Home Blog Page 2

Logitech G Perkenalkan 15 Produk Gaming Baru di PLAY 2026

0
Logitech G Perkenalkan 15 Produk Gaming Baru di PLAY 2026

Logitech G telah memperkenalkan 15 produk gaming baru dalam ajang Logitech G PLAY 2026. Jajaran tersebut mencakup perangkat untuk esports, gamer kasual, kreator, hingga penggemar sim racing, sekaligus memperlihatkan strategi perusahaan dalam menghubungkan perangkat keras, perangkat lunak, dan pengalaman gaming ke dalam satu ekosistem.

Logitech G Hadirkan Perangkat PRO Series Terbaru

Segmen kompetitif menjadi salah satu fokus utama Logitech G melalui jajaran PRO Series yang dikembangkan bersama atlet esports profesional. Produk-produknya mencakup mouse, mousepad, keyboard, dan headset yang dirancang untuk memberikan kontrol dan respons lebih presisi ketika digunakan dalam pertandingan.

PRO X3 SUPERSTRIKE Gaming Mouse menjadi penerus lini PRO dengan fokus pada presisi, kontrol, keseimbangan, serta efisiensi daya. Logitech mengembangkan mouse ini selama sekitar sembilan bulan bersama atlet profesional dan mengklaim efisiensi dayanya meningkat hingga 50 persen. Teknologi HITS atau Haptic Inductive Trigger System digunakan untuk memangkas jeda antara input pengguna dan respons dalam permainan, sementara konstruksinya tetap mempertahankan karakter ringan untuk kebutuhan esports.

PRO X Superlight 2 Dex SE hadir sebagai alternatif lebih terjangkau dari keluarga PRO X Superlight 2. Logitech mempertahankan fokus pada performa kompetitif sekaligus memberikan opsi baru bagi pemain yang menginginkan karakter desain ergonomis seri Dex dengan harga yang lebih mudah dijangkau dibandingkan model utama.

PRO X Superlight 2c SE menjadi pilihan lain dalam keluarga Superlight dengan pendekatan yang lebih ringkas. Model ini disiapkan sebagai alternatif bagi gamer yang menyukai perangkat berukuran kompak, tetapi tetap menginginkan karakter ringan dan orientasi performa dari seri PRO milik Logitech.

PRO X Control Mousepad menggunakan permukaan kain rajut khusus yang dirancang memberikan pergerakan seimbang ke segala arah. Mousepad berukuran 400 x 460 mm ini dilengkapi Slimflex Foam setebal 6 mm, jahitan tepi yang rapat, serta alas dengan daya cengkeram tinggi untuk menjaga posisinya tetap stabil ketika digunakan dalam permainan kompetitif.

PRO X2 RAPID Gaming Keyboard mengandalkan switch magnetik khusus dengan teknologi Rapid Trigger dan Key Priority. Kombinasi tersebut memungkinkan gamer mengatur sensitivitas tombol secara lebih detail berdasarkan gaya bermain. Pengaturan dapat dilakukan melalui G HUB maupun antarmuka OLED bawaan sehingga pemain dapat melakukan penyesuaian secara langsung tanpa harus meninggalkan permainan.

PRO X3 LIGHTSPEED Gaming Headset ditujukan untuk pemain kompetitif yang membutuhkan kemampuan mendengar posisi suara secara akurat sekaligus komunikasi yang jelas. Headset ini dibekali mikrofon kelas studio 48 kHz, pengaturan EQ untuk menonjolkan suara tertentu di dalam game, material premium, serta daya tahan baterai yang dirancang untuk sesi bermain panjang.

Keyboard untuk Gamer

Selain jajaran PRO Series, Logitech G memperluas pilihan perangkat untuk pasar yang lebih luas melalui lini G3 dan G5 Series. Fokusnya tidak hanya pada performa, tetapi juga desain, personalisasi, dan harga yang lebih mudah dijangkau.

Logitech G316 X 75 merupakan keyboard mekanikal dengan desain ringkas untuk gamer yang ingin mempertahankan ruang meja lebih luas. Bentuknya yang lebih kompak membuat pengguna memiliki ruang gerak mouse lebih leluasa tanpa harus mengorbankan fungsi utama keyboard gaming.

