebelum memutuskan untuk membeli game di Steam.

Fitur FPS Baru Steam Muncul dari Hasil Datamining

Kabar soal fitur FPS ini diberitakan melalui LambdaGen di X yang mendapatkannya dari datamining yang dilakukan oleh SteamDB. Dari hasil penelusuran itu, Valve disebut sedang mengembangkan semacam fitur estimasi frame rate yang dirancang untuk memperkirakan seberapa lancar sebuah game berjalan di perangkat pengguna.

Namun karena informasi ini masih sebatas temuan dari sistem backend, Valve masih bisa mengubah atau bahkan membatalkan rencana tersebut.

Walau terdengar menjanjikan, mekanisme kerja fitur ini masih belum sepenuhnya jelas. Performa game di PC sulit untuk ditebak karena tergantung banyak faktor. Mulai dari pengaturan grafis, resolusi, driver, kondisi sistem, hingga optimasi game itu sendiri.

Karena itu, prediksi yang diberikan kemungkinan hanya akan menjadi acuan awal, bukan hasil mutlak. Meski demikian, fitur FPS seperti ini akan tetap menjadi tambahan penting di Steam, terutama bagi mereka yang sangat memperhatikan performa game di PC.

Bagaimana menurutmu?

Sony Playstation Umumkan Program The Playerbase, Pinjam Wajah Fans Supaya Bisa Muncul di Dalam Game

0
Sony Playstation Umumkan Program The Playerbase, Pinjam Wajah Fans Supaya Bisa Muncul di Dalam Game

Ada-ada saja Sony PlayStation yang mengumumkan program bernama The Playerbase. Melalui program ini, fans mendapatkan kesempatan untuk muncul dalam game Gran Turismo 7 dengan cara meminjamkan wajahnya.

Cara Kerja The Playerbase Dimulai dari Gran Turismo 7

Dikutip dari PlayStation Blog, cara kerja The Playerbase adalah fans yang terpilih akan discan wajahnya. Data didapatkan lalu ditambahkan ke dalam game Gran Turismo 7.  Untuk bisa berpartisipasi, peminat harus lebih dulu mendaftarkan diri di sini.

Setelah ditinjau, sejumlah finalis akan dipilih untuk mengikuti wawancara video. Dari tahap ini akan terpilih satu orang beruntung yang bisa muncul di Gran Turismo 7 sebagai potret karakter di dalam game.

Proses ini akan berlangsung di studio Los Angeles dimana selain menjalani proses scanning, mereka yang beruntung akan bekerja sama dengan desainer untuk membuat logo fantasi dan corak kendaraan miliknya sendiri di Gran Turismo 7.

Rencananya program The Playerbase tidak akan berhenti di Gran Turismo 7. Sony mengatakan mereka ingin memperluas program ini seiring semakin banyak studio yang ikut berpartisipasi.

Bagaimana menurutmu?

Review KuloNiku: Bowl Up! (PC): Jualan Bakso Itu Tidak Mudah

0
Review KuloNiku Bowl Up thumbnail

Pada saat situasi yang tegang seperti sekarang, paling enak adalah memainkan game yang santai. KuloNiku: Bowl Up!, racikan terbaru dari developer Indonesia Gambir Studio bisa memenuhi permintaan tersebut. Game bergenre restaurant simulation ini memiliki tempo permainan yang santai, namun tetap menarik untuk dimainkan.

Melihat rekam jejak Gambir Studio, developer ini sudah tidak perlu dipertanyakan lagi dalam membuat game dengan elemen simulasi memasak dan manajemen restoran. Lihat saja contohnya Selera Nusantara: Chef Story. Semua formula ini disempurnakan dan hasilnya diimplementasi di KuloNiku: Bowl Up! yang tidak hanya tentang memasak saja, melainkan juga dibumbui dengan cerita slice of life ala game visual novel.

Kami mendapat kesempatan untuk memainkan versi review dari KuloNiku: Bowl Up! di Steam. Berikut adalah pengalaman yang kami rasakan selama menjadi chef dari restoran Bakuso di kota Kuloniku.

