Apa saja game rilis Mei 2026 yang wajib masuk daftar wishlist? Bulan Mei akan menghadirkan kombinasi dari game baru, sekuel, serta beberapa judul Early Access yang berpotensi mencuri perhatian. Game racing Forza Horizon 6 dan terutama aksi spionase 007 First Light memiliki potensi untuk menjadi highlight di bulan ini.
Daftar Game Rilis Mei 2026
Ini adalah rangkuman jadwal game rilis Mei 2026, lengkap dengan platformnya:
1 Mei
SoulQuest – PC
5 Mei
Dead As Disco – Early Access – PC Game rhythm-action ini menjadi salah satu judul Early Access menarik di bulan Mei, terutama bagi pemain yang menyukai perpaduan musik, aksi cepat, dan gaya presentasi yang penuh warna.
7 Mei
Alabaster Dawn – Early Access – PC Game action RPG ini juga jadi salah satu judul Early Access yang patut diperhatikan, terutama bagi pemain yang menyukai dunia fantasi dengan nuansa petualangan.
Mixtape – PC, PS5, Xbox Series, Switch 2
Will: Follow the Light – PS5, Xbox Series, PC
11 Mei
Battlestar Galactica: Scattered Hopes – PC
12 Mei
Call of the Elder Gods – PS5, Xbox Series, Switch 2, PC
Directive 8020 – PC, PS5, Xbox Series Game horor yang bisa menjadi pilihan bagi pemain yang menyukai cerita bercabang, dan keputusan sulit.
14 Mei
Outbound – PS5, Xbox Series, Switch, Switch 2, PC
Subnautica 2 – Xbox Series, PC Sekuel dari game survival bertema bawah laut ini menjadi salah satu highlight bulan Mei.
19 Mei
Darksiders Warmastered Edition – PS5, Xbox Series
Forza Horizon 6 – PC, Xbox Series Game balap ini akan menjadi magnet bagi gamer sekaligus penggemar otomotif, terutama karena kombinasi visual dan koleksi mobil didalamnya.
R-Type Dimensions III – PS5, Xbox Series, Switch, Switch 2, PC
21 Mei
Coffee Talk Tokyo – PS5, Xbox Series, Switch, PC
Yoshi and the Mysterious Book – Switch 2 Game eksklusif Switch 2 ini bisa menjadi pilihan menarik untuk penggemar Nintendo, terutama bagi yang menyukai karakter ikonik dari franchise Mario, Yoshi.
22 Mei
Bubsy 4D – PS5, Xbox Series, Switch 2, PC
LEGO Batman: Legacy of the Dark Knight – PC, PS5, Xbox Series, Switch 2 Kombinasi LEGO dan Batman kembali hadir dengan pendekatan yang mengandalkan humor, serta petualangan ramah keluarga.
Tales of Arise: Beyond the Dawn Edition – Switch 2
25 Mei
Paralives – Early Access – PC
27 Mei
007 First Light – PC, PS5, Xbox Series, Switch 2 Game James Bond terbaru ini menjadi salah satu judul besar dalam daftar game rilis Mei 2026. Game ini berpotensi menjadi penutup bulan yang kuat.
Melihat daftar di atas, Mei 2026 menjadi bulan yang cukup ramai untuk berbagai tipe gamer. Meski tidak seheboh bulan-bulan sebelumnya, game pada bulan ini sudah lebih dari cukup untuk menghibur gamer sambil menunggu datangnya musim liburan.
*Disclaimer: Ada kemungkinan tanggal rilis berubah sewaktu-waktu mengikuti keputusan publisher dan developer.
Infinix GT 50 Pro dan Samsung Galaxy S25 FE berada di posisi yang menarik untuk dibandingkan. Berdasarkan referensi, Galaxy S25 FE ditempatkan sebagai high-end competitor, sementara Infinix GT 50 Pro hadir dengan spesifikasi yang sangat agresif di harga lebih terjangkau.
Keduanya sama-sama sudah mendukung 5G, memakai sensor sidik jari di layar, membawa kamera utama 50MP, NFC, dual speaker, serta pengisian kabel 45W. Namun, arah produk keduanya berbeda. Infinix GT 50 Pro lebih menonjol sebagai smartphone performa dan gaming dengan baterai besar, sedangkan Samsung Galaxy S25 FE menawarkan paket flagship-feel yang lebih matang dari sisi proteksi, kamera, sertifikasi, dan software.