G-KEYCAPS menjadi aksesori personalisasi baru berupa kumpulan keycap PBT dual-shot premium. Logitech menyediakan empat pilihan tema, yakni Forest, City, Battlefield, dan Castle. Koleksinya turut dilengkapi kenop transparan yang dapat diganti sehingga pengguna dapat menyesuaikan tampilan keyboard berdasarkan gaya masing-masing.

G502 X PLUS mendapatkan dua pilihan warna baru untuk memberikan opsi personalisasi tambahan. Selain perubahan tampilan, Logitech juga membawa pembaruan firmware pada sensor HERO yang meningkatkan resolusi maksimum hingga 44.000 DPI dengan presisi submikron. Pengguna juga dapat mengatur sensitivitas sumbu X dan Y secara terpisah melalui G HUB.

G502 X LIGHTSPEED turut memperoleh peningkatan yang sama pada teknologi sensor HERO. Pembaruan firmware meningkatkan resolusi hingga 44.000 DPI dan menghadirkan pengaturan sensitivitas X/Y secara independen. Menariknya, peningkatan tersebut juga dapat diperoleh pemilik perangkat lama secara gratis melalui aplikasi G HUB.

G HUB Replay Rekam Highlight Secara Otomatis

Selain perangkat keras, Logitech memperkenalkan G HUB Replay sebagai software gratis untuk membantu gamer merekam momen penting ketika bermain. Sistem ini dapat merekam gameplay, mengenali momen terbaik secara otomatis, kemudian menyusunnya menjadi kompilasi video tanpa mengharuskan pemain memiliki kemampuan penyuntingan video.

G HUB Replay dirancang untuk mengenali berbagai momen permainan seperti clutch satu lawan tiga atau aksi penentu kemenangan pada detik terakhir. Hasil rekaman kemudian dapat disimpan maupun diekspor sehingga lebih mudah dibagikan kepada teman atau pengikut di platform sosial.

Ekosistem Sim Racing Semakin Lengkap

Sektor sim racing turut mendapatkan porsi besar dalam pengumuman Logitech G PLAY 2026. Logitech memperluas ekosistem balapnya dengan pendekatan modular sehingga pengguna PC dapat memilih dan menggabungkan perangkat berdasarkan konfigurasi simulasi yang diinginkan.

G923 Standalone Wheel merupakan versi terpisah dari kemudi G923 yang kini ditawarkan sebagai bagian dari ekosistem modular Logitech. Pendekatan tersebut memberikan lebih banyak fleksibilitas bagi pengguna yang ingin membangun sistem sim racing sesuai kebutuhan tanpa harus membeli seluruh paket dalam satu konfigurasi.

RS50 Direct Drive System menjadi salah satu perangkat utama untuk simulasi balap generasi baru Logitech. Sistem ini menggunakan teknologi direct drive yang dirancang untuk memberikan respons kemudi lebih langsung dan detail dibandingkan mekanisme konvensional, sehingga pengalaman berkendara virtual dapat terasa lebih presisi.

RS Pedals SE melengkapi konfigurasi sim racing melalui pedal gas dan rem berbasis hall-effect. Sensor ini bekerja tanpa mengandalkan kontak mekanis secara langsung sehingga dapat menghasilkan pembacaan input yang lebih presisi sekaligus mendukung konsistensi penggunaan dalam jangka panjang.

RS50 McLaren Racing Edition menjadi edisi khusus hasil kolaborasi dengan McLaren Racing. Perangkat ini tampil dalam warna Orange-Papaya yang identik dengan tim balap tersebut serta memadukan wheelbase direct-drive RS50 berkekuatan 8 Nm dengan teknologi TRUEFORCE. Produk tersebut ditujukan untuk penggemar simulasi yang ingin mendapatkan pengalaman balap dengan pendekatan desain dan karakter McLaren Racing.

Playseat Instinct McLaren Racing Edition menjadi kokpit pendamping untuk membangun konfigurasi balap yang lebih lengkap bersama RS50 McLaren Racing Edition. Desainnya membawa identitas visual McLaren Racing dan ditujukan untuk mengintegrasikan posisi duduk, kemudi, serta perangkat balap lainnya ke dalam satu setup yang lebih imersif.