Suatu Hari di Kuloniku

Cerita dari KuloNiku: Bowl Up! adalah pemain sebagai protagonis yang mewarisi restoran bakso legendaris bernama Bakuso di kota Kuloniku. Tugas pemain adalah mengembalikan kejayaan dari restoran tersebut dan menjadikannya sebagai restoran nomor satu di kota.

Perjalanan ini tentunya tidak mudah. Pemain harus menghadapi persaingan dari restoran lain sambil terus membangun reputasi Bakuso. Cerita ini juga akan dibumbui dengan interaksi pemain dan para NPC yang tinggal di Kuloniku. Mereka tidak hanya datang ke Bakuso sebagai tamu. Beberapa akan memiliki hubungan yang lebih dalam dengan pemain, entah itu menjadi rival atau sebagai teman dekat.

Dari segi cerita, alur di KuloNiku: Bowl Up! sangat sederhana. Hal yang membuat menarik adalah interaksi dengan para NPC. Sama seperti di game visual novel, interaksi ini akan dibangun berdasarkan parameter hubungan antara pemain dengan NPC. Jika parameter ini sudah penuh, maka akan mentrigger momen hangout spesial antara pemain dengan NPC.

Review KuloNiku Bowl Up hangout spesial

Game ini juga dilengkapi dengan opsi pilihan jawaban yang memberikan kebebasan bagi pemain dalam memberikan respon. Sayangnya apapun jawaban yang dipilih tidak terlalu berdampak dengan cerita. Kamu paling hanya mendapatkan jawaban yang konyol jika memilih pilihan yang konyol juga, itu saja.

Kehadiran subtitle berbahasa Indonesia juga sangat membantu KuloNiku: Bowl Up! dalam menyampaikan cerita. Beberapa dialog dalam game akan menyertakan meme yang populer di Indonesia, dan dengan disampaikan dalam bahasa Indonesia akan membuatnya lebih mudah diterima.

Dunia dalam game dibangun dalam bentuk 3D. Meski kelihatannya sederhana, kami kagum dengan beragamnya animasi di dalam game. Setiap NPC akan memiliki desain dan animasi yang mencerminkan wataknya.

Review KuloNiku Bowl Up Stella

Misalnya Stella, wanita dengan gaya rambut berbentuk bintang yang kebetulan juga adalah seorang bintang sekaligus pemilik restoran rival Souper Starz. Dalam pertemuan pertama, Stella terkesan sombong dan menganggap remeh kemampuan pemain dan Bakuso. Namun setelah mengenal lebih dekat, ternyata ia memiliki watak Tsundere.

Saatnya Masak Mie Bakso

Review KuloNiku Bowl Up masak mie bakso

Apa menu utama restoran Bakuso? Jelas adalah mie bakso. Kamu akan menghabiskan sebagian besar memasak mie bakso yang memiliki berbagai macam resep. Ada yang dicampur dengan bihun, pakai ayam goreng, dan masih banyak lagi.

Gameplay dimulai saat pembeli memesan makanan yang ingin dimakan di kasir. Setelah mendapatkan ordernya, pemain akan dibawa ke dapur yang berisi beberapa bagian. Untuk yang pertama adalah meja bumbu, tempat pemain membumbui dan juga finishing makanan. Setelah itu ada panci rebus, tempai pemain untuk merebus bakso dan bahan lainnya. Seiring progress bagian dalam dapur ini akan bertambah dengan meja topping dan penggorengan.

Untuk bisa menguasai gameplay KuloNiku: Bowl Up!, pemain harus bisa lebih dulu mengerti fungsi dari bagian-bagian ini. Tapi bukan ini saja yang harus dikuasai.

Belajar Mengingat

Review KuloNiku Bowl Up resep

Tantangan utama saat memasak di KuloNiku: Bowl Up! adalah mengingat. Mulai dari ingat menu apa yang dipesan oleh pembeli, bagaimana komposisinya, cara masaknya, dan isi bumbunya. Pembeli yang iseng akan memperumit situasi dengan meminta tambahan tertentu yang diluar resep dimakanannya.

Misalnya pembeli ingin membeli Mie Bakso Klasik yang resepnya sebetulnya sederhana, yaitu dua bakso, satu mie, dan kecap manis. Namun mereka tidak ingin makanan ini manis, melainkan pedas. Nah tugas pemain adalah mencari komposisi yang tepat agar makanan tersebut masih dimasak sesuai resep, tetapi dengan tambahan yang diinginkan oleh pembeli.