Desain dan Kenyamanan Genggam
Dari dimensi, Infinix GT 50 Pro memiliki ukuran 162,44 x 77,23 x 8,15 mm dengan bobot 198 gram. Samsung Galaxy S25 FE sedikit lebih ringkas dengan dimensi 161,3 x 76,6 x 7,4 mm dan bobot 190 gram.
Perbedaannya tidak terlalu jauh, tetapi Samsung tetap lebih tipis dan lebih ringan. Ini membuat Galaxy S25 FE berpotensi lebih nyaman untuk penggunaan harian, terutama bagi pengguna yang sering memakai dengan satu tangan atau menyimpan di saku.
Infinix GT 50 Pro memang lebih tebal dan lebih berat, tetapi hal ini cukup wajar karena membawa baterai 6500mAh dan fitur gaming tambahan. Jadi, Samsung unggul dalam aspek ergonomi, sedangkan Infinix lebih mengarah pada fungsi dan daya tahan baterai.
Soal Layar: Infinix Lebih Tajam , Samsung Lebih Premium
Infinix GT 50 Pro membawa layar 6,78 inci AMOLED dengan resolusi 1.5K 1208 x 2644 piksel dan refresh rate 144Hz. Samsung Galaxy S25 FE menggunakan layar 6,7 inci Dynamic AMOLED dengan refresh rate 120Hz dan resolusi 1080 x 2340 piksel.
Secara angka, Infinix unggul dalam resolusi dan refresh rate. Panel 144Hz akan lebih menarik untuk gamer, terutama pada game yang mendukung frame rate tinggi. Resolusi 1.5K juga memberi tampilan yang lebih tajam dibandingkan Full HD+.
Namun, Samsung Galaxy S25 FE membawa panel Dynamic AMOLED yang dikenal sebagai salah satu kekuatan lini Galaxy. Untuk pengguna yang mengutamakan karakter warna, kontras, dan pengalaman visual khas Samsung, layar S25 FE tetap sangat menarik.
Dari sisi perlindungan, Samsung unggul dengan Gorilla Glass Victus+, sementara Infinix menggunakan Corning Gorilla Glass 7i. Untuk kecerahan, Infinix mencatat 1600 nits HBM dan 4500 nits peak brightness, sedangkan Samsung Galaxy S25 FE berada di 1900 nits. Infinix unggul pada angka peak brightness, sementara Samsung tetap menawarkan tingkat kecerahan tinggi untuk penggunaan luar ruangan.
Performa Sama-Sama Kencang
Menariknya, kedua smartphone ini sama-sama mencatat skor AnTuTu V11 sekitar 2,2 juta. Infinix GT 50 Pro menggunakan Dimensity 8400 Ultimate, sedangkan Samsung Galaxy S25 FE memakai Exynos 2400.
Memiliki skor yang setara, keduanya sama-sama layak disebut bertenaga. Untuk penggunaan berat seperti gaming, multitasking, editing ringan, hingga penggunaan jangka panjang, keduanya seharusnya mampu memberikan performa yang kuat.
Namun, Infinix GT 50 Pro terlihat lebih fokus pada pengalaman gaming. Smartphone ini membawa LPDDR5x + UFS 4.1, HydroFlow Liquid Cooling System, Mechanical Light Waves, Pressure-Sense GT Trigger, 144Hz High Frame Rate Certified Gaming, serta N1 Network Chip. Bahkan, paket penjualannya menyertakan GT MagCharge Cooler 2.0.
Samsung Galaxy S25 FE hadir dengan Game Launcher. Fitur ini membantu mengatur pengalaman bermain game, tetapi secara kelengkapan fitur gaming khusus, Infinix jelas lebih agresif.
Soal Kamera Samsung Lebih Lengkap
Pada sektor kamera belakang, Infinix GT 50 Pro membawa kamera utama 50MP dan kamera ultra-wide 8MP. Samsung Galaxy S25 FE memiliki kamera utama 50MP, kamera ultra-wide 12MP, dan kamera telephoto 8MP.
Di atas kertas, Samsung lebih unggul karena punya tiga kamera belakang dengan konfigurasi yang lebih fleksibel. Kamera telephoto 8MP menjadi nilai tambah penting, terutama untuk memotret objek dari jarak lebih jauh atau mengambil portrait dengan perspektif berbeda. Kamera ultra-wide 12MP juga lebih tinggi dibandingkan ultra-wide 8MP pada Infinix.
Untuk kamera depan, Infinix GT 50 Pro menggunakan kamera 13MP, sedangkan Samsung Galaxy S25 FE memakai kamera 12MP. Selisih resolusi ini kecil, sehingga hasil akhir kemungkinan lebih ditentukan oleh pemrosesan gambar, warna, dynamic range, dan software kamera masing-masing.