Kehadiran 15 perangkat ini memperlihatkan cakupan produk Logitech G yang semakin luas, mulai dari periferal esports seperti mouse dan keyboard, aksesori personalisasi, hingga sistem sim racing modular.

DRAGON QUEST XI S: Definitive Edition Kini Tersedia di Nintendo Switch 2

0

Bandai Namco Entertainment Asia dan SQUARE ENIX resmi mengumumkan bahwa DRAGON QUEST XI S: Echoes of an Elusive Age – Definitive Edition kini telah tersedia untuk Nintendo Switch 2. Kehadiran versi terbaru ini menjadi bagian dari perayaan 40 tahun franchise DRAGON QUEST, salah satu seri RPG Jepang yang telah dicintai pemain selama beberapa dekade.

Dalam versi Definitive Edition, pemain dapat kembali mengikuti petualangan sang Luminary, seorang pahlawan yang diburu dan ditakdirkan untuk mengungkap misteri mengenai nasibnya. Dalam perjalanannya, ia akan bertemu dengan berbagai karakter pendukung yang memiliki peran penting dalam petualangan tersebut.

Game ini menghadirkan dunia DRAGON QUEST melalui perpaduan cerita, visual, dan musik yang menjadi ciri khas seri tersebut. Petualangan ini merupakan hasil karya tiga sosok penting di balik franchise, yaitu Yuji Horii sebagai kreator, Akira Toriyama sebagai desainer karakter, dan Koichi Sugiyama sebagai komposer.

DRAGON QUEST XI S Hadir dengan Beragam Fitur Definitive Edition

Sebagai versi definitif, DRAGON QUEST XI S: Echoes of an Elusive Age – Definitive Edition tidak sekadar membawa petualangan utama ke Nintendo Switch 2. Versi ini juga dilengkapi sejumlah fitur dan peningkatan yang sebelumnya menjadi bagian dari Definitive Edition.

Salah satu fitur yang tersedia adalah cerita sampingan baru untuk karakter, yang memberikan kesempatan bagi pemain untuk mengetahui lebih banyak mengenai karakter-karakter yang menemani sang Luminary.

Game ini juga menghadirkan mode 2D bergaya retro, memungkinkan pemain menikmati dunia DRAGON QUEST dengan tampilan yang terinspirasi oleh game RPG klasik 16-bit.

Selain itu, terdapat Tickington, sebuah dunia dengan tampilan 16-bit yang menawarkan pengalaman tersendiri bagi pemain.

Untuk urusan audio, pemain dapat memilih antara voiceover bahasa Inggris atau Jepang. Soundtrack juga telah diaransemen secara penuh sehingga pemain dapat menikmati musik dalam format orkestra. Menariknya, tersedia pula pilihan untuk mengganti soundtrack tersebut dengan versi sintetis original.

Fitur lainnya termasuk Photo Mode, yang memungkinkan pemain mengambil berbagai foto selama menjelajahi dunia DRAGON QUEST XI S.

Dengan kombinasi berbagai tambahan tersebut, versi Definitive Edition menawarkan pengalaman yang lebih lengkap bagi pemain lama maupun mereka yang baru pertama kali mengenal seri DRAGON QUEST.

Mengikuti Perjalanan Sang Luminary

Cerita DRAGON QUEST XI S berpusat pada sosok Luminary, seorang pahlawan yang harus menjalani perjalanan berbahaya untuk menemukan kebenaran mengenai takdirnya.

Dalam petualangannya, ia tidak berjalan sendirian. Sejumlah karakter dengan kepribadian dan latar belakang masing-masing akan bergabung dan membantunya menghadapi berbagai tantangan.

Dunia yang dibangun dalam game ini merupakan salah satu daya tarik utama DRAGON QUEST XI S. Perpaduan antara cerita petualangan, karakter yang khas, visual yang menawan, serta musik menjadi bagian penting dari pengalaman RPG yang ditawarkan.

40 Tahun DRAGON QUEST dan 100 Juta Unit Terjual

Peluncuran DRAGON QUEST XI S di Nintendo Switch 2 juga hadir pada tahun yang spesial bagi franchise tersebut. DRAGON QUEST tengah merayakan hari jadinya yang ke-40 pada 2026.