Review KuloNiku Bowl Up pembeli yang banyak mau

Tidak hanya itu, gameplay ini juga dibuat menjadi lebih menantang dengan kehadiran durasi. Seperti pembeli betulan, pembeli di game KuloNiku: Bowl Up! juga akan protes jika makanan lama datangnya, apalagi kalau sampai salah order.

Kombinasi mekanisme inilah yang membuat gameplay KuloNiku: Bowl Up! menjadi menantang dan tidak membuat bosan. Untuk awalnya kami sempat agak kesal karena banyak mekanisme yang terkesan seperti tumpang tindih. Namun setelah memainkan game ini cukup lama dan akhirnya mengetahui cara kerjanya, mekanisme ini jadi menyenangkan dan menurut kami adalah daya tarik utama dari game.

Iron Chef dan Side Activity Dekorasi Restoran

Review KuloNiku Bowl Up meatball brawl

KuloNiku: Bowl Up! memiliki fitur lomba memasak seperti Iron Chef yang dikemas dalam Meatball Brawl. Pemain akan ditantang oleh chef lain untuk unjuk kebolehan memasak dan dites langsung oleh juri. Jika berhasil menang, reputasi restoran Bakuso akan naik, dimana tujuan pemain adalah menjadikannya sebagai restoran nomor satu di Kuloniku.

Mekanisme memasak di Meatball Brawl ini kurang lebih sama dengan yang biasa, namun akan lebih kompleks karena pemain juga harus membuat juri terkesan.

Review KuloNiku Bowl Up dekorasi restoran

Untuk side activity, pemain bisa mendekor penampilan restoran. Beberapa ornamen dan furnitur tidak hanya mempercantik penampilan, tetapi juga memberikan efek tambahan misalnya meningkatkan jumlah tips atau membuat pembeli mau menunggu lebih lama.

KuloNiku: Bowl Up! Dari Segi Teknis

Selama memainkan versi review KuloNiku: Bowl Up! di PC, kami tidak pernah mengalami masalah teknis. Spesifikasi game ini terbilang ramah dengan segala tipe PC, jadi kamu tidak perlu khawatir soal performa gamenya. Berikut adalah spesifikasi PC yang kami gunakan: CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB. Agak overkill yah sepertinya.

Kesimpulan Review KuloNiku: Bowl Up!

Kesimpulan yang kami dapat selama memainkan versi review KuloNiku: Bowl Up! adalah game ini cukup menantang untuk ukuran game santai, tentunya menantang ke arah yang baik. Game ini cocok untuk gamer casual yang hanya menginginkan hiburan dari game yang dimainkannya.

Mekanisme memasak di dalam game yang sebetulnya cukup kompleks, dikemas dalam animasi yang lucu. Ini membuat kami betah memasak di dapur Bakuso sambil mengasah daya ingat, agar masakan konyol yang dipesan oleh pembeli bisa diantar dalam waktu yang tepat.

KuloNiku: Bowl Up! sudah tersedia di PC.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

ChainStaff Resmi Rilis Hari Ini di Steam dan Konsol, Sajikan Aksi Brutal Bergaya Sci-Fi 80-an

0

Kabar segar buat kalian yang haus akan game aksi penuh gaya dan adrenalin tinggi. Developer indie Mommy’s Best Games akhirnya resmi merilis game terbarunya, ChainStaff, hari ini, 8 April 2026, untuk berbagai platform termasuk Nintendo Switch, PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series X|S, dan PC via Steam.

Game ini langsung meluncur dengan diskon 10% selama dua minggu pertama, jadi kalau kalian tipe gamer yang gak mau nunggu, ini momen yang pas buat langsung terjun ke medan perang alien yang brutal.

Harga dan Ketersediaan

ChainStaff sudah tersedia sekarang dengan harga:

  • €14.79 / £12.79 (diskon 10% selama 2 minggu pertama)

Dengan rilis yang sudah di depan mata, ChainStaff berpotensi jadi salah satu game indie paling menarik di tahun 2026.