Jika prioritas utama adalah fotografi, Samsung Galaxy S25 FE terlihat lebih unggul.
Urusan Baterai Infinix Lebih Kuat
Sektor baterai menjadi keunggulan besar Infinix GT 50 Pro. Smartphone ini membawa baterai 6500mAh, jauh di atas Samsung Galaxy S25 FE yang memiliki kapasitas 4900mAh.
Untuk pengguna aktif, selisih ini sangat berarti. Infinix berpotensi lebih tahan lama untuk gaming, streaming, navigasi, atau penggunaan berat sepanjang hari. Keduanya sama-sama mendukung pengisian kabel 45W, tetapi Infinix juga unggul pada wireless charging dengan daya 30W.
Samsung Galaxy S25 FE tetap mendukung wireless charging, tetapi hanya 15W. Jadi, Infinix bukan hanya punya baterai lebih besar, tetapi juga pengisian nirkabel yang lebih cepat berdasarkan referensi.
Audio, NFC, dan Fitur Tambahan
Kedua smartphone sudah dilengkapi dual speaker. Infinix GT 50 Pro menambahkan dukungan Dolby Atmos, sementara Samsung Galaxy S25 FE membawa dual speaker stereo. Untuk menonton film atau bermain game, Dolby Atmos pada Infinix bisa menjadi nilai tambah.
Keduanya juga sudah memiliki NFC. Namun, Infinix membawa IR Blaster, sedangkan Samsung Galaxy S25 FE tidak. Fitur ini berguna untuk mengontrol perangkat elektronik seperti TV, AC, atau perangkat rumah lainnya.
Dari sisi sertifikasi ketahanan, Samsung Galaxy S25 FE unggul jelas dengan IP68. Infinix GT 50 Pro hanya memiliki IP64. Ini membuat Samsung lebih aman untuk pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan atau membutuhkan perlindungan lebih baik terhadap air dan debu.
Software: One UI Masih Jadi Nilai Jual Samsung
Infinix GT 50 Pro menjalankan XOS 16 berbasis Android 16. Samsung Galaxy S25 FE menggunakan One UI 7 berbasis Android 16.
One UI menjadi salah satu alasan banyak pengguna memilih Samsung. Software ini dikenal matang, konsisten, dan kaya fitur ekosistem. Untuk pengguna yang sudah terbiasa dengan perangkat Galaxy, S25 FE akan terasa lebih familiar.
XOS 16 pada Infinix lebih terasa sebagai software yang diarahkan untuk performa, personalisasi, dan fitur gaming. Bagi pengguna yang menyukai pengalaman lebih agresif dan banyak fitur tambahan, XOS bisa terasa menarik. Namun, untuk pengalaman software yang lebih mapan, Samsung tetap punya posisi kuat.
Urusan Harga:Selisihnya Sangat Besar
Perbedaan harga menjadi poin paling penting. Infinix GT 50 Pro varian 12/256GB dibanderol Rp6.999.000, sedangkan varian 12/512GB dijual Rp7.999.000. Samsung Galaxy S25 FE varian 12/512GB berada di Rp13.800.000.
Dengan harga Samsung yang jauh lebih tinggi, Infinix GT 50 Pro terlihat sangat kompetitif. Bahkan varian tertinggi Infinix 12/512GB masih jauh lebih murah dibandingkan Samsung Galaxy S25 FE 12/512GB.
Jika melihat performa yang sama-sama berada di skor AnTuTu sekitar 2,2 juta, baterai lebih besar, layar 144Hz, wireless charging lebih cepat, dan fitur gaming lengkap, Infinix GT 50 Pro menawarkan value yang sangat kuat.
Namun, Samsung Galaxy S25 FE menawarkan keunggulan yang lebih premium, seperti IP68, Gorilla Glass Victus+, kamera telephoto 8MP, panel Dynamic AMOLED, desain lebih tipis, dan pengalaman One UI.
Kesimpulan: Infinix Unggul Value, Samsung Unggul Rasa Premium
Infinix GT 50 Pro adalah pilihan yang sangat menarik untuk pengguna yang mencari performa tinggi, baterai besar, layar cepat, fitur gaming lengkap, dan harga yang jauh lebih terjangkau. Dijual harga mulai dari 6 jutaan, smartphone ini menawarkan spesifikasi yang berani menantang kelas lebih tinggi.