Dalam keterangan resminya, SQUARE ENIX menyebutkan bahwa seri DRAGON QUEST telah mencapai 100 juta unit terjual pada tahun perayaan tersebut.

Game pertama DRAGON QUEST dirilis pada 1986 dan kemudian diperkenalkan ke pasar Amerika Serikat pada 1989 dengan nama DRAGON WARRIOR. Sejak saat itu, franchise ini berkembang menjadi seri RPG besar yang mencakup 11 judul utama, berbagai game spin-off, film, anime, novel, manga, merchandise, dan berbagai produk lainnya.

Franchise tersebut juga memegang sejumlah Guinness World Records, termasuk kategori “Longest-Running Japanese RPG Series.”

Sementara itu, DRAGON QUEST XI S: Echoes of an Elusive Age sendiri telah meraih berbagai pencapaian sejak dirilis. Game tersebut disebut telah mendapatkan penghargaan Metacritic Must-Play, serta masuk dalam daftar #2 Best Switch Game of 2019 dan #3 Best PS4 Game of 2020 versi Metacritic.

Hingga saat ini, DRAGON QUEST XI S disebut telah mencapai hampir 9 juta unit pengiriman secara global.

DRAGON QUEST XI S Kini Hadir di Nintendo Switch 2

Untuk Nintendo Switch 2, DRAGON QUEST XI S: Echoes of an Elusive Age – Definitive Edition tersedia mulai 24 September 2026.

Versi digital game ini juga tersedia di sejumlah platform lain, termasuk PlayStation 4, Nintendo Switch, Xbox One, Epic Games Store, Xbox on PC, dan PC melalui Steam.

Sementara itu, Nintendo Switch 2 mendapatkan versi digital sekaligus edisi fisik.

Resident Evil Code: Veronica Dirumorkan Rilis di Akhir 2027

0
Resident Evil Veronica Remake Dijanjikan Rilis di 2027

Potensi peluncuran Resident Evil Code: Veronica di 2027 yang lebih lambat dari yang diharapkan menguat. Informasi ini diumumkan oleh AestheticGamer atau Dusk Golem, leaker terpercaya yang sering membocorkan informasi game Resident Evil baru.

Resident Evil Code: Veronica Bisa Jadi Rilis Menjelang Akhir 2027

Ia menyebut jika proyek remake dari game survival horror klasik ini kemungkinan besar akan diundur ke musim gugur 2027. Ia mengklaim jika informasi ini berasal dari tiga sumber yang berbeda.

Dusk Golem juga menghubungkan rumor tersebut dengan absennya Resident Evil Code: Veronica dari event Tokyo Game Show 2026. Jika ditargetkan pada awal tahun, seharusnya sudah ada informasi baru untuk game ini di event Tokyo Game Show kemarin. Alasan inio membuat dugaan perilisan game mundur ke akhir 2027 menjadi lebih masuk akal.

Ia juga mengaku sempat mendengar Capcom sedang melakukan beberapa perubahan pada game tersebut. Ia menduga perubahan ini juga bisa berkontribusi membuat waktu pengembangan menjadi lebih panjang dari rencana awal.

Dugaan dari Dusk Golem ini secara teknis tidak bisa disebut sebagai penundaan resmi. Capcom memang sudah mengumumkan Resident Evil Code: Veronica untuk 2027, tetapi belum pernah memberikan tanggalnya secara spesifik.

Bagaimana menurutmu?

PHK di Xbox Kembali Terjadi, Ratusan Pegawai Terdampak

0
PHK di Xbox Kembali Terjadi, Ratusan Pegawai Terdampak

PHK di Xbox kembali terjadi setelah Microsoft mengumumkan setidaknya 268 pegawai telah kehilangan pekerjaannya. PHK ini terutama terjadi kepada Halo Studios yang mengerjakan game flagship Xbox, Halo. Selain itu, PHK ini juga dialami oleh jajaran manajemen dan fungsi pusat Xbox Game Studios.

PHK di Xbox ini masih merupakan lanjutan dari restrukturisasi besar yang dilakukan oleh CEO Xbox yang baru, Asha Sharma.