Samsung Galaxy S25 FE lebih cocok untuk pengguna yang mengutamakan pengalaman premium, kamera lebih fleksibel, software One UI, proteksi layar lebih baik, serta sertifikasi IP68. Jika prioritas utama adalah value for money, gaming, dan baterai, Infinix GT 50 Pro lebih layak dipilih. Namun jika prioritasnya adalah kamera, durabilitas, software, dan pengalaman high-end Samsung, Galaxy S25 FE tetap menjadi opsi yang lebih lengkap.
DRM Game PlayStation sedang menjadi perbincangan di komunitas gamer. Penyebabnya? Telah muncul laporan tentang adanya sistem verifikasi untuk setiap pembelian game digital PlayStation.
Menurut laporan sejumlah pengguna, mereka menemukan adanya timer 30 hari pada game yang baru dibeli melalui PlayStation Store. Salah satunya adalah akun X Does it play? yang sering membahas aksesibilitas dan preservasi game. Mereka menemukan bahwa game yang baru dibeli lewat PlayStation Store akan memiliki penghitung waktu selama 30 hari. Timer ini menunjukkan kapan pemain perlu kembali online untuk melakukan verifikasi kepada game yang dibeli.
Laporan ini memunculkan kekhawatiran karena sebagian pemain mengira mereka harus terhubung ke internet setiap 30 hari agar tetap bisa memainkan game yang sudah dibeli.
Klarifikasi Sony Soal DRM Game Playstation
Merespon mengenai kehawatiran akan DRM game PlayStation, Sony akhirnya memberikan tanggapan. Dalam pernyataan kepada GameSpot, juru bicara Sony memastikan gamer PlayStation tidak perlu khawatir dengan sistem tersebut.
“Pemain dapat terus mengakses dan memainkan game yang telah mereka beli seperti biasa. Pemeriksaan online satu kali diperlukan untuk mengkonfirmasi lisensi game, setelah itu tidak diperlukan pemeriksaan lanjutan,” Ujarnya.
Isu DRM Tetap Sensitif
Meski penjelasan Sony cukup jelas, isu DRM tetap menjadi topik sensitif di kalangan gamer. Dikhawatir sistem semacam ini dapat berdampak pada kepemilikan game.
Memang kebutuhan untuk terhubung ke internet setidaknya satu kali untuk verifikasi mungkin bukan masalah besar bagi sebagian besar gamer modern. Lagipula konsol, PC, maupun smartphone saat ini umumnya memang selalu tersambung ke internet. Namun, bagaimana dengan gamer yang tinggal di wilayah dengan koneksi yang terbatas? Tentunya ini akan menjadi masalah bagi mereka.
Nubia Mystery Box menjadi salah satu daya tarik utama dalam peluncuran nubia Neo 5 series di Indonesia. Kampanye ini digelar Nubia selama periode pre-order pada 16–24 Mei 2026 melalui toko resmi di platform e-commerce. Seperti apa?
Dalam setiap pembelian Nubia Neo 5 series selama masa pre-order, konsumen akan mendapatkan Nubia Mystery Box. Hadiah utamanya berupa emas seberat 2 gram, dengan total 99 hadiah emas yang disiapkan. Selain itu, beberapa kotak juga akan berisi merchandise eksklusif dan hadiah tambahan seperti gaming pad, fan cooling, drone DJI yang masih menunggu konfirmasi, serta kejutan lainnya.
Selain itu, Nubia juga siap menghadirkan pendekatan baru melalui open launch event yang terbuka untuk publik. Berbeda dari format peluncuran yang biasanya terbatas melalui undangan.
Spekulasi Nubia Neo 5 Series
Nubia Neo 5 series membawa DNA REDMAGIC ke segmen harga yang lebih terjangkau. Perangkat ini disebut terinspirasi dari teknologi gaming lab REDMAGIC, sehingga diposisikan sebagai semacam “REDMAGIC mini” untuk komunitas mobile gaming yang lebih luas.
Teaser sebelumnya “Feel the Wind” juga memunculkan spekulasi soal hadirnya sistem pendingin baru. Ada dugaan nubia Neo 5 series akan membawa kipas pendingin internal, fitur yang sebelumnya lebih identik dengan perangkat flagship REDMAGIC.
Selain itu, smartphone ini juga diperkirakan mengusung shoulder trigger untuk kontrol yang lebih presisi, bodi datar tanpa tonjolan kamera, asisten AI, dan baterai besar untuk sesi bermain yang lebih lama.