Nasib Korban PHK di Xbox

Melalui keterangan resmi di Xbox Wire, Chief Content Officer Xbox, Matt Booty menjelaskan bahwa perubahan ini harus dilakukan demi merampingkan divisi game, sekaligus memperkuat keahlian Xbox sebagai publisher.

Ia juga memberikan informasi tentang masa depan dari studio-studio yang telah resmi meninggalkan ekosistem Xbox. Compulsion Games dan Double Fine Productions disebut telah kembali mendapatkan status independen.

Perubahan serupa juga terjadi pada Undead Labs. Xbox mengonfirmasi bahwa studio tersebut telah berhasil melewati proses transisi, sekaligus menemukan publisher baru untuk State of Decay 3.

Kondisi berbeda terjadi pada Ninja Theory. Booty menjelaskan jika dua kesepakatan terpisah yang sebelumnya disiapkan untuk studio pengembang Hellblade itu telah gagal. Xbox kini akan fokus dengan memberikan konsultasi bagi pegawai studio terkait rencana penutupan. Belum diketahui apakah situasi tersebut akan memengaruhi masa depan dari game Senua yang dijadwalkan rilis di 2027.

Masa depan Arkane juga masih berada dalam tahap pembahasan. Menurutnya penyelesaian harus disesuaikan dengan aturan yang berlaku di Perancis. Tidak ada keterangan mengenai nasib dari proyek game Blade.

Restrukturisasi Studio yang Tersisa

Di tengah PHK di Xbox, perusahaan juga melakukan perubahan besar terhadap pembagian tanggung jawab beberapa studio.

Activision akan memperluas perannya hingga mencakup World’s Edge dan Rare. Selain itu, Activision juga akan mengembangkan game Halo berikutnya melalui tim baru yang dibentuk secara khusus dan terpisah dari pengembangan Call of Duty.

Bethesda juga mendapatkan tanggung jawab yang sama. Pengembang Fallout dan Elder Scrolls ini akan menaungi Obsidian. King kini juga mencakup Microsoft Casual Games. Sementara itu, Playground Games dan Turn 10 akan digabung menjadi satu studio.

Bagaimana menurutmu?

Crisis Core -Final Fantasy VII- Reunion Versi Fisik Kini Tersedia di Asia Tenggara

0

Kabar baik bagi para penggemar Final Fantasy VII. CRISIS CORE -FINAL FANTASY VII- REUNION versi fisik untuk Nintendo Switch 2 kini resmi tersedia di kawasan Asia Tenggara.

Bandai Namco Entertainment Asia dan SQUARE ENIX mengumumkan ketersediaan packaged edition tersebut pada 23 September 2026. Selain versi fisik, game ini juga sudah dapat dibeli secara digital untuk Nintendo Switch 2.

Ketersediaan game di masing-masing toko dapat berbeda berdasarkan wilayah, sementara waktu perilisan juga dapat bervariasi. Pemain disarankan mengecek toko regional masing-masing untuk informasi lebih lanjut.

Crisis Core Reunion Kini Bisa Dimainkan di Nintendo Switch 2

Kehadiran Crisis Core -Final Fantasy VII- Reunion di Nintendo Switch 2 memungkinkan pemain menikmati kisah Zack Fair baik dalam handheld mode maupun docked mode.

Game ini membawa kembali kisah yang menjadi bagian penting dari semesta Final Fantasy VII. Ceritanya berfokus pada Zack Fair, seorang prajurit muda yang tergabung dalam unit elit SOLDIER milik Shinra.

Dalam perjalanannya, Zack bekerja bersama mentornya, Angeal, yang merupakan SOLDIER 1st Class, serta Sephiroth, salah satu sosok heroik yang dikenal dalam jajaran SOLDIER.

Ketiganya kemudian terlibat dalam investigasi mengenai hilangnya sejumlah anggota SOLDIER secara massal.

Mengungkap Kisah Zack Fair

Berlatar di kota Midgar yang digerakkan oleh mako, Crisis Core Reunion membawa pemain mengikuti perjalanan Zack Fair sebagai seorang prajurit muda yang memiliki impian dan kehormatan yang ingin ia pertahankan.

Kisah tersebut juga memperlihatkan hubungan Zack dengan berbagai karakter penting dalam dunia Final Fantasy VII, termasuk Cloud. Perjalanan Zack menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang menghubungkan kisahnya dengan karakter dan konflik yang lebih besar.

Bagi penggemar Final Fantasy VII, cerita Zack menjadi salah satu elemen utama yang membuat Crisis Core memiliki posisi tersendiri dalam semesta game tersebut.

Hadir dengan Visual HD dan Voice Acting Penuh

Crisis Core -Final Fantasy VII- Reunion mendapatkan berbagai peningkatan dibandingkan versi sebelumnya. Game ini menghadirkan perombakan grafis HD secara menyeluruh, termasuk pada model karakter, UI, dan latar belakang.

Selain peningkatan visual, seluruh dialog dalam game juga mendapatkan voice acting penuh dalam bahasa Inggris dan Jepang.

Kombinasi tersebut memberikan presentasi yang lebih modern untuk kisah Zack Fair, sekaligus membuat Crisis Core Reunion tidak sekadar mengandalkan peningkatan resolusi dari versi sebelumnya.

Sistem Combat Diperbarui

Dari sisi gameplay, Crisis Core Reunion turut membawa sistem action combat yang diperbarui dan dibuat lebih streamlined.

Pemain dapat mengendalikan Zack dalam pertarungan dengan sistem aksi yang telah disesuaikan untuk memberikan pengalaman bermain yang lebih modern.

Game ini juga memungkinkan pemain untuk mengaktifkan Limit Breaks dan Summons, yang menjadi bagian dari sistem pertarungannya.

Dengan demikian, selain pembaruan grafis dan audio, aspek gameplay juga menjadi salah satu bagian yang mendapatkan perhatian dalam versi Reunion.

Crisis Core Reunion untuk Nintendo Switch 2 Sudah Tersedia

Untuk Nintendo Switch 2, Crisis Core -Final Fantasy VII- Reunion memiliki dua pilihan versi di Asia Tenggara.

Versi digital Nintendo Switch 2 telah tersedia sejak 10 September 2026, sedangkan versi fisiknya mulai tersedia pada 23 September 2026.

RiTONA Jadi Duta Global PALIT, Hadir dalam Bentuk Kartu Grafis RTX 5060 Ti

0
RiTONA Jadi Duta Global PALIT, Hadir dalam Bentuk Kartu Grafis RTX 5060 Ti

RiTONA resmi melangkah ke panggung global sebagai duta merek digital PALIT Microsystems Ltd. setelah pertama kali diperkenalkan di Jepang pada 2022. Bersamaan dengan debut global tersebut, PALIT turut memperkenalkan kartu grafis edisi khusus GeForce RTX 5060 Ti 8GB RiTONA OC yang menggabungkan desain bergaya anime dengan berbagai fitur untuk kebutuhan gaming dan rakitan PC.

RiTona mendapatkan pembaruan visual yang dibuat lebih dewasa dan percaya diri. Meski tampil berbeda, sejumlah identitas utama tetap dipertahankan. Salah satunya adalah rambut berwarna hijau mint yang sudah menjadi ciri khasnya.

GeForce RTX 5060 Ti Hadir dengan Tema Anime RiTONA

Kartu grafis GeForce RTX 5060 Ti 8GB RiTONA OC ini ditujukan untuk pengguna yang menyukai perangkat keras dengan sentuhan visual bergaya anime tanpa meninggalkan aspek fungsional pada sebuah GPU.

GeForce RTX 5060 Ti edisi RiTONA memiliki panjang 23,4 cm. Ukurannya yang relatif ringkas membuat kartu grafis tersebut lebih mudah dipasang pada berbagai konfigurasi PC, termasuk casing dengan ruang internal yang lebih terbatas.

Metal backplate-nya juga memiliki lubang aliran udara yang ditempatkan secara strategis. Desain tersebut membantu proses pembuangan panas ketika kartu grafis bekerja dalam beban lebih tinggi seperti saat menjalankan game.

Desainnya menggunakan shroud berwarna putih yang dipadukan dengan dua kipas berukuran 10,2 cm. PALIT turut menyematkan pencahayaan ARGB pada bagian samping sehingga pengguna bisa mendapatkan efek pencahayaan yang lebih dinamis ketika GPU dipasang di dalam casing.