Kabar yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Final Fantasy VII Rebirth kini resmi menghadirkan demo gratis yang sudah bisa kalian mainkan sekarang juga di Nintendo Switch 2 dan Xbox Series X|S.
Langkah ini jelas jadi sinyal kuat dari Square Enix—mereka pede. Dan bukan tanpa alasan.
Coba Sekarang, Lanjutkan Nanti
Satu hal yang bikin demo ini terasa “niat banget”: progress kalian bisa langsung dibawa ke versi full game.
Artinya?
Waktu kalian tidak terbuang
Progress tidak sia-sia
Dan kalian bisa mulai lebih awal dari yang lain
Game penuh sendiri dijadwalkan rilis pada 3 Juni 2026, jadi ini semacam “pemanasan resmi” sebelum masuk ke petualangan sebenarnya.
Sekuel Ambisius dari Proyek Remake Legendaris
Buat yang belum ngeh, Rebirth adalah bagian kedua dari proyek remake Final Fantasy VII Remake—salah satu proyek paling ambisius dalam sejarah JRPG modern.
Game ini melanjutkan perjalanan Cloud dan kawan-kawan setelah peristiwa di Midgar, dengan:
Dunia yang lebih luas
Cerita yang makin kompleks
Karakter yang makin dalam
Dan tentu saja… lebih banyak misteri.
Tersedia di Banyak Platform
Selain Nintendo Switch 2 dan Xbox, versi penuh game ini juga sudah tersedia atau akan hadir di berbagai platform lain:
PlayStation 5
PC via Steam
Epic Games Store
Jadi kalian punya banyak pilihan—tinggal sesuaikan dengan gaya main masing-masing.
Demo di Switch 2? Ini Menarik
Yang bikin hype naik satu level: demo ini hadir di Switch 2.
Bukan sekadar port asal jalan—ini jadi bukti bahwa hardware generasi baru Nintendo mulai “ikut main di liga berat”.
Kalau performanya stabil, ini bisa jadi titik balik besar buat gamer yang selama ini cuma main di ekosistem Nintendo.
Trailer Baru Juga Dirilis
Bersamaan dengan demo, Square Enix juga merilis trailer terbaru yang merangkum perjalanan sebelumnya sekaligus memberi gambaran tentang arah cerita ke depan.
Buat yang mungkin agak lupa plotnya—ini jadi pengingat yang pas sebelum terjun lagi.
Cara Download Demo
Untuk pengguna Nintendo Switch 2, kalian bisa download demo melalui Nintendo eShop dengan kode khusus sesuai region.
Kabar baik buat kalian pecinta RPG taktis—terutama yang masih setia dengan sensasi “pegang kaset fisik”. TRIANGLE STRATEGY akhirnya akan merilis versi fisik untuk PlayStation 5 di Asia Tenggara pada 29 Mei 2026.
Pengumuman ini datang dari Bandai Namco Entertainment Asia bersama Square Enix, sekaligus menegaskan bahwa game ini masih punya napas panjang di tengah dominasi era digital.
RPG Taktis dengan Cerita Berat dan Pilihan yang Menyiksa
Kalau kalian pikir ini cuma game strategi biasa—salah besar.
TRIANGLE STRATEGY bukan sekadar soal mengatur posisi unit di medan perang. Ini adalah game yang memaksa kalian berpikir… bukan cuma sebagai jenderal, tapi sebagai manusia.
Cerita berpusat pada konflik tiga kerajaan besar:
Glenbrook
Aesfrost
Hyzante
Kalian akan mengikuti perjalanan Serenoa Wolffort, bersama karakter penting seperti:
Pangeran Roland
Frederica Aesfrost
Benedict, sang penasihat
Di sinilah letak kekuatannya: setiap keputusan yang kalian ambil akan membentuk arah cerita.
Dan percaya deh, pilihan yang ada seringkali tidak enak. Tidak ada “good ending” yang bersih—yang ada hanya konsekuensi.
Gameplay: Turn-Based Strategy yang Klasik, Tapi Dalam
Buat kalian yang tumbuh dengan game taktis klasik, sistem di TRIANGLE STRATEGY terasa seperti pulang ke rumah lama… tapi dengan renovasi modern.
Beberapa poin utama:
Sistem turn-based berbasis grid
Posisi karakter sangat menentukan hasil pertempuran
Elevasi dan lingkungan punya pengaruh besar
Kombinasi skill jadi kunci kemenangan
Ini bukan game yang bisa kalian “rush”. Kalau asal maju tanpa strategi? Ya siap-siap kalah pelan-pelan.