Bagian belakang menggunakan metal backplate yang menampilkan ilustrasi karakter secara penuh bersama tongkat sihirnya. Komponen tersebut tidak hanya berfungsi sebagai elemen visual, tetapi juga membantu memberikan perlindungan struktural pada kartu grafis.

PALIT juga melengkapi GPU ini dengan teknologi 0-dB. Sistem tersebut memungkinkan kipas berhenti berputar ketika kartu grafis sedang menjalankan beban ringan sehingga pengoperasiannya dapat berlangsung lebih senyap.

Sebagai tambahan untuk penggemar karakter ini, PALIT menyertakan satu set stiker tahan air di dalam setiap paket penjualan. Stiker tersebut dapat digunakan untuk memberikan sentuhan bertema anime pada PC maupun aksesori lain milik pengguna.

Bagaimana menurutmu?

Final Fantasy VII Revelation Bakal Punya Fitur Naik Level Otomatis

0
Final Fantasy VII Revelation Bakal Punya Fitur Naik Level Otomatis

Final Fantasy VII Revelation akan membawa fitur baru yang ditujukan bagi pemain yang ingin lebih fokus menikmati cerita. Director Naoki Hamaguchi mengungkap bahwa game penutup trilogi Final Fantasy VII Remake ini akan menawarkan opsi untuk menaikkan level karakter secara otomatis.

Final Fantasy VII Revelation Bisa Naikkan Level Otomatis

Naoki Hamaguchi menjelaskan dalam wawancara bersama IGN Japan (Diterjemahkan oleh Genki) bahwa mereka menerima cukup banyak masukan dari pemain yang sudah memainkan Final Fantasy VII Rebirth. Sebagian dari mereka mengaku hanya ingin mengikuti cerita utama dan tidak terlalu tertarik dengan konten sampingan.

Masalahnya, konten tambahan di game ini adalah salah satu cara bagi pemain untuk meningkatkan level karakter. Pemain yang melewatkannya mengaku mengalami kesulitan ketika melanjutkan cerita utama karena levelnya rendah.

Square Enix lalu mencoba untuk mengatasi masalah tersebut di Final Fantasy VII Revelation. Caranya adalah dengan dengan menawarkan opsi untuk menaikkan level karakter secara otomatis.

Pada beberapa titik tertentu dalam permainan, pemain akan mendapatkan pilihan untuk menaikkan level karakter secara otomatis hingga mencapai level yang direkomendasikan. Jika pemain memilih opsi tersebut, karakternya akan langsung mendapatkan level yang dianggap cukup untuk menghadapi tantangan berikutnya dalam cerita utama.

Final Fantasy VII Revelation dijadwalkan resmi dirilis pada 8 April 2027. Platform yang dituju adalah PC, Nintendo Switch 2, PlayStation 5, dan Xbox Series. Fans juga harus bersiap dengan ukuran masif dari game ini karena begitu banyaknya konten didalamnya.

Bungie Tegaskan Destiny Belum Selesai

0
Bungie Tegaskan Destiny Belum Selesai

Destiny kembali mendapatkan perhatian serius dari Bungie setelah studio tersebut sebelumnya mengumumkan Destiny 2 sudah tamat. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh pimpinan baru Bungie, Poria Torkan, bersama dengan General Manager Marathon, Josh Deane.

Destiny Belum Selesai

Pengumuman ini cukup menarik karena sebelumnya Destiny 2 telah mendapatkan update besar terakhir bertajuk Monument of Triumph pada bulan Juni lalu. Namunk, Bungie kini malah menegaskan bahwa mereka belum selesai dengan Destiny.

Mereka mengaku telah menerima banyak respon dari komunitas, yang merupakan bukti bahwa dunia, sejarah, serta masa depan Destiny ini masih memiliki arti penting bagi komunitasnya. Untuk itu Bungie harus bisa kembali mendapatkan kepercayaan dari komunitas.

Salah satu langkah pertama yang akan dilakukan adalah mengembalikan sejumlah konten yang sebelumnya dimasukkan ke dalam Destiny Content Vault. Konten tersebut nantinya direncanakan tersedia untuk seluruh pemain Destiny 2.