Visual HD-2D yang Ikonik, Sekarang Lebih Halus di PS5
Dari tim yang juga mengembangkan Octopath Traveler dan Bravely Default, TRIANGLE STRATEGY membawa gaya visual HD-2D yang khas—perpaduan pixel art klasik dengan efek modern.
Di versi PlayStation 5 ini, kalian akan mendapatkan:
Dukungan resolusi hingga 4K
Frame rate lebih tinggi
Visual yang lebih tajam dan stabil
Hasilnya? Dunia game terasa lebih hidup tanpa kehilangan sentuhan nostalgia.
Sudah Tersedia Digital di Banyak Platform
Buat kalian yang tidak sabar atau lebih suka versi digital, TRIANGLE STRATEGY sebenarnya sudah tersedia di berbagai platform:
Nintendo Switch
PlayStation 5
Xbox Series X|S
PC via Steam
Windows Store
Bahkan Meta Quest
Namun, kehadiran versi fisik ini jelas jadi angin segar—terutama buat kolektor atau gamer yang masih menghargai sensasi klasik membuka kotak game baru.
Kenapa Versi Fisik Masih Relevan?
Di era serba digital, rilis fisik seperti ini terasa… langka.
Dunia gelap penuh darah, pilihan, dan konsekuensi akhirnya semakin dekat. The Blood of Dawnwalker resmi mengumumkan tanggal rilisnya, yaitu 3 September 2026, untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC via Steam.
Pengumuman ini datang langsung dari Rebel Wolves bersama Bandai Namco Entertainment Asia melalui event besar bertajuk Road to Launch Event, yang membuka banyak detail baru—mulai dari gameplay, cerita, hingga edisi game yang bisa kalian pilih.
Dunia Gelap yang Hidup: Setiap Pilihan Ada Harga
Kalau kalian berharap RPG yang sekadar “jalan, bunuh, loot, ulangi”… mungkin game ini bukan untuk kalian.
Di The Blood of Dawnwalker, dunia terasa seperti makhluk hidup—dan setiap tindakan kalian meninggalkan jejak.
Game ini mengambil latar Eropa abad ke-14, masa di mana:
Perang berkecamuk
Wabah Black Death merajalela
Dan kekuatan gelap mulai bangkit diam-diam
Di tengah kekacauan itu, muncul ancaman baru: vampir yang memanfaatkan kelemahan manusia untuk menguasai dunia.
Coen: Setengah Manusia, Setengah Monster
Kalian akan bermain sebagai Coen, seorang pemuda yang berubah menjadi “Dawnwalker”—makhluk yang berdiri di antara dua dunia: manusia dan vampir.
Bukan pahlawan sempurna. Bukan juga monster sepenuhnya.
Di sinilah menariknya.
Sebagai Coen, kalian harus:
Menyelamatkan keluarga dari penguasa vampir, Brencis
Menjalin aliansi yang tidak selalu bisa dipercaya
Mengambil keputusan yang bisa mengubah jalan cerita
Dan ya… tidak semua pilihan akan terasa nyaman.
Gameplay Baru: Open World yang Reaktif
Dalam presentasi terbaru, developer memamerkan lebih dari 10 menit gameplay langsung. Fokus utamanya? Dunia open-world yang benar-benar responsif terhadap pemain.
Beberapa poin penting:
Eksplorasi membuka skill dan kemampuan baru
Setiap lokasi menyimpan rahasia atau ancaman
Aksi pemain memengaruhi keseimbangan kekuatan di dunia
Sederhananya: dunia tidak menunggu kalian. Dunia bereaksi terhadap kalian.
Ini bukan sekadar open world luas. Ini open world yang “ingat” apa yang kalian lakukan.
Story Trailer: Sekutu dan Musuh yang Tidak Hitam Putih
Trailer terbaru memperkenalkan berbagai karakter yang akan ditemui Coen di Vale Sangora, wilayah misterius di Pegunungan Carpathian.
Menariknya:
Tidak semua sekutu benar-benar baik
Tidak semua musuh sepenuhnya jahat
Relasi antar karakter terasa abu-abu—dan di situlah drama dibangun.
Realisme Pertarungan: Sentuhan Dunia Nyata
Salah satu detail paling menarik? Kehadiran Jan Błachowicz sebagai kontributor motion capture.
Sebagai mantan juara UFC, ia membantu menghadirkan:
Gerakan bertarung yang lebih realistis
Bobot pukulan dan tebasan yang terasa “kena”
Animasi yang tidak sekadar keren, tapi believable
Hasilnya? Pertarungan yang lebih brutal, lebih berat, dan lebih manusiawi.
Edisi Game dan Bonus Pre-Order
Pre-order sudah dibuka, baik secara digital maupun fisik. Beberapa edisi yang tersedia:
Standard Edition
Game utama
Day One Edition
Bonus tambahan untuk pembelian awal
Eclipse Edition
World compendium
Soundtrack
Comic book digital
Selain itu, juga ada Collector’s Edition untuk kalian yang doyan koleksi fisik.
Memori dengan kipas pendingin Vortex DDR5 resmi diperkenalkan Origin Code sebagai modul DDR5 pertama di dunia yang mengintegrasikan sistem pendingin aktif triple-fan. Produk ini ditujukan untuk pengguna PC kelas atas, mulai dari gamer ekstrem, overclocker, kreator, hingga profesional yang membutuhkan performa stabil dalam beban kerja berat.
Memori dengan Kipas Pendingin VORTEX DDR5 Bawa Standar Baru
Vortex DDR5 dirancang sebagai solusi memori premium yang menggabungkan performa tinggi dan manajemen suhu lebih agresif. Origin Code tidak hanya mengejar kecepatan transfer data, tetapi juga mencoba menghadirkan desain yang mampu bekerja harmonis di dalam sistem komputer modern.
Dari segi spesifikasi, Vortex DDR5 tersedia dalam beberapa pilihan. Varian pertama menawarkan 6200 MT/s CL26 dengan kapasitas 32 GB dalam konfigurasi 16 GB x 2. Ada juga model 6000 MT/s CL26 berkapasitas 48 GB dalam konfigurasi 24 GB x 2, lengkap dengan Dual EXPO Profiles dan profil kedua hingga 8000 MT/s CL36. Untuk kebutuhan lebih besar, Origin Code menyiapkan varian 6000 MT/s CL26 192 GB dalam konfigurasi 48 GB x 4, serta 6000 MT/s CL30 256 GB dalam konfigurasi 64 GB x 4.
Sistem Triple-Fan untuk Pendinginan Ekstrem
Keunggulan utama Vortex DDR5 ada pada modul kipas triple 4020 berukuran 40 mm x 40 mm x 20 mm. Sistem ini memakai bantalan dual-ball bearing dan mampu menghasilkan aliran udara hingga 22,5 CFM. Desain tersebut dibuat untuk membantu pembuangan panas secara lebih efisien, terutama saat pengguna menjalankan komputasi AI, rendering berat, atau gaming ekstrem.
Memori ini juga dibekali struktur ScaleCut Cooling Fin. Teknologi tersebut diklaim mampu meningkatkan pelepasan panas hingga 39,8 persen. ScaleCut Cooling Fin memakai lekukan bevel ganda ultra-tipis 0,75 mm untuk memperluas area pendinginan dan mengarahkan udara ke titik panas utama secara lebih akurat.
Desain Premium untuk PC Kelas Atas
Origin Code membalut Vortex DDR5 dengan material aluminium alloy berkualitas tinggi. Finishing menyerupai cermin membuat tampilannya terlihat modern, futuristis, dan cocok untuk PC gaming premium maupun workstation profesional.
Selain mengejar tampilan, material tersebut juga memperkuat karakter memori ini sebagai komponen kelas atas. Permukaannya dirancang untuk memantulkan cahaya dari berbagai sudut, sehingga memberi kesan bersih tetapi tetap agresif di dalam casing PC.
Vortex DDR5 disiapkan untuk kebutuhan komputasi masa depan, termasuk pengalaman berbasis AI, simulasi 3D realistis, eSports, dan gaming kompetitif.
Monitor Gaming Dual Mode terbaru dari ASUS resmi diumumkan. Ada tiga model yang tersedia, yaitu ROG Strix XG27UCG Gen2, ROG Strix XG27UCS Gen2, dan TUF Gaming VG27UQEL5A. Ketiganya hadir untuk gamer yang ingin fleksibilitas antara visual 4K tajam dan refresh rate tinggi dalam satu perangkat.
Melalui teknologi ini, gamer dapat berpindah dari mode resolusi tinggi ke mode refresh rate tinggi sesuai kebutuhan. Mode visual 4K cocok untuk menikmati game AAA, streaming sinematik, editing, atau produktivitas harian. Sementara itu, mode refresh rate tinggi lebih pas untuk game kompetitif seperti FPS yang membutuhkan respons cepat.