Selain membicarakan Destiny 2, Bungie juga memberikan sedikit gambaran mengenai masa depan Marathon. Studio menegaskan bahwa game tersebut sejak awal tidak dibuat untuk menggantikan Destiny.

Menurut Bungie, jumlah pemain yang tertarik untuk memainkan Marathon belum mencapai ekspektasi. Itulah sebabnya game ini masih membutuhkan optimasi dari fitur yang sudah ada, dan juga pembaruan. Salah satunya adalah memperkuat sistem Marathon dari segi gameplay, dunia, maupun unsur kompetitifnya.

Bagaimana menurutmu?

Ukuran Final Fantasy VII Revelation Bisa Sampai 200GB

0
Ukuran Final Fantasy VII Revelation Bisa Sampai 200GB

Terungkap berapa besar ukuran dari game Final Fantasy VII Revelation yang akan rilis tahun depan. Dalam wawancara dengan VGC, Director Naoki Hamaguchi telah memperingatkan pemain bahwa game ini setidaknya akan membutuhkan ruang penyimpanan sekitar 200GB.

Menurutnya ukuran ini wajar, karena Final Fantasy VII Revelation Hamaguchi merupakan bagian akhir dari kisah Cloud dan Sephiroth. Tentunya dari segi konten, ada banyak hal yang harus diungkap dan dijelaskan. Belum lagi dari segi kualitas visual dan grafis untuk Final Fantasy VII Remake itu sendiri.

Selain soal ukuran game, wawancara ini juga mengungkap sedikit tentang konten tambahan atau DLC untuk game Final Fantasy VII Revelation. Seperti yang sudah pernah diungkap sebelumnya, DLC ini terbagi menjadi dua, dan akan fokus pada Sephiroth dan Vincent.

Menurut Hamaguchi, konsep DLC ini akan dibuat mirip dengan DLC Intermission pada seri sebelumnya. Konten tambahan tersebut nantinya akan berfokus untuk menggali cerita serta latar belakang karakter Vincent Valentine dan Sephiroth secara lebih mendalam.

Final Fantasy VII Revelation akan rilis resmi di PC, Nintendo Switch 2, PS5, serta Xbox Series pada tanggal 8 April 2027.

ASUS ROG Xbox Ally X20 Siap Masuk Indonesia

0
ASUS ROG Xbox Ally X20 Siap Masuk Indonesia

ASUS Republic of Gamers resmi mengumumkan kedatangan ROG XBOX Ally X20 untuk Indonesia. Handheld ini akan hadir pada kuartal keempat tahun 2026.

Perangkat premium ini tampil dengan menggunakan chassis transparan berwarna hitam yang mengekspos struktur internal beraksen emas yang mewah. ASUS juga menyuntikkan performa bertenaga melalui prosesor AMD Ryzen AI Z2 Extreme terbaru untuk menjamin pengalaman bermain yang maksimal.

Handheld ini juga menjadi yang pertama menggunakan layar ROG Nebula HDR Display terbaru dengan panel OLED berukuran 7,4 inci. Desain bodi transparan yang unik tidak hanya membangkitkan nuansa nostalgia era gaming klasik, tetapi juga memperlihatkan sistem pendingin performa tinggi yang telah diperbarui oleh ASUS.

Paket Bundling Premium

ASUS ROG menyediakan paket bundling premium yang sangat memanjakan para kolektor. Dalam paket tersebut, pembeli akan langsung mendapatkan kacamata pintar ROG XREAL R1 Edition 20 Gaming AR Glasses. Kacamata AR ini mampu memproyeksikan layar virtual hingga berukuran 171 inci dengan panel micro-OLED 240Hz, serta didukung teknologi audio dari BOSE dan sistem pelacakan gerakan kepala yang sangat akurat.

Selain kacamata AR, paket penjualan ini juga dilengkapi dengan pelindung bodi dbrand Killswitch khusus dengan corak hitam-emas yang ergonomis. Agar perangkat tetap aman saat dibawa bepergian, ASUS menyertakan Pelican Protector Case edisi khusus dengan pengunci merah ikonik dan emblem perayaan ke-20. Paket ini juga sudah dilengkapi dengan adaptor pengisian daya cepat berkapasitas 68W.

Bagaimana menurutmu?