ASUS juga membekali monitor ini dengan teknologi Smart Pixel. Fitur tersebut bekerja dengan upscaling 4K canggih untuk meningkatkan ketajaman frame secara cerdas, bahkan saat gamer bermain di resolusi lebih rendah.
Ada juga ASUS Extreme Low Motion Blur Sync atau ELMB Sync yang berjalan bersama variable refresh rate untuk mengurangi ghosting dan tearing.
Spesifikasi ROG Strix XG27UCG Gen2 dan XG27UCS Gen2
ROG Strix XG27UCG Gen2 menjadi model yang menawarkan mode 4K@162Hz dan FHD@485Hz. Kombinasi ini membuatnya cocok untuk gamer yang ingin visual tajam saat menikmati game AAA, tetapi tetap bisa berpindah ke refresh rate super tinggi untuk game FPS cepat. Monitor ini juga membawa response time minimum 0,3 ms, meningkat dari generasi sebelumnya yang masih memakai 1 ms gray-to-gray. Selain itu, XG27UCG Gen2 dilengkapi pencahayaan Aura Sync di bagian belakang.
ROG Strix XG27UCS Gen2 merupakan opsi lain di lini Strix dengan mode 4K@160Hz dan FHD@324Hz. Model ini juga memakai panel Fast IPS 4K 27 inci, response time minimum 0,3 ms, serta dukungan ASUS Smart Pixel. Untuk kualitas warna, lini Strix membawa VESA DisplayHDR 400, cakupan DCI-P3 95%, sRGB 130%, dan kalibrasi pabrik. Khusus XG27UCG Gen2, konektivitasnya mencakup USB-C dengan Power Delivery 15 W, DisplayPort 1.4, dan HDMI 2.1.
Spesifikasi TUF Gaming VG27UQEL5A
TUF Gaming VG27UQEL5A ditujukan untuk gamer mainstream yang membutuhkan Monitor Gaming Dual Mode dengan fitur lengkap. Monitor ini memakai panel Fast IPS 4K 27 inci dan response time minimum 0,3 ms. Melalui hotkey, pengguna bisa beralih antara mode 4K@80Hz dan FHD@310Hz.
Model ini juga membawa ASUS Smart Pixel untuk meningkatkan kejernihan visual di resolusi lebih rendah. ELMB Sync turut hadir untuk mengurangi smearing dan blur saat aksi cepat. Selain itu, monitor ini sudah memiliki sertifikasi VESA DisplayHDR 400, gamut warna sRGB 120%, serta konektivitas DisplayPort 1.4 dan HDMI 2.0 untuk konsol maupun perangkat multimedia.
Mini-game Resident Evil Requiem tampaknya akan segera dirilis dalam waktu dekat. Informasi ini didapatkan langsung dari pernyataan pimpinan dari tim pengembang Resident Evil Requiem, yang menyarankan pemain untuk menamatkan cerita utama game agar bisa memainkan mini-game ini.
Detail Soal Mini-Game Resident Evil Requiem
Dalam wawancara dengan Denfaminico Gamer (Diterjemahkan oleh VGC), Director Koshi Nakanishi dan Producer Masato Kumazawa membahas soal proses pengembangan, perilisan, serta rencana masa depan Resident Evil Requiem.
Salah satu topik yang dibahas adalah mengenai konten tambahan di dalam game. Selain membicarakan mengenai ekspansi yang masih dalam tahap produksi, Nakanishi juga membicarakan tentang konten tambahan berbentuk mini-game.
“Terkait DLC cerita tambahan saat ini sedang dalam produksi penuh, jadi nantikan saja. Namun untuk pengembangan mini-game sudah memasuki tahap akhir,” Ujarnya
Nakanishi juga memastikan bahwa mini-game tersebut hanya bisa dimainkan setelah pemain menyelesaikan cerita utama. Artinya, mode ini bukan konten yang langsung tersedia sejak awal permainan. Pemain perlu lebih dulu menamatkan Resident Evil Requiem untuk membuka akses ke mode tambahan tersebut.
Nakanishi juga menyebut mode tersebut tetap berfokus pada elemen pertarungan dari game utama yang artinya berupa singleplayer.
“Seperti yang sudah kami sebutkan, ini adalah mini-game, dan sepenuhnya berbasis pada pertarungan di game utama,” Katanya.
“Saya pikir pemain yang sudah menamatkan game utama dan berpikir ‘saya masih ingin mengamuk’ akan merasa mode ini seru dan menyenangkan,” Tambahnya.
Dari penjelasan yang diberikan, besar kemungkinan mini-game Resident Evil Requiem adalah Mercenaries Mode.